Monday, December 02, 2019

Delapan Tahun Bersamamu

Sudah masuk bulan Desember, dan salah satu kenangan penting di bulan November belum tercatat di sini. Maklum, nama blognya aja Catatan Nyempil KALAU LAGI ADA WAKTU. Ketauan kan, nyonya rumah lagi nggak punya waktu! Baru lega sedikit hari ini lantaran tugas koor gereja sudah selesai minggu lalu, dan tugas jadi kuli bangunan angkut tanah juga sudah selesai hari Sabtu kemarin (more on this later... KALAU ADA WAKTU! Cerita liburan aja masih banyak dihutangin. Janji tinggal janji ini namanya hahaha. Eh tapi nggak pernah janji kan?).

Ternyata setahun berlalu cepat banget. Rasanya belum lama nulisin cerita saya ngambek-ngambek dikit pas anniversary ke 7, ternyata sekarang udah 8 tahun aja dong kami berdua menjalani biduk rumah tangga. Rasanya belum lama dilamar sama suami di tepi sungai di Geylang saat Super Moon, masih inget rasanya ketawa ketiwi saking surprisenya dengan cara dia yang agak ngga romantis, tau-tau sekarang udah punya bocah dua, dan berat badan keduanya yang bertambah sekian kilo (tentulah saya yang lebih banyak nambahnya, wong nafas aja naek 2 kilo).

Kemudian di kepala saya muncul, kenapa perjalanan pernikahan sering disebut "mengarungi biduk rumah tangga". Apa sih arti kata biduk? Ada yang penasaran? Dengan bantuan om Google, ternyata menurut KBBI, biduk itu artinya perahu kecil yang dipakai untuk menangkap ikan atau mengangkat barang-barang di sungai. Jadi udah jelas ya, biduk itu perahunya kecil, digunakan juga untuk menangkap ikan dan mengangkat barang di sungai, sudah jelas bukan perahu hanya untuk jalan-jalan santai atau plesiran walaupun juga bisa dipakai untuk bersantai. Berbiduk-biduk sendiri artinya bersenang-senang dengan menggunakan biduk (sampan). Dari kata biduk ini, saya membayangkan perjalanan rumah tangga itu tidak bisa bersantai-santai semata. Biduk hanyalah sebuah perahu kecil di sungai yang besar dan berarus. Butuh kerja keras untuk mendayung, dan juga butuh kerja keras untuk mencari rejeki, karena beban di biduk akan terus bertambah, apalagi dengan kehadiran anak-anak. Tetapi ada kalanya juga kita bisa bersenang-senang dan berbahagia, ketika aliran sungai itu tenang, dan ketika ikan sudah banyak tertangkap. Jadi penggunaan kata biduk rumah tangga itu tepat sekali, bukan "pesawat rumah tangga" ataupun "mobil rumah tangga". --> sebelum saya tambah ngelantur mengupas kata-kata lainnya, marilah kita balik ke cerita anniversary kemarin.

Lagi-lagi anniversary kali ini jatuhnya di tengah minggu, jadi cari makannya yang deket-deket rumah aja, tinggal ngesot gak sampai 10 menit. Kita makan di Goode Brothers yang terkenal dengan menu Kiwi Italian. Ya nggak jauh-jauh dari pasta dan pizza deh pokoknya, tapi rasanya endeus banget karena tau sendiri lah bahan-bahannya NZ itu kayak gimana. Kita pikir hari biasa nggak rame dong. Nggak taunya puenuh, sampe ditanya udah reservasi atau belum. Jelas belum lahhh... orang ngga nyangka rame bener. Kocaknya, di situ ketemu sama kepala sekolahnya Abby plus 2 staff sekolah lagi ngebar, plus 2 keluarga temen sekolah Abby lagi dinner juga. Dunia sempit amat, nongkrongnya di situ-situ doang. Untungnya masih ada meja kosong. Rejeki anak soleh, siap makan enak deh. Kalau spring mendekati summer gini, orang-orang NZ emang hobi banget nongkrong. Apalagi di resto yang konsepnya semi indoor outdoor begini.

Apakah mereka berdua semakin mirip? Kalau masuk resto gini, HP papa langsung dibajak sama anak yang kecil. Udah ngerti pula ngoceh, hapeee...hapeee... 
Dan ini pesenan kita buat berempat. Banyak banget, tapi kok ya abis? Cuma nyisa 3 slice pizza buat ditakeaway haha. Kayak gini makannya kok ngarep kurus. Mana bisa toh yo? Serunya pesen pasta di Goode Brothers itu, kita bisa milih mau jenis pastanya apa, terus jenis sausnya apa. Semua pastanya homemade, jadi rasanya udah pasti mantep.

#6 (chicken, bacon, mushroom, onion, cream sauce) with gnocchi. Gnocchinya empuk, fluffy banget, sausnya juga gurih.

Seafood (prawns, mussels, squid, fresh chilli, spinach, traditional tomato sauce) with spinach fettuccine. Kalau yang atas sensasinya gurih, kalau yang ini sensasinya seger! Seafoodnya garing dan terasa fresh banget. 

Fire Starter Pizza (mozzarella, pork belly bites, hot salami, habanero and bird's eye chili alias cabe rawit, red onion). Ini rasanya dahsyat sih. Buat kita yang orang Indonesia aja pedesnya nendang, apalagi buat yang bule-bule ya? Bisa penuh air mata ini. 

Meatlover Pizza (bacon, salami, chicken, BBQ sauce. Aslinya pakai lamb jg tapi kita minta dihapus aja lambnya). Nah inilah favorit anak-anak. Abby aja habis 3 slices. 

Difotoin sama mbaknya hehe. 

Mama sama anak yang gede. Mirip nggak?
Sampai rumah, kita lanjut lagi prosesi potong kue. Kuenya kali ini makin gede aja nih. Padahal yang makan cuma kita doang, udah kebayang sampai seminggu juga ngga habis (emang iya, sudah kebukti). Kali ini kita foto-fotonya pake tripod meja biar ada foto berempat. 

Opera Cake dari Gateau House. Jadi inget tragedi opera cakenya Harvest pas anniversary ke 4. Tenang, kali ini tragedinya ngga keulang. Yang ini resmi beneran opera cake. Buat yang penasaran kenapa tulisannya Sweet As 8th Anniversary, "Sweet As" di sini itu istilah Kiwi banget, yang artinya: very satisfactory; excellent. Ciyeh, artinya si suami puas nikah sama saya huahahahaha. 

Foto keluarga bermodal tripod. 

Makin lebar senyumnya, makin sipit matanya. 

Muka jelek! 

Pose andalan Tilly. Cantiiiikkkk!

Tiup lilinnya, monyong semua! Kelupaan itu lighter merusak pemandangan di meja. 

Nikmat sekali kuenya ya, By? Sampe merem melek.

Sign of approval from both kids, dengan muka agak celemotan.
Delapan tahun ini, yang dirasain apa yah? Banyak bersyukurnya sih. Banyak banget malahan. Kayaknya makin menyadari kalau kita berdua itu makin kompak, makin banyak eksplorasi hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya. Siapa yang menyangka kita berdua mayan berbakat jadi tukang kebon dan kuli bangunan? Terasa banget makin banyak menemukan persamaan dibandingkan perbedaannya. Ibaratnya minyak sama telor makin menyatu jadi mayonnaise. Konon juga, angka 8 itu kalau diputar 90 derajat, akan membentuk lambang infiniti yang artinya tidak habis-habis alias tidak berujung. Semoga perjalanan pernikahan kita bisa terus sampai maut memisahkan, penuh dengan cinta, kesehatan, dan rejeki yang juga nggak habis-habis. Mari kita katakan AMIN. AAAAAA.... MINNNN!!

Bonus Photo:

Foto prewed di Jalan Veteran. Suami, bajumu masih muat dan masih dipakai sampai sekarang. Sementara bajuku, sudah disumbangkan ke yayasan gereja pas sebelum berangkat ke NZ karena istrimu ini terlalu pasrah bodynya ngga bisa balik lagi seperti dahulu kala.

10 comments:

  1. happy anniversary mba Leony, semoga rumah tangganya slalu dilimpahkan keberkahan, kebahagiaan, kerukukan dan kekompakan....

    ReplyDelete
  2. happy anniv ce Leony!!!!! sweet as 8th anniv ;)

    ReplyDelete
  3. happy 8th wedding anniversary buat leony dan suami...

    ReplyDelete
  4. Happy Anniversary Leony dan Suami, semoga selalu mesra dan bahagia seperti di foto bonusnya, sweet as picture :D

    ReplyDelete
  5. Happy Anniversary, Le and F! semoga biduk nya tetap dilimpahkan berkah Tuhan.
    You look super gorgeous in that dress, le!

    ReplyDelete
  6. Happy Anniversary ci leony n Husband, makin teguh 1 hati 1 tujuan dlm rumah tangga. GBU both

    Btw.. ci mau tanya, knp di belakang meja makan, terpampang bakso lengkap gt?

    ReplyDelete
  7. happy anniversary leony n suami! sweet as 8 anniv! GBU dear

    ReplyDelete
  8. happy anniversary ci! as always foto2 makanannya selalu bikin ngiler lantas berdoa suatu hari bisa ke negeri kiwi jugaaa

    ReplyDelete
  9. happy anniversary le & husband. semoga rukun terus ampe tua ya...

    ReplyDelete
  10. Happy Anniversary buat ci Leony. Saya biasa jadi silent reader, selalu suka sama tulisan santai cici. Semoga keluarga cici sehat, bahagia, rukun dan damai selalu serta berlimpah berkat Tuhan.

    ReplyDelete