Saturday, February 15, 2014

Murid Saya... Oh Murid Saya...

Udah lama kan ya nggak cerita-cerita soal murid-murid di sekolah? Murid yang saya walikan itu jumlahnya ada 13. Wajah-wajah mereka bisa dilihat pada postingan ultah saya tahun lalu. Semuanya kelas 7. Yang cowok-cowok umumnya masih pada kayak anak kecil, dan yang cewek-cewek sudah mulai genit-genit. Kalau boleh dibilang, yang cewek-cewek ini memang lebih cepat dewasanya. Kelas 7 itu ada dua kelas, dan saya mewalikan kelas 7A.

Apa yang terkenal dari kelas saya? Semua guru hampir semua setuju, anak-anaknya buandel2! Tantangan yang luar biasa sekali buat saya, apalagi saya adalah seorang guru baru. Semua guru yang mengajar kelas 7, tidak tahan kalau tidak membandingkan kelas saya dengan kelas sebelahnya, alias kelas 7B. Kelas 7B anak-anaknya (katanya) manis-manis, sopan, pokoknya hampir nggak pernah membuat tingkah laku yang sampai bikin gurunya melotot naik darah. Kalau soal otak, tentulah di setiap kelas ada yang pintar, ada yang sedang-sedang, dan ada yang kurang. Tetapi kalau soal behaviour, kelas saya ini juara deh! Juara badungnya! 

Coba bayangkan, di kelas saya itu, yang kena lunch detention (hukuman gak boleh makan siang) itu kayaknya tiap hari adaaaaa aja. Belum lagi pas semester 1, sudah ada 3 anak yang kena in-school suspension (diskors di sekolah), dan puncaknya hampir di akhir semester, ada anak yang kena home suspension (diskors di rumah) sebulan penuh karena perbuatan yang kelewat batas. Gimana saya sebagai wali kelas nggak urut-urut dada? Saya sampai bertanya-tanya, apakah saya ini wali kelas yang error sehingga anak-anaknya kok minta ampyuuuunnn!! Selidik punya selidik, akhirnya pihak sekolah agak mengakui, kalau memang anak-anak yang bermasalah dari jaman primary (SD) semuanya diamprokin di kelas saya. Jadi memang saya kena "sial"-nya. Hihihi. Katanya sih mereka janji tahun depan akan mempertimbangkan masukan dari guru-guru untuk placement kelas, supaya lebih "rata".

Tapi apakah sebenarnya "kesialan" itu hal yang buruk? Nggak! Saya ini orang yang suka tantangan. Saya harus cari cara supaya energi mereka yang super berlebihan itu, bisa disalurkan lewat hal-hal yang positif. Saya tuh percaya, semua anak-anak ini punya potensi, tinggal bagaimana caranya untuk mengarahkan. Misalnya, ya pas English Festival class decoration kemarin, dengan saya kasih mereka kebebasan yang terarah, hasilnya ternyata lumayan, dan kemarin di awal semester, assembly (performance) dari kelas kami sampai dipuji oleh principal sebagai salah satu yang terbaik sepanjang tahun ini. Anak-anak senengnya minta ampun, dan saya lumayan bangga akan perubahan sikap mereka. Bahkan beberapa guru juga melontarkan komentar positif soal perubahan yang terjadi.

Dasar namanya anak-anak, Jumat minggu lalu ada yang kembali berulah. Korbannya adalah salah satu guru Science, si Miss R. Puncaknya si Miss R itu sampai walk-out dari kelas saya, karena nggak tahan sama salah satu anak yang suka melawan, menantang, dan memasang muka cembetut. Ujung-ujungnya menyebabkan satu kelas kena hukuman kolektif karena Miss R sudah capek hati. WHY OH WHY it happened to my class again!! Senin kemarin, saya sampai pakai 1 jam pelajaran untuk mengajarkan anak-anak di kelas soal menghormati guru, menghormati sesama, dan tidak melawan serta komplain terus menerus. Untungnya, sebandel-bandelnya anak-anak itu, kalau sama saya mereka nggak berani macam-macam. Sepanjang minggu ini, sudah tidak ada lagi hal jelek yang saya dengar dari semua guru. Phewww.....

Sampai Jumat kemarin, yang seharusnya Valentine's Day, hari berbagi kasih sayang, di periode terakhir, Miss R walkout lagi dari kelas, dan menuju ke ruang guru. Dia panggil saya, dan bilang murid-murid saya berulah lagi. Dia minta saya masuk ke kelas, karena dia sudah tidak mampu lagi menghadapi ulah anak-anak.  CAPEK DEHHHHH.....  why oh why (jilid 2). 

Pas sampai di kelas, anak-anak semua cengengesan. Hal yang cukup biasa terjadi tiap kali mereka melakukan kesalahan. Selalu cengengesan dan tidak merasa bersalah. Saya minta mereka cerita, apa yang terjadi sehingga menyebabkan Miss R marah. Saya kesal, apa tidak bosan-bosannya mereka bikin Miss R walk out? Saya tunggu, tidak ada satupun yang mau cerita. Akhirnya, saya keluarkan ultimatum. Saya akan hitung sampai 10, kalau sampai hitungan 10 tidak ada yang mau cerita apa yang terjadi, saya akan kasih satu kelas after school detention (hukuman distrap di sekolah) hari itu juga.

Saya lihat salah satu anak mulai panik, dan lempar-lemparan tas. Saya langsung menduga, pasti ada kertas bertuliskan hal-hal yang tidak baik (seperti pernah kejadian sebelumnya). Saya mulai hitung...

"One... Two... Three..." 

Tiba-tiba:

"HAPPY VALENTINE'S DAY, MISS!!!!!"

Salah satu murid saya mengeluarkan dari tas yang dilempar itu sebuket bunga! 

YA AMPUNNNN!!! They got me, they totally got me!!! Saya sampai shock berat, I was speechless!

Kemudian mereka bilang, "We love you!"

Saya cuma bisa bilang, "I love you too! Thank you for combining Valentine's Day with April Mop!" 

Sebenernya, saya terharu banget... Tapi namanya seorang guru, saya harus jaga sikap juga (a.k.a jaim dikit dong ah). Saya juga mengucapkan terima kasih kepada anak-anak, selain karena perhatian mereka, juga karena mereka beli bunga ini dari anak-anak grade 12 yang menjual bunga untuk fund-raising graduation mereka. I love how they support each other while made me happy at the same time. Yes, I was truly happy and proud of them. 

Saat saya tiba kembali di ruang guru, semua ikut tertawa. Rupanya ketika saya lagi marah-marahin anak di kelas itu, Miss R menceritakan kejahilan murid-murid saya ke guru-guru lain. Bayangin, anak-anak itu hebat sekali, mereka tau kalau mereka paling bermasalah dengan Miss R, dan kali ini mereka gunakan Miss R untuk membuat prank ke saya. Kurang kreatif apa coba?? 

Thank you, Kids!

Saat saya kembali duduk di meja, saya hitung jumlah rosenya, ternyata ada 13, berarti masing-masing murid memberikan saya 1 batang. I think I should pat myself on the back, I am not a bad homeroom teacher after all. Hihihi...

Dan nggak lengkap rasanya untuk menutup cerita hari ini dengan Valentine-an saya di rumah. Saya nggak kemana-mana kok. Suami aja pulang malem. Tapi dia bawain ini nih.

Pot isinya cemilan hihihi...

Tau aja nih si suami, mending dapet ginian kayaknya, bisa dicemil bareng, termasuk oleh yang ngasih huahahahah...

The two that make my world complete

I guess, this Valentine is one of the most memorable ones. 

Happy Valentine's Day, everyone! Spread the love!

Saturday, February 01, 2014

Abigail's 1st Birthday - The Celebration!

Dari post sebelumnya, tentunya udah pada tau kalau perayaan ulang tahun Abby ini sebenernya dipersiapkan secara lumayan mendadak. Saya dan suami sepakat, ulang tahun pertama ini bukan acara yang gede-gedean dengan banyak permainan dan mengundang seabrek-abrek orang, melainkan acara makan siang bersama yang intim bersama anggota keluarga dan teman yang dekat dengan kita. Alasannya sederhana. Pertama, anaknya belum ngerti apa-apa, jadi kalau pakai games heboh, yang ada dia cuma jadi penonton. Kedua, hitung-hitung ini akan jadi acara gathering keluarga saat liburan sekalian merayakan Natal. Jadi kami berharap suasana nyaman, sehingga para anggota keluarga bisa mengobrol enak dan santai. Ketiga, acara ini lebih merupakan ucapan syukur kita karena Abby telah mampu melewati tahun pertamanya dengan penuh berkat dari Tuhan. Dia tumbuh sehat, semangat, ceria, semua hal yang orang tuanya dambakan ada pada dirinya.

Setelah emaknya Abby dihantui perasaan bersalah karena tadinya ngga mau ngerayain ultah Abby, mulailah menjelang akhir November, kita mulai berburu tempat. Kalau dibilang berburu banget juga nggak, intinya cuma nelepon, dan nunggu siapa yang responsnya bagus. Syaratnya tempat kalau buat saya: 1. Lokasinya harus ditengah-tengah. 2. Makanannya harus enak. 3. Suasananya nyaman. 4. Parkiran gampang. Syarat yang ke 4 itu sebenernya lumayan ultimate buat saya, karena saya gak mau mood tamu jelek duluan gara-gara susah cari parkir. Mirip2 deh sama syarat nyari tempat pas kawinan. 

Hari pertama kita berburu itu hari Sabtu, malamnya langsung cek tempat. Di tempat pertama yang kita kunjungi, tadinya kita lumayan optimis, sampai akhirnya kita ketemu sama salespersonnya. Saya berharap kalau ulang tahun anak di siang hari itu, kita bakalan menikmati ruangan yang terang dengan jendela-jendela. Tetapi salesnya ini aneh, begitu tau tamu kita setidaknya 50 orang, dia malah mau taruh kita di bar area yang tak berjendela. Alasannya karena private function. Ngek! Saat kita bilang kalau kita kepingin area yang berjendela karena ini ultah anak yang pertama, dia malah bilang, "Boleh deh Bu, nanti kita taruh di main areanya, tapi di pojok ya bu." Tambah ilfeel banget. Yang ultimate itu saat salesnya bilang gini, "Kalau di sini enak Bu, kalau tamu-tamu ibu suka merokok, tinggal keluar lewat pintu samping dan boleh merokok." Langsung deh, saya dan suami kehilangan selera. Malam itu kita pulang kecewa banget, padahal kan mestinya gampang toh ya nyari tempat makan-makan aja. 

Besoknya saya iseng telepon beberapa tempat lain, dan sorenya ada satu tempat yang responsenya bagus sekali, dan langsung minta kita datang cek tempat. Begitu sampai tempat ini, ngga tau kenapa hati kok rasanya enak banget. Kemudian ketemu salespersonnya, hati tambah enak lagi karena sangat mengerti apa yang dibutuhkan saat anak ulang tahun pertama, dan terakhir pas nyoba makanannya, langsung mutusin: this is it! Malam itu saya langsung kasih down payment haha. Ngebut ya? Iya, ngebut booking tempatnya doang, abis gitu emaknya ngga sempet ngapa-ngapain sama sekali sampai akhirnya hari H-nya sudah deket hahahaha. Ngundang orang aja cuma pakai telepon sama Whatsapp, minimalis banget deh ah persiapannya. 

Lagi-lagi preambulenya kepanjangan hihi. Terus gimana pas hari H-nya? 

Di bawah ini bakalan ada rentetan foto-foto perayaan ulang tahun Abby. Acara perayaan ulang tahunnya di RaSa, Intercontinental Midplaza, hari Sabtu, 28 Desember 2013. Temanya: Abigail's Christmas Birthday Party. Kan Abby lahirnya malam Natal, dirayain bareng sama Yesus hihihi. Foto-fotonya diabadikan oleh Lisa dari Edward Suhadi Production.  Selamat menikmati!!

Sambil nunggu mama beberes, Abby santai-santai dulu ya!

Eh iya, masih lama mama beberesnya, jadi Abby mau tamasya dulu berkliling-kliling kota naik becak *kayak lagu aje*

Waiternya lagi nyiapin table setting.

Mama Abby lagi sibuk nyiapin dessert table. Kue-kuenya homemade loh! *lap keringet*
Ini elcair yang dibikin penuh perhatian dan kasih sayang.

Susu merek Abby hihihihi...

Toples-toples  yang Mama Abby iket satu-satu

Cupcakes percobaan pertama, untung kagak gagal. Kalo gagal, sudahlah gak pake cupcakes!

Rumball bulat bulat
Goodie bags yang logonya dibikin kayak christmas ornament.

Birthday banner hasil karya kreatif Tantenya Abby. Eh iya, semua printworks di sini, didesign dengan penuh cinta oleh Tantenya Abby loh! (dan digunting2 dengan gahar oleh Mamanya Abby)
Birthday Cakenya Abby hasil karya Tante Dessy dari Bake and Cake. Itu kuenya lapis surabaya. Enak banget!

Yay! Akhirnya dessert tablenya Abby kelar deh!
Balon-balon gas merah dan ijo melayang-layang di udara.

Tantenya Abby lagi kasih finishing touch.
Papa mamanya juga siap-siap dong ya! *serasa kawinan kembali*

Foto dulu bertiga sebelum tamu-tamunya dateng.

Ciuman sayang buat Abby
Tantenya Abby yang bantuin design Birthday Stationeries :)

Halo Koko Alden!

Abby latihan "Kiss Bye"

Anak dan Papa sama-sama seneng
Abby bengong ngeliatin Opo-nya

Dua cowok potensial (yang kanan tapi udah ada gandengan haha)

Makan-makan-makannnn!

Thank you RaSa for the superb food and service
Oma yang bawa cucu

Oma yang bawa cucu juga!

Pas tamu lagi makan-makan, Abby ngapain dong?? TIDUR LAGI AJE! Udah gitu ngga mau bangun-bangun, pula saking nyenyaknya. Tapi akhirnya dibangunin juga soalnya kan kudu acara potong kue gitu loh!

Hore... Abby akhirnya bangun, langsung digantiin bajunya biar segeran hihi.

Happy Birthday to yoouuuuu.... Happy Birthday to youuuuu.....

Lihatlah barisan penggembira dan paparazzi!

Mau tiup lilin, Abby malah bingung ngeliatin papa mamanya monyong.

Mau potong kue, anaknya malah jumpalitan!

Giliran posisi bener, anaknya malah liatin kamera!
Ini Koko Ethan, sama goodie bagnya gedean bagnya ya hihihi...

Koko Alden kepergok ngambil susu sampe 3! (Abis gitu dibalikin sama emaknya huahahahah...)
Abby and Ethan, 8 months apart, very cuteeee!! 

Abby nyengir, Ethan bengong

Yak yak.... ini pemaksaan! Hahahaha...
Nggak lupa, foto-foto dulu ya sama tamu-tamunya! Sampe pegel loh gendongin Abby selama foto-foto keluarga. Tapi di bawah ini beberapa aja, soalnya kalo ditaroh semuanya, kalian juga gak kenal toh? Hwhaahahaha....

Keluarga inti Papanya Abby

Keluarga inti Mamanya Abby

Cowok gaul yang kiri itu, matchmaker saya dan suami loh!!! Bentar lagi dia bakalan nikah juga hihi. Happiness overdose! Liat aja Abby senyumnya manis di situ.

LAST BUT NOT LEAST!! Readers' Favorite Nanny!!

Suster ngakak, Abby bengong ngeliatin!
Abis acara kelar, itu semua makanan di dessert table langsung ludes kandas dibawain pulang sama tamu-tamu. Saya seneng banget akhirnya acara berjalan lancar dan lumayan sukses lah ya. Perut kenyang, hati senang, semua girang!! Terima kasih banget untuk saudara-saudara dan teman-teman yang datang hari itu. Makasih untuk Tantenya Abby untuk designnya, Pak Wisnu dari RaSa, dan Lisa dan Mas Wiji dari ESP. Ada satu orang yang bener-bener ingin saya ucapin terima kasih spesial, yaitu, MAMA SAYA! Mama, selain bantu secara fisik, juga bantu kasih saya semangat sampai akhirnya acaranya bisa berjalan lancar. Dari Mama juga, saya belajar kalau segala sesuatu dilakukan dengan rasa sayang pada anak, nggak ada yang namanya sia-sia. Rasa cinta yang saya dapat dari Mama itu, sekarang saya salurkan juga ke Abby. 

Gimana? Udah puas kaaaannn??? Hihihihihi... Semoga bandwidth temen-temen semua nggak ludes gara-gara fotonya kebanyakan. Sekian dan terima kasih :D