Thursday, December 24, 2015

Abby Tamasya Ke Semarang - Bagian 2

Wah, sebentar lagi udah mau Natal aja nih, sementara masih aja ngutang postingan jalan-jalan. Padahal hawa-hawa liburan yang mulai merasuk ini, bikin saya jadi rada males dikit untuk milih-milih foto. Mana cuacanya adem, jadi kayaknya tidur siang lebih enak daripada siwer milih gambar hahahahah (serius nih, rasanya kepingin merem melulu). Cuma biar gimana yang namanya postingan liburan kudu kelar, biar bisa cerita yang lain juga ya. Kan hidup gak melulu liburan. Udah baca bagian 1-nya belum? Dibaca dulu ya. Hari ini kita lanjut ke bagian ke-2, dimana kita akan jalan-jalan ke Bandungan dan Ambarawa. Siap?

Sabtu, 5 Desember 2015


Pagi itu pas kita bangun, cuacanya sangat cerah sekali, dan kelihatan mendukung buat jalan-jalan. Nah, kemarin ada yang penasaran kan nanya si Abby kalau bobo di baby cot apa masih bisa? Jawabannya adalah, masih! Hihihi. Tapi ya berhubung baby cotnya juga kecil dibandingin dengan crib di rumah, dia sih milih buat bobo di ranjang ortunya dulu, baru nanti kita pindahin ke situ. Next time sih kayaknya udah gak bisa lagi ya pakai baby cot. Anaknya udah tinggi. 

Posisi bobo dengan crib pas-pasan, tetep enak pules.

Selamat pagi, Semarang! Ngga gitu tinggi ya, cuma dari lantai 11. Seberang kita ada Novotel, lalu seberang kanan ada Gran Whiz. Jalan Pemuda ini isinya mal Paragon plus hotel-hotel deh. Mallnya hobi bikin macet pula hahaha.
Sarapan pagi lokasinya di Gris Restaurant yang berlokasi di Lantai 7. Untuk suasana sarapan pagi itu, saya nggak taro foto dulu ya, soalnya besoknya kan juga sarapan lagi, dan besok jadual kita lebih santai isinya leyeh-leyeh. Kalau hari ini kan kita punya itinerary yang lebih ketat dikit untuk diikuti. Yang jelas sih, pagi itu saya dan suami udah dibikin keki dikit sama maitre'd dan waitersnya. Mau minta baby chair aja, lamanya minta ampun nggak datang-datang. Sampai mesti remind 3 kali baru datang. Dan kayaknya lokasi baby chair-nya tuh jauhhh banget entah dimana, sampai lama begitu dan diambilnya itu dari backdoor. Padahal mestinya kan sudah stand by ya di restaurant sebesar itu. Tapi overall breakfastnya lumayan enak.

Makan cerealnya semangat banget! Pagi itu makannya lumayan banyak mulai dari nasi sampai donat. Good deh buat persiapan seharian ya, By.

Habis mandi dan siap-siap, kita nangkring di lobby untuk nunggu mobil sewaan plus sopir kita. Abby udah cantik belum nunggu di lobby pakai gaya Cleopatra?
Sewa mobil di Semarang ini menurut saya agak lebih tricky dibandingkan dengan di Yogya. Sudah cek website sana sini, rata-rata hanya menyewakan mobil dan sopir. Yang ada mobil, sopir plus BBM all in tidak terlalu banyak. Padahal kami lebih memilih untuk all in supaya tidak repot, selain itu konon kalau sewanya tanpa BBM, seringkali kita malah tiap hari disuruh isi bensin walaupun bensinnya gak habis (ini kata suami triknya orang rental, sampai di pool bensinnya dikosongin, dan kita pernah mengalami ini pas dulu ke Bali). Selain itu, kali ini kita juga mau sewanya kalau bisa mobil bukan Avanza/ Xenia, karena tiap kali naik itu, Abby selalu jackpot. Sementara untuk Kijang Innova agak kebesaran karena kita pergi bertiga. Kita cari rental yang menyediakan Honda Mobilio dengan system all in (mobil, sopir, bbm) dan ketemu 2 rental yang tampak meyakinkan. Yang di rental satunya Mobilio-nya sold out, jadi kita akhirnya sewa di Semberani yang websitenya oke dan rapi. Kalau harga sih mirip-mirip semua.

Nah, yang bikin saya agak keki lagi, entah ini khas Pantura atau apa ya hahaha (haduh bentar lagi saya ditimpuk orang Pantura), soal harga ini kayak susah fix, mengingatkan saya dengan pas rental mobil di Cirebon dulu. Intinya sih, harga tuh kayak seenaknya bisa naik (turun rasanya sih ngga haha). Saya kan sewa untuk pemakaian dua hari ya. Kalau untuk hari pertama, saya oke saja ditambah biaya 75 ribu dari harga di website, karena kita memang ada keluar kota. Tetapi hari kedua, saya juga ditambah 25 ribu dari harga di website, padahal betul-betul nggak keluar kota. Alasannya, di web belum ada penyesuaian BBM. Padahal setau saya sudah lama sekali BBM tidak naik. Jumlahnya sih memang kecil, dan saya iyakan saja, namanya kita butuh. Yang bikin bingung lagi, pada hari terakhir, sopirnya meminta bayaran cash dengan alasan itu hari Minggu, padahal kita sudah bilang dengan pihak rental kalau kita akan transfer. Walaupun akhirnya kita tetap transfer lantaran gak bawa cash banyak, kita merasa seperti kurang koordinasi antara sopir dengan pusat. Cerita-cerita kurang asiknya soal mobil dan sopirnya sendiri akan saya ceritain juga. Mungkin saya memang lagi kurang beruntung nih soal persewaan di Semarang hehe.


Seperti biasa, Abby duduk di singgasana yang dibawa dari Jakarta haha. Singgasananya ngikut terus deh biar mengurangi resiko motion sickness.

Semarang, dibilang kotanya gak gitu rame, tapi padat juga loh! Lampu merahnya aja antri terus.

Maksud hati mau foto swalayan yang mereknya "Ada". Tapi yang muncul beneran "ada penampakan" tukang ngamen yang tersenyum manis dan sadar kamera.
Tujuan pertama kita hari itu adalah ke Vihara Buddhagaya Watugong yang mempunyai Pagoda tertinggi di Indonesia yang bernama Pagoda Avalokitesvara dengan 7 tingkat setinggi 45 meter. Lokasinya ada sekitar 45 menit sebelah selatan kota Semarang. Kompleks ini diresmikan pada tahun 2006. Pagodanya ini mirip sekali dengan pagoda di Taiwan. Di tiap tingkat itu ada patung-patung yang berbeda seperti Patung Kwan Im dan Patung Amitaba. Di Pagoda ini juga menyimpan relik dari Sang Buddha Gautama berupa mutiara.

Di bagian depan Pagoda, ada Patung Buddha berwarna emas dalam posisi bertapa di bawah Pohon Bodhi. 

Di ranting-ranting pohon Bodhi terdapat berbagai permohonan berbentuk pita merah yang diikatkan.

Patung Dewi Kwan Im alias Dewi Welas Asih

Relief naga dan burung hong. Kalau kita ke Pagoda di Taiwan, pasti di tiap pintu masuk ada relief2 besar seperti ini. Cantik dan detail.

Tempat membakar dupa. hio di depan Pagoda

Patung kura-kura yang menggambarkan umur panjang. Kalau dilihat di prasastinya terdapat nama-nama, kemungkinan para donatur besar yang menyumbang pembangunan kompleks vihara ini.
Patung besar Dewi Kwan Im, lengkap dengan berbagai persembahan di dalamnya.
Persembahan berupa kue-kue, buah-buahan, permen, air mineral. Ada juga berbotol-botol minyak goreng untuk menyalakan lilin.

Tiang penyangga pagoda yang terbuat dari batu besar yang diukir. Indah dan sangat agung sekali.

Di sekeliling pagoda tingkat bawah, terdapat patung Dewi Kwan Im dan patung Dewa Pelindung. Saya tidak pajang semuanya, nanti kebanyakan. Saya kasih dua contohnya saja. Yang ini patung Dewi Kwan Im menggendong anak laki-laki, dipercaya bisa mengabulkan permintaan anak laki-laki.

Yang ini patung Dewi Kwan Im memegang daun kana yang buah persik yang dianggap sebagai lambang kekayaan. Jadi semua patung dewi Kwan Im yang melingkar itu membawa makna masing-masing.

Oh iya, kalau mau naik ke lantai utama pagoda, harus lepas sepatu ya pas sudah sampai di atas. Ini Abby baru saja kembali dipakaikan sepatu setelah berkeliling melihat-lihat.

Kemudian turun digandeng sama papa. 

Di sisi kiri Pagoda, terdapat patung Buddha tidur. Sayangnya warnanya sudah mulai agak pudar ya. Mungkin perlu dicat ulang.

Di sisi kiri kompleks terdapat bangunan besar yang merupakan Gedung Dhammasala yang bisa dipakai berbagai acara pertemuan.

Nah, daritadi saya belum kasih lihat bentuk Pagoda-nya secara keseluruhan ya. Nih, cantik banget kan?

Minta tolong turis lain untuk foto kita bertiga.
Pas kita ke sana, rasanya tidak ada yang beneran umat Buddha deh, alias tidak ada yang berdoa. Semuanya rata-rata turis, dan banyak sekali yang Muslim dan berjilbab. Banyak juga yang heboh foto bergaya di segala sudut. Memang Semarang ini hebat, akulturasinya terjaga baik, dan semua bisa saling menghormati.

Nah, ini dia Honda Mobilio sewaan kita. Gaya banget ya, itu velg dan ban diganti yang tipis model sport. Dan tentulah malah bikin "disaster" hahaha. Abis ini diceritain deh.

Kompleks Pagoda Avalokitesvara yang terlihat megah sekali! Nah, kelihatan ya di belakang, langit sudah mulai abu-abu. Padahal panasnya amit-amit deh!

Bener saja, sepanjang perjalanan, hujan derassss banget.
Nah, di sinilah kejadian nggak enak pertama ya soal permobilan. Selain sopirnya yang hobi banget ngerem-ngerem, kondisi mobilnya sendiri jauh dari harapan. Kenapa kita sewa Mobilio itu kan berharap supaya bantingannya nggak kenceng ya, at least lebih empuk dari Avanza/ Xenia. Tapi ternyata, si Mobilio yang sudah dimodifikasi model sports itu, bantingannya gila-gilaan kencengnya. Saya aja berasa nggak nyaman, apalagi Abby. Saya juga bingung, ngapain ya mobil rental kok dimodif gitu, apa beneran mobil rental milik si perusahaan atau 3rd party, saya juga nggak paham. Yang jelas, sepanjang jalan menuju Bandungan, Abby terlihat mabuk walaupun sudah pakai car seat, dan benar saja, muntah jackpot sampai muncrat, banyaknya nggak kira-kira. Goodbye deh semua sarapan. Kita minta sopirnya stop dulu dekat pom bensin supaya Abby bisa dibersihkan dan digantikan baju. Puji Tuhan, pas kita lagi bersihkan mobil itu, hujannya bisa berhenti sesaat loh. Kayak mendukung banget supaya bapaknya bisa bantu bersih-bersih mobil dan saya bersihin plus gantiin baju anak. Pas Abby sudah ganti baju, dan bapaknya sudah balik duduk di depan, hujannya langsung deras lagi.

Siang itu, kita langsung ke Susan Spa and Resort untuk makan siang yang lokasinya ada di Bandungan, naik terus sampai ke ujung agak atas bukit. Jujur pas perjalanan ke sana, saya tuh agak deg-degan dikit. Bukan deg-degan karena jalanannya jelek atau rusak ya, tapi ngelihat sepanjang jalan di Bandungan yang juga merupakan area "puncak"nya orang Semarang, suasananya kok nggak terlalu family oriented. Kalau hotel kecil dan guest house sih jangan ditanya banyaknya, tapi yang mengganggu itu, banyak banget tempat karaoke dangdut yang tentu saja bisa tau sendiri kan ya orientasinya kemana. Gimana nggak serem coba? Hahaha. Di daerah situ juga kayaknya tidak ada restaurant yang mumpuni, walaupun teman saya bilang di pasarnya banyak jajanan seperti Tahu Serasi dan susu kedelai. Makanya sudah bener banget deh tujuan kita langsung ke Susan Spa and Resort untuk makan siang di sana.

Begitu sampai di sana, langsung disambut dengan lobby yang cantik dan sudah bernuansa Natal.

Langsung deh kita menuju ke restaurantnya yang ternyata penuh banget. Untung kita pas datangnya, kalau kesiangan dikit, harus menunggu tuh.

Sisi kanan restaurant. Restonya sendiri tidak terlalu besar, staffnya cukup banyak, tapi mohon maaf, pelayanannya selowwww..... hahahaha. *pasrah*

Di bawah restaurant, kalau kita ngintip dari railing di sebelah meja saya itu, akan tanpak kolam renangnya yang mungil, tapi didesign ala-ala infiniti pool.

Karena di luar masih hujan, kita minum yang anget-anget. Yang ini Premium Dilmah Tea yang Peach. 1 poci bisa untuk dua orang.
Oh iya, mau cerita dikit. Entah karena makan di airport lounge, makan di Semawis, atau emang kondisi badan lagi kurang oke, pas lagi tidur kemarin itu, tengah malamnya saya bangun dan cuci perut hahaha. Bener-bener cuci perut sampe lemes. Untungggg  saya kemarin nggak makanin sambel ayam penyet sampe heboh, baru ujungnya doang. Or else, entahlah apa yang terjadi hahaha, bisa-bisa nggak berangkat jalan-jalan deh. Jadi demi keselamatan bersama, seharian itu kita pesan makanannya yang Western Food dan nggak pedes.

Fish and Chips yang kata suami ikannya serasa gurame, jadi ngaco rasanya. Yang penting ada kentang untuk dicemilin anaknya. 

Makan kentang dulu yaaa... Aaaammm!

Spaghetti Bolognaise yang rasanya amburadul. Pokoknya semuanya nggak ada yang pas. Kejunya apalagi, pakai cheddar jadi ngaco total hahaha.

Mixed Grill pesanan saya. Ada grilled chicken, grilled beef, sausage, and prawn. Rasanya? Amburadul lagi! Hihihih. Daging-dagingannya semua super dry. Yang enak apanya? Sayur sama kentangnya! Gak boong!

Pas lihat spaghetti ini, awalnya anaknya semangat banget nih!

Nyomot pakai tangan, tapi habis gitu udahan. Ya gimana ya, rasanya emang nggak keruan sih. Jadi seluruh kentang di fish and chips itu buat Abby semua biar perutnya keisi, terus kita kasih dia snack lagi.

Ini pesanan terakhir kita, namanya Sate Ayam Goreng. Sambelnya juga dipisah supaya nggak pedas. Penampilannya oke ya, satenya juga gendut-gendut.  Rasanya gimana? Ya gitu deh, ajaib, soalnya satenya bukan di grill tapi digoreng jadi lagi-lagi ayamnya agak dry. Yang enak apanya? Lontongnya campur bumbu dikit hihihihi. 
Jadi pengalaman makan di Susan Spa gimana? Not memorable at all. Mana pas minta bill ke waiter, lamanya minta ampun nggak dateng-dateng. Akhirnya saya kesel sendiri, langsung saja samperin kasirnya, dan ternyata, memang belum disentuh aja dong alias belum disiapin bonnya. Tapi di Bandungan, memang almost no choice, jadi sudah pasrah saja, yang penting perut keisi. Untungnya nihhhh... makan siang yang kurang enak itu, terobati banget dengan suasana Susan Spa and Resort yang indah!

Untuk  menjelajahi resort sendiri, setiap pengunjung dikenakan biaya IDR 25,000 per orang yang bisa ditukarkan dengan makanan (sebagai voucher pemotongan biaya makan). Berhubung kita sudah makan siang di situ yang tentunya jumlahnya jauh di atas harga tiket, kita tinggal kasih lihat saja bon makan kita, lalu di cap dan kita boleh turun untuk melihat keindahan pemandangan di sini. Yuk kita intip, seperti apa sih pemandangan yang bikin kita semua langsung happy berat?

Dan inilah kolam renang yang tadi kita sempat intip dari atas. Kalau mau renang di sini, untuk dewasa kalau tidak salah biayanya IDR 65,000. Kalau ada yang minat bisa tanya langsung ya hehe. Kemarin kita nggak berenang sih.

Fitness centernya terbuka, tepat di depan kolam renangnya. Sebenernya nggak enak juga sih, soalnya orang banyak banget lalu lalang di situ, dan rata-rata pengunjung kayak kita alias nggak nginap dan nggak spa. Mungkin kalau cuma berduaan sama suami, saya sih mau banget spa di sini.

Turun ke bawah, syukur banget hujannya sudah berhenti. Pokoknya serba pas deh!

Dan kita disambut oleh lapangan luas lengkap dengan perbukitan di belakangnya. Udaranya juga seger banget dan adem!

Banyak bebek jambul lagi berenang. Si Abby bahagia banget ngelihatin bebek-bebeknya yang lalu lalang dan jinak.

Ada kandang ayam juga yang bikin Abby langsung nemplok.

Burung merak yang bertengger dengan cantiknya.

Kembang terompet yang segar.

Bunga Hydrangea yang mekar dan masih basah.

Suasana gedung Susan Spa terlihat dari taman.

Bunganya seger-seger banget, jadi kepingin dipetik terus dibawa pulang haha.

Ada juga area kids club. Dan tentulah karena kita lewatin area ini, si Abby langsung ingat kalau ada prosotan (sehingga terpaksa nanti kita kudu balik lagi kemari).

And this is it, the infamous La Kana Chapel. Kapel yang sering dipakai pemberkatan oleh orang Semarang dan sekitarnya, yang suasananya sudah kayak di Bali, padahal di atas bukit Bandungan. Cantik ya! Sayang langitnya masih abu-abu alias mendung. 

Kita langsung turun ke belakang Chapel, dan lihatlah siapa yang super bahagia. Kalau ada yang luas-luas dengan udara seenak ini, siapa sih yang nggak seneng? Saya juga seneng bangettt!

Nggak menyangka, anak kecil ini sudah bisa pose tolak pinggang. Bagus banget deh pemandangannya!

Seandainya nggak berkabut, pasti lebih cantik lagi. Ini aja udah cantik banget. Pokoknya bikin kita betah berlama-lama memandangi Bandungan dan Ambarawa dari atas.

Boleh dong ya selfie berdua. Kan ceritanya masih suasana Anniversary (padahal udah lewat 2 minggu)

Bapak sama anak. Hayo, Abby sekarang mirip siapa? Pas kecil dulu banyak yang bilang mirip bapaknya. 

Selfie bertiga dengan pemandangan belakang ijo royo-royo.

Di depan kita itu adalah danau Rawa Pening, Ambarawa.

Di sisi lain dari kapel, di bagian atas itu sepertinya sering dipakai untuk tempat resepsi di malam hari. Kebayang ya, pasti cantik banget resepsi di situ dengan melihat lampu-lampu dari bawah lembahnya. 

Begitu melewati depannya kapel, anak ini bilang kalau itu gereja, dan langsung bikin posisi doa. 

As promised, sehabis selesai lihat pemandangan, langsung balik lagi ke kids club, dan anak ini main terus nonstop kayak kelebihan gula. Naik turun, loncat, mrosot... Mungkin saya kudu ikutin dia, biar kurusan. 

Ketemu anak lain pula namanya Michelle. Langsung akrab deh berdua, main kejar-kejaran.

Dan begitu diminta pulang, anaknya langsung meweeeekkkk..... Untungnya cuma sebentar aja. 

Menuju Ambarawa, kita melewati pasar Bandungan. Hujan kembali turun, tapi pasar terlihat ramai. Beneran saja, sepanjang jalan, banyak banget yang jual tahu dan susu kedelai. 

Ada juga area Bandungan Waterpark. Saya sih nggak mampir, tapi sepertinya sangat ramai untuk hiburan orang lokal.

Baru jalan sebentar, nggak lama anaknya bobo. Nggak mau bobo di car seat tuh, lantaran kena noda muntah sendiri. Tapi saya bersyukur dia bobo di sini, supaya nggak  mabuk deh hehehe.

Memasuki kota Ambarawa, terlihat kotanya agak lebih besar, dan banyak toko-toko sepanjang jalan. 
Tujuan kita selanjutnya adalah Gua Maria Kerep, Ambarawa (GMKA), yang bisa dibilang merupakan tujuan utama kita dalam perjalanan kali ini. Banyak sekali hal yang kita syukuri sepanjang tahun 2015 ini, dan juga banyak permohonan yang ingin kita sampaikan melalui perantaraan Bunda Maria.

Di lapangan parkir GMKA, nampak sebuah bangunan baru. Inilah Panti Werdha Maria Sudarsih, sebuah panti Werdha khusus wanita yang baru saja diresmikan berbarengan dengan peresmian patung Maria Assumpta yang merupakan Patung Maria tertinggi di dunia. 
Sebelum kita melihat Patung Maria Assumpta, kita mampir ke Gua Maria terlebih dahulu. Menyebrang jalan sedikit dari tempat parkir, sampailah kita ke gerbang GMKA.

Gerbang GMKA dengan lukisan Bunda Maria diangkat ke surga.

Papan petunjuk yang sangat lucu sekali, karena yang atas-atasnya udah keren nama kota dengan jarak-jarak, tapi bagian paling bawahnya = TOILET! (sejauh 50M)

Di bagian depan terdapat sebuah kapel besar untuk misa.

Bagian dalam kapelnya. Termasuk sederhana dengan lantai keramik biasa dan atap dari kayu.

Seperti biasa, di setiap gua Maria, pasti ada jalan salib yang terdiri dari 14 perhentian.

Pengembangan GMKA termasuk Jalan Salib-nya ini diresmikan pada tahun 1994, sementara GMKA sendiri diresmikan tanggal 15 Agustus 1954, pada hari raya Maria Di Angkat Ke Surga, sebagai suatu gua Maria yang sederhana, dan diresmikan oleh Mgr. Soegijapranata, SJ salah satu tokoh Pahlawan Nasional Indonesia. Dan sepertinya tanggal 15 Agustus selalu digunakan untuk peresmian pengembangan dari GMKA, termasuk pengembangan terbarunya yaitu patung Maria Assumpta.

Tahun 1994, Mgr. Julius Darmaatmadja, SJ masih menjadi Uskup Agung Semarang.

Suasana kompleks GMKA yang rimbun dan sudah dilengkapi dengan lantai keramik di sisi-sisinya.

Gua Maria lengkap dengan lilin dan bunga-bunga dari para peziarah.

Jika mau berdoa, bisa mengambil dingklik plastik yang disediakan di situ. Abby lagi diajarin oleh papa-nya untuk berdoa.

Terus mulai berdoa deh. Entah apa yang didoain, mukanya sok serius. Tapi anak ini memang gak bisa tahan lama posisi tenang, nggak lama juga lari-larian.

Daerah ini adalah daerah tenang. Banyak peziarah sedang berdoa, dan semuanya memakai dingklik.

Tuh kan, baru juga berdoa sebentar, anaknya langsung lari-larian.

Kemudian anak ini mindah-mindahin dingklik yang tadi dipakai, sementara mamanya lagi Doa Rosario.

Kemudian berpose pakai dua dingklik.

Daripada gangguin mamanya, diajak selfie berdua sama papa. Itu si Abby ada sisa ingus mengering, kalau diseka anaknya nggak mau hihihi. Biarin sengaja dipajang biar anaknya nanti udah gede inget, kalau ada ingus, mau diseka jangan marah-marah.

Salib Yesus yang melambangkan pengorbanan-Nya berupa Tubuh dan Darah yang dipersembahkan bagi umat manusia.

Salah satu perhentian di Jalan Salib GMKA, yaitu perhentian ke 12, Yesus di Salib.

Di belakang Gua Maria juga ada sebuah kapel kecil yang merupakan Kapel Adorasi dari Tubuh Kristus. Terdapat Monstrans dengan Hosti di tengahnya.

Di kompleks yang sama juga terdapat kompleks Makam Keluarga R.A. Maria Soelastri Soejadi yang merupakan pendiri organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia. Memang GMKA ini betul-betul kuat sekali sejarahnya dengan perkembangan umat Katolik di Indonesia.

Sebelum kita ke meninggalkan Gua Maria, kita sekeluarga cuci muka dulu dari mata air suci yang berlokasi tepat di bawah Gua Maria. 

Selanjutnya kita lanjut ke area yang menurut saya indah banget, yaitu Taman Doa. Taman Doa ini diresmikan pada 8 Mei 2005 yang merupakan hari raya peringatan Bunda Maria Pengantara Segala Rahmat. Seperti kita tau, buat umat Katolik, Bunda Maria merupakan pengantara yang luar biasa dalam menyampaikan doa-doa kita kepada Yesus Kristus, putranya.

Begitu melihat taman hijau terbentang, langsung deh, senengnya minta ampun, lari terussss...

Indah banget kan? Tamannya sungguh-sungguh terpelihara dengan baik. Tidak menyangka ada taman seindah ini di kompleks GMKA.

Foto bertiga dulu ya sama patung Yesus. Sayang tuh jari-jarinya Yesus sudah pada boncel, padahal patungnya bagus loh. Abby sampai menatap Jesus dengan sangat serius.

Lari-lari lagi di jalan setapak. 

Buat yang bawa stroller juga nggak usah khawatir, jalan setapaknya bagus banget, pokoknya memanjakan mata. Tanamannya semua indah dan diberi nama loh! Jadi ikutan belajar juga.

Ada beberapa lokasi untuk berdoa, dan dilengkapi dengan replika kejadian penting dalam hidup Yesus. Ini contohnya adalah Makam Yesus.

Ada kutipan ayat Alkitab jadi kita bisa ikut merenungkan apa yang terjadi saat itu. 

Patungnya besar dan life size. Bahkan kita bisa intip ke dalam guanya. Bagus banget deh!

Pohon-pohon rimbun dan hijau, bikin kita betah muter-muter di situ. Mana cuacanya adem pula, perfect untuk bawa anak-anak.

Yang ini peristiwa saat Yesus meredakan angin ribut dari atas kapalnya. Saat itu murid-muridnya tidak percaya sehingga mereka takut, dan Yesus berpesan supaya "Jangan Takut". Kata yang sangat populer di kitab suci, diulang 365 kali di dalam Alkitab yang sering diartikan, supaya kita jangan pernah takut dalam menghadapi hidup kita setiap hari. 

Tuh kan senengnya minta ampun, padahal udah capek makanya minta naik stroller :)

Mukjijat pertama Tuhan Yesus, mengubah air menjadi anggur di suatu pesta perkawinan di Kana

Nah, ini tadi yang saya foto bareng sama Yesus-nya, saat Yesus melakukan mukjijat memperbanyak 5 potong roti dan 2 ekor ikan untuk memberi makan 5,000 orang.

Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Bagus-bagus banget kan? Bener-bener deh nggak menyangka sebagus ini di kompleks GMKA.

Penjual bunga dan jerigen air jika ada yang ingin membawa pulang air dari mata air di Gua Maria.

Dan inilah Patung Maria Assumpta yang baru saja diresmikan 15 Agustus 2015 oleh Mgr. Johannes Pujasumarta, SJ. Sedihnya, beberapa bulan kemudian sang Uskup dipanggil selamanya oleh Tuhan karena sakit.

Foto dulu bertiga di depan patungnya, mumpung ada pengunjung lain.

Melihat lebih dekat Patung Maria Assumpta setinggi 42 meter. Patung ini dikerjakan oleh 3 orang seniman bersaudara, Kuncoro, Adi Nugroho, dan Agung Hartanto.
Saat peresmiannya waktu itu, ada 7 Uskup dan 15 Imam yang ikut meresmikan, dan dihadiri lebih dari 30,000 umat Katolik dari seluruh Nusantara. Om dan Tante saya dari Jakarta beserta kawan-kawan separokinya juga hadir di sini. Katanya mengharukan sekali loh, melihat para uskup naik gondola ditarik dengan menggunakan crane kemudian patung ini diciprati oleh air suci, diiringi lagu-lagu pujian untuk Maria. Wah saya pasti gemetar kalau ada di situ.

Di bawah ini saya copy dan paste arti dari Patung Maria Assumpta, dari situs majalah Hidup Katolik. Ternyata semua bagian itu memiliki arti yang luar biasa dan dipikirkan betul-betul saat patung ini dibangun.

Patung ini memiliki tiga bagian penting yang memuat makna. Pada bagian pertama, terdiri dari pancaran mahkota melingkari kepala Maria yang mengandung arti sinar kemuliaan hidup Bunda Maria di Surga yang akan menunjukkan sinar harapan yang menghilangkan kedip lampu suram dalam kehidupan. Sedangkan warna biru pada kerudung Maria, memiliki arti kebijaksanaan Ilahi yang dihembus kan Roh Kudus. Sedangkan, warna putih tulang pada jubah Maria, artinya ketidaksempurnaan kita sebagai manusia. Motif batik pada lengan kanan dan jubah bawah berarti batik yang merupakan ciri khas budaya asli Indonesia yang kaya akan seni budaya.

Di bagian kedua, yakni tangan yang mengatup di dada berarti mengandung kesetiaan kepada Allah. Pada bagian ketiga, terdiri dari tiga malaikat kecil pada awan di bawah kaki Maria. Artinya, malaikat pelindung senantiasa menjaga dan melindungi umatnya. Sedangkan awan yang menjadi pijakan Maria, memiliki arti Maria yang diangkat ke surga merupakan sumber harapan dan kegembiraan.

Pada patung dan tiang penopang terdapat warna emas. Bagian ini melukiskan kecantikan sekaligus jubah kebesaran yang memancarkan kilap Maria bak putri raja. Penopang tujuh pilar memiliki makna tujuh duka Maria yang dilukiskan pada dinding bawah tatakan yang melingkar.

Lukisan tujuh (sapta) duka Maria, meliputi nubuat Simeon, pengungsian keluarga kudus ke Mesir, Yesus ditemukan di Bait Allah, Maria berjumpa dengan Yesus dalam perjalanan ke Kalvari; Maria berdiri di kaki Salib Yesus, Maria memangku jenazah Yesus, dan Yesus dimakamkan.


Prasasti pemberkatan Patung Maria Assumpta, 15 Agustus 2015

Di bagian bawah Patung Maria, terdapat 7 peristiwa duka Maria yang dilukis langsung oleh para seniman. Saya kasih lihat di sini 2 saja ya. Yang ini peristiwa pertama, Yesus Dipersembahkan Di Bait Allah.

Yang ini, peristiwa ke empat, Bunda Maria Berjumpa Dengan Yesus Dalam Perjalanan Ke Kalvari
Sore itu, kami berencana untuk Misa Kudus Minggu Adven ke 2 di Gereja Santo Yusuf. Gereja ini merupakan gereja paroki dimana GMKA bernaung. Berdasarkan website, misa-nya akan dimulai pukul 16.30, tapi ternyata pas kita sampai sana pukul 16.00, gerejanya masih kosong lantaran misa baru akan mulai pukul 17.00. Untung jarak Gereja ke GMKA cuma sekitar 1km, jadi kita balik lagi dulu ke GMKA untuk.... Jajan! Hihihihi. Penasaran sama tukang kue lekker di situ, soalnya ada aja yang beli.

Beli kue lekker ukuran kecil 8 biji seharga @IDR 2,500. 

Garing-garing, ditabur coklat dan keju, plus ada yang pisang juga seiprit-iprit.

Namanya garing-garing, ya udah pasti doyan lah ya nih anak. Makan 2 biji kalau nggak salah. Kita makan di halaman gereja, sambil nunggu gereja mulai ramai.

Gereja St. Yusuf, Ambarawa, dikenal juga dengan sebutan Gereja Jago karena ada ayam jago di atas atapnya.
Gereja St. Yusuf ini merupakan salah satu gereja tertua di Jawa Tengah dan didirikan tahun 1870, namun dalam pembangunannya sempat roboh dan akhirnya diberkati tahun 1875. Gereja ini menjadi sejarah berkembangnya umat Katolik di daerah Jawa Tengah, karena sejak gereja ini berdiri, makin banyak orang-orang Jawa yang dibaptis untuk  menjadi Katolik. Yang tadinya lokasi paroki hanya ada di Semarang, akhirnya harus dipisah menjadi paroki sendiri yang mencakup area tenggara dari Semarang. Sampai saat ini, gereja masih berdiri kokoh dengan umat yang banyak.

Panti imam yang klasik namun terjaga dengan indah.

Bangunan gereja yang tidak terlalu besar, dan karena tertutup aliasnya jendelanya nggak dibuka, malah bikin kita kepanasan hihihi. Padahal di luar lagi gerimis loh. Lampunya keren banget, klasik dan terlihat kuat.

Dan seperti biasa, anak ini nggak bisa diem, sampai dilihatin orang-orang di situ. Untung lucu kau, By, kalau nggak lucu pasti orang udah kesel hahahaha. Kayaknya dia anak paling kecil yang mau maju sendiri pas terakhir anak-anak dikumpulkan untuk diberkati Romo. Udah gitu nyasar pula pas selesai diberkati, celingukan nyari papa mamanya. Untung ketemu hihihi. *Padahal Papa Mamanya ngelihatin dari jauh*

Gereja ini sempat direhabilitasi setelah 80 tahun pemberkatan resminya. Tapi karena udara sangat lembab, dindingnya sudah mulai terkelupas lagi. 

Suasana gereja setelah misa di malam hari. Cantik ya!
Malam itu, Teph sekeluarga ngajak ketemuan lagi untuk dinner bareng, tapi kita perginya masing-masing. Tempat yang dipilih oleh Teph adalah restaurant Koeno Koeni yang lagi ngehits di Semarang karena memang restonya cakep deh! Koeno Koeni ini dimiliki oleh group Sido Muncul yang juga mempunyai Hotel Tentrem di Yogyakarta, dan sebentar lagi, Hotel Tentrem ini akan buka juga di Semarang loh. Jadi bakalan ada opsi lagi deh untuk hotel bintang lima-nya.

Bagian depan resto Koeno Koeni, belum apa-apa udah ada photo booth, ngehits banget kan? Hahahaha.

Ada area bermainnya juga di sini, per anak bayar IDR 25,000. Berhubung Koko Wesley dan Dede James sudah main di dalem, Abby langsung deh saya beliin tiket buat nyusul. Ehhhhh...ternyata anaknya gak betah karena sempit. Dia memang gak gitu suka sih playground model sempit susun-susun gitu. Sukanya yang luas-luas. Jadi deh, baru juga masuk, nggak sampai 5 menit keluar lagi. Untung cuma IDR 25,000 ya, By. Coba kalau mahal, mama paksa kamu masuk lagi huahahahahha.

Suasana bagian dalam restonya. Cantik banget kan ya? Tapi kata Teph, begitu dia sampai saja sudah fully booked. Jadi deh kita dapat mejanya yang bagian outdoor, cuma sudah wanti-wanti supaya nggak ada yang merokok di sekitar situ.

Ini bagian luarnya. Keren banget kan? Bentuk Joglo, lengkap dengan banyak barang antik.

Pas kita sampai, mejanya masih banyak yang kosong. Tapi pas kita mulai makan, wuih penuh semua loh!

Yang di pojokan kanan itu meja kita. Di bagian depannya itu banyak banget motor vespa antik, dan di bagian atas ada set gamelan lengkap.

Dari parkiran di bagian belakang, kita bisa melihat kelap kelip kota Semarang.

Banyak barang antik seperti mesin tik, mesin jahit, dan setrika arang.

Ada juga penyanyi yang nyanyi lagu top 40 dilengkapi sama ortung. Yang main ortung lumayan jago loh, tapi penyanyinya sih... ya standar kafe-kafe lah, suaranya ngafe banget.
Di bawah ini adalah pesanan kita ya, pesanannya keluarga Teph saya nggak foto soalnya kan gak enak hati motoin pesanan orang. Eh iya, malam ini juga kita banyakan pesan menu Western. Suami Teph sampai bingung kok ke Semarang pesennya Western Food hihihi. Ya saya jelasin soalnya semalemnya saya habis bergejolak perutnya dan brasa kurang enak badan hihihi, plus memang saya dan suami itu doyan makanan barat juga. Kebetulan di Koeno Koeni ini menunya beragam banget, dan menu westernnya juga banyak, jadi saya percaya mestinya lebih enak deh dari tadi siang di Susan Spa. Oh iya, semua tamu di sini disediakan minuman jamu beras kencur. Saya sih nggak doyan, tapi suami saya doyan banget sampai jatah saya juga dia yang minum hihi. Ngga nyangka dia doyan jamu.

Hot Lime Juice

Es Tape. Ini pesanan saya, enak banget deh! Udah gitu tapenya royaaalll. Puas pokoknya. Eh iya, makanan di Koeno Koeni ini harganya reasonable untuk ukuran resto secantik itu.

Fries and chicken nugget untuk Abby. Saya juga pesan nasi putih buat dimakan sama nuggetnya. Jadi anak carbo deh ya nih anak during vacation, tapi memang itu yang paling dibutuhin lantaran energynya keluar melulu.

Beef Lasagna buat saya. Nah, ini lumayan enak lasagnanya, sangat layak makan. Kejunya juga bener hihi.

Double Cheeseburger untuk suami dengan side potato wedges. 
Semua makanan di sini lumayan enak. Yang kacau as usual, servisnya! Kenapa sih dengan servis di Semarang ya, suka bikin gemes. Kasian deh si Teph mesen sop buntut untuk Wesley, sampai hampir 1 jam nggak datang-datang, padahal sudah lebih dari 5 kali ditanyakan. Terakhir Teph itu sampai ngikutin waiternya loh untuk memastikan kalau pesanannya sudah masuk. Selain itu menu pesanan Teph yang lain juga agak lama datangnya, cuma memang nggak ada yang ngalahin sop buntutnya deh lamanya. Restoran sekelas ini dengan pelayan yang banyak, tapi kok miss-nya jauh banget. Yang lucu, saya kan mesen belakangan daripada Teph, tapi menu saya keluar duluan semua. Akhirnya datang juga tuh sop buntut saat semuanya sudah selesai makan. Ampun deeehhh...

Pemandangan lampu-kelap kelip yang terlihat dari parkiran belakang.

Bagian tangga untuk naik dari Joglo belakang ke ruang makan utama.

Jejeran Vespa-vespa antik, yang jelas semuanya STNKnya sudah nggak diperpanjang tuh hahahaha.

Hampirrrr aja lupa foto bareng. Sebelah kiri terawat, sebelah kanan kurang terawat. Hwahahahahhaa. Yang kanan lepek abis udah dari pagi keliling kota.
Eh iya, pas malam itu, Wesley lagi kurang enak badan, jadi setelah pada kelar makan, Teph sekeluarga langsung pamit. Terus tau-tau, bill-nya udah disettle aja gitu! Thanks banget deh Teph and family untuk hospitalitynya, bener-bener tuan rumah yang top markotop, full serviceeee! Abby juga dapat temen baru dua cowok ganteng.

Sebelum pulang, saya sempet ambil beberapa foto suasana restaurant untuk kenang-kenangan. Kali-kali nanti ada yang mau juga mampir kemari. Saya sendiri nggak pesan menu traditionalnya, tapi kata Teph dan suami, semuanya enak. Cuma ya untuk servis memang harus diperbaiki.

Berbagai perlengkapan masak tempo dulu

Contra Bass, Euphonium, Baritone, French Horn, mengingatkan saya sama masa-masa di Marching Band

Pas buka pintu utama, langsung ketemu dua anjing besar ini. 

Berbagai poci dan guci antik

Radio jadul

Kain batik cantik yang tersusun rapi, semuanya bisa dibeli kalau mau.

Di sisi sebrangnya juga banyak batik cantik. Selain itu juga banyak permainan tradisional anak-anak dari kayu yang lucu-lucu. Yang kocak, itu di pojok kiri, kok ada rainbow loom sih? *ngga nyambung*
Begitu balik ke hotel, mau masuk ke lobby saja macetnya minta ampun. Jadi saat sudah hampir sampai lobby mal, saya dan Abby turun dulu deh, soalnya anaknya udah minta ke mal. Sementara bapaknya naik dulu ke atas sambil bawa car seat yang kotor. Begitu masuk ke dalam, wow wow wow... rame bangetttt!

Ajegileeee.... ini ada bazaar jualan sepatu sama baju, ramenya kayak begini! Kalau nggak salah Hush Puppies ya. Perasaan baru nemu yang pengunjungnya sadis begini, sampai antrian kasir melingkar-lingkar. Itu ada MC-nya sampai bilang, kalau baru kali ini ngelihat animo masyarakat luar biasa, padahal sudah pukul 9 malam loh!

Anak ini, moodnya bagussss banget buat diajak shopping. Biasanya nyuruh dia nyobain baju itu, sampe butuh diseret2 lantaran banyakan nggak maunya. Tapi malem itu, disuruh coba apa juga mau, serasa fashion show.

Habis belanja, masih minta foto pula di depan pohon natal. Pukul 10 malam, mata masih terang! Hihihi.

Pas kita balik hotel ke lobby hotel, VOILA! Kaget banget, itu pajangan patung art piece yang tadi pagi masih nangkring di situ, mendadak udah berubah jadi pohon - pohon Natal yang cantik, lengkap dengan boneka-boneka Santa Claus dan kawan-kawan, juga kado-kado. Chistmas season is here! Oh iya, hari itu kan tanggal 5 Desember ya, Santa Claus is Coming To Town!
Selesai sudah perjalanan hari ke-2 kita yang lumayan seru. Highlight of the the day tentulah kunjungan ke Bandungan dan Ambarawa. Maklum, kita sukanya sama yang adem-adem. Apalagi pas di kompleks GMKA, puasssss banget. Saat tenang berdoa dapet, memanjakan mata juga dapet, terutama di Taman Doa. Dan menurut saya, nggak harus umat Katolik atau Kristen kalau mau berkunjung ke GMKA, semua umat bisa menikmati. Buat yang Muslim, juga bisa berkunjung karena Bunda Maria alias Siti Mariam juga sangat dihormati di agama Islam. Malam ini, badan ngerentek semua, tapi hati happy. Lalu hari ke-3 kita ngapain? Tungguin aja ya!

43 comments:

  1. OOT#1: sepatunya Abby keren!!
    OOT#2: Abby tidurnya manis banget deh yang nempel di car seat itu, tangannya itu lho.

    Sekarang lanjut ke comment sesuai topik. Susan spa itu favorite kita untuk berenang, karena pool-nya heated. Madeline bisa puas berenang sampe sejam, gak mau udahan Kalo di situ. Kalo di Jakarta, 20 menit aja juga udah kedinginan. Kalo gak salah bayarnya cuma 25rb utk berenang. Biasa yang bayar mertua sih, jadi kurang tahu pastinya bayar berapa hehehe... Biasanya kita makan di situ pesen Indonesian food mayan sih, gak pernah nyobain western food di Susan spa, berarti nggak usah pesen western food next time.

    GMKA cantik banget ya tamannya, gue juga suka. Btw, gak ada rencana ke Vatican tahun depan, Le?

    Terakhir ke Semarang ketemu Teph juga di koenokoeni. Katanya Indonesian foodnya enak, tapi seperti biasa gue jadi tong sampah, ngabisin lagsana ponakan, biasa aja sih. Tapi suasananya enak dan ada playground buat bocah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepatunya Abby beli di Payless, Ngel. Terus nyeseknya kemarin pas ke Alsut gue baru ngintip lagi dan diskon 30 smp 40 persen! *keki*. Tapi ya kita kan punya udah lama ya haha. Abby bilang itu sepatu bintang.

      Oh di deket rumah lu kolam renangnya gak ada yang heated ya Ngel? Kebetukan di Puri Bugar (Sport Clubnya Puri) kolam arusnya tuh heated walaupun terbuka. Jadi si Abby betah2 aja renang di situ. Mungkin kudu cari yg ada dkt rumah lu Ngel. Kl ga salah kids deh yg IDR 25K on weekdays. Weekend IDR 35K. Adultnya IDR 60 or 65K. CMIIW.

      Gue blm ada rencana ke Vatican 2016, Ngel. Kebetulan gue udah pergi pas tahun Jubileum yg sebelumnya, pas baruuu aja Holy Doornya dibuka 25 Dec 1999. Waktu itu dibilang akan dibuka lagi 25 Dec 2024. Tp ternyata ada extraordinary jubilee ya this yr.

      Anak gue gak betah di tmpt mainnya Ngel. Sempit kayaknya. Hihihi. Suasananya okay.

      Delete
  2. seru ci, lengkap pula. puas bacanya :)
    taman doanya bagus banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan2 boleh tuh Ester, main dan ajak anak.

      Delete
  3. susternya abby ga ikut ya? interior koeni koeni cakep banget ya le... dimasukin list ah kalo someday ke semarang hehehehe...

    bibnya abby lucu deh... jayden sejak 10 bulan uda ga mau lagi pake bib... kalo dipake pasti ditarik2 trus kelepas... belakangan malah dia bisa lepas sendiri... ya udahlah... untung makannya ga pernah berantakan hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas di bagian 1 ud gue tulis Mel, susnya ngga ikut krn Sabtu dia kuliah. Iya boleh masukin list. Bagus n makanannya lumayan.

      Bibnya kepake banget tuh Mel, especially pas di Jepang kemarin. Btw itu jg bibnya Japan made, jd emang pas bener deh haha. Bentuk scoopnya gede banget di bagian bawah jd makanan gak meluncur2. Mgkn si Jayden gatel kali ya kalau pakai bib yg bahan. Cobain aja just in case butuh beli yg ini.

      Delete
  4. wow lu nulis berapa jam le? gw bacanya kok rasanya hampir 1 jam hahaha.. seperti biasa super lengkap n detil sekali ceritamu #acunginjempol
    Gw heran lho kok lu bisa tau2 detil2nya arti si Patung Dewi Kwan Im, ada tulisannya disana ato digoogle? (maap OOT gw asli heran lu tau sgalanya sampe jenis2 terompet juga wkwkwk).

    Resto Koenokoeni sebenernya udah lama, tp gw ajak kesana krn menurut gw tempatnya cantik, banyak brg2 antik dan khas budaya lokal, trus ada playground buat anak2. Makanannya sih biasa kita pesen indonesian dan gw doyan banget nasi bali nya, tp gw malah gaperna pesen westernnya wkwkwk.

    Wahh sempet ya sopink di paragon hauhaha. Dapet dress ya By? Btw Abby emang kliatannya happy terus ya klo jalan2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.. kalau arti2nya patung tentulah gue cari di Inet. Tiap kali kayak gitu Teph soalnya gue sendiri jg penasaran artinya apa tiap kali habis travel. Biar ngga cuma sekedar foto2. Kalau jenis horn, gue memang tau haha. Dulu kan sempet main musik. Gue main yg no. 1 dan no. 2.

      Kayaknya udah lama tapi msh rame ya Teph. Sayangnya si Abby gak demen sm model playgroundnya haha. Sukanya yg luas2 dan ngga berisik. Entah knp di situ berisik banget ya.

      Iya sempet shopping tapi bukan beli dress yang dicobain itu. Ternyata kelewat pas2an n itu udah ukuran tergede haha. Emang anaknya hobi jalan2. Kl tiap mau pergi giraaanggg.

      Delete
  5. Abby the explorer...kerjaan nya jalan2 melulu nih...aunty mau ikut dongg..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Tante ikutan aku. Aku sih cuma ngikut papa dan mama hahaha. Papa mamaku seneng jalan2 juga.

      Delete
  6. Syarat anak happy saat jalan kayaknya tidak terlalu rame dan ada area luas buat eksplor ya Mbak ☺ Paling emak-bapaknya gemfor ngejar2..hahaha..

    Aku lg d jogja tapi malah males kemana2 karena pasti puenuh sama orang (macetnya minta ampun..smlm baru nyampe naik mobil, 18 jam aja gitu dr jkt..di dalem kotanya 2 jam sendiri ��)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang parah banget Pit traffic. Org2 yg mau ke Bandung pada stuck lbh dr 12 jam di jalan (yg berangkat pagi ini). Duh ampun deh makanya sy males kemana2 liburan ini cukup di Jakarta aja. Gak rela habis waktu di jalan.

      Delete
  7. Hai Ci Leony, ceritanya detail sekali dan foto-fotonya banyak jadi puas bacanya. Berkali-kali saya dan keluarga ke Jawa Tengah, kami selalu skip daerah Ambarawa karena suka macet (jadi suka potong jalan) tapi sebagai salah seorang pemeluk agama Katolik, saya ngerasa harus ke GMKA suatu hari nanti untuk ziarah dan berdoa di sana :) ditunggu cerita lainnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekali2 boleh Nichole, tp mungkin jangan pas lg long holiday gini ya. Pasti muaceeettt dmn2. Mending pas lagu santai aja kl sempet hehe. Bagus banget loh! Patut dikunjungi.

      Delete
  8. jangan2 abis edisi semarang, ada edisi abby tamasya dalam rangka christmas holiday.. hehehehe
    selalu seru dan detail deh... jadi bikin pengen ke sana..
    liat blog loe selalu bikin iri..jalan2 mulu.. haha :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Christmas holidaynya di Jakarta aja kok Fun. Soalnya udah bs prediksi traffic bakalan ancur2an dan ternyata benar tuh. Pantura maupun jalur selatan stuck total hehe. Mendingan santai2 aja di Jakarta nikmatin.

      Delete
  9. Abby termsuk anak yg anteng dan gk rewel yaa kalo jalan :)

    Susan spa bagus dan chapelnya hits bgt tuh ci, sayang kok makanannya amburadul gitu >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby tuh most of the time kalau jalan2 pasti happy kok. Kecuali pas mabuk hehehe.

      Ya begitulah, biasa kalau tempatnya view cakep, makanan suka amburadul. Tp katanya sih menu Indonesianya not bad ya. Mgkn westernnya aja yg amburadul. Eh tapi sate ayamnya jg antik sih haha.

      Delete
  10. Sepatu anak Saya juga sama ci ma punya Abby n dapet Diskon kmren 40% hehe OOT

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, tuh cici jg cerita sm Angela di atas. Kmrn pas ke alsut ngecek, ehhh diskon 40 persen aja dooongggg.. Emang mesti sabar menanti ya kalo belanja haha.

      Delete
  11. Waduh Ci, pengalaman sewa mobilnya kurang mengenakan ya sampai si Abby muntah gitu, untung tapi Abby ga jadi bad mood ya Ci abis ngeliat tempat yang luas di GMKA nya, jadi puas deh lari-lariannya.
    Tadinya aku rencana ke pagoda Watugongnya mau naik taxi Ci, tapi kayaknya sering macet ya kalo lagi holiday gt.

    Bibnya Abby lucu ya Ci, ga berat itu bibnya Ci?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya emang bantingan mobilnya keras banget. Besoknya jg ada pengalaman kurang asik sm sewa mobilnya. Nanti deh diceritain di bagian 3. Kalo Abby untungnya begitu sudah lewat muntah gak mengurangi kebahagiaan dia jalan2. Moodnya terjaga apalagi liat yg ijo2.

      Wah katanya sih Jateng n Yogya pd macet ya kemana2. Naik taksi tar nyampenya bisa.. baliknya susah cari taksinya loh.

      Nggak kok. Itu bibnya emang sesuai sm leher anak2, belakangnya sizenya bs diadjust. Berguna banget buat travel biar ga ngotorin.

      Delete
  12. Wah asiknya Abby tamasya lagi.... Susan spa bagus ya ci tp sayang makanannya kok biasa2 aja.. GMKA viewnya jg bagus, suka deh byk ijo2nya.. Btw Abby mirip cici kok, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang bagus tempatnya. Tp ya namanya almost no choice, makanan biasa aja tempatnya juga rame kok hahahah. Iya GMKA ijo2 n terawat banget. Boleh dijadiin tempat tujuan jalan2.

      Delete
  13. Ci le, baru mau nanya kok bisa tau sedetail itu ttg arti2 patung di pagoda nya..eh tp baca2 comment di atas, ernyata sehabis liburan langsung di googling ya.. good bgt ci.. :)
    soalnya kl di vihara / pagoda gitu, biasanya ga ada penjelasan apa2 dr setiap patung nya, kecuali nanya sm pengurus disana..

    OOT, legging biru polkadot nya abby matching bgt sm sepatu bintang & dress biru nya abby. Ngeliat nya baguuus bgt ci.. hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas cici di sana malah sama sekali ngga ada pemandu, cuma ada tukang jualan lilin yang cicipun gak yakin dia buddhist atau apa. Makanya tiap pulang liburan, cici pasti ikutan belajar juga.

      Iya tuh udah disiapin bajunya yg match sama mamanya. Eh di jalan jackpot. Jadi deh pake baju pengganti hehehe.

      Delete
  14. wahh Susan spa itu keren juga yaa Le...sama patung bunda Maria nya juga. puas juga nih jalan2 ke Semarang, banyak tempat2 baru yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus Ci tempatnya, tapi makanannya ya biasa banget. Cuma passs deh buat menikmati pemandangan dan menikmati udara adem semeriwing. Jalan-jalan aja ci sama anak-anak, sekalian ziarah.

      Delete
  15. Natal kemarin saya juga ke semarang dan jogja ci, memang tuh kalo lampu merahnya ajib, sudah saya hitungin mobil paling depan baru jalan paling cepat 3 detik setelah lampu hijau :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alon-alon asal kelakon, Nick. Hihihi. Macet gak pas di sana?

      Delete
  16. Semarang udah makin rame ya skrg.. terakhir kesana mgkn uda 8th yg lalu.. padahal sodara banyak yg disemarang. Cmn ya aku belom pernah ke semua tempat yg kamu kunjungin hahaha biasanya lebih ke ngumpul2 di rumah sodara aja..
    Abby tertib bgt ya le.. duduk di car seat tidur di baby cot.. good job maminya.. dulu aku jg rencana biasain faith di car seat.. dan berhasil sih tp pas dedenya meronta2 dan aku dah ga ada tenaga untuk fight hehehe. Kurang konsisten.. skrg anak2 tidur rame2 dan ga ada yg pake car seat.. kalo di mobil jempalitan.. kalo di us bisa ditangkep dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau udah ke tempat saudara biasanya gitu ya, reunian, malah males ke tempat wisata apalagi pas high season hihihi.

      Ya kebetulan si Abby udah didisiplinin dari kecil, dan kebetulan banget anaknya mau juga. Jadi dia udah tau ritualnya, masuk mobil, duduk di kursi, lalu minta pasang safety belt. Ya moga-moga akan terus bertahan untuk duduk di booster. Kalau bobo sih skrg udah di ranjang gede kalau di rumah, dan itu minta sendiri.

      Delete
  17. Ya ampun Abby kasian sampe jackpot gitu. Emang bener kalo sopir bawanya ngerem ngerem gitu bawaaanya udah pengen muntah ya. Saya kalo naik mobil rental, disupirin udah pasti minum antimo biar gak jackpot. Hehehe terlalu sensitif kalo urusan mobil.
    Ttg pelayanan, saya setuju ci, di Jawa itu apa apa lama. Ga tau kenapa, alon alon asal kelakon gitu service nya. jadi udah tau deh kalo pas jalan jalan ke Jawa cari makan jangan mepet pas laper banget soalnya bakalan esmosi :D
    Aduuuh Gue Maria Kerep nya udah bagus banget ya, dulu inget pas kesana jalan salib nya masih setengah jadi cuma doa di gua Maria nya aja. Suasananya damai banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, May, sopirnya sih gak preman nyetirnya, cuma kagak enak doang. Perasaan baru kali ini sopirnya hobi ngerem, dan mobilnya jg keras bantingannya, biasanya asik-asik aja kok nyetirnya, apalagi yg udah pengalaman.

      So far kalau di Jogja or Solo yg resto bagus, pelayanannya prima, kayak udah standar internasional. Tp di Semarang ini belum. Mungkin kudu didatengin lebih banyak lagi turis bule, terus turis bulenya keki semua hahahahaha.

      Kalau Jalan Salib udah lama May, dari tahun 1994. Mungkin yang lu liat itu taman doa kali ya yang baru setengah jadi. Bagus banget, dan terawat!

      Delete
  18. GMKA cantik bangeeettttt. Kalau ke Semarang a must visit place banget deh berarti.
    Semarang itu kayaknya secara kultur masih kental banget ya tapi bisa ngeblend aja antara keyakinan satu dengan yang lain. Demen liatnya hahaha.
    Itu rental mobilnya ada-ada aja ya mobilnya malah mobil modifikasi. Trus sayang ya servis restonya banyak yang lambat gitu, kan bikin orang yang tadinya hepi jadi berantakan moodnya karena laper nungguin makanan.
    Baju yang lagi dicobain ke Abby cakep :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. A must banget, apalagi buat yang suka taman-taman dan kesejukan ya. Damai tentram deh kalo nangkring di situ lama-lama. Tapi kl high season kebayang jg sih mungkin agak cendol. Semoga nggak deh hehe.

      Ya itu sudah banyak yg komen soal servis di Jateng memang masih begitu deh, especially di jalur pantura, brasa banget kurangnya.

      Baju yang itu sayangnya agak tight buat dia, dan itu udah ukuran paling gede. Gak jadi beli deh hehe.

      Delete
  19. Wahh wajib banget balik semarang lagi ini.. Pen foto2 di Susan Spa..hihi.. Sama makan di Resto Koenokoeni.. :D Tha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekalian Spa juga boleh Py di sana. Kalo cici gak bawa Abby, mgkn mau coba sekalian spa, katanya enak dan nggak terlalu mahal.

      Delete
  20. Taman doanya keren banget yaaa.... trus liat patung bunda Marianya juga bagus banget....!! Jadi pengen ke semarang deh.... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget, Nge dicoba. Apalagi anak km kan ud teenagers ya. Lbh enak diajak wiskulnya hehehe.

      Delete
  21. Le, keren banget ya GMKA. Belum pernah ke sana. Btw, baru sempat baca lanjutan trip ini karena kemarin itu sibuk persiapan kawinan adik paling bontot. Akhirnya kelar juga acaranya, dan bisa surfing2 blog lagi deh sekalian update blog sendiri, he, he. Bacanya mulai dari ultah Abby dulu baru mundur ha..ha.. Ohya, gak dicharge tambahan dari rental tuh karena jackpot nya Abby? Secara suka ada tambah2an charge seenaknya gitu.
    Restonya bagus ya. Nuansa tradisionalnya kerasa.
    Masalah lelet, mungkin memang kebiasaan ya, karena ritme kerja di daerah beda dengan kita yang sudah terbiasa dengan ritme kerja di Jakarta.
    Semoga nanti aku ada kesempatan juga berkunjung-kunjung kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa, Jul. Gue jg baru blogwalking lagi n baca nikahan adik lu hihihi. Seru ya kalau sister sendiri merit. Gue cm pny adik satu, and biasanya kalau wedding preps kan cewenya yg lbh rempong ya.

      Jackpotnya si Abby kebetulan air, gak sampai berapa menit udah kering n bersih, jadi nggak kena charge apa-apa.

      Aku sih lelet kalau di resto tradisional udah mayan paham, tapi kalau di resto modern n gak murah, itu yg bikin bingung karena seharusnya ada standar pelayanan ya hehe. Kalau yg di Koeno Koeni itu bukan lambat sih, tapi rasanya kelupaan, or stock habis, tp maksain fulfill ordernya. Jadi 5 kali nanya dulu sampai 1 jam kemudian baru dtg hihihi.

      Delete