Thursday, May 18, 2017

Abby Nonton Cirque Grande

Setelah minggu lalu perasaan dibikin campur aduk oleh situasi politik di Indonesia, marilah kita balik ke postingan santai-santai kayak di pantai. Melanjutkan cerita liburan midterm Abby, pas waktu kita mampir di library alias perpustakaan umum di sini, di temboknya ada poster gede pertunjukan Cirque Grande. Pas lihat tanggalnya, ih, pas banget memang diadakannya pas libur midterm. Pulang dari library, langsung deh saya cek-cek di internet soal pertunjukan ini, apalagi Abby kan belum pernah ya punya pengalaman nonton sirkus yang di dalam tenda gitu. Pasti seru banget buat anak sebesar dia.

Saya sendiri juga sudah lamaaa banget nggak nonton sirkus. Rasanya terakhir nonton itu tahun 2002 di San Fransisco pas lagi liburan musim panas. Waktu itu saya nonton sirkus legendaris Ringling Brothers and Barnum Bailey dan pulangnya nenteng merchandise boneka gajah. Jaman tahun segituisi sirkusnya banyak binatangnya loh, tapi jaman sekarang, apalagi di Auckland sini, no no no no, anti banget sama pertunjukan binatang. Jadi Cirque Grande ini murni isinya cuma aksi akrobat manusia. Oh iya, buat penggemar sirkus, Ringling Brothers akan melaksanakan finale show, alias show terakhirnya EVER, setelah berdiri dari tahun 1871 hari Minggu ini tanggal 21 Mei 2017 pukul 4 sore EST dan akan disiarkan via Facebook live (sayangnya kalau di Indonesia jadi hari Senin 22 Mei 2017 pukul 3 pagi). Rupanya walaupun melegenda, mereka sudah tidak mampu lagi untuk menangani biaya pemeliharaan yang semakin mahal, ditambah lagi penjualan tiket yang semakin menurun. Hiburan klasik semacam ini makin lama makin ditinggalkan, kalah dengan segala sesuatu yang modern. Orang tua juga suka sungkan mengeluarkan dana untuk pertunjukan semacam ini dan lebih memilih kasih anaknya yang gratisan semacam nonton di gadget. Plus feeling saya sih, aksi-aksi gencar terhadap animal rights juga bikin sirkus tradisional makin terpuruk. Sekelas Ringling Brothers aja bisa bangkrut, padahal buat orang Amerika, sirkus ini sudah jadi tradisi keluarga. As much as I don't like animal circus, sedih juga ngebayangin legacy di atas 100 tahun akhirnya runtuh. Kata-kata perpisahan dari produsernya bisa dilihat di sini ya. 

Back to pertunjukan Cirque Grande, habis baca infonya di internet, eh kok ternyata tiketnya nggak gitu mahal ya. Paling mahal itu tiket dewasanya 45 dolar dan tiket anaknya 35 dolar. Terus saya beli tiket yang mana? Yang paling murah aja lah ya! Soalnya pengalaman nonton sirkus, makin ke belakang itu malah makin oke, apalagi kalau seatnya elevated alias bertingkat. Jadi akhirnya saya beli tiket yang termurah yaitu 29 dolar untuk dewasa dan 19 dolar untuk anak. Dengan modal 48 dolar saja untuk berdua, berangkatlah kita minggu depannya, hari Rabu, 26 April 2017 ke parkiran ASB Showgrounds untuk nonton show yang pukul 2 siang. Nyampe situ kira-kira 30 menit sebelumnya... Ealah kok kosong melompong? Sepi cuy! Padahal lagi libur midterm loh, dan tiketnya nggak mahal-mahal bener. Nah sepengetahuan saya kalau show yang malam justru jauh lebih ramai. 

Kita tuker tiket online kita di sini, jadi dapat karcis gitu 2 lembar. Karcisnya manual loh, dilingker-lingkerin sendiri sama tukang tiketnya.

Kita nggak boleh masuk tenda dulu, jadinya foto-foto dulu aja lah yaowww... Tendanya bagus dan rapi, nggak bolong-bolong kayak jaman dulu nonton sirkus China di Jakarta.

Baru aja sampe, mama udah ditodong beli popcorn. Popcorn sekantong kecil gitu 4 dolar hahahaha. Eh lucunya, yang dagang di dalam itu juga ada beberapa pemainnya loh, udah pake baju dan make up lengkap pula! Bener-bener deh serba multitasking orang-orang sirkus ini.

Salah satu pemainnya keluar duluan, menghibur anak-anak yang nunggu di luar sebelum tendanya dibuka.

Akhirnya, kira-kira 10 menit sebelum mulai, kita dipersilakan masuk ke tendanya. Nah, tiket yang paling mahal itu di kursi yang oranye (cuma dua baris), lalu kedua termahal di kursi yang kuning (lagi-lagi cuma dua baris), setelah itu langsung deh, deretan kursi kita alias yang paling murah! Boleh duduk di mana aja pula. Ya jelas langsung milih paling depan di barisan kita alias baris ke lima hahaha. 

Hore, asik malah dapat elevated seat, paling depan! Kebanyakan orang di siang itu memang milih seat yang paling murah walaupun ada juga yang milih seat mahalan. Kayaknya cuma 3 keluarga aja hihihi. 
Saya jadi paham kenapa show siang nggak gitu ramai. Ternyataaa... PANAS EUY! Begitu di dalam, nggak ada perputaran udara, saya jadi ngerasa si Abby salah kostum. Tapi anaknya mah tenang-tenang aja tuh. Sedihnya, dimana-mana ada aja orang yang manfaatin kesempatan. Begitu show mulai, ada sekeluarga yang pindah dari kursi yang paling murah, ke paling depan! Parah nggak sih? Bisa tebak nggak orang mana? Bukan orang Asia ya. Kalau yang tinggal di Australia sama di Selandia Baru, pasti bisa ngira-ngira deh orang apa yang sifatnya suka jelek gitu hahahaha. Mau berusaha nggak stereotyping tapi suka susah euy. Maklum banyak pengalaman pribadi yang kurang ngenakin.

Nah ini si pemain yang tadi pake dingklik tinggi, muter-muter menyapa sekalian dia ngaso juga hahaha. Pedang-pedangan yang dipegang anak-anak itu bisa dibeli di tempat, satunya 10 dolar. Untung si Abby gak minta. Kalo minta nggak bakalan saya kasih. Bisa tambah kapal pecah nanti di rumah. 
Shownya dibuka dengan MC bule yang super jayus. Inget ya tadi saya bilang di sini semua orang multitasking. Jadi jangan bingung sebenernya pemainnya tuh sedikit aja, tapi mereka bisa tampil berulang kali untuk aksi yang berbeda. Kebanyakan pemainnya berasal dari Tiongkok, dan masih muda-muda banget! Cuma dua orang kaukasia di dalam team ini. Melihat sepinya penonton hari ini, saya jadi mikir, gimana caranya mereka survive ya? Modalnya gede loh itu, tendanya bagus, kursinya bersih dan rapi, lightingnya mumpuni, belum lagi sound systemnya. Tapi yang saya salut dari penonton NZ, walaupun kita cuma sedikit, tapi tepukan tangan dan teriakannya heboh, jadi bikin performernya tetap semangat. Nggak ragu-ragu kayak penonton di Jakarta (ini berdasarkan pengalaman saya kalau nonton show di Jakarta ya... suka malu2 penontonnya kasih support).

Shownya sendiri berlangsung selama 1 jam 45 menit, termasuk intermission selama 15 menit. Lumayan lama ya. Saya bagi dikit deh di sini biar tau keseruannya seperti apa. Harap maklum fotonya warnanya acakadul lantaran lightingnya warna warni kenceng abis. Tapi foto-foto ini benar-benar tidak bisa menggambarkan keseruan di sana. Harus lihat sendiri dan rasakan sendiri sensasinya secara langsung.

Anak-anak cowok muda aksi akrobat topi.

Lanjut lagi akrobat pakai tali. Ih lincah-lincah banget anak-anak ini.

Anak-anak gadis muda aksi rollerskate. Ini ada yang kuat banget loh lehernya, yang kecil itu bisa glantungan di leher yang gede sambil nonstop muter-muter di panggung kecil itu. Ampun dah!

MC jayus ngerangkap juga jadi juggler. Naik sepedanya itu sampai dibantu penonton dua orang loh saking tingginya.

Pasangan yang ini, akrobatnya adalah keseimbangan. Itu gigi sama kepala kuat banget deh. Pasti kalo saya gigit gituan, ilernya udah meluncur kemana-mana.

Nggak lepas-lepas loh itu dari mulut, sambil manjat pula dan goyang-goyangin pita.

Ini yang mana tahan, anaknya kecil-kecil banget, sampai sebelah saya penasaran nanya, kira-kira umur berapa anak-anak ini. Badannya lentur udah kayak kawat. 

Mules yak liatnya. Ydah nggak jelas pala siapa kaki siapa.

Balik lagi tampil anak-anak muda cowok, gagah-gagah ya. Kali ini mereka siap-siap atraksi melompat di antara hoop.

Hiyaaahhh bisa loncat setinggi itu!
Nah sehabis ini ada intermission 15 menit. Eh iya, ada kejadian kocak nih, sepanjang show tuh kan saya beberapa kali ya ambil foto. Tau-tau pas intermission, ada pengumuman (via rekaman macem suara Maria Oentoe di 21 Cineplex gitu) kalau sebenernya nggak boleh ambil foto! Hahahaha. Aduh telat deh. Nah berhubung ownernya daritadi  mondar mandir di situ dan nggak negur, saya anggap ambil foto boleh kali ya beberapa kali, asal nggak pakai flashlight dan nggak untuk kebutuhan komersial.

Hayo, inget nggak ini siapa? Ini yang tadi pake dingklik tinggi jalan-jalan di awal itu loh, ternyata dia badannya lentur dan kuat abis! Keren loh gelantungan gitu, apalagi kalau udah sisa talinya nemplok di ujung kaki doang, aduh ngeri jatoh deh.

Kalau ini dua cewek remaja, pake pole serasa pole dancing. Tapi yang ini mah, pole dancing on steroid. Gila-gilaan kuatnya. Susah digambarkan deh kalau cuma lihat foto sebiji, harus nonton langsung. 

Dua anak cewek ini adalah yang terkecil di dalam troopnya. Saya dan sebelah saya nebak-nebak paling mentok mereka usia 7-8 tahun. Tapi badannya kuatnya luar biasa. Itu mereka berdua susun-susun kursi dan balancing sampai ke atas loh. Kakak-kakak di bawahnya itu cuma bantu ngasih kursinya aja.

Intermezzo lagi dengan si juggler jayus ini sebelum show pamungkas.

Nah, ini dia bagian dari show pamungkasnya. Aslinya sih jauh lebih lama, dan sepedanya banyak. Cuma terakhirnya mereka pakai satu sepeda aja nih, dengan orangnya yang numpuk kayak sarden. Tapi ini belum apa-apa... lihatlah foto selanjutnya!

Iyak 12 orang aje gitu di satu sepedaaaa!! Ihiyyyy!!! 

Pemainnya keluar semua. Tuh totalnya cuma segitu aja loh! 

Foto dulu ya sebelum ninggalin tempat acara. Hari itu rambut Abby masih panjang, cuma saya jepit. Dua hari kemudian sudah saya babat lagi hahahaha. Nggak tahan euy lihat rambutnya kewer2. 
Jadi gimana kesan-kesan nonton sirkus pertama kali di Auckland? Seru!! Apalagi bawa anak, serunya nambah karena lihat ekspresi dia. Abby tuh senengnya minta ampun loh, nggak sedikitpun kelihatan ngantuk dan bosan, padahal shownya lumayan lama dan ruangannya lumayan panas. Dia bisa ngoceh terus dan tepuk tangan dengan gembira. Pokoknya sukses lah acara nontonnya. Di sisi lain, saya merasa circus troop ini hebat sekali, bisa bertahan keliling dari kota satu ke kota lain, dan mereka semua tinggal di trailer loh. Trailernya besar-besar diparkir di belakang tenda. Saya juga lihat ada beberapa pelatihnya juga dan pemiliknya ikutan mantau terus dari samping lapangan. Walaupun sekarang dunia sirkus klasik ini semakin ditinggalkan, semoga masih ada beberapa troops yang terus bisa bertahan. Kalau ada sirkus klasik di kota anda, kalau bisa pada nonton ya, supaya mereka-mereka yang berjuang di dunia hiburan ini bisa terus mempertahankan eksistensinya. Sampai ketemu lagi di edisi nonton selanjutnya!



5 comments:

  1. Ngemeng-ngemeng, usia udeal anak buat nonton sirkus umur berapa menurutmu, Le? Aku agak takut bawa C nonton sirkus. Takut naaknya tiru-tiru adegan sirkus. Hadeh

    ReplyDelete
  2. g juga dah lama ga liat sirkus luh . bgs juga ya tuh sirkus nya
    btw Abby mirip bapake ya le ? salam & kiss2 buat Abby

    ReplyDelete
  3. Wow seru banget anak-anak yang performing di sirkusnya! Ini anak-anaknya latihan sejak umur berapa ya, badan pada lentur amat kayak karet.

    Dan ini satu-satunya sirkus terSEPI yang pernah aku liat, hahahaha. Biasa nonton sirkus emang malem sih, yaaa.

    ReplyDelete
  4. jarang euy di jakarta ada sirkus.. kemarin ini ada sih di BSD, tapi iklannya kurang menggiurkan. Abby anteng ya sepanjang acara 1.5 jem.. kalo si Grace rasa2nya bakalan bosen terus minta jalan2 keluar deh haha

    ReplyDelete
  5. Waittttt.. udah lama banget kynya ga mampir sini yahhh.. apa kabar Leeeee???? Hahaahaa

    Wahhh Abby rambutnya udah panjang, nice hair, Abby :)

    Btw kebayang dah ntn sirkus siang2, pasti panas. Etapi ga sepanas disini lah yah klo siang haha. Iya wkt itu di BSD ada sirkus tp gw ga ntn euy, pdhl gw demen ntn sirkus.

    ReplyDelete