Wednesday, December 12, 2018

Bahagia Versi Media Sosial

Masih ingat ya beberapa waktu lalu saya menulis alasan saya nggak punya Instagram? Nah ternyata dari komentar-komentar yang masuk, saya tuh menyadari kalau di Indonesia, medsos terutama Instagram itu sudah banyak membuat orang jadi punya adiksi. Setiap hari pas melek mata, yang dibuka adalah Instagram dengan alasan kepingin lihat update terbaru, gosip, dan juga ingin memanjakan mata dengan trend terbaru. Berjam-jam sehari, dihabiskan mlototin layar kecil itu. Selebgram muncul di mana-mana, followernya ada yang berjuta-juta. Istilah influencer pun mulai muncul. Rasanya baru di masa trend Instagram dan Youtube ini, menjadi influencer merupakan sebuah profesi, dan kerennya malah jadi profesi full time! Saya percaya ada yang mungkin awalnya cuma iseng-iseng, lama2 jadi ketagihan terutama karena... ngehasilin duitnya banyak cuy!

Contoh deh, saya tuh baru tau beberapa tahun terakhir kalau view di Youtube itu hasilnya lumayan banget. Jadi pas saya baru pindah ke sini, temen saya cerita, dia dapat kiriman cek 16 dolar dr Google, rupanya gara2 dia videonya di youtube dapat view sekitar 6,000an. Videonya itu, soal gimana cara ngilangin bekas sunblock yang nempel ke mobil pakai penghapus pensil hahahah. Nah, itu cuma video iseng, view segitu, dapat uang di atas 200 ribu rupiah (kayaknya dalam setahun sih). Kebayang nggak kalau sekali munculin video view-nya ratusan ribu sampai jutaan? Belum lagi bayaran langsung dari produk yang diiklankan, pasti wow banget. Buat yang belum tau, pendapatan tertinggi youtuber tuh dipegang anak kecil yang punya channel Ryan's Toy Review. Setahun penghasilannya 314 miliar rupiah!! Maaakkk.. anak kecil, Maaakkk... bahkan perusahaan besar sekelas Walmart aja minta tolong si Ryan buat review mainan terbaru, dan salesnya kepengaruh tiap kali direview Ryan. Kebayang jutaan anak merengek-rengek ke ortunya tiap kali Ryan keluar video baru hahaha.

Makanya gak salah ya, ngelihat jumlah duit segitu, orang-orang berlomba-lomba jadi influencer. Makin banyak followernya, makin eksis orangnya, makin gede juga fee-nya. Banyak artis-artis yang memang sudah top pun, tetap eksis menjadi influencer. Tapi fenomena yang hebat itu adalah, orang-orang "biasa", mendadak bisa jadi influencer, endorse sana endorse sini. Mungkin awalnya orang-orang ini banyak yang cuma iseng-iseng doang, taro foto cantik, caption menarik, akhirnya jadi ketagihan. Terus taruh foto-foto cantik, mulai cari-cari follower (bahkan beli follower), lalu mulai terima endorsement, dan akhirnya media sosialnya 80-90 persen isinya endorsement, sisanya baru soal pribadi. Jujur, saya tuh ngga ngerti, produk semua diendorse dan dibilang oke, yang beneran oke tuh yang mana sih? Ga mungkin kan misalnya orang pake make up / treatment product semuanya cocok dan ditempelin ke muka hahaha. 

Ada juga orang-orang yang memang niatan awalnya adalah untuk jadi influencer, jadi bikin akun ya isinya memang segala sesuatu yang indah-indah dan menarik. Saya mengenal langsung beberapa orang yang kayak gini ini, yang sosial medianya 100 persen untuk bisnis. Makanya sekarang banyak istilah selebgram, orang yang kita nggak terlalu kenal prestasinya di dunia nyata, tapi di dunia Instagram followernya puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan, dan beneran terkenalnya ya dari dunia Instagram. Main film ngga, main sinteron ngga, jadi penyanyi juga ngga, tapi jadi idola begitu banyak orang. Beberapa yang fenomenal beberapa tahun lalu ya macem Awkarin atau Rachel Vennya, asli saya nggak tau siapa mereka dan prestasinya apaan sebelum jadi selebgram. 

Tren yang berkembang, selebgram banyak didominasi ibu-ibu muda, yang awalnya job endorse-an buat diri sendiri, akhirnya ngikut bawa keluarga untuk involve di dalamnya. Biasanya ibu-ibu macem gini, dandanannya paripurna selalu, terlihat effortless, foto-fotonya cantik-cantik ciamik, badannya juga pada bagus-bagus, anak-anaknya cakep-cakep, pokoknya nampak sempurna lah. Nggak salah orang-orang sering kasih komen macem, "Family goals, relation ship goals..""Keluarga seleb idolaku banget ini..." atau "Aduh, kalau punya keluarga, pengen banget kayak mereka". Hidup nampak begitu indah, nampak tiada masalah, isinya juga kok liburan melulu, sudut rumahnya juga cakep semua, baju-bajunya oke punya, tiada cela deh. Belum lagi mesra banget hubungan suami, istri, dan anak, caption-captionnya juga menggambarkan kehangatan keluarga, ibaratnya cinta bertaburan di udara. Belum lagi geng perkumpulannya, juga ideal banget, semua pada cakep-cakep. Saya percaya nih, pasti yang baca blog ini, kalau punya instagram, juga banyak jadi follower selebgram macem gini. 

Nah, tanpa disadari, para selebgram ini hidupnya sudah terkungkung dengan tuntutan dari publik, baik dari para fansnya di luar sana, maupun dari bisnis yang memberikan mereka endorsement. Siapa sih yang mau kalau produknya dipresentasikan oleh orang yang hidupnya urakan, keluarganya amburadul, anak nggak keurus? Para fans juga pasti maunya lihat yang bagus-bagus terus, semuanya yang memanjakan mata, yang membuat orang bermimpi ingin jadi seperti idolanya. Saya tuh ada kenal keluarga, yang di rumah boro-boro mesra, tapi kalau di dunia maya keliatan mesra banget, ideal banget, dan selalu gembira. Belum lagi sesungguhnya rumahnya super berantakan, tapi tentulah kalau foto atau video, sudut yang diambil itu-itu aja. Sekeluarga ini kerjaannya ya jadi influencer, dengan follower dan fans hardcore bejibun, dan tentulah ngehasilin uangnya juga mantap. Saking mantapnya, kerjaan formal juga ditinggalin buat full time jadi influencer. The question is: Sampai kapan fenomena selebgram ini ada? Gimana kalau beberapa tahun lagi trend sudah berubah, orang sudah bosan, dan muncul idola-idola baru?

Kejadian yang belakangan muncul ke permukaan adalah, gimana para artis ataupun selebgram yang hidupnya kelihatan sempurna, hubungan keluarganya sudah jadi "relationship goals"nya banyak orang, eh mendadak mau cerai, atau masalah internal rumah tangganya muncul ke permukaan secara publik. Orang-orang semua nggak percaya dengan apa yang terjadi, para netizen yang terhormat malah mulai misuh-misuh saling menyalahkan suami atau istrinya, atau minta mereka tidak cerai sampai ada hashtagnya, pokoknya dunia dibuat gonjang ganjing. Lagi-lagi seperti yang saya tulis di atas, hidup artis dan selegram ini kebanyakan, kebanyakan loh ya, sudah bukan hidup nyata lagi. Segala keindahan yang dimunculkan, merupakan tuntutan publik dan tuntutan bisnis, dan pada akhirnya segala keindahan itu seringnya karena UUD (ujung-ujungnya duit). Saya percaya, kita-kita pun di sini nggak pernah ada yang mau mengumbar masalah rumah tangga untuk jadi konsumsi publik. Kita di sini semua rata-rata juga maunya menampilkan yang indah-indah saja untuk diketahui orang lain. Akan tetapi, orang biasa umumnya ada "break", kalau lagi nggak mood ya nggak usah pasang foto, nggak usah umbar kemesraan. Beda dengan para artis dan selebgram ini, yang dengan segala tuntutan bisnis, harus menampilkan image yang sempurna terus. Belum lagi misalnya ada endorsement yang menuntut suami, istri, dan anak kerja bareng sepaket. Jadi biarpun lagi pahit, lagi brantem, lagi bete, harus pose mesra dan bahagia, kasih caption penuh cinta.

Itulah kenapa, saya sendiri ogah terlalu banyak berkecimpung di dalam dunia media sosial. Sampai sekarang, saya masih nggak punya Instagram. Sesekali buka Instagram kalau ada keperluan beli sesuatu, atau kalau lagi pengen kepo sesaat (ya namanya juga manusia, sesekali ada keponya hahaha). Begitu dapat berita soal artis atau selebgram rumah tangganya bermasalah, ya saya tanggapi biasa saja, kalau manusia memang tiada yang sempurna. Kebetulan aja mereka artis dan selebgram. Tapi ya nggak bisa dipungkiri kalau fans-fans mereka banyak yang shock karena image sempurna yang melekat mendadak terkoyak. Itulah juga, kenapa saya nggak pernah ngefans sama selebgram atau artis yang ngga ada prestasinya tapi ngetop doang. Kalau saya suka sama karya seseorang, saya nggak mau peduliin background keluarga dia gimana, bahkan sexual orientationnya apa. Suka karyanya ya suka karyanya. As for their personal life, saya nggak gitu peduli. Tapi kan itu saya ya. Kalau semua orang kayak saya, kesian dong selebgram ngga laku hahahah...

Ya, minimal kejadian rame-ramean belakangan ini soal rumah tangga artis dan selebgram, saya bisa jadikan bahan refleksi buat diri saya juga. Memang fokus kita harus ke dalam, ke rumah tangga sendiri, ke keluarga sendiri, gimana kita bisa bikin diri kita bahagia, dan nggak penting juga untuk diketahui oleh banyak orang kalau kita happy, yang penting kita dan keluarga kita yang tau. We're solid not because other people says we are, but because we truly feel it. Nggak perlu diumbar di media sosial, apalagi mencari pengakuan dari orang lain. 

Okay, that's my rant for today. Udah bulan Desember aja! (Sambil ngitung uban di kepala). 


20 comments:

  1. bentar lagi Abby Bday yeayyy...
    km hebat lho ci, konsisten ngga punya IG hahaa, kl aku ada IG tp buat kalangan terbatas dan yg bener2 kenal aja. Yg paling males itu kl kita mau ikutin anak lomba photo (brand resmi dan terkenal), via IG dan IG harus di open for public. Hmmmfffff


    Aneke

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inget aja ya bocah ini bday-nya pas mau Natal. Iya dong, konsisten tetap harus dipertahankan. Duh, ngga deh ikut lomba-lomba. Aku kan anaknya pemalu hahahaha.

      Delete
  2. "We're solid not because other people says we are, but because we truly feel it. Nggak perlu diumbar di media sosial, apalagi mencari pengakuan dari orang lain."

    True that.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah konon katanya yang kebanyakan umbar-umbar gitu, aslinya kurang solid kan?

      Delete
  3. iya, kl liat IG jadi kepo ma hidup orang ya,,,tapi malas bgt follow IGnya artis ..palingan teman2 aja dan buat belanja online he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, ngga usah di follow, mereka juga udah pada open. Wah belanja online tuh yg memang racun dunia!

      Delete
  4. gw juga udah jarang buka IG. seringnya buka shopee sama online shop2 lainnya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Habis gitu jadi Black Pink nggak, Mel? Hahaha.

      Delete
  5. kalo gua paling males tuh baca komen2 orang di instagram... kayaknya serasa mereka paling bener... makanya kalo lagi buka instagram mending ga usah bacain komennya, bikin emosi sih hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru kalau gue baca berita, suka bacain kolom komen. Insta, ya karena ngga punya, kadang-kadang aja suka liatin. Gue liatnya sebagai hiburan tuh komen, apalagi yg serang menyerang, ketawain aje.

      Delete
  6. Sebagai pemilik olshop memang influencer itu ngaruh banget buat generate revenue tapi ga semua influencer itu sama .. kadang yang udah million followernya justru efeknya ga terlalu ada en mereka lebih mahal fee nya.. tapi influencer yang lebih kecil kayak puluhan / ratusan ribu gt malah lebih efek karena mrk lebih engage ke followernya... tapi ya gt byk bgt influencer yang aji mumpung en bahkan ga malu2 minta produk gratis ditukar sama satu postingan mereka.. ya ada seninya tersendiri sih instagram, gw sih suka sama instagram buat bisnis ya (bukan sebagai influencer) tapi kalo akun pribadi ya cukup dipake untuk orang2 dekat aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konon kata temen gue yang jualan kacamata dulu, dia dapet sales gede malah dari blog gue yang kayak remahan rempeyek ini. Nah berarti gue cocok dong ye jadi influencer. Hahahaha. Wah, lu jualan apa, Carol?

      Delete
  7. Eh, ada lho artis yang cari duitnya bukan dengan mengumbar keindahan, tapi kayak aib gitu. hahahahahahah.... Ah sudahlah. Tapi aku setuju selaki Le, kalo suka sama karya seseorang, ya udah suka aja sama karyanya. Nggak usah liat orangnya begini begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngumbar aib yang penting tetep eksis kaaaan?? Bukankah itu tujuannya? Mungkin kurang perhatian dia.

      Delete
  8. Wow..nampol sekali disaat saya malah migrasi dari blogger ke instagram wakakaka...

    Yang pasti namanya rumah tangga tidak ada gojolak itu fake. Pasti ada tinggal bagaimana menghadapinya. Nobody is perfect.

    "Marriage is not searching someone who is perfect but to loving him/her with your perfect way." - My cousin motto.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, duh, cici masih setia aja nih pake cara kuno alias blogging. Abis nanti kalau pindah ke insta, hidupnya jadi buat nonton sama update.

      Delete
  9. gua juga males ngikutin yang selebgram... karena pada fake lah... :P
    tapi ya sebenernya mereka bikin hidupnya jadi kayak film aja dan mereka aktornya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaupun ada yang bener, kayaknya mostly indah karena tuntutan kerjaan.

      Delete
  10. btw gw malah nutup FB gw loh... kalo IG, masih mikir2 nutupnya hahahaha :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, FB elu masih ada tuh Fun, cuma gak aktif doang tp masih eksis ya?

      Delete