Wednesday, September 24, 2014

Abby Tamasya Ke Bali - Bagian 2

Sekarang kita lanjut ke bagian dua ya. Bagian satu dari seri Abby Tamasya Ke Bali, bisa dilihat di sini.

Minggu, 14 September 2014

Setelah makan malam, kita check in di hotel kita untuk tiga hari dua malam ke depan yaitu, Conrad Bali. Kenapa saya pilih hotel ini? Karena saya tau, saya nggak akan kecewa. Saya pernah menginap di sini saat liburan tahun 2006 lalu dan puas sekali. Hotel ini adalah tempat saya pertama kali membawa Mama dan adik saya liburan di Bali saat saya mampu menghasilkan uang sendiri dari pekerjaan formal pertama saya. Jadi sudah jelas, membawa memori yang indah bagi saya. Dulu bersama Mama dan adik, kali ini bersama suami dan anak. Cerita tahun 2006 lalu bisa dibaca di sini. Tapi harap maklum nggak ada fotonya. Maklum tahun segitu blognya pun masih rada abal-abal hahah (lah, sekarang juga abal2, Non!). Dibandingkan dengan hotel yang kemarin, memang harga kamar di sini on the steep side, tetapi worth the service and the experience. Masih lebih banyak lagi hotel yang jauh lebih mahal daripada ini. FYI, ratenya dimulai sekitar IDR 3 mio/ night including breakfast. Tapi namanya hotel, ratenya berubah-ubah terus, apalagi kalau high season, makanya mendingan langsung di cek ke webnya.

Ukuran minimal kamar di sini adalah 45m2, dengan amenities yang sangat baik dan lengkap. Semua kamar dilengkapi dengan balcony kecuali yang lantai 1 ada opsi langsung ke pool atau istilahnya lagoon. Lobby terletak di lantai 3, dan kamar kita ini ada di lantai 4. Di Bali, kalau di tepi pantai, biasanya lantai tertinggi untuk hotel-hotel baru adalah 4 lantai, karena tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa.

King size bed, lengkap dengan baby cot. Eh iya, housekeeping masuk kamar itu dua kali sehari. Kalau pagi mereka beresin kamar, kalau sore, mereka akan masuk lalu menyiapkan keset dan sandal di sebelah ranjang kita.  Sisi kanan itu pintu menuju balcony, sisi kiri ada pintu geser ke kamar mandi. Kalau lagi honeymoon, buka aja terus, sambil berendem bisa sambil ngobrol sama yang nongkrong di atas ranjang hihihi...

Jarak dari ranjang ke televisi dan meja rias lumayan besar, Abby girang banget pas masuk kamar ini, dan langsung "do the business" if you know what I mean. Betah dia hahahaha.

Huge tub, dengan shower room di sebelah kiri, 

Nah pintu satu lagi yang burem-burem itu, adalah toilet. Jadi terpisah antara shower dan toilet, mirip dengan Hilton Bandung.

Perlengkapan mandinya semua dari Aromatheraphy Associates

Yang mengejutkan saya adalah perhatiannya terhadap amenities untuk si kecil. Ada popok, sabun mandi, wipes, shampoo, baby oil, bedak, bahkan sampai ke bib! Selimut anaknya juga halus.

Buah gratisan, lengkap pakai salak Bali.

Selutuh tehnya dari Twinings dengan berbagai rasa, dan pressernya maupun tekonya dari Bodum. Talking about details!

Anak-anak akan mendapatkan tas dari Kura-Kura Kids Club, lengkap dengan topi, dan voucher eskrim. Kalau monyetnya itu memang boneka ciri khas Conrad Bali. Di negara lain pakai Teddy Bear, hanya di Bali yang monyet dan bersarung :)

Sekali lagi, attention to detail! Ada payung, tote bag untuk membawa perlengkapan renang/ berjemur, bathrobe batik, dan juga, obat nyamuk! 
Waktu kita sampai itu, sudah di atas jam 10 malam, jadi kita cuma bisa foto interior aja. Ini juga karena ada yang request nih buat difoto-fotoin *wink sama yang request hihi*. Tapi lumayan juga jadinya ya ada kenangan.

Senin, 15 September 2014

Pagi-pagi bangun, langsung buka balkon dan ambil foto hehe. Sayangnya, karena kamar di lantai empat, dan pohon kelapa tingginya = 4 lantai, jadi deh, pemandangan depan kamar ketutupan pohon kelapa hauahhahaha.. Padahal itu di belakang pohon kelapa langsung pemandangan pantai loh! Gak apa-apa deh, tinggal ngesot juga buat ke pantainya hihihi.

Balkonnya lumayan luas untuk ngeteh/ ngopi cantik 

Nah tuhkan, beneran tuh, pohon kelapa tingginya tepat selevel sama kamar kita hihihi. Kelihatankah pasir pantainya? 
 Bangun tidur itu, kita langsung sarapan dulu tanpa ada yang mandi, soalnya rencana abis sarapan  langsung mau nyebur ke kolam renang. Puas-puasin deh main airnya!

Liat deh, ada yang baru bangun, langsung digantiin baju dan diajak sarapan hahaha. Gayanya minta ampun, ngerti kalo tasnya kudu dicantolin. Padahal isinya cuma botol air.

Perjalanan menuju Suku restaurant di lantai 1 dilakukan via lantai 3, dan kita lihat pemandangain ijo royo-royo khas Bali

Lengkap dengan air mancur yang menyejukkan walaupun cuaca panas.

Keren nggak gaya rambut saya Om dan Tante? Jebrik fresh from the bed!

Hari ini Abby breakfastnya habis 2 pancake, 1 sosis dan sepertiga croissant. Lumayan deh ya!
Yang saya suka dari Suku Restaurant ini adalah, walaupun ramai dan luas, tetapi egg stationnya ada empat, sehingga tidak ada customer yang harus menunggu lama! Yes empat, tiga yang biasa, dan satu yang halal. Jadi kalau yang biasa itu ham-nya pakai pork, kalau yang halal pakai beef. Kemudian ada lagi station pork sausage dan pork bacon yang dipisah dari deretan makanan lain. Jadi buat teman-teman yang Muslim kalau mau kemari, aman deh, karena jelas banget. Tau sendiri kan Bali kebanyakan sedianya daging babi. Dan satu lagi yang spesial adalah, adanya made-to-order breakfast yang sudah termasuk di dalam breakfastnya.

Kalau mau omellete bisa langsung ke egg station, tapi ternyata bisa juga pesan Egg Benedict, poached egg, dan boiled egg dari menu! Belum lagi ada European and Japanese breakfast juga. Tapi saya nggak pesan, udah cukup deh ambil yang dari buffetnya.

Kalau breakfast pemandangannya gini, asik juga kan hihihi...

Sekarang ngerti kenapa anak ini ngga bisa konsen pas breakfast? Lah udah nggak sabar untuk berenang!

Lari-lari terus ke kanan dan ke kiri! Tapi sabar dulu ya Nak, Papa Mama masih makan.

Ini dia poolnya kalau dilihat dari bar di lantai 3. Gimana nggak mau nyemplung??
 Setelah balik ke kamar untuk ganti baju, kita siap nyemplung!

Kolam renangnya itu sangat-sangat kids friendly, kalau masuk dari pinggir, akan dimulai dari area berpasir.

Kemudian pelan-pelan jadi kolam renang biasa. Kolam renangnya pun sangat family oriented, semuanya dalamnya 1.2M saja.

Main poolnya ada di tengah (di balik kursi-kursi), dan dikelilingi oleh kolam juga yang disebut lagoon yang bisa ditelusuri dari ujung ke ujung. 

Somebody is very ready to swim!

Masuk air, girangnya ampun-ampunan!

Asikkk... mama juga ikutan seneng karena udah lama ngga jadi kudanil alias nyentuh air

Biar panas yang penting asoy

Kolam pinggirnya luas kan? Tuh yang coklat bawahnya masih pasir, jadi lumayan Abby bisa latihan jalan di pasir.
Cuaca hari itu panasnya terik sekali, jadinya kita nggak jalan ke pantai untuk berjemur karena kata Papa Abby pasirnya panash! Untungnya di kolam ada pasir juga, jadinya Abby tetap bisa main sama pasir dan keruk-keruk.

Serius amat Dek ngeruk pasirnya

Biar dekil yang penting hepi!
Tapi tetap dong, ngintip-ngintip ke pantai yang sebenernya langsung sebelah kolam.

Walkway menuju pantai. Di sebelahnya itu ada open concept restaurant. Romantis juga kali ya kalau dinner di situ hihi. Kalau bawa baby mah jadi gak terlalu romantis :P

Walkway lain dari pantai ke kompleks hotel, ijo banget. Seneng liatnya. Jadi pengen punya rumah berhalaman luas *abis gitu mikir gimana ngurusnya*

Bahkan tamu hotel juga lebih milih di kompleks hotel daripada langsung jemuran di pasirnya.

Pemandangannya kok kapal TNI semua ya? Emangnya lagi mau perang apah?
Sehabis puas berenang dan main pasir, hari itu kita lanjutkan perjalanan ke Ubud. Papa Abby yang jagoan neon itu, ternyata bisa juga nyetir di jalan berkelok-kelok di Bali dan sampai ke tujuan. Saya aja mabok! Siang itu kita makan di Warung Murni. Eh, kok Warung lagi? Hahahaha... Warung Murni di Ubud ini suasananya tenannnggg banget, dengan pemandangan lembah. Suasana juga adem, pelayanan bagus, dan yang jelas, makanannya enak!

Abby manis banget ya di sini hihihi. Di sebelah kita itu adalah lembah yang curam. Ijo dan sejuk.

Tapi pas foto sama mama, malah angkat-angkat HP!

Nasi Ayam Tutu (alias Ayam Betutu). Ayamnya dimasak selama lebih dari 8 jam, rasanya resep banget! Plus kita juga dikasih kuah on the side untuk dimakan bareng nasinya. Manteb lah.

Nasi Campur Bali, lengkap dengan daging babi dan daging ayam. Kalau versi halal bisa pesan daging sapi. Sambel matahnya segar.

Sate sapi yang empuk dan lezat

Yang ini mashed potato dengan milk and cheese, dipesankan khusus untuk Abby. Dan..anaknya GAK MAU! Jadi lagi-lagi balik ke kentang goreng. Ada apakah gerangan dengan Abby yang biasanya doyan makan?

Es Cendol Bali dengan nangka. Lebih encer tapi lebih cocok untuk saya, karena nggak terlalu begah jadinya.
Jadi kalau ke Warung Murni itu, agak mirip dengan Four Seasons Hotel Ubud ya konsepnya. Jadi kita masuk dari lantai paling atas, dan kita makin turun step by step untuk ke dining roomnya. Saya sendiri tadi makan di lantai paling bawah.

Nah keliatan kan kalau saya tadi turun dari tangga itu.

Patung Dewa Wisnu, dengan latar belakang lembah

Lantai atasnya ada lounge dan bar

Sofa nyaman untuk konkow-konkow sambil memandang lembah

Lantai paling atas warungnya

Bagian depan dari Warung Murni. Keliatan sederhana ya? Tapi ternyata dalamnya bagus banget (dan harganya gak gitu sederhana hahahaha)

Jembatan cantik di depan Warung Murni. Ubud ini memang sejuk dan suasana pedesaannya dapet banget ya!
Sore itu, kita mengejar sunset ke Tanah Lot. Kalau kata Ibu waitress yang di Warung Murni, kayaknya gak bakalan keburu. Tapi somehow Papa Abby yakin kalau masih keburu. Yah dia lebih tau areanya ya daripada saya. Dan dalam perjalanan ke Tanah Lot itu, kita kan jalannya belok-belok terus nggak karuan. Saya sendiri memilih untuk merem-merem aja. Kata suami, saya sampe ketiduran. Sementara Abby sendiri gak bisa tidur karena tadi dari hotel ke Ubud dia udah tidur nyenyak. Pas saya bangun dari ketiduran itu, saya lihat Abby gelisah, kemudian kayak mau ngeluh, tapi nggak bisa ngomong. Kemudian saya taruh dia di pangkuan saya di mobil, dan JACKPOT!!! Goodbye lunch yang dimakan dengan susah payah. Untungnya saya siap bawa baju ganti Abby, dan juga tissue basah sudah siap untuk bersih-bersih. Ternyata, kata suami, sejak dari Ubud, Abby udah ngoceh-ngoceh kayak ajak dia ngomong, tapi saya nggak denger karena ketiduran. Rupanya, Abby MABOK DARAT! Sehabis dia jackpot dan nangis keras, mendadak wajahnya happy, happy banget kayak beban alias rasa eneg sudah lewat. Phewww... dan untungnya lagi, kita sudah dekat dengan Tanah Lot. Tapi, apa kita masih sempat kejar sunset?


Akhirnya, gendongan Aprica Fitta kepake juga!! Gak sia-sia dibeli dulu! *selama ini belum pernah dipake jalan-jalan huahahahaha*
Sampai di Tanah Lot, kita langsung menuju ke atas bukit, tempat di mana ada cafe-cafe dan resto untuk kita menikmati sunset. Soalnya kalau ngandelin tempat gratisan, yang ada kita akan berjubel kayak semut, dan kasian si unyil. Jadi mama Abby dengan kekuatan Ayam Betutu, mendaki dan sampai di atas dengan selamat hihihi *lebay*

Tuh kan, ajaib kan? Abis jackpot di jalan, anaknya bisa happy banget gini.

Turis-turis, mostly foreigners, lagi nangkring nungguin sunset. FYI, ibu yang di foto ini yang lagi tumpang tangan, demennya minta ampun sama Abby. Sampai sesudah matahari terbenam, dia nyamperin Abby khusus untuk ngajak ngomong dan muji-muji kalau Abby itu beautiful and adorable. Emaknya jadi ikut senang deh :)

Yay! Mataharinya belum terbenam, masih nangkring di garis atas pantai. Mission accomplished!

Satu-satunya foto bertiga yang mendingan, difotoin sama turis Jepang.

Anddd... the sun is set

Loh, Abby tangannya kemana? Hihihi

Pas kita turun ke bawah, masih tetap banyak orang nangkring di tepi pantai

The colors of tukang dagang. Kalau malam warnanya makin kelihatan
Dari Tanah Lot, kita lanjut untuk makan malam di daerah Seminyak. Kali ini, menunya favorite saya dong, yaitu Mexican Food! Kita menuju ke Taco Casa. Taco Casa ini cabangnya ada juga di Ubud, tapi yang pertama ada di Seminyak. Restaurannya kecil, tetapi sibuk dan yang jelas, my oh my, semua ingredientsnya, segarrr! Very recommended!

Open kitchen, lengkap dengan seluruh bahan terpampang. Jadi ingat dengan Chipotle (buat yang pernah tinggal di US pasti tau Chipotle)

Nacho Grande. Generous portion!

8 Layers Burrito with Beef for me

8 Layers Burrito with Chicken for Papa Abby
Very fresh lime juice. Kalau ngga inget kalau ini family trip, mungkin pesen margarita huahahaha.


Abby sendiri, dipesenin nasi putih, dan kita suwirin ayam, tapi ngga mau makan juga :(. Dia cuma mau nyemilin Nachos. Pulang dari sini, mampir KFC dulu for the rescue! Padahal udah cape banget, tapi demi anak hahahaha. And guess what, kita malam itu memecahkan misteri, kenapa Abby ngga mau makan. Ternyata dia lagi tumbuh gigi, sekali tumbuh banyak banget sampai graham belakang! Mystery was found! But was not solved yet hehe. Pantesan aja dia berasa ngga nyaman kalau makan.

Selasa, 16 September 2014

Last day in Bali. Hu hu hu... masih pengen liburan. Kok liburannya bentar amat sih!

Abby sih mau ngambil semua. Tapi yang dimakan 1 piece of cake dan 1 piece of hashrown. Donat cuma diisep-isep gulanya haha. Pasrah deh.

Foto makan sosis dalam keadaan sopan. Aslinya gragas haha. Itu kanan telor dadar dipesen khusus buat Abby.

Gerakan Tutup Mulut berlanjut, walaupun sudah disogok eskrim. Padahal eskrimnya enak banget. Gimana ortunya ga mau tambah gendut ini, ngabisin pesenan anaknya.
Sebelum pulang, harus main lagi di kolam, alias ngga mau rugi. Yuk nyemplung kembali!

Langsung semangat kalau jalan masuk ke kolam.

Mama juga ikutan happy

Papa juga mau difoto posenya sama

Ealah, ada pasangan Korea lagi foto prewed!!
Eh iya, ada hal menarik nih tentang turis Korea. FYI, hotel ini tuh isinya 95% turis asing. Pas saya nginap di sana, kalau lihat dari yang breakfast, turis Indonesianya cuma ada saya, sama ada satu bapak-bapak bawa anak. Untuk foreignersnya banyak Japanese and Koreans plus Caucasian. Kalau Caucasian and Japanese itu, jangan ditanya deh, di pinggir pantai langsung buka lapak dan berbikini, doesn't matter bentuk body kayak apaan. Tapi kalau turis Korea, especially Korean Moms, semuanya pada pakai baju renang lengan panjang, dan berenang sambil pakai topi! Mereka not even mau bener-bener berenang loh, rata-rata suaminya yang nyemplung, istrinya main-main air aja dikit. Bener-bener takut item! Sebegitunya kah saking mau melindungi kulit? Atau jangan-jangan takut lumer? *gak penting ya benernya haha*


Kalau pergi ngga bawa anak, kebayang leyeh-leyeh di sini, ngga mikirin mesti makan jam berapa. Kalo sekarang, anak pasti lari-larian entah kemana hahahaha.

Very nice and quiet

Haiiii!!

Harus foto di pantai pokoknya!! Harus! Biar panas kayak apapun! Hihihi

Siap-siap pulang deh. Huks!
Setelah check-out, kita berangkat makan siang ke Laota yang sudah terkenal dengan buburnya yang nikmat banget.
Bubur Seafood dengan dua porsi cakwe

Sapo Tahu Seafood ala Hong Kong. Lettucenya masih krenyes-krenyes

Demi anak, pesen Kerapu Asam Manis, saos dipisah. Ehhhh cuma dimakan 3 potong. -_-

Terakhir sebelum terbang, makan tempe goreng di Lounge Ngurah Rai Airport. 

Eh iya, gossip lagi dikit. Lounge Airport ini, walaupun makin lama makin diketatkan yang bisa masuk (alias kartu kreditnya makin terbatas), manusianya seringkali ajaib-ajaib. Contohnya kemarin ini, ada ibu-ibu, mentang-mentang bisa ambil makan sepuasnya, ngambilnya tuh kayak gunung! Belum lagi ngambil lemper sampai lima biji, kue-kue berbiji-biji. Dan yang bikin nyeseknya lagi, ngga diabisin! Sementara tau sendiri di beberapa lounge airport, apalagi di daerah, makanannya keluarnya slowwww banget, dan banyak yang ga kebagian. Kapan ya orang-orang bisa mengubah sikap kayak gini, biar lebih toleransi gitu.

Sepanjang perjalanan pulang, as usual, Abby bobo lagi di pesawat, jadi ngga ada drama-drama kuping sakit atau nangis di perjalanan. Hallelujah! Pulang pergi, dua-duanya mulus.

Sampai Soetta, Abby laper, makan oatmeal cookies buatan mama. Trus kita nunggu koper lama banget! Eh gak taunya, Angkasapura salah taro nomer pesawat di layar baggage claim beltnya, dan koper kita ternyata ada di belt sebelah. Soetta oh Soetta... cape deh!
Saya lupa mentioned sebelumnya, kalau perjalanan tamasya kali ini, adalah perjalanan kami kali pertama tidak bawa Suster dan tidak bawa pre-prepared food. Kebetulan pas Sus sakit thypus selama dua minggu itu, bikin kami latihan juga untuk urus Abby sendiri, dan ternyata we could do it! Kapok ngga liburan bertiga aja? Ya jelas ngga! Walaupun ada drama GTM (yang ternyata karena tumbuh gigi), perjalanan kami ini diberkati banget. Semua rencana kami terlaksana, timingnya tepat, cuacanya baik, kami sehat dan selamat semua, intinya sih God is great!

Demikianlah edisi Abby Tamasya ke Bali kali ini, ditunggu edisi Abby Tamasya selanjutnya ya!

PS: Garuda, kapan sih pulang pergi ke Bali  pas masuk pesawatnya naik belalai, masak sampe sekarang masih naik bus dan tangga terus sih :(... *lirik ke Ooh-nya Abby*

38 comments:

  1. Gue pas ke Bali kemarin kalo pagi pasti ambil makanan breakfast terus dimasukin ke kotak makannya Madeline. Soalnya di Bali kan makanannya pedes-pedes. Makanan dari hotel pas breakfast penyelamat banget buat maksinya Madeline.

    Sekarang kalo traveling gue selalu bawa kotak makan. Bisa juga buat bawa roti buat ganjel-ganjel perutnya Madeline kalo laper/kelewatan jam makan siang. Namanya traveling kan kadang nggak bisa diprediksi.

    Anak kecil kayanya tau deh kalo lagi liburan, Madeline itu kalo lagi diajak traveling juga manis banget. Dan guenya nggak terlalu stress juga sih kalo lagi liburan, lebih santai nggak terlalu ribet harus makan buah, sayur endebray endebrey. Mungkin karena itu anaknya juga hepi hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngel, kalo makanan extra buat Abby itu selalu gue bawa. Gue bawa oatmeal cookies n roti bikinan sendiri buat dia di jalan. Terus hari kedua beli lagi roti di bakery. Gue selalu ga pernah enak hati kalo ambil roti or makanan di hotel haha. Pdhl ada anak kecil mestinya gpp ya. Tapi emang dr dulu diusahakan ga pernah nyomot. Tp selalu kok di sela2 makan Abby dia snacking dr makanan yg gue bawa dr Jakarta or beli di sana. And beberapa kali kita beli eskrim hehe.

      Wah udah jauh dr ideal deh komposisi makanannya Abby during holiday. Udah mau makan aja udah bagus kok hwhahahaha. Yes bener banget, anak2 itu tau kalo mereka lagi liburan. Auranya beda!

      Delete
  2. le... itu hotelnya bikin mupeng hahahaha... tapi ratenya mahal yak, moga2 ada rejeki buat nginep disana hehehe... kolam renangnya gede ya... dulu gua rada2 nyesel ga nyobain kolam renang di hard rock bali, soalnya tinggal nyebrang kan langsung pantai... lebih milih main2 di pantai ketimbang kolam renang hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk yg 2 hari blakangan, gue emang sengaja milih hotelnya yang ada private beach. Kalau Hard Rock di Kuta kan ya, which is ngga ada private beach, dan namanya bawa anak, kayaknya lebih nyaman ya kalau ada private beachnya. Somehow lbh brasa secure n gak akan disamperin org2 nawarin jasa atau barang. Tapi kalo lu lebih demen beach hopping n jalan2 di pantai, di manapun oke dan gak harus berenang jg kok di hotel hehe. Gue jg biasanya ga berenang kl ajak Abby jalan2. Baru kali ini aja krn rugi banget kl ngga hwhahaha.

      Delete
  3. wah kamarnya gede bngt dan hotelnya bagus yah ce :)
    Abby harus sering2 diajak tamasya, seneng kan dia hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan gede kan. Makanya enak buat bawa anak. Iya nih semoga emak bapaknya ada waktu dan rejeki serta kesehatan jg buat bawa anak jalan2 ya.

      Delete
  4. Ngiler liat fasilitas hotelnya. ada harga ada barang ya. moga2 bisa kesampean nginep di hotel kaya gini * semoga dapet rejeki nomplok*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makanya jadi worth the price ya. Kalau ngga sih lemes juga. Sip semoga dapet yg nomplok2 baik rejeki maupun suami yg nomplok hihihi.

      Delete
  5. wah bagus banged leony liburannya lancar tanpa drama berarti ya :D :D

    Gw perna nginep sana. kamarnya persis lokasinya kaya di foto lu. Tapi gw ga dapet amenities buat anak waktu itu. apa karena gw gak minta baby cot yah? hahaha anak gw sih waktu itu uda 3 taon an :P

    trus itu lu ke ubud ga nginep yah? niat banget, bukannya rada jauh n macet?

    ditunggu yaaa edisi travelling berikutnyaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha mgkn krn gue bilang butuh baby cot kali ya jadi dianggep bawa bayi. Iya itu kamar yg paling standard haha. Udah more than enough. Dulu pas 2006 kamar gue lbh gede lagi malah tp sayang ah krn jg banyakan di luar kamar ya. Plus bs kekep dompet extra. Lancar banget nih liburannya kecuali anak GTM hihi.

      Ubud deket kok Tep. Cuma 1 jam lebih aja. Gue tiap kali ke Bali kl ke Ubud ga pernah nginep. Traffic memang hoki2an kadang macet kadang ngga. Kemarin ini termasuk oke lah standard. Memang kalau ga tau areanya bakalan puyeng banyak belokan n jalanannya kecil.

      Delete
  6. ngiler liat hotelnya. kapan ya bisa nginep di hotel kayak gitu.
    kalo travelling bawa anak balita emang susah susah gampang makannya ya le.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo liburan bawa balita udah pasrah deh during holiday. Yg penting dia sehat terus, happy, dan ada makanan yg masuk apapun yg dia suka. Ga bisa expect macem2.

      Delete
  7. Hotel nya bagus ya ny...

    Aduh nasi Bali nya itu selalu menggiurkan dah... Warung murni nya keliatannya temp tempatnya asri banget ya...

    Kasian abby sempet carsick ya... Tapi emang abis muntah pasti lebih lega ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hotelnya memang worth the price Man. Kalo ngga bawa anak lbh bisa explore lagi deh fasilitasnya dan yg jelas lbh bisa leyeh2 haha.

      Warung Murni itu emang bikin kita betah berlama2 deh. Iya tuh Abby ga tahan belok2 di Ubud plus dia ga pake car seat. Gelisah banget.

      Delete
  8. Ciii, makanannya bikin ngeces smuaa!! Kacian abby lg numbuh gigi ya, gigi graham aku yg plg belakang juga baru nongol dan itu sakitnya gak banget deh :( next time abby ke b...elgia hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gigi graham bungsu baru tumbuh dan ternyata sakit, mendingan dioperasi aja. Nanti bakalan ada banyak gangguan kl dia udah nangkring hehe.

      Belgia negara dong ya haha. Eh boleh juga deh kan ibukotanya berawalan B alias Brussel. Hihi.

      Delete
    2. Hmm ntar aku tny lg deh ci sm dr gigi aku, dia sempet nyebut2 operasi sih pas aku ganti karet behel. Moga2 gak usah pake operasi2an ah, sereeem hehe

      Delete
    3. Mending operasi. Sakitnya cm seminggu. Kalau ngga dioperasi dan tumbuh ga beres, sakitnya nyut2an dan ujung2nya dioperasi jg.

      Delete
  9. kamarnya di conrad seru banget, bikin ngiler.. tapi ga ngiler bayarnya hahaa..
    kalo pas lagi pergi berlibur, jadwal makan anak2 emang berantakan ya.. gw biasanya bawa kompor kecil buat bikin bubur ato rebus2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo jadualnya berantakan sih cincai. Yang ngeselin itu GTMnya huks huks. Apalagi anak gue terkenal gampang makan blesek2. Eh ini susah. Wah gue ga brani bawa2 kompor. Sebelum ini kalau liburan keluar kota, gue selalu bawa meal yg udah difrozen dan pas mo kasih makan lgsg di micro.

      Delete
  10. kalo dulu pernahnya maen ke Jkt bawa Selena, gak bawa Sus.. masih sanggup sih meski sampe nenteng2 slow cooker boo. Tapi sejak ada 2 anak sekarang, mau ke Jkt aja ga berani ga bawa sus... repooottnya kebayang.. :)
    Inget waktu Selena dan adeknya baru naik pesawat, Selena teriak minta turun..buseet deh, bikin parno aja..

    Hotelnya bagus banget yak.. harganya juga keren hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh... Selena minta turun dr pesawat? Gimana ceritanya itu? Pasti lu stress banget deh. Gue jg kemarin ga bawa makanan khusus Abby, jadi pasrah aja deh sama keadaan hahaha. Hebat elu msh bisa bawa slow cooker segala pas pny anak satu.

      Sebenernya msh banyak lagi hotel2 yg lbh mahal Fun. Cm gue nyari yg ud terbukti aja kualitasnya sama cocok buat bawa anak dengan harga yg pantas.

      Delete
  11. Lele, gw pertama kali ke Warung Murni pas babymoon Nara 8 tahun dan sekarang tiap ke Bali pasti kesana. (duile kaya tiap 3 bulan aja ke Balinya, padahaal...) Ntah kenapa, seneng banget sama tempatnya. Walaupun eike kan cemen ya rada (RADA???) penakut sama hawa-hawa ubud serasa banyak huntaa, haha

    Conrad bagus banget yaa, seneng liat foto-fotonya. And you look so pwetty Leleee :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang ya Met, nikmat banget nangkring lama-lama di Murni, cuma kemarin ini gue gak bisa lama-lama karena sampe sana aja udah jam 3 sore, terus mau ke Tanah Lot liat sunset. Tapi bawa anak segede Abby rada peer kecuali dia didudukin terus di high chair. Takut nyemplung!

      Iya Met, bagus dan sizenya pas. Gak keluasan juga kayak Hyatt, dan gak spooky. Sebagai pencinta non spooky, lu pasti suka di situ. Haish, makasih Met. Cantik bahagia ya, cukup diliat sampe muka. Pas ketemu lengan, langsung keliatan kayak gada hahahaha.

      Delete
  12. Bikin mupeng banget itu Conrad Hotel dan semua yang ditulis di sini. Warung Murninya juga. Sama makanan mexico di seminyak itu juga. Ah, bener-bener lengkap ini racunnya. Hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Dan... anak Bul sm si kecil ke Bali segera dan enjoy makan2nya hahahaha. Tar naik 4 kg kayak aku. Hwhahaha.

      Delete
  13. wihhh asik nya hotel Conrad ciamik ya le...beruntung tuh hotel diinepin sama elu....lengkap banget nihh fotonya....hahahha. Ngiler ihh makanan bali...kepengen kesana lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Kayaknya tu hotel udah beruntung baik ada maupun ga ada gue hahaha. Itu gue ga explore Ci. Kalo explore mgkn fotonya lbh banyak lagi kali.

      Yuk ke Bali lagiii... enakkk...

      Delete
  14. Ci, share resep outmeal nya boleh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh... dtg2 nanyanya malah resep hehe. Padahal isinya postingan Bali ya.

      Saya kalo bikin masakan rumah prinsipnya kira2. Saya masukin mentega, gula, dan sebutir telur ke dlm food processor. Setelah halus lembut, tambahkan terigu dan oatmeal serta sedikit garam lalu diaduk sampai rata. Tinggal siap di cetak2 biasa cukup pake sendok aja di loyang. Lalu panggang. Udah deh.

      Delete
    2. upsss, salah fokus ya ci :)>-
      anyway thanks ci resep pake ilmu bayangannya #pinjemistilahcifeli

      Delete
  15. aku penasaran makanan mexico itu :) entah kapan bisa ke Bali lagi hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ada segera yang buka di Medan ya. Atau kamu aja yang buka mumpung celah pasarnya msh ada.

      Delete
  16. Ci le kmaren suaminya bawa mobil sendiri yah selama JJ di bali?? pake GPS?

    Itu conrad mantap banget detailnyaa >,< Kolamnya juga bikin pengen nyeburrr bangett!! kayaknya turis lokal kbanyakan demen yg low budget kalii ci? :p.. hihi.. Warung Nuri's nya boleh juga tuh di coba kali next ke bali n ke ubudnya juga.. hoho..

    Kok kyknya Pullman yg di legian lebih dari lt.4 yah??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bawa mobil sendiri. Kebetulan dia emang sering dinas di Bali jadi lumayan tau kalau jalan2 gede. Kalau jalan model tikus kayak di Ubud, pake GPS deh hehehehe.

      Ngga kok, turis lokal itu sekarang banyakan nangkring di Sofitel sama Mulia hehe. Jadi bukan soal budgetnya, tapi mereka lebih suka tempat yang hip gitu hehe. Kalau Warung Nuri's udah coba, dan banyak cabangnya juga di Jakarta. Ya mungkin nanti kalau ke Ubud lagi, makan di sana.

      Pullman yang di Legian itu hotelnya lebih tua kan ya, setau saya itu dulu bekas hotel lain lalu direnov jadi Pullman. Kalau hotel lama, seperti di Sanur Beach itu banyak juga yang lebih dari 5 lantai. Ya mau gak mau ya udah berdiri. Tapi Pullman Legian gak tinggi banget juga kok.

      Delete
  17. Wah enaknya Abby cuma bobo aja ya selama d pesawat hehehe mantab.. jd inget dulu bawa alice travel kalo d pswt rewel nya malu2in haha..
    bagus ya conrad ada kids clubnya sgl macem hehe jadi pengen liburan juga haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abby bobo terus mungkin enak kali ya di pesawat kan serasa di mobil, geter2, teler deh hehehe. Iya, liburan lagi yuk ke Bali, kalau dr Singapore kan banyak direct flight.

      Delete
  18. Liburan yang sangat menyenangkan. Bali memang dominan dengan banyak obyek wisata nya. Tapi jangan lewatkan, Bali juga punya tempat untuk rekreasi baru, dengan konsep alami,budaya dan eco educational tampaksiring mempunyai tempat itu. Letaknya di tampaksiring gianyar Bali. _lepaskan penak Anda di nuansa perkotaan, mari nikmati liburan di daerah pedesaan yang alami_ *tampaksiring journey* .Tampaksiring the best..banyak pilihan untuk menikmati liburan Anda di wilayah tampaksiring, dari obyek pura hingga wisata outbond. Eco cycling bali . And
    Bali rice trekking

    ReplyDelete