Friday, May 04, 2018

Abby dan Tilly Tamasya Ke Rotorua (lagi dan lagi!) - Bagian 2

Berbeda dengan anak-anak di belahan bumi Utara yang libur musim panasnya di pertengahan tahun, anak-anak di belahan bumi Selatan itu libur panjangnya justru di akhir sampai awal tahun. Liburnya pun tidak seperti anak-anak di Amerika yang sampai 3 bulanan. Anak-anak di Selandia Baru sini liburnya palingan enam minggu saja. Terdengar cukup lama ya? Tapi ternyata pas dijalanin, kok cepat sekali waktu berlalu. Waktu libur panjang di akhir 2017 lalu, kami sibuk banget, ditambah lagi ada perayaan ulang tahun Abby ke lima yang di sini tradisinya dirayakan lumayan besar. Lalu pas tinggal beberapa hari sebelum liburan berakhir, kami baru sadar kalau...kami belum jalan-jalan kemana-mana! Padahal habis liburan ini kan Abby sudah mau masuk SD ya? Masak sih kita nggak jalan-jalan dikit gitu untuk memory Abby sebelum masuk sekolah? Berhubung weekend itu sudah weekend terakhir sebelum masuk sekolah, akhirnya kita ngebut aja deh, booking hotel beberapa hari sebelumnya aja. Tripnya, lagi-lagi ke Rotorua, cuma satu malam, tapi dengan tujuan berbeda. Yang bikin beda kali ini adalah, Tilly udah mulai MPASInya nih! Jadi bawaan mama semakin beragam, walaupun tetap ringkas. Ngapain aja kita kali ini?


28 - 29 Januari 2018

Pagi itu kita langsung berangkat direct menuju ke Rotorua, biar ngga buang-buang waktu. Sempat stop sebentar di Huntly, untuk ngasih susu ke Tilly. Di sini kan nggak boleh ya anak keluar dari car seat sepanjang perjalanan. Jadi deh, untuk kasih susu, kita melipir dulu ke pinggir jalan hehehe. Saat itu lumayan lagi di puncak musim panasnya Selandia Baru, jadi deh, kemana-mana bikin mateng bawaannya.

Anak yang gede, sudah siap banget jalan-jalan, pakai topi. Yang lucu, topinya ini dapat dari kids pack-nya Conrad Hotel pas kita jalan-jalan ke Bali tahun 2014 lalu, tapi baru pas dipakainya sekarang.

Begitu sampai Rotorua, pas banget sudah jam makan siang, jadi kita langsung menuju ke Abracadabra Cafe. Kita ke sini karena review tempat ini bagus, dan tempatnya lucu banget! Konsepnya itu seperti agak-agak di Timur Tengah, tapi dengan suasana rimbun ala Selandia Baru. Jadi nggak di padang pasir ye hehehe. Makanannya pun cenderung lebih ke healthier side (katanya loh ye hahaha).


Si bayi kecil, siap-siap makan. Sekarang udah bisa duduk pakai baby chair nih. Puji Tuhan, sepanjang perjalanan, anak ini makannya tetap lahap. Kebayang kalau di luar kota makannya susah, emaknya bisa urut dada dan ngga enjoy liburan.

Lucu ya tempatnya. Konsepnya indoor outdoor gitu. Rimbun, tapi pakai lantern-lantern ala Timur Tengah.

Suasana indoor outdoor settingnya. Sayangnya hari itu memang panas banget sih, jadi kayaknya orang pada nyilem di rumah masing-masing. Tapi kebayang kalau malam pasti seru.

Suasana di bar-nya. Open concept, dan di atas itu ada heater gede-gede buat winter. 

Di dalam cafe ada ruangan-ruangan semi private yang suasananya beneran kayak di rumah Timur Tengah, lengkap dengan meja-meja ukir, dan dekorasi yang mendukung. Ini salah satunya.

Ini pesanan suami saya. Open Steak Sandwich: 150g seared marinated sirloin steak, Bees Knees streaky bacon & caramelized onions stacked on top of toasted ciabatta. Topped with salad greens, cruda salsa & creamy garlic toum served with chips & garlic aioli.

Ini pesanannya si Abby, Fresh pan-fried fish & chunky chips. Biasanya kan fish-nya digoreng tepung ya, kalau ini nggak, beneran ikan lumayan gede yang dipanggang aja. Lebih sehat tentunya, walau friesnya tetap aja ya digoreng. 

Yang ini pesanan saya. Namanya The Smothered Burrito: Served on a sizzling skillet with a choice of pork or free range chicken. Wrapped in a flour tortilla, smothered in pork chili verde & baked to perfection with cheese. Topped with sour cream and cruda salsa. Tentulah saya memilih pork!
Setelah kenyang mengisi perut, kita lanjutkan untuk nurunin makanan dengan main ke Kuirau Park yang merupakan taman umum di tengah kota Rotorua. And this park is...beautiful! Tapi beneran deh, panasnya nggak ketulungan, sampai Abby tuh mau main di playgroundnya nggak kuat, karena pas dipegang, wuih melepuh cuy! Tar pantat bisa ledes kalau naik prosotan. Yang jelas, pas turun, kita langsung deh reapply sunblock setebal-tebalnya.

Bagus banget ya, langit biru, burung segerombol lewat begini.
Sungguh, anak ini di setiap spot minta difoto, dan penuh gaya.



Di tengah taman, ada danau buatan yang besar. Memanjakan mata sekali.

Nah, bener kan, ketemu batu aja minta di foto dengan bergaya. Di taman ini batunya banyak pula, jadi stop sana stop sini buat ngeladenin foto model wannabe ini. Entah belajar dari mana. Cukup pajang satu aja deh fotonya.

Oh indahnya, ijo-ijo semua, bisa guling-guling dengan gembira. Taman ini sebenernya guede banget, tapi sebagian area ditutup untuk umum.

Kalau mau piknik, ada barbecue pit yang bisa disewa. Asyik ya, fasilitas umum nih kayak begini.

Foto di depan danau dulu sama si kecil, matahari tepat berada di tengah kepala, tuh bayangannya lurus kan di bawah kaki? Tapi si bayi mah enjoy banget loh liat-liat kanan kiri. Pokoknya hepi dah!

Di situ juga disediakan kolam air belerang hangat (cenderung panas) untuk kita semua duduk-duduk merendam kaki. Inget ya, cuma merendam kaki, no swimming (sampai beneran ada sign-nya tuh untuk dilarang berenang. Kebayang berenang atau berendem di sini hahahaha). Habis muter-muter jalan, ngerendem kaki di sini rasanya nyessss... mantap!

Ini playgroundnya yang bagus banget, tapi sepi karena panas. Kebayang kalau adem, pasti ramai sama anak-anak.

Daripada nggak main sama sekali, lumayan lah masih bisa main ayunan sebentar. Yang kanan itu mengenang masa kecil yang bahagia :D
Untuk stay kali ini, karena kita cuma berempat aja, kita memilih untuk nginap di hotel, bukan di motel. Kebetulan, di Rotorua yang kota turis ini, cukup banyak hotel-hotel yang besar dan berkamar banyak. Nah kalau kota yang lebih kecil-kecil, biasanya tuh hampir nggak ada hotel besar apalagi chain hotel. Hotel yang kita pilih kali ini adalah Holiday Inn-Rotorua. Nah kenapa kita pilih hotel ini? Pertama, dia punya opsi kamar yang ranjangnya dua queen beds! Asik kan nggak usah empet-empetan! Tapi pastikan beneran milih kamarnya yang tipe ini ya, soalnya ada juga yang kamar twin biasa. Nah enaknya di hotel besar begini, ada breakfast buffetnya. Kangen juga makan breakfast buffet setelah sekian lama kita stay-nya kebanyakan di motel dan brunch di luar. Lalu, di Holiday Inn ini, 2 kids can stay for free! (Perks of being part of Intercontinental Hotel Group). Tau sendiri kan ya, di Selandia Baru ini, anak-anak itu harus bayar loh! Jangan disamakan dengan hotel-hotel di negara lain. Saya termasuk yang jujur, selalu bilang jumlah anak-anak walaupun nggak di cek sama pihak hotel/ motel. Konon biasanya orang Indonesia suka gak jujur ya demi menghindari bayar ekstra hahaha. (ini cerita dari teman-teman sendiri loh ya). Lumayan soalnya tambahan per anak itu antara 25-30 dolar per anak di atas 2 tahun. Lalu, ternyata di hotel ini, check outnya bisa pukul 11 pagi! Lumayan banget karena standar Selandia Baru itu, check out hotel adalah jam 10 pagi. Nggak enaknya tinggal di hotel cuma 1 sih, nggak ada kitchenettenya, jadi untuk cuci-cuci botol dan perlengkapan makan, spacenya terbatas. Lalu rate hotelnya berapa? Saat itu, 243 dolar per malam, sudah termasuk buffet breakfast. Wuihhh very good deal banget! Gak pakai mikir lagi, langsung book di sini.

Ranjangnya, enak banget! Dua queen bed, bantalnya juga bejibun. Serunya, anak-anak langsung jumpalitan di ranjang.

Interior kamarnya sih biasa aja ya, standar hotel-hotel pada umumnya. Baby cot sudah disediakan di situ sesuai request.

Si montok ini, paling happy dia kalau jalan-jalan. Anak-anak mah ngerti aja yah!

Di dalam baby cot-nya suidah disediakan tissue basah, alas ganti popok, dan juga nappy disposal bag yang scented alias ada wanginya.

Kamar mandinya sih ngga besar, standar hotel pada umumnya lah ya.

Yang kocak, di tempat kopi, sampai ada Oolong Tea! Ini pasti karena banyak turis dari China yang main ke Rotorua.

Gemes gakkkk? 

Begitu di taruh di cot, langsung gegulingan. Lucu kayak ulet gede.

Sementara yang gede mah.. langsung deh nyalain TV, nonton Disney Junior.

Ini juga yang bikin seneng, ada kolam renang walaupun kecil banget sih dibandingkan gede hotelnya.

Berhubung kecil, diisi orang segitu aja, langsung jadi cendoooolll...

Dan ini kali pertama nih kita ceburin Tilly ke kolam renang. Pakai swimming nappy, langsung deh byurrrr... 

Dan ternyata anaknya seneng dan langsung berani dilepasin. Kalah dikit sih sama cicinya yang dari umur empat bulan udah dijeburin ke kolam umum di Puri Bugar, kalau yang ini udah enam bulan. Not bad...not bad... Yang lucu itu, semua orang pada ngeliatin si bayi ini. Mungkin bingung ngelihat bayi ngapung-ngapung pakai neck ring.

Habis renang, mandi, yang gede langsung terkapar gitu hahahaaha.
Malam itu, kita makan di Fat Dog Cafe and Bar. Sudah beberapa kali kita lewatin tempat ini dengan plang berbentuk anjing di luarnya, tapi baru kali ini akhirnya kita nyoba makan di sini. Jenis menunya sih sebenarnya standar cafe pada umumnya. Cuma suasananya aja yang lucu, dan lokasinya yang di pusat kota, bikin tempat ini selalu ramai.

Suasana di dalam restonya yang lumayan ramai. 

Dan ternyata tempat ini luas juga, sampai ke teras di belakang. Yang bikin lucu itu, temboknya banyak jejak-jejak kaki anjing, lalu banyak juga tulisan-tulisan seperti story book. Dan di situ ada ibu-ibu lagi nonkrong sambil main hape hihihi.

Ini pesanan Abby, Chicken Nugget and Chips. Ya kalau liburan, kasih lah makan beginian. Sampai rumah, makan sehat lagi.

Ini pesanan saya, Thai Beef Salad: Salad green, crispy noodles, tomato and diced cucumber, tossed in our sweet chilli dressing, served with Thai Marinated Beef, coconut ginger and lime dressing, with sesame seed. Ini enak dan seger banget! Dan yang paling seru itu adalah, grated beets alias bit yang diserut jadi kayak bakmi di atasnya. Yummy!

Yang ini salah satu dari range gournet burgernya Fat Dog. Namanya Hey Diddle Diddle: 200 gr homemade beef pattie with all the trimmings: french mustard, Worcestershire sauce and good old HP, served on our freshly baked builders baps, lettuce, tomato and sliced onion, smoked cheddar, American gherkins, and homemade burger relish. Kata suami, rasanya endeus, tapi karena tinggi, makannya jadi rempong hihihi.

Yang ini pesanan saya lagi (maklum makannya banyak). Seafood Chowder with wholemeal chunky toast. Chowder ini harganya "cuma" 12 dolar (harga segitu termasuk terjangkau banget untuk seafood chowder di sini). Saya kira dengan harga segitu, dapatnya bakalan bowl kecil. Nggak taunya gede aja dong! Jadi deh malam itu saya kenyang maninggg!

Balik ke hotel, lihat lobby, suasananya remang-remang, bagus juga hehehe.
Malam itu, kita semua tidur nyenyak banget. Pas bangun pagi-pagi, lalu ngintip ke Tilly, kita semua ngakak total! Tau kenapa? Lihat aja nih foto di bawah.

Yak anak mama, bobonya nempel ke pinggir cot, jidatnya semua bercetak jaring-jaring cot hahahaha. Anaknya nyantai aja gitu senang-senang senyum-senyum.

Selamat pagi duniaaaa!
Belum mandi, langsung sarapan dulu dong ye. Asik soalnya checkoutnya pukul 11, jadi kita santai aja cuy!

Ini kayaknya piringnya suami deh, soalnya kalau piring saya, biasa nasi gorengnya dikit, yang lain-lainnya yang seabrek hahaha.

Asik, banyak buah-buahan sama yoghurt. Saya kan doyan banget sama yoghurt dan printilannya. Ketemu yang model gini bahagiaaa!

Roti-rotian. Croissant mini ini enak-enak loh. Saya nggak pajang semua foto countersnya ya. Banyak soalnya.

Nah ini nih! Baru di sini kita nemu Plain Congee! Eh pernah sih nemu di Millenium Hotel Rotorua pas kita nginep waktu itu. Makin menegaskan kalau di Rotorua itu memang banyak turis dari China hahahaha. Mana komplit lagi ada sambelnya segala.

Duo imut-imut. Imutan mana hayooo?
Tujuan kita selanjutnya (dan merupakan tujuan utama kita kali ini ke Rotorua) adalah ke Paradise Valley Springs. Apa sih Paradise Valley Springs? Dulunya, Paradise Valley ini adalah lokasi spring (mata air) untuk ikan trout. Ikan trout ini tuh mirip-mirip salmon gitu lah. Rainbow Trout sendiri sangat terkenal di Selandia Baru bahkan jadi ikan yang merupakan ciri khas sini. Jadi di sini ikan troutnya itu hidup alami di alam bebas, dengan mata air alami juga yang namanya Ngongotaha Spring. Seiring berjalannya waktu, banyak juga binatang-binatang lain yang tinggal di situ, mulai dari yang alami, sampai yang diperkenalkan alias di bawa ke Paradise Valley. Dan yang terkerennya, di satu area, ada sekelompok singa Afrika...iyes, singa Afrika yang mendapatkan area khusus di sini. Jadi tuh konsep Paradise Valley itu serasa campuran antara habitat alami, habitat buatan, dan kebun binatang juga. Suasananya sendiri, sangat alami! Serasa memasuki hutan, dan dilanjut dengan suasana peternakan. Tiket masuknya adalah 30 dolar/ dewasa, dan 15 dolar/ anak mulai umur lima tahun. Yak resmi deh Abby mulai bayar-bayar (karena patokannya di sini itu usia anak mulai dari 5 tahun). Di sini saya kasih fotonya sedikit aja, biar minimal tau suasananya. Aslinya areanya luas, dan kita banyak banget jepret sana sini.

Ini dia area masuk Paradise Valley. Sederhana sekali, dengan lobby kecil di depannya. Habis bayar biaya tiket, asli kita nggak dikasih apa-apa. Gak pakai gelang, gak pakai lembaran tiket, ya asas kepercayaan gitu. 
Kita bisa beli makanan binatang senilai 5 dolar, sudah termasuk cup plastik kecil yang bisa dibawa pulang. Dikit banget makanannya dibandingkan dengan pas kita ke Karangahake dulu, dapatnya seember dengan harga yang sama. Kali ini Abby gaya banget deh, bukan cuma pakai topi, tapi juga pakai sunglasses. 



Alat ini menarik banget. Kita bisa mendengarkan suara berbagai jenis burung di habitat, cukup putar ke nomer yang dimaksud, lalu kita engkol, keluar deh suara burungnya. Bukan cuma suara burung aja, di beberapa spot lain juga ada alat ini, untuk mendengarkan suara berbagai jenis binatang, termasuk juga mamalia.

Nah, ini cuma salah satu sudut dari aliran mata airnya yang membentuk sungai kecil. Rindang banget ya! Padahal cuaca saat itu, super panas. Tapi pas masuk hutan, rasanya seger dan sejuk banget. Kalau diperhatikan langsung pas di sana, di sungai tersebut, banyak banget ikan trout berenang-renang. 

Nah, daerahnya tuh stroller friendly banget. Kayaknya cuma ada 1-2 spot gitu yang kita harus angkat stroller dikit. Sisanya, tinggal dorong biasa aja. Jadi semua orang berbagai usia, bisa jalan dengan santai di sini.

Nih, serasa lagi nonton film Bambi di kisah nyata gak sih? Ada sekawanan rusa jantan dan betina, plus rusa muda. Ternyata mereka beneran cantik banget loh (termasuk mukanya cantik dan friendly).

Tanduknya itu, serasa dilapisi beludru!

Ini dia Ngongoteha Stream alias mata air yang menjadi sumber air untuk seluruh ikan trout yang ada di sini. Saya sempat naik ke atas, dan merasakan langsung kesegaran air tersebut dari sumbernya. Bahkan dikasih tau di situ kalau airnya boleh langsung diminum saking jernihnya.

Nggak percaya kalau airnya super jernih? Nih lihat aja, itu ikan di dalam kolam, semua bisa terlihat dengan sangat jelas! 

Nah di sini saya dan Abby pisah dengan bapaknya dan Tilly. Kita naik tangga ini melewati hutan Mamaku alias hutan suplir. Suplir itu bahasa Maorinya = Mamaku (bukan mamamu loh ye, tapi mamaku...krik krik krik...).

Nih, si Abby lagi nangkring di dalam replika gubuk pemburu rusa. Ada poci, bak air, kayak beneran deh.

Nih bagian luarnya.Pokoknya di mana ada objek foto, di situ si Abby bergaya.

Sementara yang kecil ini, tetap girang walaupun panas. Ketawa melulu deh pas jalan-jalan.

Ada juga bebek-bebek berenang, serasa di Kuntum Farm Field, Bogor hahaha.

Nah, siapa bilang kambing takut air. Nih kambing buktinya ada di tengah kolam di atas batu. Gimana caranya dia sampai ke situ kalau bukan lewat ait?

Kambing yang ni gedenya minta ampun, asli gede kayak orang. Udah gitu dominan banget, kalau ada yang bawa makanan, dia bakalan malak di depan, sehingga temen-temennya di belakang ngga kebagian. Pasti ini kambing turunan preman deh.

Abby girangnya bukan main ngasih makan bebek. Tuh cakep banget kan ya? Di dalam hutan, ada bebek-bebek berenang, alami banget suasananya. 

Dan ini adalah hewat terimut di sini. Bukan ayamnya, tapi babinya! Namanya Kune-kune pig. Katanya sih ini babi asia, jadi bulunya lebih ke orange, terus matanya lebih sipit, dan ukurannya lebih mini daripada babi biasa. Sooo cuteee!

Domba yang ini ya, kayaknya pada dasarnya mukanya tua. Jenggotan, eh melet pula. Melas minta makan.

Dan yang ini adalah Alpaca! Mau difoto dari sisi manapun, tetap lucu! 

The hilllllssss are aliveeeee... (tiap kali liat yang luas-luas rerumputan dan hijau-hijau, bawaannya mau nulis caption itu melulu).

Tuh, cakep banget kan area peternakannya, dikelilingi bukit hijau. Nah setelah dari area peternakan, kita lanjut ke sisi satunya nih yang terpisah dari bagian Paradise Valley yang lain. Kalau yang kita lewatin tadi di sisi kanan lobby, setelah ini kita ke arah sisi kiri lobby. Ada apakah di sana?

Nah ini dia! Lion Enclosure! Dipisahin sendiri tentunya. Bayangin kalau dijadiin satu sama farm di sebelah, ludes semua itu binatang ternak. Tiap pukul 2.30 siang, ada lion feeding. Tapi kita nggak nonton soalnya ngejar arah balik ke Auckland biar nggak kena rush hour.

Nih foto dulu di depan kandang singa. Tentunya beda dengan singa yang ada di rumah alias Mama Leo(ny). Hihihi.

Kirain singanya dikit, eh gak taunya banyak banget! Pas kita hitung pakai mata (alias ngira-ngira) ada lima singa betina, dan tiga singa jantan. Bahkan di kebun binatang aja kayaknya singanya nggak sebanyak itu deh. Selain itu, singa-singanya sangat-sangat terawat dan gemuk-gemuk! Sehat walafiat sentosa sejahtera lah.

Dua singa jantan langi ngadem. Sehat bener ya tuh Singa. Keliatan gagah bener.

Nih kalau mau lihat kira-kira segede apa, itu yang di foto kira-kira setengah lingkarannya encounternya tuh. Gede kan? 

Pandangan matanya sangar banget! Bulunya tebal, pokoknya seneng lihat singa di sini diurus dengan baik.

Anak kecil ini mulai mutung karena panasnya memang luar biasaaaa!

Balik ke lobby, langsung deh, kita beli minuman dingin, dan anak ini langsung ngembat satu cookies jumbonya Cookie Time. Sementara mama ngasih makan si bayi kecil.

Foto ini sebenernya nggak terlalu penting-penting banget, cuma nggak tahan aja ngasih liat betapa jeleknya boneka singa ini. Berdiri pula! Hahahahahaha. 
Selesai sudah kunjungan kita ke Paradise Valley Springs. Kita sih suka banget ya, dan berharap areanya lebih luas lagi. Tapi untuk harga 30 dolar, sebenernya jauh lebih worth mengunjungi Auckland Zoo. Bedanya, di sini kita ada melihat ikan trout di habitat aslinya yaitu di mata airnya tadi, dan ikannya tuh BANYAK banget! Kalau semua spot yang isinya ikan kita foto, bisa-bisa entry ini isinya ikan doang. Sayangnya, pas kita ke sana, cuacanya itu loh, teriknya amit-amit. Seneng sih nggak hujan, tapi nggak tahan mataharinya nusuk kulit. Pas kita balik ke mobil, kita cek suhu ambiance, ternyata 35 derajat aja dong! 35 derajat kalau di Jakarta mungkin masih "mendingan" karena udara ketutup polusi, tapi kalau di sini, yang udaranya super bersih dan mataharinya nyorot, itu di aspal kayaknya bisa buat ceplok telor.

Selepas dari Rotorua, kita lanjut perjalanan pulang menuju Auckland dengan stop di cafe favorit kita di Hamilton yaitu Cinnamon untuk supper karena kalau masuk Auckland pasti kena macet. Entah sudah brapa kali kemari (dan kemarin sebelum kita trip lagi ke Napier di bulan April, mampir ke sini lagi! Nggak pernah bosen).

Flat White Coffee untuk yang nyetir

Tuh liat muka suami sampe mengkilap mateng saking panasnya.

Chocolate Caramel Crispy Slice buat si Abby.

Pizza buat bapaknya, asli lupa isinya apa.

Chicken and spinach wrap buat saya. Seger banget ya liat makanan-makanan ini.

Sementara bocah ini, minum ASI.

Bener aja, sampai di Auckland mah langganan kena macet kalau pas rush hour, apalagi hari itu hari Senin. Jadi pas kita sampai, sudah mendekati jam makan malam. Dan setiap habis perjalanan keluar kota yang isinya makanan western terus, sudah pasti kita tutup dengan makan Asian food di dekat rumah. Kali ini kita makan di Pho Heaven. Nah, resto ini tuh kecil, tapi hampir selalu ramai. Menunya sih makanan Vietnam, tapi yang punya orang Korea. Percaya atau ngga, di sini banyak banget restaurant yang dimiliki oleh orang Korea dan menunya bukan menu korea. Sushi restaurant aja, rata-rata tuh punya orang Korea loh, sedikit banget yang chefnya orang Jepang. Surprisingly, menurut saya, Pho di sini itu lebih enak daripada di Vietnamese restaurant yang lebih terkenal yaitu Hansan. Porsinya juga juara deh!

Yang ini punya Abby, Deep Fried Chicken on Rice. Ini sih lebih kayak Chicken Katsu gitu ya, tapi enak banget (bahkan lebih enak daripada katsu di resto Jepang standar).

Yang ini punya saya, Pho with meat combo (Pork, Chicken, Beef)

Rice with Grilled BBQ Pork. Nah ini punya Papanya Abby. Rasa porknya tuh endeus banget karena bumbunya meresap. Makan di sini selalu happy deh. Oh iya ada menu lain yang kita juga suka tapi gak pesen kali ini yaitu nasi goreng udang, dan udangnya itu berlimpaaaahhh! 
Nah, kelar juga akhirnya nyicil dua trip Rotorua yang sudah berlalu. Beneran kalau nggak di post, sayang banget, karena pingin buat kenangan untuk anak-anak. Kalau cuma lihat foto doang, kadang-kadang lupa loh kapan dan tepatnya dimana. Yang bikin menyenangkan di trip ini sih, anak-anak sudah makin bisa berinteraksi satu sama lain karena Tilly makin besar. Semoga pada nggak bosen ya ngelihatin cerita-cerita jalan-jalan kita. Sampai ketemu di edisi Abby dan Tilly Tamasya berikutnya!

8 comments:

  1. waaaah, jadi pengen banget jalan2 kesanaaa... dari dulu impiannya pengen ke NZ buat jalan2 di alamnya, main di peternakan2 gitu ahahahaha!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu hari kesampean ya. Puas2in deh guling2an di rumput peternakan, asal jangan kena pupnya animals hahaha.

      Delete
  2. aaahhhh...seru banget jalan-jalannya mba leony. Dan aduh itu tilly ucul menggemaskan banget...
    sehat2 terus ya mba Leony sekeluarga biar bisa jalan2 terus dan cerita2 di sini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makin gede, makin lucu anaknya. Amin semoga kita semua diberi kesehatan.

      Delete
  3. Foto Tilly duduk di baby chair gemesin banget! Kamu kok cepet gedenya, sih, bentar lagi mau setahun aja nih!

    Taman di sana memang luar biasa ya bagusnya. Dan serunya kita bisa pake spot untuk BBQ-an/piknik gitu ya. Mungkin kalo di Jakarta ada fasilitas kayak gitu udah kebayang sampah bertebaran di mana-mana ��

    Btw, jadi selama trip ini, cici masih pumping dan bawa homemade mpasi juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dua bulan lebih lagi menuju setahun. Di foto itu sih masih 6 bulanan.

      Mental manusianya dulu harus dibenerin kalau mau Jakarta rapi. Tapi nomer satu memang dari enforcement dulu demi mendidik warga (macam di Singapore).

      Iya, cici bawa cooler, pompa, box utk bawa perkakas (yang nanti dikosongin buat jadi steriliser pakai milton tablet).

      Delete
  4. Tillyyyy gemesin banget!! Hahaha
    Kok makin lama kayaknya jadi makin mirip papa, dua-duanya cetakan papa lol.
    Ci itu airnya beneran jernih banget yaaa demen liatnya <3
    Rusa dan singanya juga cakep-cakep banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahha, baru kamu yg bilang Abby mirip papanya loh. Rata-rata pada bilang Abby mirip mama. Kalau si Tilly, baru deh, mirip papa.

      Iya, di sini hewan-hewan itu terawat banget, dan diusahakan areanya luas dan mirip habitatnya. Makanya nggak lihat ada hewan yang kurus atau stress.

      Delete