Friday, November 13, 2015

Abby Tamasya Ke Jepang - Bagian 6

Malam kemarin adalah malam terakhir kita di Osaka. Sekarang kita sudah mau balik lagi ke Tokyo, tetapi sebelum balik ke Tokyo, selain kita sekali lagi explore Osaka, kita juga singgah di suatu kota cuma untuk...  makan siang! Seperti apa sih makan siangnya sampai kita bela-belain mampir sambil geret-geret koper? Penasaran? Ikutin saja sebentar lagi ya. Buat yang belum baca cerita sebelumnya, bisa mampir dan klik bagian 1, bagian 2, bagian 3, bagian 4, dan bagian 5. Yuk kita lanjut lagi!

Minggu, 18 Oktober 2015

Selamat pagi, Osaka! Gak terasa udah 3 malam kita di Osaka, rasanya kepingin lebih lama lagi deh, especially karena menurut kita hotelnya tuh nyaman banget kamarnya (alias mama gak usah share bed sama Abby hihihihi). Kita juga tidak bangun terlalu pagi alias lebih santai karena agenda kita hari ini tidak terlalu banyak.

Ini dia buat yang penasaran kalau Abby bobo sendiri kayak gimana. Langsung dikelilingin sama 4 bantal. Aman sentosa!

Untuk sarapan pagi itu, lagi-lagi mama balik ke stasiun untuk beli makan di tempat favorit. Kali ini nyobain bento salmon dan korokke-nya Sakana, lalu nyobain egg and tuna sandwich dan apple pie dari Cookhouse Bakery. Apple pienya super enak karena betul-betul pakai setengah apple utuh di dalamnya! Mantab deh.

Foto dulu pemandangan pagi dari kamar sebelum akhirnya check out.
Setelah beberes koper dan check out, kita titip koper dulu sebelum kita lanjut ke kota berikutnya. Pagi itu tujuan utama kita adalah menuju ke Tempozan Harbor, untuk menaiki Tempozan Giant Ferris Wheel yang merupakan salah satu bianglala tertinggi di dunia dengan pemandangan Osaka Bay.

Hari minggu pagi, naik subway penuhnya kayak gini! Gak kebayang deh kalau hari biasa kayak gimana. 

Stasiun subway Tanimachi line yang bentukannya super jadul. 

Sampai di tujuan, kami senang sekali, cuaca begitu cerah, langit begitu biru. 

Dan inilah Tempozan Giant Ferris Wheel. Besar banget ya! 

Beberapa diantara keretanya, ada yang transparan kayak gini loh! Seru banget nggak sih? 

Di daerah situ kita juga bisa melihat anak-anak muda belia yang masih sekolah di angkatan laut. Mukanya masih pada culun-culun semua. 

Di lokasi yang sama, juga ada Legoland Discovery Center. Tapi kita nggak ke situ ya, cuma numpang foto sama lego jerapahnya (yang berlippen merah membara dan pakai bulu mata palsu hihihihi). 
Lokasi Tempozan Giant Ferris Wheel ini berada satu kompleks dengan beberapa tempat yang layak dikunjungi jika kita punya waktu lebih. Yang pertama adalah si Legoland Discovery Center, yang merupakan taman bermain indoor, dimana kita bisa bermain Lego sepuasnya, dan bisa naik beberapa ride. Cuma jangan dibandingkan dengan Legoland yang theme park ya, yang di sini lebih ke build and play center. Tapi seru juga loh! Mungkin cocok untuk yang sudah besaran kali ya kayak usia TK ke atas.

Selanjutnya, yang merupakan atraksi utama di daerah ini adalah Osaka Aquarium alias Kaiyukan yang merupakan salah satu aquarium terbaik di dunia. Bayangkan ada 8 lantai yang bisa diexplore yang isinya adalah kekayaan biota laut. Luar biasa banget kan kerennya! Tapi kita nggak ke sini juga karena nggak ada waktu, dan sepertinya harus nunggu Abby agak besar sedikit untuk dia lebih bisa main berinteraksi dengan binatang di sana. Kalau saya punya waktu satu hari extra di Osaka sih, saya mau banget kemari soalnya katanya butuh berjam-jam untuk explore sampai puas.

Tempozan Giant Ferris Wheel, dengan tinggi 112.5M.
Apa sih istimewanya Tempozan ini dibandingkan bianglala lainnya di dunia? Yang pertama tentu saja pemandangannya yang spektakuler. Dari atas bianglala, kita bisa melihat keindahan kota Osaka dari berbagai sisi. Selain itu, bianglala ini juga bentuknya tradisional, alias 1 kereta mentok cuma bisa diisi 4 orang, bukan bianglala dengan struktur modern yang bisa diisi puluhan orang seperti Singapore Flyer ataupun London Eye. Jadi bayangkan sensasinya sangat naik bianglala ini, kita pindah geser tempat duduk aja goyangannya terasa kok! Asik! Hahahaha. Walaupun sekarang Tempozan Giant Ferris Wheel ini bukan lagi yang tertinggi di dunia karena sudah dikalahkan oleh yang lebih baru, tapi tetap pesonanya tidak semudah itu dikalahkan. Setiap malam, bianglala ini akan bercahaya untuk memberitahu prakiraan cuaca besoknya. Jadi kalau orang Osaka lihat dari jauh, mereka sudah tau besok akan panas atau hujan. Gossipnya sih, bianglala ini sering dipakai buat nembak pacar atau ngelamar orang! Hayoooo.... siapa yang mau ngelamar pacarnya di Tempozan?



Mama beli dulu tiketnya ya! Di sebelah ada anak kecil yang suka kepo dan ikut-ikutan.

Harga tiketnya sebesar JPY 800 (IDR 96,000) per orang untuk 1 putaran kira-kira 17 menit lamanya. 
Sebelum kita naik ke dalam keretanya, kita difoto dulu oleh kru, kemudian kita ditanya, mau naik yang kereta biasa, atau kereta yang transparan. Bedanya, kalau yang biasa bisa langsung naik, kalau yang transparan nunggu 30 menit alias antrian panjang lantaran keretanya terbatas. Ya udah lah ya pake kereta yang biasa aja deh kita. Lagian kita jg gak tau reaksi Abby gimana kalau dia lihat lantainya transparan. Kalau dia minta keluar kan mama yang rempong!

Ayo kita naik bianglala! Bianglala kita exteriornya merah, dengan interior warna pink.

Lihatlah struktur bianglala yang super ribet ini, tapi kok jalannya smooooothhh banget alias gak terasa getaran mesinnya. 

Baru naik, kita bisa langsung melihat ke dermaga kalau ada kapal yang merapat dan berbendera Korea. Wah jangan-jangan perwira yang muda tadi itu orang Korea kali ya hihihi *nebak-nebak tak berhadiah*

Kemudian kita bisa melihat Osaka Aquarium alias Kaiyukan. Keren banget deh gedungnya! 

Di sisi lain kita bisa melihat Universal Studio! Btw, pas kita ke USJ kemarin itu, kita tuh melihat ada bianglala, kita kira itu part of USJ, tapi pas lihat peta kok nggak ada bianglala. Ternyata si Tempozan toh! Dari jauh banget aja terlihat saking gedenya.

Di sisi seberangnya terlihat Osaka Dome. Hari minggu pagi di Osaka Dome itu, banyak sekali orang yang berolah raga. Termasuk ratusan opa-oma. Soalnya pas kita naik kereta tadi dan stop di Osaka Dome, rombongan opa-opa pada naik semua.

Terus gimana nih, kok si Abby nangis? Rupanya dia takut karena kok tambah lama tambah tinggi. Dan mama lega gak nunggu 30 menit untuk naik kereta transparan. 

Tapi pemandangannya indah kayak gini, yang takut ketinggian juga pasti terlena. Termasuk Abby. 

Dia mulai pelan-pelan anteng dan melihat jendela, ngintip ke kanan dan ke kiri. 

Wow bagus banget, Mama!! Mukanya tak berpaling.

Difoto berdua papa pun nggak masalah.

Dan akhirnya Papa dan Mama punya selfie yang layak.

Dan juga punya selfie bertiga yang "normal" nggak kayak di Umeda Sky kemarin hahahaha. 

Anteng banget anak ini melihat pemandangan, tapi sayang, tak lama kemudian trip 1 putarannya sudah berakhir. Kok gak berasa sih? Kan pengen naik lagi!! *Emangnya Dufan yang muter 3 kali tapi pakai tegang lantaran kalau ketiup angin goyang semua hahaha?*

Bye bye kereta! Kapan-kapan kalau berjodoh, kita naik lagi yaaa!! 

Foto bertiganya udah jadi, tebus dulu seharga JPY 1,100 (IDR 132,000). Dan Abby seneng banget mandangin foto ini. 

Saking senengnya sampai diciumin. Emangnya fotonya kayak gimana sih? 

Nih loh! Akhirnya punya foto yang cakep bertiga, Papa tangannya 2, Abby tangannya 1, Mama tangannya 2. Jadi total 212. Kok kayak nomer kampak Wiro Sableng? 

Sebelum balik lagi ke stasiun, foto cantik dulu ya di depan bianglala. 
 Intermezzo (rada gak penting tapi lucu):

Tahun 2009, belum nikah, belum kenal papa Abby. Lokasinya tapi di Perth. Hahahaha. Mungil banget ya ferris wheelnya dibandingin di Osaka. Cakep mana saya dulu sama sekarang? *Yang ditanya pasti serba salah, mau jawab cakep sekarang... tar mikir kok artinya dulu gak cakep. Begitupun sebaliknya*
Oke, lanjut lagi ke foto di Osaka ya.

Ini toko, bener-bener nggak mau kehilangan kesempatan membujuk turis. Selain ada bahasa Indonesia-nya, juga ada bahasa Jawa-nya. Sugeng Rawuh! 

Berhubung menu makan siang nanti kemungkinan belum tentu cocok dengan lidah Abby, mama mampir dulu ke Mc Donalds beli Happy Meal yang isinya Chicken Nugget, Kentang, dan Orange Drink. Happy Mealnya ada 2 pilihan mainan, untuk cowok dan untuk cewek. Untuk cewek itu yang tokoh Sanrio. Kalau untuk cowok yang lokomotif kereta api. Tebak pilihan Abby yang mana? Jelas aja KERETA API DONG!
Di situ ada pilihan 8 kereta api, mulai dari yang model kuno berwarna hijau, sampai yang modern model shinkansen. Abby kita suruh tunjuk mau kereta api yang mana. Dia ngotot maunya yang kuno yang warnanya hijau. Tapi papa maunya yang biru shinkansen. Lah piye ini bapak sama anak rebutan. Pas sampai di counter, baru tau ternyata kita gak boleh milih! Untung-untungan aja stocknya sesuai dengan yang ada di counter, dan dibungkus sama plastik gelap, jadi kita cuma terima aja dengan pasrah. Ya elah, kalau gitu ngapain tadi mikir-mikir mau ambil yang mana? Hayo, kira-kira siapa yang menang dengan pilihannya? Papa atau Abby? Atau dua-duanya gak dapet yang dimau? Tungguin aja ya sampai bawah.


Nunggu di stasiun, sang anak lagi makan kentang, sang mama bawa kantong Mc Donalds. 
Sampai di hotel, kita langsung ambil koper dan berangkat lagi menuju ke kota selanjutnya. Sebelum berangkat, saya sempetin dulu untuk foto 2 toko yang sudah bantu saya banget untuk sarapan di hotel, yaitu Cookhouse Bakery dan Sakana. Kali-kali ada yang mau nginap di Sheraton Miyako Osaka juga, jadi tau kalau cari makan pagi kemana.

Cookhouse bakery dengan berbagai rotinya yang yummy

Sakana tempat jual bento dan makanan siap saji ala Jepang. Fresh semua karena kitchennya langsung di belakangnya.
Ayo tebak kita mau ke kota mana untuk makan siang (doang)? Yak, kita pergi ke Kobe! Kalau denger kata Kobe ingetnya apa? Jangan bilang Kobe Bryant pemain basket ya, kalau kita ke Kobe sudah pasti kita kepingin makan the infamous Kobe Beef, the best beef in the world! Tadinya suami usul kita cari makan Kobe Beef-nya di Tokyo aja. Terus saya iseng nanya, berapa jauh sih Kobe dari Osaka? Setelah kita research ternyata sekitar 1 jam saja. Ya udah saya pikir kenapa gak ke Kobe aja sekalian? Kendalanya cuma 1, kita kudu geret-geret koper, lantaran kalau habis dari Kobe, kita bisa langsung naik Shinkansen ke Tokyo, jadi gak harus mampir Osaka lagi. Dengan kebulatan tekad, kita nekad deh geret koper, yang penting hasrat makan Kobe Beef di kota aslinya terpenuhi.

Blessing in disguise lainnya adalah, saat kita research jalur kereta dari hotel kita ke Sannomiya Station di Kobe, di rome2rio atau hyperdia, kita selalu disarankan untuk ganti kereta sebanyak 3 kali. Kira-kira 2 hari sebelum kita ke Kobe ini, saya melihat ada 1 kereta Rapid Express dengan jurusan Sannomiya, langsung dari stasiun di bawah hotel. Saya tadinya gak percaya, karena dari 2 website ternama disuruhnya berganti kereta. Terus iseng-iseng saya masukin di google, eh ternyata bener! Ada 1 kereta Hanshin Line Rapid Express yang nyambung terintegrasi dari Osaka Uehommachi sampai ke Sannomiya, dan cukup menghabiskan waktu 48 menit saja tanpa berpindah stasiun! Horeeee!! Geret kopernya gak usah banyak-banyak!!

Bukti nyata, beneran ada kereta Rapid Express dari Osaka Uehommachi Station langsung ke Sannomiya. Cihuy! 

Prestasi lagi, kopernya belum beranak sama sekali!
Sepanjang perjalanan 48 menit itu, Abby kebanyakan tidur siang. Mungkin udah kenyang habis makan kentang banyak. Tau-tau udah sampai aja kita di Kobe.

Exit gate di Kobe yang mesinnya banyak berderet. 

Suasana kota Kobe di Minggu siang yang cerah. Enak juga loh untuk strolling around jalan-jalan. Kita aja bawa koper dengan tenang di sini. 

Ikuta Road, salah satu jalan utama di Kobe, dan tempat di mana restaurant yang kita reserved berada. 
Lalu kita makan siang di mana sih? Nama tempatnya adalah Mouriya Restaurant. Mouriya ini adalah salah satu restaurant tertua dan terbaik di Kobe yang menyediakan Kobe Beef, dan merupakan restaurant yang sudah teruji waktu. Saingannya Mouriya adalah Wakkoqu Restaurant yang 7 tahun lalu suami saya sempat coba. Jadi saya penasaran nih, mending pilih Mouriya atau Wakkoqu. Saya sempat nanya bedanya apa sama Meta dari tripjepang.com, dan kata Meta, kalau Mouriya itu lebih ke "priyayi" style alias lebih exclusive, sementara Wakkoqu lebih merakyat.

Akhirnya saya dan suami memilih untuk ke Mouriya. Jangan lupa kalau mau kemari, kita wajib reserve terlebih dahulu. Saya yang reserve 10 hari sebelumnya saja tidak bisa dapat kursi di jam yang diinginkan, dan akhirnya menyerah dengan reservasi di pukul 14.00. Mouriya ini dibagi menjadi 3 restaurant dan berlokasi di area yang hampir sama dan cuma berseberangan. Yang pertama adalah Mouriya Honten (yang merupakan restaurant pertama mereka), lalu Royal Mouriya (yang konsepnya lebih fine dining yang tidak menerima anak di bawah 6 tahun, intinya mereka gak menerima anak-anak yang ribut deh hehehe), dan terakhir Mouriya Sannomiya (yang lebih family friendly, walau pricewise ya mirip-mirip saja). Saya reserve di Mouriya Sannomiya karena membawa Abby. Untuk yang tidak bawa anak, boleh coba di Royal Mouriya.

Sertifikasi Kobe Beef. Cuma yang punya gold certification ini yang menjamin kalau dagingnya asli dan turunan murni Kobe Beef dari Hyogo Prefecture, bukan campuran. 
Kobe beef yang asli HANYA BISA ditemui di Jepang. Kalau ada yang ngaku-ngaku jualan Kobe Beef di luar Jepang dan berani kasih harga mahal, don't be fooled by it. Beef lain yang statusnya di bawah Kobe Beef saja soalnya sudah banyak yang enak dan marblingnya bagus, dan orang suka ngaku itu adalah Kobe Beef, tapi kita jangan sampai tertipu, karena begitu turunannya sudah tidak murni, tidak bisa lagi disebut Kobe Beef. Mungkin saja bisa disebut Specialty Beef, Tajima Beef, intinya bukan Kobe Beef.

Sebelum memutuskan mau makan atau tidak, bisa intip dulu kira-kira set menunya seperti apa.
Mouriya Sannomiya terletak di lantai 3, tepat di atas Royal Mouriya yang terletak di lantai 2. Karena kita tiba 45 menit lebih awal, walaupun kita geret-geret koper, kita tetap tidak boleh masuk dahulu, cuma koper kita saja loh yang boleh masuk, sementara orangnya disuruh kembali lagi 15 menit sebelum pukul 14.00. Karena itu, kita pakai kesempatannya untuk jalan-jalan sedikit di sekitar area.

Buat yang kepingin nyoba Mouriya, kita ini berdiri pas di depan restaurantnya di Ikuta Road. Depannya terlihat toko Tokyu Hands (yang juga cukup terkenal di Jepang). 

Bentuk depan restaurannya sangat sederhana. Lift ada di sebelah dalam di kiri, dan kayaknya cuma bisa dimasuki 4 orang. 
Sepanjang jalan di Kobe ini, banyak sekali restaurant yang menawarkan Kobe Beef. Tapi lagi-lagi kita harus hati-hati ya, kemungkinan yang dihidangkan itu bukan Kobe Beef asli melainkan turunannya. Apalagi kalau harganya tidak mahal, sudah pasti itu bukan Kobe Beef.

Nih contohnya, ada yang nawarin beef dengan harga JPY 2,500 (IDR 300,000) nah jangan harap itu Kobe Beef

Lalu banyak sekali restaurant yang menjual Kobe Beef, tapi kokinya nangkring-nangkring di luar nawarin masuk. Sementara the real Kobe Beef place macem Mouriya atau Wakkoqu, reservasinya saja sudah ngantri. Jadi benar-benar harus research juga sertifikasi restaurant tersebut.

Berhubung masih ada waktu, mending kita explore Tokyu Hands yang katanya terkenal banget menjual arts and crafts. Ngintip dulu aaahhh...

Bento itemssss...bento items everywhereeeee!!! Gile, ini nikmat banget buat yang suka bikin bento-bentoan! 

Termos, botol minum, dan perlengkapan lunch box, satu section sendiri, mantab!! Gak murah, tapi komplit bikin ngiler-ngiler.

Ini payung berderet-deret, mau tipe apa aja ada, di sisi sebelahnya juga masih jualan payung loh! Mulai dari yang harga JPY 1000-an sampai JPY 10,000-an (IDR 120,000 - IDR 1,200,000) juga ada!
Habis puas lihat-lihat (dan belanja dikit), kita balik lagi ke restaurantnya. Eh iya, mau kasih tau, kalau di Jepang itu kan sering kita melihat ada tulisan Tax Free Shopping di beberapa tempat (di Tokyu Hands ini termasuk). Nah itu artinya, di toko tersebut kita otomatis akan mendapatkan tax refund kalau jumlah belanjaan kita memenuhi jumlah tertentu (gak usah urus di tempat lain lagi). Biasanya sih jumlah minimalnya either JPY 5,000 atau JPY 10,000 (IDR 600,000 atau IDR 1,200,000). Jadi kalau belanja kurang dari itu, jangan harap bisa tax free ya. Tapi tidak semua toko mempunyai policy ini dan tax free shopping tidak berlaku untuk restaurant atau penyedia jasa lainnya.


Ini adalah Mouriya Honten (Head Restaurant), lokasinya berseberangan dengan Mouriya Sannomiya. 

Sesudah masuk gedungnya Mouriya Sannomiya, pas keluar lift, langsung mentok ketemu pintu kayak begini. Pas-pasan aja gitu, lalu kita dipersilakan masuk dan dikasih tempat duduk. 

Tissue dan sumpitnya. Sampai sekarang saya masih bingung kenapa ada tulisan Rusianya hahaha. Mestinya saya nanya ya.
Sebelum saya lanjut dengan pilihan menu, saya mau jelasin dikit mengenai grade pada beef. Dalam dunia Japanese black beef di Jepang itu ada 2 jenis grade yaitu yang ditentukan oleh huruf, dan ditentukan oleh angka.

Huruf menandakan yield grade alias bagian dari tubuh. Makin premium bagiannya, makin tinggi gradenya.
A: Above Standard
B: Standard
C: Below Standard

Angka menandakan garis-garis halus diantara daging sapinya, istilah lainnya adalah BMS (Beef Marbling Standard). Makin bagus marblingnya, makin melelehlah itu beef di mulut kita. Nilai BMS ada 1 sampai 12, dan dibagi menjadi 5 kategori. Makin tinggi, makin bagus.
5: Excellent BMS 8-12
4: Good BMS 5-7
3: Average BMS 3-4
2: Below Average BMS 2
1: Poor BMS 1

Jadi, grade beef apa yang tertinggi? Semua sudah tau jawabannya ya, yaitu A5.

Terus gimana perawatan sapinya sampai bisa dapat grade A5? Denger2 sih, dikasih makannya adalah jagung dan beras bermutu tinggi, suka dikasih minum beer, dan khusus dimassage supaya bisa relax itu sapi-sapi. Bahkan nih, supaya sapinya nyantai, bulunya itu disisir pake cairan sake. Kalau Elvi Sukaesih ada mandi madu, sapi Kobe ada mandi sake. Lah ini mah manusia aja kalah. Pantesan aja dagingnya cakep begitu!

Menu set lunch Kobe Beef. Jangan bingung sama angka di harganya yang agak mengerikan sedikit.

Kalau ingin pilihan yang lebih terjangkau, bisa memilih specialty beef yang juga merupakan Japanese black beef, tapi bukan turunan murni Kobe Beef
Berhubung kita sudah sampai di situ, sudah pasti kita langsung pesan yang Kobe Beef Steak Grade A5. 1 set 150 gr Premium Sirloin dan 1 set 180 gr Rib Steak, masing-masing seharga JPY 11,800 plus tax jadi sekitar JPY 12,744 (IDR 1,529,280) per orang, dikali 2, jadi sekitar IDR 3 juta buat 1 kali lunch. Worth nggak sih? BANGET! Malah agak nyesel kenapa gak pesan yang lebih besar steaknya karena kita ragu-ragu. Hahahahaa. Cuma mau nambah 1 set lagi setelah itu, kok ya sayang (kekep dompet erat-erat). Jadi manusia memang gak boleh serakah, next time ke Kobe balik lagi. Oh iya, karena saya datangnya hari Minggu, jadi tidak ada special lunch offer yang sedikit lebih murah (plus dapat bonus sorbet). Jadi kalau mau sedikit lebih hemat, coba datang pas weekdays.

Sepiring sayur buat 2 orang. Lah kok pelit amat, mana kenyang ini? *banyak maunya*

Potato soup yang enaaaaaakkk sekali! Abby juga dapet sup ini pake mangkok bergambar mobil, tapi anaknya gak doyan. Cuma kalau mamanya yang ngabisin, malu diliatin chef-nya hahaha. 

Boleh pilih nasi atau roti, kali ini kita pilih roti. Rotinya hangat, empuk, dan enak, butternya juga pas banget.

Untuk minum kita bisa pilih kopi, teh, softdrink, atau juice. Ini saya pilih grapefruit juice (alias jus Jeruk Bali)

Di masing-masing piring besar sudah disiapkan bawang putih goreng, garam, lada, dan wasabi. Lalu juga ada 2 macam dipping sauce on the side (saya lupa foto)

Heavenly goodness!! Yang depan itu adalah Rib Steak, yang belakang adalah Premium Sirloin. Gosh... see that marbling! Edan! 

Sudah tradisi, chefnya akan fotoin kita bersama dengan beef-nya sebelum dia masak. 

Dan kita juga dikasih kesempatan foto si Chef bersama dengan beefnya. Chef saya ini tinggi, dan lumayan ganteng loh. 

Operasi pemasakan daging dimulai. Rib Steak terlebih dahulu. Daging dipisahkan dari lemak di sampingnya. Tak ada bagian terbuang, lemaknya pun luar biasa!

Chop chop chop chop! Konsentrasi supaya hasilnya rata semua.

Sementara itu kita juga menikmati salad yang disediakan. Saladnya juga lezat sekali dengan potongan bit dan rocket leaves.

Setelah semua potongan lemak disisihkan dan dicacah, sapinya siap dipotong dan dihidangkan dengan sayuranya. Kita memilih tingkat kematangan medium.

Untuk step pertama, kita dikasih sebagian dulu, buat kita taste test dengan masing-masing dari condimentsnya. Karena dapetnya cuma sedikit, dimakannya pelan-pelan banget dan dinikmati. Pertama kali, harus pakai garam doang! Wajib! Setelah itu, terserah pakai apa saja.

Siap-siap gigit Kobe Beef.
Terus rasanya gimana sih? ENAK BANGET!!! Ya ampun, makan daging sapi, tapi pas masuk mulut, sapinya itu meleleh-leleh lemaknya di dalam mulut. Terus pecah sepecah-pecahnya, serasa juice dari daging masuk ke seluruh rongga mulut. Kematangan medium ini bikin kita masih bisa merasakan tekstur beef yang super lembut, sambil dihiasi oleh aroma panggang dari teppanyaki. Masih inget serial anime Born To Cook? Kalau dicompare sama serial itu, pas saya lagi ngunyah Kobe Beef ini, rasanya seperti terbang di atas awan dan melintasi pelangi!! (lebay dikit boleh dong!)

Yang depan itu si Rib Steak, yang belakang itu si Premium Sirloin. Dua-duanya sama nikmatnya. Yang sirloin sedikit lebih "berisi". 

Suami saya sampai merem melek begitu (posenya emang juara!)

Toge yang cuma seiprit tadi itu, dimasak dengan lemak dari Kobe Beef, this is the best beansprout in the world! Serius enaknya amit-amit! Itu di kiri adalah lemak yang sudah garing. Pas digigit... cessss! Nikmat tak terkatakan! Bahkan sayurannya aja enak banget!

Loh, kok udah kelar? Gak rela aku gak rela! Waiter kita nawarin untuk motoin kita sehabis makan, yang artinya lunch course kita sudah hampir selesai. *memandang hampa*

Entah kenapa si Mouriya ini pakai lambang kapal layar untuk logo restaurannya, Di sebelah kanan adalah berbagai macam penghargaan yang sudah mereka dapat. 

Restaurantnya tidak besar, palingan hanya seukuran ruko di Jakarta. Seluruhnya menyajikan hidangan beef (or seafood) secara teppanyaki style.

Ini pasangan turis Hong Kong kocak, dan kayaknya seumur hidup gak pernah makan steak. Ditanya sama chefnya, "How would you like your steak to be done?" Dijawab sama dia, "I don't care". Terus ditanya lagi, "On a scale of 1 to 5, 5 being well done, how would you like it?" Dijawab lagi, "I don't care. Up to you." Makanya itu waiter yg di kiri sampe nengok dan ketawa. Terkadang saya mikir, biar duit saya pas-pasan, yang penting pengetahuan kita harus terus ditambah, terutama soal cara makan, biar gak gitu malu-maluin kalau ditanya soal hal-hal macem gini. 

Seluruh penghargaan yang diterima oleh Mouriya (dan ada gambar sapinya semua hahaha).

Sebelum keluar lagi, bapak sama anak ini pose selfie sok cute (padahal yang cute anaknya doang, bapaknya...ya gitu deh...)

Ini contoh lagi, tulisan besar-besar Kobe Beef, tapi lihat harga segitu, be aware. 
Waktu itu, sebetulnya kita sudah reserve Shinkansen Hikari 476 untuk keberangkatan pukul 16:25 yang akan tiba di Tokyo pukul 19:40. tetapi saat kita selesai makan, waktu menunjukkan pukul 14:45. Shinkansen menuju Tokyo itu adanya satu jam sekali, yang berarti, kalau kita nekad ngejar, kita bisa naik Shinkansen yang pukul 15:25 dan memberikan kita keuntungan 1 jam lebih awal tiba di Tokyo. Kekurangannya, kita jadi harus naik gerbong non-reserved yang kemungkinan penuh. Tapi karena Kobe adalah stasiun sebelum Osaka, kita pikir masih ada chance untuk dapat tempat duduk. Jadilah kita jalan ngebut sengebut-ngebutnya sambil bawa anak dan bawa koper. Pertama kita balik dulu ke Sannomiya Station untuk naik Subway menuju ke Shin-Kobe.

Subway dari Sannomiya Station menuju ke Shin-Kobe.

Setelah lari-larian dengan penuh semangat, WE MADE IT! Lihatlah kalau gerbong non-reserve, penuhnya kayak begini! Jadi saya duduk berdua dengan Abby, sementara suami duduk di kursi lain. Untungnya di tengah jalan yang di sebelah saya pindah, jadi suami bisa duduk bareng.

Berhubung Abby tadi cuma makan kentang McDonalds aja dan ngga makan siang, dia bisa ngehabisin 1 container Chipstar (Semacam Pringles). Mama komat kamit sambil berdoa semoga dia gak sakit leher. 

Hobi anak ini, nemplok di jendela (macem burung kakak tua).

Dari hari-hari sebelumnya belum sempet foto JR Pass, mumpung santai di Shinkansen, saya fotoin deh. Nih bentuknya kayak gini, dan tanggal di situ adalah tanggal terakhir kita bisa pakai JR Pass-nya. 
Di gerbong non reserved ini, pas awal kita masuk, semua orang masih bisa dapat tempat duduk. Tapi begitu masuk ke Shin-Osaka, keretanya penuh sampai orang-orang pun harus berdiri, dan baru bisa lebih sepi saat sudah sampai Nagoya. Jadi, buat yang memang sudah punya rencana perjalanan, sebaiknya memang buat lebih detail, supaya bisa reserve seat terlebih dahulu.
Selain nemplok dengan gaya berlutut, anak ini juga nemplok dengan gaya berdiri. Mungkin dinikmati soalnya ini kali terakhir kita naik Shinkansen. Sehabis itu Abby molor deh, sampai akhirnya kita tiba di Tokyo Station. 

Dari Tokyo Station, kita naik JR Local ke Stasiun Shinjuku, dan hotel kita kali ini lokasinya kira-kira 10-15 menit jalan kaki dari Stasiun Shinjuku (tergantung seberapa cepat jalannya).

Sampai hotel, langsung check in dulu buat taruh koper, soalnya udah capek banget setelah hampir 3.5 jam di Shinkansen. 

Dan inilah hotel kita di Tokyo untuk 5 malam sampai nanti kita kembali ke Jakarta. Hilton Tokyo - Shinjuku terletak di kawasan Shinjuku tapi daerah elit-nya alias daerah gedung-gedung pemerintahan dan perkantoran, bukan di daerah keramaian dan hiruk pikuk di dekat stasiun. 

Di bawah Hilton Tokyo ini ada kompleks restaurant dan butik-butik yang namanya Hiltopia. Tapi kebanyakan butik-butik dan tutup di hari Minggu.  
Kita jalan sedikit dari hotel kita untuk cari makan malam, dan mata langsung tertuju kepada display pasta ala Jepang yang sungguh menggoda di dinding, dan kita langsung masuk ke Spaghetti Goemon, yang ternyata juga buka cabang di Singapura.

Menggoda banget ya displaynya kelihatan dari jalan raya.

Malam itu mood anak ini bagus banget dan rada gampil difotonya. Biasa susah banget!

Anak cukup 2 saja, dukunglah program pemerintah. 

Royal Milk Tea dan soup saya. Entah apanya yang royal dari milk tea itu hahahaha.

Iberian Pork Bacon and Sausage In Tomato Arabiata, yang ini pesenan suami. Heran, masih gak bisa move on juga dia dari pork! Untungnya pork memang enak!

Mentaiko (spicy cod roe), Shrimp, Shimeji & Japanese Herb "Aojiso". Namanya susah banget ya, tapi yang ini pesenan saya, dan rasanya endang!! 

Lalu ini yang dimakan sama Abby. Mozzarella & Eggplant with Wagyu Black Beef Ragout Sauce. PALING ENAK DIANTARA SEMUANYA! Sebenernya sih kita pesen macem-macem, dan lihat Abby paling suka yang mana hihihi. Yang penting dia makan deh :)

Siap-siap makan! Itadakimasu! Sepiring tapi isinya banyak bener!

Pas dia coba, ternyata, DOYAN BANGET! Anak ini seleranya memang ajaib.

Saking dia napsunya, sampai saya langsung cepet-cepet pakein bib karena belepotan.

Bukan cuma garpunya yang jalan, tangan pun juga jalan buat masukin spaghetti ke mulut. Ini anak kok tau aja sih yang enak-enak.

Terus ngerasa kotor sendiri, dan minta tissue buat lap-lap tangannya. 

Foto favorit saya. Super antusias makannya. Entah karena enak atau karena laper. Tapi kayaknya sih karena enak banget.

Yang ini dark chocolate cake with matcha filling and matcha ice cream. 

Pas dibelah... Meleleh leleh itu matcha fillingnya. Enaaakkkk. Bayangin, si Abby aja yang biasanya gak gimana sama cake, bisa doyan banget! 
Setelah makan malam, kita iseng main ke Hiltopia di bawah hotel kita yang ternyata beneran kosong melompong, tapi ada 1 convenience store yang menjadi our daily savior. Kenapa? Karena di hotel kita gak disediain air mineral complimentary! Bayangin, hotel bintang 5 yang harganya lumayan najubileh itu, air sebotol aja gak disediain hihihihi *tertawa miris*. Ada sih di kulkas tapi mihil. Convenience storenya juga besar, nyaman, dan yang jelas segala roti-rotian sampai bento-bentoan ada semua (walaupun kita gak pernah beli bento lantaran Abby gak suka nasi dingin hahahaha), jadi kita gak takut susah untuk cari snack or makanan sederhana untuk quick breakfast. Thank God for this store!

Convenience store penyelamat yang bagus dan nyaman.

Mau minuman apa? Kumplit semuanya! Dari juice sampai coffee to go yang kemasannya beneran kayak cup coffee shops.

Chips galore! Itu yang Chipstar warna merah adalah favorit Abby. Gak takut kehabisan stock deh hahaha.
Oke, sekarang kita masuk ke kamarnya ya. Waktu kita memilih hotel, kita mikirnya harus save the best for last. Hotelnya yang paling oke (menurut kantong kita ya, yang lebih mahal lagi juga banyak) dan kalau bisa ranjangnya King Size. Seperti yang pernah saya kasih tau di postingan awal, nyari ranjang King Size di Tokyo itu, cuma ada di hotel-hotel yang bagus aja, plus harganya agak abnormal hahaha. Karena kita sudah di kota tujuan terakhir, oke lah kita pilih hotel yang lebih classy. Hilton Tokyo Shinjuku ini adalah hotel no.2 terbaik di Shinjuku (hotel no.1 nya kemahalan buat kita). Kita pilih King Deluxe Room untuk lima malam. Average harga per malam di kisaran JPY 42,000 (IDR 5,042,000) room only. Kita pilih yang King Deluxe karena menurut info di websitenya, ruangannya telah direnovasi terutama kamar mandinya. Kamarnya ada di ukuran 30m2, tapi nggak tau kenapa, hebatan si Sheraton Miyako Osaka kemarin pengaturan furniturenya, yang ini terasa lebih sempit dan kamar mandinya lebih mungil. Tapi mengingat betapa susahnya nyari hotel dengan ukuran ruangan wajar di Tokyo, hotel Hilton sendiri sudah dipuji banyak orang karena ruangan kamarnya cukup besar untuk standar Tokyo.

Perlengkapan minum teh yang sangat Jepang banget

Ukuran ranjang King Size! Yay finally lebarrrr... (Tapi ya boboknya bertiga sama si Abby, sama aje muter anaknye hahahaha).
Pas saya balik ke Jakarta, saya sempet kaget loh, baru ngeh kalau ruangan saya ini kok furniturenya lebih mirip ke King Hilton Room, bukan King Deluxe Room yang satu step di atas King Hilton Room. Maklum sampe sana kan udah cape, jadi gak perhatiin detail. Jadi saya email deh si Hilton Tokyo, kasih comparison gambar kamar saya dengan yang di website. Penasaran doang. Tapi dari pihak Hilton Tokyo bilang kalau kamar saya adalah King Deluxe Room yang sudah direnovasi. Ya sudah lah yaow, masak saya gak percaya sama tanggapan dari pihak hotel? Tapi memang bener sih, walau kamarnya masih pakai furniture yang model King Hilton, tapi kamar mandinya kelihatan baru direnovasi. Terima saja lah toh udah bobo enak di situ hihihihi. *Tapi lumayan jeung, selisih ribuan Yen per malam bisa buat beli Siomay sama gerobaknya*

Lounge chair dan meja kerja. Posisi meja kerjanya bikin saya kesandung kakinya beberapa kali hahaha.

Kamar mandinya minimalis (banget)

Amenitiesnya dari Peter Thomas Roth dengan ukuran super duper mini, dan yang kocak, semua perlengkapan macam shower cap dan sikat gigi, depannya pakai kata "deluxe". Sampai sekarang saya masih bingung apanya yang deluxe dari sebuah shower cap hahahaha. Dibandingkan dengan dua hotel sebelumnya, perlengkapan di sini bener-bener Amerika banget alias pas-pasan.

Bathub dan shower (yang sudah direnovasi pakai screen kaca seperti di gambar ini dan pakai shower system yang integrated)

Wece standar di Jepang dengan berbagai tombol. Gak ada deh yang ngalahin Sheraton kemarin yang pakai remote hahahaha.

Di dua hotel sebelumnya kita dikasih sleeping gown, kalau di sini dikasih yukata. Yukatanya enak bahannya dan anget banget, jadi tiap hari saya bobo pakai ini dan celana panjang.

Posisi kamar kita ada di lantai 26, dan kita dikelilingi oleh banyak pencakar langit.

Abby mendapatkan kid's amenities yang lucu banget. Selain sikat gigi, juga ada handuk dan selop bergambar teddy bear.

Walau belum mandi, anaknya sudah antusias buka handuk mini-nya  yang ternyata isinya alphabet dan angka-angka. 
Nah, masih ada yang inget gak, tadi siang saya beli Happy Meal di McDonalds lalu hadiahnya dapat lokomotif kereta? Now, it's time for us to find the verdict, kereta mana yang kita dapat? Apakah kereta model tua berwarna hijau seperti yang Abby mau? Ataukah kereta Shinkansen yang Papa mau? Ataukah mereka berdua sama-sama kecewa karena gak dapat keduanya?

Nih, bungkusannya biru begini, gak mungkin bisa ketebak kan kecuali meraba-raba dengan teliti

Hayo, sekarang waktunya kita buka bungkusnya!

Dan ternyataaaa... Abby yang menang! Dapetnya bener-bener sesuai dengan yang dia inginkan yaitu lokomotif hijau. Abby, next time kamu minta dong duit brapa puluh juta dolar gitu buat Papa dan Mama. Kamu minta lokomotif hijau aja bisa kesampean.

Sebelum tidur, main dulu ya sama kereta-keretaan. 
Selesai juga hari kita yang lumayan panjang hari ini dan isinya banyak di kereta. Tapi saya bisa bilang, hari ini sangat memorable. Bisa melihat Osaka dari dalam bianglala besar, bisa iseng ke Kobe cuma untuk makan siang, dan malamnya, Abby makan banyak dan seru banget sampai ludes. Besok kita lanjut lagi ke tempat tujuan lainnya. Selamat malam, Tokyo!

94 comments:

  1. huaa baca deskripsi kobe beef sukses bikin g laperrr.... tapi aku tak rela sama harganyaaa hahaha
    lihat rate hotel di jepang juga nelen ludah hehehe, tapi bener ya kalao dipikir2 hotel di indo itu jauh lebih murah dengan fasilitas yang lebih ciamik..
    abby mungkin laper juga ya karena siang ga makan.. dia ga doyan beef kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa2 sekali2 makan di Kobe, Bon. Kemarin ini aku lihat harga Tajima Beef di salah satu resto di Jakarta jauh lbh mahal drpd itu dan aku gak yakin apakah chef di sini masaknya sebagus di sana yg sangat precise. Gak rela makannya kl di Jakarta.

      Bener banget. Pas kita masuk ke tiap kamar di Jepang itu selalu rada mikir.. gini doang toh. Hahaha. Kayaknya harga segitu di Jkt udah dpt kamar di hotel berbintang yang ukurannya 60m2. Tapi ya memang itu kenyataan yg harus dihadapi pas milih kamar.

      Abby kalau daging itu doyannya yang daging cincang Bon. Itupun bumbunya yg basic gak aneh2 spt masakan rumah. Picky makannya. Selama day 6 itu Abby memang moodnya cakep banget walau lunchnya gak banyak. Jadi malam jg makan lahap krn kebantu good mood.

      Delete
  2. seru naik bianglala nya kalo goyang2 ya. hahaha. gua pas naik high roller di vegas itu gede banget jadi gak berasa banget goyangnya.

    sapi emang katanya mesti dikasih minum beer atau alkohol biar dagingnya empuk nantinya ya... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Goyangnya sedikit Man kalau pindah duduk, tapi masih berasa. Kalau High Roller itu udah model struktur modern, macam London Eye, jadi udah kurang seru lagi in terms on sensasi naik Ferris Wheelnya karena udah kaku gak goyang hehehe.

      Fungsi beernya itu bukan secara langsung bikin dagingnya empuk Man, tapi lebih supaya sapinya super relax, nyantai, gak ada otot yang tegang, jadi marblingnya cakep.

      Delete
  3. Huaaaa kobe beefnyaaa, ngilerrr, harus nyoba nih suatu saat nanti, pastanya juga bikin ngiler. Abby baik banget ya, jarang banget rewel kalo baca sampe hari ke-6 ini, jadi jalan-jalannya juga bisa enjoy bener.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diusahain coba ya kalau ke Jepang, biar gak penasaran. Pastanya memang enak. Kalau nggak mau jauh-jauh, bisa coba di Singapore ada juga. Abby memang so far anaknya baik, rewelnya ada, tapi paling rewel memang pas 2 hari terakhir karena dia gak suka keramaian. Bisa tebak di mana?

      Delete
  4. ya envelope masa hotel bintang5 ga nyediain mineral water *melongo*

    ngelihat kobe beef jadi keinget film "jero dreams of sushi" yang mana ke restonya musti booking dulu berbulan2 dengan harga yang premium

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada Don. Tapi harganya 4 kali harga convenience store hahaha. Gak ada complimentarynya. Biasa kan dapet ya 2 botol per hari. Ini ngga loh hahaha.

      Jiro Ono sih emang legendary banget. Obama jg makan di tmpt dia kan. Kalau itu kelasnya udah super high, seandainya reservasi batal aja kena denda hahaha.

      Delete
  5. kaaan...makanan Jepang enak kan yaa. Baca cerita ini serasa ikut makan deh, nyam nyam nyam. Chip Star itu emang enaak banget, Jagariko juga.
    Seru deh petualangannya. Besok Hakone ya? Atau Kamakura? Next time kalo ke Jepang lagi, pergi ke Shirakawa, Hida-Takayama, Nikko, atau Sapporo sekalian...dijamin turisnya ga sebanyak Kyoto/Nara/Osaka. Cobain onsen juga...hehehe jadi ikut semangat nih. Ditunggu lagi nomer 7-nya yaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan saya udah pernah tulis di bagian depan. Makanan Jepang itu pilihannya cuma enak atau enak sekali hahaha. At least dr yg saya coba ya. Kecuali di theme parks agak mediocre.

      Next time ke Jepang yg entah kapan pinginnya emang main ke Hokkaido. Tp boleh lah extend di Tokyo lamaan hahaha. Tapi skrg udah rame juga loh krn mulai open banget for tourism.

      Delete
    2. Agak lamaan di Tokyo juga asik. Tokyo tuh ga abis-abis buat dieksplor....Yokohama juga menyenangkan kotanya, cantik. hiks..jadi kangen Jepang...

      Delete
    3. Saya aja msh ngerasa sangat kurang untuk explore Tokyonya. Wish to stay longer beneran deh.

      Delete
  6. Makan mahal asal enak emang gak pernah bikin nyesal ya. Setujuuu! Dan experience nekat nekatan itu biasanya jadi memori indah yang bakal susah dilupakan deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, Fradita! Malah menurutku, Kobe beef itu kan memang gak murah ya, tapi aku pernah makan steak di Jakarta, lebih mahal daripada itu, tapi gak gitu enak! Ampun deh. Sementara itu Kobe Beef, tanpa bumbu aja nikmatnya udah kayak gitu.

      Delete
  7. Sepanjang jalan berangkat ke kantor, bacain postingan ini saking seru nya.. hehehe.
    kobe beef nya mantep banget ci, ngebayangin gimana enaknya makan daging sapi kobe. Baru tau dr blog cici kl ada istilahnya turunan murni utk daging kobe..

    walah, hotel bintang 5 tp ga disediain air mineral.. sempet nanya ga ci, alesan nya ga disediain air mineral?
    padahal rate per mlm nya jg mihil.. huhuhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan ya Cyn, nambah-nambah ilmu soal persapian hahaha. Japanese people take their food seriously. Makanya black beef aja spesifik banget mereka punya standar penilaian.

      Disediain sih air mineralnya, tapi kudu bayar hahaha. Maksudnya tuh gak ada complimentary sama sekali. Memang sih tap waternya mereka enak dan bisa diminum, tapi kan tetep enak ya kalau dapat bottled water terutama buat abby minum.

      Delete
  8. wah suka ngeliat posenya abby pas lagi makan...

    baca postingan ini, ngebayangin gimana rasa kobe beefnya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makannya super semangat banget tuh pas di Goemon. Kayaknya nikmat tak terkira hahaha (cocok untuk dikirim buat iklan spaghetti hahaha). One day dicoba aja Kobe Beef-nya.

      Delete
  9. ci, gue ga gitu doyan daging sapi tapi baca en liat kobe beefnya tuh jadi buat ngiler loh, hahahaha mulut berasa pengen icip2 dah :D
    staf di Mouriya baik bgt malah nawarin buat motoin, asikk!!

    keren bgt pemandangan dari bianglala Tempozan ci!! *kok pas naik bianglala dufan biasa aja ya, xixixixi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya sudah tradisi gitu ya orang-orang yang makan di sana ada urutan fotonya hihi. Kayak udah SOP gitu. Bahkan di sebelah2 cici yang makan dagingnya non Kobe Beef aja tetep difotoin kok. Kan banyak juga orang cuma mau beli experiencenya aja makan di Mouriya.

      Bianglala Dufan soalnya campur sama tegang dan terbuka sih Wi. Mana goyang reggae. Langit Jakarta juga gak secerah itu, dan bianglalanya gak tinggi2 amat.

      Delete
  10. Porsinya kobe cuma yang ada di gambar??? Sejuta lebih??? Untung chef nya ganteng lo.. #salahfokus
    No wonder orang Jepang kerja keras ya hahaha. Tapi fotnya emang menarik, dan penggambaran kata2mu pas makan kobe le.....bener2 kayak deskripsi komik Jepang yang temanya tentang masak2. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhahaa. Sejuta setengah itu buat selembar daging, Pau. Dua lembar itu ya tiga juta haha. Tapi serius enak banget! Tapi aku bilang sih banyak juga resto yang harganya mahal-mahal di sana, dan harga segitu masih wajar buat Kobe Beef A5. Orang Jepang itu kata guideku di hari berikutnya, gajinya sih besar, cuma almost no time to enjoy holiday, jadinya mereka spend money untuk makan. Food is such a great leisure for them.

      Delete
    2. Dulu temenku ada yang magang di Jepang, dan dia ga suka. Katanya no social life, isinya kerja mulu. Jam kantor jam 8, orang2 masuknya jam 6. Jam pulang jam 4-5, orang2 pulangnya jam 6an. Gak cocok ma model orang kayak aku yang demen have fun.
      Kalo aku makan kobe mungkin aku cicil kali yaaaaaa, makan sepotong trus ngbrol sejam sama chefnya hahaha, ga mau rugi

      Delete
    3. Staff kantor suamiku pas di Spore dulu, paling ga suka kalau dikirim ke Jepang. Selain pulangnya malem melulu, org Jepang itu kan terkenal system kaizen itu ya yg apa2 hrs perfect. Jd apa2 harus di test run berpuluh2 kali sblm di launching pdhl udah ketauan bener. While di Indo, 1 kali test run aja udah pede hahaha. Orang2 sana tuh jam 6 mah early bangettt.. rata2 malam gitu pulangny. Parah.

      Hahaha. Lgsg ga enak itu steak keburu dingin, Pau.

      Delete
  11. Wow....slurppp,yummyyy, mau dong Kobe beef nya, hiks hiks. Btw, Chefnya ganteng juga ha ha , tambah enak makanannya ya, he he.
    Hotel Jepang memang gila2 ya mahalnya dan kecilnya. Makanya teman Jepang saya waktu ke sini, nginap di hotel Mulia, puas dan impress banget dengan hotel di sini, ha ha. Unbelievable cheap and big katanya (padahal buat saya muahallll ha ha).
    Tentang ramenya train, jadi teringat waktu dulu dapat scholarship Fujitsu Hawaii include visit ke kantor pusat di Tokyo selama 2 minggu, direktur Fujitsu yang selama di Jakarta kemana2 naik mobil mewah plus supir, disana, barengan kita desak-desakan di train. Gak pegangan juga gak jatuh tuh pas jam pulang kantor. Makanya dulu pas jadi auditor dan kebetulan banyak dapat klien Jepang, banyak petingginya yang suka sedih saat repatriasi kembali ke Jepang karena fasilitas lenyap semua.
    Btw, diluar topik Le, tanya dong kalau boleh ya, anak teman kamu itu yang akhirnya GPA 4, berubahnya karena apa ya? Ada les khusus atau konsultasi khusus atau vitamin khusus gak ya? Koko ini benar2 bikin Mommy sibuk mencari2 cara supaya bisa survive di sekolah, hiks hiks (gak perlu sampai nilai tinggi, yang penting survive untuk pass the grade aja). Atau dengan berjalannya waktu, semakin dewasa dan sadar sendiri, jadi bisa berubah tanpa perlu les or treatment apapun? Helpp ya Le. Thanks Le.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya Jul, kasian banget orang Jepang itu. Di sana hidup stress levelnya tinggi abis. Pukul 11 malam, stasiun malah penuh yang isinya orang-orang pulang lemburan. Bahkan banyak dari mereka gak bisa catch the last train jadi bobo di pod hotel. Biarpun keren-keren pakai suit, tp kerjanya lebih gila daripada kuli di sini. Makanya buat expat Jepang yang dapet kerja di Jakarta, bagi mereka heaven on earth banget!! Di sini dihormatin kayak apa, padahal di sana mereka cuma umpel2an di public transport hahaha.

      Untuk ngejawab soal temenku, dia itu cerita, kena slap in the face pas kelas 5SD. Nilainya kedua terbawah alias 1 poin lebih rendah, dia udah gak naik kelas. Malunya setengah mati. Dan mamanya bilang, kalau dia gak kerja keras, gak akan bisa lanjut sekolah lagi, apalagi masuk sekolah idaman. Yang jelas gak ada treatment apapun selain mama dan papanya yang ngoceh keras.

      Delete
  12. aku tak sanggup byr kobe beef itu mahill sekali ha222
    balik rendang padang Sed*rhna aja deh , mantapp wkwkwkwwkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sanggup sih gue yakin elu sanggup kok Ven, cuma emang harus diyakinin banget kalau lu emang suka beef, jadi worth every yen spent. Nah kalau bule suka bingung kenapa org Indonesia masak rendang malah direndem dan dimasak berjam-jam. Katanya quality beefnya kan jadi gak bisa dipertanggungjawabkan. Padahal orang Indonesia mah, mau beefnya kayak sendal kek, begitu direndang jadi empuk dan sedap hahahaha.

      Delete
  13. Hai mbak Leony. Saya udah lama SR trus kemarin pas baca postingan Abby Tamasya ke Jepang 5 pengen komen. Udah komen tapi kayaknya ga masuk ya? hiksss....

    Pas baca sampe 5, saya pengen komen kok ga sekalian main ke Kobe, by? eh, ternyata terjawab di postingan ini... hihihi...

    Saya kebetulan udah hampir empat tahun di Kobe dan belum pernah sekalipun makan Kobe beef dong! hahaha... terkait masalah religious sih sebenarnya. Tapi ya udah deh, pilihan hidup... hehe..

    Ditunggu cerita perjalanan Abby selanjutnya ya, Mama Abby... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhhh kok gak masuk ya komennya. Untung sekarang masuk. Next time dicopy dulu itu komen, just in case gak masuk tinggal paste. Biasa ini wordpress dan blogger suka "musuhan" hahahaha.

      Oh gak bisa makan Kobe Beef soalnya sapinya ditreat pakai alkohol sih ya, Cha. Coba ditanya, kalau lower gradenya yang nggak minum alkohol yang mana. Kali aja ada yang mirip-mirip juga.

      Delete
  14. cici ngilerrr kobe beef nya.. ampe nelen ludah liat beef nya... mupeng en ngilerrrrr,,

    nelen ludah juga buat liat harga sheraton nya..

    naik Giant Ferris Wheel nya ga gitu mahal ya ci..

    aku juga suka banget pose abby makan spageti nya,,
    lucu banget cii

    waiting for next story nya ci,,
    semangat-semangat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, padahal cuma sebongkah beef, tapi bisa bikin ngiler ya! Emang endeus banget, dan harus difoto banyak-banyak, biar seengganya masih bisa kebayang rasanya.

      Itu harga Hilton Tokyo, Dayenna. Kalau harga Sheraton di Osaka kemarin lebih murah. Malah paling murah dibandingin 2 hotel lain yang cici tinggal, padahal udah room yang premium (room yang reguler dan comfornya lebih murah lagi).

      Emang tuh anak napsu banget deh makannya, sampe papanya klik berkali2 di kamera saking lucu.

      Delete
  15. noted, tambah pengetahuan mengenai dunia per-sapi-an he..he..he..harga hotel di Jepang ampun2 banget yak, sama itu Hilton gak sediain air mineral ? Busyet dah, hotel semahal itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sapi-sapian Jepang ya, khususnya Japanese Black Beef. Emang ampun-ampun, makanya pas milih juga deg-degan takut gak sesuai ekspektasi. Untungnya semua room bagus, bersih, dan cukup luas untuk standar Jepang. Air mineralnya sih ada di kulkas, tapi gak gratis hahahaha. Mending beli di convenience store bawah deh, botol gede aja msh lebih murah daripada yang harga di kulkas.

      Delete
  16. duhhh kobe beef nya tampak enak bangetttt.. oemji... cuma porsinya kurang besar ya... sptnya gw bakal lanjut ke resto berikutnya utk ngenyangin perut hahahhaa...

    seruuu baca petualangan u, ditunggu crita hari ke7-11 nya! #sambilkomatkamit moga2 gw bisa jalan2 juga ke jepang oneday.. amin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Porsinya kalau mau besar boleh kok, Liv. Tinggal tambahin aja duitnya dua kali lipat hahaha *minta dijitak*. Sip Liv, tungguin aja ya lanjutannya.

      Delete
  17. ngiler sama kobe beefnya! hehehe... ternyata abby takut ketinggian ya... tapi pinter ya, ga rewel...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, sekarang gue jg masih ngiler, Mel. Abby gak takut ketinggian, dia cuma kaget aja kok tambah lama tambah tinggi. Pas di Dufan dia malah mau naik loh ke kursinya, gue yg lgsg stress.

      Delete
  18. Hotelnya sama le sama aku di Hilton hehe.. kyna pas aku check out km check in kali ya hihi..

    Btw itu convenience storenya ada dibawah hotel yg turun tangga ke bawah yak?pas nanya concierge dh ditunjuk ke bawah eh kita gak percaya kok kaya buat jalur naik kereta hahaha.. akhirnya tiap ari malah jalan nyebrang belanja di family mart hehe..

    Emang hokinya abby ya dapet kereta yg sesuai yg die mau pasti seneng bangett :)


    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, kamu brapa malam di sana? Ke Tokyo dulu ya baru ke Osaka?

      Itu akses convenience storenya gampil abis, you should trust the concierge lah hehehe. Emangnya kamu gak jalan-jalan di Hiltopianya? Selain ada akses tangga/ eskalator, juga ada akses lift yang pas di depan concierge. Malah aku gak tau kalau di sebrang ada Family Mart.

      Iya tuh, Abbys seneng banget dpt kereta sesuai yg dia incer.

      Delete
    2. 4 malem le di Tokyo nya abis itu br ke Osaka..

      Iya kaga tau malah ada hiltopia :( soalnya pertama dijelasin disuruh keluar hotelnya ada tangga suruh turun ke bawah nahh pas depan hotel khan sebelah kiri ada tangga turun ke bawah nahh pas liat ke bawah kok kaya ditutup gt waktu itu emg dh jem 10 ato 11 ya kl gak salah.. dah gitu males nanya lg khan jd nya malah explore jalan lurus lagi sampe nyebrang jalan raya ketemu d family mart.. ada yoshinoya jg :)

      Delete
    3. Hahaha gak ditutup kok. Convenience storenya jg kaau ga salah buka sampai pukul 23.00. Kalau di sebrang hotel kayaknya Hyatt Regency ya. Aku di sana gak makan Yoshinoya sm sekali haha soalnya kelihatan kurang enak berlama2 di situ.

      Delete
  19. Harga kobe beefnya itu setara dengan gw baca blog org2 untuk tiket mereka udah dapet PP ke Jepang *luar biasa* gw pesen sapi lada item aja deh yg goban lakban hahahha nggak sanggup makan kobe beef.

    Mungkin gw ikutan nangis kaya Abby pas naik giant wheel hihihi gw kan takut ketinggian, apalagi kalau bawahnya kaca semua bisa makin ngilu kaki dan badan langsung dingin gemeteran.

    Lanjutkan part selanjutnya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahaha... Sapi Lada Item juga enak! Gue jg doyan! Steak di Jakarta jg banyak yg mahal banget Fel, dan gak semuanya enak, kadang cuma menang tempat keren doang.

      Kayaknya si Abby lebih brani daripada lu, Fel! *gue minta ditimpuk* At least pas dia udah ngeh kalau itu aman, dia bisa enjoy pemandangannya hahahaha.

      Delete
  20. ya ampun ci.. ampe ngiler banget kebayang kobe beef.. *tapi trus pingsan pas tau harganya, hihihi..* hotel-hotel di jepang mahal banget yah, huhu.. tapi seneng banget bacanya bisa sekalian browsing2 untuk perjalanan kapan2.. *amiiin*

    pembaca setia menunggu lanjutan ceritanya ya ci..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harga hotel di Jepang itu emang bikin pusing. Tapi kalau misalnya blm bawa anak sih, pilih hotel2 mungil juga gak masalah, yang penting easy access kemana-mana.

      Delete
  21. Super ngiler liat makanannya..nyum.. (tapi ilernya ditarik lagi deh liat harganya, hahahahaha)
    Wow, abby nikmat banget makan pastanya..jempol deh mengingat anak sendiri yang susyee makann..hehehe
    Dan sweet banget waktu cium-cium fotonya.. pasti jadi memory yg manis bgt ya By

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby jg bukan anak yang gampil makannya kok, Pit. Dia tuh seleranya tertentu banget, dan saya jg bersyukur dia bisa doyan bbrp makanan di sini dengan lahap, karena majority mesti telaten banget nyuapinnya, apalagi kl mood lagi jelek. Iya tuh, kita sampe ngakak pas dia ciumin foto bertiga hehehe.

      Delete
    2. Iya, paling bersyukur deh kalo anak mau makan banyak dan lahap. Meskipun MPASI udah bervariasi tp tetep picky juga euy stlh 1 th. Hehehe.. Ditunggu kelanjutannya ya Ci :D

      Delete
    3. Susah Pit. Kita kasih banyak variasi... tp yang dia doyan beneran itu2 doang yang sangat sederhana hahaha. Yg penting mau makan nasi deh. Kan ada yg cm maunya makan super alus aja.

      Delete
  22. Kobe beefnya itu bikin ngiler banget Ci. Di Indo pernah denger deh kayaknya dah ada ya, cuma kalau chefnya ngga ikut diimpor dari Jepang ragu juga hahaha

    Ditunggu selanjutnyaaa, makin seru ajaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan saya dah bilang di atas, kalau di luar Jepang itu, gak ada yang jual Kobe Beef beneran. Mungkin ngaku-ngaku aja hehehe. Di Amerika juga banyak yang ngaku-ngaku jual Kobe Beef loh, tapi bisa diconfirm deh kalau itu fake.

      Delete
  23. Ciii seru bacain tentang kobe beef.. Walopun aku ga makan sapii.. Hehe.. Iya kayaknya resto pasta itu pernah ada di Somerset, tapi skrg bingung pindah ke mana. Di sana udah tutup.. Hehe.. DItunggu part 7! Excitingg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya si Goemon ada bbrp lokasi deh. Yomenya Goemon namanya.

      Wah kamu buddhist yg ga makan sapi ya. Ya udah gak apa, dibayangin aja hahaha.

      Delete
  24. seneeeng liat postingan ini banyak bonusnyaa.....

    1. chef yang ganteng (hahhaa) bikin makan daging makin meleleh rasanya ^__^ (tapi sayang gak bisa makan kobe) :p
    2. info soal kobe beef dan turunannya hehe..
    3. foto cici jaman dulu cantik banget ciii... sekarang juga gak kalah cantik,soalnya mirip mami nya deh jadi makin keliatan awet muda.. btw, kok bisa jadi proporsional gitu ci kalo dibandingin waku usia 17?
    4. gemes sama pose abby lagi makan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Chefnya boleh dipandang, tak boleh dibawa haha (serasa tas mahal gak kuat beli)
      2. Sama2!
      3. Dulu cici lari n counting calories pas msh di US tahun terakhir. Mayan, lost 24kg. Tp kayaknya skrg ud naik lg 10 kg hwhahaha.
      4. Samaaa.. gemes jg.

      Delete
  25. Kobe beef itu maksudnya sapi2nya khusus di ternakin di kobe ya? kalo turunan maksudna gmn ci? *agak2 lemot*

    Foto dulu sama sekarang sama2 cantiks kok ci :)

    Et dah tuh hotel mahal bener yaa =_= *kekepdompet*

    suka foto bertiga di tempozan :) yang di cium abby :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan hanya diternakin di Kobe, tapi garis turunannya jg harus murni. Pureblood gitu, bukan hasil kawin silang hehe.

      Hahaha. Iya, foto 212 ya! Emang kayaknya itu foto yang pose bagus ga aneh2.

      Delete
  26. aaaarghhh jadi mau ke sana lagi. we went to royal mouriya last May. setuju denganmu, service and dagingnya top. meleleh kayak butter haha. Mouriya chain is Russian owned, that explains the cyrillic letters huh? mestinya dibanding dgn mouriya2 lainnya, standard krg lebih sama. the only down side, our chef is not as good looking as yours hahahaha. *penting ya dibahas*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah pergi honeymoon atau apa nih alias ga bawa kiddo dong ya jd bs ke RM hahaha. Emang enak banget yg A5. I didn't try the other grade tp katanya enak jg ya.

      Thanks infonya! Ternyata ownernya Russian, jd inget film2 Jepang setting jaman dulu yg ada bulenya. Our chef was the most good looking one in the whole floor loooh!! Hahaha.

      Delete
    2. iya....kiddos ditinggal seminggu menjelang final test hahaha. kita juga order ribeye+sirloin dan ngalamin dilemma yg sama, nambah 1 set lg gk yaaa.... akhirnya pesen 1 set lg yg mouriya's selection beef (bukan kobe), dgn alibi untuk perbandingan (padahal mah biar irit aja haha). yah quality (or price) speaks for itself lah ya. keep on posting please (the faster the better hihi), mau nyontek itinerary kalo bawa bocah ke mana aja.

      Delete
    3. Wah, nekad juga ente ninggalin anak sebelum final hahaha. Kalau saya sampai sekarang belum berani ninggalin hehe. Eh anaknya udah final test, I think I should call you, Cici dong ya. Soalnya anak under SD kan belum ada test. Ternyata memang bener ya kalau yang non Kobe itu beda? Kemarin itu yang aku liat meja sebelah makan sih memang marblingnya jauh banget ya. Aku lagi ngebayangin, kalau aku perginya berdua sama suami aja tanpa anak, pasti adventure makannya lebih gila lagi. Ini mau gak mau harus banyak adjustment sama anak alias milih tempat yg nyaman plus yg menunya kadang kurang adventurous hahaha.

      Ini udah the fastest that I could nih updatenya, sampe ada temen yang bilang, "Le apa elu ga ngerjain yang lain ya?" lantaran milih foto and bikin story itu not as easy as people thought.

      Delete
  27. hahaha kayaknya gw juga bakalan sama kayak turis hongkong tersebut.. aye gak ngerti soal kematangan gitu... yang penting makan hahaha :) serius gw cuman tau makan doank.. kadang takjub le liat loe makan segitu lahapnya meski ga enak di kantong bagi diriku... hahahah :)

    foto di bianglala, yang di Perth cantik karena masi kurus...yang di Jepang juga cantik karena udah keibuan hahaha :)

    Di Hilton pesen 5 malam? Astagaaa..ini cerita Abby tamasya masih berlanjut sampe 5 malam donk yak? hahaha :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan gue doyan makan, Fun. Turunan dari babe gue yg rada adventurous soal makanan. Itu gue makannya udah dipelan2in Fun. Dinikmatin bener2 gigit demi gigit.

      Hihihi. Masa2 msh lbh langsing Fun. Tp fa kurus jg sih. Gue ga pernah kurus2 banget.

      Iya haha masih berlanjut ceritanya. Lu blm bosen kan? Hahahaha.

      Delete
  28. Abby kamu selalu membuat aku gemasssshhh *cubit pipi abby*

    Jd inget naik bianglala di california adventure park, kapsulnya turunan bianglala dan kora2 kayaknya, alias digoyang2in depan belakang gitu.. Parnooo hahaha..

    Btw itu convenience store lengkap bgt ya, aku sih bisa betah tuh disitu hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku memang menggemaskan, Ooh. Sama seperti mamaku! *kemudian ooh Pion menyesal komen di sini*

      Namanya juga adventure, Pion. Jd harus ada petualangannya dong. Goyang reggae dikit boleh lah hahaha.

      Akhirnya aku beli Pocky mu di toko ini nih. Soalnya udah ga ada kesempatan lagi. Kan km nitipnya baru pas last day before Disney haha.

      Delete
  29. arghhh salah salah deh gw bacanya blog lu slalu malem2 gini.. air liur gw ampir menetes menatapi si kobe beef yang terpampang menggoda batin. Gw tau film yg lu maksud Born to Cook itu maksudnya Yoichi si Anak Cita Rasa bukan?? Gw suka filmnya hahahha

    Wah lu nginap 5 malam di Tokyo? total trip kamu brapa hari ya Le? lumayan lama ya. Dan hebat bener deh adventurous bawa anak kliling beberapa kota tanpa tour guide. Gw menyerah dah kalo mesti bawa 2 anak tanpa nanny klilingan kaya lu (saat ini loh ya). Rasanya lebih baik mendekam di rumah ataooo... bawa bala bantuan nyokap or mertua or nanny hahaha.

    Gw kira ini bakal jadi posting trakhir, ternyata masih ada 5 post lagi kah?? wkwkwkk btw lu jadi ke smg ga le?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah lu lebih hebat dari gue sampe tau si Yoichi belakangnya ada kata "Anak Cita Rasa" gue aja baru tau hahaha. Gue cm taunya Born to Cook. Gue suka krn lucuuu cara deskripsiin pengalaman makannya. Nasi putih aja diibaratkan ranjang yang hangat lalu org bs berguling2 hahahaha.

      Gue 11 hari Teph. Cape ya baca trip gue hihi. Abis tiap hari yg diliat lain2 semua sih plus ga ada shoppingnya jd deh gue jabarin kemana2 aja perginya.

      Suami udah mau banget Teph ke Smg tp gue msh mencari weekend kosong. Begitu ada yg kosong gue lgsg book tiket, hotel, n rental car deh. Tungguin aja ya kedatangan gue hahaha.

      Delete
  30. Cici leony seri 7 nya kapan tayang? Aku perhatiin rata rata posting cerita liburan 2 hari sekali, paling lama 4 hari, ini udah 4 hari kok blm ada ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini siapa ya? Dateng2 kok main request aja. Biasa belum pernah komentar, bahkan tidak komentar sm sekali soal isi postingan saya.

      Kamu hrs lihat biasanya saya berapa lama sekali postingnya. Posting cerita di blog itu butuh proses. Saya termasuk cepat sekali posting. Makanya coba deh kamu buka blog sendiri, pergi liburan, sort fotomu, tulis isi blog, baru kamu tau prosesnya. Jadi gak main nuntut org utk post cepat2. Tolong hargai ya.

      Delete
  31. Kayaknya memang kl tar ke jepang harus coba kobe beef nihh...dari cerita cici kok menggiurkan sekali hehe...Natal kayaknya bakal ada abby tamasya lagi nih ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus coba. Misalnya gak di Kobe di Tokyo jg ada tp cari yg certified. Haha. Moga2 gak usah tunggu Natal, udah bisa tamasya lagi ya. *ini mah mau mamanya Abby*

      Delete
  32. hai Cici Leony.. salam kenal yaah. saya udah lamaaa banget jadi Silent Reader nya Cici, hihihi..
    keren banget petualangan di negeri sakura nya Ci! btw, saya penasaran, untuk transportasi dalam kota nya (bus, MRT, dll), cici pake suica card ya? itu abis berapa yen ci totalnya? soalnya saya ada rencana ke Jepang taun depan. Niat nya si ala2 "backpacker" alias ga pake tour&travel, jadi mau nyontek + belajar dari trip nya Cici, hohoho..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici pakai suica dan JR pass. Kalau soal habis berapa, itu tergantung kamu kemana aja. Cici waktu itu suicanya isi JPY 10,000 per org msh sisa JPY 2,000. Tp kan itu krn cici jg pake JR Pass yang harga JPY 29,110 utk 7 hari. Bbrp transport mode kan jg JR line alias gak pakai suica krn cici ada JR pass. Plus cici ada ambil 2 city tour jd 2 hari itu Suica gak kepake. Kalau mau tau kira2 pengeluaran berapa, bikin itinerary yang detail termasuk tujuan masing2 dan jalur kereta. Dari hyperdia atau rome2rio ketauan kok tiap leg habis berapa. Lbh baik isi extra daripada kurang.

      Delete
    2. thank you Ci info nyaa. ntr saya googling2 hehehe.. Rencana nya mau ke Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Nara. huehehee.. *siap2 bikin itinerary* :D

      Delete
    3. Iya sebaiknya bikin itinerary lebih detail dulu, baru bs decide karena tentu tujuan orang beda2. Moda transportasi jg beda2. Misalnya ada jg org yg mau irit pakai Willer bus dan bermalam di dlm bus.

      Delete
  33. telattt aku baru baca postingan ini..hiihihi baca pas jam makan siang, ngebayangin kobe beefnya bikin nelen air liurr....si cc bisaan aja ceritanya..hahahaa
    sama cii foto abby yang pas lagi makan spagheti favorite bangett...mukanya itu ky mao happ semuanya sekaliguss..hehehe trus tumben bgt pas makan spagheti itu jarinya nunjuknya 2 biasanya kan 1... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah, itu kenyataan loh, bukan bisaan :). Emang enak banget rasanya. Cici jg malam itu happy banget liat dia makan super napsu walau berantakan hahaha. Nah itu, kadang 1 kadang 2 kadang 3, gpp deh ya, asal jangan 6 soalnya jari cuma 5

      Delete
  34. Salam kenal ci Leony, saya juga udah lama nih jadi silent reader (ngaku dosa).
    Saya seneng banget baca blog nya, khusus nya bagian Abby Tamasya. hehehe..

    Gara2 baca bagian ini saya jadi nyesel banget ga nyobain kobe beef waktu ke Jepang, padahal uda deket banget dari Osaka.

    Di tunggu ya part 7 nya, udah gak sabar mau baca bagian Disneyland dan Disneysea nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, jadi komen perdana itu = ngaku dosa ya heheheh. Deket dari Osaka tapi memang orang Indonesia kalau wisata itu Kobe hampir gak pernah masuk itinerary. Kayaknya abis baca dari sini, Kobe Beef bisa laku keras nih. Mestinya saya dapet komisi ya hahaha.

      Delete
  35. Uwooow Kobe Beefnya bikin ngiler.. Suka banget liat foto Abby makan banyak, liat anak kecil makan banyak tuh selalu seneng deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kita aja jarang loh liat dia napsunya sampe kayak begitu, banyakan ogahnya hahaha.

      Delete
  36. Demi Kobe Beef ya Le, dibela-belain geret-geret koper, tapi mumpung udah di sana ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan ternyata, geret kopernya not as bad as we tought. Resto-nya deket banget dari Sannomiya Station :)

      Delete
  37. Liat Kobe beef nya mupeng banget ci.haha. Abby happy bgt ya karena dia yg menang, keretanya pas sm maunya dia.hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kapan-kapan dicoba pas ke Jepang ya. Emang tuh, dasar hokinya anak-anak.

      Delete
    2. Iya ci. nanti pas ke jepang mau coba Kobe beef juga.hehe. nanti aku report ya.hihi

      Delete
    3. Sippp.. ditunggu updatenya!

      Delete
  38. Ihihi dari nangis langsung jadi anteng lagi di bianglala, hepi ya By liat pemandangan cakeps :D Menjawab pertanyaan foto mamanya di depan bianglala... menurut aku cakepan sekarang :P soalnya kok keliatannya ga keliatan bertambah umur padahal udah 6 tahun yang lalu hihihi. Wih aku baru tau loh ci soal grade beef begitu, jadi pengen ngerasain *usap iler* Itu Papa Abby dan Abby ekspresif banget ya makannya, yang satu makan beef ampe merem melek, satu lagi makan spaghetti ampe melotot melotot excited hahahah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah, bedanya sekarang mamanya bodynya lebih lebar ya dibanding 6 tahun lalu.

      Kalau Papa Abby itu ekspresi kemungkinan dibuat-buat hahaha. Kalau Abby baru ekspresinya nyata :)

      Delete
  39. Sukaa liat foto Abby pegang garpu, kaya nikmat & puas gitu makan spagetinya :D

    Btw Mba, dulu aku dapet nginep di Sheraton Miyako Tokyo juga kamarnya luas. Mungkin emang standar si Sheraton kamarnya lebih luas ya dari hotel lainnya :D Mana dari Sheraton pindah lokasi ke youth hostel di Yoyogi (National Youth Center) di daerah Harajuku. Kerasa banget beda luasnya. Kamar hostel sih cuma 1 kasur + 1 meja ngepas banget :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya karena Sheraton itu rata-rata hotelnya on the older side, jadi kamarnya agak besar-besar. Tapi Sheraton Miyako Tokyo location wise agak kurang karena lokasi di Minato jadi kudu banyak ganti kereta. Haha, gak bisa bandingin antara 4 stars hotel sama hostel ya, pasti jauh banget, apalagi kalau single room gitu hostelnya hehehe.

      Delete
  40. Itu jerapa ga mau kalah cetar sama ses Syahrini ya..hahaha :P Bisa aja yg bikin..

    Syukur deh ya ci ga nunggu yg transparan, tar yg ada Abby ga bakal bisa menikmati :)

    Liat harga kobe beef nya bikin pengen kekep dompet,..haha.. Tapi ada harga ada kualitas ya ci :) Itu makan mesti dinikmati bgt ya ci pelan2, biar ga cepet abis :D Ngiler abis liatnyaaa.. Nyamm..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneran kan? Bulu matanya sangar banget hahahaha. Cici sih ngarah cepet aje kalau buat naiknya. Yang penting kan viewnya sama, cuma beda di kaki.

      Kobe beef menurut cici msh worth. Di Jakarta, Tajima beef biasa msh lebih mahal berlipat2 ganda hahaha. Jadi worth deh pas ke sana.

      Delete