Matilda's Fourth Birthday Celebration

Hai lagi  semua! Saya langsung kejar tayang ya dengan post yang baru, yaitu soal ulang tahun Tilly.  Sudah tau kan ya kenapa saya sudah lama nggak update? Kalau belum tau, boleh baca post sebelumnya

Ketika mengetahui keluarga saya di Indonesia mulai terpapar Covid-19 satu per satu, otomatis mood untuk merayakan ulang tahun Tilly drop drastis. Akhirnya kami memutuskan, kami rayakan ulang tahun kali ini secara sederhana, cukup berempat saja. Yang penting ada kue dan tiup lilin, lalu makan bersama yang istimewa sedikit di restoran. Kami rasa itu keputusan yang bijak mengingat situasi lagi serba tidak enak. Walaupun begitu, tetap aja ada beberapa kerabat yang masih kepingin kirim kado untuk Tilly, dan menyempatkan diri untuk mampir ke rumah walapun kami tidak mengadakan acara dan tidak mengumumkan ulang tahunnya. Tilly is blessed with wonderful friends in Auckland. Jadi ngapain aja kami pas weekend ulang tahunnya?

Jumat, 16 Juli 2021

Hari ini sebenarnya nggak ada rencana perayaan apapun, apalagi belum hari H ya. Tapi ada beberapa teman yang nanyain, apa boleh mampir ke rumah untuk ngedrop kado untuk Tilly. Jadilah saya persiapan masak seadanya dan secukupnya di hari itu. Oh iya, nggak lupa saya buat kue ultah Tilly untuk ditiup di hari Minggu nanti. Kali ini kuenya simpel pendek aja karena yang makan literally saya sekeluarga aja. Ended up, sehari setelah ultah, mayoritas kuenya dibawa papanya ke kantor, dan dibagi-bagi di sana, ludes deh hehehe. 

Hayo mau dibikin bentuk apa? 


Burung Kiwi kesukaan Tilly. Pas beli soft toys hadiah dari Oo-nya, dia milih burung kiwi. Jadilah kiwi menjadi inspirasi kue hari ini. Dodolnya, saya itu  ngga punya spuit yang bentuknya pointy. Jadinya pakai ujung piping bag aja dipotong, eh malah pas keluar kok nggak bulet, malah lebar. Sudahlah, pokoknya keliatan deh ya bentuk burung hahaha. 

Uncle Sugi and Aunty Mar, Om dan Tante yang paling ngefans sama Tilly. Mereka mampir anter kado. Tilly lagi nyemil apa itu, saya lupa. Mulutnya belepotan. Aunty Mar lagi flu, jadinya makanan untuk mereka saya tabao (alias takeaway dari dapur hahahah). 

Tante Lucy favorit anak-anak (Kalau Tilly manggilnya Tante Wusi), mampir juga anter kado. Seneng banget ya mukanya anak-anak.

Karena nggak mikirin menata-nata meja untuk acara party, cuma ngumpul biasa, saya sampai nggak punya foto proper. Amburadul aja gitu asal jepret (sampe tab-nya anak-anak juga ikut mampir kefoto). Intinya menu malam itu bakmi goreng, ikan asin garing, ayam kuning, sambel, krupuk kriting...dan... 

Sayur asem! Jangan bingung ya sayur asem kok pake wortel. Ya beginilah suasana sayur asem NZ di kala musim dingin. Jagung segar aja ngga ada, cuma ada yang frozen. Kacang panjang, jangan harap ada. Labu siam pun, itu sisa labu terakhir yang saya simpan dari musim gugur, eman-eman pakainya kalau kata orang Jawa. Yang penting rasanya tetep endeus! 

Malam itu, Tante Wusi nginep di rumah, anak-anak bahagia banget ada temennya buat main filter instagram hehehe. Ini favorit anak-anak kalau Lucy dateng ke rumah, bisa bikin video lucu-lucu. 

Sabtu, 17 Juli 2021

Acara spesial hari ini adalah, mengajak Tilly untuk menonton musikal pertama dia. Kebetulan banget, shownya 3+ alias bisa dinikmati oleh anak umur 3 tahun ke atas. Setelah seminggu sebelumnya saya ajak Abby nonton Lion King yang ceritanya lebih serius, kali ini kami sekeluarga nonton singa juga, tapi versi nggak serius yaitu... Madagascar! 


Makan siang dulu di Terrace Cafe di depan Kiri Te Kanawa Theatre. Tempatnya keren, tapi makanannya limited edition alias menunya dikit, dan pelayanannya lamaaaaaa... Pesan fries aja dibilang suruh tunggu 20-30 menit, sampai ada keluarga yang batalin. Untung kita datangnya lebih awal, jadi agak santai sedikit lah.

3 gadis manis (eh yang satu udah emak-emak ya). Abby kukunya kutekan mumpung lagi liburan sekolah, diajakin teman baiknya, ikut manicure bareng-bareng. Anak jaman now! Emaknya aja gak pernah pake kuteks!

Balada bawa anak kecil, nyampe theater minta merchandise. Ya gak apa deh, lucu soalnya yang ini.

Gemes nggak nih, singa kecil.

Untung nyampe pagian, jadi masih bisa dapat booster seat untuk Tilly. Kasian yang nyampenya telat, nggak kebagian booster seat.

Kali pertama nih kami nonton di Kiri Te Kanawa Theatre. Biasanya kalau nonton musikal, yang paling top itu di The Civic. Yang ini bagus dan modern theaternya, tapi feelnya untuk nonton musikal, tetap The Civic yang paling mantap. Ternyata panggungnya kecil. Untung beli tiket yang bagus di depan.

Nonton baris ke 6 dari depan, deket, tapi masih bisa ngelihat panggung secara keseluruhan. Kalau lebih depan dari itu, malah nggak enak alias rata banget dan nggak bisa lihat full view. Beli tiket jauh-jauh hari, jadi dapat seats yang oke banget karena show siang itu hampir sold out.

Manis amat ya sebelum show. Eh pas show malah minta dipangku dan dipelukin sama mamanya biar keliatan. Rupanya booster seat sebiji masih kurang. Mau minta lagi, udah habis.

Gimana pengalaman bawa bocah usia hampir 4 tahun nonton musikal? Berhubung shownya memang diperuntukan bagi anak-anak (bahkan balita), oke banget ternyata. Durasi shownya pendek, hanya 100 menitan termasuk intermission. Isinya penuh dengan gelak tawa, apalagi pas King Julien keluar. Kocak banget karena gerakan dia terbatas. Sepanjang dia berlutut supaya ukurannya mini. Di penutup show, mereka ajak penonton dance bareng dengan lagu fenomenal film Madagascar. Apalagi kalau bukan "I Like To Move It". Karakter-karakternya lucu-lucu semua, dan Madagascar ini adalah musikal dengan cast paling sedikit yang pernah saya tonton. Kayaknya anggota cast nggak sampai 15 orang. Walau begitu, tetap sangat lucu dan menghibur. Jangan dibandingin dengan Lion King yang big budget ya. Lagian Lion King lebih cocok untuk anak usia 7+ karena serius dan durasinya lama. Pulang dari show, kita langsung menuju gereja untuk misa sore.

Minggu, 18 Juli 2021

Happy Birthday, Tilly! Hari ini, pas hari Minggu, anak kecil ini genap berusia 4 tahun. Pas bangun langsung semangat, udah pinter dan udah tau banget kalau hari itu adalah hari spesial untuk merayakan ulang tahun dia. Untungnya, ngga ada sedikitpun permintaan dia untuk kita ngadakan pesta ulang tahun. Pengertian banget deh. 

Bangun-bangun langsung pakai bando singa dan pose-pose.

Siapa itu ngumpet di dalam tenda?

Acara kita hari itu simpel saja, makan siang berempat. Pas milih restoran bingung juga mau makan apa. Akhirnya kita memutuskan makan di Eight yang berlokasi di Cordis Hotel. Eight ini adalah restoran buffet hotel paling terkenal se-Auckland. Mungkin kalau di Jakarta semacam The Cafe-nya Hotel Mulia. Tapi ya jangan dibandingin sizenya dengan Hotel Mulia ya, karena di Selandia Baru, semua lebih simpel, lebih kecil, lebih minimalis (dengan harga maksimalis hahahaha). Kunci makan di sini, harus reserve karena selalu ramai dan fully booked. Nah, kita reservenya cuma 3 hari sebelumnya dong. Untung masih dapat kursi. Beneran karena pikiran lagi galau, makan di mana aja sampe bingung menentukan. 

Bocah 4 tahun, berasa udah gede banget.

Pokoknya di ulang tahun ke 4 ini, selalu semangat menunjukkan 4 jarinya.

Ajak yang ini makan buffet mah udah enak banget deh, apa juga dicoba dan dimakan.

Nah, kalau ajak yang ini, memang bingungin. Kasih aja semua gorengan!

Lagi ultah, puasin deh makan gorengan.

Kenikmatan yang hakiki, boleh minum Coca-Cola di hari spesialnya.

Standar buffet hotel bintang 5. Tapi kami berkesimpulan, buffet di sini enak itu karena ingredientsnya memang nggak kaleng-kaleng. Brasa segar semuanya. Ini punya suami, entah ronde berapa. Saya sendiri nggak semangat foto-foto.

Piring suami lagi. Steak dan daging-dagingan lain di sini, made to order semua dan enak-enak.

Akhirnya saya baru inget foto pas sudah dessert. Ya dah foto 1 piring doang.

Kenapa nama resto di sini adalah Eight, itu karena mereka bagi stasiun penyajiannya jadi 8 stasiun yaitu: Fresh Seafood, American Grill, Chinese Specialties, Indian Tandoor, Sushi and Sashimi, Salad Station, Italian, dan Sweet Treats. Kalau soal seleksi, pilihan tentulah nggak sebanyak di Indonesia yang kelihatannya lebih besar dan meriah. Tapi patut diakui, kalau soal kualitas bahan,di sini juara sih. Hampir ngga ada makanan yang ngga enak. Yang kurang cuma steak saya dimasaknya medium rare instead of medium. Sisanya mantap semua. Nanti balik lagi di saat hati lebih bahagia, jadi lebih semangat makannya hehehe. 

Anak kecil habis ngambil dessert. Gemes!

Marshmallow pakai chocolate dari fountain, belepotan semuanya.

Bahagia banget kan yang minum Coca-Cola.

Di saat perut kami sudah kenyang semua, tau-tau dianter caramel slice dengan tulisan Happy Birthday. Gemes dan bulet banget si Tilly di sini. Yang dimakan sama Tilly cuma tulisan Happy Birthday-nya doang hahahah.

Mirip nggak?

Baru ngeh, ngga ada foto berempat yang proper. Ya sudahlah wefie sajaaaa.

Gemes sama anak sendiri boleh yaaa.

Yang ini bapaknya minta dicium anaknya hehe. Kayaknya mereka yang lebih kembar ya?

Sebelum pulang, foto bertiga di depan Chandelier Lounge yang terkenal banget gara-gara ada chandielier guedeee di tengah-tengah.

Sampai rumah, kita buru-buru deh langsung siap-siap untuk tiup lilin, karena setelah ini, Abby harus latihan altar server di gereja ditemenin papanya, dan mama harus bantu nyanyi (sambil bawa Tilly) di misa kudus di rumah teman. Sibuk bener ya weekendnya hehehe.

Ya ampun posenya manis banget! Di sebelah kiri adalah boneka kiwi yang jadi inspirasi mama pas bikin kue. Boneka kiwi dan boneka kucing itu hadiah dari oo-nya, yang Tilly pilih sendiri pas ke toko mainan. Kalau kue kecil dari Lego itu, cicinya yang bikin, ada angka 4-nya loh. 

Hore, aku udah umur 4 tahun loh!

Foto keluarga berempat pakai timer.

Pose lagi, nggak lupa jarinya angka 4. 

Tiup lilinnya semangat banget!

Udah bisa megang pisau dan potong kue sendiri.

Ada yang mau? Kuenya pendek kali ini, marble cake pakai choco buttercream.

Nyam-nyam, makan kue ultah sendiri.

Mama disuapin sama Tilly.

Cicinya juga disuapin.

Foto dengan kado-kado yang dia terima di ultah kali ini. Selain kado ini, juga ada titipan angpao2 dari keluarga di Indonesia, bisa dipakai buat belanja-belanja keperluan Tilly nanti. 

Bonus, hari Senin, 19 Juli 2021, ada Opa dan Oma (versi Auckland hehehe) yang dateng juga ke rumah untuk ngasih kado ke Tilly. Senengnya banyak yang sayang. 


Seperti biasa, tiap anak ulang tahun, di FB pasti saya taruh ucapan untuk anak. Dan inilah ucapan untuk tahun ini:

Hari ini, Tilly genap berusia 4 tahun. Sudah makin pintar ngomong, banyak gaya, dan sudah ngerti kalau ada maunya. Biasanya setiap tahun saya mengadakan acara kumpul-kumpul untuk merayakan ulang tahunnya. Tapi tahun ini suasana sungguh berbeda. Hati sedang sendu karena keluarga inti saya di Indonesia semua positif Covid-19, tidak mengenal usia mulai dari mama saya, sampai ponakan yang masih satu tahun usianya. Tidak bijaksana rasanya kalau saya di sini merayakan beramai-ramai riang gembira di tengah suasana yang tidak menentu di Indonesia. Saya yakin, banyak keluarga dan orang dekat kita juga kena dampak dari Covid-19 ini. Kami cuma bisa berdoa dari jauh, berharap yang terbaik, semoga badai segera berlalu. Jujur, kami sungguh rindu untuk bertemu.

Walaupun begitu, saya tetap mau membuat Tilly senang di hari ulang tahunnya, supaya dia ngeh, kalau ini adalah hari yang istimewa. Setiap hari dia menantikan, kapan dia jadi umur 4, dengan janjinya yang konsisten, "I am going to be four, and I want to eat some more..." (Balada emak-emak yang anaknya milih kalau makan pasti punya permohonan yang sama pada Tuhan, biar anaknya makannya gampang dan pinter. Ya kaaaann?). Siang tadi kami merayakan dengan makan siang berempat saja, lalu pulangnya tiup lilin dan potong kue buatan saya. Ada yang tau bentuk apa itu? Cluenya ada di boneka sebelahnya (pilihan Tilly sendiri loh bonekanya). Anaknya senang tak terkira, padahal perayaannya begitu sederhana. Terima kasih Tilly sudah jadi bagian dari hidup Mama, menambah warna warni dan hingar bingar di dalam rumah. Anak yang "bahasa kasihnya" adalah sentuhan, paling suka jika dielus punggungnya pelan-pelan sampai ketiduran. 

Semoga kamu sehat, makin pintar, dan jadi berkat bagi banyak orang. Nikmati usiamu yang terakhir di Kindy, karena tahun depan, kamu sudah jadi anak Primary. Mama juga mau menikmati pipimu yang masih bulat dan badan kamu yang masih imut menggemaskan. I love you!

Untuk ngintip ulang tahun Tilly yang sebelumnya, boleh klik di sini.

Comments

  1. Happy birthday Tilly! semoga menjadi anak yang sehat, cerdas dan ceria dan bahagia slalu...

    ReplyDelete
  2. Asiknya ngeliat udah pada lepas masker di sana 😍.

    Selamat ulang tahun, Tilly! Sehat selalu, panjang umur, tambah pintar yaaa... Tuhan memberkati!

    ReplyDelete
    Replies
    1. In fact, pas nulis reply ini, Auckland lockdown level 4 nih, Lis. Lebih ketat jauh daripada PPKM hehehe.

      Makasih, Tante Allisa buat doanya.

      Delete
  3. Semoga cepet negatif covid ya keluargamu di Indo, Leony! semoga semua sehat selalu, amin.
    Happy 4th birthday Tilly, smoga makin pintar,cantik dan sayang papa mama cece ^_^
    Sudah 4 tahun yaa..keinget aku ikut terharu baca postinganmu pas kelahiran Tilly, gampang mewek nih aunty haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puji Tuhan sudah sembuh semua, Lis yang di Jakarta. Amin.

      Makasih, Tante Lisa untuk doanya.

      Delete
  4. Happy belated birthday Tilly! Abundance blessings :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Yang Dalem Dalem

Motherhood Saga: Barang-Barang Esensial Mama dan Abby Bag. 1

Tutorial Sok Kreatif - Dekorasi Kelas