Monday, June 17, 2019

Abby dan Tilly Tamasya ke Bandung

Dikala orang-orang di Indonesia lagi pada enjoy libur Lebaran dan libur kenaikan kelas, ibu Leony ingin mempersembahkan cerita liburan super basi yang sudah dilaksanakan pada bulan...eng ing eng.. Januari 2019! Hahahahaha... Sebenernya banyak banget loh cerita jalan-jalan kita yang belum ditulis, tapi berhubung yang ini lokasinya di Indonesia, mau saya abadikan dulu di blog walaupun gak banyak foto-fotonya dan sebagian udah lupa ceritanya, demi supaya anak-anak punya kenangan indah soal negara kampung halaman orang tuanya. Jadi, silakan nikmati ya foto-foto liburan singkat kemarin di Bandung, dari tanggal 1-3 Januari 2019.

Friday, May 17, 2019

Punya Anak Dengan Dermatitis Atopik atau Eczema

Topik yang lagi hangat banget di kalangan netizen nih, lantaran ada bapak-bapak yang ceritanya mau sharing soal penyakit anaknya, tapi berakhir dengan mayoritas ngebully dia hihihi. Saya rasa orang pada paham ya ini kasus siapa, soalnya di linimasa Facebook saya ada yang share juga. Malah kata teman saya, di linimasa dia yang share lebih dari satu orang. Sebagai seorang ibu yang punya anak penderita eczema, pas baca screencap instastorynya beliau sih, jujur, saya lumayan garuk-garuk kepala sambil senyum-senyum juga. Saya percaya, maksud hati dia bagus, supaya menjaga privasi anak. Tapi cara menyampaikannya itu loh, udah kayak kompor meleduk (biasa bapak-bapak kan kalem, nggak meleduk ya), ditambah lagi hawa postingannya itu seperti berisi misleading information, plus... maaf ya, kok kata-katanya kasar. Seandainya disampaikan dengan cara lebih halus, plus ditambah research yang mendalam yang mendasari kesimpulan beliau, bukan hantem kromo dan menyalahkan orang lain, mungkin akan lebih bisa diterima oleh masyarakat. Edukasi orang tua soal penyakit itu penting, cara penyampaian ke orang juga penting supaya tidak salah kaprah. Kalau kita cuma sekedar baca instastory dan ikut emosi bersama si bapak, ujung-ujungnya yang rugi kita sendiri, plus anak kita juga ikutan rugi. Kali ini saya nggak mau bahas detail soal si bapak itu misleadingnya dimana, tapi saya mau berbagi pengalaman saja soal punya anak dengan penyakit yang sama dengan yang diderita anaknya si bapak. Mungkin kadarnya beda, tapi jenis penyakitnya sama.

Sunday, April 14, 2019

Dua Minggu Yang Berat Untuk Abby

Kali ini boleh ya cerita yang kurang enak, tapi ingin saya abadikan sebagai kenangan untuk Abby. Ceritanya dimulai tiga minggu lalu, di hari Sabtu yang cerah, tanggal 23 Maret 2019. Hari itu karena cuaca sangat bagus, kami sekeluarga pergi ke daerah Browns Bay, untuk makan di sebuah restaurant BBQ. Setelah makan siang yang nikmat itu, kami lanjut main ke pantai, ngopi, makan es krim, pokoknya hari itu menyenangkan sekali deh. Sepulang dari Browns Bay, saya dan Abby masih mengerjakan project untuk sekolah Abby yaitu menghias kotak kue kosong, yang nanti akan diisi dengan hasil baking ortu masing-masing, lalu akan dijual untuk cari dana sekolah, dan akan dikumpulkan tanggal 29 Maret 2019. Hari itu kami semangat sekali membuat kotaknya, dan sore itu juga, project kolaborasi mama dan Abby selesai. Tentulah idenya dari mamanya, Abby cukup mewarnai dan menempel saja.

Monday, March 25, 2019

Kia Kaha, Aotearoa!

Sudah seminggu lebih sejak peristiwa penembakan di dua masjid saat Sholat Jumat di Christchurch. Korban jiwa termasuk banyak, 50 orang, termasuk satu orang dari Indonesia. Dari sekian banyak tulisan dan analisa orang-orang di luar sana tentang apa yang terjadi, saya ingin cerita sedikit saja pandangan dan kesan saya sebagai seorang rakyat biasa yang tinggal di Selandia Baru, sebagai seorang imigran.

Tuesday, February 26, 2019

Sehari di Pernikahan Adikku Sayang

Biasanya, keluarga yang tinggal di luar negeri itu pulang ke Indonesia kalau ada saudaranya menikah. Tapi kisah di keluarga saya ini, malah sebaliknya. Saat saya bilang kalau di bulan Desember saya sekeluarga akan pulang kampung, adik saya malah memutuskan untuk segera menikah! Wadow! Padahal waktu saya beli tiket itu, adik saya dan pacarnya baru saja pacaran 3-4 bulanan. Saya sampai mikir, ini anak yakin amat apa ya kalau sudah pasti jodoh? Saya yang tadinya liburan mau santai-santai, jadi malah kesel-kesel dikit lantaran tau sendiri lah ya, yang namanya acara perkawinan di Indonesia itu, rata-rata heboh, lebih riweh, terutama soal baju yang kudu seragaman. Langsung kebayang di otak, pas sampai Jakarta, bukannya nikmat makan seabrek-abrek, malah kudu fitting sana sini, dan jaga supaya badan kagak tambah menggelembung (soalnya aslinya aja udah gendut montok kayak panda). Tapi di dalam hati kecil, tentulah ikut senang karena adik saya, yang udah gonta ganti pacar, finally nggak jomblo lagi dan sudah memantapkan hati untuk menjadi suami orang.

Thursday, January 31, 2019

Abigail's Sixth Birthday Celebration

Setelah dua tahun berturut-turut merayakan ulang tahunnya di negeri Kiwi, Abby kembali bisa merayakan hari ulang tahun di kota kelahirannya, Jakarta. Berhubung anaknya sudah makin ngerti aja kalau ulang tahun itu bakalan ada party-nya, dari tengah tahun lalu, dia sudah nanyain nonstop. "How many days until my birthday?" Sampe kadang saya kudu pakai Google biar bisa jawab pertanyaan dia dengan literally nanya si mbah, "how many days until...". Sebulan sebelumnya malah setiap hari counting the days until her birthday. Luar biasa deh! Padahal ya, ulang tahun ke 6 ini, perayaannya cuma makan siang aja, nggak ada heboh-hebohnya sama sekali, tapi anaknya ngerasa hari itu super duper spesial.

Thursday, January 17, 2019

Pulang Kampung Juga!

Setelah hampir tiga tahun bermukim di negeri Kiwi, akhirnya Desember lalu, kami sekeluarga pulang kampung juga. Pergi ke Selandia Baru bertiga, pulang kampung kali ini berempat. Trip kemarin, memang kelihatannya lama sih, 4 minggu, tapi kok berlalunya cepat banget, tiap hari ada aja kesibukannya. Kami sudah balik dari hari Senin lalu, tapi jetlagnya oh my my my.... oke lah kalau yang jetlag orang dewasanya aja, kayaknya sih 3-4 hari juga bisa beres. Yang bikin masalah adalah si bocah kecil yang tidurnya kacau, gak bisa diatur, bangun tengah malam, baru tidur jam 6 pagi, dan di antara tengah malam dan pagi itu, dia ngoceh, nangis, apa aja lah pokoknya... makanya ini emaknya kantong mata tebel banget karena kurang tidur, tapi takut tidur di siang hari, karena ngeri jetlag diri sendiri juga gak sembuh-sembuh. Banyak banget cerita yang pingin kita share, tapi kayaknya waktu dan tenaganya nggak ada. Jadi sharing sedikit aja ya gimana kesan-kesannya soal Indonesia setelah ditinggal hampir 3 tahun.