Saturday, August 15, 2015

Abby Tamasya Ke Solo dan Yogyakarta - Bagian 1

Bertemu lagi dalam edisi Abby Tamasya! Kali ini Abby berkunjung ke Solo dan Yogyakarta, ke kotanya Pak Jokowi dan kotanya Sri Sultan Hamengkubuwono. Trip ini adalah trip liburan terakhir kita sebelum Abby akhirnya mulai masuk sekolah di bulan September ini. Jadi deh sah-sah aja sekali lagi Abby liburan dong ya! *alasan banget, padahal emaknya yang mau jalan-jalan* Kita pergi dengan formasi yang sama seperti pas ke Malang dan Surabaya bulan Maret lalu yaitu Abby, Papa, Mama, Popo, dan Sus, mulai dari tanggal 9 sampai 12 Agustus 2015. Tripnya tentulah seru banget, dan seperti biasa, fotonya banyak, jadi siap2 deh buat dibombardir sama foto dan cerita perjalanan kita *seperti biasa ya Bu Leony hahahaha*.

Jalur kita pergi kali ini adalah terbang dari Jakarta menuju ke Bandara Adi Sumarmo, Solo, lalu nanti kembalinya via Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Penerbangan PP menggunakan maskapai negara kita tercinta Garuda Indonesia, dan selama perjalanan darat di sana kami menggunakan jasa dari Happy Tour Jogja untuk penyewaan mobil Grand Innova, all-in termasuk Sopir dan BBM. Sopir kami yang baik namanya Pak Agus, dan overall kami sangat-sangat puas dengan pelayanan dari Happy Tour Jogja. Mobilnya baru, bagus, bersih, wangi, tiap hari ada air mineral baru, pokoknya ngga perlu mampir ke convenience store buat beli air. Pak Yanto alias ownernya juga sangat baik dan kooperatif. Highly recommended! Yuk, mari kita mulai acara jalan-jalannya!

Minggu, 9 Agustus 2015

Pagi itu seperti biasa kami semua sudah siap-siap, dan yang paling excited tentu saja si anak kecil. Ngoceh melulu, jalan-jalan...jalan-jalan. Penerbangan kami pukul 9.30 pagi, jadi pukul 07.00 sudah berangkat dari rumah, seperti biasa pakai Silver Bird yang Alphard supaya rombongan sirkus beserta koper-kopernya bisa keangkut.

Foto dulu seperti biasa di depan koper, walaupun rambut masih basah abis keramas, yang penting gayanya udah bisa tolak pinggang. 
Balada suami dan istri punya kartu berbeda, Papa dan Popo jadi ke Lounge-nya Citibank, Mama, Sus, dan Abby jadi ke Lounge BNI. Makanannya sih sama aja, malah loungenya nyambung dari belakang via restroom. Jadi ya kita mah bolak balik aja kanan kiri hihihi.

Lounge Citibank yang lebih sepi-sepi santai

Lounge BNI yang rame banget tapi masih lebih oke dibanding lounge di Terminal 1

Paling demen banget ngelihat pesawat dari jendela. Eh iya, pencapaian "besar" bulan ini, akhirnya Abby bisa ngomong PESAWAT!! Bukan lagi SEPAWAT! Mama senangggg! *gak penting buat orang  lain*
Dari Jakarta ke Solo, penerbangannya cuma 53 menit saja. Total-total sampai benar-benar landing sempurna sekitar 1 jam 20 menit. Pesawat kita kali ini agak tua, jadi nggak ada entertainment consolenya. Tapi kalaupun ada tetep aja nggak keburu liat macem-macem saking cepetnya. Abby juga dapat mainan Garuda seri terbaru, dapatnya paket bayi yang isinya tas kecil, 2 finger toys (bebek dan gajah) plus baby wipes.

Memantau kids meal yang tentunya lebih seru daripada makanan orang dewasa. Ada pastries, ada pudding, dan coklat. Tapi ngga dimakan hihihi.

Buat yang dewasa, ada 2 jenis cookies dan 1 roti. 

Sampailah kita di Bandara Adi Sumarmo, Solo. Bandaranya baru, bersih, untuk sebuah kota kecil, bagus sekali! Eh iya, trivia nih, pada tau kan Adi Sumarmo itu saudaranya siapa? Yak, Adi Sumarmo itu adik dari Agustinus Adi Sucipto yang namanya diabadikan jadi nama Bandara Yogyakarta. 

Bahkan garbaratanya saja lebih keren daripada di Soetta. Gimana nih Soetta? Ditunggu buruan bandara baru-nya!
Kemudian kita bingung sebentar karena pas kita keluar, yang jemput kita nggak ada! Padahal Pak Yanto dari Happy Tour bilang kalau nanti sudah disiapkan banner atas nama saya. Kayak gambar di bawah ini. Saya udah deg-degan, apa jangan-jangan saya malah dijemputnya di Adi Sucipto ya, bukan Adi Sumarmo.

Iye, serasa turis mancanegara, disambut pake banner. Pak Yanto udah ngirim ini ke WA saya, plus dikirimin foto sopirnya juga. Talking about service!
Pas kita call, ternyata sopirnya nunggu di Kedatangan Domestik, dan barusan ternyata Garuda turunnya di Kedatangan Internasional huahahahaha.. ALHAMDULLILAH!! Gak jadi panik (dan gak jadi disambut pake banner).

Rombongan sirkus nunggu jemputan Pak Agus. Eh iya, kali ini kita bawa booster seat-nya Abby, gara-gara pengalaman pas di Bali dan di Malang, tanpa car seat => jackpot. Jadi cari aman aja deh, bungkus tuh booster seat, masuk bagasi pesawat, sticker fragile di mana-mana.

Nah, pake booster seat, aman sentosa, nggak ada acara jackpot!

Memasuki kota Solo, masih ada wangi-wangi kemeriahan pernikahan Gibran dan Selvi. 

Dan si unyil, entah lapar entah doyan, makan crackers ada kali 8 biji. 
Dan tibalah kita di perhentian makan perdana, the legendary Warung Selat Mbak Lies! Lokasinya di Serengan Gang II/42. Saat dibilang gang, ya beneran di dalam gang! Mbak Lies ini nggak punya cabang di manapun, tapi Selat Solonya, kesohor ke seluruh penjuru negeri. Terus Selat Solo ini apaan sih? Sebenernya Selat Solo itu mirip dengan steak versi jawa, ada yang lidah, ada yang daging. Dilengkapi dengan sayuran rebus, lalu disiram kuah coklat yang lezat! Tapi yang istimewa bukan cuma makanannya, tapi juga tempatnya yang.... silakan diintip sendiri!


Nihhhh... beneran di gang, cuma lewat 1 mobil. Parkiran mobil ada di sebelum warungnya. Warungnya sendiri menempati beberapa rumah loh!  

Tirainya itu terbuat dari kerang, lalu seluruh kursi dan meja keramik itu, semuanya permanen alias ditanam. Jadi nggak bisa loh ya digeser-geser. Baru luarnya saja begini, apalagi dalamnya!

Lihat deh harga makanannya, super duper affordable terutama untuk orang Jakarta.

Hiasan-hiasan keramik yang banyak sekali! Kasirnya tepat ada di belakang itu.

Ruangan sisi tembok kiri. Di atas meja juga banyak pengganan-pengganan seperti sosis solo, kerupuk, kue-kue dan lainnya. Nyam!

Rumah di seberang warung utama yang sekarang juga jadi bagian dari Warung Selat Mbak Lies. Dekorasinya sama serunya!

Di sebelah kiri yang bentuknya kayak bak itu, itu adalah air bersih untuk kita cuci tangan. Tinggal gayungan, lalu cuci tangan deh!

Sapu ijuk istimewa dan bisa dibeli juga di warung ini. 

Seragam karyawannya yang mantab gayanya! Mau laki-laki atau perempuan, tetap nuansa seru ala-ala Belanda.
Oh iya, kalau di Jawa Tengah, jangan lupa kalau mesen teh tawar, bilang kalau mau pesannya teh TAWAR! Saya lupa sebut kata TAWAR... dan pesanan es teh saya yang datang manis semua hihihi.

Dan ini pesanan saya! Selat Lidah, lengkap dengan telur dan sayuran, harganya cuma IDR 17,000!! Mama saya pesan Selat Daging yang bentuknya mirip seperti ini. 

Kalau ini pesanan suami saya dan sus Abby. Ini namanya Galantine. Ada sepotong rollade daging cincang, lengkap dengan sayuran dan saus kacang polong plus acar. Lalu yang putih berbentuk bunga itu adalah telur yang di steam. Bentuknya cantik, harganya... IDR 15,000! 
Makan di sini dengan 4 maincourses dan minuman, cuma habis IDR 100,000 saja! Porsi memang tidak terlalu besar, tetapi lebih dari cukup untuk ganjal perut. Di warung ini, selain banyak hiasan keramik yang eye catching, tulisan-tulisannya juga juara banget deh! Ini beberapa yang saya sempat ambil fotonya.

MAU TIDAK MAU!! Harus antri loh yaaaa!! 

Entah apa yang mau diobok-obok...

Dilarang BERAK! Ya memang ngga bisa juga sih, soalnya wece-nya nggak ada closetnya. Kencing only! Hihihi. 

Selain nama tiap meja aneh-aneh (meja saya namanya Meja Pancuran), kursi pun dikasih label. Seperti ini, Kursi Tunggu Bungkusan, alias yang mau nunggu duduknya harus di situ. Kalau mama saya duduk di situ karena pegel, kursi keramiknya gak ada senderan.
Abby betah banget nongkrong di situ, sambil ngeliatin mbak dan mas-nya ngupas dan motong wortel. Lumayan si Abby makannya jadi cepet abis.

Habis makan...cuci tangan dulu!
Apalah artinya ke Solo tanpa melihat batik. Untuk batik yang versi grosir dan murah meriah, bisa main ke Pasar Klewer. Sayangnya Pasar Klewer sekarang sudah terbakar habis, dan banyak kios-kiosnya terpaksa pindah berdagang ke tempat lain. Sebagian ada yang ke Pusat Grosir, ataupun berdagang di Alun-Alun. Tetapi untuk yang ingin mencari kualitas lebih baik, bisa mampir ke daerah Laweyan. Di sana selain banyak pusat pembuatan batik, juga banyak yang menjual baju batik dengan kualitas prima. Kali ini kita pergi ke 3 toko batik saja, tetapi cuma belanja di toko batik pertama hihihi. Itupun bukan saya yang belanja loh! Tapi suami! Istrinya ini kurang cocok sama potongan batik-batik yang dijual karena kebanyakan sangat tertutup dengan potongan leher tinggi. Bukannya saya suka pakai baju terbuka ya, tetapi kalau terlalu tertutup suka jadi sumuk alias kepanasan hihihi.

Toko pertama, namanya Omah Laweyan. Batiknya bagus, bagus, terutama untuk beli selendang sutraaaa.. (tanda mata darimuuuu...*nyanyi*)
Berbagai jenis bahan, banyak yang cerah dan bagus-bagus!

Pakai blangkon, kok jadi agak ganteng?? 

Matur Suwunnnnn.... 
Toko batik kedua, Batik Soga. Bagus-bagus juga bajunya! Saya sempat coba beberapa, tapi lagi-lagi nggak nemu yang cocok. Ya sudahlah ya... memang body segede banteng gini, jadi jatuhnya ngga bisa cakep. 

Tokonya bagus dan luas, salespersonnya atentif.

Bagus dan rapi juga, suasananya adem dan airy. Saya suka Batik Soga ini dan Omah Laweyan yang tadi. 

Ada patung nenek lagi ngebatik ini, langsung dipegang aja gitu loh tangannya! Terus ngga lama mau ditoyor hidungnya!! Untung cepet ditangkep sama si Sus *tepok jidat*

Mainan jerapahhhh!!

Lari ke halaman belakang, main sepeda bunga. Ini anak selalu ada tempat untuk nyari mainan. 

Toko batik ketiga, Batik Benteng, my least favorite. Sepertinya barang yang dijual terlalu random, dan kualitas batiknya tidak seprima dua toko sebelumnya walaupun harganya lebih terjangkau.

Di Batik Benteng ini juga banyak dijual cinderamata, makanya saya jadi merasa kurang fokus di batiknya. 
Perhentian makan kedua alias nyemil, Warung Makan Timlo Sastro 2! Timlo Sastro 1 alias yang asli itu adanya di Pasar Gede, lokasinya mojok di pinggir jalan, dan agak dekat dengan tempat pembuangan sampah. Walaupun yang original sensasinya tetep lebih yahud, tapi kalau bawa anak, lebih nyaman bawa ke cabangnya yang di Jalan Wahidin. Yang di sini juga buka sampai malam sementara yang di Pasar Gede tutup pukul 3 sore.

Hampir aja kelewatan karena gedean tulisan iklannya daripada nama warungnya hihihihi. 

Jualan timlo dari sejak tahun 1952! Older than my dad!
Timlo itu apa sih? Timlo itu sup khas Solo yang terdiri dari potongan hati ayam, ampela, daging ayam, dan sosis solo, disajikan dengan kuah panas dan bawang goreng. Seger banget rasanya!

4 porsi Timlo Komplit untuk kami berempat. Sedap sekali, apalagi kalau ditambah dengan sambal kecapnya! Seporsi cuma IDR 19,000! 
Terus kalau dari Solo, buat oleh-oleh tuh yang enak apa sih? Tentunya banyak yang bilang Serabi Notosuman, tapi kan sudah ada cabangnya di BSD sana, jadi kalau mau untuk dibawa pulang, sudah gak asyik lagi. Tapi ada 1 makanan legendaris yang menurut saya wajib dibeli kalau ke Solo yaitu: Bolu Mandarijn dari Perusahaan Roti Orion. Bentuknya mirip dengan lapis Surabaya, tetapi ini cuma 2 lapis, dan rasanya, bikin ketagihan!!

Perusahaan Roti Orion, gedungnya serasa back to the past ya! Tapi tetep yang beli ngantri!

Sudah berdiri dari tahun 1932! Jadi sudah 83 tahun usianya.

Mau snack apa aja ada loh! Dipilih...dipilih...dipilih....

Mulai dari kue-kuean, kripik-kripikan, sampai karak bawang pun ada!
Dan inilah tumpukan bolu legendaris! Saya selalu beli yang spesial. Untuk sekarang harganya loyang kecil IDR 90,000, loyang besar IDR 170,000. Dan nyesel kenapa cuma beli 1 loyang kecil (untuk mama) dan 1 loyang gede (untuk saya), sampai Jakarta dicemilin ngebut banget berkurangnya.
Kalau tetep mau makan serabi, di luar toko Orion juga ada yang jual, baru mateng, ada pilihan rasa nangka, pisang, coklat, dan orisinil, cuma IDR 3,000 satunya. Kemarin beli 5 biji buat nyemil di hotel.
Habis beli oleh-oleh, kita langsung mampir ke hotel untuk check-in dan istirahat. Untuk di Solo ini, kita memilih tinggal di Sunan Hotel. Kalau untuk hotel, di Solo ini hotel itu nggak ada yang mahal! Serius deh, ini hotel tempat saya nginap, per kamarnya nggak sampai IDR 600,000 sudah termasuk breakfast, booking langsung via web hotel, dan ini merupakan salah satu hotel terbaik di Solo (No. 1 di Trip Advisor). Jadi buat tujuan berlibur dan makan enak, boleh lah kota Solo dijadikan pilihan. Semuanya serba terjangkau kalau mau milih makan yang sederhana.

Yang menarik, pas mau milih hotel ini, kan saya telepon, saya tanya tipe kamarnya bedanya apa yang deluxe dan yang executive, karena kalau beda fasilitas kamarnya jauh, saya nggak apa untuk milih dan membayar yang lebih bagus. Dan baru pertama seumur-umur, saya malah disuggest pilih yang deluxe saja, karena rooms dengan connecting door lebih banyak, dan akses ke restaurant plus kolam renang lebih dekat. Yang executive itu adanya di gedung sebelah dan harus jalan sedikit tapi gedungnya lebih baru katanya. Bener-bener deh staff hotelnya baik banget, mereka suggest berdasarkan kebutuhan kita, bukan berdasarkan harga yang lebih mahal. Proses check-in juga sangat smooth, baby cot segera diantar setelah kita sampai kamar.

Lobby Hotel Sunan yang kentara tradisionalnya
Di sisi kanan Lobby adalah grand ballroom yang kapasitasnya cukup besar. 

Kamar saya King Deluxe room dengan ukuran 28m2, sama persis sizenya dengan yang executive. Dan baru pertama saya nemu di hotel berbintang disediakan... BANTAL GULING! 

Meja tulis dan televisi tergantung di dinding, di sebelah kanan adalah connecting door menuju kamar Mama saya, Sus, dan Abby

Yang ini deluxe twin roomnya. Pokoknya cukup luas deh, di sebelah kanannya juga masih cukup untuk taruh baby cot.

Pemandangan dari kamar saya di Lantai 5, sayang ketutup dikit sama atap restaurant. Tapi kelihatan ya, kolamnya besar banget untuk ukuran hotel di tengah kota.

Perlengkapan standar kopi dan teh. Tehnya dari Twinings. 

Printilan mulai dari laundry bag, sandal, dan shoe polisher

Kamar mandinya, walaupun agak tua, tapi tetap bersih. Oh iya, mereka juga lupa naruh shampoo, tapi ini minor lah, kan bisa minta juga.

Karena sudah direnovasi, kloset wecenya juga pakai yang model baru dengan ecowasher.

Perlengkapan standar. Oh iya, kekurangan yang mencolok di sini adalah, tidak adanya face towel dan hand towel. Jadi handuk yang disediakan cuma body towel saja. Sedikit bikin agak repot karena saya terbiasa keringkan tangan pakai hand towel.

Belum apa-apa sudah gegulingan di baby cot.

Daripada bosen dan anaknya nggak mau bobo siang juga, akhirnya kita jalan-jalan aja deh ke daerah kolam renang. Walaupun luas, tapi kolamnya dalam loh! Kolam utamanya dalamnya 1.7M, bukan standard kolam keluarga. Tetapi masih ada kolam di sisi belakang yang 1.2M dan kolam anak yang 0.6M, jadi intinya sih, semua kebutuhan terpenuhi. 

Kamar saya ya ada di salah satu jendela di atas situ. Di depan kolam renang itu Narendra Restaurant tempat sarapan pagi. Jadi kalau breakfast, bisa di samping kolam (sayangnya smoking area juga ya, Indonesia gitu loh hihihi).

Hari ini ngga berenang dulu ya By, tapi tetep happy dan gaya pakai sendal 50,000 perak yang dibeli di Hypermart gara-gara sendal renang sebelumnya udah super butut.

Foto dulu deh di samping kolam buat kenangan. Eh sayang ada kepala orang muncul di air hahaha.
Habis istirahat, malamnya kita siap-siap untuk dinner. Tujuan kita awalnya mau ke Omah Sinten. Tapi sampai di sana, ternyata restonya dipakai untuk event, dan baru bisa terima tamu umum pukul 9 malam. Ealah, mana mungkin kita bisa nunggu sampai pukul 9 malam? Bisa pingsan kan. Salah saya juga lupa reservasi. Muter di daerah situ, ada Cafe Tiga Tjeret yang menjual makanan khas angkringan, tetapi pas kita cek, ternyata seluruh areanya open space dan smoking. Sudah langsung dicoret deh, apalagi bawa anak kecil kan. Tapi rupanya, kesulitan kita menemukan tempat makan itu, merupakan blessing in disguise, karena akhirnya kita makan malam di Goela Klapa, yang makanan dan suasananya bagus sekali! Di Solo, restaurant ini katanya termasuk kelas mahal, tapi kalau buat orang Jakarta sih, masih oke banget nget nget! My pictures didn't do justice to this beautiful restaurant.

Bagian depan Goela Klapa dan bangunannya yang bergaya kolonial

Restaurant ini diresmikan oleh Bapak Joko Widodo, dengan tujuan untuk melestarikan makanan lokal asli Indonesia. Nanti kita lihat ya makanannya.

Ruang makan utama yang tenang dan romantis

Dekorasi wayang dengan tembok berwarna emas

Halaman belakang bergaya kolonial, dan sebuah ruangan privat di tengahnya. Romantis banget kan? 

Di dekat pintu masuk, ada replika makanan yang terbuat dari lilin. Lucu ya!

Nggak boleh lihat ada senapan nganggur, suami saya langsung beraksi.... weits...tapi nggak cukup dong kalau cuma pegang satu senapan. Lihat foto selanjutnya. 

Harus dua senapan, biar all out!

Istrinya juga nggak kalah, ikutan nimbrung di sepeda ontel

Sementara si anak kecil, main-main dengan sendok dan garpu. Oh iya, pelayan di sini terutama bapaknya ramah banget. Abby diajak ngobrol, supaya makannya lahap. 

Krupuk udang dan sambal kecap sebagai compliment buat nunggu makanan keluar. 

Even the rice is tastefully served. Ini nasinya putihnya Abby loh hahahaha.

Ayam Goreng Pasir Kaliki, yaitu ayam goreng khas sunda dengan kremes. Udah tau dong buat siapa? *Lirik Abby*

Sekul Klithik Pedho alias nasi dengan ikan peda dua ekor, dilengkapi dengan daun singkong goreng, lalu ada tahu dan tempe goreng, lengkap dengan sambal tempe, dan rempeyek. Ini pesanan si sus.

Naskung Pengapon ini adalah nasi goreng jadul dengan kangkung dan ikan teri, lalu dilengkapi dengan sate ayam. Yang ini pesanan mama saya.

Sate Ayam Banjar, sate ayam yang dipanggang dengan rempah-rempah, dan disajikan dengan sambal. Our favorite of the night!
Nasi Gulung Dadali, nasi kelapa dan jagung yang dibungkus dan dibakar (ya ampun ini enaknya minta ampun wangi dan rasanya), dilengkapi dengan dua ekor burung dara goreng, dengan sambal, ini pesanan suami saya.
Nasi Ulih-Ulih Godhong Jati, adalah nasi yang dibungkus dengan daun jati (tapi waktu itu gak ada daun jati, jadi pakai daun pisang), dilengkapi dengan berbagai side dish seperti tahu bacem, tempe masak cabai hijau dlm bambu, empal, dan sayur nangka. Ini pesanan saya.
Happy and satisfied customer!
Foto lagi buat kenang-kenangan.

Pas foto ini, cuma mikir tegelnya keren, warnanya kontras sama sepatu saya. Pas kirim foto ini ke family group, langsung dibilang: "Fotonya kekinian banget". Ohhhh... jadi kalau mau foto kekinian itu kudu foto sepatu sama tegel ya huahahhaha. Noted!
Habis makan, perut kenyang, untuk nurunin makanan, kita lanjut lagi jalan-jalan ke Galabo. Galabo ini adalah singkatan dari Gladak Langen Bogan, yaitu sepanjang jalan yang isinya kuliner Solo, dan diresmikan oleh Pak Jokowi di tahun 2008. Jadi buat yang ingin Wisata Kuliner yang one stop shopping, boleh banget mampir ke sini. Harganya semua terjangkau, tapi ngga enaknya cuma karena terbuka, ya banyak yang merokok, plus kalau hujan, langsung ngegeser semuanya hihihi. Serunya di sini adalah, pedagang-pedagangnya teratur, dan sudah ada price list-nya di setiap stall.

Suasana malam hari di Galabo. Kitanya nuruinin makanan, sekalian cuci mata, apakah ada makanan lain yang menarik! *perut apa karet sih*

Seru banget ya, makannya outdoor, diterangi cahaya bulan (dan lampu neon).

Di sisi satunya malah pada asyik lesehan pakai tikar.

Berhubung depannya ada pusat grosir, banyak juga yang jualan baju, dan harganya terjangkau. Suster saya langsung ngeborong!

Kurang asyik apa coba? Wisata kuliner sambil konkow2, eh ada live musicnya pula! Yang ini live musicnya memainkan musik modern (pop atau rock).

Wuihhhh.. ada yang nonton bola bareng juga loh!

Jalan sedikit, di sisi ujung satunya, ada juga live music, kalau yang ini pakai organ tunggal. Lagunya mulai dari lagu jadul sampai lagu dangdut terkini. Kalau kita berdirinya ditengah2 antara band yang tadi sama yang ini, entahlah suaranya jadi campur aduk tak beraturan hahahaha.

Dan tujuan kita kemari adalah nyoba ini nih! Sate Sapi Yu Rebi, favoritnya Pak Jokowi. Sebenernya saya pingin banget pesen sate jerohan, tapi satu keluarga ngga ada yang mau kecuali saya. Ya udah deh, ngalah pesen yang daging semua. Aroma bakarannya menggoda banget, sehingga perut penuh pun jadi menyisakan tempat untuk diisi sate. 

Sate Sapi Yu Rebi yang kesohor. Panas-panas manis dengan bumbu kacang. Eh dasar perut karet, saya dan mama masih pesan jagung bakar lagi dan jus sirsak loh!

Dan untuk penutup, saya kasih foto si suster yang super senang habis ngeborong, sampai dia cuek-cuek aja difoto pakai topi gajah punya Abby. Selamat malam, Solo!!

Habis dari Galabo, kita balik ke hotel dan langsung tidur dengan nyenyak. Perut kenyang, hati senang! Nah gimana? Baru hari pertama aja udah seru kan? Apalagi makan-makannya ya. Solo memang kota yang super asyik untuk wisata kuliner. Nah, besok kita ke mana nih? Nantikan bagian 2-nya ya. Pasti nggak kalah serunya!

Ke bagian 2 klik di sini.

67 comments:

  1. Wow,asyik bgt Ci suasananya di sana ya. Gw cuma pernah ke Jogja doank blm sempet ke Solo-nya... Aduh itu serabinyaaaa bikin ngiler ja... Batik2nya jg cantik, klo gw bs tersesat berlama2 tuh hahahahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo cici sih belanja gak pernah sampai tersesat tuh. Soalnya tipe yang ngga terlalu demen window shopping. Kalau tokonya gak sreg langsung capcus (sampe sopirnya baru nyeruput teh botol udah panik gara2 kita keluar cepet hahahahaha). Serabi itu memang enaknya kalau pas masih panas. Jadi kalau buat dibawa jadi oleh2 kurang maknyus. Hrs makan di tmptnya langsung. Eh iya, km penganten baru ya hihihi.

      Delete
    2. iya Ci, enaknya panas2 itu serabi :-D
      hihihihihi ya Ci, tahu ja hehehehehe. Monggo mampir2 ke blog aq Ci kapan2 ;-)

      Delete
    3. Sudah mampir loh, cuma belum ngomen. Makanya saya tau kan kamu penganten baru hehehehe.

      Delete
  2. hhahaa susternya kegirangan.. bisa jalan2 juga.. :)
    gw kalo ngajak anak jalan2, gw kudu memastikan anak2 harus dientertain dengan baik, biar ga bosen... soalnya anak2 kelamaan di mobil bisa rewel banget.. heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, semuanya senang Fun. Anak gue sih di jalan asal duduk nyaman, ada cemilan, sebentaran juga pules hihihi. So far, rewel itu cuma kalau di pesawat pas descending kan perubahan pressure mendadak, biasa suka sakit kupingnya jd nangis bentar, tp overall gampang banget bawa dia.

      Delete
  3. hotelnya lakpe murah bgt hahhahaa... duh kalau gw ke solo tar buka blog ini lagi deh...sepertinya nasi abby dan kremesnya bisa buat anak2 gw makan hehehee

    yg foto sepeda ontel boleh masukin frame tuh, frame kayu2 gt yg natural tar pajang, kalau foto kekinian cukup dipajang di socmed hahahhahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, hotel di Solo menakjubkan, murah tapi ngga murahan! Iya, pokoknya tiap menu di sini pasti ada menu gorengan buat Abby deh, cuma beda-beda aja, kadang jamur, kadang ayam, kadang ikan hihih.

      Waduh, foto sepeda itu malu ah dimasukin frame. Wong sepedanya kagak jalan, dipantek di kayu hahahaha. Foto kekinian cukup sampe bates blog n fb, itupun di dalam album.

      Delete
  4. Seruuu makanannya enak enak ya... Gw jd penasaran ama Selat lidah nya... Enak gak ny?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak banget dong Man, lidahnya empuk dan ga ada baunya sama sekali. Semua makanan enak!

      Delete
  5. Wah jd pengen ke soloo.. terakhir kali kesana tugas kantor cm makan bebek sama ke mall makan pizza hut hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Bon, seru banget loh buat wiskul, apalagi kalau ngga bawa anak. Karena gue bawa anak jadi terbatas pergi yang lumayan bagus2 dan adem, padahal yang model kedai2 lebih seru!

      Delete
  6. wah jadi numpang komen lagi..Solo is my hometown...jadi kangen padahal lebaran mudik haha...
    itu Adi Sumarmo emang gede soalnya kan sekalian buat bandara haji, padahal dulu bingung kenapa Solo yg dijadiin embarkasi bukan jogja ato semarang,, heu...
    suka kambing ga? soalnya solo terkenal ama tengkleng ama sate buntelnya tp ya itu kambing hihi
    kuliner yg lain mungkin, bakso, bestik, bebek goreng, bakmi jawa,gudek di adem ayem, es krim tentrem
    sebenernya masih banyak makanan yg cuma ada di solo doang, ntah kenapa makanan solo suka kreatif sendiri hihi
    dan bener banget soal es teh, dulu pas pertama ke bandung ato jakarta, tiap kali mesen es teh suka bingung kok yg datang teh tawar,,di solo defaultnya teh itu ya teh manis, kalo teh tawar kesannya yyg jual pelit ga mau ngasih gula hihi,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Qonita ternyata dari solo ya. Si Adi Sumarmo itu bagus loh dibandingin bandara sebelah *lirik yang nama kakaknya*. Mungkin Solo dijadiin embarkasi karena kotanya juga nggak sepadat dua kota lainnya kali ya.

      Sekeluargaku kemarin ngga ada yang doyan kambing, jadi byebye tengkleng haha. Kalau mertuaku doyan banget sama tengkleng. Adem ayem aku biasa aja dulu udah pernah coba. Mungkin krn aku gak terlalu suka kalau citarasa makanan kelewat manis kali ya. Cuma overall Solo kuliner tradisionalnya asik.

      Iya saya kan jarang ke Jawa Tengah ya. Tapi di beberapa restaurant yang pro banget, pelayannya sudah langsung tanya loh, tawar atau manis. Mungkin sudah biasa melayani tamu asing dan orang Jakarta hihihi.

      Delete
  7. Hahahaha naek sepawat yaaa Abby...enak2 yaaa makanan disini Le...jadi ngilerr liat daun singkong...( maklum keluarga kambing.,hahahha).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah bisa sebut pesawat dong Tanteeee.... Udah gak sepawat lagi. Makanan di sini enak dan gak terlalu mahal untuk ukuran kantong orang Jakarta. Katanya kalau makan dia angkringan2 gitu lebih murah tak terkira loh! Kalau ngga bawa anak sih gue coba deh.

      Delete
  8. ciii jadi kangen sosis soloooo :( di Jakarta jarang bgt yang jual.
    edisi Abby tamasya kudu di bookmark deh ci buat referensi kalo one day jalan2 keluar kota :D
    baru tau juga ci biar kekinian foto sepatu kayak gitu, hahahaha *ketauan ga gawol juga*
    ga sabar nunggu kelanjutannya en liat foto Abby yang bisa bergaya sekarang ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Jakarta banyak kok Wi!! Di pasar tradisional juga ada loh cici suka beli, cuma memang agak beda dikit ya sama yang di Solo yang isinya ayam suwir seabrek. Edisi Abby Tamasya kalau dilihat di desktop udah cici jadiin 1 kategori hihi. Tinggal klik nanti semua ada.

      Delete
    2. pasar deket rumah ga ada ci :(
      di kantinnya hermina ada jual ci sosis solo tapi rasanya tawar bgt en kulitnya tebel jadi ga asik makannya

      Delete
    3. Eh, kamu lokasi sekitar sunter kan? Di Dapur Solo Ny. Swan ada jual sosis solo tuh. Cobain aja yg di sana. Kali2 memenuhi selera.

      Delete
  9. Wah BuLe. Mupeng pengen liburan ke Jogja dan sekitarnya lagii. Solo belom pernah euy. Kalo dapet rental mobil yang enak itu emang rejeki banget rasanya. Dulu itu pake rental dari hotel sih, meskipun emang dapet air mineral cuma mobilnya ya gak yang bersih wangi. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk liburaaannn...!! So far gue dapet rental ngga pernah mengecewakan, Dan. Tapi ya mau gak mau harus sewa sama yang udah keliatan kredibel dan ada nama di daerah situ dan kalau bisa suka melayani foreigners, jadi mereka punya standard yang baik. Kemarin ini gue dapet mobil baru, controllernya udah yang touch screen plus ac-nya triple blower, jadi adem sampe belakang hihihi.

      Delete
  10. Gue pas ke Goela Kelapa kok malah gak puas sama sekali ya Le. Udahlah makanannya keluarnya lama, porsinya kecil, dan rasanya tidak memuaskan. Bokap mertua gue ngoceh-ngoceh, makanan nggak enak! Untung bukan gue yang suggest ini restoran hahaha...

    Madeline sih habis spaghettinya 3/4 porsi, tapi itu sih karena dia laper berat. Gue akhirnya pas balik hotel malah beli nasgor di gerobak seberang hotel, ipar gue juga pada beli nasi liwet di sebelah nasgor. Tapi emang restonya cozy banget. Kita sekeluarga berpendapat itu resto untuk konsumsi orang asing, macam Cafe Batavia di Kota sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masak sih, Ngel? Pas gue ke sana keluarnya cepet, porsinya normal, gak kecil, rasanya juga enak, apalagi nasinya suami gue yang pake kelapa dan jagung itu wangi dan banyak banget porsinya. Seriously over my expectation. Kita semua pada kenyang banget keluar dari situ, apalagi harganya gak mahal untuk kantong org Jakarta. Lu pergi kapan Ngel ke sana? Mungkin sudah banyak berubah kali, seiring kritik dan saran orang. Overall sih kita puas di situ. Tapi kalau expectation makanan Jawa model kedai/ warung ya memang gak bisa didapetin di situ.

      Ada 1 resto yang gue sangat gak puas... later gue ceritain hihihi...ditunggu aja. And the restaurant is super duper famous.

      Delete
  11. Wah jd pengen maen ke solo... Terakhir kesana april cmn kondangan,ga sempet kulineran... Ga sabar nunggu cerita yg di Jogja nih ci. Kebetulan aku kuliahnya di jogja (suka bgt kulineran di jogja jg) dan suami asalnya campuran dr jogja & solo hehehe
    Yg cerita es teh itu aku jg mengalaminya ci hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Gaby, ternyata pernah juga kejadian es teh manis hahaha. Maklum org Jakarta deh ga ngerti. Oke siap nanti cerita Yogya-nya. Tp bawa anak kecil jangan harap makan yang aneh2 ya hihihi. Banyakan makan di resto.

      Delete
  12. Hehehe iya ci aku jg dr jkt,pas kuliah di jogja br tau es teh = es teh manis.
    Sippp ci aku tunggu review resto2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti. Pokoknya resto2nya semua penuh dengan unforgettable experience deh.

      Delete
  13. waaahhh baru balik dari solo yach... jadi kangen, kotaku nich hehehe.. tapi selat ny lies baru tau lo hahah.. btw u hebat banget source nya bisa dapet info2 kuliner solo hehe.. google ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... selat Mbak Lies itu legendary tuh Lid. Gue kan taunya Solo itu terkenal selatnya. Jadi cari aja yg paling top. Semua info ada di berbagai website. Google cm search enginenya hihihi.

      Delete
  14. waah.. ada serial abby tamasya lagi.. ci, sempet minum susu di angkringan shi jack ga di solo.. seru loh itu di jakarta ga ada soalnya, hihihi.. ditunggu lanjutan ceritanya ci leony..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Dwi, saya gak sempet main angkringan. Angkringan itu sudah identik sekali dgn asap rokok, jadi saya gak mampir krn bawa anak hehe. Enak toh susunya? Sip ditunggu ya.

      Delete
  15. wah asik banget ya. Untung di review. Kapan lalu sempet pingin juga ke jateng, tapi ga ngerti mesti ngapain di jateng. kayaknya hiburan untuk anak ga gitu banyak. Trakhir kesono tuh berdua aja 4 tahun lalu nginep di sheraton solo, skrg namanya Lorin. Bagus juga tapi agak jauh, dan memang harganya cukup terjangkau.
    Ditunggu review jogja nya yaaa hehehe. Review resto solo-nya sangat berguna, secara pas kesono dulu itu cuma tahu timlo soslo aja sama soto apaaa gitu lupa. Sisanya kita minum susu di warung pinggir jalan, soalnya kata supir taxi memang warung susu paling terkenal di solo. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohhh.. aku lewatin tuh Lorin Hotel. Iya bener itu sih agak jauh, malah sudah hampir ke airport ya. Kalau si Sunan ini tidak terlalu jauh dr pusat kota, tp sudah masuk area tenang (bukan seputaran Slamet Riyadi dan sekitarnya). Kagum sih sama harga hotel di Solo oke banget deh. Oh iya, kita sekeluarga soalnya gak ada yang demen susu, jadi misalnya ada pun pasti gak mampir haha.

      Delete
  16. asyikkk abi jalan2 lagi, ini postingan yang slalu ditunggu, soalnya reviewnya lengkap kap kap :D

    duh ngeliat selat solo jadi pengen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siappp... masih panjang nih perjalanan. Mamanya msh belum kekumpul tenaga buat lanjutin hihihi.

      Delete
  17. gua dulu ke solo waktu masih kecil banget... mungkin waktu seumur abby... tapi naik kereta... uda ga inget apa2 hahahaha... hotelnya murah banget... bagus pula... nanti kalo mau ke solo nginep disana aja deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau seumur Abby sih udah lupa kali Mel. Iya Mel, enak di Solo serba terjangkau. Kalau menurutlu segitu murah, hotel2 lain pada lebih murah lagi!! Amazing. Yang di atas mall aja lbh murah loh hahaha. Jadi opsi menginap sih banyak yg terjangkau.

      Delete
  18. aku pernah ke solo, tapi udah lama banget.. dan gak inget. hehehe.. :D wah, surabi notosuman itu legendaris banget. pernah makan yang pas kuliner di gading.. jadi kepengen makan lagi. :D

    hotelnya bagus yah ci, dengan harga segitu memang murah banget. akh.. selalu seru deh ngeliat perjalanan cici sekeluarga. hihihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Notosuman ada cabangnya di BSD, Poi. Jadi ga usah jauh2 cari ke solo deh. Di sini juga ada hahahah. Hotelnya lumayan. Di sana ga ada bintang 5 paling tinggi bintang 4 aja.

      Delete
  19. aih cici, selalu ditunggu ini edisi Abby tamasya..:)
    Thanks ya ci sharingnya, kebetulan ntar pas sincia pengen maen ke semarang sekalian melipir ke solo..
    Bisa jadi referensi ntar nih ci..makanannya menggoda banget ya. Ga sabar jadinya pengen cepet2 bulan Februari..hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip deh kalau bisa jadi referensi. Sekalian ke Yogya juga ya nanti biar kumplit plit plit. Wah Februari msh 6 bulan lagi. Buruan aja liburannya hihihi.

      Delete
    2. kan sekalian ngerasain sincia di semarang ci :)
      ke jogjanya udah pernah si c, cuma kurang puas, karna cuma 2 hari doang. Suatu saat kudu balik lagi kesana kayaknya nih.:D

      Delete
    3. Kalau gitu pas Sincia sekalian deh muter satu Jawa Tengah hehe. Pasti seru!

      Delete
  20. Huaaa tahun 2008 ke Solo ga kemana-mana :( Cuma maen ke mall doang huahahah. Cemen abis. Jadi nyesel, mudah-mudahan one day bisa ke sana lagi. Kayaknya seru dan asyik banget kalo baca postingan ci Leony ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Cici jg pergi thn 2009 gak kemana2 dan kurang banget wiskulnya. Sekarang.. puas2in!

      Delete
  21. Wow seru bangettt ci...ditunggu kelanjutannya ya. Kemarin long weekend jalan-jalan ga Abby? Istriku mw jalan-jalan kesana kesini mental terus sama saya. Ujung-ujungnya long weekend cuma dirumah saja paling banter liat miniatur kereta tiongkok di sency hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Long weekend gak jalan2 lah Nick. Paling ke gereja sama makan aja. Orang baru aja balik dr Solo Yogya. Bisa gempor badam cekot2 kalau jalan2 terus hahaha.

      Waduh, kamu jadi suami gimana sih.. ayo patuhi titah istri untuk ngajak jalan2 dong, biar tambah disayang hahahaha.

      Delete
  22. Wah hotelnya oke bener tuh ci harganya yah, pingin ke solo sama batu malang juga tapi belom kesampean hahaha pingin wiskul juga ci

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau boleh pilih misalnya cuma salah satu, cici lbh demen Batu Malang, soalnya lbh banyak yang diliat dan yg jelas.. udaranya adeeemmmm. Kl di Solo Yogya panasnya nyenget nget nget hihi. Cm kalo mau belanjz batik ya seruan Solo.

      Delete
  23. wah akhirnya ya ke jateng, tp kok ga mampir semarang sih! hahaha
    barusan ini aku juga ke solo, tp itinarynya totally different sama kamu. Kayanya harus ngintip blog ini lagi kalo mau ke solo, yg kmren gw makan ga ada yg enak wkwkwkw :D
    Kmaren ini gw nginepnya di best western sebelah mall the park :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tar deh Teph kapan2 ke Semarang ya kalo sempet. Kayaknya kalau ke Semarang kan 2 malem aja cukup ya. Gue ke Solo jg cm satu malem sih, besoknya udah otw Jogja. Tp lumayan jg Solo kalau buat wisata kuliner. Gue blm pernah coba nginep di grupnya Best Western. Somehow kl ada hotel lokal yg bagus n bs memenuhi standar internasional, biasa gue give it a shot.

      Delete
  24. wah senng g Le , dapet sharing an ke solo & jogya
    soalnya tahun dpn ada rnc kesana bareng temen2 & ada org bule nya juga . jadi g hrs full persiapan
    waktu ke Cirebon g juga baca Blog elu . G juga ambil rent car sesuai rekomen elu ha22
    sipp marketop ! Hidup sharing2 an info .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke Ven. Itin gue kayaknya cocok buat bawa expat. Mereka kan orangnya lebih santai ga kayak org Indonesia yg demennya sehari ke tempat sebanyak2nya (berdasarkan kisah driver gue hahaha). Resto2 yang gue pergiin juga sangat expat friendly (mgkn some of them agak ga "friendly" buat kita malah hahaha if you know what I mean hihihi... ) Tar ya gue lanjut lagi. Company rental yg ini super wokeh.

      Delete
    2. btw Le , kalu bolu mandarin Orion sampai kini g ga kecantol ha22
      terakhir g juga dibawain seloyang tetep aja lidah g cengok ga bs blng enak ha222 , fav g di solo : notosuman , timlo sasro , abon n usus kering di Varia . Trus kalu selat solo yg prnh icip apa tuh ya lupa namanya kusuma .... tp yg lu rekomen di gang ini mau g cobain . antik tempatnya
      yg pasti kampung batik laweyan pasti g datengin . .. lanjut ye crt nya , g menyimak n catet !
      btw kuliner semarang endeus2 loh , g doyan banget kalap kalu kesana .

      Delete
    3. Kayaknya Ven, itu karena kita di Jakarta kebiasaan makan lapis surabaya yang lebih banyak telor dan lebih gurih. Padahal gue diceritain temen gue yg orang Surabaya, Lapis Surabaya itu asalnya ya dari Bolu Mandarijn Solo ini, dan di Surabaya sendiri disebutnya bukan Lapis Surabaya melainkan Lapis Mandarijn. Kocak ya hahahaha. Oh iya, gue jg ga penggemar abon, jadi gak mampir Varia.

      Semarang emang katanya kuliner enak dan terjangkau ya. Gue sih pernah lewatin doang Semarang dan ga pernah bener-bener wiskul. Tapi sering kok dibawain lumpia sama bandeng hihihi.

      Delete
    4. iya betul , lapis surabaya enak... apalagi yg pake bny telor . ha22 , Orion mah lewat dah wkwkwkkkk . btw Le sorry itu happy travel sama ga kae di Cirebon yg tempo ari kita rent car ?
      kalo g hobby banget sama Abon , abon solo enak berasa daging nya .
      Eh le , boleh tau imel lo ga ? sometime g mau tanya2 ga tau musti contact lu dimana he222
      l

      Delete
    5. Beda Ven. Happy Tour Jogja ini perusahaan asli Yogyakarta dan biasa melayani expat, jadi elu pun bisa minta English speaking driver. Gue juga sempet tanya sama ownernya, kirain sama, gak taunya beda. Email gue di leony_hal(at)yahoo(dot)com, lu bisa kirim email ke situ, or bisa lewat contact form (desktop version), tar gue reply deh pasti.

      Delete
  25. Wahh mesti bangett nih dijelajahii.. Jadi mayu nih padahal kota kelahiran malah pernah dijajal. Makasih ya Le, nanti kalau ke Solo kayaknya bakal ikutin plek2 deh itin nya..hihi.. Menanti part 2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh, elu lahir di Solo toh Py? Baru tauuuu hihihi. Kalau masih berduaan sama suami sih ga usah ikutin itin cici, soalnya kelewat santai dan makannya resto melulu. Kalau masih muda berdua kan lebih bisa bertualang ke warung2 yang seru2.

      Delete
    2. Iyahh.. Numpang lahir doang sih :p Kadang2 seru juga sih ya jalan2 yang santai gitu :D

      Delete
    3. Cici mau ga mau harus santai Py. Soalnya kl fast pace kasian anak. Terus kayaknya liburan itu emang enakan santai sih ya spy pas balik Jkt jd feel refreshed. Ini aja tetep loh pas balik ngerentek jg hahaha.

      Delete
  26. Solo...pertama dan terakhir kesana waktu kuliah pas mata kuliah kewirausahaan itu pun cuma ke pasar klewer ma pabriknya danar hadi hahhahahha harusnya pas honeymoon ke jogja lanjut solo ya ndk kepikiran.
    Ci itu hotel ndk salah semurah itu harganya? bagus dan besar ya hotelnya, gmn ci enakan serabi notosuman asli solo or yg di BSD? ak baru makan kmrn di festival kuliner serpong hahahhaha

    Ayo ci lanjut lagi yang jogja..penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang Pasar Klewernya malah udah rata sama tanah, lagi mau direbuild katanya. Kalau udah Jogja mah tinggal gak sampai 2 jam ke Solo, mesti dijadiin sepaket tuh hihihi. Iya, hotelnya nggak mahal, tapi kalau dicompare sama hotel2 lain di Solo ya banyak yg lebih murah lagi! Beneran amazing harga di Solo. Serabi sih gitu2 aja ya Mir, malah menurutku yang enak itu serabi di hotel di Yogya yg disediain pas breakfast! Hahaha. Iya sabar ya, milih fotonya aja udah siwer.

      Delete
  27. Halo Ci Leony, salam kenal... Aku udah lama baca blog nya tp baru sekarang comment, hehehe. Aku org Solo Ci, kalo ke Solo lagi mau kasih rekomendasi mi ketoprak dan angkringan ato yg di Solo sering disebut wedangan. Kalo serabi Notosuman yg di Solo masih ada yg pake arang Ci, rasanya beda sm yg di BSD pake kompor gas hehehe, itu menurut pendapatku sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Jessica, pas saya ke Solo, saya cari tempat makannya yang kids friendly Jes. Dan free of smoke alias ngga ada yang merokok. Pingin banget ke angkringan gitu tapi ya rata2 orang pada merokok. Bahkan ke angkringan versi modern pun (Kafe Tiga Tjeret) tetep semuanya merokok. Kalau soal serabi, iya pasti ada beda aroma ya. Cm karena ngga gitu ngefans serabi, ga gitu jd prioritas. Thanks infonya Jess. Pasti berguna buat yang lain.

      Delete
  28. pengalaman yang sangat menarik kak, cek juga paket umroh murah di website travel umroh terbaik di Jakarta. Terimakasih

    ReplyDelete