Wednesday, November 16, 2005

CRASH !


Sekitar 3 minggu lalu. saya baru saya kembali dari Appleton. Jumat sore itu, saya kembali menyalakan komputer saya yang sudah diistrirahatkan selama seminggu. Berhubung lagi capek, saya pikir Jumat sore, mendingan saya nonton film saja di komputer. Kebetulan ada satu film yang sudah nongkrong di komputer saya, tapi belum sempat saya lihat. Mulailah saya membuka media player. Tiba-tiba komputer saya diam, tidak bergerak sama sekali. Saya klik sana, klik sini, pencet tombol ampuh "Control Alt Del", tapi tetap saya komputer saya tidak bergeming. Lalu dengan hopeless, saya pencet tombol restart. Dan apa yang terjadi ? Komputer saya tidak mau di reboot. Cuma gelap saja yang keluar. Dalam keadaan panik, saya telepon si yayang yang mampir langsung dari kantor untuk melihat komputer saya. Dia coba kutak katik, tapi tidak berhasil. Adohhhh... gimana dong ? Apa yang rusak ?

Kebetulan saya ingat, ada teman saya si Ardian yang kebetulan jagoan komputer wahid di seantero gedung apartemen tercinta yang sudah termashur. Saya titipkan hard drive saya supaya dia bisa memeriksa apa masalahnya. Setelah 2 minggu, dia memberi kabar, kalau hard disk saya nampaknya sudah tidak bisa terselamatkan lagi. Dia bilang nasibnya sudah FUBR (F***ed Up Beyond Repair) (Thanks berat Ardian, udah bantuin diagnosa). Saya cuma bisa bengong, OH NO ! Gimana nasib foto2 saya dari freshman ? Memori2 saya, lagu lagu yang sudah menemani saya bertahun tahun. Kenangan2 indah dan keculunan saya, metamorfosa kehidupan... saya sampai stress berat dan kepingin nangis....HUAAA..

Ardian menyarankan saya untuk pergi ke Geek Squad di Best Buy. Biaya perbaikannya minimal $279 dolar. Saya pikir, daripada saya kehilangan kenangan indah, lebih baik saya bayar saja. Tapi yang terjadi, setelah Geek Squad personnel mengecek hard drive saya, mereka menyerah, data saya sudah tidak bisa terdeteksi sama sekali. Bahkan personel Geek Squad menganjurkan saya untuk ke Circuit City Computer Aid. Dengan perasaan bete, saya dan yayang mampir ke Circuit City, dan setelah "membuang waktu" selama 45 menit, mereka juga menyerah. Padahal orang Circuit City ini usahanya lumayan berat loh. Dia merasa bersalah dengan ketidakmampuannya mendeteksi masalah, dan ngomong "I'm Sorry" ibaratnya sampe berbusa. Saya cuma bilang "It's okay, it's not your fault. I think my hard drive is too old already."

Dalam perjalanan pulang, saya sampai nangis di mobil karena ingat betapa banyak kenangan yang harus saya korbankan. Si Yayang sampe nggak habis pikir kenapa saya bisa nangis kayak begitu. Mungkin memang perpaduan dari kebetean dan kestressan di kantor jadi lepas dalam tangisan. Saya mampir di tempat yayang dalam keadaan capek dan ngantuk. Akhirnya saya bobo sore. Pas saya bangun, si yayang ngomong:"Eh, hard disk kamu udah beres tuh. Semua data sudah aku pindahin ke komputer aku." HAH ?

Lalu si Yayank menjelaskan dengan santai. Dia bilang, kalau data di harddisk saya tidak bisa terdeteksi sama sekali oleh 3 jagoan di bidangnya, itu berarti bukan masalah software atau virus. Itu pasti masalah hardware. Jadi dengan modal solder, dia menyambung salah satu komponen yang kelihatannya lepas. Dan begitulah sodara sodari, hard drive saya diselamatkan oleh solder. Kenangan saya nggak hilang, dan saya nggak perlu mengeluarkan sepeser uang sama sekali. Nggak salah punya yayang insinyur elektro. HOREEEE....!! (akhirnya tetep sih saya beli hard drive baru dan battery cadangan untuk komputer, tapi nggak sampe $279 hehehhe).

No comments:

Post a Comment