Monday, November 17, 2014

Bulan Madu Yang Sudah (3 Tahun) Berlalu

Beberapa hari lagi, saya dan suami sudah resmi menikah selama tiga tahun. Buat beberapa orang, itu singkat banget, apalagi melihat pasangan yang sudah menikah di atas 30 tahun. Buat kami gimana? Singkat juga! Nggak berasa, apalagi sejak ada si Abby, waktu kok ngebut banget berlalunya (plus badan ngerentek). Jadi di minggu yang penuh cinta ini, saya mau berbagi kisah seminggu pertama kita setelah jadi suami istri di tiga tahun lalu yang sebelumnya belum pernah saya bagikan. Sebenarnya sih sudah ada clue sedikit waktu kita dulu short honeymoon pergi kemana, tapi sekarang dijembrengin dikit deh ya hahaha. Reminiscence masa-masa di mana saya masih lebih singset dari sekarang (padahal mah badan sterek juga), dan kembali melihat tampang muda-mudi yang sekarang sudah jadi papa dan mama.

Here we go....


Setelah resepsi Sabtu itu, kita masih menginap dua malam di Ritz Carlton Kuningan. Hari Minggu, kita masih teler, gara-gara mertua bangunin pagi-pagi untuk sarapan keluarga besar di restaurant hotel (literally besar, ada kali di atas 25 orang diinepin semua di hotel). Padahal kaki ini masih gempor abis ajojing, ditambah suami masih teler lantaran muntah-muntah kebanyakan minum pas after party. Tapi ya namanya bertemu keluarga besar, kita pasang senyum-senyum ceria walaupun pikiran masih di ranjang. Habis sarapan, kita literally lanjut molor kembali, sampai sore hari kita bikin appointment untuk couple spa. Setelah sesi pijat dan lulur selesai, waktu berendem di private poolnya spa villa, saya masih inget banget tiba-tiba hujan badai, dan airnya tampyas masuk ke dalam pool huahahah. Jadi deh mau leyeh-leyeh gagal, dan perut juga udah minta diisi. Malam itu kita ngebabi di Amigos-Bellagio.

Hari Senin siang, kita check out lalu langsung ke toko buah di Gatot Subroto dan bikin parcel buah. Menurut tradisi Chinese, hari ke-3 nikah, kita harus kembali ke rumah orang tua masing-masing dan mengantar bingkisan. Jadi pertama kita ke rumah mama saya, lalu kemudian sorenya lanjut ke rumah mertua. Waktu habis resepsi, angpao kita titipkan dulu di mertua, dan pas di rumah mertua malah gatel pengen bongkar angpao sekoper. Dan saudara-saudara, ternyata bongkar angpao itu walau super mengasyikan, lama nggak kelar-kelar sampe pukul 2 pagi!! Yak pukul 2 pagi, suami beberes ambil baju beberapa dari rumahnya, terus kita pulang ke rumah saya lagi, packing, literally 3.30 pagi kita baru tidur, dan pukul 5.30 pagi sudah bangun dan siap-siap untuk berangkat short honeymoon. 

Tujuan kita adalah ke Langkawi. Bingung ya kenapa pilih Langkawi. Kenapa bukan Bali aja sih? Kan Bali terkenal banget. Langkawi ini direkomendasikan oleh suami saya yang pernah ke sana. Katanya kalau untuk betul-betul relax, Langkawi ini enak sekali. Pulaunya kecil, jalanannya bersih dan halus semua. Udara super bersih, dan yang jelas, mau kemana-mana bisa nyetir sendiri dengan mudah. Lokasi juga cukup dekat dari Jakarta alias short haul. It was perfect for a "right-after-the-wedding" honeymoon. Waktu itu kita naik Garuda Indonesia ke KL selama 2 jam, dilanjutkan dengan short flight ke Langkawi sekitar 1 jam naik Malaysian Airlines. Langkawi sendiri lokasinya di utara Malaysia, di laut Andaman.



Ini saya baru sampai KLIA sebelum ke Langkawi. Muka bener-bener kucel karena hampir tidak tidur dengan kantong mata tebal. 

Pesawat ke Langkawi. Saya excited banget kok short flight ada Sky Chefnya, nanti bakalan dapet meal lagi. Ehhh gak taunya cuma dikasih drink sama kacang hahahah. Ketepu dah.
Sampai di Bandara Langkawi, setelah mengambil koper, kita langsung ke tempat penyewaan mobil. Saat itu kita memilih Toyota Vios. Jangan ragu untuk menawar ketika akan sewa mobil. Nanti dia pasti akan bilang, "Special price for my Indonesian friends!" Hehehe.

Di Langkawi ini, kita memilih untuk tinggal selama 3 malam di The Danna yang berlokasi di Pantai Kok. The Danna saat itu baru buka sekitar satu tahun. Hotel ini nomer 1 di Trip Advisor untuk hotel di Langkawi, padahal ini bukan chain hotel. Tetapi melihat foto-foto dan reviewnya, plus pengalaman saat berada di sana, saya langsung ngerti kenapa hotel ini begitu mendapat tanggapan positif dari semua orang yang tinggal. Servicenya bagus banget! Mungkin ini salah satu hotel dengan service terbaik yang pernah saya tinggal. Ini hotel, bukan villa, tapi kita merasa semuanya personalized. Apa yang ada di foto, ya aslinya memang seperti itu, and even better. Waktu sampai hotel saja, masing-masing langsung dikasih 15 minutes neck massage di lobby. Enak banget!

Ini kamar kita. Luasnya kalau nggak salah sekitar 60-65 meter persegi. Jadi gambar ini sebenernya  kurang menggambarkan besar kamarnya. Maklum dulu nggak terlalu foto-foto detail.

Ini adalah pemandangan dari balkon kamar. Ada quay, lengkap dengan banyak yacht.

Kamar mandinya ada his and her sink, dengan gaya klasik kolonial tapi modern. Bathub terpisah dengan pintu geser jadi bisa langsung lihat ke ranjang (bukan kaca loh ya). Ada rain shower and closet terpisah.

Begitu sampai, di kamar sudah siap dengan champagne. Tapi berhubung saya capek banget, dan lebih milih tidur, champagnenya nggak saya buka. Kurang tidur, minum champagne, apa jadinya???

Sore hari juga diantarkan kue dan coklat. Setelah sampai hotel itu, kami langsung molor sepules-pulesnya. Udah nggak kuat lagi mata tinggal setengah watt.

Malam harinya, kita jalan kaki ke Perdana Quay yang letaknya tepat di sebelah hotel. Banyak sekali restaurant di dermaga tersebut dan rata-rata menunya international. Ada Brazilian, Russian, Italian, etc. Btw, daerah Pantai Kok ini lebih ke daerah "elit"nya, jadi pricewise harga makanan lebih mahal dibandingkan dengan di daerah Pantai Cenang. Kalau di Bali, mungkin comparisonnya antara Nusa Dua dan Kuta kali ya.

Ini pesanan kita malam itu. Kalau nggak salah restonya namanya Mare Blu. Kita pesan Baked Oyster with Spinach, Parpadelle Aglio Olio with Scallop, Mussel, and Brocolli, and Anchovies Pizza.  

Biarpun honeymoon, tetep masih demam Blackberry (at that moment, sekarang nggak lagi!)

Again, this picture didn't do justice. Ini area lobby, aslinya lebih bagus lagi.

Ini adalah librarynya. Jadi kalau mau santai baca-baca buku juga bisa. 

Besoknya, kita sarapan pagi. Setelah duduk di kursi, kita langsung dikasih refresher shot dan mixed juice of the day. Untuk standard buffet ada roti-rotian, pastries, salad, dan berbagai cold cuts. Tetapi yang istimewa adalah, semua main course breakfast di sini made-to-order, dan menunya  nggak main-main plus rasanya enak-enak.

Roti Canai dengan lentil dan kari ayam

Nasi lemak. Kalau kata suami ini nasi lemak bintang lima. Kalau beli di luar jadi cuma 3 ringgit hahahaha.

Minute steak and egg. Pagi-pagi udah makan steak, lengkap dengan melted egg yolk.

After breakfast, kita iseng muterin hotel. Di tengah-tengah hotel ada garden yang lush banget. Pohonnya beraneka ragam dan betul-betul terawat. 

Yang ini bar area. Kalau malam ada penyanyinya yang suaranya rasanya pengen saya gantiin aja. Huahahaha... *soalnya nyanyi lagu berbahasa Inggris nadanya suka dangdut*

Kalau dari atas ya kayak gitu gardennya. Gak flat tapi terawat. Ijo banget.

Di deket ballroomnya ada kitchen segede gini. MAU! *entah kapan hahaha*
Siang itu kita lanjut ke Oriental Village, untuk ngejar naik Cable Car, main attraction di Langkawi. Saya kira Oriental Village itu kayak macam Taman Mini atau Dunia Fantasi gitu loh. Ternyata serasa balik ke taman hiburan tahun 70-an! Asli agak-agak katro. Mainannya ada yang model sepeda air, lalu kursi-kursinya juga model kursi plastik hahahaha. Saya sama suami serasa kembali ke masa lalu. Sayangnya hari itu cuaca berangin, sehingga Cable Car tidak beroperasi. Kita sudah ketar ketir, karena kalau hari ini nggak bisa naik Cable Car, besok adalah kesempatan terakhir kita naik. Ya sudah lah ya, kita pasrah, dan ganti haluan.

Pemandangan di dalam Oriental Village yang serasa balik ke masa lalu. Turis mancanegaranya banyak banget loh!
Daripada bengong, akhirnya kita ke Jetty Kilim untuk sewa boat dan bertualang di Geoparknya. Itinerary bayangannya diputer aja deh, yang mana dulu yang bisa dilaksanakan. Di Jetty Kilim ini, kita bisa menyewa boat untuk adventure, mulai dari yang cuma 1 jam, sampai ada yang 4 jam. Kita ambil yang 2 jam dengan rate per kapal RM 300 (kalau dikerupiahkan sekitar IDR 1.1 jt). Kapasitas kapalnya bisa sampai untuk ber-8. Jadi kalau ada yang mau pergi ber-8 ya bisa sewa 1 kapal juga jadi ngirit. Atau bisa juga share dengan turis lain. Namun berhubung kita lagi honeymoon, berdua aja dong ya, sok romantis hihi.

Motor boat di Jetty Kilim

Pemberhentian pertama kita adalah di hutan mangrove lengkap dengan monyetnya.

Terus kita dikasih senter, untuk  masuk ke dalam gua kelelawar. Jadi literally saya tuh masuk ke gua di belakang itu sambil bawa-bawa senter dan jalan sambil jongkok. Serasa masuk ke rumah Batman.

Balik naik kapal lagi, kita ngelewatin restaurant, namanya "Hole In The Wall" Ini mah bukan hole lagi yak! Open air gitu semuanya hahahaha. Kalau diperhatiin, cuaca mulai hujan.

Liat deh, hujannya mulai deras banget, tapi tour tetap jalan. Untung ada atapnya walaupun kalah kalau sama angin, jadi kita rada kebasahan.

Pemberhentian kedua, kita diajak ke pembibitan ikan-ikan. Ini ada ikan pari masih rada baby. Itu tangan si masnya yang pake gelang.

Lalu dikasih liat dan disuruh pegang-pegang kepiting nggak jelas ini. Katanya bisa buat pijit-pijit. Padahal geli juga megangnya.

Nah ini dia bagian kaki kepiting yang tadi. Katanya bisa ditaruh di atas kepala kayak topi gitu, terus mijit-mijit kepala kita. Hiyyy! 

Setelah naik kapal lagi, kita dibawa ke daerah komunitas Elang. Langkawi itu kan asalnya dari kata Elang. Jadi ini adalah lambangnya Pulau Langkawi. Kita dikasih lihat cara kasih makan elangnya itu, alias elangnya nyamber-nyamber pas kita taruh daging.


Kalau yang ini, foto model memperagakan iklan minuman dingin huahahahaha....

Sekarang kita mulai menuju ke laut lepas Andaman. Di sini signal telepon sudah roaming menuju jaringan Thailand loh, bukan Malaysia lagi. Pemandangannya bagus!

Satu-satunya foto berdua di atas kapal, difotoin sama tukang kapal.

Pas di tengah laut lepas gini, langitnya mulai mendung parah lagi, dan nggak lama BYUUURRRR!! Bener-bener hujan badai!

Di sini mungkin nggak gitu jelas kali ya, tapi itu muka sama badan saya sudah basah kuyup sampai perlu pakai extra vest untuk melawan angin dan hujan. What a romantic journey :P
Sore itu kita balik ke hotel untuk istirahat sebentar, dan malamnya lanjut ke Pantai Cenang yang daerahnya lebih ramai, untuk makan di restaurant seafood yang antriannya paling panjang di sana, Orkid Ria. Restaurant ini terkenal sekali dengan Tiger Prawn-nya. Jangan bingung liat porsi makan kita. Laperrrr...

Jangan lupa kalau di Langkawi, harus minum Orange Juicenya. Beda dan enak banget!

Tahu Saus Kepiting

Tiger prawn 4 biji. Walaupun cuma 4 biji, tapi udang ini harganya setengah dari total bill kita! Kebayang deh kira-kira brapa.

Scallop Saus Belacan

Cumi Goreng Tepung

Percaya atau ngga, ini mal yang terkenal di Langkawi, udah kayak ITC aja ini mah. Untung masih ada toko-toko macem Body Shop. Beneran serasa balik ke tahun 80-an. Hello Gajah Mada Plaza!

Next day, sarapan lagi di restonya. Ada mbak-mbaknya yang muter-muter bawa bakpao kacang untuk dibagi-bagi.

Hari ini nyobain Eggs Benedict.
Asyiknya sarapan di sini adalah, main course-nya boleh dipesan berulang-ulang. Jadi kalau kemarin menunya yang kita cobain enak, ya pesan aja lagi. Mau 10 kali juga boleh haha.
Habis sarapan, lanjut berenang ke tepi pantai.

Tiap kali liat path ijo-ijo gini ke pantai, hati berasa tentram hahahaha. Sayang nggak bisa sering-sering.

Pemandangan Pantai Kok, banyak yacht.

Ini hotelnya kalau dilihat dari pantai. Gak besar ya, gak kayak yang di Bali kemarin.

Yang indah soal langkawi ini, di depan bisa pantai, di belakangnya backgroundya bukit. Jadi udaranya enak dan sejuk. 

Betis-betis segede paha.

Ini dia mobil sewaan kita, Toyota Vios Putih. Kudu difoto buat kenangan.
Siangnya kita lanjut muter-muter pulau, ke Pantai Tengkorak. Pantai ini adalah pantai umum, jadi siapa saja boleh kemari. Ombaknya lumayan kenceng, dan sepiiii...

Nyeker di Pantai Tengkorak

Di perjalanan balik dari Pantai Tengkorak, ada Pebble Beach alias pantai kerikil. Bener-bener isinya kerikil semua, jadi males main-main, tapi bagus buat difoto.
Mencoba peruntungan sekali lagi, kita balik ke Oriental Village untuk naik Cable Car. Biaya per orang dewasa RM 35. Dan kita benar-benar beruntung karena ternyata hari ini Cable Car beroperasi, terlihat dari antriannya yang kayak antri sembako!

Antrian sembako... eh cable car.

Pas mulai naik di atas cable carnya, it was breathtaking! Edan bagus banget! Keliatan gak itu hotel kita yang atap putih-putih hehe.

How majestic the view was! Yang tenda di bawah itu adalah terminal stop pertama, kita masih naik lagi ke stop kedua. 

Sudah sampai di atas, jangan lupa naik ke jembatan gantungnya. Untuk yang takut ketinggian, jangan nekad. Walaupun  keliatan kuat dan kokoh, kalau ada angin besar, seluruh jembatannya goyang!

Foto selfie jaman belum ada tongsis!

Iya, saya ngegantung gitu loh. Nanti deh di bawah saya kasih lihat ngegantungnya kayak apa.

Kalau dari point ini, bisa melihat the most beautiful sunset in Langkawi

Nah, ini dia jembatan gantung yang saya bilang. Bener-bener ngegantung gitu hahaha. Berani nggak ? Anginnya wer wer werrrr....

Nah ini buktinya angin kenceng, mendadak cewek cantik berubah jadi Chewbacca-nya Star Wars.

Suami saya mirip sama anak SD ya. rambut gak pake gel, pake celana pendek, kaos kaki, dan sepatu kets hihihihi...

Pemandangannya bagus banget walaupun mulai berkabut.

Nah, ini udah dalam perjalanan turun, keliatan lepeknya kayak apaan.
Malamnya, kita balik ke daerah Pantai Cenang yang banyak restaurant, dan langsung tergoda sama restaurant Nasi Kandar Tomato! Nasi Kandar itu kalau di Indonesia mungkin mirip Nasi Padang kali ya, tapi dengan pengaruh India.

Nasi Briyani Kari Ayam

Orange Juice-nya Langkawi yang wajib dipesen

Ayam Tandoori, fresh langsung dari gentong bakarnya

Garlic Naan

Ditutup dengan Roti Tissue dan susu kental manis. Puas puas puas!

Ini loh lauk-lauknya Nasi Kandar, dipilih dipilih dipilih!

Habis makan, masih laper mata dan makan jagung bakar lagi hahahaha.

Tukang jagung bakarnya males banget, pake kipas angin ditaruh di atas kursi -_-

Balik ke hotel, suami langsung berendem sambil minum Champagne, sementara istri mandi dan tidur zzzz....

Besoknya kembali nyobain sarapan yang belum pernah dipesen (plus mesen juga menu-menu yang lain yang udah pernah hahaha). Kali ini Belgian Waffle with Honey

American Breakfast, Scramble Egg, Sausage, Hashbrown.

Berhubung udah hari terakhir, sebelum check out main-main dulu di pantai dan beralai dikit nulis-nulis inisial pake love *malu*


Iseng foto kepiting kecil pakai BB.

Bunga-bunga bougenville bermekaran

Nah, ini daerah Perdana Quay yang pertama kali saya makan malam. Kalau siang ya begini bentukannya. Asik ya.

Yachtnya banyakan yang punya orang bule, lalu ada mbaknya yang tukang bersih-bersih sambil buang sampah.

Airport Langkawi (yang mendingan dikit dibandingin sama mal-nya)

Penasaran sama Marrybrown Fried Chicken yang katanya mirip KFC. Ternyata ga enak!
Saya masih inget, karena kesalahan teknis, pesawat saya muter-muter di udara sampai ekstra 1 jam, karena nggak kebagian tempat mendarat. Sampai di Kuala Lumpur, kita ketemu sama yang namanya: MACET PARAH... maklum hari Jumat. Trafficnya gak bergerak kayak di Jakarta. Padahal ujung hotelnya udah keliatan, tapi taksi hampir gak bergerak.

Karena macet, jadi bisa iseng motret. Coba kalau iklan ini ada di Hayam Wuruk/ Mangga Besar. Pasti pengertiannya beda. (pssttt... Di sinii banyak "ayam"....)
Malam ini kita nginap di Sheraton Imperial. Lokasinya dekat dengan monorail, jadi kalau mau ke Bukit Bintang tinggal 2 setopan (kalau nggak salah). Kita dapat pemandangan ke Twin Tower. Pas sampai kamar capeknya amit-amit, tapi lumayan happy pas dapat kue dan coklat yang bentuknya cantik banget.

Walaupun capek, tapi foto dulu. Plus lapar berat, tapi harus beli oleh-oleh dulu buat orangtua.
Eh iya, story soal beli oleh-oleh ini, pernah saya tulis ya beberapa tahun lalu. Pengalaman yang lucu tapi ngeselin hihihi.

Ke Bukit Bintang, Sephoranya ternyata gede juga ya. Maklum sebelum ini terakhir ke KL di 2007, kayaknya udah jauh lebih maju di 2011.

Langsung masuk ke Pavilion demi misi mencari kado. Suasana udah natalan semua.

Misi mencari kado selesai, badan sudah bener-bener lepek, perut sudah benar-benar lapar, lanjut makan malam di TGIF. Porsinya as usual, gede banget, tapi kurang enak karena bacon bukan pork haha *teteup ye pencinta bacon asli*

Sambil nunggu monorail balik ke hotel, sambil iseng foto ikan KFC. Sampai nyari info dulu, berbaloi itu artinya apa sih?? *ternyata artinya worth*

Dari dalam kamar, buka jendela, sebelah tengah ada Twin Tower Petronas

Sebelah Kanan ada KLCC Tower

Makan terakhir sebelum pulang ke Jakarta. Breakfastnya kurang enak. Kayaknya gara-gara yang di Langkawi kelewat enak hihihihi...

Selesai juga short honeymoonnya. Naik taksi balik ke KLIA, sudah lebih cerah, kantong mata sudah hilang, dan yang jelas, muka bertambah bulat
Tips buat pengantin-pengantin baru, boleh lah diikutin cara honeymoon saya ini. Saat kita lagi capek, jangan langsung pergi yang jauh-jauh dengan long haul flight, apalagi yang mengandung kata "jet-lag". Kalau pas sehabis acara resepsi, pergi saja ke tempat yang dekat, tapi fasilitas baik, sehingga kita betul-betul merasa happy dan relax. Setelah short-honeymoon perdana ini, sudah dapat relaxnya, baru kita siap-siap energy lagi untuk yang jauh-jauh dan lebih adventurous. 

Walaupun isi post ini sudah rada basi, tapi pas saya nulis dan pasang foto, kok rasanya hati berbunga-bunga, mengingat masa-masa seru itu, di mana kita masih bisa jalan-jalan berduaan, seenaknya ganti-ganti jadual, bangun siang, telat makan sampai teler, dan lari-larian ngejar jadual monorail yang sudah mau habis. Ternyata setelah ada Abby, pergi bertiga itu jauh lebih adventurous lagi, dan lebih menguji kita sebagai pasangan dan sebagai orang tua. Masih banyak lagi perjalanan-perjalanan yang akan kita lalui sebagai keluarga, dan trip tiga tahun lalu itu adalah awal dari semuanya. Cannot wait for more adventures!

47 comments:

  1. bener banget tipsnya... abis married ga usah pegi jauh2 deh, apalagi ikut tour... mending yg deket, tapi relax, dan nyantai...

    hotel di langkawi kayaknya bagus banget ya... jadi mupeng pengen kesono hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan itu hotel gue emang bagus banget Mel. Tapi di sana banyak sekali pilihan hotel mulai dr yang premium sampai yang budget. Kayak di Bali lah. Cuma jauh lebih tenang menurut gue. Yang right after the wedding emang sebaiknya deket dan relaxing. Tp abis gitu mau pergi yg jauh gpp krn energy udah kembali lagi.

      Delete
  2. Wahhh cakepp banget ci langkawi, ternyata ada tempat bagus yg deket jkt yaa...boleh dipertimbangkan nih wlpn hotelnya bukan yg model modern minimalis tp cakep yaaa, bener ci pas ak habis married udh capek semua badan jadi perginya ke jogja aja yg tempatnya kalem gt dan isinya cm jalan2 santai dan makan sambil merencanakan honeymoon sesungguhnya hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu hotelnya bagus banget Mir. Kalau minimalis banget kelewatan gitu saya jg gak demen misalnya ky model Hotel Harris. Sebenernya The Danna ini kerennya karena model kolonial padahal bangunan baru hehe. Cici jg mau ah kapan ke Jogja. Pgn wisata kuliner.

      Delete
  3. wah bagus juga yah ce langkawi, dan hotelnya juga cakep bngt.. aku suka foto cc yg di tengah pantai itu :)

    suka deh baca2 cerita honeymoon nya, sweet hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama ini Langkawi agak underrated ya hahaha. Malah enak karena jadi lebih santai.

      Delete
  4. Short honeymoon nya seru... Jadi inget honeymoon saya beberapa bulan lalu... bangun pagi seenaknya, mau pergi juga siang hari :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti penganten baru ya? Selamat ya Sandrine hehehe. Namanya honeymoon right after the wedding memang harus santai banget dan ngga keburu2. Lebih banyak spend time waktu barengan cuddling2 hahaha.

      Delete
  5. Bookmarked, bookmarked, bookmarked!!! Hihihi. Foto2nya bagus2 amat, Ci Leony. Thanks udah sharing ceritanya, ada juga beberapa fotonya yang lucu sukses bikin ketawa *liatin kipas di jagung bakar*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi nih mau jalan2 ke Langkawi? Kalo jadi banyak yang ke Langkawi gara2 cerita ini, mestinya saya diangkat jadi duta tourism ya hwhahahaha.... Fotonya asli loh tanpa editan. Dijamin ga pake camera 360 :p

      Delete
  6. Aku stuju sama cara honeymoon cc ^^, karena persiapan dan resepsii begitu menguras tenaga baiknya honeymoonya lbh relax n santaii... Hihihi

    Jembatan gantungnya agak horor yah... >.< pas jalan klo angin kenceng kaki gemeteran smua sm ngefrezzee dhe klo aku... =.=

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi. Paling enak liburan santaiii... Bener2 enjoy time berduaan. Melepas penat setelah acara nikahan seharian, lalu ngomongin masa depan... *tsahhh...

      Jembatannya keren banget Jur. Emang agak serem kalo takut ketinggian. Tp kalau ngga, harus ke situ. Unforgettable!

      Delete
  7. Ohhh ini toh cerita Langkawi yang elu bilang naek kapal kena ombak gede juga? Hotelnya baguss ya le..yaeyahh lahh buat honeymun kudu bagus atuhh yaaa....mantaapp dahhh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah cerita di postingan Ci Yance pas ke Langkawi ya? Lupa2 inget jadinya hahahaha.

      Iya suka banget Ci sama hotelnya. Bener2 sesuai ekspektasi. Malah lebih bagus dari ekspektasi hahaha.

      Delete
  8. Ya ampun 3 tahun lalu lo masih kinyis-kinyis banget, kayaknya efek nggak pake kacamata deh, selama ini selalu liat foto lo pake kacamata. Kalo laki lo bener-bener macem anak SD hahaha...

    Ternyata Langkawi ada cable car yang keren toh? Pas cruise mampir ke Langkawi cuma main ke underwater world-nya aja, Madeline jelas seneng ngeliat fish. Gue sih biasa aja hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... pas ke Bali juga gue ga pake kacamata kan Ngel. Tapi ga terasa kinyis2 karena bawa unyil hwhahaha.

      Langkawi itu kata suami underwaterworldnya biasa aja jadi dia ga recommend. Sayang banget elu ga naik cable car. Pdhl org2 pada antri mau ke situ. Next time balik lagi ya.

      Delete
  9. hotelnya bagus ya..
    itu bfast nya included ya? jadi mesennya bebas aja gitu? asik juga ya...

    honeymoon emang menyenangkan sekali ya... bagus nih lu bisa dokumentasiin begini...
    sayangnya dulu pas kita honyemoon foto2nya gak banyak. kurang narsis dulu. huahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menu breakfastnya ya memang sistemnya seperti itu Man. Jadi dia bukan buffet yang arraynya luas, melainkan made to order, tapi enak-enak semua hehe. Ada menu booknya.

      Gue juga udah pernah post bbrp fotonya di FB, tapi kalau di blog jadi bisa buat kenangan karena ada ceritanya :)

      Delete
  10. Ci Leony, salam kenal. uda lama liat cerita jalan2nya, cuman blom perna komen.
    itu kepiting nga jelasnya namanya horseshoe crab kah? it's a living fossil! *excited sendiri*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener! Kalau bahasa Melayu-nya Belangkas kalau nggak salah. Wah ternyata sering mampir kemari ya hehehe. Thanks for stopping by ya :)

      Delete
  11. langkawi, baru denger nih tempatnya oke juga.
    btw aby ternyata mirip bapaknya banget ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke banget kalau menurutku untuk relaxing holiday. Asal harus bisa nyetir sendiri ya, karena di sana nggak ada public transport.

      Abby mirip emak bapaknya combo :)

      Delete
  12. Baguuss ci!!! suka banget sama hotelnya. emang bener. mendingan cari tempat honeymoon yang buat leyeh2. lebih asik dan gak harus kejar tayang harus kesana kemari. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau short honeymoon yang after the wedding itu kan kita dalam kondisi capek banget dan butuh melemaskan otot-otot ya. Jadinya jangan yang tipe ikut tour gitu dan gak perlu jauh-jauh. Nanti kalau udah ready baru jauhan.

      Delete
  13. BuLe, yang short honeymoon aja lengkap bener begindang ya. Jadi pengen ke Langkawi deh. Btw itu jembatannya serem bener. Gw pasti dah pingsan di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, gue jadi promosi Langkawi kan Bang Dani :P. Masak sih ente bakalan pingsan? Terus si Bul sama A(...) nanti siapa yang gendong?? Masak Bul gendong ente? Huahahaha...

      Delete
  14. Iiiihhhh kenapa sih kamu post ginian.. kan jadi pengen hanimun lagi.. tapi apa daya yaaa.. hanimun kedua tinggalah angan2.
    Btw. Itu foto lu yg captionnya bapao kacang mirip banget ama.abby...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ayo dong hanimun lagiii... kan bisa titip dulu Kenny sm Ian hahahahah. *lah titip kemaneeehhh*

      Di atas ada yg blg suami mirip Abby. Eh elu blg gue mirip Abby. Berarti pas lah ye fifty2 hihi.

      Delete
  15. Kenapa ya... kalo liat posting tentang honeymoon, jadi keliatan dobel deh cakep nya. Hihi. Aura newly-wed ya kayanya. :p
    Btw Langkawi menarik ya... bole juga ni buat 2nd honeymoon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh buanget Din. Gue suka banget ke sana sangat relaxing. Tp jangan lupa harus sewa mobil ya. Kalo lu demen shopping sih di sana ga ada apa2. Tp kalo pingin menikmati alam, oke banget.

      Delete
  16. mama panjangin rambut lagi dong, terus diwarnai biar kaya poto diatas....kan sekarang udah jadi mamak2 gaul, yg bentar lagi kudu anter jemput Abbu kalau udah banyak kegiatan jadi mama bisa tampak modis dan keren, bukan aura bu guru hahahha j/k loh....

    gw demen deh sama hotel model kolonial2 gini, trus terawat baik yah...putih, tinggi dan bersih ...tiba2 kangen ke Penang, suasana foto2 diatas mirip2 sama Penang padahal dari Penang ke Langkawi deket tuh tinggal naik getek tapi kagak cocok bawa Monat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa. Kayaknya aura bu guru kelewat melekat ya sama gue. Pdhl udah 5 bulan nih gak jadi guru lagi. Jadi gurunya Abby doang.

      Itu hotelnya bangunan baru loh Fel. Bener2 dibikin gaya kolonial. Makanya walaupun balutannya klasik tp benernya modern banget hehe.

      Delete
  17. Bagus juga ya, gua belum pernah kesana lho. Hmmm kayaknya nasi kandarnya lezat nian, kok ekspresi elo lihat makanan TGIF begitu sih hihi.. kecewa gak dapat pork ya:P
    Beberapa foto di atas keliatan banget si Abby mirip elo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ekspresinya karena porsinya gede banget El hahaha. Nasi kandar emang enak. Tapi habis gitu gue mules2 besoknya kayaknya gara2 rempah2nya kelewat kuat.

      Delete
  18. Ci, sewa mobil di langkawi itu harus ada SIM Internasionalnya ? wahhhh.. mau nyobain ke langkawi.. hihi.. tq ci Reviewnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga kok, kita pakai SIM Indonesia hehehe. Bisa aja di sana mah. Dan di sana memang ga ada opsi transport yg memadai selain sewa mobil/ motor. Iya coba aja ke Langkawi. Tp jangan ngarep hiburan kayak Bali ya. Ini lebih ndeso jauh drpd Bali.

      Delete
  19. wah dulu lu kurus banged ya pas merit? beda brp kilo ama skarang? hauhaha i know pertanyaan haram, tapi gw juga masih sisa 3 kilo nih ihiks.. Emang bener kata siapa tuh diatas, aura newly wednya berasa banged yaa klo foto hunimun gini. Ngeliatnya aja uda kebayang seneng2nya pas hunimun dulu..

    Trus gw kepengen NANDOS nya itu yg di banner, hihihi jadi kangenn nandos :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue pas merit aja udah 58 kg, kurus darimane?? *dan skrg msh lbh berat 5 kg* hahahah. Never in my life gue kurus alias lean kayak org2 lain.

      Haha, di Indonesia jg udah ada yg niru jualan peri2 kan? Lupa namanya... di Kokas kalau gak salah. Lumayan enak.

      Delete
  20. gue kirain tuh langkawi lebih sepi gitu le,...kyk private island....soalnya kalo ada iklan iklan resort di sono, kyknya beach nya deserted gitu...
    boleh nih jadi pertimbangan mo kemana pas honeymoon ke-2...wakakakakakkakka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lu bukannya udah honeymoon kedua alias baby moon? Hihihi... iya asik dan santai banget pulaunya Nan. Gak kyk Thailand gitu.

      Delete
  21. Seru banget ci, honeymoonnya! Lengkap pula dokumentasinya hihi. Viewnya bagus banget ya dr cable car sama jembatan gantungnya, tapi asli serem banget itu (phobia ketinggian sih). Jadi pengen 2nd honeymoon lagi gak ci, kl reminiscence kek gini? Oiya, happy anniversary ci! Langgeng trus sampe jd kakek nenek :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Yuni. 2nd honeymoon udah kok hahaha. Kan ke Turki abis gitu. Skrg kalo pergi2 lagi bawa anak. Honeymoonnya nanti aja kl hati udah tega buat nitip anak hahaha.

      Delete
  22. Baru balik dr Langkawi nih ci.... dan td pagi diingetin kl Leony pernah tulis juga soal Langkawi. Dr foto sih ngga banyak perubahan. Mary Brown aku cm icip apple pienya hehe Dan disana tyt surganya Duty Free Shop yah. Mulai dr supermarket, rokok, minuman keras smp peralatan makan & masak. Langkawi memanh sepi, tp ngangenin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Dika. Stay di mana dan nyobain makanan apa aja selain Mary Brown? Enak ya di sana utk liburan. Very laid back. Pengen suatu hari balik bawa Abby. Krn di sana saya tujuannya bukan shopping, jadi gak terlalu perhatiin yang murah apa aja hehe.

      Delete
  23. Baru balik dr Langkawi nih ci.... dan td pagi diingetin kl Leony pernah tulis juga soal Langkawi. Dr foto sih ngga banyak perubahan. Mary Brown aku cm icip apple pienya hehe Dan disana tyt surganya Duty Free Shop yah. Mulai dr supermarket, rokok, minuman keras smp peralatan makan & masak. Langkawi memanh sepi, tp ngangenin :)

    ReplyDelete
  24. Helo Leony, gw & teman silent riders. Kenalkan :) Ini sebenernya business trip sih masuknya. Dadakan bgt, ampe hotel aja go show. Kita nginep di Adya hotel, Kuah. Hotel baru konsepnya Islami. Kmn2 naik taksi yg fixed price. Buka puasa kita sempet makan di Wonderland Seafood (rameee) sm makan Nasi Kandar H. Ali. Krn puasa jg ( & maghrib disana jam 19:42!) Kita cm sightseeing aja ke Cenang Beach & Eagle Square. Ngabuburit di mall2, makanya jd sadar kl banyak Duty Free Shop. Baca ulang lg tulisan ini nyesel euy ngga ke Sky Bridge :D Aku pun kesana naik MAS, transit di KL. Jakarta-KL msh lumayan dpt nasi lemak hehe

    ReplyDelete
  25. Nice narration and pictures!
    happy honeymoon

    ReplyDelete