Tuesday, March 24, 2015

Abby Tamasya Ke Malang dan Surabaya - Bagian 3

Akhirnya, the final installment of the series! *halah, gaya banget*. Terus terang pas mau nulis ini brasa, wah akhirnya kelar juga nulis edisi liburan yang cuma 4 hari 3 malam itu. Bayangin kalau liburannya dua minggu, mungkin installmentnya 12 kali serasa cicilan bank. Padahal pas belum ada anak, liburan 2 minggu aja diringkes jadi 1 postingan hihihi. Kalau belum lihat lengkap, silakan intip ke bagian satu dan bagian dua dulu sebelum lanjut di sini.


Prolog sebelum berlanjut kisah hari ketiga:

Pas mau berangkat ke Jatim Park 2 kemarin, saya agak kaget, di depan hotel tiba-tiba jadi banyak bendera dan spanduk bertebaran, yang isinya iklan dan slogan penyemangat dari salah satu perusahaan. Dan benar saja, ternyata mulai sore itu sampai 5 hari ke depan bakalan diadakan company gathering dari perusahaan tersebut. Sepulangnya kita dari Jatim Park 2, mendadak hotel yang adem ayem itu, jadi ruameeee banget. Yakin deh ada di atas 100 orang pesertanya dan semua menginap di hotel. Tapi ya selama tidak mengganggu, gak apa lah ya. Pihak hotel juga tidak ada pemberitahuan sama sekali ke regular guests kayak kita-kita, jadinya kita nggak mikir macem-macem, yang penting kita tidak terganggu.

Hari ketiga, Selasa 3 Maret, 2015

Sekitar tengah malam, saya dengar ada rombongan lewat di depan kamar saya, ngobrol2 suara lumayan terdengar. Padahal saat itu kami sudah lelah sekali dan tertidur. Mendadak pintu kamar kami diketok. Suami gelagapan langsung bangun takut ada apa-apa. Ternyata, salah satu peserta grup besar itu, entah mabuk atau salah arah, nanya ke suami saya,

"Sampeyan yang pegang kunci kamar saya ya?"

Suami saya bengong, terus langsung bilang kalau dia salah kamar. Aduh, padahal kita tuh lagi istirahat, dan bisa-bisaan kamar kita dilewatin sama rombongan. Tidur kami terganggu, tapi kami pikir, ya sudahlah, bukan kesalahan pihak hotel, tetapi murni orang yang nyasar.

Pagi-pagi buta... Saya dan suami bangun terkaget-kaget. Dari arah balkon kami terdengar suara dangdut koplo yang sangat kencang. Benar-benar kencang. Saya langsung cek jam, dan ternyata pagi itu baru pukul 5.30 yang berarti kita baru tidur kira-kira lima jam saja setelah insiden semalam. Kita langsung cek ke arah jendela, ternyata di lapangan tennis, para anggota grup perusahaan kemarin sedang aerobik! Bukan cuma musiknya yang mengganggu, tapi instrukturnya juga teriak-teriak a la Soimah..."Eeee.... Aaaa... Eeee...Aaaa.."  dan mengajak seluruh peserta untuk teriak juga.

Eeee.... Aaaaaa... Eeeee.... Aaaaa.... Situ mah emang lagi outing, lah saya kan lagi molorrrrr!!
Kami langsung telepon ke resepsionis, bilang kalau kami benar-benar terganggu. Tetapi tidak ada perubahan. Sampai 3 kali kami telepon, dan perubahan yang terjadi cuma musik dikecilkan 10 persen, tapi tidak efek karena instruktur dan peserta tetap teriak-teriak. Kira-kira 30 menit kemudian, duty manager datang bawain 2 piring buah-buahan sebagai permintaan maaf, dan lucunya, malah dianternya ke kamar mama saya hahahaha. Mama saya terima-terima aja kebingungan, karena bukan dia yang komplain ke pihak hotel. Ironisnya, tujuan saya memilih The Singhasari itu kan karena saya paling nggak bisa tidur kalau ada suara-suara binatang, ehhhhhh malah ketemunya dangdut koplo. Sakitnya tuh disini... *beneran itu lagu dangdut koplonya*.

Singkat cerita, siang sebelum checkout, saya minta bicara dengan duty manager, dan untungnya, tanggapan beliau bagus, dia menyadari masukan saya. Tamu lain yang masih menginap di situ, dia pindahkan ke wing lain. Saya kasih dia beberapa masukan, misalnya memberikan notice berupa surat di dalam kamar (seperti yang hotel berbintang 5 lainnya biasa lakukan kalau ada event yang akan mengganggu tamu lain), menawarkan pindah, atau upgrade kamar, sehingga setidaknya tamu ada ekspektasi. Dia menerima masukan ini dengan baik. Kemudian atas kerugian yang saya alami, Pak Ronny, sang duty manager, melakukan follow up saat saya sudah kembali ke Jakarta, sehingga saya mendapatkan kompensasi yang cukup baik walaupun tidak akan bisa menggantikan waktu liburan saya. Ini menunjukkan niat baik dari The Singhasari untuk memperbaiki kualitasnya, dan saya sungguh hargai. Dengan sikap seperti ini, saya yakin The Singhasari merupakan pilihan yang tepat untuk anda berlibur bersama keluarga.

Enough about the disastrous morning, sekarang kita lanjut lagi cerita liburannya yang tentunya berisi senang-senang. Pagi itu karena occupancy ratenya tinggi, breakfast kita jauh lebih lengkap. Yang kemarin itu semuanya masih sama, jadi saya nggak foto lagi. Kalau ini saya foto menu-menu yang kemarin nggak ada ya.

Bubur ayam, lengkap dengan condimentsnya. Kumplit plit plit.

Nasi kuning lengkap. Sayangnya saya lupa nggak lihat ini, udah keburu makan main buffetnya hihihi.

Kemarin kan kita pesan a la carte, kalau kali ini buffetnya available. Kalau dilihat dari yang kelihatan di situ, ada Nasi Putih, Nasi Goreng Sosis, Soun Goreng, Beef Bacon, Chicken Sausage, Potato Garlic, Ikan Lemon, Ayam Kecap, dan Buncis Sechuan. Banyak kan?? Belum lagi menu-menu lainnya. Sayang perut terbatas.

Si Abby dikerjain bapaknya, pintu keluar ke taman ditutup, jadi dia muka sedih terus ketok-ketok

Horeee... udah bisa keluarrrrr. Nah di belakang Abby itu restaurant untuk breakfastnya.
Dekornya bagus deh. Demen liat topeng-topeng. Di setiap lantai di deket lift ada hiasan topeng begini.
Karena hari ini hari terakhir di The Singhasari, kita memutuskan untuk santai-santai dan berenang sampai waktunya check out. Yang lucu, Abby yang biasanya hobi berenang, ternyata malah nangis pas dicemplungin ke air, saking airnya dingin dan ngga ada siapa-siapa lagi selain papa-mamanya. Biasanya kalau ada temennya ini anak mau. Ya udah deh, papa-mamanya aja yang berenang. Tapi gak ada foto papa-mamanya ya, soalnya nanti kayak liat 2 buntelan karung (atau 2 Baymax-nya Big Hero 6)

Kalau demen berenang, bisa pilih kamar yang ada pool accessnya.

Asri banget kolamnya

Bayangin, di kolam seluas itu, cuma saya sama suami yang muter-muter, dengan latar belakang gunung, kurang keren apa coba? 
Sehabis kita berenang bebek alias cepet-cepet, kita langsung beberes dan manfaatin waktu sebelum check-out dengan jalan-jalan di sekitaran tamannya. Siapa yang paling senang? Ya Abby lah yaaaa...
Asyik bisa lari-larian kesana kemariiii!

Selain ada indoor kids club yang tentunya kosong melompong, ada juga area mainan anak yang cukup seru.

Haiiiii!! Mau keluar dulu dari prosotannn...

Lari terus ngga setop-setop!
Sebelum meninggalkan kota Malang dan menuju ke Surabaya, tentulah harus mampir beli oleh-oleh. Walaupun di Batu banyak banget toko oleh-oleh yang ukurannya besar-besar, tapi kita pergi ke yang paling legendaris yaitu Wicaksono.

Bentuknya cuma sebuah rumah sederhana! Tapi kalau musim liburan, yang beli ngantri.

Kecil-kecil tapi komplit, mulai dari kripik apel, nangka, salak, nenas, semangka, sampai ke kacang-kacangan, kue mlinjo, pia, pokoknya kalau laper mata, tau-tau belanjaan berdus-dus. Saya aja yang gak laper mata tau2 keluar bawa dus!
Kalau orang-orang ke Malang kota pada nyarinya Bakso, kami milihnya Cwie Mie yang legendaris di Depot Gang Jangkrik. Walaupun sudah buka Cabang di kota lain, tetep dong ya di kota aslinya beda feel-nya. FYI, Depot Gang Jangkrik ini Non-halal, jadi buat yang non-muslim aja ya yang mampir kemari.

Restaurannya besar dan menyediakan berbagai Chinese Food. Harganya on the steep side untuk ukuran kota Malang.

Cwie Mie Babi Spesial pesenan saya dan suami. Nyammmm....

Cwie Mie Seafood buat mama saya yang nggak doyan babi

Cwie Mie ayam untuk suster saya yang sebenernya bisa makan babi tapi nggak doyan babi hihihi. Kata dia kalau makan babi jadi sugesti sakit perut.

Pangsit goreng udang

Kekian udang
Apalah artinya ke Kota Malang kalau belum mampir ke Toko Oen. Jadi walaupun perut udah penuh habis makan Cwie Mie, tetep harus mampir demi menikmati es krim-nya.

Selamat datang di Malang. Toko Oen sudah nangkring di situ sejak tahun 1930

Suasananya benar-benar jadul. Kursi-kursi dan mejanya tua, tetapi semua tetap terawat.

Di bagian kiri ada display berbagai snack dan pastries yang sangat menggoda iman

Display kue jadul ini, sungguh bikin pengen beli semuanya, tapi karena inget perut, mengundurkan diri deh

Sepotong kue Mocha yang endeus. Krimnya nggak banyak dan ngga bikin eneg

2 scoops es krim coklat untuk suami dan untuk suster

1 potong eskrim tutti frutti untuk saya dan mama. Es krim di sini rasanya sama seperti di Ragusa, alias tidak terlalu creamy, pokoknya jadul banget. Sayangnya jadi cepat juga cairnya.

Kita memilih duduk di taman depan yang asri. Abby aja bisa doyan banget sama kue moccanya, sampai jilatin sendiri. Asyik ya santai.

Gimana ngga tergoda coba? Akhirnya bawa pulang deh setoples nastar. Kemudian pas sampai di Jakarta nyesel, kenapa cuma beli 1 toples.

Sepanjang perjalanan ke Surabaya diliputi hujan deras. yang lain pada tidur, anak ini malah kesenengan ngelihatin air hujan.
Perjalanan ke Surabaya kali ini cukup lancar, hanya macet parahnya justru saat mulai masuk kota Surabaya. Pas exit tol langsung mandek. Kita mampir dulu ke rumah Tante saya alias adik papa yang kebetulan sejak nikah pindah ke Surabaya. Menikahnya sudah lebih dari 20 tahun, tapi baru kali ini saya berkunjung ke rumahnya. Dari rumahnya kita lanjut makan seafood di Layar. Layar ini kayaknya restaurant seafood paling terkenal se-Surabaya. Kalau kemalaman, bisa-bisa nggak dapat kursi apalagi kalau weekend.

Kerang Hijau Saus Padang

Kepiting Soka Telur Asin

Pocai cah bawang putih

Ikan Kwe bakar. Pas saya mesen, saya cuma nyebut aja ikan Kwe soalnya papa saya paling suka ikan ini. Nah, pas di sana saya baru tau, ternyata banyak yang lebih murah daripada ikan kwe. Jadi kalau mau cheaper options bisa pilih ikan lain. Sambelnya rupa-rupa dan enak, plus bisa minta tambah.

Kepiting Jumbo Saos Singapore. Yang lucu, kan dibilang ada mantounya. Saya kira mantounya 3-4 biji itu deh, nggak taunya, sebiji aja! hahahaha.

Itu tante saya yang pakai baju pink. Penyanyi terkenal loh di tahun 1980-an. Pas nikah langsung pensiun beralih jadi devoted wife and mom.
Untuk di Surabaya ini, kita menginap di JW Marriott. Kita ambil 2 kamar yang connected. As expected, tentu saya pelayanannya cepat dan prima.

Lobbynya besar, anak kecil langsung lari-larian.

Masuk lobby, singnaturenya adalah patung kapal layar dari logam yang dialiri air terjun. Kan nenek moyangku seorang pelaut.

Kalau dari lobby ballroom, depannya ada air mancur ini. Waktu itu ada event perayaan imlek dari salah satu bank. Rame dan orang-orang dandan keren. Surabaya gitu loh! Ibu-ibunya cetar membahanaaaa...

Yang ini kamar saya dan suami, kamarnya luas dengan sofa dan coffee table. Walaupun bisa dibilang hotel ini termasuk on the older side, tapi semuanya masih sangat terawat dan bersih. Dan yang jelas, bednya heavenly!

Standard meja kerja dan TV

Lucu ya, kok milih warnanya hijau!

Sangat suka design standing showernya, sederhana tapi sangat sturdy. Dan yang menyenangkan, ada bathubnya (kelupaan difoto), akhirnya bisa berendem buat ngelurusin otot.
As usual, komplit lah ya. Sampai shoe mitt juga ada. Kalau perlengkapan mandi ada di dalam shower room.

Yang di atas meja di standard, tapi yang lucu malah gambar di posternya.

Yang ini kamar mama, sus, dan Abby. Ya ampun suster saya paling gembira di sini. Katanya, enak bu, lantainya empuk. Heran deh... demen banget sama lantai karpet!

Yang ini crib-nya Abby. Berat banget sampai butuh 2 orang yang ngangkut. Sayang karena termakan usia, bodynya sudah ada yg sobek-sobek dikit. Tapi cincai lah, yang penting aman karena seluruh tiangnya berlapis busa.

Masih tetep ngga bisa move on dari telepon dan tombol.

Lalu lanjut main buah-buahan. Kok ini anak baterenya kuat amat sih!

Iseng-iseng sebelum bobo, turun ke bawah... Ehhhh ada anak sweet 17-an baru pada bubar euy! Temanya katanya black and white. Guess what, sepupu saya ada di rombongan itu juga. Pas saya main ke rumahnya pas sore itu mayan shock sih, dikasih lihat undangan2 sweet 17-an temen-temennya, pada di hotel bintang 5 semua dan bertema. Wow banget deh anak-anak Surabaya ini. Pantes temen saya pernah bilang, kalau di Surabaya ada 2 anak yang ultahnya bareng, pasti yang dipergiin yang hotelnya lebih mewah, jadi semuanya harus saingan mewah. Masyaampunnnn... 
 Hari keempat, 4 Maret 2015

Our last day in this vacation. Hu hu hu. Gak rela!

Kalau di Malang pemandangan dari kamarnya taman dan gunung, kalau di Surabaya ya ini, atep rumah!
Untuk makan pagi, kita sengaja tidak ambil breakfast di hotel, melainkan langsung capcus ke makanan yang ngangenin banget yaitu, Nasi Campur Pojok Tambak Bayan. Serius saya kagak pakai mandi dulu loh, langsung brangkat!

Bentuknay sih boleh cuma depot sederhana, tapi hari biasa aja yang makan ngantri!

Berpanci-panci pelengkap nasi campur. Selain nasi campur, rawon-nya juga terkenal.

Hiasannya klasik banget. Selain begitu banyak tulisan aksara Tionghoa, juga banyak kalender berderet, dan tak lupa, pisang digantung didinding.

Heavenly goodness in my plate. Mulai dari telur, soun, tahu, opor ayam, empal pedes. ADUHHHHH AKU LAPAAARRR....

Laper mata, pagi-pagi makan es campur, yang ternyata, endang bambang... Mau lagiiii!!

Saya makan nggak sampai 1 jam, tapi nggak tau berapa ratus porsi nasi box sudah keluar dari situ. Karyawannya banyak sekali di bagian belakang, dan kerjanya sudah kayak mesin. Rapi dan sangat organized. Itu si masnya tau saya mo foto, eh dia pose.
 Sepulang breakfast, baru deh kita berenang dan beres-beres. Hari ini pokoknya santai aja.

Dari dalam kamar lihat ke bawah pemandangannya begini. Gimana gak kepingin nyemplung coba?

Belakangnya gedung hotel pencakar langit, depannya kolam renang bernuansa tropis.

Kalau lihat dari sisi sini nggak kayak di Surabaya ya, kayak di Bali hihihi.

Akhirnya setelah dibujuk rayu setelah trauma kedinginan kemarin, anak ini mau juga berenang. Yang motoin si Sus, jadi jauh deh.

Kiss-kiss sama mamaaaa...

Abby merenung, yah akhirnya sudah mau pulang dehhhh...

"Naga, yuk kita liburan lagi.. kok malah udah mau pulang sih?", kata Abby

Serius, mukanya malah dimanyun-manyunin.

Kapan lagi ya bisa duduk di depan nggak pakai car seat *nggak lagi-lagi deh, cuma pas liburan doang, janjiii...*

Perjalanan kita lanjutkan melewati jembatan Suramadu, menuju ke... MADURA LAH YA! Namanya aja Suramadu alias Surabaya-Madura

Jembatan ini panjangnya kira-kira 5 km. Di tengah untuk mobil, dan di kanan kiri untuk motor. Kalau angin lagi kencang, yang naik motor nggak boleh lewat loh, takut terbawa angin. Each way cost you IDR 30,000.

Pas sampai madura, sepanjang jalan berderet toko kerajinan, mulai dari kuda lumping sampai celurit. Iya, celurit, you hear me right. Dulu bos saya sampai trauma pernah turun sebentar maksudnya buat foto, eh malah cluritnya ditempel-tempelin ke body-nya sama yang dagang. Stress gila!

Ke Madura, tujuannya cuma satu, yaitu ke Bebek Sinjay. Orang Surabaya aja bela-belain kemari cuma demi makan bebek. Penasaran nggak kayak apa tempatnya dan bebeknya?

Tempatnya sih emang jelek, kursi-kursinya sudah tua, dan nggak bersih-bersih amat. Tapi kalau weekend, ini penuhnya kayak apaan tau deh. Luar biasaaa.. Ini aja hari Rabu siang udah rame. apalagi kalau weekend. Jadi cara pesennya, kalau lihat di depan itu  di sisi kanan (yang bentuknya kayak kotak kasir) bilang mau pesen apa, terus bayar di kasirnya. Terus kita ke pintu di sebelah kiri buat ambil pesenannya.
Menunya sederhana banget. Nasi bebek, atau nasi jerohan. Yang istimewa adalah, bebeknya ini super empuk karena bebek muda, plus ada sambel pencit alias sambel mangga yang pedes gila tapi ngangenin. Satu porsi nasi bebek itu, isinya nasi sepiring lalu atasnya dikasih separuh bebek muda yang masih kecil dan kremes, lalu ada sedikit lalap dan sambel pencit. Kalau saya pesennya langsung, 5 nasi bebek, lalu minta bebeknya dobel, alias 1 orang dapat 2 potong bebek (alias 1 ekor!!).
Nih suami sama mama saya lagi antri ambil pesenan nasi bebek.

Di bagian belakang juga ada tukang kelapa muda. Biasanya orangnya akan nyamperin ke meja kita untuk nawarin. Kalau ini bayarnya sama dia langsung alias gak di kasir bebek.

Kalau beli nasi bebek di sana, paketannya pakai teh botol/ air mineral. Bayangin teh botolnya aja ada segitu banyak yang udah jadi botol kosong. Bayangin omzetnya, cash semua!! 

Kalau orang lain nasi bebek itu bebeknya cuma ditaroh di atasnya, tapi karena ini bebeknya dobel alias 1 ekor, bebeknya sepiring sendiri, nasinya sepiring sendiri. Sedaaapppp!! Sopir kita si Pak Misdi sampai terbegah-begah, katanya baru kali ini ada penyewa yang makan bebeknya porsi dobel. SIAPA DULU DONG KITA! *makan banyak kok bangga*

Bibir pada bonyos gara-gara kepedesan 
Di belakang RM Bebek Sinjay ini ada lapangan padi yang luas menghampar. Di situ ada anak-anak yang main layangan, dan Abby ngelihatin sampai girang dan tunjuk-tunjuk terus.

Muka kesenengan ketemu sawah

Girang banget liat layangan terbang-terbang di udara. Anak kecil memang mudah dibuat bahagia.

Nggak berhenti ngikik lihat anak-anak kejar-kejaran layangan.

Yang nggak kalah gembiranya ya si Suster dan Popo-nya Abby.

Ini dia sopir kita Pak Misdi dan Toyota Avanza sewaan yang nemenin kita selama 4 hari.
Sebelum kita ke airport, mampir dulu di salah satu kafe yang terkenal di Surabaya yaitu Bon Cafe yang sudah berdiri dari tahun 1977. Tujuannya cuma mau beli dessert alias es krim. Di Surabaya ada juga Ice Cream Zangrandi yang terkenal, tapi yang ini saya sudah sempat coba plus ada cabangnya di Jakarta. Kalau Zangrandi lebih mirip ke es krim Ragusa dan Toko Oen tadi. Jadinya kita ke Bon Cafe saja karena tempatnya cantik dan nyaman sekali.

Bentuk rumahnya nggak kayak di kota besar, tapi kayak di country side manaaaa gitu.

Ruangan utama area non-smoking. Ruangannya luas, this picture doesn't do justice.

Di bagian belakang ada smoking area. Nah sayangnya, antara smoking dan non-smoking area itu tidak ada pintunya, cuma dibatasi tangga beberapa step. Saya sih usul supaya dikasih pintu ya, karena dengan keadaan sepi begini saja, ada yang merokok tercium loh sampai ke area non-smoking.

Lalu di belakang ada area kolam dan meja-meja juga. Cocok sekali buat ngedessert atau ngopi sore.

Es puter kelapa muda untuk mama saya, dan es krim mocha untuk suster saya.

Strawberry waffle untuk saya. Enakkkk.... empuk... Hangat... lebih ke kue bapel khas belanda daripada waffle.

Nah ini pesenan suami. Judulnya "Remaja Bercinta" Huahahahaha. Terus saya tanya, "kamu ngapain pesen ini?" Jawabannya, "Soalnya lucu sih". Beneran yang dateng sesuai gambarnya, tapi sayang idungnya yang kanan copot hihihi. Lalu rasa eskrimnya gimana? ENAK semuanya! 

Bapak-bapak tapi sukanya "Remaja Bercinta"
Perjalanan dilanjutkan menuju Airport Juanda, dan karena kita naik Garuda, kita diarahkan ke Terminal baru yang agak jauh dari terminal lama. Pas sampai di sana, my oh my, I was impressed! It was beautiful! Soetta kalah maning!

Walaupun tidak terlalu besar, tapi terasa modern dan bersih.

Langit-langit tinggi, warnanya sejuk dilihat, yang jelas nggak sumpek.
Eh iya, di sini yang kurang adalah belum adanya airport lounge. Jadi kita cuma menggantungkan diri sama cafe, resto fast food yang harganya bikin melotot  (Contoh: Paket burger yang biasanya 50 ribuan sepaket, jadi 75 ribuan sepaket) dan foodcourt yang isinya ya gitu-gitu aja. Bener-bener deh ciri khasnya Angkasa Pura II (alias harga semuanya jadi wow).


 Berhubung semua masih kenyang gara-gara bebek dan eskrim, akhirnya kita mampir di kafe-nya Roti O, dan si Abby bisa habis 1 roti. Doyan rupanya.

Area tunggunya luassss... Jadi anak kecil ini bisa lari-larian dengan riang. Padahal pesawat kedelay 15 menitan karena hujan badai, tapi nggak ada sedikitpun rasa bosan.

Dan hebringnya lagi, ada live musicnya loh! Beberapa kali si Abby muter2in sambil joged2 kecil di depan pemainnya. Keren kan? Soetta kapan nih Soetta?
Perjalanan dari Surabaya ke Jakarta lancar. Setelah duduk di kursi pesawat, Abby langsung pules. Saya lanjut nonton Tabula Rasa sambil dicepet-cepetin biar sampe ke akhirnya yang ternyata menurut saya kurang gregetnya tapi cukup bagus untuk film Indonesia. Sampai di Jakarta, yahhhh turunnya pake tangga hahahaha. Lalu seperti biasa naik bus. Ngga sabar nunggu terminal barunya deh, biar kapasitas bandaranya sesuai.

Mama, itu koper Abby!
Demikianlah perjalanan Abby selama 4 hari 3 malam ke Malang dan Surabaya. Pokoknya trip kali ini, semuanya senang dan gembira, semuanya terlaksana dengan baik dan tidak ada halangan yang berarti. Yang jelas Abby juga makannya banyak, sehat terus, bahkan saking lancarnya makan, buang airnya juga lancar huahahahah...

Semoga om dan tante pembaca sekalian puas semuanya dan pada bisa langsung bikin itinerary buat jalan-jalan dan wisata kuliner kayak Abby sekeluarga. Sekarang Mama Abby mau istirahatin mata dan jari dulu deh.

Sampai ketemu di edisi Abby Tamasya selanjutnya!

64 comments:

  1. Seruuunyaa..abby lain kali kalo tamasya ajak2 yaa..jadi ga ngiler sendiri nih bacanya..hehehe...
    aku kemarin lgs bilang ke suami lain kali kita jalan2 ke Malang aja, ngiler abis baca postingan ci leony...hayoo tanggung jawab :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngiler dulu Rib, abis gitu gantian kamu yang jalan-jalan sendiri yah. Loh, kalo ngiler kan itu tergantung dari kamunya kegoda atau ngga. Bukan salah sayaaa.... *kabur*

      Delete
  2. Udah ga perlu repot2 bikin itin.. Haha copy aja itinnya Abby, dijamin puas jalan2nya :D Yang jelas sekarang makin mupeng pengen ke Surabaya dan Malang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo wisata ala Mama Abby itu isinya bener2 wisata dan makan-makan. Shoppingnya dikit aja. Yuk jalan2!

      Delete
  3. aku sebagai pembaca puasss..hehehe...apalgi banyak foto2 aby yang lucu2 trus foto makanannya selalu jadi keliatan endesss bangett...jadi bkin ngecess...hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puas kayak makanan aja ya, padahal baru liat gambarnya. Nanti kalau ngerasain sendiri pasti bakalan lebih puas lagi :)

      Delete
  4. seru banget perjalanannya, senengnnya kalo mba leony jalan2 komplit reviewnya jadi puas bacanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung nggak semua foto dijembreng. Yang ada bukan cuma saya yang cape, yang bacanya juga jereng semua.

      Delete
  5. Aduh dangdut koplo nya ganggu banget ya. Untung tanggapan manajemen nya bagus ya...

    Asiknya makan makan di Surabaya... Ke boncafe pula... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi kangen pulang kampung nggak, Man? Steaknya di sana lebih enak lah daripada Bon Cafe, tapi nostalgila-nya yang bikin kangen ya.

      Delete
  6. Le, si Abby keliatan ndut disini.. selera makannya udah balik lagi nih kayaknya, abis diajak jalan2 mulu siiihh ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mayan Mel. Di sono pinter makannya. Udah rada buletan juga untuk anak seaktif dia yg minta ampun ky titiran hahaha.

      Delete
  7. Ciciiiiiiii...aiiisshhh...bikin ngiler...ler...ler....ces....ces...cesss..
    pengeeeennn....udah narik2 misua buat realisasiin jayan jayan ke Malang-Sby...itu rencana udah dr 2013...skrg makin nepsong deh...

    Abby...cantiiikk euy...ceria pake banget...Cici tuh apanya yg ndut sih? semok tau...moleghh...hehehee..
    thanks for very5 complete sharing...sukaaaaa #maafpanjangbeud

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Sebelum ileran, ayo cepet direalisasikan. Kalo nunda2 nanti tau2 nambah anak lagi loh.. #eh?

      Badsn say tuh sterek alias gede di segala bagian. Hihihi.

      Delete
  8. Lele,
    thank you reviewnya! super komplit dan detail, hihihi. Gw penguin ke Malang udah lama banget tapi cuma wacana melulu, *abisnya boqeq, gimana donggg*. Nanti klo akhirnya kesampean ke sana, tinggal nyontek lagi aja ke postingan lo, haha.

    Gw pernah baca review Museum Angkut, tapi nggak selengkap ini. Ternyata baguuus banget ya isinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue jadi brasa agak lebay Met dalam mendeskripsikan, tapi ya gue pikir sih, selama itu bisa bikin orang jadi pingin jalan-jalan juga, akan gue lakukan. Apalagi memajukan pariwisata nasional ya. Kayak merasa jadi give-something-for-my-country feeling gitu loh! *apaan sih hahaha* Museum Angkut cakep met, kolektornya hebat banget deh. Salut.

      Delete
  9. Oh, gw ngetik komen lo sampe 3 kali pencet publish baru bisa. Blogspot kenapa sihh musuhin gw :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga dimusuhin sama wordpress Met, sampai gue khusus bikin ID wordpress cuma supaya gue gak kesulitan komen di blog yg pake wordpress template hahaha. Parah nih, yang penting walaupun susah komen, dalam kesehariannya kita tetap bersahabat *lebay banget ini*

      Delete
  10. hoahhh....ngilerrr dahh liat makanan bertaburan begini....gua jadi penasaran kepengen nyobain bebek sinjay ihhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh, elu belum nyobain Bebek Sinjay, Ci? bukannya udah sering ya ke Surabaya? Next time minta dianter ke sana.

      Delete
  11. seru liburannya le.

    gua juga beberapa x nginep di hotel dan keganggu sama orang outing pagi2 buta dangdutan, kalo ga teriak2 pake toa dan alarm corongnya dibunyi2in. apalagi kalo nginep di anyer. nyebelin emang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang gue agak keganggunya karena ini resort bintang lima, Des. Kalau dia bintang tiga pasti gue maklumin dan gue nggak komplain sekeras itu. Namanya kita kan bayar ya, dan nggak murah juga, jadi mestinya seengganya kita dapat notice. Tapi gue cukup senang dengan manajemen hotelnya yang tanggapannya bagus dan nggak defensif, serta memberikan kompensasi yang memadai walaupun ya, tetep gak bisa ngebalikin waktu liburan gue yg berharga.

      Delete
  12. Nggak mampir ke bakso bakar di malang yg kondang itu mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Anon ini siapa ya? Saya nggak mampir ke tukang bakso manapun, termasuk bakso Presiden yang sangat terkenal itu, karena katanya ternyata tukang bakso gitu biasa2 saja dan di Jakarta banyak banget bakso Malang yang endang. Jadi mending cari yang agak lebih spesial lagi hihihi (dan tempatnya nyaman untuk anak)

      Delete
  13. nambah lagi ni ci list kuliner di sby :) waktu ke sby makan di bu sri di tretes sama ke loop yang tempat buat nongki2. Es krim zangrandi uda cobain tapi kalo bon cafe belummmmm..
    keren dink ci cerita tamasya Abby, bisa jadi referensi bgt ini, thanks to U ci *smooch*
    fyi ci, Jo uda baca yang part 2 en mupenggggg bgt mau ke Jatim Park, ahaaaaaayy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Tretes mah bukan Surabaya dong Wi hahaha. Kalau tempat2 nongkrong sih di Jakarta banyak, jadi harus cari yang spesial yang ada di sana aja dan kalau bisa belum buka cabang di Jakarta hihihi. Zangrandi ada di Klp Gading, jadi gak usah ke Sby lagi. Ayo Jo, ajak istrimu jalan2! Hihihi.

      Delete
    2. maklum ci pas ke sby cuma 2h1m, jadi ngikut aja dibawa cici ipar, hahahaha tapi next time kudu puas2in dah kuliner di sby *mentingin perut drpd shopping :p

      Delete
    3. Surabaya mah shoppingnya sama aja kayak di Jkt. Gak ada yg spesial. Jd mending wiskul bener2.

      Delete
  14. Duhh nasi bebeknyaa.. Ngiler.. Ngiler omsetnya :p hahahaa
    Ci le jalan2 lagi donkk seru banget loh reportnya!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, dasar, malah mikirin omsetnya. Cash semua loh! Cring cring cring!

      Kamu mau sponsorin cici dan keluarga jalan2? Nanti cici bikinin reportnya yang lengkap dehhhh hihihi.

      Delete
  15. Keren reviewnya... aku belom pernah lho ke surabaya hehehe norak yah
    siapa sih nama tantemu? berarti kalian sekeluarga emang jago2 nyanyi yah
    mantap juga pelayanannya singhasari yah... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaa.... Aku ke Surabaya tuh tahun 2010 kayaknya pertama kali, itupun karena Bos aku tau aku mau nikah, langsung diajak tour keliling pabrik2 kita di Surabaya dan Sidoarjo hihihi. Puas muter2 dan makan2 juga waktu itu. Surabaya untuk wisata biasa sih gak ada yg gimana2 ya. Tapi kalau untuk kuliner, asyik!

      Nah itu dia Bon, Singhasari itu dia memang ada glitch, tapi response saat kita complainnya bagus, terlihat mau usaha memperbaiki dan menunjukkan kualitas bintang 5-nya. Bukan kayak hotel lain yang cuma janji-janji palsu.

      Delete
  16. penasaran siapa nama tantenya ci.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, bukan komenin liburannya malah penasaran sama nama tante saya hihihi. Rahasia ya. Jaga privacy aja.

      Delete
    2. sori2..kek ny komen aq emang selalu salah fokus, kmrn itu nanya resep di posting jln2 jg :)>-

      Delete
    3. Hahahaha. Nah loh... ada apa gerangan jd ngga nyambung ya hihihi.

      Delete
  17. Keren bgt foto2nya...nice trip!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampe jereng Nov milihin sama nulisin captionnya.

      Delete
  18. akh.. Puas banget ci bacanya.. hihihihiih.. dari awal sampe akhir seru maksimal. eh tapi.. ini gak salah baca kan. abis makan es, trus bebek, trus es lagi. hahaha.. gak kenyang ci? wkwkwkwkw.. :D

    ditunggu post abby tamasya berikutnya. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makan es pertama tuh pas sarapan Poi. Makan bebek pas lunch. Terus makan es lagi pas udah sore. Namanya liburan ya isinya makan2 dan menikmati dong hahahaha. Biasa aja sih ga sampe begah lah. Tau bates jg. Kalo pergi ala Mama Abby gak banyak shoppingnya tp banyak kulinernya.

      Delete
  19. hai ci leony.. aku silent reader blog mu.. selalu suka deh baca tulisan seri Aby tamasya.. apalagi yang ke malang-surabaya ini, aku langsung ngajakin suamiku liburan ke malang dan surabaya, hihihi.. terus menulis dan menginspirasi ya ci.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Dwi... lama2 jadi travel blog khusus keluarga nih ya hahaha. Thanks for reading my blog Dwi. Makasih udah jadi reader yg bikin writernya makin semangat menulis.

      Delete
  20. naksirrrr hotel malang dibanding marriot, apalagi buka pintu kamar tinggal nyebur *surga dunia* kl gaya wisata gw kaya lu, butuh 3 jam gw ke kamar kecil haahha aku tak sanggup, pulangkan sajaaaa aku...

    Abby mukanya happy bgt yah, untung makannya lahap gak pake acara mogok... boleh dibawa ke luar negri nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sistem impor exporlu emang luar biasa sih Fel. FIFO itungan inventory ga sampe 12 jam hahahaha.

      Iya Abby seneng banget. Tante Felicia mau sponsorin? Ke Penang mgkn bareng koko Monat? Hahaha.

      Delete
  21. setau gua di malang emang banyak grup2 gitu nginep di hotel... waktu gua ke malang kemaren, ada grup dari partai apa gitu ikut nginep di hotel dan senam bareng pagi2 hahahahaha... berisik sih emang....

    terminal lamanya juanda juga bagus dan bersih loh... jauh dibanding soeta... kayaknya semua airport di kota2 lain uda pada membenahi diri ya, tinggal soeta nih hahahaha...

    selanjutnya abby tamasya kemana nih? hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue sih ngga masalah kalau tipe hotelnya bukan tipe 5stars resort sih Mel. Kalau kayak bintang 3 atau 4 dan ngga kasih notice, gue lebih maklum. Tp kalau bintang 5 justru gue akan lebih ketat dalam memberikan penilaian krn mereka ada standard yg hrs dipenuhi. Untungnya pihak hotel open for suggestion dan tanggapannya bagus.

      Terminal lama Juanda lumayan aja sih Mel. Ga bisa gue blg bagus banget. Dan loungenya agak kaya cendol hahahaha. Cuma krn volumenya lbh kecil dr Jakarta, situasi airportnya lbh berarable.

      Tante Mel mau sponsorin Abby kemana nihhh??

      Delete
  22. Hallo.. salam kenal dari Bekasi, aku salah 1 Abby lovers hihii..
    Abby monyong = lucu, Abby manyun = cantik, Abby senyum + ketawa = indahnya duniaaaaa...
    Sehat terus ya cantik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Anon, nama kamu siapa? Kenalan dulu sama Abby! Hihihihi. Makasih ya Abbynya terbang2 deh dipuji2.

      Delete
  23. Ih, gua demen foto elo yang kiss kiss ama Abby, so sweet... Diaz kalau disuruh nyium gua malah nyodorin pipi lho, gak mau dia yang kiss hiks.

    Gua juga orang yang paling suka tidurdan paling marah kalau diganggu sebelom waktunya.Ahaha,, ternyata elo yang tkt gak bs tidur dgn suara binatang dong, bukan nyokap. Kemaren di Padma aja jam 6an kayaknya dari pool juga ada grup perusahaan besar yang main voli air atau entah apa!! Ish, kesel banget untung yang lain gak kebangun cuma gua aja. Tapi sebelum gua komplen, ternyata mereka udah ditegur lho kyknya dari manajemen, langsung dari 100 db turunlah jadi 50 db dan pas gua longok, mereka saling tegur kalau ada yang kebablasan kenceng suaranya. So gua lanjut tidur cantik lagi:)

    Itu cwimie enak bener ya, yang bikin sakit hati kata suster Diaz waktu itu lebih enak mie abang2 deket rumah. Trs nasi tambak bayan ada deh cabangnya di PIK, entah sama gak. Wastafel JW Marriottnya sama persis dengan yang di Medan, ada bath tubenya? Kl di Medan ada kaca ke arah kamar jadi harus ingat ditutup hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue gak bisa tidur kalau denger suara, sementara nyokap paling ngeri sama binatang dan dia udah bilang sama gue ga mau bobo kalau denger2 suara binatang. Pas Safari Farm itu mukanya tegangggg banget hehehehe.

      Yang gue demen dr si Singhasari ini ya El, pas gue ksh masukan, mereka tuh terima dan bener2 terusin ke management. Duty managernya juga sangat responsive, unlike some hotels yang berusaha diem2 dan tidak escalate problemnya ke atas.

      Iya Cwimienya enak, gue yakin itu pas ngaduk juga dikasih minyak Ba huahahahaha. Sus gue jg doyan walau ayam. Yang di PIK kayaknya bukan asli deh. Kalo propinsi lain yang mereka udah buka tuh di Bali, ada di daerah Dewi Sri. Nah pas suami gue tugas di Bali aja sering mampir situ hehehehe.

      Sama El ada bathubnya tapi gue lupa foto. Hotelnya on the older side sih, tapi bersih, dan ngga ada kaca ke dalamnya kok. Amannnn hehehehe.

      Delete
  24. Halo...salam kenal lagi ya ce Leony. Suka dengan setiap postingan Abby tamasyanya... Tidak beli oleh2 kain batik madura ce? Di madura pan bagus2 tuh. Jangan kapok ke surabaya ya, sapa tahu entar bisa kopdar bareng blogger2 surabaya termasuk saya hihihi... salam buat Abby yang super nggemesin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Maria, kebetulan saya gak mampir beli kain, soalnya saya itu gak pernah bikin baju. Kebanyakan beli. Kalau beli kain, harus jahit lagi dan kalau beli jadi, rata2 ukurannya gak pernah pas di saya (maklum badan saya besar). Kalau mertua saya yang ke Madura kemungkinan sih dia borong , soalnya dia hobi jahit baju.

      So far kalau jalan-jalan keluarga agak susah kopdar krn jadualnya padat. Tapi mungkin nanti suatu saat bakalan bisa ya kalau lebih santai acaranya. Salam balik dr Abby!

      Delete
  25. Sy mlah jd penasaran sm es krim remaja nercinta,, tau sjjah kali yah yg liburan remaja yg lg dimabuk cinta #eaaaaa 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya bener jugaaa... kan mama papanya Abby remaja kinyis2... pernikahan dini! *lupa ngaca* hahahaha.

      Eskrimnya sederhama rasa chocolate strawberry and vanilla. Tp pake aksesorisnya macem2.

      Delete
  26. Lagi merhatiin kacamatanya **salah fokus haha
    btw, you did your research pretty well on this journey. haha dan bisa puas banget ya.
    semua happy semua senang.
    gw tertarik sama cwie mienya tuh trus sama nasi campunya. gw kaget juga pas tau cwie mie bisa non-halal, gw kira makanan lokal sana. mantappp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kacamatanya ya Wakatobi dong! *msh iklan*

      Iya gue mayan research sendiri via inet. Yg Surabaya sempet ada bbrp yg pernah nyoba pas tugas. Kalau nanya orang malah selera beda2. Sempet tanya tp malah bingung hahahaha. Mending sendiri aja deh liat yg kira2 menarik.

      Delete
  27. Buleleeee... gue langsung diem ngeliatin foto bebek.. ahahahaha.. pengen bebek goreng garing gitu igh..
    lapeeer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sana gak ada ya Be? Itu anak bebek loh, jadi lembut banget dagingnya. Terus kremesnya sedap, apalagi sambel pencitnya bikin keringetan. *sengaja gue ledekin lu Be*

      Delete
  28. Hai Ci Leony.. Aku silent reader di blog ini.. Kebetulan mau travelling ke Malang trus ke Surabaya. Kl boleh tau dari Malang ke Surabaya berapa jam ya, Ci? N apakah ada alternatif transportasi lain? Misalnya pesawat langsung? Karena cari-cari di web banyakan pesawatnya transit dulu di Jakarta. Sama aja boong deh.. Thanks before Ci..
    -Eve- (ga ngerti gimana caranya komen tanpa jadi anonymous ya?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Eve. Dari malang ke Surabaya naik mobil hanya 2.5 sampai 3 jam saja kok. Dulu malah pas belum ada kasus lumpur, 1.5 jam juga bisa. Gak ada pesawat soalnya jaraknya kelewat dekat hehehe.

      Delete
    2. Thank u, Ci... Reply nya express banget... Hehe...
      Aku rencananya dari Malang ke Surabaya hari minggu siang/sore gitu. Takutnya macet (bayanginnya udah kayak Puncak menuju Jakarta di hari Minggu).. :)
      Eve

      Delete
  29. Wah ce leony pernah ke surabaya ya..
    sayangnya nggak ketemu aku sih.
    aku tinggalnya di Sidoarjo tapi sering jalan-jalan ke surabaya! :D

    Btw, boncafe itu terkenal mahall hihihi..
    pengen ke boncafe tapi inget duitt.. mending ditabung aja deh wkwkkw.

    Seru ya ce liburannya!
    aku juga pernah ke musium angkut, jatimpark 2, dan lain kali ce leony harus nyoba ke Taman safari prigen (eh cc prnh gak?)
    hehehe

    Habis stalker2 blognya ce leony, ceritanya seru seru sih abisnya.

    ReplyDelete
  30. En di boncafe memang terkenalnya es krim remaja bercinta hihihi lucu yah

    ReplyDelete
  31. En di boncafe memang terkenalnya es krim remaja bercinta hihihi lucu yah

    ReplyDelete