Monday, July 07, 2014

Emak-emak Ngomong Politik

Saya ini paling nggak bisa nulis-nulis yang berbau-bau politik. Paling mentok, saya nulis brantakan kayak pas Pileg kemarin. Bisa dilihat di sini kalau mau nginget komen saya waktu itu. Ngasal kan? Ya iya lah, wong saya bukan penulis, jurnalis, ataupun pengamat (sekarang pada pake kata pengamat ye cuma buat jadi sumber berita haha). Mau nulis aja pake mikir dulu nih. Apalagi di masa tenang ini, kemarin sempet dibilang kagak boleh "kampanye". Tapi begitu tau kalau Banwaslu cakupannya gak sampe ke social media, saya akhirnya niatin nulis di sela-sela ngurusin unyil yang lagi rada demam dan uhuk-uhuk.

Biasanya ya, sampe Pileg kemarin, saya tuh masih nggak mau ngomong secara umum pilihan saya apa, soalnya kan rahasia gitu loh (padahal kata orang sih istilah LUBER itu cuma ciptaan Orba yang singkatannya Lubangi Beringin hahaha). Tapi kali ini, saya ngerasa BUTUH untuk menyuarakan pendapat. Kenapa? Soalnya walaupun menurut saya JELAS banget harus milih yang mana, tapi kok banyak juga orang yang masih bingung, dan seringkali memilih dengan alasan yang ngga masuk akal. Nanti saya jelasin ngga masuk akalnya gimana. Saya mau kasih tau pilihan saya, tapi inget ye, kalo beda jangan sensi (kata Slank dkk).

Saya dari dulu milih JOKOWI! Sebagai emak-emak yang ngga ngerti-ngerti amat sama omongan intrik-intrik politik, saya milih dia dengan alasan yang sederhana, dari kacamata saya sebagai seorang emak-emak juga, sebagai penduduk Jakarta yang merupakan ibukota negara. Ngga usah sampe jauh-jauh mikirin kepentingan, koalisi, agama, komunis, mafia apa lah... #puyeng.

1. Waktu saya ngurus KTP dan KK buat pindahan dari Jaktim ke Jakbar tahun 2013 lalu, prosesnya gampil banget! Waktu itu sistemnya masih pake loket (belum sempet di renovasi kayak sistem teller). Bapak-bapaknya baik dan jelasin dokumen-dokumennya yang dibutuhkan. KTP gratis, dan KK cukup bayar administrasi IDR 30,000. Cepat pula jadinya. Saya yang dulu suka apatis kalau udah nyangkut urusan ke kelurahan, sekarang jadi berani ngurusin apa-apa sendiri. Inget ye, konsep revolusi mental itu bukan omongan loh. Saya aja mentalnya jadi ikut ke-revolusi loh, lantaran sekarang saya jadi punya kepercayaan terhadap staff-staff di kelurahan. Saya jadi mau melangkah dan nggak usah nyuruh satpam kompleks untuk ngurus ini itu pakai persenan (walaupun ditawarin sama satpamnya). Dan hebringnya, saya telepon ke kelurahan eh DIANGKAT LOH! Meeennn...saya masih inget tahun-tahun sebelumnya kalau nelepon ke kelurahan itu ibarat nelepon ke nomer tak berujung (alias cuma tut...tut... tut.. sampe putus sendiri). Masih inget tulisan saya yang soal ngurusin KTP di tahun 2012? Kalau belum tau, baca di sini. Kejadiannya di Agustus 2012 saat Jokowi belum menjabat. Nggak sampai setahun setelah Jokowi menjabat, voila! BERUBAH! (muter ala Ksatria Baja Hitam RX). 

2. Dari sejak saya pacaran dengan suami di tahun 2010, di daerah Puri Indah sebelah kantor Walikota, ada jalanan yang mestinya dua jalur, yang kebuka cuma ada satu jalur. Sudah bertahun seperti itu dari sebelum saya kenal suami, dan tidak ada yang bisa melakukan apa-apa. Jalur satunya ketutup, dengan konstruksi pipa yang tidak jelas kapan beresnya, sehingga jalanan yang ketutup itu malah digunakan oleh salah satu toko bangunan untuk naro bahan bangunan. Pasir, batako, semen, numpuk semua di jalan itu seakan-akan itu jalan punya dia. Kemudian jadi banyak angkot pada mangkal di situ. Jalanannya juga bolong hancur-hancuran. Deket sama Kantor Walikota loh, dan walikotanya aja rumahnya di deket-deket situ kok. Pembatas jalur juga jelek, gersang, pokoknya keliatan ngga enak dilihat. Gara-gara jalanan dipangkas itu, setiap pagi jadi bottleneck, macet! Bertahun-tahun! Tapi, tahun lalu, saya perlahan melihat perubahan. Pertama, dari pembatas jalur yang gersang, mulai ditanami dan ditata rapi sehingga jadi taman. Cantiknya bukan main! Kemudian jalanan hancurnya dan konstruksi pipa airnya diperbaiki, sehingga sekarang jalanan jadi full dua jalur dan tidak macet lagi. Mata kepala saya melihat progressnya every single freakin' day. Sekarang daerah situ jadi rapi, nggak ada lagi angkot yang mangkal sembarangan. Gak percaya? Tanyakan pada semua warga di sekitar sini yang jadi saksinya. 

Mau lagi buktinya? Banyak banget! Taman Semanggi yang dulu agak rawan dan mengerikan untuk dilewati, sekarang ya ampun cakepnya! Saya aja kaget! Sudah lama saya nggak nyetir sendiri ke daerah pusat, tapi minggu lalu mata saya benar-benar dimanjakan. Bersih, terawat, indah, sampai saya terbengong-bengong. Waduk Pluit juga, sekarang kok bisa gitu ya? Saya aja baru tau ada Waduk Pluit! Abisnya sebelumnya ketutupan semua. Hahahaha... 

3. Beberapa minggu lalu, saya balik lagi ke Kelurahan buat ngurus DPK karena nama saya tidak terdaftar di DPT. Saya kan semangat nyoblos dan nggak mau sampai suara saya nanti melayang. Waktu tiba di sana, saya kaget, sekarang loket di depan sudah tidak ada, berganti menjadi meja panjang seperti customer service di sebuah bank. Ada kursi untuk menunggu, ada mesin untuk mengambil nomer urut antrian, ada TV LED di dinding, ada papan elektrik untuk menunjukkan nomer antrian. Waktu saya ke sana, orang-orang sedang break makan siang. Loket buka kembali sekitar pukul 13.10 dan langsung disambut senyum ramah oleh petugas kelurahan, seorang ibu cantik berjilbab. Tidak ada lagi bapak-bapak rese yang sok tau ataupun berusaha mempersulit kita. Saya masih ingat ini adalah salah satu hal yang Jokowi janjikan saat dia berkampanye untuk jadi Gubernur Jakarta. Saya kira hal ini akan lama terwujud, eh ternyata, gak sampai 2 tahun! Luar biasa! 

Btw, cerita saya kesannya cetek banget ya? Cuma jalanan di sekitar rumah dan kelurahan. Tapi ya itu yang saya rasakan sendiri sebagai emak-emak. Banyak hal yang mengganggu saya bertahun-tahun soal Indonesia sampai saya hampir tidak punya keyakinan terhadap nasib bangsa ini, perlahan-lahan diubah dengan kehadiran seorang Jokowi. Saya jadi punya HARAPAN! Harapan akan seorang pemimpin yang sejati. Kalau di agama saya, seorang pemimpin hebat itu bukan digambarkan dengan sosok yang gagah dan kaya, tetapi digambarkan sebagai seorang PELAYAN! Melayani dan bukan dilayani, itulah sosok pemimpin sejati. Dan baru kali ini, beneran baru kali, ini saya melihat ada pemimpin yang benar-benar ingin melayani di negara kita. Why shouldn't we give him a chance? Bayangkan kalau segala kebaikan dari revolusi mental itu bisa menyebar di seluruh Indonesia, negara ini majunya bakalan tidak terbendung. 

Di sisi lain, kenapa sekarang banyak banget orang berani mengkritik Jokowi? Ya karena Jokowi BISA DIKRITIK! Jadi ini bukanlah suatu hal yang negatif kalau Jokowi dipertanyakan mengenai janji-janjinya. Ini adalah hal yang sangat positif, artinya kita punya pemimpin yang mau mendengar dan mau melaksanakan. Coba pemimpin yang jaman orde baru, kamu mau kritik? Maaf, nanti di dor, masuk penjara, atau hilang. Kemudian pemimpin sebelumnya, kamu mau kritik? Maaf, percuma soalnya kupingnya sudah kayak cantolan panci, alias apapun kritikmu tidak akan didengarkan dan akhirnya sia-sia sehingga ujung-ujungnya orang malas mengkritik. Yang dulu keliatan lebih adem pemerintahannya? Mungkin, tapi ademnya semu! 

Eniwei buat yang milih Pak Prabowo, saya sih nggak masyalah sama sekali. Tapi sampai saat ini, buat kenalan saya yang menurut saya pinter (yang pinter nih ye, bukan yang emang tulalit) kalau ditanya kenapa milih No. 1, jawabannya itu rata-rata:

- ada unsur kepentingan (mostly business, atau kekeluargaan)
- gak suka aja sama Jokowi (capres boneka, melanggar janji, tukang tipu)
- gak suka sama koalisinya Jokowi
- takut dianggap kafir (ini yang paling ajaib... wth...)

Perhatiin deh, jawabannya rata-rata negative statement about Jokowi. Terus saya tanya, jadi keunggulan Prabowo apa? Soalnya kalau saya kan bisa nyebut keunggulan Jokowi dari kerja nyatanya. Jawabannya rata-rata: Tegas, membela negara sebagai anggota TNI. Terus saya sempet nanya lagi ke temen saya yang mati-matian bela Prabowo, kalau pribadinya bagus mana jadinya? Dia jawab, "Sebenernya sih Jokowi kalau pribadinya oke, tapi gak tegas, nanti disetir koalisi." Duh, cape, tegas mulu yang dibahas hahahaha....  Anyway, saya ngga mau jelek-jelekin Prabowo kok. Cuma mbok ya, reasonnya lebih cakepan dikit. Emangnya Pak Jokowi nggak punya bargaining power?

Selama 16 tahun sejak reformasi di 1998, saya belum melihat ada perubahan yang berarti. Yang saya lihat, cuma orang yang memanfaatkan momentum reformasi untuk kepentingan dirinya sendiri, memperkaya diri, dan makin membodohi bangsa. Tapi, bangsa ini tidak bodoh! Bangsa ini hanya menunggu sebuah kesempatan, untuk bisa bangkit kembali dan jadi bangsa yang besar. Suara kita berpengaruh, suara kita diperhitungkan. Gunakan suara itu di TPS nanti tanggal 9 Juli.

"Kalau nanti Jokowi mengecewakan gimana dong, Le?" Ya simpel, kalau dia mengecewakan, saya nggak akan pilih dia kalau dia maju lagi sebagai incumbent. Susah-susah amat. At one point, kita pasti bakalan kecewa kok. Sama pasangan yang sudah janji sehidup semati aja kita sering kecewa, padahal kita pikir kita mengenal orangnya luar dalam kan? Dijamin bohong kalo udah nikah tapi ga pernah brantem. Tetapi bukankah kekecewaan yang bisa dibicarakan itu nantinya akan membawa kita ke arah yang lebih baik? Pak Jokowi asalnya dari rakyat, dia maju karena rakyat. Pak Jokowi janji mendengar suara kita, kalau kita kecewa lontarkan saja, karena tidak ada seorang pemimpin baik yang ingin menghancurkan rakyatnya sendiri.

Yo wis, sekian dulu ocehan emak-emak. Kalau mau ocehan yang lebih berbobot, silakan baca di media lain ya. Khusus untuk warga Jakarta, kalau milih Pak Jokowi, dapet bonus gubernur super keren dan ganteng (kata emak-emak) --> Pak Ahok. Manteb!

#salamduajari

Extra:

Video ini karya temen saya, Toto, yang emang udah kreatif dari orok. Saya saksinya selama masa kuliah sampe sekarang.

Buat yang demam "Let it Go", semoga ikut demam "Bapakku" juga ya! 


41 comments:

  1. Salam dua jari cii...agak mengerikan ya gimana pihak sebelah menghalalkan segala cara untuk ngotot jadi presiden...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang lebih penting lagi adalah, kita tidak terpancing dengan provokasi yang dilancarkan kubu sebelah. Harus lebih santun dan lebih pintar lagi.

      Delete
    2. Wah salam dua jari ya Princess RIbbka. Hieieeihiehe. Iya deh saya salam dua jari juga. Walau jari saya ada sepuluh. Jari kiri ada lima, jari kanan ada lima juga, Hihihihihihi. Eniwei, namanya juga dinamika politik, dan demokrasi, semua pasti ada hal hal yang seperti ini,. Kedewasaan politik memang perlu. Santun dalam demokrasi juga perlu

      Delete
    3. Besinikel, eh nama aslinya siapa ya? Hehe. Thank you for stopping by and leaving comment.

      Asep, iya benar sekali. Namanya demokrasi harus bisa lebih terbuka dan tenggang rasa. Soal ada pihak yg menghalalkan segala cara, saya yakin masyarakat sudah lebih pintar, dan yang jelas Tuhan tidak tidur hehe. Mari kita kawal suara dengan baik.

      Delete
  2. Salam 2 jari ci...nambahi sedikit,ak yaa termasuk org yg duluny malas pilih jokowi kr kan tugas gubenur dia blm kelar tp klo d pikir2 hrsny jkw lbh baik jd presiden dg ahok gubenurny baru mantap...lagian hasil kerja jkw udh keliatan dan memang bs d pertanggungjwbkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga dulu termasuk yang kaget dengan begitu cepatnya dia naik. Tetapi merasakan hasil kerjanya dan bonus gubernurnya kalo pak Jkw jadi presiden, saya dukung!

      Delete
  3. Haha mantab salam 2 jari ^-^v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam dua jari juga Mama Alice and Gio!

      Delete
  4. wah bagus banget service kelurahannya ya ny...
    yah semoga nanti presiden baru bisa membawa perkembangan buat negara indonesia ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Supaya semua kelurahan di Indonesia bisa merasakan pelayanan yang sama. Amin.

      Delete
  5. Salam dua jari jugaaa..hahahaha...

    Aku juga dari dulu milih Jokowi. Denger gimana dia ngerubah Solo dan Jakarta, kok ya jadi kepengen dia bisa ngerubah seluruh Indonesia, jangan cuma di dua kota itu aja. Namanya manusia ya, dia pasti gak sempurna, ada aja titik lemahnya. Tapi seenggaknya dialah yang lebih baik untuk negara kita ini. Dan kalo soal kecewa, sama Tuhan yang udah sempurna aja manusia masih suka kecewa dan ngedumel dan mempertanyakan apa yang Dia buat di hidup kita, apalagi cuma sama sesama manusia...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Jangan takut kecewa, kecewa itu bagian dari menjadi manusia. Yang penting kekecewaan itu bisa dibicarakan, dievaluasi, dan perlahan diubah jadi kebaikan.

      Delete
  6. salam 2 jari le. #jokowi9juli

    kalo calon yg satunya lagi itu yah..seakan mengembalikan keluarga cendana ke istana dan mengembalikan rezim orba. yg bikin gw paling ilfil sama si calon satunya lagi itu karena dia merangkul fpi.

    alasan gw milih si pakde karena:
    1. ahok bakal naik jadi DKI-1 :)
    2. ada anies baswedan yg ganteng dan cerdas di belakang pakde hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Limmy ngefans sama Pak Anies ya? Aku juga! Kalo Pak Jokowi dan Pak Anies head to head, aku rada bingung mau milih yang mana. Hehe.

      Delete
  7. salam dua jari ! besok jgn ada yg golput ya . untuk Indonesia yg lbh baik ke depannya !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin Ven. Tapi terpaksa Sus gue golput gara2 informasi soal form A5 itu sangat simpang siur. Giliran udah tau infonya, udah keburu telat. Yah mau gimana lagi.

      Delete
  8. Videonya bagus, lucuuu ci! Salam 2 jari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus kan? Worth to be shared hehe.

      Delete
  9. Mbak Le...alasan kafir itu paling nyebelin. Selain itu juga sering banyak yang bilang 'Pilih Joko? Ih buka jilbabnya aja sekalian!' bahkan sampe ada fatwa haramnya segala...zzzzzzz...Opo hubungane?!?!?!

    dan yang paling heitz adalah Jason Mraz, Arkarna, Gitaris Gun n Roses, dan Sting udah pada titip #Jokowi9Juli...sampe heboh ranah medsos. Kita sih menduga2 mungkin kerjaan om Adrie Subono...hihihihi

    Tapi pada akhirnya, siapa pun yang menang, semoga bisa membawa kita jadi lebih baik lagi, dan yang penting jangan sampai rusuh :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seingetku gak semuanya dulu pas konser dipromotori oleh Bang Adrie deh. Aku ngerasanya mereka lebih sejiwa sama Pak Jokowi karena mereka ini aktifis di bidang kemanusiaan dan lingkungan juga.

      Amin. Aman, jujur, adil.

      Delete
  10. bener ci Le.. kadang alasan si pemilih no 1 itu agak2 gak make sense..
    apalagi pas JK di GBK, dibilang editan. Padahal tmn kntor ku bnyk yg ksana dan bukan editan. Bener2 apa aja dijalanin biar naek presiden. Parah bgt..
    Smoga nanti yg kepilih bener2 bukan yg di setir sama koalisinya.
    salam dua jari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu cuma sebagian kecil dari orang2 kurang kerjaan aja yang bilang itu editan. Gak bs dibilang pendukung no. 2 juga baik semuanya. Ada yg suka kurang ajar juga. Makanya kita sebagai pendukung harus pintar2 membagi berita. Kalau bisa sih cukup kita promosiin positifnya masing2 calon daripada jelek2in.

      Delete
  11. Capek lah dengerin provokasi kubu sebelah. Yah gimana ya kalo udah bernafsu jadi presiden sejak bertahun-tahun ya begitulah hehehe... Salam 2 Jari lah pokoknya Le, mudah-mudahan Jokowi menang, dan perubahan-perubahan besar terasa di Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ngel. Bukan cuma menang, tapi bisa mewujudkan Indonesian yang benar2 hebat!

      Delete
  12. semoga nomor 2 menang tanpa prahara, amin. *salam 2 jari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menang, udah pasti prahara kalah kan? Hahahaha... salam dua jari.

      Delete
  13. Semoga pilpres besok berlangsung aman ya. Salam 2 jari :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. As I said, aman, jujur, adil. Seluruh rakyat gembira dan bisa menerima hasilnya.

      Delete
  14. Bener loh ci, kmrn aku pas ngurus A5 di kelurahan deket kos juga bagus banget, sama persis ma gambaran ci Le itu hihihi :D
    Iya banyakan yang dukung no1 pasti ga bisa kasih alasan yang jelas ya.
    Untungnya banyakan yang aku kenal dukung no 2 hehe
    Salam2jari ci :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita2 yang udah ngerasain kerja nyatanya mah gak pake mikir2 kepanjangan untuk milih yang mana ya Sur hehe.

      Mereka alasannya aneh2 seperti yang saya sudah sebutin. Gak bs menunjukkan keunggulan kerja nyata dr No. 1.

      Delete
  15. Leony, bagus juga ya kamu bisa ngerasain kerja nyatanya di jakarta.
    Btw gw juga suka Ahok dan Anies Baswedan lohh, kalo dua orang itu maju pilpres berikutnya, gw bakalan bingung pilih yg mana.
    Btw gimana nih hasil pilpres dua2nya klaim menang (sementara berdasar quick count), mudah2an abis 22 juli ga ada provokasi, smuanya tetep damai tentram yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga ngefans berat sama Koh Ahok dan Mas Anies! Dua2nya intelektual yg keren banget. Si Engkoh dengan gaya ceplas celposnya tapi beralasan, dan si Mas yang kalem tapi nohok.

      Rasanya yang tukang provokasi cuma satu deh. Si Wowo hehehe. Yg lain adem, dia kayak cacing kepanasan sekarang dan emosian.

      Bentar lagi Teph, elu juga akan rasakan sentuhan Pakde Jokowi hehehe.

      Delete
    2. iya bener belakangan emosian banged kenapa ya. doi selalu bilang: 'saya betul2 yakin bahwa saya yg dapet mandat krn hasil realcount dari tim saya blablabla, knapa ga tanya sama kubu rival saya, tidak sekalipun dia menyatakan bahwa siap kalah, knapa saya mulu yang harus menyatakan siap kalah??'

      Lah kan yang ditanya kamu pak, bukan si wiwi hehehe..

      Entah knapa blakangan kliatan si wowo benci super ama si wiwi, bahkan di video wawancara BBC doi sempet keceplosan nyebut si wiwi sebagai 'my enemy' yg lalu diralat jadi 'my rival'. Trus jelek2in wiwi nya kebangetan, bilang humble nya itu cuman akting. Apa pantes seorang calon presiden berkata demikian tentang calon presiden lainnya? perasaan pas di debat capres kmren wowo bgitu ramah sama wiwi, ternyata (mungkin cuma akting?). Nudul semua realcount yg menangin wiwi itu partisan semua (setau gw RRI kan milik pemerintah ya? ga mungkin partisan cmiiw),. Tapi kalo quick count yg menangin dia dianggap fair (padaal jelas2 kredibilitasnya dipertanyakan krn ga punya kantor, pake website wordpress gratisan, gamau diaudit, dan ga ada jejak rekam sebelumnya). Gw bingung dah.

      hehehe sori kok jadi panjang :p

      Delete
    3. Ra po po Teph panjang2 hahaha. Habis wawancara dgn BBC itu makin memperlihatkan ambisi beliau akan kekuasaan sampai rasanya menurut gue sudah tidak ada etika lagi loh.

      Ditambah lagi yang dia ngatain wartawan Jakarta Post dengan kata brengsek, dan menolak diwawancara bbrp media, bikin koalisi permanen yg rada2 aneh. Bingung aja kenapa kalau yakin menang kok tingkah lakunya panik.

      Berdoa aja yang terbaik buat Indonesia.

      Delete
  16. Yang jalanan puri itu ci, emang dulu jelek banget dan macet banget dari arah ringroad.. skrg udah gak lewat sana lagi, jadi gak ngeh klo udah cantik ^^

    Yang berasa banget tuh gw waduk PLUIT... ya ampun, dr dulu klo lewat sono... bawaannya gak pengen negok ke arah waduk, jelek banget, banyak gubuk gak jelas, klo malem horor.. gelep" gimana gt..
    Sekarang udha kayak di sulap, jauh bangettt... jadii cakepp... gak ada taneman liar di waduk, sampah juga, udah dijadiin taman, klo sore" banyak yang nongkrong dan anak kecil yang main disana.. klo malem banyak yg pacaran,,, wkwkwkwk...
    Hal" kecil, tapi memang di butuhkan sama warga jakarta.. Udah enek ngemall mulu.. Butuh tempat rekreasi lain..
    Mudah"an, pemerintah yg lebih bagus ini gak cmn bs bkin bagus, tp tetep rawat biar bagus, soalnya udah mulai banyak PKL yang mangkal karna rame org main kesana.. takut nyampah disana orang"nya kan percuma, udah cakep" tamannya..

    Lalu tanah abang, itu dulu parah banget jalanan penuh sama PKL, terakhir lewat *pas anget"nya penertiban* sepiii dan lancarr tuh jalanan... rapii.. jadi lebih manusiawi jalanan tanah abang..

    Sekian celoteh pengguna jalanan JKT :p...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah tuh ada lagi saksi yang pernah lewat Puri. Ayo lewat lagi sini. Udah mulus!

      Beruntung memang yang tinggal di Jkt ini. Ngerasain perubahan Jakarta yang ngga sedikit. Kalau perubahan fisik semua bisa melakukan. Tp mengubah mental itu yg luar biasa.

      Delete
  17. Beneer tuh Le, banyak perubahan di Jakarta yang bikin gue melongo. Tiap ngobrol sama supir taksi, mereka bakal cerita jalanan dan fasilitas mana di Jakarta yang lebih baik setelah Jokowi-Ahok naik. Gue aja baru tau, proyek di Buncit yang bikin jalur busway kepotong di tengah adalah untuk memperbaiki aliran sungai di bawah jalanan. Ternyata, selama ini, sungai itu cuma diurug dan dibikin jalanan terus tanpa pernah diperhatikan. Pantesan warga sekitarnya selalu kebanjiran tiap hujan. Pas Jokowi-Ahok naik, sungai itu direvitalisasi supaya bisa mengalir. Meski itu berarti, jalan raya dan jalur busway di atasnya harus terganggu.

    Terus masih ada KJS dan KJP yang dinikmati warga miskin. ART gue aja yang suami dan sodara2nya probo fanatik, ternyata malah projo banget. Alasannya "Anak saya dapet KJP, tetangga dan sodara saya operasi gratis karena KJS. Kebangetan banget kalo saya nggak pilih Pak Jokowi, Bu."

    Mudah-mudahan negara kita beneran dapet orang baik sbg pemimpin ya Le. Mudah-mudahan *berdoa khusyuk tiap hari*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ra! Banyak banget kesaksian dari orang2 sekitar gue dan para blogger juga tentang suksesnya program KJS itu. Salut sama Pak Jokowi dan team. Belum lagi perubahan fisik kota dan mental orang2nya. Gue sih gak masalah loh bersakit2 dahulu sebentar, habis gitu kita mendapatkan hasil yang luar biasa. Dimana2 kalo org bener, ya sekolah dulu alias bersusah2 dulu buat jadi pinter, ujian dulu baru lulus.

      Mari kita doa sama2.

      Delete
  18. Le, gue termasuk yang sempet ngobrol sm pak Anies, lah secara ex rector gue. Gue lulus, beliau baru naik, tapi gue sempet jadi bawahan dia karena pas gue lulus lgs mengabdi bentar sm almamater.
    Aduuuh gue jatuh cinta sm beliau karena pinter.

    Ini orang ngomongnya pelan intonasinya, tenang, dewasa, gak keburu buru, dan sangat pintar!
    Gue gak ngerti ya gimana jelasinnya, tp left me speechless.
    Gue presentasi panjang lebar smpe 20 menit, orang normal pastinya bakal lupa ttg omongan gue di menit pertama, dan pasti lgs nanya di menit tengah atau akhir. Tapi pak Anies tuh hapal semua detail dan dia gk motong omongan gue!

    Mengenai Jkw, gue ngerasain daerah waduk Ria Rio deket Pulomas situ yang beneran beda lho, emang jadi bagus, dan even tukang pijit gue aja yang rumahnya di Cawang dan kebanjiran pun jadi projo gegara dia liat betapa Jkw dateng pas banjir ke daerah rumah dia dan emang kerja cekatan gitu..

    Semoga dg kepilihnya beliau, tetap membawa amanah rakyat ya.


    Anyway, gue sms Ahok kan ttg keluhan Jkt. Dibales dong bwahahhahaha gokil deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng ya sempet kerja bareng sama Pak Anies. Membahagiakan banget kalo bisa belajar dari atasan yang hebat. Gue tuh selalu punya kenangan manis kalo bos gue jadi suri tauladan. Bisa gue ceritain ke orang-orang dan kita jadi ikut bangga.

      Iya amin, My. Gue bingung si Jokowi ini dr sejak pencalonan aja udah gonjang ganjing banget. Orang benernya "takut" liat pamor dia dan juga dukungan dari rakyat. Tapi rakyat udah cape sama yang lama-lama. Semoga di pemerintahan nanti, dia bisa berkarya yg terbaik buat Indonesia. And Ahok, siap jadi gubernur yang baik juga.

      Delete