Thursday, December 27, 2018

Renungan Natal Tahun Ini

Natal tahun ini, hati saya agak sedih. Membaca berita soal bencana tsunami yang kembali hadir disaat orang-orang liburan itu, rasanya membuat liburan Natal tahun ini berbalut duka. Tapi buat saya, yang lebih menyedihkan lagi adalah para netizen yang terhormat, yang dengan mudahnya jadi keyboard warrior, mendadak jadi ahli agama yang paling wahid, dan merasa dirinya paling benar sedunia. Bayangkan saja, ditengah duka mendalam orang-orang yang kehilangan, komentarnya kok seperti orang yang tidak punya hati, malah rasanya jadi bukan seperti manusia.

Wednesday, December 12, 2018

Bahagia Versi Media Sosial

Masih ingat ya beberapa waktu lalu saya menulis alasan saya nggak punya Instagram? Nah ternyata dari komentar-komentar yang masuk, saya tuh menyadari kalau di Indonesia, medsos terutama Instagram itu sudah banyak membuat orang jadi punya adiksi. Setiap hari pas melek mata, yang dibuka adalah Instagram dengan alasan kepingin lihat update terbaru, gosip, dan juga ingin memanjakan mata dengan trend terbaru. Berjam-jam sehari, dihabiskan mlototin layar kecil itu. Selebgram muncul di mana-mana, followernya ada yang berjuta-juta. Istilah influencer pun mulai muncul. Rasanya baru di masa trend Instagram dan Youtube ini, menjadi influencer merupakan sebuah profesi, dan kerennya malah jadi profesi full time! Saya percaya ada yang mungkin awalnya cuma iseng-iseng, lama2 jadi ketagihan terutama karena... ngehasilin duitnya banyak cuy!