Thursday, August 20, 2015

Abby Tamasya Ke Solo dan Yogyakarta - Bagian 2

Lanjut lagi ya ke kisah Abby Tamasya Ke Solo dan Yogyakarta bagian 2. Buat yang belum baca, bagian pertamanya bisa dilihat di sini, supaya ceritanya mengalir (serasa air). 

Senin, 10 Agustus 2015

Kita sarapan pagi dulu di Narendra Restaurant. Sarapan di Narendra ini katanya sih pada bilang termasuk sarapan yang variasinya terbaik untuk hotel di kota Solo. Tapi ya ada tapinya nih, menurut saya sih itu hanya berlaku untuk makanan tradisionalnya. Kalau western breakfastnya betul-betul butuh ditingkatkan. Misalnya menu standar seperti sausage saja tidak ada loh, lalu untuk baked beansnya, malah menggunakan kacang jogo yang tentunya bikin rasanya agak ga karuan hihihi. Jadi yang lumayan bisa kemakan untuk bagian western hanya beef bacon dan hashbrown. Tapi untuk pencinta makanan tradisional Indonesia, pilihannya lumayan mantab! Yuk kita simak apa aja yang ditawarkan saat sarapan.

Ada Soto Ayam lengkap dengan condiments, ada nasi dengan Kari Tempe, lalu ada juga Nasi Liwet komplit. 

Berbagai pilihan juice, cereal, dan susu. 

Hot food variety, banyak pilihan tapi rasanya biasa saja. Belakangnya itu adalah egg station.

Bubur ayam lengkap dengan condiments

Noodle station, bisa pilih2 sendiri isinya,lalu ada vegetable sushi dan chawan mushi

Ini yang menurut saya OKE BANGET! Stasiun Sego Pecel lengkap kap kap dengan Tahu dan Tempe Bacem. Krupuknya aja ada bermacam-macam!

Buah-buahan, pudding, dan salad. Yang kurang asyik, buah-buahannya sudah diplating, jadi ngga bisa milih, padahal kan saya cuma doyan melon sama semangka hahaha.

Kue-kue tradisional, ada onde, ada mendoan juga, lalu ada wajit, dan yang ijo itu kue cubit pandan isi blueberry (versi elit, pake cups hahahah).

Berbagai danish dan croissant. Croissantnya lumayan enak dan empuk.

Dari jendela, bisa langsung lihat ke kolam renang. Eh iya, seneng deh, di sini sama sekali nggak kecium bau rokok.

Habis makan, jemuran dulu di kolam renang ya.
Pengalaman bermalam di Sunan Hotel, secara overall cukup memuaskan, kecuali pas mandi baru ngeh kalau nggak ada shampoo hahahaha. Untung cepetan dianter pas minta. Suami juga seneng ada bathub jadi bisa berendem lempengin kaki.

Setelah kita sarapan, kita check-out untuk menuju ke kota selanjutnya yaitu Yogyakarta, melalui dua perhentian yaitu kompleks Candi Prambanan, dan kompleks Candi Hati Kudus Yesus, Ganjuran. Oh iya, pak Agus, driver kita, malam kemarin juga ikutan menginap di Solo. Nah kalau mau ikutin itinerary seperti saya, kalau driver menginap, jadi ada tambahan biaya inap, sama seperti saya kemarin ke Malang dan Surabaya, drivernya ikut nginap di Surabaya.

Ngefek berat deh bawa booster seat. Dalam perjalanan, setelah nyanyi nonstop, ngga lama anaknya lemes dan bobo.
Sampai di Prambanan, kita baru berasa, cuacanya puanas terik! Bener-bener deh panas banget. Untuk loketnya, seperti biasa dipisah antara wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Saya tidak tau rate untuk wisatawan mancanegara berapa, yang jelas JAUH lebih mahal daripada rate wisatawan lokal. Sebenernya hal ini bikin saya sebel banget sih, karena mindset orang di sana jadi berpikir  kalau wisatawan mancanegara = sumber uang. Saya lebih setuju kalau ratenya dibikin di middle range saja, tapi sama semua antara wisatawan lokal dan mancanegara. Saat saya pergi, ada dua pilihan rate wisatawan lokal. Yang pertama adalah untuk ke kompleks Candi Prambanan saja (Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Bubrah) seharga IDR 30,000/org, atau ke kompleks Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko seharga IDR 50,000/org termasuk dengan shuttle service, karena kompleks Candi Ratu Boko terletak sekitar 15 menit dari Prambanan, dengan medan jalan menanjak ke atas bukit. Kita pilih opsi kedua, yang lengkap dengan Candi Ratu Boko.

Gedung penjualan tiket ke Candi Prambanan. Kalau wisatawan asing langsung masuk ke dalam gedung, kalau wisatawan lokal, beli tiket di luar, samping kanan.

Shuttle Service untuk ke Candi Ratu Boko. Begitu penuh, langsung jalan, kira-kira setiap 15 menit.

Sejarah Candi Ratu Boko. Jadi dulunya ini merupakan sebuah keraton. Makanya jadi ada gerbang dan seperti terdiri dari kompleks ruangan-ruangan yang berbeda, tapi sekarang jadi hampir rata dengan tanah.  
Setelah naik shuttle, kita sampai di atas bukit. Ada sebuah restaurant, dan di sisi kanan adalah pintu masuk candi. Tinggal tunjukkan tiket kita saja. 

Pertamanya, kita harus menaiki tangga-tangga dulu. 

Kemudian baru menemukan jalan landai seperti ini, dan bisa melihat pemandangan yang indah di sisi kiri. Sayangnya langit agak berkabut. Bukan dingin loh ya!

Kompleks Candi Prambanan terlihat dari Kompleks Candi Ratu Boko

Foto dulu di gerbang kompleks Ratu Boko
Sebelum anda pingsan, siap-siap mulai di sini ada beberapa foto sus saya yang ajaib-ajaib. Maklum masih ABG. Aslinya fotonya jauh lebih banyak, tapi cuma beberapa aja deh ya yang dipajang. Buat kenang-kenangan gitu loh! (dan biar eksis di FB) Hahahaha.

"Bu, fotoin saya buuu...Yayyyy!!" 

Jadi gapuranya itu dobel. Nah yang kita duduk ini adalah gapura yang pertama. Di belakangnya itu gapura yang kedua.

Nah, ini baru gapura yang kedua. Sehabis dari gapura itu ada apa ya? 

Ada lapangan gedeeeee!! Langsung deh si Abby seneng lari-larian walau panas! Di belakangnya itu nampak bekas bangunan yang sekarang sudah runtuh. 

Nah kalau ini sisi gapuranya kalau dilihat dari lapangan tadi. Jarang-karang nih mau kompak sama mama. 

Nah, tuh kan, gayanya ajaib lagi. Entah belajar dari mana.

Setelah kita selesai melihat kompleks candinya, lalu kita ngadem deh di bawah pohon gede ini, sambil nunggu kedatangan shuttle kita. Gak sampai 15 menit kemudian, datang deh shuttlenya.
Di kompleks Ratu Boko ini juga ada restaurant, tapi kok sepi gini gak ada yang makan. Kayaknya cuma rame kalau ada event aja.
Kembali ke kompleks Candi Prambanan, karena cuaca super panas, kita fokus untuk mengunjungi Candi Prambanan saja, dan skip Candi Sewu dan lain-lain. Apalagi waktu sudah di atas pukul 12 siang yang berarti teriknya semakin terasa.

Berfoto dulu di photo spot tempat orang tour biasa berdiri. Ngantri ganti-gantian sama orang lain.

Entah kenapa gayanya selalu kayak orang mau terbang.

Saking panasnya, anak ini mau loh pegang payung sendiri sambil duduk di stroller.

Jalan ke kompleks utama, dengan si Abby megang payung di atas stroller.

Di saat jalanan makin berbatu-batu dan berpasir, akhirnya kita minta dia turun, dan masih tetep jalannya pake payung kayak orang gede. Tapi akhirnya kita putuskan kalau yang masuk kompleks cukup saya dan suami saja, karena hawanya kering sekali dan lumayan berpasir. Jadi mama saya, Abby, dan sus nunggu while saya foto-foto sebentar di dalam kompleks. 
Kompleks Candi Prambanan ini merupakan kompleks Candi Hindu terindah di dunia. Terdiri dari beberapa Candi dengan 3 Candi Utama (Trimurti) yaitu Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu, kemudian masih dikelilingi puluhan candi lainnya dengan berbagai ukuran.

The majestic Candi Siwa, cantik banget! 

Detailnya luar biasa!

I feel small! Suami saya sempat masuk ke dalam candi, sementara saya cukup muter-muter kompleksnya saja.

Setelah selesai, kami keluar melewati jalur yang cukup panjang dan berpasir. Jadi kemarin itu, saya mendorong stroller kayak sambil olahraga, soalnya roda stroller nyilem terus di dalam pasir. Tapi kalau nggak bawa stroller repot juga, gendong anak berat! Apalagi cuaca kurang bersahabat.

Dalam perjalanan keluar kompleks, malah nemu spot foto yang jauh lebih tenang dan bagus! 

Sekali-kali foto mama saya sendirian ya. Dia ini yang paling nggak narsis, makanya foto pun harus disuruh dulu. 

Setelah keluar kompleks, masih jalan jauh lagi sampai pintu keluar. Untungnya jalanannya sudah disemen, kalau ngga sih, lumayan deh berotot juga bakalan.

Ada kandang rusa juga, jadi Abby sempet mampir nyapa rusa-nya.

Sebelum pintu keluar, masih ada lagi jebakan batman alias sekompleks toko souvenir. Serius banyaaakkkk banget, hati-hati tersesat di dalamnya. Kalau kita sih langsung nyari tulisan exit, dan ngikutin tulisan exit-nya hahahaha. 
Untuk makan siang, di daerah Prambanan memang tidak mudah untuk cari makan yang kids friendly dan tempatnya bagus plus bersih. Jadi pilihannya itu, either warung makan atau rumah makan di pinggir Jalan Raya Prambanan. Kemudian, I found this hidden treasure, called Abhayagiri. Abhayagiri sendiri adalah restaurant di kompleks Sumberwatu Heritage yang akan segera muncul dengan villa dan spa. Lokasinya terletak di atas bukit, ibaratnya kalau di Bandung itu di daerah Dago. Setelah berpanas-panas ria di kompleks Candi Prambanan, menemukan Abhayagiri itu seperti oase di padang gurun. Bukan berarti Abhayagiri ini adem ya, sama aja kok nggak pakai AC, tetapi the view was spectacular. Tiba-tiba merasa tenang dan tentram pas ada di sini.

Suasana restauran yang airy dan cantik

High ceiling dengan chandelier kaca

What a view! Dari situ terlihat ujung dari kompleks Candi Prambanan

Kompleks Candi Prambanan terlihat dari balkon, I love my country!

Ada "infinity" pool, jika ingin spa lalu leyeh-leyeh di sana

Kompleks restaurant dari luar, dengan jendela-jendela yang full kaca dan kayu tanpa tembok

Turun sedikit ada viewing deck dengan pemandangan persawahan dan candi

Kalau sore hari saat matahari terik, pasti mantab sekali untuk ngopi dan ngeteh di sini, apalagi malam hari, pasti suasana sangat romantis dengan lampu-lampu menyala

Cocok banget kan ya kalau mau bawa pacar ke sini? Nah, ini di sisi lainnya, bisa kelihatan gak ada satu candi lagi yang terlihat dari sini, tapi bukan Candi Prambanan. Ada yang tau? 

Yak, terlihat candi Kalasan juga dari deck yang berbeda.

Abby nggak sabar nunggu makanan.
Lalu bagaimana makanan dan minuman di sini? Kali ini saya cuma bisa bilang, expect to pay steeper price, maksudnya bukan standar harga Solo Yogya ya. Sebagai gambaran, harga 1 gelas Es Teh di sini dipatok IDR 35,000++ (21%). Ya mirip-mirip dengan harga cafe lumayan upscale di Jakarta. Satu yang patut dipuji adalah, walaupun restaurant ini tidak memakai AC dan jendela-jendela terbuka, mereka tidak memperkenankan tamu untuk merokok di dalam. Pelayan dengan sopan meminta orang untuk merokok di luar dan cukup tegas untuk peraturan ini. Good job, Abhayagiri!

Kripik Daun Singkong, complimentaru sambil menunggu makanan keluar.

Deep fried spicy mushroom, tapi kita minta dibikin nggak spicy soalnya konsumen utamanya si Abby hehehe. 

Kita pesan 3 porsi Nasi Campur untuk saya, suami, dan suster

Satu porsi Sate Maranggi untuk mama saya.
Untuk minuman, saya dan mama pesan Ice Lychee Tea, suami saya pesan Ice Apple Tea, dan sus saya pesan Ice Lemon Tea. Dan kami berkesimpulan, minumannya kemanisan semua! Hahaha. Tapi kami nyadar, kalau ini masih di Jawa Tengah. Jadi semuanya suka over-sweetened. Jadi inget ya, kalau pesen minuman apapun di sini, mendingan gulanya dipisah. Berhubung sudah gak bisa dipisah, akhirnya kami minta es batu. Sampai 2 mangkok kecil, dan masih kemanisan juga hahahaha. Tapi pengalaman makan di sini, oke banget. The service was excellent, and the view was magnificent!

Perjalanan kita lanjutkan ke kompleks Gereja dan Candi Hati Kudus Yesus di Ganjuran. Ganjuran sendiri lokasinya ada di selatan kota Yogyakarta, kira-kira 1.5 jam dari Prambanan. Untuk umat Katolik, gereja dan Candi Hati Kudus Yesus punya tempat khusus di hati kita. Gereja-nya mempunyai arsitektur full Jawa dengan bentuk Joglo, dan candi yang biasanya merupakan tradisi Hindu dan Budha, kali ini merupakan bagian dari umat Katolik. Candinya memang tidak terlalu besar, dan baru diresmikan kurang dari 10 tahun lalu, tetapi buat kami, ini menggambarkan sebuah akulturasi yang dahsyat dari sebuah agama dengan budaya setempat.

Jalan kecil menuju Ganjuran yang sangat mulus dengan pohon tinggi di kanan kirinya.

Memasuki kompleks Gereja dan Candi Hati Kudus Tuhan Yesus. (HKTY)

Berkah Dalem = Deo Gratia = Tuhan memberkati

Peta Kompleks HKTY

Bentuk gereja joglo terbuka dan bernuansa Jawa

Detail altar seluruhnya merupakan ukiran kayu dan batu

Atap yang sangat detail sekali ukirannya

Patung Yesus dengan gaya raja Jawa

Begitupun dengan Patung Bunda Maria, yang di sini disebut Dyah Mariah Iboe Ganjoeran (Bunda Maria Ibu Ganjuran)

Anak kecil ini bisa duduk dan berdoa. Entah doanya apa, atau cuma gaya berdoa. Mukanya serius amat, Neng!

Yang lucu, itu bisa ada kursi rusak yang sudah dipotong 4 kakinya, dan bisa pas banget untuk Abby duduk. Di depannya adalah Candi Hati Kudus Tuhan Yesus. Banyak orang yang berdoa di sana.
Luar biasa berkat Tuhan untuk saya dan keluarga selama ini. Kami juga mengucap syukur atas terkabulnya Novena Tiga Kali Salam Maria. Buat saya sore itu, duduk setengah jam di lapangan sambil mendaraskan doa Rosario memberikan pengalaman spiritual yang luar biasa menenangkan. 


Patung Yesus di dalam Candi Ganjuran sedang menunjuk ke arah jantungnya (Hati Kudus)

Di ganjuran juga terdapat keran-keran air. Ada yang membawa pulang airnya, ada yang meminumnya langsung, sementara saya dan Abby pakai untuk cuci muka.

Segar banget cuci muka!

Kita juga mampir ke depan biara di mana dijual barang-barang rohani. Ada salib, rosario, dan berbagai perlengkapan doa lainnya. 

I like this one a lot!

Saya belikan Abby kalung salib, dan langsung minta dipakai oleh anaknya, terus langsung bergaya loh!

Biara yang terlihat tenang dan sejuk, Cuaca di Ganjuran ini jauh lebih adem daripada pas di Prambanan tadi.

Berfoto dulu di depan Candi sebelum lanjut perjalanan ke Yogyakarta

Lapangan sebesar ini, kalau misa besar katanya penuh total!

Warung di luar gereja. Saya bengong lihat harganya. Beneran tuh?? Kayaknya mesti tambah nol satu deh minimal (Mendadak ingat ke Solo 6 tahun lalu beli es dawet IDR 700)
Setelah dari Ganjuran, kami langsung check in menuju hotel kami di Yogyakarta untuk dua malam. Di Yogyakarta ini hotel jauh lebih banyak pilihan, dan serunya sudah banyak hotel berbintang lima. Pertimbangan saya waktu memilih itu diantara dua hotel saja, yaitu Hotel Tentrem dan Eastparc Hotel. Kenapa? Keduanya hotel baru, berbintang yang sama, dan sama-sama modern, dengan harga yang hampir similar (untuk tipe kamar sesuai requirement saya plus breakfast). Tetapi nggak tau kenapa, hati saya tuh tertarik untuk mencoba Eastparc Hotel, semata-mata karena menurut saya hotel ini agak underrated dibandingkan dengan Hotel Tentrem yang sudah lebih heboh dibahas di mana-mana. Dan untuk sebuah hotel bisnis, katanya breakfast di sini termasuk kategori luar biasa. Since I am a breakfast person, I truly wanna give it a shot. Saya book langsung via website hotelnya.

Yang bikin lemes dikit adalah, pas seminggu sebelum berangkat, saya cek harga kamar di tanggal saya berangkat, dan... harganya lebih murah sekitar 200 ribu-an daripada pas saya book. Huks huks huks. Brasa banget selisihnya buat 2 kamar x 2 malam, lumayan buat beli kuaci berkantong2 :P. Eh tapi ternyata cuma available first night aja, karena second nightnya fully booked. Phewww... Jadi ngga terlalu ngerasa lemes deh. Lagian iseng banget pake ngecek-ngecek harga. Next time kalau udah bayar full kagak boleh nengok2 lagi! Hihihi.

Lobby bagian kiri dengan banyak kursi dan bunga lily segar

Lobby bagian kanan, kalau sore ada yang main live music dengan grand piano dan bass.
Di hotel ini saya memilih Premier Room. Kenapa? Hanya Premier Room yang mempunyai ranjang ukuran King Size, dan hanya Premier Room yang mempunyai connecting door. Jadi jika anda suami istri, jangan lupa ambil Premier, kalau ngga nanti kalian pisah ranjang. Huahahahaha. Lalu apa lagi kelebihannya? Saya terangkan saja di foto-foto di bawah ini ya. Mohon maaf kalau fotonya agak remang-remang, soalnya pas kita tiba sudah agak malam, dan beneran kamarnya remang-remang romantis gitu pencahayaannya.

Kamarnya besar dengan ukuran 40m2 lengkap dengan balkon. Sayangnya karena kamar saya di lantai 1, balkon jadi tertutup deh sama pohon hehehehe. Padahal depannya itu kolam renang. Yo wis lah ngga apa-apa, soalnya saya nggak banyak stay di hotel juga.

TV yang besar dan meja kerja

Kamar Mama, Sus, dan Abby, dengan dua ranjang twin, tapi ini twinnya besar.

Shower yang dilengkapi dengan rain shower di atas (nggak kelihatan di foto)

Nah, kali ini baru deh komplit handuknya ada 3 set hehe.

Amenities cukup lengkap di sebelah sink.

Amenities lagi di dalam shower room

Sandal hotel, perlengkapan standar

Tersedia papan sertrika di dalam lemari

Bonus kamar Premier, bisa bawa pulang mug gratis.

Perlengkapan membuat kopi dan teh, lengkap dengan coffee machine (lagi-lagi cuma ada di Premier Room)

Coffee-nya dari Illy

Free Non-Alcohol Mini Bar. Ujung2nya gak keminum dan akhirnya kita kumpulin, pas hari terakhir kasih ke Pak Agus, driver kita. Lumayan daripada ngga keminum. 
Privilege satu lagi for staying in Premier Room, we get afternoon tea. Lumayan kan buat santai sore-sore sambil ngisi waktu hehe. Karena di hari pertama saya sampai hotel sudah selesai waktu afternoon tea-nya, saya sudah minta ke pihak hotel untuk ditukar jadi untuk hari terakhir saja sebelum saya ke airport, dan diperbolehkan.

Secara keseluruhan, proses check-in berjalan lancar, tetapi mendadak saat kami sudah di kamar, kami ditelepon oleh front desk. Suami saya sih yang terima, katanya baby cotnya nggak ada! Nahloh, padahal tadi pas check-in sudah direconfirm, bahkan disebut nama orang yang confirmnya. Kita juga sudah request dari sebulan lalu, sejak kita book hotelnya. Alasan nggak adanya juga rada ajaib, katanya baby cotnya ini kan rental, kemudian orang rentalnya nggak bisa nganter. Kemudian pihak hotel mulai menawarkan opsi, mulai dari nawarin dua sofa jadi satu, sampai nawarin mattress. Tapi suami saya bilang gak bisa lah, karena kita request sudah lama, dan dia bilang, "Kalau orang rental ngga bisa nganter, ya kamu utus dong orang hotel untuk ngambil." Anddd... in less than 30 minutes, the baby cot arrived, safe and sound. Hahahaha. Memang kadang saya suka mikir, mestinya kan dia kirim orang aja dari awal ya, daripada nawarin opsi yang sebenernya lebih bikin rempong. After that, our experience at Eastparc kept getting better.

Kumplit banget, pake kelambu, lalu dikasih bantal kecil dan selimut bulu.
Habis istirahat sebentar, kami berangkat untuk makan malam di Sekar Kedhaton, Kotagede. Tempat ini sering dipakai untuk menjamu tamu-tamu kenegaraan, dengan nuansa Jawa yang kental dan makanan tradisional. Miss Universe-pun kalau ke Yogyakarta dijamu di tempat ini. Menempati sebuah bangunan tua bergaya Jawa Kolonial yang didirikan di tahun 1800-an, pengalaman makan di sini menurut saya seru sekali. Bukan hanya karena suasana restaurantnya yang cantik, servisnya pun baik, dan makanannya lezat.

Bagian depan ruang makan utama Sekar Kedhaton

Tangga menuju ruangan lounge lantai dua

Ruang makan utama di lantai satu tempat kita makan

Buka pintu disambut dengan gamelan ini. Meja kita di sebelah kanan gamelan. Tuh ada Abby lagi sibuk main taplak.

Restaurant dan lounge di Lantai 2 sisi kiri (naik dari tangga depan)

Bagian depan lantai 2

Balkon lantai 2

Selama di restaurant ini, Abby nyanyi terus!! Serius, suaranya kenceng nyanyi lagu anak-anak. Terus sempet naik sebentar ke gamelan, dan diturunin lagi cepat-cepat. Semua pelayan di sini baik dan ramah, Abby diajak ngobrol terus.
Mirip dengan Abhayagiri, harga makanan di sini di atas standar harga makanan di Yogyakarta pada umumnya (i.e. teh hangat IDR 25,000), namun tempat ini terasa spesial dan cocok untuk jamuan makan istimewa. Penyajian makanannya juga baik, sehingga kalau anda bawa teman orang asing, pasti suka sekali dengan suasana di sini. Rasa makanannya juga autentik dan bumbunya cukup berani. Jadi kalau mereka bilang pedas, artinya benar pedas, alias tidak malu-malu kucing. Oh iya, kalau mau hemat bisa saja sih minum air putih yang disediakan, dan akan direfill. Tapi menu minuman mereka juga banyak yang menarik, seperti es bernuansa jamu khas Indonesia.

2 gelas Es Gula Asam untuk saya dan mama. Sueger tenan! Suami saya pesan Juice Jeruk Nipis dan Madu, dan suster saya selalu lurus-lurus saja tambahannya teh hangat. 

Kripik singkong, cemilan complimentary untuk tunggu makanan keluar.

Ayam Kampung Bakar Kotagede, dengan side sayur urap

Garang Asem, Segar dengan tomat hijau.

Favorit saya, Iga Brongkos, dengan potongan tahu, telur, dan kulit melinjo.

Ikan Kakap Goreng Sambel Dabu. Sambelnya dipisah supaya Abby bisa makan. Sambelnya dahsyat banget!

Sebelum pulang, foto dulu di depan resto (saingan sama rombongan bapak2-ibu2 keren sebelumnya) Hahahaha.
Habis makan, kita langsung kembali ke hotel, soalnya besok kita bakalan butuh tenaga besar untuk mendaki gunung. Saya seneng minta ampun akhirnya bisa ke Prambanan, Ganjuran, dan bisa makan di tempat-tempat yang berkesan banget. Nantikan bagian 3-nya ya! Makin seru lagi tentunya.

Ke bagian - 3, klik di sini.

58 comments:

  1. hihihi suster lu gaya banget di fotonya... :P

    asik ya kalo di hotel2 indo breakfast nya banyak banget macemnya. gak kayak di hotel sini haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suster gue sih emang gayanya top markotop deh hihihi. Padahal dulu pas awal2 kerja, paling malu buat difoto, entah kenapa sekarang jadi begitu hahaha.

      Kalau hotel di US tergantung hotel mana sih, Man. Ada beberapa hotel yang breakfastnya oke banget dan bikin gue gak bosen-bosen (makanya dulu pas 1st yr kerja naek 15 kg! Kebanyakan di hotel n makan enak hahaha)

      Delete
  2. Le... yg kmaren gw cerita Romo Gregorius Hutomo itu, romo utama di Ganjuran... dia stopped by ke perth sebelum ke syd (umur romonya 87 y.o and amazingly dia masih travel just fine, earlier this year romo ini di undang komunitas indo di LA and he flew to US).. gw yang ga ada gambaran sama skali ttg gereja Ganjuran, jadi ber ooooh.. aaahh ria pagi2.. hahaha. Thank u for sharing leleeee, berkah ndalemmmm ya le *tetiba jawa*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, si Romo Utomo itu, gue jadi baru ngeh. Sudah tua banget dan sudah golden anniversary Imamat ya, dan masih seger aja! Kapan-kapan kalau balik Indo main2 wisata lokal Fab. Main ke Ganjuran juga, terus doa di sana hehe.

      Delete
  3. Cantik banget ya Abhayagiri sama Sekar Kedaton! langsung dimasukin list kalo jalan2 kesana! walopun udah pasti gak akan bisa enjoy makanan2 mereka karena lidah aku sumatra banget..gak suka manis2..
    anyaway ci.. aku jadi inget dulu waktu di semarang pernah pesen ice lemon tea di McD, terus kok ya manis banget.. aku kira mbaknya salah kasih aku ice tea instead of lemon tea, tapi ternyata kata adikku yang kuliah di sana emang begitu ice lemon tea di jawa... supeeeer manis! hihihi
    oh iya ci.. liat foto minuman kaki lima harganya cuman 250 perak jadi mikir... emang pecahan Rp 50 masih di produksi ya? #lospokus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Dis. Menurut gue itu dua Restaurant Lokal tapi citarasa Internasional (I mean bukan dari rasa makanan, tapi dari service juga). Btw, makanannya gak ada yang manis-manis kok Dis. Normal aja, malah Sekar Kedhaton tuh menurutku rasanya lebih rame. Yang manis itu kayaknya gudeg aja sih, dan gue juga gak suka gudeg, makanya ngga mampir ke the infamous Yu Djum dan juga ngga mesen gudeg di resto.

      Soal minuman kaki lima itu, kayaknya salah kali ya, mungkin harus ditambah nol-nya satu! Hahaha.

      Delete
  4. Huaa liat foto candi prambanan ma boko langsung keinget ma panas dan keringnya suasana didua candi itu pas honeymoon hahhahaha, aahhh jadi pengen balek lagi ke jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kan ya, panas dan kering, untungnya Abby di situ masih seneng loh, walau mukanya banyak merengut karena kepanasan. Ayo balik lagi, wiskul lagi!

      Delete
  5. ...jadi pengen banget ke Jogjaaaaa hahahaha. Kalo makanan mereka cenderung manis2 gitu juga ga ci? Aku ga terlalu doyan makanan manis soalnya :P Es gula asamnya bikin glek glek banget, keliatannya suegeerrr :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanannya gak manis kok Liv, kecuali gudeg. Gudegpun bagian nangkanya aja deh sama tahu tempe bacem. Cici juga ga gitu doyan kalau gudeg, makanya ga ada makan gudeg di sini (di hotel juga ada sarapan gudeg, dan cukup enak). Ayo ke Yogya, seru banget wisata dalam negeri.

      Delete
  6. wahh.. berarti ga boleh lupa bawa payung yah ntar kalo wisata candi ke candi

    gw juga suka bolak-balik ngecek harga tuh yang berakibat penyesalan hahhaaa...
    emang doyan banget kuaci ya ampe niat berkantong-kantong?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue sendiri pasti bawa topi, dan ngga lupa selalu pakai sunblock. Kalau mau praktis pake yang spray aja jadi ga terlalu lengket, Xiao. Payung kebetulan selain bawa sendiri, rental carnya juga sediain payung dua biji hihi, mayan deh jd ga us bawa payung banyak-banyak.

      Haha, itu istilah doang Xiao soal kuaci! Sama kayak istilah cari duit demi segenggam berlian :P

      Delete
  7. Seru yah liburan nya..

    Itu sus lu eksis bingit hehehehe

    Liat postingan lu jd pengen ke Jogja deh hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sus gue sesudah 2.5 tahun kerja akhirnya jadi narsis hihihi. Mungkin akibat pergaulan ibu kota (dan ngeliat temen-temennya narsisnya 10 juta kali lipat. Ciyus!). Ayuk ke Yogya, bawa anak2!

      Delete
  8. Candi Pranbanan komplit jalan dan manjat gak sejauh Borbud *pasti gw akan kesana krn kmrn blom kesampean*
    Tar kl Ganjuran air nya buat usap jantung Monat semoga sembuh total yah, berdoa, berusaha dan berserah Amin!
    Untung Abby enjoy yah ke candi gitu panas2 haaahaha.
    Gw bilang bagus loh wisata lokal gini memperkenalkan budaya Indonesia sejak dini kepada anak, sayangnya banyak yg kurang minat lebih milih ke luar negri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau difoto secara detail, menurut gue Prambanan itu jauh lebih detail. Apalagi kalau lu suka yang banyak mlingker2, Prambanan bener-bener asik diliat mata. Amin, dengan doa yang kuat dari mami, papa, dan semuanya, Monat sembuh total! Abby sih enjoy, walau pas di Borobudur mulai menggerutu (mgkn karena alergi, nanti diceritain).

      Wisata lokal ini gak tau kenapa buat beberapa orang kecenderungannya dianggep murahan atau kurang keren, kayaknya lebih keren ke luar negeri. Padahal soal murahan atau mahalan, itu mah tergantung style kita travel juga kan. Orang-orang dari Eropa aja berlomba-lomba mau menjelajah keindahan negara kita, eh org Indonesianya sering underestimate negara sendiri.

      Delete
  9. Candi prambanan emang udaranya kering dan panas, entah kenapa. waktu itu kesitu juga udah pake topi sama payung kayanya panasnya juga sampe ke ubun2. hihihi.. bawaannya pengen mandi. aku belum pernah loh ke ratu boko. selalu ambil prambanan doank.

    oh iya ci. sama, aku juga setuju kok kenapa yah dibedain gitu. mendingan kan 1 harga pake harga tengah lah yah. kesannya kan jadi kaya "kesempatan" banget untuk naikin tarif untuk orang luar selain indo :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lain kali coba Poi ke Ratu Boko. Nambah IDR 20,000nya worth banget, soalnya medan ke sana berat. Pakai shuttle aja nanjak banget.

      Ya itu makanya cici bilang, yang bikin orang Indonesianya sendiri seringkali memandang orang asing lebih tinggi derajatnya karena dianggap lebih "menghasilkan". Ujung2nya kebawa sampai ke servis di sektor lain yang lebih appreciate dan lebih "takut" sama foreigners.

      Delete
  10. Hotelnya asik ya, dan emang bener, hotel yng lagi hit memang hotel tentrem. Rekomendasi dari kiri kanan, tpi Eastpark look nice.
    Dan review makanan kamu memang paling oke dah. Lengkap fotonya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah Pau, soal si Tentrem ini sebenernya mixed review, ada yang bilang bagus banget, ada yang bilang biasa saja, terus ada yang bilang juga sudah mulai deteriorating dan menurun service-nya dibanding dulu. Jadi saya pikir, kenapa gak give a shot buat hotel lain yang bagus juga kan?

      Kalau soal makanan, habisnya doyan makan sih! Gak salah kan kalau tetep embul hahaha.

      Delete
    2. Hi Leony, salam kenal ya.. gw silvia alumni blogger masa lalu yg skr udah tutup blog haha..
      Dan silent reader dimari. Terutama crita2 liburannya Abby, suka banget ��

      Btw penasaran tunggu review eastparc hotelnya, krn bener banget gw merasa service tentrem makin menurun dibanding awal. Tapi tetep hotelnya bikin kangen. Kangen kids playgroundnya yang oke. Kangen poolnya. Dan kangen menu bubur manis di saat breakfastnya ( gw bisa loh tip sarapan cuma ambil si manis bermangkok2 ) ����

      Ditunggu ya crita kuliner jogja selanjutnya.

      Delete
    3. Hi Silvia! Hahahaha.. alumni blogger maksudnya karena udah tutup blog ya? Soalnya kalau dibilang masa lalu.. blog gue jg ud tuwir banget! Dr 2003. Masa laluan mana kira2? Hahahaha.

      Si Eastparc ini lebih ke business hotel sih, jadi gak ada kids club. But the pool is more than enough. Terus buat sebuah business hotel, gue ngerasa mereka bagus ngatur flownya jadi walaupun ada acara gede, the rest of the hotel tetep tenang. Tar ya gue cerita lbh banyak di post selanjutnya.

      Delete
    4. Hahahaa kalah lama... gw mulai 2008 sejak beranak baru ngeblog.
      Oo ga da kids clubnya ya, sayang ya... sip sip kutunggu cerita lanjutannya.

      Delete
    5. Hotel bisnis sih Sil, jadi wajar gak ada kidsclubnya hehe. Tapi seandainya ada, boro2 sempet juga hahaha. Jadual kali ini lebih padat drpd pas ke Malang. Jadi bisa berenang aja udah bersyukur. Cuma kalau memang jadualnya santai banget, alias gak kemana2, mgkn emang butuh kids club supaya anak gak bosen ya.

      Delete
  11. wuih untung bgt ya gw ke Prambanannya sore2. walopun downsidenya gak sempet ke Ratu boko. Eh, tapi lihat dari foto2 lu Ratu boko "gitu doang" ya? cocoknya pas sunset.

    Si sus heboh yaaa. Beda bgt sm sus gw yg pemalu, setiap ditawarin foto cuman berdiri doang mematung dan senyum2 simpul hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke Ratu Boko itung2 experience aja Mel. Memang utamanya ya si Gapuranya itu, sama lapangan yang dulunya dianggap bekas Keraton. Kalau mau explore lagi di belakangnya ada reruntuhan juga, tapi berhubung panas, dan udah siang, mending turun deh.

      Sus gue juga dulu pemalu banget! Malah termasuk menghindar kalau difoto, terus nyesel. Sekarang aja tuh udah lama-lama tambah heboh. Tungguin aja nanti sus lu juga bakalan begitu. Tunggu setaunan lagi deh hahahaha.

      Delete
  12. hahaha bener deh..sus loe yang kegirangan banget kalo jalan2 yak... hehee :)
    fotonya beneran diupload yak ke fb?
    sus gw kalo foto2 gak diupload ke fb.. cuma seneng doank foto2.. trus dia malu kalo difotoin kita... mintanya ke ponakan atau selena.. hahaha :)
    hahahaa alasan hotelnya soal baby coat lucu... mungkin dia pikir, biar ga repot, tanyain dulu ke tamunya.. sukur2 mau kalo pake extrabed. hehe :) jadi ga perlu sewa lagi ke rental (disamping ngambilnya juga).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto yang diupload ke fb itu foto yang dia ambil pake HP dia sendiri sih. Gue cm bantu motretin aja. Yang dari kamera gue biasa buat koleksi pribadi doang hehe.

      Tar gue ksh tau dia buat invest aja di baby cot drpd sewa. Toh ada chance nanti bakalan kepake lagi juga. Untung yang dateng bagus.

      Delete
    2. ya kalo untuk sekelas hotel bintang 5, gw rasa wajar kalo punya baby cot. daripada sewa2 mulu, malah udah bisa buat beli yang baru..

      Delete
    3. Iya. Mulai bintang 4 aja mestinya udah wajar. Feeling gue sih karena dia business hotel jadi rada jarang yang bawa anak juga. Makanya mgkn dia ga invest melainkan rental. Tapi gue jg ga tau loh hotel lain itu invest atau rental jg haha. Intinya sih mau dia or rental yg punya, kudu ready kl ud request jauh2 hari. Kl dadakan wajar deh ga ada.

      Delete
  13. Waw Abhyagiri dan Sekar Kedaton yaa.. menarik banget.. boleh juga
    Tapi rasanya kalau kesana kepingin juga coba yang resto2 kecil yang enak dan rame gituuu...
    Sustermu memang masih muda ya le, kayanya hepi banget hihihi.. biasanya sus aku malu2 ga mau difoto.
    ohya kalau supir nginep itu kita gak ngurus hotelnya kan ya? cuman nambah biaya aja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Resto kecil yang rame itu rata2 di sana open space, gak ber-AC dan tau sendiri deh Bon di Solo Yogya, yang namanya warung makan, apalagi angkringan, asep rokok dimana2. Jadi faktor itu buat gue merupakan high consideration kl pilih tempat. Selain ga nyaman untuk anak, guenya sendiri jg ga kuat.

      Susterku gak muda2 banget. Tahun ini 23 tahun hehe. Bukan kayak anak belasan jg hehe. Awal dulu kalo km ngikutin blog aku, dia jg malu2!

      Ngga kok, kita ngga ngurus hotel. Cm tambah biaya, nanti dia yg figure out mau nginap dmn.

      Delete
  14. ciii, itu gaya susternya yahud bgt, hahahahaha..

    wkt ke Prambanan en Boko emank panas bgttt ci cuacanya sampe lepek rasanya badan tapi waktu itu beberapa bagian dari Prambanan lagi dipugar ci. pas ke Boko uda kesorean jadi ga bisa terlalu nikmatin :(

    demen deh ci sama foto Abby yang lagi nunggu makanan itu, cakep imutttttt!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gaya susternya selalu mau terbang ya. Untung kaga nyungsep hihihi.

      Namanya ke Candi terbuka gitu emang sudah harus siap sama perlengkapan perang deh haha. Sunblock, topi, payung.

      Emang di situ banyak benernya fotonya. Tp itu yg plg lucu hahaha. Soalnya ga gitu sadar pas difoto zoomnya dr jauh.

      Delete
  15. Keren banget hotelnya.. Lihat kasur jam segini itu menyiksa..bahaha.. Tapi pas sudah jamnya malah seger..

    Sus fotonya kocak juga ya..bahhaa.. :D Wahh.. Abhayagiri cantik bgt.. Kapan2 ko Jogja lagi mesti nyobain nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha bentar lagi Py. Kan udah mau jam 5... berarti ga lama lagi pulang kalau tenggo. Iya bener pas pulang beneran malah excited jd lupa bobo ya hahaha.

      Iya main2 pas ke Prambanan ya Py. Deket banget dr Prambanan.

      Delete
  16. Wahh... samaa...aku juga ke ganjuran itu. Cuma waktu aku dateng itu lagi rame ...! Banyak yang doa naik ke atas candinya, habis doa diatas turunnya jalan mundur gak boleh balik badan, aku dijelasin sama tour guidenya.
    Waktu itu gak sempet doa di atas candi, kita pasang lilin + doa dibawah candinya aja .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas gue pergi sih sepi, Nge. Tapi tetep aja gak bisa masuk ke dalam candi karena ganti2an orang doa terus. Jadi ya kita doa dari bawah aja deh. Yang penting niat dan tujuannya sama ya.

      Delete
  17. keliatan banget dari foto kalo cuacanya panas... tapi abby betah ya biar panas juga... biasanya kan anak2 suka rewel kalo kepanasan hehehehe...

    suster lu heboh ya... suster gua uda tua sih, jadi suka ga mau kalo difoto...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby masih lumayan oke pas di Prambanan. Tp nanti mendadak dia kena heat allergy n baru keliatan besoknya. Tp msh termasuk ga rewel. Cuma keliatan ga nyaman.

      Sus gue pas awal2 ga mau banget difoto. Entah kenapa skrg jadi heboh haha.

      Delete
  18. Ci aku dulu sering bgt ke ganjuran sm mantan pacar (skrg jd suami,hehehe).. Wlpn kami kristen tp seneng bgt klo pacaran kesana hehehe..soalnya agak jauh dikit dr kota sekalian refreshing penatnya kuliah,halah hahaha.. Aku sih blm smp naik candinya, cmn doa dr belakang aja.. Tp emang bener ya ci rasanya tuh gimana gitu suasananya..
    Klo ke prambanan aku blm pnh ci,soalnya dl percaya mitos klo pacaran ga blh berduaan kesana nanti bs putus hehehe. Ntah knp dl percaya2 aja,..
    Wah klo review restonya kali ini emg yg level atas utk kantong mahasiswa ya ci hehehe..soalnya bw anak kecil ya..aku tunggu review selanjutnya ci..pgn tau ke resto mana lg hehe..
    Btw ci,Abby mirip bgt sm cici ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suasananya serene ya di Ganjuran. Bikin hati jadi damai tentram gitu. Terus brasa kalau agak lebih sejuk ya daerahnya. Wah kalau di Bogor katanya ngga boleh ke Kebun Raya nanti putus. Tp lucunya temen cici malah prewed di situ n baik2 aja sampe sekarang udah ada anak hahaha.

      Iya nih, selain bawa anak, cici jg nyari yg enak untuk santai dengan good view n ambiance n free asap rokok. Sippp... besok ya kita review resto lain lagi. Abby mirip ya? Padahal banyak jg yg bilang mirip bapaknya haha.

      Delete
    2. Kalau Abby lg senyum&ketawa mnurutku mirip papanya..hehehe...
      Ganjuran skrg dah lbh bagus & rapi ya ci.. Dl aku sering kesananya thn 2007-2008,stlh gempa Jogja.. Di dalam gerejanya ada yg rusak,jd ibadah dipindah di depan candi itu ci.. Altarnya dipindah keluar, jd dl dpn candi ada semacam tenda gitu,trus kursi2 kayu panjang buat ibadah.. Pas liat foto2 cici skrg Ganjuran dah jauh lbh bagus dan rapi..

      Delete
    3. Jadi kalau Abby pas sipit mirip bapaknya ya hahahaha. Wah mungkin iya bener lebih rapi. Cukup rapi sih kemarin itu. Cici ga pernah tau bentuknya pas gempa. Tapi memang di situ emang sempat jadi posko ya pada saat gempa. Ada prasastinya gitu.

      Delete
  19. Susternya lucu bgt Ci :-D percaya diri abis hahahahaha.
    Hotelnya cozzy bgt Ci, thanks buat reviewnya bisa buat bahan referensi hahahahaha.
    Kue2 tradisionalnya bikin ngiler ja nih Ci XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang jadi pede. Coba deh tahun lalu. Mau difoto aja kabur ngumpet hahaha. Sip sama2 moga2 bisa dipakai jd referensi jalan2. Eh iya nama kamu siapa ya? Kan ga mgkn saya panggil Martabak kan hahaha.

      Delete
    2. Hehehehe panggil Hui Na ja Ci :-)

      Delete
    3. Hi Hui Na, nice to meet you!

      Delete
  20. Hai Ci.. Salam kenal,hihi. Udah lama jadi silent reader nya blog ini. tapi biar ga terus-terusan jadi silent reader, mau kenalan dengan comment disini.haha.

    Ohya, itu yang resto di Ratu Boko emang cakep banget suasana nya, kalau pas mau sunset kerennn banget, bukanya cuma pas mau Sunset sampai malam. Suka ada live music nya juga, makanan nya kalau dulu sih ada buffet n ala carte gitu.

    Seru baca- baca blohg ci2, apalagi pas yang edisi tamasya.. :)
    Keep posting ya ci.hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, salam kenal juga. Nama kamu Frisca ya kalau liat dr profilnya hehe. Iya Frisca saya sih lg kebayang kalau di Ratu Boko itu makan siang2 yang ada kita bisa mateng hahaha.. plus bisa ceplok telor di piring directly. Iya bener kayaknya ada live music soalnya ada kayak panggung kecil di pinggirnya plus ada poster lomba selfie.

      Sip, pasti nulis kok. Ini Solo Jogja aja ga kelar2 haha.

      Delete
  21. wah candi prambanan bagus juga ya. kayanya gw cuma perna ke borobudur hahahaha :D tapi gw ga kuat lho panas2an. seumur idup gw perna mau pingsan 2x (uda ambruk tapi dipegang orang untungnya), dua2nya gara2 panas2an -_-' mungkin krn gw darah rendah. mungkin kalo bulan desember cuaca lebih bersahabat?

    eh makanan2nya yg lu foto kok bikin ngiler yaaa, gw suka masakan2 indo gini :D restorannya juga nuansa jawa nya kental banget yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti kuat Teph asal lu bawa minuman aja heheh. Prambanan mah oke kok dibanding Borobudur. Gak pake manjat2an. Dan candinya lebih heboh printilannya daripada Borobudur walaupun kompleks lebih kecil. Ayo balik lg ke Yogya, makan lagi hihihi.

      Delete
  22. wakaka sus u mantab amat gayanya haha
    tentang teh over sweetened hahaha maklum lah jawa tengah hehe kaya gw org jawa tengah jadi lidahnya sukanya yang manis2 hehehe
    Abby lucu banget yach keliatan kaya anak udah gedhe di photo yang sendirian hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue sampe mikir loh Lid. Itu orang di Jateng pada diabetes gak ya? Teh aja segitu manisnya hahahaha. Sementara gue kl mnm teh poci diksh gula seblok aja ga semanis itu.

      Iya emang udah gedean jadi udah mulai bisa bergaya walaupun susah diarahinnya. Hihihi.

      Delete
  23. Dari semuanya paling penasaran sama Abhayagiri BuLe. Itu pasti spektakuler banget.. Si eastparc penasarannya habis lihat breakfastnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget Dan dicoba Abhayagiri. Mungkin kalau lagi mau romantis sama Bul, datengmya sore2 menjelang sunset, jadi masih dapet pemandangan candi dan sawahnya, terus pas malem berubah jadi lampu2. Keren deh.

      Delete
  24. wkwkwkw gaya nya terbang lucu nie bu hehe... wah happy sekali yah bsia jalan" bareng keluarga... hehe.... seru abis eh ternyata pohon tertata itu menuju gereja ganjuran hehe baru tau saya hehe pizzz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau jalan2 jg ke Jogja dan sekitarnya sm keluarga? Memang seru dan menyenangkan loh.

      Delete