Posts

Showing posts from August, 2005

Sarung Bantal

Semua orang di Indonesia, pasti tau yang namanya bantal guling. Bantal guling memang paling asik untuk menemani kita tidur. Apalagi kalau bantal gulingnya udah dipake kelamaan, sampe empuk empuk nggak jelas, tapi rasanya nikmat tiada tara pas dipelok. Kayaknya itu guling udah sampe mengikuti bentuk badan kita. Bantal guling saya yang satu ini saya namakan si letoy. Walaupun ada dua bantal guling sejenis dengan merek yang sama yang saya bawa dari Indonesia, tapi tetep aja, paling enak tetep si letoy, karena udah nemenin saya dari freshman, dan empuknya itu loh, udah pas banget deh! Tapi di Amerika sini, nggak ada yang tau namanya bantal guling. Orang sini taunya cuma body pillow: bentuk segi empat panjang, gedenya seamit amit, dan ngga enak dipake, dan yang satu lagi bolster: bentuk kayak guling, tapi pendek dan kecil, tujuannya cuman buat dekorasi doangan. Nah, bantal gulingnya aja nggak ada, gimana mau ada sarungnya? Nyari di Walmart kek, Target kek, K-mart kek, sampe dodol juga ngga

Enambelasagustusduaribulima

Hari ini, bertambah lagi satu tahun usiaku. Terima kasih Tuhan atas berkat berlimpah yang Kau berikan. Keluarga yang mencintaiku, dan teman teman yang mendukungku. Jadikanlah aku semakin bijaksana dalam menempuh setiap langkah hidupku. Jadikanlah aku semakin rendah hati untuk semua orang disekitarku. Buatlah aku mampu memberikan yang terbaik demi kemuliaan nama-Mu.

Americans and Bars

Jujur aja, kalo saya bukan orang yang paling hepi kalo diajak minum gratis di bar andalan temen2 kantor saya. Sementara temen2 bule saya menantikan dengan sukacita kapan bisa minum gratis dengan biaya perusahaan, saya menganggapnya biasa banget dan membosankan. Maklumlah, saya memang nggak bisa menikmati yang namanya alkohol. Bagi saya alkohol itu apalagi yang namanya beer, sangat2 ngga enak. Cuman pait2 di mulut, bikin kenyang, tau tau sehabis minum, kita jadi mabuk nggak jelas, pusing2, muntah, dan endupnya kita jadi hangover. Bagi saya, hangout dan beramah tamah itu nggak harus ke bar. Kan bisa aja kita dinner, makan dessert sama sama, lalu ngobrol2 sambil denger live music. Cuma namanya tradisi Amerika, terutama tradisi Wisconsin, nggak bakalan lengkap kalau tidak ada alkohol saat kita berkumpul. Berkumpul tanpa alkohol itu artinya: ke gereja dan bekerja hehehehhe... Sudah dua kali saya ada engagement di Madison, dan selama dua kali itu team saya selalu ke bar saat kamis malam. Ya

Madison oh Madison...

Hari ini, kembali saya kunjungi kota tercinta Madison, kota dimana saya menghabiskan 4 tahun pertama di Amerika. Suasananya nggak banyak berubah. Masih banyak rumah2 disewakan di sepanjang jalan sebagai apartemen untuk pelajar, pohon2nya masih rimbun di sekitar downtown area. Makan siang tadi, kita berjalan menyusuri State St. Ternyata, dalam waktu kurang dari satu tahun, lumayan banyak yang berubah. Toko Hallmark di pojokan sudah dibeli oleh Reebok. Sekarang renovasi atau lebih tepatnya modernisasi sedang dikerjakan. Ada satu toko lingerie baru, dengan santainya memamerkan pakaian dalam seksi yang dikenakan para mannequin. Pizza Hut buffet yang dulu sempat menemani beberapa kali makan siang sehabis gereja, ternyata sudah tidak eksis lagi. Di sudut antara Gorham dan State St, sebuah gereja Lutheran baru sedang dibangun dengan megahnya, dan menara tingginya yang terbuat dari tembaga sudah siap dipasang. Jimmy John, toko sandwich super cepat sudah membuka cabangnya di seberang Qdoba. Ad

Makan Gratissss, Siapa Takut ?

Setiap kali saya pergi ke luar kota dalam rangka bekerja, makan malam ditanggung oleh perusahaan. Selasa sampai jumat ini saya ada di Green Bay. Berarti ada kesempatan 3 kali untuk makan enak di hari selasa, rabu, dan kamis tanpa mengeluarkan dana pribadi. Memang enak rasanya bisa milih makanan yang kita suka tanpa perlu pikir panjang soal bayarnya. Apalagi perusahaan kasih limit yang cukup besar, paling nggak cukup untuk makan ribs/steak di tempat lumayan plus tip. Kali ini saya dan senior saya yang jangkung dan baik itu memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru bagi dia, dan di hari lain mencoba sesuatu yang baru bagi saya. Selasa kemarin, saya iseng membawa dia ke Thai restaurant. Dia belom pernah makan thai food sebelumnya. Kita pesen spring roll, tom yam kung, chicken panang curry, and volcano shrimp. Dia doyan tuh, dan dia bilang nggak pedes, pedahal pesennya medium loh. Dia say thank you karena udah ngenalin dia ke other culture...alamak, dasar bulee...begitu banyak thai resta