Thursday, May 04, 2017

Abby Jalan-Jalan Ke Auckland Zoo

Mulai dari Paskah kemarin, Abby libur midterm selama 2 minggu. Dua minggu yang kita berusaha isi dengan hal-hal menyenangkan dan berfaedah buat anak ini, mulai dari ke perpustakaan (yang berakhir dengan dia malah main beberapa jam dengan anak-anak lain di bagian depan sampai sendal jepitnya putus keinjek), wisata dalam kota, sampai wisata luar kota. Saya kepingin banget membuat libur midterm ini menjadi cukup memorable, karena kemungkinan ini libur midterm terakhir Abby di mana saya bisa bebas nemenin dia jalan-jalan berduaan aja, sebelum anak di perut nanti lahir. Libur midterm selanjutnya baru akan ada Juli nanti. Salah satu tujuan yang kita pilih kali ini adalah ke Auckland Zoo alias Kebun Binatang Auckland. Apa sih istimewanya ke kebun binatang ini? Nah mendingan diliat sendiri deh ya. Kebetulan saya lupa bawa lensa zoom buat kunjungan kali ini, jadi ya foto binatangnya secimit2 doang (salahkan hormon kehamilan yang suka bikin pikun).  Menurut saya pribadi, yang lebih istimewa dari kunjungan ini sih bukan soal zoo-nya. tapi soal gimana si Abby ini punya antusiasme yang luar biasa untuk melihat binatang, sampai minta foto melulu dengan gayanya yang kebanyakan. Selamat menikmati!

Jumat, 21 April 2017

Tadinya tuh ya, kita mah mau perginya hari Kamis, ehhhh ujan terus seharian, bikin hati jadi resah. Akhirnya setelah melihat prakiraan cuaca, tuker deh ganti jadi hari Jumat. Katanya sih bakalan berawan dan ada gerimis-gerimis dikit. Cincai lah ya, udah jadi mahluk separo Kiwi, gerimis doang ngga masyalah lah yaow! Jadilah kira-kira 11.30 pagi, sehabis perut sudah pada kenyang, saya dan Abby berangkat ke Auckland Zoo. Saking antusiasnya, si Abby nanyain melulu, "Are we there yet?" berulang-ulang, padahal perjalanan cuma 25 menit. Begitu sampai di parkiran, alamakjannn... penuhnyaaa! Ternyata banyak juga yang punya ide sama untuk ke zoo. Untung setelah muter dua kali, akhirnya ketemu orang yang mau keluar, eh pas deket pula sama pintu masuk. Rejeki anak soleh dan ibu hamil!

Begitu masuk, tengok kiri, ada loketnya. Harga tiket satu dewasa 28 dolar, dan anak usia 4 sampai 14 tahun 12 dolar. Si Abby pas ya baru mulai bayar hihihi. Kalau kita mau medit, ngaku anaknya umur 3 juga bisa kali ya karena si Abby kan nggak segede anak Kiwi, tapi jadi orang jujur lebih enak. Cuma gara-gara 12 dolar ngorting umur anak mah hati kagak tenang.

Nih antrian loketnya, tertib banget dan petugasnya sigap kerjanya.

Kirain mah kita dikasih tiket beneran gitu ya abis bayar. Ngga taunya ini receipt alias bon juga berfungsi sebagai tiket masuk. Cukup kasih liat ke petugas yang periksa. Kita juga dikasih selembar peta untuk digunakan dalam perjalanan di dalam. Asli kalau ngga ada peta mabok juga sih, secara ini tempat gedenya 17 hektar... Pheww...

Ini kebun binatang usianya udah mau 100 tahun aje gitu!

Pas baru masuk area zoo-nya,  ada petugas yang foto kita berdua pakai background green screen. Kita disuruh pose dadah-dadah tangan, lalu ada juga pose nengok ke kanan. Kita mah ikut-ikut aja deh arahannya. Siapa tau hasilnya bagus, tar pulang bisa tebus. Difoto kan gratis, nebusnya yang bayar.


Begini suasananya pas baru masuk, banyak baliho-baliho dari sponsor. Di belakangnya itu ada playground dengan prosotan super panjang. Biasanya si Abby tuh tertarik banget ke playground, tapi kali ini, lebih tertarik buat explore zoo-nya. Ini anak mama kok cepet amat sih gedenya!
Pas nanya Abby mau lihat binatang apa, dia langsung ngomong tanpa ragu, "GIRAFFE!!" alias jerapah. Tapi mama kan "pinter". Kalau dikasih liat jerapah duluan, bisa anaknya habis itu bosen. Mama langsung buka peta, sengaja jerapah dijadikan tujuan paling akhir, biar anaknya semangat! Pinter kaaannn ? (muji diri sendiri).

Gara-gara cuaca mendung-mendung gelisah, banyak binatang mamalia yang ngga muncul ke permukaan. Rata-rata lagi pada tidur di rumahnya masing-masing. Walaupun bisa dilihat, ya paling sekelebat aja, dan susah bener difotonya. Ya eya lah, lagi jalan aja susah difoto, apalagi pas tidur mojok. Salah satu encounter terbesar pas kita baru masuk ke dalam adalah, Harimau Sumatera! Asli bangga banget ngelihat gimana Harimau Sumatera dapat tempat istimewa di sini. Walaupun saya nggak bisa foto mereka karena lagi bobok semua, tapi saya kasih lihat sedikit gimana pihak kebun binatang kasih display spesial untuk 3 macan ini.

Tuh, ganteng dan cantik kan ya! Ada Jaka, Berani, dan Molek. 

Display-display di sini sederhana tapi enak dibacanya. Di encounter lain juga banyak display-display seperti ini untuk memudahkan kita mengenal binatang. 

Di seberang encounter harimau, ada rotunda besar. Banyak sekali anak-anak dari luar kota yang kumpul dan mengadakan field trip ke Auckland untuk menghabiskan midterm mereka.
Daerah pertama yang kita masuki adalah Australian Encounter. Isinya ada beberapa binatang asli Australia. Tapi sayang sekali banyak yang terlalu jauh dan susah untuk difoto. Di sisi lain, saya senang karena encounternya lega dan besar banget sehingga binatang bisa berkeliaran bebas. Sistem pengamanan antar encounter di seluruh zoo ini (kecuali binatang buas) juga bagus sekali dengan sistem pintu ganda bermagnet yang hanya bisa dibuka per satu pintu setiap kali lewat, sehingga binatang-binatang tidak ada yang kabur dari tempatnya masing-masing. Kebayang ngga cara kerjanya? Jadi nih misalnya kita mau pindah dari encounter A ke encounter B. Pas kita buka pintu encounter A, kita nggak bisa langsung buka pintu encounter B. Jadi pintu encounter A kudu nutup dulu, baru bisa buka pintu encounter B. Begitu pula sebaliknya. Walaupun sistem ini bukan sistem baru, tapi nggak semua zoo di dunia menerapkan konsep ini.

Burung Emu lagi bobok. Si Abby awalnya ngira ini Ostrich. Padahal gedean Ostrich kemana-mana. Di sini juga ada Wallaby (sejenis Kangguru kecil), tapi bener-bener jauh mojok. 

Yang ini namanya Lace Monitor. Bentuknya agak mirip dengan Komodo, tapi ukurannya lebih kecil. Cuma kalau ketemu langsung dan nggak dibatasi kaca sih, saya kabur juga! 

Snake-Neck Turtle alias penyu berkepala ular. Hayo kepalanya yang mana? Ukurannya kecil kira-kira 30 cm total panjang dari buntut sampai kepala, dan seru berenang-renang di aquarium. 
Area selanjutnya yang kita lewati adalah The Tropics yang menampilkan hewan dari daerah tropis. Baru tiba sebenarnya ada encounter burung Macaw, tapi si Abby nggak suka soalnya tuh burung brisiknya minta ampun. Suaranya kuenceng pula, wakkk wakkk wakkk. Maklum, punya anak ngga suka yang noisy-noisy. Kalau di toilet umum aja papa mamanya gak boleh pake hand dryer.

Galapagos Tortoise alias Kura-Kura Galapagos. Salah satu binatang yang usianya bisa panjang banget sampai ratusan tahun, dan badannya besaaarrr! Udah tau kan ya bedanya Turtle dan Tortoise? Turtle = penyu = bisa berenang. Tortoise = kura-kura= ngga bisa berenang. Gitu aja deh simpelnya. Galapagos Tortoise ini encounternya ada di dalam ruangan, dan dijaga dengan suhu yang sesuai.

Pohon-pohon kaktus yang besar-besar dan terawat. Kebun Raya Bogor punya nggak kalah kok bagusnya.

Pose dulu, minta sendiri. Disuruh di depan kaktus yang bagusan ngga mau, malah mau kaktus yang ini. Kasih deh kasih...

Snow Headed Tamarin. Bentuknya kayak monyet kecil dengan bulu berwarna putih. Lincahnya minta ampun gerak terus.

Ini yang saya suka, zoo-nya modern banget, tapi di dalamnya dibikin kayak di hutan dengan sungai yang mengalir deras. Hati bawaannya jadi ademmm....

Begitu lihat ini, si Abby langsung deh nyanyi, "I like it move it move it"... NONSTOP! 

Keliatan lemurnya? Ternyata sudah masuk kategori endangered loh binatang ini, dan memang berasalnya dari Madagaskar. Sesuai sama judul filmnya kan?

American Alligator. Nah tau nggak bedanya Alligator dan Crocodile alias buaya ? Alligator = ukuran lebih kecil = moncongnya rata, Crocodile = ukuran lebih besar = moncongnya lancip. Simpel amat ya? Ya soalnya kalau detailnya mah saya nggak bisa jawab. Yang jelas, pas dulu di New Orleans, saya udah pernah makan daging alligator yang digoreng tepung pake bumbu cajun, dan ternyata enak loh! 

Minta difoto lagi, alamak!

Foto di tiang petunjuk aja pake gaya angkat kaki satu. 

Satu lagi binatang Indonesia yang dapat encounter spesial di Auckland Zoo ini adalah Orang Utan tan... Orang Utan tan... Inget lagu ini ngga? Kalo ngga berarti either anda udah ketuaan, atau masih muda belia. Kalau penasaran silakan Google. Yang nyanyi versi aslinya tuh Noval Kurnia yang maen Lenong Bocah. Yang kocak, si Orang Utan ini bisa-bisaan pake anduk gitu jalan keliling, udah kayak abang becak.

Sambil liat Orang Utan, sambil pose. Kata Abby ini pose ala orang Maori julur-julurin lidah. Sekalian deh emaknya udah separo gempor, jadi kita stop duduk buat kasih Abby nyemil biskuit. Eh iya, walaupun di sini keliatannya baru explore dikit, aslinya mah udah muter-muter, cuma kan gak difoto semua.

"Jalannya sama, gayanya juga sama, kakinya sama, langkahnya juga samaaa... tetapi ada yang yang tidak sama, kita di kota dia di hutan tan Orang Utan tan.... "  Hahahahaa... malah jadi nyanyi. Pantesan ya, manusia itu memang 97 persen sama secara genetik dengan Orang Utan! 
Area selanjutnya adalah Te Wao Nui yang artinya lingkungan yang natural dan habitat unik dari tanah Aotearoa a.k.a New Zealand. Jadi di sini kita akan nemu binatang-binatang asli dari Selandia Baru.

Di gerbang masuknya, ada penampakan patung-patung ukiran Maori. Ternyata ini bukan sekedar replika simbol loh, tapi beneran karya seniman asli yang dipahat khusus untuk menyambut tamu.

Memasuki encounter The Coast alias daerah pantai. Serasa masuk kerangka ikan paus ya.

Ih seneng banget deh pas kita sampai sana, tadinya NZ Fur Seal alias Anjing Laut-nya ini mojok tidur-tiduran doang ngga pindah-pindah. Bisa passss nggak lama petugasnya keluar, untuk ngasih makan. Mulai deh Seal-nya aktif loncat kegirangan karena dapat makan. Jadi bisa difoto dengan sukses.

Selanjutnya, ada yang bisa nyari Penguin? Yang ini namanya Korora alias Little Penguin, yang merupakan spesies Penguin terkecil di dunia. Serius kecil banget, mojok pula. Udah nemu belum? Kalau belum, nih saya kasih petunjuk, posisinya pas di tengah-tengah foto ini, di ujung log kayu besar di depan batu karang.

Kolam Seal tadi ternyata samping bawahnya dibuat terbuka dan dilapisi kaca, sehingga kita bisa lihat deh dia berenang-renang dengan bebas.

Encounter selanjutnya adalah The Island di mana kita bisa melihat banyak kadal asli dari NZ. Tapi susah bener fotonya karena kecil-kecil sekali. Yang ini aja nih ketangkep. Sudah ketemu si ijo?

Naek jembatan, eh minta difoto lagi sambil pose. Serius ini emaknya beneran jadi fotografer, anaknya yang ngatur hahahaha.

Encounter selanjutnya adalah The Forest, dimana kita bisa melihat burung-burung asli NZ. Khusus untuk melihat yang ini yang namanya North Island Kaka, kita sampai harus naik tangga kira-kira 3 lantai. Padahal dianya mah lagi santai makan apel.

Suasana dari atas, benar-benar dibuat seperti di dalam hutan belantara. Besar dan hijau banget! Padahal kalau ngintip ke atasnya lagi, seluruh area ini ditutup dengan jaring raksasa. Burung2 bisa terbang antar pohon dengan bebas kesana kemari.

Berhubung mama pegel dan nemu kafe kecil yang jualan kopi dan eskrim bernama The Lookout, marilah kita duduk dulu. Ini eskrim merek Kapiti asli NZ. Soal rasa dan kualitas, boleh lah diadu sama Haagen Daaz, dan menurut saya masih menangan Kapiti. Silakan dicoba ya kalau mampir ke sini.

Seru sendiri makan 1 bar ice cream. Rencana sih mau bagi dua soalnya gede kayak Magnum, tapi ternyata saya cuma kebagian 3 gigitan. Sisanya ludes sama anak ini. 

Encounter selanjutnya adalah The High Country dimana kita bisa ketemu dengan bebek asli NZ yang disebut dengan Blue Duck. Lagi-lagi bebeknya santai berkeliaran dan bisa pindah dari kolam satu ke kolam lain sambil lewat di depan kita. 

Ini encounter paling khas NZ yaitu encounter The Night yang berisi burung Kiwi. Ini bagian depannya ya, dan sebenernya dalamnya besar banget! Cuma super gelap dan nggak boleh foto sama sekali. Dan sangat beruntung kalau beneran bisa ketemu dengan burung Kiwi-nya karena rata-rata burung Kiwi hobinya ngumpet. Udah tau lah ya, saya pasti ngga nemu burung Kiwi-nya, apalagi si Abby ngga betah di dalam, udah gelap bener, eh rame bener juga. 

Ngga nemu burung Kiwi? Nggak masalah, foto aja sama display kartun-nya hahahaha. Tuh kan ini anak luar biasa kan? Padahal emaknya mah kaku kayak papan.

Daun-daun sudah mulai berubah warna jadi kemerahan, pertanda musim gugur sudah tiba. Cantik ya? 

Dan inilah yang bikin mama extra gempor. Jadi di belakang peta itu, ada bagian kertas dimana kita tuh bisa kumpulin stamp. Ngga ada gunanya sih cuma buat seneng-seneng aja nyari stamp di tiap encounter yang kita lewati. Masalahnya itu lokasi stamp suka pada ngumpet, dan kita kudu bolak balik untuk nyari. Saya udah bilang sama Abby, udah lah gak apa kalau ngga lengkap. Ehhh anaknya ngotot dong mesti lengkap. Jadilah saya 2 kali mampir ke encounter bebek, dan yang terngeselin adalah 3 kali balik ke encounter penguin karena ngga nemu-nemu. Lihatlah betapa senangnya anak ini setelah semua stampnya terkumpul. Ini mah namanya anak senang, mama terlentang! 
Kita lanjut lagi ke area terakhir yaitu Pridelands! Finally, Area besar terakhir yang nyimpan binatang yang daritadi Abby tunggu-tunggu yaitu.. Jerapah! Hihihi. Kebanyakan binatang di sini asalnya dari Afrika, tapi ada juga yang dari Asia. Ini beneran area terluas, kayaknya sepertiga dari luas Auckland Zoo itu sendiri. Tapi menyenangkan! Kenapa? Karena beneran itu binatang yang asalnya dari Afrika bisa berlari-larian dengan bebas saking luasnya.

Hayo ini apa? Yang jawab Cheetah, anda salah! Ini namanya Serval, masih termasuk keluarga kucing, dengan daun telinga yang besar. Mirip ya sama Cheetah, tapi yang ini daun telinganya segitiga dan agak lebar. 

Dan kita dicuekin sama Baboon. Udah  nungguin 5 menitan, masih aja kagak nengok-nengok ngadep kita. Somse deh kamyu!

Nah, yang ini baru deh Cheetah! Tapi ya gitu deh, lagi leyeh-leyeh. Adem sihhhh...

Papan keterangan Cheetah. Tuh seru kan kalau baca-baca begini, trivial tapi asik juga. Udah tau kan ya kalau Cheetah ini  binatang yang paling cepat larinya di dunia. 

Gajah Asia! Ini besar banget deh areanya, tapi dianya malah milih mojok santai di belakang, padahal di depan itu luasss.... Nah jangan bingung, selain isinya gajah, ternyata di encounter sini juga banyak ayam! 

Serasa di Afrika? Bukan, ini tempat duduk kafe yang namanya The Watering Hole. Tadinya pingin juga saya duduk dulu di sini, mana ada menu burger dan hotdog. Tapi kok ga tega sama si Abby yang kepingin liat jerapah. Jadi saya putuskan, sudah lah sampe kelar dulu, baru nanti kita istirahat di kafe utama yang terbesar di dekat pintu masuk. 

Pada antri beli eskrim. Nah Tip Top ini juga eskrim asli dari NZ. Tapi kalau dibanding Kapiti, jauh enakan Kapiti. Mungkin kalau Tip Top itu selevel Walls plus plus (soalnya masih lebih mahal dan lebih enak dr Walls), kalau Kapiti ya selevel Haagen Daaz.

Pink Flamingoooo!! Di belakangnya ada 3 baby Flamingo. Kenapa baby? Karena warnanya masih abu-abu. Kalau sudah  mature, bulunya akan berubah jadi pink. Seru ya! 

Seneng banget liat Flamingo sampai gelantungan. 

Ketemu Rhinoceros alias Badak, tapi ngumpet di balik pager. Ditungguin, jalannya cuma selangkah selangkah lamaaa banget. Udah lah foto dari jauh aje. 

Nah ini contohnya ayam berkeliaran bebas. Tau2 lewat aja gitu induk sama anak ayam di depan kita. Petok petok. Ini kebon binatang apa peternakan sih?

Kemudian masuklah kita ke area yang isinya Lovebirds banyaaakkkk banget beterbangan bebas. Serius banyak, cantik kecil2 warna warni dan berkicau merdu. 

Rumah burungnya juga banyak banget dan beneran ditinggalin sama Lovebirds. Itu yang cat anak SD loh, dan disumbangin untuk kebun binatangnya. Bagus yah!

Yang ini namanya Leopard Tortoise. Yang udah dewasa sebesar ini. Gak besar-besar banget kok, kayak 60 cm gitu deh panjangnya.

Dan ini anak-anaknya, lucuuuu!! Masih kecil-kecil jalan-jalan.

Dihitungin dong satu-satu sama si Abby. "Seven, Mamaaa!" Sambil pose nyilangin kaki dan kasih jari angka 7.

Hayo, bisa tebak yang di belakang Abby ini ada apa? 

Iyes, ada Meerkat! Lucu banget Meerkat ini, bisa berdiri. Anak-anak juga seneng banget ngumpul muterin kandangnya. 

Last but not least, yang dinanti-nantikan sama si unyil, Giraffe alias Jerapah!

Serius ini area guedenya amit-amit. Tuh kelihatan ngga jerapahnya mojok, ada dua yang dewasa dan satu yang anak.

Di sisi lain, masih di encounter yang sama, nampak para Zebra dan Ostrich alias Burung Unta. Semuanya binatang dari Afrika. Kebayang nggak sih gedenya seapa ini tempat sehingga itu binatang semua bisa berlari-larian kayak di tundra Afrika beneran. 

Ngelihatin dengan seksama dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, alias mama sudah gempor dan pengen nyemil. Hihihihi.
Akhirnya, perjalanan kita mengelilingi Auckland Zoo seluas 17 hektar ini hampir berakhir. Ya bisa dibilang sudah berakhir sih kalau untuk binatang-binatangnya, tinggal sisa nyemilnya aja. Nggak kerasa juga sudah hampir 4 jam kita muter hampir tanpa stop loh, kecuali buat duduk sebentar makan biskuit dan makan eskrim. Kalau cuma lihat dari fotonya sih, ngga kebayang ya kalau segede itu. Binatangnya juga banyak yang saya  nggak cover di sini padahal eksis di sana. Memang beda stamina anak 4 tahun dengan emak-emak hamidun 27 minggu. Di sini Abby pokoknya semangat banget. Biasanya saya yang suka bilang follow me, kali ini dia yang teriak-teriak, "Follow me, Mamaaaa!" sambil lari di depan saya. Apa dia nggak sadar nih emaknya pinggang sm lutut udah rada encok? Cuma beneran deh, liat dia selama di zoo ini, saya ikutan senang, ternyata dia enjoynya minta ampun. Beda banget dengan waktu dia ke Malang pas usianya masih 2 tahunan lebih. Sekarang udah jauh lebih ngerti dan jauh lebih antusias. Oke, sekarang kita nyemil dimana?

Akhirnya kita ke Darwin's Cafe, kafe terbesarnya Auckland Zoo. Tapi cita-cita saya makan burger musnah lantaran Darwin's Cafe ini justru modelnya kafetaria yang nggak jual makanan made to order. Yo wis, kita pesen wedges aja. Liat tuh, saking senengnya, makan wedges aja senyum lebar, dan yang jelas makan banyak ngga berhenti2.

Potato Wedges dan Sausage Roll. Beneran sisa makanan tinggal dikit banget, soalnya sudah pukul 4 sore dan zoo akan tutup pukul 5. Masih untung ada makanan hihihi. 

Ini dia bagian depan Darwin's Cafe. Sampingnya itu ada patio gede banget kalau mau makan di luar, tapi kita mengurungkan niat lantaran burungnya seabrek. Bisa-bisa kita perang lawan burung itu mah. Tapi lihat orang di luar, eh ternyata burungnya baik loh, mereka cuma makan dari piring yang udah ditinggal sama customer. Pinter amat itu burung.
Sebelum kita keluar, petugasnya pada nangkring di luar, dan bisa pada inget loh muka kita yang mana, langsung deh diambilin hasil foto pas kita baru masuk zoo tadi. Lucu sih fotonya walau nggak istimewa banget. Ada yang lagi dadah-dadah, ada yang lagi nengok liat macan. Niat pengen tebus kalo nggak mahal. KALO NGGAK MAHAL LOH YA! Patokan saya sih 20 dolar deh. 20 dolar kan juga ngga murah banget ya. Begitu nanya, 40 dolar aje donk! Itu mah sama kayak harga tiket saya plus Abby. Terus baru inget, selama tadi keliling di zoo, saya sama sekali nggak ada foto berdua sama Abby. Jadi ambil nggak nih fotonya? Nggak! Hahaha. Rata-rata yang nebus itu keluarga yang perginya rame-rame karena kalau kita nebus, kita juga bisa dapat file untuk didownload di website. Lah kalo saya, cuma berdua sama si Abby doang, mana seru? Tapi yang makin bikin yakin untuk ngga nebus adalah, si Abby ngoceh, "I don't want those photosssss", sambil narik tangan emaknya keluar. Melangkahlah kita dengan pasti tanpa penyesalan. Hahahaha.

Sebelum pulang, foto dulu deh gerbangnya Auckland Zoo. Suatu hari pasti balik lagi dong, soalnya bapaknya belum kemari nih.

Demi kenangan dan baru inget kalau ngga ada foto berdua, akhirnya kita selfie dah di parkiran sebelum masuk mobil. Habis ini siap-siap nembus kemacetan Auckland pas rush hour. Waktu tempuh pas pulang, dua kali waktu tempuh pas pergi hihihi. Tapi, nggak ada setitikpun anaknya ngantuk! Hebat ngga tuh? Biasanya mah pelor banget ini anak kalau habis jalan kaki banyak. 
It was such a fun day at the zoo. Walaupun langit mendung, di tengah-tengah ada gerimis, tapi suasana hati kita ceraaaahhh ceria! Trip kali ini terasa sangat memorable buat Abby. Sampai sekarang, peta zoo itu masih suka dipandangi loh sama dia, sambil disebutin nama-nama binatangnya, lalu dichecklist, kita sudah liat yang mana. Bahkan dia bisa ingat waktu itu kita nggak ketemu Tasmanian Devil yang ngumpet, dan dia bisa tunjuk burung Macaw yang brisik itu. Harga tiket cuma 40 dolar berdua, tapi bahagianya bukan main anak ini! Lalu Auckland Zoo-nya sendiri gimana dibandingin dengan di Indonesia punya? Saya sendiri pas udah punya anak nih, di Indonesia baru ke Batu Secret Zoo, Malang, dan ke Bali Safari. Boleh saya nobatkan, yang terbaik tetaplah Batu Secret Zoo. Koleksi binatangnya tiada duanya. Tapi, kalau soal area, Auckland Zoo ini juara. Area dari masing-masing binatang itu luas-luas dan terasa mirip habitat asli. Selain itu yang saya salut adalah, sama sekali tidak ada show binatang. Semua binatang benar-benar bermain dengan bebas dan gembira. Paling mentok hanya feeding time saja yang diperlihatkan untuk umum di jam-jam tertentu. We will be back in the future to visit this zoo again. Mungkin nanti sudah sama dedeknya ya!

33 comments:

  1. Leeeeee, bonbinnya bersih banget. Oiya, aku mau komen ttg Abby. Rambutnya dikuncir gitu bikin dia keliatan makin gedeee aja ya to. Dan keknya udah mulai pinter bergaya-gaya di depan kamera. Uhuy. Emaknya kalah pinter. Hihihihihihihi.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya, kalo kebersihan sih jangan ditanya deh... Mantep bersihnyaaaa. Soalnya org2nya pada tau diri semua. Rambutnya dikuncir tp brantakan, Fel, n nanggung banget, susah dah dikuncirnya. Skrg udah gue potong donk rambutnya hahaha. Pegel soalnya liat kewer2. Oh jelas emaknya kalah maning kalo soal gaya.

      Delete
  2. Abby makin manis dan jago berpose ci.. Yg niruin orang Maori sukses bikin saya ngikik.
    Foto-foto yang lain lumayan bikin ngantuk saya hilang, saya seperti main Where's Wally, nyari-nyari yang mana satwanya hehehehe
    Nama harimau Sumateranya tetap mempertahankan nama dari Indonesia ya.. Cuma jd sedih, diketerangannya hanya tinggal 400 ekor, semoga di Auckland Zoo ini bisa lahir bayi harimau Sumatera baru yg seganteng dan semolek induknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, di sini yang julur2in lidah lebih ngeri lagi kalo org Maori greeting, sambil melotot soalnya. Iya tuh, gara-gara ga bawa lensa zoom, jadi main Where's Wally deh. Cuma lumayan jadi keliatan gede encounternya kayak apa.

      Nah itu dia, seneng banget itu harimau kok Indonesia banget namanya, terus spesial ditaruh di bagian depan dekat Rotunda.

      Delete
  3. Belum pernah ke Zoo, tapi gua pernah ke Zealandia ( alam bebas ) sama di daerah Mount Bruce ada konservasi gitu juga ( alam bebas juga . yang gua salut tuh, pathwaynya bagus2, perawatannya oke.. Tapi gua paling amaZed waktu ke Hell's Gate di Rotorua, bahkan ini kursi roda bisa masuk dan jalan didalam sana.. Ajibbb lahhh.. Le, leave message to your email ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zealandia di Welli kan ya. Gue sih belum pernah, kalau bawa anak rasanya beneran harus pilih2 yg kids friendly plus jgn sampe kecapean jg. Hell's Gate coba deh kapan2 nanti gue jalanin. Nunggu abis turun mesin dulu hahaha. Iya gue udah reply email lu yaaa. Sip deh!

      Delete
  4. Wah aku baru tau lho bedanya turtle sama tortoise trus alligator sama crocodile hahaha..
    Anyway buat ibu hamil a ngelilingin bonbin segitu luas hebat bener le..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan kan ya dapet pengetahuan umum dari gue. UMUM BANGET! Hahahaha, alias basic doang. Ya lumayan deh kemarin gerak jalan sambil bawa tambur. Dung dung dung!

      Delete
  5. di ragunan juga kandangnya gede2, terutama untuk hewan kayak macan, harimau, gajah, dll... tapi kalo buat gua, karena saking gedenya, binatangnya suka ngumpet dan ga keliatan hahahaha...

    abby disini beda banget... apa karena rambutnya dikuncir ya... uda makin banyak gaya ya kalo difoto hehehehehe... makin gede makin cakep deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue sudah lama sekali Mel gak ke Ragunan. Seinget gue memang gede banget, dan kemungkinan jauh lebih gede drpd ini deh areanya. Cuma satu yang gue inget, gak gitu bersih dan suka ada yg ngerokok. Plus binatangnya kurang gemuk hahahaha. Cuma itu kan dulu ya, semoga sekarang udah lebih baik.

      Kuncirannya itu nanggung, Mel, bikin pegel. Sekarang sih udah gue babat tuh rambut blakangnya, dan kalau kuncir model kuncung aja sampe nanti poninya rata sama rambut belakang.

      Delete
  6. Lo belom pernah ke taman safari bogor, Le? itu gw rasa lebih bagus deh drpd di NZ hahaha. Secara kita tinggal duduk tenang naik mobil, gak pake cape jalan bisa lihat binatang dari deket :D

    Btw gw baru tau kalo harimau sumatera tinggal 400 ekor. sedih deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh gue mestinya lengkapin ya kalimat di atas dengan tambahan "pas udah punya anak"!! Hahahaha. Thanks, Mel jadi reminder buat gue jg. Ke Taman Safari sama Ragunan mah udah hahaha. Tp pas udah bawa anak baru ke situ aja. Terakhir ke Taman Safari pas kantor meeting di puncak. Terus pada bosen dong bapak2nya. Kantor gue soalnya isinya 80% bapak2, mati gaya mereka liat animals dr bus hahahaha.

      Iya, gue jg sedih, tapi seneng dan bangga kl mereka dpt special treatment di Auckland Zoo.

      Delete
  7. wah asik jalan2nya ya abby..anak2 pasti suka ya liat animal, heubat kuat jalannya nih bumil..

    waktu mudik ke Sumbar pas sd sekitar 30 taun lalu, pernah dikasih liat 2 harimau baby yang ditombak gitu...duh kasian bgt, lucu2 bgt ...sekarang udah mau punah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Demi nemenin anak, Fit, plus memang saya berusaha aktif jg, biar moga2 anak nanti keluarnya gampang ya kayak Abby dulu hihihi (kalo perlu lebih gampang lagi).

      Ih itu sedih banget masih baby ditombak, berarti mati dong ya baby harimaunya? TEGAAAAA.....

      Delete
  8. Abby keliatan beda banget muka nya.. seger, ceria dan keliatan dewasa, efek jadi cici juga nih. hihihihihi..

    bagus ya ci bonbinnya, bersih dan luas, dan berasa kek jurassic park pas ngeliat hutan2 gitu dari atas. ahahaha..

    aku jadi penasaran jg mau ke batu secret zoo, nanti deh tunggu lahiran dan gedean.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya begitu abis umur 4, brasa banget perubahannya. Nanti kamu juga pasti bisa ngerasain sendiri deh pas si Clay gedean. Yang jelas ijonya kebangetan zoo-nya. Bisa dijadiin babymoon trip with Clay jg tuh ke Malang :D

      Delete
  9. Abby...bener mbak, udah gede banget :D
    Sing along "i like it move it move it, tan.tan..orang utan..tan" hehehehe
    aku terpesona liat cat rumah burungnya? duh anak-anak SD itu nyeni banget :D
    Salute dah sama Ibu hamil 27 minggu yang kuat jalan 4 jam non stop tanpa tandem buat jagain Abby :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, ketauan kan kita umurnya brapa ya alias udah tuwirrr... Kenal lagu Orang Utan. Di sini memang anak-anak lebih bisa gambar duluan yg lucu2 dibandingin sama nulis. Mungkin karena dikasih freedom kali ya, nggak terlalu ada patokan wajib di usia dini.

      Delete
  10. Hebat bumil semangat.. Zoo nya jg mendukung bgt buat jalan2, bagus dan luas bgt..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, bumil justru harus lebih semangat, biar gak suntuk :D

      Delete
  11. Ini judulnya mom daughter quality time trip yah? Haha

    Kalo anak antusiasmenya tinggi, tripnya jadi lebih seru berkali lipat yah walaupun tempatnya sekedar zoo. Kayaknya memang seumur Abby gini lebih asik dibawa jalan-jalan soalnya udah ngerti banyak yah.

    Btw, selfie berdua yang terakhir unyu sekalii. Abby senyumnya puol yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kalo mother daughter quality time sering, Jane. Malah hampir tiap hari hihi (tiap hari digrecokin anak maksudnya). Abby memang selalu seneng diajak jalan-jalan. Semua hotel yang kita udah nginepin selama di NZ dia hafal loh! Cici aja sampe bingung. Selfie yang terakhir itu selfie kepepet namanya, daripada kagak ada :D

      Delete
  12. Kalo aku dan suami demen buangetnya sama Hamilton Zoo. Coba kapan ke sana Ci, rindang dan binatangnya keliatan lebih happy gt hahaha. Katanya Wellington Zoo juga bagus, tapi belum sempetin ke sana. Tapi tetep suka sih sama Auckland Zoo. Dulu si suami saking sukanya sampe beli friends of the zoo... setahun bisa masuk gratis pake membership, waktu jaman dia masih suka ambil foto2 binatang.

    Mariska

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti ya Mar kalo udah angetan, cici ke Hamilton lagi deh. Sekarang kan udah mulai kagak asik gini cuacanya, bikin org batpil hahah. Abby udah kena batpil. Beli friends of The Zoo worth sih kalo emang suka foto. Dijamin puas berlama2.

      Delete
    2. Cepet sembuh Ci buat Abby! Mike di rumah lagi kena flu berat sampe seminggu gak masuk kantor, untung aku ngga ketularan. Emang lagi banyak virus sih. Udah sempet ajak Abby ke Kelly Tarlton belum Ci? Kalo anak kecil pasti demen deh ke sana!

      Delete
    3. Thanks, Mar. Cepet sembuh buat Mike jg. Cici udah pernah pas kecil dulu. Abby mgkn lbh pas dibawa pas ud gedean dikit kali ya. Biar puas dan berani touch and feel hahahaha.

      Delete
  13. Wahhh bersih bgt bonbinnya, gak kumuh2 gitu. Truss gua agak kecels liat penyu kepala ular...ketuker kepalanya. Iya bener Le, si Abby kok tau2 terlihat udah gede banget yaa...tambah timggi dan cantik. Wahh hawa2 NZ bikin kulit juga jadi kebule2an nihh Le...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga ada kumuhnya sama sekali kalo dimari hihihi. Ragunan katanya juga getting better kan ya, Ci? Semoga manusianya juga bisa jaga kebersihan dan ketertiban sih, soalnya segala sesuatu dimulai dr mental manusianya.

      Nah, bener kan ketuker tuh kepala? Hahahaha. Tricky abis ye. Kulit siapa nih jadi bule? Gue apa Abby? Gue kayaknya udah bapuk ya, kagak bisa diapa2in lagi hahaha.

      Delete
  14. abby kelihatan udah gede banget yaa, dan cerianya itu lho seneng lihatnya, gaya fotonya pun sdh macam2. abby pake batere energizer ma, makanya ga ada capeknya :P
    terawat banget yaa zoo-nya area seluas itu tetap bisa rapi dan bersih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby baterenya kayaknya bukan cuma Energizer deh, tapi Lithium yang amperenya gede hahaha. Iya, zoo di sini bisa kerawat bukan karena petugasnya seabrek loh, tp karena manusianya juga udah paham menjaga kebersihan dan merawat lingkungan.

      Delete
    2. iya betul banget kalo soal itu. kl disini sih masih sering banget melihat orang buang sampah ke jalan, enak aja dia buka kaca mobil terus buang sampah, benciiiiii

      Delete
  15. Jadi inget pas ke sini, demi Madeline yang memang animals lover. Sengaja naik public bus karena anaknya juga seneng naik bus, terus pas pulang ada tram sampe ke transportation museum di sebelahnya, baru lanjut naik bus lagi.

    Begitu ngeliat enclosure-nya Sumatran Tiger & Orang Utan gue langsung komen: buset di sini 2 binatang ini diistimewakan sekali, di Indonesia disia-sia 😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu daerah Western Spring memang dilewati tram, tp jarak pendek. Berhentinya di depan MOTAT ya hehehe.

      Iya, gue terharu jg loh liat Harimau Sumatra dan Orang Utan spesial banget dan gede banget enclosurenyaaa.... Sementara di Indo pd diburu, dibakar... Arrghh... Terus yg di zoo jg ga semua keurus.

      Delete