Wednesday, July 29, 2015

Nasehat Finansial Untuk Orang Muda

I am getting older. This August I am turning 33. Oh My! Katanya kalau orang tambah tua, harus jadi tambah bijaksana. Tapi nanti kalau saya sok bijak, ada yang bilang, sotoy banget sih nih orang. Terus saya mikir lagi, kalau saya tambah tua, dan tambah pengalaman, bukankah membagi sesuatu yang berarti dan berguna bagi sesama saya itu penting? Jadi dengan segala resikonya, saya ingin sekali berbagi hal yang menurut saya begitu penting untuk dibicarakan terutama untuk pasangan muda yang akan membina rumah tangga, ataupun sudah membina rumah tangga.

Sebelum saya memulai membahasnya, saya sudah memikirkan reaksi-reaksi orang kira-kira akan seperti apa. Saya yakin bakalan ada yang bilang: "Duit ya duit gue, ngapain lu ikut campur?" atau "Gue mau seneng kok jadi lu yang repot?" atau "Elu sih enak hidupnya, makanya bisa sok-sok ngasih nasehat.", dan saya yakin bakalan banyak yang menganggap saya nyinyir. Believe it or not, I am also struggling. Saya masih berjuang untuk lebih memilih prioritas dalam hidup, saya masih berjuang untuk bayar tagihan bulanan, mikirin soal sekolah anak, dan berbagai pengeluaran lainnya yang memang wajib dan tidak wajib. Dan ketika saya membaca sebuah artikel tentang Warren Buffet, one of the richest men on earth, I was dumbfounded. Artikelnya itu kita banget dan cukup nohok! Kita sangat butuh nasehat tersebut karena hidup kita itu bukan cuma soal diri kita saat ini, tapi kita masih punya masa depan. Kalau mau baca lengkapnya bisa dilihat di sini.

Apa yang akan saya tulis di bawah ini, merupakan pengalaman saya dan orang-orang sekitar saya yang akan saya kaitkan langsung dengan nasehat dari Warren Buffet. Perlu saya tekankan, that I am not a financial expert. Main saham aja saya gak becus, dan bener-bener nggak jago dalam bidang investasi. Yang saya tulis semata-mata hanya merupakan fenomena yang terjadi di masa kini di kalangan orang muda kita yang seringkali pakai prinsip YOLO (You Only Live Once), tau-tau nyungsep. With all the risk dan kemungkinan komentar atau opini negatif yang akan muncul, I can say that I am ready to write this down. Saya nulis ini terutama buat diri saya, sebagai self-reminder.

Mungkin sudah banyak orang yang membaca soal Warren Buffet dan frugal living ala dia (frugal = hemat, bukan pelit). Bayangkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia, dia masih tinggal di rumah kecil yang sama yang dia beli lebih dari 50 tahun yang lalu. Hobinya masih sama, nonton tivi, dan dia tidak suka hal berbau luxury. Dia bukan tipe yang suka beli mobil mewah, ataupun travel ala sosialit. Is he happy? Yes he is! He found the true meaning of happiness through his modest way of living. Sementara, sebagian besar dari kita, jauh lebih miskin daripada Buffet, tapi hidupnya suka foya-foya, terus ngeluh ngga bisa nabung. Terus apa saja sih nasehat pentingnya Buffet yang applicable buat kita-kita ini terutama pasangan muda? Psstt.. kalau anda duitnya segunung dan nggak berseri, mungkin dilewatin aja, ini berlaku buat orang-orang yang masih struggling, termasuk saya.

1. Jauhkan diri dari hutang (terutama hutang kartu kredit).

Saya masih ingat, teman saya pernah cerita, kalau dia memutuskan untuk tidak jadi nikah gara-gara pasangannya itu kepingin banget bikin pesta besar-besaran, tetapi modalnya dari ngutang, terus berharap kalau nanti pestanya sudah selesai, uang angpao yang terkumpul bisa dipakai buat bayar hutangnya. Bisa dibayangin ngga, itu baru awal sebuah rumah tangga, tetapi sudah dimulai dari hutang duluan demi sebuah pesta pernikahan yang meriah. Terus habis bayar hutang apa yang terjadi? Buntung! Kalau hutang bisa ketutup sama angpao, lah kalau ngga? Pondasi pernikahannya jadi sudah timpang duluan gara-gara bukannya sibuk untuk memulai rumah tangga, melainkan sibuk untuk bayar hutang. Padahal mau pesta meriah atau ngga, yang namanya nikah ya tetep nikah kan?

"Tapi nanti diomongin orang kalau nggak pesta meriah..." Lalu kalau ngutang, yang gossipin mau bayarin gitu? Lagian, ngundang banyak orang yang terpenting juga cuma makanan cukup, dan kapasitas ruangan sesuai. Sisanya sih printilan yang bisa disesuaikan. Beli sepatu Loubutin juga banyakan cuma dipake buat foto, gak beneran dipake. Warren Buffet ini sempat nikah lagi di tahun 2006. He was already a billionaire at that moment. Tapi di mana dia nikah? Di rumah anaknya sendiri, pesta kecil, dan cuma berlangsung 15 menit. Tentu nggak bisa kita juga ekstrim seperti dia. Saya sendiri dulu menikah kepingin kok meriah, tetapi ya tentu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Kalau disesuaikan dengan keinginan mah, nggak ada habisnya! The wedding business people selalu mengagungkan: Nikah itu sekali seumur hidup, jadi harus sebagus-bagusnya. Ya tentu, yang ngomong nyari duitnya dari situ kan?

Kemudian yang menjadi prinsip pasangan muda sekarang adalah: Nikah aja dulu, nanti ke depannya pikirin belakangan. Mendadak lupa, kalau kehidupan habis nikah itu, ternyata berat! Setelah nikah, mau tinggal di mana? Syukur-syukur kalau dapat rumah dari orang tua, wuih blessing banget itu! Bersyukur juga kalau dapat tempat di rumah mertua atau orang tua sendiri, masih lumayan, gak usah mikirin beli baru. Tapi yang namanya tinggal sama mertua, belum tentu selamanya cocok kan? Bisa aja suatu hari harus pindah karena satu dan lain hal. Ada juga yang bilang, sewa aja lah, apartemen kek, kamar kek, sambil kumpulin duit buat beli rumah. Tau-tau pas mau beli rumah, uangnya juga udah gak cukup untuk DP karena harga rumah terus naik... kemudian lemes. Belum lagi nanti bakalan punya anak, yang berarti biaya bakalan berlipat ganda.

Satu-satunya hutang yang menurut saya masih bisa dimaklumi adalah hutang untuk pembelian tempat tinggal. Karena apa? Karena harga rumah/ apartemen ini akan terus naik, jadi misalnya bayar bunga pun, seengganya sepadan dengan naiknya harga properti. Kalau dirasa sudah bisa untuk beli, belilah! Jangan ditunda. "Tapi rumahnya jauh, di ujung berung sana...." Hey, BSD dan Cibubur itu dulunya orang bilang tempat jin buang anak. Now look at the development, ternyata yang dulu jauh sekarang malah jadi dekat, dan harganya udah mihil. Kalian aja pas Lebaran pada berebut main ke Aeon kan? Waktu saya memutuskan mau nikah sama suami, saya bilang ke dia, let's find a house. Gak usah mewah, gak usah besar, gak usah baru, yang penting milik kita. And though it was very hard at the beginning (tau sendiri harga rumah kayak apa), tapi habis nikah itu rasanya lega banget. Seenggaknya kita tau, kalau kita sudah memiliki investasi jangka panjang (yang dibeli dengan keringat bercucuran berember-ember).

Terus kenapa sebaiknya ngga hutang barang-barang lain? Boleh hutang, asal bunganya nol persen! Kalau ada bunga, jangan deh. Beli mobil itu, harganya bakalan nyungsep depresiasi, sementara kita masih terus bayar cicilan plus bunga. Tau-tau harga mobil tinggal 50 persennya by the time kita kelarin cicilan. "Tapi mobil murah kok cicilannya, lagian butuh." Oke, kalau memang betul-betul butuh, pikirkan ini ya. Kalau beli mobil = beli mobilnya, beli asuransi, beli bensin, bayar maintenance, dan ada depresiasi. FYI, saya kemarin baru servis mobil di bengkel resmi, mobil saya city car kecil 1500 CC, servis rutin 50,000km itu biayanya IDR 2.5 juta. Asuransinya per tahun hampir IDR 4 juta. Jadi sungguh pikir-pikir kalau mau beli mobil, jangan cuma mikir enaknya aja. Ngga enaknya juga banyak. "Tapi mobil diliat orang, kalau rumah ngga." Yak, terserah deh.....
Gambar diambil dari Mice Cartoon
Lalu gimana kalau kalau ngutang pakai kartu kredit. Seremmm... Bunganya super besar dan berganda. Boleh gak jadinya pakai kartu kredit? Boleh! Tapi bayar lunas pas tagihan datang. Never let the interest tie you. Jadi kartu kredit, biar namanya kredit, jangan dipakai buat hutang jangka panjang, itu setan beneran! Bunganya cuma 3.5%. Iya, 3.5% per bulan! Kalau setahun 42%, dan bunganya itu mencakup seluruh balance, jadi ibarat bunga berbunga! Bunga KPR aja 15% dari remaining balance loh.  Saya pernah kenal orang, bangga punya kartu kredit lebih dari sepuluh. Giliran dihajar sama debt collector, baru terkencing-kencing, dan sempet ngilang segala. Masih mau ngutang kartu kredit?

2. Jangan pedulikan apa yang orang lain miliki

Seperti yang tadi sudah saya tulis di atas, Warren Buffet tidak pernah peduli dengan kemewahan yang orang-orang lain miliki. Sementara kalau kita gimana? Tiap hari lihat sosial media, mengagumi segala sesuatu yang orang pakai dan yang orang lain lakukan. Apa aja sih rata-rata godaan yang sering beredar di sosial media?

- Tas, sepatu, gadget, dan segala sesuatu yang menunjang gaya hidup

Liat temennya pake tas baru, ngiler. Liat temennya pakai sepatu baru, ngiler. Liat temennya pake HP terbaru, ngiler. Lagian, temennya juga sih, pake ngepost-ngepost segala di socmed. Ealah, kok nyalahin temen. Terserah dia sih dia mau ngepost apa, yang penting, kita jangan tergoda. "Tapi ada cicilan 12 bulan 0 persen loh..." Iya, tapi butuh ngga? Telepon kita yang canggih sangat itu dipakenya mentok buat apa? Palingan chatting, FB-an, Insta-an, Path-an, foto-foto narsis, dan nelepon. Iye, nelepon yg paling blakang soalnya paling jarang. Terus ngapain ganti tiap setahun sekali? Terus tas kita harganya puluhan, ratusan juta, tapi tiap bulan ngeluh bayar cicilan, apa nggak malu sama tasnya?

- Jalan-jalan dan liburan

Gara-gara bertebaran foto orang lain lagi liburan, jadi ikutan kepingin. Apalagi banyak foto-foto kaki berjempol dengan latar belakang lautan atau kolam renang, jadi ikutan gatel kepingin nyusul. Suasana yang tadinya sebenernya biasa aja di rumah, mendadak jadi terasa sumpek dan membosankan. Lihat keadaan balance di bank, sebenernya pas-pasan. Demi supaya tetep eksis, akhirnya tetep liburan, dengan dana pas-pasan dan yang ada jadi irit sana sini (bagus kalau masih bisa irit). Tapi ada juga yang nekad gesek aja terus pakai kartu kredit. Buat yang super irit ternyata liburannya malah bikin cape karena nggak relax, balik-balik bukannya seger malah lemes, tapi yang penting dapet foto berlatar belakang tempat tujuan yang lagi hits (biar bisa masuk socmed). Buat yang duit pas-pasan tapi liburan luxury, akhirnya pas akhir bulan tagihan bengkak dan stress lagi. Jadi ngapain liburan kalau ujung-ujungnya maksa? What's the point of having vacation?

- Kosmetik dan Skin Care

Satu lagi racunnya kaum perempuan. Kenapa saya bilang racun? Karena kadang belum di test kadar kecocokannya aja udah dibeli dan dipajang di socmed! Salahkan lagi orang yang duluan ngepost, jadi bikin yang lain tergiur. Yang tadinya cuma mau beli lipstik sebiji, jadi beli berbiji-biji soalnya merek yang lagi ngetrend banyak, dan kayaknya keren kalau koleksinya difoto berderet-deret terus dipajang. Belum lagi skin care yang berjeti-jeti juga dipajang dulu sebelum dipakai. Padahal pas udah dipakai ternyata kulit bukan jadi bagus malah hancur lebur dan sisa produknya cuma ngejogrok aja di pojokan. Yah gak apa-apa lah ya, yang penting eksis duluan. Padahal kalau kita sudah cocok sama satu produk, mau murah ataupun mahal, stick to it aja. Ngapain coba-coba kan? Syukur-syukur yang murah cocok. Percaya atau ngga, lima tahun terakhir ini, saya cuma beli lipstick sebiji seharga IDR 89rb. Sisanya? Lungsuran dari mertua yang hobi beli lipstick tapi cuma dipakai sekali dua kali. Itu aja semua nggak habis2! Pas dulu mau lamaran, saya milihnya kosmetik murah-murah buat ditaruh di box lamaran. Mertua saya melotot, katanya malu masak lamaran isinya kosmetik murah. Jadi ditambahin sama dia produk YSL sama Estee Lauder. Terus apa kalau pakai kosmetik mahal pas lamaran, kawinannya jadi lebih awet? Ya jelas ngga ngefek lah! Dan sampai sekarang produk2nya masih ada nangkring gak kepake haha. (Yang kepake malah hand blender!)

- Tempat Makan Ngehits 

"Masak lu belum ke Benedict sih, Le?" Iye, belum. "Terus belum ke Union yang so several years ago?" Iye, belum juga, bau rokok. "Belum ke Tim Ho Wan?" Belum, males antri. "Martabak aneka rasa?" Belum juga, dan masih setia sama yang standar. Saya ngaku, saya dari dulu termasuk orang yang hobi makan dan suka ke tempat baru. Tapi itu pas saya masih belum nikah, masih suka jalan sama temen seabrek, dan masih rela ikut-ikutan antri buat nyoba sesuatu. Sekarang sudah ngga lagi. Am I getting poor? No, I decided to change my style. Banyak orang bela-belain pergi ke tempat baru, foto makanannya, upload ke socmed, supaya tetap kekinian. Seringkali makanannya belum tentu enak, tapi tempatnya instagram-able banget, sehingga rela antri demi sebuah foto yang ciamik. Some of the places put really high price tag for mediocre food. Tapi kenapa rame? Ya itu, orang Asia memang umumnya gak tahan sama yang baru-baru dan ngetrend. Yang ada, kantong bolong cuma supaya kelihatan gaul. Saya sendiri lebih seneng masak di rumah, bikin resep-resep baru. Tapi bukan berarti nggak suka makan di luar. Tetep suka, tapi dikurangi aja frekuensinya, dan cari tempat yang nyaman (di suasana dan di kantong). Special event, boleh lah splurge dikit, atau kalau lagi keluar kota, boleh ke yang ngehits. Serius, berasa deh hematnya memasak di rumah. Pakai bahan rada premium aja masih tetep irit.

- Perlengkapan Buat Anak

Sekarang ini, para calon ibu dan ibu baru, kayaknya perlengkapan perangnya udah heboh banget. Beli ini itu, dan semuanya dijejerin di socmed. Buat ibu-ibu lain yang melihat, yang tadinya dirasa nggak perlu, lama-lama jadi terasa perlu. Yang tadinya mau beli merek sederhana, karena tergoda jadi beli merek mahal, yang tadinya kebutuhan sekunder, mendadak diprimer-primerin. Belum lagi segala mainan edukasi yang katanya bikin anak tambah pinter. Memang sih, seringkali kita mikirnya, "Kan ini buat anak, harus kasih yang terbaik dong..." Balik lagi tanya ke diri sendiri, apakah anaknya tau dan mengerti? Anak kecil mah nggak ada gengsi, yang ada gengsi itu orang tuanya. Lalu apakah dikasih mainan edukasi anaknya jadi pinter? Anak dikasih sumpit sama kaleng aja udah seneng kok. Soal belajar mah, kudu orang terdekatnya yang dampingi. Terkadang, orang tua suka lupa, kalau kebutuhan anak itu bukan cuma barang. Masih jauhhhh banget kebutuhan ke depannya. Pas ibunya hamil aja kontrol bulanan udah mahal, belum lagi biaya melahirkan. Habis dilahirkan, anak ini vaksinnya sudah berentet. Ada 1 vaksin yang sekali suntik bisa habis IDR 1.3 juta dan harus diulang. Dan tau sendiri kan berapa banyak jenis vaksin anak? Kalau sakit, ke dokter juga mahal. Belum lagi nanti anak ini akan mulai sekolah, ada uang pangkal, uang kegiatan, uang sekolah, uang seragam, uang buku, dan lain-lainnya, dan akan berlanjut sampai 20 sekian tahun ke depan. Serem? Iya! Kalau saya bilang, punya anak itu siapnya harus fisik, mental, spiritual, dan finansial. Makanya mumpung masih muda, ayo kita nabung.

3. Jangan Lupa Untuk Memberi

Warren Buffet saat ini net worthnya mencapai USD 328 Billion (hitung sendiri nolnya jadi ada berapa kalau dirupiahkan), dan tahun 2006, dia mengumumkan kalau  sebagian besar dari kekayaannya akan dia sumbangkan untuk kemanusiaan, bukan untuk keluarganya sendiri. Salah satu dari sumbangan itu diserahkan melalui Bill and Melinda Gates Foundation berupa saham dengan nilai USD 30.7 Billion, yang berarti merupakan donasi amal tertinggi sepanjang sejarah. Belum lagi banyak kegiatan amal "kecil" yang dia lakukan yang membuat dia terkenal sebagai seorang pemimpin filantropis. Gara-gara "langkah kecil" dari Warren Buffet, di tahun 2010 lalu Warren Buffet, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg menandatangani sebuah janji, kalau mereka akan menyumbangkan lebih dari separuh kekayaan mereka sepanjang hidup, dan mengundang seluruh orang super kaya di dunia untuk ikut melakukannya. Amazing banget kan?

Ada satu statement dia yang menurut saya menarik. "I want to give my kids just enough so that they would feel that they could do anything, but not so much that they would feel like doing nothing". Bandingkan dengan banyak orang yang kekayaannya jauh lebih sedikit dari dia, tapi mendidik anak dengan kondisi super mewah sehingga anak sama sekali tidak pernah merasakan kesulitan. Bahkan yang ekonominya menengah anget-anget aja sering memanjakan anak secara luar biasa sehingga anak malah menjadi boss kecil di rumah yang seringkali kurang tata krama dan tidak menghargai orang lain. Banyak sekali anak-anak muda jaman sekarang yang masih ABG, tidak tau rasanya kerja keras, tetapi sudah memakai barang branded dari ujung rambut sampai ujung kaki yang tidak sesuai umur, and sadly they are totally approved by their parents. 

Saya bukan seorang donatur besar. Kadang mau nyumbang juga sering mikir (siapa sih yang 100% ngga mikir kalau mau nyumbang). Tetapi saya punya kesepakatan kecil sama suami saya soal sumbang menyumbang ini. Intinya, walaupun jumlahnya mungkin tidak besar di mata orang lain, yang penting kita kasih dan yang penting kita rela. Dan sampai saat ini, belum pernah ada cerita di dunia yang headlinenya "Bapak dan Ibu X jatuh miskin karena kebanyakan menyumbang". Jadi saya percaya, saya nggak akan jatuh miskin gara-gara ngasih sumbangan. Saya akan berusaha keras untuk menanamkan hal yang sama ke anak-anak kelak, moga-moga siapa tau mereka bisa menjadi seorang donatur yang lebih hebat dari orang tuanya.

Kesimpulan

If you aren't sitting on a fortune and are letting what you have slip away in discretionary spending and unnecessary expenses, you're as far from future wealth as anyone can be.


Memang ngga semua orang punya cita-cita jadi kaya raya, tapi seenggaknya kita kepingin hidup cukup. Apa yang kita butuhkan (bukan kita mau ya), itu akan tercapai dan tepat pada waktunya. Dan sebagai orang yang nggak kaya, kita itu harus bisa berhemat, tidak mendasari pengeluaran pada kemauan (yang umumnya banyakan gak penting-penting banget), melainkan pada kebutuhan. Jangan kebanyakan ikut-ikutan atau punya rasa iri sama orang. Kalau kamu bangkrut gara-gara ngikutin gaya orang lain, ngga ada juga yang bisa bantu kamu selain dirimu sendiri dan pasanganmu tentunya. Sebagai seorang istri, saya adalah CFO rumah tangga, yang berarti saya harus punya effort yang cukup untuk memastikan kalau kebutuhan keluarga saya terpenuhi. Saya juga harus berani berkata tidak untuk ide-ide pasangan saya seandainya itu tidak masuk dalam penghitungan budget kita.

Mantan boss saya pernah bilang, "Kalau kamu naik pangkat di kantor, jangan gaya hidupmu juga naik pangkat. Dulu makan siang di warteg, jangan ganti jadi makan di restoran. Tetep makan di warteg, jangan kemakan gengsi. Tabung, dan pastikan masa depan keluargamu lebih baik." 

Jadi, tiap kali saya mau impulse untuk beli sesuatu yang ngga penting-penting banget, tiap kali juga saya selalu ingat, ada kata itu. MASA DEPAN. "Tapi YOLO, Le.... hidup harus dinikmati!" Lah, dikira saya gak lagi menikmati?

113 comments:

  1. Aduh bijak sekali ibu leony. Hehe. Tp gw setuju kok. :)
    Walaupun emang setiap org punya prioritas yg berbeda tp ya in general sama ya, jangan berhutang (kecuali rumah - btw nyesel ya dulu gak beli rumah di bsd pas masih murah haha), gak ush ikut ikutan orang atau kemakan gengsi, dan beramal.

    Tetep harus bisa menikmati hidup (biar gak stres) tp jangan maksain di luar kemampuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Man, prioritas orang pasti beda-beda, makanya harus disusun prioritas itu. Kecenderungan orang ya serakah, semuanya dimauin, tapi pondasi finansialnya gak ada. Akhirnya keren di luar kopong di dalam.

      Delete
  2. Kalimat yg selalu gw inget adalah beli sesuai kebutuhan, jangan keinginan. Yang mahal itu emang gaya hidup, bukan biaya hidup:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Exactly Pak Agus. Social pressure emang kelewat besar buat orang-orang kita. Selalu mikir apa kata orang. Akhirnya cape cuma buat melayani apa kata orang.

      Delete
  3. Gw justru suka banget sama tulisan u kali ini.. kita tiap hari dibombardir dengan kehidupan orang lain yang keliatan perfect banget di socmed, beli barang branded, jalan kesana-kemari, makan2 melulu, dll.. ya kalo mank beneran mampu sih ga apa, tapi kalo sampe ngutang and ga ada tabungan mah ngenes.. Kedepannya ga tahu kan sikon kayak apa, apa usaha terus lancar? apa kerjaan terus stabil? jadi mank gw setuju banget ma tulisan u untuk lebih nabung and beli yang memang butuh (bukan pengen, kalo pengen mah ga ada abisnya dech...)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak orang yang justru jadi binge shopper and binge eater padahal gara-gara stress ga bisa menghadapi kenyataan ya hehe. Banyak loh orang-orang yang hutangnya bertumpuk, terus stress berat. Tapi bukannya nyelesaiin hutangnya, malah akhirnya liburan, makan2 enak, pake prinsip YOLO.... terus kabur.

      Delete
  4. akhh suka dan setuju banget sama tulisannya mba leony ini, kalo ngikutin gaya hidup mah emang ga ada abisnya, kita yang harus tau mana yang emang kebutuhan, mana yang keinginan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan jangan lupa menabung ya Dian. Ngeri loh, jaman dulu hutang mah beneran hutang ke orang dan dikejar-kejar beneran. Kalau sekarang, hutang ke bank, gesek sana sini, gak perlu begging minta duitnya alias gak keliatan proses ngutangnya. Tau2 tagihan setumpuk.

      Delete
  5. Setujuuu.
    Kadang memang iklan sosmed sangat menggoda. Dulu ya aku cuma pake pelembab trus bedak, habis itu nambah pelembap - bb cream - bedak. Sekarang ya : Toner - FTE - pelembab - bb cream - bedak.
    No wonder saban ke kantor mesti telat. hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, toner sama FTEnya mesti didiemin sejenak pula ya Pau sebelum nambahin yang lain. Aku ga cocok pake SK II, cocoknya ga pake apa-apa so far, serasa blessing in disguise. Ya tapi kalau kamu cocok dan gak keberatan belinya, sebenernya gak apa-apa. Yang repot itu kan kalau maksain cuma karena pressure harus pakai skincare.

      Delete
    2. pressure secara natural iya, jam tubuh udah bekerja, mau ga mau mesti melirik penambahan fasilitas wajah selain pelembap dan bb cream :)
      Kalo maksain sih masih ada banyak itu mata rantai yang belon terisi, macem serum, sunblock,night care, dsb dsb. hehehe
      SKII cocok sih, dan memang hasilnya ada #bukansales#bukanpromo#gapakekomisi
      Anggep aja investasi hehehe
      Beruntung lo kalo ga pake apa2 bisa bagus, trully blessing in disguise

      Delete
    3. Iya Pau, dulu gue jg ada pressure dr temen2 gue. Malah ada yang pas gue masih umur 20an bilang, "Liat nanti, kalau elu ngga pake skincare, umur 30 mukalu bakalan keriput!" Dan gue bersyukur gue gak maksain cuma gara-gara kemakan gengsi, tau2 muka gue ancur gimana? Terus ternyata muka temen gue itu juga gak lebih baik dari muka gue. Tapi ya one day, kalau memang dirasa sudah mulai agak berubah kondisi (misalnya mendadak kering banget), itu artinya gue emang sudah harus mulai investasi :)

      Delete
  6. Wah wajib dibaca nih ci tulisannya...bener ci yang masalah jgn berhutang lewat kredit card karna ak pernah di posisi itu 4th yang lalu jaman2 masih single n bisa menghasilkan uang sendiri, kr ceritanya pengen mengikuti tren yang ada tp pemasukan tidak mencukupi jadinya geseklah itu CC hahhahah yang ada tiap gajian selalu berasa ndk pernah gajian karna buat bayar tagihan CC dan klo dilihat ndk ada hasilnya wong yg dibeli tas n sepatu yg mana lambat laun rusak juga hahhahaha, baru ngeh klo gaya hidup salah pas kenal ma suami dan mulai serius ...ditanya tabunganku berapa? jadi kita bs mulai berhitung buat biaya nikah huaaa ak jwb tabunganku Nol besar, akhirny selama 1th pelan2 hutang CC diberesin dan kartunya dipatahkan ma budi biar diriku ndk tergoda buat gesek...akhirny pelan2 mulai bs menabung dan menikah wlpn dgn sederhana tp dari keringat berdua.

    Bener ci, sosmed racun hahahhaha hrs bnr2 membentengi diri biar ndk tergiur...apalg pas belanja keperluan baby astaga bnr2 pengen beli semua untung belanja berdua ma suami jadi saling mengingatkan beli yg butuh buat baby baru lahir sisany menyusul sambil jalan

    thx u for sharing ya ci...bnr2 ak jadi bisa belajar mengatur uang rumah tangga n lebih bijak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici ga pernah ngutang CC yang ga dibayar lunas, tapi pernah telat 1 kali. Telat sekali aja, bunganya udah bikin kaget. Padahal saat itu kesalahan perusahaan kartu yang tagihannya gak sampe, tapi nego ngilangin bunganya aja lama sampe debat2an bikin kesel. Tapi cici banyak kenal org yang ngutang CC, dan tau rasanya pasti berat banget saat bayar dan juga saat harus mengubah lifestyle.

      Berarti Mir, kamu ketemu Budi itu blessing banget, karena memang perlu usaha berdua untuk bikin rumah tangga yang sehat, apalagi kalian akan segera punya anak.Glad to hear your story Mir and thanks for sharing too.

      Delete
    2. Iya ci...klo masih pake gaya hidup kek dulu bisa hancur keuangan rumah tangga, sama2 ci ak juga seneng ada postingan kek gini jadi semacam reminder kita

      Delete
    3. Tambah tua emang kudu tambah bijak ya Mir, dan itu artinya harus lebih nebelin kuping dan mata untuk mencoba menghalau godaan-godaan.

      Delete
  7. iyaaaaa... sosmed kalo ampe ngeracunin hati dan pikiran mendingan ditutup hihi... disebut ansos ga pa-pa deh, fokus ke prioritas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semuanya balik lagi ke self control. Mau punya socmed macem-macem tp kalau teguh hati ya amannnn. Seandainya ngikutin rekomendasi orang juga harus dipikir kebutuhan dan kemampuan. Intinya sih tau diri aja dah.

      Delete
  8. Wah keren banget quote dari Warren Buffet yang soal meneruskan kekayaannya buat anak2nya.. Dan setuju banget ci, aku dr dulu udah menanamkan di otak, ga ada orang yang jatoh miskin karena beramal.. Jadi dari dulu aku latihan, iya latihan. Supaya ikhlas beramal :D
    Aku ga pernah punya CC dari dulu T.T Punya debit card doank. CC enaknya bisa banyak promo ya..Asal dibayar tepat waktu. Hehe..

    Bagus banget ci tulisannya! Ga ada kesan menggurui, dan sangat setuju sama isinya. Emang racun nya sosmed ya, musti pinter2 kontrol diri. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Debit Card juga bahaya (kalau tabungannya banyak hahahaha, tau2 ludes). CC sih punya gak apa-apa. Praktis, karena nggak harus bawa duit cash, dan bisa nahan pembayaran sampai akhir bulan. Tapi ya beneran jangan pernah dipake ngutang. Bahayaaaa.... Self control ini ultimate banget dalam hidup. Gak usah terhadap socmed, terhadap behaviour kita ke orang juga butuh banget self control.

      Delete
  9. Aku suka banget ci sama postingan iniiiiiiiiiiiiiii gile suka banget nget nget. Hahaha. Sampe aku kasih liat ke temen-temen :D Makasih buat remindernya ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Live. Bagikan gak apa-apa seluasnya. Emang tujuannya untuk berbagi. Soalnya ini gue tulis pake cara ibu-ibu banget, gak pakai istilah finansial aneh-aneh, semuanya serba common sense tapi seringkali kita lupa.

      Delete
  10. "Gara-gara bertebaran foto orang lain lagi liburan, jadi ikutan kepingin. Apalagi banyak foto-foto kaki berjempol dengan latar belakang lautan atau kolam renang, jadi ikutan gatel kepingin nyusul. Suasana yang tadinya sebenernya biasa aja di rumah, mendadak jadi terasa sumpek dan membosankan."

    HAAAAAA... bener banget ini ci leonyyy... apalagi bulan kapan tuh yang orang2 kayak pada bedol desa ke jepang! bawaannya jadi sumpek dan bosen karena kitorang di jakarta2 ajah... jadi merasa paling merana sedunia.
    Soal racun skincare juga banget tuh.. soalnya aku baru beberapa bulan ini kerajingan baca forum wanita urban dan mantengin ig beauty blogger... semakin PO dan susah di ucapin, semakin OK kayaknya ya kalo pake skincare2 itu.. hahahah nyusahin dompet amat sih emang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahaha...Padahal pada bedol desa ke Jepang dan Taiwan itu gara-gara sekarang ada airlines budget yang mulai buka cabang ke daerah sono ya. Kalau gue, daripada gue maksain dengan duit seadanya, mendingan tunggu, atau pergi yang deket-deket tapi bener-bener terasa liburannya alias santai dan lebih "lux" dikit. Liburan kan tujuannya supaya kita pas balik itu happy, jangan sampe abis liburan malah mutung. Soal kosmetik... jadi inget ada lipstick yang di counter harga 350 rebu, gara2 dipake sama artis jadi susah dicari dimana2 dan dijual OL seharga 500-600rebu. Halah...puyeng. Pedahal mah, kalo muke gue bluwek begini, pake lipstik sejuta jg tetep bluwek haha.

      Delete
  11. thanks bgt ci postingnya karena ada beberapa yg bkin gw ikut kesentil juga heheh..
    tp point pertama itu gw banget sih ci, sampai skrg gw gak mau pake CC lagi karena dulu pernah ngalamin hal yg gak enak pake CC. Krn gak bs kontrol akhirnya bablas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue aja kesentil kok sama lifestylenya Warren Buffet. Makanya gue merasa perlu membagi ini deh ke semua orang, walaupun mgkn ga semua orang suka bacanya karena ya, the truth hurts kadang2. Makasih udah makin meyakinkan juga buat orang-orang kalau ngutang pake CC itu sungguh ter..la.. lu... hihihi.

      Delete
  12. mendingan jangan ikut sosmed deh, kalo rasa iri masih besar, daripada nyungsep.....haha, gue sendiri kalo soal mobil, baju,tas,dandan dll, gak bakal gue iri...tapi kalo liburan gue kadang iri..akhirnya gue ikutan tapi dengan cara gue sendiri (yg sudah disesuaikan)..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting habis liburan itu happy dan bersemangat ya Bertha. Jangan sampe abis liburan ikutan lemes dan nyungsep (gara-gara spending liburan ga terkontrol).

      Delete
  13. Keren bgt postingan ini Le.
    aku malah ga tau benedict dan tim ho itu apa hehe
    Btw aku pernah denger ada quote yg kira2 bunyinya gini when you have more money dont raise your standard of living but raise your standars of giving..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benedict itu resto yang menu utamanya Egg Benedict Bon. Lagi ngehits banget buat brunch place. Kalau Tim Ho Wan itu restaurant Dim Sum cabang dari HK (The cheapest Michelin Star Resto). Tapi kenyataannya di Jakarta malah jadi a bit pricey untuk dimsum dan rasanya biasa aja (based on temen2 dan ipar bilang).

      Exactly, itu quote yang bagus banget. Kalau dulu bisa nyumbang 10rb, pas naik gaji jangan sampai sumbangan tetep 10rb, tapi beli tasnya harga naik 10 kali lipet ya hahaha.

      Delete
  14. setujuuuu banget sama tulisan ini. kadang yang bikin nyesek itu kalau pas acara ngumpul bareng. barang mereka super high, dan saya cuma sendal jepit ditambahain pernak-pernik biar gaya hahaha...tapi ya itu tadi, kalau inget masa depan segalanya bakalan terlewatkan termasuk iri:) salam kenal mbak leony

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, sendal jepit kalo Tory Burch juga lebih mahal daripada sepatu loh hwhahahaha *minta dipentung*. Bikin your own style aja ya, yang penting tetep representatif, ga malu-maluin dan kitanya tetep pede. Toh yang bisa dibanggakan bukan cuma barang, masih ada kepribadian dan itelegensia. Salam kenal juga!

      Delete
  15. Setuju banget ci. dan tersentil sama beberapa pointnya. emang bener.. terkadang gaji naik, gaya hidup juga ikutan naik. makanya berasa gaji gak pernah cukup ya.. :) thank for reminder! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget tuh Poi, sesuai yang mantan bos gue dulu bilang soal naek gaji tapi makan jadi di resto bukan di warteg, jadinya beneran gak pernah bisa save. Terlalu terpaku sama omongan tipe "Masak udah manajer masih naek motor?", akhirnya terpaksa kredit mobil duluan, padahal gak butuh-butuh amat, cuma gara-gara gengsi.

      Delete
  16. ah mama abby bijak bener! tapi gw setuju sama semua point loe, le!
    once gw pernah kartu kredit semasa lugu dan bodoh dan kapok!!!
    kita sama - sama terus belajar yak!! gw belajar kuncinya be grateful dan be content niscaya semua yang kita butuhin terpenuhi , .. gw juga masih belajar terus nih, .. suka mendadak buta kalo udah pengen! HAHAHA ..

    btw, dikau agustus berapa yak? sama - sama agustus nih kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warren Buffet yang bijak, mama Abby cuma lagi belajar, dan ikut sharing supaya semua bisa ikutan belajar sama Om Buffet hihihi. Wah ternyata lu pernah kena jebakan betmen juga ya sama CC. Eh jangan sampe buta, mesti kerjasama sama suami buat melekin mata hahahaha. Gue Agustus 16.

      Delete
    2. iyaaa biar udah dicolok sama suami suka tetep belaga buta! batu yak! HAHA ..
      kita beda seminggu nih :)

      Delete
    3. Wah lu seminggu sebelum apa sesudah? Kalo sebelum sama2 Leo dong hahaha.

      Delete
  17. punya mobil itu mahal...service nya, ganti ban, pajaknya... huhuhu mahal banget deh. makanya cukup punya 1 mobil aja.. hehee :)

    gw juga waktu lahirin Joanna udah ketauan punya penyakit bawaan lahir yaitu jantung, langsung mulai menabung dikit2. Jadiin prioritas. Setidaknya PJB Joanna bukan yang mendesak harus di operasi, jadi gw punya waktu 1tahun lebih untuk menabung dikit2.
    sekarang lagi musim susah cari duit bagi yang pedagang, jadi cuma bisa bertahan dan bertahan. Kalo dulunya ga punya duit, wuah bakal sengsara deh. Yang banyak duitnya mah enak bisa jalan2..hehee :)

    Betul.. gw juga suka memanfaatkan kartu kredit yang cicilannya 12bulan dengan bunga 0% untuk hal memberi. Dan bener kata loe ga ada yang jatuh miskin gara2 memberi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyeee... bener banget tuh, pajak kan mestinya turun ya karena harga mobil turun. Eh kok malah naek? Hiyaaaahhhh....

      Iya Fun, memang keadaan ekonomi secara overall aja bisa naik turun, dan itu sangat berpengaruh ke kehidupan sehari-hari. Kalau masih mau maksain spending kayak orang lain (yang apparently kita jg gak tau aslinya beneran banyak duit atau ngutang), kitanya malah jadi stress.

      Delete
  18. Le.. Gw setuju sm postingan lu.. Wlopun tiap org punya keinginan sendiri2 yah..
    Dan yessss.. Org berbondong2 beli skincare mahal dan lipen mahal, aplot di sosmed, blm tentu dipake smuaaaa.. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap orang pasti punya keinginan, tapi belum tentu keinginan sesuai sama kebutuhan. Kudu pinter2 bener ya Ye ngatur prioritas, apalagi kita udah jadi ibu. Percaya atau ngga, gue aja yang jaraaanngg banget beli kosmetik, bisa punya 2 pouch penuh of used cosmetics yang paling dipake dikitttt banget.

      Delete
  19. Iyaaa ibu Leony.,saya setuju bangett...hayooo nabung..nabung dan nabung..,yang nikmatin nantinya kita2 juga toh...kalo liatin orang lain punya ini punya itumah, hidup nya bakal stress! Bersyukur aja selalu sama yang udah didapat....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bersyukur dan berbagi ya Ci. Berbagi itu kan bentuk dari rasa syukur kita juga. Di atas langit masih ada langit kalau mau ikutin gaya hidup. Ehhhh ternyata yang kaya banget macem Mark Z, Gates, sama Buffet kok malah nyante abis gayanya.

      Delete
  20. Bener banget ini Le, yang penting tau skala prioritas ya. Btw, kalau untuk jangka pendek macam setahun gitu emang nabung perlu bgt. Tapi kalau untuk lebih dari itu mending inves ya kan, sayang kemakan inflasi sama admin kalo nabung aja :D iya ga sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang gue maksud nabung itu bukan literally tabungan di bank Py. Yang gue maksud nabung = save. Save your money, bisa dalam bentuk deposito, investasi property, investasi reksadana, investasi asuransi pendidikan, dll. Intinya jangan diabis2in dan cuma kayak asal lewat mengalir.

      Delete
  21. Lam kenal ci Le :)
    Keren banget ini postingnya.. TOP BGT
    Kalo ak memang dari dulu selalu ditanemin ortu untuk ga hidup dari gengsi..
    Iya, bersyukur banget, jadi aku ga pernah sama sekali yg namanya kejar2an gaya hidup.. Mupeng?? Yah pasti lah ya, tapi ak selalu inget kalo hidup kita masih panjang, kalo bukan dari muda kita menabung yah mau mulainya kapan tho.. Kalau kita ngikutin trend dan jadi kere gara2 itu who's care?
    Dengan ak yg apa adanya juga ga diasingkan koq dari lingkungan.. :)

    Bener tuh ci Le, banyak juga orang di sekitar ak yang tertunggak utang di CC demi gaya hidup tapi yah ditutupin lagi dengan gaya makan di high class resto n dipost terus di SocMed, dan alhasil makin numpuk hutang, yah hasilnya dikejar Debt Coll dan main kucing-kucingan..

    Menikah sekali seumur hidup dan harus mewah, iya banget ci.. Ak ngalamin banget waktu kemarin di preparation wedding loh, namanya marketing toh pinter bangt lah ngomongnya.. Namanya cewe pasti tergoda donk ya, tapi FG (My dear) selalu bilang kalo marriage life is more important than the 2 hours party dear. Iya bener banget, ak juga ga mau lah ya nikah modal ngutang yg ga tau bakal dibayar pake apa.. JAdi mending yah yg penting sah aja secara hukum dan agama, bisa menjamu tamu dengan cukup terhormat lah ya (Maksudnya makanan cukup, tempat memadai, ga nyengsarain tamu & nyesel uda hadir gituu).. After the party, what I feel? Ga nyesel sedikitpun loh kita ga pake tetek bengek yg aneh2 (kita cuma prioritasin budget ke makanan, bridal yg berkualitas dan ga hrs mahal), soalnya itu pesta ga berasa banget deh tau2 cape 1 thn uda lewat gitu aja koq.. hehe..

    Untuk beramal, ini nih yang berat, masih dalam proses belajar.. Utk hal ini, FG selalu ngingetin nih untuk berbagi walau sedikit, yg penting ikhlas katanya, berbagi berkat itu ga akan rugi.. Dan it's done ci.. Ga akan miskin kalo kita menyumbang dengan ikhlas.. Malah berkatnya kita yang terus mengalir, tapi tetap lah ya kalo nyumbang harus ikhlas tulus hati dan ga boleh ngarepin balesan :) But God see it :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Novalinah! Kalau kemakan gengsi, duit abis, terus gak bisa makan, emangnya mau makan tuh gengsi? Hahahahah. Seperti gue sudah tulis di salah satu komen di atas, bukan cuma kekayaan yang bisa bikin orang diterima. Justru sedih loh kalau orang cuma diterima karena kaya, dan cuma ditemenin karena dia kaya. Itu kejadian banyaaakkk banget yang pernah gue liat, orang yang dulu kaya dikelilingin temen-temen deket, mendadak bangkrut and nobody cares.

      Bener banget, pesta cuma sekian jam, dan cici jauh lebih tegang pas di Gereja. Karena di situ justru moment yang sungguh berharga. Cici juga suka sedih loh kalau lihat pengantin pestanya mewah banget tapi di gereja gak care cuma asal lewat (malah bunganya yang terbutut). Lupa kali ya kalau yang bikin status nikah itu bukan di gedung pesta.

      Sama kok, cici juga masih belajar untuk lebih banyak amal, dan yang namanya amal itu kan seumur hidup. Bisa pakai tenaga, bisa pakai uang, bisa pakai barang. Intinya terus berusaha.

      Delete
  22. Ahahahha... Bener sih ci. Aku ga berani pake credit card gede2, takut bablas. Ad 1 credit card khusus cuma buat kebutuhan tersier aja (beli tiket promo, pilih hotel promo), sisanya pake cc cuma buat kebutuhan yg udah berbudget dan kalo ad promonya. Itupun harus d bayar lunas.

    Iya gak ngerti sama anak abg jaman skrg terutama d kota metropolitan, ga pernah ngerasain susah, barang branded. Amit2 kalo ga punya uang gimana hidupnya. Sama kaya mobil juga, org2 suka bilang wi kog u ga bw mobil... Yee bayar cicilan bisaa, isi bensin sama bayar taonanny gmana cobaaa...


    Bersyukur banget kerja d desa ((alamat factorynya desa) jd cost living sama lifestyle aman banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici sih sangat-sangat terbantu dengan adanya kartu kredit. Tapi bukan berarti menggantungkan hidup pada kartu kredit. Itu cuma alat pembayaran, bukan alat ngutang.

      Ya kenapa cici share ini di blog, itu juga karena cici prihatin dan agak serem sama generasi jaman sekarang yang rasanya kok hidupnya hedon banget, apa-apa dinilai dari materi, dan lupa kalau harta orang tuapun suatu saat bisa habis kalau kita ga bisa manage dengan baik. Belum lagi yang ekonominya pas-pasan tetapi mau dianggap ngetrend gara-gara social pressure.

      Delete
  23. setuju le! waktu masih single dulu, gua masih mau nyobain ini itu, pergi kesana sini... tapi setelah nikah, apalagi punya anak, prioritasnya uda beda... dan biarpun dibilang ga kekinian, tapi gua sangat menikmati hidup gua sekarang loh... kan YOLO hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. YOLO mah tetep ya Mel. Tapi pake perhitungan. Mendingan bersakit2 dahulu bersenang2 kemudian. Toh sakitnya juga ga sakit2 amat sih. Cuma butuh ngurangin yg ga perlu.

      Delete
  24. Laf laf laf...sama postingan ini mbak Leony...
    Soal kartu kredit bener banget itu mencekik, waktu baru nikah pernah pake CC buat beli AC nah karena di bulan2 itu lagi bokek2nya sementara rumah juga perlu diisi maka uang kepake terus buat beli kasurlah, komporlah dkk jadinya itu utang CC seharga 3 jutaan dibayar sedikit demi sedikit. Kita mengira ntar bulan ke 5 ato ke 6 pasti lunaslah..tapi apa yg terjadi di bulan ke 5 lha kok utang masih tetep segitu ya ampunn udah deh abis itu lunasin dan tutup aja CCnya. Rupanya memang penghasilan saya & suami blom saatnya make CC deh. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas make mikirnya lebih santai ya.. wah tenang karena tagihan ditahan bisa bayar belakangan. Tapi lupa sama bunganya sementara duit kita kaga nambah2. Serem banget deh CC itu. KPR aja yang harga rumahnya naik udah ngeselin liat bunganya, kalau liat bunga CC lebih bengong lagi. Sebenernya pake CC banyak benefitnya, asal tiap bulan dibayar lunas nas nas.

      Delete
    2. dulu suami apply CC kolektif dr kantor sm temen2nya, iming2 si sales banyak resto sm hotel yg diskon kalo pake CC dari bank itu. Tapi pas udah make baru dipikir2 kita makenya kapan?? lha wong makan di resto mahal juga kagak pernah (kecuali ada yg bayarin hehe)

      Delete
    3. Hahahaha. Yang ada tadinya mau makan biasa, jadi penasaran sama resto mahal ya Hen. Terus bukan untung jadi buntung. Emangnya bank mau bayarin hihihi.

      Delete
  25. hai mbak lei, aq pernah komen di blog mbak tp jarang bgt
    aq slalu suka postingan mbak lei yg apa adanya. dan untuk postingan yg ini juara banget deh. TOP banget, aq mrasa ya ini nih yg terjadi di khidupan nyata banyak orang :D
    aq jd PD skrg, krn kadang minder pas kumpul kluarga, yg lain baju2nya gonta ganti, tasnya baru terus, aq ttp gini gini aja, tp mreka pd ga pny rumah, sedangkan aq udh nyicil rumah sejak awal nikah. walopun rmhku kecil dan kt mreka jauhhhhh, yg penting aq pny investasi kan :D
    soal CC aq pake utk yg perlu bgt, dan aq pastikan bs bayar pas tagihannya kluar,ato cicilan 0%
    soal mobil bahkan aq dikasi papaku aja aq tolak, krn emg mobilnya gratis tp dan lain lainnya kan byk, servis,ganti oli, pajak dkk itu yg aq rasa blm bisa. jd kalo butuh aja deh pinjem mobilnya,hehehe
    soal liburan iya bener bgt suka iri sm org lain, tp akhirnya sadar diri blm bisa, dan sabar suatu saat nanti bisa liburan malah enak pas anak udh gedean bisa menikmati, kalopun pergi skrg yg deket2 aja.
    makasih ya buat postingan ini, oya,aq share ya tulisan ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Qonita, iya kayaknya dulu pernah komen ya tapi entah kapan hahaha. Eh aku kok jadi dipanggil Lei padahal gak ada i-nya namanya. Tapi gak apa juga sih hahaha. Jadi lucu juga kedengerannya.

      Harus banget ya Qonita yang namanya set priorities secara tepat. Kamu punya rumah sebagai investasi, gak masalah kalau nyicil yang penting jadi hak milik. Worst case scenario kalau ada kebutuhan mendesak msh punya property. Terkadang orang jaman sekarang mikirnya sangat short term. Lupa sama hari yang masih panjang, lupa kalau kita harus jadi provider untuk anak2 kita sampai mereka akhirnya bisa mandiri. Yang penting jangan sampai kemakan gengsi. Percaya dirilah dengan apa yang dimiliki sekarang daripada keren tapi ngutang. Sama2, makasih sudah baca postingannya. Semoga walaupun tulisannya jelek dan cara bertuturnya kayak ibu2, bisa membantu ya.

      Delete
  26. setuju semua gua le.

    kartu kredit sebisa mungkin jangan dipake ngutang berbunga. yang ada tiap bulan capek bayarin bunga tapi ga kelar2 tuh hutang.
    gua selalu bayar tagihan 100%, cuma gua sering telat bayar jadi kena denda. dan itu aja berasa kok hiks...
    kalo cicilan 0% gua sering pake dari kartu kredit hihihi...

    kalo kosmetik dari dulu gua yang mur-mer aja. paling mentok sekarang ini pake cosway punya. sempet terpikir mau coba SKII soalnya temen2 pake SKII pada kinclong... tapi ga jadi deh hehehe...

    mengenai sumbangan, ga ada orang jadi bangkrut karena menyumbang, itu quote yang ditekankan papa gua juga sejak gua kecil :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gue selalu bayar tagihan CC di tanggal yang sama Des walaupun lebih awal beberapa hari. Daripada lupa males banget nego late fee malah buang pulsa hihihi. 0 persen gpp asal tetep belanja sesuai kebutuhan. Jangan mentang2 0 persen lantas semua dicicil yak hahaha.

      Gue ga cocok pake SK II malah jadi perih2. Jadi sekarang ga pake apa2 deh. Kalau lu udah cocok sama merek lain, stick to it aja. Apalagi kl lebih hemat. Gue ga tau merek Cosway. Ga ahli banget deh soal skincare.

      Delete
  27. Aihhhhh baru 33 taon?? *hahaha..yang disini udah hampir 40 bentar lagi. Langsung buru2 oles krim biar tetep keliatan 20. Wkwkwkw...*

    Gue suka banget sama tulisan elu kali ini. Baru kemaren liat di sosmed, ada yang posting "don't buy the $300 bag to have nothing in it. Buy the $10 bag and have @290 in it. DON'T GO BROKE TRYING TO LOOK RICH" Hihihi...bener banget deh ah. Tapi sometime kita mesti smart spending sih. Jangan sampe pelit setengah mati sampe beli tas murah meriah tapi sebulan pake langsung jebol. Yang ada malah rugi, beli tas mulu. Mending beli mahalan dikit tapi awet toh?

    Intinya jangan sampe cuma karena gengsi, laper mata, laper pujian, tau2 hutang numpuk. Tau diri sendiri dan selalu bersyukur dengan apa yang kita punya ya. Btw, daku belom ke aeon. Katanya ramenya luar biasa. Duh.. Mending tiduran di rumah deh. Hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ti. Makanya frugal living itu kan hidup hemat bukan hidup pelit. Kalau pakai tas murah tapi rusak dan ganti melulu itu juga gak sesuai sama konsep frugal living. Harus dipikirin kualitas jg supaya bs save money di jangka panjang. Gak usah ke Aeon dulu lah. Kalau cm mau Japanese food banyak jg yg murah2 dan terjangkau. Tuh Sushi Tei termasuk lumayan terjangkau dan banyak cabangnya hahaha.

      Delete
  28. Ci Le postingannya sesuatu
    Dulu waktu masih jaman2 kuliah & kerja awal demen banget nonton konser,kalo udah dapet tiket dari kantor biasanya aku jual trus upgrade ke seat yang strategis,jaman kpop dulub1 taon bisa beberapa artis dateng dan lumayan menguras dompet
    Belom lagi pengennya jalan2 kesini kesitu
    Tapi begitu di tempatin di bandung (kabupaten) & siapin merit prioritas langsung beda
    Apalagi skrng udah nikah & penganguran otomatis harus pinter2 kelola uang belanja sebulan.
    Tiap bulan sekarang mikirin nabung buat cicilan rumah.

    Aku cuma punya 1 CC yang dipake kalo ada promo aja n bunga 0% ci,tapi itu juga jarang2. Maklum aku sekarang udah jarang ngemall,padahal di bandung banyak tempat heitz tapi aku milih2 soalnya prioritasnya udah beda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya common sense sih Ren. Tp jadi sesuatu soalnya jarang yang mau ngupas secara personal. Biasanya palingan pake meme anonim di socmed haha.

      Cici jg dulu lumayan boros untuk travel n makan pas msh single. Tapi pas inget perginya barengan sama ortu, hitung2 buat ngebahagiain ortu soalnya begitu udah nikah dan punya anak, alokasi budgetnya pindah ke keluarga baru kita. Dan perjalanan masih panjaaanggg banget.

      Bersyukur ya Ren kalau kita bisa menyadari semuanya itu as early as possible. Kalau udah telat dan udah nyungsep duluan jadi malah learn it the hard way. Enakan hidup simpel sekarang, nanti di masa depan kita tenang.

      Pssstt.. kita ga pengangguran. Kita CFO rumah tangga hahaha.

      Delete
    2. Hahaha...iya ci CFO yah. Nanti kalo udah ada baby prioritasnya nambah lagi nih aku jadi harus pinter2 kelola uang dari sekarang biar kedepannya nyaman

      Delete
    3. Pas ada baby sih, literally kita harus lebih meredam lagi keinginan yang ngga penting dan fokus untuk membesarkan dia. Bahkan kalau mau liburan aja yang dipikirin adalah fasilitas terbaik buat anak hehe. Beda deh.

      Delete
  29. memang, gara gara medsos banyak yang terjebak
    gaya hidup hedonism meskipun cuma sementara

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga bisa salahin medsosnya sih. Salahin kontrol dirinya heheheh. Ibarat cewek pake rok mini kan bukan berarti dia minta diapa2in kan hahahaha. Kitanya yg kudu self control. Btw, next time jangan ngiklan dong.

      Delete
  30. Hai ci Leony.. Aku silent reader sejak tahun lalu, pas lg persiapan nikah..salam kenal ya ci :) Namaku gaby

    Untuk kartu kredit aku gak punya ci. Tp suami punya 2.. Biasa kami pakai untuk beli tiket kereta atau pesawat.. Pembayaran selalu lunas di tiap akhir bulan. Dibiasakan utk tidak dicicil. Klopun terpaksa cicil biasanya maks 3 bulan bunga 0%. Itupun terpaksa dan jgn dijadikan kebiasaan. Memang CC itu cmn alat pembayaran bukan alat hutang..

    Sebelum memutuskan menikah,aku&suami dah memutuskan menabung DP rumah dulu,kira2 2 tahun sebelum menikah kami tiap gajian&bonusan ditabung terus. Knp lama bgt ci,soalnya kami menyadari gaji kami gak besar dan harga rumah gila2an...dan jg kami menabung utk biaya nikah. Kami ga mau menyusahkan ortu krn masing2 ortu kami pun bkn org kaya hehehehe.. Masa2 menabung persiapan rumah dan menikah itu kita benar2 hidup hemat,bkn pelit.. Suka iri banget liat tmn2 jalan2 kesana kemari bs beli barang2 yg klo dipajang di sosmed tuh bikin pengen ikut2an.. Beruntungnya punya pasangan yg orgnya tuh antimainstream,fokus sm tujuan dr awal jd slalu diingatkan klo mulai goyah hahaha
    Begitu selesai menikah kita bangga bgt,bs pny rumah sendiri,renovasi,isi rumah, dan bs ngundang tmn2 kita main dan gantian mereka yg iri sm kita. Srg bgt mereka blg gaji mereka ntah knp habis tiap bulannya ga tau kmn..utk isi rumahpun kita ga pke ngutang ci..isinya pun yg brg penting dulu..ga mau pke CC,krn bs kalap bgt beli isi rumah hehe..
    Dan utk pernikahan kita ga bikin mewah2. Dan ortu pun ga nuntut apa2. Yg penting saudara bisa datang dan ikut berbahagia. untuk dekor gereja aku pakai bunga fresh yg gpp deh ngeluarin duit agak besar,tp utk dekor gedung aku sesuai paket aja standar ga upgrade dan bunga palsu. Hehehe. Krn menurutku momen penting itu di gereja. Jd krn meyadari uang yg pas2an hrs dipioritaskan mana yg mau dibagusin. Klo ngikutin nafsu mah bisa bangkut ya ci hehehe

    Utk yg tentang menyumbang itu aku dan suami memang selalu memprioritaskan tiap bulannya. Wlpn ga besar tp kami sgt puas bs memberi tanpa embel2 apapun.. Dan memberi itu ga bikin kita miskin kok. Malahan selalu tercukupkan yg kadang heran kok bisa ya prasaan itung2 awalnya ga cukup deh. Hehehe.. Utk memberi ini sbrnya diajarin dr suami jg sih ci. Dia sebelum nikah dah rutin soal ini dan selalu dinomorsatukan dr penghasilannya. Jd bukan hasil dr hitungan sisa baru dikasi.

    Utk hal kosmetik ini ci aku yg msh lg tahap mengendalikan nafsu. Wlpn bukan beli lipstick 500rb (lipstcku hrg 110rb) tp emg lumayan ga tahan jg klo liat makeup yg baru2..tp msh nyadar diri jg kok ci ga beli yg mahal2. Tp ya sama aja kan klo harga 100rb tp belinya segambreng,boros bgt itu. Dan kmrn baru aja berhasil mengendalikan diri dr kata diskon makeup dan ga jd beli. Krn di rmh pun msh ada makeup yg fungsinya sama dan blm kadaluarsa. Hehehe
    Aku pny sedikit tips aja,mungkin dah byk yg lakuin sih. Tiap hari aku n suami setiap malam mencatat pengeluaran apa saja yg kami keluarkan hari itu jg. Walaupun cmn 500 rupiah ttp dicatat. Jd biar tau dan bs koreksi diri tiap bulannya tuh boros dmn. Jd bulan dpn bs lbh mengendalikan diri lg. dan jd tau uang tu lari kmn aja sih. Yg biasanya dikeluhkan tmn2ku,aku bs tau tnyata uang bulanan kami tu byk habis di bagian ini itu.hehehe...Jd bs tau mau nabung brp nih ke depannya.. Naik gaji pun ga jd kalap tp jd tau mau nambahin brp tabungannya nih. Hehehe.ini sbrnya kebiasaan suami jg wkt msh blm nikah. Wkt awal nikah aku kyk terpaksa gitu n males2an eh tp stlh 9 bulan menikah jd bersyukur bgt bs diajarin hal ini sm suami hehehehehe

    Skrg kami blm dikaruniai anak,jd msh fokus utk tabungan persiapan kehamilan dan masa dpn anak. Jd wlpn blm nongol fisiknya,ga ada alasan utk ga nabung. Hehehe.. Klo dr critaku yg byk berperan emg suamiku ci..aku bersyukur bgt bs belajar hidup hemat sm dia, pny investasi dini,wlpn gaji ga besar tp tiap bulanny selalu merasa bersyukur dah tercukupi. Jd skrg aku ga iri2an lg sm tmn2ku hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Gaby, bagus tuh semua yang km lakukan. Dan ketauan ya seberapa pentingnya peranan pasangan kita di dalam mengontrol diri kita juga.

      Kalau cici gak catat printilan, tapi tau banget pengeluaran di mana saja karena mostly bisa dikontrol dari CC statement and bank statement. Yang cash itu sedikit palingan buat ke pasar , beli air galonan, sama buat donasi kolekte. Kalau suami cici krn masih ngantor jadi sering keluar cash, nah itu dia catetin pakai aplikasi di cellphone.

      Ketauan lagi gmn self control bisa membantu diri kita dalam membatasi pengeluaran. Rasa kepingin dan iri sama org itu kan memang "setan" yang mempengaruhi. Ditambah lagi godaan diskon ya. Good job for you. Moga2 nanti pas ada anak tambah makin siap lagi buat ke depannya.

      Delete
  31. biasanya orang gengsi ikutan temen ini dan itu, tapi klo temen beramal kok ga ikut2an yah ?! wakakakaka... nice share say~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau soal beramal, ga perlu bilang2 orang kok Pit kita beramal di mana. Tangan kanan memberi aja, tangan kiri gak harus tau kan? Banyak justru orang yang kompetisi beramal tp ujung2nya cm buat pamer (banyak org yg amal tp maunya diliput wartawan). Padahal amal itu personal banget. Bagus kalau bisa encourage org lain utk beramal. Tp beramalnya kemana, terserah yang bersangkutan.

      Delete
  32. kalau cc aku ada tapi cuma untuk kalau hal mendadak aja., Tapi kebutuhan sehari-hari sama belanja pakai debet aja. Dari dulu aku kalau beli barang pas ada duit. Kalau ga ada duit ditahan aja hehehee.

    Kalau soal skincare, sebenernya lbh untuk kebutuhan, karena kulitku agak bermasalah dulu tapi sejak pakai satu skincare uda cocok jadi kebutuhan hehehe.

    Cuma abis baca ini aku jadi mikir utk beli gadget baru hehehe. Kalau diikutin terus ga bakal selesai hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau beli pas ada duit sih semua tetep mau dibeli Tik. Jadi bener2 belinya sesuai kebutuhan bukan cm pas ada duit aja.

      Nah spt yang saya blg di atas. Kalau skincare krn kebutuhan gpp. Asal jangan asal beli krn ikut2an tapi akhirnya gak kepake kan. Kadang cm karena mahalnya aja pdhl gak cocok.

      Gadget itu kalau memang perlu sih gak apa. Yang jadi masalah itu ketika dasar membelinya cm karena ngerasa ketinggalan hihihi. Ya namanya gadget, tiap beberapa saat sekali pasti keluar yang baru.

      Delete
  33. kena bgt deh, baca postingannya mba leonny secara dulu waktu nikah juga pikirnya gimana nanti aja deh...dan suka mupengan juga ma sesuatu yang kekinian .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus sekarang gimana Fit hihihi. Yang penting kan kita semua sama2 belajar menuju ke arah yang lebih baik lagi.

      Delete
  34. *TOSS!* sama sesama (sok) #AntiMainstream alias gaya hidupnya gini2 ajah hihihi. Boleh bergaya dikiiitt asal sesuai kemampuan ya Ci, jangan dipaksain. Kalo kita "jatuh" yang repot orang-orang disekitar juga, kan. Sisanya komentator sejati LOL.

    Masalah CC gua baru mau bikin sih Ci dan rencananya gua mau pake buat yg penting2 aja kya tabungan KPR dan asuransi kesehatan & pensiun (yg ini ga di-support kantor). Tolong doain ya Ci biar urusan pembuatannya ini lancar hehehe. Kenapa musti CC? krn tagihan bulanannya jelas Ci drpd pake debit yg cm tercetak di buku tabungan hahaha. Bisa sih nyatet tp recehannya suka reseh ya angkanya :p

    Utk masalah gaya hidup spt tas/baju/sepatu/kosmetik gua ga terlalu bernafsu tapi jalan2nya itu! Baik dalam kota-luar kota hahaha.. kelayapan mulu. Yg ini udah disiasati dgn tiket promo sih tp tetep aja dana di tujuan ya bookk.. Spt lodgings dan kawan2nya hehehe.

    Secara pribadi gua jarang nyumbang pake uang Ci, sebisa mungkin lewat barang/ilmu. Semoga ga sia2 dan berguna bagi yang menerimanya hehehe.

    Thank you postingan lu ya Ci Leony, gua merasa sangat terberkati :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tabungan KPR kok bisa pake CC sih Grace? Maksudnya apaan ya. Kalo cici blg sih yang cicilan rutin kayak KPR gitu mending debit lgsg aja. Soalnya kl sampe kita bermasalah sama CCnya, ikut2an bermasalah juga sama cicilan KPR loh. Gak semua CC punya customer service yang baik. Just a suggestion aja.

      Jalan2 ya boleh aja buat refreshing. Intinya sih jangan dipaksain cm demi gengsi. Kalo balik pun kita hrs dlm keadaan happy. Jangan sampe happy pas jalan2 tp buntutnya bengong.

      Nyumbang pake apa aja boleh yg penting ikhlas. Makanya cici blg dunia adil. Org yg masih niat nyumbang, kalau dia banyak uang tp ga pny waktu bisa sumbang uang. Kl dia ga banyak uang tp pny waktu, bisa sumbang waktu. Makanya saling mengisi jadi indah.

      Delete
    2. Maksudnya buka tabungan KPR di bank BTN Ci, ngumpulin modal DP gitu.. Hehehe bukan bayar2nya :p

      Delete
    3. Ohhh... kalau yang kayak gitu gak bisa pake CC dong hihihi. Buka tabungan aja, nabung buat DP rumah ya.

      Delete
  35. Dari gw masih sekolah nyokap gw udah wanti2 nggak boleh besar pasak dari pada tiang, gak boleh gali lobang tutup lobang kalau semua cuma demi gengsi. Lama2 idup karena gengsi bisa mati juga karena gengsi hahaha (mati dikejar2 lintah darat, kolektor, orang bank)

    Jadi umpama semua temen kaya2 pake barang mewah gw gak boleh ikutan karena itu bukan tingkatan gw hehehehe temenan boleh tapi jangan ikutin gaya yg gw gak bisa. Jadi yah gw ikutin deh sampe sekarang...mudah2an anak2 gw pun bisa begitu walau kondisi mereka lebih baik secara ekonomi dari waktu gw kecil jangan sampe mereka jadi anak yang melempem dan nggak tau susahnya cari uang. Intinya harus menghargai uang jangan gampang ngebuang karena ikut2an teman foya2

    ReplyDelete
    Replies
    1. So far, kalau ngeliat anak gue, dia termasuk yang ngga pernah maksa minta barang. Moga-moga sampai gede tetep bisa seperti itu ya Fel. Anak-anak lu juga, gue liat pas di Ikea semuanya emang ngider-ngider gak karuan, tapi ngerti gak beli mainan. Memang didikan orang tua itu sangat berpengaruh ke cara berpikir anak. Gue juga brasa banyak anak-anak muda boros itu juga karena ortunya seringkali punya style of living yg similar. Kalo emak gue bilang, "Biar kantong kosong yang penting luarnya gaya." Unfortunately banyak banget yang kayak gitu.

      Ada org segereja gue dulu, sering-sering nyalon, kemana-mana ga mau naik angkot, maunya naik taksi. Bahkan jarak yang super dekat aja gak mau naik angkot. Orangnya selalu make up dan mentereng. Sampai suatu hari... mendadak pasang plang rumah dijual. Rupanya bangkrut! Dan akhirnya dia pindah ke pinggir kota beli rumah kecil dan hidup pas-pasan. Masa tuanya kasian banget, plus anak-anaknya juga tipe yg gak bisa nabung, jadi boro2 bisa bantu ortu.

      Delete
  36. Sama cii, dulu pas masih single doyan banget cobain makanan baruu, rela antrii.. Entah mengapa abis merit tuh ya ampun, minatnya berkurang sama sekali.. Mungkin udah beda prioritas, dan rasanya yg baru" itu udah bukan jualan makanan lagi, tapi "kekinian" dan aneh", Jualan susu +nutela di botol ad dot-nya bisa laku, martabak juga makin aneh", ak jg lbh suka yg original, klo pake nutella gt masih doyan, tapi klo liatnya udah greentea/redvelvet, atasnya ad kitkat greentea, chocochips, m&M, belum makan aja gigi rasanya ud ngilu.. haduhh manis banget kyknya >,<

    Sekarang kadang" masih doyan nyobain yang baru" juga, tapi di sortir juga sama selera dan pastinya gak mau yang pake antri 1 jem, bisa di jewer ma suamii.. Wkwkwk.. Katanya ni beli aja udah kayak ngantrii gratisan... =.=

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, itu kan kalau soal trend makanan doang ya. Yang penting secara overall, kita itu nggak boros untuk hal-hal yang ngga penting. Gak cuma soal makanan, tapi juga soal lifestyle. Kebetulan makanan itu jadi salah satu hal yang bisa bikin kita boros.

      Bener itu, suami cici jg bilang, mau buang duit aja ngantri, mending cari yang lain. Gak makan yang diantriin juga gak mati hahahahah. (mungkin buat sebagian orang gengsinya yang mati).

      Delete
    2. Iya ci, mksd ak juga klo makanan yg trendy", apalagi tempatnya cantik" gt kan suka nguras dompet.. hihi... ^^ cepet bokeknya :p..

      Delete
    3. Demi supaya kekinian, jadi nguras dompet ya. Kalau cici sih seringkali restoran klasik yang enak juga nguras dompet haha. Intinya sih pengendalian diri aja.

      Delete
  37. Duuh ci aku ngakak baca yg ttg tempat makan hits itu dan itu bener banget ya. Heran kadang ada tempat makan yang tiba2 semua orang di instagram berseliweran di resto itu poto sana sini tapi makanannya rasanya biasa2 aja. Atau ada yang maksain gaya hidupnya buat makan di tpt mkn hits seminggu hampir tiap hari cuma biar dicap sbg anak yg juga hits. Aduh aku mah mending duitnya buat bikin cemilan sendiri di rumah. Sayaaanggg duitnya :D Hauahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya cici nulis krn dlm kenyataan di dunia ini especially di Jakarta kali ya, orang2 emang selalu berlomba jadi yang "terdepan" dan paling trend untuk dipamer di dunia maya. Kalo org bilang yg penting nampang dulu, isi dompet siapa yang tau hahaha.

      Delete
  38. aku baru baca nih post nya ci *telat banget* hihihi

    aku suka banget post nya!!

    Emang ya.. kadang keinginan soal nikah itu pasti pengen yang bagus-bagus.. apa yang orang punya bagus, ya pengen gitu aja. Makanya sekarang bisnis di dunia wedding begitu lagi top abis. untuk prewed aja bisa ampe kaya ngadain pesta sederhana >.<

    Aku termasuk orang yang kudet (kurang update) nih kalo untuk urusan gaul menggaul. Kadang kalo ngeliat di medsos banyak bertebaran foto2 di resto ato apapun itu, ya keren gitu liatnya.. gaul abis hahhaa..tapi aku langsung mikir, gile ni orang abis berapa sebulan biar bisa nongki2 cantik dll dll..

    karna aku yang kudet dan kuper begini, ada positipnya juga sih. Orang mau kemana-kemana ga tergiur juga. Cuma lagi tergiur kalo orang bisa liburan gitu. Kok ya kalo ngerencanain liburan susah banget -_-
    Yang ada pas nyoba ke Puncak aja, PP hampir 18 jam. masa oloo.. ini liburan kok nyiksa banget.. wkwk

    Lagi mikir beli rumah tapi kalo rumahnya jauh di luar jakarta, aku mikirnya nanti harus punya mobil juga. Kayanya naek motor PP Cibubur-Jakarta ato Banten-Jakarta itu uda bisa bikin bemper menipis dan waktu di jalan pasti bakal lebih banyak..

    Huaaa... kebutuhan setelah merid itu bener-bener sangat sangat sangat banyak dan panjaaanggg,, beruntung kalo orang2 ada yang dapet sponsor dari ortu ya.. Tapi kalau semua dari keringet berdua sih mesti bener2 struggling..

    Nice post banget ci... top markotop :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, gak ada kata telat kok kalau baca soal financial tips :) Masih berlaku terus seumur hidup. Bagus Mel kalau misalnya sekarang udah kepikir-pikir untuk beli tempat tinggal. Misalnya gak dapet rumah, bisa start dari apartemen, pokoknya jadi hak milik supaya uang kita gak lari-lari kemana-mana karena tentunya kita sudah mulai punya komitmen.

      Cici pun sama suami sama-sama struggling mengatur rumah tangga, yang penting jangan sampai deh kalau kita ada kebutuhan darurat terus kita ngga punya apa-apa. Semoga kita bisa terus belajar dan mawas diri.

      Delete
  39. postingannya bagus banged Le, lu mirip ama suami gw, cara pikirnya dan kata2nya bagaikan suami gw yg ngomong wkwkwkw :P

    bagian jangan pedulikan yg org lain miliki itu bener bangett, sosmed skarang merajalela sih. bener tuh kata lu klo musim liburan liat sosmed jd agak merana krn ga liburan sendiri (misalnya) huahahaa.

    soal finansial kita juga masi struggle. dan satu hal gw sadari ya, sejak gw kerja sendiri, gw jadi sayang kalo mau pake duit. La abis bikin web sampe malem2 trus dapet bayaran, klo liat barang n tergiur pengen beli, gw biasanya mikir "aduh tabungan gw saldonya barusan naik jadi sekian sekian, masa mau gw kurangin sihhh" (gw tipe manusia yg hepi klo liat saldo banyak dan sedih tiap saldo berkurang).
    Kalo pas dulu gw ngandalin pendapatan suami doank sih gw gak begitu merasa sayang ya *ngakudosa* hahaha, dan kalo nganggur tuh bawaannya jadi pengen spending. nganggur -> jalan2 -> ujung2nya beli sesuatu. ato nganggur -> baca2 majalah -> jadi pengen beli kosmetik dan skincare :P LOL
    Dengan kerja, waktu gw abis tersita hanya mikirin anak n kerjaan, ga sempet spending jadinya wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suami lu lahir tahun berapa? Kan bisa aja seumur gue hahahaha *ketauan gue ud tua*. Gue justru pas dulu msh single n kerja sendiri malah lebih boros Teph. Borosnya seringkali bukan buat gue loh. Tp buat nyenengin nyokap. Ajak jalan2, beli barang, ajak makan2, bantu2 build rumah. Pas udah merit terus lanjut jd single income.. baru mikir.. dulu duit gue kemana aje ye hwhahahha.

      Hebat lu Teph msh bs menghasilkan dan berkarya dengan anak dua. Gue masih belum ada passion untuk mulai cari duit lagi nih.

      Delete
  40. Saya juga punya kartu kredit, dipakai, tapi tidak pernah mencicil. Tagihan datang dilunasin. Barang yang dibeli dg sebagian utang ya rumah. Itupun sebagian minjam ke ortu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bagus itu Rizka artinya seengganya pakem dasarnya sudah dapet hihihi. Serem banget memang tawaran kartu kredit itu. Tp giliran terbelit hutang, baru ngos2an.

      Delete
  41. Aaak... keren banget tulisannyaa! semua poinnya memang bener banget! socmed secara gak langsung mengubah penggunanya jadi konsumtif yak! keep writing!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semuanya balik lagi ke kita jg sih. Mau ngikutin atau cm sekedar ngeliatin aja kan? Self control tuh kuncinya.

      Delete
    2. Ci leony.. sebelumnya pernkenalkan nama saya annisa, saya sudah baca blog cici sejak edisi persiapan nikahan sampai sekarang si abby uda bisa tamasya kemana-mana. Biasanya saya setuju dengan opini2 cici, tp baru tulisan ini yg benar2 menginspirasi saya. Kemarin2 cuma saya save utk kepentingan pribadi. Tp bolehkah saya izin share di facebook? Agar teman2 saya yg lagi galau dgn kenaikkan harga2 ini bisa sedikit berpikir jernih hehehehe.. makasih sebelumnya ci

      Delete
    3. Hi Annisa, boleh kok buat dishare. Yang penting niatan kita kan baik.

      Thanks for visiting and for reading my blog, ternyata udah ngikutin lama ya. Seneng rasanya bisa ikut menggugah orang lewat tulisan.

      Delete
  42. hihihi.. bagus mba artikelnya.. anak jaman sekarang hidup sudah bukan berdasarkan realita, tpi hanya nurutin gengsi.. sepertinya sulit untuk cari pasangan hidup yang dapat di ajak berfikir kritis. kebanyakan anak muda sekarang hidupnya seperti di alam mimpi yang nantiny akan mendapatkan pasangan yang super tajir dan tidak perlu kerja keras.. terkadang saya ingin mengelus dada sendiri lihat anak" sekarang, walaupun saya masih umur 23 tahun. hehehe.. semoga artikel mba leony ini dapat membuka pemikiran anak muda sekarang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, Dion. Iya makanya saya nulis begini karena merasa...ya gitu deh, banyak orang yang masih suka lupa sama prioritas, sampai nanti betul2 menghadapi "pahitnya" dunia hahahah. Wah kita beda 10 tahun ya, jauh juga. Moga-moga bisa membuka pikiran ya. Tapi kalau dasarnya ndablek, banyak juga yang tetep ndablek.

      Delete
    2. tepok jidad deh saya ciii.. hahaha.. kebayang klo pnya pasangan begitu *amit" la ketok meja 3x.. udah kyak lebah aj tuhh.. manisnya habis cari lagi yang manis".. jdi kyak laguny elvy sukaesih gula-gula.. hahaha.. terkadang sekolah hanya mengajarkan bagaimana cara menghitung uang, tetapi jarang ada yang mengajarkan bagaimana cara mengelola uang yang kita dapat.. udh dollar naek teruss.. hahaha.. pusing deh..

      Delete
    3. Cari terus yang manis....sampai lupa dianya sendiri juga sudah tua dan pahit akhirnya pasrah huahahahah *eh ini jahat banget ya mikirnya hahaha*. Kalau dolar naik sih itu karena berbagai faktor. Biarpun dolar naik, kalau kita bisa ngaturnya, pasti masih bisa survive. Ya coba aja pakai produk2 lokal. Saya aja kosmetik pakai produk lokal kok. Murah dan cocok, kenapa harus pakai yang mahal. Tapi banyak org seringkali gengsi duluan sih hihihi.

      Delete
  43. Wah, saya setuju sekali dengan isi post ini. Thanks for sharing ci!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2, Wien. Barengan belajar ya.

      Delete
  44. Tulisan yang bagus banget ci dan bisa buat nampar kaum BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita) hahaha. Inget banget nasehat mamaku dulu, sederhana dan hemat itu bukan berarti miskin, ngapain beli baju mahal2 toh nanti akhirnya jadi kain lap doang, ngapain jajan makanan mahal2 toh ujung2nya jadi (maaf) kotoran juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh sebenernya menikmati makanan enak (saya juga suka makan) tapi harus inget sama budget dan kesehatan juga. Jangan maksain lah intinya tp jg harus bisa menikmati hidup sesekali kalau memang bisa. Ada jg loh org yg mikirinnya cari duit terus sampai akhirnya ga bs menikmati, itu jg ga bener.

      BPJS-nya manteb deh! Hahaha.

      Delete
  45. Sumpah, aku suka banget baca tulisannya, Ci. Menginspirasi banget. Dulu aku termasuk nih jadi orang yang lebih nurutin keinginan pdhal gak perlu2 banget, sampe ya Begitu saldo tabungan malah abis buat sesuatu hal yang gak jelas. Dulu sih mikirnya selama masih single, gak masalah Lah buat nyenengin diri sendiri, n nurutin kemauan sendiri, toh itu hasil jerih payah. Kalo udh punya suami Kan belum tentu dpt yang mapan secara financial n bisa nurutin keinginan kita. Heehheee. Tp semenjak bulan Juli kemaren waktu ayah aku meninggal dan aku masih punya 2 adik yg masih sekolah, apalagi aku anak yg paling besar di rumah, berasa banget deh bedanya dan mulai diubah Cara berpikirnya, Sekarang udah lebih wise Lah buat ngatur keuangan. Mulai mikir mana yang lebih dan harus d prioritaskan. Kadang masih suka ngiler sih kalo liat sepatu, untungnya masih bisa kontrol sejauh ini. Hehehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang kadang harus learn it the hard way ya. Tentu kehilangan ayah itu besar banget dampaknya, tp ambil hikmah positifnya, ternyata kita jd bisa atur prioritas. Saya jg dulu gila banget sm sepatu. Maybe pny lbh dr 50 pasang berjejer. Tp skrg udah tobat. Toh yg dipake itu lagi itu lagi. Hihihi.

      Delete
  46. walo udah gak muda lagi saya setuju banget sama postingan ini, kereen!
    apalagi bagian yang ini:
    "Tapi itu pas saya masih belum nikah, masih suka jalan sama temen seabrek, dan masih rela ikut-ikutan antri buat nyoba sesuatu. Sekarang sudah ngga lagi. Am I getting poor? No, I decided to change my style."

    i did this too!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg penting jangan sampe jadi miskin dan kacau prioritas cuma demi kesenangan sesaat ya.

      Delete
  47. Waaaaw...inspiratif sekali tulisannya, pas dengan kondisi, terima kasih banget Ci...
    Cukup efektif menenangkan pikiran saya yang lagi galau nih, mau cepat punya rumah sendiri tapi mau mandiri urus nikahan juga beberapa tahun lagi.
    So...mesti ubah mindset, ubah lifestyle, dan...tabung uang dulu saja lah, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mumpung masih muda, harus ngatur prioritasnya mulai dari sekarang ya, biar gak terlanjur nyemplung dan terbelit sama hutang2 dan gaya hidup yang nggak perlu.

      Delete