Wednesday, October 28, 2015

Abby Tamasya Ke Jepang - Bagian 1

Prolog perjalanan kami ke Jepang akan cukup panjang. Kenapa panjang? Bukan karena persiapannya panjang, tapi justru karena persiapannya sangat pendek! It was totally not in our plan before, tapi namanya semesta mendukung (walaupun Rupiah naik turun), kami akhirnya bisa berangkat dalam petualangan ala Dora(emon). 

Bulan Agustus lalu, saya dan suami punya rencana untuk melaksanakan trip ke Spanyol, Maroko, dan Portugal. Tujuan utamanya adalah untuk ke Fatima, salah satu kota bersejarah untuk umat Katolik. Karena kami malas nyusun itinerary sendiri dan kurang mengerti medan di sana seperti apa, kami mendaftar ke 3 travel agents sekaligus untuk perjalanan di bulan Oktober yang bertepatan dengan bulan Rosario. Kami tau dengan kondisi Rupiah yang saat itu lagi mpot-mpotan, ada kemungkinan bahwa rombongan tidak berangkat, makanya kami langsung mendaftar ke 3 agents yang sudah punya nama besar. Katanya sih, di akhir Agustus, kalau sampai ada rombongan yang jalan, kami akan dikabari. Tunggu punya tunggu sampai awal bulan September, tak ada satupun agent yang menghubungi kami. Kami tanya balik ke mereka, ternyata kuota tidak terpenuhi. Bahkan di salah satu agen besar, hanya saya dan suami yang daftar. Saat itu sih cukup sedih ya, kok trip berdua yang kami sudah rencanakan akhirnya gak kejadian. 

Waktu itu hari Kamis malam, suami saya bilang, "Ya udah lah, gimana kalau kita pergi aja ke Jepang? Ajak Abby sekalian."  Saya kaget, kok bisa kepikiran ke Jepang? Jepang itu memang sudah masuk dalam wish list saya sejak lama. Berkali-kali saya transit di Tokyo saat masa kuliah dulu, bahkan pernah sekali transit semalam dan nginap di Nikko Narita Hotel, tapi ya saya sendiri belum pernah betul-betul "nginjak" Jepang. Spring tahun 2011 lalu, saya sudah bayar full ke Wita Tour untuk trip bertiga dengan mama dan adik saya sebelum nikah, tapi gagal total karena 2 minggu sebelum kami berangkat, tsunami menerjang Jepang. Uang kami memang kembali utuh, tapi kesempatan pergi itu hilang. Di saat yang bersamaan, orang-orang masih mengkhawatirkan efek radiasi. Jadi saat suami nyeletuk soal Jepang sebagai pilihan alternatif untuk pengganti trip Eropa, mata saya langsung berbinar, hati saya berdegup gembira.

Hari Jumat, yang saya lakukan cuma browsing-browsing soal Jepang sebentar, lihat-lihat paket tour, tapi ya nggak nyiapin apa-apa sama sekali. Jumat malam sepulang suami kerja, mendadak dia semangat. Kali ini kita serius survey harga dan lihat-lihat tour yang bagus. Sebenernya ikut tour bertiga itu dihitung-hitung not bad at all. Dengan IDR 75-80 jutaan, kami bertiga sudah bisa trip 8 hari dengan agent ternama, tinggal ongkang-ongkang kaki terima beres. Tapi berhubung Rupiah lagi acakadut, suami saya lebih memilih kita jalan sendiri saja supaya pasti jalan dan tidak bergantung kuota. 

Kemudian, dia ngajakin saya nyusun itinerary sederhana, dan ternyata berlanjut dengan booking hotel dan booking tiket pesawat! APAH?? SERIUS?? Iya, saya serius, baru Kamis malam diomongin iseng-iseng, Jumat malam kami sudah susun itinerary sederhana, dan Sabtu subuh, kami sudah booking semuanya, sampai-sampai, pihak penerbangan menelepon kami di pukul 01.00 pagi, untuk memastikan kalau kami benar-benar melakukan transaksi supaya tiket bisa diissue hahahaha. Kurang gila apa tuh? Untung bapaknya Abby dulu juga pernah bertualang ala Dora juga ke Jepang, jadi itinerary-nya 70 persen ngikutin punya bapaknya yang pernah berangkat di tahun 2008. Booking hotelnya kami lakukan via booking dot com, yang ternyata merupakan pilihan yang tepat karena setelah saya pikir semua beres, ternyata kita milih tipe kamar yang salah. Booking dot com kan bisa dicancel tanpa ada biaya apapun, jadi lega deh. Tar habis ini saya ceritain kenapa salah. Sabtu pagi, kami lanjut booking tour lokal, tiket atraksi, JR Pass, dan Wireless Router di JTB Jakarta yang berlokasi di Aeon Mall. Jadi Sabtu sore, segala kebutuhan kami sudah siap semua! 

Rekor gak tuh? Kurang dari dua hari loh! Kurang gila apa? Hahahahaha....

Kemudian, kami disadarkan sebuah fakta, kalau ternyata setelah dihitung-hitung, biaya perjalanan kami ini, jauh lebih tinggi daripada kalau kami ikut tour. Tetapi, itinerary ini murni bikinan kami sendiri, penerbangan dan hotel pun sesuai pilihan kami, begitupun dengan tempat yang dikunjungi. Membawa anak usia kurang dari 3 tahun dengan jadwal tour yang biasanya kurang flexible, kemungkinan malah akan lebih menyiksa, belum lagi Abby ini kalau makan rada susah dan lamaaa... *terkadang bikin urut dada*. Tapi karena tidak ikut tour, berarti kami akan naik turun kereta, geret koper sendiri, yang buat beberapa orang juga bisa menyiksa. Buat kami, ini merupakan sebuah petualangan. Tinggal gimana kami menyiasatinya aja.

Ada lagi fakta yang bikin kami agak "sedih". Jadi, saat kami booking semuanya itu, Rupiah lagi ambrol-ambrolnya. Yen dan Dolar lagi kuat-kuatnya. Karena kami deg-degan harga Yen naik terus, kami tetep kept going dengan transaksi dan beli Yen. Transaksi tertinggi kami ada di hitungan Yen 1 = IDR 123. Dan ternyataaa.... pas kami berangkat, Yen 1 = IDR 113. Huaaaaa!! Rugi kursnya gila-gilaan. On the other hands, saya sih seneng Rupiah menguat lagi. Kan kepentingan negara lebih penting daripada kepentingan pribadi. Terus suami saya menguatkan dengan bilang, "Yang penting kita masih bisa bayar." Biar gak gimana sakit hati, saya anggep aja pengeluaran saya saat itu 1 Yen = IDR 120 hahahaha. Jadi tiap kali mau belanja, saya kaliinnya sama IDR 120 aja (meratap nanar...). Harga yang saya sebutkan di bawah ini bisa berubah sewaktu-waktu.

Visa

Karena kami bertiga masih belum memakai e-passport, kami membuat visa Jepang dengan bantuan Dwidaya Tour, Puri Indah. Harga resmi kalau mengurus sendiri adalah IDR 330,000, dan lewat Dwidaya, kami dicharge IDR 425,000/ orang yang berarti hanya IDR 95,000 lebih mahal dibanding urus sendiri. Dengan alasan kepraktisan dan selisih harga yang tidak terlalu jauh untuk kami bertiga, kami memilih untuk dibantu oleh Dwidaya walaupun agak lebih lama alias 5-7 hari kerja. Syarat visanya bisa dilihat di web kedutaan Jepang, atau tanya langsung ke Dwidaya (atau agen resmi lainnya yang diapprove oleh kedutaan).

Untuk pemilik e-passport, walaupun gratis biaya visanya, tapi tetap ya harus lapor ke Kedutaan Jepang. Jangan sampai ada kejadian, dikira ke Jepang gak pakai visa! Tau2 sampai di sana di deportasi balik hihihihi. Kalau mau gampang dan nggak urus sendiri, minta bantuan Dwidaya juga hanya kena IDR 50,000 saja.

Penerbangan

Saat memilih penerbangan, awalnya kami terpaku pada Garuda Indonesia, karena kami berpikir direct flight ke Haneda langsung pasti lebih nyaman daripada pindah-pindah pesawat. Tetapi suami saya bilang, kalau ke Jepang, Singapore Airlines punya Airbus A380 yang merupakan pesawat terbesar. Dan memang sih, berdasarkan pengalaman, kalau penerbangan jarak jauh, memang lebih enak naik pesawat yang lebih besar karena biasanya leg roomnya agak lebih besar. Selain itu, Singapore Airlines juga menyediakan entertainment yang lebih lengkap dibandingkan dengan Garuda Indonesia. Film-filmnya lebih baru dengan lebih banyak variasi. Kita mempertimbangkan ini juga karena ini merupakan penerbangan jarak medium pertama untuk Abby. Jadi keputusan tengah malam itu jatuh kepada Singapore Airlines. Penerbangan ke Jepang dengan A380 juga merupakan penerbangan red-eye alias penerbangan malam, yang berarti kita sampai di sana pagi. Jamnya mirip dengan Garuda Indonesia. Yang namanya tidur di pesawat, tentulah kenyamanan sangat penting. Selama saya kuliah dulu, saya juga lebih banyak pakai Singapore Airlines, dan saat kami honeymoon ke Turki kemarin, juga pakai Singapore Airlines. Yang bikin ngga enaknya SQ itu cuma... ongkosnya! Hahahaha. Apalagi kami langsung book online, soalnya suami males pergi ke travel fair. Cuma ya karena udah yakin pasti berangkat, book aja deh langsung. 

Hotel

Memilih hotel di Jepang itu sangat tricky sekali. Seperti saya ceritakan di atas, saya sempat salah dalam memilih hotel. Saya kan mikirnya simple ya. Masukin  tanggal, lalu pilih untuk 2 orang dewasa, lalu nanti keluar deh pilihannya. Dan saya lihat pilihan untuk dua orang itu yang paling murah ya double room. Saya mematok harga IDR 2-2.5 juta per malam, dan kamar yang saya pilih awalnya ada di range segitu. Kemudian, saat saya ke JTB, saya dikasih tau, kalau double room itu ukuran kasurnya cuma 140cm x200cm. Saya shock berat! Sudah gitu, ukuran kamar dari double room rata-rata antara 14 sampai 18m2. Ajegile! Mau taruh koper dimana? Terus, Abby mau bobo di mana? Selain itu, di Jepang, untuk hotel-hotel ternama, baby cot itu hanya untuk usia 1 tahun ke bawah, dan mereka cukup strict soal ini. Kita juga harus jujur berapa orang yang masuk di dalam kamar, karena harga single occupancy dan double occupancy itu beda. Di Jepang itu, selain tipe kamar berdasarkan tingkat luxury-nya, juga ada tingkat ranjangnya. 

Kalau diurutkan dari yang termurah ke yang termahal adalah:
- Single Room (biasa ranjang 120x200 atau 140x200 dengan single occupancy)
- Double Room (ranjang 140x200 atau 150x200 dengan double occupancy)
- Queen Room (ranjang 160x200 dengan double occupancy)
- Twin Room (dua buah ranjang 100x200 atau 120x200 dengan double occupancy)
- King Room (ranjang 180x200 dengan double occupancy)

Yang namanya King Room itu, cuma ada di hotel-hotel besar dengan harga yang aduhai hai hai... Tapi kami sadar, kami nggak mungkin tinggal di double room. Kami harus upgrade minimal ke Twin Room, syukur-syukur ke King Room dan kalau bisa ukuran kamarnya di atas 25m2. Jadilah, kami pusing-pusing lagi milih hotel, dan akhirnya kami dapat yang sesuai dengan spesifikasi yang kami mau, dan tentunya, kami harus merogoh kantong lebih dalam alias doubling the budget. Yang penting nyaman deh. Biar dikata cuma buat numpang tidur doang, tetep dong harus manusiawi. Oh iya, lokasi itu sangat-sangat penting! Bisa tinggal dengan jarak jalan kaki minimal dari stasiun kereta api besar adalah sebuah keuntungan sangat luar biasa. Makanya hotel-hotel area stasiun besar, harganya juga lebih bikin kantong bolong. Karena bookingan di booking dot com bisa dicancel, setelah kita dapat yang hotel yang bener, kita pilih aja yang price-nya paling oke lalu langsung bayar, biar lebih realistis dan gak usah bawa-bawa cash kebanyakan. 

Khusus untuk trip kali ini, saya memilih room only alias tanpa makan pagi. Selain kita save some bucks, pilihan itu lebih dikarenakan jadwal kami yang bisa dibilang padat. Kami banyak breakfast cepat seadanya atau breakfast di jalan. Soal hotel yang kami pilih, nanti akan saya bahas di postingan selanjutnya ya.

Transportasi, Tour Lokal, Tiket Atraksi, dan Wireless Router

Semuanya kami booking dengan bantuan JTB Jakarta. Yang menyenangkan dari JTB Jakarta ini adalah, walaupun hitungannya tetap dalam Yen, tapi exchange rate mereka manusiawi, dan kita bisa membayar dalam rupiah tanpa provisi kartu kredit. Saya pergi ke cabangnya yang di Aeon Mall, BSD. Kita hanya kena biaya 1% untuk komisi Tour Lokal JTB Sunrise (JTB Jepang).

Karena kami akan pergi ke beberapa kota di Central Japan, mempunyai JR Pass merupakan suatu keharusan. Dengan JR Pass, kami bisa naik Shinkansen alias bullet train untuk menuju kota lain, lalu bisa naik kereta JR lokal di beberapa lokasi yang ada jaringan JR Line. Harga JR Pass 7 hari untuk 1 dewasa adalah JPY 29,110 (IDR 3,493,200) dan anak sebesar Abby masih gratis. Hanya kalau kereta penuh, Abby harus dipangku. Harga tersebut hanya bisa dipakai untuk Shinkansen Hikari dan Kodama, dan itu sudah cukup untuk kota-kota besar Central Japan. Beli JR Pass ini sangat menguntungkan, karena harga naik Shinkansen itu mahal sekali! Cukup naik Shinkansen PP Tokyo - Osaka aja, sudah terbayar ongkos JR Pass-nya. Jadi kalau lebih dari 2 kali naik, sudah pasti jauh lebih irit. Untuk kereta lain di luar JR Line bisa menggunakan IC Card (Suica) sejenis dengan EZ link di Singapura yang bisa dibeli di Jepang. Akan saya ceritakan nanti di post selanjutnya.

Kami juga memilih 2 paket tour lokal dari JTB Sunrise yaitu untuk tujuan:
- Fuji dan Hakone dengan harga JPY 14,000 (IDR 1,680,000)/ 1 dewasa
Tour ini mencakup penjemputan dari hotel kami, tour 1 hari termasuk makan siang, dan nanti akan diturunkan di Shinjuku Station.
- Hitachi Seaside Park dengan harga JPY 9,980 (IDR 1,197,600)/ 1 dewasa
Tour ini mencakup tour 1 hari termasuk makan siang, dan nanti akan diturunkan di Shinjuku Station. Tour yang kedua ini sangatlah spesial, karena hanya diadakan di bulan Oktober setiap tahunnya. Kenapa sangat spesial? Nantikan postingan selanjutnya ya.
Untuk usia Abby masih gratis. Sama dengan aturan Shinkansen, kalau keretanya penuh, dalam hal ini busnya penuh, Abby harus dipangku.

Untuk tiket atraksi, kami membeli tiket sebagai berikut:
- 1 day pass untuk Universal Studio Osaka seharga JPY 7,200 ( IDR 864,000)/ 1 dewasa
- 2 days pass untuk Disneyland dan Disneysea seharga JPY 12,400 (IDR 1,488,000)/ 1 dewasa

Kalau tetap mau eksis di dunia maya, jangan lupa untuk menyewa Wireless Router (Mi-fi LTE). Dengan router ini, kita bisa terus online dimanapun kita berada, dan bisa share pemakaian dengan teman kita. Promo yang kita dapat dari JTB adalah, jika kita membeli 2 JR Pass, kita bisa mendapatkan 4 hari free harga sewa wireless router. Harga sewa per harinya adalah IDR 75,000. Cara penghitungan harinya adalah mulai dari hari pertama kita sampai, sampai hari kita kembali. Mereka akan meminta copy ticket kita untuk konfirmasi jumlah hari. Karena hari efektif saya di sana adalah 10 hari (setelah dikurangi penerbangan hari pertama), saya membayar 10-4 hari = 6 hari dikali IDR 75,000 = IDR 450,000. Alatnya ini bisa diambil 1-2 hari sebelum keberangkatan, dan harus dikembalikan ke JTB cabang kita ambil 1-2 hari setelah kita kembali. Pilihan lain untuk Wireless router ini adalah dengan menyewanya langsung di Jepang (i.e. Pupuru) dengan harga yang sedikit lebih murah yaitu JPY 400 (IDR 48,000)/ hari. Tetapi karena kita ingin hemat waktu alias mau langsung on tanpa perlu cari-cari tempat sewa di airport Jepang, saya sih lebih suggest sewa dari travel agent di Indonesia.

Gears

Karena kami pergi tanpa tour, otomatis kami harus travel as light as possible, tapi kami juga gak mau backpacking. Jadi kami memutuskan untuk membawa 1 koper besar untuk kami bertiga. Iya, gak main-main kami cuma bawa 1 koper untuk bertiga, ditambah 1 ransel Samsonite ukuran standard yang dipakai suami, isinya kamera, lensa, dan perlengkapan Abby (Baju ganti, bib, snacks, popok, botol minum), payung, dan medicines. Saya sendiri hanya bawa 1 handbag yang isinya adalah barang-barang penting (passport, other documents, and of course, money). Saya juga bawa 1 Longchamp foldable ukuran jumbo yang ditaruh di dalam koper, dan akan dibuka kalau nanti bawaan kami membengkak. Intinya sih, gaya itu penting, tapi kalau mau travel naik turun kereta, jangan kebanyakan mentingin gaya hahahahah. 

Kopernya sendiri kami pakai Lojel Streamline Hard Case ukuran Large. Kenapa kami pilih hard case? Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan Delsey Soft Case, ketika ukurannya besar, isiannya berat dan koper dibanting-banting, rodanya menjadi tidak stabil. Akibatnya koper jadi harus diseret dan akhirnya jadi tidak praktis. Lojel sendiri rodanya juga sudah merupakan roda Hinamoto yang terkenal stabil serta tidak berisik (walaupun soal tidak berisik ini nggak penting-penting amat hehehe). Lojel juga merupakan Japanese Brand, dimana saya percaya kalau brand-nya pasti cocok dengan keadaan di negara tersebut.

Untuk stroller, kami tetap setia dengan Aprica Karoon yang selama ini menemani Abby. It was a great decision, karena Abby sudah kerasan dengan strollernya sehingga mudah bagi dia untuk tidur di situ dengan posisi full reclined, plus ringannya masih tak tertahankan. Kami tidak perlu stroller yang harus dilipat sampai kecil, karena saat transit dan tiba di tujuan, stroller kami pesan untuk siap di garbarata. Di Jepang sendiri, jarang sekali terlihat orang-orang memakai stroller roda besar. Aprica dan Combi adalah merek yang sangat common di sana, jadi Abby banyak temannya.

So.... here we go, Abby Tamasya Ke Jepang! 11 days and 9 nights full of adventure!

Selasa, 13 Oktober 2015

Sore itu kami sudah siap-siap, dan Abby paling excited untuk berangkat. Dari rambut masih kayak capcay karena habis keramas, sudah mau disuruh gaya loh!

Beneran kan, kita cuma bawa 1 koper, 1 ransel, dan 1 stroller. 

Lagi hobi nunjuk tangan jadi 4. Entah 4 itu apaan. Mungkin mau punya adek lagi biar jumlah anggota keluarganya 4? Eh? (Gak...belom!)

Kasih jempol sambil bilang, "Gooood!" (Kebiasaan akhir-akhir ini)

Foto dulu sama bapaknya yang sama girangnya.
Sore itu kami memesan taksi, lalu ditawari Golden Bird Innova dan dapat harga promo IDR 170,000 saja termasuk biaya tol. Cukup IDR 200,000 termasuk tip, kami sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta.

Muka-muka girang siap bertualang. 
Penerbangan kami ke Singapura sebenarnya pukul 20.25 malam dan kami sampai di Bandara pukul 18.00. Terus kami ditawari apakah mau penerbangan lebih pagi menuju Singapura yaitu pukul 19.00. Mau bangetttt! Soalnya tadinya masa transit kami di Singapura itu hanya sekitar 55 menit saja. Lumayan kan jadi sekitar 2 jam karena penerbangan kami dimajukan. Kalau 55 menit sih alamat kami cuma pindah terminal saja, lalu langsung masuk gate lagi. Karena dimajukan ini, jadinya kami gak pakai mampir ke lounge lagi deh pas di Soetta. Baru sampai, check in, langsung menuju ke Imigrasi dan gate keberangkatan.

Ngelihatin pesawat yang lagi bersiap, sambil makan malkist.

Masih terus makan malkist. Sekarang ini Abby lagi doyan banget sama malkist, apa ada yang mau sponsorin jadi bintang iklannya? 

Baru naik, langsung sibuk mencetin remote control, sampai beberapa kali kepencet untuk panggil pramugari *tepok jidat*
Penerbangan ke Singapura ini memakai pesawat Boeing 777. Terus terang, pesawatnya sudah agak tua sih, dan entertainment consolenya bagusan Garuda Indonesia punya yang sudah pakai touch screen hihihi (selected flights only). Tapi contentnya bagusan ini walaupun tidak terlalu banyak.

Makan nasi sama ikan, lalu sehabis itu melahap kue coklat.

Menu pesanan saya, ayam dengan pasta.

Sampai di Changi, deh!
Salah satu advantage kita sebagai penumpang Singapore Airlines yang sedang transit kurang dari 24 jam adalah, kita bisa memperoleh voucher sebesar SGD 40 per penumpang yang terdiri dari SGD 20 untuk dipakai di mana saja, dan SGD 20 untuk dipakai membeli kosmetik, minuman beralkohol, dan tembakau. Kita bisa ke iShop Changi untuk menunjukkan boarding pass transit kita dan ditukarkan dengan voucher. Berhubung kami tidak mau menambah belanjaan, akhirnya kami cuma pakai SGD 20 saja untuk beli croissant sandwich dan minuman di Dunkin Donuts. Lumayan bisa nyemil pas nunggu walau sebentar. Abby juga bisa ganti popok dengan tenang karena extra time tadi.

Mama lagi tukar voucher, anaknya sibuk ngelihatin pesawat. 

Keliatan ya anaknya mulai ngenyot dan siap molor. 

Boarding gate penerbangan menuju Tokyo yang ramai. Pesawatnya juga gede sih ya.

Walaupun muka udah setengah watt, pas masuk pesawat Abby langsung happy lagi karena dapat mainan Disney dari SQ. Apalagi yang kepala Minnie Mouse itu, pas ditarik dan getar2 bikin dia ngakak-ngakak melulu. 

Seperti biasa, walaupun di kelas Ekonomi, pilihan beveragesnya SQ memang sangat beragam, walaupun ujung2nya mah, saya cuma pesen Orange Juice sama Apple Juice.

Perjalanan Singapore ke Tokyo ada dua pilihan menu breakfast, Japanese dan Baked Eggs.

Tengah malam sebelum tidur, kami dikasih menu supper yang nyam-nyam banget. Yang ini adalah Warm Chicken Satay and Potato Wrap.

Dan ini yang punya saya, Warm Mango and Shrimp in Herb Panini Sandwich.

Sementara itu, tak berapa lama kemudian, si unyil langsung pules (sambil ngenyot)

Pukul 5 pagi waktu Jepang, alias pukul 3 pagi waktu Indonesia, kami sudah dibangunkan kembali untuk breakfast. Dan ini pilihan kita berdua, Japanese Breakfast dengan Salmon. Abby sendiri masih bobo dan kita biarkan dia tidur terus.

Matahari mulai muncul di Timur 
Nggak berapa lama kemudian Abby bangun dan langsung nonton TV. Headsetnya yang khusus anak ini lucu banget!

Serius banget, lupa lagi nonton apa, kalau nggak salah sih Doraemon.

Dan awan mulai nampak, tak berapa lama kemudian, kami tiba di Tokyo

Sudah tambah siap untuk bertualang di Jepang? Nantikan lanjutan ceritanya ya!

128 comments:

  1. wow seru banget.... emang kadang yang dadakan itu yang jadi ya hehe.. ditunggu lanjutan nya nich..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya udah beberapa kali kejadian, udah di plan dan dikepinginin dari lama, malah gak berangkat. Contohnya yang 2011 mau ke Jepang, dan 2015 ini mau ke Fatima. Jadi yang pasti2 aja deh hehehe.

      Delete
  2. seruu.... serba cepet ya ngurus2nya, tapi malah bikin excited pastinya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serba cepet, tapi yang penting lancar jaya semuanya.

      Delete
  3. Wahhh tamasya nya ke jepunnnn...asiknyaaaa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik, Ci. Ayo berangkat jg jadi bolang sama anak-anak.

      Delete
  4. Penasaraaannnn :D Makasih ya sudah share biayanya juga, jadi nanti kalo mau ke Jepang sudah ada gambaran hehehe. Jepang ini emang tujuan impian dari dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biaya yang saya share ini yang lumayan hampir pasti-pasti aja ya. Kalau kayak pesawat gitu, fluktuasinya kejauhan dan suka ada promosi, jadi beli jauh-jauh hari pasti lebih murah (jangan kelewat ditiru yang soal beli tiket pesawatnya yg ngebut hahahaha). Kalau soal makanan juga saya udah banyakan lupa pricenya, cuma inget beberapa aja.

      Delete
  5. Wah seru banget, biasanya silent reader kali ini ga tahan mau comment karena kebetulan mau ke japan juga jadi cerita ini bisa buat referensi deh, makasih ya uda review beserta harganya 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget memang. Sip, kamu ke Jepangnya kapan? Soalnya saya ngumpulin energynya lama nih buat nulis, bisa2 nanti keburu kamunya udah brangkat, ceritanya belum kelar hehe. Soal harga, gak semua ya, banyak jg lupanya. Yang di sini yang lumayan pasti-pasti aja.

      Delete
    2. Masih April 2016 koq perginya jadi masih sabar menunggu lanjutannya nih hehehehe

      Delete
    3. Hahaha, oke, kalau gitu km book tiket udah dari sekarang ya, biar dapetnya murah, gak kayak saya hahahaha. Soalnya katanya kalau naik GA beli 4 bulan di muka, bisa dapet murah banget (dikasih tau orang JTB).

      Delete
    4. Tiketnya uda tuker poin SQ dr juni lalu jadi dapetnya murah banget hehehe.. Sabar menunggu reviewnya buat hotel2nya dan itinerarynya soalnya saya bawa anak umur 2yo juga ��

      Delete
    5. Wah asik banget bs tuker point. Usahain kalau bawa anak kecil flightnya itu yg red-eye flight ya. Akan membantu banget karena anaknya akan tidur pas keberangkatan.

      Delete
  6. asek jie.. ditunggu lanjutan ceritanya.. uhuii..

    ReplyDelete
  7. Hihihi, serba singkat persiapan nya.. tp justtu itu yg bikin seruuuu ya ci.
    Ditunggu sambungan ceritanya ci leony. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Singkat tapi padat ya, yang penting berangkat deh.

      Delete
  8. ngga sabar nungu kelanjutan ceritanyaaa! :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makan bakmi dulu ah, biar berenergi hahaha.

      Delete
  9. yeay Aby jalan2 lagi, pasti slalu seru ceritanya mba Leony, ditungguk kelanjutannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, tungguin aja ya (sampe bosen bisa2 kalau gak kelar2)

      Delete
  10. cepet bgt ci pas ngurus tiket, hotel, dll-nya :D
    thanks for sharing ci, jadi lebih tau prosedurnya siapa tau nanti ada rejeki bisa ke Jepang ketemu doraemon, hehehehehe..
    Abby makin cakep aja en makin bisa bergaya, ditunggu ci cerita ke Jepang selanjutnya *ikutan excited*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cepet, Wi. Soalnya cici tipe yang kalau udah diniatin ya udah lah langsung booking aja, biar sehabis itu tenang dan tinggal berangkat.

      Delete
  11. ditunggu banget nih kelanjutan ceritanya....kirimin bola energi buat mama Abby biar bisa cepat lanjutin nulis ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tangkap bola! Serasa main basket aja ya pake bola-bolaan segala. Hihihi.

      Delete
  12. Haizz seru banget Le. Tapi gue gak kebayang kalo pergi jauh mesti bawa anak. Anakku Aimee, Desember ini 3 tahun. Pergi naik mobil agak jauh aja sudah rewel, hiks, hiks. Paling Mei tahun depan mau coba ke Bali bawa krucil dan kokonya yang udah 10 thn. Koknya dulu pertama bawa ke Sing usia 5 thn, capek gendongin pas di Clark Quay malem2. Tapi seru sih. Kalo bawa anak memang lebih enak jalan sendiri. Kalau ikut tour bisa senewen dan gak enak dengan anggota tour lain, ujung2nya bisa emosi jiwa dgn anak , hiks hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mirip banget dong usianya sama Abby. Abby kan akhir Desember ini bakalan 3 tahun. Kalau Abby naik mobil jauh gak masalah, asalkan jangan macet atau meliuk2 kebanyakan. Nah, kalau ikut tour sih, bisa stress ikutin jadual, mana kadang anak kecil kalau dibangunin pagi kan gak tau moodnya kayak apa. At least kalau si Abby pagi2 moodnya lagi jelek, kalau brkt sendiri bisa diulur.

      Delete
  13. wah detail bgt, ditunggu lanjutannya mbakk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau detail apa ngga nih? Hihihi. Sekalian buat ngebantu orang-orang yang juga ingin berpergian, kali2 infonya berguna.

      Delete
  14. Seru ciii.. Ditunggu lanjutannyaaa.. Yang dadakan emang lebih excited yah. Haha. Ak beli tiket ke US juga 2 hari sebelum berangkat. Visa keluar 3 hr sebelumnya. Udah setengah pasrah :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kalau ke US bisa ya beli tiketnya belakangan. Kalau ke Jepang kudu beli tiket duluan sebagai bukti perjalanan, soalnya jangka waktu visanya juga pendek. Valid 3 bulan untuk kunjungan max 14 hari. Mau gak mau deh kudu beli tiket cepet2 baru bikin visa. Memang yang dadakan itu lebih seru thrillnya!

      Delete
    2. Oh iya jangka berlaku visanya pendek yah. Dan maks stay nya juga ga banyak. Cici hampir pake semua tuh dr 14 hari. Iya Kedubes US nya bilang jangan beli tiket dulu sampe di approve. Cuma disuru kasi itinerary kira2 ke dia doank ke mana aja kira2.. hehe.. Ci segera ditulis ya episode selanjutnya seru banget kalo Ci leony yg tulis. Haha. Aku kok males bgt ya nulis. Dah expired nuansa liburannya.. :p

      Delete
    3. Bener, jangka waktu visanya pendek banget, kecuali pny e-passport, selain gratis visanya, juga bisa multiple entries sampai 3 tahun. Asik juga ya.

      Hahaha, gak apa-apa kok, yang namanya liburan itu, kalau orang lain nulis dan cara nulisnya menarik, kita juga berasa lagi ikutan liburan juga loh!

      Delete
  15. Seruuu bangett, ayo lanjutin ci :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, tungguin aja kabar selanjutnya.

      Delete
  16. Wahhh asik banget ci ada trip dadakan yang langsung ke Jepang, bukan domestic trip yang ga perlu dokumen apa2. hihi. ga sabar nungu cerita lanjutan nya nih..hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abis beli tiket dll, langsung tuh seninnya ke Bank buat ngeprint reference, suami jg print form etc, Rabunya langsung bikin Visa dan minggu depannya udah jadi deh hahahahah. Tjanggih toh?

      Delete
  17. Hebat nih dadakan bisa ke Jepang hahahaha, semendadak gw dulu jaman kuliah lulus temen gw jumat malem blg gmn kalau ke bali aja, sabtu beli garuda, booking hotel dan tau2 senin berangkat tapi kan gak bikin visa, sewa wifi, beli tiket shinkansen, dll. Mendadak berikut ke sgp kalau gak salah hari jumat diputusin, malamnya ferry imel bos minta cuti, sabtu pagi dibales bos... lgs beli garuda sabtu siang sabtu malam booking hotel kalau gak salah selasa brkt tapi tetep gak bikin visa, sewa wifi dkk hahahhaa.

    Jangan2 abis ini ke Fatima mendadak juga hahahhahaa, ikut dong..... *asyik yah yang abis jalan2*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, lumayan tuh Fel banyak juga dadakan elu. Beneran kan yang dadakan malah biasanya jadi. Gue sendiri gak biasa kalau bikin liburan dari jauh-jauh hari. Tiap kali kita pergi ke satu tujuan karena tujuan sebelumnya tuh gagal. Pas kita honeymoon jg tadinya mau ke Eastern Europe, tapi ternyata ada badai es yang mematikan ratusan orang, jadi deh pindah ke yang lebih "anget" di Turki. Ke Fatima sih kayaknya ngga bs mendadak, Visanya lebih ribet buuuu...

      Delete
  18. wuidih, ditunggu post lanjutannya ya ci..edisi Abby tamasya selalu seru deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, pasti dilanjutin, tapi milih fotonya aja suka keder nih!

      Delete
  19. sometimes ada yang gak loh le.. ada yg kena biaya karena udah deket hari H.
    kita disini juga lebih enak ngomongnya mau 1 bed besar atau 2 bed kecil. Karena kalo istilah hotel kan, 1 bed besar itu double. Kadang org2 ga tau, dikirain double itu 2 bed. Makanya lebih enak nanyanya, mau 1 bed besar atau 2 bed kecil?
    ya segala sesuatu yang kita rencanain jauh2 hari seringkali malah gak jadi.. jangankan jauh2, ke sing aja, tiket udah beli 1taon yang lalu karena murah, eeehh gak jadi karena joanna operasi.
    tergantung keperluan sich ya.. kalo kita orang sich prefernya sewa mobil..kalo perlu sewa guide lokal juga. Jadi itinerarynya flexible.. meskipun rada mahal.. tapi biar nyaman aja. 3taon lalu wkt bawa ponakan ke sing, kita sewa mobil, ga pake guide, karena udah tau jalan2nya... jdi cuman tunjuk ke sini, ke sini.. kita dianterin sampe tujuan.. ga repot2 gendong dan bawa jalan hehehe :)

    btw masi untung loe belum e-passport.. banyak case yang gw baca di forum backpacker dunia akhir2 ni yang pake e-passport ke jepang, ditolak... katanya jepang lagi strict banget karena banyak pengunjung yang ujung2nya kerja disana. ga tau sich apakah mereka ngelapor dulu ke kedutaan jepang atau ga.

    bawaan loe dikit ya..hehehe kalo gw, pasti ga bawa stroller..karena selena pasti ga mau duduk disitu..hikshiks.. sedih kan? kudu siap2 gendong nih nantinya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita juga baca dulu dong Fun ketentuannya, kan udah ada ketentuan di booking dot com sampai kapan maksimal kita bisa tahan sebelum kena denda. Kalau gue sih udah tau double room jepang itu ada ranjang untuk berdua. Masalahnya, kita baru tau kalau doublenya itu bener-bener kecil.

      Jepang beda dengan Singapore, Fun. Jauh banget beda, you just can't compare it. Di Jepang, naik taksi dari Narita ke kota aja udah jatuhnya JPY 200,000 (alias IDR 2.4jt). Singapore mah apa-apa murah. Naik taksi palingan SGD 20-an, bahkan bisa lebih murah kalau gak peak hours. Transportation juga jauh lebih murah dibandingkan Jepang. Jalur kereta api di Jepang juga kayak benang kusut dengan banyak sekali perusahaan kereta api mempunyai line berbeda dalam satu stasiun. Di Singapura mah kayak easy peasy banget jalurnya, masih 1 perusahaan yg kerjain.

      Soal e-passport, gue rasa yg di deportasi krn gak lapor juga kali ya. Kadang ada orang salah ngerti dikira visa gratis = ngga bikin visa. Nah, kalau elu mau pergi gak bawa stroller, coba aja cari tempat pergi yang sewa mobilnya lebih affordable. Karena kalau di Jepang lu gendong anak nonstop, selamet deh hihihi.

      Delete
    2. Ya betul, mesti baca bener2 ketentuan masing2 hotel di booking.com. Kelebihan booking.com tuh karena kita ga perlu bayar di depan. Jadi kalo masih jauh dan bisa cancel, kita ga dikenain charge.
      di Jepang, kecil2 tapi mahal ya.. hehe :) Gw belum pernah ke jepang sich jadi gak bisa compare. Yang gw tau kalo di Jepang apa2 mahal semua..mending kayaknya gak usah dikonversi ke rupiah, biar ga sakit ati.. hehee
      Soalnya Selena jarang pake stroller..di bangka sendiri ga pernah pake stroller karena ga ada tempat yang memadai untuk make stroller.. Pernah kita coba bawa ke Jkt, gak dipake. Bawa ke sing, ga dipake juga. Kalo dulu sich iya ya masih kecil, masih sanggup digendong. Sekarang? gemporrr gendongnya..
      hayo lanjuttt cerita ke 2.. hehee :)

      Delete
    3. Kl gue udah biasain terus Abby pake stroller dr msh baru lahir. Bahkan dijemur aja gue bawa pake stroller haha. Ngebiasain biar ga mnt gendong sih. Gitu aja msh suka mnt gendong huks huks... tp mayan kl kepepet bs disuapin di stroller. Iya sabar yak gue msh milihin foto. Mpe siwer hahaha.

      Delete
  20. Duduk manis tunggu cerita lengkap, lumayan buat bikin proposal jalan2 hahaa..

    So far cuma dadakan tiap mau trip ke jateng, pagi dikasi tau suami mau berangkat, siang packing, malem masak bekal nasi sama snack lalu berangkat jam 2 subuh ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, iya, bikin itinerary yang mirip kayak gue ya Silvia. Siapa tau aja disetujuin :)

      Delete
  21. Kalo pake tur memang jatuhnya lebih murah. Tapi kalo bawa balita susah lah ngikutin jadwal tur. Lebih enak pergi sendiri, jadwalnya lebih flexible, walo lebih ribet juga dalam hal ngurus ini itu.

    Goody bag-nya SQ bagus banget Disney! Ya secara harga tiketnya juga bagus banget hahaha...

    Ditunggu cerita lanjutannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Ngel, tetep ribetnya brasa juga bawa balita, apalagi kalau mood lagi naik turun ya. Kita gak ada goodie bag Ngel di SQ, disuruh pilih sendiri, boleh ambil2. Jadi kita pilih yang Abby bisa mainin aja deh, secukupnya. Kemarin gue denger dari temen ada yang promo ke Jepang loh SQ jd lebih murah, tapi nggak pakai yang A380 dan transitnya lama di Singaporenya (kata temen sih, jd gue gak tau detailnya).

      Sip, tungguin aja ya ceritanya. Gue aja milih foto msh keder hahaha.

      Delete
  22. Padat berisi bgt ci ceritanya...Ditunggu lanjutan cerita jalan2nya..semangattttt :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, padat berisi? Bukannya kepanjangan ya? Takut bosen jg orang-orang haha. Tapi kepingin share detail dikit buat orang yang juga plan ke Jepang sana.

      Delete
  23. Waahh...pas bulan april mau hanami :D
    udah pusing mikir JR Pass dan mifi routernya. bisa di jakarta juga toh.
    walo harga JR Pass mahal ajeee. itu ga bisa pinjem punya orang lain gitu?
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. JR Pass jelas nggak bisa pinjam orang lain. itu diissue berdasarkan passport dari si pemakai, dan hanya bisa dibeli di luar Jepang, Yun. Aktivasi hari perdana adalah saat hari pertama kita pakai JR Pass tersebut di stasiun dan cuma berlaku 7 hari ke depan. Ada tanggalnya di belakang JR-passnya, jadi gak bisa sembarangan. JR Pass itu terasa mahal, tapi sebenernya jauh lebih murah dibandingkan beli tiket shinkansen lepasan.

      Delete
    2. oh gituu...dan worth it banget lah ya JR Pass itu selama disana. aku rencana 10harian juga sih.

      Delete
    3. Worth banget, tapi kamu harus pikirin kapan kamu akan mulai activate JR Pass-nya supaya memastikan trip kamu yang panjang-panjang antar kota pakai shinkansen, bisa ditaruh di 7 hari itu.

      Delete
  24. klo dah seumuran abby diajakin jalan jauh udah enak yah~ hahahaha... Abby ngeyot jempol kenapa enggak dikasih empeng aja ? Zio sebenarnya ngenyot tangan juga, cuma karena takut kotor kukunya jadi mending di kasih empeng, klo di bubux ga pengen ngempeng dia bisa lepas sendiri hahahah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut gue justru lebih enak bawa pas segede Zio loh Pit. Kalau segede Abby mah udah masuk usia dua ke atas, moodnya lebih naik turun dan sudah punya kehendak. Kalau pas segede Zio mah nyantai banget. Soal ngenyot, Abby hanya ngenyot kalau dia ngantuk, bukan jadi sebuah kebiasaan terus menerus, dan pas bobo gak lama ngenyotnya lepas. Better gak pakai empeng Pit, karena ketergantungan sama empeng juga jelek.

      Delete
  25. wahhh mantap ci..ditunggu postingan berikutnya :)

    Salut dengan spontanitas ci Leony utk pergi mendadak dan bisa gitu buat plan super mendadak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya Nick, kalau sekarang nggak pergi, bingung juga mau pergi kapan lagi, karena kan emang October tadinya udah dilowongin slotnya buat travel hehehehe.

      Delete
  26. WOOWW.. edisi tamasya ke Jepang boww ternyata..

    Salut loh ci ama traveler yang bawa bocil waktu traveling jarak jauh,,
    apalagi yang harus jalan sendiri tanpa travel.. termasuk cici..
    Abby nya fun-fun aja ga ci ?
    ada edisi badmood or cranky nya gak ?


    we want more !! we want more...
    di tunggu lanjutan ceritanya ya ci..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici sendiri sebenernya kalau gak males, lebih seneng jalan sendiri, cuma kadang kalau lagi males dan ngga ngerti medannya, mendingan pakai tour, apalagi di daerah2 yang sering jadi tourist trap ya.

      Abby banyakan fun-nya, tapi tentulah ada edisi crankynya, dan kalau tau crankynya di mana, pasti pada bengong deh, soalnya mestinya di tempat tersebut anaknya happy, bukan cranky hihihi.

      Oke, dinantikan ya lanjutan ceritanya.

      Delete
  27. Emang biasa yg spontan pasti terealisasi ci...seruu nih kayanya perjalanannya kali ini..ayo ci lanjut lg...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti dilanjut dong. Dan ada kemungkinan bosen ditengah2 nanti ya lantaran fotonya bejibun hwhahaha.

      Delete
  28. wah tanggal berangkatnya beda sehari sama adek gua :)) gw nuker yen dong ... pas di 143. itu nukernya kalo ga salah pas akhir september. eh pas berangkat turun drastis. hahahaha ya sudahlah ...

    ditunggu cerita2nya ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngel.. Yen gak pernah sampai di 143 haha. Lu salah liat kali. Tertinggi ada di sekitar 125an. Ditungguin aja ya.

      Delete
    2. Iya Le salah. 123 pas gua tuker - confirm ke ade gw :))

      Delete
    3. Hahaha. Iya mirip2 sama nilai tukar gue jg dong. Tp ya udah dibayar. Mana msh ada conversion rate pula dr CC haha. *tertawa miris*

      Delete
  29. Hai kak Leony. Waaaah kaya cika nih gayanya gerak cepat booking2 trus brangkat (keseringan di planning2 trus gagal :D)
    Makasi kak udah bahas trip ke jepangnya. Mau nyontek buat taun depan (aamiin) soalnya anak cika taun depan baru 2 tahun.
    Thanks kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga2 tahun depan bisa berangkat ya. Gak apa-apa kok planning jauh2 hari, biasanya bisa lebih hemat juga especially plane tickets.

      Justru kalau bawa anak umur 2 tuh lebih ribet loh daripada bawa anak setahunan (based on pengalaman nih ya haha). Setahun itu masih lebih "nurut" daripada pas umur 2.

      Delete
  30. BuLe... i miss you lhooo setelah minus postingan fb, gw pikir pasti lagi jalan. Haha ditunggu yaa ceritanyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh ada yang kangen ya? Asyik dikangenin hahaha. Gue kan di FB jg gak sering2 post kok bu. Oke besok2 dilanjut ceritanya deh.

      Delete
  31. Hidupp Stroller!!!! *nggafokus

    punya anak yg bisa nyaman duduk n tidur di Stroller itu anugrah bgt buat emaknya yg demen jalan ^,^
    mulai usia 8 bulan anakku udah mulai ikutan emaknya jalan2, pernah 1 genk sekretaris dikantor, yg lain bawa "diri" doing, eike dengan pede bawa anak umur 2thn... slama bawa stroller itu berkah bgt deh di banding gendong kemana2 hihihihii.. se- cranky n bad mood nya anakku, msh lebih nyaman bawa anak n repot pas jalan2 dibanding aku jauh dr anak hehehe....ditunggu lanjutan ceritanya Ci Le... dalam waktu dekat aku mau contek yg itinerary Malang dulu , membantu skali lhoo infonya, jujur, lugas, kritis.

    Rgds,
    Aneke

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang kayaknya aku ditakdirkan jalan2 selalu dengan anak. Kalau ke Europe tdnya mau aku tinggal si Abby krn medannya kan jg lebih berat (ada unsur ziarah jg). Ujung2nya balik lagi jalan2 bertiga hehehe. Bawa stroller itu memang sangat menguntungkan. Dan membiasakan anak bobo di stroller jg sangat membantu.

      Wah asyik nih ada yg mau ke Malang. Tar laporan ya kalo udah sukses jalan2nya hihihi. *psssttt.. kali2 mau bikin blog jg*

      Delete
    2. lagi mau "berguru" dulu ama dewi ping ping buat bikin blog #colek pingping :p

      Delete
    3. Hahaha, bikin blog mah gak usah pake guru, Aneke. Cukup klik klik klik. Yang terpenting sih cuma konsistensi menulis aja, biar blognya gak mati :)

      Delete
  32. Gak sabar nunggu kelanjutannya :D Aku juga pengeeen banget ke Jepang dan jadiin 'trip ke jepang' sebagai salah satu wishlist. Mudah-mudahan bisa kesampean :)
    Untung dapet informasi soal double bed itu ya ci, kalo gak gimana bobonyaaaaa. Mau papanya abby bobo di lantai aja susah, karena ukuran kamar cuma segitu doang. Hahaha.
    Aku juga baru tau kalau tetep harus lapor ke kedubes jepang walaupun dah epassport. Kirain kayak ke SG, tinggal capcus aja. LOL. Soalnya temen-temen semua pada bilang "Gak perlu visa, gak pake visa, tinggal berangkat" menyesatkan deh jadinya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, cici sih sebenernya udah lupa loh sama trip ke Jepang sebagai wish list, tadinya malah sempet kepikiran ke HK aja yang lebih murmer pas tau kl ke Europe gak jalan, tapi pas suami nyebut Jepang malah jadi kepikiran kembali deh. Ya intinya sih kalau cari kamar di Jepang kudu hati2. Harga "murah" bednya juga kecil. Padahal ga murah2 amat ya hahaha (masih di atas IDR 2 jt hahaha). Kalau SG itu udah ada kerjasama bilateral dengan seluruh negara Asean. Jadi seluruh warga negara Asean kalau pergi diantara mereka gak perlu pakai visa lagi.

      Delete
  33. BuLeee. Makasih yaaaa. Kasih ini ke istri deh. Hihihi. Lagi pengen banget ke Jepang soalnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dinikmati cerita dan foto-foto dari saya dulu aja ya, Dan, terus abis gitu bilang istrimu suruh minta sama kamu hadiah ke Jepangnya hahaha.

      Delete
  34. Iyakk...daaann....sebelum keberangkatan, sang power couple ini menolak mentah2 tawaran SKUPPJPJ (Seminar dan Kuliah Umum Penyuluhan Perjalanan Jepang dan Perihal Jejepangan) dari saya. Yang rencananya bakal diselenggarakan dalam kurun waktu 2 hari 2 malam bertempat di Ballroom Ritz-Carlton Hotel Pacific Place. Padahal gratisan (tidak termasuk pajak & makan) dan dari narasumber yang sudah tidak diragukan lagi keahlian dan kesahih-an nya...tapi tetap ditolak mentah2. Yaa mau gimana lagi...*urut dada*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya Rik, gue aja gak kuat bayarin lu makan dan pajaknya. Secara lu makannya banyak! *Lah, salah fokus*. Btw, tar ada yang gue ikutin saran lu kok, soal Zoji-ji. Gue kasih kredit deh ke elu, beneran bagus di situ (except the fact that it is a funeral home hahahahha). Jangan urut dada melulu Rik, tar bulu2nya rontok, lalu lemaknya menipis.

      Delete
  35. Wah asiknya, ga sabar nungguin trip to Japan bagian ke 2, 3 ...kayaknya bakalan banyak ini hihihi.
    Dan pasti lengkap s foto2-nya.
    Asik juga ya nge trip bertiga sama anak gini pake SQ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tar sampe 10 kayaknya or more hahahaha. Moga2 yang baca ngga pada kebosenan. Kalau ada yang komenin di sini lalu ngasih semangat untuk lanjutin terus, rasanya menambah spirit buat lanjutin jg.

      Kalau jarak jauh dan utk liburan, lumayan recommended sih SQ, karena banyak film anak-anaknya juga, dan gifts utk anak2nya lumayan lucu.

      Delete
  36. dulu pake GA ke tokyo, IFE-nya touch-screen tapi udah ga bisa di-touch.. harus ditonjok hahaaa..
    Child Kit-nya SQ bagusss...
    Seru mendadakan.. jadinya menegangkan hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius lu sampe mesti ditonjok? So far sih gue kan selama ini kalau di Indonesia selalu pake GA ya, belum pernah sampe tonjok haha. Paling kitanya hrs kasih pressure extra aja. Tp buat main game enakan pake controller. Kalau pakai touch screen susah banget gak relax.

      Delete
  37. udah lama gak blogwalking...ehh sekalinya blogwalking nemu cerita abby tamasyaa, senenngnyaa...hehehehe abby suka ngemutin jempol ya cii? lucu bgt...hihihi gak sabar nunggu cerita lanjutannya.... >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby itu kalau mulai ngemut jempol artinya udah ngantuk hihihi. Biasanya gak brapa lama lgsg zzz. Untungnya pas udah deep sleep lepas sih ngenyotnya, or else bisa emaknya deg2an kalo itu tangan gak bsia lepas. Sip, ditunggu aja kelanjutannya.

      Delete
  38. wahhh seru banget yaaaa bacanya.... jadi penasaran sama lanjutannya... ditunggu yaa cerita petualangan di jepangnya.... ^_^
    Tapi kagum juga loh... semua urusan bisa beres dalam waktu singkat.... padahal yang harus diurus itu banyak juga loh.... nyari tiket, hotel, tour, tiket kereta cepat ... top banget deh... semua bisa beres pada waktunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tiket pesawat sama hotel kan tinggal browsing dari rumah aja Nge, terus booking2 deh pake CC. Kalau local tour, atraksi, JR pass etc, itu tinggal ke JTB Aeon, dlm kurang dr 2 jam juga udah beres semua. Yang penting kita udah paham aja on how everything works in Japan. Syukurnya suami udah pernah juga kan jalan sendiri, so at least kita agak ngerti system di sana gimana.

      Delete
  39. wah... asik banget jalan2 ke jepang... gua ga bisa kalo dadakan gitu, kudu diplanning, biar duitnya juga bisa diplanning hehehehe...

    abby uda biasa bobo sendiri ya? jayden dari kecil kalo bobo kudu pake nenen, jadi ga memungkinkan buat dia bobo sendiri di stroller... jadi sekarang kalo mau pergi kudu nenenin dia dulu ampe bobo hahahaha...

    abby masih mau ya duduk di stroller? jayden kadang suka ribut duduk di stroller... maunya turun trus merangkak... padahal dari dulu kalo pergi2 gua selalu ngebiasain dia di stroller loh... ga kebayang kalo nanti bisa jalan... alamat itu stroller ditinggal di rumah deh hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita kebetulan budgetnya udah ada kemarin ini Mel, budget yang tadinya buat trip ke Fatima, dialihfungsikan jadi budget buat ke Jepang huahahaha. *terus membengkak*

      Abby dari kecil selalu bobo sendiri sih Mel, gak pakai nenen. Jadi biasa nenen kelar, baru dia bobo di crib. Kalau sekarang sih udah gak minum susu sama sekali kalau malem. Habis dinner, main bentar, ganti baju, cuci tangan kaki, doa, bobo deh. Kalau gue bilang sih, udah bisa jalanpun, lu biasain bawa stroller, karena kita gak tau kapan anak kita bakalan ngantuk. Kalau ngantuk, ada baiknya dudukin aja di stroller, merem-merem, tau2 bobo deh :)

      Delete
  40. leeee... abis jalan2 kesini ya, asyik donk. Si abby kayanya anteng ya diajak jalan gitu, atau mungkin karena udah biasa aja kali ya hehe...
    btw klo ke jpn lagi lain waktu, bisa nyobain naik JAL. IMO kadang harganya lumayan tapi bisa direct & bagasi jg boleh bawa banyak(lumayan klo abis shopping). Klo Garuda enaknya cuma immigration on board(bener ngga ya namanya) jadi cepet pas balik indonya kali ya & direct juga. Laen kali klo yen melemah segera tukerin duit trus dateng maen lagi ya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nge, udah pulang lagi, tapi masih kangen sama udara sana. Sekarang Abby tiap hari bentukannya kayak capcay, rambut basah terus karena kepanasan hahahaha.

      Kemarin ini JAL dan SQ harganya bersaing Nge, dan suami lebih prefer SQ. Gue sendiri dulu pernah naik JAL PP ke Chicago dan lumayan enak, except... I think the seats were too stiff. Kurang empuk hahahaha. Mungkin skrg udah lebih oke kali ya. Sama entertainmentnya agak kurang, tp service bagus banget.

      Delete
  41. wahhh seru yaa. tiba2 darah petualangan gw ikut bangkit (trus ngliatin 2 bocah, padam lg deh hahahaha). gw juga pengen ke jepang dari dulu blom kesampean,
    Gw juga dulu paling suka naek SQ, film2nya baguss-baguss . dulu garuda belom ada TV untuk masing2 penumpang.
    Eh bisa dapet voucher di changi ya? caranya gimana? baru tau gw
    Ditunggu cerita lengkapnyaaa hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, panaskan lagi darah petualanganlu hihihi. Kalau kepepet, ya 2 anak ditinggal. Tapi kayaknya gak tega ya hahahaa, apalagi Jepang itu menarik buat kiddos.

      Bisa dapet vouchernya baru kali ini aja, Steph. Kalau nggak salah mulai pertengahan 2015, lalu nanti sampai Maret 2016. Ini cuma berlaku buat penumpang transit max 24 jam yang pakai Singapore Airlines atau Silk Air. Jadi kalau berkunjung doang ke Singapore, walau pakai SQ ya gak bs dapet. Caranya seperti yang gue tulis di atas. Kasih liat boarding pass tandem lu yang dr lokasi sebelum ke Spore, lalu yang dr Spore ke tujuan selanjutnya di i-Shop. Nanti dia akan catet data2lu, lalu dikasih deh vouchernya. Gue jg taunya dari mertua gue yg kmrn itu ke US, or else mah clueless hahahaha. Jadi gue share jg di sini deh :)

      Delete
  42. aackkkkk........ seruuu!!!! abby udah gede mukanya kayak elo banget ya le... :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tar jadi bikin lu kangen lagi sama Jepang deh Tya hahahah... makin mirip gue ya si Abby? Gpp dah. Kan gue emaknya haha.

      Delete
    2. iya Abby mukanya berubah jadi mirip kamu Le, padahal dulu fotokopian bapaknya

      Delete
    3. Jadi cantik kan ya Nov.. gak jadi ganteng *eh?*

      Delete
  43. ditunggu Bu crt lanjutan nya , g baca aja udh serasa kebat kebit dgr lu express banget ha222
    bravooo deh !
    merinding ya dgr transport mahil banget disana , naek apa donk yg mura ?? taxi , train mahil .. ga ada GoJek Indo sih wkwkwwkkkk
    G kagak jadi ke Solo taun dpn soalnya temen g lgs terbang dr AMS ke DPS , trus yg lain juga males2an ya sutra lah . pdhl g pgn banget ke Solo hu222

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Ekspress booking2 dan bayar2nya sih Ven. Abis gitu msh bisa belanja2 dan santai2 jg kok. Kalo semua udah dibayar kan hati lebih tenang haha. Paling murah ya naek kereta atau bus kali ya. Yang mahalnya itu Shinkansen. Kalau kereta lokal biasa masih itungan puluhan ribu rupiah sekali jalan. Mgkn kudu buka Gojek kali ye di sono *trs jd chaos jalanan yg ud rapi*

      Wahhh ya udah lah lu ke Solo sendiri aja drpd nunggu temen. Gak mahal dan makanan enak2 hihi. Kan elu pencinta enak2 bu.

      Delete
  44. Ci Leonyy, Senin besok ini aku berangkat hanimun ke Jepang juga hahaha. Preparation ke Jepang ini juga cukup spontan dan super ekspres banget sih. Bahkan demi tiket murah, suami bela-belain ke Garuda Fair bulan Sept kemarin, padahal belum apply visa, belum apa-apa deh pokoknya, hahahaha. Ditunggu cerita selanjutnya ya ci, pasti seruuu banget nih, apalagi bareng si unyu Abby. Have a great day!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke Jepang kan memang harus booking tiket dan tempat menginap dulu, Jane. Baru bisa bikin visa. Soalnya kan di application harus tulis itinerary kira2 day by day mau ngapain aja kan. Plus hrs sertakan bukti beli tiket n bookingan. Jadi langkah kamu memang udah bener kok beli tiket dulu hehehe.

      Temen cici jg kmrn ini dpt murah di Garuda Travel Fair dan dia lg di Jepang skrg. Sayangnya suami cici paling males ke fair2 gitu, gara2 trauma ke pameran wedding di JCC 1 kali sampe ga kuat nahan pipis lantaran padat dan keluarnya macet banget hahaha.

      Delete
  45. gua kemarin ke jepang naik garuda. emang kurang nyaman di bagian kakinya. gua ga bisa tidur juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Garuda sempit ya? Gak ada foot restnya seinget gue sih. Kalau A380 ada foot restnya jadi mayan lah kaki bisa diganjel hehehe. Gue sih tidur bisa, tapi krn udah dibangunin, mau ga mau jd kebangun deh :) Dipaksa brekkie hahaha.

      Delete
    2. sempit le... ga ada foot rest juga. temen2 gua pada bawa lelap. jadi pada tidur di pesawat. gua melek aja sambil baca atau nontonin film2nya hihihihi...

      Delete
    3. Padahal Garuda udah lumayan loh, cabin ekonominya salah satu yg terbaik di dunia. Nah lu bayangin aja deh airlines lain2 gimana hehehe. Apalagi kl budget air terus terbang jarak jauh, gempor jg sih.

      Delete
  46. iiih abby ngegemesin banget sih bobok sambil ngenyot begitu :D
    memang kadang2 kl mau liburan itu dadakan aja biar jadi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untungnya msh ada fund dr ketidakberhasilan berangkat ke Europe. Kalau ngga sih dah ga jalan hahaha.

      Delete
  47. Ci Leony numpang tanya pocket wifi itu dapat berapa giga signal nya gimana? Ci ada beli sim card lokal Jepang atau bawa sim card prepaid dari provider jakarta? thanks ci

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya siapa ya ini? Kalau bisa next time leave the name ya biar saya nyapanya enak.

      Pocket Wifi yang cici ambil dari JTB sih kayaknya unlimited deh soalnya sama sekali nggak ada info quota dari JTBnya. Yang provide pocket wifi kan banyak ya, lagian mau pake buat apaan jg sih selain WA-an sama keluarga dan kirim2 foto hehe. Tanya aja langsung ke tempat kamu sewa nantinya, soalnya beda tempat sewa kemungkinannya beda plan.

      Cici sih cuma kepake gitu aja. Overall signal bagus kecuali ya di atas gunung gitu yang memang gak ada BTS. Nggak perlu tuker simcard atau beli simcard lagi sama sekali.

      Delete
  48. Ci Le, maap ya kmren lancang ngasih link ini ke temen yg lagi nyusun rencana jalan2 ke Jepang. Soale pembahasannya lengkap bgt jadi pasti ngebantu bgt. Smoga ga apa2 ya :D

    Ngeliat Abby yang tidur sampe sepules itu dipesawat jadi pengen..Huhu.. Emang enak ya jadi anak kecil, orang gede (nunjuk diri sndiri) udah kebanyakan pikiran sampe parno. Tiap duduk dipesawat bawaan doa mulu..haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, gak apa-apa kok Py, udah masuk ke blog ya udah jadi ranah publik punya. Yang penting bisa ngebantu temen.

      Cici sih naik pesawat masih oke lah, gak parno-parno banget. Cici percaya hidup dan mati di tangan Tuhan, dienjoy aja hidupnya sambil berserah.

      Delete
  49. Hi Leony, baca tulisan kamu asik banget, flowing smoothly jd bisa ikut ngerasain :)
    Aku mau tanya, dulu sempat bandingin antara JTB dan Jalan Tour ga? Lg bingung mau beli JR Pass, tiket2, dan tur harian better dimana. Pls info yah..thx beraat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya gak banding2in karena harganya semua sama dengan website resmi JR Line. Jadi beli di mana pun harga JR Pass ya segitu. Harga tiket theme park ya jg sesuai sm web resmi. I picked convenience drpd repot banding2in hehehe. JTB jg direct lgsg dengan JTB Japan, jd memang integrated dia pny system (linked).

      Delete
  50. Halo mb leony, slm kenal, sy kiki, rencana mar thn depan ke jepang, utk pembelian Jr pass sebaiknya brp lama sblm ya? Ada masa maksimal ga? Soalnya q ga stay di jkt, jd penhennya pas ke jkt lgsg beres ga bolak balik, hehehs. Anyway, dia ad opsi refund ga JR pass dan pocket wifinya?

    Last but not least, keren banget tulisannya ttg jepang :) lengkap. My friend brought me here, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Kiki, JR Pass berlaku 3 bulan sampai masa aktivasi. Jadi ya bs beli up to 3 months before. Jangan lupa bawa paspor untuk belinya, karena sudah diassign nama dr awal dan nanti aktifasi di Jepang jg hrs tunjukkan paspor. Pocket wifi jg baru bisa diambil sehari sebelum berangkat dan harus dikembalikan sehari sesudah tiba di Jakarta. Untuk pocket wifi harus menunjukkan tiket PP ya, supaya dihitung penggunaan sesuai jumlah hari di tiket.

      Setau saya, tidak ada opsi refund.

      Delete
  51. Tq mbakk..trs mba, q liat mbak ke Umeda Sky Buildingnya malam, emang lebih bagus malam atau kebetulan mbk sempatnya mlm kesana? *gpp kan byk nanya ama mb leony? :D*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kebetulan sempatnya malam. Tapi suami kan sudah pernah ke sana bbrp tahun sebelumnya. Dia blg mmg malam lbh seru. Lagian saya sudah ke Tokyo Tower pas siang, jadi Osaka malam aja.

      Delete
    2. sip mbak, buat masukan. hehe. q dah baca sampe bag 6 ni..sumpe jadi ngefans ama Abby. cuek imut gmn gituuu, jadi tambah pengen anak cewek,haha. Q kesananya jg nanti ama anakq mau 2 thn pas kesananya, semoga ga rewel and pinter kayak abby travellingnya :D

      Delete
  52. Halo ci Leony, Salam kenal. Namaku Selvi. Petualangan nya inspring bgt, uda baca sampe episode 4. Emg kepengen ke jepang, tp msh nunggu travel fair dulu nih hehehe. Td rencana nya ga mau masuk disneyland/usj krn anak jg blm ngerti. Tp stlh baca episode 4 jadi pengen ke USJ kalau ke sana, hehehe.
    Anakku msh 1 thn, msh hrs latihan tidur di stroller dulu nih, krn slm ini ga mau duduk di stroller ��

    Mau nanya, Abby pas ke jepang minum susu ga? Kalau iya pakai botol atau tidak? Sufor nya bw dari indo atau beli uht disana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Selvi, iya saat itu Abby msh mnm susu formula. Tp jarang2 aja, paling cm buat nangsel pas breakfast krn mostly dia makan bareng kita. Susunya bawa dari Indo, saya bungkus plastik per porsi, jd sekali mnm lgsg buang, plastiknya banyak kecil2 jadi hemat tempat.

      Delete
    2. Oh ya bagus jg ide nya masukin plastik. Tp tidak jadi kering ya bubuk nya? Makasih input nya. Nanti kalau sempat baca episode selanjutnya =)

      Delete
    3. Hehe, lah susu bubuk itu kan memang kering. Toh nanti dikasih air biar jadi cairan. Justru harus worry kalau jadi basah :)

      Delete
  53. Selamat siang..salam kenal..

    masih ikut baca trip japan nya..baru sebagian dari 11 instalment hehe

    mau nanya dong..kalo buat tahun 2017 ini, aturan2 dan jalur2nya masih sama atau ada perubahan ya? kan sudah beda 2 tahun..takutnya banyak yang berubah..

    please infonya

    thanks

    Dani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Dani, mestinya sih masih sama ya. Kalau misalnya beda juga pasti otomatis diupdate kok.

      Delete
    2. oke..thanks..ini masih baca bab 3 LOL..

      nantinya pasti akan tanya lagi..

      Delete