Thursday, March 31, 2016

Apa Kabar si Sus?

Begitu beberapa orang tau kalau saya mau pindah ke New Zealand, pertanyaan kedua setelah menanyakan kenapa saya pindah adalah: "Susnya terus kemana, Le? Boleh dioper ngga?"  Malah ada loh orang yang sampai khusus nanya nomer WA saya dan japri soal si Sus ini. Kasian ya, pengguna jasanya kayaknya malah kalah ngetop dibandingin sama susnya hahahaha. Buktinya, di blog ini aja, pas kemarin saya nulis soal pindah, salah satu pertanyaan paling banyak adalah, apa kabarnya si Sus. Jadi, di postingan kali ini, saya  mau bikin tulisan spesial, khusus untuk suster saya yang tidak bisa saya sebutkan namanya di sini, padahal namanya keren banget gak pasaran, bahkan sama dengan nama penyanyi pemenang Grammy Awards. Berhubung nama saya kalah keren dari nama dia, kita ganti aja di postingan ini, namanya jadi Susi. Semoga si Sus tidak jitak saya.

Orang bilang ketemu pengasuh anak yang baik itu ibarat ketemu jodoh. Begitu udah pas, rasanya udah kayak bagian dari keluarga sendiri. Dan saya rasa, saya sudah dijodohkan dengan si Susi sama Tuhan. Waktu saya baru tau kalau saya hamil, kira-kira di bulan Mei 2012, saya langsung telepon yayasan Mutiara Kasih yang berafiliasi dengan RS Carolus. Ngantri di yayasan ini sungguh terkenal lama dan susahnya. Walaupun sudah masuk waiting list, kalau nggak dapet ya tetep nggak dapet. Entah sampai sekarang saya bingung gimana cara mereka menyeleksi pengguna jasa mereka, mungkin pakai ilmu penerawangan Ilahi hihihi. Oh iya, di sini kita tidak boleh sebut kata majikan, dan harus sebut kata Pengguna Jasa alias PJ buat kita-kita yang memakai jasa dari yayasan tersebut.

Estimasi tanggal lahir saya waktu itu adalah 3 Januari 2013. Tapi tanggal 20 Desember 2012, saya sudah ditelepon oleh pihak yayasan, diberi tau kalau suster saya sudah siap. Ealah, masih selisih 2 minggu dari tanggal lahir, susternya ngapain aja ya di rumah? Itu sih pikiran saya. Tapi pihak yayasan bilang, kalau nggak ambil sekarang, paling cepat akan ada lagi bulan Februari. HAH? Ya udah langsung saya buru-buru bilang oke untuk jemput di keesokan harinya. Waktu itu saya jemput ke Cijantung bersama sopir, karena jatuhnya hari Jumat yang terkenal macet, plus perut saya sudah guede banget, dan sudah nggak nyaman buat nyetir. 

Di yayasan saya bertemu dengan ibu Fat, pengurus di situ yang juga mentor para sitter, dan setelah urusan administrasi selesai, entah kenapa saat itu ibu Fat masih gundah apakah saya akan dapat si Susi, atau temannya. Sebetulnya pas assignment awal, temannya itu yang mau dikasih ke saya. Mendadak setelah ketemu saya, ibu Fat menunjuk si Susi, karena katanya Susi ini orangnya ceria, suka nyanyi, dan suka ketawa, persis kayak saya. Nahloh, baru ketemu 15 menitan, si ibu Fat bisa tau personality saya. Kalau bukan konsep penerawangannya canggih, mungkin dia punya ilmu khusus nan sakti hihihi. Jadilah saya pulang bersama si Susi. Susi saat itu cuma bawa 1 ransel dan satu tas kecil. Katanya aturan yayasan, kalau dari kampungnya hanya boleh bawa jumlah segitu. Oh iya, dari satu angkatan pelatihan mereka, yang mau jadi suster bayi itu cuma 2 orang saja! Jadi bayangkan bapak ibu, betapa sedikitnya stock saat itu, alias cuma 2! Sisanya itu memilih jadi perawat orang jompo. Jadi beneran, kalau bukan jodoh, entah apa itu namanya. 

Saya masih ingat, si Susi saat itu masih polos banget. Maklum, dia dari NTT, dan murni ke Jakarta karena program dari Carolus. Buka pintu mobil aja dia nggak ngerti caranya! Belum lagi gemetaran saat naik lift sampai pegangan erat-erat ke handle di tembok, dan nggak berani naik eskalator karena bingung timing naiknya kapan. Saat itu dia terbengong-bengong saya jelaskan mengenai alat-alat yang akan dipakai buat nanti mengurus Abby, karena yang diajarkan oleh pihak Carolus saat pelatihan dulu, semuanya masih tradisional, misalnya botol semua direbus bukan pakai alat steril. Saat makan dia juga suka bingung karena paletnya masih terbatas. Boro-boro paham yang namanya pasta, burger, sushi. Tiap hari di rumah kerjaannya nyanyiiiii melulu, mana suaranya kalau nyanyi suka kenceng kayak gledek. Apalagi kalau nelepon ibunya di kampung, wuihhhh, serasa dunia milik berdua, lantaran saya nggak tau mereka ngomong apa pakai bahasa daerah.

Saya masih ingat saat tanggal 23 Desember malam, saya bilang sama dia. "Sus, besok siang kita ke Carrefour yuk." Dijawab sama dia, "Nggak usah bu, semoga ibu cepat partus saja". Rupanya dia bosan bengong-bengong di rumah sambil nunggu saya lahiran. Dasar anak ini prediksinya tepat, ternyata saya melahirkan tanggal 24 Desember 2012 pagi, lebih cepat dari yang diperkirakan. Makanya saya percaya, Tuhan kirimkan dia sangat tepat waktu, tidak lebih cepat, dan tidak lebih lambat. Canggih banget ya! Mana si Susi ini kalau prediksi apa-apa sering tepat loh, serasa paranormal gadungan. 

Apa yang saya suka dari anak ini adalah, dia mau belajar, dia mau terbuka, dia mau cerita apapun. Dia juga rajin berdoa. Pikirannya juga bisa dibilang cukup maju untuk seorang anak dari kampung, yang di mana kalau ke kampungnya itu, kita harus naik pesawat sampai 3 kali ganti, dan masih lanjut perjalanan panjang pakai bus berjam-jam. Dia adalah anak tunggal, dan ibunya single parent karena ayahnya sudah meninggal. Saya tau, anak ini dididik baik oleh ibunya. Sama sekali tidak genit petantang petenteng, tidak seperti beberapa kawannya yang saya lihat belum apa-apa rambutnya sudah dibonding supaya nyampur dengan gaya ibukota. Ibunya juga tidak seperti orang kampung lainnya, yang menyusahkan anak dengan dikit-dikit minta kirim uang. Saya pegang banget cita-cita Susi yang sungguh sangat disupport oleh yayasan, yaitu kalau dia sudah kekumpul uang, dia mau kuliah sambil kerja jadi suster, dan minimal punya gelar S1. Pokoknya kalau soal mengejar cita-cita, aku padamu deh, Susi! Saya dukung banget!

Sebagai seorang PJ yang baik (ini self claim hahahahah), saya juga berusaha brainwash dia supaya dia punya pikiran yang selalu ke depan. Dia sudah punya bekal, tinggal gimana kita mengarahkannya. Saya ajarin dia untuk hemat, belanja seperlunya, jangan ikutan teman-teman lain belanja barang murah tapi kualitas jelek di pasar. Jadi dia memang sangat jarang belanja, tapi kalau belanja suka barengan sama saya di mal, nyari yang diskonan. Terbukti, saat gathering di yayasan, dia termasuk pekerja dengan tabungan terbanyak! Saya juga ajarin dia untuk tidak tergoda sama rayuan gombal laki-laki. Jangan ikut-ikutan temen yang nikah muda kemudian kandas cita-cita. Mendingan cari pengalaman dulu di sana sini, biar bisa belajar juga berbagai karakter manusia, baru nanti menentukan pilihan. Satpam aja suka takut loh sama si Sus, lantaran dia tegas dan galak, while mbak-mbak lain suka centil-centil ngobrol sama satpam. Saya juga disiplin banget sama si sus. Aturan yayasan cuma kasih 1 jam pakai HP per hari, ya beneran saya jalanin itu. HP dia saya yang pegang loh. Awal-awal, dia selalu minta tiap kali mau pakai HP, kayak menanti-nantikan kapan bisa nelepon. Eh lama-lama, dia lebih enjoy kerja, nonton TV, dan ngobrol sama saya, sampai suka lupa minta HP. Tinggal saya deh yang nanyain, "Kamu udah lama gak minta HP. Udah nelepon ibumu belum?" 

Tapi bukan berarti si Susi nggak punya kelemahan. Seperti sudah diwanti-wanti sama ibu yayasan, anak NTT itu adatnya keras minta ampun dan gengsinya tinggi. Masa-masa itu pernah saya alami. Beberapa kali saya pernah tegur dia kalau salah, tapi bukannya dia langsung nyadar, malah marah. Kalau marah mukanya ditekuk, diam, dan seringkali manyun terus-terusan. Yang namanya minta maaf itu, susahnya minta ampun deh. Tapi biasanya berakhir dengan happy ending. Kenapa? Soalnya habis dia manyun itu, dia bisa mojok, berefleksi, mendadak nangis sendiri, nyadar, terus akhirnya kucluk-kucluk dateng minta maaf sambil berurai air mata. Bukan cuma sekali kejadian nih yang kayak begini. Untungnya, selalu diakhiri dengan dia cengengesan dan happy karena sudah dimaafin, lalu kita ketawa bareng. 

Walaupun suka ada drama-dramanya, tapi Susi bertahan bekerja sama saya 3 tahun lebih, sampai akhirnya waktu juga yang memisahkan, karena kita harus pindah ke New Zealand. Ada beberapa keluarga dan teman yang suka nanya saya, apa syaratnya sih bisa punya suster yang awet. Jaman sekarang, jarang suster yang bertahan dalam waktu lama. Soalnya pernah ada rekor, salah satu sepupu ganti suster 5 kali dalam 8 bulan, dan juga ada teman yang susternya bertahan rata-rata kurang dari 6 bulan. Saya juga bingung kalau ditanya begitu, tapi kalau bisa saya simpulkan, kayaknya dari pengalaman saya yang cuma pernah punya 1 orang suster ini, kuncinya adalah menghargai hak dan kewajiban dia, dan karena dia yang ngasuh anak saya, saya juga harus memperlakukan dia sebaik mungkin, karena apa yang saya perlakukan ke dia, akan dia perlakukan juga ke anak saya. 

Mungkin saya bisa kasih contoh beberapa hal yang kelihatan sederhana tapi bisa bikin dia happy (kayaknya loh ya, berdasarkan observasi semata). Soal job description, saya nggak pernah nyuruh dia ngerjain pekerjaan rumah tangga, karena itu bukan pekerjaan dia, sesuai dengan instruksi dari yayasan. Saya juga kasih dia makan cukup, pagi, siang, malam, dan cemilan, sehingga dia tidak perlu masak sendiri, karena saya tau ngurus anak itu capeknya bukan main. Saya juga kasih dia waktu istirahat yang cukup. Selama ini saya yang masak untuk keluarga, dan dia makan makanan yang sama persis dengan saya. Kalau saya ke restaurant, saya ajak dia makan makanan yang sama dengan saya, dan kalau menunya individual, dia saya kasih opsi pilihan, sehingga dia merasa punya hak untuk memilih. Saya nggak akan marah kalau dia tidur siang bareng sama anak saya, asal semua pekerjaan dia beres. Suster juga manusia, butuh istirahat juga sama kayak PJnya. 

Buat yang suka baca Abby Tamasya, si Sus sering saya ajak jalan-jalan walaupun hanya dalam negeri, soalnya dia nggak bisa bikin paspor lantaran dokumennya ada di kampung semua. Tapi saat kita jalan-jalan, saya pastikan dia makan enak dan tidur seperti kita, alias dapat ranjang sendiri supaya dia bisa istirahat enak. Soalnya bawa dia itu, walaupun ada tambahan biaya, tapi juga bikin saya relax selama trip karena anak ada yang jagain. Kesempatan beribadah juga tidak pernah saya halangi. Karena dia Katolik, jadi simbiosis mutualisme buat saya. Dari mulai ke gereja, sampai ke pertemuan lingkungan, jadi bisa barengan. Saya selalu pesankan seragam baru dari yayasan sesuai dengan waktu yang ditentukan, jadi dia senang tiap kali keluar rumah seragamnya tidak lusuh. Gaji tidak pernah terlambat satu kalipun, begitu pula dengan uang cuti dan THR. Saya berusaha selalu ada buat dia kalau dia ingin cerita apapun. Bayangin dia sendirian, gak punya siapa-siapa di Jakarta. Kalau saya nggak bisa jadi temennya, pasti dia akan kesepian. Saat dia memutuskan untuk mulai kuliah, saya pastikan dia punya waktu yang cukup untuk belajar, akses internet yang memadai, sehingga dia tidak ketinggalan pelajaran. Intinya, saya usahakan support dia selama semuanya positif. 

Gimana perasaan saya saat berpisah dengan dia? Ya tentu sedih. Apalagi saat lihat dia pelukin Abby sambil sesenggukan sebelum kita naik taksi ke bandara. Walaupun dia tidak melahirkan Abby, tapi dia merawat Abby dengan jangka waktu yang sama persis seperti saya. Dia ada bersama saya saat detik-detik saya merasakan sakitnya kontraksi. Saya sendiri juga ikut menitikkan air mata sambil ditahan-tahan, lantaran merasa kehilangan seorang sahabat baik, teman seperjuangan membesarkan anak, orang yang ikut menyemangati saya di saat saya sedang down, teman bergosip saya setiap hari, mulai dari gosipin artis, sampai gosipin orang di kehidupan nyata, teman yang selalu update dengan lagu terbaru baik lagu Indonesia maupun mancanegara, dan teman yang selalu punya pikiran ajaib, positif, konyol, dan penuh suka cita. I miss her a lot! Dari Susi yang ndeso, sekarang jadi Susi yang kota, dari Susi yang pakai HP China yang isinya cuma angka dan layar 1 warna, sampai Susi yang pakai HP android merek Korea. Semoga hatimu tetap baik dan tulus seperti saat saya pertama kali jemput kamu ya Sus. 

Jadi, balik ke judulnya, apa kabar si Sus? Saya sudah kembalikan dia ke yayasan di mana dia bernaung. Saya lebih tenang jika yayasan yang memilihkan PJ baru untuk dia, supaya adil untuk semua orang termasuk dirinya. Saya lebih setuju dia tetap bekerja dibawah yayasan walaupun sebetulnya dia sudah bisa keluar dari dulu-dulu, supaya hak-hak dia juga lebih terlindungi. Sebelum saya kembalikan dia yayasan, saya sempat telepon ibu pengurus, lalu pesan panjang lebar, supaya dia dapat PJ yang kriterianya begini, begitu, dll, sampai si ibu yayasan nyeletuk, "Serasa anak sendiri ya, Bu?" Eh tapi bener loh, saya tuh rasanya kayak  mau ngelepas keluarga sendiri. Sekarang dia sudah melanjutkan perjuangannya lagi bersama seorang keluarga baru, memenuhi pundi-pundi tabungan, sambil meneruskan cita-cita untuk jadi sarjana. Masih hubungan nggak sama dia? Masih banget. Saya masih kirim-kirim gambar Abby, lalu kirim-kirim gambar masakan saya, biar sengaja bikin dia laper hihihi. 

Dua foto ini dikirim sama Sus saat saya sudah tiba di Auckland. Walaupun fotonya blur, gayanya sembarangan, mukanya pada lepek, but those pictures truly warm my heart. 
Semoga kamu betah ya, Sus di tempat yang baru, semoga bisa lulus tepat waktu, tercapai cita-citamu, dan kalau nanti saya liburan ke Indonesia, kita bisa bertemu lagi (dan bergosip bersama sambil ketawa gledek).

81 comments:

  1. Amien....semoga sus dpt keluarga baru yg sama baikny ma ci le ya bahkan klo bs lbh baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, berharap dia akan terus happy, bahkan lebih happy lagi :)

      Delete
  2. ahh aku jadi sedihh bacanya, mataku sampe berkaca-kaca..seriusan loh ci... T__T
    semoga si sus bisa meneruskan cita-citanya dan bisa jadi orang yang sukses suatu saat nanti...
    abby sendiri nangis ya ci waktu perpisahan sama sus?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, padahal tidak dimaksudkan untuk bikin berkaca2 hehehe. Amin untuk wishnya ke Sus. Abby ngga nangis, dia mungkin kira mau jalan-jalan aja kali ya, excited seperti biasa untuk jalan-jalan.

      Delete
  3. Nice...
    Memang mungkin kalian sangat jodoh. Si Susi pastinya juga beruntung punya PJ kayak kamu Le.
    Punya sus yang baik itu kayak kejatuhan durian runtuh, secara banyak banget video2 ga berperasaan dari dalam dan LN tentang pengasuh2 yang tega banget sama anak asuhannya.
    Dan seandainya aja ada yayasan begitu di Surabaya. Syukurlah walaupun mbak bersih2 di rumah gonta ganti sampe lupa namanya siapa aja, susku tahan lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jodoh memang nggak kemana, dan personality kita, walaupun keras kepalanya dia lumayan kenceng, tapi nyambung banget. Aku juga suka deg-degan kalau liat video pengasuh, tapi entah kenapa, aku tau si Susi ini sayang banget sama Abby. Haha, mempertahankan Sus itu lebih berharga ya, Paula.

      Delete
  4. waktu comment pas tau leony pindah juga penasaran mau nanyain susternya abby..tapi pertynnya ditahan..mudah2an si sus nya betah ditempat barunya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, gak usah ditahan kok, nih udah langsung dijawab di sini. Semoga ya betah dan happy.

      Delete
  5. "saya juga harus memperlakukan dia sebaik mungkin, karena apa yang saya perlakukan ke dia, akan dia perlakukan juga ke anak saya"


    ini bener2 pegangan hidup banget Ciii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bayangin aja, dia kan interaksinya banyak banget sama anak kita. Kalau kita nggak baik sama dia, bisa anak kita loh yang jadi korban.

      Delete
  6. Coba kalau susi ikut gw barangkali dia bosen kok makannya ke Eaton mulu sih, padahal kan urus Monat cape hahahahaha. Tapi tar diajak ke gereja kok kalau sama Monat, bisa lihat papa Monat tugas main orgen huahahahhaa....

    Semoga sus...i kerasan di tempat yang baru seperti dia kerasan di tempat BuLele. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaton enak kali bu! Gue aja doyan kok, roti cane sama kwetiaw, sama bakmi goreng malay yang pedes hahahaha. *Loh kok jadi bahas makanan*

      Monat kan sama Abby sama bu, sama gak bisa diemnya, bikin mabok. Amin, semoga kerasan deh dia.

      Delete
  7. ck ck ck...ini nyonyah idaman atau sus idaman yaa? hebat bener hubungannya sampe bisa kayak gitu Le. Jarang ada...semoga aja dia bisa selesai kuliah yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jodoh aja, Ci. Asas kepercayaan antara kita sama sitter. Amin, semoga bisa lulus dan jadi kebanggaan ortunya.

      Delete
  8. Ah aku jadi ikutan berkaca2 bacanya le.. semoga sus kerasan dirumah baru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh, sini aku kasih tissue.

      Delete
  9. ikutan sedih ci bacanya..
    semoga sis sus tercapai cita citanya yaa ci.
    abby gimana ci pas pisah sama sus? keliatan sedih juga gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh baru ngeh, ini kenapa jadi pada sedih semua komennya ya? Abby pas pisah tuh kayaknya masih ngerasa kita bakalan liburan aja naik pesawat. Padahal sih udah dikasih tau kalau bakalan pindah ke New Zealand, cuma mungkin dia belum ngerti konsepnya secara utuh deh.

      Delete
  10. Ahhhh, aku sampe nangis ci bacanya..
    Berharap kapan bisa ketemu pengasuh anak kaya si Susi ini..
    Beberapa point kita sama ci, haknya pengasuh selalu saya penuhi tapi disisi lain yang saya ambil ketika si pengasuh salah saya gak pernah marahin cuma bisa diem dan sesak sendiri bahkan kalau udah muncak keselnya jadinya cuma bisa nangis..
    Yang negor malah suami itu juga baru sekali sama si mbak yg kemarin 
    Salut sama si susi, niat untuk kuliahnya besar..
    Keliatan banget difoto Abby sangat dekat sama Susi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada sedih semua ya. Pasti akan ketemu kalau sudah jodoh. Kalau sama Sus, kita jangan takut negur, asal kita punya reason yang benar, dan disampaikan dengan cara yang baik. Capek loh kalau simpen semua dalam hati, yang ada kitanya stress. Abby sama Susi memang dekat, tapi untungnya ngga nyariin hehehe.

      Delete
  11. Aku nangis bacanya.. Semoga susi betah di tempat yang baru ya. Dan semoga nanti bisa ketemu lagi sama Abby mungkin waktu sus wisuda atau udah dapat kerjaan yang lebih baik untuk masa depannya. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nanti semoga bisa ketemu lagi sama Susi, soalnya terkadang beneran kangen bisa ngobrol2 langsung sama dia. Sekarang kalau chat saja suka masih seru, tapi waktunya sangat terbatas. Amin untuk ucapannya.

      Delete
  12. ak ngembeng aer mata bacanya.. sedihh ya ci Le..
    Sus Susi semoga PJ barunya baik yaa..
    semoga di luar sana banyak susi2 yang kaya gini yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga masih banyak Sus yang baik di luar sana ya. Aku sih percaya pasti ada. Nyari PJ yang baik itu sama susahnya loh dengan nyari Sus yang baik, jadi beruntung kalau bisa saling ketemu.

      Delete
  13. aku nangis ci bacanya. aku salah satu orang yang pengen nanya susnya dimana.. dibawa apa enggak. hehehee.. sedih memang yah ci. Aku juga percaya Sus pasti seneng bisa ketemu PJ kaya cici. :)

    Hebat yah ci ada pikiran maju kedepan. semoga berhasil yah si sus. semoga kalo cici balik, bisa kopdar sama sus. hehehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga mungkin bisa dibawa Poi, soalnya kan bener-bener family inti aja yang bisa berangkat. Iya, kalau udah balik liburan, pasti akan cici usahain buat ketemu sama dia. Pasti itu, asal tinggalnya masih di Jakarta hehe.

      Delete
  14. Gua jg salah satu yg penasaran sama sus nya abby hihi gua kira diajak ke nz juga le :D semoga susi betah sama PJ baru nya yah, ntar pas sus nya ketemu lagi sama abby tau2 uda gadis aja si abby hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga bisa, Pi dibawa ke NZ. Kelewat berat syaratnya hehe. Keluarga sendiri aja ribet banget dokumennya, apalagi bawa org lain. Haha, nggak lah, nanti diusahain kalau gue liburan ke Indo, Abby bisa ketemu lagi sama Susnya ya.

      Delete
  15. Semoga "keluarga" barunya juga mendukung dia jadi sarjana ya Mbak..Salut bener.. salut sama mbak leony dan salut sama sus..Apa mungkin nama aslinya taylor atau meghan? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga keluarga barunya bukan cuma mendukung soal pendidikan dia, tapi juga soal segalanya deh. Wah, tebakan anda kurang tepat semua, Pit.

      Delete
  16. Ci Leeeeee, mewek bacanya. terlepas dari sisi kekurangannya tetep ya ci Susi ini suster yang baik. Ga cuma buat cici tapi buat Abby juga :) Semoga Susi kuliahnya kelar tepat waktu, senantiasa sehat en dapet PJ yang baik kayak ci Le, amien!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, jangan mewek, Wi. Nih tissue hehehe. Amin untuk semua wishnya ya, Wi. Si Sus juga biar nanti baca deh.

      Delete
  17. Memang Le, respon pertama stlh liat post km pindah k nz adlh kaget, kedua lgs kpikir lha si sus gmn tuh hahaha. Btw bnr bgt tuh tips awet punya pegawai dirumah ya ky gitu ya. Biasanya pegawai betah, krn sy jg terapkn kurleb spt itu. Tp sy jg ngalamin pk sus keras kpl minta ampun dan pantang say sori wlo salah, termasuk ketika dia kasi obat over dosis utk ank sy (10x minum diberikan utk 1xminum) smp jd panas tinggi. Trus yg suka muka ditekuk manyun duh itu ngalamin bgt deh. Klo sy judulny majikan yg tertindas hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, jadi setelah kaget, langsung kepikiran Sus ya. Kalau susnya tipe pantang say sorry, itu alamat dipecat tuh sama yayasan Sus gue. Gila banget itu salah kasih obatnya. PJ gak boleh tertindas, harus cari keadilan, apalagi buat anak. Makanya gue gak berani ambil sus yang bukan yayasan, bingung nanti kalo mau report ke mana.

      Delete
  18. Ci Le, btw si Sus tau gak blog ini? Kalau dia baca pasti dia terharu sekali loh.

    Setuju dengan pendapat Ci Leony, kita harus menghargai Sus seperti layaknya kita ingin dihargai orang lain. Meskipun orangnya adalah suster/supir/satpam yg bekerja dengan kita. Semoga si Sus sekarang bekerja dengan sama riangnya ya dengan PJ yang baru dan semoga kuliahnya lancar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sus tau kalo saya punya blog. Moga-moga dia baca juga, biar dia jg bisa lihat wish dari semua temen-temen yang udah nyempetin nulis di sini. Amin, semoga dia sama happynya, bahkan lebih happy lagi.

      Delete
  19. Halo Ci..
    Apa cuma aku aja yang kepikiran mama nya cici, setelah cici pindah?hihi

    Maminya cici pasti sedih waktu cici skluarga pindah, jadi jarang ketemu Abby-nya. Tapi sekarang tehnologi sudah canggih sih, bisa komunikasi lewat video, pakai skype contohnya. Lumayan yah buat ngobatin kangen. Aku jg tiap hari skype sama orang tua ku, bareng2 anakku, biar hubungan cucu ke kakek nenek jg ga putus. Skali2 ajak Sus skype an juga..

    Oke deh ci, sukses swlalu di tempat baru ya. Tuhan memberkati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mama cici baik-baik saja. Awalnya kaget soal keputusan ini, tapi sekarang sudah mengerti, dan menghadapinya dengan hati yang gembira dan terbuka. Kalau sama mama sih enak, bisa skype aja kalau kangen, bisa langsung ketemu muka deh. Thank God for technology.

      Thanks for your wish, Leony (sesama Leony hahaha).

      Delete
  20. hahaha gw termasuk orang yang nanya, pertama: knapa km pindah? pertanyaan kedua: trus sus nya gimana? huahauhuaha
    abisnya gw pikir kan lu dekettt banget ama sus lu, apa ga sedih banget yaa :(

    soal per sus an, gw dan lu keliatannya termasuk beruntung.. sus wesley dulu ikut gw 3 tahun sampe dia keluar karena mau nikah (dan dia nikah termasuk paling telat klo di desa), anaknya juga baik, ga genit, semua temen mami2 di skolahan sampe nanya gw dapet sus ini dari mana. karena yg laen tiap tahun ajaran baru uda ganti2 sus mulu, sus gw dr jaman masuk skolah sampe terusss masih sama aja hehehe. pas pamitan hari terakhir, dia nya salaman ama gw sambil mata sembeb dan pamit wesley sambil cepet2 lari soalnya uda meleleh smua tu air mata dia. gw tadinya gapapa liat dia nangis gitu jadi ikutan mellowww T_T

    sus james yg ikut gw skarang ini, juga uda 2,5 taon, smoga awet juga ya. gw juga sudah anggap dia sperti family krn kemana2 selalu bareng. emang rasanya gimanaa gitu ya sama sus yg uda ikut besarin anak kita bareng2. gw jadi ikutan mellow dah baca postingan lu ini wkwkwk..

    padahal gw tipe yg ga becanda2 ato saling cerita macem2 ama sus, ga kaya lu. tapi mungkin emang dapet sus juga modelnya tipe mirip gw. yg kalem dan ga banyak cerita, jadi cocok kli ya? hahahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih sih udah pasti, Teph. Dia kayaknya lebih sedih dari gue, soalnya dia kan sebatang kara di Jakarta, sementara gue kemari minimal masih bertiga sama suami dan anak.

      Iya kita termasuk beruntung. Menurut gue sus gak genit itu adalah faktor yang PUENTINGGGGG banget! Suka gak betah gue kalau lihat sus hobinya bersolek, terus suka sok imut kalau ketemu lawan jenis. Semoga sus yang sekarang bisa lebih lama lagi ya temenin James and Wesley juga. Menurut gue itu jg bagus loh punya Sus yang tahan lama, utk psikologi anak jg oke.

      Delete
  21. Bacanya sampai nahan nangis ni, haha.. Terharu dengan hubungan yang dibina oleh ci Leony dan Susi sampai sejauh ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, gak usah ditahan, biarkan bocor aja, terus ambil tissue hahaha. Pdhl pas nulis ini gak kepingin bikin org sedih loh.

      Delete
  22. Aku ampe nangis bacanya ci :"(
    Semoga sus kerja di tempat PJ yang baik, dan semua yang cici doakan buat sus tercapai, aminnn.
    Kadang suka miris ngeliat keluarga yang memperlakukan babysitternya dengan semena-mena, makan ke restoran aja susternya ga dipesenin makan minum, bengong aja ngeliatin PJ pada makan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagi tissue nih, Liv. Ya itulah Liv kebanyakan yang kayak gitu. Sehingga kadang gue suka liatin sus lain curi2 pandang ke sus gue yang lagi makan enak. Atau kasus lain juga PJnya makan di resto mewah, Susnya bawa dr resto fastfood sebelah.

      Delete
  23. Sedih ci.. Semoga si sus dpt PJ yang juga baik sperti ci2. Ditunggu cerita lanjutan nya, Knp pindah.hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, ternyata banyak yang sedih ya. Iya nanti ada lanjutannya kalau udah kekumpul inspirasinya ya.

      Delete
  24. gw jg sempet kepo le, tp trs tanya sus gw, dan katanya dia udah dapet kerja di tempat lain yah, hehe.
    Btw sifat sus lo sama sus gw sih kebalik 180 derajat loh! sus gw pemalu, takut2 gitu. makanya cocok sama gw yg pendiem juga hehe. Gw rasa si ibu Fat itu beneran bisa baca sifat orang yah, makanya dapetnya cucok :D
    Ngomong2 kata si sus, pas kita telp request helper pertama kali itu kita di nilai dari cara ngomong kita loh. Kalo terkesan bossy gitu langsung di coret dari daftar waiting list :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dia sekarang udah sama PJ baru. Semoga betah deh. Kadang gue suka kepikiran dan sering nanya, gimana makannya, gimana ke gereja bisa gak, dll. Pokoknya udah kayak ngelepas anak, terus gue tanyain kegiatannya satu2 apakah masih bisa berjalan lancar hahaha.

      Eh serius dinilai dari cara ngomong kita? Apakah itu cara penerawangannya? Huahahahah. Canggih jg.

      Delete
  25. hahahaha terpujilah suster yang dapet PJ kayak loe, dan terpujilah loe yang dapet suster kayak sus Susi.. semoga susnya bisa dapet PJ kayak loe lagi atau bahkan lebih baek dari loe, sehingga dia bisa berkembang terus.

    sus gw juga tabungannya selama kerja jarang diambil, udah banyak banget..malahan gw nyeletuk ke suami, mungkin duit dia ditabungan lebih gede daripada tabungan selena.. hehe :) Gw termasuk punya sus yang agak lamaan, setidaknya lewat 1 tahun kontrak semua, yang sekarang malah udah mo 2 tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah yang namanya jodoh, Fun. Dapetnya waktunya pas, orangnya juga pas.

      Hahaha, kalau Sus kita tabungannya lebih gede dari anak, gue rasa wajar banget sih. Secara anak kita mah dapet angpaonya jarang-jarang, sementara sus kan kumpulin gaji. Kalau kerjanya udah lumayan ngikutin anak kita dari kecil, orgnya gak boros, sok pasti duit dia banyak. Semoga Sus elu awet ya.

      Delete
  26. Terharu sama cerita sus susi ini :') semoga suatu hari sus bisa ketemu ci le dan abby lagi yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa ketemu ya, Nie kalau pas saya liburan.

      Delete
  27. Ci, terharu bacanya. pasti berkesan bgt ya sus sama cici selama ini. Semoga sus bisa dapet PJ yg baik jg kaya cici. Aq acungin dua jempol buat cici, cici anggap sus udah kaya temen ga membeda2kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berkesan buat kedua belah pihak, Na. Udah kayak anak rasanya, lebih dari teman hahaha.

      Delete
  28. Mba Leeee.. Aku selalu hangat kalau baca/tau cerita kaya gini. Seneng banget kalau ada yang baik & memperlakukan asisten kaya bagian dari keluarga. Bless you, Mba :)

    Eyangku dulu punya asisten rumah tangga dari kampung di Cianjur. Dia dateng pas aku masih SMA, sekitar 12 tahun yang lalu. Pertama datang masih 'orang kampung' banget deh. Pendiam, takut ngapa-ngapain, polos banget. Usia dia waktu itu SMP. Kerjanya pun ngga full urus rumah, intinya sih supaya Eyang-eyangku ada temennya di rumah.

    Dia dimasukin ke kelas kejar paket sama Eyang kalau wiken. Jadi bisa lulus SMP-SMA deh, akhirnya malah dia kuliah di sekolah pendidikan guru PAUD. Dari yang 'orang kampung' banget, dia berubah jadi orang yang menyenangkan sekali. Baik sama keluarga besar kami. Kadang malah kalau libur lebaran, hari 1 nya dia masih di rumah Eyang buat bantu, setelah itu baru pulang. Dari 'pembantu' jadi asisten pribadi Eyang deh. Balesin whatsapp, atur jadwal perginya Eyang, pokoknya dia tau lah rahasia keluarga kami ahaha.

    Sampai Eyang putraku meninggal 4 tahun lalu pun dia masih nemenin Eyang putri, jadi mereka berdua aja di rumah Eyang. Kebayang kan mereka deket banget :) Pas tanteku bikin PAUD dekat rumah Eyang akhirnya dia nambah kerja jadi pengajar di PAUD itu. Eyang ngga masalah, yang penting malam ada temen di rumah.

    Tapi akhirnya setahun lalu dia harus keluar juga dari rumah Eyang, soalnya nikah & sekarang tinggal sama suami & bayinya, masih ngajar di PAUD & tinggalnya di sekitar rumah Eyang sih, jadi kalau Eyang butuh masih sering main :) Aku seneng sama model kaya Sus dan dia nih, model yang mau belajar & mikirin masa depan ya hihi. Asisten Eyang ini kan akhirnya dari 'pembantu' jadi full time guru PAUD :)

    PR kami nih sekarang buat nyari asisten yang seloyal itu buat Eyang. Ini pengganti dia baru aja minggu lalu pulang kampung ngga balik lagi :(

    Waaaaa komen terpanjang dalam sejarah ngomenin blog orang ahahhaa. Sukses selalu ya Mba di sana! :-* Btw nama Susnya Taylor kah? :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anti, makasih ya untuk komen yang panjang ini. Moga-moga readers lain juga ada yang liat.

      Semua manusia itu punya potensi untuk jadi orang hebat, walaupun dia cuma ART atau sitter, kalau kita sebagai PJnya dukung penuh cita-citanya, pasti bisa tercapai, dan bisa jadi orang yang membanggakan buat kita walaupun kita bukan keluarganya.

      Sulit memang cari ART atau Sitter yang baik, tapi nyari PJ baik juga sama susahnya. Jadi kalau keduanya sudah bertemu, itu luar biasa.

      Delete
  29. Raima Syahidah NoorsApril 01, 2016 8:44 PM

    Mba Leeee..ko aku mau nangis ya baca postingan ini...
    Semoga si Sus jalannya ke depan makin lancar yaa..

    Pelajaran yang bagus soal memperlakukan orang yang kerja sama kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nih, saya bagi tissue, selembar aja ya, soalnya udah dibagi-bagi sama yang komen sedih sebelumnya hahahaha. Iya Raima, doakan semoga si sus selalu lancar baik pekerjaan maupun studinya.

      Delete
  30. Jadi semuanya mutualisme ya, ci? Si sus nya attitude nya baik, mau belajar, menjalankan kewajibannya dengan sesuai dan positif dan cici sebagai PJ juga mengayomi, memberi apa yang menjadi hak nya, memanusiakan lah istilahnya.
    Seneng baca salah satu pengalaman positif begini. Belakangan kan baca berita2 ttg baby sitter yang bikin merinding, puji Tuhan ya cici dan sus bisa cocok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga sudah capek kalau orang share berita-berita Sitter yang kejam, dan bikin orang jadi parno. Jadi saya kebalikan, mau sebar berita kebaikan saja, untuk memberikan hope kalau masih banyak orang yang baik di luar sana, asalkan kita juga baik ke orang tersebut. Puji Tuhan :)

      Delete
  31. Le....keren!!si sus dan kamunya. Berarti dua orang baik dipertemukan. Btw dulu juga gue pernah ikutan antri mau ambil suster siyayasan yg carolus itu. Kaga dapet2 keburu anak gue dah gede hehehe

    Itulah ya sedihnya sama orang yg udah bantu kita utk jaga anak. Kayak mba sariku tercinta yg udah bareng kami 5 tahun akhirnya kandas Januari kemaren krna dia nikah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Joice, gak mudah dapet dari situ, gue mayan beruntung. Rata-rata orang-orang daerah itu apalagi yang edukasinya terbatas, mikirnya pencapaian hidup itu menikah, jadinya banyak banget yang menikah muda. Semoga mbak Sari-mu gak muda-muda banget ya nikahnya. Sus gue pun makanya aku brainwash, supaya dia lebih future oriented.

      Delete
  32. Suster gua juga awet nih, dari jayden bayi ampe sekarang. Orangnya juga bersih, telaten ngurus jayden, dan mau bantu2 nyapu ngepel waktu mba gua berenti kerja, plus bisa masak. Jadi kadang dia suka masakin kita dan jayden. Yang ini gua ga minta sih, tapi dia sukarela bantuin, ya wes deh hahahaha. Kalo suster gua uda tua, uda 50an tapi masih gesit ngejar jayden. Ada plus minusnya sih, kadang suka sok tau karena saking berpengalamannya. Cuma gua tutup mata dah asal jayden keurus dengan baik hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukur ya Mel dapet sus yang awet. Kalau dia mau bantuin sukarela, itu rejeki kita hehehehe. Diterima aja, karena itu artinya dianya juga kepingin. Asal tetep fokus ngurus anaknya. Haha, namanya jg suster senior, pasti Jayden bukan anak pertama yang dia pegang, tapi pasti ada ilmu bagusnya juga yang bisa diambil.

      Delete
  33. Halo ci Leony,

    Di post sebelumnya saya pernah nanya soal susternya dpt drmn dan minta no kontak yayasan. Setelah waiting list 2 bulan akhirnya dapat. Sus saya jg ceria dan suka nyanyi2 pdhl saya pendiam. Mudah2an ke depannya saya jg bs menjaga hubungan yang baik spt ci Leony dan sus nya. Trims buat bantuannya saat itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Windy, good for you. Semoga Susnya betah ya. Lumayan loh 2 bulan termasuk cepet. Itu rejeki kamu namanya (semoga rejeki ya kalau bagus dan betah).

      Delete
  34. Ci Leony, sedih bacanya, terharu juga.
    aku selalu ngikutin blognya cici. selalu dan selalu suka cara berpikir, bertindak, dan bagaimana cici memperlakukan orang lain. dan post yg ini jadi cambuk, nasihat, bagaimana kita selama ini memperlakukan orang lain di luar keluarga kita tapi dia berjasa banget di hidup kita.
    aku merasakan banget lewat tulisan2 cici gimana cinta kasihnya Tuhan dalam hidup cici.
    terus menginspirasi aku dengan tulisan2nya ya ci :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, Ita. Seneng banget dengernya kalau tulisannya bisa jadi refleksi mengenai kebaikan Tuhan. Tuhan itu memang luar biasa baiknya, asal kita selalu setia, dan juga menjalankan hidup ini sesuai dengan perintah-Nya. Semoga ya, cici bisa terus nulis, walaupun kadang-kadang suka blank mau nulis apa haha.

      Delete
  35. moga2 ya si sus kesampean cita citanya dan bisa memperbaiki taraf kehidupannya... she so lucky to have pj yang perhatian sama dia.. terharu pas bacanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, Carol, walaupun jujur gue gak yakin, end upnya penghasilannya lebih tinggi jadi sitter atau jadi karyawan staff huahahahah. (Kalau sitter kan ga usah beli makan sama kos). Iya, sama-sama seneng jg punya Sus spt dia.

      Delete
  36. Bacanya sampe ikutan nangis, beneran terharu :) Seneng banget ya kalo ketemu sus yang baik dan cocok gitu, semoga tempat kerja sus yang baru juga menyenangkan sepeti tempat bule ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga si sus akan tetep happy dan bersemangat seperti biasanya.

      Delete
  37. Iyem ama Jess walo udah ga gawe ama g, masih suka minta dikirimin photo na Zio, cuma kok g agak takut yah, mereka sih latar belakang semuanya baik, dan g juga sebenarnya ga ada masalah dengan mereka sih! g seneng juga klo mereka someday mau balik gawe ama g, g welcome juga... cuma klo disuruh kirimin pic terupdate kok g rasanya gimana gitu yah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu semua sih tergantung seberapa dekat hubungan lu dengan mantan sus lu, dan seberapa besar faktor kepercayaan lu terhadap mereka, Pit. Sus gue gak pernah minta foto Abby, tapi kadang gue send to her untuk ksh tau anak asuhnya sudah tambah besar. Itu willingness gue sendiri krn gue sudah anggap dia sebagai part of "family".

      Delete
  38. Jadi keingetan mbak yang bantuin di rumahku dulu ci,udah 11 tahun cuma harus terpisah soalnya aku pindah rumah dan si mbak ga bisa ikut soalnya udah punya keluarga T_T
    Mudah2an susnya dapet keluarga baru yang baik juga yah ci

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa Ren, nanti juga kamu dapet yang sesuai dan bisa tahan lama dengan keluarga baru kamu.

      Delete
  39. Semoga sus hepi di tempat yang baru yah :)

    ReplyDelete
  40. aku mau nangis ceritanya hiks... sedih dan happy .. cici alur ceritanya sungguh betul kaya cerita langsung . jadi kena banget dihati .. salam kenal ci

    ReplyDelete
  41. Mom salam kenal ya... aku baca tulisan mom diatas smbl berdoa dlm hati kapan ya aku bs ktemu jodoh sus yg baik yg bs sayang anak ku juga. Anakku br 3 bln tp msh blm ktmu sus yg pas stelah ganti 3x. Apabila tidak keberatan apa bs di share tlp mutiara kasih mom? Thank u so much ya mom gbu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Telepon aja ke 8778-2529. Tapi perlu diingat, waiting listnya panjang ya bisa berbulan2. Dan ngga semua suster karakternya sama hehehe.

      Delete