Monday, May 11, 2015

Palembang in A Post

Akhir-akhir ini, saya lagi hobi banget makan masakan Palembang. Pempek, Mie Celor, Pindang Iga, dan lain-lain. Jadi keingetan, dulu saya pernah ke Palembang. Kalau bukan karena sahabat saya menikah, mungkin saya nggak akan kepikiran untuk ke sana. Dan ternyata it was unforgettable, especially di lidah! Cerita jalan-jalan ini adalah cerita hampir lima tahun lalu, tapi dibuang sayang. Kebetulan ada teman yang usul untuk dibikin blogpost saja, dan saya pikir nggak ada salahnya, supaya kita bisa lebih mengenal kekayaan budaya bangsa sendiri, sekalian ngikutin jalan-jalan khas saya yang isinya.. makan... makan... dan makan hihihi. Berhubung dulu saya nggak terlalu detail untuk review perjalanan, jadi foto-fotonya nggak sebanyak sekarang di seri "Abby Tamasya", tapi dijamin cukup untuk memuaskan mata (soalnya kalau memuaskan perut, beli sendiri aja ya). Kali-kali sehabis baca ini, jadi menginspirasi teman-teman untuk langsung capcus ke Bumi Sriwijaya.

Perjalanan ini berlangsung dari tanggal 4-6 Desember 2010. Udah lama ya? Iya, saya juga belum nikah sama suami, dan bentuk Abby masih belum terbayangkan hihihi. Ini perjalanan pertama kita pas pacaran, bersama dengan mama dan adik saya. Kita di sini untuk menghadiri resepsi kedua pernikahan sahabat saya Achmad, atau biasa saya panggil Mamat, dan istrinya yang cantik, Kiki. Akad nikah dan resepsi pertama mereka dilangsungkan di Bandung. Jadi yang tegang-tegangnya sudah lewat, di Palembang ini tinggal santai-santainya aja. 

Sabtu, 4 Desember 2010

For the first time ever, kita nyobain naik Lion Air! And I guess it will be the last also hahahaha. Ngerti lah ya alasannya kenapa. Perginya sih aman, gak pakai delay. Tapi pulangnya... Ntar deh diceritain. Sampai di Palembang, kita dijemput sama seorang sopir yang khusus ditugaskan oleh ayahnya Mamat untuk anter-anter kita selama di Palembang. Eh iya orang tuanya Mamat ini keduanya dokter hebat loh di Palembang. Jadi buat orang Palembang, kalau lihat fotonya, mungkin kenal.


Ternyata Palembang ini juga penuh dengan deretan Ruko. Cuma rukonya masih rapi dan bersih, beda dengan kota Medan yang mau di jalan besar maupun di gang, rukonya numpuk-numpuk semua.

Sampai di rumahnya Mamat, langsung kita diajak untuk makan pagi sambil lesehan. Dan menunya: Pempek! Iya, pempek pakai cuko. Yang disini pempeknya namanya lenggang, bikinan ibu-nya Mamat. Lenggang itu adalah pempek lenjer yang didadar pakai telur. Makannya ya dicelup-celup pakai cuka. Di belakangnya juga ada pisang goreng.

Beginilah suasana santai di rumah Mamat. Kita semua duduk lesehan, belakangnya itu karpet-karpet siap digelar untuk resepsi ketiga. APAHHHH?? RESEPSI KETIGA? Saya baru tau ternyata selain resepsi di gedung, besoknya lagi ada resepsi di rumah. *dan saya nggak bawa baju rapi lagi...*
Nah, di belakang saya itu sudah siap pelaminan untuk resepsi di rumah

Yang ini namanya bunga bale, untuk hiasan pelaminan melayu. Dalamnya nanti diisi telur, atau kalau mau praktis bisa diisi pakai permen, atau coklat Ferrero hwahahah *ini mah maunya saya* Katanya telurnya itu melambangkan kesuburan dan rejeki. Jadi makin banyak bunga bale-nya makin besar rejekinya.
Ini dia kamar pengantin khas palembang yang seluruh dindingnya dilapis songket. Lucunya, si Mamat sudah wanti-wanti supaya saya nggak tiduran di situ. Bukannya kenapa-napa, tapi karena banyak jarum pentulnya!! Lah, Mat, kamu nanti gimana mau bobo di sini sama istri? Huahahahah... *kerja keras dulu nyabutin pentul*
Setelah mampir ke rumah orang tua mempelai, kita lanjut untuk... WISATA KULINERRRR!! Ya secukupnya perut kita aja sih, soalnya nanti malam masih bakalan ada resepsi lagi. Cukupnya perut keluarga kami, ya gitu deh, agak-agak lebar.

Pemberhentian pertama, Mie Celor 26 Ilir Asli! Pose dulu dong di depan warungnya.
Kalo kata suami saya, ini mah spaghetti carbonara ala Indonesia hihi. Mie celor ini, adalah mie kuning yang disiram dengan kuah dari kaldu udang yang super nikmat. Ada juga potongan2 halus daging udang di dalamnya, lalu dikasih irisan telur rebus. Nyam!

Pemberhentian kedua, Martabak Har. Inget, banyak banget tiruannya, tapi inilah yang asli. Martabak HAR (Haji Abdul Rojak)

Martabak HAR ini sederhana sekali. Cuma kulit martabak yang diisi dengan telur ayam atau telur bebek yang dikocok sebentar (jadi masih agak utuh), lalu digoreng, dan dimakan dengan saus kari dan kecap cabe rawit.

Juragan martabak lagi mengawasi dagangan. Boleh lah ya tampang adik saya agak2 Arab gitu kan?
Pemberhentian ketiga, Es Mamat. Es Mamat ini lokasinya di Pujasera, jadi sepanjang jalan itu banyak juga orang yang dagang seperti pempek, model, tekwan, martabak. Tapi tetep, yang nomer satu diantriin ya Es Mamat ini.
  
Itu di depan saya ada keranjang yang isinya, apalagi kalau bukan pempek. Mari ambil!

Pempek Adaan, dan Pempek Kulit!

Ini loh yang namanya Es Mamat. Simpelnya, ini adalah es kacang merah, dan boleh pilih juga dicampur dengan alpukat, cincau, pokoknya suegerrrr!!

Di perut masih ada tempat, pesen lagi yang namanya Model! Model ini pempek yang dimakan pakai kuah seperti tekwan, tapi pempeknya isi tahu! Gimana rasanya? Ya tentu aja enak! Pilihannya cuma enak, atau enak sekali! 

Adik saya lagi menikmati segelas Es Mamat dan sepiring Model (bukan model majalah)

Kita tinggal di Hotel Aryaduta, dua kamar untuk dua malam.  Hotelnya baru, bersih, walaupun kamarnya kecil-kecil. Lebih ke arah business hotel. Dan yang terpenting, hotelnya deket banget sama rumahnya Mamat, sama2 di jalan rayanya.

Entah ranjangnya yang kecil atau adik saya yang gede.

Sampai sekarang masih jadi perdebatan. Ini merek airnya Cairness, apa Airness? Lalu kalau Airness artinya apaan? Air = udara. Mungkin artinya keudaraan? Huahahaha....

Karena sudah mau Natal, banyak hiasan Natal di lobby, salah satunya becak yang diisi pakai kado-kadoan. Entah yang gowes rusanya atau Santa-nya sendiri.

Boneka-boneka yang disusun berbentuk pohon Natal. Saking takut dicolong, tiap boneka itu ada label harganya. Kalau ngga percaya di zoom aja hahahaha.
 Sore itu, kita siap-siap dijemput untuk menuju ke tempat resepsi di kompleks Pupuk Sriwijaya.

Pasangan belum menikah hihihihi...
Kita mampir di mess tempat pengantin bersiap. Jadi kita sempet melihat mereka latihan jalan dulu.

Isn't she lovely? Pengantin wanitanya, bukan saya...

Suka banget sama detail dari pakaian adat ini, warna emasnya mencolok, make upnya jreng, dan wangi bunga di kepalanya harum sekali.

Pelaminan tradisional khas palembang. Merah dan emas, pokoknya terang banget!

Bapak Lurah, mamanya Pak Lurah, dan kakaknya Pak Lurah

Pagar ayunya, cantik-cantik, putih-putih, dan bajunya cerah-cerah.

Prosesi masuk pengantin, diikuti oleh keluarga.

Saya ingat, ngga berapa lama setelah mereka sampai pelaminan ini, mendadak ada pyro alias kembang api di atas panggung. Seru!

Bagian yang paling menarik adalah, saat mempelai wanita melakukan Tarian Pagar Pengantin. Jadi mempelai wanita dipersiapkan untuk menari, dipasangkan hiasan kuku emas.

Sambil pengantin wanita menari di atas dulang, pengantin prianya juga berdiri di atas dulang sambil memegang keris. Artinya suami sebagai pelindung keluarga. Si Mamat mukanya super tegang, lebih tegang daripada yang nari hihihi.

Kita masuk ke bagian paling ajaib dan nggak nyambung. Jadi ada dua kerabat yang menyumbang lagu dengan main saxophone. Tebak lagunya apa? Yak, lagu paling nggak pas buat kawinan: "Layu Sebelum Berkembang"! Hatiku hancur mengenang dikauuuu.... berkeping-keping jadinya.... huahahahhaa..

Setelah lagu pertama selesai, mendadak musik menghentak, dan keluarlah penari-penari dengan kostum bulu-bulu, dan kedua saxophonists mulai memainkan lagu latin. Lupa deh judul lagunya apa.

Penarinya joged seru banget, itu cowok yang paling kanan, gemulainya amit-amit, lebih gemulai daripada yang cewek.

Tidak lupa foto bersama dulu tamu-tamu "kehormatan". Iya sih, nggak sekeren pejabat. Tapi kami tamu spesial pokoknya, sahabat2 yang datang dari luar kota. Ada Abdul orang Malaysia dan Adam yang khusus terbang dari Perth untuk ke resepsi ini, dan kita yang datang dari Jakarta.
Perlu saya kasih tau, kalau orang Palembang ini (atau mungkin spesifiknya keluarga si Mamat), hobinya joged! Serius, ga peduli musik apa, pokoknya joged aja. Kalau kita nggak mau joged, ya ditarik. Walaupun rata-rata berjilbab, tapi jogednya seru tak terkira.

Pasangan kakak adik goyang chacha

Pasangan pacar yang tahun depannya udah jadi suami istri.

Itu ibu yang di depan saya serunya minta ampun jogednya. Bisaan banyak tamu berderet-deret cuma buat joged cha-cha bareng. Dan sebagai orang yang paling demen joged berkumpul, saya tentu nggak ketinggalan. Joged sendiri kan malu ditanggung sendiri, kalau joged bersama, malu ditanggung bersama. 
Setelah dansa all night long itu, kitapun pulang ke hotel dengan hati gembira. End of Day 1!

Minggu, 5 Desember 2010

Selamat pagi, Palembang. Hari ini, agenda utama adalah pergi ke resepsi terakhir di rumah Mamat. Saya sudah lapor sama ortu pengantin, kalau saya nggak bawa baju, tapi katanya, biarin aja, karena acaranya super santai di rumah sendiri.

Sarapan dulu! Sarapannya lumayan banget untuk hotel bintang 4, dan jangan lupa selalu ada makanan tradisionalnya kalau pagi. Ada Burgo, Tekwan, Pempek, ganti2 gitu deh.

Pasukan lancay, datang ke resepsi perkawinan. Ada yang pakai baju bola, kemeja casual dan jeans, juga kaos hahahahaha.

Namanya pesta di rumah, di halaman sudah ada panggung gembira. Dan sayapun di daulat untuk nyanyi. Berhubung pemain keyboardnya punya stock lagu terbatas, nyanyi yang sudah dikenal aja. "Kaulah Segalanya" punya Ruth Sahanaya.

Saya udah bilang kan tadi kalau orang Palembang hobi joged? Ini saya nyanyi lagu slow loh! Tetep aja itu ibu-ibu dua joged! Luar biasaaaa!

Pasangan kedua mempelai. Bajunya favorit saya di antara 3 resepsi yang sudah saya lihat. Very extravagant! Tapi saking beratnya itu hiasan semacam suntiang-suntiang di kepala, mempelai wanitanya sampai gak kuat dan mau nangis.

Menjelang sore, tamu-tamu sudah mulai berkurang, tinggal keluarga dekat, dan kami mulai iseng-iseng ngambil bunga bale buat pose-pose ajaib.

Nangkring di halaman rumah sama adik-adiknya mempelai pria yang udah pada nyeker dan sendalan semua.

Kedua mempelai mempersembahkan lagu. Lihat dong ya itu hiasan sudah diangkut semua dari kepala. 

Dan sayapun langsung digeret sama Ibu dari mempelai pria buat joged lagi... -_-

Saya lupa lagi dansa apaan, yang jelas kok saya bisa girang begitu ya? Apa kebanyakan gula?

Makanan wajibnya orang Palembang, dan pasti ada di resepsi. Martabak dan pempek! 
Ini duet paling dahsyat adik kakak, dan tebak lagunya apa? Tentu saja lagunya Broery Marantika dan Dewi Yull, "Kharisma Cinta". Kemudian pembaca bertanya-tanya sebetulnya kami lahir tahun berapa :P

Oh yes... Joged terus tante.. hayuk tante... semangat tanteeee!!

Kalau saya cukup mengharapkan bunga bale diisi sama Ferrero Rocher, adik saya malah berharap bunganya diisi pakai duit cepeceng! Ya bisa sih, pake duit sendiri...
Pose menyembah kepada Puspita Jaya II. Itu beneran loh gelarnya si Mamat. Jadi pas habis nikah, dikasih gelar kehormatan.

Walaupun saat itu belum nikah, boleh dong coba-coba duduk di pelaminan hihihihi...
Sehabis dari resepsi, kita lanjut untuk misa di Gereja St. Yoseph. Sebagai informasi, sekolah Katolik di Palembang ada yang sangat kesohor, namanya St. Fransiskus Xaverius. Bukan cuma umat Katolik yang sekolah di situ, tapi hampir semua agama, dan banyak pejabat2 Muslim yang masa kecilnya bersekolah di sana. Gereja St. Yoseph masih direnovasi, atau lebih tepatnya di rebuild. Jadi malam itu, kita misa di bawah tenda, kemudian mampir melihat indahnya bagian dalam dan luar gereja yang hampir jadi ini. Kalau sekarang pasti sudah berdiri dengan megahnya ya.

Eksterior gereja St. Yoseph

Interior gereja yang sedang finishing tahap akhir.
Untuk makan malam, kita ke restaurant yang sangat terkenal dengan pemandangan sungai musi-nya yaitu The River Side. Sayangnya saking terpesona dengan keindahan Jembatan Ampera, saya sampai lupa untuk mengambil foto makanan. Rasa makanannya sih biasa saja, tapi pemandangannya juara.

Iya, lagi makan pemandangannya kayak begini ini!

Foto keluarga dulu buat kenang-kenangan ke Palembang
Sudah kenyang makan malam, tentulah harus lanjut untuk dessert. Kemana? Ya ke pasar dong! Ngapain? Ya makan duren dong!

Duren Palembang, super maknyos!

Ini dia santapan kita. Tiga biji duren dibuka, buat makan berlima (termasuk Pak Sopir).

Tukang durennya bertato, dan durennya bertumpuk-tumpuk sepanjang pasar.

Malam itu kita akhiri dengan berkeliling kota Palembang, dan melewati jembatan Ampera.

Saking ngetopnya Martabak HAR, sampai ada yang plesetin hihihi. Kreatif.
Ke Jembatan Ampera, check! Makan duren, check! End of Day 2.

Senin, 6 Desember 2010 

Hari terakhir di Palembang. Pas lagi sarapan, ketemu sama Tim Sepakbola Malaysia yang habis tanding di Stadion Sriwijaya.

Adik saya saking pengen foto bareng, sampai gaya-gaya berlagak minta difoto pas lagi makan, padahal maksudnya buat foto bareng pemain Timnas Malaysia. 

Akhirnya nekad juga minta foto bareng. Ternyata tingginya hampir sama ya sama adik saya. cuma beda tebelnya aja hihihi.

Pemberhentian pertama di hari terakhir, balik ke pasar lagi, lewatin pengkolan jalan yang banyak jualan pisang. Tapi tepatnya mau kemana??

Ini dia tujuan kita, the most famous restaurant pindang di Palembang, Pindang Sekanak! Tempatnya sederhana, tulisannya sudah pudar-pudar, tapi kalau kesiangan dikit, jangan harap dapat pindang ikan bagian badan.

Ini buat icip-icipnya. Ada sate ikan, ada ikan seluang, lalu yang dibungkus daun itu ada brengkes tempoyak (alias duren campur ikan, yang tentunya saya nggak brani makan hahaha).

Makan bareng sama pengantin baru!

Pindang patin

Pindang tulang iga. Yang ini kedoyanan mertua saya kalau makan di resto Palembang di Jakarta. 

Pemberhentian kedua, Es Kacang Vico! Vico ini sebenarnya jual pempek juga, tapi yang terkenal es kacangnya. Selain Es Mamat, kita coba juga Es Kacang Vico. Sedap dan segar!

Ayok nyeruput es kacang!

Pemberhentian ketiga, Toko Pempek Dan Kerupuk 1707. Sebenarnya lokasinya di rumahan, tapi sangat direkomendasikan oleh sopir kami. Kenapa?? Yuk kita intip foto selanjutnya.

Pempek kulitnya... JUARA!!! Pas digoreng, nyembang lebar-lebar lalu dipotong2 dan dicelup ke kuah cuka. Ya ampun enaknya amit2. Sayang cuma sisa 20 pcs, langsung kita borong semua bawa pulang ke Jakarta.

Pemberhentian ke 4, Pempek 888 di Taman Kenten. Iya, ke pinggir kota dikit demi pempek endang! Katanya burgonya juga enak sekali, tapi saya gak pesen, tetep beli pempek saja buat dibawa pulang, plus makan di situ juga.

Pempek telur, pempek keriting, pempek pistel (isi pepaya muda), pempek adaan, pempek panggang (isi ebi), dan otak-otak. Asikkkk!! This is our last meal in Palembang sebelum akhirnya berangkat ke Airport.
Tapi ceritanya belum kelar, masih ada dikit lagi yaitu... soal... LION AIR! Saudaraku sekalian, penerbangan kami di delay selama 4 jam! Dan bukan cuma penerbangan kami, tetapi ada beberapa penerbangan, semua numpuk di airport Palembang. Mestinya pukul 18.00 sudah terbang, tapi akhirnya baru bisa terbang pukul 22.00. Terus kami dikasih apa sama Lion Air? Sampai malam kami nggak dikasih apa-apa, cuma dikasih pengumuman kalau pesawat delay, dan delaynya nambah terus. Di situ makanan yang kita kenal cuma ada CFC, akhirnya beli CFC. Eh CFC stocknya dikitttt banget sementara yang antri bejibun, sampai mereka harus nunggu delivery dulu dari CFC terdekat (alias gak punya kitchen sendiri). Bayangin sengsaranya, mau bayar aja ayamnya gak ada. Akhirnya, hampir pukul 9 malam, kami dibagi-bagi nasi bungkus isi ayam dan telur sama Lion Air. Beneran bentuknya nasi bungkus pakai kertas coklat, nggak pakai box. Jadi serasa mahasiswa habis demo terus dapet jatah makan. Orang-orang lain yang kelaparan dan nggak beli makanan, langsung makan dengan gragas, nggak kuat deh, Ceu delay sudah 3 jam. Untung kami sehat semua gak ada yang masuk angin. Itulah kenapa saya berani putuskan, untuk perjalanan pribadi, kayaknya sudah gak mau lagi naik Lion Air. Cukup sekali, aku merasaaaa... di delay 4 jammmm.... Ya nasib ya nasib... kenapa begini, baru pertama naik Lion, sudah menderitaa... *nyanyi pake nada "Kegagalan Cinta"..*

Demikanlah perjalanan kami ke Palembang yang sangat seru, penuh dengan makanan enak, acara perkawinan dan meriah, dan Lion Air yang delay (masih tetap disebut karena cuma gara-gara itu yang bikin tripnya kurang mulus). Jadi gimana, habis baca ini, pada mau jalan-jalan ke Palembang?

84 comments:

  1. mba leony, ini kenapa cerita doang tapi aku ikutan excited banget yah, berasa seru dan senengnya, wa bil khusus yang makanan *glek* :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, sengaja di post biar bikin kamu merasa kalau lagi jalan2 barengan sama saya. Terus sadar kalau cuma lagi baca, dan jadi kepingin jalan2 juga hihihi.

      Delete
  2. le, dirimu makan banyak tapi koq body segitu2 aja ya hehehehe... jadi pengen deh ke palembang... ngiler sama mpek2nya hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walahhh... maksudnya body segitu2 aja yg mana Mel haha. Montok2 aja ya maksudnya.

      Di Jakarta benernya resto Palembang kayak Sari Sanjaya juga enak. Cuma price wise lebih mahal aja. Sama suasana makan di kota asal gak bisa dikalahkan hihi.

      Delete
  3. Ci Leony, kamu cantik deh, serius pakai banget :D
    Saya jadi kepengen makan empek-empek dan pindangnyaaaa... Hahaha..
    Btw cici baru didelay 4 jam, saya pernah didelay 13 jam dari pagi sampai malam ci, hahahaha..
    Ngenes kalau ingat kasus delay itu lagi sekarang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh makasih banget Wien dibilang cantik hahaha *berbunga2*. Emang di sana makanan enak2 semua dan itu yang bikin kangen.

      Iya katanya Lion Air delay segitu normal ya. Kalau sama airlines lain mah udah dapet voucher meal yg enak. Ini mah nasi bungkus. Ya tapi disyukuri aja deh masih dpt nasi bungkus. Cm sayang banget waktu terbuang.

      Delete
    2. Haha, memang cantik kog ci, cuma jangan minta bunganya sama saya ya, minta sama misua saja :D
      Delay 13 jam dulu bukan Lion si ci, tapi si Batav yang sudah tutup. Kalau Lion baru ngalamin landing yang amat-sangat-tidak-sempurna, and it was one of the worst moment too..
      Pasti terbuang banget ci, apalagi pulang malam begitu, pasti semuanya jadi cape..

      Delete
    3. Sip... gak sia2 deh mandi dan sikat gigi setiap hari hahahaha.

      Eh Batavia Air emangnya udah ngga ada? Perasaan belum lama masih ada deh. Kok perusahaan penerbangan udah kayak restoran aja buka tutup ya.

      Delete
    4. Hahaha, iya ci, engga sia-sia yah :P
      Setahu saya sudah berhenti beroperasi sejak 2013 si ci. Iya ni, sudah seperti restoran yah.

      Delete
    5. Oke, selama masih ada penerbangan Garuda, mari naik Garuda saja, kebanggaan kita bersama,

      Delete
  4. Wuiii kangen banget sama mie celor dan pindang patin di Palembang. Dulu kalo ke Palembang sebenar nya gak pernah seneng karena gak ada apa apa tp yg jd penghiburan ya makanannya itu... Enak enak... Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kotanya mah biasa banget ya Man. Tapi buat wisata kuliner juara banget. Sebelas duabelas lah sama Medan.

      Delete
  5. Bu Le...aku kagum sama koleksi hafalan lagu-lagu lamanya hahahahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akibat punya orang tua yang hobi nyanyi plus karaoke.

      Delete
  6. wah.... ngiler liat empek - empeknya....apalagi ngeliat yang empek - empek lenggang. Paling doyan sama lenggang....haduhh.... jadi lapar nih...he..he....he....^_^. Jadi pengen nyobain ke palembang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici aja pertama kali makan lenggang ya di situ hehehe. Pas di Jakarta malah ngga tau ada pempek pake telor dadar. Ayo ke Palembang!

      Delete
  7. Dini hari baca ini jadi laper kerucukan deh BuLe. *fokes ama makanan doang. hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sarapannya pempek dong Dan. Biar gak krucukan lagi (tapi mules).

      Delete
  8. keren jalan2nya..... makan.. makan bikin ngiler xixixixixi......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya hobi makan itu menyenangkan. Asal tetep jaga kesehatan.

      Delete
  9. Kok gw ngerasa lu dah pernah posting ini ya Le?
    dulu pernah liat di FB haha ato beda ya?
    Hidup makan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue pernah post di fb hampir 5 thn lalu Yul. Tapi gak disusun cerita kayak di blog. Dibuang sayang soalnya seru perjalanannya.

      Delete
  10. Baca postingan cici yg ini langsung ngilerrrrrrr...makanan palembang yg pernah aku coba cuma pempek :p
    Berarti lain kali harus cobain mie celor sama martabak palembang deh...haduuh kayanya cici cocok nih bawa acara wisata kuliner...penjelasan makanan nya sungguh menggoda sekali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Ada yang mau sponsorin cici bawain acara wisata kuliner gak ya? Akan diterima dengan sangat senang hati hahaha. *Siap2 gendut banget trs detox seminggu sekali*

      Delete
  11. Sama cii, ak ke palembang jg karena temen nikah.. :) klo gak, ga tw juga alasan mw ngapain kesana, masa makan pempek doank? xixixi..

    Btw, seru jg ya klo menghadiri nikahan yg secara adat, apalagi palembang.. kan jrg ada yg liput :), salut dhe sama mempelai wanitanya, pakai mahkota berat bgtu trus 2 hari berturut-turut lagii yah...

    Emank klo ke palembang klo ga makan mpek" rasanya blm ksana ya :), sayangnya kmren ak ksana ga banyak jalan"nya, ke Jembatan ampera aja enggak wkwkwkw... makan duren apa lagii tuh.. wkwkwk paling gak, ga melewatkan mpek", martabak Har aja kelewatan, pdahal deket hotel :p,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kalau di Jakarta masih bisa makan masakan Palembang yang enak. Jakarta tuh apa sih yang ngga ada hihihi.

      Cici sih suka banget sama nikahan adat Palembang ini. Semuanya very extravagant, warna2 emasnya memanjakan mata. Makeupnya walaupun tegas tapi ngga bikin keliatan menor melainkan bikin auranya tambah keluar.

      Berarti masih banyak alasan untuk balik ke Palembang. Kan ga cuma jual pempek doang di sana.

      Delete
  12. Wahhh pempek2 ada dimana mana ya...dulu tiap cici ku dinas kepalembang pasti bawa pempek2 vico tp ndk pernah bawa es kacang nya hahahhaha, hiduppp pempek2 tetiba pengen makan pempek nih, dijkt ndk ada pempek enak ya ci?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Vico itu mirip sama Candy alias sudah komersil dan cabangnya ada di mana-mana. Bukannya ga enak, tapi banyak yang lebih enak. Kalau es kacang lebih terkenal Es Mamat, sampai dipesen ke Amerika segala loh hahahaha. Di Jakarta tentu ada pempek enak. Coba Sari Sanjaya deh. Tapi namanya sudah di Jakarta, harga jadi agak steep, yang kecil2 itu harga satuannya IDR 8,250. Kalau perut agak karung kayak cici dan suami, kalau ke sana cuma makan pempek aja bisa abis di atas IDR 200rb hihihi.

      Delete
    2. Serius ci es mamat itu smp di pesen ke amerika? gmn bawanya? gileee kek ny perlu sekali2 nyoba itu es...sari sanjaya ya ci coba ak googling ya terdekat dari tempatku dmn....wahhh sama ci perutku ma budi juga lumayan karet hahahhaha
      thx ya ci buat infonya

      Delete
    3. Rumah kamu di mana sih? Kalo dari tempat cici yang deket ada di Grenvil dan di Alam Sutera. Lalu ada juga di Casablanca dan di Kelapa Gading. Yuk mari diicip! *Mestinya gue dibayar nih ya buat jadi spokespersonnya SS*

      Delete
  13. ciciiii bodymu bagus syekaliiii, rahasianya apa? *envy* bikin postingannya dong :P
    jembatan Amperanya bagus bgt ya..
    perasaan br sarapan ko laper lagi ya liat makanannya (cita-cita kurus tapi liat postingan makanan aja udh laper lagi)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, itu body cici di tahun 2010 alias hampir lima tahun lalu belum ada Abby. Itupun gak bisa dibilang kurus, tapi padat berisi hahaha (lah, waktu nikah aja berat masih 58 kg, kalau sekarang tambahin lagi 4-5 kg... hiks). Jembatan Ampera itu bagusnya kalau difoto. Kalau dilewatin ya sama aja kayak jembatan2 lainnya.

      Delete
  14. Ci leee.. Postingan yang fotonya ga sebanyak abby tamasya aja dah banyak banget fotonya.. hihi.. dan tetep seru dan setail seperti biasaa.. Ruko ditumpuk itu maksudnya apa ci? Aku demen pempek keriting sama kerupuk *ketauan doyan yang garing2* hahaha.. Terus, martabak har itu semacam roti prata kali ya kalo internasional nya? Dimakannya pake kari juga. hehe..

    Ci le koleksi lagu2 Indonya mantep banget.. Aku ga tau smua banyakan.. Mulai nike ardilla kayaknya aku taunya haha :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sudah 4.5 tahun lalu, jadi namanya masih belum nikah dan belum punya anak, gak sebanyak itu keinginan untuk mengabadikan tingkah polah anak, apalagi review2 tempat hihihi. Martabak Har itu memang agak mirip roti prata di Prata House yang di Upper Thomson sana, cuma ya kalau di sana kan bisa isi keju segala. Di sini mah telur aja, boleh telur ayam atau telur bebek. Hidup kolesterol!

      Kalau soal lagu, keluarga cici sangat suka dengerin musik apapun dari pop, jazz, rock, sampai dangdut. Dan kita semua doyan nyanyi, jadi deh koleksi lagu di ingatan lumayan banyak.

      Delete
  15. ahh jadi pengen ke palembang cii...bisa tiap hari makan pempek x yaa...hahahaa
    restoran the river side nya menu makanannya khas palembang juga ci? atau makanan lain..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu tiap hari bisa makan pempek. Di sana orang nggak kenal pagi, siang, atau malam, pempek selalu tersedia. Harganya pun beragam mulai dari yang murah meriah (bahkan ada yang satunya cuma 500-1000) sampai yang enak punya yang satunya beberapa ribu rupiah. Riverside itu menunya mostly seafood standard Indonesia, tapi ada juga yang khas Palembang seperti pindang ikan. Cuma ya gak seistimewa di Pindang Sekanak,

      Delete
  16. menggiurkan foto2 makanannya ciiii!! pengen makan pempek en ikan pindangnya, yum yum yum!!
    untung yang jualan duren, tatonya bukan duren ci :p
    ngmg2 ci, itu makan mulu tapi kok body singsettttt gituh *iriiii* ga ada pipi bakpao juga, huhuhuhuhu, selain body yang oke juga cantikkkk ciciiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tatonya duren juga, kita nobatkan dia sebagai pengikut aliran duren garis keras hahahaha. Body cici nggak ada singset2nya Wi. Memang sih body pre-Abigail ya segitu itu, masih lumayan lebih langsing daripada sekarang, kalau sekarang ya "langsung".

      Delete
  17. Leony, bener tuh di foto ini loe cantik banget. Jangan-jangan ....jangan-jangan sedang..... hihihi
    Duh, gw udah lamaaaaaa banget gak ke Palembang. Tapi kalo cuma mo wisata doang, gak kepikiran mo ke Palembang juga sih. Dulu ke Palembang karena berpetualang pulang ke Bangka via trans sumatra, nyebrang dari Palembang.
    Udah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan2 sedang apaan Bu??? Itu gue masih belum nikah. Jadi bisa dibilang, gue lagi KASMARAN! Ya kan ya kan? Kalau ke Palembang lagi, ya beneran deh siapin perut kosong aja buat diisi makanan, sama bagasi kosong buat bawa oleh-oleh. Kalau mau lihat pemandangan, mentok di Sungai Musi hihihi. Ya boleh lah jalan2 dikit ke Pulau Kemarau.

      Delete
  18. wahh puas banget deh le makan2nya...salah deh gua mampir siang2 begini.. Jadi kepengen es mamat..hahaha. Mpek2nya juga bikin ngiler....Wahhh dandanan lo cantik banget le disini...soft, tapi keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, dandanan masa remaja tuh Ci. Ealah...gak remaja juga deh, di situ udah 28 tahun hahaha. Sebenernya kalau ke pesta mah lumayan yah eike, biarpun dandan sendiri, gak kucel2 amat.

      Sana gih Ci ke Sari Sanjaya, beli es kacang. Enak juga kok! Tapi di sini harganya jadi 22rb.

      Delete
  19. Pernah sekali ke Palembang urusan kerjaan, ya ampun kerjanya cuma beberapa jam, sisanya makan makan dan makan sampe gembul.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kayak gue pas ke Medan pas belum nikah dulu. Meeting cuma setengah hari, makan2nya sampe bikin gue gak kuat lagi. Asik ya!

      Delete
  20. Fotonya banyakk kok dan bagus2.. :) le kamu bagusan ga pake kacamata sptnya hehehe...
    Aku dulu pernah ngaudit di palembang emang enak2 makan melulu sampe sarapan hotel.kita skip

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, kalau sekarang enakan pakai kacamata Bon. Mata gak cepat kering. Itu karena mau kondangan aja, jadinya ya pakai softlens. Sarapan di Aryaduta sih enak Bon, jadi gak tega skipnya. Tapi tetep kok perut masih ada space buat lunch and dinner hihihi.

      Delete
  21. leony... selalu suka liat posting jalan2 nya, lengkap kap kap... :D
    biasanya SR, baru pertama kali komen disini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Pratiwi hihihi. Iya ini bahan lama, tapi sayang kalau dibuang. Moga-moga membantu menambah kecintaan kita sama kuliner Nusantara ya.

      Delete
  22. Ciii.. tetep yah Highlight dari pergi kemana2 tuh makanannya.. dan sukses buat yang baca laper dan pengen pesen mpek2 juga. wkwkwkwkw.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo buruan jangan2 adeknya ngidam pempek tuh. Jangan lupa coba berbagai jenisnya ya, jangan yang itu2 aja :)

      Delete
  23. Seru bangeeeeeeeeeeeeet deh bacanya! Hahahah. Kok resepsi bisa ampe berkali-kali gitu ya. Aku yang cuma mau sekali aja bisa senewen, gimana kalo ampe 3 kali. Senewennya 3 kali lipat! Haiyaaa. Hahahahah. Aduh baca blogpost ini jadi pengen ke Palembang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, banyak loh yang resepsi lebih dari 1 kali. Tapi kan yang tegang cuma akad nikah/ pemberkatan doang. Pas resepsi mah tinggal asyik2nya aja. Ayo ke Palembang, jalan-jalan sambil gendutin perut!

      Delete
  24. Orang kalo berkunjung ke palembang, pasti gak pernah dalam rangka tujuan wisata. Paling ya karena kerjaan ato urusan keluarga..ya soalnya mmg hampir gak ada objek wisata sih di sini. Tapi begitu udah datang, pasti gak nyesel deh karena kerjaannya bisa makan-makan enak mulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Lis, ngga nyesel kok. Tapi kalau nggak ada event khusus emang mikir2 juga sih, ngapain ke sana ya. Objek wisata buat anak2nya juga ngga ada hihihi.

      Delete
  25. baca postingan ini bikin ngidam pempek deh :D kayanya kalo ke palembang yg bakal dilakuin adalah makan pempek sampe mabok :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain berbagai jenis pempek ya, dari yang murah di pujasera sampai yang mahal2 di rumahan gitu. (Surprisingly, di rumahan kalau ngetop harganya bisa lebih mahal daripada yang di toko2 jalan besar). Dan seperti yang aku bilang, pilihannya cuma enak, atau enak sekali :)

      Delete
  26. ci leony, blm pernah cobain burgo, mie celor sama pindang iga khas palembang... keliatan nya enak banget. :)
    aku jg baru pertama x liat nikahan orang palembang, ternyata seperti itu ya. tamu2 nya jg hobi joged. gak kaya resepsi disini yg jaim2 buat joged. hahaha.

    1 kalimat liat foto2 di atas. ci leony cakeeeep banget.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mampir aja ke resto Palembang di Jakarta. Seengganya jadi tau rasanya. Kalau mau yg paling mantab, ya ke Palembang langsung.

      Di kawinan cici sih tamu2nya mayan gak jaim. Tapi yang muda2 ya. Kalau yg tua sih ya gitu deh... malu2 kuciang hahaha.

      Wahhhh makasihhh. Kalau sekarang aura2nya udah diambil sama anak. Hahaha.

      Delete
  27. Wah asik tuh perjalanannya ke Palembang. Jadi pingggiiiin......
    Asiknya juga kalo pesta tuh di saban daerah beda2, jadi asik aja datengin -nya. Beda sama pesta biasanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru Paula yg pengantin daerah. Maksudku yg tradisional ya. Kalau yang Chinese di daerah aku udah rada2 hafal. Kembang api sana sini, lighting heboh, dry ice, dan artis hwhahahaha.

      Delete
    2. Hahaha, masa dry ice masih 'happening?'
      Di surabaya juga masih ga kalah heboh kok, artis 'taiwan', banci show, lighting teteup heboh dan tarian ala kadarnya yang penting bajunya mekrok2 hehehe
      Tapi udah ga semuanya kayak gitu sih, tergantung pengantinnya juga, masih mau gak yang kayak gitu

      Delete
    3. Dry ice kl si Jakarta sih udah ngga happening. Tp masih lumayan suka aku liat di kawinan di daerah. Pas first dance dikasih dry ice atau bubble2 hwhahahaha. Kalau lihat kawinan di Indonesia heboh banget dibandingin di US atau Europe ya.

      Delete
  28. Lelee, kirain lo abis dari Palembang baru-baru ini. Kok ngga ngomong-ngomong tau-tau udah balik. Ternyata cerita flashback, hehe. Tetep aja sih bikin jadi pengen pempek sama duren jadinya! tanggung jawab Leee.

    btw seneng deh liat foto lo yang lagi dance sama F itu, bajunya lucuuw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Postingan dibuang sayang Met. Soalnya seru dan berkesan walaupun cuma sebentar. Lagian gue kepingin banget share kebudayaan Indonesia dan kekayaan kulinernya hihihi. Asik artinya gue berhasil soalnya elu tergoda. Sana melipir ke Sari Sanjaya.

      Makasih Met. Sekarang bajunya udah ga muat hahaha.

      Delete
  29. Mie celornya bikin mupeng ci *glek* sama jembatannya instagramable bgt!! hehe
    Trus jogetnya heboh ci, jd inget postingan yg merit hohoo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya cici ga pny instagram hwhahaha. Cukup pajang di blog aja ya. Jogednya orang Palembang lebih heboh Yun, soalnya ngga ngenal usia semuanya turun. Malah yg lebih tua lbh hot sementara yg muda2 melipir hahaha.

      Delete
  30. hahahaha makanya gw demen otak, pempek, apapun itu yang bisa bikin ndut juga hehehe :)
    pengantin ceweknya ga di make up juga cantik yaa... imut2 gitu hehehe :)
    besok2 maen ke bangka donk... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Fun. Si Kiki itu cantik bangettt... dan biasa ga make upan juga. Cm dasar cantik alami dan enak dilihatnya.

      Di Bangka ada apa ya Fun selain pantai Parai? Soalnya haven't found the reason yet hihihi. Mau di hosting ya Fun kalo gue ke sana?

      Delete
  31. wah gw mau komen banyak nih:

    1. dulu lu kurus banged yaaa :D
    2. makanannya bikin ngiler smua, gw ga familiar ama makanan palembang kecuali empek2. tapi itu mi celornya kliatan menggiurkann
    3. menarik ya kamar pengantinnya orang Palembang, penuh songket smua, spreinya juga cuma dari kaen songket dipasang2 pake jarum pentul ya, apa ga sayang nti kalo kotor ya? kan abis malem pertama gitu huahauhaha *hushhh ah*
    4. gw ngakak nih waktu lu cerita yang 2 saxophonist yang nyanyi lagu ala patah hati hahaha
    5. kaki lu pas ngedance itu kenapa kok merah2?
    6. adek lu masi jomblo gak? *kepo doank loh, bukan buat gw yang jelas hahaha*
    7. kenal mamat dari mana?
    8. dari dulu lu bakat jadi food or travel blogger ya, abis foto2nya banyak dan ceritanya mendetil walo udah lewat 5 taon yang lalu, klo gw sih jarang banged kepikiran moto makanan, udah terlanjur masuk perut kok baru inget knapa ga difoto dulu buat masukin blog *yahh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Gue gak kurus. Berat 58 kg itu! Kurus drmana coba? Tapi artinya seengganya gue 'keliatan kurusan' mayan lah ye drpd ga ada hwhahaha.

      2. Buruan ke resto Palembang. Di Smg ada gak Teph? Pasti ada lah kl di resto Palembang. Tp rasanya gak tau seenak di sana apa ngga.

      3. Hahahaha. Katanya gak bakalan dipake pas malam pertama. Mending pindah ke kamar laen :p

      4. Gue aja shockkkk... belum lagi penari bulu2nya. Hahaha.

      5. Merah2 di bagian deket telapak ya? Itu kayaknya bukan kenapa2 melainkan kayak kebakar kepanasan. Maklum dulunya org lapangan. Biasa suka pake flatshoes n celana panjang. Jd itemnya di bagian situ hihi. Btw, gue aja kagak nyadar! Hebat mata lu.

      6. Masih. Dan skrg lg sibuk2nya kerja. Boro2 ada waktu nyari2.

      7. Mamat itu flatmatenya ex gue hahaha. Tp sampe skrg malah gue sahabatan sama dia dan keluarganya.

      8. Waduh... gue tuh cuma seneng cerita aja, buat dokumentasi pribadi. Tp berhubung ada blog n dibuang sayang, gue share aja biar yg lain ikutan hepi :).

      Udah ya kejawab semua? Terus gue dpt 100 gak? Haha.

      Delete
  32. Dan yaaaa, waktu ke Palembang, aku ngga sempet icip mie celornyaaaa.. Huhuhu.. :( Abis ngga bisa move on dari pempek, tekwan, model sih.. Hihihi.. Jadinya monoton deh. :P

    Kain songketnya bagus-bagus banget, Mbak.. Ah, aku jatuh cinta >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang model ikan-ikanan gitu emang lebih common sih, dimana-mana ada mulai dari yang mahal sampai yang murah. Kalau mie celor itu kan alirannya rada beda alias pakai udang, bukan pakai ikan. Itu artinya ada alasan buat balik lagi ke Palembang deh.

      Delete
  33. gara2 posting ini gw memutuskan :
    1. harus invest baju adat Palembang ahahaah tentu aja versi simple dan murah (udah cakep tentunya) tar Abby boleh sewa wkwkwkwk
    2. gw harus bisa bikin mpek2 dengan sukses nih ada tenggiri tinggal tingkatkan PD, karena niat udah ada

    gw suka ke kawinan adat dl pas tmn kampus tapi blom pernah yg Palembang, biasa Jawa, Batak atau Padang trus itu pelaminan beneran dekornya gila2an salaman pengantin pun beda kan kaya biasa jadi tangan kita kaya nyambut komuni trus ketemu ujung jari tangan penganten gitu juga wjwwjwjwkwkwk lalu di kondangan itu gw jadi pusat perhatian soalnya Cina sendiri hhahaahha

    ternyata ydah hobi joget dr dulu, cocok sama mudika gw kl ada acara itu pasti cha2, boogie woogie, poco2, sajojo keluar semua dan gw bete krn terpaksa ikut *maklum kaku kan batang pohonkayu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, tapi kalo versi anak gue yakin banget gak seribet yang versi kawinannya Fel. Anak2 bisa pusing kena vertigo kali kalo pake kembang besi segitu banyak. Gue yakin elu pasti bisa bikin pempek dengan sukses. Yang susah cuma masukin telornya, ngeselin banget krn buyar2.

      Kalau temen2 gue yg kawinan daerah ini, so far krn sekolahnya di LN jadi banyak jg temen2 yg Chinese yg diundang, tp kebetulan aja krn di Palembang itu kemarin jd gak terlalu banyak. Kalau yg di Bandung atau di Jakarta banyak. Tapi kadang suka bingung pake bajunya, karena kalau pake gaun fancy takut saltum hihi.

      Wah jangan salah, org yang kaku kayak batang kayu kalo joged jg keren! Namanya popping!

      Delete
  34. Hi ci Leony. Aku silent reader pembaca setia blog mu. Kebetulan aku mau tanya2 mengenai dokter cici wkt pas kehamilan abby. Bisa minta alamat email atau line? Thank you

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Cath, bisa email ke leony_hal(at)yahoo(dot)com.

      Delete
  35. Mba Le.. Sama banget kaya aku. Ke Palembang karena sahabat nikah, dan di sana isinya makaaan terus :D

    Resepsinya sama tuh, di Aulanya Pusri. Setuju kalau makanan Palembang enak-enak ya... Mana resepsinya ada 3 pula (akad nikah di rumah perempuan, resepsi di gedung, resepsi di laki-laki). Udah lah, entah naik berapa kilo waktu itu makan terus :))

    Btw, di sana pempek yang ngga merk terkenal aja enak.. Dan jadi appetizer dimana-mana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menu lain selain yg makanan khas sih benernya biasa aja menurutku. Kayak di resepsi itu kan juga ada makanan2 lain kayak bakso etc, tapi yg enak beneran cuma makanan khasnya. Kalau yang lain2 di Jakarta banyak yg lebih enak hahahah.

      Delete
  36. aduhhhh ci, jadi pengen mudikkkk......:(

    kalo di 888, sebenernya yang paling juara model gendumnya..., iya itu 888 deket rumahku, dulu ampir tiap sore jajan di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini anon siapa ya? Hehehehe. Iya, katanya Model Gendumnya juga enak ya. Tapi gak bawa semua ke Jakarta deh. Perut udah penuhhhh...

      Delete
  37. wah udah deg2-an nih, soalnya dikiiiiiit lagi itu rumahku :P, di daerah sekanak, deket dgn pindang sekanak, riverside, dan mie celor 26.
    iya sebagai wong pelembang, bangga sama kulinernya :) tapi hebat juga kamu le, cuma 3 hari di palembang, kayaknya hampir semua icon kuliner di palembang sudah dicobain :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu udah hampir 5 thn lalu hahaha. Jangan2 udah lewatin rumah kamu. Semuanya disempet2in cobain through research sendiri sebelum brkt hehehe. Dasar tukang makan sih! Hahaha.

      Delete
  38. Jadi tambah lapar bacanya hehehe...di Hayam wuruk ada tuh mertabak HAR tapi ga tahu asli/ga, belum pernah mampir ci.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo di daerah kota kayaknya apa aja ada. Mulai dari makanan jasmani sampe makanan "rohani" hahaha.

      Delete