Posts

Showing posts from 2006

Lebih dari 24 Jam Dikelilingi Oleh Tangisan Bayi

Penerbangan saya dari San Francisco kali ini betul-betul unik. Apa saja uniknya ? Nih kita lihat satu2. Seharusnya rute perjalanan kita adalah: San Francisco – Hong Kong – Singapore – Jakarta. Sepuluh menit sebelum pesawat boarding dari San Francisco, sang pilot membuat keputusan eksekutif kalau rutenya diubah menjadi: San Francisco – Taipei – Hong Kong – Singapore – Jakarta. Penyebabya adalah ada angin kencang yang membuat kapal bergoyang (turbulence) dengan kecepatan lebih dari 100 mph alias 160 kmh yang arahnya berlawanan dengan arah penerbangan kita. Hal tersebut mengakibatkan pesawat menggunakan lebih banyak bahan bakar dari biasanya. Jika penerbangan dipaksakan langsung dari San Francisco ke Hongkong, kemungkinan kita kehabisan bahan bakar di tengah jalan, dan pesawatnya bisa jatuh mendadak… syerem banget !! Terpaksalah pengisian bahan bakar harus dilakukan di Taipei. Padahal jarak Taipei ke Hong Kong itu kurang dari 1.5 jam penerbangan. Rupanya karena angin kencang itu, tangki

Warning !!!

Kalau anda jalan jalan ke Disneyland selama dua hari nonstop, jangan lupa bawa sendal jepit selain sepatu anda, walaupun sekarang lagi musim dingin. Bahkan sepatu kets tidak mampu menyelamatkan anda... Jika anda tidak membawa sendal jepit seperti saya, anda hanya bisa berpasrah untuk membeli sendal swallow di sana seharga $15 yang bersablon Mickey, Minnie, atau Tinkerbell, yang sablonannya mulai hilang2 setelah dipakai kurang dari sehari. (Padahal sendal yang mirip seperti itu biasanya cuma $1 di Target). Jadi: Waspadalah !! Waspadalah !! Selamat hari Natal bagi seluruh umat yang merayakannya (dan juga bagi yang ikut kecipratan hadiah Natal). Semoga damai kasih Kristus selalu meraja di hati kita, dan semoga kita semua bisa membawa terang di dunia ini.

Perjalanan ke San Francisco

Saya sudah pesan tiket jauh-jauh hari lewat agen perjalanan saya untuk tujuan San Francisco. Saat itu saya menetapkan untuk pergi ke sana tanggal 20 December. Tapi tante saya ternyata punya ide untuk pergi ke Disneyland di Anaheim sebagai hadiah ulang tahun ke-5 anaknya tanggal 21 December. Jadilah saya berniat untuk memajukan tanggal keberangkatan saya menjadi weekend ini supaya tidak terlalu melelahkan dan mepet. Setelah Tante saya memastikan booking hotel di Disneyland, saya menelepon agen perjalanan saya untuk mengganti tanggal. Dia bilang, kalau mau confirm seatnya, harus membayar $100. Saya bilang kalau saya sedang berusaha save uang. Lalu agen itu bilang, datang saja pas hari yang saya inginkan, lalu tunggu karena ada 9 flight dari Chicago ke San Francisco. Kalau dapat, nggak usah bayar, stand by saja. Jadilah kemarin, Sabtu tanggal 16 December, saya diantarkan oleh teman saya dari Milwaukee ke Chicago (1.5 jam perjalanan). Teman saya ini padahal repot sekali karena dia harus

Project Menulis yang Tertunda

Di postingan saya yang kedua sebelum postingan ini, saya menulis kalau ada teman saya yang meminta saya membuat artikel soal "Bagaimana Hidup di Amerika Mengubah Diri Saya". Inilah hasilnya yang di muat di Soekma, Koran Permias Madison. Kalau mau lihat bentuk korannya seperti apa, bisa klik di sini . Ini dia isi artikelnya. Bagaimana Hidup di Amerika Mengubah Diri Saya Merangkum hidup saya selama di Amerika menjadi satu karangan, rasanya saya bisa menerbitkan satu novel sendiri. Tapi berhubung saya bukanlah penulis novel, dan saya cukup yakin novel saya tidak bakal laku, saya tulis saja sedikit cerita menarik yang mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya. Saat saya beres-beres untuk pindahan, saya membuka album foto kenangan. Di album itu, saya masih menyimpan lembaran tiket kedatangan saya kali pertama ke Amerika. Tanggal 10 Januari 2001, hari itu kedua kaki saya menyentuh tanah Madison. Dingin segera menyeruak, apalagi saat itu saya hanya bermodalkan dua lembar pakaian

Nasib Cewek Bawel

Kemarin, saat saya ngobrol dengan Mama saya, Mama mengemukakan sifat saya sebetulnya sudah saya sadari sejak lama, tapi susah banget untuk mengubahnya. Mama bilang, saya itu selalu punya jawaban atas statement2nya dia. Saya itu SUPER NGEYEL! Alias kalo sudah jadi prinsip saya, saya ngga mau kompromi. Misalnya mama saya bilang: "Non, kamu itu kalau pacaran, tutupi dong kelemahan kamu, supaya cowok tambah jatuh hati. Jangan bawel2 melulu." Lalu saya nyaut: " Tapi Ma, buat aku, kalo itu cowok nggak bisa menerima aku apa adanya, ya sudah, berarti dia emang nggak cocok sama aku." Lalu Mama bilang lagi: "Tapi Non, kalo kamu bawel2 begitu, cowok juga gak ada kali yang deketin." Lalu saya nyaut lagi: "Ma, kalau cowok sudah suka sama kita, mau kita kayak gimana pun, dia bakalan tetep sayang. Tuh mantan-mantan aku juga asik2 aja." Mama ngomong lagi: "Tuh, makanya kamu jomblo lagi kan ? Kalo pacaran, kamu harus kalem. Dicocok2in sama cowoknya.

Cita2 Karya Kolaborasi

Ada satu teman saya, adik kelas saya di bangku kuliah tertarik membaca tulisan saya di blog ini. Berhubung majornya dia adalah Jurnalistik, pekerjaan tulis menulis tentunya menjadi sesuatu yang tidak asing lagi buat dia. Suatu hari beberapa minggu lalu, saat saya sedang di kantor, dia meminta saya untuk menulis untuk koran Permias kita yang terbit bulanan. Karena saya pemalas sejati, saya bilang: "Elu telusuri saja ya isi blog gue. Kalau ada yang menarik, silakan dicomot, tapi minta ijin gue dulu. Supaya gue bisa rapihin gitu loh.... maklum, kan bahasa gue sembarangan." Akhirnya saya merekomendasikan dia tulisan soal TVRI yang saya tulis di blog ini Oktober tahun lalu. Lengkapnya, silakan klik di sini . Sampai saat ini sih belum keluar artikelnya. Mungkin saking basinya artikel tersebut karena anak anak sekarang yang baru masuk kuliah lahir di tahun 1988 alias tahun dimana setahun kemudian RCTI menghiasi layar kaca dengan Sesame Streetnya. Lalu tiba-tiba, ide gila teman

Putihhhhhh.....

Image
Jumat kemarin, pas bangun tidur: Apa2an nih ? Salju tinggi banget. Buka kerai jendela yang ada 1 kota putih semua. Padahal hari itu harus ke kantor untuk ngebalikin my crappy office laptop. Perjalanan ke kantor yang harusnya 10 menit jadi 45 menit. Saljunya turun terus nonstop dari tengah malam hari sebelumnya. Pas sampai di depan kantor, ada mobil Mercy E-class, stuck di salju, sampai petugas parkir tiga orang bantuin dorong dan kasih template di roda belakang. Makanya, udah tau salju begitu gede, jangan pakai mobil rear wheel drive dong ! Dasar oom2 tulalit, udah berapa lama sih emangnya tinggal di Wisconsin ?? Dijamin deh, nggak bakalan geser. Wong yang punya front wheel drive kayak saya aja modar kalau saljunya ketebelan. Sampai di kantor, weits, ternyata petugas technology yang mustinya nemuin saya malah ngga dateng, karena di depan rumahnya sudah ketimbun salju! Ya sudah, dititipkan sama orang lain aja. Banyak banget yang hari itu datang terlambat. Bener2 deh kota hari itu sepe

Cerita Thanksgiving Minggu Lalu

Sebagai sebuah tradisi di Amerika, makan malam Thanksgiving adalah saat yang sangat special. Makan malamnya itu sendiri jauh lebih meriah dan heboh dibandingkan dengan makan malam di saat natal. Biasanya, satu keluarga berkumpul di di meja makan utama, dan makanan wajibnya adalah turkey with stuffing and cranberry sauce, mashed potato, corn bread, green bean casserole with fried onions, dan ditutup dengan pumpkin pie. Saya sebetulnya ingin menerjemahkan nama semua makanan itu ke dalam bahasa Indonesia, tapi mashed potato diganti jadi kentang hancur atau pumpkin pie diganti jadi pai labu kok tidak kedengeran nikmat. Walaupun sebetulnya makan malam thanksgiving itu dilaksanakan pada hari Kamis malam, tetapi kita anak-anak Indonesia di sini merayakannya hari Jumat malam, karena sebagian orang juga merayakan thanksgiving tradisional pada hari Kamisnya. Menunya bukan kalkun, tapi kita mengadakan potluck masakan Indonesia dan sekitarnya. Kenapa saya bilang sekitarnya ? Karena ada yang bawa

Indian Thriller

Komen saya cuma satu: HAHAHAHAHAHA.....

Minggu dan Senin Kemarin....

Hari Minggu itu, saya sudah janjian dengan teman saya untuk mencuci mobil di tempatnya. Maklum deh, tempat parkir saya itu tidak mempunyai area untuk mencuci mobil, sementara di tempat teman saya ada garasi dan selang air, jadi bisa untuk cuci mencuci. Sepulang gereja, saya cuci mobil ditempatnya, mulai dari bodi luar, sampai ke dalam semua kinclong dan wangi. Setelah selesai cuci mobil, saya ditelepon teman saya untuk mengajak makan di tempat Romo (pastor) bersama teman2 yang lain. Jadi deh saya makan siang bareng. Lagi enak-enak makan, tiba-tiba saya seperti mengigit tulang kecil, padahal makanan saya hari itu nggak ada yang pakai tulang. Lalu setelah itu berasa seperti ada yang nyangkut di gigi. Tapi ternyata setelah pakai tusuk gigi, nggak ada sisa makanan. Sampai di rumah, saya cek gigi saya, ternyata bagian belakang gigi depan saya itu bolong seperti ada huruf 0 ! Iya..beneran bolong. Ternyata yang saya gigit kayak tulang itu gigi saya sendiri. Saya langsung panik, lantaran say

Menanggapi Tulisan Elka

Dari tulisan di bawah, Elka tulis komen yang menurut saya bagus. Jadi cocok buat dikembangan jadi topik hangat hehehe... Begini isinya. "We're only 1 hour drive away and look how different things are. For your information, your city Non, is rated as one of the most segregated cities across the nation. In my town (and your town, just a few years ago), malah orang item yang bakal dikeroyok (coz they're quite a minority). I guess this also depends on the size of the city and the education level african americans have. Anyways that goes back to the dark ages of American history and slavery; they were treat as non-humane, Non (jadi inget Soc 134). There are pretty many reasons why they are what they are now (bukan artinya gw memihak mereka), but just don't stereotype. There are outstanding african americans out there. Coz we're minorities too, and we know (by experience) that the majority also have all the power to act just the way they want. " First, it's

Nggak Berperasaan

Maaf kalau misalnya dengan tulisan ini ada yang menganggap saya rasis. Saya hanya mau cerita pengalaman saya kemarin yang betul betul membuat hati saya miris dan dongkol. Kemarin pagi, karena saya tidak bertugas di client, saya memilih untuk naik bus kota. Pas saya masuk, semua kursi yang bagian depan alias untuk orang tua dan orang cacat sudah diduduki oleh anak anak muda kulit hitam yang bergaya hip hop. Di kota saya ini, populasi orang berkulit hitam memang banyak sekali, dan mereka itu gayanya minta ampun. Pakai bling2 banyak banget, lalu pasti di telinganya ada headphone untuk walkman atau ipod. Yang cewek2, pasti lengkap dengan cellphonenya dan berbicara dengan keras. Saat itu bus betul betul penuh, jadi saya hanya berdiri saja sambil pegangan tiang. Di stop-an selanjutnya, masuklah seorang nenek nenek tua renta. Tubuhnya bungkuk, berjalan saja susah. Dia membawa dua kantong belanjaan. Tak ada satupun dari anak anak itu yang memberikan kursinya kepada si nenek. Si nenek sampai

Kehilangan

Hari ini teman baik saya di kota ini kehilangan ayahnya tercinta. Peristiwanya mirip sekali dengan saat saya ditinggalkan oleh papa hampir 5.5 tahun yang lalu. Ayahnya terkena stroke mendadak, dan setengah jam kemudian meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Walaupun saya pernah merasakan hal yang sama, saya tetap merasa miris dan sedih. Apalagi teman saya ini sudah membayangkan kalau menikah nanti ingin diwalikan oleh ayahnya. Saya bangun jam 3.30 pagi oleh dering telepon dan mendengar isak tangisnya. Saya tak bisa melakukan apa apa, hanya bisa berdoa dan membantu dia untuk mencari tiket darurat untuk dia, kakak, dan adiknya. Puji Tuhan, setelah berjuang selama 9 jam dengan berbagai penolakan dari beberapa travel agents, tiga tiket pulang akhirnya ditangan. Hari ini, saya menjumpai teman saya yang rapuh, berusaha untuk terus tegar dan tidak menangis. Tapi saya tak tau apa yang akan terjadi saat dia bertemu dengan jenasah ayahnya Kamis sore nanti. Kita tidak akan pernah tau, kapan

Keputusan Besar

"Ah, yang bener ?" Kata co worker saya saat saya memberitahukan keputusan besar itu. "I'm very happy for you...." Katanya lagi. Saya cuma tersenyum, dan memikirkan, betapa banyakanya persiapan yang harus saya lakukan. Saya pun mulai pusing tujuh keliling.

Homesick Itu Paling Nggak Enak

Aneh binti ajaib, pas saya kembali lagi ke sini, rasanya saya kok jadi depresi berat. Gimana nggak stress ? Suhu yang tadinya 85 F di Indonesia berubah menjadi 35 F alias sekitar 1C. Langit yang tadinya cerah ceria, berubah menjadi gelap kelabu. 2 jam setelah saya sampai di kota ini (Senin), saya sudah berada di kantor untuk nyari nyari workpaper. Besoknya (Selasa) langsung nyetir keluar kota untuk kerja. Besoknya lagi (Rabu), sempat bersitegang dengan manager saya, sehingga begitu keluar dari client dan masuk mobil saya langsung berlinang air mata selama 1 jam dalam perjalanan pulang (nggak bawa tissue lagi...). Jumatnya, saya hampir dipaksa bos untuk bekerja pada hari Minggu. Untung akhirnya bisa negosiasi. Sayang Sabtunya saya harus mengerjakan inventory... di dalem kulkas !! Yak, di dalam kulkas ! Saya menghitung mulai dari daging olahan sampai juice beku, es krim, dan lain2nya. Suhunya berangsur2 turun dari sekitar 38F ke -17F. Begitu masuk ke situ, badan saya mati rasa. -17 C aj

Several Pics from Home

Image
Foto di bawah ini adalah foto keluarga "maksa"...ceritanya sih adek saya jadi pangeran, mama saya jadi ibu suri, dan saya jadi putri... alamak. Dan temanya adalah: From Bali with Love... mwah mwah mwah ! Adekku tersayang makin kayak oom oom aja hihihihi.... Foto ini diambil iseng iseng pake tripod di rumah pas setelah pulang dari perayaan ultah mama ke-50.

Bali Trip October 4-8, 2006

Akhirnya, setelah 10 tahun kita sekeluarga nggak pergi ke Bali, kesampaian juga keinginan yang terpendam ini. Sebetulnya Mama dan Adik baru tahun lalu pergi ke Bali, tapi kali ini suasananya beda karena ditemani oleh : Saya dong !! (kegeeran....). Sebenernya saya sih yang sudah hampir 10 tahun nggak pergi ke Bali, jadi keinginan ini terpendam sampai jadi jerawat batu. Hari Rabu pagi, kita berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Tiket sudah saya beli online beberapa bulan lalu di AirAsia (walaupun pas mau beli sempet kesel sampai saya telepon ke Malaysia karena credit card saya sempat nggak jalan). .Asik banget ya, harganya terjangkau dibandingkan dengan airline company lain, walaupun katanya rebutan duduknya -> Padahal nggak loh... ngapain pula rebutan, toh pesawat cuma seutek2. Sampai di sana, kita langsung naik taksi menuju hotel kita Conrad Resort and Spa, Tanjung Benoa. Begitu nyampe lobby, langsung berasa kayak lagi nggak di Indonesia. Maklumlah, 99% penghuni hotel itu adalah or

Kejadian Unik Perjalanan ke Jakarta

1. Pas sampai di bandara O’Hare Chicago dan mengantri untuk check in, saya kebagian penjaga counter yang mukanya judes minta ampun. Sebelum giliran saya, dua orang sebelum saya dijudesin sama dia. Yang pertama disuruh buka kopernya karena keberatan 1 kg, dan yang kedua disuruh buka gembok kopernya. Waduh, gawat kata saya karena koper saya kan penuh banget. Habis gitu tiba giliran saya. Eh ternyata dia ramah banget sama saya. Pas nimbang koper ternyata beratnya 31 kg, which is 1 kilo dibawah limit. Dia malah ketawa-tawa, apalagi pas saya bilang, kalau semalem kopernya saya timbang dulu. Koper saya dua duanya juga dikunci, eh nggak disuruh buka kuncinya. Dia langsung suruh saya proceed ke bagian pengecekan bagasi tanpa embel. Cepet banget !! 2. Di bagian pengecekan bagasi, pertama yang terima saya cewek orang hitam tinggi besar dan berwajah seram. Saya disuruh buka gembok koper saya sama dia. Saya sebenernya sebel juga dengan peraturan ini. Maklum lah, di Jakarta terkenal banyak maling

I'm Back

Saya kembali lagi... Dengan perasaan sedih... Pulang kali ini kok rasanya sebentar sekali... Baru kemarin bobo rame rame bertiga dengan mama dan adik... Hari ini harus bobo sendirian lagi... Mana cuaca tiba tiba dingin, langit mendung, hujan juga turun... Bikin hati jadi tambah meringis... Mama...pingin peluk lagi...

Pulkam !!

Mak, aye udah nyampe, Mak ! Maap sodare2, ini internetnye bikin kaga kepengen ngapa2in. Maklum de, lambretta ngajubile... Jadi maap, kagak sempet mampir ke kedieman temen2 semuenye.. Benernye mao banget bagi bagi cerite, tapi nanti aje ye kalo aye udah balik ke negeri bule... Sampe ketemu sodare2, sekarang aye mao makan tempeeeee...