Thursday, June 21, 2018

Abby dan Tilly Tamasya Ke Napier dan Hastings - Bagian 1

Jumpa lagi di edisi Abby dan Tilly Tamasya! Minal Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin! Selamat Idul Fitri ya untuk teman-teman yang merayakan. Kalau ada kata-kata yang salah, jangan disimpan di dalam hati. Sengaja perjalanan ini di post-nya sekarang setelah Lebaran, biar nggak ngiler liatin foto makanan hihihi. Bulan April lalu, mama saya datang lagi ngunjungin kita di Auckland. Kali ini dia cuma sebentar aja di sini, kurang dari 3 minggu, dan sengaja disamain waktunya dengan term break Abby di bulan April yang cuma 2 minggu. Maksudnya sih supaya bisa tiap hari jalan-jalan dan wisata kuliner. Selama 3 minggu itu, kerjaan saya makaaannn terus. Kalau ada tamu datang dari Indonesia, nggak lengkap tentunya kalau kita nggak jalan-jalan nginap ke luar kota. Nah kali ini kita pergi ke tempat tujuan baru yaitu Napier dan Hastings, yang jaraknya 7 jam dari Auckland. What? 7 jam road trip sama bayi? Iyes! Siapa takut? Karena lama perjalanannya 7 jam, rugi dong ya kalau nginapnya cuma 1 malam. Jadi deh kali ini kita nginap 2 malam di Napier.

Berhubung bawa bayi usia hampir 9 bulan, untuk perjalanan 3 hari 2 malam ini, saya mempersiapkan semua MPASI dari rumah plus ASI yang dibawa pakai cooler box dan icepack, ditambah peralatan pompa dan alat-alat cuci secukupnya. Pokoknya, bawa bayi bukan halangan untuk jalan-jalan. Cuma memang kita perlu stop beberapa kali untuk kasih makan anak plus kasih susu karena di NZ kan nggak boleh ya anak keluar dari car seat sepanjang perjalanan. Tapi secara overall, perjalanan kemarin ini sukses banget, dan wisata kulinernya mantap. Yang nggak asik itu, cuacanya hujannn terus. Memang begitu deh kalau sudah memasuki musim gugur, cuacanya nggak bisa ditebak. Pas mama saya tiba beberapa hari sebelum kita berangkat, cuaca Auckland itu lagi hancur-hancurnya alias kena badai parah. Banyak orang yang rumahnya rusak, bahkan di depan rumah tetangga ada pohon raksasa tumbang sampai harus dikasih danger line supaya orang nggak dekat-dekat sampai beberapa minggu ke depan. Akhirnya itu pohonnya harus digergaji kecil-kecil supaya nggak membahayakan, padahal pohonnya itu historik banget, ada ayunannya, dan anak-anak kecil suka pada main di dekat situ. Kalau malam kita tidur aja suka deg-degan karena rumah goyang-goyang disko dikit saking kencengnya hujan dan angin. Jadi pas akhir pekan kita ke Napier itu, sudah bisa ditebak... cuacanya ya...basah-basah-basah (kayak lagu Mandi Madu-nya Elvy Sukaesih). Perjalanan bagian satu ini isinya sih nggak banyak pemandangannya. Isinya beneran perjalan dari Auckland sampai ke Napier dan resto/ kafe tempat kita stop. Ya intinya, berbagi gambar makanan enak untuk dinikmati bersama... Indahnya berbagi hihihi. Yuk, kita simak!

Sabtu, 14 April 2018

Karena perjalanan bakal panjang, kita harus memetakan perjalanan untuk memastikan tidak ada jadwal makan atau jadwal nyusu yang lewat. Minimal kalau lewat ya nggak jauh-jauh banget. Kita tadinya berencana stop untuk makan siang di Tirau kira-kira 3 jam dari Auckland. Tau-tau di tengah jalan keingetan, kalau bib makan-nya si Tilly ketinggalan di rumah. Huaaa...padahal bib itu buat kita kebutuhan yang penting banget, kalau ngga itu makanan bisa belepotan. Berhubung kota lumayan besar dan terdekat saat itu adalah Hamilton, jadi deh mampir dulu di Baby Factory buat beli bib silikon, dan mengubah plan makan siang kita jadi di kota itu. Kalau di Hamilton mah jangan ditanya, sudah pasti kafe favorit kita masih nggak ganti-ganti yaitu Cinnamon. Udah brapa kali ya ke situ? Sering deh, dan nggak pernah kecewa! Cuma brasa aja ini kafe tambah lama-tambah mahal. Dari menunya di bawah 20 dolar semua, sampai sekarang kebanyakan di atas 20 dolar per porsi dan makin kecil aja porsinya. Inflasi oh inflasi....

Si bocah pake bib yang baru dibeli. Siap-siap untuk makan siang. Untungnya nih anak kalau makan mah lahap-lahap aje biarpun lagi jalan-jalan. Mama senang!

Cappuccino buat yang nyetir alias suami.

BBQ Beef Pizza dari cabinet. Menu ini sebenernya buat Abby, bahkan dia yang nunjuk sendiri di cabinet kafe-nya. Tapi pas makanan semuanya dateng, dia malah ganti haluan ke menu lain punya bapaknya. Bisa tebak apaan?

Pork Burger with Portobello Mushroom, Asian Slaw and fries. Yang ini punya saya. Endeus! 

Nah ini dia, menu bapaknya yang malah akhirnya dibajak sama si Abby. Buttermilk Crunchy Chicken with rustic potato and coconut flakes. Ayam goreng gitu loh, siapa anak-anak yang nolak ayam goreng? 

Bacon and Egg Panini Sandwich. Yang ini punya mama saya.

Bukti nyata pembajakan Fried Chicken oleh si bocah. Kata bapaknya, gak apa deh, asal anak doyan. Oh pengorbanan seorang ayah hahahahaha. 
Setelah dari Hamilton, jarak menuju ke Napier masih sekitar 4 jam lagi. Nggak mungkin kita nggak stop sama sekali. Sebelum masuk Napier itu, di highwaynya ada tulisan, "Last gas station, the next one will be available in 130 km". Jadiiii.... kalau lagi road trip begini, bener-bener perhatiin tulisan. Sampai 130 kilometer ke depan itu nggak akan ada pom bensin. Pastikan deh tuh tangki bensin kita cukup untuk 130 km. Jangan sampe di tengah jalan bensin menipis dan jauh dari pom bensin terdekat. Nah kira-kira 1 jam-an sebelum sampai Napier, kita itu ada di daerah Tarawera, yang kind of in the middle of nowhere. Beneran di situ cuma ada satu kafe doang, dan hampir nggak ada bangunan lainnya. Namanya adalah Tarawera Cafe. Nah, di situlah kita stop untuk nyemil sebentar, toilet stop, dan kasih Tilly susu. Surprisingly, ternyata pelayan kafenya, orang Tiongkok dong!

Si pelayan kafe itu, ngelihat kita dateng sekeluarga, dia langsung menawarkan diri untuk fotoin kita. Jadi beneran, inilah satu-satunya foto kita lengkap berlima, sambil Tilly nyusu. 

Baby chair jaman rekiplik. Terbuat dari besi, kursinya model kulit. Safety harness? Ora ono hahahhaa. Ini beneran kudu ngandelin emaknya ngawasin anak biar kagak loncat dari kursi. Tapi lucu yahhh! Tuh buktinya anaknya girang bener duduk di situ.

Si Abby lagi-lagi ngebajak makanan. Kali ini steak pie punya popo-nya. Dan sejak saat itu, dia jadi doyan makan pie, padahal biasanya ogah. Kita juga pesan banana cake, caramel tart untuk dicemilin, dan secangkir kopi (lagi) buat yang nyetir. Rasa makanannya sih biasa banget, cenderung super standar, tapi yang penting bisa istirahat sejenak, ngasih susu, dan ke wece hihi.

Ternyata, Tarawera ini sejarahnya keren juga loh! Dulunya desa Maori, akhirnya jadi tempat persinggahan untuk kendaraan di Taupo Road yang merupakan jalan utama dari Taupo menuju Napier. 

Foto-foto kendaraan jaman dulu yang singgah di Tarawera. Kalau anak di depannya sih, pose aja terus dimanapun berada. Kalau dipajang semua, isinya tar muka dia doang.

Suasananya beneran serasa di dalam kabin kayu, lengkap pakai kepala rusa yang diawetkan. 

Pemandangannya ciamik banget ya! Itu di depan adalah jalanan utama alias state highway yang kita lewati. 

Di sebelah parkiran terdapat gunung dan lembah, dengan pohon-pohon hijau, pokoknya damai tenteram banget!
Pemandangan si kafe nyempil, di tengah gunung, dikelilingi bukit.
Akhirnya, sore itu tiba juga kita di Napier. Langsung deh kita menuju hotel untuk istirahat. Hore! Bisa mompa dan lempengin badan! Hotel yang kita pilih kali ini adalah Navigate Seaside Hotel, tipe kamarnya Ahuriri Family Room. Navigate adalah salah satu hotel yang termasuk baru dengan gaya kontemporer. Buat saya sih feelnya tetap kayak motel ya, jadi jangan harap lobby gede-gede nan mewah ala Asia. Nah Ahuriri Family Room ini, kapasitasnya bisa  menampung 4 orang (dewasa atau anak, bayi nggak termasuk). Jadi pas banget deh, kita ada 3 dewasa + 1 anak, dan bayi bisa tidur di baby cot. Di ruangan utamanya ada living room dengan balkon, plus meja makan, dan kitchenette plus 1 King Size Bed, kemudian ada 1 ruangan kamar yang isinya 2 Single Bed. Jadi kita semua bisa tidur dengan nyaman. Kamarnya sih cakep dan bersih banget! Kekurangannya setelah tidur 2 malam adalah, ranjangnya kelewat empuk, sampe badan saya pegel ngerentek gitu de. Maklum biasa tidur di papan hahaha. Rate Ahuriri Family room ini adalah 260 NZD per malam, tanpa breakfast. Di kota-kota kecil umumnya memang tidak ada buffet breakfast. Nah, sayangnya kalau kita minta baby cot, kita harus nambah "baby package" seharga 20 dolar per malam. Lumayan lengkap isinya, bukan cuma baby cot, tapi juga bak mandi, dan baby chair. Terus terang adanya paket ini mempermudah juga daripada mandiin anak di sink atau nyuapinin anak di stroller.


Ini living roomnya, bagus yah! Di luar itu ada balkon dengan kursi kecil untuk duduk santai sambil ngupi (kalo kagak ujan). Furniturnya juga funky warnanya, tapi tetap nyaman. Si Abby seneng banget ada kuda-kudaan. Serasa gak inget umur aja itu anak.

Ini ranjang king size di ruang utama. Di atasnya ada beruang kecil. Kelihatan modern, bersih, dan nyaman banget.

Ini dua ranjang single di kamar, plus baby cot. Habis ini baby cotnya kita pindahin ke ruang depan, biar lebih lega kamarnya.

Kitchenette kecil tapi cukup. Yang penting ada sink, kulkas, dan microwave. Memudahkan banget untuk yang punya bayi.

Kamar mandi minimalis, tapi fungsional dan yang jelas bersih.

Warna shower roomnya, kinclong bok!

Ini dia, bak mandi kecil buat di bocah. Ruangan showernya luas banget, jadi biarpun ada baknya, tetap lega.

Sabun, shampoo, dan conditionernya pakai system dispenser. Enak banget wanginya sereh. Tapi jangan dibawa pulang yah. Kalau mau beli, dijual di lobby. Kalau nggak salah 20 dolar per botolnya.

Baby chairnya, bagus dan bersih banget. Mendingan gini ya, bayar tapi bagus, daripada gratis tapi jorok.

Pemandangan dari balkon kita. Mendung banget dan berkabut. Kalau terang dan matahari bersinar cerah, itu di depannya terlihat lautan. 

Lorong di depan kamar. Lucu banget kursi-kursinya warna warni dan terbuat dari fiber. Kehujanan keanginan, gak masalah haha. Kebayang kalau summer, itu jendela2 besar di depannya bisa dibuka semua, lalu kita bisa duduk-duduk santai.

Seneng banget ngelihat dua anak seru main di ranjang guling-gulingan. Bentar lagi kalau yang kecil udah bisa ngomong, pasti mulai brantem-brantem. (kebayang sakit kepala emaknya)

Siap-siap mau makan malam dulu ya. Jadi biar yang tua-tua makannya tenang tenteram, yang bayi ini harus dibikin kenyang dulu hehe.

Habis makan, test drive dulu baby cotnya. 
Nah, setelah semua beres, siap-siap deh kita makan malam. Berhubung malam itu hujan, kita nyari restoran yang enak, dekat dari hotel, dan parkirnya gampang alias nggak jauh dari restorannya. Pilihan kita tertuju pada The Thirsty Whale. Napier ini kan lokasinya di tepi laut ya, jadi kita milih restaurant yang ada menu seafoodnya. Thirsty Whale berlokasi di daerah pelabuhan Ahuriri. Kebayang kalau saja gak hujan dan gak dingin, enak juga nongkrong di luarnya. Apa mau dikata, cuaca lagi basah-basahnya, jadi deh semua makannya di dalam. Begitu masuk restonya, wuihhh...rame banget! Plus tempatnya bagus! Untung kita masih dapat meja terakhir. Literally meja terakhir yang available di situ. Sok sih, kagak pake RSVP, kirain ujan-ujan kan sepi. Sotoy berat dah! Hihihi. Besoknya sih, kita udah ngga berani lagi walk-in ke resto untuk dinner. Kudu RSVP dulu. Apalagi kalau restonya populer.

Ini si Abby gaya apaan sih? Lucu aja liat dia sok kaget kayak di film Home Alone.

Tiada lengkaplah sebuah resto kalau tidak punya kertas untuk mewarnai (menurut Abby). Si Abby ini kalau masuk resto, pasti langsung nagih pinsil warna ke waiter, lalu sibuk sendiri.

Ini namanya anak gaul, Saturday night, nongkrong di bar. Ini anak langsung jadi idola semua waiter dan waitress di sana. Siapa coba yang bisa menahan anak yang super murah senyum sama semua orang. Sampai pas akhir kita mau bayar, owner restonya keluar buat nyapa dia, gara-gara dikasih tau sama waiter kalau ada bayi ramah.

Cantik banget bar-nya. Suasana nautical-nya terasa sekali.

Suasana restaurant yang full house. Itu di atasnya ada lampu-lampu dan disco ball loh. Kayaknya bisa dipake buat ajep-ajep kali ye kalau ada event. Suasana dan servisnya sih mantep banget deh. Itu perapiannya juga asli pakai kayu bakar.
Dan inilah deretan makanan yang kita pesan. Berhubung kita mau nyobain macem-macem, jadi pesan aja seabrek, lalu kita sharing semua.

Baby Back Ribs. Finger lickin' good banget deh ini!Slowly braised Hawke’s Bay pork spare ribs roasted with our own bourbon BBQ sauce and topped with toasted sesame seeds accompanied with wedges & a fresh green salad. 

Yang ini Signature Menu-nya Thirsty Whale, namanya Seafood Extravaganza. Ini menu, asli uenakkkkk banget! Isinya juga lengkap dan rasanya seger! Pan seared scallops on pea & pancetta risotto, mini whitebait & paua fritters on toasted ciabatta, turmeric spiced squid with smoked chipotle mayo, pan fried prawns on pineapple & chilli salsa and fresh steamed mussels with tomato & lime salsa.

Ini menu kids mealnya Abby, Platter For Little One. Chicken nuggets and hot dogs served with salad and fries. Ampun porsinya gede! Tapi kok si Abby abis juga ya? Lalu kenapa dia gak gemuk-gemuk? Tanyakan pada rumput yang bergoyang.

 Kalau nggak salah ini namanya Spiced Chicken Tenders. Menu ini udah nggak ada lagi di menu winter. Tapi intinya sih fillet ayam yang dikasih berbagai macam bumbu, lalu makannya dicocol pakai saus asam manis. Enak! Duh, asli ngga ada yang ngga enak di resto ini.

Creamy Seafood Chowder. Succulent seafood finished in rich creamy velouté and served with toasted ciabatta. Nah, menu ini yang bikin mama saya yang biasanya nggak doyan sama cream soup, jadi jatuh cinta sama sup model begini. Rasanya bener-bener enak, kaya, tapi nggak bikin eneg.

Ludes sampai penghabisan. Ini meja sampai nggak muat. Kalau nggak salah ini udah ada piring yang diangkat supaya  makanan lain bisa masuk.

Bocah kecil, udah ngiler ngeliatin yang gede-gede makan enak, jadi deh kita bagi fries sebiji (kesian deh lu).

Bukan cuma resto Padang yang ada kobokan, di sini juga disediain kobokan buat habis makan pork ribs hehehe.

Si anak ramah, favorit semua pelayan di situ.

Nih dia resto tempat kita makan. Tuh kan basah semuanya. Di sebelahnya ada Irish Pub kalau masih pengen nangkring. Sayang kita semua udah jompo dan bawa bayi, jadi balik deh ke hotel hehehe.

Begitu buka jendela kamar, lah kok cemaranya nyala-nyala semua, serasa Natalan.

Dan bayi kecil ini, langsung tewas blek, nutup diri pakai selimut. Ini memang gaya tidur dia nih.  Kalau dibuka, nanti dia tarik lagi selimutnya.
Selesai sudah hari pertama kita yang isinya perjalanan ke Napier plus makan malam. Ini baru awal petualangannya. Besok dan lusa-nya, jauh lebih seru karena kita ke objek-objek wisata di Napier dan Hastings, yang indahnya bukan main. Wisata kulinernya juga masih lanjut. Penasaran? Tungguin aja postingan berikutnya ya!

24 comments:

  1. ya ampun Tilly udah gede banget mukanya itu loh sumringah banget murah senyum dan Abby makin gede makin cantik.

    Ini dia postingan yang slalu dinanti, postingan jalan2 mba le sekeluarga meski cuma bisa ngiler aja ngeliat setiap foto pemandangannya apalagi makanannya .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby tambah gede mukanya tambah feminin ya, alias lebih cewe gitu. Kalau adeknya muka jahil!

      Delete
  2. Tilly gemesin banget, andai bisa gendong dan remes2 ^_^
    Foto yg duduk di baby chair hotel mulai ada miripnya kamu Le..biasanya plek papanya hehehe..
    Trus mau tanya, kalo jalan lewatin kota2 kecil gt toilet umum dan toilet di resto cafe nya bersih2 ya Le ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lagi beloan dikit, jadi mirip mama hahaha. Toilet umum ya campur ada yang bersih banget, atau yang biasa aja bersihnya, tapi masih masuk kategori bersih. Kalau resto, biasa kalau resto bagus ya bersih, kalau di fastfood, untung2an hihihi. Masih cukup layak lah (kalau dibandingin toilet umur di Indonesia yang suka ngeri2 sedap).

      Delete
  3. Udah lama banget gak blogwalking kesini.. seru sendiri baca postingannya dr tadi pagi haha..
    Nano nano yah Le, baca postingan loe haha.. tilly makin lucuuuu.. gemeshhh.. abby makin jahil ��
    Ditunggu postingan berikutnyaaaaa ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, baca yang selanjutnya nanti lebih seru lagi In. Belum gue post nih, sibuk berat.

      Delete
  4. Makanannya keliatannya enak enak semua....itu high chair besi nya lucu banget ya... Vintage...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Vintage with almost no security feature hahaha.

      Delete
  5. Mohon maaf lahir batin juga Ci Le.. Saya ngencesnya lihat Tilly pakai bib merah jambu. Duh,, baby cewek idaman hati hehehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, itu bib merah jambu belinya dadakan itu. Ada yang ijo juga, tapi ijo neon, jadi kurang manis.

      Delete
  6. Ich Tilly, jadi gemesss liatnya. Apalagi dengan senyum dan gaya tidur nya itu lohhhhhhh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang menggemaskan sampai sekarang!

      Delete
  7. Selamat sore Leony,

    Bolehkah saya menanya-nanya soalnya NZ, bagaimana cara untuk tinggal dan kerja disana?

    Terima kasih.

    Song Jau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emailnya sudah saya reply. Untuk informasi, silakan research langsung di website imigrasi NZ.

      Delete
  8. Tilly lucu banget sih, bulet banget. Abby juga makin cantik nih. Hotelnya oke banget dalem nya. Udah kaya apartemen aja, lengkap banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bulet, mukanya lebar gitu deh, lebih ke papanya. Iya, hotelnya itu sebagian ada yang tipe apartemen. Bagus dan bersih.

      Delete
  9. Abby udah gedenya. Keliatan mirip popo kalo.lg senyum manis gitu 😉 tilly ya envelope tidur ditutup selimut ahahha cem anak gede aja ogah kena lampu kali ya ci? .. Anak gw malah gak doyan selimut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masak sih mirip Popo? Aku bilang ngga ada miripnya huahahaha. Itu comfortable position dia banget, Li. Berlindung di balik selimut. Kalau sekarang posisi boboknya tengkurep mojok.

      Delete
  10. Tempat tinggal yang menyenangkan. Btw, di NZ penduduknya dominan memakan bahasa inggris kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. NZ ya bahasa nasionalnya Bahasa Inggris, Pak.

      Delete
  11. eya ampuuun pas liat foto bak mandi bayi di shower aku pikir wc jongkok!! sampe ngerutin dahi.. heh? di nz pake beginian? wahahahahahahahaha
    asliiiiikkk motelnya bagus bener.. naksir overhead kasurnya, cantik. Dan Abby gemez banget pesen makanan fancy ujung2nya tetep ayam goyeng :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwhahahaa.. jauh banget dari wece jongkok hihi. Tp baknya memang polos bener ye.

      Ayam goyengnya Abby juga fancy, Tante Gadis. Kalau dikerupiahin, bisa beli 6 paket lengkap KFC 2 ayam plus nasi plus minum. Hahahaha.

      Delete
  12. hihihihi...lucu banget gaya tidurnya si Tilly....anak-anak gue gak ada yg demen selimut, pasti ditendang semua...
    itu baby package nya emang berguna banget yah....wonder why not all hotel do that...khan susah aja gitu mandiin baby di tub org dewasa.
    -Nancy-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, si Tilly juga gitu, kalo udah pagi, ya dia udah keluar dari selimut. Tapi pas awal bobok, dia nutupin mukanya gitu hihihi.

      Iya gue suka sih baby package itu. Rata-rata orang nyiapin cot kalau direquest, tapi kalau bak memang gak semua hotel sediain.

      Delete