Monday, November 10, 2014

Abby Jalan-jalan Ke Kebun Raya Bogor

Tadinya mau masukin edisi "Abby Tamasya", tapi kok cuma sebentar ke Kebun Raya aja dan nggak pakai nginep, jadi itungnya jalan-jalan aja deh hihihi. Jadi ini masih sambungan dari solusi atas kasus horor di bulan lalu, minggu lalu tanggal 2 November 2014, kami sekeluarga untuk lanjut "terapi" Abby dengan membawa dia jalan-jalan ke daerah hijau nan luas, dan kita memilih ke Kebun Raya Bogor yang lokasinya cukup dekat dari Jakarta.



Selain ngasih liat pemandangan di Kebun Raya-nya, ada beberapa tips yang saya mau kasih kalau kita ke Kebun Raya Bogor di hari Minggu.

1. Sekarang di Bogor setiap hari minggu ada Car Free Day (CFD) dari pukul 06.00-09.00. Jadi kalau mau ke Kebun Raya, atur jadual kira-kira sampai di Bogornya sekitar 10-15 menit di atas pukul 09.00 supaya tidak stuck di jalan. waktu kemarin ini kami sampai sana pukul 09.30 dan kondisi masih macet berat, dikarenakan sisa-sisa keramaian CFD plus banyaknya tukang jualan plus turis lokal yang nangkring di luar Kebun Raya (tepatnya di jalan raya depan Istana Bogor) untuk ngasih makan rusa.

2. Setiap hari Minggu dan hari libur lainnya, mobil tidak boleh masuk ke dalam Kebun Raya. Jadi pintu masuk yang dibuka hanya untuk pejalan kaki. Ada pilihan pintu gerbang utama, pintu gerbang 4, dan pintu gerbang 2. Di pintu manapun, parkirnya tidak bisa di dalam, tetapi di jalan raya. Tips saya, parkirlah di sekitar pintu gerbang 2 yang dekat dengan Mc Donalds dan Kantor Pos. Kalau gerbang utama sepanjang jalan ramai dan ribet, gerbang 4 itu tidak ada parkiran. Jangan kaget, walaupun di pinggir jalan raya, tiket parkir dipatok Rp. 15,000. Ada karcisnya, dan tukang parkirnya (yang tak berseragam) akan stand by sampai kita pulang sore.

3. Tiket masuk untuk dewasa dan anak di atas 5 tahun Rp. 15,000/ orang. Jadi kemarin yang bayar cuma saya, papa Abby, dan sus. Abby masih gratis. Ketika di loket, mintalah peta Kebun Raya yang berbentuk brosur, karena ternyata Kebun Raya Bogor itu luassss... Jadi sebelum jalan jauh, pikirkan dulu rutenya mau kemana, karena kalau sudah sampai ujung, baliknya itu bikin gempor.

4. Di dalam tidak ada tempat makan yang mumpuni kecuali Grand Garden Cafe (dulu namanya Kafe Dedaunan). Yang ada hanya model penjual snack dan nasi kuning/ nasi uduk model koperasi yang sudah dipak-pak plastik. Jangan harap ketemu restaurant fastfood. Boleh kok piknik di sini, seperti mayoritas orang-orang yang datang. Cuma, jangan lupa ya, jagalah kebersihan. Saya sedih banget melihat orang-orang yang piknik lalu sampahnya ditinggalkan begitu saja.

5. Untuk yang membawa bayi/ balita, disarankan untuk membawa stroller. Rutenya sebagian besar stroller friendly. Kecuali kalau anda kuat gendong anak di saat anak anda teler, ya boleh dicoba lah gak usah bawa stroller hihihi.

6. Wece di sana semuanya bayar. Kebersihannya katanya sih lumayan. Saya sendiri tidak ke wece umumnya, karena saya ke wece yang di Kafe saat makan siang di sana. Tapi siapkan saja uang kecil just in case mau buang air kecil/ besar di wece umum.

7. Buat yang nggak tahan sinar matahari, bawa topi atau selendang. Karena walaupun udaranya terasa masih bersih dan enak, mataharinya nyorot juga euy. Jangan tertipu sama udara yang kelihatannya hazy-hazy berkabut sejuk. Kenyataannya... puanasss... Siap-siap juga bawa payung kecil just in case hujan, karena tidak ada tempat berteduh.

8. Pakai sepatu yang nyaman, karena kita akan jalan kaki terus. Kalau mau masuk-masuk lebih explore, disarankan pakai sneakers karena jalannya ada yang berbatu-batu. Tapi kemarin ini saya milih jalan yang aspal saja, karena bawa stroller. Sudah begitupun, I wished I wore my sneakers. Kayaknya bakalan jauh lebih nyaman.

Buat saya, Kebun Raya Bogor is highly recommended untuk wisata keluarga. Tetapi ada beberapa catatan dari saya di bawah nanti sambil cerita lewat foto (yang kali-kali nanti bisa dilihat sama pengelola Kebun Raya untuk perbaikan ke depannya). Yuk ngintip-ngintip fotonya dulu!

Ini loh Gerbang Nomor 2 yang ada loket masuk Kebun Raya Bogor. Hampir nggak kelihatan dari luar saking ketutupan orang jualan. Patokannya, ada di sebelah Kantor Pos ya. Sebelum Mc Donalds.

Seperti tadi yang saya bilang, ambil peta dulu sebelum mengitari Kebun Raya. Just in case petanya hilang, mending foto dulu peta di dekat pintu masuk ini pakai HP.

Baru sampe, masih seger, badan masih pada tegap hahahaha...

Di mana lagi di Jakarta bisa dapat pemandangan kayak gini. Pas masuk seneng banget rasanya.

Si anak kecil aja udah nggak sabar jalan kaki

Kita masuk ke area Taman Teijsmann, luas dan hijau

Look at your right. Liat aja lagi ada bapak-bapak difoto sama istrinya pake pose snow angel!

Abby dan Papa sama-sama senang!

Suster berusaha merayu Abby supaya Abby mau duduk dan guling-guling di rumput hihihi...

Akhirnya mau juga ini anak duduk dan pegang rumput.  Tapi nggak lama bangun lagi.

Perjalanan dilanjutkan ke area Museum Zoology. Di sepanjang jalan, banyak gedung-gedung peninggalan Belanda yang tadinya bekas laboratorium, tetapi sekarang sudah tidak digunakan lagi. Sayangnya, kondisinya sangat-sangat mengenaskan. Seandainya saja bisa dipugar, tentu akan menambah keindahan daerah ini. 

Koleksi burung di dalam museum. Sebenarnya koleksinya banyak dan bagus sekali! Tetapi sayangnya agak gelap, dan sirkulasi udara kurang mumpuni, jadi Abby agak bosan lihat-lihat.

Berbagai jenis ikan yang diawetkan, lengkap dengan keterangannya

Berbagai jenis serangga dan kupu-kupu. Sebenarnya masih banyak lagi koleksi seperti ini di beberapa ruangan. Untuk yang suka binatang, dijamin puas. Tapi lagi-lagi penerangan dan sirkulasi udaranya bikin kita kurang betah berlama-lama.

Berbagai koleksi kepala binatang. Sebelah kiri Badak Jawa, sebelah kanan Badak Sumatera. Ayo apa bedanya?

Kalau ingin membeli bibit tumbuh-tumbuhan, bisa beli di sini. Namanya Garden Shop. Di sini juga bisa menyewa sepeda, atau beli tiket mobil keliling. Sayangnya, musik yang diputar dengan kencang di sini sampai kedengaran kemana-mana, kok tidak sesuai dengan tema Kebun Raya atau Sunda ya. Lagunya apa coba? "Sakitnya Tuh Di Sini - Cita Citata". Kebun Raya Bogor mestinya bisa memutar lagu traditional Sunda dong ya, atau  lagu anak-anak yang mendidik. Tapi ini muternya lagu dangdut Alay.

Yang ini namanya Monumen Lady Raffles, dekat dengan Gerbang Utama. Belakangnya ada danau yang cukup luas.

Ini dia danaunya. Banyak keluarga yang piknik di sini, bikin permainan, dan lain-lain. Tapi kok ya sampahnya ditinggalin begitu aja.

Sepanjang jalan, kita melihat pohon-pohon yang sangat hijau dan rumput dimana-mana. Udaranya bersih. 

Ini contoh kedai makanan koperasi yang tadi saya sebutkan di atas. Jadi kalau tidak bawa makanan sendiri dan tidak mau makan di Kafe, adanya ya ini. Nasi Kuning, Es Krim koperasi, dan minuman dingin. Penjual ini ada di beberapa spot di dalam Kebun Raya.

Area Favorit saya, Taman Mexico. Terlihat paling bersih, soalnya gak ada rumput, dan saya yakin ngga ada yang mau duduk di kaktus hahahaha.

Bagus banget kan? Suka deh!

Tanaman yang dibentuk seperti Musisi Mexico, lengkap dengan alat musik dan sombrero.

Sambil melewati Taman Mexico, kita menuju ke Jembatan Gantung. Di sini ada dua Jembatan Gantung. Ini yang di posisi bawah kalau lihat di peta.

Jembatan Gantung yang imut-imut. 

Boleh dong bergaya sama si Sus

Ada beberapa area yang jalanannya berbatu seperti ini, jadi agak sulit kalau bawa stroller. Tapi ini optional kok, kan gara-gara mau lewatin Jembatan Gantung, jadi lewat jalan gini hehe.

Suasana Jalan Kenari. Ini udah mirip kayak yang di pilem-pilem Korea gak? Hahaha

Untuk tau seberapa besar pohonnya, Papa Abby sengaja berdiri di bawah pohon. Wuih.... jadi kurcaci deh.

Sampai juga kita di area Kafe Grand Garden (dahulu Kafe Dedaunan). Pas juga waktunya untuk makan siang.

Siapa coba yang nggak mau makan dengan pemandangan kayak gini. Cakep! Makanannya juga cukup enak dan harganya reasonable. Kekurangannya adalah, karena outdoor, kebanyakan tamu jadi merokok. Untungnya dipisah areanya antara smoking and non smoking. Tapi ya tetap tercium sedikit-sedikit.

Ultimate Nachos

Nasi Goreng Ala Thai dengan Pineapple and Raisin buat saya. Kita semua pada pesan Nasi Goreng tapi beda-beda. Papa Abby Pesan Nasi goreng Ayam. dan Sus Abby pesan Nasi Goreng Ikan Asin. Semuanya enak!

Kalau yang ini.... ya gitu deh, acak-acak nasi!

Tak lupa pesen Poffertjes buat penutup

Habis makan, langsung lari-lari di rumput! (gak lama ngusruk untung nggak sampe jatuh karena ketahan kaki papanya)

Ada kolam teratai yang cantik di seberang depan

Dan itulah Kafe di sebelah belakang

Abby paling seneng kalau diangkat-angkat begini

Suster pakai selendang, kejar-kejaran sama Abby di taman, udah kayak di film India

Yang ini namanya Astrid Avenue. Bagus banget! Bunga-bunganya mekar semua, cemaranya tinggi-tinggi

Dulunya area ini tempat area pohon kapas, jadi banyak bunga-bunga kapas di rumputnya. Sekarang jadi hijau semua, tapi tetap bagus, cocok buat lari-larian dari ujung ke ujung. 

Enaknya yang punya asisten pribadi untuk gendongin...

Sementara Mama Abby malah ngedorong stroller yang isinya tas keperluan Abby hahahaha...

Anak-anak muda lagi ngumpul di bawah pohon (mungkin lagi nyari wangsit). Eh iya, jangan ketipu sama langit yang kelihatan mendung-mendung hazy. Aslinya mah panas!

Tiba-tiba di tengah area hijau itu, ada satu rumah, nggak jelas tempat tinggal siapa. Kata Sus, "Itu Rumah Kos kali, bu!" Terus saya bilang, "Kamu mau tinggal di situ? Kalau malem gelap semua loh di luarnya." Dijawab, "Ga mauuuuu!"

Yang ini taman di ujung atasnya Kebun Raya, namanya Taman Lebak Sudjana Kassan. Keliatan sepi kan? Pas diperhatiin di balik pohon banyak ABG pacaran berdua-dua. Hiyyy *lebih serem dari rumah kos tadi*

Setelah itu kita lewati Jembatan Besar. Sayangnya pas kita tengok, di pinggir kali agak kumuh dengan jemuran pakaian, dan grafiti yang merusak pemandangan.

Nah ini yang tadi saya bilang mobil wisata keliling-nya Kebun Raya. Tapi udah sampai situ kan tujuannya jalan santai menikmati udara dan pemandangan ya. Masak mau naik mobil wisata sih? 

Kalau lihat ke kiri jembatan, suasana lebih hijau royo-royo. Tapi kalau diperhatikan lebih jelas, masih banyak sampah di dalam sungai. Malu euy.

Akar tunjang yang merambat-rambat, cocok untuk setting film si Buta Dari Gua Hantu

Yak, jadi pohon ini sudah nangkring di situ dari tahun 1872. Usianya sudah 142 tahun!

Dalam perjalanan balik ke Gerbang 2 tempat kita masuk, saya minta Papa Abby untuk ambil foto, contoh di mana orang buang sampah sembarangan. Dan inilah salah satu contohnya, main buang sampah tempelin ke tanaman yang begitu bagusnya. Nyesek liatnya! Dan ini cuma sedikit yang terfoto. Di area lain, ya ampun... sampai bikin tumpukan loh! Bahkan ada yang naik mobil wisata sambil buang sampah. Grrhhh...

Dan, selesailah perjalanan kita ke Kebun Raya Bogor. Keluar dari Gerbang, jangan kaget ya, makin sore tukang jualannya makin padat, banyak, dan beragam, dan to be honest, nggak enak dilihat! Seandainya saya area ini lebih bersih dan tertib, pasti jauh lebih enak dipandang mata. 
Eh iya, saya mau kasih liat rute saya jalan kemarin yang lumayan bikin gempor tapi asik.

Yang merah itu rute sebelum makan siang, yang pink itu rute setelah makan siang. Lumayan pulang-pulang betis jadi tambah keker!
Beberapa note untuk pengelola Kebun Raya Bogor:

1. Kalau bisa area di dalam Kebun Raya semua orang dilarang merokok. Pertama, karena banyak sekali anak-anak di sana, dan kedua, puntungnya itu loh, suka dibuang sembarangan. Kita ke Kebun Raya kan ingin menghirup udara segar ya, bukannya menghirup asap rokok. Walaupun ini minor karena Kebun Raya luas sekali, tetapi bagus untuk dipertimbangkan.

2. Mungkin perlu dibentuk "Park Ranger" atau polisi taman. Teamnya tidak usah besar-besar, tapi tugasnya adalah berkeliling dengan sepeda untuk menegur/ menilang orang-orang yang membuang sampah dan merokok sembarangan. Saya yakin, uang hasil tilangnya itu cukup untuk membiayai gaji para Park Ranger. Usul menarik kan ya?

3. Perlu adanya designated parking area yang berlokasi di sekitar Kebun Raya. Mungkin bisa sebidang tanah yang luas, sehingga pengunjung Kebun Raya tidak perlu parkir di pinggir jalan, karena selain kurang nyaman dan aman, juga menyebabkan kemacetan di sepanjang area luar Kebun Raya.

4. Perlu ditertibkan juga para pedagang kaki lima dan pedagang asongan, karena selain jualannya tidak teratur, mereka juga membuat area di sekitar pintu gerbang menjadi kotor karena banyak yang jajan dan buang sampah di situ.

Secara umum, jalan-jalan di Kebun Raya Bogor ini menyenangkan sekali. Banyak area hijau terbuka yang tentu saya saya impikan akan menjadi bagian dari kota Jakarta suatu saat nanti. New York saja yang megapolitan bisa punya Central Park, masak di Jakarta yang namanya Central Park itu kok mal sih? *tepok jidat*. Abby pun sangat senang bisa berlarian di rerumputan, jadi ini adalah tempat yang sangat menyenangkan untuk membawa anak-anak kita. Daripada tiap weekend dihabiskan di mal, mari kita habiskan waktu di tempat seperti ini, karena selain lebih sehat dan bisa banyak belajar, kita juga bisa membuat anak-anak kita percaya, bahwa lingkungan hijau itu masih ada loh! Dan nggak jauh dari Jakarta. Yuk, kita ke Kebun Raya Bogor!

49 comments:

  1. wah seru ya ci...jadi tertarik main2 kesana...bosen juga jalan2 di mall melulu..
    tadinya aku kira di kebun raya ini ga ada apa2..hahahaa..thanks for sharing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asikkk promosi Kebun Raya-nya berhasil (padahal gak promo, cuma menghimbau). Sama, saya juga dulu nyangka ga ada apa-apa. Terakhir ke sana pas SD dan nggak berkesan karena jalannya berombongan gitu. Ternyata seru juga loh pas balik lagi!

      Delete
  2. Aaaaaah.. makasih BuLeeee. Udah pengen banget ke sana tapi buta medan *padahalan ada di Bogor. Hahahaha. *kemudian ditoyor. Tipsnya lengkap dan kayaknya bakalan memudahkan. Nyobaa ah kapan-kapan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah... kamu kan dr Serpong enak toh tinggal naik tol JORR lurus aja ke Bogor. Ayo ke sana. Memajukan wisata dalam negeri hehe.

      Delete
  3. Lohhh kok banyak spot yg cici foto ak belum pernah liat yaa hahahah, kurang mengeskplor nie ternyata habisnya waktu kesana bareng temen2 serenceng jalan dikit foto jalan dikit foto hahahha jadinya capek juga...yupp bener klo dikelola dengan bener kebun raya bogor jadi tempat high recomment buat dikunjungi pas weekend daripada ke mall kan, hbs itu lanjut macaroni panggang ma pai apple donk ci? hahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahhhh itulah ga serunya kalau pergi berombongan haha. Kebanyakan ngobrolnya dibandingkan eksplorenya. Makanya balik lagi sana ke Kebun Raya. Cici gak gimana sama Macaroni Panggang and Apple Pie. Soalnya enakan bikin sendiri kl pastry haha. Tp kan selera ya. Kalo ke Bogor jg lebih demen jajamam tradisionalnya ky Soto Mie Babat dan Asinan. Kemarin ini bener2 cuma ke Kebun Raya aja terus pulang lagi. Misi menyenangkan Abby.

      Delete
  4. coba tulisanmu ini ditweet ke account walikota bogor bima arya (@BimaAryaS)
    buat masukan dia le.

    liat liputan lu nih, gw jadi tertarik pengen main bawa anak2 ke kebon raya.
    terakhir kali ke sana waktu masih kuliah dulu. wkwkw jaman baheula bgt.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unfortunately gue gak punya twitter Lim. Elu aja Lim yang mentioned tulisan gue ini ke Bima Arya hehe. Kali2 lumayan bisa jadi masukan. Menurut gue solusi yg mobil Jakarta ga boleh masuk Bogor pas Weekend tuh rada ngaco. Wong pemkotnya aja belum beresin sistem di dalam kotanya.

      Delete
  5. kok foto elo beda banget yah sama pas gw pergi, yang sama cuman jembatan merah hahahha *apa rute kita berebeda* sampe tercenggang2 liat ini foto...
    kayanya dulu gw juga bayar masuk di pintu itu tapi nggak rame jualan kaki lima gini beneran sepi kok...
    yang penting Abby happy (kayanya susnya lebih happy tuh kalau dari foto)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tercengang2 karena lebih bagus apa lebih jelek Fel? Haha. Semoga lebih bagus yaaa. Jadi kan lu pengen balik lagi bawa anak2.

      Iya, Abby happy. Susnya juga happy krn minggu sebelumnya dia pergi sama yayasan tapi ga sempet explore. Sama kita explore sampe gempor hahaha.

      Delete
  6. gw pernah liat di tv kalo di dalem KRB itu ada restoran mexico.. itu restoran yang sama dengan yg lo sebut ya? kok di tv katanya pemandangannya kaktus2??
    gw udah lama pengen main kesana, tapi mundur teratur setelah melihat pintu masuknya yg banyak org berjualan itu :p Mungkin nanti kalo Grace udah bisa lari2 bakalan gw kunjungi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kafe di dalam situ cuma ada satu Mel. Dan gak serve mexican food sama sekali. Kalau di Taman Mexico yang kaktus2 itu mah gak ada restonya hehe. Main aja ke sana... asik. Grace udah mau setahun ya. Bentar lagi bisa jalan deh.

      Delete
  7. Gw pernah ke KRB sendirian buat refreshing. Dan gw setuju banget sama semua usul2 lo tuh. Gw juga suka banget sama KRB tapiiiii ya point2 di atas tadi bikin ngenes. Oh sama satu lagi, kalo tambahan dari gw sih, usul tambahin tempat makan yang proper. Taman segede gitu, resto/cafe nya cuma satu, keburu laper. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius lu ke KRB sendirian? Hwhahaha... lagi galau ya Din. Soal tempat makan itu, keliatannya si KRB menyasar pasar menengah ke bawah ya. Jadinya lebih banyak stall2 jualan nasi kuning. Kalaulah ada beberapa restaurant, gue gak terlalu yakin soal marketnya. Grand Garden yang ngga terlalu mahal aja yang makan banyakan foreigners. Padahal dipikir2, gedung2 tua yang mau roboh itu bagus juga kalau dipugar dan dijadikan resto/ kopitiam ya.

      Delete
  8. Madeline belum pernah ke KBR, weekend ke sana ah, sekalian wiskul di Bogor. TFS Le!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, Ngel. Datengnya agak pagian ya. Kalau kesiangan rame hehe. Kemarin gue masuk jam 10 kurang, keluar jam 2an dengan rute yang sampai ujung itu hehe. Kemarin belum ke arah istana Bogornya soalnya kudu ngelewatin kuburan Belanda. Anak kecil kan kadang suka bisa sense. Jadi rute gue ya kemarin itu. Asik kok.

      Delete
  9. Leony, gedee banged ya kebun raya nya, gw liat foto2nya uda jiper hahaha. paling ga kuat klo jalan kaki di udara panas.
    Abby seneng donk ya, eh kapan2 lu maen ke Jawa Tengah aja, ada Jogja, Jepara, bisa maen ke pantai loh. Di jakarta ga ada pantai kan? (selaen pantai indah kapuk)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih si Teph ini.. Jakarta tuh punya pantai taukkk... Pantai Ancolll!! (Yang kalau hari libur udah kayak sardencis). Gue demen Teph lari dan jalan apalagi kl pemandangan bagus. Jaman dulu sih hahahaha. Sekarang mah udah brasa tuwek. Cape juga.

      Iya gue emang kepikiran mau wisata ke Jogja Solo nih. Tapi biasa deh... kalo ke Jawa gitu udah pasti keluarga besar pengen ikutan ky rombongan ke Cirebon kemaren hahaha. Kudu dipikirin masak2.

      Delete
  10. iya ya kebunnya bagus banget... tapi bagian depannya yang banyak orang jualan keliatan kumuh ya ny. sayang juga ya. dan sayang masih ada aja orang2 yang suka buang sampah sembarangan.

    gua terakhir ke KRB tuh pas SMA kayaknya. udah lama banget ya... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya jadi kurang bagus di depannya dan bikin orang jadi jiper mau masuk. Padahal dalamnya bagus banget gitu. Mesti dipikirin nih sama pemkot Bogor gimana supaya entrancenya lebih representative.

      Delete
  11. Asrinya... gua demen lho alam2 begitu. Dulu beberapa kali bawa Denzel tapi sama Diaz belom nih. Jadi kepengen lagi. Terakhir ke sana tiba-tiba hujan lebat jadi agak kapok basah2an. Btw gak ajak Abby lihat rusa? Dulu Denzel sibuk kasih makan daun-daunan sampai gak mau pulang:P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue kemarin nggak ke arah kiri alias arah istana El, soalnya hrs lewatin kuburan Belanda dan si Abby agak sensitif haha. Dan sepertinya daerah istananya sekarang sudah bener2 ditutup ya jadi gak bisa lagi sembarangan kasih makan rusa. Coba deh elu ke sana lagi deh. Let me know apa masih bisa kasih makan rusa. Emang bener di sana kalau lagi hujan bakalan rempong krn ga ada tempat berteduh.

      Delete
  12. aihhh gw ga pernah ke kebun raya bogor ini.... sus loe orang kupang yak le? item2 manis gitu hahaha :)
    selena mah dijamin ga bakal guling2 di rumput.... dia anaknya gelian gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sus gue orang Bajawa Fun. Abby juga sama. Gelian. Makanya kudu extra effort supaya dia mau nyentuh rumput. Tapi ternyata nyentuhnya sebentarrr banget hehe. Nanti kl lu check up ke Jkt n bisa lamaan, mampir deh ke Kebun Raya Bogor. Anak2 pasti seneng.

      Delete
  13. thanks udah sharing jalan2nya abby ya ci Leony, kebetulan kami sekeluarga juga pengen kesana, sebenarnya sih jalan2 surprise ultah suami dibulan ini hehehehe jadi pas banget ada artikel ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Met ultah ya buat suaminya... early bday wish hahaha. Btw, gimana mau surprise ke kebun raya? Matanya ditutup dulu gitu ya? Soalnya kan Kebun Raya gede. Susah surprisenya haha.

      Delete
  14. berarti gw udah lama banget gak ke sini ya, Le.
    terakhir gw ke sini mobil masih boleh masuk tapi lewat pintu masuk utama, kalo gw gak salah.
    Tapi gw pengen balik lagi lho ke sini. Apalagi pas liat liputan loe ada taman Mexico, kayaknya lucu tuh.

    Dulu waktu pacaran, kami dan temen-temen kuliah gw pernah datang ke sini sama pacar-pacar kita. mantan pacar gw paling takut diajak ke jembatan merah itu. Katanya takut putus.
    Eh tapi beneran lho, dari tiga pasangan yang ke sono, tiga-tiganya gak ada yang langgeng ke pelaminan lho. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mending elu Ndah, pergi ke sana pas jaman kuliah. Lah gue aja masih SD! Iya, gue juga tau dr bbrp temen yang ke sana tahun 2010-an, masih boleh masuk mobil. Ternyata sekarang udah ngga boleh. Tapi bagus gitu deh Ndah, lebih bebas polusi kan hehe. Taman Mexico favorit gue Ndah. Walaupun kecil tapi unik hehe.

      Tapi emang bener tuh gossip soal Kebun Raya Bogor hihi. Kalo pacaran katanya jangan ke situ ntar bisa putus. Sampe orang Bogornya aja percaya. Padahal mah jodoh di tangan Tuhan yak hehehe.

      Delete
  15. ijooo banget dan bersih, kayaknya taman2 kayak gini harus dibanyakin di setiap kota ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Kalo di Jakarta, harus dibabat dulu pemukiman liar dan gedung2nya. Baru bisa deh bikin taman di tengah kota kayak gini.

      Delete
  16. aaa udah lama pengen bgt ajak raya ke kebun raya bogor ngga jadi2 :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo... abis liat ini jadi lebih pengen pergi lagi kannn hehehehe. Raya ke Kebun Raya... punyanya Raya ya? Hihihi

      Delete
  17. temen gue org Malaysia ada yg pencinta alam gitu,Le.. pas dia ke spore, kalo ada sampah plastic di lapangan hijau terbuka gitu, dia gak segan-segan buat ambil dan dibuang di tong sampah.
    Kalo dia ke KRB kyknya bisa seminggu dia di sana mungutin sampah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seminggu kalo jalan kaki Nan. 3 hari lah kalau pake sepeda hwhahaha...

      Delete
  18. wkwkwkwk.... Iya, kudunya Central Park yg kyk di NY yah cii... hoho.. tp itu taman CP aja lmyn loh ad yg ijo",, makanya rame bangte itu mall..
    Rute jalannya panjang banget ci, krmen ak ksana sama temen" malah ngerumput *main" sambil duduk di rumput* hahaha... ngadem gt, kasian sm 1 temn yg puasa, nguji iman dia banget ud mana panas bgt kan di bogorr itu.. huahaha..

    Btw, sus nya abby baik bngt yah, ajakin abby main" gt, kyk seneng banget sm kerjaannya.. ^^ Abby abis potong poni yah? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo CP yang mall mah malesinnnn... rame banget plus suka ada engkoh2 ngerokok hwhahaha.

      Susnya Abby memang menikmati ngurusin Abby. Capek sih dia tp kalo soal makan dan jalan2 lbh dr cukup makanya ikutan happy hihi. Iya Abby abis potong poni. Mamanya yang potong. Acakadul yg penting ga gerah lagi liatnya haha.

      Delete
  19. gua belom pernah masuk sini sama sekali wahahahahaha... nanti dah, tunggu jayden gedean baru kesana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bawa Jayden di dalam stroller ajak muter2 juga seru Mel hehehe. Sip deh nanti diajak yaaa...

      Delete
  20. beberapa kali masuk sini tapi slalu bawa makan sendiri jadi belum nyoba restonya:3 sepertinya menyenangkann.. nice post mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain restonya deh. Suasana enak, makanan juga enak dan harganya masih masuk akal.

      Delete
  21. Wahh baru tau kalo di Kebun raya ada taman Mexico nya gituu. Baru kali ya le? Wihh Abby nya seneng banget tuhh maen di rumput ...harus sering2 dong le kesana...hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo pas msh di Cawang ke Bogor sih deket Ci. Kalo dr Puri sini gak gitu bisa sering2 deh. Macet hahahaha.

      Delete
  22. Terakhir kesana kayanya taun 2010 2011 sama keluarga XD cuma pas itu ujan jadi cuma muter di dalem mobil deh...
    Next time for sure harus jalan sampe puass >3
    Aku seneng banget baca Abby Tamasya the Series ce,, udah kaya baca buku travelling, habis ce Leony nulisnya lengkap kap sih hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih tepatnya jalan sampe gemporrrr hahahaha.

      Sebenernya nulis diniat2in buat kenangan diri sendiri plus buat anaknya nanti pas udah gede biar inget hehehe.

      Delete
  23. Bagus banget ga artikelnya, foto dan pemandangannya sangat mendukung !! ... tempat wisata indonesia

    ReplyDelete
  24. asyik emang kalo jalan jalan ke bogor

    ReplyDelete
  25. banyak banget mbak fotonya, keren-keren ya wisata bogor

    ReplyDelete