Wednesday, April 22, 2015

Just The Two Of Us (Saya dan Mami Mertua)

Buat perempuan yang menikah, tantangan terbesar selain penyesuaian dengan suami adalah penyesuaian dengan ibu mertua. Makanya, kisah menantu perempuan dan ibu mertua, paling seru buat dijadiin bahan sinetron. Mau kisah Tersanjung yang sampai Season 7, maupun kisah Cinta Fitri yang sampai (surprisingly) season 7 juga, kisahnya berputar-putar di sekitar hubungan menantu dan mertua. Jadi, sama juga dengan hubungan istri ke suami, hubungan menantu perempuan ke mertua itu, kalau baik = berkah, kalau jelek = musibah. Sampai temen saya yang laki-laki yatim piatu pernah ngeguyon begini, "Le, kenapa ya belum ada cewek yang nyantol sama gue. Gue kan udah yatim piatu, mestinya cewek tuh seneng artinya nggak usah urusan sama mertua." Parah emang tu orang walaupun ada benarnya. Biar bagaimana seorang ibu sama anak laki-lakinya itu pasti punya hubungan yang istimewa, dan ketika seorang wanita lain masuk ke kehidupan sang anak, pasti ada perasaan yang bahagia, bercampur dengan perasaan kehilangan, dan kadang kalau parah, bercampur dengan rasa persaingan (silakan nonton sinetron tersebut di atas). Ya intinya sih, kalau bisa dibilang, it's complicated!


Meet my Mom-in-Law! Saya panggil dia Mami. 62 tahun, enerjik dan masih aktif. Hobinya dandan, beres-beres rumah, dan mungkin bisa dibilang clean freak, berlawanan dengan menantunya yang cuek bebek. Pertama saya ketemu dengan beliau, saya sampai mikir, bisa cocok apa nggak ya? Saya ini orangnya nyablak ala Betawi, kalau ngomong kenceng, dan kalau ketawa saya bisa digambarkan dengan huruf, ketawa saya itu tipe "HUAHAHAHAHA". Sementara beliau walaupun sama-sama Cina Betawi, kalau ngomong pelan, dan ketawanya tipe "hehehe" (pakai huruf kecil loh). Setelah mengenalnya lebih jauh, begitu banyak faktor yang membuat saya yakin saat saya ingin memilih anaknya untuk menjadi suami saya. Saya dan Mami sama-sama tipe wanita independen. Kami bukan tipe orang yang menya-menye yang harus apa-apa nunggu suami. Kami berdua sama-sama bisa nyetir sendiri, ke pasar sendiri dan bawa segabruk blanjaan di bagasi, kami bisa ngurus segala urusan bank sendiri, bahkan ke bengkel pun sendiri. Karena faktor independensi itu, kami bisa nyambung berat, ibarat bertemu orang yang lumayan sejiwa. Kami berdua juga sama-sama aktif di Gereja, tentunya sesuai kapasitas masing-masing, dan hal ini bikin kita sama-sama enak. Tau sendiri kan, beberapa suami ada yang nggak happy kalau istrinya sibuk ngurusin hal-hal di luar RT, tapi berhubung mami orangnya juga aktif dan papi tidak keberatan, suami saya pun tidak keberatan kalau saya pelayanan. Klop!

Tetapi ya bukan berarti kami punya hubungan yang selalu mulus bak jalan tol (di luar negeri, kalau dalam negeri banyak bolongnya). Namanya perbedaan usia, pasti ada juga perbedaan cara pikir, mulai dari soal rumah tangga, soal keluarga, dan lain sebagainya. Kalau hubungan 100% mulus, itu justru sangat tidak wajar dan pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Yang saya suka dari hubungan saya dengan mami adalah, kami tidak segan-segan untuk lebih terbuka dan tidak sakit hati kalau ada sesuatu yang bertentangan. Walaupun mungkin kami tidak bisa langsung menerima opini satu sama lain, tapi kami tidak pernah berantem, karena setiap kali ada yang mangkel, kami selalu berusaha berkomunikasi. Kalau dirasa komunikasi langsung tidak memungkinkan (some issues are too sensitive to be spoken directly), saya pasti minta tolong suami untuk bantuin ngomong. Pokoknya jangan ada dusta di antara kita deh (mengutip lagu Dewi Yull dan Broery Marantika, jadi ketauan tuanya).

Minggu lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk pergi berdua saja dengan mami ke Singapura. Ini adalah trip pertama hanya kita berdua, sang menantu dan sang mertua. Awalnya. saya ingin melakukan check up rutin tahunan yang sudah saya tidak lakukan selama hampir 2.5 tahun gara-gara punya Abby. Kebetulan mami juga sempat kena flu lumayan parah. Walaupun sudah sembuh, tetapi dia masih penasaran soal paru-paru-nya. Jadilah ini merupakan medical/ hura-hura trip perdana kita. Pokoknya, walaupun cuma 3 hari 2 malam, perjalanan kali ini betul-betul saya siapkan dan rencanakan, mulai dari milih hotel, timing buat ke rumah sakit, shopping, ikutan tour hop on hop off (turis abis), mau lihat tulip di Gardens By The Bay, sampai ketemuan sama saudara di sana plus makan-makan enak. Pokoknya cita-cita si mantu ini, mau bikin mertuanya seneng deh! Tapi, tentulah, manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan. Jadi seperti apa perjalanannya? It turns out to be the trip with the least amount of pictures, EVER!

Kamis, 16 April 2014

Kami naik penerbangan Garuda Indonesia terpagi pukul 6.10. Kenapa kami pilih penerbangan terpagi? Supaya kami nggak perlu lama-lama puasa. Jadi sampai di sana, kami bisa langsung check up (ambil darah, urine, spirometri, x-ray) lalu kemudian bisa langsung menikmati kuliner Singapura. Semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Pesawat tiba tepat waktu, di Mt. Elizabeth juga petugas sudah siap dan seperti biasa sangat efisien. Kira-kira pukul 11.00 pagi, semuanya sudah beres dan kami bisa langsung hunting makanan. Nanti tinggal balik lagi pukul 16.30 untuk ketemu dengan dokternya.
Ruang tunggu di klinik Dr. Philip Eng, temboknya isinya sertifikasi semua dari berbagai negara.
Kebetulan kita janjian dengan adik mami untuk kasih titipan dia. Jadilah kita pilih mal yang ada wifi-nya yaitu Ion Orchard, dan langsung menuju Food Opera. Saya makan Yong Toufu, dan mertua makan Chicken Rice with Drumstick (mami cuma makan ayam bagian paha! Kalau sampai ketahuan ayamnya dada, dia langsung ga bisa makan hahaha). Sambil nunggu si tante, kami masih sempet jajan2 cakwe, kue wijen, dan pisang goreng. Asik deh. Habis ketemu si Tante, kami balik ke Mt. Elizabeth untuk ambil koper, dan menuju ke hotel untuk check-in.

Mami sedang menikmati Sergeant Chicken Rice (pakai daging paha tentunya!)

Yong Tou Fu saya, harga cuma SGD 5.60 tapi mangkoknya jumbo kayak mau kasih makan 2 orang. Eh abis!
Untuk menginap kali ini, tentulah saya memilih hotel yang cukup nyaman baik secara fasilitas, maupun nyaman di kantong. Tau sendiri kan hotel di Singapura mahalnya kayak apaan dan biasanya kamarnya kecil-kecil. FYI, di Singapura rate hotel untuk weekdays itu lebih mahal sedikit (biasa 20-30 SGD/ kamar/malam kalau hotel bintang 4). Tetapi karena kami check up dokter, mau gak mau jadi ambil weekdays. Kali ini hotel yang saya pilih adalah Oasia Hotel. Kami ambil kamar deluxe dengan rate 208 SGD++/ malam (atau 243 SGD nett atau IDR 2.35 jt) belum termasuk breakfast. Ada alasan penting kenapa kami memilih hotel ini, no.1 adalah lokasi! Bayangkan, dari hotel ini, tinggal naik elevator ke B3, jalan 50 meter langsung ketemu pintu Novena MRT. Di jalur yang sama juga langsung nyambung dengan 2 mall yaitu Novena Square dan Velocity. Jadi walaupun kami nggak ambil breakfast, bisa tinggal ngesot saja untuk cari makan. Kurang mantab apa coba? No. 2 tentunya adalah kenyamanan. Ukuran kamarnya cukup luas untuk standar Singapura (25m2), hotelnya baru dan bersih, pokoknya kalau bawa mami yang orangnya suka kebersihan itu, dia ngga akan complain.

Twin Bed, lengkap dengan bench di window kalau buat yang hobi nangkring baca-baca (kalau buat turis ngga tau diri, mungkin bisa dipakai buat tidur juga... please don't)

Di dalam lemari lengkap dengan safety box, bath robe, setrika dan papannya, plus extra pillow.

Ada Ipod Dock juga, dan ada mesin kopi Martello. Buat yang hobi minum kopi, tentulah berguna (dan saya yang biasa gak minum kopi jadi ikutan nyoba juga)

Kamar mandinya minimalis dan bersih, lengkap dengan standing shower dan rain shower

Standard Amenities Body Lotion, Body Wash, and Shampoo

Kemasannya individual dan higienis

TV-nya besar, dan ada meja kerjanya juga, dan pesawat telefon wireless.

Pemandangan dari jendela kamar. Di depan kita ada Mt. Elizabeth  Novena Hospital (bukan yang kita pergi ya, yang ini baru), lalu di sebelah kanan ada Tan Tock Seng Hospital, dan yang nyambung sama Oasia Hotel ada Novena Specialist Center.
Sehabis check-in yang sangat lancar, kami langsung istirahat alias bobo siang. Nah, di sinilah "tragedi"dimulai. Saat sore-sore kita bangun, mendadak mertua saya ngeluh, kalau maagnya sakit sekali. Tetapi karena harus ketemu dokter, dia jalan juga. Saat itu walaupun maag sakit, dia masih bisa jalan. Sesampainya di dokter, dijelaskan kalau kondisi saya fit sekali, hanya harus menurunkan berat badan 5 kg. Untuk pertama kalinya appoinment saya open alias tidak ada keharusan untuk kembali lagi check up karena kondisi saya fit. Puji Tuhan banget! Sementara mertua saya juga tidak ada hal yang serius, hanya diberi obat untuk pernafasan, serta harus ukur Bone Mineral Density (BMD) yang akan dilakukan besok pagi untuk pengecekan osteoporosis. Check up selesai, pembayaran (yang tentunya bikin kantong bolong) juga selesai. Mertua saya minta ke Guardian untuk beli obat maag, dan langsung dikonsumsi saat itu juga. Sore itu kita langsung kembali ke hotel. Sampai di hotel, dia betul-betul lemas tak berdaya, dan langsung tidur lagi. Pukul 7 malam, saya bangunkan dia, tanya mau makan apa. Dia bilang beliin roti saja, yang ham and cheese atau sosis. Jadi saya langsung lari ke mal sebelah, beli beberapa roti di Breadtalk, dan buat saya sendiri, saya ngebut beli Fish Sandwich dan Fries di Burger King untuk dibawa pulang.

Dinner saya malam itu di hotel, gak sehat tapi cepat. 
Sampai di hotel, mami terus tidur, gak bisa bangun, dan nggak mau makan katanya. Tapi saya paksain bangun, harus minum air, dan juga harus makan. Akhirnya dia pegang rotinya, gigit dua suap, dan kemudian tidur lagi. Saya bangunin pelan-pelan supaya lanjut makan roti, karena sejak siang tadi perutnya belum terisi apa-apa. Dia berhasil makan pelan-pelan dan akhirnya tidur lagi. Dia juga nyuruh saya pergi ketemu teman atau shopping, karena dia ngerasa bikin saya rugi sudah sampai sini tapi gak bisa ketemu siapa-siapa. Tapi mana tega saya ninggalin mami yang kondisinya betul-betul drop. Jadilah pas di sana saya dampingi dia terus.

Jumat, 17 April 2015

Sekitar pukul 3.00 saya dengar dia ngigau, sakit...sakit... Saya nggak ngerti tapi sakit apa. Nggak lama dia tidur lagi sampai pagi. Sekitar pukul 7.00 saya bangun, karena kita ada appointment untuk test BMD pukul 8.30. Tapi saya lihat si mami masih tidur, jadi saya biarkan dia istirahat. Eh iya, sebetulnya hari ini saya sudah menjadualkan naik hop-on hop-off dan kita akan dijemput di hotel pukul 10.30, tapi semuanya itu saya undur untuk besoknya. Untungnya companynya membolehkan kita memundurkan tour. Ya kalau sampai gak jadi pergi, gosonglah nggak apa-apa.

Akhirnya sekitar pukul 8.30 mami bangun juga, cuci muka tanpa dandan (which was very strange, karena mertua saya ke pasar saja biasa dia harus rapi), dan kita langsung berangkat ke Mt. Elizabeth. Sampai di sana, langsung dijalankan test BMD dan dia sampai ketiduran. Intinya dia betul-betul tidak ada tenaga. Selesat test saya tanya, mau ke dokter ngga? Pilihannya either masuk lewat emergency, atau langsung ke spesialis. Dia nggak mau. Dia minta ke Guardian lagi untuk beli susu. Jadi saya belikan susu dan crackers, tapi nggak langsung dimakan. Jalan saja sudah lemas sekali. Kemudian dia minta makan bubur. Saya pikir kemajuan sekali mau makan bubur. Kita nyebrang ke Paragon. Pas lewatin Din Tai Fung, mami minta ke situ, tapi masih belum buka. Akhirnya kita ke tempat yang sudah buka yaitu the Soup Spoon. Saya tau mami doyan sekali dengan Mushroom Soup. Jadi saya pesankan itu dan teh, dan ended up hanya dimakan nggak sampai 3 sendok! Aduh lemes banget deh saya. Kembali saya tegaskan apakah mau ke dokter? Dan beliau bilang tidak mau, cuma mau balik ke hotel. Saya sempatkan beli roti coklat juga sebelum kembali ke hotel, setidaknya kita punya makanan untuk di hotel.

Beef Goulash and English Breakfast tea punya saya. 
Praktis, dari kemarin siang, mami hampir belum makan apa-apa. Sampai di hotel, saya paksa dia untuk minum susu dan makan roti coklat. Susu diminum 2-3 sips, rotinya dimakan 1-2 suap, dan kemudian dia pulas lagi dengan roti masih menempel di tangan. Berkali-kali saya bangunkan untuk minum dan makan, dan berkali-kali dia tidur pulas. Sampai akhirnya pukul 4 sore, dia kelihatan sudah tidak kuat, saya tanya lagi,"Mami, apa mau aku bawa ke RS?" dan kali itu dia menjawab mau. Langsung saya hubungi ke front desk dan tanya RS terdekat yang ada emergency, dan dijawab Tan Tock Seng (TTS), yang berarti tinggal menyeberang dari hotel. Saat saya turun ke bawah dan bertanya pada front desk mengenai lokasi emergency TTS, dia langsung sigap tanpa tedeng aling2 langsung lari mengambilkan kursi roda untuk mami, mempersilakan mami duduk, dan mengantarkan kami ke TTS. Hebatnya lagi, bukan cuma sekedar mengantarkan, tapi menunggu sampai registrasi kami selesai, kemudian dia juga yang mengambil dan menukarkan kursi roda dengan milik RS. Bravo Oasia Hotel untuk kesigapan dari staff-nya. Waktu saya mau kasih tip, petugasnyapun menolak (padahal tipnya lumayan, bukan tip kecil untuk room service).

Sampai di TTS, ngga enaknya itu sama sekali tidak ada wifi. Saya yang tidak menukar kartu dengan SIM lokal, terpaksa pakai SMS terus untuk mengabarkan kerabat di Indonesia. Petugasnya pun lebih kasar dibandingkan dengan RS Swasta, dan rata-rata kalau ditanya jawabannya "I don't know." Yang ngeselin dan juga lucu, pas saya tanya ke informasi soal ketersediaan wifi, bapaknya itu jawab gini sambil agak ngamuk, "I don't know! I am old, I don't even know what you are talking about!" Hadehhhh. Kita menunggu sekitar 30 menit untuk observasi pertama, kemudian dikasih gelang dan dipindahkan ke ruang tunggu dalam. Kami menunggu hampir 1 jam dan belum juga ada tindakan apapun dari petugas.

Saat itu mami sudah merasa tidak nyaman karena duduk terus di kursi roda. Sebetulnya dia berharap sampai di RS bisa langsung diinfus, tapi rupanya prosedur di Singapura ini beda. Dia sudah lelah dan pingin balik ke hotel untuk tiduran saja. Saya bertanya kepada petugas admin, kira-kira berapa lama lagi waktu tunggunya sampai kita bisa ketemu dengan dokter. Jawabannya, 2.5 jam! WHAT? Saya tanya apa bisa dicancel atau tidak? Katanya harus tanya nurse resmi yang di dalam. Saya nekad masuk ke dalam, dan di dalam sana ternyata sibuknya gila-gilaan. Ada kali lebih dari 30 orang semuanya di emergency bed. Luar biasaaaa....Di Nurse Station, saya langsung tanya, sebetulnya berapa lama waktu tunggu sampai mami bisa dipanggil. Setelah di cek, ternyata nurse di dalam bilang, estimasi 5 jam saya!! APAAAHHH?? Saya langsung tanya apa bisa dicancel, dan sama dia langsung dicari filenya, dan langsung saya dipulangkan. Bahkan nggak harus membayar! Mannn... 2 hours spent without any result.

Mami yang nunggu di luar langsung lega begitu dengar kalau kita bisa batal. Tetapi dia tetap masih super lemas, apalagi kursi roda sudah kami tinggalkan di area emergency. Dia minta makan bubur ke kantin RS. Saya pesankan bubur ikan, dan ternyata dia gak suka. Katanya tawar, encer, gak kayak bubur di Indonesia. Which was very true. Makanan asli Singapore kan anyep-anyep gak jelas gitu. Saya sendiri makan nasi campur dengan babi asam manis, ikan lemon, dan tahu. Lapernya sudah nggak kira-kira, lelahnya juga. Tetep loh si mami gak bisa makan. Sedih banget deh, dia cuma makan ikannya doang yang tentulah secimit itu. Saya gandeng mami, saya ajak dia keliling untuk lihat dan tunjuk apa yang dia mau di kantin. Akhirnya dia minta bubur ketan hitam. Lagi-lagi dia gak doyan, cuma kemakan sedikit, katanya ngga enak, nggak sedap. Pas saya cobain sih ya emang gitu deh rasanya. Terus saya mampir ke bakery untuk beli croissant. Kita balik lagi ke hotel, dan as expected, mami langsung tidur lagi, Pules.

Nggak berapa lama kemudian, ada bel di kamar. Ternyata dari pihak hotel langsung mengantar satu tray isi buah-buahan untuk mertua saya. Dan ternyata dari kartu nama yang diselipkan, yang tadi dorongin kursi roda mami ke rumah sakit itu pangkatnya sudah Assistant Manager. Pantesan aja dikasih tip nggak mau. Thank you Mr. Cruz!

Senampan buah-buahan dari hotel. Ada Xiang Lie, Apel, Jeruk Sunkist, dan Jambu! 
Malam itu juga adik mami datang lagi mengunjungi mami, bawain Chicken Rice, tapi sama sekali nggak dimakan. Pas dikunjungi itupun, mami tetap tidur loh. Bener-bener tidak ada energi. Sekitar pukul 9, anaknya si tante dateng karena harus ngerjain tugas kuliah dulu. Nah di situ mami sempet bangun sebentar, lalu sempet foto bareng dan ngobrol walau lemas. Berhubung mami bangun, saya paksain lagi makan croissant. Dan cuma kemakan separo. Setelah tante dan ponakan pulang, mami pun tidur lagi. Blasssss...

Sempet foto buat kenang-kenangan sama ponakan.
Pas saya lagi kalut malam itu, salah satu pengurus Persekutuan Doa (PD) yang cukup besar di Jakarta kontak saya. Gak tau kebetulan atau apa, dia kontak saya itu sebenarnya karena mau minta tolong saya untuk kasih lesson ke anaknya yang mau berangkat sekolah ke LN. Jadi guru private gitu deh. Lalu dia bilang dia mau berangkat ke PD, dan saya kayak dapat lampu di kepala. Saya langsung minta tolong beliau untuk sampaikan intensi doa khusus untuk mertua saya, supaya didoakan langsung oleh orang-orang PD. Tengah malam dia lapor dan kirim foto ke saya, katanya yang hadir PD ratusan orang, dan mertua saya sudah didoakan. Saya pun terus berdoa supaya terjadi mukjijat, karena kalau kondisinya seperti ini, there is no way that she will have any energy to take the flight tomorrow. Serem banget bayanginnya. Tapi saya terus berkeyakinan, kalau semuanya akan baik-baik saja. Please help me God.

Sabtu, 18 April 2015

Pukul 7 pagi saat saya masih lelap. mendadak terdengar suara brisik sekali dari kamar mandi. Saya langsung terbangun, ranjang mami sudah kosong. Rupanya dia sedang sikat gigi dan cuci muka! Setelah itu dia keluar dari kamar mandi, dalam keadaan segar, lalu bilang, "Non, croissant yang kemarin separo sudah mami habisin, terus mami juga sudah minum susu sekotak habis."

Now... let me ask you, DO YOU BELIEVE IN MIRACLE??

I DO! Kok bisa mami yang selama 2 hari sudah terkapar, nggak mandi, nggak gosok gigi, mendadak pagi ini bangun segar? Nggak lama dia sudah mandi, kemudian ngajakin saya sarapan di mal!

Percaya nggak, kemarinnya beliau sudah hampir nggak bisa bangun! Tanpa obat-obat aneh, kok bisa segar begini pagi ini?
Saya langsung siap-siap mandi dan beberes, lalu berangkat sarapan di sebelah. Tebak apa sarapan yang dia mau? KFC!! Mana minta ayam yang paha pula! Tapi ternyata untuk jam sarapan masih nggak jual ayam. Akhirnya mami makan breakfast sandwich yang isi bacon and egg, lalu saya makan Twister dan minum Milo. Rotinya nggak dimakan sih karena gak gitu enak, tapi setidaknya sudah bisa nunjuk KFC saja sudah luar biasa.

Breakfast saya! Hidup KFC!
Habis sarapan itu, dia masih sempat beli baju dan ngeborong printilan di Watsons sebelum kita check-out. Setelah urusan check-out selesai dan kita titip koper, kita langsung ke... ORCHARD RD! Shopping time! Terus saya tawarin naik taksi, dan tebak, dia ngga mau naik taksi, mau naik MRT! Ealahhhh... kok ajaib banget? Yang kemarin naik taksi aja susah payah, sekarang bisa naik MRT! Baru saja saya mau nobatkan trip kita kali ini trip bebas MRT. Sampai di Orchard langsung deh blanja blanji secepat kilat, dan lunch di... KFC lah!! Si Mami masih kepingin banget makan ayam paha! Dan akhirnya kesampean hihihi. Walaupun  makannya gak sebanyak biasanya, tapi lumayan banget bisa kemakan hampir sepotong ayam dan kentang.

Lunch saya, EHHH KFC LAGI!! Hahahahaha. Bubar semua rencana wisata kuliner. Untung ada menu yang beda di sana, enak loh ini, Bandito Pocket pakai Jalapeno Cheddar. *ngiler*
Pulang dari Takashimaya, tentengan kita udah seabrek, dan saya nggak beli apa-apa loh buat diri sendiri. Pokoknya yang penting mami happy! The last 5 minutes baru saya beli hadiah buat Abby, itupun kayak dikejar macan saking ngebutnya. Pas balik ke hotel langsung repacking, dan berangkat ke airport. Eh iya, satu plus plus point lagi dari Oasia Hotel, staffnya luar biasa inisiatifnya. Waktu itu taksi lagi susah banget dapatnya karena pas jam pergantian shift. Orang yang antri di lobby sudah berderet sementara taksi satupun tidak ada. Pas tau kita mau ke airport, conciergenya langsung cepat hubungi taksi on call, dan nggak sampai 5 menit taksi kita sudah sampai, while antrian yang di depan masih belum bergerak sama sekali. Bener-bener recommended deh servicenya.

Sampai airport, pas lewatin stand makanan, si mami bisa minta bihun goreng! Keren banget deh, bisa habis hampir setengah porsi. Bener-bener saya ini speechless banget dan dipikir-pikir betul-betul ngga masuk akal pemulihannya kalau pakai akal sehat.

Satu-satunya foto kita berdua, selfie di dalam pesawat sebelum berangkat ke Jakarta.
Trip kita memang singkat banget, dan tentu saja tidak berjalan sesuai rencana. Tapi yang saya dapatkan justru lebih dari yang dibayangkan. Saya sungguh banyak belajar. Dan pelajaran utama yang saya dapat kali ini adalah, bagaimana saya sebagai anak, bisa mendapatkan kesempatan yang sungguh berharga, bisa merawat mami yang sakit di negeri orang, by myself. It was truly rewarding walaupun saya sih nggak bakalan ingin hal seperti ini keulang lagi.

Senin, 21 April 2015

After the short yet tiring trip, kita sudah nangkring berdua di May May, Puri Mall buat creambath bareng, kemudian dilanjutkan dengan makan ramen di Ikkudo. Amazingly, mami habisin semangkok gede ramennya! Sampai ke kuah-kuahnya! And I am one of the happiest persons to see her finishing that big bowl. I wish her healthy and happy life, dan semoga saya terus bisa jadi menantu perempuan yang baik buat beliau. Hey when I think about it, I will be the ONLY daughter in law that she has!

Perjalanan singkat kemarin, sungguh mengeratkan hubungan kita lebih jauh lagi, bukan sebagai mertua dan menantu, tetapi sebagai ibu dan anak. Yes, she's my mother too! I am glad to have two moms in my life. Thank you, Lord, I feel very blessed!

74 comments:

  1. Ahhh romantis sekaliii hehe.. Thanks ya noni for taking care of mami *hugs*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eeehhh ada ipar komennn... hahahaha. *wajib dijawab*. Sama2 Pion. Pengalaman berharga hihi. Hugs back!

      Delete
    2. hehehe nama saya sama admin kok hampir mirip ya?

      Delete
    3. Sama kayak anggota Trio Kwek2 juga kan? Btw kok kamu nyebut saya admin sih?

      Delete
  2. Cerita ini pasti jadi one of your unforgettable memory ya ci.
    I do believe in miracle too. Kekuatan doa tidak dapat dikalahkan oleh apapun.
    Mami mertuamu cantik lo ci. Kelihatan banget beliau seorang yang clean freak, sama seperti nenek dan mama saya yang hobi dandan, beresin rumah, and so clean freak (tapi sayangnya engga nurun 100% ke anaknya, haha).
    Puji Tuhan ya beliau sudah sehat kembali.
    Anyway saya sempat buat post soal tulip di GBTB.
    Jika ada foto yang sekiranya bisa membuat mami mertua cici tambah semangat, silahkan diambil ya ci :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memorable banget dan bener2 jauh dari rencana deh. Tapi untunglah berakhir demgan indah semuanya.

      Thanks Wien. Mami mertuaku tdnya May mau kr Keukenhoff tp papi mertua bosen ke Europe jadi tripnya nanti jd ke US. Makanya aku tdnya mo bawa ke GBTB buat ngeliat tulip krn dia ga jadi ke Keukenhoff haha. Ya sudahlah kali aja nanti di NY ada dikit2 di Central Park atau di pedestrian walk.

      Delete
    2. You're welcome ci.
      Oh begitu. Wah, tulip-tulipnya Keukenhoff sedang mekar tu ci, bikin mupeng, hahaha..

      Delete
    3. Hehehe iya. Apalagi bulan Mei itu lg puncak2nya. Sana gih brangkat.

      Delete
    4. Lagi ngumpulin dananya ci. Hahahaha...

      Delete
    5. Semoga segera kekumpul siapa tau tahun depan pas spring lagi.

      Delete
  3. Ci.. aku ikutan deg2an bacanya.. Hiks.. Miracles do happen yah! Syukur dehh udah sehat.. Kesehatan emang nomor 1.. :) Btw, aku baru tau room rate di sini lebih mahal pas weekdays! Haha.. Semoga pas ke sini lagi bisa yang emang liburan dan seneng2 yah cii.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untungnya Fan kemarin ini aku ga panik. Kalau panik entah deh mau jd apa. Mgkn secara psikologi jg ga membantu buat yg sakit.

      Aku jg baru ngeh Fan. Especially buat hotel2 di daerah business. Kalau yg buat pleasure mgkn sama2 aja kali ya. Kmrn itu kalau buat weekend selisih 30 SGD buat kamar yg sama.

      Untungnya lagi ke Singapore udah berkali2. Jadi pas sekali ini ga sesuai rencana ya gak nyesek. Kl baru sekali mgkn nyesek banget ya hahahaha. Next time seneng2 deh. Bawa Abby jg.

      Delete
    2. I see ci.. buat business hotel yahh.. Hehe.. Iya ci Le kan emang sering ke Sg yah.. Laen kali kalo bawa abby aku mau ketemu donk ciii :) *sama susternya yang gaul itu juga* hihi

      Delete
    3. Entah kapan ya Fan hehe. Soalnya kita msh pengen ada destinasi lain yg pingin dipergiin (yg akunya blm pernah. Dalam negeri pula haha). Susnya Abby unfortunately gak bs bikin paspor Fan. Dia pny akte ada di kampungnya di NTT sana. Tp kalo nanti dia plg kampung bs mnt dibawa (itupun entah kapan pulang kampungnya hahaha).

      Delete
  4. Alhamdullilah akhirnya sembuh ya Le, memang kekuatan doa itu luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya syukurlah. Kalau ngga, ga kebayang gmn mau terbang.

      Delete
  5. aduhh... ikut deg deg an bacanya le.... untung sekarang udah sehat lagi yaa.... ! emang kekuatan doa tuh luar biasa yaa...... !
    Seneng deh liat kamu bisa kompak sama mertu, walau pun banyak perbedaan tapi masih ada beberapa point yang sama. Semoga kedepannya aku juga bisa kaya kamu gitu yaa... ! Soalnya beberapa bulan lagi mertu pindah rumah nih... dia beli rumah deket rumah ku. Gak tetanggaan sih..., tapi lumayan deket 10 menit lah jalan kaki sampe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau rumah deket sama mertua gak apa2. Asal jangan serumah aja soalnya kalau udah serumah, walaupun msh bisa diusahakan, biasanya lebih mabok hahaha.

      Bener syukur banget deh akhirnya sebelum pulang bisa seger lagi. Semoga seger terus dan pola hidup sehatnya dijaga.

      Delete
  6. TTSH emang agak2 Le! Gw waktu itu ke UGD karena membrane mata gw uda bengkak kayak kok, masa iyah gw disuruh tunggu 3 Jam di UGD.

    Tapi baguslah tante uda mendingan ya, dan Oasia emang mantep yah pelayanannya..aku pun suka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa karena rumah sakit pemerintah ya? Orangnya kayak kurang banget sih yg gue rasain. Next time #amit2 kalo sampe kejadian emergency lg, lgsg gue bawa ke Mt. E Orchard aja deh hehe.

      Eh iya elu dulu pernah dpt kesempatan nginap di Oasia ya? Memang recommended deh tuh hotel. Gak murah2 banget tp we got what we paid for.

      Delete
  7. percaya ci apalg mukzizat atas doa! :)
    kekuatan doa luar biasa walo qta ga pernah tau kapan doa qta dijawab ama Tuhan tapi keep in faith en believe.
    eniwei, gue ga punya mamer tow pamer ci, hehehehe jadi ga ngerasain masa2 adaptasi/beda pendapat, ngerasain sama cici/kokonya Jo aja :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama ipar2 jg sama kok. Kalo cocok itu anugrah banget. Banyak yg blg enakan pny ipar yg cuek drpd yg mau ikut campur. Ipar2ku sangat cuek alias gak pernah ngatur2 malah kita cenderung sangat kompak especially aku sm adek ipar krn dia blm berkeluarga. Jd seneng pny adek perempuan.

      Delete
    2. cici kokonya Jo uda gue anggep kayak mertua c ci soalnya secara umur mrk sama kayak umur nykp bahkan ada yang lebih tua, hehehehe cuma bedanya ini mertua dalem jumlah lebih dari 2, hahahaha. waaa asik donk ci kalo ga suka ikut campur, beberapa dari mertua gue ini ada yang suka ikut campur (namanya juga sifat org beda2 ya) tapi gue ga mau sampe ada gontok2an jadi diem2 aja :)

      Delete
    3. Kalau ipar2 sih nyantai banget. Kalau mami mertua ya kadang2 masih suka intrude dikit2. Namanya jg orang tua ya. Tp yg penting bs dikomunikasikan dengan baik semuanya. Km memang sebaiknya diam saja kalau di depan mereka, tapi kalau sudah sampai kelewatan, bisa mnt suami yg komunikasi atas nama berdua. Biar gmn uneg2 terkadang hrs disampaikan tp jgn direct. Kalau ga pernah disampaikan, mana tau kl ga nyaman hehe.

      Delete
  8. Kekuatan doa memang ajaib
    btw, sehat2 terus ya buat ibu mertuanya.... aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn.. doa memang luar biasa.

      Delete
  9. wah romantis banged hubunganmu dengan mertua Le :D heuehuehe bener2 mukjizat tuh mamimu bisa seger buger di hari ketiga, untung masi sempet ke orchard blanjablanji yah hahahaha
    btw, dulu gw juga perna operasi lasik mata di TTSH, yah emang seinget gw nurse2nya kebanyakan udah berumur. Namanya rumah sakit pemerintah ya, emang ongkosnya mungkin lbi murah, jadi pasiennya bejibun kali yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Romantis serasa org pacaran aje lu hahahaha. Duh blanjanya ekspress banget2 Teph. 3 jam doang sudah termasuk makan. Suami ga dapet apa2, gue jg. Tp yg penting si mami dpt. Kan prioritasnya buat dia dulu hihihi.

      Gue baru pertama ke TTSH. Mending SGH kmn2 dah haha. Kalo tau kayak gitu, gue ud ke Mt. E aja secara foreigners bayarnya sama2 mahal.

      Delete
  10. Ikut deg-degan bacanya. Sebelumnya punya riwayat maag ga Le?
    mami ga keliatan 60 tahun deh, keren
    sehat selalu ya tante

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mertua gue emang suka jahil makan ga teratur. Tp rasanya lbh ke arah jantung drpd maag Yul. Krn besoknya maagnya ud ga sakit sm sekali loh tp msh lemeesshh.

      Mami gue orgnya emang mayan msh seger kalo lg sehat. N masih gaul hehehe.

      Delete
  11. Yes, percaya banget sama mujizat, Le. Puji Tuhan yaaaa...mami mu bs langsung sembuh dan seger gitu.... dan selamat juga untuk hubungan kalian berdua yang manis sekali yaaaa, semoga hubungannya makin erat yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus pelihara terus Lis hubungan baik. Harus usaha keras juga serta mohon bimbingan Tuhan.

      Delete
  12. bener2 unforgettable moment ya ci..ikut deg2an baca nya..gimana bisa pulang ke Jakarta lagi kl kondisi mami masih lemes..tapi emang kekuatan doa emang luar biasa.. :)
    rumah sakit pemerintah ternyata rame bgt ya disana. sampe estimasi waktu untuk dpt penanganan bisa sampe 5 jam. >.<
    btw, service dari hotel nya bener2 mantep ya. bahkan sampe kirim senampan buah2an.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ngga sangka serame itu. Dulu cici kan di SGH. Government jg tp gak hectic. Soalnya dokter bedah paru terbagus ada di situ kan. Rekomendasi dokter cici yg di Mt. E. Ga kerasa rame parah kyk di TTS.

      Manteb service n perhatiannya. Inisiatifnya jg patut diacungi jempol.

      Delete
  13. Ahhh, so sweet banget kalian ci..
    Asik jg ya trip berdua sm mamer begini..
    Gw jg bersyukur punya mertua yg baik dua-duanya, krn gw pny temen yg mertuanya jahat bgt sm dia n berakhir perceraian karena mertua terlalu ikut campur sama urusan RT anaknya..
    Kaya sinetron dimana si mamernya merasa tersaingi sama menantu..
    btw, sehat-sehat trs ya buat mertua cici :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tripnya sih asik. Plannya jg udah asik banget seandainya semuanya sehat. Kata MIL mgkn tuh hotel ngerti udah bayar mahal jd ditidurin nonstop hahahaha.

      Kalau sampai RT berakhir dengan perceraian gara2 mertua, itu jg berarti tidak ada kesiapan di pasangannya untuk membela istri/ suaminya dan menaati janji pernikahan. Gak bs disalahkan faktor mertua thok kalo kata cici hahaha.

      Sip amin sehat selalu ya.

      Delete
  14. wah mau jalan2 kok jadi sakit ya. Emang biasa sakit kayak gitu atau baru sekali tuh, Le? harus general cek up maybe?
    Kmrn keluarga besar gw ke Sgp juga pada sakit. Bisa 3 org kena demam. Aturan jalan-jalan jadi bed rest deh... Itu Mount E yang keliatan dari jendela kamar ternyata jauh kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia kalo check up mayan rutin di Jkt Mel. Emang udah tau kok ada penyakit jantung dan diabetes tp sudah pengobatan dan terapi.

      Mt. E yg dr jendela kamar itu cabang yang baru Mel di Novena. Dokter2nya yg jaga msh yg junior2 dan ga direkomendasiin jg. Kalau yg ud lama tuh yg di Orchard.

      Delete
  15. Yup...ak jg percaya dg mujizat, ini mah bnr2 mujizat banget ya ci...kr ndk tau sakit apa trus ndk pake minum obat eehh malah sehat bugar yaa...apa ndk karna chicken rice ya ci? kurang fresh makanannya jadi bikin maminya sakit?
    Tp wlpn rencana nya berantakan semua ...ada hikmahnya kan ci jadi makin mempererat hub berdua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan Mir, bukan karena chicken rice. Maag itu jg cuma gejala pdhl bukan sakit maag. Chancenya ada hubungan sama jantung jg.

      Untungnya Mir bukan kali pertama cici ke Sing malah bs dibilang lumayan sering. Jadi ya sudahlah gak masalah yg penting mami sehat.

      Delete
  16. Wah ikut seneng mertua lu udh sehat. Bener bener miracle ya ny... Emang kekuatan doa itu besar banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang luat biasa Man. Guepun ga menyangka bs pulang dengan hati tenang.

      Delete
  17. so sweet ya le....bisa akrab begitu...yahh gua sih juga hubungan baik2 aja gak ada masalah dengan si mama mertua, tapi belom pernah pergi berduaan...hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo dicobain pergi berduaan aja beberapa hari Ci. Biar lebih mengenal satu sama lain lbh dalam hahaha.

      Delete
  18. ahhh...semoga aku bisa jadi menantu yang baik juga...^^, aku juga bersyukur banget punya mertua yang baikkkk banget...
    so sweet banget cii... ikut seneng sekarang mami cc udah sehat lagi..walopun rencana yang udah di planning ga kesampean, tapi kejadian disana jadi pengalaman yang gak terlupakan bareng mami mertua..hehe
    salut banget sama pelayanan hotelnya, recomend banget ya cii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener2 gak terlupakan deh Lia. Dan anugrah luar biasa ya kalau kita pny mertua yang baik.

      Hotelnya very recommended. We got what we paid for.

      Delete
  19. Puji Tuhan Le... semoga mami sehat selalu ya...

    Gua sama MIL ga terlalu akrab tapi juga ga jauh. Adem ayem aja :-D Mungkin karena MIL gua lebih banyak di Jawa daripada di sini :-D

    Eh gua sama kayak mami lu... gua juga cuma doyan ayam paha hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo jauh katanya wangi Des. Kl deket jadi bau... bau apaan gue ga paham. Bau minyak nyong2 kali ya.

      Paha ayam emang lbh enak dan juicy ya. Tp lemaknya juga wow hahahaha.

      Delete
  20. Luar biasanya yah cii.. aku bacanya udah deg2an.. pas baca dibagian yang bangun seger buger.. rasanya luar biasa banget.. :) hehehe.. :D

    aku sama mertua yah gitu deh.. ahahaha.. Gak sampe ada drama yang masalah persaingan2. cuma mungkin karena perbedaan pola pikir, cara didik keluarga, jadinya agak beda aja. cuma aku tetep berprinsip gak boleh kurang ajar sama yang lebih tua. biar gimanapun mertua itu kan ortu juga. hehehe.. . :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang baca aja deg2an apalagi yg ngalamin Poi hahahaha. Nanti kalo udah pny anak bakalan lebih banyak lagi deh perbedaan pola pikirnya. Tp harus dihadapi dengan hati lapang dan bersyukur ya.

      Delete
  21. Segala sesuatu ada hikmahnya ya mba leony, dan semakin mempererat hubungan kalian :D

    Subhanallah yah mba le kekuatan doa emang tak ternilai..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Dian. Hubungannya emang sudah erat rl jd makin ngerti masing2 lah situasi urgent seperti apa.

      Luar biasa memang doa itu.

      Delete
  22. I do miracle too... waktu hamil 7 bulan kemaren kan gua balik banyumas juga gara2 ibu mertua mendadak masuk rumah sakit... seno di jalan uda siap2 kalo yang terburuk terjadi... tapi karena seno terpaksa cancel pelayanan di hari minggu, jadi hampir semua orang gereja tau, dan mereka bilang mereka mendoakan ibu biar cepet sembuh... eh, begitu nyampe, mertua uda bisa pulang dong... dan ga keliatan sama sekali kayak orang sakit hahahaha...

    hubungan gua sama ibu mertua so far ga pernah ada masalah apa2 sih... mungkin karena dia nun jauh disana kali ya, jadi kami contact2 cuma via telp doang hahahaha... tapi seno pernah bilang, sifat gua mirip sama nyokapnya wahahahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Percaya sama doa dan usaha jg ya Mel. Bisa jg MIL elu dpt kekuatan lebih pas tau mau dikunjungi anak dan menantu serta cucu di kandungan.

      Kayak gue tulis di atas, biasa kalau jauh itu hubungan jd lebih wangi. Kalau ketemu jg sebentar jd diusahain senang2 ya hehe. Kalau sifat gue sama mertua sebenernya beda loh. Tapi perbedaan jangan dijadikan halangan hehehe.

      Delete
  23. glad that mami mertua is all okay now.
    btw oot ye ci, itu pas flight pulang, mami mertua pake blush on apa? cerah ceria banget. cantik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau soal kosmetik sama perawatan dia sih jgn tanya deh. Pusing krn saya gak pake treatment tp dia mah sampai dicintai banget sama SPGnya Estee Lauder kl buat face treatment. Kl printilannya sih macem2 lah. Blush on saya gak tau merek apa. Cm tau lipsticknya Chanel soalnya itu yg saya perhatiin pas dia reapplied n kebetulan nyetok lagi pas kmrn di Spore. Susah cari color 369 katanya. *sampe jadi tau kl kode warnanya itu hahaha*

      Delete
  24. Replies
    1. Lagi urgency gitu cuma bs do the best.

      Delete
  25. Huaaaa.. Aku kok bayanginnya panik ya, Mbak? Kalok aku sendiri, tentu uda telepon suami dan sodara-sodara.. Tapi Mbak hebat deh bisa handle semuanya sendirian dengan tenang. Dan alhamdulillah beliau uda sehat lagi yah. :D

    Mana bisa dandan lagi.. Cuantix! Hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kita panik gak akan menghasilkan apa2 juga sih Ris. Jadi mendingan tenang aja. Kalau kabarin org di Jakarta sudah pasti via WA aja. Iya, tanda mami sudah sehat itu ya sudah dandan kembali hehehehe.

      Delete
  26. Puji Tuhan banget ya Le bisa langsung seger lagi! Kekuatan doa emang dasyat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bersyukur banget deh Ngel. Percaya aja sama Tuhan.

      Delete
  27. pasti mami mertua tambah sayang deh sama mantu nya.. :)
    doa emang kuasanya luar biasa ya, pas baca sampe terharu bisa langsung sehat gt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo soal tambah sayang, itu terserah mami aja hahaha. Tp yg jelas kita usaha yg terbaik. Memang kuasaNya luar biasa. Smp skrg sehat terus.

      Delete
  28. Hi Leony, pas banget ya postingan ini pas dekat hari Kartini :)
    Kuasa doa memang luar biasa ya Le..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya sampai ngga ngeh kl dekat hari Kartini. Tp lbh pas lagi kalau dekat hari Ibu ya haha. Yes, always believe in the power of prayer.

      Delete
    2. pasti mami sayang sama lu lah kan mantu cewe sendiri haahahah apalagi anaknya juga ada cewe kan (kata orang loh gw sih gak tau, kl mertua punya anak cewe biasa sama mantu cewe juga baik karena dia pasti gak mau anak perempuannya juga diperlakukan kurang baik sama orang)

      bener2 pas banget itu ketua nelp jadinya sekalian minta doain, kuasa doa bener2 dasyat berdoa, berusaha dan berserah gak kebayang gimana cara pulangnya kl masih terkapar lemes....

      berarti habis ini oles2 estee biar makin kinclong dan seger yah muka mami 😊

      Delete
    3. Itu si mami ud ngebayangin loh. Katanya kl sampe masih lemes.. di airport mau pake kursi roda. Trs di jkt jg mnt pake kursi roda trs lgsg masuk RS katanya. Untungnya sebelum semua terjadi, dia udah oke. Phewwww...

      Mertua gue mah kinclong deh ga kaya menantunya butek hahahaha.

      Delete
  29. untunglah segera sembuh, enggak sampe dirawat berlarut2 disana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah gak dirawat Pit, blm sampe berlarut2 hehehe. Syukur pada Tuhan.

      Delete
  30. Endingnya Terharu deh ini gue! Gue percaya itu krna elunya jg tulus merawat n mencintai mami mertua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe yg utama tuh krn Tuhan hebat :)

      Delete
  31. Aku senyum2 bacanya..
    She's so lucky to have you as daughter in law.. And i'm soooo proud of you, my bestfriend, jadi mantu (menuju) solehah hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dhiraaaa.... namanya ketemu orang baru, dengan berbagai macam sifat yang kadang seringnya berlawanan, memang butuh kerja keras extra, tapi yang penting dilakukan dengan ikhlas, insyaallah hasilnya baik. Amin, menuju solehah!

      Delete