Friday, December 09, 2016

Lima Tahun Bersamamu

November lalu, tepat lima tahun saya mengarungi rumah tangga bersama dengan suami tercinta. Lima tahun lalu, kita mengucap janji setia di Gereja Katedral Jakarta, sesuai dengan janji resmi yang dipakai oleh Gereja Katolik.


Di hadapan Pastor, Para Saksi, serta hadirin sekalian
Saya ..., memilih engkau ..... sebagai suami/ istri saya
Saya berjanji setia kepadamu
Dalam untung dan malang
Di waktu sehat dan sakit
Saya mau mencintai dan menghormati engkau
Seumur hidup
Demikianlah janji saya
Di hadapan Allah dan Injil suci ini

Saat itu, bahkan sampai sekarang, sangat trend dan terlihat "sangat keren" kalau pasangan menyampaikan janji perkawinannya pakai kata-kata sendiri, apalagi kalau dicampur-campur bahasa Inggris, kesannya wow. Apalagi di film-film, sering ditampilkan pengucapan janji yang dibuat sendiri itu, yang kadang bikin penonton wanita pada ngomong, "Awww... so sweet!". Tetapi saya dan suami sama sekali tidak tergoda untuk melakukan itu, kami memakai janji "standar" ini tanpa ditambahi dan dikurangi. Kami merasa, janji itu sudah sangat lengkap, janji yang sungguh luar biasa besarnya, untuk menguatkan kita, karena bahtera rumah tangga memang tidak selalu berada di air yang tenang. 

Kata-kata yang menyentuh saya pertama di janji itu adalah kata MEMILIH. Kata itu menjadi sungguh penting buat kami, karena kami tau kalau kami menikah karena kami sudah memilih satu sama lain, memilih SATU dari beratus-ratus, bahkan berjuta-juta kemungkinan di dunia ini untuk menjadi pasangan seumur hidup. Kami menikah bukan karena dipaksa, ataupun memaksakan diri karena berbagai faktor, yang berarti kami juga harus siap dengan segala risikonya, karena pilihan tersebut. Karena memilih pasangan itu, berarti kami juga memilih keluarganya, dan syukur kalau semuanya cocok sehingga bisa memperkuat perjalanan pernikahan.

Saat saya pertama kali ketemu dengan suami yang kala itu masih jadi seorang asing, tidak pernah terlintas di benak saya sedikitpun kalau pada akhirnya dialah yang jadi pelabuhan terakhir setelah penantian panjang selama bertahun-tahun (jadi petualang cinta). Potongannya sama sekali jauh dari kata ganteng in general. Dari kadar tinggi badan saja, saya dan dia cuma beda sedikit banget, pokoknya secara fisik mah, ya gitu deh, biasa banget. Mana wajahnya pernah saya mentioned kan ya? Mulus banget dan ekspresinya suka rata kayak mistar. Pas pertama ketemu, masak temen baik saya tuh promoin suami saya dengan kata-kata begini, "Non, nih si (nama suami) jago banget komputer deh, pokoknya kalau ada masalah sama komputer lu, tinggal kontak dia aja, pasti beres!" Dikira saya mau nyari tukang servis komputer kali ye? Tapi yang namanya jodoh ya memang nggak kemana. Si wajah kutu buku yang hobinya komputer dan main game itu, ternyata berhasil memikat hati saya dengan kekakuannya yang diam-diam menghanyutkan. Saat itu saya merasa seperti ketemu dengan orang yang betul-betul cara mikirnya out of this world, tapi nyambung banget sama saya in a mysterious ways. Biarpun mukanya flat gitu, ternyata anaknya kok gaul banget, dan terkenal baik banget di kalangan teman-temannya. BAIK, kata ini yang bikin saya kesengsem. Cowok ganteng banyak, kaya banyak, keren dan gaul banyak, tapi yang baik memang sulit dicari. Plus nggak pelit pula! Penting itu!

Siapa sangka tidak sampai 2 bulan setelah kita pacaran, bookingan hotel sudah di tangan dan kita siap melangkah ke jenjang selanjutnya di tahun depannya. Di saat orang-orang bilang persiapan pernikahan itu bikin stress, bikin pusing, saya dan suami bener-bener deh super enjoy sama persiapannya. Nggak ada kata stress, nggak ada kata pusing. Bahkan keluarga kami sampai bingung, kok santai amat pasangan ini. Mertua saya yang sebelumnya sudah menikahkan cici suami juga terheran-heran, kok beda banget persiapannya sama pas cicinya dulu dimana orangtua ikutan involved cukup banyak. Pas persiapan saya dan suami, kaminya santai, ortunya juga santai tinggal terima beres. Beneran deh, rasanya yang namanya kalau sudah jodoh itu, kayaknya cara pikirnya juga makin seiya sekata, sehingga hampir gak ada yang namanya argumentasi menyangkut printilan kawinan. Sampai beberapa vendor kami ada yang bilang, "Kalau semua penganten kayak lu berdua mah, vendor hepi semua." Pemberkatan dan resepsi kami juga lancar banget, bahkan sampai jadi omongan banyak orang soalnya seru dan jarang-jarang yang pengantinnya agak "sinting" kayak kita terutama buat pesta yang tamunya lebih dari 1000 orang. Menurut kita, sampai saat ini kayaknya kawinan kita itu termasuk kawinan paling entertaining (ini kayaknya subjektif sih hahahaha).

Setiap tahun saya selalu menulis mengenai ulang tahun pernikahan kita, tapi yang kali ini memang sungguh spesial. Kali pertama kami merayakannya di negeri orang. Tidak ada dalam bayangan saya kalau hidup akan membawa kami ke negeri Kiwi di ujung selatan dunia ini. Jika orang bertanya pada saya lima tahun lalu, kira-kira rumah tangga saya lima tahun ke depannya akan seperti apa, bayangan saya adalah sebagai berikut. Kita akan tinggal di rumah yang waktu itu kita beli sebelum menikah, lalu kita renovasi supaya saya bisa punya dapur idaman. Saya sudah berhenti kerja, jadi ibu rumah tangga, mungkin dengan usaha kecil di rumah. Anak saya sudah masuk TK, dan akan saya sekolahkan di sekolah almamater saya dulu tapi yang cabang BSD supaya tidak terlalu jauh dari Jakarta Barat. Rasanya rencananya jelas banget ya? Bahkan kalau ditanya tiga tahun lalu, jawaban saya masih bakalan sama! Tapi kan manusia cuma bisa berencana, Tuhan yang menentukan.

Waktu suami iseng-iseng untuk mendaftar Permanent Resident untuk pindah ke sini, entah kenapa saya tuh ngikut saja. Seperti kelanjutan janji perkawinan, dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, kami setia satu sama lain. Saya percaya kalau suami saya ini pasti mengusahakan yang terbaik untuk keluarga, dan saya sebagai istri juga harus memberikan dukungan. Kami tau saat kami pindah, berarti kami harus memulai segalanya dari nol lagi. No job, no house, nothing, except the three of us (and lots of savings that we had to break in order to survive here). Semuanya terjadi di tahun 2016 ini, di tahun kelima kami menikah. Pas lagi susahnya kami cari kerja di sini, suami suka down berat sampai saya lihat dia suka bengong menerawang sambil tiduran,saya harus tetap menguatkan dia untuk tidak menyerah dan terus mencari. Saat saya nangis-nangis di titik bawah, mempertanyakan keputusan kita pindah, suami juga selalu mengingatkan kalau Tuhan nggak pernah tidur. Gusti Allah mboten sare! Selama kita usaha dan ada di jalan yang lurus, pasti kita akan berhasil. Mungkin nggak sampai kaya raya, tapi yang jelas kita akan hidup, dan kita akan hidup berkecukupan. Cukup makan, cukup pakai, dan sesekali cukup jalan-jalan (hihihi...bonus dong). 

Di tahun ini, saya makin belajar, kalau kita berdua saling mendukung, kita bisa menaklukan dunia! Ditambah kehadiran Abby yang selama ini menurut saya sudah jadi anak yang luar biasa, selalu membuat kita bersyukur kalau kita selama ini setia menjalankan "tujuan" kita menikah yaitu memiliki, membesarkan, dan merawat anak (-anak) kita. Beberapa minggu terakhir ini, saya sedang nggak fit. Di situ saya lihat bagaimana suami saya berusaha banget untuk menghandle pekerjaan kantor, pekerjaan rumah tangga, dan mengurus anak sekaligus sebisa dia. Saat Abby sekolah pagi, dia yang bangun, kasih makan, siapkan berpakaian, antar ke sekolah, lalu balik tukar mobil dan ke kantor terlambat supaya saya bisa istirahat lebih. At those moments I realised, how thankful I am to have such a great husband. Saya merasa menemukan teman seperjuangan yang bisa saya andalkan seumur hidup.

Terima kasih, Tuhan, enam tahun lebih yang lalu, Engkau mempertemukan saya dengan si wajah mistar berkacamata. Terima kasih karena dulu dia telah berani pedekate dengan ngajak saya nonton rame-rame tapi dia sengaja duduk di sebelah saya. Terima kasih karena saat kita unofficial date pertama dia nggak bayarin saya makan yang bikin saya malah penasaran. Terima kasih karena selain suami yang baik, dia juga datang dengan sepaket keluarga yang baik. Terima kasih karena saya diberikan pasangan hidup yang pekerja keras, selalu memandang dunia ini lebih positif, dan selalu memberikan saya harapan akan masa depan yang baik. Terima kasih karena bukan hanya jadi suami yang baik, dia juga merupakan ayah yang luar biasa, yang membuat saya yakin kalau saya bisa menjadikan dia panutan untuk anak (-anak) kami kelak. Tidak ada satu hal pun yang membuat saya pernah merasa menyesal telah memilih dia untuk menjadi suami saya. Semoga kami berdua bisa terus diberikan kesehatan dan umur panjang, supaya bisa mengamalkan janji setia itu sepanjang hidup kami. 

Untuk perayaan ulang tahun perkawinan kali ini, kami sekeluarga pergi ke Coromandel Peninsula. Soal tripnya nanti diceritain belakangan ya (kalau ada waktu hahaha). Sebagai pamungkas, untuk menutup postingan kali ini, saya tampilkan foto-foto masa lampau, yang makin mempertegas kalau kami memang tidak akan pernah cocok untuk jadi foto model. 

Yuk main perahu kertas dulu, balik lagi jadi anak TK

Sepanjang jalan kenangan, kita selalu bergandeng tangaaaannn.... (mari nyanyi bareng Teti Kadi)

Bukan baju penganten saya yah, dibeli buat prewed, rugi bandar.... Untung fotonya cakep hahaha.

Ngintip-ngintip biar romantis 
Warna baju sama warna lukisan sebanding ramenya kan? 


Kangen lihat foto kawinan kita? Silakan intip di sini untuk acara pagi dan di sini untuk acara malam. 

78 comments:

  1. happy anniversary yaaaaa :)

    iya kalo udah jadi suami istri emang harus saling mendukung dan menguatkan ya... pasti bisa dijalanin bersama2... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you, Man. Iya dong, kudu support satu sama lain selama itu positif.

      Delete
  2. Happy anniversary Le... foto2 nya bagus2...moga2 tahun depan anniv nya dah ber4 yah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, maunya memang udah berempat biar Abby gak sendirian ya. Thanks, Carol.

      Delete
  3. Happy anniversary, Ci Le! Cepet banget ya udah lima tahun. Semoga terus jadi pasangan yang romantis dan jadi berkat ya!

    Bentar lagi postingan ultahnya Abby, nih hihi (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Jane! Amin. Wah postingan ultah Abby di tahun 2017 aja yah! Hehehehe. Ngutang duluuu..

      Delete
  4. Happy Anniversary Bu Le..
    Love eachother, Support eachother
    God Bless Your family .. always :)

    ReplyDelete
  5. foto yang dibawah lukisan anak2 itu manitsss banget ci!
    Happy 5th wedding anniversary... semoga selalu bahagia <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serasa masih anak TK kan manisnya hahahaha. Makasih, Gadis!

      Delete
  6. Happy 5th wedding anniversary ci le...
    wahhh akhirny bisa liat foto prewednya nih cakep2 ya
    Langgeng selalu n happy terus ya ci

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto2 jadul, lumayan buat pengingat kalau dulu masih bs pake gaun2 panjang dan tampak baik2 saja hahahaha.. Thanks, Mir!

      Delete
  7. Happy Anniversary yah Le.. Mesra selalu :D

    ReplyDelete
  8. Happy anniversary Ci.. :) hehehe. cakep2 ci fotonya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Poi. Semoga orangnya juga cakep ye. Hahaha.

      Delete
  9. Happy anniversary yaaa... GBU :)

    ReplyDelete
  10. Happy anniversary ci Leony dan pak suami berwajah mistar berkacamata haha.
    May your marriage always be blessed with love and joy for all the years of your lives. God bless you both and tentunya si Abby :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Wien. Amin untuk doa2nya.

      Delete
  11. Happy Anniversary Mba Leony dan Suami, smoga slalu belimpah keberkahan, kebahagiaan dan kerukunan untuk keluarga mba Leony :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Dian. Amin amin untuk doanya.

      Delete
  12. happy anniversary yaaa...
    btw, ini banyak kata anak (-anak)
    rasanya udah hamil yaaa.. #menerawang.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Yosefin. Itu maksudnya ngga mau punya anak satu aja gitu hehehe.

      Delete
  13. Happy Anniversary Ci Leony.. Relationship Goal banget ini mah, tiap baca berasa adem, berasa cici nerima si koko sepenuh hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Febryn! Asal jangan disamain kayak relationship goalnya ABG di wallnya awkarin, aku merasa tersanjung hahahaha.

      Delete
  14. happy anniversary ci Le en ko suami ;)
    diberkati Tuhan selalu ya ci, buat Abby juga tentunya :D

    ReplyDelete
  15. Happy anniversary ya Le and suami... langgeng and happy selalu ya

    ReplyDelete
  16. Cakeppp bgt leleeee.. happy anniv yahhhh :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Fab! Sesama 19 November nih!

      Delete
  17. Happy anniversary! Ikut happy bacanya :)

    ReplyDelete
  18. Ci Le. Selama ini silent reader cm kali ini penasaran bgt. Itu foto prewed nya di Sanur yaa? Kerennn ci 😍😍. Happy wedding anniversary ya Ci Le n suami. Cerita2 keluarga n update an d blog selalu ditunggu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyooo... Hadeh minta ijinnya berlapis2 hahaha. Mulai dr kepsek, kepala biara... Seru deh! Makasih, Shella.

      Delete
  19. Happy anniversary, Ci Leony ^^

    ReplyDelete
  20. happy anniversary ya Leony dan Hubby

    ReplyDelete
  21. Happy anniversary Mbak! Semoga semakin saling menguatkan.

    ReplyDelete
  22. Happy fifth wedding anniversary, Cici & hubby, wish you many happy returns for many many years to come! Fotonya cantik & ganteng kookkk 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Astrid. Semoga aslinya jg cantik dan ganteng yaaa.. (Ngarep).

      Delete
  23. Happy Anniversary Pak Mistar dan Bu Mistar....
    Semoga happy selalu seperti mistar2 yang bertebaran di tas anak-anak sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Fel! Jadi maksud loooo... Mistar2 bertebaran itu hepi? *jaka sembung naek ojek*

      Delete
  24. emang kalau udah urusan sehidup semati, ga bisa asal pilih karena untuk pasangan sampai akhir hayat. loved the article, loved how there's always a bright side behind something and the way u put it. btw, happy 5th anniversary! salam kenal ci :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Yonathan. Salam kenal jg! Jangan asal pilih itu sudah pasti, dan jangan selalu berharap kesempurnaan, karena diri kita sendiri pun jauh dari sempurna.

      Delete
  25. Happy anniversary lele & suami! Bener ya, baru ngeh kalau janji nikah *standard* gereja itu sebenernya yang paling lengkap dan tiap katanya ada meaning yg mendalam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Dea! Bener, word by word itu penuh arti!

      Delete
  26. Happy anniversary ci le dan suamii! Happy baca postingan ci le soal ini. Positif banget :) Foto fotonya baguuuuuusss :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Fan! Harus selalu positif donk ye. Fotonya dah jadul, tp ga kalah lah ye sama prewed jaman skrg.

      Delete
  27. happy anniversary le dan suami... semoga pernikahan kalian selalu diberkati Tuhan ya... janji nikah gua juga standard gereja, ga ditambahin apa2... dan emang sama gereja gua ga boleh janji nikahnya ditambahin apalagi diganti2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Mel. Amin. Eh elu GKI kan ya? GKI itu setau gue emang paling mirip banget sama Katolik deh, beda tatacara dikit aja terutama dalam perjamuan kudusnya. Bagus jg kalo pny pendeta yang rada saklek soal tata cara, Mel.

      Delete
  28. Happy Anniversary BuLe dan PakLe #eh? Semua doa dan harapan yang terbaik untuk keluarga kalian. Aminn.

    Sayaaaa sukaa foto yang lagi main perahu kertas itu. Cantikkk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Pes. Kayak anak TK kan mainannya perahu? Hihihi..

      Delete
  29. Happy Anniversary Ci Le dan suami, God bless

    ReplyDelete
  30. Happy 5th Anniversary ci, langgeng terus yahh

    ReplyDelete
  31. happy anniversary leony !! btw foto prewednya baguusss kok, terutama yg sepanjang jalan kenangan itu, natural bgt ketawanya, cocok jg jd foto model lagi hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Liv! Wah cocok ya? Tapi kadar covergirl gue nurun drastis nih.. Skrg upik abu hahahaha...

      Delete
  32. Happy wedding anniversary ci Leony :) Semakin sepakat dan sevisi dgn suami, berkat jasmani dan rohani semakin melimpah. Sehat2 selalu sampai kakek nenek dan menjadi berjat buat anak cucu kelak. Gbu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya, Fiona. Amin buat seluruh wishnya!

      Delete
  33. Happy wedding anniversary ci Leony :)
    Ditunggu cerita cerita lainnya tentang hidup di NZ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Anon! Wah namanya siapa ya. Pdhl pengen nyapa namanya hahaha.

      Delete
  34. Happy wedding anniversary yaa buat Leony dan suami. Diberkati Tuhan sll rumah tangga kalian yaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya, Lis! Amin amin utk doanya.

      Delete
  35. Happy Anniversary ci.. Biar tahun2 kedepan dan seterusnya smakin luar biasa ya, smakin diberkati, mnjd pasangan yang smakin melengkapi satu dan lainnya, dan nantikan rencana2 Tuhan yg luar biasa dlm kehidupan kalian. Wish you all the best for your marriage life.. Gbu... :*)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you! Amin, semoga Tuhan selalu menyertai perjalanan perkawinan kita ya.

      Delete
  36. Hai Ci.. salam kenal ya.. Saya uda lama jadi silent rider hehe.. tapi baru kali ini comment. Postingannya selalu berbobot dan mengena. Happy 5th anniversary :) anyway, janji nikah saya jg sama persis.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Xia, salam kenal juga. Thanks buat ucapannya. Dah bbrp bulan lalu sih hehehe. Sip, janji nikah mmg sebaiknya gak neko2, sesuai dengan yg resmi dr gereja aja bobotnya udah mantep banget.

      Delete
  37. Happy Anniversary Leony dan suami.. dan Aamiin semoga diberikan kesehatan serta umur yang panjang, langgeng sampai akhir nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, thank you buat doa2nya. Udah 3 bulan berlalu dari tanggal anniversary-nya, tapi blm expired kok.

      Delete
  38. Super telat liat postingannya. Tapi masih berlaku kan ci hahaha
    Happy 5th Anniversary yah Ci
    Walau badai menghadang,hujan menerpa tetep awet selamanya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe... Masihhh... Cuma nanti bulan November 2017 udah jadi 6th anniversary hehe. Untung belum ya hahahaha. Thanks, Ren.

      Delete