Thursday, June 11, 2015

Choir Geek ver. 1.0

Dari kecil, saya suka banget sama yang namanya musik. Jangan heran kalau ensiklopedi lagu Indonesia 1980-an saya ini lumayan bisa diadu. Seingat saya, dan dikonfirmasi langsung sama mama, lagu dewasa pertama yang saya hafal mati adalah lagu "Tak Ingin Sendiri"-nya Dian Pisesha yang terbit di tahun 1985. Waktu itu saya berumur sekitar 3 tahun, dan saya sudah bisa nyanyiin lagu itu tanpa salah lirik dan tanpa fals (bukan Iwan Fals). Bayangin sesosok anak kecil...nyanyinya.. "Malam ini tak ingin akuuuu sendiriiii.. kucari damai bersama bayanganmuuuu... ", mungkin cocok dipadukan dengan suasana horor, anak kecil jalan-jalan sendirian di lorong. Ealah, kok jadi ngelantur.


Gara-gara suka musik ini, saya dengan sukarela tanpa paksaan (serasa minta sumbangan), minta les organ sama orang tua, dan juga ikut paduan suara di sekolah. Jelek-jelek gini, pas saya kelas 5 SD sudah jadi dirigen koor sekolah lomba koor tingkat Keuskupan Agung Jakarta, dan berhasil masuk final loh! Pas SMU, berhubung ikut ekskur Marching Brass (tuh kan tetep aja bermusik), jadi nggak bisa ikutan ekskur paduan suara. Tapi dasar namanya hoki, entah gimana caranya, saya diminta jadi anggota sementara paduan suara untuk misa di Katedral Jakarta bareng Bapak Uskup saat itu Kardinal Julius Darmaatmaja. Seinget saya awalnya saya diminta jadi cadangan pemain orgel (tau kan organ pipa yang segede rumah itu), eh malah ended up jadi anggota koor. Senengnya minta ampun karena dapat kesempatan yang sungguh berharga, plus setelah misa, malah saya bisa nyempil foto di sebelah Bapak Uskup. Ihiy!

Back in 1998, lihatlah, yang paling bongsor, rambut cepak, sebelahnya Pak Uskup.
Pas kuliah, semester satu saya langsung ikut Women's Choir kemudian juga pernah ikut Chorale. Dua-duanya pakai audisi. Tiap mau audisi deg-degan takut nggak lolos, karena yang lain suaranya emas pada menggelegar semua, sementara suara saya mirip kaleng. Untungnya lolos. Saya ingat konser terlama saya adalah 3.5 jam nonstop sambil berdiri, membawakan komposisi Messiah lengkap. Gempornya setengah mati, tapi pas selesai konser, leganya setengah mati hahaha. Sayang banget saya nggak punya foto-foto konser resminya. Ada sih beberapa, tapi semuanya ada di album foto di rumah orang tua. Maklum saat itu foto digital belum seheboh sekarang, jadi semuanya masih pake film, dicuci, dicetak, dan ditempel di album. Di komunitas teman-teman Indonesia, saya dan beberapa teman juga suka iseng ngisi acara Natalan dengan bikin paduan suara. Penampilan terakhir kita di bulan Desember 2004, untuk perayaan Natal Permias. Kita bawain lagu "Hail Holy Queen" lengkap dengan gerakan dan tepukan tangan, persis di film Sister Act. Bahkan bela-belain beli partitur aslinya hahaha (niat abis!).

2004, lokasi boleh di Amerika, tapi hiasannya oldschool banget, pake aluminum foil hahahaha. Ngga sangka sekarang orang-orang culun ini ada yang udah jadi peneliti kanker via nuklir, arsitek terkenal, peneliti makanan, programmer handal, PHDs (bukan PHD yang tukang pizza!), dan ibu rumah tangga yang semok!
Balik ke Indonesia, kecintaan saya sama dunia menyanyi juga belum berakhir. Untuk koor gereja saya bergabung dengan koor expatriate The Choir Immortal yang bertugas dua minggu sekali di gereja St. Theresia, dan sayangnya saya harus pensiun dini karena sakit paru-paru. Di koor ini, walaupun cuma sesaat, saya merasa menemukan keluarga kecil yang baru, dan sampai sekarang saya masih tetep keep in touch dengan beberapa personilnya (ealah...personil, dikira boyband?). Latihannya disiplin banget, kalau telat didenda duit! Tapi nanti duitnya bisa dipake buat makan-makan. Asik ye?

2008, dress rehearsal buat pernikahan salah satu anggota TCI. Sebelah saya namanya Grace Sai, sekarang sudah jadi one of the most influential women in Singapore dan juga pendirinya the Hub Singapore. Beberapa dari anggotanya sudah pindah ke negara lain.
Untuk koor komunitas, saya bergabung dengan koor Komunitas Santa Maria di Semanggi yang isinya karyawan Katolik dari gedung BRI II dan Wisma GKBI. Koor ini sempat kembang kempis karena satu dan lain hal, sampai anggotanya bersisa kurang dari 10 orang. Suatu hari saya berjanji, pada diri sendiri dan sama Tuhan, kalau saya sampai berhasil operasi paru-paru, saya akan take over itu koor, dan melatih koor tersebut. Dan syukur sama Tuhan, saya dikasih sembuh. Walaupun saya dikenal sebagai pemimpin koor yang galak, contohnya, orang yang ikut koornya males-malesan gak segan-segan saya minta keluar (secara halus), atau saya tegur langsung di depan mata kalau nyanyinya fals, anehnya, anggota koor perlahan-lahan jadi tambah banyak, tambah rajin, tambah kompak, dan koornya tambah bagus! Dari yang nyanyi satu suara aja gak pas, eh jadi bisa nyanyiin Hallelujah-nya Handel yang 4 suara. Sampai sekarang masih terasa kalau keajaiban itu pasti bisa terjadi kalau kita berusaha! Udah gitu di koor ini terasa banget persaudaraannya. Makan siang aja sering banget bareng di warung belakang kantor. Pokoknya I love them banget-banget dan sampai sekarang masih suka kangen untuk nyanyi bareng mereka lagi.

Januari 2012, Misa Natal dan Tahun Baru. Kangen banget! Anggotanya dari cuma sisa 5-6 orang, sampai akhirnya jadi sebanyak ini.
September 2012, Saya sudah hamil 7 bulanl, "project" Terakhir koor Komunitas Santa Maria, kunjungan ke Panti Werdha Melania, Rempoa. Anak-anak ini semangat banget ngumpulin sumbangan, sampai akhirnya kekumpul dana cukup besar dan bisa sampai ngaspal dan ninggiin jalan di depan panti.
Sekangen-kangennya saya sama kegiatan-kegiatan ini, saya sadar, paduan suara yang baik itu memang membutuhkan totalitas yang luar biasa. Saya masih ingat dulu gimana rasanya latihan seminggu dua sampai tiga kali, nyari lagu yang pas dan feasible untuk dinyanyikan teman-teman, melatih koor 4 suara supaya bisa nyanyi merdu, mempertahankan disiplin dan semangat mereka itu, susahnya banget-banget! Makanya, sekarang jujur, saya belum berani untuk komit lagi ke kegiatan paduan suara. Sampai saat ini, sering banget saya diajakin ikutan koor sama orang-orang gereja sini. Bukannya somse, tapi latihannya jam 8 sampai jam 10 malem! Ealah anak eike mau dikemanain? Maklum anggota lainnya isinya pensiunan semua hihihi. 

Tapi, yang namanya kegilaan sebagai choir geek, tentulah tetap masih membara. Makanya pas beberapa bulan lalu diberitakan kalau Pentatonix mau manggung di Jakarta, saya sama temen saya yang juga sesama choir geek (dan sesama emak-emak beranak satu), langsung beli tiketnya di hari pertama penjualan! Huahahahaha. Kurang gila apa coba? Saking semangatnya, kami masih dapat kursi urutan ke 8 dari depan, dan paling tengah! Hihihi. 

Tiketnya, jelek abis, pas nuker ternyata manual ditulis pake tangan. Piye toh! Hahahaha...
Terus Pentatonix itu apa sih? EH, MASAK SITU GAK GAUL BANGET SIH? Pentatonix atau disingkat PTX adalah grup acapella yang terdiri dari 5 orang keren, Scott Hoying, Mitch Grassi, Kristie Maldonado, Avi Kaplan, dan Kevin Olusula. Acapella sendiri kan artinya nyanyi tanpa menggunakan alat musik, tapi PTX ini membawa acapella to a whole new level! Kalau nggak percaya, nonton aja dulu salah satu video mereka di bawah ini.


Ajegile kan kerennya? Kalau sampai ente bilang nggak keren, ga tau deh yang keren itu mestinya begimana. 

Jadi, dengan semangat muda, meninggalkan anak di rumah bersama neneknya (iye, ngerekrut neneknya dulu buat nemenin), pinjem sopir mertua, berangkatlah saya dan temen saya ke Balai Kartini tanggal 3 Juni 2015 lalu. Pas sampai di sana.... Baru juga di tempat parkir... Eh, ngeliat mantan murid saya aje gitu loh! Mereka baru abis beli tiket untuk show besoknya. Terus mereka kaget, gurunya yang udah tua bangka ini ternyata penggemar PTX! Mereka makin shock lagi saat tau kalau gurunya dapet duduk di row ke 8. Huahahahhaa. Dikira die aje gitu yang ngefans? Bener aja pas kita nunggu di area masuk, ternyata penontonnya 90 persen itu ABG! Sisanya, om-om dan tante-tante yang nganterin anaknya yang ABG. Dan sayapun merasa muda kembali... Azeeekkk!

Dua emak-emak gak kenal umur, selfie di kerumunan ABG yang mencoba menerobos masuk gate.
Nyeselnya, saya ngga bawa kamera. Habisnya pas nonton konser Michael Bolton sehari sebelumnya (iye saya nonton konser dua hari berturut2, yang Michael Bolton ajak nyokap dong!), bener-bener ketat pemeriksaan, dan ngga boleh bawa kamera. Ternyata di konser PTX boleh-boleh aja, malah tas gak diperiksa sama sekali. Jadi deh, foto-foto saya kurang ciamik, tapi justru malah bikin saya bisa konsen menikmati konsernya yang cihuy abis! Energynya gila-gilaan!!

PTX!! PTX!! PTX!! Boleh lah diadu teriakan dua emak-emak lawan teriakan ABG
Selama 1.5 jam penuh dan nggak pake telat (*ngelirik Michael Bolton yang TELATNYA 1.5 jam), Pentatonix menghentak dengan lagu-lagu mereka yang asoy geboy banget. Buat yang penasaran, boleh disearch di youtube satu-satu lagu-lagu yang mereka bawain ini: Problem, Beyonce Medley, Telephone, La La Latch, Love You Long Time, Rather Be, Julio, Papaoutai, Opera Moment, Aha!, Four Five Seconds, Breakfree, Uptown Funk/ Let's Get It On, Evolution of Music, Standing By, On My Way Home, kemudian ada encore dua lagu: That's Christmas To Me, dan Daft Punk Medley (yang terakhir ini yang bikin mereka menang Grammy for best Acapella).

Scott minta kita semua nyalain flashlight di HP masing-masing, biar katanya ruangannya jadi kayak sea of stars. Cakep banget! (sayang fotonya jelek).
Highlightnya buat saya selama konser adalah:

- Julio. Di sini Kevin membawakan lagunya menggunakan cello, sambil beatboxing! Masyaampun kerennya, udah main musiknya jago, beatboxingnya juga manatahannn...
- On My Way Home. Di lagu orisinil dari PTX ini, mereka meminta kita berpartisipasi untuk choir untuk bagian Mitch: Ooo...ooo... ooo, Kristie: I'm on my way (low key), dan Scott: I'm on my way (high key). Jadi lautan manusia di Balai Kartini Expo betul-betul ikut nyanyi bareng. Merinding diskoooo...!
- That's Christmas To Me. Another original song, di sini PTX meminta penonton untuk tenang, karena mereka akan menyanyi tanpa mikrofon. Mereka meletakkan mikrofon di lantai, lalu mulai menyanyi dengan super merdu. Suasananya syahdu banget, and suddenly I felt the warmth of Christmas. Padahal masih bulan Juni!

That's Christmas to Me, tanpa mikrofon
As a choir geek, I was really impressed with PTX. Untuk sebuah grup yang menang kompetisi sing-off, kemudian dibuang oleh record label mereka karena dianggap tidak potensial, sampai akhirnya bisa meraih Grammy dan penjualan platinum di Indonesia, sudah pasti usahanya nggak main-main. They totally deserve to be on the top. Buat saya yang tau gimana susahnya bikin aransemen dan memadukan suara, saya kasih 4 jempol deh buat mereka. Bayangkan gimana caranya menjaga suara dan penampilan tetap prima ditengah kelelahan konser di banyak negara, tentulah itu semua bukan hal yang mudah.

Pas pulang itu, kita puasss banget, walaupun ngga nolak kalo dikasih 10 lagu lagi. Maruk amat sih? Mulainya on time, selesainya juga pas banget, nggak kemaleman buat para ABG yang kemungkinan besoknya masih sekolah. Buat emak-emak ini, jadi nggak terlalu merasa bersalah ninggalin anak kelamaan. Pokoknya sebelum pukul 11 malam, kita udah nyampe rumah. Hati senang, pikiran pun tenang... galau jadi hilang... (lohhh...ini mah lagunya Cita Citata yang iklan sakit kepala yah?). Nah, buat yang baru kenalan sama Pentatonix, mungkin mulai bisa coba menyukai, syukur-syukur ikutan ngefans. 

Oh iya, ada lagi group acapella old-school yang masih bertahan sampai saat ini di usianya yang menginjak 22 tahun. Saya sudah sempet nonton konsernya 2 kali (yes, 2 kali) pas di Amerika sana, namanya Rockapella. Kalau mereka dateng ke Jakarta dan saya pas sempet, 100% saya pasti nonton (asal harga tiketnya ngga 10 juta hahahhaa). Buat mengakhiri postingan choir geek kali ini, saya kasih video Rockapella nih, from their live concert in 2001. Siap-siap ngefans juga sama bapak-bapak :)



52 comments:

  1. OMG!!!
    Gw juga demen PTX le, tapi tentunya bukan garis keras.
    menurut gw grup acapella itu jauuuh lebih besar tantangannya dan lebih susah eksis, yabes jualan suara semua dan seringnya nyanyiin lagu orang. Gw dulu zaman sma pernah ikutan sebentar grup nasyid (acapella lagu2 islami) dan modyarr ngatur suara gabisa-gabisa.
    Sekarang mah cukup puas nyanyi di kamar mandi ajadah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nasyid itu mirip kayak yg di D'terong show yang aksi qosidah itu ya Ty? Gue juga bukan garis keras banget kalo ngefans hahaha. Temen gue itu jauh lebih edan (dia nonton lagi loh besoknya). Tapi gue salut sm komitmennya group acapella yg bs bertahan smp skrg. Sama dong! Skrg gue jg jd penyanyi kamar mandi hahaha. Nemenin anak.. Let it goooo.. let it gooo... *berharap pup dia cepet keluar*

      Delete
    2. Hahaha, let it go buat pup ya..??? cocok cocok, haha lucu banget lo Le,…salam buat Abby ya…

      Delete
    3. Can't hold it back anymoreeeee.... *cocok kannn buat lagu pengantar pup*

      Delete
    4. Turn my back and slam the dooooorrrr.. *saking kebelet mau ke wece sampe langsung ngibrit banting pintu*

      Delete
  2. Pentatonix group accapela kesayangan si Kimmy, aku yang kasih liat awal2 dan langsung jatuh cinta dia.
    Tapi dia amazed dengan lagu2 Natal-nya PTX salah satunya yang judulnya "Mary did you know"

    Kalo baca ceritamu, kali aja Kimmy bakalan masuk paduan suara di sekolahnya yaaa, history-nya ampir sama. Doyan lagu2 yang ga standard anak kecil hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas kemarin ada juga anak kecil kayak kelas 5SD gitu yg ditemenin ortunya buat nonton. Malah beli merchandise segala loh. Btw kaosnya yg asli each 350rb saja hwhahaha. *males*

      Kalau emang hobi masuk aja paduan suara. Nanti dilihat komitmennya gmn. Bukan cm soal hobi nyanyi kalo ikut koor, tp jg soal komitmen sih.

      Delete
  3. Le.. aku penasaran banget lho pengen denger suaramu kayak apa.. pasti bagus banget ya..
    btw kamu itu sempet les vokal gitu gak?
    Abby suka nyanyi2 juga kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suara aku lbh ke pop cenderung jazz. Bukan tipe penyanyi opera hahaha. Aku ga pernah ada les formal dari kecil Bon. Pas aku kuliah pernah ambil 10 kali aja lesson vokal dan ga terusin krn mahal sekali plus udah sempet 1 kali recital ya udah lah ya. Haha.

      Delete
    2. wah keren pop jazz! mau dong sekali2 upload di blog kamu lagi nyanyi hihihi ...
      cita2 nyokap gua punya cucu suaranya bagus jd udah suruh masukin faith les vokal hahaha

      Delete
    3. Hahaha. Ga us les kl dibiasain nyanyi tiap hari jg lumayan Bon. Gue ga prnh les vokal tp emg dmn nyanyi.

      Delete
  4. pentatonix emang keren abis... gua masih inget pas mereka baru jadi peserta sing off.

    btw gua tauh tuh choir immortal, biasanya nyainya di misa yang bhs inggris kan ya di theresia? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue justru baru tau mereka itu peserta sing off setelah bbrp kali denger lagu mereka di youtube. Keren banget storynya. Dan yang gue demen, mereka itu bener2 vocal chordnya keren dan terlatih. Bukan cm ambil kesempatan macem Justin Beiber haha.

      Iya tugasnya di Misa Expatriate yang pukul 11 (dulu sih waktunya itu kayaknya skrg lbh siangan deh).

      Delete
  5. Kasih jempol dulu untuk postingan ini. Sempet beberapa hari yang lalu ingin menanyakan kenapa komen nonton PTX itu ga diulas, eh akhirnya diulas juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ulasannya pendek sih benernya dibandingin serunya pengalaman nonton konser. Yang penting ada lah ya buat kenang-kenangan. Sekalian ngubek foto2 jadul biar keliatan bentukan Bu Leony pas masih belia kayak gimana hahaha (kayak robot cepak).

      Delete
  6. gw bukan yang suka denger lagu2 sampe gimana gitu.. tapi suka denger cuman buat pribadi aja.. tapi gw waktu denger PTX ini waktu christmas kemarin. suami di mobil download lagu2 nya, dan gw bilang enak dengernya.. apalage kalo medley.. ga berenti2.. sekarang juga kalo kerja sambil dengerin lagunya di youtube yang medley.
    waktu denger die orang nyanyiin let it go frozen, gw sampe nyeletuk ke suami "kok lebih bagusan ini ya ketimbang yang aslinya?" wkwkwkw :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue kan emang penggemar musik plus ngefans jg sama acapella group ya. Lu bayangin model bapak2 Rockapella aja gue demen. Begitu ketemu Pentatonix ini kayak bawa angin segarrrr hahaha. Apalagi skrg ada film Pitch Perfect yg bikin acapella makin berjaya.

      Eh bbrp lagu mereka emang lbh enak didenger drpd aslinya hahaha.

      Delete
  7. awal denger Pentatonix pas natal taun lalu ci en langsung klepek2 demen (kayak nemuin jodoh, hahahaha), keren2 deh suara mereka :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya pas ktm jodoh malah gak klepek2. Biasa aja hwhahaha. Tp suara Ptx emang keren parahhhh.. nyanyi langsung sama recording sama aja kerennya.

      Delete
  8. gw juga pernah lho dengerin choir immortal... dulu pas jaman masi katekumen di tere... kan ada kelas tu hari minggu pas jam2 yang expat... sekarang juga kadang2 tugas ni di paroki, tapi dulu pas sd koor dimana2...

    penasaran lho ama suaranya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penasaran sm suara saya, Rollz? Dengerin suara piring kaleng diketok2 aja. Tar mirip deh hahahaha.

      Delete
    2. hahahaha... biasa kalo yang merendah bgini suaranya TOP banget :p

      Delete
    3. Hahahaha. Iya juga sih. Yg bener itu suara saya lbh mirip sama piring kaleng PLUS gelas beling diketok2 hahahaha.

      Delete
  9. wah gw baru tau pentatonix dari lu Le, heheheh sebelumnya belom pernah denger. Emang ya lebih susah nyanyi acapella kaya gitu.
    Knapa kebanyakan penggemarnya justru ABG ya? gw pikir yang tua yg demen acapella hahaha.
    Wah rajin banged kamu ya ikut kegiatan choir, jadi pengen denger suaranya Leony nyanyi kaya apa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu biar tambah ngefans kudu tontonin video2nya di youtube dan beli albumnya juga Teph hehe. Terus dengerin deh kalo lagi nyetir anter jemput anak. Penggemarnya ABG soalnya mereka masih muda2 banget jd segmennya jg anak muda. Apalagi lagu2nya kekinian banget! Nanti kapab ketemuan, gue nyanyiin deh.. Dangdut!

      Delete
  10. Kayanya aku tau siapa itu ibu rumah tangga yang semok...hahaha...ciiii aku jg sukkaaaa bgt sama lagunya pentatonix...christmas album nya juga ciamik...aaa suka suka suka...btw jd penasaran nih kepengen denger suara ci leony...di rekam dong ci kalo nyanyi terus share ke youtube...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu rumah tangga semoknya lebih dari satu looohhh hahaha. Ya kalau mau denger suara saya... beda2 tipis lah sama Beyonce pas kakinya keinjek. Gak pede direkam di youtube Rib. Takut nanti ditemukan bakatnya sama Oprah terus jadi ngetop kayak Justin Beiber.

      Delete
  11. mbak Leony postingan ini berhasil meracuni aku yg (ngakunya) nggak begitu suka musik, tapi pas denger pentatonix kok jadi keterusan nyari2 lagu lainnya di youtube :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asikkkk... gpp kok keracunan sama PTX mah positiffff.. cuma mentok bikin body goyang2 sama kagum doang.

      Delete
    2. suaranya enak..empuk dan nggak ngoyo :-) aku ngakak ngakak liat medley_nya soundtrack frozen, perasaan kok malah bagusan yg dibawain PTX daripada aslinya ya

      Delete
    3. Yang itu cuma 3 anggota PTX aja sih, alias Superfruit (Mitch n Scott) featuring Kristie. Tapi kocak abis ya video itu hahahaha.

      Delete
  12. Leony! Ahhh.. setelah sekian lama gue jadi silent reader, akhirnya ingettt elo yang manaaa.. berkat foto pertama yang pake kotak kotak ijo bersama Pak Manto.. =) Lo angkatan '99 kan?

    .. Jadi kangen ikut choir..

    Asik banget nonton PTX.. gue ingin!! kemaren pas tau kalo mereka mau konser di sg, waktu baca beritanya tiket udah sold out aja gitu.. hiks -_-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaaahhh, gue angkatan noceng donggg hahaha. *ga rela lbh tua setaun*

      Kalo ngefans emang kudu pas tiket br dibuka lgsg serbuuuu... soalnya kl ngga bakalan ga dpt. Itu PTX yang 1st day lgsg sold out. 2nd day msh sisa tp venuenya beda n ga enak.

      Delete
    2. oh.. berarti elo di PSUMB sejak SMP ya?
      gue novyta, angkatan 98, dulu main trumpet :)

      Delete
    3. Iya, gue 6 tahun full di PSUMB :). Angkatan 98 itu maksudnya pas lulusnya kan ya tahun 1998? Berarti palingan kita setahun doang ya main barengnya.

      Delete
    4. Iya, angkatan lulus.
      Hmm.. dua tahun kayaknya.. Phantom & Carmen?

      Delete
    5. Oh iya, Phantom sama Carmen. Kalau gue ada tambahan My Fair Lady sblm Phantom. Habis gitu kan udah ngga lagi, soalnya kerusuhan. Tp masih sempet nonton Benhur sih di thn 2000 akhir hehehe.

      Delete
  13. ci leony, saluuuuut.. udah ikutan les organ & paduan suara dari kecil bahkan sampe udah lulus kuliah....bahkan sempet lead 1 tim jg.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tp les organnya cm sampe smp doang Cyn. Gara2 waktu itu mau Ebtanas dipaksa dtg les gara2 mnt tagihan bulanan. Nyokap keselll gue keselll.. tmpt les kok gila duit bener haha.

      Kalo nyanyi emang ud suka banget. Tp skrg suara ud ga setinggi dulu krn udah bekas sakit.

      Delete
  14. I love love loveeeeee PTX. Gilingan keren banget lah mereka. Gue pertama kali denger PTX langsung jatuh cinta. makin jatuh cintrong denger tribute mereka yang buat Daft Punk.

    betewe, pasti suara lo juga bagus banget dehh ikut choir gitu. kece amat sihh.

    p.s. kangen juga ya sama seragam kotak2 itu :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahhaa. Kangen seragamnya doang, ga kangen belajarnya. Cape bo! Hahahaha.

      Suara bagus atau jelek pas di choir ga teruji Pes. Terujinya saat nyanyi solo. Hwhahaha. *langsung tutup kuping semua*

      Delete
  15. Wow cool! Jadi ikutan nge-fans PTX sekarang hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asoyyy ada lagi tambahan fansnya. Mestinya gue jd promotornya aja ya hwhahaha.

      Delete
  16. Bikin cover youtube dong Le, siapa tau jadi youtube star. *modus padahal pengen denger lo nyanyi aja hehehe*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan udah dibilang Ngel. Gue ga mau post di youtube. Takut nanti ngetop kayak Justin Beiber.. privacy keganggu... *halah hahahaa

      Delete
  17. si seno demen banget tuh sama PTX, cuma pas PTX konser, dia lagi sibuk2nya sama project kantor, ga bisa nonton dah... tapi emang PTX keren banget sih...

    gua juga dulu di sekolah ikut choir, suka lomba dan beberapa kali menang... cuma ga lanjut, pas kuliah ngambil kegiatan fotografi hehehehe... sempet pengen ambil choir juga, cuma takut kuliahnya keteteran, soalnya gua kuliah sambil kerja juga hahaha... sekarang mah belom tentu bisa pecah suara lagi kalo nyanyi, dan ga pernah nyanyi lagi kayaknya... satu2nya dimana gua nyanyi solo di depan banyak orang ya pas kawinan kemaren, demi menyenangkan hati suami... hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagian kalo Seno nontonnya ga ditemenin sama lu bisa berabe Mel. Tar dia bisa jadi temenan sama ABG2 dan teriak2an ga jelas!! Hahahaha.

      Kalo ikut choir yg serius, komitmennya emang hrs tinggi banget. Gue msh suka sih diminta nyanyi barang 1 lagu kl ada kawinan orang. Tp ya sudah cukup sampe di situ aja. Takut nanti ktm produser rekaman trs diajak gabung kan berabe *sombong hwhahahahaha*

      Delete
  18. Gw juga demen PTX, kmrn pengen ntn tp ga suami ga mau nemenin, trs ngajak tmn2 gw pd ga suka, trs aku piye? #curhat hahahahaa

    Jadilah eike ga nonton.. Klo sendiri kurang sip hahahaaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanya di socmed Ye.. siapa yg mau nemenin nonton haha. Pasti ada lah yg mau ntn bareng berbagai konser di Jkt. Gue jg nanya temen yg suka ngepost soal PTX via FB. Nanti kl ada konser laen yg lu minat kudu spt itu. Gue jg suami ga ikut krn lg tugas ke Taipei.

      Delete
  19. oooo...ternyata ini pentatonix...keren eeuuyy....dulu gue juga anak koor...saking guru pengajarnya org timor, nyanyinya jadi sering lagu daerah gitu...ahhahahahaha...lumayan loh ikut lomba sampe semifinal kl gak salah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren di Spore main juga loh, Nan! Kalo lu demen choir sih wajib nonton (harga tiketnya mirip2 lah sama di Jkt, tapi di MBS tentulah lebih bagus drpd di Balai Kartini). Iya orang NTT sana suara bagus2. Sus gue jg org NTT, walau suka false tp suaranya melengking meriah! Hahahaha. Ikut koor itu seru karena melatih kekompakan.

      Delete