Tuesday, July 03, 2018

Abby dan Tilly Tamasya Ke Napier dan Hastings - Bagian 2

Lanjut lagi Abby dan Tilly Tamasya-nya! Untuk bagian pertama, silakan klik di sini yah. Nah di hari kedua ini, baru deh hari kita mengeksplorasi tempat tujuan setelah perjalanan jauh selama tujuh jam di hari pertama. Penasaran kan kepingin lihat Napier dan kota tetangganya yaitu Hastings seperti apa? Apa istimewanya sih kota ini? Buat orang-orang yang sudah berumur alias nggak bawa anak-anak, daerah Hawke's Bay yang meliputi Napier dan Hastings ini terkenal dengan banyaknya perkebunan anggur, jadi bisa deh tuh wisata icip-icip anggur alias wine tasting. Daerah sini juga terkenal dengan banyaknya perkebunan buah-buahan seperti apple (tau Royal Gala kan? Nah banyak nih perkebunannya di sini), dan juga cherry (yang begitu sampai Indonesia, harganya jadi ngeriiii...). Buat kita yang bawa dua bocah, tentulah wine tasting bukan tujuan utama kita kemari. Tapi jangan salah, pemandangan di sini luar biasa indahnya! Jadi ngapain aja kita?

Minggu, 15 April 2018

Sesuai dengan perkiraan cuaca, hari ini masih tetap saja hujan dan mendung. Sebentar-sebentar, ada gerimis mengundang, a a a angggg... dalam tak sadar ku kebasahannn (kalau anda bisa menyenandungkan lagu tersebut, ketauan umur brapa. Semuda saya lah ya :P). Biarpun kelabu, tapi hati tetap semangat, karena kita semua mau berangkat ke Hastings yang jaraknya sekitar 20 menit saja dari Napier alias cuma tetanggan tapi beda kota. Ibarat dari Puri Indah mau ke Alam Sutera gitu lah ya. Tapi yang ini mah lebih jauh! Cuma nggak macet aja. Nah, sebelum berangkat, suami sempat foto-foto daerah sekitar hotel.

Bagian depan dari hotel kita. Nah, justru bagian belakangnya itu jalanan yang langsung menghadap ke pantai. 

Playground besar di tepi pantai, pas banget di belakang hotel kita. Tapi karena hujan, nggak ada anak yang main. 

Tinggal ngesot, ada restoran takeaway yang namanya lucu banget, yaitu Hot Chick (yang jual makanan) dan Cool Cat (yang jual minuman). Nah, nanti ada yang seru terkait dengan tempat makan ini. 

Kota Napier terkenal dengan banyak bagunan tua bergaya Art Deco. Di pusat kota lebih banyak lagi, tapi ini salah satu yang dekat dengan tempat kita menginap.

Bagian samping hotel kita, ada mural ikan paus biru yang bagus sekali! Kayaknya asik banget nongkrong2 di situ kalau musim panas, apalagi ada barbecue pit. 

Sambil menunggu semuanya siap, anak ini ngegambar. Pokoknya ngga boleh ada kertas kosong dan alat tulis, pasti langsung penuh semua itu kertas dengan coretan dia. 
Berangkat juga deh kita ke Hastings di tengah cuaca mendung adem. Kita menyusuri jalan di pinggir pantai.

Rapi bener ya ini jalanan, pohonnya aja rata begitu dan sangat terawat.
Sampailah kita di kota Hastings, dan pemberhentian pertama tentulah untuk makan dulu dong. Kali ini kita Brunch di No. 5 Cafe and Larder, Hastings. Katanya sih, tempat ini salah satu tempat paling enak untuk brunch, dan lokasinya di sebelah lapangan golf. Kalau dilihat dari luar, biasa banget tempatnya, tapi begitu masuk, wah terasa cozy sekali!

Yang ini juga mau siap-siap makan pagi dong. Makannya bawa dari rumah tapinya hehe.

Abby langsung berbinar-binar, ada pinsil warna seabrek-abrek!

Cabinet menunya banyak dan seru. 

Di bagian belakangnya ada mini golf yang bagus banget. Sayang hujan jadi nggak ada yang main. 

Opa ini, beneran sendirian di driving range, hujan-hujanan main golf!

Anak yang super girang karena nemu alat-alat mewarnai dan dikasih lembaran aktivitas. 

Numpang foto di pojokan yang nyaman. Sayangnya kalau di pojokan duduknya di sofa, mau makannya susah hahaha. 

Big Breakfast: Kransky sausage, grilled bacon, hashbrowns, grilled tomato, mushroom, free range eggs on grilled foccacia, with hollandaise and relish. Ini punya suami saya, puas deh dia, semuanya enak!

Yang ini punya Abby, bacon and egg pie with additional garden salad. Ludes! 

Ini punya saya. Toasted Bagel, topped with creamy mushrooms. Nyam! Saya selalu suka jamur-jamuran.

Beef philo pastry with additional garden salad. Kalau yang ini punya mama saya.

Muka orang-orang happy karena ketemu makanan.

Duo pink, pose di depan mini golf.

Mama saya pas kunjungan kali ini lagi hepi berat deh, pokoknya posenya kasih jempol melulu! (Beneran! Liat aja foto sebelum dan sesudah ini, jempolan semua).

Nah, bener kan depannya biasa aja ya, cenderung kayak gudang, eh dalamnya bagus!
Selanjutnya kita berangkat ke tujuan utama kita di Hastings yaitu, Te Mata Peak! Apa itu? Nih kita lihat foto pertama di bawah ini.
Cakep ngggaaaa?
Te Mata Peak, adalah puncak bukit di area Hawke's Bay yang tingginya 399 meter dari permukaan laut. Untuk menuju ke puncaknya, kita bisa langsung naik mobil dan parkir di paling atas. Tapi banyak juga loh orang yang parkir di bawah, lalu trekking alias jalan kaki mengikuti trail yang ada sampai akhirnya menuju puncak. Nggak mungkin dong ya kite bawa dua bocah (plus satu oma) trekking. Jadi kita langsung deh pakai mobil sampai ke puncaknya. Dari puncaknya tersebut kita bisa melihat keliling 360 derajat daerah Hawke's Bay, bahkan bisa melihat lautan.

Nama Te Mata, merupakan legenda suku Maori. Katanya, di jaman dahulu untuk mencapai perdamaian dengan kaum raksasa, kepala suku Heretaunga mengumpankan anak perempuannya yang cantik yang bernama Hinerakau, supaya si raksasa yang bernama Te Mata jatuh cinta. Ya bener sih, Te Mata jatuh cinta, tapiiii... yang tidak disangka, Hinerakau juga jatuh cinta sama Te Mata. Tentulah rakyat Heretaunga nggak rela mincessnya jadian sama raksasa. Jadilah rakyat mendesak Hinerakau untuk memberikan syarat-syarat yang sulit banget untuk Te Mata membuktikan cintanya pada Hinerakau. Ya, semacem Bandung Bondowoso disuruh bangun 1000 candi, atau Sangkuriang disuruh bangun perahu gitu lah ye. Sampailah Te Mata pada tugas terakhir, yaitu... disuruh makanin tanah, untuk buka jalan membelah bukit antara pantai dan gunung, supaya orang-orang bisa lewat. Apadaya, Te Mata keselek... (ini jelek amat ya..), gak bisa nafas, dan akhirnya tumbang, dan badan dialah yang sekarang jadi bukit Te Mata. Makanya, bukit Te Mata ini, juga disebut The Sleeping Giant alias raksasa tidur.

Nah, bener kan jempolan lagi? Cucunya ikutan pula.

Bapak dan anak penuh gaya.

Lihat ke kanan, di balik bukit nampak lautan. Sayang berkabut, kalau ngga tentulah jauh lebih indah.

Sebelah kiri, gugusan bukit-bukit, oh indahnya dunia!

Pasangan yang berbahagia, kapan lagi ada yang motoin berdua begini.

Nah, tuh di tiangnya ada lubang untuk kita bisa kasih donasi.

Daki daki daki daki... Kompak banget deh sama poponya. 

Kalau yang tadi nampak lautan di sisi depan, di sisi belakang nampak bukit-bukit kecil, seperti di negeri dongeng. Apalagi ada efek kabut, fairy tale banget! Di depannya ada batu, nah pas bener deh buat kite duduk di situ.

Nah, cakep kan! Foto duduk di batu.

Horeeee... ada family picture berempat! Sayang ketutupan kabut tuh di belakang.

Bocah gede, bocah kecil, semuanya senang di sini. Ademmmm... (masih musim gugur soalnya, kalau musim dingin sih udah bergidik).

Yang ini sih, luar biasa deh, manjat batu, gaya lagi!

Popo sama cucu yang paling kecil. Gak mau kalah sama anak artis Indonesia yang suka nyeker itu, si Tilly juga selalu nyeker loh! Bukan karena ngikutin trend, tapi karena bayi di sini ya memang nyeker kecuali musim dingin hihihi.

Mukamu itu loh, Nak!

Mama Leony sibuk merekam video, lalu kirim ke keluarga di Jakarta.

Dan inilah landmark puncak bukit Te Mata.

Bocah kecil sadar kamera.

Anak kecil, memang gak ada takutnya. Manjat, pose lagi.

Sekali lagi memandangi indahnya alam, dimana kita bisa melihat batas laut dari atas. 
Sebelum kita lanjut ke tujuan berikutnya, kita mampir dulu ke Kai at The Peak, sebuah kafe kecil tepat di bawah puncak Te Mata yang menurut saya adalah hidden gem! Tempatnya cozy banget, manajernya ramahnya bukan main. Sayangnya mereka sudah running out of food jadi cuma bisa pesan kopi, coklat, atau beli eskrim. Kita stop di sini selain menikmati pemandangan, juga untuk kasih susu ke Tilly. Sang manajer yang namanya Kelly, kasih kita air panas sampai 1 teko, lalu Abby dikasih hot chocolate gratis sama dia. Padahal ya, kita cuma beli dua eskrim karena sudah  nggak ada makanan lain.

Asyik banget ya, bisa makan sambil menikmati pemandangan indah ciptaan Tuhan (serasa di Rindu Alam, cuma lebih bagus dan gak ada menu sate ayam). 

Rush Munro's, eskrim gourmet merek lokal dari Hawke's Bay area. Yummy!

Satu kafe, hanya kita berlima aja donk, serasa milik sendiri. Beneran serasa milik sendiri sampai manajernya nemenin kita ngobrol, terus nambahin kayu di perapian khusus untuk kita hihihi.

Cakep yah! Bayangin kalau terang nggak berkabut, duh bisa lihat sampai ke Napier beneran.

Ini pasti cuma gaya nunjuk. Apaan coba yang ditunjuk?

Si Tilly juga betah bener di sini, beneran serasa rumah sendiri ye?
Setelah makan eskrim dan santai-santai, kita balik lagi ke Napier, untuk  menuju ke tempat selanjutnya yaitu National Aquarium of New Zealand. Berbeda dengan Aquarium yang ada di Auckland, Aquarium di Napier ini adalah milik pemerintah. NANZ ini berlokasi di Marine Parade yang merupakan jalan utama kota Napier yang berlokasi di tepi laut. Dan, secara mengejutkan, cuaca mendadak cerah, matahari menampakan sinarnya ke bumiiii! (Agak lebay, soalnya terlalu senang setelah dari kemarin hujan melulu).

Foto dulu di depan logonya. Kalau kata orang tua: Foto di tempat yang ada tulisannya dong, biar ketauan ada di luar negeri (Iye deh....).
Harga tiket masuk ke sini adalah 22 dolar/dewasa, dan 11 dolar/ anak usia 3-14 tahun. Di bawah itu gratis. Kalau mau masuk encounter khusus, misalnya mau ikutan secara langsung ngasih makan pinguin, atau ngasih makan piranha, tambah lagi biayanya 90 dolar per orang.
Aquariumnya dua lantai, imut, dan compact banget alias padat berisi.
Begitu sampai, sudah hampir pukul 1.30 siang, kita dikasih tau untuk langsung saja menuju Penguins Encounter untuk melihat pemberian makan pinguin. Pas sampai sana...ealahhh padetnya umpel-umpelan, mana areanya terbatas pula. Tapi tidak mengurangi semangat kita untuk ngelihat pinguin antri. Kita juga dikasih tau kalau semua pinguin di sini dikasih nama. Ada juga pinguin yang nakal, pinguin yang rakus, pokoknya udah mirip orang deh. Nah, petugasnya tuh sudah hafal semua pinguin yang ada di situ, supaya semuanya kebagian makan rata. Soalnya yang rakus biasanya antri berulang-ulang, ntar temennya gak kebagian.

Nah, tumpuk-tumpukan semua deh tuh. Untung saya masih bisa nyempil dikit di bagian atas. Habis ini petugasnya masuk, dan pinguinnya semua giliran dapat makan.

Pinguin di NZ ini adalah pinguin kecil, bukan jenis emperor yang guede-guede kayak di film March Of The Penguins ya.

Ada yang kepingin ngelihat Burung Kiwi kayak gimana? Ya kayak gini ini yang sudah dikasih air keras. Aslinya, mereka cuma bisa hidup di kegelapan. Di NANZ ini juga ada Kiwi Encounter, dan baru di sini saya bisa melihat beberapa kiwi secara jelas karena mereka berseliweran di dalam gelap. Tapi di situ kita tidak boleh foto pakai flash dan hampir nggak mungkin foto kiwinya langsung saking gelapnya. 

Oma-oma kurang kerjaan.

Kodok ngorek, teot tekdung

Belut, guede banget, melotot pula.

Giant Squid yang sudah isdet. Kalau masih hidup, asli ngeri banget, panjangnya 13 meter bok! Beratnya 200 kg!

Seperti biasa, di semua aquarium kelas internasional, pasti ada shark tank bentuk terowongan. Ini orang pada padet ngumpul, gara-gara pas jamnya shark feeding. Tuh ada sharknya satu lewat di atas. Tapi karena padat banget, kita memutuskan nggak berlama-lama dulu di sini, nanti balik lagi aja pas sepian. 

Pose mangap.

Ketauan kan kenapa cucunya suka pose. Ini biang awalnya nih, posenya lebih heboh dari cucunya.

Susunan kerang-kerang dan terumbu karang. Bagusssss!!

Udah jauh-jauh ke NZ, ketemunya ikan gurame lagi. Tapi yang ini giant gourami. Pas lihat aslinya, asli mukanya jelek dan memble banget.

Ada  bagian khusus dinosaurus juga loh. Tapi kok pas lihat dino yang ini, warnanya serasa odong-odong yang pakai koin itu ya? 

Dan inilah berbagai dinosaurus yang dulu hidup di Selandia Baru. Serem-serem amat ya, apalagi yang mirip ikan bergigi gergaji, sama pinguin berleher panjang itu.

Ikan mas nih, siapa yang mau ambil buat pepes?

Keluarga kadal. Berlima tumpuk-tumpukan.

Piranhaaaaa!! Mukanya dongo gini, tapi serem juga ternyata.

Turtle a.k.a kura-kura (bukan ninja)

Ikan monyong, bintang laut senyum.

Ketauan kalau di rumah yang paling sangar adalah mamanya.

Sambil belajar soal burung kiwi, sambil masukin koin.

Nah tuh kan, pas balik lagi setelah jam feeding, horeeee...sepi banget!! Bisa koprol dan tiger sprong di dalam.

Eh, ternyata masih feeding loh! Malah lebih jelas jadinya bisa lihat feeding ikan-ikan lain termasuk ikan pari ini.

Asoy amat ya, Dek. Selonjor sambil ngeliatin ikan.

Emangnya bayi doang yang disuapin? Hiu juga disuapin nih.

Pose terakhir sebelum keluar dari gedung aquarium. Kalau di SEA Aquarium yang di Singapura kan gede banget ya, kalau yang ini, kecil aja, tapi yang penting anaknya senang!

Rasanya sayang kalau nggak pose di sini, akhirnya sebelum keluar, yo wis deh kita pose juga buat kenangan. 
Sebenarnya banyak banget binatang laut yang kita lihat di dalam. Tapi tentu saja kita nggak foto semua, dan kita nggak pajang semua yang kita sudah foto. Bisa-bisa isi posting ini cuma mahluk air doang. Pasti kalian ngga mau kan? Soalnya kan cakepan kita-kita dong daripada ikan. Ya kan? :P

Tuh kan, langit cerah bener, sayang banget kalau langsung masuk ke mobil lagi, jadi kita jalan dulu dikit ke pantainya.

Foto dulu di depan patung nelayan di sebelah Aquarium. Belakangnya langsung pantai indah terbentang.

Ada air mancur juga, pokoknya area pinggir pantainya ini cakep banget deh. Kebayang kalau musim panas, pasti ramai orang pada berjemur semua sambil santai-santai.

Bersih banget, terawat banget!

Yang ini langsung ngga sabar lari ke pantai. 

Pantainya ini adalah pantai kerikil alias pebble beach, jadi bukan pasir yah. Batunya gede-gede tapi halus.

Santai di pantai. 

Ombaknya gede juga loh! Di depan itu langsung Samudra Pasifik.

Turis dari Jakarta


The Spirit of Napier. Patung ini menandakan kebangkitan kota Napier setelah dihajar gempa parah di tahun 1931. Setelah gempa itu, kotanya malah semakin maju. Patung ini diresmikan pada tahun 1971.

Ini jalan yang sama yang kita lewati tadi pagi dimana ada pohon berderet-deret. Bedanya adalah, sekarang langitnya biru cerah!

Tapi tidak berapa lama kemudian, ya mendung lagi. Beginilah hidup di NZ, cuacanya amburadul tak menentu. Nah di depan kita adalah daerah pelabuhan.

Begitu sampai lagi di hotel, yang lain istirahat (plus ada yang jadi sapi perah), sementara Abby dan papanya langsung dong menuju playground di belakang hotel. Wuihhh hepi bener langsung lari kayak di film India.

Nengok dikit langsung pose, kakinya silang pula.

Kayak nemu harta karun senengnya. Maklum, dari kemarin hujan melulu, mau main beginian aja nggak sempet, padahal gratisan.

Muka bahagia menatap masa depan.

The perks of living in NZ. naik prosotan, belakangnya langsung pantai.

Foto model iklan hotel.

Sepatu kemasukan batu.

Gayanya selangit bener.

Iye deh, Hot Chick dehhhh....

Sampai hotel, langsung laper, langsung nyemilin semangkok biskuit gula yang dibawa poponya dari Jakarta.

Sementara bayi kecil dinner dulu sebelum yang gede-gede makan di restoran.
Untuk makan malam kali ini, kita sudah ngga berani nekad lagi nggak bikin RSVP. Apalagi tempat kita dinner yang kali ini, termasuk salah satu yang selalu ramai dan selalu waiting list. Jadi deh kita sudah buat reservasi terlebih dahulu. Nama restorannya adalah Hunger Monger yang berlokasi di Marine Parade. Kita membuat reservasi pukul 7 malam. Tapi berhubung sudah lapar berat, pukul 6.30 kita sudah sampai sono, dan beneran dong, kita gak bisa duduk. Harus nunggu dulu di kursi yang disediakan.

Muka-muka lapar dan manyun disuruh nunggu dulu dipojokan.

Hore, akhirnya dapat meja juga! Btw, resto Hunger Monger ini, kalau lihat dari bentukannya, retro banget deh! Kursi nggak ada yang seragam, belang-belang semua, perabotannya juga tua-tua kayak dari tahun 70-80an. 

Ya ampun, Tilly, ngelihatin waitressnya sampe begitu, itu waitress sampe senyum-senyum sendiri diliatin sama kamu.

Konsep open kitchen, tapi perabotan di depannya campur aduk.

Organik banget ya suasananya. Ada pohon-pohon hidup beneran. Taplak meja nggak seragam, meja nggak seragam, kursinya apalagi.

Japanese Fries - with Takoyaki Sauce, Mayonnaise and mysterious Bonito Flakes. Entah apa yang misterius dari Bonito Flakesnya hahahaha. Mungkin orang bule nggak biasa kali ya lihat bonito flakes goyang-goyang kena panas. Jadi serasa misteri.

Fish and Chips, battered with Tartare Sauce and Lemon. Porsinya ini loh, menurut kita sih kecil yah. Sama Abby sebentaran ludes, padahal ini porsi dewasa.

Spicy Linguini with Prawn. Rasanya enak! Sayangnya lagi-lagi porsinya kecil.

Sashimi Plate (large) - Freshest fish in the raw with wasabi, ginger, and soy sauce. Nah ini menu juaranya. Segernya bukan main! Saat itu kita dapatnya tuna, salmon, dan snapper kayaknya. Di tiap jenis ikan dia sudah kasih saos sederhana yang rasanya compliment banget dengan jenis ikannya. Jadi nggak usah pakai soy sauce lagi juga udah enak banget.

Gyoza of Crayfish, with soya, lime, and truffle dressing. Ini asli ya, isinya beneran 3 biji doang, sekali caplok ludes!
Verdict, makanan di situ enak-enak, tapi ngga sampe bikin nagih kecuali sashiminya. Yang mana tahan itu porsinya kecil buat ukuran perut kita yang kayak karung. Mau pesen lagi, lama lagi bakalan. Akhirnya kita pulang dengan rasa nanggung, dan mikir, nanti maleman mau iseng cari makan lagi. Akhirnya habis ngaso sebentar di hotel... kita jalan kaki...kemana? Ke Hot Chick di seberang hotel tadi dong! Buat nyemil lagi. Rencana sih ngemil, cuma ambil snack pack plus beli pisang goreng 1. Tapi yang keluar... jejeeeengggg... Liat aja nih sendiri.

Ternyata pisang gorengnya itu, beneran utuh 1 pisang cavendish, dikasih tepung panir dan digoreng. Asli gede banget! 

Ayam seperempat ekor, chicken nugget 2, fish nugget 2, mini hotdog 2, fries n hashbrown sepiring, garlic bread 1 loaf, dan pisang goreng. Percayalahhh... senampan makanan ini, harganya nggak sampai seporsi makanan di Hunger Monger tadi. Ajegile! Beginilah makanan takeaway, rasanya sudah jelas ngga gimana enak, tapi ngenyangin. Kocaknya, kita di sini bisa ketemu serombongan om dan tante dari Bandung. Kalau mereka makan di situ buat makan malam, lah kita buat snacking huahahaha.

Tuh, porsinya gede beneran, dan MURAH MERIAH! Habis gitu begahhhh....
Habis gitu balik hotel, mandi, tidur deh semua. Seru banget ya hari kedua ini, kayaknya banyak banget yang dikunjungin. So far, kita suka banget sama daerahnya, cuma sayang cuacanya nggak terlalu asyik. Tapi tetep kok, semua rencana bisa terlaksana. Gimana dengan hari ketiga? Kepingin tau downtown Napier itu seperti apa? Lalu mampir mana lagi dalam perjalanan balik ke Auckland? Tungguin postingan selanjutnya ya!

4 comments:

  1. Ini cuacanya masih gloomy mendung2 gitu terus ya.
    Pemandangan pas udah sampai diatas keren banget Le. Cakepp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gloomy sepanjang kita trip, Ngel. Nggak ada cerah2nya. Tapi memang pemandangannya sih super banget deh!

      Delete
  2. foto Tilly sama poponya sweet bangeeets..bikin terharuu..
    kliatan kalo poponya sayang bangeet ke Tilly.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, ini Anon siapa yah? Ini kayaknya blogger lagi error banyak nama yg berubah sendiri jadi Anon. Iya, poponya memang sayang banget sama dua-dua cucunya. Apalagi Tilly lagi gemesin banget yah. Jadi tambah2 deh sayangnya.

      Delete