Friday, October 18, 2019

Konser dan Pertunjukan Selama di Auckland Bagian 1

Waktu habis nonton konsernya Hugh Jackman kemarin, saya sempat ada post satu foto setelah konsernya selesai. Kemudian ada satu teman Whatsapp ke saya. "Le, kan elu sering banget nonton konser atau musikal. Kenapa elu hampir nggak pernah post di socmed sih buat kenang-kenangan?" Emang bener sih, kenyataannya, saya itu sering nonton macem-macem, dan cuma sedikit aja yang saya post online. Kebanyakan orang-orang, banyak yang tiap nonton konser, updatenya nonstop, mulai dari post FB atau Instagram soal shownya, sampai live Instastory. Entah kenapa, buat saya selama ini, kalau nonton show apapun, saya itu beneran nggak semangat ngerekam-ngerekam, foto-foto, apalagi upload-upload di socmed. Seandainya upload pun, biasanya isinya tuh foto muka saya sama temen yang barengan nonton. Fokus saya tiap nonton show adalah, menikmati secara utuh pertunjukan tersebut: memanjakan mata, telinga, lalu ikut terlarut di dalamnya, joged-joged, loncat-loncat, tepuk tangan. Jadi kalau adik saya nanya, "Ci, kirimin dong video cici nonton konser barusan." Jawabannya, "Sorry, cici ngga ngerekam." Rasanya cuma 1 show yang saya banyak foto, yaitu pas pertama nonton Disney On Ice sama Abby pas dia masih 3 tahun. Maklum, excited banget bawa anak pertama kali nonton hihihi.

Monday, October 07, 2019

Sakit Pertanda Mau Pintar

Kata orang jaman baheula, kalau anak kecil sakitnya lumayan parah, katanya pertanda mau pintar ya? Bener nggak sih? Kalau buat saya sendiri yang ngadepin sih, kayaknya pertanda emaknya lagi dilatih kesabarannya, dilatih fisik dan mentalnya juga hahaha. Ya beginilah nasib jadi emak-emak yang sendirian di negeri orang, begitu ada anak yang sakit, blasssss... capek jiwa dan raga. Tapi kalimat judul di atas itu disampaikan oleh banyak banget orang yang tau kalau si Tilly kali ini sakitnya lumayan parah. Emangnya sakit apaan sih?

Thursday, September 05, 2019

Tiga Tujuh

Tau-tau udah bulan September aja! Luar biasa waktu berlalu cepatnya minta ampun, dan sebentar lagi tahun 2020 dong! Itu artinya sudah hampir 20 tahun lalu saya lulus SMA, dan resmilah berasa tua-nya. Seperti biasa, setiap tahun saya nyetor dulu acara ulang tahun kali ini yang sungguh nggak brasa ulang tahun lantaran sibuk mempersiapkan acara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Auckland. Beberapa hari terakhir, saya pasti tidur lewat tengah malam. Mana tahun ini, gladi bersihnya jatuhnya di hari Jumat pas hari ulang tahun saya pula! Jadi saya sudah nggak punya ekspektasi apa-apa lah menjelang ulang tahun. Cuma hari Kamis malamnya, saya sempat beli kue kecil di supermarket dengan harapan sebelum saya dan Abby berangkat untuk gladi bersih di malam hari, kami masih sempat tiup lilin sekedarnya, yang penting sah kalau hari itu merayakan ulang tahun. Rencana boleh rencana. Pelaksanaannya gimana? Ya kita lanjutin aja dulu ya ceritanya.

Friday, August 09, 2019

Matilda's Second Birthday Celebration

Edisi ulang tahun kembali lagi! Setelah 7 bulanan kita sepi dari acara ulang tahun, kali ini kita jumpa lagi dalam edisi ulang tahun Tilly yang kedua. Waduh, beneran deh waktu kok jalannya ngebut amat ya? Perasaan baru belum lama ngelahirin anak ini yang penuh dengan drama telenovela yang bikin sport jantung dan berurai air mata, tau-tau anaknya udah gede, udah bisa lari-larian, suka manjat meja makan, bawel banget, dan suka nyanyi ABC! Tapi ada satu yang tidak berubah, mukanya masih tetep plek-plekan mirip bapaknya lengkap dengan mata sipit dan kulit sangat putih. Entah kenapa, sama seperti tahun lalu, lagi-lagi anak ini sakit sebelum ulang tahun. Katanya orang sih mau nambah pinter, tapi yang ada emaknya mabok cuy!

Thursday, July 25, 2019

Abby dan Tilly Tamasya Ke Singapura

Halo semua! Welcome back! Sebulan lamanya kita berpisah, sebulan pula usia kita bertambah (dibaca dengan gaya Koes Hendratmo di Berpacu Dalam Melodi di TVRI... tua banget saya). Kemarin ini udah ada yang nanyain, kemana aja saya kok udah lama nggak update blog. Eh ternyata masih ada yang nyariin ya? Haha. Kirain yang baca tinggal sekiprit doangan. Sebelum makin bertambah basi, kita lanjut lagi ya cerita jalan-jalan pas pulang kampung awal tahun 2019 kemarin. Jadi ini adalah trip kita ke Singapura tanggal 6-9 Januari 2019! Luar biasa, sudah hampir 7 bulan aja lewatnya, dan baru sempat ditulis. Pas mutusin mau balik ke Indonesia, bingung mau liburan kemana lagi, dan setelah mempertimbangkan hal-hal yang kemungkinan besar bikin anak-anak happy, ya udah akhirnya kita ke Singapura.

Monday, June 17, 2019

Abby dan Tilly Tamasya ke Bandung

Dikala orang-orang di Indonesia lagi pada enjoy libur Lebaran dan libur kenaikan kelas, ibu Leony ingin mempersembahkan cerita liburan super basi yang sudah dilaksanakan pada bulan...eng ing eng.. Januari 2019! Hahahahaha... Sebenernya banyak banget loh cerita jalan-jalan kita yang belum ditulis, tapi berhubung yang ini lokasinya di Indonesia, mau saya abadikan dulu di blog walaupun gak banyak foto-fotonya dan sebagian udah lupa ceritanya, demi supaya anak-anak punya kenangan indah soal negara kampung halaman orang tuanya. Jadi, silakan nikmati ya foto-foto liburan singkat kemarin di Bandung, dari tanggal 1-3 Januari 2019.

Friday, May 17, 2019

Punya Anak Dengan Dermatitis Atopik atau Eczema

Topik yang lagi hangat banget di kalangan netizen nih, lantaran ada bapak-bapak yang ceritanya mau sharing soal penyakit anaknya, tapi berakhir dengan mayoritas ngebully dia hihihi. Saya rasa orang pada paham ya ini kasus siapa, soalnya di linimasa Facebook saya ada yang share juga. Malah kata teman saya, di linimasa dia yang share lebih dari satu orang. Sebagai seorang ibu yang punya anak penderita eczema, pas baca screencap instastorynya beliau sih, jujur, saya lumayan garuk-garuk kepala sambil senyum-senyum juga. Saya percaya, maksud hati dia bagus, supaya menjaga privasi anak. Tapi cara menyampaikannya itu loh, udah kayak kompor meleduk (biasa bapak-bapak kan kalem, nggak meleduk ya), ditambah lagi hawa postingannya itu seperti berisi misleading information, plus... maaf ya, kok kata-katanya kasar. Seandainya disampaikan dengan cara lebih halus, plus ditambah research yang mendalam yang mendasari kesimpulan beliau, bukan hantem kromo dan menyalahkan orang lain, mungkin akan lebih bisa diterima oleh masyarakat. Edukasi orang tua soal penyakit itu penting, cara penyampaian ke orang juga penting supaya tidak salah kaprah. Kalau kita cuma sekedar baca instastory dan ikut emosi bersama si bapak, ujung-ujungnya yang rugi kita sendiri, plus anak kita juga ikutan rugi. Kali ini saya nggak mau bahas detail soal si bapak itu misleadingnya dimana, tapi saya mau berbagi pengalaman saja soal punya anak dengan penyakit yang sama dengan yang diderita anaknya si bapak. Mungkin kadarnya beda, tapi jenis penyakitnya sama.

Sunday, April 14, 2019

Dua Minggu Yang Berat Untuk Abby

Kali ini boleh ya cerita yang kurang enak, tapi ingin saya abadikan sebagai kenangan untuk Abby. Ceritanya dimulai tiga minggu lalu, di hari Sabtu yang cerah, tanggal 23 Maret 2019. Hari itu karena cuaca sangat bagus, kami sekeluarga pergi ke daerah Browns Bay, untuk makan di sebuah restaurant BBQ. Setelah makan siang yang nikmat itu, kami lanjut main ke pantai, ngopi, makan es krim, pokoknya hari itu menyenangkan sekali deh. Sepulang dari Browns Bay, saya dan Abby masih mengerjakan project untuk sekolah Abby yaitu menghias kotak kue kosong, yang nanti akan diisi dengan hasil baking ortu masing-masing, lalu akan dijual untuk cari dana sekolah, dan akan dikumpulkan tanggal 29 Maret 2019. Hari itu kami semangat sekali membuat kotaknya, dan sore itu juga, project kolaborasi mama dan Abby selesai. Tentulah idenya dari mamanya, Abby cukup mewarnai dan menempel saja.

Monday, March 25, 2019

Kia Kaha, Aotearoa!

Sudah seminggu lebih sejak peristiwa penembakan di dua masjid saat Sholat Jumat di Christchurch. Korban jiwa termasuk banyak, 50 orang, termasuk satu orang dari Indonesia. Dari sekian banyak tulisan dan analisa orang-orang di luar sana tentang apa yang terjadi, saya ingin cerita sedikit saja pandangan dan kesan saya sebagai seorang rakyat biasa yang tinggal di Selandia Baru, sebagai seorang imigran.

Tuesday, February 26, 2019

Sehari di Pernikahan Adikku Sayang

Biasanya, keluarga yang tinggal di luar negeri itu pulang ke Indonesia kalau ada saudaranya menikah. Tapi kisah di keluarga saya ini, malah sebaliknya. Saat saya bilang kalau di bulan Desember saya sekeluarga akan pulang kampung, adik saya malah memutuskan untuk segera menikah! Wadow! Padahal waktu saya beli tiket itu, adik saya dan pacarnya baru saja pacaran 3-4 bulanan. Saya sampai mikir, ini anak yakin amat apa ya kalau sudah pasti jodoh? Saya yang tadinya liburan mau santai-santai, jadi malah kesel-kesel dikit lantaran tau sendiri lah ya, yang namanya acara perkawinan di Indonesia itu, rata-rata heboh, lebih riweh, terutama soal baju yang kudu seragaman. Langsung kebayang di otak, pas sampai Jakarta, bukannya nikmat makan seabrek-abrek, malah kudu fitting sana sini, dan jaga supaya badan kagak tambah menggelembung (soalnya aslinya aja udah gendut montok kayak panda). Tapi di dalam hati kecil, tentulah ikut senang karena adik saya, yang udah gonta ganti pacar, finally nggak jomblo lagi dan sudah memantapkan hati untuk menjadi suami orang.

Thursday, January 31, 2019

Abigail's Sixth Birthday Celebration

Setelah dua tahun berturut-turut merayakan ulang tahunnya di negeri Kiwi, Abby kembali bisa merayakan hari ulang tahun di kota kelahirannya, Jakarta. Berhubung anaknya sudah makin ngerti aja kalau ulang tahun itu bakalan ada party-nya, dari tengah tahun lalu, dia sudah nanyain nonstop. "How many days until my birthday?" Sampe kadang saya kudu pakai Google biar bisa jawab pertanyaan dia dengan literally nanya si mbah, "how many days until...". Sebulan sebelumnya malah setiap hari counting the days until her birthday. Luar biasa deh! Padahal ya, ulang tahun ke 6 ini, perayaannya cuma makan siang aja, nggak ada heboh-hebohnya sama sekali, tapi anaknya ngerasa hari itu super duper spesial.

Thursday, January 17, 2019

Pulang Kampung Juga!

Setelah hampir tiga tahun bermukim di negeri Kiwi, akhirnya Desember lalu, kami sekeluarga pulang kampung juga. Pergi ke Selandia Baru bertiga, pulang kampung kali ini berempat. Trip kemarin, memang kelihatannya lama sih, 4 minggu, tapi kok berlalunya cepat banget, tiap hari ada aja kesibukannya. Kami sudah balik dari hari Senin lalu, tapi jetlagnya oh my my my.... oke lah kalau yang jetlag orang dewasanya aja, kayaknya sih 3-4 hari juga bisa beres. Yang bikin masalah adalah si bocah kecil yang tidurnya kacau, gak bisa diatur, bangun tengah malam, baru tidur jam 6 pagi, dan di antara tengah malam dan pagi itu, dia ngoceh, nangis, apa aja lah pokoknya... makanya ini emaknya kantong mata tebel banget karena kurang tidur, tapi takut tidur di siang hari, karena ngeri jetlag diri sendiri juga gak sembuh-sembuh. Banyak banget cerita yang pingin kita share, tapi kayaknya waktu dan tenaganya nggak ada. Jadi sharing sedikit aja ya gimana kesan-kesannya soal Indonesia setelah ditinggal hampir 3 tahun.