Wednesday, November 04, 2015

Abby Tamasya Ke Jepang - Bagian 3

Halo lagi! Sekarang kita masuk ke postingan bagian 3 ya. Iye, baru bagian 3, lama banget ye. Saya juga ngerasanya gitu. Tapi ini aja udah setengah metong kejar setorannya mulai dari pilih foto yang ternyata udah disaring2 aja masih buanyak banget! Sebagian mah hasrat emaknya Abby yang emang hobi banget cerita hahahaha, jadi mau ngirit2 juga susah. Silakan ngintip bagian 1 dan bagian 2 buat yang belum sempet baca. Yuk kita lanjut lagi!

Kamis, 15 Oktober 2015

Selamat pagi lagi, Tokyo! Pagi itu kita bangunnya cukup awal, dan sudah bersiap lagi untuk mengejar Shinkansen menuju Osaka, dan mengucapkan selamat tinggal kepada hotel kita yang cuma disinggahi satu malam saja. Walaupun cuma satu malam, saya sangat merekomendasikan Hotel Metropolitan Tokyo Marunouchi ini. Menurut saya untuk sebuah hotel business, kamarnya cukup luas, kelengkapannya baik, dan yang jelas Abby bisa bobo dengan nyenyak sekali. Pagi itu kita tidak sarapan, dan langsung menuju Tokyo Station yang tinggal ngesot ke sebelah hotel. Ya ngga ngesot-ngesot banget sih, bisa ledes kalo beneran ngesot hihihi.


Syukur pada Tuhan, koper ngga beranak sama sekali alias ngga belanja hahahaha. 

Sampai di stasiun, kita langsung cari sarapan berupa bento box. Tapi jangan bayangin kayak box biasa terus dikasih makanan ya. Ini bento boxnya betul-betul bagus.  Harganya at least JPY 1,000-an  (IDR 120,000-an) per box. Kata suami, di kereta juga ada sih, tapi variasinya terbatas, dan menurut dia, variasi di Tokyo Station ini termasuk terbatas dibandingkan dengan di Shin Osaka alias tujuan kita nanti. Padahal menurut saya sih variasi di sini udah lumayan.

Kayak gini nih toko yang menjual bento box. Di depannya sudah ada berbagai contoh variasi bento yang dijual.

Lucu kaaaannn! Tinggal pilih aja mau nomer yang mana, lalu nanti diambilkan sama petugasnya. 
Pagi itu kita menaiki Shinkansen Hikari pukul 08.03. Yang namanya di Jepang, kereta akan jalan sangat tepat waktu, dan rasanya hampir tidak pernah telat walau satu menit pun dari jadwal. Kereta Shinkansen Hikari dan Kodama memberlakukan gerbong reserved dan non-reserved (bebas pilih tempat duduk). Untuk seluruh perjalanan menggunakan Shinkansen, kita sudah memperkirakan timing dan melakukan reservasi seats terlebih dahulu saat di kantor JR East kemarin. Gratis kok reservasinya. Tidak usah khawatir kalau akhirnya kita akhirnya tidak ambil waktu sesuai dengan reservasi kita, karena kita tetap bisa naik di jam lain, tapi harus duduk di gerbong yang non-reserved.

Lalu plus minusnya apa kalau reservasi? Plusnya adalah, kita sudah pasti mendapatkan tempat duduk di dalam kereta. Jika kita di gerbong non-reserved dan di peak hours alias jam sibuk, ada kemungkinan kita berdiri di dalam kereta cepat! Iya, walaupun di Shinkansen, ada kemungkinan berdiri! Minusnya adalah, karena Abby masih gratis, kalau kita di gerbong reserved seats dan keretanya full, Abby otomatis harus dipangku. Sementara kalau di non-reserved kan sistemnya 1st come 1st serve. Kalau kita dari stasiun awal sih, masih tidak apa-apa pakai non-reserved karena kemungkinan dapat duduknya besar. Tapi kalau kita bukan dari stasiun awal dan nekad pakai non-reserved, hati-hati kita bisa end up berdiri karena jumlah gerbong non-reserved jauh lebih sedikit daripada jumlah gerbong reserved.

Seperti biasa, si Abby ini selalu paling riang kalau naik kereta.

Selfie dulu sebelum kereta kita jalan.

Koper dan stroller bisa diletakkan di dekat kursi paling belakang. Di Shinkansen tidak ada tempat koper seperti di NEX.

Suami sempat keluar sebentar sebelum kereta jalan untuk foto bodynya Shinkansen. Kebetulan Shinkansen yang ini sudah cukup berumur jadi tidak ada colokan di tiap kursinya. 

Namanya dibangunin pagi-pagi, baru masuk kereta udah langsung deh, jempol masuk mulut dan zzz. Beneran pules lama.

Dan ini adalah 2 bento box yang tadi kita beli di stasiun. Jangan bingung ya, papa mamanya Abby masih obsessed sama pork, jadi dua-duanya pesan pork lagi. Kalau papanya malah spesifik masih obsessed sama pork katsu. 

Ini punya saya, Ginger Pork and Miched Meat Cutlets alias babi cah jahe plus kroket daging cincang. Enak, tapi sayang nggak panas, jadinya kurang yahud.

Dan suami tetap berobsesi makan pork katsu. Enak juga, tapi lagi-lagi namanya nasinya dingin, jadi kurang mantab. Jauh banget sama pork katsu di Maisen kemarin malam (Ya iya lahhhh...masak dibandingin hahahaha). Abby sendiri gak suka sama nasinya karena dingin. Jadi deh setelah ini kita ga pernah beli bento box kereta lagi karena nggak anget. Ribet ya anak kecil maunya anget. 

Kalau duduk di reserved seats, akan ada petugasnya yang akan keliling lalu mengecek apakah tiket reserved kita sesuai dengan tempat duduk yang sudah diassign, lalu tiket akan di cap. 

Kalau udah seger, biasa begini, berlutut sambil ngelihatin pemandangan kota

Kira-kira 3 jam kemudian, sampailah kita di Osaka, tepatnya di Shin-Osaka. Stasiunnya besar dan modern.

Dan bener aja yang suami bilang, kalau di sini, pilhan bento boxnya jauuuuuhhh lebih banyak daripada di Tokyo Station. 

Bakerynya juga besar dan menggiurkan!

Tunggu sebentar ya By, mama beli juice dan cemilan dulu buat kamu.

Sepanjang stasiun kereta umumnya banyak dipenuhi tempat makan. Tapi rata-rata memang tipe tempat makan individual untuk orang sibuk dengan kursi tinggi.

Kemudian kita naik kereta lokal menuju ke Osaka-Uehommachi Station, tempat dimana hotel kita berada. 

Berhubung seringkali di sana susah nyari buah segar alias harus ke supermarket dulu, asupan vitamin C-nya hajar dari juice aja deh dulu. Di kereta juga disempet-sempetin deh.
Hotel kita untuk 3 malam di Osaka adalah Sheraton Miyako Osaka yang terletak satu kompleks dengan Osaka-Uehommachi Station. Pilihan kita ini sebetulnya blessing in disguise. Tadinya kami sama sekali tidak memperhitungkan hotel ini karena kita pikir Osaka-Uehommachi adalah stasiun kecil. Ternyata, we were so wrong! Dan pilihan kita untuk menginap di hotel ini adalah pilihan terbaik karena Osaka-Uehommachi station termasuk salah satu stasiun yang cukup besar, dilewati oleh Kintetsu Line yang merupakan kereta langsung menuju Nara dan juga Hanshin Line yang merupakan kereta langsung menuju Kobe. Selain itu, lokasinya hanya 2 stasiun dari Dotonbori, pusat keramaian Osaka. Hotelnya diapit oleh 2 mal langsung, Kintetsu dan Time's Place (walaupun kita gak ngemal, langsung ngebayangin kl mami mertua ditaro di sini pasti lebih milih nangkring di hotel hahahaha). Pokoknya, lokasinya sih juara!

Hotel ini sudah memasuki usianya ke 30, jadi bukanlah merupakan hotel baru alias sudah agak tua walaupun tetap cantik. Makanya untuk di hotel ini, kami tidak mengambil Standard Room melainkan Premium Twin Room. Jenis ruangan di hotel ini cukup banyak, yang terbawah adalah Regular, kemudian Comfort, baru Premium dan setelah itu Suite. Premium Room ini sudah direnovasi modern dan menempati beberapa lantai tertentu. Tadinya kami mau ambil King Room, tapi ternyata ukurannya lebih kecil daripada yang Twin Room, dan tinggal sisa yang merokok. Di Jepang ini entah kenapa harus extra hati-hati soal pilih ruangan non-smoking karena sepertinya jumlah smoking room banyak sekali. Jadi kami bulat hati mengambil Twin Premium Room yang berukuran 31m2, cukup besar untuk standard Jepang. Karena kami tinggal selama 3 malam, hitungan per malamnya berbeda-beda. Averagenya kira-kira ada di JPY 28,000 (IDR 3,360,000)/ malam untuk room only, yang membuat ini adalah hotel kami dengan the best value selama di Jepang.

Jalan dari dalam stasiun kereta, langsung tembus ke hotel kita dari basement-nya. Pas masuk langsung ketemu Restaurant Avenue dari hotel yang isinya restaurant yang lebih formal. 

Lalu naik sedikit ke lantai 1 dan ketemu lobby utama dan naik sekali lagi ke lantai 2 untuk menuju receptionist.

Mama check-in dan titip koper dulu, sementara Abby gak bisa diam, main-main tambang. -_-
Sehabis check in, kita menuju ke Kintetsu Mall untuk cari makan siang. As usual, semua restaurant yang bisa duduk dengan nyaman adanya di lantai tertinggi. Kalau tidak salah restaurant row di mal ini ada di lantai 12. Tetapi sebelum kita menuju ke lantai 12, kita melewati sederetan tukang makanan yang bikin kita super ngiler! Sayangnya nggak ada tempat duduk. Kalau saya ngga bawa anak sih, beneran deh saya mending beli semua cemilan yang ada di situ dan makan sambil berdiri.

Food galoreeee!! Apa juga ada!

Bakpao, Gyoza, dan Siomay. Di sebelahnya itu koki-kokinya lagi pada bikin fresh semua. Ngilerrr... Tapi harus menahan diri karena mau cari restaurant. 

Di lantai 12 banyak sekali pilihan restaurant. Setelah muter-muter, akhirnya kita pilih makan di Solare Dono, yang menyajikan continental cuisine (perpaduan Italian dan Japanese)

Seperti biasa, si Abby selalu dapat kid's utensils dan malah dipakai buat main drum.. 

Berhubung matanya tinggal 5 watt, bapaknya milih kopi di serve di awal hahaha.
Baguette dengan olive oil, dan cream soup.

Spaghetti dengan Ebi Furai dan Hamburg Steak. Yang juara sih Hamburg Steak-nya. Juicy dan sausnya yummy. Oh iya, buat yang bingung apa yang bentuknya kayak paper clip di atas, itu adalah alat untuk peras lemon. Asik ya, jadi tangan bersih. 

Suami saya, masih obsesi sama Pork Katsu! Untung habis ini udah ngga lagi, gara-gara saya bilang stop dulu makan porknya. (masak dinner, breakfast, and lunch isinya pork katsu?) Btw, ini adalah Pork Katsu Curry dan rasanya enak. Cuma kata suami tetep enakan Hamburg Steak punya saya. 


Awalnya saya kira si Abby mau makan nasi, ternyata pas nyobain spaghetti saya, dia nagih terus. Akhirnya seluruh spaghetti saya diambil sama dia. Makannya napsu banget sampe pakai tangan.

Dan kemudian ludes tak bersisa. Entah doyan apa laper (atau kombo karena pagi gak mau makan nasi dinginnya bento box).

Habis makan, turun ke basement lagi karena mau naik kereta. Eh nemu gorengan seabrek2. Hadeh... Pengen beli, tapi kok kenyang.

Kemudian kue-kue ini, godaan tingkat tinggi.
Sehabis makan siang, kita langsung naik kereta menuju Nara. Kota Nara belum menjadi tujuan standard dari turis Indonesia kalau ikut tour ke Jepang, dan kalau boleh dibilang, maybe this is an early conclusion sih, tapi Nara jadi tempat favorit kami pas kami berada di Jepang. Hanya 40 menitan dari Osaka, kita sudah bisa merasakan suasana yang jauh berbeda dibandingkan kota besar. And the city itself is very beautiful. Karena kita bawa anak, kita tidak betul-betul eksplorasi keliling, karena tentu saja bisa makan waktu seharian atau lebih. Kita pilih pergi ke tempat yang cukup iconic dan menyenangkan saja untuk Abby supaya bisa enjoy juga dan tidak kebosanan.

Iseng-iseng ambil gambar di kereta menuju Nara. Pas nengok, semua orang di barisan kiri lagi pada main gadget.

Sementara, nengok ke sisi satunya, semua orang lagi pada molor! Hahahahah. 

Enaknya duduk di gerbong bagian paling depan adalah, Papa dan Abby bisa berdiri, lalu ngelihat rel dan pemandangan dari depan, sambil Abby terkesima

Dan mama bisa iseng foto-foto pak Masinis.


Setelah itu, Abby balik ke posisi awal. Berlutut sambil lihat pemandangan.

Di depanjang jalan banyak pohon putih-putih ilalang ini (yang orang Indonesia hobi banget pakai buat prewed hahaha).

Sampailah kita di Kintetsu Nara Station, dan disambut oleh gambar maskot kota Nara yaitu rusa!
Setelah meminta map dari travel center, kita langsung jalan kaki menuju ke objek-objek yang sudah kita incar. Yang pertama adalah Kofuku-ji Temple yang merupakan sebuah kuil Budha di Nara.

Kofuku-Ji sendiri sudah diakui sebagai UNESCO World Heritage Site. Yuk kita intip di dalam kompleksnya.
Bayangin, Kofuku-ji ini dibangun tahun 600-an! Berarti usianya sudah 1400-an tahun, masih berdiri megah dan sangat-sangat terawat! Yang canggih, kuil ini lokasinya sudah berpindah 2 kali, dan tadinya lokasi dan bangunannya jauh lebih banyak, tetapi sudah banyak yang rusak dan tidak dibangun kembali.

Main hall atau disebut Eastern Golden Hall yang sampai sekarang masih dipakai berdoa

Five Story Pagoda, pagoda tertinggi nomor 2 di Jepang. Tangan Abby dan bapaknya sama-sama lagi gaya peace. 

Nanendo Hall, masih di kompleks Kofuku-Ji yang dibangun di abad ke 8.

Turun sedikit, ada sebuah pond besar. Kalau kata suami, pas summer sih airnya lebih bening, dan isinya banyak banget kura-kura. 
Tujuan kita selanjutnya adalah Todai-ji Temple. Tetapi sebelum sampai sana, kita melewati dulu taman besar, dimana juga terdapat Nara National Museum. Kita tidak mampir karena sudah hampir tutup juga, dan kita lebih mengejar kunjungan ke Todai-ji. Sepanjang jalan itu, kita menemukan maskot kota Nara bertebaran di mana-mana alias: RUSA! Sepanjang jalan isinya rusa semua, serasa hidup di hutan rusa. Walaupun saya bukan Snow White yang bisa ngobrol sama rusanya tapi tetep aja saya dikrubutin rusa karena satu hal, yaitu, saya bawa biskuit untuk rusa! Sepanjang park itu, banyak yang jual biskuit khusus untuk kasih makan rusa. Harganya JPY 150 (IDR 18,000) untuk satu paket berisi 10 keping biskuit. Jangan kira 10 keping itu bisa tahan lama ya. Rusanya BRUTAL!! Kalau dia tau kita punya biskuit, kita akan dikejar habis-habisan, dan kalau biskuirnya gak dikasih, mereka akan gigitin baju kita. Tapi ada 1 orang yang senennnggg banget ngeliat rusa, siapa lagi kalau bukan Abby. Awalnya saya beli dulu biskuitnya 2 paket.

Tambahan: Padahal, katanya poster on How to Feed the Deer, mestinya kita angkat cookies tinggi-tinggi, lalu rusa tersebut akan memberi hormat pada kita dengan menunduk, baru nanti kita kasih biskuitnya. Tapi mungkin itu cuma berlaku kalau rusanya sendirian di taman kali ya. Kalo rame2? Ya dikrubutin hihihi.

Mama baru beli biskuit 2 paket, langsung diserbu sama rusa. Abby cuma bengong ngeliatin doang.

Mama kasih Abby biskuitnya, supaya Abby bisa kasih makan sendiri. Ini satu-satunya kayaknya kesempatan dimana Abby beneran bisa kasih makan rusanya. Soalnya setelah itu, boro-boro bisa ngoper biskuit. Sebelum bisa ngoper ke Abby, saya keburu di serang. Dan pas saya ngoper ke Abby, Abbynya disruduk! 2 kali dia disruduk sampai jatuh ngejengkang, dua kali dia ketawa-ketawa dan masih tetep nggak takut.

Lihatlah mukanya si Abby, bahagianya tak terkira

Masih girang, soalnya belum disruduk.

Di sini juga maish bisa masih makan santai walaupun baju saya mulai digigit-gigit.

Dan saat saya keluarin lagi itu sisa biskuit, lihatlah, Abby dicuekin, dan saya dikerubutin 4 rusa sekaligus.

Rusa di mana-mana. Langitnya luar biasa indahnya, bisa kayak bersusun-susun begitu, dan biru banget! No edit. 

Abby girang dicium sama rusa. Baju aja udah gambar rusa ya, By! 

Rusanya walapun rada sangar, tapi masih bisa disentuh dan benernya cukup jinak (kecuali pas liat kue).

Karena kasian sama Abby, baru 1 kali kasih makan rusa, saya beli lagi biskuit. Baru saya buka dompet aja, tuh rusa udah nangkring kayak tau saya mau beli biskuit. Dan beneran, pas itu biskuit baru sampai tangan saya, belum sempet saya kasih Abby, sudah ludes lagi. 3 paket biskuit melayang, dan Abby cuma bisa kasih makan satu kali (plus dapat bonus kesruduk 2 kali hahaha).  

Beginilah suasana jalan raya di Nara. Rusanya lebih berkuasa daripada mobil dan orang hehehehe. 

Lewat park luas lagi, dan melihat rusa-rusa bebas berkeliaran, dan daun-daun yang sudah mulai memerah. Sayang belum merah semua ya. Kalau November pasti tambah cakep.

BIG QUESTION! Kenapa rusa-rusa itu gak nyerang tukang biskuit rusa? Padahal itu biskuit berjejer-jejer di atas meja. Kenapa cuma turis yang diserang? Apa rahasianya? Kok bisa? *masih bingung sampai sekarang*

Jalan-jalan di park, dikelilingi pohon dan rusa-rusa, hidup damai tentram.

Deer!! Deer everywhere! Mendekati Todai-ji, sepanjang jalan ada penjual souvenir yang apapun jadi spesial dan super cute karena ada gambar rusa-nya. Mulai dari cookies, rice crackers, coklat, apapun di cap rusa lah! 

Makin mendekati kuil, rusanya makin manis-manis dan jinak. Abby gembira banget tiap kali didekatin rusa. Kayaknya di Nara ini saat dia paling gembira deh! 

Sepanjang jalan juga banyak petugas yang khusus kerjaannya nyapuin kotoran rusa. Itu ya, kotoran rusanya banyak banget tersebar di mana-mana, jadi kerjaan penyapu kotoran itu kayak never ending job untuk bikin semuanya tetap terlihat bersih dan nggak bau. Serius bersih banget walau banyak rusa.

Photobombed by the deer. 

Rusanya manis banget, dan mau dielus-elus sama semua orang. Oh iya, yang saya suka dari Nara ini adalah, instead of banyak turis biasa, kebanyakan yang di sini adalah anak-anak sekolahan yang  lagi study tour. Jadi tertib dan lucu-lucu semua. 

Nah, kali ini gak ada yang photobombed lagi. Ini adalah gerbang menuju Todai-ji Temple yang dikenal dengan nama Nandaimon.  

Nandaimon yang dibangun di abad 12 ini seluruhnya terbuat dari kayu yang keliatannya sudah sangat tua, bahkan catnya sudah banyak terkelupas, tapi masih berdiri dengan sangat kokoh. 

Hayo tebak, rusanya lagi ngapain? Jawaban: Lagi mau makan kertas koran di keranjang bawah stroller -_-

Closer look at Nandaimon and how majestic it is. 
Oh iya, tadi saya cerita soal banyak anak study tour ya? Nara ini satu kota isinya banyak banget temple dan bangunan bersejarah. Parknya pun besar banget, jadi super menyenangkan! Berharap semoga nantinya gak jadi terlalu komersil. Makanya nih, gak salah kalau Nara jadi salah satu tujuan study tour yang penting sepertinya untuk anak-anak Jepang. Oh iya, suka pada nonton anime dengan anak-anak berseragam? Di Nara ini bejibun! Tapi jangan harap tipe-tipe kayak anime yang pake rok mini ye! Yang di sini normal-normal semua, roknya panjang! (Walau di Tokyo suka ngelihat yang rok pendek, bikin sakit mata).

Anak-anak ini, dari atas sampai bawah seragam semua termasuk sepatu dan kaos kaki.

Anak-anak cowoknya semua unyu-unyu dan muda belia

Anak-anak perempuan semua sopan, rambutnya rapi, dan tersenyum ceria.

Dan ini adalah main gate sebelum memasuki Daibutsuden (main) Hall dari Todai-ji Temple. Kompleks ini dikelilingi oleh bangunan. Dari sini kita harus membeli tiket untuk masuk ke dalamnya. Hampir seluruh bangunan di kompleks Todai-ji ini merupakan National Treasure dari Pemerintah Jepang. 

Tiket masuk ke kompleks JPY 500 (IDR 60,000) per orang.

Ini adalah bagian dalam dari kompleks. Bangunan di depan itu adalah main gate yang tadi saya foto dari depan.
Bangunan main hall ini seluruhnya terbuat dari kayu dan menjadi salah satu bangunan kayu terbesar di dunia. Bangunan yang sekarang sudah 2 kali direbuild karena kebakaran, dan konon ukurannya cuma 2/3 dari bangunan aslinya di masa lampau.
Daibutsu of Todaiji adalah patung Buddha yang sangat besar dengan tinggi sekitar 15 meter. Saat di X-ray, di dalam badan patung ini terdapat gigi manusia dan berbagai perhiasan yang dipercaya merupakan milik dari Kaisar Shomu dari abad ke 8. 

Bergeser sedikit ada patung Kokuzo Bosatsu,Bodhisatva yang bijak dan tak terbatas (boundless)
Di sebelah kiri ada Komokuten yang merupakan pengawal Daibutsuden.

Di dalam Main Hall juga terdapat banyak model (miniatur). Ini adalah contoh bangunan Main Hall sebelum direbuild 300 tahun lalu. Oh iya, di kompleks ini juga ada salah satu bangunan pagoda tertinggi di dunia sebelum hancur oleh gempa bumi. 

Yang ini adalah Bishamonten yang juga merupakan pengawal dari Daibutsuden

Souvenir shops di dalam main hall. Jujur, agak kurang sreg, soalnya beneran masih di dalam main hall-nya loh, pas di bawah patung Budha, bukan di luarnya. Jadi terasa komersil.

Sebelah kanan Daibusatsu ada patung Nyorin Kannon yang merupakan Goddess Of Mercy
Selepas dari Main Hall, si Abby sudah gak sabar untuk lari-larian di taman besarnya. Gembira banget deh.

Pakai acara loncat dan muter-muter. 

Mumpung ada turis yang bisa motretin, foto dulu deh. Sayang si Abby matanya nyelonong kemana-mana (plus perutnya ngintip dikit hahaha). 

Nah, baru deh keliatan utuh Main Hall-nya, gak ketutup sama muka-muka orang gendut (nunjuk diri sendiri)

Sepanjang jalan pulang, lagi-lagi ketemu toko souvenir yang barangnya super duper lucu. 

Toko-toko souvenir, tapi santai banget suasananya, beda banget sama di Asakusa alias Senso-ji Temple kemarin. Pokoknya I love Nara! Abby juga happy banget di situ.
Sebetulnya, masih banyak lagi tempat yang bisa dieksplorasi di Nara. Kompleks Todai-ji Temple saja masih luas. Di tahun 2008, suami saya betul-betul explore kotanya dan lebih puas. Tetapi kalau bawa anak, storynya beda, karena di Nara ini juga bukan tipe kota yang gampil cari restaurant kalau terusin jalan ke temple-templenya. Jadi kita kunjungi yang the most famousnya aja deh. I surely recommend you to go to Nara untuk kota budaya yang belum terlalu komersil dibandingkan dengan (...). I will let you know later. Kita kembali ke Kintetsu Nara Station dengan naik bus loop line karena kaki sudah capek kalau harus jalan lagi, kemudian dari stasiun kita balik lagi ke Osaka dan masuk hotel dulu untuk bersih-bersih sebelum lanjut dinner.

Pas masuk ke dalam kamar, kita betul-betul kaget. Pas pesan hotel kan kita pesan Premium Twin Room dan kita jujur kalau kita bilang kita 2 dewasa dan 1 anak di bawah 6 tahun. Kita sih expect sama seperti di hotel kita kemarin, kita akan dapat 2 ranjang ukuran 120 cm x 200 cm. Ternyata, kamar kita di Sheraton ini isinya 1 ranjang double ukuran 150 cm x 200 cm dan 1 ranjang ukuran single 120 cm x 200 cm! Abby bisa bobo sendiri di pojok, dan mama papa bisa punya ranjang sendiri. YAY!! Thank you, Sheraton! Kamar mandinya pun cukup luas, pokoknya oke deh!

Ranjang double untuk Papa dan Mama, ranjang single untuk Abby. Horeee!! *Lempengin badan*

Meja tulis lengkap dengan 2 kursi

Perlengkapan bikin kopi dan teh. Pakai termos loh ye, bukan pakai kettle. Cocok banget buat yang bawa keluarga, jadi kalau bikin susu atau sterilin botol cepet deh.

Bathub dan shower system yang sudah renovated.

Wash basin, lengkap dengan face and hand soap yg enak dipakai.

Printilannya lengkap dan banyak, sampai garam untuk berendam juga ada.

And this is the craziest part. Oke lah, kita di Jepang sudah biasa melihat berbagai kloset bertombol. Tapi yang ini kind of going an extra mile. Pakai remote control! To be honest, I don't see the added value using remote control, bedanya cuma gak perlu nengok ke belakang doang hahahaha. It was fun, though!

Pemandangan dari kamar kita di lantai 15

Unyil langsung menguasai pojokan sambil tengkurep.
Habis istirahat bentar, kita langsung berangkat lagi ke Dotonbori (cuma 2 stops loh dari stasiun di bawah hotel kita). Dotonbori is the center of night life in Osaka yang memanjang mengikuti Dotonbori Canal, kebanyakan isinya tempat makan-makan-makan-belanja-belanja-belanja. Kalau pergi tanpa anak kecil, bakalan asyik banget untuk restaurant hopping dan nyobain berbagai resto dan street food yang ada di sana. Sepanjang jalan, isinya lampu dan lampu, pokoknya terang terus! Kalau siang sih: Blah, tapi kalau malam: Wah!

Ini anak difoto pas manyun, lucu banget kayak ikan hahaha. 

Banyak banget toko, dan jalanannya gak lebar-lebar banget.

Hobi sama mesin yang ngeluarin mainan? Di sini ada ratusan, sampe mabok mainannya jenis apa aja.
Di Dotonbori ini, restaurant itu literal banget masang menu andalannya di depan toko. Contoh: misalnya yang dijual itu babi, ya pajangan di depan restaurannya ya babi raksasa! Hahahaha.

Nih contohnya, si legendary kepiting di restaurant Kani Doraku, udah nangkring di situ dari tahun 1960-an loh!

Display iklan snack aja lucunya kayak begini.

Nih contoh lagi, kalau menu utamanya gyoza, ya pajangannya gyoza gede-gede. 

Kalau jualannya ikan fugu, ya beneran ada ikan fugu raksasa ngegantung di depan restaurant. Tau kan ya ikan fugu itu apa? Dikenal juga dengan nama ikan buntel. Super beracun kalau handlingnya salah. Bahkan limbahnya aja harus ditaro di container khusus karena super toxic. Btw, suami saya udah nyoba nih pas dia pergi sebelumnya, katanya biasa banget, cuma ada sensasi mati rasa sesaat. 
Waktu itu rasanya udah lapar banget. Osaka ini kan terkenal sama Takoyaki dan Okonimiyaki ya. Jadi saya bilang aja deh sama suami. Begitu ketemu resto yang jual okonomiyaki, kita masuk aja lah, udah capek jalannya dan perut udah mulai kruyukan. Jadi deh kita masuk ke restaurant yang namanya Creo-Ru, cuma gara-gara lihat display okonomiyaki di depannya. Karena kita milih non-smoking, kita dikasih duduk di lantai 2 (lantai 1 untuk smoking). Keki sedikit pas kita lagi di tengah-tengah  makan, ada orang yang merokok, lalu kita lapor ke waitress, tapi tidak dilakukan apa-apa karena memang policy di Jepang kurang ketat sih ya kalau untuk restaurant.

Yang menarik dari restaurant ini adalah, penggunaan pen digital untuk pemesanan menu. Jadi kita kan dikasih buku menu. Buat item yang kita suka, kita tinggal "highlight" aja nama menunya pakai pen khusus, lalu bisa langsung masuk pesanan kita ke systemnya. Canggih maning. Oh iya, kalau di resto lain sih selalu pakai ipad atau smartphone ya. Tapi baru di sini yang kita nemu pakai highlighter. Terus verdictnya gimana? Pilihan kita asal pilih tempat makan itu bener gak sih? Yuk kita lihat.

Original Takoyaki. Pas dibawa ke kita, bonito-nya masih bergoyang goyang ria.

Pas dimakan, myyyy oh myyy... super creamy!! Crispy di luar, super creamy di dalam, dan super duper hot! Enaaakk! Kayaknya selama ini makan Takoyaki di Indonesia, gak pernah nemu yang enaknya kayak begini. 
Pas digigit, kelihatan potongan Tako (octopus)-nya gede banget! Jadi puas deh. Terus kita baru tau kalau ternyata takoyaki di sini lumayan mahal hahahah. Tar deh saya kasih liat kenapa kita asumsi begitu. 

Yakisoba with shrimp. Enak banget, udangnya garing,

Squid and Egg Okonomiyaki. Squid ini seafood kesukaannya suami. Jadi mantab pilih squid, soalnya squidnya besar-besar potongannya terasa banget.

Setelah pakai mayonaise dan taburan nori. Mantab! Mayonaise dan norinya bisa pakai dan tabur sendiri suka-suka hati.
Setelah selesai makan dan balik ke jalan, saya melongo! Kenapa melongo? Ternyata, di luar restaurant tempat kita makan tadi, antrian orang yang beli takoyaki-nya mengular! Kok bisa ya tadi pas saya masuk, saya ngga ngeh sama sekali saking perut lapar dan sudah fokus nyari makan. Pantes aja takoyaki yang kita makan enak gitu. Yang ngantri aja rame! Berarti tadi fungsi kacamata kuda saya jalan banget ya, udah gak liat jajanan lagi, langsung fokus restaurant hahaha.

Hundreds of Takoyaki in the making

Pemandangan antrian kayak gini sampai gak kelihatan sama saya saking lapar.

Greeter yang ngundang masuk dan ngatur antrian di depan restaurant. 

Nih biar lebih jelas, logonya kayak begini. Siapa suruh ngga pajang gambar octopus kayak resto-resto lain. Saya kan jadi nggak ngeh! Hahahah. 

Kita turunin makanan, jalan-jalan lagi keliling Dotonbori

Selfie dulu di depan kepiting, biar sah!

Bangunan theater yang bentuknya seperti bangunan Eropa klasik. 

Signature gate-nya Dotonbori, berblok-blok kayak gini, kalau dijalanin semua bisa gempor varises.

Satu gedung, sampai jendelanya pinguin semua. Beneran high level of cuteness.

Ebisu Bridge at Dotonbori Canal. Nggak usah pakai flash, udah terangnya minta ampun. 

Sudah ke sini, BELUM SAH kalau belum foto sama Glico Man. Susah abis mau foto di sini, udah ramenya minta ampun, cahaya dari belakang juga terang banget, kalau nggak pakai flash, muka kita gelap semua.

Saya juga dong foto biar sah. Abby gaya tangannya udah mirip kan? Cuma kebalik turun ke bawah hahaha. 

Sesudah usaha berulang-ulang, papa dan mama Abby menyadari, kalau tetep aja susah foto di depan Glico Man. Akhirnya rada nyerah dan milih foto pemandangan aja deh, biar ketauan itu lampu seabrek-abrek banyaknya isi iklan semua. 

Geser kiri dikit, iklan bir segede  gedung.Keliatan kan ramenya kayak apa di situ, rata-rata semua mau foto sama Glico Man demi keabsahan kunjungan ke Osaka.
Di sisi selanjutnya, the most famous shopping area, Shinsaibashi. Jalanannya cuma selebar itu, dan lihatlah... MANUSIANYA!! Akhirnya kita mengurungkan niat menembus Shinsaibashi demi keselamatan bersama hahahaha. 

Beginilah Jepang, orang rela antri demi Takoyaki.

Nih saya cerita kenapa saya ngerasa takoyaki saya tadi lumayan mahal. Saya punya itu JPY 700 belum termasuk tax, kira-kira JPY 750 (IDR 90,000) untuk 8 pcs takoyaki. Sebenernya gak mahal-mahal banget buat Takoyaki seenak itu. Tapi, baru aja jalan dikit ke arah yang sepian, ketemu yang JPY 650 buat 10 takoyaki!

Bisaan ada stand kaki lima jualan Kobe Beef, tapi harganya kok murmer (murmer kobe beef di stand itu JPY 2,500 = IDR 300,000), pasti gak certified hihihi. I will tell you about Kobe Beef later.

Makin jalan ke ujung lagi, nemu stand takoyaki yang harganya JPY 300 buat 6 takoyaki! Tuh kan, saya hampir bisa nyimpulin takoyaki saya lumayan mahal hahahaha. Padahal areanya di situ-situ juga cuma perlu jalan ke area yang lebih sepian dikit. Tapi saya tuh percaya kalau di Jepang ada barang ada harga deh, orang rela bayar mahal dan antri kalau rasanya bener-bener endeus!

Makin ke ujung, area Dotonbori semakin sepi. 
Malam itu, kita bisa memilih, mau naik kereta balik ke hotel, atau mau jalan kaki. Saya nanya suami, jalan kaki berapa jauh sih? Dia bilang 2.6 kilometer. Saya dengan santainya bilang, yuk, jalan kaki. Kemarin-kemarin aja kita jalan kaki berkilo-kilo survived. Kapan lagi kita bisa menyusuri jalan di Osaka dengan udara sejuk, dan yang terpenting dengan rasa aman. Jadilah, kita beneran jalan kaki sepanjang itu sampai hotel. Di jalan kita nemu orang-orang bersepeda, bahkan anak-anak kecil di atas sepeda yang dikendarai orang tuanya. Kita melewati pasar, bars, love hotel (alias hotel yang bisa jam-jaman tapi bagus hahaha), dan melihat kehidupan Osaka di malam hari. Seru dan menyenangkan walau di beberapa titik terasa sepi, tapi sama sekali tidak terasa rawan.

Sebelum jalan kaki lumayan jauh, Abby pakai topi dulu, dan siap dengan ransum kentang goreng buat nyemil.

Nih waktu itu iseng pas di jalan saya foto Sukiya. Buat yang mau makan murah meriah, bisa mampir nih di Sukiya yang saingan Yoshinoya (sekarang udah buka juga sih si Sukiya di Jakarta). Semangkok beef bowl cuma JPY 290 (IDR 34,800). Murah banget! Jadi kalau di Jepang mah jangan takut kelaparan, banyak juga makanan yang terjangkau. Cuma memang untuk bawa anak kecil yang makannya lama, gak terlalu convenient. 

Nah, sudah keliatan deh hotel kita dibalik gedung Kintetsu Department Store (Yang lebih kayak mal itu saking besarnya), dan nyambung dengan Osaka-Uehommachi Station. 
Malam itu Papa dan Mama bisa tidur nyenyak tanpa tendangan akrobat dari si Abby. Abby juga asyik bisa punya ranjang sendiri, jadi kalau akrobat pun gak gangguin orang lain hihihi. Selamat malam, Osaka! Sampai ketemu di hari selanjutnya.

82 comments:

  1. Gw ke nara lho Bu Le... Gw ga suka osaka lbh prefer kyoto ama nara .. Eiya gw juga kaget lho pas bento sana dingin tp krn laper telen aja haha.. Di nasi ada plum asem gitu ga? Itu katanya biar bentonya ga basi lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentonya sih bukan dingin kulkas ya. Cm dingin suhu ruangan which is totally okay buat gue tp si Abby ga gitu demen. Tuh plumnya lu bs liat ndiri kan ada di foto hehe.

      Not a big fan of Kyoto, Yul. Beda banget foto suami 7 thn lalu dgn keadaan sekarang. Way too crowded.

      Delete
  2. tukang sapu kotoran rusanya boleh tuh import masuk Jakarta hahahaha....
    *komen gw gak penting dan nggak mutu banget yah, abis lagi pening*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Impor langsung masuk ke Dufan boleh kali ya Fel. Lalu si ibu penyapu stress krn manusia di Dufan nyampah lbh cepet drpd rusa pup di Nara hwhahaha.

      Delete
  3. Kenapa ya rusanya ga ngerubutin tukang jual paket makannya ya? Hehehe mgkn krn ga pernah dikasih ya.. rusa tau aturan juga hehehe...
    pingin ke jepang bawa anak2.. hehehe mencontek itinerary kamu.. ditunggu ya cerita selanjutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue angkat tangan tinggi2 aja dihajar juga loh Bon sama si rusa. Sementara itu kue berjejer2 di meja si penjual yang eye level sama si rusa, rusa2nya nyantai aja. Mgkn pake jimat penolak rusa hihihi.

      Itinerarynya buat panduan aja. Kamu bikin yg lbh cocok sama kondisi anak2. Aku aja wished ada bbrp hal yg aku ubah hehe. Tp overall it was a great experience.

      Delete
  4. Finally.... Muncul juga episode ke 3 hehe... Gak bosen bacanya haha.. Abby hebat bisa girang gitu ya deket2 rusa apalagi sampe.diseruduk, btw. Si abang biskuit punya jampi2 kali ci hahaha... Atau mungkin karena biskuit ngejejer jadi ga bikin rusa tertarik..

    Itu sepanjanh jalan shinsaibashi isinya makanan semua? Atau segala ada? Ckckck mirip pasar baru ya hahaha..

    Ayo.ci semangat episode 4 nya jangan lama2 *sodorin coklat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby emang super seneng ketemu rusa, ngga ada takutnya. Nah itu dia, mungkin pakai jampi-jampi, atau mungkin ada bau tertentu di lokasi jualannya yang bikin rusa gak mau mendekat? Hihihi.

      Shinsaibashi itu isinya tons of shops. Ada resto2 tapi kecil2, dan kayaknya segala toko ada. Mostly isinya Japanese, walaupun ada turis. Kalau di zoom itu orang udah pada kayak semut.

      Saya juga maunya gak lama-lama nambah episode. Tapi milih fotonya aja bisa berjam-jam sendiri hihi. Sini dong beneran dikirim coklatnya.

      Delete
  5. Yeaay pagi pagi ngecek uda ada lanjutannya, selalu suka sama ceritanya.. Okonomiyaki dan takoyakinya keliatannya enaak banget yah, masuk list juga deh buat kesana. Ga sabar nunggu lanjutannya =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okonomiyakinya banyak banget pilihan isinya deh alias isinya macem2. Sebenernya banyak resto okonomiyaki yg lbh famous. Cm antrian panjang plus tempat makannya ga nyaman alias kudu buru2. Jadi cari yang nyaman2 aja hehe.

      Delete
  6. Di Jepang itu, begitu masuk musim gugur adalah waktunya anak sekolahan field trip. Kyoto-Nara memang masih jadi favorit, makanya rame banget. Cerita terusannya ditunggu ya...seneng banget bacanya karena bikin saya bernostalgia. Duluuu pernah tinggal di Jepang soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari yang saya kunjungin kemarin itu, menurut saya Nara itu masih jauh lebih manusiawi daripada tempat lain loh. Sip, dinantikan aja ceritanya. Wuih, pernah tinggal di Jepang jadi pasti udah explore kemana-mana ya Yumi. Selamat nostalgia.

      Delete
  7. Jadi pengen ke sana lagi habis lihat ini. Aku juga pergi ke todaiji tapi baru tahu kalau daibutsu of todaiji nya ada sesuatu di dalamnya. hehehe. Waktu ke glico itu aku pas siang dan rameee banget ampe pusing hahaha. Pas ke sana dinign ga?? daunnya belum berubah warna ya. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga baru tau kok Tikka hehehe. Soalnya pas di sana mah bengong aja terkesima sama keindahannya. Pas lihat-lihat foto biasanya saya baru research, supaya saya bisa rekam di blog dan ikutan belajar. Kalau ke Dotonbori itu memang enaknya malam, karena seperti saya tulis, kalau siang tuh blah alias lampu2nya kurang meriah walaupun ramainya tetap aja ya sama. Pas ke sana udah mulai dingin kok, suhunya belasan bawah kalau malam. Tapi daunnya baru berubah warna sebagian aja.

      Delete
  8. Kalo di Surabaya model kayak di Nara, pasti udah populer sate rusa hehehe.
    Asik Le kota Nara ya...lebih kerasa homy dan sepi. Love it.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atau Rusa Lada Hitam ya Paula? *Kalau di Chinese Restaurant* hahaha. Jadi inget Tawangmangu dimana-mana orang jualan sate kelinci. Iya Nara itu rame sebenernya tetapi jauh lebih sepi daripada kota lain yang aku kunjungin, jadi betah. Taman-tamannya juga luas, dan rusanya lucu2 walau nyeruduk.

      Delete
  9. Beneran nih ampe pulang kopernya ga beranak? canggih hahaaa...
    Gw berharap satu waktu nanti bisa liburan pake ransel doang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ampe pulang ada anaknya kok, kan gue udah bawa Longchamp foldable gede banget hehehe. Oleh2 masuk situ semua :). Gue kayaknya gak bisa liburan pake ransel doang, misalnya mau bertualangpun, tetep bawa koper hahaha. Punggung ud makin reyot soalnya.

      Delete
  10. Ci Le,, ak seneng liat gambar-gambar di Nara kayana adem gitu,,
    mana rusa nya lucu-lucu gt yahh,,
    Gambar Takoyakinya pas d masak bikin ngiler bo.. enak banget kayana,,

    Hotel kedua ini lebih luas ya,, jd enak..
    Abby dapet kasur sendiri deh..
    btw cici ga takut Abby jatoh dari kasur ci waktu dia bobo sendiri ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rusanya lucu-lucu dan manis-manis. Ngga akan nyerang kecuali kita bawa makanan. Itupun gak nyerang gimana, cuma gigitin baju tarik2, tapi ya serem jg. Takoyakinya emang enak banget dan terasa freshnessnya.

      Hotel kedua ini kombo buat turis dan buat business jg kayaknya, plus dia kan lebih tua usianya jadi kemungkinan kamarnya lebih besar jg daripada hotel-hotel mungil2 yang baru-baru walaupun ada jg kamar kecilnya. Tinggal pilih aja jenis room. Abby gak jatuh kok, asal kita kasih bantal2 aja di sampingnya. 4 bantal buat Abby, Papa 1, Mama 1, total 6 deh sekamar, pas!

      Delete
  11. di postingan hari ke 2 ngiler sama porky2.. postingan hari ke 3 ngiler liat takoyaki sama okomiyaki nya.. looks so yummyyy.. :p
    Hotelnya baek bgt ya ci.. tau aja bawa anak kecil jd dikasih kasur yg nyaman bgt yaa.. jd ga berebutan kasur ama Abby deh.. hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang yummy, dan kepingin makan lagi jadinya. Duh ngiler. Cici sih jujur kok saat reservasi di semua hotel, kalau party kita isinya 2 adults and 1 child (2 y.o.). Gak pakai tipu2 hehe. Jadi soal dapat bonus ranjang double itu kebijakan dari hotelnya. Kebetulan kamarnya juga cukup luas jadi bisa deh salah satu ranjangnya diganti yang besar.

      Delete
  12. Nara emang keren ci.. Akhir2 ini banyak tamu dari indo yang uda tau ttg Nara ini, rusa nya kejam ya, smp Abby di seruduk ngejengkang..hahah.. Tetep asik ya.. Liat poto2 nya juga udah mupeng.. haha.. Ditunggu cerita selanjtunya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu kerja di bidang wisata ya? Soalnya kamu sebutnya "Tamu" dari Indonesia. Hihihi. Nara sebenernya udah lumayan populer, tapi kalah populer sama kota lain di Central Japan. Pas dulu cici mau ikut Wita Tour itu tahun 2011, Nara udah masuk kok ke dalam salah satu tujuan, tapi kayaknya cuma nemplok doang ya kalau ikut tour. Enakan jalan sendiri.

      Delete
    2. Hehehe. Iya ci, aku kerja di Travel.. :) Bener banget, kalo ikut tour cuma liat2 n main2 bntr sm rusanya abis itu pindah ke tempat lain. karena kalau kelamaan di satu tempat nanti ga bisa datengin semua tempat yang udah di susun di itinerary, kalau ga semua dikunjungin berakhir dengan complaint.haha.

      Delete
  13. Rusa2nya lucu, takoyaki dan okonomiyakinya bikin ngiler :(

    Hotelnya bagus dan nyaman kayaknyaa

    Lanjutkan cii *masi panjang nih kayaknya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang masih panjang, makanya butuh pompaan semangat nih dari yang baca hahaha.

      Delete
  14. yang beli bento dingin itu gak disediain microwave ya ny?
    disini kalo di groceries jepang juga jual macem2 bento gitu tapi disediain microwave jadi makannya gak dingin2. :D

    gile bener ya disana orangnya banyak banget ya. gua suka pusing kalo ngeliat orang kebanyakan di jalan gitu. tapi keliatannya seru ya cuma ya pasti ribet kalo bawa anak/stroller ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bento yang disediain microwave itu bento kelas groceries/ convenience store. Kemasannya aja udah beda, bawahnya plastik biasanya yang kayak gitu, terus atasnya pakai tutup plastik bening. Harganya juga biasa lebih murah daripada bento "kereta" seperti yg gue makan. Bento yang gue makan itu gak bisa diangetin karena boxnya sendiri terbuatnya dari styrofoam khusus yang diwarnai seperti kayu, kemudian makanan disusun dan dikemas oleh pabrikan. Jadi pas kita beli ya gak ngambil sendiri, melainkan diambilin dr rak di belakang counternya.

      Actually bawa stroller sangat membantu kalau di daerah ramai, at least anak kita gak kegencet dan gampang nyarinya, Man. Hahaha. Coba bayangin kalau anak kita jalan sendiri, terus dia lari dan lost di tengah keramaian, bisa stress nyarinya.

      Delete
  15. Takoyakinyaa menggiurkan banget, kayaknya kalau di Indo ngga pernah tergiur sama takoyaki deh hahaha. Kalau Di Jepang kayaknya mesti pake kacamata kuda beneran yah, kalau laper mata itu semua makanan rasanya mau dibeli :p

    Iya juga yah, kenapa rusanya ngga nongkrongin penjual biskuitnya aja hahaha mungkin pake jampi jampi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici kalau lihat takoyaki di gerai-gerai di Jakarta gak pernah napsu2 banget juga. Pernah beli, tapi rasanya beda banget sama yang ini. Kalau di Jakarta itu serasa makan poffertjes soalnya kayak kue hahahaha. Mana tako-nya seciprit asal ada.

      Nah, misteri biskuit rusa tuh, sampai sekarang belum tau jawabnya hahaha.

      Delete
  16. Ci. Aku ngiler sama takoyakinya. Banget. Abis ini ke stall makanan jepang terdekat ah beli. Walopun bakalan beda jauh kayaknya, tapi mayan mengobatii.. Hehe.. Di Jepang aku suka tuh pemandangan2 yg indah2 kayak di kota Nara kalau kayak cerita cici. Liat fotonya aja dah peaceful rasanya, apalagi di sana langsung yahh.. <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici aja masih ngiler bayanginnya, dan kepingin makan lagi! Tapi kayaknya gak ada yang seenak dan sefresh itu rasanya. Beda deh level of creaminessnya. Di sini kayak makan pancake dibuletin hahaha.

      Iya, Nara tuh cantik dan banyak banget parksnya, bikin hati jadi adem.

      Delete
  17. menunggu kelanjutannya... serruuuu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditungguin aja ya. Emang seru banget!

      Delete
  18. abby pinter banget deh betah di stroller. Gak kebayang kalo bawa grace, anaknya sering kepo mau jalan sendiri, terus stop ditengah jalan dan dimarahin org, atau ngga minta gendong sepanjang jalan -_-"
    Resepnya apa le, biar abby betah di stroller? *dijawab, beli aprica dong!* hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha, bisaan lu nanya sendiri jawab sendiri haha. Kayaknya sih karena gue selalu bawa dia di stroller Mel. Tapi tiap kali naik eskalator, dia gue suruh turun n jalan dulu. Jadi ya jalannya juga banyak, dan kalau dia udah cape, balik sendiri ke stroller. Tapi bentar lagi tu stroller jg udah ga muat kayaknya, dan gue mesti hunting lagi buat cari yang oke or biarkan dia jalan kaki aja terus tapi kalo dia cape pinggang gue bisa copot kl gendong haha.

      Delete
  19. wah asik bgt nih abby jalan2nya..reportasenya lengkap dan foto2 bagus bgt...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang asik banget, dan kepingin jalan-jalan lagi *manusia gak ada puasnya ya hahaha*

      Delete
  20. kalo naek kereta gitu yang reserved seat, kan Abby gratis tapi dipangku..kalo beli, boleh gak?
    lucu2 yaak.. pernah liat di youtube, orang bikin takoyaki udah cepet aja bolak baliknya..kayaknya dah kebiasaan gitu..
    hahaha.. rusanya bebas berkeliaran banget ya.. diseruduk gitu, Abby ga nangis ya?
    Beli yang model bento gitu, tempatnya dibuang ya? Sayang ya.... bisa dipake lagi kali ya hehee :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau beli boleh banget dong Fun, masak gak boleh. Kalau di atas 6 tahun udah wajib beli. Kalau di bawah 6 tahun masih boleh dipangku. Reserved seats itu cuma berlaku untuk kereta2 mahal (limited express, shinkansen). Kalau kereta lokal sih nyante aja (malah banyakan berdiri kalau peak hours haha).

      Abby jatoh 2 kali dan gak nangis sama sekali hehehe. Bangun lagi dan berkeliaran lagi deh tuh anak. Emang gak ada takutnya.

      Bentonya itu tempatnya kayak dari pressed styrofoam Fun cuma warnanya kayak kayu. Gak bisa dipake ulang. Itu gue beli yg kotak2 biasa, ada yang lebih cakep2 lagi bentuk segi 6 etc hihi.

      Delete
  21. Mau komen lagi ci.. Dari kemaren pas baca kok rasanya gak aneh soal "nara" perasaan pernag denger pas diinget2 ternyata dari mantan bos jepang dia berasal dari sana, ah cici bikin saya kangen nozu san nih bos jepang super baik hati padahal dia keponakan pemilik saham di kantor hahaha....

    Thank you ci hahah

    *maap ya komennya gak penting malah curhat hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kalau gitu rasa kangennya disampein lewat email dong ke Mr. Nozu, kalau disampeinnya di sini sih, yang ada saya doang yang baca huahahaahha.

      Delete
  22. Wow.., hebat Mommy & Abby. Saya kayaknya kalo pergi2 gak bisa tanpa dibantu baby sitter, ha ha. Cobain siomaynya gak Le? Endeuss. Kebetulan trip ke Jepang sebelumnya, gue jalan cuma berdua misoa, jadi sengaja milih makan bukan di fancy resto. Banyak cobain beberapa snack yang di jual di etalase-etalase di basement mall. Itu basement segede gitu bisa full dengan makanan-makanan yang lucu2. Semuanya pengen dicoba n diborong. Asli Jepang itu paling jago di tampilan dan packagingnya ya. Rasa juga enak sih yummm. Belum pernah ke Nara karena memang ikut tour, jadi itinerary nya gak ada ke Nara seperti yang lo bilang Le.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang gue tiap Sabtu aja udah gak dibantu sama babysitter lantaran dia kuliah, jadi makin kebiasa deh urus anak sendiri dan pergi2 tanpa sus. Oh, elu pergi ikut tour ya? Kalau ikut tour bukannya udah dapet makan? Jadi malah gak bisa coba-coba restaurant yg khas-khas ya. Palingan jadi coba banyak cemilan. Beberapa tour ada sih ke Nara, tapi dikit banget. Mungkin karena termasuk kota yang lebih kecil ya, padahal world heritagenya banyak dan cantik2.

      Delete
    2. Kebetulan tournya kemarin banyak yang sepantaran, jadi kelar tour, suka ngider bareng lagi dan kita nyari cemilan khas lagi deh. Nyobain ramen, soba, bandingin dgn yg di sini, otentik gak, eh he. Juga kadang ada saat free time, karena gak shopping, kita nyari makan/ snack lagi. Murahan beli makanan daripada shopping sih, he, he. Buat shopping sakukurata, ha ha ha. Dulu pas 2002 pernah mampir juga ke Tokyo karena dapat beasiswa dari salah satu perush Jepang. Nah, Asakusa jaman dulu masih agak sepi banding sekarang ini. Btw, souvenirnya gak terlalu berubah loh. Itu boneka2 kayu Jepang yang buat gantungan di mobil dari thn 2002 sampai sekarang ini masih ada yg sama modelnya, ha ha.

      Delete
  23. Answer for big question : Soalnya kalo penjual gak bakal kasih kue ke rusa, kalo turis kasih kue, hehehe..rusa udah belajar dari pengalaman bertahun tahun....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gak dikasih, tapi kan kalau penjualnya lagi kabur, si rusa bisa aja kan ambil tuh kue karena didiemin aja di atas meja di eye level dia. Waktu itu gue ada mau beli, penjualnya malah di dalem, jadi gue kudu panggil2 hahahaha. Jadi rusa di sini kayaknya emang pada sopan-sopan.

      Delete
  24. seruuu banget..... !! apalagi liat rusanya... demen banget yaa. Waktu ke kota nara ini dingin yaa...?? Ngeliat bajunya yang pake tangan panjang sama abby pake topi. Kereta apinya bagus yaa.... jadi pengen nyobain ...he.he.he...^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dinginnya sih nggak terlalu ya Nge. Masih belasan derajat lah, cuma kalau sore anginnya lumayan kenceng. Itu yang Abby pakai topi bukan di Nara, melainkan di Osaka. Kalau malem kan anginnya kenceng juga, apalagi kita mau jalan lebih dari 2km di jalan raya, jadi gue pakein topi biar gak masuk angin. Kereta di sana baik yang bagus (shinkansen) maupun kereta lokal, sama-sama bagus dan bersih. Cuma bedanya shinkansen seatnya kayak di pesawat aja.

      Delete
  25. Terbit juga episode selanjutnya ci..:)
    ngeliatnya jam-jam segini, bikin perut jadi bunyi-bunyi ga keruan ci..hahahaha
    Abby lucu amat si ci, diseruduk rusa sampe ngejengkang tapi malah mukanya happy bener :)

    btw ya ci, tadi aku tunjukin post cici ke adekku..dia bilang, ada peraturan kalau sampai kita nabrak rusa terus rusanya mati, kita bisa kena sanksi..lah kok aneh ya didenger..hahahahaha

    ditunggu episode selanjutnya ya ci..#semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya udah kalau gitu besok buka lagi postnya pas sebelum makan siang, biar makannya lebih lahap ye hahaha.

      Peraturan nabrak rusa yang di mana nih? Kalau di US sih setau cici yang penting itu kita ngurus rusa-nya deh, bukan didenda. Soalnya deer crossing banyak banget dan malah suka menyebabkan kecelakaan mobil lantaran rusanya nyebrang sembarangan, dan tugas kita cuma cukup geser "mayat" rusa-nya. Justru malah ada anjuran sebaiknya jangan disentuh lagi kecuali kita sudah yakin rusanya sudah mati, karena kalau sampai rusanya masih hidup, kita bisa ditendang (terus kitanya yg tewas... beneran ini!) Hehehe.

      Delete
    2. Biar walaupun makannya sayur, berasanya daging ya ci..wkwkwkkwkwkw

      Peraturan di Nara ci, dedek ku pernah denger beritanya di NHK..
      hah?seriusan itu ci, malah kita yang tewas. Kirain si cici bercanda..hahahhaha

      Delete
    3. Soalnya kalau di Nara kan rusa-rusanya rada civilized dan jinak ya. Ukurannya juga gak guede2 banget. Coba ke US deh yang wild deer, itu bisa lewat-lewat di highway dengan high speed dan gede banget. Jadi mungkin beda ya aturannya.

      Delete
  26. takoyakinya keliatan enak banget le... disini takonya imut2, sekali makan uda ludes hahahaha... postingannya gua simpen ah, siapa tau ada duit buat ke jepang hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sini kayaknya bikin takoyaki pake cetakan poffertjes ya, jadi serasa salah ukuran hihihihi. Di sono gede, montok, dan creamy. Iya simpen aja, Mel. Lumayan buat referensi nanti kalau mau jalan-jalan walau masih bisa banyak modifikasi.

      Delete
  27. ci le waduhhhh aku udah ketinggalan banyak postingan jalan2 abby nih, baru baca yang jepang ini dari part 1 sampe sini. seru banget ci dan selalu suka postingan jalan2 abby foto2nya bagus semua jadi berasa ikut jalan2 deh..

    terus jadi penasaran juga kenapa itu rusa2 di nara kaga nyamperin si tukang jual biskuitnya ya hahahah..

    ditunggu lanjutannya ya ci :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, baca part 1 sampe 3 berarti lumayan panjang juga loh, moga2 masih bisa enjoy soalnya kayaknya partnya bakalan banyak banget hahaha. Lagi mikir apa nanti org kebosenan atau ngga liat tampang2 kita. Moga2 sih ngga bosen krn banyak pemandangan juga ya.

      Nah, soal rusa itu, mgkn saat mendekat, rusanya dikasih tatapan setajam silet *ala Feny Rose*. :P

      Delete
  28. rusa di nara lucuuuu & jinak banget ya sama manusia.. tp agresif kalo udah liat makanan. wkwkwk.
    btw ci, rusa disana ga ada yg bertanduk ya ci? hehehe.
    abby keliatan girang banget bs elus2 rusa jinak, eh pas baju nya jg gambar rusa ya. cute maksimal. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh, kalau udah liat biskuit tak tertahankan pingin makan sampai ngerubung. Ada yang bertanduk, tapi dipotong, especially yg udah tua-tua. Iya dong, mamanya udah siapin baju gambar rusa (padahal itu bday sweater pas umur 2, tapi msh ada kesempatan sekali lagi buat dipake).

      Delete
  29. aduhh cii ceritanya kebanyakan aku jadi bingung mao coment yang mana..hahahaa yg paling di coment itu bajunya abby koq bisa gambar rusa ciii? sengaja ya ciii..hehehe trus abby seneng banget pas kasih makan rusa...^^ oh iya aku kira di jepang cewe2nya cantik2 semua kaya di film2..tapi aslinya nggak ya cii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diceritain aja kebanyakan ya, apalagi kalau dijalanin. Bener-bener seru hihihi. Bajunya itu baju dia bday pas umur 2. Kan dia bday 24 December, jadi pas cici ke KL November tahun lalu liat ada baju rusa itu, dan syukurnya cici beli, karena di Indonesia gak ada yang jual walau di toko yg sama hahaha. Cewek Jepang itu kalau kata suami cici, either jelek atau cantik. Gak ada yang sedang2 saja hahaha.

      Delete
  30. Pas liat Glico Man jadi keinget sama suara cewek bilang "Gu-ri-ko" dengan nada khas iklan mereka hahahaha. Crab gede itu pernah aku liat di komik :P Duh ngeliat anak-anak sekolah dengan seragam mereka aku naksir bangeetttt hahahah. Suka banget baca komik soalnya, jadi ngeliat seragam mereka tuh jadi kayak ada fetish sendiri LOLOLOL.
    Ikutan penasaran juga kenapa rusa-rusa itu ga menyerang si ibu penjual ya? Apa karena biskuitnya masih kebungkus, sementara kalau pembeli kan bakal buka bungkusnya jadi wangi biskuitnya kecium? *asumsi sesuka hati* hahahaha.
    Ga sabar nunggu lanjutannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo dateng ke Osaka, biar gak cuma liat di komik ya. Seragamnya di sini sopan-sopan. Modelnya mirip2 sailor semua, tapi warna sama garisnya suka beda-beda.

      Biskuitnya gak dibungkus loh Liv, cuma diiket kertas tipis. jadi kalau mau lgsg nyerbu juga bisa. Kebuka gitu gak pake plastik. Tambah misteri kan? Hihihi.

      Delete
  31. makin dibaca makin mu to the pengggg ciii!! makin ngeces2 juga liat makanannya apalg takoyakinya, hadehhhh *nelen ludah*

    abby termasuk berani ya ci, ngasi makan ke rusa bahkan kepengen ngasi lagi walo uda diseruduk.

    ditunggu ci postingan berikutnya *yang dijamin buat gue makin mupenggg, hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. One day nanti ke sana ya, Wi. Abby anaknya emang termasuk berani sama binatang, apalagi binatang semacem rusa gitu, dia mah gak ada takutnya. Sama kuda juga berani. Iya, tuh postingan barunya baru aja kelar.

      Delete
  32. Seruuuuu bgt jalan2nya Ci, rusa2nya lucu bgt walau agak2 ganas ya -_-;
    si kepiting wkwkwkwkwk udah jadi khas bgt ya Ci,
    btw itu seragamnya sopan2 ya... Kok beda ya klo gw liat di film dorama/anime wkwkwkwkwk biasanya roknya pendek2 plus kaus kaki tinggi2.
    Lanjut terus ceritanya Ci :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, di Tokyo atau kota besar lain jg seragamnya banyak yang aneh-aneh. Kebetulan itu yang cici foto anak sekolahan yang baik dan benar kayaknya. Sopan-sopan dan manis-manis.

      Delete
  33. mau komen lagi leony :D
    postnya bikin jadi kangen Nara dan Osaka...:D
    tapi kayaknya Nara makin rame aja
    scroll ke bawah bingung kok ga foto si glico..ternyata ditaro paling bawah hihi...

    ah iya di jepang kayaknya restorannya makanannya enak2...they take care their food seriously :D
    jadi suka bingung pengen nyobain semua..untung pork out of limit jadi nyempitin pilihan hihi
    acara tv di jepang aja isinya makan, masak review rrestorana aja gtu terus..yg liat jadi seneng,, drama ama komik jepangnya jg banyak yg isinya seputar makan dan masak hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah rada susah dikit tuh buat nyempitin kalau udah di jepang. Bahkan pesen beef or seafood aja appetizernya suka dikasih ham hehehe. Tinggal kita bener2 kudu tanya dulu deh sebelum makan. Org Jepang bikin makanan apapun tuh rapi dan rasanya most of the time enak. Kita yg makan jd puas sm effort mereka. Nara segitu rame ya tp sebenernya gak ada apa2nya sama Kyoto. Kyoto itu yg bikin shock berat.

      Delete
  34. Ini gue dari dulu penasaran sama Nara. Keren banget banyak rusa dimana-mana. Pasti Madeline juga happy banget nih kalo diajak ke sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke Jepang lagi dan bawa Madeline harus bener2 sempetin ke Nara. Kayaknya Abby beneran paling happy pas di Nara deh.

      Delete
  35. ih gw ngilerrr takoyakinyaa.. gw juga heran loh knapa di jakarta gw ga nemu takoyaki yg enak (seenak resto jepang favorit gw dulu di sydney). takoyaki yg gw demen tuh rasanya nyesss meleleh dan dalemnya octopusnya gede
    jepang asik ya sampe malem masi rame dan makanannya banyakkk banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Jakarta jadi kayak poffertjes kan? Gak creamy n takonya seciprit hahaha. Dotonbori sih edan banget kl mau wiskul. Kalo mau balik, gue gak bawa anak dulu deh or nunggu anak udah gede haha. Brasa kurang wiskulnya.

      Delete
  36. I can't stop giggling at that video of abby and bapaknya abby lagi main sama rusa you sent me LOL

    Di Nara tourist center itu juga pertama kali saya ke Nara, saya minta peta. Peta penting pas jaman dulu, soalnya tidak ada smartphone LOL. Dan kalau menurut anda Nara termasuk jarang dikunjungi wisatawan Indonesia, bisa jadi memang benar. I vividly remember when I went to that same tourist center asking for a map, the lady at the counter asked me "which prefecture you come from?" trus gw jawab "err....Jakarta Special Capital Region HAHAHAH" trus dia bingung. Trus gw jawab, kalo gw dari overseas. Dari Indonesia. Nah cilakanya, si mbak ini kesannya kayak nggak tahu dimana Indonesia itu, trus dia tanya ke co-worker nya yang udah nenek2 trus dia kaget gw dari Indonesia. Trus gw tanya ke nenek itu, "memangnya jarang ya turis dari Indonesia??" and she said "saya udah kerja disini hampir 30 tahun belum pernah ketemu turis dari Indonesia". NAH LO.

    Oh BTW si nenek ini kudu saya jelasin Indonesia itu dimana soalnya tadinya dia belom ngeh. Pas gw bilang "Minami no shimaguni" (which is an old WW II - era Japanese phrase for Indonesia - meaning southern archipelago, baru dia nyadar. "oh, like BALI!!!" gitu katanya. Meh. Close enough. Ho'oh deh nek...

    Takoyaki seperti yang anda katakan memang khas nya Osaka, but actually takoyaki itu bukan ASLI Osaka. Aslinya sebenernya dari Kobe, believe it or not. Di Jakarta memang nggak ada takoyaki yang seenak Osaka, tapi akhir2 ini di Jakarta sudah mulai banyak restoran yang bikin takoyaki dengan "benar". Dulu pas jaman gw kecil, pertama kali makan takoyaki itu di Singapore tahun 1997, di gerai pertama Takopachi pas masih jualan di gerobak di clarke quay. (sebenernya sih dulu pas pertama kali ke jepang tahun 1989 pernah juga nyicipin secuil di osaka, nggak boleh banyak2 kata mami takut alergi). Saya suka sekali takoyaki-nya takopachi singapore dan selama bertahun2 saya pikir takoyaki itu memang rasanya seperti takoyaki-nya takopachi, yang luarnya lembut dan agak2 basah gimana gitu.

    When I moved to Sydney in 2003, saya sering makan di restoran jepang favorit para mahasiswa Indonesia yang sedang bokek yang namanya "Kura" (bukan kura-kura lho, apalagi kura-kura ninja). This "kura" (蔵) means "warehouse". Lokasinya di Chinatown. Tanya deh sama papanya abby, dia pasti tahu itu restoran, apalagi kalo lagi bokek dan laper, enak bgt makan disitu porsi jumbo tapi cuma 7 dollar (minum gratis!). Isinya penuhh dengan mahasiswa Indonesia semua. Even though the restaurant is owned and ran by Japanese. Mereka juga bikin takoyaki yang terkenal enaknya seantero Sydney dan pas gw cobain, loh kok bagian luarnya agak2 garing crispy2 gitu...ini kok beda sama takoyaki takopachi di singapore...enak sih tapi kok beda, pikir gw. Pengen rasanya gw negur kokinya di balik counter (restorannya konsep open kitchen), pengen nanya ini ente bikin takoyakinya kegosongan apa gimana?? Kok nggak lembut basah2 kayak di singapore, gitu pengen gw nanya. Ini sebenernya takoyaki yang asli tuh yang kayak gini apa yang kayak di singapore sih!! Gitu pikir gw. Padahal dua2nya sama yang bikin orang Jepang juga. Tapi karena bahasa Jepang gw waktu itu masih nanggung2, gw ga pernah berani. (kokinya ga bisa bahasa Inggris).

    Not until I went to Japan in 2006 I realized, there are 2 kinds of takoyaki. Takoyaki yang Osaka style ("mainstream" takoyaki) itu yang tipe luarnya agak garing, dan dalamnya pake beni-shoga sama remah2 tempura and tako of course. Trus ada yang "original" style yang lembek2 basah. Nah yang di singapore itu yang original style. Tapi tentunya yang lebih populer adalah yang OSAKA style karena emang lebih enak yg osaka style.

    Sekian trivia tentang takoyaki dari saya, yang mungkin berguna kalau ada yang nanya ente "noni, tolong dong, jelasin tentang origin takoyaki, dan juga disertai anekdot2 menarik takoyaki lainnya". Siapa tahu one day ada yang nanya begitu, ya toh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, elu masih simpen videonya? Kalau lagi sedih nonton itu aja ya, buat hatilu jadi gembira hahahaha. Nara memang gak gitu populer walaupun lately gue liat udah banyak kok orang Indonesia yang ke sana, atauuuuu...orang Indonesia itu suka males nanya, jadi gak mampir ke Tourist Center, atau rata2 perginya sama tour, asal main sm rusa juga udah hepi hihi. Jadi ya ngapain mampir cari-cari peta.


      My oh my, penjelasanlu soal Takoyaki ini harus lu segera copy and paste lalu masukin ke dalam blog lu sendiri. Gue sih gak kebayang kalau Takoyaki dari luarnya udah lembek, itu beneran serasa poffertjes yang udah agak lama keluar dari loyang haha.

      Buat teman-teman yang ingin bertanya mengenai takoyaki secara spesifik, silakan hubungi teman saya mr. Fat Owl. Anaknya ramah, baik hati, tidak sombong, dan suka makan enak. Soalnya, kalau hubungi saya, percuma, saya gak hafal.

      Delete
  37. BTW, masuk nggak ke bangunan yang banyak penguin nya itu? I haven't read part 4 onwards of abby tamasya ke jepang series so I don't know if you managed to go there. FYI, the penguin building is one of Japan's many, many, many branches of DON QUIJOTE shop (japanese pronounciation: Donkihoote or just "Donki" for short). Sayang kalo kalian nggak mengunjungi donki, soalnya walaupun nggak berencana belanja, harusnya masuk juga buat lihat2. Although kalo bawa stroller susye juga sih soalnya tokonya sempit2. Anyway Donki is toko serba ada di Jepang yang sangat populer di kalangan turis dan orang lokal. Biasanya turis Taiwan & HK yang paling histeris sama Donki ini. They sell.....EVERYTHING. E V E R Y T H I N G dan buka 24 jam. So it's kind of like, a cross between Walmart and Mustafa Centre but crammed in a store slightly larger than your closet. Rak nya bisa tinggi tinggiiiiii penuh sesak dengan barang, dari barang butut tapi cute seharga 100 yen sampai BIRKIN BAG 2nd hand seharga jutaan yen!

    Eh tau2nya gw udah ngetik cape2 gini taunya kalian udah tahu dan pernah masuk lagi!! LOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak, gue gak ke Donki yang lu bilang itu. Jalan ke sononya aja udah males Rik, secara Dotonbori area mah kagak abis-abis kalau dijelajahin hehe. Gue aja gak main-main loh ke toko-toko tax free yang jual berbagai kosmetik dan snack, soalnya keliatan cramped abis. Si Abby gak suka banget kalau tempat kelewat cramped dan pemandangannya bukan tipe yang ijo-ijo (I realized that even more when I was in Japan).

      Jadi, lu beli apaan di Donki? Have you ever bought anything there? Kalau jualannya random begitu mah, nyetoknya begimana coba hihihi. I wonder yang jadi stockist pasti palanye mumet.

      Delete
  38. Makanannya enak2 semua begitu tapi kalau dilihat dari foto2 cici keknya orang Jepang ga ada yg gendut2 ya.. Pada lari kmn semua itu makanan? Haha..

    Iya ya, rusanya kenapa ga gangguin penjualnya ya? Kan bisa aja dia nyolong gitu ya :p Berarti rusa aja bisa dididik ya..wkwkw..

    Hotelnya baguss banget ya ci, tempat tidurnya gede.. Tapi memang sesuai sih sama harganya ya.. Itu klosetnya beneran mantep pake remot..Hahaa.. Kayaknya kalo py nginep situ bakal norak 15 menit sndiri mainin pencetannya..wkkww :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak juga loh Py yang gendut-gendut, cuma kebetulan ngga kelihatan di foto. Tapi yang jelas mereka semua banyak jalan.

      Padahal itu hotel yang paling murah loh dibandingin 2 hotel lainnya, tapi puas banget stay di situ hehe. Legaaaaa....

      Delete
  39. ngomong2 saat oktober gitu

    suhu di luar ruangan berkisar berapa derajat celcius ya ?

    seperti di foto tanpa jaket sepertinya nyaman2 aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Rianti, suhunya berkisar 19 smp 24C. Kita sih orang yang suka dingin ya, jadinya emang santai aja gak pakai jaket hehehe. Apalagi Abby, wuih, senang banget sm dingin. Tapi kalau org yang nggak kuat dingin, mending tetep pakai jaket karena anginnya lumayan.

      Delete