Wednesday, September 16, 2015

Si Kecil Yang Suka Baca, Review Buku dari Bukan Reviewer

Belasan tahun yang lalu, saya diceritakan sebuah "legenda" saat masuk ke kampus. Katanya, ada seorang anak Indonesia super pintar, yang hobi banget menyelesaikan soal-soal fisika dari text book, sampai semua soal dilalap, bahkan professornya (dosen) suka dichallenge alias ditantang oleh anak ini. Bayangkan, text book fisika kita itu, ukurannya kayak 4 buah bata yang disusun dua, tapi si "legenda" ini menyantapnya dengan santai. Suatu hari, saat di gathering mahasiswa Indonesia, saya bertemu dan akhirnya ngobrol dengan si legenda ini. Dari obrolan ini, saya merasakan aura yang berbeda, aura dari seorang yang kritis, berwawasan luas, selalu penuh keingintahuan, dan tidak cepat puas. Nama orang tersebut adalah, Nelson Tansu, dan dengan bangga saya sekarang bisa panggil dia Professor Nelson Tansu.

Saat kuliah saya memasuki tahun ke dua, Nelson sudah dalam tahap menyelesaikan S3-nya. Dia berhasil menyelesaikan gelar Doktor Teknik Elektro di usia 25 tahun, di kampus yang sama dengan saya di University of Wisconsin-Madison dengan predikat summa cum laude. Yang "gila"-nya lagi, S1 dia selesaikan dalam waktu kurang dari tiga tahun dengan tiga jurusan berbeda: Matematika Terapan, Fisika, dan Teknik Elektro. Saya sungguh garuk-garuk kepala ngebayanginnya (untung belum sampai botak). Kerennya lagi, kawan saya dari Medan ini, juga menjadi Professor di Lehigh University pada umur yang sangat muda – 25 tahun. Di usianya yang masih 25 tahun, dia sudah mengajar anak-anak S3 di Lehigh University, yang usianya banyak yang di atas dia. Belum lagi ada belasan patents yang dihasilkan, salah satunya adalah teknologi LED.

Beberapa tahun lalu, Nelson menikahi sahabat saya Adela Gozali Yose yang juga bersekolah di satu kampus dan mereka dikaruniai seorang putra, Axel, yang baru saja genap berusia 4 tahun. Sejak kami semua lulus, saya sudah tidak sempat bertemu dengan Nelson ataupun Adela karena mereka pindah ke Bethlehem, Pennsylvania, tempat Nelson berkarya sampai saat ini. Saya hanya kontak mereka via Facebook sambil suka mengkomentari foto-foto putra mereka Axel yang super lucu dan menggemaskan.

Di bulan Juli lalu, ternyata Nelson, Adela, dan Axel pulang ke Indonesia, dan saya langsung tidak sabar bertemu dengan mereka. Sayangnya Nelson hanya semingguan saja berada di Jakarta, termasuk untuk shooting episode Kick Andy, sehingga akhirnya saya tidak sempat bertemu dengan dia. Tapi untungnya, di tengah kesibukannya, saya masih bisa sempat melepas kangen dengan Adela. Kami bertemu sebentar untuk makan siang bareng, dan saling bercerita kegiatan kami yang sudah banyak berubah setelah jadi ibu. Di situ saya menyadari, yang namanya jadi ibu, pasti punya tantangan sendiri dalam mendidik anak. Semua anak kecil itu hampir mirip-mirip sifatnya. Baik Abby maupun Axel kadang bisa jadi good children, tapi kadang juga bisa annoying dan mengetest kesabaran orang tuanya. Hey, kids will be kids!

After 12 years, we finally met! Masih tetep bisa ngobrol nyambung seseruan.

Di saat ngobrol itu pula, saya baru mengetahui kalau di waktu luangnya, saat Axel sudah tertidur, Adela menyempatkan diri untuk menulis buku anak. Awalnya, dia menulis benar-benar untuk mengisi waktu, kalau dia bilang sih, supaya efektif dan menghasilkan. Ternyata tulisan itu sangatlah menarik, bahkan sayapun dibuat kagum oleh idenya. Nelson pun sangat mendukung hobi menulis Adela, dan saat ceritanya rampung, Adela iseng menawarkan cerita ini ke Gramedia Pustaka Utama, dan disambut dengan sangat antusias oleh pihak GPU. Ilustrasinya pun langsung dikerjakan sendiri oleh adik dari Adela yaitu Kasogi Yose. Saat itu saya berjanji pada Adela, kalau buku ini sudah terbit, saya pasti akan beli, karena saya sudah yakin, kualitas buku ini pasti baik, ditulis dengan hati, dan ilustrasinya pun dikerjakan dengan tidak main-main. Padahal nih ya, saat itu saya belum tau bentuk bukunya seperti apa! Adela cuma bilang, kalau buku ini akan sangat berbeda dengan buku anak lainnya.

Setelah mencari buku ini di beberapa Gramedia, akhirnya saya berhasil mendapatkan bukunya, dan ternyata, bukunya memang luar biasa. Baru buku ini yang menurut saya merupakan sebuah buku anak 100 persen Indonesia yang cerita dan ilustrasinya begitu indah, mudah dicerna dan cocok untuk memotivasi anak-anak kita. Saya bagikan sedikit Kata Pengantar yang ditulis oleh Adela yang terdapat di halaman belakang buku ini.

"Sejak kecil, saya bukanlah seseorang yang gemar membaca.
Penjelasan-penjelasan tentang manfaat membaca tidak tertanam dengan baik di kepala saya.
Namun, saat saya menjadi seorang ibu untuk anak saya yang masih balita, naluri seorang ibu muncul secara alamiah. 
Sekarang saya memikirkan apa yang terbaik untuknya. Bagaimana saya bisa memotivasinya untuk belajar?
Jadi, keinginan untuk menanamkan "sebuah pesan untuk mencintai membaca" adalah tantangan dan motivasi saya menulis buku ini. 
Saya ingin memberitahu anak saya sebuah cerita yang menarik tentang anak laki-laki yang suka membaca dan perjalanannya tumbuh bersama buku. 
Beruntung sekali karena anak laki-laki di dalam buku ini adalah ayahnya. 
Saya berharap, anak saya akan meikmati membaca cerita ayahnya dan terinspirasi. 
Dan semoga, suatu hari nanti, anak saya membagikan cerita ini dengan anak-anaknya nanti."

Yes, this book is about Nelson Tansu, Adela's own husband and Axel's dad. Nelson: Si Kecil Yang Suka Baca, demikian judulnya merupakan sebuah biografi sederhana Nelson, dari sejak dia kecil, sampai sekarang. Buku yang awalnya ditulis Adela untuk Axel ini, kini bisa kita nikmati bersama. Adela bilang, buku ini targetnya adalah untuk anak umur 4-10 tahun, tetapi saya, bahkan ibu saya sendiri sangat menikmati sekali membaca buku ini. Saya malah jadi banyak tau rahasia Nelson, yaitu soal bagaimana dia bisa memenangkan kompetisi bulu tangkis dengan berlatih sendiri melawan tembok, dan mempelajari teknik bulutangkis hanya dengan modal membaca! Di situ saya sungguh belajar the power of reading!


Bukunya hard cover, kualitas sangat baik, dengan ukuran besar, sehingga memudahkan anak-anak membaca.
Buat saya pribadi, buku ini juga membangkitkan kenangan indah masa-masa di kampus dulu, karena ada beberapa tempat yang sungguh nempel di hati. Terus buat Abby sendiri gimana? Karena Abby itu 3 tahun aja belum, dia cuma bisa nunjuk-nunjuk gambarnya sambil komentar benda dan tokohnya. Saya yakin, saat dia sudah bisa membaca nanti, she will find this book very amusing.

Halaman di buku ini yang sungguh membuat sumringah, mengingat kenangan saya tentang kampus yang indahnya luar biasa.

Pas halaman ini, Abby nunjuk tokoh-tokonya sambil ngomong, "Itu Mama, itu Opa".

"Ini teman-teman, lagi makan"
"Main bola... ada matahari"
It's not too early to introduce book to our children, especially this one. Buat anak yang belum bisa baca, gambar-gambarnya sangat lucu dan menarik. Kitapun bisa menceritakan kepada anak kita lewat buku ini karena gambar maupun ceritanya sangat mudah dicerna. Buat anak yang sudah bisa membaca, siapa tau nanti anak anda tambah rajin membaca dan malah kepingin jadi professor (pssttt... anak teman saya beneran langsung ubah cita-cita untuk jadi professor sehabis baca buku ini). Saya menulis ini bukan sponsored post, tapi karena memang buku ini layak untuk dibeli dan dibaca oleh semua orang terutama anak-anak. Jadi, buat siapapun, baik sudah menjadi orang tua, maupun belum, silakan cari buku ini di toko buku kesayangan anda, dijamin tidak akan menyesal. Buku ini juga bisa dihadiahkan ke orang-orang terdekat. Bukunya seharga IDR 95,000 dengan kualitas yang bagus sekali secara keseluruhan. Oh iya, untuk versi berbahasa Inggris, akan terbit kira-kira di bulan Oktober mendatang, judulnya The Boy Who Loved To Read.  

To Adela, thank you for writing this wonderful book. Hopefully this book will inspire tons of children to pursue their dreams through reading.

The more that you read, the more things you will know.
The more that you learn, the more places you will go. 
~ Dr. Seuss

PS: Kalau mau lihat episode Kick Andy yang tayang di bulan Agustus lalu dengan Nelson sebagai bintang tamunya, bisa klik di sini. Nah, di link itu, pembaca juga bisa lihat deh, how cute their little boy is. 

65 comments:

  1. Gw jadi inget Monat pas pertama baru beli bukunya dia liat2 gbr trus lgs brenti agak lama di halaman yg ada mama2 membelalak, dia ngomong : ini maminya marah hahaahahha tanpa bisa baca dia bisa tau itu ekspresi orang marah. Berarti ilustrasinya tersampaikan tuh. Sama main mobil2an di jalanan main sepeda itu :D

    Kalau Clarissa kocak diulang2, mami ini kok nilai rapor TK nya isinya D semua sama F satu wahahahaahahah....

    Dua2nya udah baca berulang2 berapa kali (ngeri juga kl lama2 copot). Semoga generasi anak2 (ipad dan tab) sekarang, masih minat membaca buku yah. Abby aja kaya udah ngerti kan padahal blom bisa baca juga

    Kalau punya cc BCA bisa diskon 10% tuh, lumayan 9500 buat parkir LOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya anak2 lu aja pada terpesona ya sama bukunya sampai seru banget bacanya. Ilustrasinya emang sederhana tapi cute banget dan langsung kena. Abby aja bisa seneng loh bolak balik semua halamannya. Padahal biasa baca bible for kids cuma mau sampe Noah karena banyak binatang hahahaha. Seneng deh anak2 lu semua gemar membaca.

      Wah good info Fel soal diskonnya. Sayang gue ngga punya CC BCA. Tp buat yang punya sangat membantu sekali.

      Delete
  2. Mau beliiii.. Td abis dr gramed pdhl, klo tau td lsg beli dah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Habis? Di Gramedia yang mana habis?

      Delete
    2. Yeye, nanti balik lagi aja. Hehehe. Ayo dibeli bukunya bacain ke anak2.

      Anon, maksudnya Yeye, dia habis dari Gramedia alias just went to Gramedia. Bukan bukunya yang habis hehehe.

      Delete
  3. Setuju ci, baca buku emang mesti dikenalin ke anak2 sedari kecil. Kalo jaman dl, kebanyakan org tua masih belom paham kalo membaca itu penting. Dulu saya latihan baca dr majalah bobo sewaktu TK. Tiap minggu, selalu nunggu kapan majalah bobo terbit. Hehehe.
    kalo di jaman sekarang, org tua lebih melek info, jd bs ajarin ke anak2 ttg penting nya baca.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya dari dulu hobi baca koran hahaha. Pagi2 suka rebutan sama papa juga pas dia masih ada, sampai akhirnya tuh koran dibagi2. Apalagi Kompas minggu hehe. Kalau majalah Bobo memang langganan tapi pas SMP ganti jadi Kawanku.

      Menurut cici justru jaman sekarang juga buku sering kalah sama gadget. Anak2 jadi ngga demen pegang buku fisik. Moga2 fenomena ini bisa segera berubah deh.

      Delete
  4. wah keren banget temen lu baik si nelson maupun istrinya sampe nulis buku biografi dalam bentuk sederhana. keliatannya bukunya bagus ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti pas balik Indo beli bukunya ya Man. Worth to buy banget2! Pas juga range usianya Emma and Andrew untuk menikmati buku ini.

      Delete
  5. gw dah liat di FB kemaren, mo nyari lupa melulu..
    makasih buLe.. ntr kubeli ahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipppp. Beli yah Yul mampir Gramedia. Very good book indeed.

      Delete
  6. Leony:

    Thanks a lot for the nice review of the book "Si Kecil yang Suka Baca" / "The Boy who Loved to Read". Hopefully, this book will have tremendous impacts on advancing the values of "the love of reading", "the importance of having big dreams", and "the persistence values to achieve those dreams" among the young children in Indonesia. The book is based on "true story", which is packaged in an attractive children-friendly format. Thanks again for the nice review of the book, and hopefully the parents of the children will see the benefit of this book for their children in Indonesia. Terima kasih sekali lagi.

    The team at Gramedia has also published this book in "very high quality materials" at a very accessible price. The Editorial Team at Gramedia has been superb - thanks for their great work. Thanks also for their understanding on the important goals of getting this book out at an accessible price, as our wish is to enable children in small cities or villages to have access for such book as well. This is an excellent book - based on "true story", and the values will be impactful for the children to develop persistence characters and the love of reading in the pursuit of big goals in life. Thanks as well for all the parents / readers / young readers.

    Best Regards,
    Nelson Tansu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you, Nelson for being an inspiration of many Indonesians all over the world. Your story had given us another sight on how important it is to open our mind and soul through reading. It is an honor for me to get to know you and your wife and also to share this book reading experience to my readers.

      Delete
  7. Thank you so much Leony. Sudah habis kan waktu, otak dan energy untuk tulis review buku ini yg complete dan informati sekali. You really are a true blogger! I can see why your readers love to read what you write. It's easy, fun, direct, and insightful!

    Keep shining your light wherever you are.
    Hugs,
    Del

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2, Adela. It is my honor to write about this book because I believe it will benefit many parents and children out there.

      I am very humbled by your compliments as well. *hugs*

      Delete
  8. Menarik ci...jadi kepengen beli dan baca juga..kayanya emang harga buku sekarang segituan deh...
    Semoga nanti kalo uda jadi Ibu, aku juga bisa ajarin anak aku biar rajin baca buku...It has a lot of advantages!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo beli, Rib. Buat kita sebagai orang tua juga bagus banget baca buku ini dan nanti bisa kita kasih ke anak buat baca juga.

      For that kind of book with that kind of quality, buku itu jadi brasa ngga mahal! Beneran deh. Yang kualitasnya lebih jelek aja dan bukunya kewer2 alias gak hard cover bisa lebih mahal daripada itu.

      Delete
  9. betulll ci, suka baca itu perlu ditanamkan sejak dini soalnya dulu pas gue kecil juga diajarin sama nyokap buat gemar baca :) sampe nyokap langganan beli bobo, fantasi dll, hehehehe biar anaknya suka baca en semoga kebiasaan baca nanti bisa diturunin ke anak. gimana pun juga dengan baca jadi banyak dapet ilmu en banyak tau.
    jangankan Abby ci, gue juga masih demen loh liat buku bergambar, hahahaha entah knapa rasanya tuh excited en jadi lebih pnasaran aja buat baca sampe habis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus tuh kalau kita modalin anak-anak kita bahan bacaan. Nonton TV sih memang seru, tapi membaca itu bikin imajinasi lebih terbuka lebar. Ayo beli Wi, bisa buat nanti dibacain ke baby di perut, dan bisa buat dia nanti pas gedean baca buku ini. Inspirational banget loh ceritanya.

      Delete
  10. welee...itu mah emang udah super jenius dari kecil nya yaa...ditambah suka baca buku, makin terlatih deh otaknya. Aduhh, anak gua mah sukanya Meme komik....hahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ci, coba deh beli buku ini, walaupun anak dua-duanya sudah di atas usia 10 tahun, tapi gue aja masih merasa buku ini menginspirasi gue loh. Gak ada kata terlambat kan untuk mulai suka baca :)

      Delete
  11. Thanks banget infonya le. Gue langsung meluncur ke web online kesayangan, bukabuku.com. Ternyata disana harganya cuma 76rb. langsung klik dan beli deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sip tuh infonya buat yang mau beli harga diskon. Gue kemarin di Gramed Alsut sih bayar full price hahahaha. Gak diskon aja udah worth the money, apalagi pakai diskon!

      Delete
  12. ah emang anak2 harus ditanamkan sejak dini ya suka membaca. selama ini sich selena kalo gw dongengin mau dengerin, tapi kalo dongeng pake buku justru dia ga mau.. jadi maunya dia gw mengarang bebas.. hehe :)
    ntar beli a.. jangan komik mulu *toyor diri sendiri* :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, mungkin karena dongengnya gambarnya kurang lucu Fun. Coba deh nanti lu beli buku ini, gue yakin banget Selena pasti suka gambarnya. Gede-gede, dan beda banget sama buku anak lain.

      Delete
  13. Gimana ya caranya merubah si Liam agar tertarik baca buku fisik lagi? Gimana caranya mengalahkan Youtube?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tarik gadgetnya, bacain bukunya ke dia alias didampingi. Beberapa buku saya ada yang sobek-sobek parah dan kena minyak gara-gara si Abby baca dan bolak balik sambil makan. Tp ya sudah lah, saya sudah pasrah kalau soal buku sobek hahaha. At least dia masih mau pegang buku. Tapi ya gitu, memang tetap gak bisa 100 persen buku, kadang2 kita kasih main game via gadget jg yang sesuai usia dia (mewarnai, puzzle etc).

      Oh iya, usia Liam kayaknya sudah pas deh untuk baca buku ini, siapa tau habis baca ini jadi menambah minat membaca.

      Delete
    2. Kalau Liam imajinasinya sambil nyusun Lego Minecraft, gak ada yg nurutin manual, bikin seenak dia aja hahaha

      Delete
    3. Nah seinget saya Minecraft juga ada bukunya kan Pak? Malah series loh. Siapa tau Liam tertarik baca. Soalnya ponakan saya yg SD jg seneng beli bukunya.

      Delete
  14. Setujuu... baca buku itu penting & menambah wawasan :) Dapet banyak ilmu dari membaca aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, Ngel. Sampai sekarang gue masih hobi buka-buka Kompas, walau dot com-nya aja for now. Pas kecil sih gue bener-bener hobi bongkarin korannya hahaha. Dan itu sangat membantu gue banget untuk jadi tau soal segala hal, mulai dari politik, ekonomi, sampai entertainment.

      Delete
    2. iya, gw jg suka tuh bacain kompas yg versi koran dulu. Sampe obituary aja gua bacain =)))

      Delete
    3. Ih sama banget. Gue juga. Suka sedih kalau yg meninggal masih muda2. Terus kl yg iklannya gede banget penasaran itu siapa haha.

      Delete
  15. Mau cari ah untuk keponakan. thanks ya Le :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, Non. Sama2. Pasti ponakan kamu suka deh.

      Delete
  16. Review bukunya menarik Ci, Jadi tertarik beli :-)
    Jd inget waktu kecil, ortu suka beliin buku cerita bergambar, majalah bobo sama buku mewarnai.. Kelihatannya sederhana ya Ci, tapi gw berasa bgt impactnya sekarang. Buku2 kaya gini walau sederhana tp banyak makna sama pesan moril yg bermanfaat :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici tuh pas baru dikasih tau soal cerita di bukunya aja udah ga sabar beli loh. Ternyata malah better than my expectation. Soal buku ini, gak sederhana kalau cici bilang. Tp deep banget cuma disampaikan dengan cara sederhana. Coba deh dibeli, ga akan nyesel.

      Delete
    2. Thanks for the interest. Semoga bukunya bermanfaat, dan ceritanya adalah true story yang dikemas dengan sangat atraktif dan fun - yang memang untuk anak kecil.

      Delete
  17. ci Le, salam kenal.. wahh. sepertinya bukunya ndus neh.. ntr pergi gramed lihat-lihat ahh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, salam kenal juga. Bukunya bagus ceritanya dan gambarnya. Pas untuk dibaca oleh anak2. Orang tua jg bs terinspirasi kok.

      Delete
  18. kalo buku ini dikasih tau ke seno, dia pasti bakal beli hahahaha... dia lebih maniak buku dan lebih doyan baca ketimbang gua... makanya biarpun jayden belom bisa baca, tapi koleksi bukunya uda banyak... lebih tepatnya bapaknya yang ngoleksi buku buat anak hahahaha... dulu gua suka bacain cerita buat jayden sebelum bobo, sekarang lagi vakum...itu buku mau direbut trus dirobek2 mulu hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Coba deh beli buku ini buat Jayden. Untuk sekarang biar ortunya yang baca dulu. Tp gue rasa Jayden liat2 gambarnya juga seneng deh. Gede2 full book.

      Delete
    2. It's a fun and quick read for adults too! Coz it's base on real story. :)

      This book is meant to be read again and again. A book to be owned for a long time!

      Delete
  19. Halo Leony, saat ini saya langsung otw ke gramedia! That's how impressed i am.
    Cerita nelson, dan bukunya sendiri bikin merinding.
    Tepat saat bocah baru merengek minta buku baru.

    Hope this book can inspire my son and many more kids.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, Alia. Pas saya baca buku ini untuk pertama kalinya, saya terus2an senyum loh. Very different, but a good kind of different. Jujur banget bukunya. It shows Nelson's vulnerability at the same time and how he coped with that. Semoga putramu bahagia ya habis baca buku ini.

      Delete
    2. Thanks for your interest and support!

      Delete
    3. Thanks, Alia. Semoga bukunya berguna untuk anak anda. Terima kasih.

      Delete
  20. wah tengkyu reviewnya, gw juga mau cari bukunya di gramed :D

    gw mala jadinya nonton youtube link yg lu kasi, 2 ilmuwan indo yg hebat di luar negri. amazing ya :D emang penting menanamkan ke anak soal fokus pada mimpi ya.
    Gw jadi inget dulu pas gw kuliah punya temen orang Indo, angkatan atas gw, dia jadi guru tutor gw krn prestasi nilainya yg amazing (semacem asisten dosen kalo disini), eh guess what suatu hari doi ditrima kerja di Microsoft. Jadilah doi hijrah ke amrik sampe skr.
    Balik ke youtube td, gw aga2 heran nanyanya bang Andy aga2 aneh, seperti pertanyaan retoris yg ga perlu ditanyakan hahaha, apa emang style kick andy gitu ya?
    Kalo soal balik ke Indo apa ga, maaf ya gw jadi inget film nya Habibie, bagian paling menyedihkan menurut gw adalah saat doi yg uda pulang balik indo, memajukan industri pesawat, lalu akhirnya mentok dan sampe di adegan yg doi nangis bilang sama Ainun: aku demi pesawat ini sudah brapa banyak waktu bersama km n anak2 yg kukorbankan? --- Di bagian itu rasanya gw pengen nangis jugaa..
    Makanya ga usa dehh suru2 ilmuwan pulang indo demi nasionalisme, lah sampe Indo mau apa? mau jadi guru komputer? *ups* wkwkwk



    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangga ya punya orang2 kayak Nelson dan ilmuwan2 lainnya. Yah begitulah Teph, terkadang ilmuwan di sini ngga dihargai. Dana untuk research dipotong sana sini karena korupsi. Padahal potensi bangsa ini luar biasa hebat2 manusianya.

      Soal Kick Andy, sepertinga bukan retorik ya, tapi memang format dia adalah hiburan. Plus mempertegas statement yg sebenernya mau disampaikan. Jadi berkesan pengulangan ya. Dia bagus sih kl nanya, membuat tersenyum dan suka mancing.

      Delete
  21. Halo Ci Leoni,

    Aku setuju banget kalau sejak kecil kita harus ditanamkan budaya gemar membaca sama orang tua, dulu mamaku dari aku bayi kayanya seringgggg banget bacain buku cerita, beli buku buku ensiklopedia dll bahkan sampe sekarang masih numpuk di rumah ensiklopedia dari jama aku kecil (udah puluhan taun umurnya : D)

    Karena hobi baca, aku belajar baca entah gimana ceritanya menurut mama aku sih bisa sendiri dari sebelum masuk TK wkwkkw, jadi anak TK belajar nulis baru baca, aku udah bisa baca tapi ga bisa nulis baru belajar pas masuk TK hihiihi sampe sekarang juga aku kalau 2 hari ga baca buku aja rasanya kepala pusing uring"an macem orang sakaw hahahahhahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membaca itu memang jendela dunia. Jadi bagus sekali ortumu menanamkan kebiasaan membaca dari kecil. Anna sudah berkeluarga atau belum? Kalau sudah diteruskan lagi nanti kebiasaannya untuk ke anak, dan boleh dikoleksi buku ini supaya anak2 tambah lagi gemar membaca. Gpp sakaw membaca krn itu positif.

      Delete
  22. wah keliatannya keren, ntar kalo sh balik indo gw bakal suruh dia beli buku versi Englishnya dech buat dibaca Alice :) thanks for the info :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sippp.. bisa buat Alice dan Gio sekalian loh kalau Gio udah gedean. Versi bahasa Inggrisnya keluar tanggal 19 October 2015 katanya.

      Delete
    2. Thanks. The English edition is coming out on October 19th 2015. Semoga bukunya berguna.

      Delete
  23. Hi Le, silent reader nih, tapi nga tahan pengen comment, aku sudah beli bukunya Le, Abby (namanya sama) biasanya males banget baca buku versi Indonesia, tapi buku ini, langsung dibaca tanpa jeda. Abby selalu nolak kalo dibeliin versi bahsa indonesia, dia bilang cape bacanya. Tapi buku ini, walaupun kata2nya sedikit, makna cerita bisa sampe dan dimengerti lho. Aku suruh Abby ceritain isi bukunya apa. Dan setelah seminggu, tiba-tiba Abby bisa bilang, ini sama seperti Si Nelson lho. Haaa, Nelson siapa ? Itu yang ada di buku, Mommy. Recommended banget bukunya. Titip pesen ya ama Adela, nulis lagi dan ditunggu buku selanjutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you banget mama Abby. Tetap coba encourage anak nya untuk membaca. Seneng sekali waktu baca message nya dari leony tentang comment anda. Sampe sempat share pendapat buku ini di sini buat di share dengan yg lain. I feel so grateful and honored. :)

      Delete
    2. Hi Mery, thanks for buying the book! Seneng sekali membaca komen kamu kalau Abby ternyata ikut menikmati dan bisa mencerna ceritanya dengan mudah. Keep speading the word, let's encourage every child to read!

      Delete
    3. Awesome, Mery. Thanks for getting the book for your daughter, and hopefully she enjoys it greatly. Terima kasih.

      Delete
  24. Hi Leony, another silent reader muncul nih :)
    Lgs tertarik krn anakku umur 3th dan dia lge tertarik baca buku n pesen ol di bukabuku 2 buat kado anak saudara n buat anak sendiri, tp cuma dpt 1. Jd duluin buat kado deh, nunggu restock baru dikirim katanya, entah kpn. Mau ke gramedia anak sakit soalnya. Sukses yah smoga di cetak ulang terus menerus....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kepada silent reader lyn. Glad to hear bahwa anda telah mendapat 1 buku nya dan Semoga buku kedua nya akan datang cepat. Atau bisa juga langsung ke toko Gramedia or orser di http://www.gramedia.com/si-kecil-yang-suka-baca.html
      Terima,kasih sekali lagi.....

      Delete
  25. Wahh. Tengkiu ci reviewnya :D Kalo dah waktunya beli buku pasti bakal beli buku ini. Apalagi base on true story, udah kebayang pasti menarik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip Py, simpen buat nanti ke depannya (seandainya nanti ada anak, bakalan suka deh pasti anaknya).

      Delete
    2. Thanks, AiPy! Hopefully you will like the book! Thanks.

      Delete
  26. Hello Le, saya juga silent reader tapi mencoba comment kali ini. Saya juga tertarik banget dan langsung memesan di bukabuku juga. Anak pertama saya yang di kelas 5 saya kenalkan buku ini karena biasanya dia susah membaca buku berbahasa Indonesia. Kebetulan ada beberapa hal yang mirip, seperti saat ini, anak saya baru pindah sekolah dari yang Montessori ke sekolah nasional. Ada beberapa kasus bully dengan anak2 existing. Saya minta dia untuk cari teman yang lebih seide yang bisa menyemarakkan kehidupan sekolahnya seperti Nelson kecil. Thanks for reviewing the book. Thanks also for the writer. Btw, anak kedua saya usianya hampir mirip dengan Aby. Dan gereja kita juga sama. Kelihatan tempat tinggal kita berdekatan deh. Banyak dapat inspirasi dari sharing liburan di blog ini. Thanks ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah glad that you found the book good for your children. Masalah bully itu kayaknya dimana aja bs terjadi ya. Bener2 mesti jd ortu yg bijak n bs ksh self defense lesson jg untuk anak. Wah gereja di Sathora jg? Rumahnya dmn? Eh iya Mommy J namanya siapa? Kan aneh kl manggil Mommy J hahaha (tar sy ganti nama jd Mommy A).

      Delete