Sembilan Tahun Bersamamu

Setelah post panjang terakhir dan lumayan serius, rupanya ada pembaca yang nanya, kok nggak ditayangin perayaan anniversary-nya. Hihihi. Ternyata ada yang penasaran ya, ada cerita menarik apa lagi di perayaan tahun ini. Weits, ternyata setelah pindah ke Auckland, akhirnya di perayaan anniversary kali ini kami bisa kencan berdua tanpa harus mikirin nitipin anak ke siapa hehehe. Iyes, dua anak sudah sekolah! Yippie! Ditambah sisi positif Covid-19, suami jadi work from home mengikuti perintah kantor global, dan sementara kami di NZ ada di alert level 1, yang berarti kehidupan dalam negeri sudah normal. Bisa pas pula, suami yang biasanya meeting seabrek walaupun WFH, di hari itu bisa melompong jadwalnya. Semesta sungguh mendukung. Yes, akhirnya jadi juga kami anniversary date! 

Giliran punya kesempatan kencan, malah bingung mau makan di mana yang rada spesial. Soalnya nggak bisa lama-lama juga lantaran harus jemput anak sekolah. Kali ini pilihan kita jatuh ke restaurant di city, dekat kantor suami. Tinggal parkir aja di kantor, jalan kaki dikit, udah nyampe deh. Nama restonya Miss Clawdy yang menyediakan South and Central Americas Cuisine. Begitu saya lihat menunya, wah, nuansa New Orleans banget, bikin saya kangen masa muda dulu. Ke New Orleans seminggu, naik berat badan 3 kg karena makanan super enak semua. Pas kami sampai, bengong karena restonya sepi banget serasa milik berdua, padahal kalau malam dan weekend, rame terus. 

Kosong melompong! Bener kan, semesta mendukung buat kita romantis-romantisan. Padahal makannya gragas!

Baru tiba, langsung dikasih cemilan popcorn yang dikasih cajun seasoning. Suami seperti biasa pesan kopi item.

Wefie dulu buat kenangan.

Ini dia orderan kita! Jadi pingin buru-buru balik lagi.

Baja Taco: Craft Beer Battered Market Fish, Tomato and Orange Salsa, Chipotle Aioli, Coriander Slaw. Sueger banget, cocok untuk cemilan pembuka. 

Jambalaya: Cajun Classic Chicken, Andouille Sausage, Prawns, Long Grain Rice, Holy Trinity, Spiced Tomato Sauce. Ini punya saya. Aduh enak banget! Jarang yang nyediain Jambalaya isinya lengkap gini, termasuk juga andouille sausage. Tidak lengkap jambalaya kalau tidak ada sosis yang satu itu!

Fried Chicken Combo: Miss Clawdy Fried Chicken with special Jerk seasoning, served with Chipotle Aioli and Crispy Hand-cut Chips. Ini punya suami. Southern style fried chicken yang mantap banget, bumbunya terasa, dan yang jelas, harus bagian paha! 

Waitressnya volunteer fotoin kita tanpa diminta. Daripada bengong ya, Mbak, tamunya kita doang hehehe. 
Sudah kenyang, lidah ini kok masih kepingin yang manis-manis. Jadilah kami lanjut jalan kaki menyusuri Princess Wharf, lalu mampir ke toko gelato kesukaan yaitu Gelatiamo. 

Lagi-lagi nggak ramai. Yang ramai malah sebelah-sebelahnya yang isinya bar semua. Orang Auckland memang sangat suka minum-minum. Kami sih sukanya makan :D

Espresso Gelato dan Chocolate Gelato, dua-duanya pemenang gold medal di ice cream competition.

Sambil nongkrong makan gelato, sambil melihat lautan dan langit biru, serta banyak orang lalu lalang. Indahnya dunia. Habis dari sini, langsung pulang, jemput anak sekolah.

Selesai deh kencan di hari Kamis. Tapi kok kayaknya ngga afdol ya kalau perayaan cuma kencan doang. Namanya sudah punya anak dua, wajiblah kita juga bawa anak-anak untuk makan spesial merayakan keberhasilan orang tuanya membina rumah tangga sekian lama hahahaha. Jadilah kali ini, kami milih tempat spesial, yang dapatin reservasinya aja susah karena kursinya terbatas. Padahal, jaraknya aja satu jam dari Auckland tepatnya di daerah Waiuku. Namanya adalah Castaways Resort. Apa sih istimewanya sampai kami bela-belain kemari? Selain makanan enak, tentulah suasananya yang tiada dua. Lokasinya ada di pantai barat pulau utara, berada di atas bukit, sehingga pemandangan matahari terbenam bisa didapatkan. Kalau musim panas begini, matahari baru akan terbenam di atas pukul 8 malam. Pengalaman makan malam, jadi semakin istimewa. Karena begitu populernya restoran ini, kami hanya mendapatkan reservasi di pukul 5.45 sore di hari Minggu. Nggak apa-apa, kita jabanin walaupun lumyaan jauh dan besoknya anak-anak sekolah. 

Sangat beruntung, mendapat meja tepat di sebelah jendela besar langsung menghadap laut.

Sok-sok bergaya memandang ke arah lautan.

Berhubung yang satu ini nggak bisa diem, mendingan diajak wefie aja, biar nggak kabur-kaburan ganggu orang. 

Cantik nggak?

Mencoba mendapatkan proper shot, tapi anak 3 tahun ini sungguh kayak ulat. 

Bedakan dengan foto ini, manis banget kan dua-duanya. 

2 gelas champagne complimentary dari restaurant karena kita merayakan anniversary. Saya nggak terlalu minum alkohol, cuma sip dikit, dan langsung merasakan kandungan alkoholnya kuat banget. Suami akhirnya "volunteer" minum dua-duanya, ended up dia gliyengan sepanjang dinner haha. Ternyata si suami sudah jauh menurun kadar toleransinya dibandingkan masa muda dulu. Dia sampai bilang, "Non, kalau aku masih gliyengan, ntar pulang kamu aja yang nyetir."

Gayanya udah mirip mafia belum?

Untuk anak-anak, kita pesan dua menu yang sama yaitu Chicken Tenders: Crispy crumbed chicken tenderloins, served with salad, fries, and tomato sauce. Menu ginian emang paling aman deh buat anak-anak. Tapi saladnya semua diserahkan ke emaknya. Enak loh saladnya mantep!

Sign of approval dari anak yang gede.

Buat yang kecil, saya potong-potongin dulu kecil-kecil biar tinggal comot aja.

Buat ortunya, tentulah menunya lebih serius dikit ya.

Ini entree-nya suami: Seared Scallop in golden butter, artichoke puree, wasabi mousse, and forest mushroom. Enak, tapi 3 suap langsung ludes hahahaha.

Ini entree saya: Seafood Chowder with tiger prawns, Canterburry salmon, smoked mussel, fish veloute, and foccacia. Saya ini penggemar berat seafood chowder, dan ini salah satu seafood chowder paling unik yang pernah saya makan. Teksturnya segar banget, dan udangnya malah digrill, nggak dicemplungin langsung ke soupnya. Udah kayak sirkus di dalam mulut!

Main course suami: Orange Glazed Duck Breast with braised red cabbage, herb dumplings, and broccolini. Kata suami enak. saya nggak nyobain. 

Main course saya: Baked Beef Fillet Wellington with mushroom duxelle, baby spinach, duck pate, roasted root vegetables, onion jus, and pickled shallot. Nyam nyam banget! Dagingnya empuk, wangi, sayurannya segar, bahkan bawang guede itu enak sekali!
Akhirnya, minta tolong waitress untuk fotoin kita berempat untuk kenangan. Dan waitressnya all out loh, fotoin kita di luar juga! Makasih, mbak!


Dari sekian banyak jepretan, ini foto paling mendingan dengan pemandangan yang spektakuler di belakang. Anak yang kecil nggak bisa dibilangin, kayak belatung nangka.

Entah kenapa saya suka banget foto yang sangat chaotic ini. Angin super kenceng, rambut dan muka brantakan semua (kecuali muka bapaknya).

Such a spectacular view, padahal cuma diambil pakai HP. Matahari hampir turun. 

Di sebelah kanan itu restaurant tempat kita makan. Kebayang kan pemandangannya seperti apa kalau lihat langsung.

How great Thou art! Indah banget. Sudah pukul 7.30-an masih lumayan terang di akhir November, karena masuk musim panas. 

Untuk penutup, suami pesan latte, sekalian tombo ngantuk untuk persiapan nyetir balik ke rumah. Habis makan banyak dan keluar makanannya pelan-pelan, udah stabil lagi tuh akhirnya kadar alkohol dari champagne.

Sementara saya dan Abby sharing 1 dessert ini. Untung cuma beli 1! Porsinya segede gitu! Chocolate Cremeaux with chocolate soil, fondant, raspberry mascarpone, meringue, dark chocolate parfait, cherry florentine, and mandarin. Jeruk mandarinnya itu dehydrated jadi kayak makan krupuk jeruk. Kriuk kriuk. Mantap banget, sampai si Abby blepotan semua mukanya.  

Minta difoto gaya candid memandang sunset.

Dan kira-kira pukul 8 malam, matahari mulai tenggelam di ufuk Barat. 

Setelah dinner, kami nggak langsung pulang, melainkan lanjut ke tepi pantai, seperti beberapa mobil lain, untuk langsung menikmati indahnya matahari terbenam. 

Mobil semua menuju pasir langsung, untuk merasakan indahnya ciptaan Tuhan. 

Abby girang banget, buka sunroof dan langsung nangkring. 

Foto bonus, ibu dan anak kurang kerjaan. Setelah lihat sunset, pulang deh kita ke rumah.

Gimana perayaannya? Asyik ngga? Semoga tahun depan perayaan bisa lebih meriah ya karena udah nggak pandemi lagi, jadi bisa travel kemanaaa gitu hihihi (ngarep banget ini namanya). 

Lalu gimana rasanya 9 tahun berumah tangga dengan suami? Buat saya, rasanya makin bahagia. Mungkin karena kita lebih banyak samanya daripada bedanya, makin lama makin selaras kalau mengambil keputusan. Suka brantem nggak? Hampir nggak pernah. Penasaran apa berantem terbesar kita di tahun 2020? Nih saya ceritain dikit. Waktu itu di awal tahun 2020, karena si suami ini sayang istri, pas business trip di Sydney, dia beliin saya tas (merek kesukaan saya, yang tokonya ngga ada di NZ). Pas di airport, dia mau ngurus GST refund, lalu kelupaan kalau tasnya harus dikasih liat ke pihak bea cukai untuk dapat refund, sementara tasnya keburu dia masukin bagasi pesawat. Begitu sampai di Auckland, karena badan capek, plus nggak dapat GST refund, dia marah-marah, ngamuk-ngamuk sendiri, merasa kesel karena dia niat baik ke istri, tapi malah ngaco, jadi ngamuknya ditumpahin ke saya, katanya mestinya dia nggak usah beliin tas buat saya. Lahhh... untungnya beberapa jam kemudian, ngamuknya reda, habis gitu dia nyesel, kenapa marah-marah ke saya atas kebodohan dia sendiri. Inget-inget itu, kok saya malah jadi ketawa hahaha. Supaya suami seneng kalau tasnya biarpun jatohnya jadi kemahalan, jadilah saya pake aja tiap hari itu tas sampai pada boncel (padahal sih karena istrinya males gonta ganti tas hihihi). Simpel banget ya brantemnya? Iya, kami emang gitu orangnya. Dunia udah ribet, rumah tangga jangan dibawa ribet.

Buat kami berdua, rasanya yang penting itu banyak bersyukurnya.  Biarpun di rumah brisik banget anak-anak hobinya rebutan sampai bikin kuping papa mamanya mau pecah, biarpun furniture pada debuan karena nggak setiap saat punya waktu buat bersih-bersih, biarpun dapur lengket-lengket dikit karena saya kalau masak udah kayak buka warteg, biarpun lantai rumah isinya berserakan mainan gak habis-habis kayak playground, yang jelas kami tau, Tuhan selalu menyertai kami dengan memberi sehat jasmani rohani, memberi cukup rejeki, dan memberi satu "rumah" yang penuh cinta untuk kami bernaung, and it's called family. 

Comments


  1. Happy anniversary buat Leony dan suami. Semoga makin bahagia dan langgeng selalu :) Lihat foto-foto makanannya kok jadi berasa lihat acara Master Chef ya..Beautiful and looks so delicious :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woah cepetnya udah ada komen masuk, perasaan baru aku publish hahaha. Makasih ya Inong (manggilnya ini bener?). Iya, makanannya bukan cuma cantik, tapi juga enak! Kalau cantik doang tapi ngga enak, saya pasti nggak semangat ceritainnya.

      Delete
    2. Hi..hi..iya, benar kok panggilnya Inong :) Kebetulan pas selesai WFH, mau matiin laptop, browsing dulu dan ngebaca posting ini, langsung komen deh :)

      Delete
  2. Foto yg "chaotic" itu pas sama paragraf terakhir haha.. Walaupun rumah gak sempurna, tp semua stick together, dan yg penting full of love #tsaaahhh... Cocok itu ekspresinya hepi semua :) Aku jg suka foto itu btw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. #tsaaahhh juga! Seru ya, anginnya kuenceng banget haha. Kayaknya kalo wefie, emang paling lucu2.

      Delete
  3. Syukurilah ketidaksempurnaan itu karena yang "Sempurna" hanya milik Tuhan serta Andra & The Backbone

    ReplyDelete
  4. Deketan tanggalnya Ce. Saya dan suami 28 November. Selamat ulangtahun pernikahan ya Ce Leony. Semoga selalu diberkati dan bahagia lahir batin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Happy anniversary to you too! Same wishes for you and husband hehehe. Bales2an aja ya kita.

      Delete
  5. limmy mama radhika raniaDecember 18, 2020 10:21 PM

    happy anniversary untuk leony dan suami..

    rumah yg berantakan dan rame itu adalah rumah yg sebenarnya.
    kalo rumah yg selalu rapi dan sepi itu namanya rumah contoh. hahaha

    btw itu abby makin manis dengan rambut barunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Lim.

      Hahaha. Rumah contoh rame kalo lagi open house, Lim.
      Wah ada yg ngeh juga ya dia pendek lagi rambutnya hihihi.

      Delete
  6. Postingan kali ini bikin ngiler se ember nih Leony haha..karena makanan yg semuanya tampak menggiurkan dan view yg bagus banget..save page dah! Someday moga keturutan ke NZ hihi

    Salam manis buat duo krucils :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Produksi ilernya banyak amat ya, Lis hahaha. Amin, pasti bisa ke NZ. Tinggal berdoa semoga covid segera berlalu, border segera dibuka.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Yang Dalem Dalem

Motherhood Saga: Barang-Barang Esensial Mama dan Abby Bag. 1

Tutorial Sok Kreatif - Dekorasi Kelas