Monday, October 06, 2014

Rekrut(e)men

Saya yakin banget, di antara anda-anda yang baca ini, pasti pernah ada yang jadi "korban" rekrutmen entahlah produk MLM, Asuransi, atau apapun sejenis itu dari temen sendiri, makanya postingan kali ini saya kasih judul rekrut(e)men.

Tidak pernah dalam hidup saya, saya ingin menjelekkan profesi apapun selama itu adalah profesi yang halal, termasuk juga orang yang bergelut dalam bidang Multi Level Marketing. Entah itu produknya berupa kosmetik dan alat-alat kecantikan, barang-barang kesehatan, atau apapun itu. Begitu pula untuk orang-orang yang bergerak di bidang asuransi. Menurut saya, jadi agen asuransi itu adalah hal yang baik, apalagi anda bisa membantu orang lain, dengan cara yang halal pula. Kalau moneygame, saya angkat tangan, karena menurut saya itu gak halal. 

Yang saya suka keki dari orang-orang yang bergelut di bidang itu adalah, cara-cara mereka merekrut orang yang kadang suka ngeselin! Kalau orang tersebut tidak saya kenal, ya sudah lah ya, kita dengan lebih mudah untuk menolak kalau diajak ketemuan. Tapi kalau orang tersebut adalah orang yang dekat bahkan sahabat kita, itu baru yang kadang agak repot. Seperti yang saya kemukakan sebelumnya di postingan Blunt v. Harsh, kalau di Indonesia kita mau blunt alias terus-terang kalau kita tidak suka dengan cara  mereka mendekati kita, nanti kita malah dibilang harsh. Repot kan? Jadi selama ini, saya berusaha banget untuk meladeni dan "ngikutin" mau mereka dulu. Biarlah mereka keki di akhir, tapi saya nggak kasar nolak mereka dari awal. Biar gimana, mereka ini adalah orang-orang yang dekat dengan saya.

Saya ceritain aja ya beberapa kejadian rekrut(e)men ini, mulai dari yang menyenangkan, sampai yang menyebalkan. Yang ada di sini, yang sudah terpilih aja ya hehehe. Kalau semuanya dijembrengin nanti kebanyakan. Saya anggap saja suatu kehormatan buat saya yang sering dicoba direkrut ini, artinya saya dianggap punya potensi untuk jadi "downline" (ataupun alasan lainnya bisa jadi karena sekarang saya mulai jadi pengangguran). 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Maminya Temen Baik Ngajak Ketemuan

Waktu itu saya baru banget balik ke Indonesia, kemudian saya diajakin ketemuan sama temen saya dan maminya. Ketemuannya di salah satu gedung di daerah Thamrin situ di hari Sabtu pagi. Karena sudah lama nggak ketemu sama teman itu, jadilah saya berniat juga untuk ngobrol dan lepas kangen (sama temen saya ya, bukan sama maminya hahaha). 

Pas sampai sana, tau-tau saya diajakin ke sebuah seminar, daftar, duduk, yang saya nggak tau itu seminar apaan. Mendadak ada pembicaranya berbicara dengan semangat, yang tipenya, "APA KABAR??" Lalu seluruh peserta menjawab dengan teriak, "LUAR BIASA!! YES YES YES!!" Matek dah eike! Apaan sih ini? Ternyata ini seminar isinya adalah rekrutmen buat agen asuransi! Jadi ceritanya, ada beberapa orang bersaksi di situ, kalau dengan ikut asuransi tersebut, hidup mereka yang terpuruk sampai akhirnya bisa travel keliling dunia, beli mobil baru, pendapatan sekian miliar per tahun, dan lain-lain. Bukannya kenapa-napa sih, tapi saya kok berasa kejebak aja diajakin ketemuan temen-tapi akhirnya malah berujung pada kebengongan saya melihat orang-orang semangat teriak YES YES YES!! Totally not my thing at that moment.

Sesudah selesai seminar itu, maminya temen ngajak saya dan beberapa orang ke kantornya, dikasih segepok map mengenai recruitment plan, komisi, dan lain-lain. Saya kaget berat, dan saya bisa melihat kalau temen saya sendiri sebenernya mukanya menunjukkan rasa nggak enak hati. Saya sih tanggepi saja pas maminya ajak ngobrol, tapi jujur ngga ada yang masuk ke otak saat itu. Yang ada bawaannya saya pingin cepet kabur. 

Siang itu, saya lunch bareng sama temen saya. Berdua aja. Di situ dia nanya saya, apakah saya tertarik untuk join? Dia bilang, kalau dia sebagai anak mau nggak mau harus bantu maminya untuk merekrut orang baru. Tetapi di dalam hati kecilnya, kelihatan dia sendiri pun nggak terlalu suka ada di bidang itu. Saya bilang sama dia, kalau itu bukan bakat saya, saya sungguh gak tertarik. Tetapi teman saya ini cukup baik, dia milih mempertahankan persahabatan kita dan tidak mengejar saya lagi soal rekrutmen. Kalau kita ketemuan selanjutnya, dia sama sekali nggak pernah membahas soal itu dan menjadikannya kenangan masa lalu (yang kayaknya bikin dia nggak enak hati juga hehe).

Setahun berikutnya, saya lihat dia sendiri pun melepaskan urusan asuransi, dan membuka apa yang jadi passion dia yaitu e-commerce, dan ternyata sukses besar. Kalau ada yang langganan majalah business SWA, dia sudah masuk beberapa kali sebagai top 10 young entrepreneurs di Indonesia. Di situ saya lihat, kalau memang orang bakatnya bukan di MLM/ Asuransi, biar ortunya agen besar sekalipun, belum tentu mau ngikutin orang tuanya. 

Temen Kantor Punya Istri Yang Pengen Kenalan

Kejadiannya ini saat saya masih ngantor dulu. Saya punya temen baik di kantor. Posisi sudah lumayan tinggi, sudah sukses. Dan saya pun sering ngobrol sama orang ini baik di kantor maupun di luar kantor. Suatu hari, dia bilang istri dia kepingin kenalan sama saya. Saya pikir apa salahnya toh ya. Soalnya dia waktu itu nikah di Bali, jadinya nggak bisa undang semua orang kantor. Jadi kita janjian ketemuan after works, terus katanya mau lanjut dinner. 

Saat jam pulang kantor tiba, saya ketemuan sama istrinya di lobby. Temen saya sendiri katanya masih ada kerjaan di atas, jadinya saya ngobrol-ngobrol aja sama istrinya. Terus saya diajak jalan kaki ke gedung sebelah, dan diajak naik ke lantai atas. Katanya mau ditawarin produk wajah yang bagus banget. Dia nanya saya apa saya bisa tebak umur dia brapa. Ya berhubung saya udah kenal sama suaminya, ya saya tebak aja umur dia sekian. Dan ternyata bener! Gagal deh pancingan, padahal mungkin dia berharap saya nebak umurnya jauh lebih muda HWAHAHAHA... *ketawa ala genderuwo* 

Pas sampai di tempatnya, saya bingung, banyak banget ibu-ibu di situ, terus mereka kasak kusuk dan negur istri temen saya itu. Komennya, "Udah diamond ya? Tas Chanelnya keren banget. Asli ya." Dalam hati saya, habis deh ini, MLM nih kayaknya, mana ada diamond-diamond-an kalau bukan MLM. Setelah itu, saya diajakin untuk test kulit, katanya supaya nanti produknya itu bisa diapply dan langsung bisa dilihat perubahannya. Jadi saya diminta hapus bedak pakai pembersih, supaya gak ketutupan sisa make up. Begitu saya test kulit, dia berharap bakalan ketemu keriput, flek hitam, dan lain-lain, supaya nanti efek produknya langsung keliatan. Apa daya, pas habis test, ternyata hampir gak ada problem ditemukan di kulit saya! Dia sendiri nampak cukup putus asa saat itu. Tapi tetep dong, harus apply produk di sisi kulit sebelahnya, supaya keliatan katanya beda kanan dan kiri. Ternyata lagi, setelah diapply, gak keliatan bedanya sisi kanan sama sisi kiri. CAPEK GAK SIH?

Akhirnya si suami nyusul. Terus si suami bilang gini ke istrinya, "Apa gue bilang, dia mah kulitnya baek-baek aja, gak bisa ditawarin produk. harus ditawarin yang lain." Haduh, mulai makin mencium gelagat gak enak nih saya. Habis gitu, acara dilanjutkan sama dinner, di restoran yang cukup bagus di Jakarta. Mulai deh tuh, baik istri maupun suami, ngerayu saya ikutan dia jualan, dan merekrut banyak orang. Ngomongin keuntungannya sekian-sekian, didukung pula oleh suaminya yang saya tau penghasilannya udah tinggi, dengan bilang, "Lu percaya gak Le, istri gue ini penghasilannya lebih tinggi dari gue." Saya he-eh he-eh aja dah, sambil terus ngeganyem. Maklum laper. Padahal omongannya rada masuk kuping kanan, keluar kuping kiri. 

Jadilah, malam itu, plan suami istri gagal total. Pertama, jelas saya nggak butuh produknya. dan kedua, jelas saya emang gak tertarik ditawarin jadi agen MLM, walaupun produknya eksklusif. Tapi itung-itung, saya dapet makan gratis deh. Asik! Tapi setelah itu, rasanya kok hubungan kita jadi menjauh dan jarang kontak-kontakan lagi sampai sekarang. Huks!

Sahabat Baik Saya Hampir 20 Tahunan, Kangen Ingin Ketemu

Yang terakhir ini, sebenarnya agak sulit saya ceritakan, karena dia ini adalah kawan baik saya dari masih SMP. Tetapi kenapa saya nekad cerita, karena menurut saya, ada batas antara business dan persahabatan yang garisnya itu sudah memudar yang membuat suasana jadi kurang enak. 

Setelah kawan saya ini menikah di tahun 2007, rumah dia jadi jauh di bilangan Jakarta Barat, sementara saya masih di bilangan Jakarta Timur. Kemudian saat saya mau melahirkan di akhir 2012, saya juga pindah di bilangan Jakarta Barat. Sehabis saya melahirkan, dia kontak saya, katanya mau nengok, karena rumahnya dekat sekarang, dan juga kangen sama saya sudah lama nggak ketemuan. Waktu itu dia akhirnya datang ke rumah saya, sama suami dan anak-anaknya, sekalian nengok. Saya sendiri senang sekali sudah lama nggak bersua sejak resepsi pernikahan saya di 2011. Jadi rasanya kepingin banget catch up. 

Beberapa minggu setelah dia nengok itu, dia kontak saya lagi di Whatsapp. Katanya kangen mau lihat Abby, jadi kepingin datang lagi ke rumah. Saya pun bersedia dia datang ke rumah, karena pas pertemuan pertama juga belum bisa ngobrol banyak. Saat itu saya terima dengan senang hati, dan yang saya bingung dia datang bersama suaminya. Jadi ya mau cerita gimana juga ya, namanya ada suaminya mana bisa bebas? Dari ngobrol mulai ngalor ngidul, saya mulai digambari ini itu soal investasi, soal penyakit kanker, dan lain-lain, dan ujung-ujungnya nawarin asuransi. Mulai dari asuransi kesehatan, pendidikan, unit link, jiwa, segala macam produk deh.

Suasana mulai tidak nyaman, karena saat itu saya masih menyusui langsung setiap 1 jam sekali, dan mereka nggak mau pulang-pulang! Saya sampai repot menyusui di rumah sendiri harus pakai apron, dan sesudah lebih dari 3 jam, mereka tetap masih ngendon di rumah. Mertua saya waktu itu dateng, dan mereka masih tetep nggak mau pulang juga loh! Hebat nggak tuh. Saya sampai ngga enak hati karena mertua saya agak cuekin. Akhirnya saya capek, saya bilang saya butuh istirahat dan makan siang dulu. Baru deh mereka pulang.

Saya pikir semuanya sudah selesai. Setiap kali dia Whatsapp saya, bawaan saya jadinya deg-degan, ngeri mau ditawarin ini itu lagi. Sesudah setahun lebih cuma ngobrol basa basi di Whatsapp, kira-kira dua bulan lalu, dia kontak saya lagi, katanya kangen sama Abby dan pingin main ke rumah. Waduh, gawat dalam hati saya. Terus saya bilang aja kalau mau ketemuan, gimana kalau saya saja yang main ke rumah dia, toh saya sudah jadi IRT jadi bisa nyetir siang-siang. Tapi dia nolak, dan akhirnya dia nawarin untuk ketemuan di mall. Saya bersyukur banget bisa pindahkan lokasi ke mall. Setidaknya saya tau kalau di mall, nggak bakalan bisa lama-lama juga. Akhirnya kita ketemuan di food court, ngobrol-ngobrol, lalu dilanjutkan ke area bermain anak. Kebetulan di sana dia ketemu dengan kawan lain, dan saat itu sudah jam tidur siang Abby. Suasananya juga sangat berisik, sehingga tidak nyaman. Lalu saya pamit sama dia, saya bilang Abby mau bobok siang. Toh kita juga sudah lebih dari 2 jam ketemuannya. Hore! Gak ditawarin apa-apaan hihihi.

Di saat (lagi-lagi) saya pikir semua sudah selesai, seminggu lalu teman saya itu kontak lagi hari Rabu pagi-pagi. Dia bilang hari itu juga mau main ke rumah saya. Saya bilang saya nggak bisa karena mau nganter kado, ada teman yang mau lahiran (Mel O), udah keburu janji mau anter. Lagian kok mau dateng, ngasih taunya mendadak. Terus dia nanya, Kamis bisa nggak? Saya bilang saya ada di rumah, tapi saya mau sambil baking karena mertua saya anniversary. Terus dia bilang, kalo gitu Jumat pagi bisa nggak? (gile ngga nyerah-nyerah). Akhirnya saya bilang bisa. Gak enak kan ditembak terus sampai ketemu kata "bisa". 

Jumat itu, pagi-pagi banget dia udah nelepon saya lagi, padahal saya masih tidur. Tau-tau dia udah di depan aja gitu loh! Saya cuma sempat sikat gigi lalu nemuin dia. Dan saudara-saudara... dia nggak pulang-pulang aja gitu! Sampai sudah mau jam makan siang! Luar biasa nggak sih? Lagi-lagi dia datang sama suaminya, ngobrol ngalor ngidul, tapi disisipin, "Menurut lu, investasi yang bagus itu sekarang apa, Le?" Langsung saya jawab, "Properti." Terus dia mulai ngomong lagi ngalor ngidul, terus mendadak dia nanya, "Menurut lu, pekerjaan seperti yang gue dan suami gue lakukan gimana, Le?" 

Saya jawab, "Pekerjaan lu dan suami itu bagus banget. Buat orang-orang yang berbakat dan punya passion di bidang itu, pekerjaan lu itu sangatlah menghasilkan. Bahkan gue tau banyak orang-orang di sekitar gue yang sukses menjalankan pekerjaan sebagai agen asuransi. Elu berdua adalah contohnya. Tetapi memang tidak semua orang mempunyai bakat yang sama di bidang itu, bahkan gue punya temen pun, ada yang ortunya sangat sukses dan punya agency besar, tetapi anaknya tidak mau nerusin karena tidak punya passion." Lalu saya cerita dikit soal teman saya yang tadi saya ceritakan itu, yang sekarang punya e-commerce. 

Saya tambahin, "Kalau gue, gue sama sekali nggak bisa. Gue sudah sering ditawarkan, bahkan ikutan seminarnya, dan gue merasa awkward. Itu bukan dunia gue. Tapi itu adalah dunia kalian berdua. Kalian cocok dan punya bakat." Teman saya dan suaminya itu manggut-manggut. Saya pikir bakalan kelar loh, ternyata masih belum mau pulang juga. Padahal udah tiga jam lebih hu hu hu. Saat itu perut saya sudah krucukan, maklum belum sarapan. Akhirnya saya ijin, saya mau ke dapur untuk menghangatkan nasi dan sayur untungnya masih ada sisa sayur semalam, bayangin biasanya saya masak loh, hari itu sampai belum sempat masak karena meladeni agen asuransi. Akhirnya saat saya mulai ke belakang, ambil-ambil sayur dari kulkas dan angetin di microwave, mereka baru mulai mau pamit on LUNCH TIME! Phewww.... 

Bayangin, sudah dua kali ke rumah buat nawarin asuransi dan merekrut, sudah dua kali pula berjam-jam ngga mau pulang. Saya sih salut dengan persistensi mereka. Tapi sekarang saya merasa persahabatan saya bisa jadi di ujung tanduk. Saya sudah bilang sama diri saya sendiri, sekali lagi dia kontak saya untuk ketemuan, saya mau bilang sama dia, tolong untuk sama sekali tidak bicara soal asuransi, investasi, apapun itu. Saya lebih senang kita membahas petualangan masa kecil kita, masa remaja kita, membahas guru-guru kita, ataupun membahas soal anak-anak. Please, I don't want to put our friendship at stake. :(

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Temanku, kalau seandainya kamu sempet baca ini, mungkin kamu mengerti, kalau tidak semua orang nyaman diperlakukan seperti itu. Buat seluruh agen-agen, asuransi ataupun MLM, ataupun apapun, saya mengerti banget kalau kalian itu usaha terbesarnya bukan jualan, tetapi merekrut orang. Saya tau kamu ingin income yang besar, berkeliling dunia, punya mobil mewah, punya warisan. Saya mengerti buanget-buanget karena dulu saat seminar itu, kita diajarkan untuk mengajak siapa saja yang kita kenal. Tetapi tolonglah, jagalah hubungan baikmu dengan beberapa orang jika menurutmu itu berharga. Jangan sampai kamu kehilangan persahabatan baik cuma karena kamu ingin extra income. Coba-coba rekrut boleh, tapi lihatlah batasannya. Sahabat baik itu susah dicari, lebih susah dari pada nyari downline!

There you go, I said it. 

Friendship is always a sweet responsibility, never an opportunity ~ Khalil Gibran

89 comments:

  1. Iya yaa..kadang agen asuransi & downline MLM suka "sok optimis & sok sukses" apalagi kalo uda ngajak join nya maksa..ngeselin juga tuh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue gak masalah kalau mereka sok optimis dan sok sukses. Karena emang itu yang mereka jual. Tapi kalo ngga bilang terus terang mau ngapain tapi ternyata ujung2nya nawarin, haduh keselnya berlipat gandaaa...

      Delete
    2. Non, gw dulu juga pernah ditawarin untuk jadi agen asuransi (downline) beberapa kali. Mereka khan kalo presentation pasti kasih liat iming imingin travel the world. Kalo di benak gw sih kalo bisnis apapun / kerja profesional pun kalo sukses pasti bisa travel the world, asa kata toko kelontong juga bisa travel the world lah Kalo bisnisnya maju. Sama jg dgn agen. Kesannya tuh yg bisa travel the world cuma agen asuransi or MLM. Lagi mau ketemu dia kontak di fb katanya mau ngobrol, gw dah tau sih pasti asuransi. Karena gak enak gw jabanin. Setelah ketemu pas dia lagi peresentasi gw tembak dong:"p*ude*t*** ya" trus dia bilang:"bukan btr sy selesain dulu persentasinya" tau nya emang in the bener itu. Gw dpt free lunch that day. Tp setelah akhirnya gw tolak halus, itu org tersebut gag pernah contact gw lagi sampe skrg. Kebykan gw ikut asuransi tuh krn gag enak, buat bantu temen aja achieve target mereka. In the end gw Tau gag ada manfaatnya kecuali gw sakit atau mati. Tp siapa yg mau sakit And mati right? Hehe.. But I bought anyway, for the sake of helping friend. Tp friend yg biasa dibantu udah dapat ya ilang, malah quit jg jadi agen skrg (ini sepupu gw)
      Ada jg non yg sengaja mamer pake BM* supaya keliatan sukses sampe pura2 bawa oleh oleh tp gw disuruh mampir ambil di mobil dia. Padahal hari itu masih banjir di jkt And dia rela bawa BM*nya buat ketemuan. and suruh perusahaan gw auto pilot in supaya gw bisa join mereka. Ya ada bener ya auto pilot, tp mereka yg suruh gw autopilot ninggalin perusahaan gw, toh mereka sendiri jg blm auto pilot, masih prospek sendiri khan. Belakangan agen itu jg blg dia byk main di properti.
      Gw tdk anti mereka, ya we wouldn't know if one day gw become one of them betul gag? Heheh... Tp kadang emang bener non kata loe, jadi malah menghindar males ketemu krn budaya org indonesia yg gak enak nolak. Gw one of them. Gw seneng karena artikel loe ini berani speak up buat org org kayak gw dan gw jg berharap org org yg bergerak di bidang ini bisa lebih baik dlm mengprospek org (tdk maksa) kadang gw berasa ketemu agen asuransi tuh kayak ketemu tukang pajak. Kejar terus sampe dapat hahahaha

      Delete
    3. Pokoknya kalo temen lama yang udah gak jelas rimbanya tiba-tiba mau ngajak ketemuan dan super semangat, memang kudu pasang tameng dulu. Kalo gue biasanya malah udah tembak duluan deh hahahahaha. Gue juga ngga anti sama business yang mereka tekunin. Yang keselnya, mereka memaksakan kita untuk jadi downline mereka, dan ngejarnya udah kayak sampe ke ujung bumi.

      Soal berani, yah gue cuma nulis kenyataan aja, Tin hehehe. Faktanya, ya memang dari yang komen di sini, hampir semua ngalamin! Hihihi.

      Delete
  2. Le, gw juga sebel banget sama yang beginian. Temen gw dan Benny kalo mao nawarin ginian, mereka ngomong terang2an. Kalo ada waktu, kita bersedia kok dengerin presenetasi mereka. Tapi kalo sampe mereka diem2 gini terus tau-tau ngeprospek, siap2 aja kita semprot n jutekin. Apalagi kasus lo yang temen baik 20 th itu. Kalo gw jadi lo mah gw udah jawab dengan jutek dan to the point banget. Bacanya aja kesel. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue tuh masih berusaha gak mau marah2 di depan dia Din. Gue ud kasih limit sampe 1 kali lagi deh. Kalo dia sekali lagi mau main ke rumah gue pake alasan2 kangen de el el, gue akan lebih waspada.

      Delete
  3. Hi leony...udah lama sih ngintip2 blog ini. Nah baru kali ini berkesempatan komen.
    gue pun sangat2 tidak bakat ama urusan kadi agen apapun itu di MLM... suami gue pernah kerja di perusahaan MLM tapi di bagian back office alias
    akuntan&finance..emang heboh dan gencar
    mereka. Paling nyebelin tuh kita dipepet terus
    sampe ganggu banget rasanya kan. Apalagi kalo pake acara worowiri si socmed dan bikin statement2 yg menyatakan work from home you can earn money and watch your kids...trus jadi ngebanggain diri banget dan seakan2 emak2 yg kerja diluar rumah tuh kesian amat nasibnya or emak2 yg pure IRT juga kesian ga punya penghasilan. Pokoknya ya lebih wise lah dalam menjalankan bisnis MLM ini...jangan semua diprospek (maksa pulak) ya kan...? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue tauuuu banget MLM yang elu maksud. Karena salah satu temen gue yang ikut MLM itu ya isinya memamerkan dia yang officenya bisa di rumah, bisa sambil menyusui, bisa sambil ngafe hwhahaha. Kalau gue mah lihatnya, dia itu juga capek! Malah kadang2 sampai tengah malam masih ngasih training. Malah gue lihat kerjanya lebih parah drpd orang kantoran yang sampai rumah bisa ninggalin kerjaan kantor. Tapi harus dikamuflase dong, supaya downlinenya bs termotivasi, dan syukur2 nambah anggota.

      Delete
  4. Setuju gw ama lu. Kerjaannya halal tp caranya itu lho yg gak bener. Apalagi kalo pake bohong duluan di depan gak mau lgsg bilang kalo ketemuannya karena mau nawarin mlm. Nyebelin bgt.

    Katanya kalo bilang dari awal takutnya org lgsg gak mau. Lha kalo sampe org antipati ya berarti emang jelas bisnis ini udh banyak di black list org ya balik lg karena cara rekrutmen mereka yg gak bener itu. Menghalalkan segala cara.

    Baru bulan lalu gw di kontek temen juga disini. Udh lama bgt gak pernah kontek tau tau nawarin asuransi. Untungnya dia lgsg to the point. Jd lgsg gw tolak juga. Eh abis itu udh gak pernah kontek lg. Bener bener udh gak nganggep temen kayaknya emang kalo kita nolak. Ya gw sih gak masalah juga... Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget Man. Kalau dia dari awal aja udah ngga jujur sama maksud dan tujuan, berarti dia tidak punya keyakinan kalau apa yang dia tawarkan itu benar2 produk yang baik.

      Nah itu dia. Banyak dari kita yang jadi lose friendship gara2 soal rekrutmen ini. Buat orang yang kerjanya sistem network kayak mereka2 itu, kalau ngelihat orang, ngelihatnya prospek yang bisa jadi uang. Sampai kawanpun kalau ga menghasilkan lama2 bisa gak jadi kawan. Sedih...

      Delete
  5. Setuju bgt ci... Aku sampe pernah d prospek sama sepupu sendirii... I already tried mlm, but its not my world..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau emang bukan bakat kita, mau diapain juga susah. Coba kalau semua orang sukses ber MLM. Konsumernya siapa? Hahaha.

      Delete
    2. Hahahahhaha... Jaman skrg mlm bukan cuma customer care, lama2 urusan investasi "masa depan" juga ada agentnya.

      Konsumenny? Self service

      Delete
    3. Eh.. di luar negeri udah ada asuransi untuk meninggal loh. Sampe udah ada plannya peti harga brapa, tanah di mana dll. Soalnya saya dulu audit perusahaan asuransi terbesar di US yg khusus ngurusin asuransi kayak gitu (pre-need istilahnya). Kalo yg kyk gitu konsumennya gak bisa self service ya hahaha.

      Delete
  6. Aku juga pernah ci ditawarin sama temen deket. Duhh yang bikin ga enak itu ya pas nolaknya, walaupun dr awal udah tau ga berminat cuma kan ga enak kl langsung ditolak terang2an. Tapi paling males ya kl sampe dikibulin gitu, bilangnya mau ketemuan aja eh tau2 dibawa ke seminar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sih nggak pernah masalah kalau orang dari awal memang niat nawarin sesuatu. Dia mau presentasi pun terserah, tanpa ada jaminan kalau saya bakalan ambil produknya. Yang penting itu jangan pake konsep tipu2 kangen dll. Ngeselin!

      Delete
  7. jadi gatel pengen komen lagi..dulu suka kena tawaran MLM dari temen deket ama mantan temen kost dulu, yg ngeselin ada senior kuliah yg nawarinnya itu peluang bisnis bareng ampe temen tertarik jadinya pergi bareng eh tak taunya MLM...tapi emang yak klo emang bakatnya disini jadinya sukses kayak senior gw jadinya udah keliling duniam dan bikindownlinenya terkagum-kagum haha
    ah soal beginian jadi ingat pas jaman kuliah dulu, ada dosen A yg nawarin MLM abis jam kelas bikin bete aje
    trs yg konyol sih, ada beberapa temen yg satu bimbingan didaftarin ama bapak dosen B ke MLM yg dia ikutin gak pake ngomong dulu hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau emang udah sukses, ya emang karena dia berbakat, toh memang itu halal kok. Jadi nggak masalah business MLM kayak gitu. Gak salah juga orang-orang di sekitarnya pada mupeng, dan menurutku itu adalah cara yang benar. Bikin dulu dirimu sukses, nanti juga orang pada ngikut.

      Delete
  8. hIikkksss. Sediih bacanya BuLe, karena oh karena saya pernah juga beberapa kali mengalaminya. Dan yang sekarang sedang berlangsung jadi bete-betean ama ibunya temen yang dulu pernah jualan asuransi ke sayah pas masih jaman kuliah. Hiks-hiks-hiks. Ada juga temen yang dulu semangat banget ngajakin tapi setelah saya kasih penjelasan *tentunya dengan beli produknya tanpa mau jadi agennya* dia akhirnya bilang: "Gw temen lu dan pertemanan itu jauh lebih berharga buat gw. Karena lu dah beli produknya, apapun keluhan lu, kasih tahu gw ya. Jangan sampe ada rasa gak enak dan sori kalo gw nawar-nawarin. Kalo emang lu ga butuh batalin aja belinya." Huks. Terhura deh waktu itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memang tipe-tipe orang beda-beda. Dan biasanya yang pake ngajak-ngajak sok kangen tau2 nawarin itu malah lebih lambat naiknya daripada yang jujur di depan dan semangat. Terkadang mereka2 itu jauh lebih semangat merekrut loh daripada nawarin produknya. Heran deh. Salut buat yang cara menawarkannya sopan dan mampu menunjukkan keunggulan produknya, serta mendampingi client di setiap proses. Bukan begitu dapet asal lepas.

      Delete
  9. akupun gitu... ga suka sama yg namanya MLM kesannya easy money gitu padahal kita lagi saving buat spending eh malah disuruh beli barang berjuta juta yang ga jelas. pernah dulu tuh ada MLM buat travel ga jelas juga gimana setor USD 250 bisa keliling dunia katanya. gw sih lebih bengong lagi liat penjelasan berkaki kaki gitu. haha.. semua orang ada rejeki masing masing dan MLM is definetely not my way. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mendingan saving buat jalan-jalan ke Korea lagi yak? Huahahahah. Nah itu tuh, serem banget sama MLM yang mesti numpuk barang. Diiming2in bonus, akhirnya kepaksa kita sendiri yang beli produknya. Gue juga gak betah liat penjelasan kaki-kaki, piramida, whatever. Untuk sekarang, it's not my way too. Who knows kalo kedepannya ikutan, yang jelas ngga pake cara tepu2 bujuk rayunya.

      Delete
  10. yg lebih menyebalkan dari telpon "kartu kredit" dan "kta" adalah temen yg maksain nawarin produk yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nawarin produk tapi jujur dari awal itu, lebih mending daripada nawarin produk tapi pake bungkus "kangen udah lama ngga ketemu." Hihihi...

      Delete
  11. gw pernah training jd salah satu agen insurance juga loh le.. tapi setelah itu kaga dapet client sama sekali gara2 gak enak ati hahaha. Padahal gw merasa life or health insurance itu penting banget, apalagi temen gw banyak yang masih buta dan udah ilfil sama insurance agent.. Terkadang orang itu perlu dipaksa juga sih, soalnya kalo ttg asuransi orang suka menganggap "incident will not happen to me". But, how knows kan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue setuju banget sama elu. Asuransi itu penting, dan gue setuju kalau orang-orang perlu jaminan kesehatan yang mumpuni. Soal paksa memaksa, gak apa-apa, asal jangan dari awal kedoknya tuh kangen, atau alasan lainnya yang ngga ada hubungannya sama nawarin produk. Jadi malesin!

      Delete
  12. Aku juga pernah terima message di facebook dari temen kuliah. Aku udah seneng banget soalnya udah lama gak ketemu karena aku pindah kota, padahal dulu temen jajan & curhat2an bareng. Aku pikir asik nih bisa keep in touch lagi walopun cuma via FB. Tapi pas baca pesannya, hatiku mencelos kecewa. Taunya nawarin asuransi. Dan gak pake basa-basi dulu loh, macam nanya kabar atau ngobrol dulu ngalor ngidul haha hihi dulu like we used to. Akhirnya aku gak bales. Kadung kecewa hatiku :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... mendingan gak pake basa basi, daripada depannya kebanyakan basa basi, ujung2nya nawarin asuransi. Terus karena udah kadung akrab ngobrol haha hihi, jadi ngga enak nolaknya haha.

      Delete
  13. gw juga sempet ngalamin diprospek temen, Le.. yang paling membekas diingatan gw adalah temen smp gw dulu, uda lama banget ga ketemu, tau2 suatu hari nelp, ya gw seneng donk ya ngobrol2 di telp, trus sering pas gw kerja dia telp ke kantor, nah gw uda punya firasat ga enak, dia ga to the point sih, tapi terus2an nanya gw kapan ada dirmh, lah orang gw kan weekday tuh kerja. lama2 gw jd jarang angkat telpnya, klo pun angkat gw jadi sok sibuk gtu, mau meeting lah apa lah...gw jadi parno aja skrg takut ditelpin sama dia. hehheheee.. itu berlangsung sekian lama loh..untungnya skrg uda ngga.

    trus baru 2 hari lalu gw dihubungin temen kuliah yg dulu ngga deket2 amat, ya karena pernah sekelas dan pernah satu kelompok aja jadi kenal dan itu pun waktu semester 1 doank,eh tiba2 kmrn message gw di fb nanya gw apa kabar, anak gw apa kabar, skrg gw kerja dimana, rumah gw dimana, ..... bukannya gw berpikiran negatif sama orang ya, tapi kok gw bukannya seneng malah jadi waswas, pikiran gw saat itu cm 1 hal, ini orang mau nawarin asuransi kayanya, mungkin spesifiknya adalah asuransi buat anak, hahahhaha. phew.

    sedih rasanya hubungan sama temen jadi rusak gara2 MLM.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, berasa maksa banget kan pingin ketemunya, di rumah pula, jadi kita udah mati kutu. Gue mau dateng ke rumah dia aja, dia nolak-nolak, tapi dia maksain dateng ke rumah gue. Emang awalnya sih nawarin asuransi pendidikan lah, apa lah, tapi gak suka caranya yang gak bilang maksud awal. Udah gitu karena kita ngga ngikut, hubungan malah awkward. Tiap kali jadi waspada kalau dia kontak.

      Delete
  14. Hahaha..I feel you, Le. Gue juga ngalamin dimana mereka dateng dan ga mau pulang-pulang. Hahaha.. Yang paling bikin sedih, begitu gue bilang terus terang kalo gue ga tertarik, mereka agak2 ngambek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan Ti? Mukanya kayak langsung berubah, dan yang tadinya ramah, bisa-bisa ngga hubungin kita lagi. Cuma gara-gara gagal diprospek! Sedih!

      Delete
  15. Sisi positipnya : mungkin wajah loe disinyalir tipe orang pekerja keras, Le makanya ditawarin yang beginian. Hihihi...

    Kalo gw terakhir ditawarin beginian tahun 2001.
    Sama kayak loe, dijebak diajakin makan di mall ketemu sama temen kuliah kami.
    Eh gak taunya diketemuin sama upline nya dia karena dia masih baru dan belon jago presentasi.
    Diajakin seminar, disuruh dengerin kaset (waktu itu kaset apa CD ya, lupa gw, pokoknya loe tau kan yang bisa menghipnosis kita).
    Yah boro-boro gw dengerin kaset/CD nya, gw geletakin aja gituh.

    Dua kali ditawarin oleh dua orang dengan MLM yang berbeda, dan dua-duanya kayaknya bubar tuh sekarang. Gak pernah lagi kedengeran gaung-gaung diamonds ato Platinum nya.

    Sekarang, masih ada beberapa sih temen-temen di FB gw yang bikin status MLM kosmetik itu.
    Tapi gw menghargai usaha mereka, so far mereka sih cuma asyik mensyen-mensyen menyemangati downline ato promosi, gak sampe prospekin gw kayak loe ato kayak pengalaman gw di tahun 2001.
    Entah apa karena muke gw kelewat galak atokah karena muke gw tampang pemalas gitu kali ya, Le ?
    Heu heu heu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, Ndah. Mereka pikir gue di rumah itu jadi pengangguran dan butuh extra income hahahahah *typical emak-emak yang nawarin MLM produk kecantikan, katanya bisa kerja dari rumah hahahaha*.

      Gue sempet beberapa kali kejebak pake modus makan di mall loh, tapi gue gak tulis aja di sini. Males soalnya mirip banget. Basa basi, tau2 keluarin kertas. "Menurutlu, Le, penyakit apa yang paling berbahaya?" hahahaha...

      Soal menyemangati downline di FB itu, gue juga gak masalah, lucu malah liatnya, tag sana sini, mention sana sini. Yang ngeselin itu kalo udah ngata2in working moms hihi. Gue jg ga pernah diprospek yang kosmetik, mungkin karena dipikir gue gak bakalan pake produk itu. Wong gue cuci muka cuma pake air, mana mgkn bisa jadi agen kosmetik. Hwahahahaha...

      Delete
  16. aku juga ga bakat mjd agen insurance dan MLM ce, bener2 yakin gada minat disana deh :)
    dan paling males setiap ada kenalan yg maksa dengan memuji2 "lu cocok kok, lu pasti bisa, lu ada bakat disini, lu bakal sukses dll"
    tersanjung sih kl mmg pujian itu tulus, sayangnya itu bukan pujian yg tulus tp hanya berusaha supaya kita mau direkrut.. dan aku sama seperti cc paling ga rela kehilangan hubungan pertemanan dan persahabatan hanya karena urusan beginian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya dia pake metode rekrutmen yang udah diajarin sama uplinersnya juga. Kamu bisa, YES YES YES!! hahahaha. Masalahnya, meyakinkan orang itu nomer satu harus meyakini produknya dulu. Bukan cuma sekedar rekrut supaya memenuhi target. Kalau udah menghalalkan segala cara, nama produknya itu bisa jadi turun loh. Biar gimana agent itu kan merepresentasikan produknya.

      Delete
  17. Aku juga gak bakat Le, males juga sih sebenarnya. Sempetlah ditawarin kayak kamu gitu tapi untungnya walau akhirnya gak jalan, kita tetep temenan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kita kebiasa kerja kantoran sih, males banget untuk kerjain macem begini. Tapi emang banyak juga orang yang emang punya passion yang tinggi banget untuk mengejar impian, dan akhirnya sukses berbisnis tipe networking. Yg penting jangan ngorbanin persahabatan deh.

      Delete
  18. Wahhh..yg di Thamrin itu di BPPT ya ci? aku juga sudah pernah kesana hahahahaha...Udah pernah pengen direkrut juga berkali-kali..cuma memang lom tertarik, passionnya jualan ketoprak aja ci :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukannnn hehehe bukan di BPPT. Pa Kabar nih penganten baru? Mana cerita2nya?

      Eh kalo kamu udah buka stand ketoprak, jangan lupa ngundang! Hihihi...

      Delete
    2. Untungnya saya sudah nulis postingan hahaha...Kabar baik ci..ceritanya jilid 1 sudah dirilis diblog. Jilid 2 dan foto-foto nanti ya, lom dapet foto hasil liputan soalnya, adanya foto2 prewed sama shut2 dari temen2 yang dateng aja.

      Oh iya ci, nanti saya undang, tenang aja..nanti ada saatnya pensiun jadi programmer trus jadi tukang ketoprak hehehe

      Delete
    3. Cici udah mampir tuh hehehe. Gak sabar liat foto2nya.

      Delete
    4. udah dipajang ci..sisanya 2 bln lagi hahahaha

      Delete
    5. Hahaha udah diintip tuh yang pinkish2nyaaa.. hehehe.

      Delete
  19. Hai ci salam kenal ^^ gatel rasany gk komen hihi iya aku dulu pernah di tawarin juga hal yg sm oleh tmn kuliah tp gara2 aku nolak eh skrg jd musuhan loh padahal sebenarnya hak aku mau atau gk ,, mlsss bgt ya rasanya di tawarin bgtu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kasian banget, gara-gara nolak jadi musuhan. Sampe brantem gitu alias ngga ngomong sama sekali? Nah berarti bagus tuh, kamu jadi tau kawanmu itu tipe seperti apa. Seperti yang di atas itu, treats friend as an opportunity :P

      Delete
  20. wah udah berkali2 tuh ditawar kayak begini, biasanya sih lgsg to the point aja kalo gue ga niat, kadang gue jabanin aja dia muter2 omongnya.. tapi bakal ingetin dia teruskalo ini not for me.. kadang kalo yg merekanya sendiri lose patience, malah mereka yg dongkol sendiri... lol... paling kesel kalo yg produknya asuransi, suka bilang, wah orang indo sih ga insurance minded... gw mikir, really? seriously?... mereka tuh udah kayak under a spell ya especially yg bisa yell2 yes yes yes gitu... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka itu emang muka batu, diajarin untuk persistent. Gue rasa sih emang bener ada aura-aura apa gitu yang bikin mereka mukanya jadi tambah tebel 10cm, dan mungkin emang ngaruh alam bawah sadar via training yang selama ini mereka lakukan hihihi. Kan motivational speaker juga kayak begitu tuh, mirip2.

      Delete
  21. gw dulu paling anti sama asuransi loh le.. pokoknya ampun2an deh.. gw tolak mentah2. ga tau kenapa, ada 1 temen, dia kasi tau kerjaannya agen asuransi, tapi tiap kali ketemu ga pernah nawarin sekalipun tentang asuransi. kalopun gw tanya, dia jawab juga sich, tapi ga memaksa. eeh lama2 gw jadi berminat masuk sendiri, tanpa paksaan atau ga enak sama dia. karena dia ga nawarin kok, gw yg nanya. dia juga jawabnya ga kayak agen2 lain sampe bikin kita melayang2 keenakan..


    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahhh... justru gue juga sama. Lebih merasa nyaman dengan orang yang nggak maksa kita untuk beli produk dia. Gue percaya kok kalo butuh gue pasti nyari hehehehe.

      Delete
  22. belom ada yg nawarin jadi SPG mobil kan, lumayan loh bayarannya 1 shift wakakakka....

    kadang gw (jujur nih) suka males baca status fb org yg keseringan nulis gini gono setiap hari setiap saat pagi siang sore malam (kalau jarang2 sih nggak apa2)intinya biar merekrut org masuk mlm dia, mungkin maksudnya baik tapi gw lama2 terintimidasi hahahah seolah2 otaknya udah tercuci dan dunianya cuman mlm itu pdhl fb kan bisa ketemu manusia siapa saja kenapa gak nulis di fb khusus jejaringan dia aja ...yah alasannya kl fb umum siapa tau ada yg minat jadi member kalau fb jejaringan kan udah pada member jadi gak ada guna kali yah cuap2 disana hehehe...

    kl gw ada temen atau saudara yg emang menggeluti bidang itu kemudian sukses bisa keliling dunia, bisa pesiar, bisa dapet mobil, bisa income puluhan juta per bulan...gw turut happy buat mereka tapi bukan berarti gw harus ikutin mereka kan dengan alasan kalau belom coba belom tau, bisa kerja dari rumah, dll, dll tiap orang talentanya kan lain2 bukan, nggak semua orang HARUS jadi penjual mlm gitu. Hidup ini penuh pilihan bebas dan tiap orang menjalani dengan bahagia penuh tanggung jawab tanpa menjelek2an pihak lain

    kl gw ada temen yg udah lamaaaaaaaa banget gak contact bisa bertahun2 atau lebih dari 10 tahun dan tiba2 tanya kabar di msg fb gw pasti udah curiga ada udang dibalik bakwan dan biasanya benar untung mereka gak ada contact nomer gw cuman msg fb huahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh kan Fel... bener kan? Kalo kita mendadak dihubungin via fb, bawaannya jadi antipati yak. Padahal belum tentu jg orang tersebut nyari2 kita buat nawarin barang.

      Ya kalo semua orang di MLM pada sukses jadi diamond director whatever... pasti ada org2 downlinenya yg kerjakeras mati2an kan? Jadi gak mgkn semuanya sukses berat. Lagian pikirin deh...brapa banyak sih konsumer produknya kalo ujung2nya semua jadi agen? Hahaha.

      Delete
  23. gua malah lebih respect ama orang2 yang dari awal emang jujur ngomong mau prospek... pasti gua bersedia dengerin koq....dengerin doang sih hahahaha... ga bakal ikutan masuk, karena emang bakat gua ga disana...

    ketimbang ama orang2 yang basa basi ngajak ketemuan... traktir makan... tapi ujung2nya mau prospek... kayak gitu malah bikin males hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mel. Itulah intinyaaa hehehehe. Jujur dari awal bisa bikin kita lebih respect dan malah bisa bikin kita hubungin dia kalau kita butuh di lain waktu.

      Delete
  24. Bokap gw donk dulu pas di prospekin jadii nasabah asuransiinya juga suka di datengin mulu,, trus akhirnya 1 kel masuk smua.. Skrg udah jarang dikunjunginn :p, gw stuju skrg klo asuransi itu sebenernya di perlukan, cmn bener" gak stuju klo tipu" ternyata modus ajak ktemuannya bwt di prospekin sih... Kayaknya skrg gw juga mencium ad yg mw prospekin gw jd agent cii, gencarr message, cmn eike bales seadanya,, :p

    *Gw pernahh juga cii ikut ke seminarr yg YES YES ituuuu,,, merelakan ikut *dijaring sama pacar sendiri* huhuhu, cuman gw udah bilang ke dia, gw sih gak bakaln joinnnn cmn nemeninnn ksh semangatt aja, dan akhirnya dia pun sadarrrr bukan jalannya dia cariii duid disana.... :p

    Dulu pas kul pernah dhe, mau di prospekin jualan anion *yg pembalut itu* hahaha... bbrp temen gt di kumpulinn, di jelasin... duhh ampee lama benerrr, udah sore pada belum ada yg oke mw di ajak ktemuan juga di kampuss, akhirnya gw berhasil melarikan dirii... :p

    Tp skrg eke join nih Mlm kosmetik yg bnyk trainingnya ituu :p *Ditawarin sama temen deket juga* hwhwhwhw, cuman gw amat menyadariii klo prospekin temen ituu ujung"nya bisa rusak persahabatan, so gw lbh cb jualan sihh dibanding prospekin temen, walo banyak yg nolak juga :p, cmn gpp namanya juga cobaaa,, so far krna gw gak maksa gmn gt mrekanya juga biasa aja sihh...

    Stuju sih ci org sukses di MLM itu jalannya masing", tp nampaknya gw agak ke brainwashh hahaha... :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gile hidup lu bener2 dikelilingin sama MLM ya hahaha. Mulai dari pembalut sampe ke kosmetik hahaha. Yang di kosmetik itu banyak kok yang sukses. Tapi sayangnya banyak juga yang jd terpaksa numpuk barang buat tupo. Ya yg penting ga maksa dan produknya bs diandelin ya.

      Delete
    2. Macem" ada cii!! Yang belumm tuh yg obat"ann, tourrr... bwakakakka... :P

      Delete
    3. Tour juga ada MLMnyaaaa??? Bukannnya biasa tour itu jadi bonusnya MLM yak? Ckckckckck...

      Delete
  25. Ya ampun, jadi dicerita terakhir si temen itu pagi-pagi dateng kerumah berdua suaminya? Kebangetan banget. Persistence is good but knowing when to quit is better.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, Lor. Dateng berdua di saat gue baru cuma sikat gigi aja dan belum mandi hahaha. Dan ga pulang2 sampe jam makan sianggg huhuhu.

      Delete
  26. Ini gue juga sebel banget deh. Udahlah nggak pernah hubungan bertahun-tahun, tau-tau contact dan mau prospek. Menurut gue, gpp lho kita drift apart, tapi jangan merusak persahabatan yang ada di masa lalu cuma gara-gara prospek.

    Tapi temen lo itu sih nggak tau dirinya sih kebangetan banget. Bertamu kok ya nggak tau waktu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue ga masalah kalau seandainya pernah diprospek sekali, tapi gagal, namun hubungan tetap berjalan baik dan ga ada udang di balik siomay.

      Iya itu dia yg bikin gue kesel. Gak tau waktu dan bikin suasana di rumah uncomfortable.

      Delete
  27. Gua jadi mau cerita juga nih soal MLM ini.Lucu sih sebenernya kalo diceritain :))

    Jdi ceritanya si Jimi ketemu orang nih di kamar ganti tempat fitnes, seumuran gitu, dia awalnya nanya2 ngajak ngobrol biasa lah basa basi, ternyata dia juga programmer, nah makin seru deh tu si jimi nanggepinnya. Katanya jimi mau diajakin ketemuan sama komunitas IT, soalnya ni orang bilang, yg tinggal di gading tuh jarang cuma dia doang, makanya dia nyari temen. si jimi seneng2 aja tuh, ga ada pikiran apa2. Nah ketemuanlah mereka di senayan,trus si orang ini ngajak jimi ketemuan sama ketua komunitas di atas. pas sampe atas ... eh ternyata itu SEMINAR MLM hahahahaha =)) MLM yang kantornya di M0i itu loh yang biru2 :)) kalo ke mal itu pasti banyak deh agent nya berseliweran.

    Dia dipaksa dengerin tu seminar, padahal udah Bete banget. Ngomongnya mau pertemuan komunitas IT. emang bener sih orang2 IT, bos nya jg orang IT punya software house, tpi yg diomongin malah MLM. hahaha

    Udah gitu dipaksa beli CD lagi, sampe dipinjemn trus akhirnya disuruh2 balikin biar ketemuan lagi, dipaksa masuk juga untuk gabung jdi downline.

    Temen2 g banyak yang MLM, tapi selama mereka ngga maksa nawarin sih ga masalah. Ada tuh temen yang suka maksa beli2 produk dia, jadi males ketemuan kalo gitu, mo bahas ttg hal lain, dia malah jualan. Mungkin sekarang udah sadar kalau kita bete, jadi dia jarang nawarin lagi :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh kan... nyebelin banget kedoknya itu. Komunitas lah... apa lah. Ujung2nya nawarin MLM. Terus ya tricky gitumemaksa kita untuk balik2 lagi ke pertemuannya. Kalo rada 'kotor' gitu caranya, kita pasti ilfeel. Kalo emang produknya bagus, jualan retail aja di toko drpd pake MLM.

      Delete
  28. Hallo Leony salam kenal..gw ketemu blog kamu dari linknya felicia yg tentang resep bolu kukus. trus mampir ke sini iseng2 cari ilmu mo bikin bolu kukus soalnya penasaran punya gw jadinya botak melulu hihi..eh malah keterusan baca2 tentang topik mlm sambil manggut2 setuju. gw juga pernah ditawarin temen ya rada maksa..lah, cmn gw bilang kl kita ga tertarik dan ga minat untuk join., anyway i like your blog.. cheers stella

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Stella. Hahaha dipraktekin aja itu bolu kukusnya yang sangat sederhana. Semoga berhasil ya. Anyway, kalo saya gak pernah posting soal masakan di socmed hihihi jd kalo nyari masakan di blog saya pasti ga nemu hehe. Malah jd terdampar liat MLM deh hihihi.

      Delete
    2. Haha pantes ngubek2 blog lu ga ada gejala2 posr resep mknan.eh mlh baca2 yg laen seru juga..yg lu blng the city where u want to live is melbourne..gw stuju bgt soalnya gw melbournian jg hajaha..so kpn2 boleh visit2 dong kesini ya..disini byk mknan enak lho..

      Delete
  29. Hiks, jadi keinget pas g baru balik indo juga, dikontak ama senior yg dulu pernah jadi gebetan...padahal udah berbunga-bunga euyy, ternyata diajakin ke seminar mlm.....hancur minah hatiku...*lebbbaayyy* ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung dia ternyata nawarin MLM. Coba kalo beneran pedekate... ceritanya bisa jadi lain loh hwhahahaha...

      Delete
  30. Dari dulu kenapa yah orang yang MLM ini, pasti kalo mau ketemuan atau nawarin pake bebelit2. bilang kangen. bilang mau ngobrol. aku mau kenalin kamu sama satu produk tapi gak mau cerita kalo gak ketemu. hahaha.. aku juga kurang suka. biasanya aku langsung to the point. "gua gak bisa terjun di dunia kaya gitu. karena bukan gua banget".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pi... saya jg bilang kalo saya ga bakat. Tapi tau sendiri kl org mlm bilangnya... kamu bisa... kamu pasti mampu... kan kamu banyak relasi. Bla bla bla...

      Delete
  31. haaa...aku juga pernah ngerasain beberapa kali mbak Leony...temen smp-sma yang udah lama nggak ketemu, aslinya dulu tetanggaan tapi mulai kuliah udah tinggal di kota yg berbeda nah pas ketemu di Facebook tiba2 minta nmr telp ya dikasih aja dong namanya jg temen. Trus ngajak ketemuan pas pulkam nah ujung2nya nawarin MLM juga. trus ada lagi temen kantor lama nggak sengaja ketemu trus tuker2an pin BB, eh nggak lama minta ketemuan nawarin MLM ama asuransi juga. sebeeellll......ya tapi itu susah nolaknya :-) dan ngerasa dibo'ongin gitu kalo awal ngajak ketemuan bilang kangen eh ujung2nya rekrut(e)men

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, modusnya di mana-mana sami mawon ya. KANGEN! Ngeselin... dia memanfaatkan sincerity kita yang sungguhan kangen :( ternyata kita ketepu.

      Delete
    2. haha iya...sekarang bawaannya curigaan mulu kalo diajak ketemuan sama temen lama hahaha...padahal sih ya banyak juga yang emang ngajak ketemuan karena ada urusan laen atau murni kangen2an aja hehe..:-)

      Delete
    3. Kalau dulu kita beneran pernah dekat lalu lama gak ketemu dan dia blg kangen, boleh lah dijabanin. Tapi kalo dulunya nggak dekat... itu patut dipertanyakan hahaha.

      Delete
  32. Hahhhh..gua udah kenyang di gini in le....sampe sekali waktu kayak kena hipnotis tau2 transfer duit buat join. Beuhhh....sakitnya tuh disiniii *nunjuk dompet yang melompong...hadeuhhh...emang ya itu jelas2 bukan dunia kita..bukan rejeki kita dari.bisnis begitu, jadi berasa anehh banget. Yahh kalo yg udah jadi diamond mah liatnya asik2 aja ya, ga tau deh tuh perjuangannya kayak gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha lu bukan kena hipnotis ci... tapi kena jurus yes yes yes hwhahaha...

      Ya gue sih paham ya kalo ud sampe di atas emang bisa bergaya dan memang hrs start dr bawah. Tapi kalo business macam gini somehow bikin stress dan piramida tuh in the end cm nguntungin yg di atas.

      Delete
  33. eh postingan u bener2 mewakili perasaan org2 yg merasa terganggu sama org2 yg nawarin MLM nih.. gw jg ada temen yg sbnrnya ga akrab2 amat, krn dia temennya temen gw dl pas di kampus.. cm sempet beberapa kali lah jalan bareng gt.. tiba2 dia kontak gw lewat FB trus minta pin BB, abis itu ampir tiap weekend nanyain gw dimana, dia mau samperin, katanya pgn liat anak gw bla bla.. gw curiga dr awal krn perasaan gw ga deket2 amat ma dia, cm krn sungkan ya udah gw ladenin skali.. bener aja dong.. pas ketemuan boro2 gendong anak gw, liat anak gw aja kagak.. dia lgs sibuk kluarin brosur2 en jelasin panjang lebar kanan kiri kanan kiri.. hayah ! sejak itu tiap dia BBM gw, gw lgs delete tanpa gw baca dl.. jadi biar statusnya cm D, bukan R hahhaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga tadinya mikir Liv. Mau post apa ngga lantaran ini kan temen sendiri ya. Temen lama pula. Tapi setelah gue pikir2... nothing to lose lah. Kalau dia bacapun, semoga dia bisa mengerti isi hati gue ini. Dan semoga dia bisa mengubah sikapnya jd lbh baik lagi.

      Delete
  34. Hai, Mba Leony, salam kenal...

    memang ngenes banget deh ya kalo diprospekin temen lama yg tiba2 muncul "berkedok" kangen ini... hihihi. berkali-kali deh kena ginian... rasanya ya itu... bete...

    tapi, yang paling bete itu ketika mantan pacar yang prospekin, Mba...
    aku udah GR berasa diPDKTin mantan yg masih disayang.... pas "ngedate" dianya bawa brosur dan katalog... hahahahha

    ada hikmahnya tapi... bisa langsung move on, cyin.... :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga!! Ya iya kalo kita sebel emang jadi cepet move onnya. Tapi kalo kita masih ngarep.... sakitnya tuh disiniiii... hu hu hu...

      Delete
  35. gw juga ciiiii.. kesel kalo udah di tawar2in model begituan, ada temen gereja gw juga gitu.. agen asuransi kalo ngobrol ada selipin investasi, kesehatan dll. Dan ada temen gw waktu SMEA, dia gk pernah hub gw lagi padahal, tiba2 ngajakin ketemuan.. gw sih udah tau, gw jawab aja "liat nanti, kabar2in lagi" begitu dia BBM gw, langsung gw End Chat.. stress sendiri jadinya kan Ci ? satu sisi gk mau ngerusak temenan, satu sisi lagi berasa gk nyaman.. i feel you ci.. hiks hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo cici so far msh cici jabanin kl cuma di messenger. Kalo nyoba lagi dtg ke rumah, baru deh buka suara kalo mendingan dia jujur aja maunya apa. Kita jg ga mau kejebak lagi. Capeeee...

      Delete
  36. hehe. laki gue jg paling anti sama MLM dan asuransi. Kalo ada temen lama banget ngajakin ketemuan, pasti bawaannya dia udah curiga : mau diprospek nih, dan 99,99% benar hahaha

    nah pas awal gue pindah ke bali, gw kebanjiran ajakan MLM, dengan iming2: "wah kita belum banyak agen di bali, jadi kesempatan lu besar banget buat sukses " mulai dari MLM pembalut wanita yang konon super higienis, kosmetik, sampe alat masak made in Germany . belum lagi ditawarin jadi agen asuransi sampe arisan berantai. Malah sempet diprospek sampe mereka datang ke bali buat presentasi ke gue, nah gw pada dasarnya orangnya engga enakan en susah nolak, tapi akhirnya kebal dan gue engga mau nemuin mereka, alias ga bales sms/bbm sampe gw angkat telp. Lah salah sendiri orang udh engga mau tetep dipaksa *sigh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya nih... mereka ngincer itu orang2 yang baru pindah, ibu baru, pokoknya orang2 yang baru mengalami perubahan besar dalam hidup. Mereka berharap bisa ambil celah dari perubahan yg kita alami. Sayangnya nggak semua bisa digituin, apalagi dipaksa. Yang ada beneran temenan jadi bubar.

      Delete
  37. wah kalo yang janjian trus tau2 disuru ikut seminar itu mah jebakan banged!! Kalo gw udah gw tinggal kali ya, gile ya masa gw buang2 waktu gw ama anak gw cuman buat dengerin seminar MLM, dijebak pula.
    Gw juga perna dihubungin temen lama, biasa sih emang aneh deh, mereka gamau ngomong di awal tujuannya apa, bilangnya kangen aja mau ngobrol2 (ga masuk akal deh, dulu pas sma aja ga deket kok). Meski uda berasa aneh, gw bolehin mampir ke rumah, ternyata bener nawarin asuransi :D Yaudah gw dengerin aja, tapi ujung2nya tetep ga ambil ehehehehe, soalnya gw dah ada kok.

    Btw yg punya e-commerce itu apa yg punya bridestory?? hahaha tetep keponya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesannya kita ditipu kan ya. Alias gak tulus banget. Mgkn kl dr awal mereka blg tujuan mereka, kita bakalan jauh lbh respect dan menghargai usahanya. Tp kalau pake tipu2 alasan, respect gue menurun pelan2.

      Hahahaha... nggak kok, kekepoanlu salah hihihi...

      Delete
  38. Hi Ci Leony,

    Aku SR selama ini. Tapi gak tahan untuk comment yang ini.
    Aku juga ada perasaan was was tiap ketemu senior di kampus dulu, terutama pas acara reuni. hahahhaa
    Dia sih (katanya) manajer cabang bank gitu. Tapi dan tapi, tiap ada acara dia bawa pasukan a.k.a anak buahnya yang CS langsung "nembak" buat buka tabungan di bank-nya yang min 50 ribu juga ok.

    Males banget gak sih. pfffftttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwhahahaha... yg penting dapet point ya. Kayak TUPO produk MLM kosmetik hahahaha. Itu aja aku jd tau soal piunts2 itu gara2 ada temen yg hobi update status di fb soal MLM.

      Delete