Abby dan Tilly Tamasya ke South Island - Bagian 5

Kejar tayang di bulan Februari! Ini mestinya judulnya gitu ya hehehehe. Di tengah kesibukan yang melanda, akhirnya sempetin lagi untuk update liburan hari selanjutnya. Di post sebelumnya, saya bilang kalau makin ke belakang, liburan kami semakin seru dan menyenangkan. Itinerary kami hari ke 4 ini semestinya jadi itinerary hari ke 3. Tapi karena di hari ke 3 cuaca kurang baik, diputar deh. Tapi kami bersyukur banget loh, karena gara-gara diputar itu, maka ibarat tangga, tambah naik asiknya! 

Postingan sebelum: Bagian 1Bagian 2Bagian 3, Bagian 4

Hari 4: Rabu, 21 April 2021: Queenstown - Milford Sound - Queenstown

Setelah kemarin mendapatkan berita kurang enak alias penerbangan kami dicancel akibat hujan, maka pagi ini dibuka dengan kabar bahagia karena akhirnya hari ini cuaca baik di Milford Sound, sehingga penerbangan kami hari itu dipastikan berangkat. Hip hip hura! Seperti biasa pagi itu kami sarapan dulu sebelum lanjut perjalanan.

Suasana depan kamar kami di pagi hari. Foto ini diambil dari walkway di tepi danau. Kamar kami ada di lantai dasar, jadi bisa langsung nyelonong ke walkway. 

Sudah pasti piring suami, karena istrinya nggak mungkin ngambil sosis 4 biji hehehehe.

Kalau ini baru piring saya, wafflenya bikin sendiri, siramin maple syrup dan cherry compote. Yummy! 

Habis sarapan, pas balik ke teras kamar, banyak banget bebeknya! Si Tilly seneng banget lari-larian ngejar-ngejar bebek.

Perjalanan dilanjutkan menuju Milford Sound. Kenapa Milford Sound istimewa? Keindahan alam aslinya sungguh luar biasa! Saking indahnya, sampai suka dijuluki keajaiban dunia yang ke delapan. Bukit-bukit hijau, air terjun yang tingginya ratusan meter, ditambah curah hujan yang deras, membuat air terjun muncul dimana-mana. Pokoknya kalau dibilang breathtaking view, nah inilah! Semua foto-foto kami itu, tidak menggambarkan keadaan aslinya yang jauh lebih mempesona! Kelemahannya adalah, lebih dari separuh jumlah hari dalam setahun, Milford Sound pasti hujan. Makanya kalau sampai bisa ke sana dan nggak hujan, itu luar biasa! Dan kami mendapatkan pengalaman luar biasa itu.

Ada beberapa cara menuju Milford Sound. Yang pertama tentulah nyetir sendiri yang tentunya akan sangat melelahkan karena jalanan berkelok-kelok dan sangat jauh (per arah sekitar 5 jam dari Queenstown). Yang kedua adalah dengan naik bus wisata, biasanya paketan istilahnya coach-cruise-coach. Tipe yang ini yang paling banyak diambil oleh turis karena nggak perlu nyetir, tinggal duduk saja. Harganya juga tidak terlalu nohok, biasanya di kisaran 160-170 dolar per orang.Tapi kami nggak ambil ini, kenapa? Karena pukul 6 pagi kami sudah harus berangkat, dan baru tiba lagi di Queenstown pukul 6 - 7 malam. Kami pilih opsi ketiga yaitu fly - cruise - fly, yang total hanya memakan waktu 4 jam saja untuk seluruh perjalanan. 

Kami memilih paket dari Air Milford, penerbangan pukul 9.30 pagi. Jadi kira-kira pukul 1.30 siang kami sudah balik sampai di Queenstown, dan siangnya itu kami bisa lanjut ke tujuan wisata lainnya. Nggak buang waktu kan? Biaya yang kami keluarkan adalah 449 dolar per dewasa, dan 339 dolar per anak termasuk juga Tilly. (Waktu saya tanya, hanya bayi di bawah 11kg yang bisa gratis naik dan harus dipangku ortunya). Memang biayanya berlipat ganda dibanding dengan naik bus. Tapi waktu dan tenaga yang kami hemat, sebanding dengan pengeluarannya. Plus bonus pemandangan dari udara itu.... bikin speechless! 

Duo bocah, siap bertualang!

Karena seluruh penerbangan kemarin dibatalkan, hari ini semua pesawat Air Milford beroperasi karena penumpangnya jadi dobel. Boarding pass untuk pesawat kami adalah gelang karet berwarna hitam (yang bisa disimpan untuk kenangan). Pesawat yang lain, warna gelangnya beda lagi.

Di ruang tunggunya, kami baca artikel soal pesawat Cessna bersejarah yang dibeli dan diterbangkan dari Athena menuju ke Queenstown. 20,000km perjalanan jauhnya, selama 60 jam total. Dan surprise surprise.... Kami naik pesawat yang itu! Plus kaptennya adalah kapten utama di Air Milford yaitu Antony.

Antony sedang menerangkan secara garis besar mengenai rute perjalanan kami dan apa saja yang harus diperhatikan.

Naik pesawat bersejarah ZK-SKA.

Karena saya bawa dua anak dan dianggap rombongan kami ringan, maka kami didudukan di paling belakang. Jadi makin berat itu makin di depan, dan pilot kami yang atur keseimbangan duduknya kiri dan kanan.

Rombongan siap berangkat!

Foto-foto di bawah ini kami ambil di balik jendela pesawat, jadi warnanya agak redup. Aslinya, wow, beneran mata saya nggak berhenti melotot, dan mulut menganga saking indahnya. Mungkin kalau fotonya diedit jadi makin keluar bagusnya.

Hamparan gunung hijau dengan salju.

Aliran sungai yang membelah pegunungan.

Danau di tengah crater di atas gunung.

Danau lainnya. Kalau musim dingin, dijamin putih semua.

Beneran serasa berada di dalam lokasi Lord of The Rings.

Namanya anak-anak, naik pesawat langsung molor. Sementara mamanya sibuk bikin video hihihi.

Pesawat melewati pantai barat South Island sebelum berputar menuju landasan untuk mendarat.

Akhirnya, kami tiba di Milford Sound. Memang ya, di sana itu bawaannya cuaca basah! Padahal langitnya cerah. Maklum, curah hujan sangat tinggi. 

Foto keluarga dulu, padahal baru juga sampai hihihi.

Antony memberikan kami waktu untuk ambil foto sejenak. Apa sih yang difoto?

Ini loh! Bagus banget!

Airnya bening, sampai memantulkan bayangan gunung-gunungnya, sudah kayak lukisan. 

Gunung tinggi yang bentuknya segitiga di kiri itu adalah Mitre Peak. 

Wajah bahagia. Tilly memang paling seneng cuaca dingin. Jadi begitu sampai di Milford Sound, happy bukan main.

Kita berjalan kaki sekitar 20 menit menyusuri semak dan hutan, untuk menuju ke pelabuhan cruise.

Indah, bersih, pokoknya seneng lihatnya!

Sampai juga di pelabuhan.

Tilly dengan boarding pass kami.

Gaya dulu dong. Kapal yang kami naiki adalah Southern Discoveries. Istilah kapal ini adalah catamaran, dengan ujung kapal yang terbelah.

Foto kapal tetangga yang lebih klasik. Milford Mariner ini  ada program overnight cruise. Cocok buat yang suka adventure.

Kami pilih duduk di deck atas, supaya puas melihat pemandangan.

Ada juga yang milih duduk di deck bawah kalau nggak suka angin. Tapi rugi atuh yahhhh.

Kapan lagi ngeteh sambil menikmati pemandangan spektakuler kayak gini.

Suasana deck atas yang ramai.

Nengok ke segala arah, semuanya indah.

Cuaca cerah banget, puji Tuhan!

Dari belakang kapal, pemandangannya seindah ini!

Air terjun yang banyak bermunculan di bukit, dan tingginya puluhan bahkan ratusan meter.

Foto di depan air terjun.

Air terjun seperti ini bisa muncul di mana-mana dan jumlahnya banyak.

Sudah kebayang tingginya dibandingkan dengan kapal kami?

Gemes ga? 

Di tengah cruise, kami sambil nyemil dong. Donat dan kue dari Fergbaker. Dingin-dingin makan cemilan memang asoy!

Anginnya nggak santai sama sekali!

Susah ya kalau minta orang lain fotoin. Itu sisi kiri kudu dicrop!

Nah, kalau istri yang fotoin cakep kan? Kayak tadi pas megang gelas teh juga cakep kan? (Muji diri sendiri)

Wefie aja deh, daripada minta difotoin menyong2 hehe.

Beruntung banget ya, belum 4 tahun udah nyampe sini.

Tiba-tiba ngelihatin orang berkerumun, ada apa sih? Ikutan juga deh kami. Ternyataaa.... 

Banyak lumba-lumbaaaa!! 

Asli, lumba-lumbanya banyak banget, dan terus ngikutin kapal kami selama puluhan menit. Sudah dua kali ikut dolphin cruise di Paihia, nggak pernah nemu lumba-lumba sebanyak ini. Eh ini di Milford Sound malah dapat bonus lumba-lumba. Kapten kapalnya bilang, kita beruntung banget, karena biasa nggak sebanyak dan selama itu lumba-lumba ngikutin kapal.

Kami sampai di air terjun selanjutnya. Yang ini air terjunnya deras banget! Pokoknya nggak mungkin nggak basah kalau nongkrong di dekat situ.

Difotoin sama orang lain. Tilly saya angkat supaya masuk di frame, jadinya malah kocak gini.

Deras banget, seru banget!

Muka-muka senang setelah kebasahan air terjun. 

Nggak berapa lama, ternyata ada rombongan lumba-lumba lagi ngikutin.

Woah, indah dan misterius. Cakepnya1

Difotoin orang. Akhirnya ada foto berdua yang lumayan.

Sepanjang lumba-lumba ada di samping kapal, Abby dan Tilly betah banget nongkrong. Tilly ketawanya kenceng banget, apalagi tiap lumba-lumbanya lompat. Yang lucu, tiap dia ketawa ngikik, orang-orang sekitar jadi ikutan ketawa. Jadilah sepanjang bermenit-menit itu, semua ketawa berjamaah gara-gara Tilly ngikiknya seru banget.

Sampai mendekati buritan, lumba-lumba masih ngikutin. Luar biasa! Setelah itu mereka balik lagi ke laut lepas. Cruise berlangsung selama lebih kurang 2 jam, menyusuri Fjordland sampai hampir ke laut lepas, lalu kembali. 

Kapten Antony memastikan seluruh peserta sudah balik lagi ke meeting point, untuk jalan balik ke pesawat.

Sampai jumpa lagi Milford Sound! Kami suka banget!

Deretan pesawat-pesawat kecil semakin banyak dari berbagai maskapai.

Difotoin oleh Kapten Antony sebelum kami naik pesawat.

Landasan pesawat di Milford Sound difoto dari udara. Mungil dan diapit oleh bukit. Sebelah kiri atas adalah pelabuhan.

Begitu masuk pesawat, anak-anak langsung pules. Mamanya manyun hahahaha.

Pemandangan lagi dari udara. Gunung saljunya terasa dekat sekali!

Air danau sebening itu! sampai terlihat dasarnya.

Jalanan antar kota terlihat di tepi danau.

Ini suami iseng sekali foto kapal dari udara.

Kota Queenstown!

Daerah Frankton, alias hampir mendarat di Queenstown Airport.

Nona Abby turun dari pesawat. Kalau cuma dia sendirian yang turun gini di foto, nggak beda jauh lah ya sama pesawat pribadi. Hahahaha.

Perjalanan kami lanjutkan menuju ke tempat yang boleh dibilang wajib dikunjungi kalau kita di Queenstown, yaitu Skyline Queenstown. Walaupun kami sudah berkali-kali ke Skyline di Rotorua, tetap saja yang di Queenstown lebih istimewa karena pemandangan dari atasnya lebih indah daripada di Rotorua. Nggak percaya? Lihat saja langsung! Untuk harga naik gondola adalah 44 dolar/ dewasa, 26 dolar/ anak. Untuk lugenya beda lagi. Info lengkap, langsung aja klik websitenya

Skyline ini letaknya agak di tengah kota, jadi cari parkirnya lumayan susah apalagi kalau lagi ramai. Jadi daripada pusing-pusing nyari parkir gratis di jalanan, ada holiday park di sana kira-kira jalan 5 menitan saja dari Skyline yang menawarkan parkir berbayar. $15 kalau nggak salah, tapi beneran deh, mending bayar daripada pusing nyari parkir, jadi nggak buang waktu.

Kembaran naik gondola.

Wefie dari dalam gondola. 

Dari sini aja pemandangannya udah wow kaaann.

Sampai di atas, kami langsung ke Market Cafe untuk makan siang. Pilihannya sih nggak banyak, dan rasanya so-so aja, yang penitng perut terisi. Pokoknya buat anak-anak, selama ada pie, aman. Dan buat kami ortunya, makan sandwich aja juga cukup. Toh udah nyemilin donat tadi.

Panini Sandwich dan onion rings. Lumayan buat ngisi perut, soalnya jamnya nanggung, dan pukul 6 sorenya sudah ada dinner reservation.

Tidak lengkap rasanya kalau ke sini nggak pakai main Luge. Dari atas, bisa kelihatan deh antrian Luge seperti apa. Not bad at all! 

Duh, dari deck restaurant, indahnya kayak begini!

Ini viewing deck, dimana kita bisa nongkrong santai sambil menikmati pemandangan.

Jalan muterin viewing deck, puas!

Depannya itu posternya, belakangnya itu aslinya!

Foto manis dulu berduaan di gondola.

Hore, ada yang fotoin!

Di luar restaurant juga banyak yang nongkrong sambil ngopi-ngopi.

Horeee, antri main luge! 

Serba kuning. Jaket kuning, helm kuning.

Oh iya, yang beda di Queenstown dengan di Rotorua itu, kalau di Queenstown, kita naik chair lift dulu baru naik luge. Kalau di Rotorua, naik luge dulu baru naik chair lift. 

Muka-muka bahagia. Padahal kalau HP sampai jatuh, bubar!

Kaki-kaki memggantung.

Jalur luge dengan pemandangan spektakuler.

Yang kecil, naiknya harus didampingi ortu.

Senengnya, Abby sudah bisa naik luge sendiri untuk kali pertama. Sebelumnya selalu barengan papa atau mama. Memang sudah lama banget sih nggak main luge. Terakhir kayaknya waktu dia umur 5 tahun.

Sekarang giliran Tilly deh naik luge untuk kali pertama. Sebelumnya masih bayi dia.

Udah kali kedua nih! Abby makin biasa aja dia.

Dan ini kami siap-siap naik yang ke 3 kalinya. Di Queenstown ini ada jalur beginner dan advance. Jadi saya dan bapaknya sudah cobain dua-duanya. Sementara anak-anak mainnya jalur beginner saja.

Habis main luge, santai dulu sambil nunggu waktu. Kami nongkrong di beanbag sambil tidur-tiduran, asik loh!

Nyemil Oreo di tengah gunung. Nikmat banget hidupmu, Nak hahahaha.

Gemes amat sih, nunjuk apaan?

Selesai dari Skyline, kami pindahke tepi Lake Wakatipu untuk main di playground.

Pemandangan danau ketika hampir senja.

Xylophone raksasa nih. Do re mi fa so....

Fotonya burem, tapi kaminya hepi!

Main telepon-teleponan sama cicinya. Mau tau cicinya sebelah mana?


Tuh! Satu di sono, satu di sini.

Minta difotoin sama istrinya. 

Malam itu, kami dinner di sebuah area bernama Arthur's Point, sekitar 10 menit dari downtown Queenstown. Kenapa kami nyari daerah lain? Itu karena suami bilang, sudah 2 malam makan di downtown Queenstown, kali ini cari suasana berbeda, tapi nggak usah jauh-jauh dari downtown. Restaurant yang kami pilih adalah Kanuka Kitchen and Bar yang berada di dalam Nugget Point Resort.  Sekarang ganti nama jadi Awa Restaurant and Bar dan konon sudah gak seenak dulu karena chefnya ganti. Too bad ya. Anyway kami nggak punya ekspektasi apa-apa karena tempat ini nggak pernah dibahas oleh teman-teman kami yang pernah ke Queenstown (beda dengan Fergburger yang sudah dapat rave review dimana-mana). Jadi gimana suasana dan makanannya? 

Pas masuk, wuah, suasananya elegan dan klasik banget ya.

Pemandangannya juga cantik, sayang sudah hampir gelap. Nah, kata waiternya kalau pagi-sore hari, ada shotover jet yang lewat di sungainya, dan kita bisa tonton dari resto.

Ketemu kertas mewarnai, langsung bahagia. 


Mojito untuk suami.

Sweet and Spicy Confit Duck Salad: Confit duck leg, mixed salad green, pickled vegetables, plum sauce, chili duck dressing. Enak dan segar! Porsinya cukup banyak, bisa bagi dua dengan suami.

Fish and Chips. Ini kids menu loh untuk Tilly, tapi cantik ya penampilannya.

Steak and mashed potato. Percaya ngga, ini kids menu juga! Ini buat Abby. Nggak main-main ini chefnya.

Menu Kanuka yang paling terkenal, punya suami saya. Turmeric and Coconut Goat Curry from the Island: Tender goat pieces, sticky coconut rice, tomato and cucumber salsa. Kata suami, ini goat curry paling enak yang pernah dia makan. Ealah, ternyata goat curry enak malah adanya di fine dining resto macem gini!

24 Hours Slow Cooked Glazed Beef Short Rib: Horseradish mash, braised red cabbage, BBQ Sauce. Ini punya saya. Dagingnya empuk, nyoplok dari tulang, mantap deh. Makanan di sini enak semua! Pokoknya puas, dan ternyata ngenyangin banget sampai perut kami nggak muat lagi untuk dessert. Waiternya juga ramah banget dan ternyata orang Malaysia. 

Kursinya klasik banget (dan berat!), serasa ratu duduk di kursi kerajaan. 

Suasana Kanuka di malam hari.

Ada library di pojokan. Si Abby sempet nangkring di situ lihat-lihat buku.

Berhubung sudah malam terakhir di Queenstown, ngga sah rasanya kalau belum memanfaatkan fasilitas hotel minimal sekali aja, yaitu kolam renangnya hehehe. Jadilah malam itu sepulang dari makan malam, sempet-sempetin untuk berendem di kolamnya yang indoor. Lumayan!

Berenang bareng papa. Ini mah papanya bukan berenang, tapi gendong dua anak sekaligus. Katanya airnya nggak anget-anget banget di kolam utama.

Mama milih berendem di jacuzzi aja deh yang anget.

Kenang-kenangan pakai baju renang ini, soalnya habis itu bagian pantatnya bolong, dan akhirnya kami buang di tempat sampah hotel hahahaha.

Paling gemes lihatin anak kecil dililit handuk gini.

Tapi lebih gemes lagi lihat sekeluarga selfie di dalam lift pake anduk kan? Hahahahaha. 

Selesai deh hari ke 4 kami. Lalu hari ke 5 ngapain? Kan sebelumnya saya sudah bilang bakalan meningkat ya serunya, jadi tungguin aja, paling telat minggu depan saya keluarin foto-fotonya hehehe. See you di post selanjutnya!

Post selanjutnya: Bagian 6

Comments

  1. Puas banget liat foto2nya! Paling seneng yg di bagian org2 ikut ketawa pas Tilly ketawa, bisa kebayang gimana ngegemesinnya pas itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang gemesin, Lis. Aku aja ikut ketawa2, mana nonstop pula. Memorable lah pokoknya trip tahun kemarin itu.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Yang Dalem Dalem

Motherhood Saga: Barang-Barang Esensial Mama dan Abby Bag. 1

Tutorial Sok Kreatif - Dekorasi Kelas