Thursday, June 11, 2020

Sebarkan Senyum, Bukan Virus

Siapa pembaca di sini yang penasaran kepingin tau kalau Ibu Leony nyanyi itu kayak gimana? Nah, kali ini, walaupun campur antara perasaan malu dan perasaan ingin ngajak orang jadi ikut senyum, saya akhirnya memberanikan diri untuk berbagi video klip yang satu ini. 

Proyek kecil ini adalah kerjaannya Pastor Mans Boli, CSsR yang kita suka panggil Romo Mans. Beliau ini adalah mantan chaplain (kepala paroki) Komunitas Katolik Indonesia di Auckland (KKIA) yang sekarang sedang berdomisili di Sydney. Rupanya, walaupun beliau sudah pindah ke negara lain, hatinya masih tetap nemplok dengan teman-teman KKIA. Jadilah awalnya beliau menciptakan lagu ini, lalu mengajak saya dan beberapa teman untuk bergabung. Saya sendiri jujur tidak tau akan seperti apa konsepnya, siapa saja yang diajak oleh beliau pun saya tidak tau. Intinya saya diminta untuk bernyanyi sesuai dengan musik dan partitur, membuat video klip sederhana, lalu mengirimkan semuanya ke beliau. Nah, si Romo ini yang menggodok videonya sampai selesai.

Untuk nyanyinya sendiri, saya cuma modal pakai airbud, dan untuk videonya direkam pakai HP sendiri di belakang rumah. Kenapa saya rekam di belakang rumah? Semata-mata supaya nggak digangguin sama anak-anak, alias anak-anak kita kunciin di dalam hahaha. Nggak lama-lama kok, sebentar doang. Itu aja sebenarnya dari dalam rumah ada si Tilly teriak-teriak mau gabung. Video saya itu shootingnya cuma 1 kali take doang! Dan baru ngeh setelah lihat hasilnya, ternyata untuk urusan joged, badan saya kaku banget kayak batang kayu. 

Eh iya, sebenarnya saya shooting dan kirim video sudah dari tanggal 18 April 2020, saat Selandia Baru masih full lockdown di level 4. Tapi karena kesibukan si Romo, video finalnya baru muncul tanggal 30 Mei 2020 lalu saat kami sudah di level 2. Walaupun begitu, video ini masih relevan untuk kita semua karena balada Covid-19 masih belum berakhir di dunia. Yang jelas kalau sampai anda senyum setelah lihat video ini, misi kecil kami sudah lumayan berhasil. Saya sendiri ikutan baru lihat kali pertama pas premiere di tanggal itu loh! Yang bikin kaget, saya kira yang nyanyi bakalan banyak kayak macam video yang viral-viral pas masa covid. Nggak taunya suara utamanya cuma 2 orang, dan dari 2 orang itu yang kencengnya ya suara saya. Jadi kalau anda semua kupingnya tiba-tiba terasa ngilu, badan mulai gemetar, dan pandangan kabur... harap maklum, karena maksud hati ini, hanya ingin menghibur hehehe. 

Langsung klik di SINI untuk lihat videonya.

Selamat menikmati!


Main Vocal: Leony & Caryn
Backing Vocal: Isaac, Rm. Roy CSsR, Rm. Mans CSsR, 

Video clip: Keluarga Ririe & Yanti Najoan, Keluarga Yohanes & Yuna Gouw
Rm. Rivan, Shinta & Brian, Patricia
Audio & Video Editing: Mans Wenge Studio
Music: Hip Hop Lembata Foundation

10 comments:

  1. Hihi lucu yg adegan bapak dijewer ibu..
    Anak2 kalo jadi dancers nya lucu juga kali ya, atau malah ganggu mama Leony beraksi haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak2 di bawah umur gak boleh masuk videonya, Lis. Ada peraturan khusus dari gereja di Australia. Jadi harus ada consent extra, dan romonya gak mau ambil risk.

      Delete
  2. Oh mbak Leony di Selandia baru ya. Senang ya karena disana keadaan sudah normal. Sehat sehat ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Agus. Di sini sudah normal kegiatan dalam negeri. Tapi border antar negara masih tutup kecuali buat resident NZ yang ingin kembali.

      Delete
  3. Halo Ci Leony, salam kenal saya Gregorius Rahadian. Video-nya asik lho, maknanya soal corona dapet tapi tidak terkesan menggurui. Kebetulan saya selama ini silent reader post cici sebelum-sebelumnya. Menarik untuk dibaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Gregorius. Itu karyanya Romo Mans. Kita memang ingin menghibur, daripada videonya serius2 jadi dibuat yang komedi saja hehehe. Thanks also for reading my posts.

      Delete
  4. Bagusss lho lagu dan videonya :D
    kreatipp
    dan kayanya lu cocok jadi guru sekolah Minggu, ekspresif Le ! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Cukup sudah gue jadi guru. Sekarang cukup ngajarin orang nyanyi di choir gereja hihi.

      Delete