Tuesday, March 15, 2016

Hidup di Auckland: Tantangan Minggu Pertama

Buat entry pertama soal Auckland ini, saya mau cerita hal-hal yang menurut saya agak "ajaib" soal kehidupan minggu pertama sebagai imigran di Auckland, tapi kalau dipikir-pikir ada yang masuk akal juga (dan ada juga yang nggak sih, nanti saya kasih tau kenapa). Saya akan bagi-bagi jadi beberapa paragraf, dan masing-masing bercerita petualangan kelucuan, terutama saat kita bertransaksi di sini. Dan warning, buat yang mau pindah ke sini, bawa duit kontan banyak bukan berarti anda bisa dengan mudah mendapatkan ini itu. Peraturannya banyak banget, kakakkkk!!

Yang pertama dan lumayan crucial adalah soal mendapatkan tempat tinggal. Buat yang sudah punya rumah atau punya saudara di sini sih, syukur alhamdullilah banget deh  nggak usah pusing mikirin tempat tinggal. Apalagi yang sudah punya rumah, it means that you're rich! Hahaha. Harga rumah di sini mengerikan loh, salah satu yang termahal di dunia. Lalu buat saya yang nggak kaya ini, dan bener-bener berangkat dengan modal tabungan seadanya, opsi kita tentulah untuk menyewa rumah. Dari awal, saya sudah diingetin sama kawan baik saya, kalau permintaan rumah di Auckland ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan persediaannya. Tentu semua pada tau ya, kalau hukum ekonomi itu berlaku. If supply is less than demand, the price will go up.Jadi jangan bingung, kalau lihat harga sewa per minggu di sini untuk sebuah rumah mungil tipe sana sini mentok, bisa buat sewa per bulan rumah lumayan oke di Jakarta. Yes, it's that expensive.

Tapi, problemnya bukan cuma mahalnya loh, melainkan susahnya mendapatkan rumah ideal tersebut. Ibaratnya kalau ada 1 properti yang lumayan, begitu open house, yang lihat itu bisa 10-20 peminat, lalu berebut deh kasih application. Tinggal yang punya rumah aja pilih, berdasarkan kriteria yang mereka tentukan. Nah, sewa rumah itu dibagi dua, ada yang via broker, dan ada yang via pribadi. Lebih dari 80 persen rumah yang ditawarkan itu lewat broker. Broker ini juga banyak banget yang somse-somse. Jangan harap kalau kita email langsung dibalas ya, rata-rata pada nggak balas! Apalagi kalau mereka tau kita belum tiba di Auckland. Yang balas pun rata-rata rumahnya sudah keduluan di ambil orang. Dan syarat yang terlucu adalah: untuk menyewa di sini, kita harus punya rental reference, alias referensi dari landlord tempat kita sewa rumah sebelumnya. EALAH! Di Jakarta tinggalnya nggak nyewa, kok diminta surat referensi? Apa perlu saya balik ke manager apartemen saya 10 tahun lalu di Amerika untuk minta referensi? Nggak mungkin kan? Belakangan kita juga baru tau dari orang sini, kalau calon penyewanya itu punya anak kecil, chance diterimanya juga tambah kecil, soalnya anak kecil dianggap bisa merusak properti. Ribetnya extra amat ye!

Jadi waktu kita sampai di sini, kita benar-benar nggak tau harus tinggal di mana. Kasian banget nggak sih? Kita sih sewa Airbnb di daerah city, dengan hostnya yang super baik. Tapi kita sewanya cuma 1 minggu saja, dan setelah itu kita nggak bisa extend pula karena kamarnya sudah penuh. Lalu bagaimana nasib kita selanjutnya? Sabar ya, soal house hunting ini saya ceritain lagi di bawah.

Kendala kedua adalah soal tukar uang. Tau sendiri gimana susahnya nyari NZD di Jakarta (buat yang udah pernah nyoba nyari, pasti paham). Udah coba ke beberapa money changer, nggak dapet-dapet juga! Malah ada satu money changer super terkenal di Menteng Raya sana yang judes abis, pas kita nanya ada stock NZD atau ngga, langsung dijawab, "Nggak ada!" dan ditutup teleponnya dengan super ketus. Padahal usaha neleponnya udah lebih dari 20 kali ke money changer terkenal itu. Mentok-mentok kita akhirnya cuma bisa dapat NZD 2,500 aja dong! Nggak mungkin kan cuma bawa duit segitu, yang ada 2 minggu juga langsung nggak makan hahahahaha. Akhirnya kita bawa cash lumayan dalam bentuk USD, yang berarti sampai di sini, kita harus tukar menjadi NZD, dan rencananya nanti akan dideposit di bank sini. Sounds easy? Wait until the next paragraph.

Sampai di money changer, kita ditanya macem-macem, mulai dari sumber uangnya dari mana, dan kita sama sekali tidak boleh tukar uang dalam jumlah cukup besar, kecuali kita bisa memperlihatkan lebih dari satu jenis ID. Passport aja nggak cukup bapak ibu! Kita harus punya ID lain seperti misalnya: statement dari bank yang menyatakan alamat kita, bill air atau listrik atas nama kita. Katanya sih untuk mencegah money laundering, Lah, ini kita alamat aja belum punya! Apalagi bill listrik atau bill air? Impossible kan? Masing-masing dari kita akhirnya cuma bisa nukar sesuai limit maksimum dengan modal Paspor. Bisa tebak brapa? USD 650 per orang per hari. Alamaaakkkk. Mau sampai brapa hari sampai kita bisa beli mobil kalau gini caranya? Padahal di NZ itu public transport kurang bagus, jadi kalau nggak punya mobil bisa mati gaya. Plus nggak mungkin juga kita minta tolong temen terus buat anter kita ke mana-mana, walaupun temen kita ini baik banget dan udah bilang dia bersedia. Nasyibbbb... Intinya di NZ ini, punya duit USD banyak juga nggak bisa bergerak deh hahaha. Coba kalau di Indonesia, pasti langsung diterima dengan tangan terbuka tuh duit USD cakep kinclong masih crispy banget.

Dasar punya temen baik banget, dia dan istrinya bersedia loh kita pinjam buat tukar uang. Dia plus istri dateng dengan bawa-bawa electricity bill, dan kita minta tukar uang yang penting cukup untuk beli mobil. Soalnya temen saya juga nggak berani tukar uang banyak-banyak, ngeri sama orang pajak sini kan, soalnya sumber uangnya dari kita hahaha. Ketat banget ya aturannya. Begitu uang sudah di tangan, baru deh besoknya kita berani lihat-lihat mobil. Setelah akhirnya ada satu mobil yang kita sreg dan sudah deal, kan tinggal pembayarannya, dealer mobilnya tuh minta kita pembayarannya pakai transfer saja, supaya lebih mudah dan lebih aman. Besoknya kita ke bank dong, maksud hati mau buka tabungan dan nyetor uang yang udah ditukerin sama temen kita, lalu transfer ke rekening si dealer. Begitu sampai di bank, ternyata kita nggak bisa buka account tanpa memiliki alamat tempat tinggal tetap! Ya oloh, repot bener sih mau belanja di sini! Terus gimana dong? Akhirnya kita telepon dealer, dan dia setuju untuk kita bayar pake cash. Finally bisa juga bawa mobil milik sendiri dan nggak usah nebeng lagi. 

Walaupun udah ada mobil, nggak mungkin dong kita bobo di mobil. Kita kan tetep harus punya rumah untuk tinggal. Sementara dari sejak di Indonesia, house hunting kita terasa mampet. Tapi memang, Tuhan itu luar biasa baik sama kita. Temen baik kita, ternyata di akhir pekan tersebut pindah kota ke Selatan, dan rumahnya siap untuk dikosongkan serta dilepas kontraknya. Pas hari terakhir mereka pindah, pas besoknya saya harus checkout dari Airbnb. Kalau bukan kuasa Tuhan, entah apa itu namanya. Setelah kita mampir ke rumah temen kita itu, kita langsung sreg banget! Bukan cuma karena kita kepepet, tapi karena rumahnya memang pas ukurannya untuk keluarga kecil kita, serta masih ada lapangan rumput hijau di depan rumah. Syukurnya lagi, ternyata landlord alias pemilik rumah yang di sewa temen saya itu baik banget, bersedia untuk langsung transfer sewanya ke kita, dan perjanjian sewa menyewa itu akhirnya ada di tangan! Leganyaaaaa amit-amit.

Begitu perjanjian sewa sudah di tangan, segalanya mendadak jadi lebih mudah, dan kayaknya waktunya pas banget. Besoknya kita sudah bisa membuka tabungan di bank, dan juga dibuatkan surat referensi oleh pihak bank untuk kita tukar uang. Tukar uangpun jadi lebih mudah, walaupun tetap ditanya sumber dananya dari mana, dan saya harus tunjukkan buku tabungan saya yang di Indonesia. Setidaknya, saya sudah tidak perlu minta bantuan orang lain lagi. Di hari itu juga, pihak cargo menghubungi, dan memberitahu kalau barang yang kita kirimkan dari Indonesia sebulan sebelumnya sudah sampai di pelabuhan dan siap di antar ke rumah di awal minggu. Everything fell into places. 

Begitu kita sudah tukar semua uang kita ke NZD, berarti kita siap dong untuk deposit uang kita ke bank? Simpel kan, deposit ke tabungan sendiri. Tau-tau, kita dikasih tau pihak bank, kalau di NZ itu kita tidak boleh deposit lebih dari NZD 15,000 dalam satu bulan. Kalau mau lebih sih bisa, tapi kena charge sekian pesen. Ealaaahhh, ribet ya di sini. Lagi-lagi buat mencegah money laundering sih katanya. Baru nemu kan, mau deposit duit sendiri, malah mau dicharge extra? Pantes orang sini tuh hampir nggak ada yang bawa cash, semuanya rata-rata pakai eftpos atau visa/ master debit untuk transaksi sehari-hari. Pokoknya semua serba digital. Ya udah deh, deposit secukupnya aja sesuai limit, besoknya kita jadi belanja gede-gede semua pakai cash, termasuk buat beli furniture dan appliances. Serasa orang kaya kan bawa cash kemana-mana, padahal justru karena kita nggak kaya makanya nggak mau bayar bank charges. 

Jadi gimana setelah baca keribetan kita pas minggu pertama di sini? Itu baru soal administrasi loh, belum lagi kita harus menghadapi yang namanya jetlag dan susah makan (terutama si Abby), sampai lemes capek tapi seneng gara-gara dalam satu hari kita harus beli furniture dan appliances demi supaya semua bisa diantar di hari pertama kita pindah ke rumah baru ini. Masih ingat di seminggu pertama kita tinggal di Airbnb, si Abby tiap hari bobonya pukul 2 pagi... dan tiap hari kita bangun dengan mata panda. Belum lagi si Abby nggak selera sama makanan lokal, dan beruntung saya punya teman yang baik yang mau nganter ke supermarket, dan amazing Airbnb host yang bersedia minjemin dapurnya yang mantab banget plus peralatannya buat saya masak. In the end, kita bersyukur banget sama Tuhan, karena kita selalu punya orang-orang di sekitar kita yang siap membantu kita dengan segala kebaikan hati mereka. 

Untuk menutup kisah perdana kita di sini, saya kasih beberapa foto kita pas minggu pertama ya! Dikit aja, soalnya beneran kecapekan sampe jarang banget motret hahaha.

Main prosotan di taman deket rumah. Ini hari pertama, baru sampe, masih on!
Perks of living here, bisa koprol di jalanan!

Abby's favorite cat. Namanya Rooney, punyanya host kita, langsung dibawa dari Santorini. 

Pokoknya nempel terus sama Abby

Walaupun seringkali diunyeng-unyeng, serasa cat's abuse (plus ditarikin ekornya) hahahahaha.

Manis banget ya liat-liatan kayak gini. 
So, here you go, our 1st week in Auckland, that was fun and full of adventure! Hanya di Auckland, mau nuker duit aja pake adventure dulu. Hihihi.

136 comments:

  1. Hehehehe emang serba-serba ribet dimari. Waktu gue baru dateng aja sampe kena tipu pihak sekolah soal akomodasi, terus pindah sana sini dan sebagainya. But after penyesuaian 6 bulanan jadi betaaaah banget. Di west-nya di mana Ci Leony? And bener banget orang di sini yang bawa cash tuh hampir ngga ada (termasuk gue) hehe.

    Mariska
    mrspassionfruit.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, iya gue sempet baca pas scroll cerita lu ke belakang. Kok bisa sih? Tapi itu bukan salah negaranya sih, tapi salah agent dan pihak sekolahnya yang nggak professional. Kalo boleh tau, sekolah mana yang bikin lu sengsara kayak gitu? Japri aja if you don't mind. Gue di West Harbour area. Seneng deh di sini, masih banyak ijonya haha. Iya, setelah tinggal di sini bbrp hari pertama aja udah ngeh kalau di sini apa-apa serba electronic and online.

      Delete
    2. Yup itu dialah, emang bukan salah negaranya tapi krn kita tergantung sama rent reference yang diminta landlord, gue jadinya nggak bisa cari rumah sendiri sebelum dateng (padahal udah cari-cari di TradeMe kebetulan ada temen yang tinggal di sini and ngasihtau ttg TradeMe) mau gak mau ngikut si sekolah deh. Oke nanti gue japri ya :)

      Mariska

      Delete
    3. Gue sih justru ud tau lama soal trademe, kontak2 bbrp agent, tp ya krn gue sudah lama banget gak rent, bagaimana mgkn gue bs dpt rental reference kan? Emang bikin pusing aje hahahaha. Tp kalo dulu gue di US as student, gampang sih cari tempat tinggal, soalnya pas daftar sekolah aja ud diminta bank statement dr Indo yg sekian digit untuk memastikan kita mampu bayar. So cari housing was not bad at all.

      Delete
  2. waaah antara envy dan enggak. Enggak banget pas baca ceritanya, tapi langsung berubah pikiran pas liatin fotonya. My dream itu.....tinggal di daerah yang sepi dingin dan homy gitu. hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, ceritanya emang seru ya, tapi menurut gue itu sih emang pengalaman berharga banget yang bisa dibagiin, biar gak kaget juga. Jujur, kalau kita nggak punya temen di sini, even with the money that we brought though it's not much, gak tau deh gimana nasib kita hahahaha.

      Delete
  3. Ya ampun Ci ribet banget ya disana. Tapi abis itu semua dimudahkan sama Tuhan ya Ci jalannya, berkatnya luar biasa banget.:)
    Manis banget Ci ngeliat fotonya Abby sama Rooney, sampe ngekor mulu itu Rooneynya.:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apparently ribet karena banyak aturan, dan supply rumah juga dikit banget. Iya amin banget Tuhan banyak bantu lebarin jalan kita untuk settle awal di sini. Rooney suka banget sama Abby, dan Abby juga suka banget. Sayangnya cuma seminggu doang temenannya hihihi.

      Delete
  4. jadi inget dulu temen deket yg mo dijodohin ke gw tinggal di NZ... cerita bahwa dulu mampunya beli mobil butut banget gara2 ga mampu belinya hehe :) kalo disini udah pasti marah2 dan bilang "punya duit aja kok ribet?" hehe :)
    aaah ditunggu alasannya kenapa bisa pindah ke NZ yaaa.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, kalo lu jadi sama org tersebut, lu bakalan jadi mahluk NZ juga dong Fun? Tapi di sini orang gak pusingin mobil keren or butut, rata-rata santai banget, hidup juga pada simple. Malah orang Indonya beberapa ada yang heboh.

      Delete
  5. ribet banget yaa ci, tp puji Tuhan semuanya beres ya ci.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, syukur semuanya beres di minggu pertama. Dan semua yang tau kita dapet tempat tinggal dan bisa beli macem-macem padahal baru satu minggu, pada amaze semua hahahah. *saking ribetnya aturan di sini*

      Delete
  6. ealahhhh...ribet tenan yaa..gak jadi pindah ahh *sok banget. ampun yaa, punya duit banyak kagak menjamin bisa nyaman urusin tetek bengek disana yaa? ck ck ck..perjuangan elo bener2 hebat deh le.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, mo pindah sini ci? Yuk, main-main aja. Kan mau adventure toh? Ya intinya selama kita belum punya permanent address, semua-muanya jadi ribet.

      Delete
  7. Mbak tulisannya asik di baca....salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, Farzan. Thanks.

      Delete
  8. Tuhan memang tidak pernah lebih cepat atau telat ya ci, selalu tepat pada waktunya. Tapi dengan ada struggle seperti ini, kepindahan cici kesana harusnya jadi lebih berwarna dan tentunya ada banyak hal baru yang bisa dipelajari.. Btw kucingnya cakep!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici ngerasanya ini challenge yang sebenernya nggak guede-guede banget, tapi perlu diwaspadai buat first time immigrant kayak kita. Pelajaran berharga banget dan bisa dikenang sambil ketawa-ketawa. Kucingnya asli dari Greece loh!

      Delete
  9. Wah mampir2 udah tinggal di NZ! Congrats ya pindah tempat baru... haha bagusnya elo tetap punya sisi humoris jadi segalanya jadi ringan. And bener sih, yang gini-gini malah kelak jadi kenangan manis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daripada dibawa mingkem dan menggerutu, mendingan dibawa ketawa aja biar hepi. Gue bersyukur banget sih, bener-bener berkat Tuhan untuk memudahkan kita di di hari-hari awal.

      Delete
  10. Leonnyyyyy.... welcome to NZ! Aku waktu itu dikasih tau Laila kalo kamu pindah ke NZ. Ih seneng banget ada temen senasiibb.. Tapi andaikan di Wellingtoonn, aku lebih seneng lagi ahahaha.. (minim temen kaakk).

    Duh untung banget nih gue gak mengalami keribetan serupa karena ya itu sih bisa numpang rumah Kakak dulu pas baru dateng. Jadi semua administrasi awal2 taro ke alamat kakak dulu. Tapi gimana abis lepas ribet-ribetnya? betah kaaann?? Pokoknya semoga betah dan hepi yaa.. dan mudah-mudahan kita ada kesempatan ketemu yaa.

    Ples aku doain aahh suami kamu dapet kerjaan di Wellington biar kita deketan :P

    Sekali lagi selamat datang ke negara Lord of the Ring!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, gimana kalo elu aja yang pindah Auckland? Tar gue kenalin dengan serombongan orang Indonesia yang ternyata banyak yang udah puluhan tahun aje di mari! *a.k.a Om2 dan Tante2*

      Iya bersyukur banget deh kalau ada saudara di sini, at least masa transisinya gak terlalu ribet. Selain itu elu kan student ya, dianggep temporary, jadi lebih mudah juga (dulu pas gue masih student jg lebih gampang soal gini-ginian, tapi memang di Amrik overall lebih gampang, IMHO).

      Tar kalo gue ke Welli or lu ke Auckland, kabar-kabari yaaa! Duh, kerjaannya dapet di Auckland dulu deh kakak! Kontrak gue udah setahun nih, gak kebayang harus pindah Welli lagi... *bisa lemes lutut gue*

      Delete
    2. Ahahaha di Welli juga udah kenal beberapa orang Indo siihh... berhubung iparku cukup gawooll ahaha. Dan untungnya ada beberapa sepupu juga yang seumur. Cuma teteplah makin banyak temen kan makin seru :D

      Eh iyaa padahal kemaren gue sama suami sempet pengen nonton Madonna di Auckland, tapi gak dapet tiket yang dimau, jadi batal deh :(

      Siipp semoga nanti ada kesempatan ketemu yaaaa!!

      Delete
    3. Mantab deh, biar tiap weekend ada kerjaan ya. Kalo gue di sini gak ada temen deket nih gara2 temen deket gue pindah ke Welli. Tapi kl kenalan org Indo banyak. Sekali ikut gereja Indo aja ud kenal segabruk sampe gue lupa nama2nya hwhahaha.

      Sip, nanti kita berjumpa ya kl ada waktu n kesempatan. Lu plan utk jado resident gak di NZ? Hihihi (atau kangen PIM?)

      Delete
  11. Kucingnya lucu banget, salah focus jadinya. Heheheh.
    Selamat bertualang di negeri baru :D

    Diana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Diana. Kucingnya udah tua loh, udah belasan tahun, tapi masih cute yaaa.

      Delete
  12. gua bacanya aja uda berasa ribet hehehehe... ditunggu cerita2 selanjutnya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, gimana yang jalaninnya ya Mel? Dibawa asik aja daaahhh...

      Delete
  13. OMG bacanya sampe tahan napas dan gemes ci. Hahaha drama banget ya :D
    Puji Tuhan akhirnya semua bisa terselesaikan dengan baik teruma yang rumah, aduuh itu bener2 campur tangan Tuhan banget ya ci :)
    Hahahaha soal uang, gile ketat banget ya. Emang sebagai orang yang pernah kerja di bank, money laundry itu nightmare banget. Wajar kalo ketat, cuma itu sih ketat nya parah. Yah apapun drama nya akhirnya semua berakhir dengan baik ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibilang drama juga ngga sih, kaget doang! Serius ngga nyangka seribet itu, secara ini kan bukan kali pertama ya saya dan suami tinggal di LN. Tapi rasanya yang ini extra banget stepnya, kemungkinan sih karena soal money laundering dan terorisme juga sih. Jadi mereka hati-hati banget sama duit. Istilahnya: We don't need your money! Hahaha.

      Iya syukur pada Tuhan akhirnya semua beres.

      Delete
  14. wow,ribet bgt ya.tp di sana bener2 ketat ya takut adanya praktek money laundry.
    smoga makin betah ya Ci di NZ, Abby jg happy ya ada temen main skr hehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketat, tapi make sense sih. Cuma kalau soal sewa rumah itu yang gak make sense. Abby sekarang temennya banyak banget, bukan cuma kucing, haha. Soalnya kan udah sekolah juga dia di sini.

      Delete
  15. Minggu pertama di Auckland, anggaplah kayak masa orientasi siswa baru ya ci. Tapi syukurlah telah terlewati dan memang pertolongan Tuhan selalu tepat waktu, nggak terlalu cepat maupun terlambat ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa orientasi, masa deg-degan, masa yang bikin kita menganga juga soal adjustment di sini. Ngga kebayang, kita aja suami istri yang sebelumnya pernah tinggal di LN masih tetep butuh adjustment, apalagi yang blek langsung pindah dari Indo, pasti lebih kaget lagi hihihi. Memang God is great!

      Delete
  16. Wihh.. Bener2 dimudahkan ya ci smua jalannya.. Hehe.. Ditunggu cerita2 selanjutnyaa :) Abis udah lumayan settle down tentunya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung punya temen yang bisa diandalkan dan baik, plus berkat Tuhan juga. Makanya kalau bisa kita tuh nggak putus kontak dengan teman-teman di sekitar kita. Temen baik cici itu suami istri udah temen dari Amrik dulu loh! Berarti udah belasan tahun kita temenan, dan tetep keep in touch untungnya.

      Delete
  17. Aih ribet banget ya ci urusannya..
    Tapi syukur banget sekarang udah beres masalah tempat tinggalnya..
    Itu asri banget ya, seger banget kayaknya udaranya..
    Abby happy banget sepertinya, banyakin foto Abby dong ci.. suka lihatnya..
    Si Sus skrg gimana kabarnya ci? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, soal rumah udah beres, soalnya kalau nggak ada itu, mau tinggal di mana kan rempong abis. Iya di sini asri dan hijau, tapi summer pun kalau subuh duingiiiiinnn... Udara sangat bersih, jadi nyaman jalan di luar.

      Kabarnya Sus baik. Dia sudah dengan pengguna jasa yang baru setelah cici kembalikan ke yayasan.

      Delete
  18. ahhh ga sabar nunggu lanjutan ceritanya ciii...hahahaa
    waah abby udah punya temen baru yaa...kucingnya nempel teruss..hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, temannya Abby bukan cuma kucing sih, soalnya sekarang udah sekolah, jadi nambah puluhan deh teman-temannya. Tapi ya orang Indonesianya dia doang hihihi.

      Delete
  19. Busettt ribet banget ya ci padahal kita niat mao nabung ma beli yg wajar2 ya...tp bnran ci ak baru denger negara auckland loh, liat dari foto2ny kekny abby betah banget ya ci
    ntik cerita2 ya ci kok bs mutusin pindah.
    Ditunggu kelanjutanny ya ci tp jgn lama2 ya penasaran hahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Negaranya bukan Auckland, Mir. Auckland itu kotanya, negaranya itu New Zealand alias Selandia Baru. Kalau itu pernah denger dong? Hihihi. Abby sih seneng banget di sini, soalnya bobo selalu adem dan ngga keringetan. Kalau di Jakarta minta keramas melulu, di sini malah ogah keramas hihihi.

      Delete
    2. ouwh iya dink kota auckland hahahaaaa...NZ tau ci langsung inget pemandangannya yg ckp trus ...dingin bgt ya ci?

      Delete
    3. Sekarang lagi summer di sini, baru mau masuk fall. Tp ya gitu cuaca ga menentu antara 17 smp 29 dercel. Bedanya di sini mataharinya kayak lewat jalan tol alias bebas hambatan jd terik n ngebakar kulit tp kl lagi mendung n berangin bs bikin gemeter jg hehe.

      Delete
  20. Huwaw luar biasa banget ya ci. Serasa nonton film yang semuanya seakan-akan penuh 'kebetulan begini.. pas banget begini...' padahal semuanya memang udah diatur sama Tuhan ya pastinya :D
    Temen kantor lamaku juga ada yang di NZ namanya Roy, tapi aku ga tau di daerah mana tepatnya hehehe.
    Btw hepi banget liat cici udah ada postingan baru lagi ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, beruntung banget punya temen baik dan berkat Tuhan yang amazing. Gue juga yakin doa-doa dari orang sekitar kita juga membantu saat proses kepindahan kita. Haha, kalau gitu tanyain aja si Roy tinggal di mana. So far belum nemu orang Indonesia yang namanya Roy nih :)

      Delete
  21. wiii ci Le,, sulit juga yaa
    tadinya ak tertantang mau pindah ke NZ jg,,
    Walaupun baru niat doank,, hehehe
    ga tau kapam terealisasinya..
    karena banyak juga temen yang pindah ke NZ..
    semangat ya cii,,
    indah banget ya smua nya,, PAS.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kalau niat gak bisa cuma niatannya doang, harus beneran dijalanin. Coba aja buka-buka website imigrasinya dan lihat persyaratannya. Iya, semuanya pas pada waktunya. Tinggal next stepnya di sini gimana.

      Delete
  22. hihihihi.. ribet juga yah ci.. tapi emang pertolongan Tuhan itu gak pernah terlambat yaa. :) ditunggu cerita2 selanjutnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. God is great pokoknya. Dia kasih cici orang-orang yang baik yang membantu saat awal kita di sini.

      Delete
  23. bacanya sampe narik napas..haha.. ribet banget ya, beda banget apa2nya sama disini. Tapi tetep, pertolongan selalu tepat pada waktunya. Ditungu crita brikutnya ci. Tetep Semangat.hhihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus narik nafas dong, kalau diem aja tar semaput hahahaha. *iseng banget ya*

      Di Indonesia kan, selama kita punya duit, masih bisa diatur lah apa-apanya. Di sini sih boro2 hahaha.

      Delete
  24. Dulu lu pas ke US gak ngalamin gini an ya? Kira kira kan sama tuh ribet nya. Mau sewa rumah atau beli mobil kredit, atau buka bank account mesti pake credit history, utility bills dll. Ribet Hehe.

    Dan sama gw juga shock banget ama harga sewa property. Duit hasil nyewain rumah gw di jakarta setaun cuma nutup 2 bulan nyewain apartemen super mungil disini dulu Hahaha.


    Anyway semua susah susah nya worth it ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas di US sih menurut gue segalanya lebih mudah ya. First of all dulu gue student. Jadi ada bank statement kan yang menyatakan kita mampu untuk bersekolah sampai lulus termasuk biaya hidup. Dan status kita sebagai mahasiswa juga membantu memudahkan. Buka account bank juga gampang kok. Pas gue kerja di kota lain juga gampang. Begitu dia tau gue karyawan salah satu company besar, ya udah dikasih tuh sewa apt. Selain itu yang gue rasain adalah, di US supplynya masih lebih banyak daripada di sini. Di sini sih ridiculous. Ibaratnya agent gak usah usaha terlalu gede juga renters dateng sendiri hihihi. Another thing yang bikin US lebih mudah adalah, mata uangnya gampang dicari di mana-mana. Mau transfer juga gampang, di Indo banyak tabungan yang USD, jadi transfer US juga gak kena conversion rate gede. Di Indonesia mana ada tabungan NZD? Kalau ada juga ratenya ancur minah dan pas transfer lebih parah daripada kena double conversion.

      Kalau lu mau beli kendaraan kredit ya mau ga mau deh Man, harus punya credit history. Gue sendiri gak pernah ngalamin itu, soalnya baik beli mobil di US maupun di NZ sini, gue pake cash.

      Susah-susah di sini buat jadi pengalaman yang berharga, makanya ditulis di blog buat dikenang dan ketawa-tawa di kemudian hari.

      Delete
  25. Le! Kebayang ribet dan pusingnya. Untung badai cepet berlalu ya Le. Tetep semangat menjalani semuanya, demi masa depan yang cerah *halah* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untungnya gue nggak anggep itu badai sih, lebih ke pengalaman berharga hehe. Bisa gue bagikan di sini juga jadi seru kan. Buat kenangan nanti pas anak gue udah gede, dia bisa liat perjuangan ortunya hihi. Aminnn...masa depan yang CUERAHHHH!

      Delete
  26. Gw bacanya sampe tarik napas... untungnya endingnya melegakan yaa. Soal bank itu keuseul bener ya ribetnya ampun2 deh. Semoga kalian kedepannya makin lancar ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan lupa buang nafas ya Des. Kalau tarik doang terus lupa buang tar semaput hihihi. Iya, di sini aturannya lebih ribet kalau gue bilang, tapi ya for security reasons. Amin, doain terus ya, Des.

      Delete
  27. Bs pas banget ya dpt tempat tinggal nya, emang semua nya udah diatur sm Tuhan ya ci.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang semuanya pas dan indah pada waktunya. Semoga terus berlanjut kayak gitu ya hehehe.

      Delete
  28. mau ini itu prosesnya ribet ya Ci Le tapi puji Tuhan dimudahkan sama Tuhan, ga pernah telat ya ci bantuan dari Tuhan :)

    aaaa kangen loh ci liat foto2nya Abby :D Abby betah ya di NZ *hugs*

    ditunggu ci lanjutan ceritanya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, selalu aja ada temen yg bantuin sehingga terasa lebih ringan walaupun yg namanya mental naik turun tetep ada.

      Abby betah n happy di sini. Abisnya jalan2 dikit udah nemu taman sih hehehe.

      Delete
  29. Ya ampuun gw jadi pengen bikin kontrakan disana deh *duitnya dari maneee*
    Syukurlah bagian ribet-ribet udah berhasil dilalui, jadi tinggal settle down aja ya Le.
    Cerah banget ya foto-fotonya, apa pengaruh udara bersih ya?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, Et. Gue nyewa sama elu deh. Jangan mahal2 ya. Hahahaha.

      Udara bersih dan kebetulan kameranya lensanya mayan oke haha.

      Delete
  30. Amazing baca ceritanya.. Cerita yg kelak bikin senyam senyum ini ya :D Dan bikin sadar kalo Tuhan sudah buka pintu semua pas pada waktunya. Masih menanti cerita soal alasan pindah kesana dan hal2 apa yg melandasinya.. *berasa wawancara* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Py. Pas banget ya semuanya. Semoga semua pintu yg memang kita butuh akan dibukakan dan dibuat indah pada waktuNya. Sip, nanti bakalan diceritain dehhhh..

      Delete
  31. mba Leony..komen pertama aq ni mba..selama ini jdi silent reader aja..hihihi
    masi penasaran alasan pindah ke NZ dan kok brani banget siy mba pindah jauuuhhh amat dari kluarga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks for your reading ya, Nov. Pindah tentu ada alasan yang baik dan memang hrs take a huge leap of faith. Tungguin aja nanti jg diceritain :)

      Delete
  32. Masi penasaran ci le kenapa pindah ke NZ? apakah bakal di ceritain soal itu?

    Ribet bgt yaa tata cara disana, punya duit aja ribet apalagi gk punya duit yaa XD

    Pertolongan Tuhan emang tepat pada waktu-Nya yaa, gk pernah terlambat gk pernah terlalu cepat, berserah tp bukan pasrah :)

    Ditunggu cerita selanjutnya ci

    Deuh abby gemesin bgt yg liad2an sama kucing XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya nanti bakalan diceritain deh. Kan udah dibilang di post sebelumnya. Kalau nggak punya duit lebih merana lagi deh bakalan hahahahaha.

      Abby di sini emang makin menggemaskan (plus makin banyak makan).

      Delete
  33. Akhirnya kluar episode baru alias update blog hihi. Btw si Abby sedih dong pisahan sm sodara2 di Jkt dan trmasuk pisahan sm sus nya. Ceritain jg ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby apparently gak terlalu banyak nanya soal yang di Jakarta, kadang-kadang aja dia suka sebut, tapi nggak sampai sedih. Apalagi di sini aktifitasnya udah bikin dia seru sendiri especially di sekolah. Oke bakalan diupdate lagi nanti.

      Delete
  34. asik bgt...

    abby kliatan happy bgt....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, soalnya di sini lbh bisa jumpalitan :)

      Delete
  35. wow uda rame aja yg komen disini :D
    salut deh ibu, bener2 rempong gitu ngurus ini itu masi ditambah ngurus balita. tapi bagus yaa uda dapet tempat tinggal, pasti lega, tinggal penyesuaian aja 6 bulan kedepan :D
    Lucu banget fotonya yg Abby liat-liatan sama si kucing hehehe, liat fotonya langsung bayangin suasana yang damai dan hawa yang sejukkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, apparently Abby had been a great girl sih, Teph, bangga juga gue sama dia yang bisa ikutan kita ups and downs bareng-bareng pas awal-awal itu.

      Suasananya damai tenteram banget di sini, tapi ya kadang ada jg sih yang suka setel musik kenceng, cuma kalau ditegur ya sadar diri. Kalau di Jkt toa kenceng kan gue ga mgkn tegur hihihi.

      Delete
  36. Ya ampun. Penting banget blog ini. Gue sekeluarga (a husband and a 5 years old daughter) juga lagi mikir mau migrasi ke New Zealand tapi ke Wellington. Jatuh cintanya sama Wellington �� Keep writing men. So many valuable infos that we have never thought before!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, Imelda! Yuk mari ke NZ.

      Iya, gue sih nggak akan bisa bagi info soal imigrasi dll, soalnya yang gitu2 mending liat di web resmi ya, drpd gue salah kasih info and get so many questions that I can't answer. Tapi ya at least gue bisa kasih info2 "lucu dan ngeselin" yang kadang orang nggak expect kalau kemari hihihi.

      Delete
    2. Gw ga expect ketemu agent rumah nan ganteng yg ampe hr ini gw masi kepikiran! LOL *salah focus aku mak.

      Delete
    3. Makanya viewing2 rumah lagi gih, biar bs ketemu agent gantengnya hahaha.

      Delete
  37. Ci leony, itu aturannya ribet banget. Haha aku orangnya gampang pusing kalo dah ngalamin yang kayak begitu.

    Semoga betah ya dirumah baru. kasih alasan dong knapa cc pindah ^-^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, kalau mau migrasi itu emang butuh HUGE leap of faith. Jadi kalau nggak tahan ribet, pasti udah mundur teratur dari awal. Buat kita, keribetan di sini itu kayak journey aja, pengalaman tak terlupakan :). Sip nanti diceritain soal kenapa pindah.

      Delete
  38. Pening Kakak bacanya 😂
    Tapi no pain no gain ya mbak..dan berasa bgt punya tmn disaat susah begitu tuh blessing..
    Abby makin feminim yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya Pit. Temennya mana temen lama pula loh. Udah belasan tahun temenan dr masih di US. Mosok ya feminin? Pdhl jumpalitan melulu di sini.

      Delete
    2. Haha..keliatannya feminin mbak, apa karena rambutnya udah panjangan? 😊

      Delete
    3. Kalo gitu tambah panjangin lagi ya, biar jadi minces.

      Delete
  39. Hi Leony,saya selama ini silent reader tapi gara2 postingannya tentang NZ jadi pengen ikut comment hehehe.. Untuk info sekolah Abby mgkn udah terlambat ya, cuma mau bagi info aja, di daerah Richmond Road Ponsonby ada preschool/tk namanya PMK, 2 gurunya (ibu dan anak) pernah tinggal lama di Indonesia jadi bisa bahasa Indonesia. Anak saya terbantu banget dulu proses adaptasinya di sekolah ini karena waktu awal sekolah di NZ bahasa inggrisnya sangat terbatas.
    Semoga ke belakangnya lancar semua urusan ya..n enjoy NZ!:)
    - Shinta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, Shinta! Thanks for commenting and thanks for your suggestion. Si Abby sekarang sudah sangat happy di kindy-nya. Awal2 aja sih yg adjustment susah krn lingkungan baru. Tp on the 2nd week suddenly jd happy banget n kelihatan enjoynya di sekolah yg sekarang. Even I don't think the language matters now hahaha. Shinta msh tinggal di Auckland? Yes so far enjoyyyy banget sm NZ.

      Delete
    2. Wah syukurlah klo udah hepi di sekolah, anak senang ibunya tenang ya hehe :D
      Skrg udah ga di NZ lagi, Leony, tp bener2 tidak bisa terlupakan deh pengalaman hidup seklg di sana, super happy n super enjoy!=D
      Anak2 sana aku bilang beruntung bgt, bener2 bisa living the children life to the fullest..lucky you, Abby! ^__^
      Ditunggu terus kisah2nya di sana ya ..

      Delete
    3. Wah, pindah kemana sekarang? So far I find this country is superb for Abby. Dia seneng banget main outdoor dan di sini kayaknya gampang banget nemu park, small or big, doesn't matter yang penting anaknya bs lari2an dan ada prosotannya hehehehe.

      Delete
  40. Semangat ya Mak!
    mang rese disini awal awalnya..but all good :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semuanya indah pada waktunya ya, El! Hehe.

      Delete
  41. OMG!! gw baru tau u pindah negara, le! hebattt pasti pilihan yg sudah dipikirkan secara matang plus dan minusnya.. Doa kami semoga itu jadi pilihan terbaik buat kluarga kalian.. awal2 pasti banyak repotnya tp 3 bulan ke depan biasanya udah mulai klop adaptasinya :)))
    Semangatttt!! crita2 yah disana gmn.. seru tuh tuh gw pasti makin rajin mampir blog u deh! biar ga ketinggalan kaya gini hahhahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya Liv, tentunya dr awal may daftar jg udah dipikirin, krn prosesnya panjang dan berliku hehehehe. Banyak abis dokumennya. Tapi kl sampai dikasih sm Tuhan, kita percaya akan ada hal baik yg Tuhan siapkan. Doain terus ya, Liv! Lu pake feedly aja, buar bs dpt updatenya terus hehehe.

      Delete
  42. Itu kucingnya lucu amat! Yang foto terakhir manis banget sama-sama lagi duduk sambil lihat-lihatan XD Btw, ditunggu cerita lanjutannya! Selalu seru klo bacain petualangan dikota atau negara lain soalnya pasti adaaaaa aj cerita lucu/ribetnya! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, lucu, ribet, seru, tapi yang penting akhirnya beres sih hihi. Kalau nggak beres mah udah mules deh, boro2 bisa nulis. Kucingnya udah tua tapi masih cakep ya.

      Delete
  43. ribet juga yang tata cara disana, semoga kak Leony sekeluarga tetap dalam perlindungan Tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, namanya baru pindah, pasti challenges2 kayak gini bakalan ada. Thank you! Doain kita selalu ya.

      Delete
  44. Selamat berjuang ci di tempat yg baru.. Aku jg mau pindah ikut suamiku mutasi ke Lampung, pindah ke kebon hikz semoga aku bs cepat adaptasi, selama ini blm pnh tgl di daerah yg jauh dr pusat kota, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Gaby, hehe. Gak apa asal perginya sama suami, it will be a fun adventure. Nanti di kebun tinggalnya di mess? Kadang kl di mess ada enaknya loh. Makanan ud disiapin kl level tertentu hahahaha *pengalaman pribadi jaman msh kerja di tambak*

      Delete
  45. aduhh ci abbys lucu bgt bgt si , she is so beautiful ♥ biar Tuhan lancarkan semua yg terhalangi disana ya cii .. ciaayoo cii , salut sama cci yg satu ini wlaupun baru liat blog cci .. JBU and family cio

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Venesia. Doain terus ya buat kita sekeluarga. God bless you too!

      Delete
  46. Mau info aja, kalau sewaktu di Jakarta udah buka tabungan di ANZ/Commonwealth Bank/Citibank (dalam Rupiah pun gapaapa) di NZ itu bisa lgsg tarik tunai dalam bentuk NZD tanpa ada charges lagi. Kita skrg udah ngga pernah lagi keluar negeri tukar uang di money changer karena tarik tunai di ATM yg sama di negara itu pun ga kena charge (in our case, we use Citibank yg jumlah negara ada ATM nya cukup banyak)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Vary, Citi unfortunately ga pny cabang di NZ. ANZ ada, tp nilai tukarnya hancur lebur. Kl tukernya puluhan juta aja sih cincai. Tp kalo tukarnya ratusan juta, nah brasa deh tuh. Tarik tunai di ATM di sini jg kena charge dan ada batas maksimum per bulan, dan kebutuhan kita jauh di atas batas tersebut. Buat travel bs jadi opsi. Tp buat pindahan, gak cukup hehe.

      Delete
  47. Ci Le, ud 2 bln lebih ya pindah ke NZ.. Pas baca sambil ngebayangin jg udara seger sama segernya sayur"an disana 😃. pas awal pindah walo ribet pasti seru banget ya.. Untung semua yg ribet" pas awal selesai pada waktunya ya ci, apalagi yang tempat tinggal, pas banget ad temen cc yg mw pindah trus cc bs lgsung sewa dsana juga. Di auckland kotanya kecil atau padat penduduknya ci sampai mahal dan banyak peminat gt propertinya?

    Semoga cc skluarga disana lancar" ya jalanin kehidupan barunya dan suami cc dapat kerjaan yang terbaik juga.. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, segernya sayurnya emang mantab sih Jur. Di sini tuh beli kembang kol seger banget, terus gak gampang itemnya. Jadi awet gitu ditaro di kulkas. Kotanya popular Jur, jadi ini kota terbesar di NZ, dan bisa dibilang kota yang paling dinamis. Amin Jur, makasih wishnya, doain kita terus ya.

      Delete
  48. Hi Ci Leony, salam kenal ya.
    Aku juga rencana mau pindah tahun ini ke Auckland, suami udah punya work visa, tapi kita lagi siap2in dokumen ITA untuk Skilled Migrant.
    Jadi concern soal bawa uang ke sana nih.
    Suamiku lagi expore ANZ Migrant Banking Package
    http://www.anz.co.nz/personal/accounts/migrant-banking-package/
    ASB / Commonwealth https://www.asb.co.nz/story1146.aspx
    atau kiwibank http://www.kiwibank.co.nz/personal-banking/international-services/moving-to-nz/open-acct-overseas/#how-long-before-i-plan-to-arrive-in-new-zealand-can-i-get-accounts-set-up

    Kalau baca sepertinya bisa open account remotely lalu nanti activate account di sana. Betul nggak ya? Apa pernah tau soal ini?

    Poppy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu aku jg sempet nanya sama temenku. Kata dia nggak gimana efek buka itu, activatenya tetep setelah kita punya address di sini. Cuma mungkin sebaiknya km email ke bank masing2 deh supaya lebih jelas. Good luck ya prosesnya. Sama siap2 menghadapi kenyataan kalau mencari kerja di Auckland itu susahnya JUARA!

      Delete
    2. Waah, address paling penting ya. Kalau rent house itu bisa buat address kita kan ya. Amiin, aku coba minta suami contact banknya satu satu dulu kalau gitu. Thanks yaa! :-)

      Delete
    3. Haloo salam kenal Leony, saya juga baru ada cita cita pengen move ke nz juga. Makanya bisa ketemu Leony di blog ini buat cari tau kondisi disana. Saya baca di blog lain katanya company di NZ lebih suka hire orang yg sudah pernah ketemu atau wawancara secara tatap muka ya? Apakah bener? Nah kalau kita cari kerja dari Indo apakah bisa dapat? Thanks buat infonya GBU

      Delete
    4. Cari kerja dari Indonesia sih kemungkinan dapatnya luar biasa kecil ya (boleh saya blg hampir tdk ada). Bahkan sudah tiba di sini saja berat. Arief sudah baca posting saya yang soal cari kerja? Harus super fokus dan sabar untuk dapat kerja baik di sini.

      Arief statusnya apa? Kalau bisa kemari sudah PR ya. Saya nggak suggest kalau ke sini cuma nekad tanpa ijin kerja (minimal ada working visa, syukur2 sudah PR) karena itu syarat dasar cari kerja resmi di sini.

      Delete
    5. This comment has been removed by the author.

      Delete
  49. Salam kenal leony, sy ada rcna mw sekolah anak di nz, cm agak was2 soal y dsna kan dingin sekali ya,anak sy ga kuat dingin, bingung aja gmn antisipasi nya,apakah dgn jaket cukup, cm concern sm dingin dsana aja, soal y baru kali ini lepas anak ke luar negeri, apa iya bs adaptasi, mgkn sempit kali ya pemikiran sy,maklum baru pernah lepas anak jauh, skr sih msh sma kelas 3 ,thn depan lulus,thx kl bs ksh advices , btw anak nya lucu banget n cantik hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya ini email sy joesianling@gmail.com thx ya dan selalu sukses

      Delete
    2. Oh ya ini email sy joesianling@gmail.com thx ya dan selalu sukses

      Delete
    3. Hi Ibu Joe Sian,

      Gak usah khawatir soal dingin. Anaknya nanti sampai sini pas winter atau pas summer? Kalau saya blg bawa aja jaket secukupnya dr Indonesia. Sisanya mending beli di sini saja. Lebih banyak model dan lbh jelas tahan dinginnya (materialnya lbh bagus). Gak usah khawatir soal harga barang, pilihannya beragam. Kalau jaket memang lbh baik invest yang bagus karena akan sering sekali digunakan. Aksesoris di sini juga banyak. Scarf, sarung tangan, topi, dll. Semoga sukses jg untuk anaknya.

      Delete
  50. Lam kenal ci leony...
    Mao tanya donk soal aucland...
    Kebetulan saya bulan depan mao ke sana buat eli course di Ntec.. So bagi orang baru di sana n yng masi eli course susah dapat part time ga ya... Txs sebelomnya atas balasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin kalau part timenya yang nggak perlu skill khusus bisa kali ya (kerja kasar misalnya), atau kerja part time di kampus. Saya nggak dalam kapasitas menjawab soalnya. Silakan nanti dicoba sendiri pas sudah sampai sini.

      Delete
  51. hello Leony,
    salam kenal..
    sy mau tanya soal beli rumah & kaitannya dengan status PR.
    sy masih WNI , bekerja di jakarta, umur 50 thnan,

    apakah diperbolehkan seorang foreigner (saya) beli rumah second di NZ ?
    saya ingin pensiun & tinggal bersama keluarga di NZ..


    Lalu apakah dengan membeli rumah di NZ, diperbolehkan apply status PR bagi saya ?

    mudah2 an ibu bisa berikan pencerahan...

    terima kasih sebelumnya,

    salam ,
    David - Jakarta



    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli rumah bisa saja, Pak David. Tapi sepertinya sekarang sudah makin sulit untuk loan untuk investor asing, jadi belinya cash ya.

      Kepemilikan rumah tidak ada efeknya dalam penentuan PR alias tidak menambah poin apapun. Semoga membantu.

      Delete
    2. terima kasih bu Leony, utk penjelasan nya ;

      noted, beli cash lebih gampang ya (bagi foreigner) ;

      salam -
      david

      Delete
  52. Dear
    Ibu Leony

    Terima Kasih Informasinya sangat membantu dan dapat memberikan gambaran mengenai kehidupan di NZ, khususnya di Auckland dan mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan seperti mencari tempat tinggal dan membuka rekening bank. Selain itu, saya memiliki rencana untuk melanjutkan studi di NZ, berarti harus mempersiapkan dengan baik untuk mencari tempat tinggal disana. Ibu Leony, estimasi biaya hidup per bulan dan biaya tempat tinggal untuk sewa kost atau rumah per minggu brp ya di Auckland? Mengingat Auckland merupakan kota terbesar di NZ dan memungkinkan memiliki biaya hidup yg cenderung tinggi. Apabila kita belum memiliki kenalan di Auckland, kira-kira apakah ada saran bagi orang yg ingin berkunjung dimana dalam prosesnya masih mencari tempat tinggal? Apakah dapat menggunakan alternatif lain selain broker mengingat bila kita menggunakan jasa broker ada suka dukanya dan sulitnya mendapat tempat tinggal berdasarkan tulisan ibu di atas.


    Terima Kasih Infonya

    Salam

    Raynard

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Raynard,

      Kalau kamu single, dan mencari tempat tinggalnya tipe yang satu kamar saja di dalam 1 rumah alias flatting (1 rumah rame2 dengan teman lain) itu jauh lebih mudah. Biasanya kisaran biaya sekitar 180-300 NZD per minggu per kamar tergantung tipe rumah dan daerahnya. Untuk flatting bisa lihat2 di http://www.trademe.co.nz/flatmates-wanted/auckland dan tanpa broker. Kalau rumah juga bisa lihat di trademe. Cuma biasa sih kalau student dan masih single rata2 flatting.

      Kalau untuk makan juga tergantung lifestyle ya. Mau irit2 banget ya mungkin bisa dapat 50-70 NZD/ minggu yaitu dengan masak sendiri. FYI di sini di food court average 1 meal ada di kisaran 12-15 NZD dan di resto lbh mahal lagi. Jadi ya kalau mau irit memang sebaiknya masak sendiri.

      Delete
  53. baca-baca artikel sama komen diatas jadi makin mantap ambil s2 disana. hehe semoga keturutan. salam kenal kakak

    ReplyDelete
  54. Hi Ci leony Salam kenal dari Jakarta hehehe
    Ih seneng banget nemu artikel ini tapi Jadi mikir berkali" ya ribet banget kayanya tinggal disana, well Aku juga nemu jodoh orang NZ nih hihihi Jadi malu, juni 2017 dia mau dateng kesini ketemu untuk Pertama kalinya sekalian ketemu keluarga gitu :D mau ngelamar juga aaah deg deg'an nih. Well cowo ku ini tinggal di Christchurch dan dia juga Lagi nyari" rumah/kontrakan haha (maklum masih bujangan Jadi sekarang dia masih tinggal sama strangers gitu share rumah), kayanya biaya hidup disana mahal ya :( Kita rencana pingin sewa rumah dulu tapi cukup mahal katanya dan bener ya bayar nya per minggu (agak shock Denger nya) dia bilang kalau mau lebih irit Kita sewa rumah barengan sama orang lain Jadi Kita tinggal 1 rumah sama orang asing wah agak takut kayanya serumah dan berbagi ruangan sama orang asing Jadi saya bilang mending Kita sewa rumah yg kecil aja gapapa toh nanti masih tinggal ber2 ini sambil Aku kerja disana sambil saving money buat beli rumah sendiri, orang sana emang santai banget kata cowo ku ga peduli mau pake barang mahal atau murah mereka Bodo amat ga bakal ada yg merhatiin. Dia juga kemana-mana masih pake sepedah karena deket banget mau kemana-mana dan emang masih desa gitu kayanya tapi dia bilang nanti bakal beli Mobil karena agak ribet kalo Kita mau pergi ber2 ga mungkin kan boncengan hahaha.
    Excited juga sih pengen tinggal disana karena jatuh cinta sama negaranya yg Cantik pemandangan nya amazing cuacanya dan udaranya juga masih bersih banget.
    Di tunggu cerita selanjutnya ya Ci biar ada sedikit bayangan tinggal disana kaya gimana ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ineu, cerita soal Auckland udah ada bbrp kali kok di post selanjutnya. Silakan dibaca2 ya. Btw, kamu yakin nih sudah siap nikah? Sudah sempet main ke NZ? Kalau menurutku, flatting itu hanya cocok untuk orang single ya. Begitu married, awal2 mungkin masih bisa. Tapi begitu pregnant, waduh, rasanya gak mungkin flatting. Coba sebelum bertindak lebih lanjut, dipikirkan masak2 lagi soal housing. Mau beli rumah, kalau mahal kan harus loan. Kalau kerjaan ngga mumpuni, loannya bisa gak keluar. Nanti jadi bs terkatung2. Plus kan harus punya deposit minimal 20 persen harga rumah. Kalau tabungannya gak siap, susah juga. Ini saya bukan nakut2in, tp memang kalau mau nikah harus realistis jg hehehe. Jadi bicarakan baik2 dengan pasangan kamu, set target pelan2. Di sini santai sih santai.. Kalau masih single! Kalau sdh berkeluarga.. Nahloh, tanggung jawabnya beda.

      Delete
  55. Hehe ya harus siap Ci, dia sih ngajak Aku buat ke NZ awal tahun, dia bilang liat2 dulu NZ itu kaya gimana sekalian ketemu keluarga besar disana, cuacanya, orang2nya, biar ga shock nanti pindah kesini. Tapi Aku ga yakin soalnya bakalan sibuk banget ngurusin skripsi dan tetek bengek lain nya, belom Lagi ngurusin buat wedding disini padahal masih tahun depan, maunya kan santai aja tapi emang dasar Mr.rempong dia ga mau santai2 takutnya malah berantakan semua rencana :D makanya udah sibuk dia disana.
    Iya Ci aku juga bilang ga nyaman kalo flatting, Jadi dia kayanya udah nyiapin segala macem termaksud tabungan, dia bilang mungkin after married 1 tahun udah bisa punya rumah sendiri Dan dia nyari rumah di Auckland hahaha wah kata Aku seriusan ? Dia bilang Iya soalnya disana rumah agak murah drpd di Christchurch dia juga mau pindah kerja disana, ya udah Aku ceritain aja sama dia blog nya cici :D iya Aku udah baca" semua post cici, kalo bisa terealisasi wah seneng banget bisa nanti ketemu sama cici punya temen baru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ineu, waduh, itu gak salah informasinya kalau rumah di Auckland lebih murah daripada di Christchurch? Auckland itu housing crisis loh alias termahal. Average rumah di sini hampir 1 jt dolar. Coba ditelaah lagi apa betul informasi yg dikasih pasangan kamu? Soalnya kalau renting rumah aja dia sayang dan milih flatting, gimana mau beli rumah. Cici bukannya skeptis ya, tapi jangan sampai belum tau sikonnya tapi udah percaya omongannya. Beneran HARUS banget kamu ke sini dulu barang dua minggu untuk liburan. Lihat kondisi di sini seperti apa, lapangan pekerjaan apa yang cocok untuk kamu dll. Serius, sebelum nikah, sempetin dulu ke sini, bicarakan baik2 soal finansial, jangan sampai malah terkatung2. Coba dibaca postingan cici yang "Realistis v. Materialistis" buat dapat gambaran lebih baik. Anyway, kamu masih muda banget ya baru lagi urus skripsi? Selama ini kamu sudah brapa kali ketemu langsung dgn pasangan? Soalnya nikah itu kalau bisa cm sekali seumur hidup ya hehe.

      Delete
  56. Bener juga sih Ci, juni nanti ke2x nya ketemu dia setiap 6 bulan sekali bakal kesini, ya mungkin akhir tahun Aku bakal ke NZ liat secara langsung kehidupan disana kaya gimana. iya Cici semua orang pasti maunya menikah sekali Seumur hidup hehe Umurku 24 sebenernya cuma masuk kuliah nya aja telat, nyari kerja dulu Jadi kalo pengalaman kerja sih udah banyak dimana-mana :)
    Makasih ya Ci sarannya ^^

    ReplyDelete
  57. hai mau nanya dong cici..biaya hidup untuk makan dan tempat tinggal diauckland 1 minggu nya berapaan ya ? untuk ngekos maksud aku..mau coba peruntungan kerja di sana..hehe..dan gaji di sana per jam nya berapaan ya..tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Andri, di sini kalau flatting (kayak ngekos sewa kamar di rumah orang) biayanya sekitar 180-300 dolar per minggu ya. Kalau makan, itu tergantung kebiasaan. Kalau tiap hari masak sendiri, mgkn bisa dapet 70-80 dolar per minggu. Full masak sendiri ya. Soalnya kalau makan di luar minimal 15 dolar deh per porsi untuk decent meal. Untuk wages, sekitar 15 dolar per jam belum dipotong tax. Tapi itu jika kamu work legally. Please please do not come here without working permit. Obtain the work visa! Saya gak pernah setuju org datang lalu bekerja illegal. Mencoba peruntungan boleh, tp dengan cara yang baik alias resmi ya.

      Delete
  58. Hi leoni
    Salam kenal saya citra.pengen tanya nih utk sewa prop dsana saya lia2 di trade me kok slalu ada agent prop abg middle.man anara landlord dan tenant.apakah tidak bisa by pass ? Krn saya liat kok letting fee nya gd banget. Smpe1week rent sdgkan klo sewanya per week gmana, apa ga ke gd an di letting fee nya.
    Mohon share2pngalaman thanks alot leoni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Citra, kayaknya kamu salah mengerti deh. Letting fee itu hanya dibayar 1 kali, pas pertama km kontrak, sementara kontrak minimal biasanya setahun (52 weeks). Jadi saat pertama kamu kontrak, kamu biasanya bayar 5 weeks minimal (3 weeks bond + 1 letting fee + 1st week rent). Setelah itu ya tinggal bayar weekly rentnya. Jadi di trademe itu bukan untuk sewa jangka pendek seperti airbnb.

      Delete
  59. Hai kakk salam kenal yaaaa
    Menegangkan bangett bacaanyaaa hehe

    Btw kak boleh minta emailnya gaaa hehe mw tnya2 ��
    Thnku kakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau kontak saya, silakan buka full web version, nanti di situ ada contact form-nya ya.

      Delete
  60. dear ci Leony,

    saya dan istri berencana ke Invercargil untuk bekerja, sebenarnya tujuannya adalah ke NZD tp karena tidak mau illegal maka istri saya melanjutkan post graduate di Invercargil, kami ingin mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yg lebih baik dari pada di negara kami, sebab habis bulan habis gaji, dan setau saya kehidupan di NZD juga lebih baik dari segi pendidikan dan kesehatan, plan saya adalah ingin mendapatkan PR NZD supaya saya bisa membawa anak saya ke NZD kelak untuk sekolah dan kesehatan juga lebih terjamin. pertanyaan saya adalah, jika istri saya menamatkan post graduatenya di Invercargil nanti apakah bisa apply PR? dan kalau saya berkerja serta istri bekerja apakah bisa save money untuk dikirim ke Indo?(misalnya dlm sehari hari kami berhemat)

    ReplyDelete