Saturday, November 21, 2015

Abby Tamasya Ke Jepang - Bagian 8

Setelah bertualang ke Fuji dan Hakone dan mengagumi ciptaan Tuhan yang luar biasa, untuk perjalanan hari selanjutnya, kita pergi ke destinasi yang selalu indah setiap tahun, tetapi di bulan Oktober itu lebih spesial lagi. Kenapa spesial? Nanti saya ceritain di bawah ya. Tujuan saya ini bukan tujuan yang populer untuk kebanyakan turis dari Indonesia, tetapi rupanya cukup populer untuk orang lokal. Yuk kita simak perjalanan hari ini. Untuk cerita sebelumnya bisa dibaca di bagian 1bagian 2bagian 3bagian 4bagian 5bagian 6, dan bagian 7. Wuih udah banyak bener!

Selasa, 20 Oktober 2015

Karena sudah bertobat dengan rasa cup noodles kemarin, pagi ini untuk sarapan kita ganti haluan beli roti di convenience store yang ada di basement Hilton. Kita cap cip cup aja ambil 4 roti, sekalian buat snack di jalan just in case kelebihan. Dan ternyata, semua rotinya enakkkkkk banget! Mana harganya nggak mahal, setelah tax cuma antara JPY 120-160 (IDR 14,400- IDR 19,200) per pcs. Udah enak, manteb, murah pula. Hati bahagia, plus jadi beli roti tiap hari dan nyobain yang rasa beda-beda.

Urutan dari kiri ke kanan: Sausage Mayo, Pork Bacon and Sweet Corn, Apple Pie, Ham and Cheese. Semuanya yummy!

Pas saya bangun tidur, posisi bapak dan anak udah kayak begini. Bayangin saya dapet sisa tempat tidur seberapa. Untung masih lumayan kebo jadi bisa bobo nyenyak hahaha. Plus anaknya juga kebo, nyempil di tengah-tengah tetep molor aja.
Untuk tour JTB Sunrise yang kami ambil hari ini, kita tidak dijemput di hotel, melainkan dijemput di lobby Keio Plaza Hotel, Shinjuku, yang kebetulan cuma walking distance nggak sampai 10 menit dari hotel kita. Pagi itu kita sudah harus kumpul pukul 8.00 pagi, jadi pukul 7.45 kita sudah menembus jalanan Tokyo yang sangat cerah namun sejuk. Sambil jalan, kita juga jadi bisa melihat jelas gedung-gedung pencakar langit di sekitar lokasi kita berada.

Jalan pagi di trotoar yang lebar, barengan sama para pekerja dan anak sekolah yang memulai aktifitas.

Bus umum di Jepang, sangat-sangat colorful!

Hotel kita, Hilton Tokyo Shinjuku, kamarnya banyak bener ya haha.

Selain lebar, trotoarnya juga hijau dengan pohon di kanan kiri, plus jalur untuk orang difabel juga jelas banget.

Yang disebelah kanan itu adalah Tokyo Metropolitan Government Building yang dikenal juga dengan Tokyo Twin Towers dengan ketinggian 234 M. Spot ini sangat terkenal dikunjungi turis, karena observatorynya gratis tis tis. Yang North Tower malah buka sampai malam. Jadi kalau mau lihat Tokyo dari ketinggian tapi gak mau bayar, boleh kunjungi gedung ini.

Tokyo Metropolitan Government Building dilihat dari seberang lobby Keio Plaza Hotel.

Dan sampailah kita di lobby Keio Plaza Hotel yang ternyata luas dan kelihatan lebih metereng daripada lobby Hilton, padahal cuma hotel bintang 4. Hotel ini juga katanya terkenal banget di kalangan turis Indonesia karena kamarnya cukup reasonable, lokasinya dekat stasiun Shinjuku, dan kamarnya banyak bener sampai 1400 unit! *kebayang kalo dapet kamar di ujung* Mana ini hotel berasa banget touristy-nya, di basementnya aja banyak banget toko. Memang cocok lah buat orang Indonesia (yang gak tahan liat toko) hihihi.

Terus kita bengong-bengong, soalnya di itinerary yang kita dapat dari Jakarta, katanya nunggunya di lobby, di dekat world clock. Kebetulan di lobby itu ada jam dr beberapa negara, dan kita pikir itu world clocknya. Kita bengong-bengong aja santai sambil foto sampai hampir 10 menitan. Terus bingung, kok kayaknya gak ada orang ya. Terus saya muter-muter dikit, ternyata meeting point-nya di South Tower Lobby alias kudu belok kanan dari lobby utama *tepok jidat*

Pas ketemu sign ini, legaaaaa!

Dan ternyata ada world clock yang lebih gede lagi di South Tower hihihi. Di sini kita konfirmasi reservasi kita, dan seperti biasa, dikasih sticker untuk ditempelin ke baju sebagai peserta tour. Langsung deh kita naik bus yang berangkat langsung ke tujuan tour kita dari depan hotel, gak ke terminal bus lagi.

Mentang-mentang kemarin pake safety belt, baru aja masuk bus, anak ini langsung minta dipakein safety belt. 

Ini adalah tour guide kita, yang kalau nggak salah namanya Yuriko. Suaranya super minim alias kecil banget, sampai hampir gak kedengaran. Jujur, sampai sekarang kita masih bertanya-tanya namanya apa beneran Yuriko atau kita salah denger. Beda banget volume suaranya dengan tour guide kita yang kemarin yang lantang walaupun keduanya sama baiknya. Yuriko sedang menerangkan kalau kita nanti akan ke Perfektur Ibaraki yang kira-kira jaraknya 2.5 jam dari Tokyo.

Lagi-lagi gara-gara bawa anak, dapat duduknya selalu paling belakang. Kali ini kan kita dapet duduk di kursi kedua dari belakang, eh tapi ternyata kursi paling belakangnya kosong. Langsung deh dibajak sama anak kecil ini, sambil santai makan sekantong besar chips rasa udang yang kemarin mama beli di Hakone.

Berbeda dengan perjalanan kita ke Fuji yang sepanjang jalan dihiasi banyak rumput hijau dan perbukitan, perjalanan ke Ibaraki lebih bernuansa perkotaan.

Setelah nyemil seabrek, anak ini molor dengan sukses.

Kali itu kita ada toilet stop dulu di Tomobe SA yang terletak di Kasama. Saya nggak ikut turun karena Abby pules, tapi kata suami, toilet stop yang ini tempatnya bagussss banget!

Ada berbagai stand yang jual beragam cemilan.

Lalu di dalamnya ada toko besar yang menjual hasil bumi sekitarnya, plussss ada food court gede banget!

Nih contoh hasil bumi bermutu yang sampai punya stand sendiri yaitu: TELUR! Displaynya aja cute banget sampai ada boneka ayam segala.

Tempat sampah di Jepang itu memang jarang banget ditemui. Makanya, sebaiknya selama perjalanan di sana, apalagi kalau bawa anak kecil, sebaiknya selalu sedia kantong kresek buat di tas. Tetapi sekali ketemu tempat sampah, bentuknya kayak gini, sangat komplit dan spesifik!

Setelah 1 jam perjalanan lagi, kira-kira pukul 11.00, sampailah kita di tujuan pertama hari ini, yaitu ke Nakaminato Fish Market. 

Udang pancet yang super gendut-gendut

Oyster dan kerang yang super fresh!
Tapi tujuan kita ke sana, tentulah bukan untuk membeli ikan, melainkan untuk: Makan sushi! Tempat kita makan sushi ini adalah restaurant sushi paling terkenal di daerah Hitachinaka, Ibaraki. Namanya Ichiba Sushi yang terkenal dengan belt berjalannya. Yang lebih seru lagi dari makan sushi kali ini adalah, kita gak usah pusing ngitung harganya alias All You Can Eat! Inget ya, ini cuma berlaku buat peserta tour JTB Sunrise aja, kalau kita bukan peserta sih, bayarnya berdasarkan jumlah yang diambil. Yang serunya, yang mampir ke sini itu orang Jepang semua, turisnya cuma kita aja.

Tour guide kita bilang, sushi di Ichiba ini ukurannya besar-besar. Kata dia, kalau di Tokyo dia bisa makan 10 piring sushi, di sini 7 aja sudah begah. Kalau bisa sampai 10 piring di sini, itu ibaratnya udah sushi master (kata dia loh ya). Walau all you can eat, kita gak boleh cheat alias makan dagingnya aja, harus makan sama nasinya juga, atau kita akan didenda. Di sini juga jangan harap sushi roll yang fusion alias pakai mayo dan crunchy-crunchy ya, semuanya sushi tradisional.

Revolving sushi restaurant, gede banget, dan mejanya muternya jauh. Plus variasinya super segar! Maklum, langsung diambil dari laut di depannya.

Gelas green tea yang bisa diambil sendiri, tinggal isi bubuk green tea, dan pencet air panas di dispenser.

Untuk appetizer, kita dapat 1 mangkok besar sup miso berisi kepiting. Gak main-main, satu orang satu ekor aje!

Sementara sushi lain boleh all you can eat, yang ini kita cuma dijatahin satu kali saja alias 1 piring per orang, soalnya katanya mahal cuy! Ini bukan udang sembarang udang yang kayak sushi biasa, tetapi ini sweet shrimp, komplit pakai kepalanya, dan nggak pakai direbus sedikitpun. Rasanya gimana? Enak! Manis! Gak ada amis-amisnya sama sekali.  

Nah, kalau di depan kita ini, sushi udang biasa, yang ini sih murah, cuma JPY 200 aja (IDR 24,000). Di belakang itu adalah listing harga sushinya sampai yang termahal yang ada di display. Cuma 1 macam yang termahal di display yaitu: Toro alias fatty tuna seharga JPY 500 (IDR 60,000). Gak mahal-mahal banget ya, jauh lebih mahal di Indonesia.

Abby duduk pakai baby chair, dan langsung matanya tertuju ke atas meja, fokus ke kepiting.

Dan apa yang terjadi? Ternyata dia ketakutan ngelihat kepitingnya, dan nangis kejer! Sementara mama berusaha tenang, dan masih berpose aja gitu hahaha. 

Slurppppp... kuah kaldu kepiting yang lezaaattt!

Yang mama makan di sini adalah Harasu alias salmon belly. Lihat aja tuh, nasinya kecil hampir gak kelihatan, salmon belly-nya guede banget! Kita nggak ambil yang salmon biasa, soalnya kan sudah sering makan ya di Jakarta.

The best one, Toro alias fatty tuna! Yummy in my tummy. Harganya lebih dari 4 kali lipat tuna biasa. 

Ikura (salmon roe) yang lumayan generous tapi gak terlalu eneg karena ada mashed salmonnya juga, lalu yang di atas itu lagi-lagi salmon belly, dan yang di bawah udah tau dong ya, unagi! Itu unaginya gede-gede dan enaknya banget-banget! 

Kalau yang ini, scallop, bener-bener fresh dan gendut-gendut!

Walaupun tadi anaknya nangis, begitu kepitingnya udah dipinggirin, mukanya langsung happy lagi. Abby dipesenin Inari sushi, tapi ternyata gak doyan. Mau pesen nasi biasa, gak jual juga. Kepaksa deh puasa nih anak. Tapi untung nyemilnya banyak juga.

All fatty tuna in front of my eyes. Ada 1 yang saya agak "nyesel" dikit nggak nyobain. Jadi saya ngelihat ada kayak daging sapi segar di atas sushi. Saya sampai mikir, kok bisa ada sapi di atas sushi. Ternyata itu daging ikan paus! Katanya itu delicacy di Jepang. Walaupun banyak yang kurang setuju dengan sushi ikan paus, tapi kan penasaran juga ya. 

Mana tadi yang katanya kalau udah makan lebih dari 10 piring jadi sushi master? Nih udah belasan nih! 

Ditambah piring istri, sampai stacknya harus dibagi dua. Padahal di meja istri juga masih ada lagi piringnya. 

Sushi master lagi menikmati green tea untuk nurunin lemak. Gile ini suami, makannya banyak banget!

Nih bagian depan resto Ichida Sushi yang agak-agak tersembunyi. Kita aja lumayan kaget ada resto sebesar itu di dalamnya.

Setelah selesai makan, kita berjalan-jalan lagi, mengintip kehidupan di pasar ikan.

Oyster fresh yang bisa langsung dibeli, dibukain, dan disruput langsung di situ saking freshnya. Itu orang di samping lagi pada nunggu dibukain. Pas ke New Orleans dulu saya udah mayan kenyang makanin ginian, dan gak gitu demen banget, mesti pake lemon, garlic, and worcestershire/ hot sauce or else gak kemakan sama saya. Maklum orang kampung haha.

Cumi-cumi gendut dan segar

Sotong raksasa, serius gede abis!

Berbagai jenis ikan dengan warna yang menggoda

Kerang, simping, bekicot, semua komplit!

Lebih banyak lagi ikan!

Cumi yang sudah siap banget untuk dipanggang (langsung bayangin cumi mentega)

Belut-belut segar yang siap diolah

Surprisingly, anak ini suka banget di pasar! Pantes dia tuh seneng banget juga kalau nemenin saya ke supermarket. Kalau ke Pasar Puri sih saya nggak gitu yakin, beda banget suasananya sama di sini hihihi.

Di pinggir jalan juga banyak yang jual snack seafood. Di depan kita persis itu ada yang jual crab legs. Kalau tadi nggak makan sushi all you can eat, pasti masih kebeli deh tuh snack. 

Ada juga berbagai seafood yang siap dibarbecue. Aduh ngilerrrr... Tapi waktu juga terbatas, dan perut juga terbatas.

Salmon yang sudah di fillet, biasa kalau yang begini sudah jauh lebih murah harganya

Ada Tako alias octopus yang sudah di marinate, lalu yang kiri itu ada Mentaiko alias spicy cod roe. Will tell you more about Mentaiko later :)

Ini juga Mentaiko, tapi kelihatan sudah pecahan, jadi lebih murah daripada Mentaiko yang di atas tadi (Serasa berlian aja kalau pecahan lebih murah)

Feeling saya, ini jenis udang yang tadi kita makan, tapi gak yakin juga hihihi. 

Ada juga berbagai jenis olahan seafood yang sudah dibekukan. Kalau saya tinggalnya di daerah situ, pasti udah saya bawain pulang semua itu. Sementara kita ya gak bisa beli apa-apa juga kecuali ikan asin.

Sebelum kita ke tujuan selanjutnya, foto dulu sama tour guide kita di depan bus.

Bayangin, lautnya Ibaraki ini kaya banget ya. Di pinggir pantai, orang-orang bisa santai mancing sambil duduk pakai kail doang. Dari tepi pantai loh! Gak usah melaut, sudah bisa dapat ikan, serasa ikannya datang sendiri.
Tujuan kita selanjutnya adalah ke Mentai Park, yang merupakan pusat pembuatan Mentaiko alias spicy cod roe alias telur ikan cod pedas. Orang Jepang itu kan suka banget bikin maskot yang lucu-lucu ya. Bayangin, sampai telur ikan pun harus dibikin maskot, dan maskotnya itu nangkring di atas gedungnya!

Maskotnya Mentai Park, yang menurut saya bentuknya kayak upil raksasa berwarna merah yang ternyata bernama Tarapiyo.

Maskot kedua adalah si Professor Tarakon! Minta ampun cute banget itu telur ikan pake toga hat.

Pertama-tama kita dijelaskan dulu soal bagaimana cara kita mendapatkan cod roe. Berhubung suara si guide kita super kecil, dan tulisan di dinding semuanya pakai bahasa Jepang, sedikitpun saya nggak kedengaran. Tapi saya research dikit ya di internet. Mentaiko ini diambilnya dari ikan Alaskan Pollock yang beredarnya di North Pacific Coast mulai dari Alaska sampai ke Jepang.

Di dalam pabrik, petugas-petugas dengan pakaian steril sedang menimbang Mentaiko yang sudah dimarinasi. Jadi inget deh sama tempat saya kerja dulu di pabrik pengolahan udang. Tiap kali kunjungan juga harus pakai baju kayak gini dan disteril alias disemprot sebadan.

Para turis sibuk foto-foto semua, dan entahlah berapa orang yang denger si tour guidenya saking nggak kedengeran hihihi. Serius, bukan gak mau perhatiin, tapi nggak kedengeran. Di bus aja pakai microphone nggak kedengaran, apalagi ngomong langsung hahaha.

Petugas di ruangan selanjutnya, siap membungkus Mentaiko untuk divacuum.

Sebelum kita menuju ke tokonya, ada iklan-iklan yang isinya spokespersonnya Mentai Park. Nah ada yang bisa bantu saya nggak ini siapa? Soalnya... hmm... (malu) soalnya Abby ngefans sama orang ini! 

Suasana penjualan Mentaiko di bagian tokonya. Sayang, kita nggak mungkin bisa bawa sama sekali, palingan cuma bisa beli kripik rasa Mentaiko.

Semuanya tertata rapi dan sudah dibekukan. Menyambut Halloween, hiasannya heboh deh. Itu si maskot Tarapiyo aja pakai wig loh!

Di sni kita juga bisa sample Mentaiko yang sudah dipotong kecil-kecil, lalu juga pasta yang dimasak dengan Mentaiko. Mentaiko ini populer banget untuk dimasak dengan apapun terutama pasta. Masih ingat kan, yang saya makan di Spaghetti Goemon di bagian 6, nah, itu juga ada Mentaikonya di pesanan saya. 

Karena ngefans, Abby minta difotoin sama si mas spokesperson. Tapi ternyata habis foto sama bapaknya, masih nggak puas. 

Dia juga minta difotoin berdua aja sama si mas.

Sementara itu, di sisi lain, mama ngintip kesibukan di kantin, Isinya, koki kantin lagi menyiapkan onigiri isi Mentaiko. Duh sayang banget udah kenyang.

Tapi mama tetap antri di kantin, karena penasaran sama satu hal. 

Abby bingung memandangi Professor Tarakon yang lagi ngerayain Halloween sambil bawa mangkok nasi dan sumpit.

Dan inilah yang akhirnya mama beli, es krim rasa Mentaiko! Kebayang nggak gimana eskrim kalau dicampur sama telur ikan pedas? Ternyata enak banget! Dari rombongan kita, cuma saya yang berani beli, yang lain stick sama eskrim biasa. Gara-gara saya beli ini, yang lain jadi penasaran dan akhirnya ikut beli juga loh hihihi.

Hampir tergoda juga untuk beli ini, bakpao babi campur Mentaiko. Hadeh.. gawat dah Japan oh Japan, snacknya seru-seru.

Lagi-lagi, anaknya minta difoto sama si mas spokesperson. Ini dia yang minta sendiri, dan gayanya dia yang nentuin sendiri. Sambil pegang papan loh! Foto sama papan aja udah happy. 

Foto terakhir bersama Professor Tarakon sebelum meninggalkan Mentai Park. 

Di depan Mentai Park, kita juga ngintip Japan Coast Guard lagi latihan. Peralatan nyelamnya lagi dijejer-jejer di situ.
Tujuan kita selanjutnya, adalah tujuan utama kita tour hari ini yaitu, Hitachi Seaside Park. Sepanjang tahun, Hitachi Seaside Park memberikan pemandangan menakjubkan dari berbagai jenis bunga, sesuai dengan musimnya. Jadi tiap kali ke sana kita akan disuguhkan pemandangan berbeda soal bunga yang sedang mekar di musim tersebut. Kalau penasaran bisa cek flower calendernya. Hitachi Seaside Park ini merupakan taman yang luasnya luar biasa besarnya. Seriously, besar banget! Dan yang kita kunjungi hari ini, cuma sebagian kecil saja dari tamannya, demi melihat satu area yang dipenuhi oleh pohon Kochia. Apa itu? Kita intip dulu ya ke bawah.


Hah? Hari Selasa, tapi taman kok mobilnya segitu banyaknya? Kata tour guidenya, ini karena semua orang mau lihat Kochia! Serius?

Ini adalah pintu masuk kita di sisi barat alias West Gate. Karena luasnya taman ini, kalau salah keluar, yang ada bisa berabe karena jarak dari satu pintu ke pintu lain bisa 30 menit sendiri.

Bapak ini adalah perwakilan dari Perfektur Ibaraki yang khusus menyambut kita ke Hitachi Seaside Park. Jadi ya, Hitachi Seaside Park ini memang terkenal untuk orang Jepang, tetapi untuk orang asing, apalagi rombongan, jarang banget yang mampir ke Hitachi. Makanya sampai ada penyambutan khusus seperti ini. 

Pas baru masuk, wowwww, gede banget tamannya!! Dan ini tuh cuma secimit aja bagian dari taman besarnya. Bahkan ada Themed Park-nya segala. Kayaknya kalau mau diseriusin, seharian di sini juga bisa loh.

Tamannya super bagus, terawat, pokoknya cantik banget deh, padahal kita baru di bagian depannya aja nih.

Di taman kita juga ketemu banyak banget orang yang membawa anjingnya. Semua anjing terawat dan sangat lucu-lucu, bahkan banyak yang dibawa pakai stroller. 

Dari sisi taman ini, terlihat betapa rapinya penjagaan rumput-rumput di sini, dan bersihnya taman. Tak ada setitikpun sampah. Dari sini juga bisa terlihat giant ferris wheel di kejauhan.

Banyak juga anak-anak SD yang melakukan field trip di sini. Semua berjalan rapi memakai topi kuning.

Walaupun taman begitu besar, tapi semua orang tujuannya belok ke kiri semua. lengkap dengan berbagai gear terutama kamera-kamera besar. Orang Jepang itu kalau fotografi seriusnya minta ampun, apalagi opa dan oma. Sadis banget peralatannya. Ada apa di sebelah kiri taman?

Do you see the field of red and purple? Seneng bangeeeettt!!

Yang ungu ini semua adalah Bunga Kosmos yang berbunga hanya di pertengahan September sampai akhir Oktober.

Yang putih-putih ini adalah bunga Hamagiku. 

And this is the star of the garden: Kochia! 
Kenapa saya bela-belain ke Hitachi Seaside Park demi untuk melihat Kochia? Nih saya terangin ya. Kochia alias Summer Cypress ini cuma tumbuh di bulan September sampai akhir Oktober. Dan saat terbaik untuk melihat Kochia adalah saat minggu ke 3 di bulan Oktober, yaitu tepat saat saya berada di sana. Bayangkan, minggu depannya saja JTB Sunrise sudah tidak ada lagi tour ke Hitachi yang membuat waktunya betul-betul terbatas untuk melihat Kochia ini. Kenapa disebut saat terbaik? Saat tumbuh pertama, di bulan Juli sampai bulan September akhir, Kochia ini warnanya hijau. Betul-betul hijau muda terang. Kemudian, saat bulan September akhir sampai Oktober awal, warnanya akan berubah perlahan, atasnya merah, tapi bawahnya masih hijau. Baru di Oktober pertengahan, warnanya pelan-pelan menjadi merah keseluruhan, dan mencapai kesempurnaan merah di minggu ke tiga bulan Oktober. Dan setelah itu apa yang terjadi? Kochia berubah menjadi coklat, lalu mati dan berbentuk seperti ijuk. Betul-betul waktu hidup yang sangat pendek.


Foto dulu sekeluarga dengan latar belakang Kochia dan Cosmos yang membentang indah.

Foto sendiri buat kenang-kenangan, dan baru ngeh, hidung saya kok kinclong bener haha.

Dari sini kita bisa melihat bukit yang dipenuhi lebih dari 30,000 bulatan Kochia, lengkap dengan orang-orang yang berjalan di path-nya. Cantik banget!

Kochia dilihat dari lebih dekat, bentuknya sudah kayak pompom.

Dan tebak siapa yang paling bahagia ada di sini. Beneran bahagianya bukan main. Setelah dari Nara, kayaknya di tempat ini dia juga paling bahagia.

Anak-anak kecil sedang field trip, jaketnya seragam semua lucu sekali, dan topinya reversible warnanya. Yang cewek pakai merah, yang cowok pakai kuning. Very cute!

Dari atas bukut, terlihat pemandangan laut dan ada pelabuhan serta proyek reklamasi yang sedang dijalankan. 

Selama di sini, anaknya hampir gak mau dipegangin kalau jalan saking happynya. 

Tepat di atas puncak bukit, kita boleh membunyikan bel. Itu semua orang ngantri teratur untuk narik bel, dan anak kecil ini juga nggak mau kalah walau benernya gak kuat narik hehehe.

Pemandangan dari puncak pukit, lengkap dengan ferris wheel raksasa.

Tuh bukti anak kecil yang nggak mau dipegangin, jalan tegak aja nyantai gitu.

Terus mulai lari-lari bahagia ngejar papanya.

Kulari-lari-lari mengejar papaku hehehe. Bahagia banget mukanya!

Foto dulu sama mama di tengah-tengah Kochia.Suami saya ini nyuruh saya jongkok di pathnya, seakan-akan saya nyilem di Kochia, padahal nggak loh! Terus dia nunggu lamaaa banget sampai sebelah-sebelah saya nggak ada yang lewat. Dari puluhan shots, cuma ini yang jadi hahahaha.

Penasaran, saya pegang dulu Kochia-nya, dan beneran teksturnya kayak ijuk halus-halus.

Perpaduan warna yang cantik banget, merah, ungu, hijau.

The iconic tree. Bisa-bisaan ada 1 pohon di tengah-tengah lapangan besar, dan di belakangnya kochianya bisa membentuk garis lurus. What a great landscape!

Di bawah bukit juga banyak penjual makanan, dan harganya lumayan terjangkau. Merakyat banget deh pokoknya. Pantesan aja ramai kayak gini ya. 

Dan suami memang paling nggak tahan kalau nggak foto makanan yang satu ini. Sate babi! Tapi serius sate babinya gede-gede banget! Too bad, kita gak punya waktu banyak, dan jarak jalan ke gerbang itu 15 menit sendiri.

Sudah kayak di film-film belum jalannya? Macem Melrose Place tapi tanpa teman :P

Pas saya lihat ini, langsung agak kaget loh, ternyata perawatannya ada yang masih pakai manual gini. Para ibu-ibu semuanya lagi kerja nyabutin rumput, dan nggak cuma mereka saja, ada kelompok lainnya juga. Hebat banget, padat karya.

Sebelum ke pintu keluar, diabadikan dulu. Next time kalau ada rejeki lagi, siapa tau bisa balik tapi seharian dan bisa puas strolling around tamannya. 

Di bagian luar gerbang sebelum tempat parkir, ada yang jual bibit-bibit tanaman juga.

Sepanjang jalan ke tujuan selanjutnya, kita melihat kalau perfektur Ibaraki ini betul-betul diisi dengan tanah yang subur untuk pertanian dan juga laut yang kaya perikanan. Lihat deh, lahan tanam saja hijau-hijau dan sangat rapi.

Tujuan terakhir kita dari tour ini adalah mengunjungi perkebunan pear, dan makan pear yang langsung kita petik dari kebunnya. 

Di depan kebun ada kucing gendut ini. Kenapa sih kucing sana bisa gendut dan mukanya bulet gitu? Gemesshh!

Sebelum menuju kebun, setiap orang dikasih senjata, alias pisau kecil ini. 

Si Abby ini kalau ketemu tanah hijau, langsung deh, lari kesana kemari. Ini adalah suasana di kebun pear Jepang. Sweet Pear ini kalau di Jakarta mahalnya amit-amit, dan cuma bisa ditemui di supermarket terkemuka. Yang lebih banyak itu pear China sama Korea dan harganya juga lebih terjangkau.

Dipilih-dipilih. yang manis kayak saya yang mana ya?

Yang ini aja gimana?

Ini pear semua cakep-cakep, dan bikin bingung pilih yang mana, soalnya kalau sudah pilih kan harus dihabisin di tempat.

Kenapa kalau cowok yang pose pegang buah jadi kurang macho gini ya? 

Akhirnya pilih deh satu. Bulet mana? Pear apa saya?

Goyang-goyang terus gak tentu arah, gak bisa diem.

Tapi pas mama potong pear, langsung ngelihatin dengan penuh konsentrasi.

Ini pisonya asli nyeremin. Kecil, tipis, tajem, takut melayang aja bawaannya. 

Turis-turis lagi sibuk milih dan ngupas pear, sementara yang kiri dan tolak pinggang itu pekerjanya.

Pearnya enak, manis, juicenya seabrek, sampai bener-bener bikin kembung. Buka 1 biji buat berdua aja sampai butuh effort banget buat habisin saking besar dan manisnya.

Dan saya baru tau kalau buah pear ternyata pohonnya kayak gini, lalu bagian atasnya dibikin merambat cuma beda beberapa puluh cm dari tinggi badan saya.

Pohon merambat dengan buah seabrek yang siap dipanen.

Kalau ini sama buah pear buletan mana pipinya? 

Masih mengagumi buah pear yang bergelantungan.

Dan jalan lagi kesana kemari.

Bukan cuma jalan, tapi juga injek-injek tanah. Kotor deh tuh sepatu.

Yuk, udah selesai main ke kebunnya, sekarang waktunya pulang. 

Di bagian depan kebun, kita boleh ambil dan makan chestnuts. Saya bingung bukanya gimana, gak disedian pisau. Terus disuruh buka pakai gigi hehe.

Suasana di depan kebun, bisa buat gathering sambil makan pear nih :)

Akhirnya, berhasil buka chestnuts pakai gigi! Serius itu saya gigit kulitnya hahaha. 

Kalau mau bawa pulang boleh. Isi 6 biji harganya JPY 1800 (IDR 216,000). Murah banget ya! Coba di Jakarta, sebiji aja udah bisa di atas IDR 100,000. Tapi mana bisa bawa buah pear balik buat oleh-oleh hehe. Saya aja sama suami makan sebiji udah kembung. 

Ini pose kocak abis, pose mau loncat serasa kodok.

Dan sebagai papa yang baik, bersihin dulu sepatu anaknya yang penuh tanah sebelum masuk bus. Ampun dah sepatu dekil begitu. 

Oh iya, ini potato chips rasa mentaiko. Ternyata rasanya enak banget!

Sepanjang jalan, mama dan anak dua-duanya molor dengan sukses. Cape cuy! 

Dan akhirnya kita diturunkan di dekat stasiun Shinjuku seperti kemarin. Tapi kali ini baru deh kita pakai kesempatannya untuk jalan-jalan di Shinjuku area. 

Buat yang lagi pilek dan kehabisan tissue, gak usah khawatir. Jalan aja sedikit di depan stasiun, gak sampai 1 menit aja saya udah dapet tissue promosi iklan segini banyaknya. Mungkin kalau saya bolak balik 3 kali bakalan dapet 1 container.

The infamous Jumbo Pachinko yang model lampunya udah kayak tahun 1980-an. Heboh bener neon semua.
Malam itu, kali pertama kita makan di restaurant with familiar face, yaitu Ootoya yang banyak cabangnya di Jepang dan juga punya cabang di Jakarta. Baru kali ini nih kepikiran makan di situ, soalnya udah kelaparan dan bingung mau makan di mana. Kebetulan lokasinya ada di lantai 3, dengan akses lift yang secimit hahaha. Ehhhh, ternyata Ootoya itu di Jepang murah loh! Maksudnya, bukan murah banget, tapi as a Japanese restaurant, menu-menunya tuh cukup terjangkau dan variasinya lumayan, cuma kayak JPY 900-1,000 (IDR 108,000-IDR 120,000) saja per porsinya, dan porsinya lumayan besar.

Pas sampai langsung si Abby naik ke atas sofa, dan sibuk ngelihatin kereta api yang serinnnnggg banget lewat di depan mata. Jadi kayak hiburan buat Abby yang pencinta kereta api.

Restaurantnya nggak besar, tapi masih cukup nyaman untuk makan keluarga.

Nah, kelihatan kan ya, di belakang kita itu ada keramaian area Shinjuku. Lampu-lampu di mana-mana. Kebetulan Ootoya ini gedungnya ada di bagian sudut, jadi pemandangannya lumayan bagus.

Pesenan suami, main asal tunjuk aja, namanya Boiled Yuan Pork Loin Katsu in Miso Set, enak dan porsinya juga lumayan banget.

Sendoknya dong, tokoh kesukaan mama hihihi. Snoopy!

Chicken and Vegetables in Plum Sauce Set Meal. Ini sih pesenan favorit saya kalau di Jakarta. Dan di sana porsinya lebih besar, plus lotus rootnya juga ada. Kalau di Jakarta cuma ada di gambarnya doang. 

Chicken Karaage buat Abby.

Hayo tebak, ini lagi minum, atau lagi niup gelembung udara ke dalam air? Hihihi.

Makannya lahap, sambil ngeliatin kereta api di luar. Efek lapar tadi siang nggak makan nasi.

Lihat nih di Shinjuku. Mc Donalds, ke kiri 80 meter ada 1 cabang. Ke kanan 120 meter, ada cabang lagi. Hebat gak tuh? hahaha.
Nih, sign Ootoya Shinjuku tempat kita makan, ada di lantai 3. Liftnya agak nyempil ya, just in case kepingin makan juga. 

Uniqlo ini, ada dimana-mana dan besar-besar juga. Tapi kita sama sekali nggak  tertarik masuk kemari. 

Dan lebih tertarik masuk kemari hihihihi. Mata si suami berbinar-binar banget nih. Mana tokonya lumayan lengkap pula. Bic camera ini adalah salah satu toko elektronik terbesar di Jepang. Walaupun specialtynya jual camera dan perlengkapannya, tapi segala printilan elektronik juga ada. Malah kita di situ ngelihat ada 1 rice cooker yang harganya JPY 200,000 alias IDR 24,000,000. Kononnnn, masak nasi di situ serasa dimasak pakai batu kayak era jaman baheula. 

Walaupun keliatan banyak belanja, itu kantongan isinya rata-rata cemilan semua, buat bagi-bagi, terutama buat bagi-bagi orang kantor suami. Trip kali ini bener-bener no shopping trip, tapi ujug2 mah beli barang yang bikin suami senyum-senyum melulu hasil hunting di toko atas tadi.

Shinjuku suasananya makin malam makin ramai. Katanya kalau hari Selasa itu, orang Jepang mulai go out alias sudah gak terlalu stress seperti hari Senin. Makanya tempat makan juga sampai malam tetap saja ramai.

Lampu-lampu dan layar LED di mana-mana.

Foto dulu sebelum nyebrang zebra cross.

Nah, keliatan kan ya itu gedung Ootoya tempat kita makan, pas ada di corner, deket sama si Jumbo Pachinko yang mentereng.

Nyebrang dulu dan balik lagi menuju ke arah hotel. Sudah pukul 10, tapi ramainya masih kayak gini.
Malam itu semua senang. Papa Abby senang dapat mainan baru yang dikutak kutik terus semalaman, Mama Abby senang tugas beli cemilan buat bagi-bagi orang sudah kelar (terkadang kepingin gak usah beli apa-apa, tapi kok gak bisa, padahal diri sendiri gak beli apa-apa. Mungkin ini penyakit orang Indonesia yang kudu bawa oleh-oleh hahaha). Abby juga sangat enjoy perjalanan hari ini dimana dia bisa ke pasar, lalu lari-larian di taman sampai puas. Semuanya tidur dengan senyum, dan besok siap  lagi bertualang ke tujuan selanjutnya. Sudah tau mau kemana? Hayo, tinggal kemana yang belum? Ikutin aja ya kisah selanjutnya. Dijawab juga ngga ada hadiahnya soalnya hahaha.

66 comments:

  1. Disneyland ato disneyseaa! Hahahahhaha

    ReplyDelete
  2. Yang belum ke Disneyland Horee.. Sushinya bikin ngiler ya ampun, kayanya dari pertama posting ga ada yg bikin ga ngiler deh hahahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sushinya super segar dan gede2 banget! Menggiurkan ya. Beda deh samanyang di Jakarta. Tapi memang belum tentu doyan juga loh saking segarnya haha.

      Delete
    2. Iyaa gede2 banget dan beda banget sama di Jakarta, ga tau juga si bakal doyan ngga sushi yg bener2 traditional tapi kalo kesana mah wajib coba ya?

      Delete
    3. Wajib dong coba. Kemarin itu di sebelahku gak bisa loh makan sushi. Sampai harus pesen khusus yg mateng2 supaya bisa masuk. Kelewat fresh kadang kerasa bau laut banget. Bukan amis ya tp berasa raw banget deh.

      Delete
  3. Ngitungin tumpukan piringnya....ck ck ck....,hahaha, gua mah gak doyan sushi jadi ga ngiler., yang bikin ngiler tuhhh justru si kochia itu....cetarrr bangett fotonya yang ditengah2 kochia itu Le....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ci, bela-belain tour ke Hitachi cuma demi liat kochia dan ngga nyesel. Bagus bangeeettt hehehe.

      Delete
    2. idem g juga ga doyan sushi
      lbh ngiler tuh roti2 n sate babi horeeee

      Delete
    3. Roti doyan, babi doyan, apalagi roti yang pake topping babi ya Ven. Manteb!

      Delete
  4. Disneyland dan Disneysea, yg di post sebelum-sebelumnya udh dikasih spoiler kalo penuh nya minta ampun. Hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yak selamat, kamu ngga dapet hadiah hehehe.

      Delete
  5. Ah... Gila.. gila..gila... hahah. Keren banget si Kochia nya ya ci.. Pasar ikan sebagus itu, lengkap, n fresh banget. Mupeng.,haha. Sushi nya enak banget, all you can eat pula.haha. Andaikan pasar ikan di indo kaya gitu, bahagia banget. wkwkw. Bener2 ga salah ya ci ikut JTB, karena bisa ke Hitachi Seaside Park. yang ini beneran jarang banget di kunjungin tourist Indo.
    Mentaiko menggoda banget, sampe ada ice cream segala,haha. Lucu ya disana sampe semua di bikinin maskot2nya. Snack nya lucu2 banget.. Mupeng mau kesini. huhu..

    Abby bahagia banget, happy face terus selama disini.nangis pas cuma liat kepiting di mangkok..haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici itu ikut JTB beli tour hariannya yang dia offer. Hehe. Jadi itu sih terserah kitanya mau pergi atau ngga. Tp sayang banget gak sih kalau gak pergi pas kitanya ada di sana? Memang rute yang hari ini agak2 unik makanya gak rugi sama sekali deh soalnya bener2 berkaitan sama hasil bumi dan bunga2an hihihi.

      Iya, dia cm takut sm kepiting gede di mangkok haha. Overall dia seneng banget bs berkeliaran di taman.

      Delete
  6. Paling keren tuh foto pas mama Leony senyum bahagia, sementara anaknya nangis, dan di belakangnya ada 2 manula ternganga ngeliatin mama dan anaknya. Hohoho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Buat yg lain mgkn agak bingung liat Abby nangis. Tp buat mamanya, nyante aja. Sebentaran jg beres hahaha. Geser aja tuh kepiting, reda deh. Msh kecil sih, gak tau dia kalau kepitingnya enak hehehe.

      Delete
  7. pertama kali lihat kochia ini dari ig nya si @keenanpearce . kok kece amatt dan langsung gugel.
    tamannya gede banget ya ternyata

    btw lama perjalanan dari Tokyo ke hitachi hampir sama kaya Tokyo ke gunung Fuji ga sih Le?.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya aja gak tau Keenan Pearce itu siapa, jadi sy kudu google dulu. Hihihi. Tamannya gede banget dan Kochia itu cm sebagian kecil aja dari park secara keseluruhan.

      Kira2 sama jauhnya sekitar 2 jam lebih. Tp arahnya beda. Yang ini naik ke arah Ibaraki. Kalau spring juga keren loh. Ada bunga biru2 semua di situ sama ada tulip.

      Delete
  8. Ya ampun ci leony sushi unaginya bikin kepengen bangettt. Dsini sushi unagi secimit aj mahal bgt :( edisi jepangnya dibikin 100 episode juga ga bosen bacanya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sana unagi juga mahal sih hehe. Tp kan kita juga udah bayar lumayan buat tournya. Makanya kudu dinikmatin banget.

      100 episode? Kamu gak bosen bacanya, saya yang lemes nulisnya hwahahaha.

      Delete
  9. Seru banget ya ke Pasar Ikan di Jepang. Makan sushi yang sah banget original-nya :D Gak sabar baca lanjutan tamasyanya si Abby dan keluarga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Original banget. Bener2 gak pakai bumbu aneh2 macem mayo or spicy mayo kayak di Jakarta. Cukup wasabi n soy sauce aja plus ginger kl doyan.

      Delete
  10. Pas baca kalau lagi dalam perjalanan ke Ibaraki, udah tebak2 buah manggis, pasti ke Hitachi Seaside Park... hihihi...

    Nama masnya Kiyoshi Hikawa, Bu Le. Sengaja googling website mentaiko park dong saya, demi tau idolanya Abby... hahahah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehahaha... saya tuh benernya udah buka tuh websitenya si Mentai Park. Tp biar udah ditranslate tetep aja gak nemu nama si mas. Thanks yaaa.. Ibaraki memang utamanya si Hitachi. Bagus ya... jd pingin explore lbh jauh lagi.

      Delete
  11. Wah seru itu si mas idola abby, seorang penyanyi enka (seperti penyanyi keroncong ala jepun) hihi
    Kochianya cantik saya belum pernah ke Hitachi sea side park jauh dari rumah 5jam naik mobil, ah serunya aku catet2 ini tour leoni buat bikin intenary sodara mau liburan ke sini juga hihi thanks mbak sharingnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih.. seru tambah lagi info soal idola Abby. Habis dpt info namanya, dapet juga info soal jobnya hahaha. Wah 5 jam sih males jg ya. Kalau naik kereta aja gimana? Mestinya ga selama itu dong ya.

      Iya boleh banget dicontek itinnya. Tapi kalau ngga bawa anak kecil, pasti lbh banyak lagi area yg bs dijelajah dan restoran yang bisa dicoba deh.

      Delete
  12. Duh..Abby lucu bener ekspresi girangnya ���� bajunya juga lucu dehh..hehe
    Wah, kalo yg doyan seafood, surga bener ya ngeliat pasar ikan begitu. Trus resto sushinya juga..
    Aku yg ga doyan seafood hanya bisa takjub ngeliatnya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang surga banget liat pasarnya sampe kepingin ngeborong, tapi ngga bisa hahaha. Wah sama sekali gak doyan seafood? Ikan gimana?

      Delete
    2. Haha..ga doyan ci..hahaha, makanya kalo anaknya dimasakin salmon, aku ga oernah icip..hehe.. tp kalo disuruh makan sih bisa aja, cuma kalo ada makanan lain dimeja mah pasti pilih yang lain X)

      Delete
    3. Wah padahal seafood enak loh. Apalagi kepiting saos padang hahaha.

      Delete
  13. Takjub liat kochia-nya. Cantik banget!! Yang berfoto di tengah kochia, super keren1
    Di nomer 8 ini Abby kelihatan happy banget, jadi ikut seneng lihatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng banget Abby pas di sana. Maunya lari, happy. Keliatan banget bahagia kl ketemu alam hehe. Foti di tengah kochianya lumayan berkali2 soalnya Abby jg gak bisa diem.

      Delete
  14. All you can eat sushiiiii yum2... abby ga doyan ya? Jadi makan apa hehehe... pearnya kynya enak bgt ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abbynya ya snacking terus aja Bon. Chips, crackers, pokoknya asal keisi aja perutnya. Malam baru deh makannya dibanyakin. Pearnya enak tp kegedean jadi abis makan kembung deh. Haha.

      Delete
  15. Sushiiiiii!!! Sungguh sangat ngiler berat sama sushinya. Diaz kan gak suka sushi ya, jadi gue udah mulai brainwash madeline supaya suka sushi. Gue sering ajak dia ke sushi tei kalo lagi pergi lunch berduaan aja. Sekarang anaknya suka banget sama tobiko sama chuka idako. Belom sampe tahap sashimi sih, but thats the goal hehe... Siapa tau nanti ada rejeki ke Jepang jadi sudah siap. Biar gak kayak bapaknya.

    Itu foto lo yang berdua sama Abby di tengah2 pohon kochia bagus Le. Kepala orang-orang di-crop aja. Terus langitnya dibiruin. Pasti cakep berat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah hebat si Madeline suka sushi. Si Abby kmrn sm rasa nasinya aja dia gak suka soalnya ada asem2nya kan dr rice wine vinegar. Justru di Jepang itu gak selalu identik dengan sushi. Dalam 1 restaurant row di mall, sushi specialist palingan cuma 1 resto aja. Di Indonesia malah 1 mall lbh dr 1 resto sushinya haha. Iya tar nanti semoga Madeline kl ke Jepang puas2in makan sushi ya sm mamanya.

      Haha, gue gak paham pake photoshop. Tar lu ajarin ya hwhahaha. Gak paham juga biru2in. Mesti nanya sm designer nih.

      Delete
  16. aduh sashimi nya bikin ngiler!!! restoran revolving sushi nya keliatannya gede banget ya...

    gile bener tong sampahnya macemnya banyak gitu. di kantor gua ada 3 aja gua suka bingung mau buangnya dimana. hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sushi semua Man. Gak ada sashimi hehe. Ya, you can say the fish minus the rice = sashimi hahaha. Restonya gede mgkn bisa masuk 100an orang atau lebih.

      Ember tuh. Gue jg bingung kalau buang sampah. Cm intinya sih botol plastik sm kaleng aja yg jelas dipisah di mata gue haha.

      Delete
  17. Mba leony, udh tau skrg di mcd hadiah happy meal nya Snoopy lho. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah tau kok. Tp mulainya besok kan. Dan tiap minggu serinya dikeluarin pelan2. Kalau mau komplit kudu nunggu 10 happy meal. Wihhh.. tambah gendut aja deh kl beneran ngumpulin.

      Delete
  18. howaaa masi bersambung lagii... ini bikin ngiler mulu di stiap postingannya hahaha.. tu sushi nya hebat bgt bisa abis belasan piring wkwkwk..
    Kochia nya cakep ya, bener mirip pom2, baru tau ada tanaman kaya gitu. Kalo di indo nih pasti rame buat orang prewed :D :D Lagian slama ini juga yg prewed ke jepang kok ga perna ke taman situ ya, mungkin bener kata lu masi blom terkenal bwt turis asing.
    berikutnya? disneysea??



    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih masih nyambung terus kayak kereta api. Laki gue emang perutnya karet banget pas di situ. Gue aja kagum.

      Hitachinaka gak gitu terkenal, udah gitu si pompom kan spesifik banget jadi merahnya cuma 2 mingguan. Kalau gak dapet pas waktu yg tepat, warnanya gak merah lagi atau malah udah ganti sm bunga lain.

      Delete
  19. Abby lucu banget ya, sampe ngefans bener sama karton ganteng hahaha. Mukanya juga keliatan bahagia dan gemesin pas di taman itu, tamannya keren banget, kochianya juga wow merah gitu. Dan pasar ikannya asli bikin ngiler, tapi jelas gak bisa beli ya :( Gak sabar nunggu cerita selanjutnya nih hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal menurut cici itu mas di karton ngga ganteng. Gantengan juga Kotaro Minami hahaha. Abby emang bahagia kl jalan2 di alam apalagi yg udaranya enak. Pasar ikannya seger banget semuanya n ga ada bau. Amazing deh.

      Delete
  20. BuLe .. kocak yang abby minta foto ama papan haha
    i miss the part dimana elu makan cup noodles hihi tapi emang cup noodlesnya rada ajaib.
    aku lupa.. kamu yg suka sama snoopy bukan?
    kemaren gw dah liat happy mealnya mc die udah yang seri snoopy... haha jadi pengen :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh kok bisa ya ngefans sm cowok yg model kayak gitu.. papan pula. Apa cakepnya? Haha. Gue gak suka cup noodlesnya, cukup makan 1 kali aja.

      Iya happy mealnya snoopy, tiap seminggu sekali dikeluarin 3-4 karakter. Total 10. Bisa tambah bulet gue makanin happy meal melulu.

      Delete
  21. aaaa ci yang bagian 7 baru bacaaa en disambung yang bagian 8 ini :)

    suka bangettt sama foto cici en Abby di tengah kochia itu, bagus!!! ngeliat hamparan kochia bagus en adem ya ci, perubahan warnanya juga keren ^^

    btw ci, kalo ga salah nanti di bioskop ditayangin film snoopy dink :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, langsung kombo ya 2 hari bacanya. Kochia itu emang bagus banget, tapi ramai juga jadi susah dapetin titik sepinya (mgkn kudu photoshop hahaha).

      Itu The Peanuts Movie namanya, cici udah tunggu2 dari sejak teaser 2 tahun lalu haha. Tapi belum masuk juga nih di Indonesia. Nanti mau nonton sama Abby deh kalau udah main.

      Delete
  22. Wah.., lengkap banget liputan perjalanan hari ini.
    Papa Abby gak bisa ke lain hati untuk pilihan makanan ya, pecinta babi sejati, ha ha. Dari roti sampai makan malam. Cuma makan siang aja sushi, gak pork ya, he he
    Sushinya besar banget ukurannya, ampun dah. Kebetulan gue gak terlalu suka sushi. Waktu dulu ke Jepang thn 2002, ditraktir makan sushi oleh rekan Fujitsu, gak bisa nolak pas ditawarin makan bulu babi. Ampun, perjalanan pulang di trainnya menyiksa banget. Perut bergolak hebat, kapok bener dah.
    Tamannya bagus banget ya Le. Enak kalau bisa jalan sendiri.
    Big camera.., tempat saya beli kamera digital pertama saya thn 2002 dulu, merk Minolta. Masih ada sampai sekarang loh. Tapi udah jadul bener, layarnya aja kecil sizenya.
    Mantap deh trip kali ini Le. Gak habis2 ceritanya. Ditunggu laporan selanjutnya, ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yg Muslim mau cari aman.. ya udah deh makan sushi terus aja dijamin gak kena babi lantaran isinya seafood semua hihihi. Iya tuh bapaknya Abby si sono kayak bahagia banget ketemu babi2an melulu. Maklum di Indonesia kan kudu ke tempat2 tertentu aja yang sedia pork.

      Kayaknya kamu gak biasa aja kali ya makan sushi hehe. Tp emang sushi di Jepang kelewat "segar". Aku ga yakin org yg suka sushi di Jkt bisa suka sama sushi yg di Jepang. Di Jkt kan banyak fusionnya dikasih macem2 n banyak mateng. Di sono.. masih bau laut haha.
      Iya keuntungan pergi tanpa tour dr Jkt jd bisa milih ke lokasi yang disukain. Memang lebih capek tp lebih seru.

      Delete
  23. ahhh aku ketinggalan ceritanya ci..
    itu Abby udh pinter gaya bgt ya, minta dfotoin n begaya sndiri..
    udh ada bakat dandan gak si Abby ci? hahaha soalnya ponakanku seumuran Abby udh pake2 lipstik mamanya :D
    ahhh Jepang emang bagus bgt ya, baca postingannya berasa ikut disana juga hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby emang membingungkan. Gak di semua tempat dia mau bergaya. Tapi pas di Ibaraki memang moodnya super bagus. Mgkn krn pemandangan juga indah dan lebih alami.

      Abby sering banget minta sy pakein lipstick sama blush on. Apalagi kl pas2an dia liat mamanya pake, pasti numpang mnt haha. Naluri anak cewe. Tp banyakan sy larang sih.. msh kekecilan.

      Delete
  24. kochianya itu kereeeenn bangettt...bisa dibawa pulang gak pohonnya cii? ato dijual gitu gak?

    aku baru tau Ootoya itu cabangnya banyak di jepang..hihihi

    Abby itu kayaknya lebih suka main di outdoor gitu ya cii? ky di hamparan kebun atao bukit2..klo di gedung ato di mall kynya kurang semangat..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya ngga dijual kalo Kochia. Masa hidupnya aja pendek banget cuma 3-4 bulan aja. Kalau gak susun2 penuh kayak di taman itu rasanya jg kurang bagus ya hehe.

      Abby tuh suka banget di mall. Asalkan mallnya lega. Intinya sih dia gak suka yang sempit dan kelewat rame.

      Delete
  25. itu Kochia bagus amat yaa...koq bisa ya Abby ngefans sama si spokesperson ? ceritain donk, itu Abby yang tiba2 minta foto gitu ? Lucu amat yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah saya juga ga tau kenapa dia ngefans. Tuh kan ud diceritain di atas. Dia sendiri yg nyamperin kertasnya terus minta difotoin di situ haha. Ajaib deh.

      Delete
  26. Wihhh Kochianyaaaaa *kagum* Gile bener-bener pendek banget ya umurnya. Syukurlah papanya sabar menunggu, itu hasil foto di tengah kochia kece abis ci. Fotonya serba mentaiko saking banyaknya aku ampe lama-lama kok berasa eneg ya. Hahahah *terlalu menghayati baca blogpost*. Abby lucu bangettt cieeee ampe naksir oji-san begitu ya hihihi. Gemesin banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang mana yang serba Mentaiko Liv? Foto Mentaikonya dikit kan? Haha. Mentaiko itu enak loh. Pedes2 gurih asin. Enak banget dimasak sm pasta.

      Abby tuh entah kenapa bisa demennya sm yg model begitu. Mamanya aja bingung. Seleranya kok penyanyi kroncong Jepang hihi.

      Delete
  27. Master sushi dahsyat ampe 13piring *prokprok* gak kolestrol ci papanya abby? Hahaha... Bukan penyuka sushi,tapi seru aja liat macam-macam sushi, kyknya disana ga macem2 ya bentuk2nya. Kalo disini dilucu2in haha..

    Bunganya bagus banget selama ini cuma tau sakura doanh dari jepang hahaha..
    Trua ci itu abby bangun pagi sekali buat ikut tour gak rewel? Pdhl ngebayanginnya aja capek huhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Kayaknya sushi gak bikin kolesterol deh alias kolesterolnya tuh kolesterol bagus. Cuma kalorinya aja gede krn kan ada nasinya haha. Di Jakarta itu banyak fusion sushi biar lbh disesuaikan sm lidah org Indonesia (plus lbh murah jg kali ya krn gak full ikan haha).

      Abby kalau kita bangunin pelan2 nggak rewel kok. Rasanya dr sekian banyak hari cm 1 hari aja yang pagi dia agak rewel. Pas mau ke Disneyland. Pdhl bangunnya justru gak pagi2 amat hehehe. Abby itu biarpun di bus, kereta, atau di stroller sekalipun, siang dia biasa nap. Jadi gak khawatir kurang bobo.

      Delete
  28. Sushi, Kochia huaaa~~ mupenggggg <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo berangkat tahun depan. Biar bisa ketemu Kochianya.

      Delete
  29. aih komplit, seafood, bunga2 dan buah.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang susu aja ya buat jadi 4 sehat 5 sempurna haha.

      Delete
  30. Haha Abby takut ya liat kepiting kegedean :D Jepang ini emang cocok banget buat pecinta seafood ya. Seafood everywhere..haha.. Tapi seneng liat yg ganteng :D

    Ngeliat si Kochia yg cantik jadi inget tragedi di gunung kidul. Untung disana tertib ya, ga ada yg namanya selfie sambil nginjek bunga krn ngerasa dah bayar tiket masuk..wkwkw.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, Abby takut liat mahluk merah kepiting secara langsung. Cocok buat pencinta seafood dan BABI Py hahaha.

      Di Gunung kidul soalnya gak ada pathnya juga sih ya, sama manusianya memang serasa uneducated, bikin keki.

      Delete