Abby dan Tilly Tamasya ke New Plymouth - Bagian 2

Akhirnya, punya waktu juga untuk update lagi. Setelah balik liburan, ternyata sibuknya nambah nggak kira-kira. Apalagi jumlah cucian, sehabis liburan cucian sampai 4 load, dan untuk menyelesaikan seluruh setrikaannya memakan waktu pukul 11 siang sampai pukul 5 sore dengan break makan siang 1 kali hahahaha. Luar biasa pegelnya. Walaupun kata teman saya, saya agak kurang kerjaan karena semua harus disetrika. Gimana dong ya, udah kebiasaan soalnya, nggak tahan kalau semuanya gak licin. Lanjut lagi balik ke cerita liburan Januari 2021 lalu ya.

Kamis, 7 Januari 2021

Kami bersyukur luar biasa kemarin sudah sempat ke Festival of Lights, karena seharian ini cuaca nonstop hujan. Sedih juga sih karena kami jadi tidak bisa menjalani trip sesuai plan dengan maksimal. Tapi yang namanya Leony sekeluarga, biarpun cuaca hujan, tidak menyurutkan semangat untuk tetap berpetualang berkeliling kota dan tentulah kulineran dari pagi sampai malam. Mungkin ini pertanda, bahwa kami perlu balik lagi di saat cuaca jauh lebih baik. Yuk, ngapain aja seharian ini?

Pagi itu, kami mampir sarapan di sebuah Kafe Prancis bernama Petit Paris. Kami tidak sarapan di hotel karena trip kali ini santai, sehingga lebih memilih kuliner setempat. Keluarga saya pesan makanan yang lumayan berat, tapi keluarga om saya cuma ngopi sama pesan kue kecil saja. Saya nanya, apa nggak lapar nanti karena kita akan banyak jalan. Ternyata eh ternyata, di kamar mereka sudah masak Indomie! Luar biasaaa! Hahahaha. 

Ini pesanan saya, Beef Pasties, pastry yang berisi daging sapi suwir.

Ini pesanan suami saya, Egg on Toast with Hollandaise Sauce and Smoked Salmon. Yang juara memang rotinya. Enak sekali. 

Kode nomor pesanannya dicantol di atas Menara Eiffel mini. Tuh ada dua di atas meja. 

Opa dengan cucu. Om saya ini nggak punya cucu cewek, jadi lumayan ada cucu tambahan sekarang. 

Karena kafe kecil tadi tidak ada toilet, sebelum kembali ke mobil, kami mampir ke toilet umum yang sangat-sangat menarik, yang sudah berdiri dari tahun 1936. Yang disebut dengan rest rooms di sini, bentuknya satu rumah sendiri. Kayak apa sih dalamnya?

Ternyata ini literally rest room alias ruang istirahat. Bisa duduk-duduk, ada majalah pula. Di sisi satunya ada ruangan lagi yang isinya deretan toilet. Menarik dan unik sekali. 

Sambil nunggu yang nongkrong di wece, kami nongkrong juga di ruang duduknya. 

Di dekat parkiran, ada kolam besar dan orang-orang pada nangkring di situ. Kolam apakah itu? 

Ternyata isinya belut! Gede-gede banget belutnya, airnya bening, dan orang-orang sibuk ngasih makan roti. Anak-anak senang sekali. 

Menelusuri lorong untuk balik ke parkiran, lorongnya keren dan artistik, dan kami pakai baju dan payung warna warni, menambah meriah suasana walau langit kelabu. 

Tujuan wisata pertama kami hari itu adalah ke Te Rewa Rewa Bridge. Rencana awalnya kalau tidak hujan, kami akan jalan menyusuri Coastal Walkway ini secara berjalan kaki selama satu jam, dari Te Rewa Rewa Bridge sampai ke downtown, dengan pemandangan super indah tepi pantai. Buat yang bawa sepeda, enak sekali menyusuri jalur ini. Apadaya, rencana tinggal rencana, hujan nonstop dari pagi sampai malam. Tapi tetap dong kami foto-foto di jembatannya. 

Pasukan payung. Si Tante outfitnya meriah sekali bunga-bunga dari atas sampai bawah. 

Foto keluarga di Te Rewa Rewa Bridge, dengan langit sangat kelabu. Seandainya saja langit cerah, kita bisa melihat Mt. Taranaki yang terkenal itu di belakang kita.

Langit boleh kelabu, tapi senyum anak ini tetap merekah. 

Pas banget dapat foto ini tanpa ada orang lain di sekitarnya. 

Boleh dong sesekali foto sendiri jadi model hihihi. 

Biar kehujanan, duo sipit kembar ini sangat bahagia!

Sementara saya mutung dikit karena gagal jalan kaki sepanjang pantai.

Dan ketika kami mati gaya, akhirnya balik lagi ke downtown, dan berakhir dengan... ngemall! Ya ampun nggak kreatif banget ya. Iya lah, daripada kehujanan, nanti pada sakit masuk angin, mendingan berlindung di bawah atap mall. Kebetulan banget, mall ini lokasinya tepat di downtown, sesuai dengan tujuan makan siang kita selanjutnya. Nama Mallnya adalah Centre City, dengan semboyan mereka : New Plymouth's only shopping centre! Hahaha. Memang benar kota ini kecil banget, sampai mall saja cuma ada satu.  

Manis banget di foto ini deh. 

Masih suasana Natalan di dalam mall. 

Biar ompong yang penting pede.

Mallnya lumayan juga, toko-tokonya rata-rata ada semua di Auckland, jadi saya nggak belanja. Tapi tante dan sepupu saya belanja loh! Orang Indonesia memang nggak jauh-jauh dari shopping. 

Tujuan kami selanjutnya adalah makan siang. Di mall tadi, sungguh-sungguh killing time saja, karena jadwal kami jalan kaki satu jam lebih itu terpaksa dicoret dari itinerary dikarenakan hujan. Tempat makan siang yang kami pilih adalah Arborio Restaurant yang terletak di dalam Puke Ariki Museum. Restaurant ini terkenal enak dan segar, dan kalau cuaca cerah, pemandangannya langsung ke tepi pantai. Pas sampai situ, wuihhh ramai banget restonya. Kami disuruh tunggu 30 menitan sampai dapat meja, itupun mejanya ada di sisi museum alias tidak di dalam restonya. Bersyukur juga sih karena di dalam resto malah lebih sumpek. Sambil nunggu, anak-anak muter muter museum. Museumnya sendiri gratis tis tis. 

Suasana lobby museum yang ramai. Kayaknya gara-gara hujan, orang jadi nggak main outdoor, malah ke museum yang tertutup. Ada ikan hiu digantung di atas lobby.

Tau-tau anak ini sudah di lantai atas saja. Langsung bisa lihat wajah ikan hiu dari dekat. "Daddy shark doo doo doo dooo..."

Simulasi ubur-ubur di dalam lautan. Sampai bengong anaknya.

Artwork yang bagi anak-anak sih mirip playground.

Keren dan modern museumnya. Koleksinya juga lumayan bagus-bagus, tapi ada beberapa bagian yang tidak bisa difoto.

Akhirnya, kami dapat juga meja! Itu pasangan di belakang kami masih nunggu loh. Inipun kami mejanya digabung dari 3 meja kecil dijadikan satu.

Muka-muka bahagia akhirnya bisa duduk manis.
3 anak, menunya sama semua, chicken nuggets and fries. Tapi ini nuggetsnya model bikin sendiri, dan anak-anak doyan sekali. Tilly pun lahap.


Nyam-nyam, anak-anak ketemu gorengan tentu bahagia.

Crispy Battered Chicken Breast Burger: house made brioche bun, garlic aioli, kimchi, lettuce & Korean sweet chilli sauce, straight cut fries. Ini pesanan Om dan Tante saya kalau nggak salah. 

Nah ini pesanan saya. Porcini Gnocchi: 3 mushroom ragu, gorgonzola toast, parmesan & watercress. Asli enak banget! Bayanginnya aja ngiler nih sekarang.

Ini pesanan suami saya. Seafood Linguini: fish, prawns, mussels, calamari, tossed with chilli paste, cherry tomatoes, garlic & coriander. Seafoodnya segar, enak, dan banyak. Totally worth the wait. Pantesan restonya ramai banget.

Habis makan, hujan berhenti sebentar walaupun lagi mendung, jadi kami buru-buru keluar dan berharap bisa foto-foto di Coastal Walkway daerah downtown.

Puke Ariki Museum difoto dari tepi pantai.

Di belakang Abby adalah ciri khas New Plymouth yang diberi nama Wind Wand alias tongkat angin. Kayak gimana sih?


Kayak gini ini! Mesti pakai wide lens buat dapatin keseluruhan panjang Wind Wand-nya, sampai bagian samping-samping foto jadi ketarik-tarik.

Ramai-ramai foto di bawah Wind Wand, sayang di kanan ada konstruksi.

Kalau dari deket ya begini. Nggak kelihatan tiang merahnya.

Anak outdoor, muka paling bahagia kalau bisa lari-larian di luar.

Mumpung bisa pakai baju kembar, emaknya koleksi deh. Tahun depan kayaknya udah ngga bisa lagi, karena Abby masuk size remaja. Huks.

Suka banget dengan papan petunjuk di sepanjang Coastal Walkway. Semua dibuat dari stainless steel, jelas, nggak kebanyakan kata-kata ngga penting, dan yang jelas, nggak pakai foto pejabat buat pesan sponsor.

Ketemu bukit sedikit, anak yang kecil langsung naik, emaknya kepaksa ikutan juga nemenin. 

Dua sahabat yang seru dan kompak.

Aiden gaya meneropong pakai tangan, entah apa yang diteropong.

Sok romantis hahaha. Kelihatan kan, kelabu banget, semua abu-abu sampai ke airnya.

Nekad jalan-jalan outdoor dengan cuaca seperti ini. Udah jauh-jauh sih dari Auckland, sayang kalau nggak eksplorasi sedikit.

Kebayang kalau tadi ngikutin Coastal Walkway ini dari Te Rewa Rewa Bridge sampai kemari dengan cuaca yang cerah, pasti indah banget. 

Lumayan ada foto berdua serasa honeymoon. Biasanya wefie aja.

Nah tuh kan bener, ada wefienya.

Wefie berempat buat kenangan. Nanti suatu hari balik lagi, semoga langitnya biru.

Gemes banget lihat gigi ompongnya. 

Patung apa ini? Menggoda sekali... untuk foto.

Nah, ini hasil fotonya hehehe.

Karena mulai gerimis lagi, kami memutuskan untuk kembali ke Museum Puke Ariki untuk lihat-lihat lebih jauh. Sebenarnya tujuan sore ini ingin ke Brookland Zoo, sebuah Zoo kecil di tengah kota. Tapi ya cuacanya nggak mendukung. 

Berlagak naik mobil tua.

Cicinya juga nggak mau kalah.

Permainan interaktif menangkap serangga. 

Dari masih rame anak-anaknya, sampai tinggal mereka bertiga yang betah di situ. Puas deh.

Ceritanya belajar manggil burung. Entah gimana caranya. Biarpun museumnya kecil, lumayan buat anak-anak belajar.

Penasaran lihat zoo-nya seperti apa, akhirnya sore-sore walaupun masih hujan, kami mampirin, eh apadaya sudah telat alias sudah tutup. Memang nggak jodoh dengan cuaca seperti ini.

Jadi kami balik ke hotel aja istirahat karena habis ini kami ada dinner reservation di tempat yang cukup spesial (seandainya cuaca baik... apadaya). Oh iya, anak-anak ikut mobil saya dan suami balik hotel, sementara Om, Tante, plus sepupu saya, malah masih shopping di mall yang tadi. Tuh kan, orang Indonesia memang luar biasa deh, temenan sama mall. Anak-anak seru sendiri main Chinese Checkers, padahal ngga tau cara mainnya, cuma taruh-taruh aja. 

Dan inilah tempat dinner kami yang sebenarnya istimewa, yaitu The Vineyard Bistro di Okurukuru Winery. Saya buat reservasi di sini karena terkenal pemandangannya indah, dan makanannya enak. Tapi pas tiba saja, hujan begitu deras. Kalau lihat foto ini, terlihat butiran-butirah hujan berjatuhan. Semestinya pemandangan sore hari adalah sunset alias matahari terbenam yang menakjubkan.

Area outdoor dengan pemandangan langsung ke pantai, tapi basah sebasah-basahnya.

Pemandangan perkebunan anggur pinggir pantai dari balkon sebelah meja makan malam kami.

Kami dapat window table, tapi sayang banget cuaca kacau balau, boro-boro bisa melihat sunset yang indah. Yang ada ya kelabu terus.

Seperti biasa, langsung sibuk mewarnai. 

Tilly sudah mulai teler, makanya saya kasih permen mint supaya bangun semangat. Kebetulan anaknya suka banget sama mint walapun pedas-pedas.

Minuman soda Mac's ala NZ. Rasa Lemonade dan Rhubarb punya saya, Rasa Feijoa, Pear & Elderflower punya suami. Sueger.

Sayang banget cuaca amburadul, padahal ada playground di sebelah dining room.

Deretan bebatuan di tepi pantai, ada Snapper Rock, Round Rock, dan masih banyak lainnya yang mestinya bisa terlihat jelas kalau cuaca baik.

Winerynya bagus dan suasananya romantis, cuma cuacanya aja yang nggak santai.

Pemandangan dari luar balkon. Masuk ke area winery ini, jalannya berliku sedikit. Jadi cuaca hujan deras itu lumayan menantang, apalagi tidak ada penerangan, cuma mengandalkan lampu mobil.

Ini pesanan saya. Tasting Platter of Vineyard Bistro. Isinya ada: Sautéed King Prawns, Tuna Ceviche, Wakame, Smoked & Marinated Mushrooms, Beef Cheek, Roasted Grape & Quinoa Salad, Warm Haloumi Cheese, Tomato Compote, Pork Belly, Sauerkraut. Jadi  kita bisa cobain macam-macam menu, sedikit-sedikit. Nggak nyesel banget makan di sini, enak semua! 

Ini menunya Tilly dari Kids Menu, Chicken Schnitzel. Kids menunya aja cakep dan rapi ya.

Beef Bourguignon. Melt in your mouth tender Beef Cheeks with Lardons, Vegetables, Button Mushrooms and Mash Potatoes. Ini pesanan Tante saya. Dulu pas saya ulang tahun saya ajak mereka makan Beef Bourguignon di salah satu resto Prancis di Auckland, dan ketagihan. Jadi tiap lihat menu Beef Bourguignon, si Tante pasti pesan itu. 

Ini pesanan Abby dan Aiden, Spaghetti Bolognese. Kids meal aja sizenya segini dan kelihatan enak banget!

Ini pesanan suami, Prime Coastal 200g. Beef Fillet Steak cooked Medium Rare with Garden Spinach & Anna Potatoes. Saya sampai google Anna Potatoes itu apa. Ternyata ini: Pommes Anna, or Anna potatoes, is a classic French dish of sliced, layered potatoes cooked in a very large amount of melted butter. Pengetahuan baru hehe. Kata suami sih ini enak banget.

Spaghettinya pasti enak, karena dua-duanya lahap!

Pasangan berbahagia, udah 40 tahun nikah loh ini hehehe. Si Om pesan Free Range Pork Belly, tapi saya nggak sempat foto. Ngga enak foto piring orang soalnya hehe. Kalau si Tante, karena duduknya sebelah saya, sempet saya foto makanannya.

Mari makaaannn!

Dan si kecil tertidur pulas dengan sukses. Makanannya gak disentuh.

Habis makan, suami jalan-jalan sambil lihat-lihat art gallery di lantai atas.

Cantik banget pemandangannya, sayang hujannya nggak berhenti.

Bos kecil lagi santai.

Dessert time, si Om pesan wine. Kalau saya sih pesan kue aja deh hehehe. 

Anak ini, masih pules dengan sukses ses ses. Kelewat asyik seharian main.

Masih gemes sama si ompong! Sekarang udah ngga ompong lagi soalnya.

Mesra banget ini berdua.

Chocolate Tart with Chantilly Cream and Vanilla Bean Ice Cream. Endeus! Tentulah saya sendiri yang makan hehe. Suami mah gak doyan kue.

Giliran sudah mau pulang, eh anak ini malah bangun. Makanan dia sudah dibungkus di takeaway box.

Sempet-sempetnya si suami fotoin kita di pintu keluar, padahal lagi hujan. Perjalanan balik ke hotel, hujannya benar-benar deras luar biasa. Bener-bener beruntung sudah pergi ke Festival of Lights kemarin.

Pulang ke hotel, si bos kecil lanjut dinner santai di atas ranjang. Indahnya dunia.

Hari kedua kemarin itu, memang isinya basah basah basah. Yang penting semua tetap senang dan gembira. Namanya jalan-jalan ya, harus berpikir positif supaya liburannya tetap berkesan. Besoknya sudah hari ketiga alias hari terakhir kami di New Plymouth. Bagaimana dengan cuacanya? Apakah masih hujan? Apakah kita berhasil menjalankan itinerary yang sudah disusun? (Ngomong dengan gaya Feny Rose membawakan acara Silet). Kita tunggu saja di post selanjutnya ya. See you on the next post!

Comments

  1. Hallo Ci Leony...salam hangat dr Bali! Kalian pada cantik-cantik, secantik pemandangannya. Yuk pada main ke Bali Timur, besok-besok kalo kondisi udah normal kembali ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ayu, salam balik dari Auckland!

      Kalau yang bapak2nya, pada ganteng kan? Hahaha
      jangan ikutan cantik ya.

      Sip, one day ya, kalau pas balik ke Indonesia, main ke Bali lagi. Tilly belum pernah ke Bali.

      Delete
  2. lucu restroom nya bener2 tempat buat rest dengan sofa2. hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makna literal yang sesungguhnya. Ruangan ngaso2 hehehe.

      Delete
  3. Daerah mana yg jarang turun hujan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, ini maksudnya daerah di NZ? Semuanya tergantung prakiraan cuaca masing2. Tapi kata Google sih daerah terkering di NZ ada di Wairapapa di Pantai Barat.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Yang Dalem Dalem

Motherhood Saga: Barang-Barang Esensial Mama dan Abby Bag. 1

Tutorial Sok Kreatif - Dekorasi Kelas