Thursday, April 09, 2015

Preman Berbalut Ormas

Sudah dari sejak sebulan lalu kira-kira saya mau nulis soal ini. Tapi jadi maju mundur (gak pake cantik) lantaran isinya agak sensitif buat ditulis. Kalau saja mereka tidak bersentuhan dengan kehidupan saya sebagai masyarakat, mungkin saya bisa lebih diam-diam saja walau hati bergejolak pingin protes. Tetapi karena sudah sampai di tahap ngeselin, jadi saya share-share sedikit deh. Walaupun saya sendiri tidak pernah meghadapi secara langsung pihak ormas tersebut, tetapi orang-orang yang dekat dalam kehidupan saya pernah mengalaminya, dan saya yakin juga banyak dari anda atau kerabat anda yang dibikin pusing dengan kehadiran mereka.


Jakarta ini sebenarnya kalau dibilang sudah hampir sama parahnya dengan jaman-jaman Chicago dan para gangster macam Al Capone. Kalau di Chicago itu mafianya adalah orang keturunan Italia, unfortunately di Jakarta ini yang jadi preman malah bangsa sendiri. Dan gilanya, makin ke belakang, malah suku sendiri yang ikut "menjajah" kotanya. Saya ketemu dengan artikel yang cukup fenomenal di tahun 2009 yang dimuat oleh Jakarta Post. Untuk lihat artikelnya bisa dilihat di sini (dalam bahasa Inggris tentunya). Tapi akan saya ringkas saja beberapa ormas yang dianggap berpengaruh di Jakarta dan sedikit historynya berdasarkan artikel tersebut dalam bahasa Indonesia. Yang menyedihkan, ternyata ormas-ormas ini rata-rata membawa nama agama ataupun nama suku. Ingat ya, artikel ini dari tahun 2009 dan rupanya, gak kelar-kelar tuh operasinya malah makin menggila.

1. Forum Betawi Rempug (FBR) - Lutfi Hakim
Waktu awal berdiri di tahun 2001, maksud baiknya adalah memberikan pekerjaan buat anak-anak muda Betawi. Tapi lama-lama gara-gara dibackup sama tentara (ehem...) ujug-ujug malah jadi "petugas keamanan gak resmi" buat berbagai kegiatan di Jakarta, dan juga buat menjegal lawan politik. 

2. Front Pembela Islam (FPI) - Muhammad Rizieq
FPI terbentuk dari pecahan PAM Swakarsa di jaman pemerintahan Habibie. Cita-citanya sih meluruskan syariat Islam. Sayangnya, kerjaan mereka adalah nyerang dan menghancurkan semua kegiatan hiburan yang katanya tidak sesuai dengan syariat Islam, tetapi memakai cara kekerasan. Ketua Asosiasi Pariwisata mengaku, kalau dia harus menyetor sejumlah uang cuma supaya tempat usaha mereka tidak diserang FPI.

3. Laskar Jayakarta (LJ) - Oding Djunaidi
Waktu awal berdiri, mereka itu dibackup untuk support Adang Darajatun buat jadi Gubernur DKI (lawan Foke di tahun 2007), terus kalah. Sekarang malah jadi "petugas keamanan gak resmi" dan diback up sama polisi, dan mainnya di daerah bisnis etnik Tionghoa dan entertainment prostitusi macam Mangga Besar, Hayam Wuruk, Gajah Mada, Glodok, dan sekitarnya.

4. Pemuda Pancasila (PP) - Japto Soerjosoemarno
Didirikan tahun 1959 oleh A.H. Nasution, maksudnya adalah sebagai organisasi pemuda melawan komunis. Tapi pada tahun 1978 malah alih fungsi untuk jadi backupnya Soeharto dan bikin huru hara dimana-mana. Sejak Soeharto jatuh, anggotanya mulai tercerai berai dan terjun ke politik (soalnya backup financial udah berantakan), namun tidak sukses. Para anggota akhirnya bergabung organisasi lain macam FBR, FPI, dan LJ.

5. Paksi Indonesia Timur - John Kei, dll
Sebenarnya pemimpinnya ada beberapa dan semua fenomenal (dengan kekerasannya). Herkules (Timor Timur), John Kei (Maluku), Rony Syauta dan Umar Kei (Maluku-PMB), dan Ongen Sangaji (Ambon-Maluku). Pekerjaan eksklusif mereka adalah sebagai bodyguard pengawal, juga debt collector ulung, bahkan bank-bank besar juga memakai jasa kelompok mereka. Dikenal sebagai debt collector yang paling efisien (if you know what I mean... gak bayar, dor, sret...). Tapi belakangan Herkules kehilangan tajinya di daerah Tanah Abang by.... you know who... the infamous Haji Lulung!

6. Haji Lulung Group - Abraham Lunggana
Bisa dibilang Haji Lulung ini yang cukup canggih karena dia preman berbasis bisnis. Dimulai dari menawarkan diri untuk membangun jembatan Metro Tanah Abang yang tentunya didukung oleh aparat setempat, dia merambah ke bisnis "pengamanan", parkir, pembuangan sampah, dan debt collector. Malah bikin law firm juga loh! (geleng2). Ujug-ujug, dia membangun basis untuk pemuda Betawi untuk menjegal lawan politik, dan si fenomenal Herkules yang dulunya penguasa Tanah Abang, dengan mudah disingkirkan begitu saja. Sekarang haji Lulung malah jadi anggota DPRD. Canggih kan?

Artikel tersebut cuma membahas 6 Ormas yang paling terkenal, dan ternyata masih banyak lagi ormas-ormas lainnya. Kalau diperhatikan, hampir semua ujung-ujungnya adalah jadi preman. Semuanya tukang peras, dan kalau kita tidak ada uang untuk diselipkan ke mereka, jangan harap usaha kita bisa mulus. Tingkatan mereka kayak sudah lebih tinggi jauh daripada aparat, bahkan mereka bekerjasama dengan aparat. Ormas-ormas ini juga dipakai sebagai alat politik, dan ujung-ujungnya, rakyat biasa yang jadi korban.

Dibawah ini saya bagi cerita sedikit yang berkaitan sama ormas yang disebutkan di atas. Saya tidak perlu sebutkan secara spesifik ormas yang mana, tapi saya kira anda semua bisa tebak-tebak sendiri lah ya.

Beberapa waktu lalu, Pastor Paroki (Paroki = pembagian wilayah untuk gereja Katolik), mengadakan kunjungan temu wicara dengan para warga lingkungan. Warga lingkungan boleh cerita ataupun bertanya soal apapun yang berkaitan dengan Gereja. Salah satu pertanyaan dari warga adalah, "Romo, apakah jam misa di stasi kita bisa ditambah? Karena setiap misa selalu penuh baik di gereja utama maupun di stasi. Lalu apakah ada rencana membangun gedung permanen?" Sebagai informasi, di Paroki saya sudah ada satu gereja utama, kemudian ada stasi tambahan di yang kita buat di dalam aula sekolah karena umat membeludak dan tidak bisa tertampung lagi. 

Kemudian Romo menjawab dengan agak sedih. Kata dia, boro-boro mau bangun gedung permanen. Setiap misa saja, kita harus membayar sejumlah uang ke salah satu ormas. Jadi setiap kali kita ibadah = kita harus nyetor walaupun sudah di gedung punya sendiri, bahkan walaupun kita sudah mempunyai ijin penyelenggaraan ibadah. Jadi menambah jam misa = menambah setoran ke ormas. Warga lumayan kaget, siapa sangka pengaruh ormas ini juga merambat ke tempat-tempat ibadah yang sudah berijin, baik ijin tempat maupun ijin penyelenggaraan. Alasan mereka adalah sebagai uang keamanan untuk perlindungan jemaat. Tapi, anda tentu tau sendiri maksudnya apa kan? Sebenarnya setoran itu dimaksudkan supaya tidak ada penyerangan oleh pihak mereka saat kita beribadah. Sedih banget dengernya, tapi mau diapakan lagi? "Tradisi" ini sudah mendarah daging, dan entah siapa yang bisa mendobraknya. Jadi para pembaca di sini mungkin bisa mengerti juga, kalau sampai ada tempat ibadah diserang, kemungkinannya bisa bukan karena tidak ada ijin ibadah, tetapi mungkin setorannya kurang kencang. Mana nih Bhinneka Tunggal Ika? Kok cuma nyangkut sebagai semboyan aja sih?

Cerita selanjutnya berkaitan dengan proyek Corporate Social Responsibility (CSR) yang belakangan ini marak dibicarakan yaitu proyek CCTV untuk Jakarta. Gagasan Ahok ini sebenarnya sangat cemerlang. Selain untuk keamanan warga Jakarta dan memantau traffic di jalan-jalan protokol, CCTV ini juga akan ditempatkan di sepanjang bantaran sungai untuk memantau banjir. Biayanya, murni dari peranan para perusahaan yang bergabung untuk berbagi dengan warga Jakarta. Kalau proyek ini bisa jalan, siapa coba yang beruntung? Ya tentu warga Jakarta! Nah untuk masang CCTV ini, tentu ngga bisa asal templok kan ya. Bayangin ada 2,500an CCTV yang mau dipasang, tentulah dibutuhkan tiang, jaringan, kamera, dan proses instalasi yang tidak singkat. 

Dalam pelaksanaanya, pas saya dengar langsung dari salah satu karyawan perusahaan penyedia CSR, ternyata bikin urut-urut dada. Baru mulai cek lapangan, didatengin ormas, minta uang keamanan. Baru pasang tiang instalasi, kembali didatangin ormas, minta uang keamanan lagi. Pasang kamera, begitu juga, lagi-lagi uang keamanan. Belum lagi kalau mau servis atau ngubah posisi, minta lagi uang keamanan. Dan uang keamanan tersebut diminta per titik loh! Bayangkan proyek ini bakalan ada 2,500 titik! Jadi setiap mau mulai ke lapangan, dari pihak perusahaan sudah harus menyiapkan "uang saku" untuk dibagi-bagi ke para preman berbalut ormas ini. Niatan baik dan mulia dengan membangun instalasi dan menyumbang CCTV untuk warga, tetapi masih saja dirongrong dengan perlakuan ormas yang ngakunya sebagai perwakilan warga Jakarta. Sedih banget kan? 

Itu baru proyek CCTV, bagaimana dengan proyek lainnya? Oh iya, beberapa teman saya juga sering mengeluhkan tempat usaha mereka sering didatangi ormas. Bahkan sampai tempat les pelajaran sekolah saja juga dipalakin loh! Padahal kan tempat itu konsumennya anak-anak sekolahan yang ingin belajar. Padahal buat menjadi bangsa yang maju, orang-orang diencourage untuk jadi wirausaha, tetapi tiap kali usahanya kelihatan lumayan dan buka tempat baru, harus nyetor ke ormas. Capek kan? Untungnya belum malah buntung duluan.

Nah, sekarang saya tuh pingin bertanya juga sih sama para pembaca di sini, sebenarnya preman berbalut ormas ini ada gunanya gak sih? Apakah mereka benar-benar memberikan jaminan keamanan? Apakah mereka memahami arti keamanan itu sendiri? Yang ada saya selalu merasa tidak aman tiap kali mendengar nama-nama mereka disebut. Belum lagi tindakan anarkis yang seringkali bawa-bawa SARA padahal ujung-ujungnya jegal-jegalan politik atau kejar setoran. Nah, tapi kenapa sampai sekarang ini tidak ada yang betul-betul berani membubarkan? Kalau dibaca di kutipan dari The Jakarta Post di atas, sepertinya ormas-ormas ini memang didukung aparat yang kekuatannya melebihi tekad satu dua orang pejabat yang ingin membersihkan mereka. Lalu, sampai kapan bangsa kita mau bertahan dijajah oleh bangsa sendiri? 

Ya saya tau, penjajahan bangsa sendiri itu levelnya bertingkat, tapi ini yang paling langsung bersinggungan dengan kehidupan bermasyarakat. Saya hanya ingin merasakan keamanan yang sejati, bukan tipe yang ada uang = ada "perlindungan". Selama ormas-ormas model begini masih ada, rasanya sulit sekali saya merasa betul-betul aman di negara sendiri. Bahkan kalau ada kejahatan dan mau lapor polisi saja, saya mikir 10,000 kali gara-gara reputasi aparat pun tidak terjamin.  Saya ingin seluruh sila di Pancasila dan butir-butirnya itu bisa kita rasakan, tapi kapan? 

Disclaimer: 6 nama ormas di atas saya sadur dari artikel di Jakarta Post, bahkan sejarahnya juga dari artikel itu, jadi bukan tulisan pribadi saya. Jadi kalau ada yang keberatan, mohon dilayangkan ke Jakarta Post. Yang dibawah itu baru pengalaman pribadi saya dan orang-orang di sekitar saya.

102 comments:

  1. Hmmmm

    Yah begitu deh ci...
    D bogor buat adain cap go meh aja ga sedikit uang buat izin ini itunyaa


    Malah yang beragama itu juga kadang malu lho sma kelakuan ormas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Bogor padahal itu tradisi yang bagus banget ya. Kayak udah budaya setempat tiap Cap Go Meh jalanan ditutup. Iya, kalau umat yang bener pasti malu melihat orang yang membawa-bawa nama agamanya tapi pakai kekerasan.

      Delete
    2. Mendingan kalo punya duit ke luar negeri aja. Cape berurusan dengan preman dan polisi di Indonesia ini. Semua ujung ujungnya duit, dan sekali di kasih duit terus terusan kita menjadi bulan bulanan mereka.

      Delete
  2. Hastagaaaaah emang BuLe kalo baca soal mereka ini. Serem buat komen aja.. (

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mo komen aja deg2an ya Dan. Apalagi pas aku mau nulis, sebenernya deg2an banget, tapi kok kepingin dikeluarin pelan-pelan keselnya.

      Delete
  3. Jadi apa yang bisa kita lakukan ci? Kalo aja para "korban palakan" itu semua bersatu dan PERANG angkat senjata melawan para preman, harusnya menang donk yah kan korbannya lebih banyak daripada anggota preman itu sendiri. Jadi ngebayangin kembali ke jaman penjajahan dahulu kala, merdeka atau terus dipalak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anggota premannya ada ratusan ribu. Tp masalahnya bukan di situ aja. Harus diinget dong backupan mereka siapa hehehe. Bukan cm anggota mereka tapi juga..... ya isi sendiri deh hehehe.

      Kalau saja ada leader bertangan besi, cici rasa bs beres. Tp masalahnya leader yg bertangan besi jg sama aja pake ormas juga hahaha.

      Delete
  4. Kan gue lagi bangun rumah ya, masa didatengin sama salah satu ormas di atas, dimintain duit. Gue sungguh nggak ngerti deh. Ini rumah pribadi lho, bukan tempat usaha. Kita bangun juga pake duit pribadi, nggak pake duit rakyat apalagi nyolong, kok bisa-bisanya dipalakin? Tapi gue sama suami sih gak ikut campur lah, wong kita bayar kontraktor, ada mandor bangunannya juga. Biarlah mereka yang urus, mereka kan juga pasti lebih berpengalaman. Cuma nggak ngerti aja cara berpikir orang-orang itu, apa bedanya mereka sama perampok? Kalo perampok yang ketahuan bisa habis digebukin massa, harusnya mereka yang jelas-jelas merampok bisa digebukin juga dong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngel... skrg lu bayangin. Rumah lg dibangun didatengin ormas. Pas rumah nyokap gue dibangun, didatengin org dinas pertanahan!! Mau malak juga!! Padahal kita sudah resmi bayar IMB. Nyokap gue loh yg ngadepin. Nyokap bilang jangan ganggu saya pak. Saya laporkan nanti ke atasan bapak (nyokap sebut namanya). Sejak itu gak balik lagi orgnya.

      Sekarang kalau mental pejabatnya saja perampok, tentu saja ngga bisa membasmi ormas yg pny mental perampok. Org sama2 aja. Malah saling back up satu sama lain untuk setoran. Sedihhhh....

      Delete
  5. Ya bener juga kata-katamu Le. banyak orang masih egois dan mentingin kepentingannya sendiri daripada mikirin kepentingan bangsa. muga2 ya suatu hari nanti negara Indonesia juga seperti negara2 maju lainnya, dimana hukum itu bener-bener ditegakkan dan gabisa diganggu yg namanya 'duit'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Negara kita yg maju cuma pengikut socmednya hahaha. Kalau infrastruktur sama pejabatnya, majority masih terbelakang banget. Yg buat warga aja dan dr duit pajak warga msh dikemplang. Capeee...

      Delete
  6. Aduuh urut dada deh ci kalo ngomongin ormas..bener deh ga ad gunanya dan cuma nawarin perlindungan palsu aja...gimana negara ini mau aman sejahtera yaa? sedih kadang liat Indonesia...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih makanya cici jd numpahin uneg2 di sini kali2 walaupun gerakan kecil bisa membawa perubahan at least untuk membuka mata kita dulu kalau premanisme di negara kita betul2 sudah menggurita.

      Delete
  7. duhh emang begitu dehh kelakuan oknum2 itu, dan udah susah diberantas le, udah konspirasi tingkat tinggi..Yang waras ngalah aja dehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngalah dalam hal gak mau urusan sama kekerasan mereka. Tp biar gmn kita harus bisa melakukan 'perlawanan' kecil2an. Ya gue cuma bisa nulis kayak gini aja Ci. Numpahin uneg2 dikit drpd diem aja dipendem di hati hehehe.

      Delete
  8. gereja deket rumah gua le, gereja khatolik besar, itu setiap ada misa hari2 besar misalnya paskah, natal, dll, pasti penuh sama salah satu ormas di atas yang "ceritanya" jagain parkiran.
    daerah gua ini kalo ada buka usaha baru (contoh kemarin BCA baru buka), pasti berantem deh sama warga masalah parkirannya. warga maunya parkiran diserahkan kepada keamanan komplek aja, mereka ngotot harus mereka yang pegang. dan mereka suka bawa2 pasukan gajebo gitu buat takut2in yang punya usaha kalo ga mau kasih parkiran ke dia. rebutan recehan istilahnya.

    salah satu ormas itu juga pernah dateng ke kantor gua minta sumbangan pembangunan pos mereka. gua kasih 20rb, dia marah2... katanya harusnya 200rb. gua bilang: masih bagus gua kasih 20rb, ga cuma goceng hahahaha... tapi sejak itu sih ga dateng2 lagi. mungkin ngerasa seret :-D

    ini versi temen gua yang orang pemerintahan... katanya ormas2 itu dibentuk buat hadapin masalah antara warga. misalnya berebutan lahan, dll. katanya kalo aparat yang hadapin, terus ada luka atau sampe meninggal, itu namanya pelanggaran HAM. tapi kalo sesama warga kan ga dibilang begitu. jadilah dibentuk ormas2 itu. cuma emang akhirnya kebablasan.
    entah bener entah ga versi temen gua itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lu liat aja sejarahnya ormas itu Des. Kalau gue lihat sih lebih ke kepentingan politik. Backupnya jg rata2 aparat. Beneran ga tau lagi kemana harus mengadu kan. Mau je polisi jg ampir sama kayak preman alias ada uang ada barang.

      Delete
  9. Ci.. Such an mind opener.. Aku taunya selama ini yg nmr 2 dan 6 aja karena paling heboh, dan taunya juga krn demo2nya dan media tv. Tapi ternyata yg di belakang layar malah lebih parah ya :( Hiks.. Lebih parahnya lagi, mau ngadu ke siapa? Toh yg mustinya jadi tmpt perlindungannya, setali tiga uang, sama aja. Baca salah satu komen di atas, bener jg. Apa bedanya sama perampokan ya kalo kayak gt mah? Cuma lebih terang2an aja.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang lain2 itu semua juga legendaris Fan. Ngerti kan kenapa FPI ga berani nyerang daerah kota dan sekitarnya, ternyata ada LJ di situ. Lebih seru lagi sebenernya kalau saya pasang peta premanisme Jakarta yg pernah dimuat di JP jg ya haha. Tp nanti yang baca malah serem sendiri.

      Delete
  10. Setuju emang ini penjajahan oleh bangsa sendiri. Emang gak ada gunanya ormas ormas itu karena sebenernya mereka itu preman tukang palak.tapi ya mau diapain ya ny, abis emang hukum di Indonesia itu kan hukum rimba. Yg kuat yg berkuasa. Rasanya gak ada solusi nya. Call me pessimistic, but actually I am realistic. Kalo masalah hukum di Indonesia udh no hope. Makanya preman bertebaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita percaya Man suatu saat si Satria Piningit itu akan muncul. Kita harus tetap punya harapan ya. Memang bawaannya kalo di Indo itu pesimis tp jangan dikubur dulu harapannya hehe.

      Delete
  11. ci.. di daerah rumah nyokap.. ada salah satu ormas yang kerjanya kaya "tukang parkir", semua perpakiran harus mereka yang "megang", padahal boro2 mereka ngatur mobil, jagain pokoknya tau2 harus kasih sekian aja untuk parkir. padahal tempat parkir yang biasanya itu juga jalanan umum. pokoknya riweh banget deh kalo ada ini ormas.

    malah sekarang yang lagi trend tuh, taman2 perumahan ada "gubug"nya mereka. ditulisin gede2 nama ormas. tiap malem berisik. setel tv, dangdutan. *tepok jidat*.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bener kan, udah kayak preman wilayah rebutan lahan. Kalau sampai berselisih bisa bacok2an segala. Malu2in ormas yg mestinya bisa jd sarana positif untuk pemuda ternyata cm jadi sarang preman.

      Delete
  12. yg nomer 2 udah bawa² agama tapi bikin image jelek aja. padahal ajaran agama kami ga begitu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih ya Non. Temen2ku yg seagama dengan yg nomor 2 itu jg kesel banget. Jd membuat org yg bener ibadahnya ikut kebawa jelek. Padahal temen2 baikku pada open minded dan menghargai umat beragama lain.

      Delete
  13. leleee kok gw kasi komen ilangggg -___- zzzz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah untung yg di bawah masuk Fab.

      Delete
  14. Le gw ulang yaaa I was saying on the previous note, gw-pun baru ngerti kalo gereja harus bayar uang "keamanan" buat misa.. apa kabar paroki gw di indo yah, MBK yg dari TK-SD-SMP-SMA ada semua tumplek plek disana, gw bayangin yg terima setoran uang keamanan ga usah kerja, berpenghasilan tetap cuma duduk-duduk aja tiap hari di rumah.

    Kmaren ini gw lewat di taman Northbridge ada layar tancep ala bule yg gegoleran di taman pake bean bag nonton film indo, judulnya The Act of Killing. Cerita tentang Ormas Pemuda Pancasila di Medan tahun 1960an... elo coba google deh, directornya bule, pembuktian buat negara luar kalo premanisme di indonesia ga akan ada yg bisa nandingin le!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak usah elu, gue aja kaget kita masih mesti nyetor2 segala ke ormas buat ngadain ibadah. Sedih amat ya. Gue gak tau di tempat lain gimana tapi kebetulan Romo di tempat gue cerita seperti itu.

      The Act of Killing itu emang kontroversial banget. Makanya gak boleh diputar di Indonesia, cm boleh di tempat terbatas. Tp bisa distreaming langsung jg dr web dia hahaha. Iya makanya gue bilang ternyata negara kita lbh serem drpd negara yg terang2an ada gangster.

      Delete
  15. H Lulung : Kalau saya enggak jadi apa-apa lagi, nongkrong saja di Tanah Abang. Meludah saja jadi duit......ckckck...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaha. Soalnya pas meludah dia sambil bawa centeng2 dan bodyguard di blakangnya. Sambil ngancem kalo gak bayar nanti set set set hahaha...

      Delete
  16. di deket rumah gua ada tuh markas salah satu ormas di atas... kerjaannya kalo siang suka masangin lagu dangdut... inget kan waktu lu ke rumah gua ada dangdutan, ya mereka itu kerjaannya hahahaha... kerjaan lainnya ya itu, malakin duit ke penduduk sekitar... rumah gua untungnya ga kena, soalnya kalo mau masuk kan ada pos hansipnya... tapi ya tetep aja bikin sebel denger ceritanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Gue ga denger dangdutannya Mel soalnya gue br brani turun pas udah di deket rumah lu hehehe. Tp untung ya rumah lu ada kompleks kecilnya itu. Kalau ngga sih deg2an juga apalagi yg di jalan luar itu banyak dilewatin angkot jg.

      Delete
  17. Le.. ini gw yg sependapat dengan u untuk komen ttg tipu2 kamera hahahha...

    kadang suka ngurut dada liat mereka2 itu apalagi dulu sbelum ST*D**M ditutup... itu yg jaga siapa kl bukan Ormas-Ormas itu...

    ajaran kita KASIH... itu yg tdk pernah berubah dulu skrg dan selamanya. ttp mengasihi orangnya, benci dosa2nya mereka. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Anon hahaha. Gue gak tau elu yang mana pas postingan kamera saking banyak anon sampe pusing pala barbie hwhahaha.

      Nah makanya kita mgkn ga bisa melawan tapi bs mendoakan. Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.

      Delete
  18. Ce, aku pernah baca klu yg ngalahin hercules tuh ucu kambing, gurunya haji lulung. CMIIW. Aku suka sekali tulisannya yg terus terang... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kalau gitu si Jakpost ada salah ya. Cici barusan cari2 berita lagi katanya justru Lulung diselamatin sama Haji Ucu dan nyetor ke Haji Ucu. Tp blakangan malah Lulung yg ambil kekuasaannya Haji Ucu hehehe. Dunia preman emang gila.

      Delete
  19. gw cuma tau bbrp ormas soalnya sering disebut2 aja di tv. gw baru tau juga nambah jam misa = bayar :o ternyata ga cuma bangun gerejanya aja yg sulit. miris liat kelakuan2 premanisme kayak ini.
    gua udah lost hope Le sama negara ini :)) entah gimana benerin benang kusut ini, pr berat buat orang2 baik yg mimpin negara ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sampe bener2 lost hope Ngel. Gue yakin suatu saat akan ada pemimpin yang benar dan didukung oleh orang2 yang benar juga. Gue ingin yang lurus itu jadi majority. Gak kayak sekarang malah jadi minority di pemerintahan kita. Tetep berdoa buat Indonesia.

      Delete
  20. Ihh gilak, Misa aja ternyata kudu bayar jatah preman yak..ckckc.. Baru tau gw Le, dan lgsg emosi bacanya.. Fufufuu.. Emang udah bukan rahasia lagi yah klo Ormas2 ini backupnya para petinggi negara.. Sedih bgt deh, kapan merdekanya ni bangsa.. ckckc..

    Berdoa buat Indonesia yang lebih baik.. Amin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Py, gue juga baru tau. Ngga tau deh kalau di daerah lain mungkin beda lagi ketentuannya. Kan tergantung masing2 daerah itu ya "centeng"-nya siapa hihihi. Memang kita cuma bisa berharap dan berdoa sama Tuhan aja Py. Supaya hati org2 digerakkan.

      Delete
  21. dan akan lebih banyak atau ga jelas apa kepentingannya datang waktu dekat2 mau lebaran. Bos lebih memilih kabur ke luar, hp matiin. Katanya mabok gak berhenti2. Kasi 1, bakalan muncul belakang2nya.. dia bisa ngajakin temennya loh. Dan bukan siapa2 pula.. ampun deh.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Kalau mau deket lebaran mnt sedekah tp gayanya kayak merampok kan. Mendingan kabur beneran deh. Sayangnya bos doang yg kabur ya. Anak buahnya malah repot ngadepin.

      Delete
  22. Karena yg ngejajah Bangsa sendirii,, maka pada ga nyadar, ga berasa ciii... Mau ganti presiden brp x kyknya ga akan hilang Ormasnya.. Mungkin cmn Tuhan yg bs ya, kasih bencana alam gt?

    kyknya di Gerejaku jg sama dhe ci, klo soal setoran, cuman pas Natal kmren ormas yg membawa suku ini ngebantu ak bilang,,, kan klo Misa natal pasti padat n macet bangett tuh.. Mreka ada buat atur" lalu lintas di jalan sampe keluar komplek gt.. Nah ini msh boleh lah ak blg, tp mungkin nambah bayarnya :D haha..

    Tp paling kesel juga sama Tukang parkir cabutan yg kyknya preman ormas, pas markir ga ad orang, pas mau balik nongol minta duid... errr.... Klo tukang parkir resmi, biasanya pas masuk parkir di bantu cr tempat + atur parkir, pas kluar dibantu juga, pas diksh duid jg rata" sopan, ga langsung nyelonong pergi... Pwih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangam bencana alam dong. Kalau bencana alam justru yg jadi korban jg yg baik2. Dan tau sendiri kan kalau bencana alam, pernah ngga ormas2 tersebut membantu sesamanya? Ngga ada kan? Kayak ngilang ditelan bumi.

      Kalau tukanh parkir siluman sering tuh. Mana suka kasar. Kl kita ga ksh duit kita suka dikatain sumpah serapah plus kadang dibaretin.

      Delete
  23. kenapa ga sekalian bikin SIUP aja ya mereka...inilah Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya mereka punya 'usaha' derajatnya sudah tinggi banget sampai gak perlu SIUP. Langsung bablas ijin dr high level hahahaha.

      Delete
  24. ormas itu perlu, ci.. mereka jaga keamanan loh.. dari penjahat-penjahat. Siapa penjahatnya? Ya mereka sendiri! *siul-siul*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jd penjahat lawan penjahat buat rebutan lahan masyarakat ya hahahaha.

      Delete
  25. Ormas2 ini awalnya doang ya maksudnya baik demi keadilan tp malah berkembang ke arah yang lain, malah yg awalny "ingin membantu rakyat" skrng malah jadinya "meresahkan rakyat"....dideket rumah gw kan ada rel kereta api gt nah klo ada mobil yang belok kudu ngasih duit klo ndk mana dikasih lwt ma orgnya...klo ngasihnya 500rupiah dilempar loh uangnya ke jalan *nolak gt ceritanya* ci katanya standarnya 1000 hahahhaha geblekkk dan mereka maksudnya baik ngatur lalu lintas biar ndk macet tp malah nyatanya ada mereka jadi macet 2x lipat capcay dah...
    Pertanyaannya skrng...sapa yang bisa menghentikan para ormas yang kurang bertanggung jawab ini? pemerintah? rasanya pemerintahpun sori sori aja udh mulai disusupin ma ormas2 ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya emang dibentuk lebih kepada nampung orang-orang sesuku gitu sih, tapi ujug2 malah dipake buat jadi "penjaga keamanan" dan alat politik hahahaha. Eh dulu di deket Rawa Buaya rel kereta api juga ada yang kayak gitu, ada premannya yang mesti dikasih duit mayan gede. Akhirnya sekarang ditutup tuh lintasan. Kita kudu muter, tapi hati lebih tenang rasanya hihihi.

      Bukan pemerintah yang disusupin ormas sih, justru pemerintah menggunakan ormas-ormas ini sebagai alat pengalihan issue politik. KZL huruf kapital.

      Delete
  26. Gue suka tulisan lu...hehehe
    Coba kita posisikan diri sebagai mereka coba, mau kerja jadi staff kantor, stress di pikiran, dimarahin bos, politik kantor.
    Mau kerja fisik kayak jadi tukang bangunan capek, gajinya kecil, panas.
    Mau nyante2 di rumah, ga ada orang baik hati yang rutin kasih sumbangan.
    Serba salah kan? Jadi....
    Mending malakin orang kan? Kesannya garang, gagah, bikin takut, dan bisa dapet duit banyak. Dan job desc-nya keren lo, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
    #sarkasme abis

    Papaku buka toko Le, jadi udah kenyang sama yang namanya 'pajak' tambahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Paula, gimana ini negara mau encourage banyak entrepeneur kan? Toko biasa aja dipalak-palakin. Iuran berbagai rupa. Jadi inget tiap kali dulu juga om saya punya toko, kalau mau lebaran udah kayak bagi2 jatah preman barang-barang jualan dia (yang kebetulan keperluan ibadah). Kalau nggak kayak gitu, ngga selamat deh.

      Delete
  27. Saya orang Islam yang terus terang malu mbak dengan polah ormas yg mengatas namakan agama saya tapi bikin rusuh dimana2. Dan FYI bukan non muslim aja yg nggak suka sama tindakan mereka lho tapi beberapa kajian di pesantren yg saya ikuti juga mengecam tindakan mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga kasihan sama temen-temen yang agamanya "dicatut" sama ormas tidak bertanggung jawab. Nanti malah menguatkan kalau agama tersebut adalah agama yang berbalut kekerasan, cuma gara-gara segelintir orang yang semena-mena. Gimana pandangan dunia? Gara-gara tingkah laku ekstrem, seluruh rakyat ketempuan loh, negara kita dicap teroris lah dll.

      Delete
    2. ya tapi ormas2 seperti itu nggak mungkin tumbuh subur kalo nggak punya backing aparat mbak. Masalahnya adalah biasanya mereka juga menghidupi alias nyetor ke aparat jadi kalopun di lapor2in ya nggak ngaruh. Kalo preman2 cemen tanpa backing biasanya bikin rusuh sekali trus diciduk ya sudah bubar jalan.

      Setuju sama pernyataan terakhir, gara2 tingkah laku ekstrem jadi di cap jelek, kerasa banget kalo mau ke luar negeri, di imigrasi pasti dag dig dug

      Delete
    3. Memang begitu kan. Makanya saya nunggu ada pemimpin yg tegas yg bs membawa ormas2 ini ke tujuan yg baik. Indonesia itu msh sering dianggap negara dunia ketiga gara2 msh banyak kekerasan yg disebabkan oleh ormas2 berbau SARA. Org negara lain udah ke bulan, kita msh ribut soal2 ga penting.

      Delete
  28. Le... ini bacanya aja dag dig dug, hebat ih kamu berani nulisnya. Makasih ya udah nulis ini jadi kita bisa tau juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Non, pas mau publish juga mikir dulu, dan doa dulu. Tujuannya baik yaitu untuk berbagi, dan juga menyampaikan uneg2 yang saya tuh yakin sebenarnya banyak banget yg merasakan hal yang sama, tapi ragu untuk nulis. Ya itung2 mewakili perasaan banyak orang juga.

      Delete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi there hehehe... komen kamu udah saya baca kok di email hehe. Ormasnya tuh kalau tujuannya sesuai tujuan awal misalnya untuk memberikan pekerjaan yg berguna dan positif sih ngga apa2 ya. Yg kacau itu karena tujuannya sudah bergeser. Jadi saya ngga menentang adanya ormas, asal balik lagi ke tujuan mulia dan tanpa kekerasan.

      Film TAOK memang kejam ya. Kayak manusia gak ada harganya. Mestinya beneran diputar gede2an drpd terbatas.

      Delete
  30. Ciiii ini di Bali jg ada tapi namanya Laskar Bali. Ga bawa2 agama sih tapi nyangkutnya ke politik. Trus kadang2 "nilang" bule yang lagi asik nyetir ke tujuan, jadi temennya polisi tapi ga pake seragam. Kasian tuh para bule.
    FPI ga berlaku disini karena wilayah kekuasaannya udah beda hahaha :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Suami cici jg pernah bilang tuh. Dia kan sempet tugas bolak balik Bali. Makanya parah juga nilang2 pdhl cuma meras aja. Tilang jg cari2 alasan. Backupnya polisi n bagi hasil sih ya. Susahhh...

      Delete
  31. ci, baru tau kalo misa kudu ngasi setoran, miris bgt. masa mau beribadah dibatesin en parahnya kudu bayar ke pihak lain yang ngakunya jaga keamanan :(
    keberadaan ormas2 ini bukan membuat keadaan jadi lebih baik malah yang ada meresahkan masyarakat, apalagi perilaku mereka ga mencerminkan hal2 baik ya. Yang ada brutal en main hakim sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah sama....cici jg baru tau gara2 ada forum komunikasi itu. Mgkn gak enak juga kali ya kalau romo curhat begini pas misa besar. Dan akan membahayakan warga juga. Jadi ya dia cm berani ngomong kalau pas ada kunjungan ke warga. Miris memang.

      Delete
  32. Setuju, ini topik yang sensitif banget, salut kamu berani nulisnya, Le... Yah, semoga ke depannya bakal ada perbaikan di negara ini ya, tanda2 bakal membaik sih belum ada, tapi seenggaknya kalo kita masih terus berdoa harapan itu masih ada. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sensitif tapi sebenarnya dirasakan banyak orang kan Lis hehe. Jadi ya itung2 menyuarakan isi hati banyak org juga. Dan lumayan brasa tanggapan dr teman2 semua hampir sama yaitu kalau mangkel jg sama kegiatan ormas2 yg ga bertanggung jawab.

      Delete
  33. Kantorku pernah didatenginnya sama ormas salah satu partai yang sekarang jadi penguasa, pas banget beberapa saat setelah kemenangannya di pemilu :D MInta uang buat bikin pos apalah gitu. Paling sebel emang mba sama yang begini :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bener kan, kerjaannya malah malakin warga. Pdhl kalau program bagus dan benar2 demi kepentingan rakyat, ga usah dipalak jg org rela kok mendukung.

      Delete
  34. mungkin musti ada batman, spiderman, superman, fantastic 4 dan semua2 itu haahahah buat berantas *mulai menghayal* 1 superhero dikasih satu pulau misal superman sumatra, spiderman kalimantan hahaha khusus jakarta fantastic 4 aja, kayanya kl cm 1 kurang hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua jagoannya Marvel smaa DC Comics dijadiin satu ya Fel. Abis lawannya berat sihhh..

      Delete
  35. Bikin ngelus2 dada, baru tau kaya gitu. Soalnya di daerah sini paling minta THR aja pas lebaran *tepok jidat*. Sebenernya kalau aparatnya bener ga perlu adalah mereka2 ini. Kaya benalu jadinya. *gemes*

    ReplyDelete
    Replies
    1. THR itu cuma yg kecil2nya Dita. Tapi sebenernya itu cuma kaki2nya aja. Jaringannya udah kayak meggurita dan backupnya kuat banget.

      Delete
  36. Pengennya orang-orang kayak gitu dimusnahkan aja, Mbak.. Hahah.. Apalagi semuanya duit terus. Malak lah, modal keroyokan en otot gede doank..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya maklum maunya cari duit cepet ga pake mikir. Tinggal hajar bleeehhh...

      Delete
  37. Mungkin desakan ekonomi :v dan susah cari kerja.. hehe... salam kenal mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenaaalll... Bukan susah cari kerjanya Kamal. Tp maunya nyari duit cepet gak pakai mikir.

      Delete
  38. Baguuus tulisannya, Le! Idem sama hampir semua komentar di atas deh, cuma bisa ngurut dada aja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Urut dada sampe tepos ya Lit hwahahaha.

      Delete
  39. Wakakaka.... Usaha wa, dlm setahun bisa didatengi puluhan x. Mau bangun poslah, Mau acara buka puasa bareng anak yatim lah, pelantikan ketua lah, pelantikan anak ranting lah, Hut Ri, + 5 agama lengkap dirayain dan ada proposalnya. Premanisme sudah jadi darah daging di republik ini, polisi pun gak sanggup mengatasi karena merekalah yang melindungi/membackup mereka. Tidak usah disebut ormas apa, kita semua sudah tau. Dengan gaya petentengan baju loreng sok militer seenak udelnya meminta uang, dikasih ceban ehhh mala gak mau, maksa minta ratusan ribu.. Lapor polisi ??? Percuma boZ... Karena nalar polisi ini cuma berlaku untuk org" pribumi. Org keturunan/chinese cuma dijadiin sapi perahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Akhen Wong, mungkin kita bisa melihat dr sisi lain. Memang kadang kita kesel, tapi kalau kita sudah mencap kalau polisi hanya melindungi pribumi, saya sih justru ngga selalu ngerasa seperti itu. Statement seperti itu malah membuat sempit cara pikir kita sendiri dan menimbulkan sentimen rasisme yang lebih dalam. IMHO, polisi kita mah seringkali sederhana cara pikirnya, sarcasm nih ya, mereka tuh melindungi siapa yang ada uangnya, bukan soal pribumi atau keturunan loh :). Walaupun masih ada juga segelintir polisi baik dan beretika, tapi sayang sudah ketutup sama tipe yang asal ada duitnya.

      Saya sendiri punya banyak sahabat yang pribumi, malah banyak yg lebih dekat dr sekedar kawan saya yang chinese keturunan, dan saya tau, semua dari mereka juga membenci tindakan rasisme dan premanisme yang dilakukan oleh sesama sukunya. Jadi marilah kita keluarkan statement yg positif kalau kita semua bersaudara, despite the unfair treatment that sometimes we got :)

      Delete
  40. Bener banget... Menurut saya, Sebenernya Ormas ini ada karena adanya sistem demokrasi yg salah. Bayangin aja, dulu jaman Soeharto preman di tembak ditempat. Aman? Aman dong. Sekarang? Mumpung demokrasi, semua orang bebas berpendapat, bebas membuat ormas. Makanya banyak banget ormas yang terbentuk. Oh iya, yang salah bukan demokrasinya, tapi sistemnya masih dini nih ci. Liat Amerika, terlepas dari segala pro kontranya ya. Mereka negara aman, preman? No. Karena apa? Karena mereka sudah dewasa dalam menjalankan sistem demokrasi.

    FYI saya orang pribumi dan Islam ci dan sangat tidak suka dengan ormas2 ini. Sayangnya, masih berlaku "yang kuat yang berkuasa", sejujurnya saya udah kenyang di datengin ormas2 etnis gitu. Padahal sya juga etnis asli loh. Tapi ga ada bekingan. Bekingan saya cuma Allah. dan jujur saya tidak ikhlas kasih sumbangan ke mereka. kelak di alam sana, mereka akan menanggung perbuatan mereka, dan saya percaya ci. Jadi bisa juga nih tips sya bagi para pedagang dari kalangan manapun. Kasih aja gpp, tapi ga ikhlas. Biar yang diatas yg menghukumnya.

    So... Semoga bangsa ini segera sadar, segera taubat. Sya kira juga preman2 ini ada karena mereka tidak ada kerjaan lain. Oh iya. Info tmbhan aja. Wakil presiden kita malah mendukung adanya ormas preman ini. Liat aja di youtube pidato bapak wakil kita berpidato di salah satu acara ormas diatas, katanya bangsa indo jgn semuanya kerja di pemerintahan, bakal banyak sekali pns, dll. Tapi kerja di luar pemerintahan, ya itu melakukan pemerasan, dll. Cek youtube aja.

    Saya kira ci. Yang dapat menyelamatkan bangsa ini adalah yang diatas. Titik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh... semua ormas itu udah dari jaman Suharto loh. Itu Pemuda Pancasila malah dibeking sama penerintah kan? Jadi ya sama aja nggak benernya sama sekarang. Masalahnya kalau dulu dihajar sm ormas, org diem2 aja karena kalau melawan malah warganya yg di dor. Jaman sekarang baru pada bisa protes jadi baru keliatan deh biang keroknya.

      Ya memang butuh manusia bertangan besi macem LKY kali ya. Tp yg lebih penting itu.. kalau menurut saya ya.. tingkat edukasi jg. Kenapa di negara maju lebih aman, ya karena edukasi sudah jauh lbh baik dan merata di seluruh daerah. Kalau org berpendidikan dan bermoral.. mau malak orang jg mikir dulu.

      Delete
  41. saya pernah tau info dr akun twitter org, kalo temennya pernah masang spanduk di tokonya sendiri, pake karyawan sendiri aja kena palak 500 rb sama ormas di jkt.Ada lg saya baca dari kompasiana, seorang pemilik bengkel motor dimintain duit THR sama perkumpulan tukang ojek setempat di daerah bandung kalo ga salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah biasa denger berita2 kayak gini, tapi entah kapan pengendaliannya. Bikin capek sendiri.

      Delete
  42. Ini beritanya
    http://www.indopos.co.id/2015/07/ya-ampuuun-fbr-tangerang-minta-thr-ke-pedagang.html
    http://www.indopos.co.id/2015/07/setelah-minta-thr-ke-pedagang-fbr-sebar-proposal-minta-thr-ke-perusahaan.html

    ReplyDelete
  43. Salah satu preman tewas di Pondok Aren setelah merampok warung sembako milik Surahman, perantau asal Sumenep Madura. Setelah merampok bersama 9 orang temennya jam 3 dini hari perampok itu menggunakan samurai dan pedang ada satu orang yang mati kenak sabet senjata orang Madura. Orang Maduranya sendirian ditebas perutnya, tp ga luka sama sekali, itu terjadi sekitar 18 hari yg lalu tgl 22 September 2015. Eee, lama2 kok malah orang Madura itu ditangkap dan ditahan di Polsek Ciledug, makin berani tu preman menjarah.....CPD!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah, karena selama ini nggak ada tindakan tegas dari aparat, bahkan aparat juga kerjasama dengan preman itu. Politikus juga pakai jasa preman buat mengamankan kekuasaan. Gimana ini, negeri dikuasai preman.

      Delete
  44. Salah satu preman tewas di Pondok Aren setelah merampok warung sembako milik Surahman, perantau asal Sumenep Madura. Setelah merampok bersama 9 orang temennya jam 3 dini hari perampok itu menggunakan samurai dan pedang ada satu orang yang mati kenak sabet senjata orang Madura. Orang Maduranya sendirian ditebas perutnya, tp ga luka sama sekali, itu terjadi sekitar 18 hari yg lalu tgl 22 September 2015. Eee, lama2 kok malah orang Madura itu ditangkap dan ditahan di Polsek Ciledug, makin berani tu preman menjarah.....CPD!!!!

    ReplyDelete
  45. sedih ngeliatnya.. kasian pedagang" kecil yg dimintain duit sm ormas..

    susah" jualan.. si ormas dtg" minta uang keamanan bulanan. justru kalo ga ada ormas jualan jd tenang.. curhat siih.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, sementara kalo buat mereka teorinya lain. Kalau mereka dapat uang, kita jadi aman alias ngga digangguin sama mereka.

      Delete
  46. Mendingan kalo punya duit lebih tinggal di luar negeri aja. Gak ribet berurusan dengan preman yg berkedok ormas dan polisi. Ujung ujungnya cuman minta duit. Sekali di kasih, kita terus menjadi atm mereka yg setiap mereka butuh duit bisa meminta duit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, saya udah pindah ke luar negeri. Tapi bukan karena preman aja kok, banyak alasan lainnya.

      Delete
  47. Mendingan kalo punya duit lebih tinggal di luar negeri aja. Gak ribet berurusan dengan preman yg berkedok ormas dan polisi. Ujung ujungnya cuman minta duit. Sekali di kasih, kita terus menjadi atm mereka yg setiap mereka butuh duit bisa meminta duit.

    ReplyDelete
  48. ormas agama mau islam kek non islam kek sama saja
    saya islam tapi sangat tidak suka, karena mereka suka saja bikin hal gila, memaksa muallaf, memaksa murtad, memalak, menjarah, anarkis, mengancam dan lain lain. di india ada orang kristen disuruh masuk hindu (maaf jika tidak dalam negeri), di sulawesi ormas kristen rusak masjid. fpi (fanatisme preman indonesia) mencabut patung pohon akar di jogja, ormas garis demo tuntut hukum mati ariel. gilak masak sampai berujung kematian.

    belum lagi ada ormas preman misalnya nih FBR (Fanatisme Begal Radikal) suka palak rumah warga ada orang nge-cat pagar eh! disuruh bayar 1 juta, kalau tidak jalan akan diblokir, kemarin pernah ada warung ayam bakar di rusak sama ormas brengsek itu, ada kaskuser mengaku dipalak ya ormas biadap itu lagi, kemarin mall of indonesia diserang rame rame sama fbr karena tolak bayar pajak preman belum lagi ormas ormas lsm yang kelakuannya kaya preman malak mulu ngancam, sweeping. nah ini emang dia pemimpin negara!? aparat!kok sampai gitu, mereka biadap mereka brengsek tidak berguna. aku tidak berani bilang banyak karena mereka juga banyak memiliki akun sosmed.

    kalo di negara maju mereka bisa hidup enak fasilitas enak karena bebas dari ormas (organisasi maksiat) saya menghayal kalau ormas itu tiba tiba dipindah ke negara maju, pasti negara itu kan kacau karena anarkis ormas itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, kalau ormas model itu ada di negara maju, mereka nggak bakalan hidup, Mbak. Langsung dilibas sama aparat sini. Boro2 bisa jadi preman minta duit sana sini seenak jidat. Apalagi kalo negara-negara yang bersih ya, negaranya kaya, tapi juga aman.

      Delete
  49. sekedar share ya ini baru aja saya alami tadi, ceritanya saya mau minta balik nama sama org yg ambil mobil saya (over kredit) sebut saja iblis (maaf ya tp emang kygt sifatnya) tp dya selalu bullshit n ingkar janji, trus ditengah jalan itu org ga bayar ang. 5 bulan, akhirnya org leasing di wakili 2 org debt collector mau ambil itu mobil, karena ni org udh sering kabur ga jls, akhirnya saya minta bokap n temen nya 2 org tentara buat backing saya, setelah saya calling si iblis itu, dya minta ketemuan di tempat yg dia tentukan, ya sudah mau tdk mau kita turuti, kami kesana 6 org termasuk saya, coba tebak kita dituntun kemana?? sarang PREMAN ORMAS?! sampe sana suasana tegang banget, ada sekitar 30-40 preman disana, trnyata usut pnya usut si iblis ini anggota ORMAS preman jg, akhirnya kami disuruh pulang, pas mau keluar parkiran mobil saya dipukul pukul, n wiper kaca belakang dipatahi, akhirnya saya disuruh tancap gas sama teman bokap, sumpah saya deg deg an banget n campur emosi, saya malah jd kasian sama mereka (debt kolektor nya) ga berani ambil dan ketakutan, hadehhhh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks for sharing, Pak Alfan. Ya begitulah namanya di Indonesia. Jadi ceritanya tentaranya kalah ya sama premannya? Next time kalau gitu kudu bawa tentara lebih banyak lagi hehehe (asal jangan tentaranya ternyata temenan sm premannya). Untung deh masih selamat.

      Delete
  50. Baru aja ngalamin yg beginian ditempat kerja sama salah satu ormas yg disebutin, iseng-iseng seacrhing karena kepo dan nemu blog ini.
    Aku setuju banget sama tulisan kakak ini.
    Karena ngalamin sendiri yg namanya dipalakin sama ormas yg nggak jelas itu. Sampe sekarang juga masih nggak ngerti sebenernya apa sih kontribusi para ormas tersebut buat masyarakat banyak?? sampe berani minta duit buat hal-hal yang ngga ada timbal baliknya buat kita ? yang ada malah bikin takut.. hffftttt

    ReplyDelete