Wednesday, January 07, 2015

Goodbye, Mas(titis)...

Tulisan kali ini, saya bagikan, untuk para ibu, calon ibu, dan juga para bapak, dan calon bapak. Saya harap bisa dibaca, untuk tau, betapa yang namanya ngasih ASI itu, buat beberapa orang, perjuangannya memang mesti extra mile. Saya paling keki kalau ketemu sama orang-orang (terutama yang tua-tua) berkomentar kayak gini saat saya kasih tau kalau saya kasih ASI ke anak. "Wah, enak ya ngasih ASI, ngirit banget tuh. Kalau cucu saya tuh minumnya susu formula. Mahal susu formulanya bagus punya."  Ya kira-kira begitu deh komentarnya, cuma susunannya aja dibolak balik.

Herannya kalau ketemu sama yang model begini, suka gak paham kalau dibilangin ASI itu sebenarnya keunggulannya banyak banget, jauh melebihi susu formula manapun. Dan seperti biasa saya bilang, kalau sama orang yang jauh lebih tua, sering susah banget untuk yang namanya berdiskusi sehat, yang ada malah jadi sensi, dan ujung-ujungnya yang muda ngalah aja deh, soalnya yang tua biasanya di akhir diskusi akan ngomong kalau mereka lebih banyak makan asam garam hahahaha.

Tapi saya bersyukur juga, ternyata banyak juga orang-orang yang disadarkan soal kegunaan ASI, sehingga mereka bilang, "Duh, kalau saja saya tau dari dulu ASI begitu bagus, pasti saya akan kasih ASI dibanding susu formula." Dalam hal ini, saya mengembalikan keputusan kepada masing-masing orang tua, karena pasti mereka punya plus minus dan pertimbangan masing-masing dalam hal pemilihan nutrisi untuk anaknya. Cuma kalau komentar ga enak dan mikir ASI itu cuma pengiritan, please dong ah! Btw, ini preambule panjang bener sih. Mari ke inti cerita.

Waktu itu Abby masih berusia dua bulan, dan saya sangat intens menyusui dia, karena ASI saya pas-pasan, dan Abby berat badannya di bawah rata-rata. Di saat menyusui itu, saya merasa demam, dada saya ngilu, terasa bengkak dan panas. Bengkaknya itu ada di lingkaran luar dada kiri. Rasanya sangat nggak enak. Dimana mestinya saya punya energy yang cukup untuk menyusui, ini saya malah lemas karena nyeri dan demam. Berdasarkan research di internet, saya menduga-duga, jangan-jangan saya kena mastitis. Untuk memastikan, saya langsung daftar ke Dr. Samuel Haryono, SpB(K) Onk alias spesialis bedah onkologi (kanker) yang sangat terkenal untuk urusan payudara.

Setelah menunggu lebih kurang 3 jam di MRCCC Siloam (maklum dokternya pasiennya banyak), saat diperiksa ternyata saya positif kena mastitis. Saya jelaskan sedikit ya mastitis itu apa, pakai bahasa sehari-hari. Mastitis ini adalah pembengkakan kelenjar payudara, yang umumnya terjadi pada ibu menyusui karena susu tersebut mampet, dan ada bakteri masuk ke dalam saluran (umumnya dari puting). Mastitis umum terjadi pada 33% atau sepertiga dari ibu menyusui. ASI adalah pengantar bakteri alias makanan yang luar biasa untuk bakteri tersebut (biasanya Staphylococcus), sehingga sangat mudah untuk terjadi infeksi. Kalau mastitis ringan, bisa dihindari dengan cara memijit payudara sehingga saluran-saluran yang clogging bisa lancar kembali. Tapi kalau sudah inflamasi seperti saya, memang harus extra treatment.

Umumnya, para ibu yang terkena mastitis harus diobati dengan antibiotik supaya tuntas, bisa oral ataupun suntik. Tetapi, seperti diketahui, kalau saya mengkonsumsi antibiotik, artinya saya harus berhenti menyusui. Beberapa teman saya yang terkena mastitis rata-rata menyerah untuk kasih ASI dan memilih pengobatan. Ini adalah pilihan yang luar biasa berat buat saya, karena saya bertekad untuk menyusui Abby sampai minimal 6 bulan. Saat itu Dokter Samuel bilang, kalau saya bisa saja nekad untuk terus menyusui, tetapi kalau tidak diobati, suatu saat infeksi ini akan berbahaya dan menjadi abses (sekitar 0.5% ibu yang kena mastitis mengalami abses). Saya tanya dokter, kalau saya masih mau nekad menyusui bagaimana? Saya juga masih berpikir positif, karena lokasi pembengkakan saya ada di lingkaran luar payudara, sehingga tidak langsung bersentuhan dengan aerola (daerah pelekatan mulut bayi). Dokter mengatakan, oke, lanjut menyusui, dengan resiko demam (cukup minum paracetamol), dan kompres rivanol setiap hari. But one day, it will be back (serasa film terminator "I'll be back" kata si mastitis).

Jadi dengan perjuangan melawan demam dan rasa sakit, saya terus menyusui Abby. Ingat-ingat masa itu, sering saya nggak tahan, dan ada keinginan menyerah. Tapi kayaknya memang benar ya, kalau kasih ibu terhadap anak itu, bisa mengalahkan segala rasa sakit. Modal saya saat itu cuma rivanol dan kasa steril. Kompres dan kompres pakai rivanol, serta rutin untuk menyusui dan terus memompa serta memijat supaya payudara kosong. Ternyata, seperti pembaca ketahui, saya berhasil melewati masa-masa sulit itu, dan akhirnya bisa 20 bulan memberikan ASI pada Abby. Gak sampai 2 tahun alias S3 ASI, tapi itu sudah jauh melebihi target 6 bulan saya saat "divonis" kena mastitis. Terus terang, inflamasi dan demam itu hilang bersama waktu, dan saya sampai hampir lupa kalau saya pernah kena mastitis.

Tetapi, seperti yang dokter terangkan di atas, it will be back. Pertengahan Desember 2014 lalu, it came back. I didn't miss it at all. Dan kali ini, bengkaknya ada di posisi yang sama, tapi semakin memerah, dan kemudian mulai membiru dalam hitungan hari. Saya menduga, this is not mastitis anymore, this is abscess. Saya kembali lagi ke Dokter Samuel, kali ini di Medistra. 16 Desember 2014 konsultasi pertama saya, beliau meminta saya melakukan USG. 18 Desember 2014, berdasarkan hasil USG, resmi diputuskan kalau itu adalah abses dan saya harus melakukan operasi (surgical incision) dan pengeringan (drainage). Istilah kasarnya, dibelek, terus dikorek. Hiyyyyahhh! FYI, abses itu adalah pengumpulan nanah di dalam dada, dikarenakan pengobatan mastitis yang tidak tuntas. Seperti diketahui, mastitis saya sebelumnya tidak diobati, sehingga ya akhirnya sel darah putihnya perang melawan bakteri, dan ngumpul menjadi nanah. Hari itu juga saya test darah lengkap, urine, dan x-ray untuk persiapan operasi.

Saya dijadualkan operasi 23 Desember 2014 pagi di Medistra. Tadinya dokter meminta saya untuk menginap, karena saya butuh istirahat, operasinya sendiri menggunakan bius total (umum). Tetapi saya nggak tega ninggalin anak, plus 24 Desember itu adalah ulang tahunnya yang kedua. I just don't wanna be in the hospital on her birthday. Jadi saya nekad, tanggal 23 Desember 2014, pergi pagi, pulang sore alias one day care. Tanggal 23 pagi, saya dan suami sudah tiba pukul 5.40 pagi karena operasi dijadualkan pukul 07.30. Ternyata operasi saya mundur ke pukul 10.30 karena ada pasien lain yang lebih urgent operasi sebelum saya. Saya mundur jadi pasien no. 2. Lapernya minta ampun karena sudah puasa dari hari sebelumnya hihihi *masih inget laper*. Setelah interview dengan dokter anastesi (yang seperti biasa pasti tercengang2 liat hasil x-ray saya), gak lama dipanggil, terus ganti baju, diinfus, dan nggak lama... ya udah babayyyyy... zzzzz.

Pukul 12.00 saya sadar, dan ada di ruang pemulihan, tapi masih gliyengan. Pas saya sadar, susternya langsung ngebebet saya pakai perban coklat. Katanya luka saya agak rembes, unexpected. Kemudian saya dikasih test antibiotik, dan kemudian dimasukan pelan-pelan antibiotik dari infus karena ada sedikit reaksi alergi. Pukul 14.00 infus selesai, semua dilepas, saya dibriefing soal obat, dan saya siap pulang (dan tentunya lunasin dulu pembayarannya). Pas liat billnya, saya bengong.... bengong, kalau ternyata jumlahnya bisa beli susu formula merek bagus lebih dari 100 kaleng hahaha *ketawa miris*. Saya dikasih sekotak isi roti tawar, selai, dan telur, serta UHT 200 ml. Langsung saya lahap makan, tapi masih laper, sesudahnya capcus ke Burger King dan pesen whopper meal. Serius lapernya, ibaratnya kalo meja terbuat dari cake, bakalan saya makan.

24 Desember 2014, sehari setelah operasi, kita ngumpul untuk perayaan ultah Abby kedua. Keliatan nggak kalo saya abis operasi? Nggak kan ya? Emang preman sih! Ya jadi itulah kenapa saya juga gak bikin perayaan ultah Abby sampai printilan yang heboh. Udah bagus saya bisa kumpul makan-makan deh hihihi. Sore itu saya sudah berencana siap-siap mau ke gereja untuk misa pukul 18.00. Tapi namanya saya banyak bergerak, gendong anak, dll, saya merasa ticoderm (plester penutup luka) saya agak copot. Sementara luka saya gak boleh kena air sama sekali selama 2 minggu. Jadi sore itu ke UGD RSPI Puri Indah untuk ganti semuanya. Namanya yang ganti dokter jaga, saya merasa dia salah posisi plester, tapi dia meyakinkan aman. Kira-kira 10 menit baru sampai rumah, bener aja, udah agak kebuka lagi. Jadi balik lagi ke UGD RSPI. Ganti lagi plesternya. Untungnya kali ini gak bayar jasa lagi, cukup bayar alat. Cuma ganti plester, keluar hampir IDR 500rb hihihi. Biarin deh, yg penting aman. Dan hari itu, saya resmi gagal misa malam Natal. Capeknya nggak ketulungan. Tanggal 25nya tetep ke gereja kok untuk Misa Keluarga.

6 Januari 2015, saya kembali ke Dokter Samuel untuk buka plester dan lihat hasil. Dua minggu nih saya mandi dan keramas hati-hati banget supaya gak kena air sama sekali. Saat dicek itu, Dokter baru cerita, rupanya, abses saya ini agak mengherankan, karena saat operasi itu, rembes terus alias keluar cairan, sampai dia harus jahit benang tambahan yang dicabut saat kontrol 2 minggu. Dia khawatir saya bukan sekedar abses biasa. Tapi untungnya pas dilihat lagi, sudah kering dengan baik, sehingga benang tambahan bisa dicabut. Phewww lega. Dokternya pun lega banget. Hasil patologi tidak ditemukan jaringan, ini bisa jadi good news karena artinya tidak ada yang serius. Hasil kultur, memang benar ditemukan bakteri Staphylococcus. Dan saat dilakukan test resistensi, badan saya bagus alias sehat banget dan sensitif terhadap hampir semua jenis antibiotik. Syukurlahhhh. Tetapi dokter meminta saya memantau 3 bulan ke depan. Semoga gak terjadi apapun yang mengkhawatirkan. Doakan saya ya! Dan doakan juga semoga mastitis gak akan balik lagi, ever!

Jadi buat ibu, calon ibu, walaupun chance bagi ibu menyusui untuk dapat mastitis sekitar 33%, hal tersebut bisa dikurangi kemungkinannya dengan cara memijat payudara dan mengosongkan payudara dengan lebih sering, kemudian menjaga kebersihan dengan sungguh-sungguh supaya bakteri tidak mampir (which is very difficult karena bakteri general itu bisa muncul dari mana saja, bahkan di mulut anak kita sendiri). Buat bapak dan calon bapak, semoga bisa lebih menghargai perjuangan ibu-ibu dalam memberikan ASI, dan selalu mensupport mereka dalam keadaan apapun.

Goodbye, Mastitis. I am not gonna miss you!!

PS: Tinggal beberapa hari lagi untuk mendapatkan harga spesial produk Wakatobi seharga IDR 595,000 termasuk deluxe wooden box set dengan mentioned blog saya. (if you check their website, now the price is IDR 895,000 for regular case, and IDR 1,200,000 for deluxe wooden box set). Keterangan lebih lanjut, check post saya sebelumnya.

Hanya sampai 11 Januari 2015 ya! Spread the word!

79 comments:

  1. Le, pas baca Wakatobi aku pikir beneran wakatobi yang pulau2 itu haha, padahal nama produk ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bener namanya diambil dari situ. Plus kalo beli produknya, bisa dapat chance buat pergi ke sana loh. Ada undiannya. Ayo di support.

      Delete
  2. Setiapbaca perjuangan ibu menyusui selalu terharu banget BuLe. Semoga mastitisnya beneran sembuh total ya BuLe dan ga ada kenapa-kenapa lagi. Membayangkan waktu tanggal 23 ke 25nya gimana itu. Btw penasaran kenapa xray nya bisa bikin heran sih? Hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggal 23 ke 25 aman kok. Tuh buktinya bisa perayaan ultah Abby hihihi.

      Heran soalnya paru2 tinggal yang kiri dan rusuk 2 udah dipotong Dan. Emangnya blm smpt baca ceritanya ya?

      Delete
  3. Gile ngeri juga ya. Kalo gw sampe ngalamin itu sih kemungkinan gw milih minum antibiotik, Raka nya dikasih ASIP dulu. Ga kebayang perjuanganlo. *angkat empat jempol*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ASI ada emang enak Din. Tapi saat itu ASI gue pas2an. Sampe berbulan2 kan kulkas gue kosong, boro2 ada ASIP. Sedih ya. Emang perjuangan berat tp ya rupanya direstui sama yg di Atas jadi tetep bisa kelar.

      Delete
  4. Semoga si mastitis ini ga balik2 lagi yaa.. Aamiin.. Sehat2 terus Bu Leony dan keluarga.. #pray

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin2. Thank you Aninda. Jangan sampe deh balik lagi.

      Delete
  5. Mba leony, aku bacanya sambil ngilu ngitu gitu, dan syukur alhamdulillah yah udah sembuh sekarang.:D, dan emang bener mba le ini preman banget di foto yang ultah abby ga keliatan abis operasi, salut!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya syukur banget. Masih mantau sih sampe beberapa bulan ke depan. Semoga bisa sehat terus.

      Gak keliatan ya abis kelar ops pas ultah Abby. Makanya dibawa seneng aja hihi.

      Delete
  6. aku juga kena mastitis mba waktu anakku umur 2 bulan dan udah jadi abses akhirnya dioperasi
    alhamdulillah sampe sekarang gak balik lagi mastitisnya dan jangan sampe terulang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya buat ibu2 yang kena mastitis apalagi sampe abses, pasti tau rasanya ya. Jangan sampe terulang. Amin.

      Delete
  7. Le, inget gak dulu gw pernah nanya lo ttg cerita mastitis ini? Akhirnya gw ke dokter spesialis PD di Royal Taruma, terus di USG. Gw dikasih antibiotik tapi masih boleh nyusuin. Setelah bbrp hari minum langsung kempes si benjolannya. Bersyukur banget gw ketemu dokter itu.

    Eniway, glad to hear everything is alright now. Kalo punya anak lagi gak akan mengganggu ASI atau bisa kumat lagi kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya inget Mel. Tp kalo gue gak brani ambil resiko dengan antibiotiknya walaupun dibilang aman hehe. Jadi gue bener2 ga pake antibiotik n kompres doang.

      Mastitis ya bisa muncul lagi Mel. Makanya kudu bener2 jaga deh biar ga balik lagi.

      Delete
    2. Mb, maaf itu dr yg di royal taruma nama dokternya siapa? maksih ya..

      Delete
  8. Salute dengan kegigihan mu Le.. *angkat topi*.. Dan jadi tau juga soal si Mastitis ini.. Mayan nambah pengetahuan :D Puji Tuhan yah sudah pulih. Berdoa semoga hilang selamanya yah itu bakteri Staphylococcus.. Aminn..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bakteri Staphylococcus ada di mana2 Py. Itu bakteri paling general yg ada di lingkungan kita. Yg penting jangan sampe masuk ke jaringan lagi deh. Babaaaaii.. hahaha.

      Iya kalo pas nyusuin nanti, dijaga aja jangan sampe kena ya.

      Delete
  9. Busyettt ak baca cerita ini kek baca cerita horor pengen tau akhirnya hehehhe, semoga mastitisnya ndk balek yaa ci...biar aman sentosa semuanya, hebat sih lu ci bakat premannya ndk pernah pudar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahah. Gak sehoror itu kok. Tapi emang sakit banget. Cm Cici mah yang penting semua kelar tp prioritasin ASInya. Makanya pas blg mau dibedah, ya udah hayukkkk...

      Delete
  10. gw pernaah bengkak dan sakittt banget di PD.. rasanya bener2 deh le, gak kuat rasanya... gw pijat2 sambil nangis. suami gw sampe ngomong "mank sakit banget ya?" duuhh bener2 deh, gw berani lagi telat mompa atau gimana. rasanya ga tahan.. bener2 ga tahan. ga sampe demam sich, cuman bener2 sakit, disenggol sakit, mau gerak pun sakit. ga tahan euy.
    salut ama loe le... mudah2an ga balik lagi yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Fun. Dada ini kalo penuh rasanya ga enak. Nah ini dada sakit, bengkak, panas, demam, dan gak punya ASIP jd gak bisa treatment antibiotik. Rasanya nyessss.... Amin jgn sampe balik.

      Delete
  11. Jadi ibu tuh banyak resikonya ya kak! Hummm... *menyimak*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi ibu memang banyak tantangannya. Bukan resiko ya. Apalagi jadi ibu menyusui. Tapi kekuatan mencintai anak kita bisa mengalahkan tantangan tersebut. Ibu memang pny super power hehehe.

      Delete
  12. Ya ampun le, baca cerita loe kyknya operasi nya ga ada apa2 nya gitu :D kl gue mungkin uda pake drama nangis2 ketakutan. Preman banget bu leony ini :)) semoga si mas ga balik2 lg yah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Pi. Dokter UGD RSPI aja sampe bingung, kok gue ngga nginep aja sehari at least di Medistra. Ya gimana tega ya ninggalin anak, mana tanggal 24 dia ultah, kasian kalo dia ultah guenya di RS. Amin, jangan sampe balik, Pi!

      Delete
  13. Ya ampun... Untung sekarang udh berlaku ya ny...

    Emang kok ngasih asi itu perjuangan. Baik fisik dan mental. Dan plg males emang ngomong ama org yg meremehkan asi. Gw udh males lah ngejelasin dan ngeladenin org yg model gitu. Malah pernah ada yg ngomong kalo ngasih asi itu disgusting lho. Mampus gak sih... :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung udah lewat Man. Fisik, mental, spiritual juga. Kalo gak ada faith, udah nyerah deh. Siapa itu yang bilang ngasih ASI disgusting? Sini gue kasih sambel mulutnya huahahaha *canda*

      Delete
  14. Kalo di US sini, kena mastitis dikasih antibiotics that does not harm the breastfeeding baby. Namanya cephalexin (Keflex) or dicloxacillin, jadi gak perlu sampai stop breastfeeds. Atau kalo masih takut the antibiotics will harm the baby, tetap minum antibioticsnya, sementara pompa aja for continuation supply of milk tapi tidak diberikan ke baby. Prolonged infection will not be good for the mom, stopping the breastfeeding is not necessary as well. Keep fighting for all the breastfeed moms!

    ReplyDelete
    Replies
    1. To Anon, nah itu dia, saya ngga mau ambil risk dengan mnm antibiotik, sementara saya gak punya stock ASIP karena ASI saya pas2an. Sedih banget sampe beberapa bulan ngga bisa stock. Seandainya saya punya ASIP pasti nggak pake mikir dan langsung obatin saat itu juga. Pas udah punya stock ASIP dan saya mesti cabut wisdom tooth, gak pake mikir lagi langsung cabut n pake antibiotik pun gak masalah while keep pumping spt yg kamu blg.

      Delete
  15. Baca postingan ini jadi inget pengalaman 3 bulan yg lalu :) Begitu konselor laktasi bilang mastitis tuh udah kebayang mesti operasi T.T untungnya belum sampai abses. Langsung dikasih antibiotik & bolak-balik breast care. Semoga si mas ini ga balik lagi deh, cape ngusirnya sih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener banget kalo ngusirnya ini memang ribet. Kamu waktu itu ada stock ASIP ya? Saya tuh waktu itu bingung banget krn ngga punya stock sementara antibiotik biar gimana kan pasti ada risknya. Jadi serbasalah.

      Delete
    2. stok ASIP ada, tapi baru secuil soalnya salah strategi, baru mula stok sebulan sebelum masuk kerja -_-. tapi waktu itu dikasih antibiotik yg aman buat busui, jadi berobat sambil nyusuin jalan terus

      Delete
    3. Syukur deh. Waktu itu saya ngga berani ambil resiko antibiotiknya. Soalnya kalo baca2 dibilang 'usually safe' jadi gak 100 persen yakin. Yang penting semuanya sudah berlalu ya.

      Delete
  16. Ci Leony, saya baca postnya sambil nahan ngilu. Mendadak keingat dengan kata-kata mami, perjuangan jadi seorang ibu tidak pernah mudah. Semoga si mas mas itu tidak balik lagi ya ci, aminnnn... Thumbs up for you, salute! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalah ya kata peribahasa. Tp semoga kita sbg anak bisa mencintai ibu kita sepenuh hati ya. Iya, ga kangen sama mas yang itu. Dadahhh... *kalo mas 24 karat boleh*

      Delete
    2. Amin.... Iya, moga-moga si mas masnya kagak balik-balik lagi.
      Kalau dapat mas 24 karat jangan lupa bagi bagi ya ci.
      Hahaha....

      Delete
    3. Saya bagi kemasannya ya hahahaha.

      Delete
  17. Hebat banget Leony, kasih ibu luar biasa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dilema jg Bertha. Tapi ya ditahan2in.

      Delete
  18. Zio nyusu cuma sampe 7 bln, dia udah ogah.. liat nenen mama an di gigit trus ketawa ketiwi di anggap mainan, padahal asi masih ada dikit-dikit sampai sekarang lho! :)
    syukurlah yang penting dikau sehat2 dan bisa nyusuin abby sampai 2thn yah ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu tadinya elu pumping aja Pit. Terus kasihin ke Zio susunya. Kan sayang tuh mumpung anak lu blm setahun ASI msh jadi asupan gizi yang lumayan banget.

      Delete
  19. hebat banget :) temen gue juga ada tuh persis , dan dia dioperasi juga. salut banget sama perjuangan para ibu ASI ekslusif ! Gue dulu engga ASIX, tapi nanti kalo berhasil anak kedua, mau berjuang untuk ASI ekslusif dong :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa.. kudu berjuang extra memang untuk ASIX. Ayo anak kedua diusahakan bisa. Asal tekad, niat, dan rahmat Tuhan.

      Delete
  20. aduh semoga mastitisnya ci Leony ga balik lagi...waktu itu baru lihat poto2 semuanya yang tentang ultah Aby ke 2. dari poto ci Le mukanya happy dan segar tapi ga nyangka abis operasi. Benar2 top perjuangan mama Leony buat anknya tercinta apalagi sempat sketsain model kue ultahnya itu lagi..kerenn..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya amin. Jangan sampai balik lagi. Pas ultah Abby sih udah berusaha kumpul tenaga biar acara tetap lancar walau sederhana. Kalau sketch kuenya sendiri, itu seminggu sblm hari H kok bikinnya. Yg penting dibawa happy.

      Delete
  21. kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang doremifasolasido krn Abby pasti anak yg baik hihihi nggak mungkin lupa sama perjuangan mama

    semangat!!! demi dede Abby *loh* kemudian ditimpuk emas 24K

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insyayesus ya Fel, anak2 kita semua sayang sama kita. Kayaknya kl buat anak ini kan apapun kita lakukan ya.

      Eh maksudlu demi dede Abby tuh alias Abby pny dede lagi?? *ambil emas 24Knya balik*

      Delete
  22. makanya tiap abis nyusuin, gua selalu pumping, dan diakhiri perah pake tangan, biar bener2 kosong... soalnya konselor laktasi gua bilang, kalo masih ada yg ketinggalan takutnya kena mastitis...

    sebenernya ngasih asi itu dibilang murah juga engga loh... iya murah kalo cuma tinggal buka baju trus selesai... lah kalo ibu2 bekerja kayak gua, perintilannya banyak hahahaha... harga pompa aja uda sejuta lebih hahahha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga sudah melakukan itu Mel. Pijit2 sampe tiris.Tapi dasar bakteri nakal, adaaaa aja ya. Printilan gue jg banyak banget, Mel. Pompa gue Medela Freestyle, kanan kiri, jd tambah extra parts hahaha. Kalo pas dulu ngajar, bawa 1 tas sendiri buat mengASI hihihi. Bawa cooler bag isi blueice medela jg soalnya ga percaya sm kulkas kantor.

      Delete
  23. Wah cii.. Salut dehh.. Btw ci Leony alergi semua jenis antibiotik gitu? Terus ci, biar ga kena mastitis, harus dikosongin dan dipijet2 ya? Hehe.. Syukur ya smua udah lewat.. Semoga ga balik lagi. Hush hush! Ga keliatan banget deh di foto bday Abby :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan alergi sama antibiotik Fan. Tapi kalau ibu hamil dan menyusui, sebisa mungkin tidak mengkonsumsi antibiotik karena akan berpengaruh ke anaknya especially immunity anak. Iya, as I wrote there, kosongin, pijat2, dan jaga kebersihan bener2.

      Delete
  24. Emang bisa balik lagi ya Le walo udah gak breastfeed?
    Mudah-mudahan nggak balik-balik lagi ya, gue juga serem banget pas denger si masitis ini. Puji Tuhan dulu pas breasfed Madeline gue nggak masitis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa Ngel, terutama pada masa weaning. Kan kalo weaning pasti msh ada sisa2 clogging tuh. Kalo gue kebetulan baliknya krn yg lama jg ga diobatin. Iya Puji Tuhan buat yg ngga ngalamin dan jangan sampe ngalamin ya Ngel.

      Delete
  25. wah Le serem juga ya, perasaan lu weaning kan uda ada 4 bulanan lalu ya, masi bisa kena mastitis lagi ya?

    Klo gw ni sempet baru2 ini badan panas menggigil gitu, n pydr gw sakit, gw mikir masa mastitis si ya - kan asi gw ga yg banyak banged sampe bisa bengkak gitu.. Yaudah gw susuin terus si anak sering2 *meski sambil meringis sakit* plus pijet2 sendiri, eh puji Tuhan akhirnya hilang sakitnya stela 2 harian.
    Gw panas + pusing + pydr sakit itu ada 2x dalam 2 bulan trakhir. Sampe skarang gw gatau tu gw beneran mastitis ato emang lagi ga fit aja -_-

    Muga2 sehat terus ya Le :D skarang baru tau knapa km gagal misa Natal tgl 24 hehehe. Happy new year yaa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi gue tuh abses gara2 mastitis yg waktu itu kagak diberesin Teph. So ini efek jangka panjang yg mesti ditanggung walaupun ud weaning hahaha. Nasyib yak.

      Feeling gue itu lu gejala mastitis tp ringan. Jadi ngobatinnya emang cuma nyusuin n dipijit2 biar cloggingnya lepas n lancar lagi. Jadi lu lbh sering aja deh pijit2 n abisin susunya Teph. Amin2 semoga kita semua sehat selalu.

      Delete
  26. Wah hebat ci Le masih kekeuh buat kasih ASI. Itu mastitis ga akan pernah nonggol lagi kan ci? Sekali diangkat ga akan nimbul lagi kan yah?
    Adeku pengen banget kasih asi tp apa daya air susunya ga keluar di 1 minggu setelah lahir,jd keponakanku terpaksa minum sufor
    Pdhl adeku pengen banget kasih asi
    Bersyukur banget yang bisa kasih asi ekslusif ke anaknya yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mastitis itu bisa nongol lagi Ren. Ya nanti kl nyusuin lagi bisa muncul lagi. Makanya hrs bener2 pastikan ga ada yg clogging n kebersihan jg terus dijaga.

      Kalau soal ASI, prinsipnya itu supply and demand. Supply itu pasti sesuai dengan demand. Biasanya org2 suka nyerah ksh ASI krn stress, ngerasa ASI gak keluar, dan kadang kurang telaten. Padahal ASI pasti ada dan cukup. Tinggal kitanya harus persistent, rajin, pny tekad yang kuat, dan percaya.

      Delete
  27. Waduh, g gak tau sampe segitu seriusnya mastitis itu,...thanks for the share. Jadi lebih tau skg. Semoga gak balik lagi ya mastitis nya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nan. Awalnya kena gue ga sangka sampe akhirnya hrs operasi. Tp pas dijelasin sama dokter, pasrah deh. Yg ptg bs ASIX dulu. Amin, jangan sampe balik lagi.

      Delete
  28. waduh trnyata u sampe dioperasi sgala ya? gw dl nyaris kena pas anak masih 2 bulan, cm untungnya gw kompres panas dingin terus plus nyusuin ga berhenti aja (untungnya anak gw pd suka mentil). kayanya gw blom sampe mastitis sih,, baru mampet bntr kali ya.. pokoknya berasa toket kaya mau pecah keras bgt, cm dipompa ga kluar sedikit pun, badan uda panas dingin meriang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya lu kena mastitis tp msh gejala awal Live. Dan untungnya msh belum bengkak ya. Msh bisa dipijit kemudian lancar lagi. Kalo gue waktu itu sampe udah membentuk benjolan. Pdhl gue udah rajin banget nyusuin n pompa. Beruntunglah elu akhirnya bisa lancar dan gak sampe akut kayak gue hehe.

      Delete
  29. perjuanganku kasi ASI mengharu biru jg ce ASI tiris bgt tp pngn bgt kasi ASIX bwt anakku.. smga cece n keluarga n kita semua sehat terus ya.. btw aku udh order di wakatobi n get special pricenya loh.. thx yaa .. semoga kekerenan aku bisa nambah 50% ya hahahaaa.. GBU :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mimu, iya. Kalau soal ASI itu emang kita harus percaya banget kalo kita mampu n harus rajin. Kita sama2 pemilik ASI pas2an.

      Wah makasih buat ordernya. Moga2 nambah kerennya MINIMAL 50 persen. Syukur2 bisa 100 ya. Hehe.

      Delete
  30. wahhh...untung udah lewat ya le..gila perjuangan lu bener-2 dehh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dibayangin emang jd pusing 7 keliling. Tp dijalanin aja deh hehe. Jadi lebih ringan.

      Delete
  31. suka duka menyusuinya inspiratif banget...semoga gak balik lagi ya, sehat semuanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mary, duh jangan sampe balik lagi deh yang namanya mastitis hehehe. Amin amin amin.

      Delete
  32. wah baru tau mastitis itu beneran menakutkan.. waktu itu gw ya perna agak bengkak kupkr mastitis untungnya kaga.. iya semoga si mastitis pergi jauh2 n ga kembali deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya ga terlalu menakutkan asal dr awal diobatin Lyd. Tp guenya aja yang ragu mau ngobatin. Takut AB dan ASI mampet. Iya semoga jangan kembali.

      Delete
  33. oalah ternyata baru habis operasi yaa, bener2 ga kelihatan tuh, mama yang hebat..!
    semoga sudah beneran selesai yaa urusan dengan mastitisnya :)
    sehat terus leony :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nihhh... jangan sampe balik lagi deh tuh si Mastitissss....babayyy!! hahahaha.

      Delete
  34. Halo Mba Leony, salam kenal ya mbaa..

    Saya juga kebetulan sekarang mengalami seperti yang mba alami dulu, usia anak Saya hampir 5 bulan. Tapi yang saya heran, saya nggaa mengalami seperti demam, payudara sakit banget dan segala macem tanda mastitis mbaa, cuma waktu itu sempet nyeri. hasil usg dan fnab menyatakan saya memang terkena mastitis, cuma kenapa dokter kok menyarankan saya operasi, saya heran dan galau beberapa hari ini. Setelah baca postingan mba ini, saya jadi nggaa galau lagi, mungkin emang uda abses yaa jadi harus di operasi. Kemarin dokternya cuma bilang "ini memang mastitis mba, cuma Saya takutnya kalo tesnya nggaa akurat, jadi untuk memastikan itu bener bener mastitis apa enggak sebaiknya di operasi, lalu jaringannya di test lagi biar tau". aahhh binguuung mbaa :(

    ReplyDelete
  35. hahahhaa. iya mbaaa. udaa usg sama fnab jugaa. Cuma dari kemarin masih takut buat daftar jadwal operasi. Karna uda baca kasus kaya begini, agak manteb buat operasi. Untuk pemulihannya berapa lama mba ? soalnya baby'ku baru usia 5 bulan, takut nggaa bisa menyusui langsung :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cepet kok pemulihannya. Cuma ya karena kamu hrs minum antibiotik keras setelah operasi, sebaiknya km pompa dan tampung dulu sebanyak2nya. Stock buat 2 weeks kl bisa. Dan kamu jangan berhenti pompa walaupun dibuang, biar asinya tetep keluar produksi. Good luck ya.

      Delete
  36. Baiklah. Makasih banyak masukannya mbaa Leony :) Sehat selalu bersama keluarga ;)

    ReplyDelete
  37. Salam kenal mb Leony.. setelah operasi lukanya bisa dijahit yah? Atau cuma ditutup kassa,ditampon. Berapa lama yah proses nutupnya itu. Mohon dibalas yah mb, saya jg mengalami dan sedang memantapkan utk di operasi minggu depan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Nita, lukanya pasti dijahit. Apalagi korek nanah ya itu lukanya dalam jadi pasti dijahit. Setelah dijahit baru diperban dan dikasih ticoderm selama bbrp hari. Nanti kontrol lagi ke dokternya beberapa hari kemudian untuk cek jahitan dan akan dikasih salep untuk dipakai setiap hari.

      Delete
  38. Hi mbak Leony, tanya dong
    itu setelah operasi lukanya dirawat sendiri atau berobat jalan ya? kalau berobat jalan musti bolak balik ke ra tiap berapa hari sekali?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Cornelia, sorry br balas karena notifnya masuk spam. Jahitan dirawat sendiri kok. Cuma balik 1 kali ke dokternya untuk cek jahitan.

      Delete