Friday, August 05, 2005

Makan Gratissss, Siapa Takut ?

Setiap kali saya pergi ke luar kota dalam rangka bekerja, makan malam ditanggung oleh perusahaan. Selasa sampai jumat ini saya ada di Green Bay. Berarti ada kesempatan 3 kali untuk makan enak di hari selasa, rabu, dan kamis tanpa mengeluarkan dana pribadi. Memang enak rasanya bisa milih makanan yang kita suka tanpa perlu pikir panjang soal bayarnya. Apalagi perusahaan kasih limit yang cukup besar, paling nggak cukup untuk makan ribs/steak di tempat lumayan plus tip.

Kali ini saya dan senior saya yang jangkung dan baik itu memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru bagi dia, dan di hari lain mencoba sesuatu yang baru bagi saya. Selasa kemarin, saya iseng membawa dia ke Thai restaurant. Dia belom pernah makan thai food sebelumnya. Kita pesen spring roll, tom yam kung, chicken panang curry, and volcano shrimp. Dia doyan tuh, dan dia bilang nggak pedes, pedahal pesennya medium loh. Dia say thank you karena udah ngenalin dia ke other culture...alamak, dasar bulee...begitu banyak thai restaurant, baru pertama kali makan thai food. Billnya dateng diatas rata2 karena makanannya rada mahal.

Rabu kemaren, kita decided nggak makan bareng, soalnya dia mau review workpaper gue. Saya akhirnya beli makanan to go di chinese restaurant. Restonya cukup meyakinkan. Pas masuk ada bar gede, tapi kok semuanya bule yah. Kasirnya, waiternya..hmm.. menunya ? Semuanya serba American Chinese food. Dengan segala kepasrahan diri, saya pesen Kung Pao triple delight. Yang terjadi, isinya cuman 5 udang, secuil ayam, secuil daging sapi, dengan segambreng water chesnut. Rasanya ? Duh..biasa banget deh...mana mahal lagi. Tapi kali ini billnya dibawah rata2.
Hari ini senior saya membawa saya ke restoran yang katanya dia enak banget. Cuman dia udah kasih tau kalo harganya bakalan mahal. Saya tanya: emangnya nggak apa apa makan mahal ? Dia bilang: kerjaan kamu di client ini bagus banget, anggep aja ini hadiah.
Hihihi..asikkk...walaupun perusahaan yang bayar kan kalo mencurigakan gini bisa dipatok ayam nanti... Akhirnya kita masuklah ke restaurant fancy tersebut. Bentuknya kecil, biasa aja, gelap2 dikit. Kursinya nggak terlalu banyak, di pojokan ada fire place dengan moose head yang gedenya seamit2 sambil memandang dengan pasrah. Menunya simple, cuma selembar kertas, tapi ternyata diganti harian. Begitu melihat menunya, saya langsung ngiler2. Selaen karena makanannya enak, harganya juga enak. Bayangin, di kota kecil gini, menu ikannya dari hawaii, ada steak daging bison, rib eye, daging rusa. Nama2 ikannya aja udah nggak jelas dan semua terdengar menggiurkan. Entree termurah hari ini seharga $26. Demi menjaga modesty dan budget, saya tidak minum aneh2, hanya lemonade saja. Ternyata lemonadenya fresh squeezed dan harganya lebih mahal daripada beer. Saya sampe nggak enak hati karena nggak tau. Menu utama, saya memesan scallop stuffed hawaiian opakapaka fish wrapped in serrano ham, served with lebanese couscous, baby squash, and cherry tomato based sauce. Nahloh..panjang amat ya menunya. Begitu terhidang dimeja, saya cuman bisa memandang dengan kagum, how beautiful the presentation is and how wonderful the taste is in my pallet. Porsinya pas untuk sebuah main course. Ikannya segar, hamnya tepat dimasak sehingga tidak terlalu kering. Namun diperut masih tetap ada tempat untuk sepiring dessert. Sekali lagi saya tanya senior saya, apakah kita akan melaju dengan dessert ? Dia bilang boleh aja.Weleh..ini dia yang tanggung jawab nih kalo beneran sampe dipatok ayam. Akhirnya saya pesen chocolate beignete with hazelnut gelato and pomegranette sauce. Wuih...sekali lagi saya dibikin impressed oleh penampilannya yang cantik.
The beignette was made fresh, melted in my mouth, dan begitu dimakan bersama dengan gelatonya, rasanya jadi seperti makan coklat ferrero roche yang udah lembek. Panas dan dingin berpadu menjadi satu, saus pomegranettenya membuat mulut menjadi segar. Pokoknya top deh. I'll be back to this restaurant if I have a chance. Thanks to my senior for introducing me to the best restaurant in Green Bay. Memang ujungnya kerasa. Semua makanan itu membuat kita menderita membaca tagihannya.

Itulah pengalaman makan gratis saya selama 3 hari berada di kota Packers ini. Pengalaman semakin bertambah, lemak semakin menumpuk. Besok gue harus kembali lagi ke Milwaukee. Nggak ada lagi makan gratis di tempat fancy. Tapi yang pasti rasanya lebih enak, soalnya makan barengan sama yayang heheheh...

No comments:

Post a Comment