Thursday, April 26, 2018

Abby dan Tilly Tamasya Ke Rotorua (lagi dan lagi!) - Bagian 1

Postingan kali ini, semuanya late post. Biarpun Abby sudah beberapa kali ke Rotorua, tapi baru kali ini perginya barengan sama Tilly. Trip yang pertama di bulan September 2017 pas Tilly usia 2 bulan lebih, dan trip yang kedua di bulan Januari 2018 pas Tilly usia 6 bulan lebih. Asik ya, masih bayi aja udah dua kali nginap di Rotorua hihihi. Mana sebelumnya udah ke gunung salju pula pas usianya belum dua bulan. Rotorua, kota yang jaraknya cuma 3 jam dari Auckland ini, memang selalu memanggil untuk dikunjungi balik, soalnya ada aja hal yang seru yang bisa kita lakukan di sana. Trip yang pertama itu dalam rangka ngajak adik saya jalan-jalan saat dia ke Selandia Baru untuk temu kangen dengan cici dan ponakan-ponakannya, lalu trip yang kedua itu, pas weekend terakhir sebelum Abby masuk sekolah setelah libur panjang musim panas. Sayang banget kalau dibuang, karena kita nyoba tempat nginap baru, dan tempat makan baru, plus ngelihat perkembangan anak-anak, ealahhh kok cepat amat besarnya. Fotonya udah diirit-irit nih ya, dan tetep masih panjang (huks). Yuk disimak!


30 September - 1 Oktober 2017

Saya masih ingat nih saat persiapan trip yang ini, balada punya mobil dua biji yang five-seaters, adanya orang ke enam di dalam grup mengharuskan kita untuk sewa mobil seven-seaters. Waktu itu kita order mobil online via Thrifty Rental Car, mobil yang kita order tuh SUV ukuran sedang misalnya Toyota Highlander, atau Hyundai Santa Fe. Tau-tau, begitu pas ambil mobil, yang dikasih.... Toyota Fortuner keluaran terbaru, Limited Edition hahahaha. Jadilah untuk trip ini kita nyobain mobil yang baru banget dan masih kinclong. Rejeki anak soleh! Pagi itu, tujuan pertama kita adalah langsung ke Skyline Rotorua alias naik gondola, lalu makan siang buffet di Stratosfare. Asli, sudah 3 kali ke Rotorua, 3 kali juga kita makan si Stratosfare lantaran bawa anggota keluarga beda-beda dari Indonesia. Rasa makanan sih tidak pernah mengecewakan, tapi yang mengherankan, sudah setahun lebih berlalu, menunya masih sama semua! Bedanya, pergi yang sekarang, saya sudah nggak hamil muda lagi seperti terakhir pergi ke sana, yang berarti nafsu makan sudah balik normal dan bisa makan berpiring-piring. Hore!

Si bayi dua bulan, siap lagi untuk road trip.

Gadis cilik, ditemani dua cowok ganteng (kata saya loh ya ganteng, soalnya yang satu adek sendiri, yang satu lagi suami sendiri).

Mama saya, sudah lama nggak naik gondola, agak deg-degan dikit pas awal duduk.

Sebelum mamanya makan, yang kecil dikasih makan dulu, biar kalau udah kenyang, mamanya bisa makan dengan penuh konsentrasi (sampai begah).

Nikmat manakah yang kau dustakan. Makan buffet enak, dengan latar belakang pemandangan danau dan kota Rotorua dari ketinggian.

Nah bener kan, abis nyusu, waktunya molor deh! Hidup itu indah ya, Nak. 

Ini dia gondola yang mengantar kita ke atas, dengan pemandangan kota Rotorua yang berkabut.

Pemandangan cantik di belakang itu adalah pohon Sakura. Cakep banget ya, sudah masuk spring jadi itu bunga mulai bermekaran dengan indahnya walaupun jujur, cuaca masih dingin aje gitu!

Cantik banget ya pemandangan kotanya, walaupun langitnya kelabu.

Di foto ini, saya merasa badan saya tegak kaku seperti balok kayu. Yang penting belakangnya cakep deh. Katanya sih minggu sebelumnya lebih rimbun lagi tuh, sekarang sudah banyak yang rontok. 

Biarpun kecil, paling banyak gayanya.
Kalau ke Skyline Rotorua, wajib hukumnya untuk main Luge. Once is never enough! Kita semua naik luge termasuk Abby, tapi mama saya nggak berani. Makanya dia nangkring aja nungguin di atas barengan sama Tilly.

Mendadak, langit cerah ceria, makanya langsung deh kita foto wajib untuk turis dari Jakarta.

Langit biru, awan putih.... terbentang indah, lukisan yang kuasaa.. (hayo lagu siapa ini?)

Mama saya, ketemu tulip sepot warna warni, girang bener!

Berhubung nggak berani naik yang beneran, akhirnya mama saya nyoba naik yang boongan di lobby bawah, demi apa? Demi difoto hihihihi.
Hari itu, kita memilih untuk tinggal di Emerald Spa Motor Inn, Rotorua. Waktu kita book motel ini, di Tripadvisor rankingnya nomor 1 untuk tempat penginapan di Rotorua. Rate yang kita dapat untuk saat itu adalah 310 dolar/ malam untuk family unit yang terdiri dari dua kamar tidur dengan ranjang ukuran king, dan satu kamar mandi. Di ruang tamu ada sofa bed yang bisa diconvert untuk jadi satu ranjang ukuran queen, yang jelas nyaman untuk 4 orang dewasa, 1 anak, dan 1 bayi. Tak lupa, seperti motel pada umumnya, dilengkapi juga dengan kitchenette kecil, yang sangat berguna kalau kita membawa bayi. Cuci-cuci botol jadi gampang!

Boneka kecil lagi bobo. Enaknya pas umur segini, belum bisa guling-gulingan. Ditaruh di situ, ya diem aje gitu.

Kamar satunya lagi, ranjangnya sama-sama king.

Dan ini juga yang bikin kita milih tinggal di sini, ada bathtub gedenya, yang ada spajet-nya. Asik banget abis badan ngerentek, malem-malem berendem di sini, pake bubble bath dan nyalain mesin jetnya. Life's good!


Ini dia sofa di ruang tamu yang bisa diconvert jadi queen size bed. Yang tidur di sini, tentu saja adik saya (yang terpaksa rela berkorban hahahahha). Tapi dia malah seneng di situ, bisa gegoleran sendirian, daripada di kamar, bobonya jadi berdua. 

Di luar pintu kamar, bisa ngintip gunung, cakep banget!

Jalanan di depan motel hari itu, sepiiii...

Yuk bocah, siap untuk pergi makan malam?
Malam itu, kita nyoba-nyoba resto yang katanya endeus banget, padahal menunya sederhana. Namanya The Factory Smokehouse and Grill. Pas kita sampai, dari luarnya itu keliatan sepi dan suram gitu, begitu masuk ealah...ruame! Banyak juga keluarga yang lagi makan. Menunya tuh simpel banget, mostly burgers (ada yang regular, dan ada yang premium burgers), ribs, lalu dengan beberapa side dishes. Kita pesan apa aja?

Nah ini dia pesanan kita sekeluarga. Harganya padahal nggak murah, tapi datangnya beneran pakai tray dari kertas gini, serasa mau ditakeaway semua hihihi. 

Yang ini, kids mealnya Abby, Mini Angus Cheeseburger with Fries and Corn on the Cob.
Ini dia snack paling juara! Enaknya minta ampun. Namanya Pork Belly Bites (a.k.a potongan samcan!). Crispy Pork Belly smothered in Orange Pop BBQ Sauce (nah, bayangin itu saus BBQ-nya tuh dibikinnya dari Fanta Orange gitu...nyammm!)

Tiga burger yang kita pilih, semuanya dari range Premium Burgers. Soalnya seru-seru banget isinya. Yang ini namanya The Epic Burger, pesanan suami saya. 50/50 Patty (alias separo beef, separo pork), applewood smoked bacon, pulled pork, cheddar cheese, crackling, aioli, and Memphis BBQ sauce.


Ini punya saya, namanya The Renegade. Free-range Southern fried buttermilk chicken with applewood smoked bacon, chicken crackle, Factory Sauce, avocado and cilantro smash on a bed of lettuce. 
The Original, yang ini punya adik saya. Hand crafter beef patty, applewood smoked bacon, cheddar cheese, lettuce, onion, tomato, aioli and Factory sauce. Buat nemenin makan burgernya, kita pesan fries juga untuk dishare.

Nah, ini pesanan mama saya, katanya sih pingin diet, padahal, mana bisa diet sih kalau pergi sama saya? Garden salad, plus yang di bawah ini nih.

Calamari, hand cut in house, coated, and served with tartare. 
 Rasanya gimana? Semuanya tentu enak dong! Abby aja ludes langsung. Artinya mantap itu!

Quote keren yang layak dibagi.
Nah, habis makan, pulang, mandi, molor, lanjut deh ke hari kedua alias siap-siap check out, untuk melangkah ke tujuan selanjutnya.
Om yang baik, megangin pisang ponakannya hihihi. Mana ranjang dia pagi-pagi udah dibajak sama si ponakan.

Kalau ponakan yang ini, siap juga nih jalan-jalan. Bajunya gonjreng banget deh hari ini!
Tujuan pertama brunch kita kali ini, adalah Artisan Cafe. Hari itu cuacanya ujan semeriwing terus deh, pokoknya kurang asik. Kita kirain mah resto-resto bakalan sepi, eh gak taunya rame aje dong! Ini kita hokiiiii banget dapat meja terakhir di dalam, setelah itu orang masih terus ngantri masuk. (Enak bener, tinggal nyetak duit aje hahahaha).
Nggak ada satu mejapun yang kosong, dan kita sangat beruntung dapat meja yang ukurannya besar, bisa nampung kita berenam.

Lucu bener ya, itu bagian depannya bisa taruh keranjang gede banget, serasa sepedanya di film ET.

Berhubung cuaca dingin, semua orang maunya di dalam semua.

Hearty Artisan Breakfast. Kita pesan ini dua porsi, satu untuk suami, satu untuk adik saya. Streaky bacon, eggs, pork & fennel sausages, potato rosti, sautéed mushrooms, spicy beans, toast, tomato & red pepper relish and roasted tomato.

Yang ini pesanan saya. Unfortunately sudah nggak ada di menu sekarang. Tapi kira-kira isinya tuh chorizo, spicy beans, tomato & capsicum relish, poached eggs, and toast. Seru rasanya nano-nano, ada unsur Mexicannya juga.

Yang ini punyanya Abby, Ham and Cheese Sandwich with Fries. Serving traynya aja pakai Maxwell Williams ya. Ini resto mahalnya kayaknya talenannya nih hahahaha. Canda ding. Emang enak semua makanannya. 

Mau makan kentang aja, gayanya berlebihan.

Omelette ini pesanan mama saya. Creamy omelette with your choice of 3 filling. Waktu itu milihnya bacon, mushroom, and spinach. 

Yang ini, tentu saja hasil saya laper mata, yaitu warm apple cake! 
Again, nggak salah pilih, semua makanan di sini enak-enak adanya! Nggak salah tempat ini ramai terus dan lumayan dicari orang. Padahal ya, nyari parkirnya nggak gampang loh! Setelah brunch, perjalanan dilanjutkan ke Lake Rotorua area untuk foto-foto. Tapi sayang banget cuacanya nggak bersahabat, hujan rintik-rintik dan lumayan dingin.

Foto di depan Lake Rotorua. Mukanya udah ngga keruan nahan dingin, tapi itu bebek di belakang pada tenang-tenang aja semuanya.

Lanjut lagi ke area museum, bunga pada mekar semua, indaaahhh banget!

Muka-muka merinding foto di depan Rotorua Museum, demi deh demi, daripada ngga ada kenangan. 

Biarpun dingin dan hujan, masih aja orang ramai di lapangan. Bunga tulipnya mengundang banget untuk difoto.
Selepas dari kota Rotorua, kita lanjut perjalanan ke arah pulang dengan mampir di Hobbiton. Buat turis, wajib banget ini untuk mengunjungi lokasi pembuatan film Lord of The Rings yang kesohor. Saya sekeluarga sebetulnya sudah pernah ke sini di trip kita bulan Desember 2016. Makanya kali ini yang masuk cukup mama saya, adik saya, dan si Abby ngintil (si Abby ini masih gratis tiketnya, kalau yang dewasa bayar 85 dolar per orang). Untuk lebih detailnya soal Hobbiton, bisa dilihat di postingan kita yang lalu. Sekarang saya bagi sedikit aja ya fotonya.

Abby yang semakin ngerti cara bergaya.

Beneran serasa berada di negeri dongeng!

Little Red Riding Hood nyasar

Ketok pintu dulu, kali-kali dibukain terus dikasih makan. 

Seingat saya, inilah satu-satunya pintu rumah Hobbit yang terbuka, itupun dalamnya ngga ada apa-apanya. Kalah deh dengan Hobbiton KW yang di Bandung, sampai ada interiornya segala cuy!

Cantik banget, kayak di kartu pos.

Biarpun langit kelabu, yang penting nampang dulu di plang Hobbiton.

Sementara saya dan suami (plus Tilly) ngemil hotdog, salad buah, dan ngopi di kafe. Eh Tilly-nya minum ASI deh hehehe.
Pulang dari Hobbiton, mampir dulu sebentar ke rumah. Seperti biasa, tiap kali habis trip begini, selalu kangen banget dengan makanan Asia. Mampir lagi deh kita ke Fu Lin Kitchen yang jaraknya dekat dari rumah. Waktu balik dari Mount Ruapehu ya mampir kemari, sekarang mampir kemari lagi. Memang ini resto favorit, apalagi selama hamil dulu, sampai encinya sudah kenal sama kita. Pokoknya makan di sini mah kagak pernah kecewa deh!

Eggplant with chicken and salted fish

Salt and Pepper Squid

Sweet and Sour Pork, ini makanan favoritnya Abby!

Wonton Soup, buat angetin badan.

Dan yang ini, beneran angetin badan. Namanya Chili Beef, jadi sapinya ini dimasak pakai cabe dan bumbu mala, siap-siap deh lidah mati rasa dikit-dikit. (Buat yang suka makan Szechuan cuisine, pasti paham yang saya maksud). 
 Bonus:
Nah, biasanya nih, saya mah ogah nebus-nebus beginian, tapi adik saya (yang lagi jadi turis itu), nebus foto sekali jadi ini untuk kenangan. Sayang euy 35 dolar buat foto burek begini hahahaha. Ini hasil scan pakai scanner di rumah. Mayan deh jadi punya foto berenam (walau yang satu lagi celentang di stroller).
Nah, selesai sudah deh trip pertama Abby dan Tilly ke Rotorua. Yang jelas, kita nih tau, kalau si Tilly ini ternyata juga hobi jalan-jalan kayak ortunya. Setelah melewati trip ke Mount Ruapehu, trip ke Rotorua ini terasa gancil adanya! *sombong dikit hahahaha* Berarti masih ada satu trip Rotorua lagi ya yang ketinggalan? Padahal udah ngirit banget nih ngasih fotonya, kok masih panjang aje sih? Yo wis, nanti di post selanjutnya, disambung lagi dengan trip kedua ke Rotorua di bulan Januari 2018 kemarin. Tempat tujuannya baru lagi. Nggak ke Skyline, nggak ke Hobbiton, lalu kemana dong? Tungguin aja yah!

12 comments:

  1. betul, yg penting kenangan-nya kan walau harus nebus foto.

    tebak lagu: "Balon Udara" by Sherina

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici sih cukup kenangan digital aja deh alias scan dari kamu. Gak ada tempat majangnya.

      Betul, 100!

      Delete
  2. si Abby kayak gadis berjubah merah yang di dongeng2 itu loh ci... eheheehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong, Little Red Riding Hood.

      Delete
  3. pork belly bites nya tuh kayaknya enak banget! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang paling enak, tapi paling "bahaya". Mana nagih pula.

      Delete
  4. Jadi ketawa sendiri ngebayangin postingan aku tentang Hobbiton KW terus liat ini, hahahaha. Memang yang asli itu nggak pernah bisa dikalahkan.

    Itu menu terongnya jadi keinget dulu pas kuliah di China hampir tiap hari sayurnya itu mulu, hahaha. Btw, Abby makin pinter pose aja nih, sambil makan fries aja posenya manis sekali :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah Jane, cici tuh demen banget terong dimasak gitu. Bahkan di rumah juga suka masak model gitu, tapi ditambah cabe dikit biar sedap. Itu yang punya restonya memang masih Cina banget cara masaknya, dan brasa home made.

      Delete
  5. duhh bagus yaa rotorua inih, pantesan lo balik lagi balik lagi..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong, tuh di post selanjutnya udah balik lagi ajeee... :)

      Delete
  6. waah sayang ya di Hobitonnya gak pas lagi cerah, kalo cerah makin mantep deh hehehe
    Kalo lagi travelling gini Abby ada drama-drama rewelnya ci? Apa anteng aja terus?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hobbiton tetep cakep sih walau mendung. Untung pas pergi pertama lebih cerah daripada yang kedua.
      Abby itu anak yang oke banget diajak travel. Hampir gak pernah rewel. Rasanya dia rewel itu selama sejarah travel cuma pas di Disneyland Tokyo hahaha.

      Delete