Wednesday, November 18, 2015

Abby Tamasya Ke Jepang - Bagian 7

Gimana, sudah pada selesai belum ngeces membayangkan kenikmatan Kobe Beef? Saya aja sekarang masih ngiler loh! Moga-moga kalau ada rejeki, bisa balik lagi ya makan itu. Untuk postingan bagian 7 kali ini, dan nanti di postingan bagian 8, seluruh itinerary kita sudah diatur oleh JTB Sunrise Tour. Jadi kita tinggal ongkang-ongkang kaki saja, lalu nikmati perjalanan. Untuk info pemesanan dan harga tournya, bisa dilihat di postingan bagian 1. Lalu yang belum baca perjalanan kita, silakan klik bagian 2, bagian 3, bagian 4, bagian 5, dan bagian 6. Sekarang, mari kita bertualang lagi ke Fuji dan Hakone!

Senin, 19 Oktober 2015

Selamat pagi, Tokyo! Hari itu saya bangun lebih pagi. Bukannya kenapa-napa sih, tapi kayaknya jatah posisi tidur saya itu tinggal sisa 30 cm aja dari seluruh lebar ranjang. Bapak sama anak yang monopoli hihihi. Untungnya masih bisa tidur enak dan nyenyak.

Bangun tidur ku terus... ke jendela, lihat pemandangan, sambil ngoceh.... "Bus.. bus... bus..." 
Semalam kemarin, lantaran ke convenience store yang lumayan lengkap, kita tergoda banget untuk beli cup noodles untuk sarapan. Tau sendiri kan ya, cup noodles di Jepang itu banyak bener jenisnya mulai dari yang cup biasa kayak pop mie, sampai yang bentuk mangkok besar. Karena mau "mewah" dikit, kita belinya yang cakepan, yang mangkoknya gede, terus gambarnya menggoda pakai sliced meat gitu. Pas dibuka, beneran loh, ada sliced meat kering-kering, pokoknya lumayan meyakinkan. Tinggal seduh air panas, siap deh. Kita beli satu yang goreng dan satu yang rebus rasa ramen. Nah, masalahnya itu pas dimakan, rasanya...... amburadul! Suami dan saya langsung menentukan, kalau kita gak lagi-lagi beli cup noodles buat sarapan. Yang bowlnya keren aja rasanya brantakan, gimana yang standar. Apa mungkin yang standar malah lebih enak? Gambarnya gak saya share, soalnya gak enak menurut kita. Not recommended haha.

Pagi itu, kita gak usah kemana-mana untuk ikut tour, karena kita akan dijemput di hotel langsung sekitar pukul 7.55 pagi oleh pihak tour. Jadi 10 menit sebelumnya, kita sudah turun dan nangkring di dekat concierge.

Marble Lounge, restaurant untuk sarapan yang lokasinya langsung di sebelah lobby.

Reception area yang super minimalis dan dari jauh bentuknya kayak kue lapis.

Nangkring di depan lobby sambil nunggu jemputan

Oh iya, Hilton juga menyediakan shuttle service dari dan ke Shinjuku Station dengan jadual mulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 22.00. Jadi kalau lagi males jalan (walau cuma 15 menit) bisa naik shuttle ini.

Dan inilah bus dari JTB Sunrise yang jemput kita. Saya shock banget kok busnya udah penuh, sampai harus pakai kursi cadangan. Lucu deh, kursinya ini lokasinya tuh nempel dengan sandaran tangan kursi sebelah kanan. Kalau butuh, baru deh lipatannya dibuka untuk duduk. Kursinya mungil banget, sampa si bule depan itu diketawain pas duduk di kursi kecil.
Untungnya, ternyata itu cuma bus penjemput saja sampai ke Hamamatsucho Bus Terminal, tempat semua peserta dari berbagai hotel dan berbagai tujuan tour ngumpul. Dari situ, kita baru antri di counter JTB Sunrise Tour untuk di cross check namanya, dan dikasih sticker peserta untuk ditempelkan di baju. Kita juga ditunjukkan kita naik bus nomor berapa. Kalau naik bus yang tadi sih, bisa pingsan pas sampai Fuji hihihi.

Semua peserta antri rapi untuk dapat penempatan bus.

Dan inilah bus kita beneran untuk tour hari ini. Berhubung bawa anak kecil, kita ditaruhnya di kursi paling belakang, yang merupakan advantage juga buat kita, karena artinya kita duduknya bisa sederetan soalnya kalau di depan kursinya 2-2.

Inilah tour leader kita yang namanya Yoko Watanabe. Dia pernah sekolah di Australia, dan bahasa Inggrisnya termasuk bagus untuk orang Jepang. Orang Jepang itu sangat susah loh berbahasa Inggris, dan bisa dapat guide yang bahasa Inggrisnya selancar dia itu, blessing banget! Yoko juga cerita, nama dia baik first name dan last name adalah nama-nama top 5 paling populer di Jepang. Jadi bisa disimpulkan kalau nama dia itu super pasaran haha. 

Dan inilah itinerary kita hari ini, mulai dari pagi sampai malam. Seseru apa? Kita lihat saja nanti.

Selfie pagi-pagi di dalam bus. Kayaknya udah tambah ahli nih!
Perjalanan kita ke Gunung Fuji melewati Chuo Expressway alias jalan tol-nya di sana. Yang menarik adalah, walaupun kita duduk di dalam bus, jika kita masuk ke expressway, seluruh penumpang diwajibkan untuk memakai safety belt.
Enaknya duduk paling belakang, jadi bisa foto express way dari jendela, yang pemnadangannya cantik hijau royo-royo dan langit biru .

Setelah lebih kurang 2 jam perjalanan, Gunung Fuji sudah terlihat dari balik jendela bus. Depannya itu adalah Fuji-Q Highland Attraction Park yang katanya seru banget dan permainannya terutama roller coasternya super thrilling. Bayangin gak sih serunya naik roller coaster itu sambil lihat Gunung Fuji? Seru pastinya.  
Pemberhentian kita pertama adalah ke Mt. Fuji Visitor Center. Tujuan utamanya sih sebenarnya untuk toilet stop sebelum kita menaiki gunung. Tetapi, banyak juga orang yang memakai kesempatan ini untuk ke viewing deck dan berfoto ria dengan Gunung Fuji di latar belakangnya. Di sini kita juga bisa menonton film mengenai sejarah Gunung Fuji yang tentunya tidak mungkin kita lakukan karena kita cuma punya sekitar 20 menit untuk mampir ke restroom dan foto-foto.

Ternyata orang Jepang bisa juga bahasa Arab macem Wan Abud. Ayo FULUSH dulu setelah buang hajat.

Ruangan utama Visitor Center, tempat kita bisa nonton film dan lihat-lihat foto Gunung Fuji.

Tapi semua orang maunya ke viewing deck ini, dengan kamera semua mengarah ke satu sisi.

Langitnya super duper terang sampai kameranya struggling hehe. Nah tuh kelihatan Gunung Fuji di belakang saya. Gedung Visitor Center baru sedang dibangun, tadinya sih mestinya gak ada bangunan abu-abu itu di belakang, jadi agak menutupi keindahan ya. 

Tuh, di atap, pekerja-pekerja lagi nangkring semua di atap dengan latar belakang gunung yang indah.

Dan kita SUPER DUPER BERUNTUNG! Kita ke Mt. Fuji hari Senin, dan ternyata salju pertama baru muncul hari Sabtu minggu lalunya. Kalau nggak ada salju itu, Gunung Fuji-nya botak tak tak. 

Bapaknya Abby mengulang memory foto di sini. Dulu pergi pas masih single, belakangnya masih gak ada bangunan, dan pas dia pergi gunungnya botak kemerahan.

Sopir-sopir bis wisata lagi konkow-konkow, rata-rata sudah senior dan berpakaian rapi.

Setelah itu perjalanan kita lanjutkan lagi kira-kira 45 menit menuju ke Stasiun ke 5 Gunung Fuji. Kita bisa lihat, daun-daun di kanan kiri sudah mulai berubah warna.
Kenapa sih Gunung Fuji alias Fuji-san ini begitu penting di mata orang Jepang? Selain merupakan gunung tertinggi di Jepang dengan bentuk kerucut yang hampir sempurna, Gunung Fuji juga dikenal sacred alias suci. Bahkan nih, jaman dahulu puncak gunung ini juga terlarang bagi perempuan. Banyak seniman baik seniman lukis, pembuat puisi, bahkan fotografer yang begitu terinspirasi dengan keberadaan Gunung Fuji dan keindahannya. FYI, jaman dahulu itu, tidak ada loh akses jalanan seperti ini untuk menuju ke Gunung Fuji. Dulu, semua orang harus mendaki dari Stasiun ke 1 yang terletak dari kaki bukit, sampai ke puncaknya. Kalau sekarang, kita bisa berkendara dahulu sampai ke Stasiun ke 5, dan mulai mendaki dari situ melalui rute paling populernya, yaitu Yoshida Trail. Karena jalanan agak meliuk-liuk dan kita duduk paling belakang, di sini si Abby sempat mabuk darat. Untungnya kita sudah hampir dekat tujuan, jadi gak sampai jackpot.

Makin naik ke atas, kita deg-degan karena kabut tebal turun. Kita was-was kalau kita sampai di atas dengan kondisi kabut seperti ini, agak mustahil kita bisa mendapatkan gambar yang baik. Padahal kan kesempatan ke sini nggak setahun sekali gitu loh.

Tapi rupanya cuaca baik berpihak pada kita. Saat tiba di Stasiun ke 5, baru dari balik jendela bus saja, kita disambut oleh cuaca yang cerah dan langit biru walaupun dingin.
Begitu turun dari bus, kita dibagikan kupon untuk ditukar dengan bel keberuntungan yang bisa diperoleh di toko souvenir di situ.

Bel keberuntungan tiga biji mungil-mungil.

Baru aja ambil bel keberuntungan, mata suami langsung "beruntung" ngeliat mainan kayak begini. Namanya keren loh! Mimi Ball! (mungkin maksudnya ball buat orang mimi huahahahah). Suami diem-diem motret terus langsung ditegur sama yang punya toko. Maaf, Mas... naluri lelaki namanyaaa....

Hari ini tanggal 19 Oktober tahun 27. Loh, kok tahun 27? Ternyata ini adalah penghitungan era Heisei yaitu era baru setelah kematian Kaisar Hirohito di bulan Januari 1989. Jadi untuk jadi kalender Heisei, dari tahun sekarang, tinggal dikurangi 1988. 2015 - 1988 = 27. Suhu udara saat kita di sana 6 Derajat Celcius, dan di puncaknya -4 Derajat Celcius. Tapi jujur, nggak berasa single digit loh karena mataharinya cerah. Pokoknya udaranya enaaakkk banget!

You are beautifullll... beautifulll.. beautifullll... kamu cantik cantik cantik sekali! *Udah tahun 2015 masih aja nyanyi Cherrybelle*

Foto dulu ala-ala Jepang lagi, tangannya angka 2! Hore, Abby tangannya ikutin mama!

Akhirnya, ada foto bertiga, difotoin sama turis pasangan suami istri setengah baya dari Amerika yang ternyata anaknya kuliahnya deket dari tempat saya kuliah dulu.

Zoom terus pakai lensa tele, jadi kelihatan tekstur puncak gunung yang diliputi salju putih halus.

Suka banget sama foto ini soalnya tumben bener anaknya duduk tenang ngelihat ke kamera (dan rasanya kepingin ngehapus turis-turis di belakangnya, tapi nggak tau gimana caranya hahaha)

Area parkir aja cantik gini, soalnya dikelilingi sama pohon tinggi menguning dan langit yang biru.

Saking senengnya, maunya jalan-jalan melulu, jadi digendong sama bapaknya.

Buat yang mau kirim postcard dari Gunung Fuji, di Stasiun ke 5 ini juga ada kantor pos lengkap dengan 2 kotak pos klasik.

Beginilah suasana di stasiun yang ramai sekali oleh pengunjung, tapi tetap terasa menyenangkan.

Di sini juga ada kuil kecil bernama Komitake Shrine. Kita tidak mampir di sini karena waktu yang diberikan sangat sebentar, jadi foto depannya saja.

Foto dulu buat kenang-kenangan kalau sudah ke Stasiun ke 5 Gunung Fuji, 19 Oktober 2015

The infamous mochi! Sampai ada Bahasa Indonesianya segala! Suami juga bilang mochi-nya enak saat dia beli dulu, jadi kita langsung bungkus 6 box ukuran besar. 

Yang di sebelah kiri itu, patung, tapi serasa orang beneran lagi menjajakan dagangan. 

Ini kita pose apa sih? Pose Sound of Music tapi kurang muter-muternya ya?

Udah selesai deh kunjungannya dan harus kembali ke tempat parkir.

Foto dulu sama daun-daun yang kemerahan

Pohon-pohonnya daunnya tumbuh ke arah berlawanan dengan Gunung Fuji, sepertinya karena pengaruh angin.

Kue Mochi Kacang Merah Enak! *sok promosi*. Dan beneran enak, nyesel cuma beli 6 box, tau gitu beli 10 (apalagi beli 10 gratis 1). Isinya mungil-mungil sekali caplok, cuma 12 biji per box.

Sepanjang jalan turun, kita diputarkan film mengenai Gunung Fuji dan keindahannya. Gunung Fuji juga merupakan gunung yang "wajahnya" selalu berganti setiap musim, tapi selalu menampilkan keindahan yang berbeda. Jadi ibarat kita setiap 3 bulan sekali ke Gunung Fuji, kita tidak akan ketemu sisi jeleknya, semuanya indah, tapi daya tariknya berbeda-beda.
Dari film ini, saya baru tau kalau ada 1 orang fotografer bernama Yukio Ohyama yang mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk memotret Gunung Fuji. Bahkan saat saya baca sedikit biografinya, saking cintanya Ohyama akan Gunung Fuji, dia sampai membangun rumah di Lake Kawaguchi demi bisa terus-terusan memotret Gunung Fuji. Yang lebih kerennya lagi, dia bisa menyendiri dan hidup mengembara di hutan Gunung Fuji dalam waktu yang lama, cuma supaya bisa "berdialog" dengan gunungnya dan menghasilkan foto-foto spektakuler. Luar biasaaa...

Siang itu, kita makan Japanese Lunch Set atau istilahnya Mini Kaiseki, yang merupakan gabungan dari berbagai jenis masakan tradisional Jepang untuk setiap individualnya. Kita makan siang di Fumi No Sato - Kokorogi yang merupakan restaurant di dalam Highland Resort yang merupakan official hotel dari Fuji-Q Highland Attraction Park.


Kok aku gak dapet jatah sih? 

Itadakimasu! Menunya macem-macem loh!

Di sini isinya cold menu, ada salad, ada rollade ayam, telur kuah, salmon, telur dadar, lalu yang bulat itu mirip kue mochi isi ubi hahaha. Gak tau apaan pokoknya yang penting enak!

Ada juga steam vegetables di piring yang kiri. Lalu gorengan karaage dan ebi furai di piring yang kanan.

Ada nasi dan semangkok udon. Dingin-dingin nyeruput udon, enak!

Abby disuapin mama nasi dengan salmon dan lumayan lahap Itu yang di meja snack kentang yang anak-anak Jepang suka sekali, tapi ternyata Abby gak suka. Di sini Abby makannya kurang banyak, karena kita harus makan cepat-cepat berhubung harus mengejar jadual naik cruise di Lake Ashi. Beginilah "duka"nya ikut tour hahaha. Makanya kebayang kan kenapa saya ogah ikut tour full dari Jakarta kalau bawa anak.

Alat makan Abby di hotel ini super cute! Semuanya alat transportasi. Sendok gambar kereta api, mangkok gambar kapal laut, dan garpu gambar mobil.

Teko green tea-nya lucu!

"Keuntungan" kita pergi bawa Abby adalah, kita nggak harus umpel-umpelan di ruangan private sebelah dengan peserta tour lainnya. melainkan duduk di area luar. Jauh lebih legaaaa...

Receptionnya Highland Resort. Mungkin buat yang mau main ngetest nyali ke Fuji-Q seharian, boleh juga nginap di hotel ini. 

Sepanjang perjalanan ke Hakone, supaya nggak ngantuk sehabis makan, tour guide kita bagi-bagi kertas origami ke seluruh peserta tour, lalu diajarin step by step untuk lipat-lipat. Dan lihatlah, ini hasil kita berorigami hari itu. Tau kan ya bentuk apa? 

Sepanjang perjalanan, indahnya kayak gini. Kalau di Jakarta, ini pasti sudah dipakai untuk prewed. Kalau mau versi KW-nya, bisa mampir ke Pantai Indah Kapuk, atau lapangan depan Smartfren BSD. Huhahahaha...

Ini adalah salah satu trail turun dari Gunung Fuji. Kalau di zoom, itu ada ratusan manusia lagi turun dari gunung.

Akhirnya sampailah kita di Hakone Kojiri Terminal. Dari terminal ini, kita hanya punya waktu sangat sedikit lagi untuk segera naik cruise menyusui Lake Ashi.

Padahal, toko di sini sangat menggoda sekali! Dan kita nggak kembali lagi lewat toko ini karena nanti bus kita akan menjemput di terminal lain.

Abby sampai terpana melihat ada mesin Chupa Chups.

Ada juga cookies lucu berbentuk Gunung Fuji dengan glaze putih menyerupai salju di puncaknya.

Beginilah orang yang mau naik cruise, sudah berjubel menunggu di dermaga.

Lihatlah Danau Ashi atau Lake Ashinoko ini, saking beningnya airnya, kita bisa melihat langsung dasar danau, dengan ikan-ikan besar. Literally besar banget, lebih besar dari lengan orang.

Dan kapal kita tak lama tiba.

Pas baru naik kapal, si Abby nangis. Kayaknya trauma naik Jaws di USJ kemarin, takut mendadak ada hiu lompat hihi. Untung nangisnya gak lama-lama banget, kalah rasa takutnya sama pemandangan indah di depan mata. 

Hakone Kojiri Terminal yang baru saja kita tinggalkan.

Kapal-kapal model klasik untuk sightseeing tour. Kalau tidak ikutan tour seperti saya alias pergi sendiri dan punya banyak waktu, boleh juga dicoba cruisenya, namanya Hakone Kankosen.

Hayo itu apa? Itu adalah stasiun dari Mt. Komagatake Ropeway alias kereta gantung. Kenapa kita menyebrangi Lake Ashi adalah untuk naik kereta gantung tersebut! Can't wait!

Pemandangan danau begitu indah, dengan air yang tenang.

Foto bertiga dulu ya!
Oh iya, di cruise ini, kami ketemu dengan rombongan asal Indonesia yang juga memakai jasa JTB Sunrise Tour, tapi bukan ada di rombongan bus kami. Kali ini, biarpun saya orang Indonesia, boleh ya saya "gossip" dikit tentang turis Indonesia, yang ternyata walaupun nggak separah turis Tionghoa Daratan, tetap aja tingkahnya suka ajaib. Satu rombongan itu kayaknya ada beberapa keluarga yang saling kenal, dan semuanya itu tiap kali  mau foto aja pakai teriak-teriak. Misalnya nyuruh-nyuruh temennya gaya, fotonya dari deck atas, tapi orangnya di bawah, lalu teriak-teriak kencang, serasa jadi penata gaya, sampai dilihatin orang-orang. Di situ kan rata-rata orang mau menikmati pemandangan dengan tenang ya, sambil foto pemandangan, sesekali foto diri. Tapi rombongan turis Indonesia itu, minta ampun berisiknya sepanjang cruise, jadi terasa seperti di pasar cuma demi foto diri sendiri berulang-ulang! Maaf ya kalau seandainya sampai kebaca sama yang kebetulan sekapal sama saya. Tapi beneran, saya sama suami sampai kepingin jauhan loh biar gak gitu terasa afiliasinya walaupun sesama orang Indonesia hahaha.

Anginnya dingin sepoi-sepoi enak sekali, makanya mama sampai mau ketiduran hahaha. Sementara Abby tangannya ngatup, mungkin mulai kedinginan.

Di tepian Lake Ashi, terdapat juga hotel-hotel. Yang ini kalau tidak salah adalah The Prince Hakone Hotel. Hakone area sendiri juga terkenal dengan onsen alias pemandian air panas, jadi selain banyak hotel, juga banyak ryokan (penginapan khas Jepang).

Posisi paling enak pas di cruise, dingin, bikin ngantuk, sambil meluk anak, rasanya hangat.

Kalau tadi saya foto stasiun ropeway pakai zoom lensa tele, sekarang saya jauhin dikit fotonya. Ada yang bisa ngelihat kereta gantungnya di situ?  (segede semut gedean dikit kalau liat dari cellphone)

Yang bentuknya kayak castle itu ternyata adalah Ryuguden Hotel, Bagus ya, betul-betul di tepi danau.

Setelah 15 menit kita naik kapal, sampailah kita di terminal Komagatake. 

Ini adalah tempat duduk di dalam kapal seandainya nggak mau berangin-anginan di atas seperti kita. 

Di sini punya stroller gak efek, soalnya kita langsung naik tangga untuk ke naik kereta gantung alias ropeway.

Dan inilah antrian panjang untuk naik ke kereta gantung. Melingker-lingker kayak uler. Harap maklum, soalnya keretanya cuma 2 saja. Tiap kali yang satu naik, yang satu turun, begitu terus bergantian.

Dan inilah tiket kita untuk naik ke atas Gunung Komagatake. Satu kereta itu, katanya bisa muat sampai 100 orang! Apahhhh?? *Tapi katanya kalau turis bule cuma bisa masuk 80 hahahaha*

Keretanya ada setiap 10 menit sekali, dan kita dipesan, kalau dari atas kita harus naik kereta paling telat yang pukul 16.50 karena pukul 17.10 kita sudah harus berangkat lagi menuju Tokyo. 
Satu hal lagi yang mengganggu dari rombongan turis Indonesia tadi. Kalau dilihat di foto di atas, kita semua kan harus berdiri teratur untuk menunggu giliran kita masuk ke dalam kereta gantung. Kursi-kursi di samping itu disediakan untuk orang tua yang intinya tidak bisa berdiri terlalu lama. Tapiiii... sebagian besar rombongan turis Indonesia tadi yang masih muda dan segar bugar malah pada duduk di situ. Giliran antriannya jalan, baru ngebut masuk lagi ke antrian. Serasa mau jalan-jalan, tapi maunya enak melulu, ikutan antri teratur saja kok malas.

Bener aja, ternyata pas masuk kereta gantungnya, langsung kita dijejel kayak sarden. Kalau nggak salah Abby adalah orang yang terakhir masuk, dan dia berdiri pas di depan pintu. Ketolong banget dia ada di situ. Kalau dia ada di tengah-tengah, pasti dia stress banget.

Itu bapak bule mungkin mikir, what the heck am I doing here. Kenapa beda tipis sama naik Kopaja.

Dan saya sungguh beruntung, saya berdiri pas di samping jendela, jadi bisa mengambil gambar pemandangan yang luar biasa ini. 

Semakin tinggi, kita bisa melihat sampai ke ujung Danau Ashi.

Makin tinggi lagi, how majestic the view was!

Dan akhirnya, setelah lebih kurang 7 menit perjalanan, tiba juga kita di stasiun atas, yang ternyata brasa uzurnya amit-amit.

Ini contohnya! Masak ada mainan balap Final Lap kayak jaman saya SD di tempat dingdong?? Udah butut banget, tapi masih berfungsi! Amazing! Terus yang bikin saya lebih garuk-garuk pala, ngapain itu dingdong ada di situ? Apa fungsinya? Bukan cuma satu loh, banyak! Udah kayak museum barang peninggalan bersejarah.
Tapi begitu keluar dari stasiun, my oh my... how breathtaking!

Di atas bukut hijau itu adalah Hakone Shrine Mototsumiya, yang didonasikan di tahun 1964 oleh pengusaha Jepang Yasujiro Tsustsumi yang juga merupakan pengusaha yang berhasil memajukan Hakone sebagai daerah resort.

The view is definitely spectacular. Walaupun tidak terlalu jernih karena ada kabut tipis, tetap saja hati ini merasa tentram dan damai melihat pemandangan seperti ini. 

Dan ini adalah cable car yang tadi kita naik. Ternyata dari stasiun sampai ke atas, menukik sekitar 15 sampai 30 derajat dengan ketinggian vertikal 590m.

Kebanyakan turis, hanya main-main di daerah dekat stasiun ropeway. Bahkan tour guide kita bilang, kalau mau naik ke shrine-nya jalanan menanjak, dan waktu kita sangat terbatas. Tetapi dasar keluarga mama Leony nekad dan sudah biasa jalan, kita sudah bisa perkirakan kalau kita pasti mampu untuk daki sebentar ke atas, lalu turun lagi dalam waktu 25 menit. And we made the right decision, because it was beautiful up there!

Abby aja semangat banget jalan di trailnya dan super bahagia!

Naik tangga, tu wa tu wa tu wa! Anak kecil aja semangat!

Dan akhirnya, sampailah kita di depan shrine kecil tersebut. Senang!

Minta foto dulu sama turis bule. (Gak mungkin lah sama turis Indonesia yang rombongan tadi, wong ngantri aja males... *rolling eyes*)

Foto arah sebaliknya dari atas bukit. 

Dari atas puncak, kita bisa melihat bukit-bukit di sekitarnya. 

Dan di belakang itu adalah lokasi Danau Ashi

Hore! We made it to the top! 

Foto siluet Bapak dan anak. Romantis banget!

Stasiun terlihat dari atas bukit. Keren ya!

Oh iya, kalau pagi-pagi di musim dingin, dari puncak ini bisa terlihat jelas puncak Gunung Fuji. Tetapi kalau sore gini, chancenya hampir tidak terlihat.

Di sini Abby bahagia banget, lari-larian, padahal dinginnya menusuk! Tapi dia super bahagia!

Kita turun tangga lagi pakai jalur berbeda biar langsung dekat ke stasiun.

Begitu jalanan rata, langsung maunya jalan kaki sendiri, nggak mau digendong.

Siluet banyak orang yang nongkrong sambil lihat pemandangan Danau Ashi. 

Dan inilah kereta kita yang benernya terasa tua banget tapi masih berfungsi dengan sangat baik.

Lagi-lagi si Abby mewek, kayaknya ngebayangin kalau dia mau naik kereta yang umpel-umpelan. Maklum anak ini sangat nggak suka tempat sempit. Yang lucu, waktu di dalem dia nangis, ada 1 orang bule yang ikut echoin suara tangis Abby sampai satu kereta ketawa semua. Untungnya perjalanan cuma 7 menit ya.

Bus kita melewati jalan darat di samping Danau Ashi, dan siap menjemput kita di bawah Stasiun Komagatake Ropeway. Jadi kita tidak naik kapal lagi.
Perjalanan ke Tokyo ditempuh selama lebih kurang 1 jam 45 menit karena kebetulan traffic sedang cukup baik. Selama di bus wisata ini, karena ini bus private alias bukan bus umum, kita boleh makan dan minum, tetapi sampahnya itu tidak boleh disisakan sama sekali di dalam bus, dan orang Jepang sangat strict soal ini. Jangan bingung kalau di akhir acara, sang tour guide kita juga nyambi jadi penarik sampah. Sampahnya pun dipisahkan antara botol dan sampai lain.

Ayo pak, bu, sampahnya sampahnyaaa.... Biar bus goyang-goyang, guide tetap jalan sampai ke belakang demi ngumpulin sampah.
Malam itu kita tiba kira-kira pukul 18.50 di Shinjuku dan diturunkan di dekat Keio Plaza Hotel yang tinggal jalan lebih kurang 10 menit saja ke hotel kita. Untuk tour JTB Sunrise Fuji - Hakone ini, impresi kita adalah sangat baik. Tour guide kita bagus sekali, ngomongnya jelas dan sangat helpful. Busnya juga bagus dan bersih, sopirnya nyetirnya enak, intinya memuaskan, Makan siangnya juga baik dan sesuai selera. Cuma namanya ikut tour, kekurangannya sama yaitu, tidak bisa explore lama-lama. Tetapi buat kita yang cuma punya 1 hari untuk explore Fuji dan Hakone, this is the best way to do it. In my humble opinion, it's not that expensive especially karena kita pakai private motorcoach. Kalau mau lebih hemat JPY 1000 per orang, bisa ambil yang meeting point langsung di Keio Plaza Hotel. Jadi, tour ini sangat saya rekomendasikan.

Setelah taruh barang dulu ke kamar (a.k.a taruh Mochi Gunung Fuji hahahah), kita cari makan yang dekat dengan daerah sekitar hotel. Dan pas banget di sebelah Hilton Shinjuku ada restaurant yang juga banyak cabangnya di Amerika yaitu Denny's! Mana bentuknya mirip banget loh sama aslinya. Denny's ini kalau di Amerika bukanya 24 jam, dan sedia menu mulai dari menu breakfast sampai dinner. Ibaratnya dari pancake, waffle, steak, sampai kue-kue. Kalau di sini gimana? Yuk ngintip!

Logonya dari jalan raya, terpampang nyata.
Sampai di sana, kita agak shock dikit, soalnya di sebelah kiri ada 1 smoking room, dan baunya membahana sampai ke daerah non-smoking. Tadinya kita sudah mau mundur alias pindah ke resto lain, tapi kita tanya apa kita bisa ditaruh di meja yang terjauh dari smoking room. Maklum kangen juga kan sama Denny's. Ternyata kita bisa dapat meja yang paling ujung dari ruangan, dan lokasinya terjauh dari smoking room. Walaupun jujur masih kecium tipis-tipis banget, akhirnya kita memantapkan hati untuk makan soalnya sudah laper juga.

Wajah bengong tapi tumben rada belo dikit. 

Ini yang paling lucu. Karena kita duduknya di booth, saya kira high chair bakalan ditaruh di pinggiran di bagian yang nggak ada kursinya. Ternyata, mereka punya baby chair khusus untuk booth. Lucu banget!

Dan khusus untuk anak, disediakan bib yang gambarnya Pokemon!

Mangkoknya, juga sama gambar Pokemon. Pokemon mania deh di sini.

Kami cute nggak?
Lalu menunya gimana? Ternyata beda banget dengan yang di Amerika. Yang di sini itu, walaupun restonya sama-sama buka 24 jam, menunya jauh lebih menonjolkan unsur Westernized Japanese food dengan makanan specialty andalannya: Hamburg Steak. Jadilah hari ini kita ber-Hamburg ria. Ada juga sih menu Jepang asli seperti ramen dan nasi, tapi kok malah kurang meyakinkan. Oh iya, di sini juga tidak ada menu berbahasa Inggris.Yang ada itu adalah selebaran yang berisi listing dari menu dalam bahasa Inggris. Jadi kalau misalnya kita penasaran yang di menu berbahasa Jepang itu apa, kita tinggal cek halaman menunya, lalu cek nomer menunya, dan cocokkan dengan listing. Jadi serasa nyari di kamus hahaha.

Potato and Smoked Salmon Salad. Enak dan segar.

Sweet Corn Soup

Yang ini kids mealnya Abby. Isinya ada mini hamburg, nasi, fries, karaage, dan sosis yang dibentuk menyerupai Octopus. Yang sachet oranye di atas itu kayak serbuk umami, yang bisa ditaburin di nasi, dan nasinya jadi gurih hehe. Dan lagi-lagi, benderanya ada Pokemon!

Porcini Mushroom Cream Hamburg untuk saya 

Hamburg Steak dan Fried Shrimp with Demi Glace untuk Papa Abby

Gateau Chocolate Brownie with Chocolate pudding and Ice Cream untuk memenuhi hasrat lapar mata saya.
Overall, makanan di sini enak-enak semua tetapi seperti ada yang kurang. Either karena kita sudah coba hamburg di tempat lain yang lebih nikmat, atau mungkin karena ada first impression yang kurang oke kali ya soal asap rokok, jadi nikmatnya turun dikit gitu hihihi. Tapi overall despite the smoke, it was a pleasant experience dan pelayanannya juga baik dan sangat ramah. Kalau suka berbagai jenis hamburg dan nggak mind soal samar bau asap, boleh lah tempat ini dicoba. Saya sih ngerti banget kenapa di sini Denny's-nya menyediakan smoking room walaupun banyak sekali family yang makan di situ. Lokasinya sendiri ada di daerah perkantoran pusat business, yang saya yakin stress level orang-orangnya tinggi sekali. Jadi pelampiasan paling cepet apa? Daripada banting piring kan mendingan ngerokok ya? Walaupun kalau saya sih mendingan pelampiasan stress dengan makan enak. Hahaha (balada orang gendut).

Malam itu kita kembali ke hotel dengan perut kenyang, lalu tidur cepat, karena besok harus bangun pagi lagi untuk pergi ke tempat yang lumayan jarang dikunjungi oleh orang Indonesia, karena kesempatan untuk melihat tempat ini dalam kondisi terbaiknya, hanya 1 minggu saja dalam setahun. Penasaran? Ditunggu ya postingan hari selanjutnya.

66 comments:

  1. Aduh salah bgt baca postingan jam segini, jd laper deh..

    Yg di foto ber-3 latar belakang gunung fuji si abby posenya bisa bener.. Keren deh kakinya ditekuk macam org gede :D

    Itu biskuit gunung fuji imut maksimalll.. Sayang ga sempet belanja ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah kayak model blm si Abby? Hahahaha. Itu susah banget loh foto di Gunung Fuji. Terangnya amit2 jadi kameranya susah capture. Untung ada juga yang bagus.

      Bener2 cuma numpang pipis dan asal lewat di terminalnya. Belum apa2 udah dibilangin suruh kumpul di luar tunggu kapal. Pdhl seru loh barang2nya.

      Delete
  2. Nice shots ci. Serasa ikutan kesana LOL
    Anyway, kayaknya perilaku orang Indonesia mostly memang seperti itu yah ci. Haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya Turis Indonesia itu jauh lebih mendingan daripada Turis TD, tapi kok kebetulan bisa nemu yang kayak gitu kemarin. Mungkin kebiasaan di Indonesianya itu dilayanin terus, dan ngerasa diri hebat, makanya gak mau repot dikit, udah gitu heri = heboh sendiri. Mungkin nggak pernah naik kapal ferry. Hahahah.

      Delete
  3. Yaampyun BuLe, kok tahu sih ada KWnya lapangan rumput berbunga putih di depan smartfren BSD buat prewed itu? Hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau donggg... kan suka tuh lewatin situ, adaaa aja orang yang masuk ke semak-semak buat moto :P

      Delete
  4. Ya ampun Leony, kemaren baru aja bingung2 mau ke hakone sendiri atau pakai jasa JTB, tp kemudian mikir kalo pake JTB kira2 itin nya enak ga ya buat diikuti. Eh hari ini buka blog ada ulasan komplit plit plit dari Leony mengenai tournya.. Makasi banget ya tulisannya sangat amat membantu sekali.. Btw Abby pinterr banget ya diajak jalan2, ngefans deh ni sama Abby..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, jadinya gimana? Milih jalan sendiri atau pakai JTB? Terus terang naik JTB enak, tinggal duduk doang gak rempong! Hahahaha. Gak usah nyusun itin pula. Lagian itinnya sebenernya ada kok di webnya JTB, ya itu sama persis dengan yang dijalanin. Abby kalau liat pemandangan sih happy maksimal :)

      Delete
  5. Baca seri 7 ini beda sama yang sebelum-sebelumnya, berasa nggak nyanteinya karena ikut tur yang udah jelas berjadwal...tapi tetep seru sih. Fuji san emang somehow majestic sekali yaa.Seri 8 kemana yaa...meskipun udah ada clue-nya, masih belum bisa nebak euy..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iya, karena ikut tour jadi mau gak mau ikutin pace mereka. Tapi enaknya ya gak usah repot-repot nunggu kereta, tinggal duduk manis aja dan dianter dari 1 spot ke spot lain. Ada enak ga enaknya hehe. Mestinya bisa tebak kok kemana, udah ada cluenya juga di bagian 1.

      Delete
  6. wihhh itu yang naek ke gunung jalanannya kayaknya capee juga yaaa. Di Mt.Fuji sayang yaa langitnya kagak biru, jadi saljunya gak terlalu jelas......asik yaa ajak Abby kagak rewel....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, kalau beneran mau naik turun gunung, ya siapin 10 jam sendiri dari subuh naik sampai siang turun :). Tapi kan memang banyak orang yang mendapat kepuasan tersendiri, apalagi yang jiwa petualang. Ada juga yang alasan religius/ spiritual.

      Langitnya biru banget Ci, lihat aja yang di atas parkiran itu. Tapi mataharinya juga kincrong banget makanya pas foto ke arah gunungnya jadi glare. Saljunya memang baru sedikit sekali krn baru muncul 2 hari sebelum kita ke situ. Tapi jelas kok hehehe.

      Delete
  7. Salam kenal Ci Leony :)
    *Setelah ngikutin blognya lama baru berani komen*
    Seneng banget baca kisah jalan-jalannya Abby, tiap hari sampe ngecekin blog Ci Leony terus supaya ga ketinggalan kisah terbaru *niat*

    Daaaaan semua foto-foto makanannya membuat ngiler kemana-mana. Batallah ini diet ketat yang direncanakan, huahahahaha!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks for reading and finally commenting ya, Novia. dimasukkin ke reader aja, biar kalau ada update langsung kelihatan. Diet itu kan selalu starts tomorrow hihihi. Jadi emang nggak mulai-mulai tuh!

      Delete
  8. Revisi....revisi....pas liat kota kecil di Jepang yang banyak rusa-nya, aku pengen tinggal disono. Sekarang revisi, aku pingin tinggal di kiteran gunung Fuji ajaaaa
    Ada sekolah sama RS ga ya disono? Aduh kayaknya enak tinggal disono. Sepi, tapi ga ndeso. Convinience store nya juga sukaaaaa liatnya. Kayaknya homy. Kapan ya ke jepang??????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha. Fuji sama Hakone gak deket-deket banget loh Pau jaraknya hihihi. Lu mau tinggal di Hakone? Kalau sekolah sama RS gue yakin ada. Cuma sizenya seapa gue gak tau hihihi. Yang jelas di sana mah orangnya sehat-sehat. Itu yang gue mampir bukan convenience store Pau, tapi toko souvenir dan makanan di terminal kapal, makanya lucu-lucu barangnya hehe. Jalan-jalan aja ke Jepang sama suami, honeymoon lagi (tau2 pulang ada adek lagi hahaha).

      Delete
  9. haduhh langsung galau nih milih ke gunung Fuji atau lihat salju di tateyama alpen route

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu perginya bulan apa dulu? Kalau winter, dua-duanya bisa lihat dan pegang saljunya. Tapi kalau bukan winter, cuma di Tateyama yang saljunya bisa kepegang (itupun cuma sampai akhir spring aja yang ada snow wall). Tapi kayaknya udah sampai central Japan, ke Fuji itu is a must kali :)

      Delete
    2. akhir april,
      tadinya udh masukin Fuji tapi berhubung penasaran banget pegang salju , dan setelah digugel ternyata ga perlu nunggu winter dan ga perlu jauh jauh ke hokaido untuk nemuin salju , makanya rencana beralih ke tateyama.

      iya sih ya, belum sah ke japan kalo belum ke Fuji *galaw*, ntar deh itinnya diutak atik lagi biar budgetnya masuk.

      btw ini masih ada postingan 8,9,10,11 yaa
      bisa bisa itin gue beubah total setelah baca serial #abbygoestojapan ini :D

      Delete
    3. Lagian kalau udah bulan April, saljunya itu bukan salju fresh alias udah sisa. Sebagian sudah membatu, malah banyak yang udah item-item, jadi beda banget sama salju halus pas winter yang kalau kita tidurin masih bisa ngebentuk snow angel haha. Up to you aja sih Don, tapi kalau saya blg mah salju gak usah dikejar-kejar. Pada waktunya akan ketemu sendiri, and kalau kayak saya, sempet sebel banget sama salju tebel haha.

      Postingan ke belakang itinnya standar kok, kecuali yang nomor 8. Lagian kalau April, yang no. 8 ini bisa di skip soalnya nggak ada.

      Delete
    4. hmm yang ke 8.. pasti tempatnya ada hubungannya dengan bunga bungaan ya.
      ke hitachi seaside park yaa *nebak*

      Delete
    5. Hitachinya bener. Tapi bukan karena bunga hehehehe. Ditungguin aja ya!

      Delete
  10. Wah bawa abby banyak previlegenya yaa cii..mulai dari di Bus sampe di Restonya juga...hehe

    Pemandangan di Gunung Fuji indah banget, apalagi liat pohon-pohon yang berwarna kuning ituuu >.<
    Bukitnya juga kaya di film teletubies..hehehe keren dehh..seneng liat foto abby dari belakang yg lagi jalan mendaki bukit semangatt banget kynya...^^

    Kasian liat abby jadi trauma gitu gara2 Jaws di USJ kemarin..moga2 smp indo udah lupaa y cii..

    Trus kertas Origami yang dilipat itu apa yaa ci, Gunung fuji kahh? maapkeun jika salah..hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya itu bukan privilege sih, karena buat sebagian besar orang, lebih suka duduk di depan kok daripada di belakang. Cuma cici lebih suka di belakang juga karena duduknya jadi sederet hehehe. Lalu kalau di resto, kalau di ruang private sempit jadi susah pakai baby chair. Sementara kalau di luar kan pakai baby chair jadi leluasa hihihi.

      Haha, itu dugaan mamanya doang kok soal Jaws. Tapi kemungkinan dia gak suka soalnya pas masuk org org pada desek-desekan rame-rame, jadi bawaannya padat. Dia kan ga suka padat-padat. Pas udah calm kapalnya jalan lgsg tenang lagi.

      Bener sekali! Itu bentuk Gunung Fuji pakai salju di atasnya hihi.

      Delete
  11. Ngences dan masih ngiler dengan Kobe steak postinganmu Le.
    Amin kalau ada rejeki, sama-sama ke sana lagi ya Le, he he..
    Wah..., bagus-bagus banget pemandangannya. Kagum banget dengan Abby yang bisa anteng ngikutin tour dari pagi sampai malem. Gak tidur siang tuh Le? Gak rewel ya.
    Ingat Denny's memang jadi ingat pas masa kuliah dulu di Hawaii, he he.
    Pas jaman keemasan emang suka nongkrong lupa waktu dan kalau nyari makan paling gampang disitu he he.
    Salam cium buat Abby. Kapan2 kita ketemuan biar Abby bisa playdate dengan Aimee ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, ngences dari minggu lalu sampai minggu ini ya.

      Abby kalau liat pemandangan yang alami dia tuh biasanya seneng dan betah. Bobo siang tetep jalan, pas di bus dia sempet ketiduran pas pagi, dan ketiduran lagi pas sore otw ke Tokyo. Jadi aman.

      Wah ternyata sempet kuliah di Hawaii toh. Tapi beda banget ya menu Denny's di US dengan di Jepang ini. Mungkin karena kan yang mereka jual itu tipe comfort food ya. Comfort foodnya Jepang tentu beda sama Amerika.

      Rumahmu di mana, Jul? Siapa tau deketan hahaha.

      Delete
    2. Deket kita Le. Aku di Puri , kamu daerah puri juga kan, he he. (sok tahu). Habisnya lihat tempat main kamu daerah puri kebanyakan, ha ha

      Delete
    3. Lah kalo gitu mah kita same area hahaha. Kl km Catholic ud pasti parokinya sama hahaha.

      Delete
    4. Iya Le. Sathora. Aimee baru minggu lalu baptis. Parah nih Mommynya. Kelewat udah mau 3 thn.

      Delete
    5. Hahaha. Lebih baik terlambat drpd nggak sama sekali kan hehehe. Sy kalo misa sering di ND. Kalo liat ada anak kecil lari2an dan sus pakai baju hijau muda, nah itu family saya hahaha.

      Delete
  12. le , stelah g baca2 sampai sini ada yg ilang dalam agenda abby tamasya ..
    apa coba ???
    itu suster Abby wkwkwkwkkkk , tak lengkap ga ada penampakan dia di jepang kikikikikkkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, lu kangen sama si Sus? Selain dia kagak ada paspor dan kebetulan gue bukan orang kaya yg bisa sponsorin dia ke Jepang hihihi, sekarang ini si Sus sibuk kuliah weekend. Jadi kalau trip-trip ke depan walaupun lokal, kemungkinan gak ada sus-nya hehe. Tar kalau kangen gue taro mukanya deh yang gede. Lu mau? Hahaha.

      Delete
    2. wkwkwwkkkkk , keren juga sus nya kuliah ambil jrsn apa ?
      eh daripada lu bawa si sus , mending g aja yg jd nanny Abby , pegimana ? wahahahaaa
      mateng deh lu , g makan nya banyak ha2222

      Delete
    3. Sus gue kuliah jurusan ekonomi for now. Masih belum nentuin mau management or akuntansi, tinggal sesuai kemampuan aja hahaha.

      Bukan elu orang pertama yang nawarin jadi nanny gue buat trip hahaha. Jelas-jelas gue tolak, ga mampu kasih makannya :P

      Delete
  13. ih mba Leoy..reportasenya lengkap dan mantab bgt...suka deh....serasa ikutan juga jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibayang-bayangin dulu, tar beneran jalan ya habis ini.

      Delete
  14. Cakep banget Itu si Fuji San..keren.. Keprok2 buat Abby yang akhirnya mau di foto dengan pose bagus.hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cakep, cantik, majestic lah pokoknya. Abby posenya emang cakep di situ kayak bos. Tapi belakangnya kepenuhan orang haha.

      Delete
  15. Cakep banget pemandangannya..dan suka banget fotonya Abby yang lagi jalan sendiri di trail

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby emang suka banget ngga dipegangin apalagi kalau di alam terbuka yang nggak gitu banyak orang. Makanya kayaknya dia tuh gak gitu cocok ya tinggal di Jakarta. Kanan kiri isinya orang semua hihihi.

      Delete
  16. Huhu kasian Abby sampe nangis2 pas mau naik ropeway. Madeline juga kalo lagi rame-rame gitu suka rewel sendiri sih. Tapi untung banget dapet cuaca cerah pas ke mt. Fuji ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Ngel. Dan lu tau kan kalau di Tokyo itu yang paling rame dan banyak ngantrinya di mana? Abby nggak happy banget tuh di situ! Hahahaha.

      Iya, Puji Tuhan cuaca bagus banget pas di Mt. Fuji walau mataharinya super terang. Dinginnya pas, gak gitu menusuk, dan dapet salju di puncaknya.

      Delete
  17. Replies
    1. Seru banget jalan-jalan saya. Tapi tolong ya jangan ngiklan di sini. Next time saya delete. Thanks.

      Delete
  18. kalau pelampiasan saya apapun itu entah stress atau bahagia, pasti larinya ke makan... *curcol* wkwkw :)

    keren yak Abby dah sampe gunung fuji... hehe :)
    belon kelar cerita abby tamasya ke jepang, abby dah keburu tamasya lagi... :P kalo dah gitu, blog ini nanti khusus soal travelling bersama anak balita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, gue juga hobi makan Fun. Toss dulu dong! Hahaha, emaknya kudu cepet-cepet dong ya edisi ini dikelarin, supaya sah bisa lanjut tamasya ke tempat lain lagi ya Fun? Gue sebenernya pingin nulis yang lain juga, tapi nunggu ini kelar dulu dah, or nanti gue selipin kalau eventnya penting.

      Delete
  19. Cantik bangeetttt ya Gunung Fujiiii *terkagum-kagum* Mudah-mudahan kalo someday aku ke sono, ga malu-maluin kayak temen sebangsa yang itu hihihi :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih cantik aslinya daripada di foto cici itu loh. Lebih terasa indah pas ke sana langsung.

      Semoga nggak deh, asal jangan perginya sama temen yang heboh kayak gitu, tar kita ikutan kebawa hahaha.

      Delete
  20. hihi.. gw juga bawa pulang instant noodle, padahal udah pilih merek n*ssin eh ternyata ga cocok ama rasanya.. padahal merek itu disini kan lumayan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Merek itu kan yg paling common buat cup noodles di Jepang, bahkan di US juga ada. Nah yang merek itu gue gak beli, maksudnya mau coba yang cakepan. Tapi amburadul gitu ternyata rasanya hahaha. Lu sempet2nya bawa noodles balik? Kan lumayan makan tempat di koper tuh hehe. Enakan Indomie ya hahaha.

      Delete
  21. jadi ngiri... ke fuji nyobain roller coaster nya gak? terkenal banget loh itu wahananya..
    ke jepang kayaknya bakal lebih asyik kalau foto di jalan shibuya yang terkenal itu :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nggak ke Fuji Q. Udah bukan ABG lagi dan bawa anak.

      Shibuya sudah lewat, ada di postingan sebelumnya. Silakan intip sendiri ya.

      Delete
  22. yang naik bus mau tour itu kirain kalo emang mesti duduk di tengah (kursi cadangan) sepanjang tour sih pegel juga ya. untung trus pindah bus lagi ya. hahaha.

    gunung fuji nya cakep ya. gak heran terkenal dan jadi spot buat poto2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ternyata yang pertama itu cm shuttle bus buat jemput org dr hotel hahaha. Syukurlahhh..

      Cakep dan udaranya enak banget pas kita ke sana.

      Delete
  23. Waahh gunung Fujinya asli keren Le, pemandangannya bikin nahan napas ngeliatnya saking indah banget, kayaknya kalo bisa kesana bakalan betah lama-lama duduk bengong menikmati pemandangan deh. Daann seperti biasa karena ceritanya detail banget, jadi berasa ikutan jalan-jalan loh hehehe, makasih banget ceritanya ya Leony :) Jadi tambah gak sabar nunggu cerita selanjutnya nih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duduk bengong.. asal jangan lama2 ketiduran tau2 udah sore hahahaha. Mana adem2 gitu pula. Menyenangkan deh. Abby aja happy banget di sana.

      Delete
  24. Aaa gunung fujinya cakep bgt! Kemarin pas ke sana foggy banget, terus nggak bisa ke hakone karena kata tour guide-nya " we can't go to hakone bcs stormy there, not very good weather", too bad, pdhl liat foto2 cici bagus bgt ): gr2 nggak bs ke hakone, jdnya 'belanja' pas di toko souvenir rest area, nggak tahan bgt sama oleh2 makanannya yg lucu2 hahaha. Ditunggu cerita selanjutnya cii!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh sayang banget ya udah sampe ke Fuji tapi gak bs liat gunungnya.. plus gak bisa ke Hakone pasti nyesek banget ya. Kamu ambil JTB juga ya Jane? Pdhl menurutku naik kereta gantungnya dan naik ke mt. Komagatake itu yang paling seru.

      Delete
  25. Aku juga kangen Dennys hehehehe
    Bagus ya mt fuji....
    Aku kok kalau bawa anak mikirnya lebih enak naik tur tinggal duduk manis ga usah cari2 jalan dll..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pdhl Denny's dibilang enak banget jg ngga ya. Tapi ngangenin soalnya comfort food.

      Aku malah gak gitu sreg ikut tour kalau sama anak kecil. Anak kecil itu unexpected. Bangun bisa cranky, makan kadang cepet kadang lama. Ikut tour apalagi Indonesian style yang nemplok sana sini itu gak santai banget. Bikin itinerary sendiri itu menyenangkan loh :) Makan jg sesuai yg kita mau dan waktunya kita jg yg nentukan.

      On the other hands, aku sm suami sangat enjoy using public transport kalau mumpuni seperti di Jepang ini. Sekalian mengenalkan ke anak beragam moda transport. Enjoy banget Abby naik kereta baik yg local maupun shinkansen.

      Delete
  26. wah gw jadi laper liat makanan2nya hihihi
    Mt Fuji cakep banget ya.. trutama karena ada saljunya di pucuk situ :D
    dan kamera lu apa Le? gambarnya bagus2 semua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hoki banget deh gue rasanya. Pergi pas cuaca masih ga terlalu dingin, tp puncak gunungnya udah ada putih2.

      Kamera gue panasonic lumix hehe. Tertarik bu?

      Delete
  27. Laper subuh2 liad hamburg,, baru sempet baca, pr buat baca postingan berikutnyaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti next time bacanya jangan subuh2, tapi pas sebelum jam makan siang. Biar tambah nafsu makan hehehe.

      Delete
  28. Kalo baca kayaknya rasanya Pop mie lebih enak kmn2 ya :p

    Kerennn banget view nya, manjain dan ngademin mata banget!! Pas banget ya ci kesananya dapat view gunung Fuji nya full.. Megah banget, pantes aja jadi kebanggaan orang Jepang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici hampir gak pernah makan pop mie, haha. Udah lupa rasa pop mie kayak apa. Yang jelas sih kmrn itu cup noodlesnya ga enak.

      Iya, gunung Fuji menyenangkan, sayangnya kurang lama hahaha.

      Delete