Thursday, April 30, 2015

Drama Ibu-Ibu Sekolahan

Kembali lagi ke edisi cerita-cerita ringan agak gak mutu kali ini! Berhubung anak udah usia di atas dua tahun, saya sudah mesti mempersiapkan diri, bukan cuma sekedar mental untuk mempersiapkan anaknya supaya siap sekolah, tetapi mempersiapkan mental saya sendiri supaya tahan sama yang namanya gempuran ibu-ibu sekolahan. Ternyata, setelah dengar cerita dari teman-teman saya yang anaknya sudah masuk usia sekolah, ibu-ibu itu tingkahnya seringkali lebih mengerikan daripada tingkah anak-anak kita sendiri yang kadang suka cranky. Kadang-kadang pas dengerin ceritanya bisa bikin ngakak, bikin kesel, dan yang paling parah bikin saya jadi bertanya-tanya, what the heck are you doing in your kid's school? Dan kalau ditarik kesimpulan, ketemu sama ibu-ibu sekolahan yang nyebelin itu, kalau kata temen saya lebih kejam daripada ibu kota. Padahal ibu kota aja katanya lebih kejam dari ibu tiri! Ckckckcck...

Soal ibu-ibu tukang gossip, ah itu biasa. Soal ibu-ibu pamer materi, itu juga sudah biasa. Yang mau saya tulis di sini, adalah tipe ibu-ibu yang ajaib yang kadang ngga tau kenapa suka aja ada nyempil di dalam kehidupan persekolahan anak-anak kita. Mari kita simak, dan tolong jangan dimasukkan dalam hati, karena nanti bisa bikin keriput di dahi.

Disclaimer: Semua cerita dibawah ini, dirangkum dari kisah nyata teman-teman sendiri.  Jika ada kesamaan cerita dengan kenalan anda, mungkin ini kebetulan belaka. Kalau beneran ya artinya anda tidak sendirian di dunia ini hihihi.

Ibu-Ibu Modis dan Super Narsis

Tipe begini lagi marak dan menjamur bak cendawan di musim hujan. Karena ini lumayan paling standar, jadi saya taruh di paling atas. Adanya faktor sosial media, bikin ibu-ibu makin getol untuk menggapai aspirasinya menjadi sosialita. Jangan kira cuma ibu-ibu arisan aja yang suka bikin acara tematik, ibu-ibu sekolahan pun nggak mau kalah. Contoh, kalau ada yang ultah, sudah dipikirkan jauh-jauh hari mau makan di mana. Tempatnya kudu instagram-able. Kalau kurang chic, coret. Jadi buat yang ultah, kena peer pressure, nggak bisa deh tuh traktir makan Soto Mamat atau Gado-gado Boplo. Minimal jadi kudu ke kafe-kafe atau resto yang classy. Belum lagi ada temanya, mulai dari skala sederhana alias cukup menggunakan warna seragam, sampai tema beneran macam sexy gangster, great gatsby, atau kebaya kartini. Untuk skala lebih elit, ngga cukup cuma foto-foto pake HP, terkadang ibu-ibu ini ngundang fotografer juga, supaya acaranya bisa diabadikan secara lebih eksklusif dan gak rugi2 amat sudah khusus beli pakaian demi menyelaraskan dengan tema. Gaya fotonya kadang sejenis, model tolak pinggang dengan angle khusus supaya kelihatan langsing, sampai memonyongkan bibir supaya terlihat lebih tirus. Rombongan macem gini di sekolah biasanya jadi sorotan sebagai ibu2 heits! Kalau nggak masuk kelompok ini, artinya ente  kurang gaul. Yang sedihnya, banyak orang-orang yang ngerasa kejebak, tapi ngga bisa keluar. Ada yang lantaran gengsi, mikirin apa kata dunia, nanti gak heits lagi... uhuk... Atau ada juga yang gak bisa keluar lantaran peer pressure takut disangka membelot. *ini ibu2 sekolahan apa mafia Itali sih?*

Ibu-Ibu Curi Kesempatan

Surprisingly, ibu-ibu yang suka curi kesempatan kayak gini kalau berdasarkan cerita yang saya dapat, biasanya justru yang kelihatannya cukup mampu dan ngomongnya meyakinkan. Biasanya ibu-ibu model begini suka menawarkan diri untuk membelikan kado ulang tahun patungan atau titipan barang yang nantinya bakalan digantiin oleh ibu-ibu lain. Giliran nanti nagih, dia cuma bakalan bilang, harganya sekian, bagi sekian orang, jadi masing-masing bayar sekian. Nggak ada tuh yang namanya bon belanjaan atau bukti apapun, dan org-orang yang ditagih juga nggak ada yang berani nanya karena masing-masing kan gengsi kalau nanya bonnya padahal dalam hati juga merasa curiga (soalnya beberapa kali ketauan barang yang dibeli ternyata diskon tapi ditagihnya harga penuh). Berhubung orang-orang pada nggak mau repot dan ngga mau ribut ya sudah deh dibiarkan saja si pengambil kesempatan beraksi. Kalau kita bertingkah, yang ada bisa kita yang dibalikin dibilang ngga percayaan sama temen, terus digossipin itungan...Hiy syerem.

Ibu-Ibu Adu Domba

Bukan cuma Belanda doang yang pake praktek devide et impera. Ibu-ibu pun punya praktek ini. Misalnya nih dari cerita yang saya dengar, ada seorang anak pintar di kelas, dan dianggap mengancam posisi a.k.a ranking anak si ibu. Si ibu ini bisa-bisaan loh membuat cerita yang heboh soal si anak pintar dengan memberikan gossip kalau anak tersebut misalnya di sekolah suka kasar mainnya, lalu membuat gosip-gosip tak sedap mengenai si anak dan orang tua si anak, bahkan membentuk opini sendiri dan memanas-manasi orang tua lain supaya ikut membenci dan tidak suka pada si anak pintar. Nah ibu adu domba ini orangnya biasanya pinter ngomong, dan kalau sampai si ibu yang digossipin itu nggak terlalu aktif di sekolah, habis deh, tuh gossip udah kayak kebakaran, ditambah siraman bensin. Menjalarnya ngebut! Kalau kita sampai jadi korban, siap-siaplah pakai helm dan baju zirah dari baja, sama bawa ember isi air es buat mendinginkan kepala. Kalau kita ibu yang nekad, boleh juga kita bikin versi gossip tandingan. Partai aja ada versi Perjuangan, masak ibu-ibu ngga ada? Hwahahaha.

Ibu-Ibu Kompetitif

Model yang kayak gini, biasanya paling getol banget nanyain nilai ulangan atau test anak orang lain. Pertama-tama mungkin kita anggapnya, ah biasa lah ya, namanya juga ibu-ibu, mungkin ingin mengetahui posisi anaknya di kelas. Tapi kalau tiap habis anak kita ulangan, kita ditanyain nilainya, tentulah lama-lama bikin kesel. Akhirnya lama-lama kita cuekin aja dia. Apalagi, ibu ini terkenal suka mencatat nilai setiap anak secara seksama (dalam tempo sesingkat-singkatnya hihi), kemudian memastikan kalau di akhir tahun nilainya cocok dengan di rapor, bukan hanya rapor anaknya, tapi juga rapor anak lain. *cape deee...* Ibu ini tidak pernah kehilangan akal demi mengetahui nilai anak anda. Kalau sampai bertanya langsung sudah tidak mempan, cara dia bertanya pun dimodifikasi. "Wah, anak kamu pasti nilainya 100 semua ya?" Saat kita menjawab, "Ah nggak tuh biasa aja." dia pasti ngga akan nyerah juga, dan bakalan pepet kita terus sampai dia tau nilai anak kita brapa. Kalau sudah kesal, kita bisa pakai jawaban pamungkas, "Anak kamu nilainya masih lebih bagus lah dari anak saya." Lumayan kan, bikin dia seneng seenggaknya walaupun dia masih penasaran. Eh tapi jangan dikira ibu tersebut menyerah ya! Langkah selanjutnya dia bisa langsung nanya ke anak kita, atau nyuruh anak dia yang nanyain. Model yang kayak gini, apa baiknya disumpel aja ya pake listing nilai? 

Ibu-Ibu Gila Penghargaan

Jadi ini level kompetitifnya udah naik satu tingkat ya. Bukan cuma soal nilai lagi, tapi juga soal ekstrakurikuler dan kegiatan lomba di sekolah, supaya bukan cuma kelihatan hebat diantara teman-teman sekelas, tapi juga top di antara guru-guru satu sekolah. Ibu-ibu begini tidak akan segan-segan memodali anaknya dengan berbagai les ataupun perlengkapan perang lain supaya anaknya bisa dapet piala atau piagam. Setiap kali ada lomba apapun, anaknya ini biasanya diikutsertakan, dan dia memastikan kalau anaknya hanya ikut lomba yang kemungkinan besar bakalan juara. Selain itu, dia juga akan ngecek keliling sekolah, untuk memastikan kalau lawan-lawan lombanya itu sudah dia ketahui dulu supaya bisa dipelajadi kelemahan lawan. 

Saking gila penghargaannya, dia juga mengecek lomba-lomba lain yang tidak diikuti anaknya, hanya untuk menganalisa, ibu-ibu dari anak mana yang kira-kira bakalan jadi lawan yang "sepadan" dan memastikan kalau anak tersebut tidak ada di lomba yang akan diikuti anaknya di masa datang. Demikian terkenalnya reputasi piala dan piagam catcher ini, rata-rata orang tua malas mengikut sertakan anaknya di lomba yang diikuti oleh anak si catcher. Kalau sampai anak anda berprestasi, siap-siap, anda akan jadi sasaran. Bisa aja praktek devide et impera seperti disebut di atas, akan dilancarkan pada anda, huahahaha *ketawa mak lampir*. Yang paling ngeselin, kalau dia tau ada ibu lain yang anaknya nggak menang lomba, dia akan kasih kata-kata consolation, "Aduh, sayang ya anakmu gak juara. Coba lagi ya lain kali juga pasti bisa." Mungkin ada bagusnya orang ini buka perusahaan piala dan piagam sendiri, kemudian dicetak nama anaknya saja daripada repot-repot ikutan lomba. Setuju?

Ibu-Ibu Tukang Ngatur

Entah karena ibu-ibu ini turunan pejabat atau turunan kerajaan yang dipertuan agung, biasanya mereka ini sudah ngerasa kayak yang punya sekolah. Hobinya nemuin guru-guru dan protes, kenapa anak saya gak menang lomba, kenapa anak saya gak juara, kenapa anak saya sekelas sama si A. Saya maunya anak saya dipisahin dari si A, B, C, kemudian sekelas sama D, E, F. Ajegile! Kemudian kalau ada aturan sekolah yang dianggap tidak adil untuk anaknya, ibu ini tidak segan-segan untuk mengumpulkan opini ibu-ibu lain dan melancarkan protes keras ke pihak sekolah. Belum lagi model yang kayak gini, seringkali bawa nama-nama besar (yang entah saudaranya, atau kenalannya, atau tetangganya) yang memberikan kesan kalau dia ini orang penting dan patut diperhitungkan keberadaannya. Ngga sekalian Bu, sekolahnya dibeli aja gitu?

Ibu-Ibu Tukang Mancing

Model ini, hobi banget update status di BBM. Contoh, kalau anaknya mau lomba, dia akan tulis, "Semangat ya, Nak." 1 menit kemudian dia ganti, "Semangat ya Nak, kamu pasti bisa." 1 menit kemudian ganti lagi, "Semangat ya Nak, kamu pasti bisa, mama doakan." 1 menit lagi, "Semangat ya Nak, kamu pasti bisa, mama doakan juara 1." 1 menit lagi, "Semangat ya Nak, kamu pasti bisa, mama doakan juara 1, God bless." Bisa ditebak tujuannya? Ya gitu deh, supaya orang tanya-tanya dia kalau anaknya mau lomba apa. Begitu juga kalau anaknya juara, bakalan update status tiap 1 menit supaya selalu di posisi update BBM paling atas, biar nanti ditanya anaknya juara apa, terus diselametin. Yang lucunya, kadang si ibu gak terima kalau dibilang tukang pamer, jadi bikin status sedih supaya dapat perhatian. "Ganti profile pic, soalnya dibilang pamer." Kemudian, 1 menit lagi, ganti PP lagi, 1 menit lagi ganti PP lagi, terus tambah update status. Kayaknya belum puas kalau belum ditanya orang. EALAH, maksud sampeyan apa sih? *tepok jidat* 

Ibu-Ibu Salah Japri

Berhubung jaman sekarang feature group chat itu ngehits banget, ibu-ibu sekolahan sudah pasti punya group Whatsapp atau BBM. Jadi kalau mau pamer ya jangan cuma jalur pribadi dong ya, harus lewat group sekalian. Tapi kalau langsung pamer di group kan malu toh, nanti dikatain tukang pamer *rolling eyes*. Jadi harus nyari strategi yang lebih pas, yaitu strategi salah japri. Jadi misalnya, dia mau ngasih tau kalau nilai anaknya salah satu yang paling tinggi di kelas dan dapat hadiah dr gurunya. Nah si ibu ini nulis gini deh di grup, "Eh Lia, anak kamu dapet tempat pinsilnya dari bu Lele yang warna apa ya? Anakku dapetnya yang warna merah." Terus ditunggu beberapa saat, terus dia tulis lagi, "Eh maaf teman-teman, tadi itu benernya cuma mau japri ke Lia, sorry ya teman-teman." Kalau kejadian sekali sih, masih bisa dimaklumin deh ya, kalau kejadian berkali-kali tiap anaknya dapat penghargaan, apa nggak gedeg juga tuh ibu-ibu lain yang di-"salahjapri"-in? Mungkin kalau saya ada di group tersebut saya bakalan bilang, "Eh Bu, kalo salah jangan sering-sering dong, keledai aja gak jatuh di lubang yang sama dua kali!" *kemudian saya dikick sama admin*

Ibu-Ibu Gak Mau Rugi

Buat yang anaknya masih KB, TK, atau SD kelas kecil, masih sering kan ya ulang tahun dirayakan di sekolah. Biasanya yang ultah bawa kue, lalu bagi-bagi goodie bag. Khusus untuk ibu-ibu nggak  mau rugi ini, setelah membagi goodie bag (yang seringkali isinya seadanya), si ibu akan berpesan kepada anak-anak yang hadir di situ, untuk tidak lupa untuk membawa kado untuk anak dia yang berulang tahun, kemudian ditambah pesan, KADONYA YANG BAGUS LOH YA! *Ciyus ada pesen sponsornya? Iye ciyussss* Kemudian, tidak lupa, si ibu tersebut juga share di grup BBM atau WA ibu-ibu sekolahan, "Ibu-ibu, tadi anak saya ulang tahun. Semua anak-anak kamu sudah dapat goodie bag, jangan lupa ya kadonya buat anakku, yang oke loh kadonya." Kemudian, kalau sampai ada satu orang yang kasih kado bagus, si ibu gak mau rugi ini akan ngomong juga di grup supaya dilihat secara massal, "Aduh, Leeee... makasih banget ya kadonya. Kado dari kamu bagussss banget. Mwah mwah!" Kemudian hal tersebut membuat ibu-ibu lain jadi gemetar gara-gara pressure untuk kasih kadonya jadi meningkat. Dikira cukup sampai di situ? Tentu tidak! Kalau kita belum kasih kado ke anaknya, anda akan ditagih! Cara nagihnya, bukan cuma japri ke kita loh, tetapi anak dia disuruh minta ke anak kita. Luar biasa!

Hadeh hadeh... ternyata belum apa-apa udah banyak banget tipe ibu-ibu sekolahan ajaib yang bikin saya jadi mikir, ini kok anaknya yang mau sekolah, tapi emak-emaknya yang rempong ngadepin pergaulan baru. Beberapa temen saya sampai bilang, kalau bisa jangan sampai terjebak ketemu sama yang model-model begini, bisa urut-urut dada tiap hari, apalagi kalau nanti anaknya ketemu terus bertahun-tahun (kalau gini bisa nangis bombay sambil garuk tanah). Walaupun banyak hal-hal yang ajaib saat bergaul dengan ibu-ibu sekolah, tentulah banyak juga manfaatnya. Misalnya, kita jadi tau kegiatan anak kita di sekolah, bisa saling bertanya kalau ada hal yang kurang jelas di kelas, bisa saling membantu kalau misalnya ada acara sekolah, dan yang terpenting, bisa menjadi sarana berbagi sebagai sesama orang tua murid. Saya yakin kok, banyak juga persahabatan indah yang terjalin dari perkenalan antar orang tua murid, malah banyak yang ketemu jodoh, misalnya janda dan duda, dipersatukan sama anak yang sekolah bareng. Ihiy! *sinetron mode on*

Jadi bapak ibu, jangan khawatir ya setelah membaca tulisan saya di atas. Saya cuma mau sharing cerita-cerita lucunya teman-teman saya yang rasanya sayang kalau dilewatkan. Buat yang punya cerita ajaib lainnya soal pergaulan antar orang tua murid, saya tuh pingin banget dibagi deh, kali-kali bisa buat nambah persiapan mental saya kalau nanti Abby mulai masuk sekolah. Pssttt....Sekalian, saya juga mau mempersiapkan diri buat digossipin yang lain sebagai ibu-ibu ansos dan gak gaul lantaran mengindari terjebak ikutan jadi socialite wannabe. Hihihihi...

145 comments:

  1. Wkwkwkwkwkwkwkwkkwk lu dah tau dong klo ibu2 tmn2 sekolah nya Millie tipe yg mana, itu lho yg gw cerita pas ktm itu hahahahahaha.. Arisan nya ga cukup gopek sebulan *ngumpet drmh aja gw* hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hari gini bok. Ibu2 sekolahan aja narik arisannya di hotel!! Wuih gayaaaa. Bikin versi tandingan dong Ye. Arisan goban nariknya di tukang bakso!

      Delete
  2. Parah banget terutama yg adu domba itu. Gile bener dah. Kalo yg minta kado itu sih bener bener gak tau malu ya. Hahaha.

    Stress kayak nya sekolah di Indo ya. Udh pelajaran nya aneh aneh, ibu ibu nya juga aneh aneh pula. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedihnya beneran ada tuh Man yg kayak gitu, minta kado sampe titik darah penghabisan.

      Gak semua sekolah sih kayak gini. Kebetulan aja ada haha.

      Delete
  3. Hahahaha, salam kenal ya mba leony... suka deh baca postingan ini..sehubungan baru masukin anak sekolah, jadi kayaknya semua jenis ibu2 diatas tuh beneran ada & real wujudnya di sekolahan loh.. hahahaha!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Depends sama sekolahnya juga sih benernya. Tapi berhubung kisahnya diangkat dr kisah nyata, emang beneran ada tuu wujud orgnya haha. Surprise2!

      Delete
  4. Hahahahhaah...iyah ibu2 gini memang ajaib jgnkan masih level tk sampe sd sy yg ngajar dismp kadang masih ktmu sm tipe2 kek gini trutama yg tipe tukang ngatur xixixxiixix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas gue ngajar dulu jg ada tipe yg tukang ngatur. Malah ngancem mau keluarin anaknya kalau sampai sekelas lagi sama salah satu murid haha. Pas gue cek balik tahun depannya... ehhh msh sekelas hihihi. Gak keluar tuh die.

      Delete
  5. ci leony, jadi mikir abis baca postingan ini, kira2 nanti kalo aku udah jadi ibu2 yg punya anak, bakalan masuk tipe ibu2 yg mana ya? hahaha. mudah2an nanti jadi tipe ibu2 yg normal & sewajarnya ibu2. hehehe.

    tp baru tau loh ci, ada yg sampe berani adu domba, jelek2in anak yg berprestasi.. >.< Yang nitip buat ngasih kado bagus jg keterlaluan..namanya rayain anak ultah di sekolah, hitung2 kan berbagi kebahagiaan sama temen2 sekelas. Harusnya sih ga harepin kado..
    Jadi inget waktu sekolah TK jaman dl, aku ga pernah dirayain ultah nya di sekolah. Tapi kalopun ada temen yg dirayain, kita jg ga disuruh ngasih kado segala kok. Karena ortu nya cm ijin sm wali kelas aja buat rayain ultah. Ga sampe yg ada kartu undangan nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ngelihat dr postingan kamu, jayakbya kamu bakalan jadi tipe ibu2 yg super detail hahahah. Yg penting detailnya diarahin ke yg positif misalnya jadi sumber informasi ibu2 sekolah untuk nyari tau kegiatan.

      Jaman dulu saya 2 kali dirayain di sekolah ultahnya dan sama sekali gak ada yg kasih kado hahaha. Beneran cm bagi goodie aja. Enakan berbagi kan ya drpd nodong org.

      Delete
  6. Carilah ibu-ibu yang sukanya pergi makan bakmi.. Enak deh kuliner terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak harus bakmi. Cukup suka makan!

      Delete
  7. Postmu kali ini benar-benar menghibur deh ci Le.
    Jadi ingat teman-teman saya yang sekarang menjadi seperti itu.
    Kesannya gengsian banget dan terlalu melebih-lebihkan. Jadi awkward saja gitu ci. Saya ada teman yang rela anaknya telat masuk sekolah yang penting make-upnya rapi dan matching dengan OOTDnya.
    Hahaha...
    Semoga ci Le jadi mama yang lebih peduli pendidikan anaknya daripada gaya-gayaan seperti ini ya ci. Good luck!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal OOTD yg macthing maksimal juga gak bakal nambah nilai anak kali! Hahahah. Yang penting mah anter anak itu sopan dan gak pake hotpants *mengingat sekolah tempat ngajar dulu yg ibu2nya bikin sakit mata gaya pakeannya*

      Delete
  8. ibu-ibu suka salah japri juga ada tuh di grup...erliaaa :D :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Erlia mau pamer juga ya??? *kaburrrrrrrrr...*

      Delete
  9. Parahhhhh!! Tp gue menyaksikan hampir semua tipe ortu yg diatas deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenyataan bahwa ibu2 sekolahan lebih kejam dr ibu kota ya.

      Delete
    2. Karena kan gue guru le...so liat kelakuan emak2 yg suka nongkri2 diskolahan ini kadang bikin gue geleng2. Btw gue dah simpen di draft jg nih ttg kelakuan para emak2 ini tp dari sisi gue sbagai guru

      Delete
    3. Hihihi. Pas gue jd guru jg ud pernah ngadepin beberapa tipe di atas. Update gih blognya buruan :)

      Delete
    4. Eh iya ya..gue sering baca dulu blogmu wktu jd guru. Abby blom lahir. Btw, ini gue komen ga bs pake akun wordpress.
      So I leave my address here ok
      www.joeyz14.wordpress.com

      Delete
    5. Wordpress lu gue sering baca kokkk hehe. Nanti kalo ada update-an di blog lu soal ibu2 sekolahan pasti muncul deh di readers gue hihihi. Soal komen emang wp dan blogger suka musuhan. Saling susah komen.

      Delete
  10. Wah parah banget ci! Sejauh ini sih gw belom ketemu yah sm salah satu ibu2 di atas ini hahaha. Ada sihhh tipe yg kalo ke sekolah di sasak, tp gw bahkan ga kenal dan ga mau kenal jg dia siapa huehehe. Moga2 jangan nemu yahh haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo tipe sasak buat diri sendiri sih bodo amat deh ga ambil pusing. Yg pusing itu kl ud ganggu orang kan. Bersyukurlah elu gak nemu (or at least belum nemu) yg aneh2 haha.

      Delete
  11. ada satu tipe lagi.. ibu2 yang ga kenal siapa-siapa selain miss dan ga usaha untuk kenalan juga hahhaaa..
    nganterin anak selalu kepagian jadi ga ketemu ibu2 lain
    trus ga jemput karena ngantor

    kasus bully diantara sesama ibu2 di sekolahan kayanya lebih sering terjadi dibanding kasus bully anak2 sekolahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang model kayak gitu gue gak masukin list Xiao, soalnya ngga ganggu sama sekali dan ngga nyusain. Biarin aja ansos tp ngga bikin orang keki atau bikin org hidup kagak sejahtera hahaha. Cuma kadang ibu2 laen aja yg suka gossipin ibu2 ansos, sementara ibu2 ansosnya ya udah cuek bebek.

      Delete
    2. Gue tuh...hahaha... ngaku. Abis tiap denger cerita emak gue yang dari awal nganterin Chris, ada si A abis berantem sama si C yang anaknya nakal tapi emaknya juga ga mau ngalah. Si B yang begini begitu bla bla... Emak gue tiap hari laporan ini itu, gue jadi males aja gabung ke ortu2, begitu harus nganterin Kay school. Berhubung sekolahnya juga beda sama Chris, ah sudahlah...abis anter, mending balik ke rumah lagi.

      Delete
    3. Elu masih ngantor kan, Ti? Kalo orang ngantor biasa emang lebih ansos sih, dan nggak terlalu mau involved juga. Ortu2 murid gue yg kerja jg rata2 ansos. Mendingan mikirin kerjaan yg ngehasilin pundi2 kan drpd musingin gossip antar ibu2 hahaha. Cuma kadang ada yg kelewat ansos sih parah juga, sampe anak bener-bener dicuekin, bukan cuma ibu2nya hihihi.

      Delete
  12. Ciiii, baca cerita ini jadi inget mama2 anak les gue din, hihihihihi. Mostly modis bgt en punya jadwal tiap rabu ke mangdu buat shopping en sbtu hangouts brg di tempat kondang + mrk lebih canggih di gadget (-_____-) jd tiap rabu mrk shopping, anak2nya sgaja "dijdwl" les skalian dititip ke gue, gubrakk toeng toenggg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Modisnya tapi modis model mangdu ya secara blanjanya di mangdu haha. Biarpun KW yg penting kalo dipoto kagak keliatan ye. Buka TPA aja sekalian Wi.

      Delete
    2. modis mangdu yang keceee ci, kl pulang2 itu tentengan butik banyak bner. Abis hangouts yg di sbtu, shopping lg di mall, wewww..
      yang penting eksisnya ci :p KW tow asli urusan nanti, hahahaha

      Delete
    3. Iya kebayang kok. Kece versi mereka kayak apa. Rambut tertata n harus di cat. Kalo item kurang pol. Baju gonjes, sepatu wedges atau heels loubutin/ valentino wannabe. Cuma tiap kali liat yg model gitu bawaannya gak keren di mata cici. Hahaha. Tp itu mah selera kan.

      Delete
  13. Hi Leony, mau ngucapin salam tapi bingung salam apa. Kayaknya salam berjumpa kembali paling tepat, setelah skian lama ga ninggalin komen tapi masih tetap suka blogwalking kesini. Selama baca post ini, pengen ketawa antara lucu dan sedikit miris sich haha... Kalau buat gua sich, yang parah itu Ibu2 adu domba, tukang mancing, salah japri, dan gak mau rugi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha gak usah salam2an lagi jg gak apa2 kok kalo udah pernah ngomen di sini. Jadi sebenernya semuanya ganggu sih ye, tp emang ada yg level parahnya sampai merusak hajat hidup hahahaha.

      Delete
  14. Jadi inget waktu dulu anak aku yang kecil tk(5 thn yg lalu)k, itu pernah ketemu ibu cari untung tuh...! ngumpulin dana buat kasih kado perpisahan guru tk. Untung waktu itu kita kompak. Jadi pas abis anter anak masuk dipanggillah si ibu A ini ke rumah temen kita yang deket tk. Dari situ kita interview secara detail kenapa dananya bisa kurang dari jumlah yang ada. Tetep loh... gak ngaku , dia bilang dia akan ganti yang hilang berapa. Tapi dia gak tau kenapa bisa beda jumlahnya. Heboh banget tuhh kejadiannya sampe guru - guru tk tau semua. Bahkan baru ketahuan lagi... kalo ibu yang jarang dateng ke sekolahan iurannya ditagih lebih besar dari jumlah seharusnya.... !Belon lagi kalo ada ibu yang ultah kita saweran buat beli kado, maka si ibu A ini langsung menyediakan diri untuk ngumpulin saweran + beli kado. Beberapa kali ketahuan dia beli tas di mangdu bilang beli di butik Mal buat kado itu. langusng di black list deh orang kaya gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah.. tuh kan beneran eksis di dunia ini ibu2 macem gitu. Gue pas denger temen cerita udah geleng2, eh ternyata sekolah lain ada juga ya! Parahnyaaaa... nyari uang kok sampe begitu amat nipu2 orang lain.

      Delete
  15. BuLeeeee. Serem bener ya pergaulan BuIbuu sekolahan. Hahahahaha. Ngakak miris bacanyaaaa. Adudududuh. Ntar kalo yang anter anak sekolah sayah ya apa masih harus joinan ama Ibu-Ibu itu ya? *trus ada blogger lain nerbitin tulisan soal bapak-bapak sekolahan. Hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan... chancenya sih bapak2 gak terlalu rese dan clamitan hihihi. Kecuali bapaknya tukang rumpi. Eh kamu tukang rumpi gak?? RUMPI DEH LOOOO!! #ketauanangkatanbrapa

      Delete
  16. hahaha.. gw dah bilang ama suami gw, kalo nanti suami aja yang berurusan sama sekolah..anter jemputnya, biar gw ga terjebak dalam pergaulan gitu..hahaha
    tapi temen2 gw yang anaknya dah sekolah ya rata2 gitu le... pada ada grup nya masing2. keluar bareng, terus pake baju warna bareng, arisan bareng, dll...
    yang parah kalo anak2 udah ikutan.. anak temen gw pernah ngomong sama maminya gini "mi, si spencer punya mobil alphard. besok2 mami ga usah bawa innova ya..bawa mobil alphard juga mi"
    terus besoknya bisa bilang lagi "mi, si spencer jalan2 ke amerika kemarin... kita ikutan ya mi?"
    mampus gak... emaknya cuman bisa urut2 dada wkwkw
    ntar kita masuk ibu2 yang mana yak le? wkwkwkw atau nanti malah nambah list baru? wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuihhhh... nama anaknya aja Spencer yak. Serasa merek toko retail. Anak pertamanya mgkn namanya Mark kali ya? Mark and Spencer hwhahahahaha.

      Di daerah non Jkt malah banyak yg lebih parah kan ya. Moga2 kita kagak masuk dalam list ibu2 yg ada di sini Fun. List kita laen lagi, list ibu2 teladan. *kemudian ditimpuk sama ibu2 lain*

      Delete
  17. Hahahhah paarahhh banget ya...jaman dulu gw sekolah keknya ndk ada ibu2 yg jejer ngegosip *ya gmn anak2 cm didrop disekolah trus jam plng dijemput lg*, tp bnr2 jadi mikir juga ntar klo anak ku sekolah kira2 kebawa arus ndk ya hahhahah...btw disekolah ponakanku ci itu lucu guru2nya malah, jadi pernah ada salah satu temennya ultah nah keknya mama yg ultah itu salah ngitung goodie bag ma nasi kotakan jadinya ada bbrp guru yg ndk dapat goodie bag ma nasi kotakannya...hasilnya setelah perayaan ultah sie anak, para guru2 disekolah itu cuekin anak yg ultah it *dianak tirikan gt deh* pas ditelusuri ternyata mang habbitnya gt klo anak kita ultah dan semua guru satu sekolah it ndk dapat goodie bag dan nasi kotakan ya alamat anak kita bakal jadi anak tiri disekolah deh *itu masih TK A loh ci hahahhah parah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh... itu guru2 macem apa tuh kayak gitu. Jd kesannya guru2nya yang matre ya. Apa mgkn guru2 skrg juga banyak yg nilai murid cm dr goodie bag sama makanan yg dikasih ya? Pantes kualitas pendidikan jd menurun termasuk PAUD gara2 guru orientasinya udah bukan pendidikan lagi tp lbh ke arah favoritisme dan keuntungan pribadi.

      Delete
    2. Di sekolah ank sy guru2nya nolak kl dikasih goodie bag krn peraturan dr sekolah..

      Delete
    3. Good, jadi meringankan buat ortunya juga hahahaha. Gak usah pusing mikirin macem2.

      Delete
  18. Eeeeh bujug! naek levelnya ibu ibu sekolahan yah?
    Dulu jaman gw magang di apple tree..belon se ajaib ini rasanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaman dulu sih jg ada yg mulai menjurus gini El. Tp sekarang banyak yg lebih extreme sampai bikin ortu lain jd puyeng.

      Delete
  19. Tambahan

    1. Ibu ibu pedagang, jadi anter jemput anak sekalian dagang. Dari siomay ampe MLM.
    2. Ibu ibu nyinyir ama sekolahan. Semua keputusan dan kebijakan sekolah diprotes, dan ngajak yg lain untuk ikutan protes.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya tuh jadi inget ada temen yang usaha MLM di Serpong sana, terus nyetatus di FB kalau menurut dia harus ambil segala kesempatan untuj nawarin MLM termasuk ke ibu2 sekolahan. Ckckckck.

      Kalau yang no. 2 itu mirip sama yang saya tulis di atas tuh yang 'ibu2 tukang ngatur'. Gak puas kalau nggak ngontrol sekolahan termasuk policy2nya.

      Delete
  20. Yg paling sering ketemu itu ibu-ibu kompetitif, modis super narsis, dan doyan ngatur... Duh ampun.... LOL

    Kalo yg soal hadiah, krn di sekolahan anakku gak boleh rayain ultah pake goodie bag dan bawa2 kado, jadi sih aman :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bersyukur deh Lis bisa dicoret satu tipe ibu2nya hahahaha. Dan beruntung jg kamu ngantor jadi gak kelewat berurusan sama yg ajaib2 ya.

      Delete
  21. Ternyata sekolahan itu mirip medah perjuangan juga yaa..ga cuma anaknya yg berjuang belajar tapi mamak2nya "berjuang" yg lain juga...semoga ga kejebak sama jebakan betmen ya ci..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu2 sekolahan ceritanya saingan tipis sana sinetron ya. Penuh intrik, persaingan, dan tipu daya *halah bahasanya ud kayak infotainment hahahaha*

      Delete
  22. bisa enggak yah sekolahan di kota kek di kampung, kek pas jaman g sekolah, dianter tukang becak di jemput tukang becak, nyokap g nonggol pas rapotan aja :D wakakakakak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Pit... di Jkt mah kadang udah pake sopir aja, ibunya suka masih ikutan. Alasan keamanan hihihi. Ada jg kok ibu2 yg dtg pas rapotan doang. Rata2 tipe yg ngantor, jd gak sempet rumpian.

      Delete
  23. huahhaa.. hayoo loohh cii uda mau jadi ibu-ibu sekolahan yaa :p :p

    kalo yang sekarang suka aku liat sih soal pesta ultah ci.. kadang gengsi kalo kasi goodie bag se-adanya.. malah berlomba-lomba paling bagus hahaha
    kalo tau ibu si A rayain anaknya di X, si ibu satunya lagi ga mau kalah dong. Kaya sodara suami aku, kuarin uang belasan juta buat ultah anak balita wkwkwk.
    padahal sweet 17 aja mikir2 ya mau kuarin uang dimana. yang ada cuma traktir seafood kalimati *LOL
    hahahhaa

    Soal ngadu nilai anak itu uda biasa ci.. kesel sih, pengen di-slepet kertas ulangan aja ibu-ibu begitu wkwk

    Doh, jadi mikir bentar lagi Iyel sekolah. Semoga Mama aku ga jadi ibu-ibu kaya yang di-list itu huaahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo soal Bday sih cici gak apa2 bikin gedean buat anak, tp bukan karena unsur persaingan ya, tapi lebih ke rasa syukur krn udah melewati masa krusial (kyk pas Abby ultah setahun kmrn ini). Tapi kalau cuma saing2an, itu sih namanya gak sehat. Orang Indonesia itu kan soal goodie bag paling generous. Kawinan aja ada yg souvenirnya Ipod kan? Hwahahaha.

      Yah walaupun berusaha dihindari, selama masih ketemu sama ibu2 sekolahan lain yg nangkring di sekolah, unsur gossip kayaknya unavoidable.

      Delete
    2. iya ci.. kalo unsur kaya gitu sih gapapa.. tapi kalo alesannya "si itu goodie bag nya ini, masa kita ono.." repot deh kalo gitu :))
      Yoi, souvenir nikahan iPod banget hahahha..

      iya, bener2 deh ibu-ibu sekolahan.. wkwkkw.. sadiiss..

      Delete
    3. Ya itu berarti saing2an kan. Cape kalo udah kayak gitu. Sama aja kayak orang jaman skrg suka bikin wedding yg bikin sakit kepala cuma karena mau beda sama org lain padahal budget pas2an. Akhirnya kelupaan sama kehidupan setelah perkawinan.

      Delete
  24. Ci Le.. Menghibur banget postingan kali ini, tapi kebayang banget kalo itu tuh nyata di kehidupan sebenarnya.. hahah..Kalo ibu2 kompetitif kayaknya dah ada dr jaman aku sekolah, tp levelnya belom separah yang cc tulis, aku cuma inget diselamatin aja tiap kali ambil rapor *masih baik* tapi mgkn dlm hati ngedumel kali tiap kali musti selamatin mulu.. Mgkn.. hehe.. Semoga aku juga ga jadi salah satu di antara option di atas de! haha..

    Pas pengalaman cici jadi guru, paling sering ketemu tipe yang mana? haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini beneran diangkat dr kisah nyata loh. Malah kisah nyatanya lebih ekstrim lagi, cuma kan ga enak kalo ditukis super detail (padahal ini aja ud mayan detail ya hahaha).

      Karena cici dulu ngajar di Inter school, paling sering ya ketemu ibu tukang ngatur. Maklum krn ngerasa bayar mahal, jd ngerasa kyk yg pny sekolah aja.

      Delete
  25. Yang kasian tuh ibu-ibu BPJS le. Demi bertahan di grup, ujung-ujungnya gali tutup lobang buat tetep kinclong. Minjem duit deh ke ibu-ibu di grup lain, alesannya BU (ada keluarga sakit atau buat bisnis).

    Gue kan ngantor ya. Jadi, gak bakal terlalu banyak ngalamin ketemu ibu-ibu ajaib ini nanti kali ya. Yang bakalan ketemu, palingan poponya.
    Trus tiap pulang kerja, gue bakalan dihadapin dengan dua cerita deh. satu dari si Pam, satu lagi dari poponya soal ibu-ibu ajaib ini. hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya mendingan jadi ibu ansos kan Pet? Amit2 deh sampe minjem duit ke ibu2 sekolahan atai dipinjemin duit dengan alesan secetek itu. Wah tau2 nanti si Popo yg gaul ya, ikutan photo group pake baju setema hahaha. *pusing deh si Pet*

      Delete
    2. Iya bener. Mendingan dianggep gak gaul deh daripada ngadepin drama ibu-ibu rempong.
      Wahahahaha kalo sampe Poponya yang minta budget lebih buat belanja seragam arisan sih, bisa pusing pala berbi

      Delete
    3. Kasih aja baju lu yg bergaya gejolak kawula muda. Biar si Popo ikutan bersaing sama ibu2 umur 30an. Mantab kan?

      Delete
    4. *ngakak

      Kung-kungnya yang pusing pala berbi kalo begitu

      Delete
    5. Ya sekalian kung2nya dipinjemin baju dr suami lu. Ada baju couple gak? Biar gak kalah sama ABG.

      Delete
  26. aduuhh Le, gue pusing bacanya, ajaib bener...
    Hidup itu sederhana, kok dibikin ribet begitu yaa...???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kalau hidup itu gak ada ribet2nya, gak ada yg dijadiin cerita alias digossipin hahaha.

      Delete
  27. Bu Le.... cuma mo cium cium kamu buat postingan kamu yang satu ini.
    how you classified those mak-mak correctly dan menyuarakan jeritan hati saya selama ini. haha..
    good job dear

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, gue lap2 tissue dulu deh, kan situ pake lipstick merah menyala hahahah. Lu masih sempet ya Yul nemu ibu2nya? Atau ketauan dr kayak grup BBM gitu2?

      Delete
  28. wwkwkwk.. emang bener2 ajib deh ci ibu2 jaman sekarang.. semoga nanti aku urusannya cuma anter dan jemput aja yaa.. hihihi jadi gak perlu terjerumus sama ibu2 model diatas. wkwkw..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknua kalo kamu udah mulai anter jemput sendiri, sooner or later bakalan terlibat di dalam dramanya hahahaha. Ga enak kan kalo cuma anter jemput tp gak nyapa. Nah paling enak tuh kalo tipe ortunya semua setipe alias antar jemput doangan.

      Delete
  29. hwaa udah nulis panjang2 eh kehapus.
    Ada 1 kategori yang kurang le,
    Ibu Ga up Date : Ibu yang dateng cuma kalo dipanggil gurunya dalam rangka rapotan ajah. Ibu macem gini kalo ke sekolah cepet2an, ga pernah nyapa siapapun soalnya emang ga kenal siapapun. Nama gurunya aja kadang lupa hehehe
    Itu aku, Ibu ga up to Date
    Tapi emang banyak kategori ibu2 di sekolahan, pernah jemput Kimmy 1x, mereka cukup akrab satu sama lain, bagi resep makanan balita sampe ada yang jualan ager2 segala lo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama tipenya ngga ganggu yg lain, gak masalah Paula, termasuk ibu2 ansos kan ngga ganggu. Paling cuma digossipin sama ibu2 lain. Eh tapi serius masak kamu gak tau nama gurunya hahahaha.

      Kalo ibu2 jualan tuh emang banyak. Termasuk jualan MLM kayak yg disebut sama Pak Agus Kalipengging di atas hihihi.

      Delete
    2. Iya le lupa nama gurunya, habisnya semuanya seragam toh manggilnya "miss" hehehe.
      Digosipin? Mungkin kali ya, kalo pas lagi lewat trus digosipin, gapapah, berasa selebritis

      Delete
    3. Mendingan digossipin sbg ansos yak. Daripada kita malah gabung gossipin org yg ga guna jadi penuh intrik2 kayak sinetron.

      Delete
  30. yang nomor 1 pas banget le... akhir2 ini gua lihat postingan temen2 fb gua yang para ibu muda, satu persatu post foto2 acara serupa dengan gaya2 serupa. ada yang lebih "gelo" lagi... foto berderet rame2 dengan lidah menjulur kesamping (mengingatkan gua sama shaun the sheep), pake baju tank top tapi tali beha di turunin sampe lengan, belum lagi dilengkapi dengan mata merem sebelah hihihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya elah... gayanya jadi beda2 tipis sama bencong Thailand lagi menggoda customer yak hahahahaha. Pake acara melet2 segala, kok bawaannya jd murahan gitu sih. Payah deh ah. Tali beha mah buat dipamer ke suami aja barengan sama isi2nya!

      Delete
    2. Screen shot song des! Penge liat.. Hahaha - kepo -

      Delete
    3. Lu kudu japri El. Hahahaha. Yg model gini enaknya dibayangin aja biar sesuai sama fantasi masing2 hahaha.

      Delete
  31. Yang tipe terakhir! :)))))
    Tambahin lagi donk... "Ibu-ibu Tukang Labrak". Sukanya ikut campur masalah anak. Kalau anaknya dinakalin (walopun cuma sekedar ejek-ejekan ringan), tau-tau nanti ke sekolah trus nyemprot yang nakalin anaknya. Hadeeee... Ampun bgt deh kalau temenan ama orang yang ibunyya model begini #.#

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu ibu2 emosi jiwa hahahaha. Kebetulan based on cerita temen-temen belum nemu yang kayak gini. Kalau sampai bisa ngelabrak anak orang berarti sekolahannya mungkin kurang ketat juga dalam mengawasi ortu yang masuk area sekolah ya. Jadi seperti tidak ada batasan.

      Delete
  32. Bruakakakakk.. Ajaib banget sik semuanya, Mbaaak.. :D Aku ngga abis pikir lah, gimana ya nasib ku pas uda nyekolahin anak nanti? Ih jadi bergidik mbayanginnya.. >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak usah bergidik, Ris. Dinikmati aja, ambil yang bagus2nya dan lebih perhatikan ke anak kita aja daripada musingin ortu yang kayak gitu :)

      Delete
  33. Ya namanya juga emak-emak ci hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti dibikin versi bapak2 sekolahan juga ya? Terus nanti komennya: namanya juga bapak2 ci hahahaha.

      Delete
    2. hahaha..kalo bapak-bapak jarang sampe sebegitunya ci untuk berkompetisi. Seriusan, berapa persen dari sekian banyak cowok yang ngiri dengan penampilan cowok lain atau haus pengakuan? ada tetapi ga sampe ibu-ibu sekolahan yang rata-rata ditiap sekolah mirip-mirip.

      Yang ada kalo bapak-bapak ngumpul itu jadi ngobrol soal batu akik, sepakbola, film, otomotif. Bromance pun terbentuk dan berlanjut dengan mancing bareng *eh hehehe

      Delete
    3. Mancing bareng sih gak apa2 Nick! Positiffff!! Apalagi kalau pulangnya bawa ikan buat dimasak istri. Asal jangan mancing keributan, atau mancing2 ABG buat dibawa jalan *HAH APAH?*

      Delete
  34. salam kenal, ijin baca dan menghibur sekali.. entah bagaimana bisa sampai di blog ini. anyway, senang sudah mampir disini.

    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Hendi. Selamat baca-baca.

      Delete
  35. Hahaha ciciii... Berhubung si sulung masih pg besar&mayoritas nya daycare jadi gak Ada tips emak2 aneh begini.
    Tapiii bentar lagi dia tk. Duh pastinya makin berwarna deh haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal kamunya aja milih cuek atau milih bergaul sama ibu2 di sekolah. Paling enak sih kalau sekolahnya gak nyediain area nunggu yang gak terlalu besar, jadi ibu2nya juga pada ngga nangkring di situ ya. Tapi kalo udah bawaan, ibu2 itu mau ada tempat nunggu atau ngga, ngerumpi tetep jalan (di grup socmed misalnya).

      Delete
  36. Gw tahu sih emak-emak gini pasti ada.
    Masalahnya, kalo kejadian di gw, apakah gw kuat dan tahan mental, Le ?
    Maksudnya : tahan mental untuk gak gebukin ibu-ibu tipikal yang beginian pake sapu. Hahahaha.... #AnakSenen

    Gw ikut group WA emak-emaknya sekolah Athia.Seumur-umur setelah gabung, cuma sekali doang gw ngomong di situ, Le " Kenalkan saya Indah, mommy nya Athia makasih yaa udah diinvite."

    Setiap kali gw cuti dan datang ke sekolahan, gw peratiin mereka udah nge-genk dan menguasai satu sudut. Sementara sudut lain dikuasain para mbaks yang nganterin anak. Mereka gak akur.
    Jadi kubu Pembeti VS kubu Nyonyah.

    Sementara ada beberapa NENEK-NENEK yang kalo nganterin cucu gak pernah gerombolan aja, tapi bukannya persiapan menuju akherat yaaa, tetep aja usilnya ngurusin orang selevel sama emak-emak nyonyah.
    Gak cuma satu dua lho, nenek-nenek tukang anter cucu suka nanya ke mbak gw " KEMANA SIH MAMANYA ATHIA ? Kok saya gak pernah liat dia nganterin Athia sekolah "

    Mbak gw laporan dong sama gw.
    Pas fieldtrip, gw bela-belain cutai demi nemenin anak fieldtrip dan nenek-nenek itu datang nemenin cucunya fieldtrip. Pada komen " Oh ini ya mamanya Athia. Abis baru keliatan sih " (red : nyindir gw yang jarang datang ke sekolahaan kali ya "
    Balik gw tanya " MAMANYA SI PULAN kemana, Nek ? KOK PULAN FIELDTRIP DITEMENIN NENEK NYA "
    Neneknya melotot dong " Mamanya Pulan kan kerja "

    Lah, sumpah, bingung deh gw. Apa bedanya gw sama anaknya ? Kan sama-sama kerja jadi gak bisa tiap hari nganterin anak sekolah. Mungkin bedanya : gw bukan anaknya dia, jadi dia berhak ngusilin gw.
    #Curcol
    untung dia udah nenek-nenek lho. Jadi gw mah mencoba sholehah, diem aja walopun kepala dan hati udah berasep.
    Tapi ya sudahlah yaaaa....
    Gak lepel lah urusan ama orang-orang norce binti usil begindang. Ya gak sih ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi ya Ndah... perlu bikin versi tandingan Drama Nenek2 Sekolahan kayaknya hahaha. Si Nenek itu ngerasa kastanya lebih tinggi soalnya yang nganter cucunya itu neneknya, bukan pembetinya. Sebenernya apa dia kagak mikir ya, dalam hati gue yakin dia jg keki tiap hari diminta anter jemput cucu padahal dia kan pengen menikmati masa tua bersenang2 seperti nenek2 lainnya yg pny geng arisan. Apadaya dia disuruh sama anaknya buat anter jemput cucu, jadinya nyinyir. Dia jg berandai2, seandainya saja anak dia hire pembeti yg bisa dipercaya untuk anter jemput anaknya dan bukan nyusahin dia... seandainya ah seandainya hahahahaha...

      Demikianlah analisa sotoy dr gue.

      Delete
  37. Wkwkwkwk....saya ngakak bacanya mbak Leony...saya model ibu yang anter anak sampe pintu gerbang kemudian ngibrit kerja jadi nggak banyak kenal ortu yg nungguin di sekolah itu hehe, barangkali bakalan ketemu kalo sekali2 sy nungguin anak sekolah ya hehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah walaupun kamu kerja, saya mah yakin seandainya ada grup socmed kayak BBM atau WA pasti bakalan nemu juga deh yg model kayak gini. Bersyukurlah kalau sampai skrg ngga nemu hehehe.

      Delete
    2. hee saya emang nggak ikutan grup WA ortu siswa di sekolah anak mbak Le..soalnya ada temen kantor yg ortu siswa juga dan join grup WA katanya tiap hari banjir share info2 parenting, kesehatan de el el trus pas ada kenaikan biaya day care katanya rame ada yg ngajakin protes. karena sy emang gak suka hp trang tring bunyi terus jadi pilih nggak join aja hehe..

      Delete
    3. Mayan ya Hen bisa gak join n ga dipaksa join. Jd hidup mgkn bisa lebih 'sejahtera' dikit and batere ngga cepet habis haha.

      Delete
  38. pokoknya kalau emak2 model gitu sekali liat langsung ketahuan dari mukanya biasa gw jauh2 aja dah wahahahaha....nahhh kl giliran ada bapak2 yg selalu jemput disekolah percayalah kelakuannya lebih gila dari yg diatas atau paling tidak sejenis T_T

    temen lu kasian banget yah terjebak gitu sama emak2 model begitu hahaha *sambil ketawa miris*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduhhhh... Apa perlu elu sebagai salah satu pengantar anak sekolah membuat edisi khusus bapak2? Hahahhaa.

      Iya temen gue itu parah banget sih pengalamannya. Gue aja geleng2 kalau denger cerita dia. Jangan sampe deh kejadian di gue (semoga).

      Delete
  39. paling males deh ketemu ibu2 diatas :)) Pas jaman sekolah soalnya gw jg udah liat sendiri tipe2 ibu itu haha Kalo gw sih jelas tipe ansos =))

    Eh ada juga loh Le, ibu2 yg pake baju seksi ke sekolah, entah apa maksudnya. sampe temen2 gw (pas gw sma) suka ngeledekin tuh tante2 kalo lewat di deket jendela kelas gw. kita siul2in trus ujung2nya si tante marah, dan lapor ke kepsek SMA. Tau sendiri anak SMA dimarahin masuk kuping kiri keluar kanan abis itu kita cengengesan deh :)) lagian siapa suruh tu tante2 pake baju seksi terus kalo anter jemput anaknya (anaknya kayanya tk/sd gitu deh).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu2 yang pake baju seksi ke sekolah, itu artinya sekolahnya juga gak tertib ya memberlakukan sopan santun berpakaian orang tua. Soalnya di sekolah tertentu, penjemput sehari2 aja ada ketentuan berpakaian yang sopan loh. Sekolah tempat cici ngajar dulu kan mau diberlakukan perarturan supaya gak boleh jemput pakai baju seksi. Ehhhh ada yang protes, yaitu... KEPALA SEKOLAHNYA SENDIRI! Ya soalnya kepseknya itu bule, trus istrinya orang Indonesia yang..ya gitu deh... tank top and hot pants daily! hihihii... Yg lucu alesan dia: ini kan international school, hrs menghargai diversity. Ngek.....

      Delete
  40. hahaha ceritamu banyak yg heboh ya Le, di skol anak gw paling yg modis narsis dan tukang ngatur aja, ga nemu yg ajaib2 laennya hahaha. Dulu emang pas anak gw masih playgroup skol 1-2 jam aja, dan anak gw baru satu2nya, gw sering ngeloyor ama temen2 mama skolahan skalian nunggu jam anak pulang skolah. nongkrong breakfast dan crita ngalor ngidul. Meski kadang gw merasa ini buang2 waktu, tp gw sempetin sminggu minimal skali ikut mereka makan bareng. Soalnyaa... ya seru aja dapet cerita2 macem yg lu critain Le hahahaha! Dari mulai gosip, fakta, restoran anyar, tempat liburan, diskon restoran dimana, dll-dlll. Gw gamau ikut tiap hari karena gw juga ada kerjaan di rumah, tapi klo jarang ikut, gw melewatkan cerita seru nan menghibur wakakak!

    Berhubung skarang anak gw udah TK dan skolahnya 4-5 jam, gw gapernah lagi nongkrong ama mami2 skolahan (gw tinggal pulang ke rumah), uda gatau gosip happening apapun, apalagi sejak gw punya anak kedua, ..cuman bisa ngloyor sebulan skali pas arisan mami-mami (yang tematik) hahahaha :D

    Le, menurut gw ada ibu2 gini lumayan seru hahaha, liat personaliti mereka beda2, ada yang ramah ada yang ngeselin, yaa pokoknya asal ga ganggu hidup gw is fine :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang gue ceritain di atas itu yang menurut gue agak-agak mengganggu hajat hidup anak-anak dan emak-emak lainnya sih. Jujur sebenernya kalau ngumpul dan positif itu pasti banyak manfaatnya, kayak elu bilang bisa mempererat pertemanan (dan gossip hahahaha). Tapi kalau udah isinya intrik2, kok kayaknya mendingan kabur dan melipir aja deh, bodo amat dikatain ansos.

      Gue kan belum ngalamin sendiri ya. Eh tau2 gue nanti jadi ketua geng emak2 di sekolah lagi huahahaha *nelen ludah sendiri dah* Gpp deh gue jadi ketua geng, geng makan enak!

      Delete
  41. Kalau menurut sy sih, jgn menghakimi kehidupan org lain berdasarkan penampilan atau perilaku , apalagi kalau hanya denger cerita dr mulut ke mulut, terlebih lagi kalau ga kenal. Artikel anda ini memojokkan sekali loh, dan lebih lucunya lagi, blog anda sendiri banyak menceritakan hal yg sama spt yg anda tulis di atas, hanya saja disamarkan dengan judul memakai nama anak anda :). Cobalah menulia artikel yg lebih membangun org lain, bukan menjatuhkan :)

    Salam
    Penggemar blog anda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda penggemar blog saya, anda mestinya sudah baca semua isinya dan anda tau saya tipe penulis seperti apa. Sekarang anda blg saya menghakimi, anda juga harus liat, anda menghakimi saya dengan blg saya menyamarkan judul memakai nama anak saya. Hmmm... kok aneh ya. Sejak kapan nama anak saya disamarkan? Ribet sekali deh kayaknya pemikiran anda. Weleh2 hehehehe. Saya percaya kalau memang penggemar blog saya, akan japri saya lalu memberi masukan yg berarti. Anyway, lain kali kalau mau kritik, gak usah pake anon juga gak apa2. Saya sering kok tdk sependapat dengan org lain tp gak pakai anon karena tdk masalah walau tak sependapat. Perbedaan itu biasa kok Pak/Bu. Biar bikin hidup jadi lebih berwarna.

      Delete
    2. Lho, bapak/ibu anonymous (bukan saya), anda ini lucu sekali, kita share cerita di blog pasti karena kita ingin berbagi pengalaman dan opini dari cerita diri sendiri maupun berdasarkan pengalaman teman2 kita, anda bilang jangan menghakimi/memojokkan tapi anda sendiri malah melakukan hal yg sama kepada yg buat blog, lebih baik anda buat blog sendiri dan share ide2 anda berdasarkan pengalaman anda sendiri atau teman2 anda, jika anda mengaku penggemar blog ini tapi hanya berikan komen negatif berarti anda tipe org yg hanya suka mengkritik tanpa bisa memberikan apresiasi, saya sebagai pembaca netral pun sangat setuju dgn isi artikel ini hehehe

      Delete
    3. Hi Anon 2! Saya panggil Anon 2 aja ya, terus yang di atas itu Anon 1. Salam kenal dulu. Next time kasih tau nama biar enak nyapanya ya. Sebetulnya sih saya gak masalah kalau dapat komen negatif. Tetapi yg membingungkan buat saya sih karena Anon 1 itu instead of kritik membangun malah accused saya memakai nama anak saya. Dan itu yg menurut saya keterlaluan karena dia sendiri tidak tau pribadi saya spt apa.

      Kalau saya bahas soal politik pun, saya tidak menghadapi sendiri yang namanya presiden, atau ormas, tapi saya dengar dari pihak ke 3 seperti berita ataupun sharing dr teman. Apakah artinya tidak boleh saya bahas di blog sendiri? Pas terima komen Anon 1 saya malah jd bingung. Untuk Anon 2, saya menghargai support anda. Semoga kita semua jg bisa self reflection dr hal2 yang dibaca. Terkadang saya nulis hal2 seperti di atas itu juga buat bahan ngaca juga. And surprisingly ternyata banyak org pny pengalaman sama.

      Delete
    4. mungkin dia lelah ci *eh. Bukan Anonymous nihhh :))

      Delete
    5. Mungkin dia capek Nick karena pusing pas ngebaca jadi self reflection. Eh aduh.. tar dibilang menghakimi lagi. Yo wis lah.

      Delete
  42. Waduh, ternyata oh ternyata... semoga kalau Raya sekolah aku dijauhkan dari ibu-ibu yang kayak diatas amiiin... Pusing banget kalau ketemu yang kayak begitu XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gitu deh Sandra, cerita yg aku dapat dr temen2ku plus ternyata pas dishare di iyakan juga sama banyak ibu2 lain, jadi kayaknya memang begitulah adanya hahaha.

      Delete
  43. Duh ini mah udah sering denger Ci Le...anak gw juga mau masuk skul Juli ini, gw pilih skul yg " Character based" ... HARAPANNYA : biar anak2 bisa tumbuh dg karakter yg baik sesuai dg Firman Tuhan dan juga lingkungannya (guru guru, orang tua -ato lebih tepatnya Ibu-Ibu....) mendukung. bukan yg suka pamer harta atau berpakaian yg terbuka2 kalo anter jemput anak skolah... mereka ada Group WA dan BBM juga , dan juga di tunjuk 1 PIC yg akan di pantau langsung untuks etiap hal yg akan dia posting dari Parent Relation Officer di skul... upaya ini katanya sie supaya ngga jadi praktek maksa jualan MLM, info2 yg ngga penting atau menjadi gosip2 yg di gosok makin sip... mau membuat lingkungan yg sehat di sekolah. Untungnya juga... skul anak gw ini ngga boleh ada jualan kaya makanan atau catering gt.. jd catering hanya bisa pesen dr skul atau bawain anak makanan sendiri dari rumah, krn ngga disediakan kantin dr TK-SMA... kalo di serpong sie banyak Ibu Ibu GOLONGAN BELANJA FORMULIR... pernah denger ngga? jadi mereka genk2an gitu.. adu kekuatan lha... mau masuk SQ beli formulir di St. Laure***, B*nus, N**yang etc etc... supaya keren.... kan formulir jaman skarang mahal... kalo beli 5 form aja udah mirip mau beli tas Bonia kayanya hiihihiii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Aneke, jadi bener ya ternyata tipe ibu2 yang saya tulis itu terpampang nyata menyebar di banyak sekolah haha. *ala syahrini ngomongnya*. Soal ibu2 berpakaian seksi, itu balik lagi ke sekolahnya pasti gak disiplin n ga punya ketentuan. Kebetulan di sekolah yg saya survey saya lihat dulu kalau ada peraturan soal pakaian penjemput artinya bagus sekali sekolah berusaha menciptakan lingkungan yg baik. Kadang malu ya liat ibu2, mau pamer sama siapa selain ibu2 lain? Sama Satpam dan sopir? Rugi abissss...

      Soal ambil2an formulir, saya baru tau haha. Malesin amat ya. Atau apa mungkin mereka insecure karena anaknya takut ga diterima jadi ambil sebanyak2nya aja.

      Delete
    2. kasian anaknya stress... uji coba di bbrp skul yg MAMI nya mau... huhuhuuu

      iyaa pamer ama siapa yaa Ci Le....#ckckckck

      Delete
    3. Mau pamer tuh yg elitan dikit deh. Misalnya anaknya juara olimpiade matematika gitu. Ambil formulir aja dipamerin.

      Delete
  44. hahaha. real story banget. di tiap sekolah pasti ada tuh ibuk2 kaya gitu. gue sih ogah ngumpul, bukannya sombong, tapi males aja ya ngegosip kaga penting gitu, pamer2, aduh buang energi ama waktu :) oh ya di skul nya eci, ada lagi grup ibu2 yang super seksi, nganter anak pake mini pants ama tanktop, plus sandal/sepatu heels, bibir merah merekah, rambut di cat gonjreng, trus rame2 berkerumun ngumpul deh tiap pagi , bikin geleng2 aja.. hihihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduhhh pusing pala Barbie ye kalau liat ibu2 yang saing2an buka2an. Kok saya kebayangnya tipe seksi ala mangga dua sih ya (i mean propertinya dr mangdu) jadi bukan seksi yang elegan. Sebenarnya pakaian tertutup itu lbh seksi loh daripada ngejembrengin dada sama paha hahaha.

      Delete
  45. Abis baca ini bersamaan di timeline path liat temen posting foto entah arisan entah ultah bersama geng ibu" sekolahannya dia dengan seragam macam totol plus bando kelinci pose seragam "badan miring tangan satu dipinggang kaki silang bibir gincu merah rambut coklat diwarnai" seketika nyembur ketawa ngakak guling" hahahhahahahahaha...

    PS : Mba le sepertinya anon 1 juga salah satu pembaca blog Mba Amel yang lagi heboh itu :p dan hakul yakin pasti bakal tambah sewot deh komennya buat artikel itu :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah hahaha artinya temanya mgkn lagi Playboy Bunny kawin silang sama Leopard. Entah siapa yg jd Hugh Hefner-nya. Hahaha.

      Feeling saya jg gitu sih soal Anon 1. Soalnya komen dia itu masuk gak lama setelah saya komen di blognya Amel. Post saya ini duluan soalnya keluarnya dibanding postnya Amel hahaha.

      Delete
  46. Ya ampun Le.. ini aku yang kuper atau gimana ya, hehehe kaget juga ada ibu2 macam begini...
    di sekolah Faith sih rata2 ibu2nya yang cuman nganter jemput gitu.. paling ngobrol2 sebentar kalo ketemu.. udah deh.. gak tau nanti di sekolah baru gimana..
    tp sptnya aku bakal jadi ibu2 cuek gitu kali ya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kalau sekolahnya tipe yg memang ortunya cuma anter jemput aja malah enak Bon. Jadi kagak pusing urusan ketemu sama ibu2 lain. Sebenernya kalau ibu2 saling bagi info soal sekolah sih bagus jg ya. Tp kalau udah tipe2 yg kayak di atas, pusing juga (kecuali kategori pertama kayaknya banyak yg enjoy jg hahaha).

      Delete
  47. Replies
    1. Gak rempong kalau ngga ketemu haha. Nyambi jualan obat kulit nih ye... hihihi.

      Delete
  48. Hahahahahhahaha. Ga nyangka loh ada yang ampe segitunya ci :lol: Jadi inget cerita temen kantor yang menjadi saksi dua orang ibu-ibu berantem gegara saling ngebela anaknya (yang tadinya berantem) padahal anak mereka aja udah baikan. Akhirnya malah ibu-ibu itu jadi saling sebel-sebelan dan anak-anaknya disuruh jangan temenan! hahaha ampun dah, kejam ya dunia persilatan :lol:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuihhhh sangarrrr.... Pdhl persahabatan anak yg msh kecil2 itu kan murni ya gak banyak intrik. Eh ini malah emaknya yang ikut campur. Serasa jaman Siti Nurbaya atau Salah Asuhan aja dah. Kisah cinta tak disetujui orang tua hwhahaha.

      Delete
  49. Haha.. berarti gua kurang gaul sebagai ibu-ibu ya, kok gua gak pernah ketemu type2 begitu, paling cuma ketemu yang kompetitif yang saban tanya dapat 100 kan?? Grrrrggg.. Mungkin gua hanya ke sekolah kalau ambil rapor ya sekarang. Kalau yang minta kado itu ajaib amat. Kalau yang gua alamin malah kebalikannya kalau ngadain pesta di sekolah gak ngabar2in jadi kado nyusul deh haha.. Tapi ada lho tante gua yang akhirnya punya beberapa sahabat akrab dari komunitas ibu2 sekolah yang akhirnya kompak sampai bisa travelling keluarga tiap tahun. Nah, kalau ketemu yang asyik dan cocok kayaknya boleh juga.

    Le, cerita dong view elo sebagai guru gimana type2 ibu2 siswa siswi, kayaknya lebih menarik lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seengganya elu udah pernah ketemu lah ya satu dua tipe. Kan itu dikumpulkan dari beberapa cerita El. Ada yg ketemu model 1, 2, dan seterusnya. Yang gue tulis di sini yg agak2 ngeselin El, kalau misalnya yang positif tentu banyak, bahkan bisa kompak sampe pergi2 keluarga bareng ya. Malah gue tulis di atas kan, ketemu jodoh pun bisa hahahaha.

      Dari sisi gue sebagai guru juga sering ketemu terutama yang tipe competitive and controlling. Kalau yang cuek jangan ditanya deh, mgkn ga ganggu bagi ibu2 lain, tapi sangat ganggu bagi gue sbg guru. Anak sering ketinggalan barang, gak kerjain tugas, kalau ibunya ditegur pas ambil rapor, dia nyalahin pembantunya. Geblek lah. Ada jg yg single parent, dan bener2 gak tau apa2 sama sekali soal sekolah anak. Kalau kita nasehatin dianya, dia cm angguk2 hahahaha.

      Delete
  50. kalo gitu mendingan temenan sama ibu-ibu blogger ya, Le? hahaha
    gw blom pernah ngerasain sih, dan gak tau juga ya... siapa tau gw kecemplung jd salah satu ibu yg lo sebut (amit2) atau malah jadi ibu ansos? dulu nyokap gw jarang bgt nganter sekolah krn beliau kerja. Gw ditemenin sm mbak. Tapi gw malah bangga, soalnya nyokap gw kerja (keren gitu lohhh yg pake high heels dan bawa tas hahaha. Dasar bayangan anak SD)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue sih temenan sama siapa aja deh yang ngga bikin pusing pala hihi. Syukur2 ya temenan kalau sama ibu2 blogger yang baik hati, jadi keberuntungan kan ketemu di dunia maya sampai akhirnya jadi temen beneran. Kayaknya ansos gpp Mel, asal jangan jadi ibu yang gak peduli sama perkembangan anak di sekolah. Ada loh yg selain ansos jg ga peduli sama anak. Sedih deh gue.

      Gue jg kalo nyokap ke sekolah senengnya kalau dia keliatan keren dan rapi (mirip ibu kantoran padahal ngga hihi). Ada rasa bangga aja dibanding kalau ibu kita lancay pas ambil rapor kayak abis pulang dr pasar.

      Delete
  51. Klo yg adu nilai, koleksi piala, protes ke guru, mami suka gosip di sekolahan *yg msh umum*, itu dr jaman ak sekolah ud banyak ci.. Tapii ternyata banyak macem yah ibu" sekolahan, kurleb bbrp crita ud ak denger dr cc-ku.. Yg masalah digosipin di belakang, di jelek"in.. =.=, klo ultah anak mamii lbh eksis suka liat jg di sosmed :D, ampe syok, kok kyk lg di pesta nikahan gt kostumnya dia sm temen"nya :D

    Dulu ak mikirnya ak bakalan jd mami lancai dhe, ke skul anter anak kyk baru bangun Bobok muka n rambutnya #Gak bakalan dasteran kok#, hwhwhw.. Smoga nantii ak bisa rapih dhe, biar ga malu nanti anaknya.. ini mamii apa embak yg nganter.. wkwkwkwk *tar digosipin gt lagi* :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, serem gak sih kalau ada anak ultah terus mami2nya yang pake baju heboh? Mana banyakan foto mamanya dan temen seganknya dibanding foto2 anak kecilnya.

      Ke sekolah sih gak usah keren2 yang penting sopan. Gak pakai celana pendek atau baju2 seksi. Pokoknya masih ketauan kalau itu emaknya deh :P

      Delete
  52. Lele, hihi aduh ini kocak banget dan baru sempet komen sekarang, haha.
    Asli kamseu banget sih minta kado. Trus yang fitnah itu jahat deh, huhuu kasian anaknya.
    Klo di sekolah anak gw, hmm gw nggak terlalu sering nongkrong dan beberapa ibu-ibu yang sering bersosialisasi sama gw alhamdulillah masih normal-normal seru. Jadi penasaran juga gw, ada nggak ya yang model-model kaya di atas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah Met you are very lucky to be surrounded by nice and supportive people. Gue aja pas denger cerita temen2 gue smp bingung loh itu sekolahan apa setting drama sinetron hihi. Moga2 terus ketemu ortu2 yg oke ya Met.

      Delete
  53. olalaaa untung gw ga gt gaul ma ibu2 skolahan anak gw, lantaran gw kerja hahha.. kl ga, stres juga ya ngadepin aneh2nya hahhaa.. btw ibu sosialita yg ngumpul en pk fotografer itu beneran ada lho le, soalnya temen akrab gw itu fotografer wedding dan dia sering dipanggil utk acara arisan ibu2 gt.. pestanya di hotel2 mewah en minta dibikinin videoclip nya sgala.. ajegile narsis amat yak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang soal pake fotografer itu, gue tau juga orangnya, gak usah jauh2 sampai dari cerita temen hihihi. Ya abis gimana ya, ibu2nya pada IRT, tapi IRT yang kagak ada kerjaan, or mungkin ada kerjaan tapi kerjaannya dipending buat hal2 yang "lebih penting" hihihi.

      Delete
  54. Nanti kira2 bakal jadi tipe ibu2 yg mana ya :D Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau kayak gimanapun, yang penting anaknya nomer 1, bukan gaulannya. Sip, Py?

      Delete
  55. Hi mba..saya senang bgt sama artikelnya. Dan itu yg sekarang saya alamin :) saya juga bingung, setiap kelas korlas harusnya memberitahukan kepada ibu2 yg jarang ik ut atau tidak bisa informasi ttg sekolah. Tetapi yg saya alami, mereka hanya memberitahukan kepada yg terdekat dan yg sering ngerumpi, ada grup wa hanya utk berbicuara ttg ketemuan dll. Dan menurut saya aneh sekali. Dan ada satu ibu, yg kerjanya ribet banget kalau liat saya. Kalau liat saya, selalu menceritakan anak saya kirang pintar ini dan itu, jadi dia yg paling rendah. Karena saya tidak sukanya dia berbicara seperti itu, saya tanya lsg sama gurunya, apakah benar yg dikatakan oleh si ibu ini bahwa anak saya masih dibawah anak2 yg lain? . Dan ternyata tidak. Masih ada beberapa dibawah anak saya. Karena saya pun tahu seberapa bisa nya anak saya dalam pelajaran karena saya sendiri yg mengajarkan. Dan serasa dia paling hebat, yg menurut saya dia bukan orang hebat, orang biasa tapi belagak hebat yg akhirnya seperti itu. Ternyata bukan saya saja yg mengalami, ternyata teman2 mba ada juga yg ngalamin. Boleh saya share ke facebook saya?. Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Anggia, kalau fenomena ini ngga beneran terjadi atau cuma rekayasa, pasti ngga bakalan saya tulis. Justru saya tulis ini karena semua cerita ini real, dan to be honest.. makes me really sad.

      Orang tua kok kesannya jelek2in anak orang, mau menciptakan image soal dirinya tp caranya nggak sehat. Bayangin, seperti apa nanti pas anaknya udah gede dan mereka sudah ga bs kontrol lagi. Frustrasi berat kali. Hehe.

      Go ahead, boleh di share hehe. Semoga gak ada yg marah ya hihihi. *yg kena marah jg saya*

      Delete
  56. Geleng2 gw bacanya, gw jadi bersyukur loh disini ga ada yang begitu, ga kuat mental deh menghadapi keganasan ibu2 itu. Sekiasunya ortu2 disini kayanya ga sampe kompetitif dan pamer2an sama ibu2 lain.

    ReplyDelete
  57. Hai Mbak Leony..
    Artikel mbak bagus deh daan sekaligus menyeramkan! Hahaha serem kalo ketemu ibuk2 macam bgtu bnran apalagi yg adu domba.
    Jgnkan ibu2 di skolah anak yg bnran skolah formal ya.
    Di skolah non formal aja ada loh mba.. hahaha.
    Skedar cerita aja, saya pny anak usianya 2taunan dan saya masukin ke rockstar gym. Bkn tempat skolah yg calistung sih tp lbh ke gymnastic ky dance ballet jumper pokonya yg fun2 gtu. Nah dsitu ada geng ibu2 nyinyir yg katanya 'anggota lama' di Rockstar Gym karena anaknya ud lama join disana. Eeeeh after class tuh geng ngrumpiin org2 yg baru join dan ngmg gni,"iiih kelasnya jd rame yaa kmrn2 enak sepi.." "iyaaah kita aja org lama ngerasa ga enak kelas rame gni jd belajarnya ga konsen" dan bla bla. You know what mba, justru anak2 mereka yg bkin kelas jd ga nyaman. Lari sana sini ga bs d atur lalu d tambah mereka ngerumpi dalam kelas (di rockstar salah satu ortu harus mendampingi anak bila dbawah 3taun). Duh sebel deh. Namanya jg kelas regular. Klo mau sepi mereka siapin budget lbh dong ah buat ambil private class. Hahahaha duh jd curcol yaa. Saya sih yg dgr gtu diem aja. After class plg ga ngerumpi males hahaha. Ada bnran tnyata ibu2 nynyir disekolaan yg srg d critain tmn. Hahaha. Dan pas baca ini duh siapin mental aja klo anak masuk TK ini maybe ibu2nya lbh ganas ky artikel d atas hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi. Pdhl Rockstar itu sekolah "main2" untuk anak2 yg suka di mall kan ya? Ya begitulah ibu2 di Indonesia. Bukannya saya mengecilkan, tapi di sini (Auckland), ibu2nya jarang banget yang gossipan. Malah saling support satu sama lain. Gak ada yang kepo makanya gak ada tuh tuker2an nomer telepon segala. Apalagi yg menggunjingkan, ngga ada sama sekali.

      Eh tapi di TK anak saya di Indonesia, ibu2nya kebetulan gak begini. Ada sih yg geng gossip, tp untung bukan di kelas anak saya. Lega deh. Tapi ya itu ibu2 geng kelas sebelah kalau ngeliatin saya jg matanya gak enak gitu hahahaha. Makanya males deh gaul. Mending "egois" dikit hahahahaha.

      Delete