Wednesday, August 26, 2015

Abby Tamasya Ke Solo dan Yogyakarta - Bagian 4

Finally! The last installment of this series! Ibarat lagi nyicil HP, pas cicilan terakhir, tentulah rasanya asyik. Saya juga lega akhirnya selesai juga bersiwer-siwer mata untuk milihin foto supaya bisa bercerita. Tapi giliran nyusun bagian terakhir ini, mendadak jadi kangen suatu hari bisa balik lagi ke Solo dan Yogyakarta, dan explore lebih banyak lagi. Pasti seru kalau Abby sudah lebih besar, bisa ke tempat-tempat yang lebih bersifat edukasi seperti museum dan Taman Pintar. Buat yang belum baca serialnya, bisa cek Bagian 1 di sini, Bagian 2 di sini, dan Bagian 3 di sini. Yuk, disimak, ngapain aja pas kita hari terakhir di Yogyakarta.

Rabu, 12 Agustus 2015

Pagi itu kita agak lebih santai. Bangun lebih siangan, pokoknya bener-bener enjoy last day tidur-tiduran lebih lama. Heat allergy-nya Abby juga kita lihat ternyata benar-benar tergantung cuaca. Kalau adem pakai AC, merah-merahnya nggak terlalu parah, tapi giliran kena matahari langsung, bisa mateng. Jadi kita tau lah, ini pasti cuma terjadi sementara saja, no need to panic. Sedihnya, pagi itu juga harus packing untuk pulang ke Jakarta. Hu hu hu hu...

Seperti janji saya di post sebelumnya, hari ini setelah diijinkan untuk mengambil foto oleh pihak Eastparc Hotel, saya akhirnya bisa puas hati motretin suasana dan menu-menu sarapan yang disajikan di sini. What I loved the most soal tempat sarapan ini adalah, bagaimana pihak hotel mengakomodasi area smoking dan non-smoking secara betul-betul terpisah. Yang smoking ya di luar, ditemenin pohon dan tanpa AC, sementara yang non-smoking ya di dalam, adem pakai AC dan nyaman. Selain itu, variasi makanannya juga banyak banget, pokoknya semua pasti punya favorit deh!

Suasana di Verandah bagian luar yang ijo-ijo dan teduh

Suasana di dining room bagian dalam yang dikelilingi oleh... MAKANAN! Hahaha. Jadi ini satu ruangan besar, betul-betul dikelilingi sama makanan loh! 

Cappucinno pesenan suami yang ditata udah kayak di kafe aja. 
Oh iya, saat suami pesan capuccino ini, kita ditanya dari kamar berapa, dan begitu waiternya tau kalau ini malam kedua kita tinggal di sini, dia menawarkan apakah mau dimasakkan menu spesial untuk sarapan, just in case kita bosan dengan menunya. Hebring banget nggak sih? Tapi gimana kita mau bosan, orang dari kemarin aja nggak sempet nyobain semua saking banyaknya. Yuk kita ngintip sama-sama.

Berbagai jenis makanan kukusan tradisional, mulai dari ubi, pisang, sampai kacang kedelai kukus pun ada! 

Buah-buahan potong yang banyak macam dan segar. Sampai ada jambu biji merah dan belimbing loh haha.

Yoghurt beberapa rasa, muesli, dan cold cuts. Kelihatannya cuma dikeluarin sedikit ya, tapi staffnya selalu sigap, kalau kosong diisi lagi demi mempertahankan kesegarannya. 

Berbagai jenis juice, air, dan infused water.

Manisan dan cheese, cereal dan susu. Cerealnya gak yang pakai dispenser loh, tapi kotak kecil satu-satu biar tetap segar. 

Noodle station and breakfast sushi station. Saya lihat malah ada anak kecil yang minta sashimi pagi2 hihi.

Berbagai macam lauk, dan juga western breakfast. Potato wedges, roasted tomato with cheese, sausage, beef bacon, sampai pastanya pun enak. 

Menu tradisional seperti Nasi Merah Wonosari lengkap dengan lauknya yang bermacam-macam. Ikan asin garingnya menggoda!

Juga ada Lontong Sayur, dan Gudeg Yogya komplit. Gudegnya nggak terlalu manis juga, jadi malah lebih cocok sama lidah saya. Bisa puas-puasin juga ambil krecek pedes. Slurp!

Bubur Ayam dan seabrek condiments, plus Soto Bandung. Soto Bandungnya seger banget, dan dagingnya banyak gak pelit. 
Udah kenyang belum liat foto-foto makanannya? Udah? Kalau udah, waduh sayang banget, soalnya, itu BARU DI BAGIAN DALAM RUANGAN LOH!  Di bagian luar masih banyak sederetan makanan! Belum lagi, pas ngobrol sama Chef Endar, saya ditawarin buat dimasakin buntut goreng. Aduh... ngiler sih, tapi perut sudah penuhhhh. Kata beliau kali-kali aja bosan dua hari makan menu yang mirip. Padahal gak mirip loh! Banyak dibedain sama sarapan hari sebelumnya. Nggak salah ya kalau orang bilang breakfast di sini manteb banget, lalu servisnya juga memuaskan.

Di sini kita bisa langsung dibikinin fresh juice dari buah segar. Tinggal minta aja, nanti dibikinin sama mas-nya. 

Di sisi satunya, bisa minta dibikinin jamu juga. Mau jamu segar pun, bisa langsung diracik dari bahan pilihan.

Berbagai jenis roti, donat, pretzel, dan cookies

Salad bar yang lengkap, walaupun quantity masing-masing itemnya gak dijembreng banyak, tetapi segar semua.

Muffin dan kue-kue manis

Croissant, waffle, plus... lihat ada mesin MILKSHAKE di situ! Bisa langsung bikin sendiri, disediakan ice cream, buah dan syrupnya, lalu tinggal mix deh! Manteb banget!

Roti-roti manis dan segar. Roti pisang coklatnya enakkkk banget! Kenapa segar? Soalnya setiap kali mau habis, mereka langsung panggang lagi di situ, ovennya kelihatan di sebrangnya. 

Suka crepes? Bisa minta langsung dibuatin, dengan condiments seabrek-abrek. Pas hari sebelumnya, Abby minta dibikinin 1 pakai coklat.

Nah di sini bagian egg station. Isian omeletnya saja bisa macem-macem. LIhat oven yang di belakang? Di situ roti manisnya terus dipanggang, jadi fresh selalu.

Kue-kue tradisional yang yummy banget. Kue mangkok, onde, kue lumpur, dan getuk. Yang kemarin lebih enak lagi soalnya ada serabi solo-nya. Enak dan legit banget!

Terus... quote di restonya kayak gini! Hahahaha. Pas banget buat saya yang doyan makan (Tapi saya nggak makan orang loh!)

Setelah breakfast, saya dan suami muter-muterin belakang hotel, dan ngelewatin jalan setapak yang rimbun. Lumayan buat nurunin makanan. 

Lalu kita nemu ini, nurseries tanaman. Lucu banget deh, itu selang-selangnya buat dialirin satu-satu ke pot-pot kecil yang diisi sama bibit tanaman. 

Dan ternyata, mereka nanam..SELADA! hihihi... Lucu ya! Sepanjang itu nanti bakalan penuh sama selada. 
Oh iya, di malam kedua saya menginap di sini, satu hotel full alias sold out karena ada conference dari salah satu perusahaan farmasi. Saya sudah deg-degan saja kalau suasana hotel bakalan ribut atau chaotic selama conference berlangsung. Tapi ternyata, pihak hotel berhasil memaintain suasana supaya tidak mengganggu tamu-tamu lain yang menginap. Lega deh, okupansi penuh, tapi ketenangan tetap terjaga.

Pas muterin taman hotel, melewati kru yang sedang mempersiapkan coffee break di dekat ballroom. Jadi kepingin nyomot kripik singkong... *eh padahal tadi udah kenyang ya hahahaha*
Habis beberes, kita pagi itu langsung check-out, tapi titip koper dulu di hotel, karena penerbangan kita pukul 19.30 malam. Nanti sore, kita mau balik lagi ke hotel, buat santai sejenak dan nyemil afternoon tea. Buat yang mencari hotel untuk menginap di Yogyakarta, boleh diconsider Eastparc Hotel ini. Buat saya sih highly recommended, apalagi buat pencinta makan pagi.

Hore mau jalan-jalan lagi! Di lobby hotel sih masih adem ya, makanya ngga manyun hihi.
Tujuan utama kita hari ini adalah mengunjungi Keraton Ngayogyakarta alias istananya Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sekedar informasi, setiap hari Keraton tutup pukul 14.00, jadi usahakan ini jadi tujuan perdana anda di pagi atau siang hari, jangan menunggu sehabis pukul makan siang.

Rombongan sirkus memasuki area Keraton. Di sini banyak tumbuh pohon sawo loh. Tapi tetep, panasnya bikin mateng hihihi. 
Harga tiket untuk masuk Keraton ini sangat murah, hanya IDR 5,000 untuk wisatawan lokal. Untuk wisatawan mancanegara kalau tidak salah IDR 15,000. Bisa dibilang sangat murah sekali. Yang membawa kamera (baik kamera biasa maupun kamera HP), dikenakan biaya tambahan IDR 1,000 per kamera. Kita cuma bayar IDR 17,000 untuk 3 tiket (Abby belum dihitung) plus 2 kamera (satunya HP si sus karena dia pingin jepret-jepret).
Murah ya, untuk kamera cuma dikenakan biaya IDR 1,000 saja!

For men only, nggak boleh pakai baju kutung dan hot pants hihi. Kalau for women gimana? Ternyata nggak ada aturannya hahahaha. Oh iya, kita nggak boleh memakai topi ya begitu masuk dan selama berada di daerah keraton. Jadi yang bawa topi dipegang saja.
Di depan Keraton, ada banyak ibu dan bapak petugas berseragam batik yang bisa membantu kita untuk menjadi guide, alias menerangkan satu per satu area Keraton dan berbagai peninggalan bersejarah di dalamnya. Tetapi berhubung waktu kita terbatas, kita memilih untuk jalan sendiri saja. Saya sih don't mind diterangin satu-satu kalau waktu banyak, cuaca gak panas dan nggak bawa anak kecil. Kali ini, skip dulu deh, patokin 1 jam saja di dalam Kompleks.

Rombongan turis dari Tiongkok yang isinya opa dan oma lagi group photo. Itu adalah pintu masuk kita ke area Kedhaton (area inti dari Keraton), namanya Gerbang Donopratopo yang ada di sisi Selatan.

Sebelum memasuki Gerbang Donopratopo, di area luarnya terdapat Bangsal Sri Manganti yang hari itu sedang mempertunjukkan kesenian Wayang Golek lengkap. Disediakan juga kursi-kursi bagi wisatawan yang ingin menonton, tapi kita tidak boleh menginjak area dalam bangsal. 

Gamelan dan pemusiknya lengkap sekali. Sounds very majestic!

Entah si Suster lagi ngapain, yang jelas Abby ketawa, dan mama saya bengong. 

Gerbang Donopratopo tertanda tahun 1928

Di sebelah kiri terdapat prasasti dengan tulisan Cina. Prasasti ini ternyata merupakan persembahan ucapan selamat dari 8 orang Tionghoa di Yogyakarta kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX atas pengangkatannya. Hal ini juga menggambarkan betapa akrabnya hubungan antara masyarakat Tionghoa dan Yogyakarta. 

Beberapa furniture tua yang dulunya bekas dipakai oleh Sri Sultan dan keluarga

Masuk ke dalam, di sisi kanan terdapat Gedhong Jene (The Yellow House) yang merupakan tempat tinggal resmi Sri Sultan Hamengkubuwono sampai yang ke IX, dan sekarang digunakan untuk berkantor oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Bangsal Kencana, bangsal terbesar yang merupakan bangsal utama, biasa digunakan untuk acara kerajaan dan kenegaraan.

Seluruh bangsal, tratag bangsal, dan gedhong yang berada di area utama Kedhaton tidak boleh dinaiki atau diduduki. 

Sementara di lapangan besarnya itu seluruh lantainya disi dengan pasir, jadi terasa gersang sekali. Tadinya saya kira akan hijau dengan rumput. Abby gaya juga loh bisa melipat kaki walaupun kepanasan. 

Selanjutnya kita memasuki area dapur Keraton. Di sini saya sempat ngobrol dengan Abdi Dalemnya, nanya, hari itu menunya apa. Kata mereka menunya terong. Wuihhh! Favorit saya juga itu, Pak!

Pak Abdi Dalem yang satu ini ramah banget, namanya Pak Suryadi. Abby juga mau loh difoto sambil dipangku. Lihatlah kaki sang bapak, begitu hitam dan tebal karena para abdi ini jalan tanpa menggunakan alas kaki di lingkungan keraton. Lihat sendiri betapa seluruh lapangan itu semuanya dari pasir dan panas.

Filter air yang digunakan jaman dahulu

Ceret dan anglo arang untuk memanaskan air.

Tandu yang digunakan untuk Sri Sultan Hamengkubuwono VII

Mendadak ratusan Abdi Dalem keluar dari salah satu pintu, seneng sekali lihat mereka berjalan sambil tersenyum dan mengobrol, padahal nyeker berpanas ria.

Cocok ya, pakai batik lalu foto di samping lambang Keraton hihihi. 

Bangunan baru ini namanya Gedhong Kaca, yang merupakan museum kecil untuk memperingati Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI di jaman Soeharto. Banyak peninggalan bersejarah di sini, termasuk surat-surat dan foto-foto peristiwa penting Sri Sultan.

Meja kerja Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Kalimat yang luar biasa dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada hari penobatannya. Mengingatkan kita semua untuk tidak pernah lupa pada akar kita sebagai orang Indonesia.

Jadi, Sri Sultan Hamengkubuwono IX ini, punya hobi memasak loh! Ada satu ruangan yang isinya barang-barang perlengkapan memasak yang dipakai beliau termasuk celemek, cempal, dan lainnya, dan ternyata bumbu yang dipakai ada..> Ajinomoto! Mulai dari kemasan kaleng, sampai kemasan kaca. 
Tiga abdi dalem yang menjaga ruangan tempat penyimpanan benda seni Keraton.

Ayo, buat yang mau belajar aksara jawa, itu dari 1 sampai 12, silakan dihafal. (cacing banget tulisannya).

Di belakang itu adalah lukisan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan istrinya GKR Ratu Hemas yang sedang menjabat sekarang.
Setelah saya berkeliling Keraton Yogyakarta ini, sebetulnya banyak sekali loh peninggalan sejarah yang bagus dan bermakna, tetapi sepertinya kondisinya banyak yang kurang terawat. Di bagian tertentu memang tidak boleh difoto, seperti di bagian ruangan yang berisi batik-batik penobatan. Tetapi yang membingungkan, di bagian yang berisi lukisan-lukisan malah boleh difoto sehingga warna lukisannya semakin lama semakin pudar, dan sebagian sudah sobek-sobek. Benda-benda bersejarahnya juga terlihat kurang dilindungi, sebagian mulai rusak akibat udara lembab (mungkin bisa dipakaikan silica gel atau kaca kedap udara). Bangunan Keraton sendiri banyak yang mulai deteriorating dan cat-nya pudar. Dari foto terakhir bisa dilihat, betapa dindingnya sudah banyak kemasukan rembesan air, dan jika dibiarkan takutnya lama-lama keropos dan lapuk. Bahkan ada beberapa ruangan yang ketika dimasuki terasa sekali lembabnya. Mungkin saya tidak boleh ya membandingkan dengan istana negara lain, tetapi saya rasa boleh juga ditiru bagaimana cara mereka merestorasi dan menyimpan peninggalan bersejarah supaya warnanya tidak pudar dan barangnya tidak lapuk.

Foto dulu di depan gazebo sebelum keluar dari kompleks Kedhaton

Waktu di dalam, saya dan suami sempat merenung sedikit, melihat hampir seluruh Abdi Dalem sudah tua-tua sekali, bahkan sudah banyak yang pakai tongkat. Hampir tidak ada generasi baru-nya. Mendadak saya lihat ada anak ini, duduk di Bangsal Sri Manganti. Entah dia posisinya apa, yang jelas saya lihat masih ada generasi penerus di dalam Keraton.
Keluar dari Keraton, banyak andong dan tukang becak yang nawar-nawarin untuk dianter ke Taman Sari, dan banyak banget penjual souvenir juga walaupun jauh lebih sedikit daripada di Borobudur kemarin. Tetapi suasana jadi kurang enak ya, ditawar-tawain melulu,  padahal kita cuma lagi nunggu sopir.
Ada andong, ada becak (gak kelihatan di sini), ada tukang souvenir, tukang minuman, kumplit lah. 

Bahkan, ada kursus sulap!! Luar biasaaaa!! Deddy Corbuzier mah lewat! Yang manteb itu, Belajar HIPNOTIS! 5 Menit bisa, GARANSI 10 TAHUN!! Gile, mobil aja kalah garansinya, ini garansinya sama kayak kasur spring bed!
Tujuan kita selanjutnya adalah Taman Sari, yang dulunya merupakan taman yang luas sekali beserta pemandian. Sekarang ini tinggal sisa secuil saja peninggalannya. Harga tiket untuk masuk ke kompleks ini adalah IDR 12,500 per orang, entah kenapa setau saya harusnya lebih  murah daripada ini (kalau nggak salah wisatawan lokal IDR 5,000), tetapi saya dikenakan tarif wisman karena saya habis ngobrol dalam bahasa Inggris sama wisatawan lain. Eh si Abby dihitung pula, jadi kena 4 orang. Biarin deh, untung masih murah juga hihihi.
Nggak sampai 5 menit naik mobil, sampailah kita ke Istana Air Taman Sari

Bangunannya terlihat sudah agak kusam tapi terlihat kuat

Cara menghapus typo paling murah tapi salah... kelebihan L satu, hitamin aja pakai tape hahahaha.

Unyil kelihatan kepanasan tapi masih mau jalan loh. 

Kita semua masuk kompleks, kemudian melalui lorong kecil di depan yang ternyata merupakan sebuah tangga turun ke bawah

Setelah melewati tangga, baru deh terdapat kolam dengan air yang bergemericik 

Foto dulu di depan bangunan Istana Air.
Kita masih jalan terus lagi ke belakang untuk foto di pagarnya yang penuh ukiran, dan di sini terlihat si Abby mulai kecapean, panas, dan alerginya terasa semakin mengganggu. For the first time during the trip.. she cried. Nangis kenceng banget!

Kasian banget ya, pipinya udah merah banget, panas, maunya digendong... Sedih lihat foto ini, soalnya Abby tuh jarang banget nangis. Kalau sudah gini artinya sudah bener-bener ngga enak.

Buru-buru aja deh Papa dan Mama foto di depan Pagar Istana Air

Terakhir kita mampir bentar ke sisi kiri, di sini ada kolam privatenya Sultan, katanya dulu Sultan dan selir-selirnya (yang entah berapa jumlahnya), kalau mandi bareng tuh di kolam yang ini, bukan yang di luar tadi. lalu bangunan di belakang itu ada saunanya. Kita sempet ngintip, tapi penuh sama orang jadi nggak bisa foto. 
Phewww...akhirnya selesai juga kunjungan berpanas-panas ria di Keraton dan Taman Sari. Tapi untung juga sih panas ya, daripada hujan lebih berabe hihihi. Cuma kasian aja si Abby tuh sampe mateng banget kulitnya pas di situ. Selepas dari Taman Sari, kita langsung perjalanan sekitar 30 menit menuju Sleman, untuk makan di restaurant yang wajib banget dikunjungi kalau ke Yogyakarta yaitu Jejamuran. Pas sampai di sana, saya langsung paham, kenapa restaurant ini populer. Bukan cuma karena makanannya enak dan harganya murah (banget), tetapi servisnya juga patut diacungi jempol! Dengan kapasitas restaurant sebesar itu, semua customer terlayani dengan baik, tidak ada pesanan terlewat (bahkan untuk pesanan tambahan), dan semua administrasinya rapi! Suasana restonya sendiri juga baik sekali, walaupun semua ruangan terbuka, tetapi mereka pisahkan antara area smoking dan non smoking di blok berbeda.

Abby yang tadinya moodnya jelek gara-gara kepanasan, langsung balik happy lagi ngelihat ikan di sini. Oh iya, ikannya itu ikan terapi loh, jadi buat yang mau rendem kaki, silakan! Asal, jangan kasih makan ikan pakai jamur ya hahaha. 

Suasana taman belakang yang asri. 

Semua makanan ini terbuat dari jamur! Eh iya, segini tuh belum semua pesenan kita loh. Kita masih nambah 3 porsi lagi! 

Jamur Tiram Asam Manis, kita pesan 2 porsi

Rendang Jamur, lagi-lagi pesan 2 porsi

Sate jamur, pesan 2 porsi juga, legit banget! 

Sup Jamur yang seger banget

Lumpia Jamur. Rasanya kayak isi ayam loh! Ini bisa dipesan satuan, kita pesan 4 pcs.

Jamur Portobello Crispy. Abby doyan!

Pepes Jamur Shitake. Endeus juga!

Kita pesan 3 gelas ini, Honey Lime drink yang seger banget, plus 3 gelas es teh. Hebatnya di sini kita ngga perlu bilang es teh tawar, pelayannya langsung tanya, "Tawar kan ya, Bu?"
Makan di sini, puas banget! Servis cepat dan tepat soalnya semua karyawan berkoordinasi pakai handy talkie, dan harganya itu loh. Bayangin, makan segitu banyak (nasi, minum, plus sayur 10 porsi walau cimit-cimit), totalnya cuma IDR 200,000-an! Bener-bener our cheapest full meal selama pas wisata kemarin. Itu masing-masing sayur harganya cuma belasan ribu. Pantes aja resto ini selalu ramai, dan katanya pakai ngantri segala kalau musim liburan.  Highly recommended!

Segini besar, semuanya area non smoking. Area smoking ada di sisi lebih belakang lagi. Eh iya, ada 1 bapak di sini yang saya tegur loh karena merokok. Langsung saya kasih lihat tulisan no-smoking-nya hahahaha. Untung bapaknya baik, senyum-senyum dan langsung matikan rokok.

Berbagai jenis jamur-jamuran. Bisa beli jamur obat juga di sini (lingzhi). 

Ini dia kasir super efisien. Walaupun pelanggan banyak, semua pesanan plus tambahannya terekam rapi di kotak-kotak belakang itu. Ngga ada yang salah loh recordnya walau saya ada tambahan pesanan sampai 2 kali. Di sini kita juga bisa beli berbagai macam keripik jamur untuk dibawa pulang, bahkan bisa bawa rendang dan tongseng jamur di dalam kaleng! 

Ada live musicnya juga lagi! Bawain lagu-lagunya sih terlalu random. Tapi mayan lah ya buat menghibur. 

Anak kecil yang mood-nya sudah bangkit sehabis makan siang dan ngeliatin ikan. 

Habis makan siang, kita nurunin isi perut yang penuh dengan muter-muter di Plaza Ambarukmo yang jaraknya cuma beberapa ratus meter dari hotel kita. Kata sopir kita sih, sampai saat ini Plaza Ambarukmo tetap jadi mall termegah di Yogyakarta. Tapi nanti bakalan ada mall baru juga. Isinya? Ya sama saja sama di Jakarta. Yang ngga enaknya, di tempat ngopinya semua pada merokok. 
Sore-sore kita kembali lagi ke hotel untuk beberes, bungkus booster seatnya Abby untuk kembali masuk ke dalam bagasi pesawat, plus sekali lagi menikmati afternoon tea. Daripada mumet ngopi di mall ada yang merokok, mendingan balik ke hotel.

Menu afternoon tea sore itu. Chocolate Cake, Kiwi Tart, and Blueberry pudding. Saya kali ini pesen es teh, biar seger!
Sebelum menuju ke Bandara, kita foto dulu dengan Pak Agus, sopir yang menemani kita selama di Solo dan Yogyakarta. Kita puas sekali dengan pelayanan dari Pak Agus dan Happy Tour Jogja, pokoknya highly recommended deh.

Makasih ya Pak Agus, sampai ketemu lagi! *Abby dadah-dadah*
Jarak dari hotel ke bandara sangat dekat karena hotel kita memang berada di sisi Timur dari Yogyakarta yang berarti memang searah dengan Bandara Adi Sutjipto. Walaupun begitu, karena sore hari sedang rush hour, jadi lumayan ramai plus lampu merahnya cukup banyak. Sampai bandara kita lumayan kaget, kok kota sebesar Yogyakarta, bandaranya kecil banget!

Suasana check in di Bandara. Garuda Indonesia sih masih mending, 3 loket untuk Jakarta, 1 loket untuk kota lain, jadi nggak terlalu ramai. Airline lain dong yang di sisi seberang sana, 1 loket saja per airline! Antrian sudah kayak pasar melingker-lingker. 

Dan ini ruang tunggu bandaranya yang super padat. Kita juga harus betul-betul mendengarkan pengumuman karena tidak ada petunjuk dari gate berapa kita akan keluar. 

Semakin malam, semakin padat lagi, apalagi ada pengumuman kalau ada maskapai penerbangan yang delay... tebak.. tebak.. ya anda benar... Singa Udara! Hihihi...
Oh iya, saya sempat mampir ke Airport Lounge di sini supaya setidaknya Abby bisa isi perut dengan makanan yang disediakan. Dan kesimpulan saya, Airport Lounge-nya parah hahahaha. Makanannya juga, ya gitu deh limited banget dan kurang representatif. Tapi lumayan seenggaknya Abby masuk beberapa suap nasi goreng.

Ngelihat pesawatnya lagi loading, sampai nggak bisa berpaling
Kejadian paling seru adalah kurang dari 5 menit sebelum boarding, ada anak kecil manggil, "Mama.... mau e e..." Hadeeehhh... Udah gitu saya kan udah keluar dari lounge ya, jadi tergopoh-gopoh balik lagi ke lounge demi tempat BAB yang mumpuni. Toilet di lounge ternyata cuma 1 dan untungnya kosong. Phewww... Pas pengumuman kalau kita dipanggil, anak ini lagi konsentrasi ngeden. Perfect timing banget! Untungnya ngedennya cepet tuntas, cepet bisa bersih-bersih, dan akhirnya jalan ke gate. Ternyata eh ternyata, yang dimaksud dengan gate itu, cuma pintu keluar menuju ke pesawat! Baru tau nih...bener-bener flat kayak di kota kecil banget, padahal Yogya kan kota besar ya.

Akhirnya rombongan sirkus walaupun ada drama toilet, tetap bisa naik pesawat on-time.

Menu snack pulangnya, ada Sosis Solo dan Roti Kelapa. Lumayan! Oh iya, kali ini juga ada entertainment consolenya walau nggak dibagi headphones saking cepatnya penerbangan. 
Sampai di Jakarta lumayan on time, tapi lagi-lagi turun tangga dan naik bus. Kayaknya kita diturunin di tempat parkir seluruh pesawat deh, pokoknya jauhhh banget. Naik bus aja sampai berasa jauh dan sempet stuck kena macet sebelum masuk terminal. Kapan ya kapasitas bandara bisa cukup supaya kita semua turun pakai belalai? Berharap boleh dong ya. Tapi gara-gara kita macet naik bus, koper kita jadi keluarnya on time hahaha. Biasa kan lama toh nunggu koper keluar. Plus kali ini, si Abby kok pinter banget. Dia bisa kenalin semua koper kita satu-satu dan bisa tunjuk koper kita yang mana, padahal ada 5 biji, dan warnanya kan mirip-mirip ya kalau koper. Amazed juga deh sama perkembangan anak kecil. Pulangnya kita kembali naik Silver Bird yang Alphard biar masuk semua (pedahal ngarep ada promo Golden Bird Innova, lebih irit hahaha).

Semangat nunjuk koper. Hebat juga bisa ngenalin. 

Demikianlah perjalanan kita selama 4 hari 3 malam, walaupun cuma ke Solo dan Yogyakarta, tapi fotonya bejibun bun bun bun. Di perjalanan kali ini, kita juga belajar banyak banget. Kita belajar kalau ternyata negara kita ini indah dan sejarahnya luar biasa. Belum lagi kulinernya juga patut dibanggakan dan dicoba. Kita juga belajar kalau Abby ada heat allergy, yang untungnya sekarang sudah sembuh total. Semua perjalanan itu pasti berkesan dan punya cerita masing-masing. Semoga yang baca pada nggak bosen semuanya ya mantengin Abby Tamasya, dan semoga info-infonya bisa berguna juga buat yang akan berpergian.

Sampai ketemu di edisi Abby Tamasya selanjutnya!

76 comments:

  1. Yahh abisss.. Ini seriusan jadi pengen ke Yogya lagi dan nginep di Eastparc.. Tapi lagi, mesti nunggu tahun depan..wkwkw..

    Syedih liat muka Abby nangis biasa liat foto yg ceria. Tapi syukurlah abis itu ceria lagi ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah. Sip Py. Jangan lupa pesen kamar yg premier kalau ngga nanti pisah ranjang sama Ai hihi.

      Iya syukur deh Taman Sari juga kecil ya. Jadi gak harus sampai muter2 lama dan sebenentar udah bisa balik masuk mobil lagi yang adem.

      Delete
    2. Mba leony mau tanya penjelasan free non alkohol di minibar eastparc? Itu free udh msuk include rate room kah?? Alias gratis?

      Delete
    3. Iya gratis. Tp ya cuma minuman sedikit aja kok. Kayaknya sih cuma tipe yang kamar premier ke atas ya. Macem kalau nginep di Royal Plaza on Scotts, Singapore kan juga sama tuh, minibar gratis tp ya mmg minuman non alcohol sm coklat aja.

      Delete
  2. Haaaaah. BuLeeeeee. Bikin mupeeeeng pengen sarapan di eastpac deh.
    Sedih banget baca kondisi lembabnya keraton. Padahal itu dihuni ya. Hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eastparc, Dan, ada r-nya. Kalau ngga ada plus c-nya diganti k jadi merek tas hahahaha. *iseng amat ya gue...* Boleh banget Dan, nginep dan sarapan di sono. Manteb.

      Kayaknya keluarga Sri Sultan huninya udah gak di daerah utama lagi. Di situ udah jadi office. Cm tetep sih mereka tinggal di lingkungan Keraton. Ya aku sih cm based on observation aja Dan. Keliatan jg kan ya dari fotonya.

      Delete
  3. Ci Le, Abby makin lucu aja deh. Sedih juga liat foto dia nangis. Semoga di tamasya selanjutnya ga kambuh lagi...
    Btw Ci, aku selama ini SR aja di sini. Suka banget sama seri Abby Tamasya. Terus jalan-jalan ya, Ci, biar bisa aku pantengin terus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Dina, thanks finally udah gak silent lagi ya hehe. Jarang ya liat Abby nangis soalnya anaknya emang rata2 ceria dan curious. Wisata selanjutnya kudu adem2 dikit kayaknya hahaha. Kemana ya?

      Sip, maunya sih jalan2 terus. Hayo siapa yg mau sponsorin jalan2nya?

      Delete
  4. Kejadian juga tuh sama gue, Madeline bilang mau pup pas udah dipanggil boarding! Padahal kita udah nongkrong di bandana 90menit sebelum flight. Langsung buru-buru masuk disabled toilet. Akhirnya kita jadi penumpang yg naik bus paling terakhir. Pheewww... Ada-ada aja ya nih bocah-bocah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Ngel! Udah nongkrong di bandara lama gitu. Ke lounge dulu, dia jg udah makan dulu, sempet main2 deket jendela ngeliatin pesawat, ehhhh.. kok bisa last minute baru emergency hwhahaha..

      Delete
  5. Panas nya banget ya sampe Abby nangis gitu. Kasian...

    Gile itu bfast nya banyak banget ya ny. Pasti seru dah mau nyobain semua hahahaha.

    Yg belajar silap garansi 10 th itu maksudnya jd kalo lupa boleh balik lg buat belajar lg ya? Hahaha. Kocak bgt sih... Lu gak nyobain? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panas plus dia alergi, dan jalan terus kan Man karena di Keraton ngga bisa pakai stroller. Jadi dia capek juga sepertinya. Ditambah mulai gatal2 kan ga enak banget pastinya.

      Perut gue kurang karet Man buat nyobain semua. Tapi kalau doyan makan sih dijamin pesta banget deh pas breakfast.

      Lu coba man belajar sulap, gue aja gak yakin tukangnya msh nangkring di situ atau ngga setahun lagi. Ga usah nunggu 10 tahun hahaha.

      Delete
  6. wah Le hebat bener lu wisata 3 malam 4 hari jadi 4 post hahaha, detil pisan kamu ngepostnya.
    Bole nih gw pengen coba eastparc juga kapan2 :D

    Btw kok lu akhirnya bisa sadar klo abby heat allergy? klo gw mungkin ya bakalan bingung lho, abis kringet buntet bukannya biasa di punggung / badan ya?

    makanan yg di resto jejamuran juga bikin ngiler, dari dulu mau mampir sini belom kesampean.

    oya airport jogja kecil ya, tunggu sampe kamu liat airport semarang huahahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Gue sedetail ini kayaknya cm kalo Abby Tamasya. Pas jaman blm ada Abby mah boro2 gue bikin post detail2. Boleh dicoba Teph. Tp hotelnya hotel business ya. Jangan harap ada mainan buat anak hihihi.

      Gue berasa pas di Prambanan itu keringat dia ga bs keluar. Terus daerahnya di jidat. So gue yakin bukan dr sprei, jadi gue research aja deh via internet. Jadi ga panik2 amat.

      Jejamuran mah emg bikin ngiler soalnya enak variasinya macem2. Jd pengen makan nasi sm rendang jamurrrr..

      Haha, Semarang lbh mungil lagi toh? Kalo ke Smg kayaknya msh bisa naik kereta api ya. Cepet jg kayaknya.

      Delete
  7. Mmmaaaauuuu breakfast nya! *mupeng bgt*...g emang pencinta breakfast hotel hihihihihi....
    Kacian Abby sampe nangis gitu,...next destination ke negara 4 musim aja le.....hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget ya Nan breakfastnya. Udah gitu yang bikin demen adalah rasanya juga enak. Bukan cm banyak variasi aja.

      Iya nih, liburan kemana ya? Udah sekolah jadi bakalan tambah susah deh liburannya.

      Delete
  8. itu alergi kalau diminumin cetrizine bisa ga bu? kesian liatnya.
    seneng liat banyak iklan gratis okiedog disini ... bwakakakkaka

    sampai bertemu di edisi bolang selanjutnya ya makLe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue ud research dan dibilang mestinya ga usah diobatin karena pas adem akan balik normal in 3 to 4 days. Anaknya jg gak garuk2 sih cm gue aja yg lihatnya brasa gatel. Bener tuh pas sampe Jkt bbrp hr kemudian normal lagi.

      Delete
  9. Kok aku ngeliat istana kesultanan gak napsu ya untuk berkunjung :( Sayang banget ga dirawat dengan baik dan halamannya ga dibikin keliatan seger hijau-hijau pepohonan dan tumbuhan :( Tapi jelas jadi mupeng banget nget nget untuk ke Eastparc hihihi :D Abby hebat deeeekkk, nangisnya baru di hari terakhir, kuat! :D Waduh itu kondisi bandara horor ya ci, terkesan lagi banyak pesawat yang delay jadi terjadi tumpukan penumpang yang terbengkalai :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kunjungi aja gak apa-apa Live, sekedar mengetahui sejarah. Bagus juga sih kalau kita perhatiin satu-satu barangnya, dan jadi mengenal juga hal pribadi terutama Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Cuma ya memang jauh kalau cici bandingin sama...hmmm..tp nanti ditimpuk nih katanya ngga boleh bandingin, tapi boleh ya bandingin sama Topkapi Palace di Istanbul. Aduh bagus dan terawat banget-banget. Tadi ada yang kasih info tuh soal kenapa Kedhatonnya pakai pasir, coba cek komennya Dwi Tupani deh.

      Boleh deh coba ke Eastparc, menurut cici sih worth the money spent ya, dan bisa terhitung not too expensive. Syukurlah Abby tuh kuat, dan untungnya Taman Sari tuh kecil jadi nggak lama-lama di sana. Soal bandara.... ya gitu deh, bingung juga mesti gimana. Trafficnya kenceng loh!

      Delete
  10. review yang baik tuh emang begini ya, bikin yang baca pengen ikut ngerasain.
    gw langsung browsing tarifnya si eastparc dan ngokk gajadi deh biarpun sarapannya segunung dan tampak menggoda *itungin duit dikantong*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, ini efek socmed yang dibahas di postingan eike kemaren soal financial ya, Et? Boleh Et dicobain aja semalem, besoknya ganti, atau mungkin sebelumnya di yg lain, dan terakhirnya di situ. Sebenernya di Jogja itu seru kok, banyak banget pilihan hotelnya, gue aja sampe bingung mau pilih yang mana.

      Delete
  11. yaaa kok abis ciii, we want more we want moreeee *ala2 nonton konser* tapi paling demen deh ci baca cerita2 cici apalg yang edisi tamasya. serasa ikut pergi juga :D
    waktu itu gue ke Taman Sari dulu ci baru ke Keraton en puas dink ngiterin2 walo pas kesono lumayan rame :)
    waaa pengen deh ci inep di Eastparc apalagi baca sarapannya *lap2 iler duluuu*
    huhuhu Abby kasian bgt sampe nangis2 tapi untungnya segera ceria lagi ya ci, Abby pinter!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kalau belum abis juga, sebagian besar penonton eh pembaca udah pada bosen kali Wi. Cuma lu doang yang masih pingin :P Boleh coba inep di Eastparc kapan-kapan ke Yogyakarta. Soal Abby, gak sia2 train dia buat travel dari kecil. Mayan easy baby buat dibawa :)

      Delete
  12. horee akhirnya kelar juga , lumayan info2 yg g dapet ha22
    btw jejamuran masuk list ah ! soalnya udh kesohor dari dulu
    soal kraton nah itu dia , terakhir g pergi juga , dlm ati ng bathin koq tetep kae gini ya ? malah kesan nya makin krg terawat nih kraton , meski termasuk kraton yg besar n biasa jadi destinasi turis asing kl ke Jawa ? apa pemerintah ga ada dana buat dialokasi selamatkan sisa2 bangunan bersejarah ? gregetan deh g .
    itu menu buffet woyyyy serasa memanggil2 ogut tuh Le ha222
    moga2 acara ke solo jogya taun depan terlaksana .
    demen g jalan2 di tanah air juga menyenangkan koq meski bny kekurangan disana sini .
    kesian Abby , tapi sbg ortu besok2 udh bisa lbh siap deh kalau bw abby ke tempat2 yg puanas ya .
    oh iya suster luh gayanya hebring ya ? seneng juga dia dibawa jalan2 .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jejamuran wajib masuk list. Enak, murah, servis bagus. Mantab lah!

      Bener tuh sama pendapat gue soal Keraton. Abdi-abdinya tuh padahal udah mengabdi (banget, sampe hampir gak ada payment), terus setau gue jg Sultan and Family tuh banyak banget pegang perusahaan, tapi Keratonnya kok seperti kurang perawatan ya? Gue yang baru pertama ke situ aja ngerasa banget, apalagi elu yang dulu udah pernah, terus sekarang liat lagi di foto gue.

      Semoga ya Ven acara terlaksana tahun depan dan yg penting semuanya happy. Bener banget, wisata dalam negeri itu menyenangkan banget! Membuat gue lebih mengapresiasi negara sendiri juga.

      Iya gue jadi gak panik lagi deh. Tapi emang ngga panik sih, emak gue yg suka panikan hihihi. Sus gue dulu tuh pemalu banget, sekarang tiba2 jadi heboh, entah gimana bisa begitu hihihi. Kalau jalan-jalan, sudah pasti senang!

      Delete
  13. Wah akhirnya selesai juga ceritanya ci.. Jadi mupeng pengan nginep di eastparc jogja ngeliat sarapannya.. *team pencinta sarapan* :))

    oiya ci, waktu ke kraton saya pernah diceritain salah seorang guide nya kalau penggunaan pasir itu dilakukan biar para abdi dalem klo harus duduk di pasir ga panas dan kain yang mereka gunakan tidak kotor dan susah dicuci (kaya kalau kena tanah). jadi bukan dibuat biar gersang tapi karena karena pasir itu emang ada peruntukannya.. *cmiiw*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih banget infonya Dwi. Make sense juga sih fungsi penggunaan pasir itu. Tapi kayaknya pasir juga sama loh panasnya, malah lebih panas dari rumput kalau kita telanjang kaki. Yang jelas sih pasir lebih low maintenance ya dibandingin rumput hihihi.

      Delete
  14. Wah breakfastnya maha keren. Aku juga breakfast person khusus kalo pas di hotel :) sayangnya ga bisa muat banyak. Dan beneran le, ntar kalo mau ke jogja difinitely bakalan buka review kamu ttg resto di Jogja. Sampe mikir lo, kapan lalu aku ke Jogja ngapain aja ya? Kok yg sama kayak kamu cuma mall amabarukmo and borobudur aja. hahaha. Dan eeeeaaaa itu airportnya empet liatnya, dulu cuma bawa Kimmy ke lounge yang kamar mandinya ga representative (sama eek-nya, cuma timingnya gak ngepas boarding) Lah kalo bawa 3 anak kecil nunggu dusel2an gitu, mamanya bisa keringetan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan banget Pau breakfastnya, apalagi buat sebuah hotel baru ya. Sama nih, tambah tua tambah ga bisa muat banyak. Anehnya, udah ga muat sebanyak dulu, tapi nambah gendutnya JAUH LEBIH CEPET! hahahahaha. Balada ibu2.

      Bener banget tuh soal Yogyakarta punya airport, kayaknya bener-bener ngga sesuai kapasitas. Saingan lah sama Soetta dan Juanda pas sebelum renovasi. Moga-moga bisa segera deh tuh diperluas dan dibagusin. Loungenya aja sangat ngga representatif.

      Delete
    2. Hahaha iya bener, dulu makan segentong supaya bisa gendut. Sekarang makan sesendok biar ga gendut. Tetep aja timbangannya geser.

      Delete
    3. Gesernya ke arah positif lagi ya... alias plus. Huks.

      Delete
  15. Keren..keren..harusnya istri saya jumat ini berangkat juga ke jogja utk jalan-jalan. Tetapi karena dia ga tega jalan-jalan tapi suaminya masuk kerja jadinya ya batal deh hehehe..Pengen coba Eastparc kalo kesana, saya demen banget hotel yang ngasih breakfast menu super komplit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh, dia jalan-jalannya sama siapa dong kalau bukan sama kamu? Hihihi. Kayaknya kamu cocok ke Eastparc, soalnya keliatan sih...kapasitasnya besaaarr hahahaha.

      Delete
    2. sama ortu dan adik kan bs ci. Untunglah hari ini sy ga jadi cuti. Ada trouble ternyata pagi2..kalo ke jogja bisa ada nyanyian merdu tar. Cici ga sekalian makan ayam asli kalasan? kan deket juga dari hotel harusnya.

      Delete
    3. Hahaha, sampe Jogja matiin HP! Tapi pas balik kantor nanti diplototin. Makan Ayam Kalasan Ny. Soeharti kan? Bosen Nick, di Pesanggrahan juga ada soalnya hihi.

      Delete
    4. bukan diplototin lagi ci, efeknya tidak terbayangkan hahaha, saya masih one man show soalnya, jadi kalo reporting bermasalah udah ga ada lagi yg handle. Makanya sekarang saja jarang sekali ada spare waktu utk ngeblog. Lebih santai waktu di kantor lama.

      Waktu itu saya ga makan Ny. Suharti sih ci, lupa apa gt merknya, temen saya ada yg tinggal di kalasan dan menurut dy ayam kalasan ini lebih enak. Dari rumahnya terlihat langsung gunung merapi. Makan lesehan ayam kalasan + trancam dkk. Pengalaman yang cukup memorable (dan mengenyangkan tentunya)

      Delete
    5. Kudu nanya2 sama org lokal deh soal ayam kalasannya. Cici sih ngga makan ayam itu. Gak apa-apa kalau ga ada spare waktu ngeblog, yg penting pendapatannya lebih cring cring cring! Hahahaha. Kan sudah ada istri jd hrs prioritas ke keluarga.

      Delete
  16. hahaha ternyata airport jogja masih sama ya? aku dulu ke sana tahun 2011, waktu honeymoon... tapi ga terlalu padet sich..cuma ya itu gabung jadi 1.. tumplek.. hehe tapi masih mending lah dibandingkan bangka. coba loe ke bangka le.. check in counter juga cuman 1 per penerbangan dan pendek pula.. kalo banyak orang, penuh, karena tempatnya kecil. ruang tunggunya juga jadi 1..dan sama kayak jogja, keluar gate langsung tempat parkir pesawat.. hehee :)

    iya ya, setiap kali ke jkt, pasti turunnya jauuhhh banget, naek bus. Lumayan gempor kalo bawa barang (cabin) sambil gendong anak..belum tas kita-nya. bangka ke jkt tuh cuma 50menit, tapiiiii sampe mendarat, tunggu bus, naek bus, jalan ke area pengambilan bagasi, keluar.. bisa total2 2jam! yang jemput juga kadang capek sendiri nungguin kita hehee :)

    btw gw bukan breakfast person loh... hahaha kalo ada pilihan lebih murah kalo room only, gw pasti pilih room only. soalnya gw ga biasa sarapan. kalopun ternyata gw harus breakfast, pasti pilihannya cuman buah dan bubur. udah itu doank.. rugi yak kalo inep di hotel berbintang yg variasi breakfast banyak.. hehehe tapi kalo udah bawa anak, sus dan suami, pastinya pilih yang breakfastnya banyak..hehee :)

    gw juga taon depan planning ajak anak2 jalan selaen ke jkt. Joanna juga udah 2 thn-an..mudah2an bisa diajak kerjasama.. hehee :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Fun, masih sempet blogwalking ya? Hihihi. Udah sampai Jakarta dong? Sukses ya buat Joanna.

      Hahahah, kayaknya soal airport ini kalau di Indonesia istilahnya "udah bagus ada, daripada kaga" gitu ya Fun hihihi. Kalau Jakarta itu, depends sih kita dari mana. Kalau dari LN dan naik non budget nggak pernah sejauh domestik Fun. Domestik ini, walaupun non budget kayak GA, tetep aja jauh muter2 ngeselin.

      Kalau sama keluarga harus pilih yang breakfastnya banyak dan enak dong :) Sip, moga2 tercapai ya bulan depan sekeluarga jalan-jalan (keliling Indonesia!)

      Delete
    2. hhehehe masi la. daripada gw mikir yang gak2, mending blogwalking biar terhibur sedikit hehe :)
      tgl 31agt baru sampe jkt. tgl 1 sep baru masuk RS. tgl 2 Sep operasinya. thx yak doanya.

      Delete
    3. Wah minggu depan ya Fun hari Rabu. Sukses ya Fun, dan semangat terus dampingin Joanna.

      Delete
  17. Langsung laper baca postingan ini, overall menu breakfastnya agak mirip Tentrem. Plus minus disana ada ice cream tapi tanpa milkshake. Ada station bubur manis seperti candil, pisang, burjo, dan teman2nya tapi gak ada sashimi, adanya cuma sushi.. yah mirip2 deh ya. Cuma baik sekali sampe nawarin masakin yang beda ya, jangan2 krn tanya no kamar trus ketauan dari premier room hahaa... gw ga pernah ditanya begitu :))

    Resto2 yg elu kunjungi hampir smua gw blom pernah, cuma bale raos yang pernah. Next trip musti coba ah, thanks for sharing yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya gitu, Sil. Tadinya gue kira nanya nomer kamar itu karena mau charge cappucinno. Soalnya biasa kan specialty coffee gitu extra charge, jadi gue anggep normal dia nanya. Eh gak taunya malah ditanyain mau dimasakin extra atau ngga. Gue ga tau itu tergantung tipe kamar atau ngga sih, but I think it's a great gesture aja. Mungkin krn hotel business jg banyak org yg stay for a while kali, jd udah dibilang untuk ceki2 n tanya2.

      Sip! Nanti dicoba2 ya, unfortunately Bale Raos yang paling ngga oke loh hihihi. Moga2 pas elu coba yang lain, lebih oke semua ya.

      Delete
  18. Duhhh ini postingan cici jadi bikin mupeng hahahahaha. Nginep di Eastparc bener2 komplit ya breakfastnya :-)

    Hidangan serba jamurnya sukses bikin gw makin laper ja nih Ci hahahahaha

    Seru bgt ya padahal cuma Solo sama Yogyakarta, dulu gw ke Yogyakarta cuman sempet nangkring di sekitaran Malioboro ja.

    Kapan2 klo ke sana lagi, mau ikutin Ci2 ahhh hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat sebuah hotel business alias non resort, breakfastnya okeh banget! Jejamuran juga wajib dikunjungi soalnya bener-bener kombo (enak, murah, servis bagus), jadi jangan dilewatin. Cici malah gak ke Malioboro, cuma lewatin doang di dlm mobil, soalnya udah ngga napsu lagi liat suasananya. Gak ada tradisional2nya lagi, bahkan mama cici blg, yang dagang banyakan udah orang Padang hihihi.

      Delete
  19. wuih itu breakfastnya mantap... gua paling suka hotel yang breakfastnya bervariatif gitu, jadi banyak pilihan...

    kasian abby ampe nangis... itu alerginya keluar kalo kena udara panas banget ya? soalnya jakarta kan belakangan juga panasnya keterlaluan... jayden aja kalo siang ngesot sana sini baju bisa ampe basah hahahaha...

    jejamuran itu emang restoran yang wajib dikunjungin ya kalo ke jogja... nyokap gua cerita dia demen banget makan di jejamuran...katanya rekomen banget deh hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh Mel main ke Yogya. Btw, tempat seno di Banyumas itu, nggak gitu jauh kan ya dari Yogyakarta? I mean masih bisa pake mobil. Boleh tuh bawa Jayden jalan-jalan.

      Alergi keluar kalau panasnya kelewatan sampai keringetpun dia gak bisa keluar Mel. Di Jakarta si Abby mah masih bisa basah kuyup, di sono nggak loh. Bingung deh.

      Jejamuran sih worth banget deh. Murah beeng. Cuma ya siap-siap antri kalau musim liburan.

      Delete
  20. Wah sarapan di eastparc ternyata menggiurkan bgt ya ci.. Nanti klo ke jogja sm keluarga besarku bs jg nih nginap disana..
    Wisata di keraton n taman sari dr jamanku kuliah 2006an ga berubah2 ci penampakannya..sayang bgt ya kurang terpelihara dgn baik..
    Abby kasian bgt nangis gitu,untung bisa ceria lg liat ikan..hehe..
    Jejamuran salah satu tmp favoritku bgt ci klo di jogja,enak n murah hehehehe..
    Plaza ambarukmo (amplas,biasa disebut mahasiswa jogja), slh satu tmp plg gaul buat mahasiswa2 ci..abs ya dl jamanku mal cmn dikit bgt..kyknya cmn 3,dan amplas yg plg gede hehehe.. Tp skrg mal2 besar dah byk bgt dibangun di jogja..jd agak sedih sih soalnya jogja ga kyk dl lg..
    Bandara jogja dr jamanku dl jg gitu2 aja ci..sempit,penuh,rame bgt deh..dah 10 tahun ga ada perubahan2 yg baik..aku malah seneng bgt naik kereta,stasiun tugu lbh rapi dr yg dulu.jd lbh diperluas lg,jdnya nyaman nunggunya..
    Berarti emg bener ya jogja itu ngangenin hehehe.. Wlpn ada kejadian ga enak ya ci,tp liburannya menyenangkan..
    Ga sabar aku natalan mau ke jogja(tepatnya di wonosari) sm keluarga suamiku ci hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya boleh dicoba Eastparc sm keluarga besar, tapi ya kamu harus inget kalau ini hotel business. Jadi kalau bawa anak kecil dan ngarep ada kids club, di sini ngga ada. Tapi kalau cuma numpang makan enak dan tidur, hotel ini oke banget hihihi. Jadi keraton dan taman sari sudah hampir 10 tahun tetep gitu2 aja ya? Sayang banget ya Gaby. Moga2 nanti ada yang tersentuh untuk memperbaiki deh.

      Iya tuh lama2 Yogya jadi penuh mall, sopirku bilang juga lama-lama kekhasan-nya jadi ilang. Sayangnya kalau bawa unyil, naik kereta kelamaan Gab. Padahal asyik juga ya naik kereta api tut tut tut. Have fun nanti Natalan pulang kampung ya.

      Delete
  21. Hai Leony salam kenal yah selama ini silent reader. Pdhl dah ikutin lama blog nya.
    Gak tahan juga mau tny sepatu mu merk nya apa yah? Keliatannya nyaman banget dipake travelling. Hehehe. Thanks before yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Anon, namanya siapa ya, biar kenalan dulu. Sepatu yang kemarin dipake itu merek Tory Burch tapi yang model sneakersnya, jadi solnya lebih tebel daripada flat shoes dia yang biasa, nyaman banget buat jalan. Semoga membantu.

      Delete
  22. halaman kraton solo ama yogya ga tau kenapa diisi ama pasir..dan pasirnya import dari pantai parangtritis gtu kalo ga salah..dan ngebersihin dedaunan yg jatuh di situ itu katanya ditusukin pake tusuk lidi daun-daunya...
    btw yg kraton yogya menurut gw lebih mending dikiitt dari kraton solo..

    dan gw kira lumpia jamur nya itu sosis solo,,jadi pengen sosis solo huhu... :D
    tapi jejamuran emang enak...hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya jg baca tuh, pasir hitamnya diimpor dr Parang Tritis. Waduh kasian jg dong ya para Abdi Dalem kl harus nusukin daun satu2 plus sudah tua pula. Tp baca komen di atas katanya pakai pasir biar memudahkan jalan dan ngga ngotorin kain ya.

      Haha.. Sosis Solo kmrn ada di Warung Mbak Lies sama nyemplung di Timlo.

      Delete
    2. iya katanya gtu, soalnya dulu kalo masuk ke kraton solo, kita di bagian yg berpasir itu ga boleh pake alas sepatu tp pas siang jg gak panas :D

      Delete
    3. Wah, kalau dititip semua, sepatunya bisa gone itu. Mesti dibikin kayak di LN, disediain plastik satu-satu untuk nenteng sepatu :)

      Delete
    4. ah iya sandalnya dimasukin plastik dan ditenteng kok hehe...

      Delete
    5. Qon, liat postingan saya pas ke Turki tahun 2012 lalu deh. Itu lebih lucu lagi, dikasih plastik buat bungkus sepatu. Kayak shower cap hahaha.

      Delete
  23. yahh kok tamat sihh Le? hahaha...ihhh itu hotelnya hebring amat nawarin masakan utk breakfast....kopinya aja keren gitu yaa...puas lah yaaa jalan2nya si Abby..sampe foto sama abdi dalem di keraton Yogya gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, gue mah lega banget Ci udah tamat. Dijamin yang baca juga sebagian udah bosen hahahaha. Iya tuh bagus banget servis hotelnya, highly recommended deh. Sip, emang puas kemarin, walaupun cuaca super panas, tp overall happy kita semua.

      Delete
  24. Wuih.. Breakfastnya bikin laper.. Kalo kesana boleh jadi pertimbangan nie eastpark hotel :)

    Abby walau kepanasan tetep happy ya ci..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Nova, haha, seru banget ya breakfastnya soalnya variety banyak dan rasanya enak-enak. Iya Abby sih anaknya ngga rewel, makanya pas dia nangis kemarin itu berarti udah bener-bener limit deh.

      Delete
  25. Jalan jalan lagi dong ci... Seneng bgt baca blogny walo panjang tapi ga ngebosenin jd kek bneran ikutan pergi kesana hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kirain udah pada bosen loh saking panjangnya hahaha. Seneng deh ternyata banyak yang enjoy ya. Moga2 jadi brasa senengnya sama kayak kita.

      Delete
  26. Waahhh Yogya.. Seneng ya... Aku udah 3th gak ke Yogya nih... Mustinya ke es krim tiptop, udah ada dari jaman eyang aku pacaran dulu.. Hehehe
    Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng banget except cuacanya super panaaaasssss... Wah saya gak tau es krim tip top, enak banget ya? Harus balik ke sana lagi ya demi es krim? Hihihi.

      Delete
  27. Ga bosen kok baca edisi abby tamasya....asikkk serasa baca novel :p liat abby seneng pake banget jadi pingin jalan2 juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap dehhh! Tiap kali jalan-jalan moga2 bs dibikinin terus edisi Abby Tamasya-nya.

      Delete

  28. Sedihhh episodenya abis ):
    Udah lama bgt nggak ke jogja dan solo, banyakkk lokasi wisata yg oke2 ya, termasuk breakfast buffet-nya hotel Eastparc, kayaknya juara banget deh. It's like everything you want to eat tuh ada semua di satu tempat, bahkan jamu tradisional! boleh bgt nih jd referensi buat klo liburan ksna.

    Kayaknya hampir smua anak2 liat ikan langsung on lg deh, ponakanku liat ikan di akuarium aja bs anteng bgt bermenit-menit wlpn sblmnya jejeritan haha.

    Dear Abby, mudah2an nanti udh gede punya travel blog sendiri yaa, ceritain kisah perjalanan keliling du iahh hihi thank you ci leonyy buat rekap liburannya. Salam buat keluarga yaa termasuk si sus gahul :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Jane, wah jangan sedih dong. Wish ada bakalan nanti ada episode Abby Tamasya selanjutnya yang lebih spektakuler huahahahah. Baru jg pulang ya, udah kepingin pergi lagi bawaannya.

      Sip, si Sus suka mantengin blog ini jg kok, bacain komen dari pemirsahhhh hihihihi. Kata dia, seruan baca komennya daripada baca isi blognya. -_-

      Delete
  29. Ci Le.. itu yg naik sepeda lampu warna warni heboh berapa sewanya sekali puteran? Dia itungan sewa per-sepeda yah bukan per-orang?

    Si Abby poninya ga dijepit ci waktu merah-merah gitu, biar dpt 'angin segar' dikit ga kealingan rambut hihihii... :-D
    Cici kece badai yah walopun panas menyengat, mukanya masih fresh kalo difoto.. aku kalo kepanasan udah keringetan basah lepek lusuh kusut ga berbentuk :p

    Yahh koq cuma 4hr3mlm ci, kenapa gak seminggu aja gitu di sana, biar lebih byk yg dieksplore (jadinya kan cerita di blognya bisa sampe 7 episode) *yehhh...malahnagih* hahahahaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sewanya rata2 IDR 30,000 per putaran. Cici akhirnya deal di IDR 50,000 untuk 2 putaran hehe. Sewanya itungan per sepeda.

      Kita ngga mau jepit, soalnya kalau dijepit malah makin keekspose juga ke matengnya matahari. Sampai Jakarta juga udah bener lagi hehe, emang gak tahan panasnya aja. Cici mah kalau jalan-jalan biarpun diare juga masih ceria (maklum gila jalan hahahaha).

      Kalau 7 episode, dijamin pasti udah mual-mual deh yang baca.

      Delete
  30. wah breakfastnya mantab tab tab.., noted on this hotel.
    Thanks for the info :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip Lid. Boleh diconsider kalau mau liburan ke Yogya.

      Delete
  31. saya termasuk tamu yang ribet kalo mau bfast hahaha.. liat ini jadi lapar dan kepengen nginep disana­čśť

    ci.. abby pake sunblock ga? soalnya aku juga kalo kena panas amit2 gtu suka bruntusan&gatelnga ga nahan.. tapi kalo pake sunblock meski kena panas tapi ga berasa nyerep banget di kulit, ada merah2 tapi ga bikin gatel panas gtu..

    udah lama pengen trip ke jogja deh jadi makin mupeng.. next trip kemana nih abby?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby selalu pakai sunblock, Lia. Malah pakai Sunblocknya sudah yang spray yang bagus itu. Makanya mataharinya Yogya itu memang terlalu terik sih, jadi bereaksi deh kulitnya. Next trip ditungguin aja ya. Nanti pasti di post kok :)

      Delete