Saturday, May 31, 2014

Award Baru (Bikin Sendiri)

Pasti para blogger sudah tau lah ye soal Liebster award yang syarat-syaratya sebagai berikut:

  1. Post award ke blog kamu
  2. Say thanks buat yang ngasih award dan link back ke blog dia
  3. Share 11 hal tentang diri kamu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang ditujukan ke kamu
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan ajukan 11 pertanyaan yang ingin kamu tanyakan
Nah, berdasarkan blog roll saya dan dikasih tau sama orang lain, sampai saat ini, saya dapet si Liebster ini dari empat blogger yaitu Angela, Nyonya Kecil (Teph), Ribka, dan Tiana. Gile, rada pressure kudu nulis nih. Disempet-sempetin deh. Makasih ya kawan-kawanku. Eh iya, kalau seandainya ada yang ngasih juga, tapi saya belum ada nama kamu di blogroll, mohon maaf ya.

Kalau saya ngikutin aturan sih Liebster ini, saya kudu pilih-pilih blogger lagi. Nah saya bingung mau milih siapa, gara-gara kenalan saya rata-rata sudah punya award ini. Kalau saya mau stop rantainya, nanti dianggep ngga memenuhi syarat, jadilah, saya persembahkan, award baru, bikinan saya sendiri, yang terinspirasi dari Liebster award.

Saya persembahkan dengan bangga....


Prok prok prok prok prok.... Ayo semua tepuk tangannnn... Itu foto Abby yang paling galak yang saya temuin, dan cocok banget buat logo award-nya kan? Nama Lobster sendiri itu celetukannya si Mamipapa (Felicia). Dia WA saya bilang, "Le, lu dapet Lobster award tuh..." Nah, saya sempurnakan namanya jadi Lobster (Kepo) Award. Soalnya si Liebster itu kan intinya nanya-nanya orang toh? 

Nah, syaratnya juga saya bikin sendiri, tetep terinspirasi dari Liebster Award.
  1. Saya akan ceritain 11 hal soal diri saya.
  2. Saya bakalan jawab pertanyaan yang dikirimkan oleh para pemberi award di atas sebagai ucapan terima kasih karena sudah milih saya buat dapat award. Hore!
  3. Saya nggak akan kirim pertanyaan lagi ke orang lain.
  4. Kalau ada yang mau nanya sama saya (alias kalau mau kepo), silakan tulis pertanyaan apa saja di komen, saya akan usahain jawab kalau masih dalam kapasitas saya, dan selama ngga melanggar privacy. (Contoh pertanyaan yang bukan kapasitas saya: "Berapakah harga kentang mutu ABC hari ini?" Hihihi...). 
Semoga dengan adanya Lobster (Kepo) Award ini, segala kekepoan anda terjawab. Sekarang, marilah kita mulai!

11 Hal Mengenai Diri Saya --> Ini bakalan panjang banget! ASLI PANJANG!

1. Saya ini bayi yang hadirnya kecepetan (kata mama). Tadinya mereka masih mau menikmati masa-masa honeymoon, tapi nggak sampai dua bulan setelah orang tua saya menikah, mama saya tekdung, jadilah Natal 1981 mama saya ke gereja dalam keadaan  mabok berat, dan Agustus 1982 saya lahir ke dunia. Waktu mama saya melahirkan saya dulu, karena posisi bayi yang kurang pas, terpaksa akhirnya saya lahir dengan cara divakum. Mama saya sempet maksain ngga mau divakum karena takut nanti anaknya jadi bego *mitos banget deh*. Buktinya sekarang saya ngga bego-bego amat tuh. Tapi mungkin kalau saya lahirnya nggak divakum, saya bakalan pinter banget dan juara olimpiade sains. --> Ngehayal kok gak kira-kira.

2. Dari kecil saya dibiasakan untuk bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dulu waktu saya masih kelas 3 SD, walaupun di rumah ada ART, saya diwajibkan oleh mama untuk beresin ranjang sendiri, lap-lap meja belajar dan meja pajangan, lalu nyapu kamar, dan ngepel sendiri. Terkadang suka sedih, soalnya biasa kan kalau orang punya ART, yang kerjain hal-hal kayak gini kan ART-nya. Ini kok saya sihhhh!! Sekarang saya baru ngeh, kalau hal tersebut sangat-sangat membantu saya di saat saya mulai dewasa memasuki jenjang kuliah. Bersihin rumah sendiri? Hayuk! Nyuci mobil sendiri? Hayuk! Nyetrika setumpuk? No problemo! Masak-masak tiap hari? Ngga susah, tinggal improvisasi doang. Saya ngga mengalami yang namanya panik atau adjustment process yang berlebihan kalau saya pindah dari tempat satu ke tempat lain. Saya berharap bisa meneruskan apa yang orang tua saya lakukan dulu dan tidak memanjakan anak berlebihan. I know that it will be tough, probably my kid(s) will call me "Meanie Mom". But I don't care. I used to hate the chores too when I was a little, and look, I got all the advantages.

3. Waktu saya SMP kelas satu, saya pernah jadi korban bullying. Maklum, asal saya dari SD yang bisa dibilang nggak ada top-topnya, bahkan terkesan SD "orang susah", lalu masuk ke sekolah favorit di Jakarta, dimana saya cuma sendirian dari sekolah asal saya, sementara teman-teman lain asalnya dari sekolah top-top, bahkan mereka sudah punya geng sendiri alias teman-teman dari sekolah lama. Padahal prestasi saya di sekolah itu cukup bagus, masuk lima besar di kelas, dan bisa dibilang aktif. Saya ngerasain gimana saya dikucilkan, nggak dijadikan anggota kerja kelompok, sampai akhirnya supaya saya masuk ke salah satu kelompok, para ketua kelompok harus gambreng, dan yang kalah harus menerima saya jadi anggotanya. Hati saya nangisnya luar biasa saat itu. Untung ada wali kelas saya bu Nenny yang bilang ke teman-teman sekelas, "Lihat nanti di masa depan, kalau Leony jadi dokter, lalu kamu berobat dan digratisin sama dia, kalian akan malu!" Hal itu menguatkan saya banget, untuk menjalani hari-hari "kelabu" selama satu tahun ajaran. Tapi intinya saya nggak menyerah, terus buat hal yang terbaik di sekolah. SMP kelas dua, situasi berubah total, saya punya kelompok kecil yang kalau kerja kelompok nilainya A terus, sampai orang-orang harus ngantri kalau mau jadi anggota kelompok saya HAUHAHAHAHA. *Ketawa nenek lampir*. Dan sampai saya lulus SMA, kuliah, sampai sekarang, temen saya termasuk banyak. Tapi saya paling gak mau punya geng. Saya ngga mau dianggap anggota geng apapun, karena saya tau bagaimana rasanya "diundi" cuma buat jadi anggota. Mendingan berteman santai-santai saja. Back to the case, intinya sih, bullying itu menyakitkan. Makanya sekarang sebagai wali kelas, saya paling ngga tahan kalau ada situasi bullying di sekolah.

4. Saat saya kuliah, milih jurusan itu paling ribet. Bukan kenapa-napa, sebagai anak IPA, tentunya ada harapan keluarga untuk saya menjadi seorang scientist atau anak teknik. Saat tes psikologi, dua jurusan utama yang keluar adalah Teknik Industri dan Kedokteran. IPA banget kan tuh? Tapi sebenarnya kalau ditanya cita-cita utama saya jadi apa, saya kepingin jadi chef! Cuma siapa yang mau ngirim saya ke luar negeri kalau mau sekolah chef? Tukang masak dianggap profesi yang kurang penting, apalagi di tahun itu belum ada reality show macam Masterchef atau Top Chef. Saya saat itu sempet nangis2, "Mama, Noni ngga mau jadi dokter, Noni mau jadi tukang masak" -->; Efek jetlag juga sih abis liburan kelas 3 SMA haha. Akhirnya saya memilih jurusan Computer Science. Tahun pertama masih oke, tahun kedua, saya makin ngga suka! Nggak bisa bayangin jiwa saya yang berkobar-kobar ini, harus stuck di lab bawah tanah selama berhari-hari, ditemani orang Cina daratan dan Indiahe yang suka ngga mandi. Saya banting setir, pilih jurusan yang saya suka dari sejak saya SMA, tapi terputus di kelas 3 karena jurusan IPA, yaitu Accounting. Saat saya pindah jurusan, omongan orang ngga enak, saya dianggep "kurang pinter", bahkan ada keluarga yang nyeletuk, "Ngapain jauh-jauh keluar negeri, cuma jadi akuntan." Tapi saya nggak gubris omongan orang. Saya enjoy sekali, aktif di organisasi Beta Alpha Psi (Professional Accounting Fraternity), dan ujungnya, saya dapat offer pekerjaan di salah satu Big 4 Accounting Firm sebelum saya lulus. Itu juga yang saya tekankan ke murid-murid saya sekarang, pilihlah jurusan karena kamu enjoy, bukan karena gengsi. 

5. Saya tinggal di keluarga yang sangat "terbuka" terhadap segala pendapat. Kalau biasanya di Indonesia itu anak pokoknya denger aja kata orang tua (trus tau-tau udah gedenya berontak), di keluarga saya itu dari kecil kami dibiasakan untuk berpikir kritis dan melakukan pembicaraan layaknya orang berdiskusi. Tetapi bukan berarti kurang ajar macem si Bart ngomong sama Homer. Jadi kalau anak-anak tidak setuju terhadap suatu hal, kami boleh mengemukakan asal alasannya jelas dan logikal. Orang tua pun bukan berarti tidak boleh dikritik dan dikasih masukan. Orang tua juga harus bisa menerima pendapat anaknya dan mengakui kalau ada benarnya. Kami juga suka berdebat loh, dan debat ini bukan berarti kami perang bintang berhari-hari. Kadang di WA saja kami bertiga (saya, mama, adik) bisa adu argumentasi, sambil mencari solusi. Setelah semua orang mencerna baik-baik, tidak berapa lama suasana panas bisa langsung reda dan haha hihi. Gak usah nunggu 1 jam, sebentaran juga sudah beres. Yes, we are that close, no hard feeling at all. Buat orang yang baru masuk ke keluarga saya, pasti bingung! Termasuk suami saya, juga suka rada bingung, dan pernah bilang, "Kok kalau keluarga kamu ngobrol, rame banget, brisik!" Tetapi sekarang dia sudah ngerti, kalau berisik tapi terbuka itu jauh lebih asyik daripada manis-manis dan lembut di depan, tapi sebenernya dalamnya dongkol lantaran nggak bisa bersuara. 

6. Waktu kecil, saya nggak suka yang namanya urat dan lemak-lemak. Kayaknya hal itu disebabkan oleh mama saya yang sama-sama geli kalau ngeliat daging yang ada urat dan klenyer2. Dia juga paling anti makan babi kecuali babinya sudah digiling halus, atau bentuknya sudah diubah jadi processed food macam smoked ham dan Ma-Ling. Sampai menjelang remaja, saya mulai diekspose oleh papa saya yang suka berpetualang makanan, dan saya mulai mencoba yang namanya sate babi komplit mulai dari daging, urat, kulit, hati, usus kecil, usus besar, dan ternyata semuanya SEDAP BANGET! Belum lagi kuping babi temen makan nasi campur. Kemana aja saya selama ini?? Lalu yang biasanya makan daging sapi has dalam melulu, mulai jadi suka makan daging sengkel yang kalau digigit menimbulkan sensasi yang nyam-nyam. Oh iya, orang yang paling suka berpetualang makan adalah papa saya. Kalau saja mama saya nggak nikah dengan papa saya, mungkin perbendaharaan makan mama saya berputar di masakan Indonesia, masakan Indo-Belanda, masakan peranakan, dan mentok ke Chinese food macam capcay, puyunghai, dan siomay hihihi. Gara-gara ada papa saya, jadi mulai makan haisom, hisit, wong san, dan lain-lain. *nelen ludah*

7. Hobi saya selain nyanyi dan masak, adalah menggambar. Sayangnya hal terakhir itu sudah tidak saya tekuni lagi. Saat saya kuliah dan mengambil kelas menggambar, nilai saya bagus terus. Bahkan gambar perspektif saya "Monona Terrace" pernah dipamerkan sebagai one of the best students' work di art building-nya sekolah. Waktu itu gambarnya pakai 100% pensil. Guru saya saat itu meminta saya untuk mengambil art sebagai tambahan minor dan meneruskan kelas menggambar. Tetapi saya nggak mau, karena kelasnya benar-benar membutuhkan waktu yang panjang dan pekerjaan rumahnya seabrek-abrek, sementara saat itu saya sudah mengambil double major juga. Bisa pingsan berdiri, kemudian koprol, kemudian celentang. Terkadang saya mikir, sebenernya saya ini bakatnya di mana sih? Mungkin harus psikotest sekali lagi untuk mastiin. Eh iya, saya juga suka ballroom dancing. TUH KAN? BINGUNG KAN?

8. Saya pernah ikut Audisi American Idol di Chicago tahun 2005, dan Audisi Indonesian Idol di Indonesia tahun 2008. Alesannya? ISENG! Jelas-jelas ditulis, yang boleh ikut audisi itu Permanent Resident dan Citizen Amerika Serikat. Tapi saya nekad aja gitu, bahkan sampe sewa hotel segala di Hampton Inn-Chicago supaya bisa ngejar audisi pagi-pagi. Kalau mau tau cerita lengkapnya, bisa dibaca di sini. Maklum lah, usia saat itu masih muda belia, masih punya energy untuk ngantri dan nunggu audisi berjam-jam di Soldier Field Stadium. Kalau suka nonton American Idol, mungkin masih inget pas adegan orang menerobos pintu stadium. Sebenernya dilakukan berulang-ulang, ada sutradaranya, dan ada Ryan Seacrestnya donk hihi. Hasil audisinya, gagal maning lah! Yang penting hepi hihi. Kalau ikut yang di Jakarta, itu karena ditantangin temen kantor hahaha. Jelas-jelas males banget melihat kualitas Indonesian Idol tahun-tahun segitu gimana (macem tukang ngamen haha). Ceritanya bisa dibaca di sini. Tapi ya berhubung memenuhi tantangan dan rasa penasaran, boleh lah dijabanin, mumpung usia belum uzur dan lewat batas. Hasilnya? Ya gagal dong! Hahahaha. Tapi lumayan lah, bisa ngeliat mas Anang lewat sambil dadah-dadah. Padahal kalau soal suara, saya ini lumayan loh. Lumayan buat bikin orang menganga, karena beda tipis sama Mariah Carey KW 3 alias Mari Ah Kere.

9. Sebelum saya ketemu suami saya, saya pernah punya hubungan serius dan hampir ke jenjang pernikahan sama (mantan) sahabat saya. Orang itu sudah saya kenal bertahun-tahun lamanya, dan saya pikir saat kita akhirnya memutuskan pacaran, lalu orang tuanya kepingin kita cepet-cepet nikah, itu karena kita jodoh. Tapi rupanya, ada udang di balik siomay. Mending kalo udangnya seger dan enak, ini mah udang busuk. Intinya, saya sempat terbuai janji-janji palsu, yang membuat saya percaya kalau dia dan keluarganya itu baik adanya. Sampai suatu hari, Tuhan membukakan mata saya, dan akhirnya walaupun dipenuhi dengan banyak drama dan air mata, saya benar-benar diselamatkan. Kalau saya bilang diselamatkan Tuhan, ini nggak main-main, karena buat yang tau ceritanya, urusannya udah bukan antar keluarga lagi, tetapi sudah melibatkan pihak negara lain hahahaha. Tolong hal yang ini jangan dikepoin ya, saya tulis di sini sebagai salah satu pengalaman yang berharga buat saya. Intinya, kalau kita dekat dan berserah pada-Nya, pasti Tuhan akan tunjukkan jalan yang unik dan luar biasa untuk upaya penyelamatan itu, walaupun harus ada rasa sakitnya dulu.

10. Saya adalah penganut casual dating. Alias, kalau misalnya kita mau kenalan sama cowok dan kita ada interest sedikit aja sama dia dan menurut kita patut untuk dicoba jalan berdua, ya jalan aja. Asal kita tau background orang tersebut (alias ngga asal ketemu di tempat umum tanpa referral), saya sih oke-oke aja pergi berdua untuk sekedar lunch, dinner, or watch movie. Tapi kalau kita sama sekali ngga ada interest alias nol persen, ya mendingan jangan. Tar kita disangka PHP hihihi. Pergi bareng berdua itu buat saya bukan patokan kalau kita lagi pacaran. Mungkin ada orang yang mikir kesannya kita cewek gampangan kalau suka pergi sama cowok berdua, especially di Indonesia ya. Tetapi kalau kita tidak pernah nyoba pergi bareng, terus ngeliat komitmen seorang cowok dari berbagai sisi misalnya: apakah kita dianter jemput, lalu liat sikapnya saat ketemu orang tua kita, lalu bagaimana dia treat kita selama kita jalan sama dia, lalu apakah dia pelit atau ngga selama jalan sama kita, hal-hal tersebut bisa menjadi konsiderasi kita loh dalam menentukan apakah kita mau lanjut sama dia ke hubungan yang lebih serius alias pacaran. Kalau kita ngga pernah jalan bareng, lalu begitu jalan pertama langsung memutuskan untuk pacaran, ya saya sih ngga pernah mau ya hihihihi. Serem malah, apalagi kalau yang nekad langsung mau ngajak kawin. HIIIIYYYY!!!

11.Saya pernah dua kali pengalaman dikenalin (alias buat dijodohin) sama anak dari temennya mama saya. Yang pertama tahun 2006, saat saya lagi liburan ke Indonesia. Waktu itu mamanya dia ngebet banget pingin ngenalin anaknya, jadilah saya beberapa kali dijemput sama anaknya itu dan diajak jalan untuk dinner bareng, termasuk juga pernah dinner bareng sama mamanya juga. Tapi sebenernya saya ngga sreg sama cowok tersebut, karena buat cowok tersebut, saya kurang gaul. Alesannya karena saya nggak suka clubbing. Hiyah! Kisah perjodohanpun tidak berlanjut. Si cowok ini akhirnya pacaran sama adik kelas saya. Saat itu saya sudah balik ke Indonesia. Karena orang tuanya harapannya masih tinggi sama saya, sampai dia udah pacaran pun, mamanya masih "maksa" dia untuk jalan sama saya. Mamanya ngundang saya dan mama saya untuk makan bareng, pake dijemput pula. Karena saya sudah tau dia sudah pacaran sama orang lain, ya jadinya awkward dan isinya basa basi doang. Repot deh kalau mamanya yang lebih ngebet daripada anaknya. Ujung-ujungnya kami berdua ya nikah dengan pasangan masing-masing, dan kami hadir di pesta nikahan masing-masing hihihi. Yang kedua, adalah anak temen gereja. Katanya mamanya cowok tersebut tertarik sama saya karena suka ngelihat saya nyanyi di gereja. Awalnya, saya diundang ke rumahnya dulu, buat ketemu dan ngobrol sama ortunya lantaran anaknya lagi di Canada. Kemudian dikasih lihat deh tuh foto-foto anaknya (yang sebenernya sih saya udah males banget dan pingin kabur pulang tapi nggak bisa, lagian ngga enak sama mama saya). Suatu hari, anaknya pulang untuk liburan. Mamanya dan anaknya itu dateng dong ke rumah saya, bawainnya bukan oleh-oleh dari Canada atau apa kek, tapi mangga harum manis hahahaha. Duh untung basa-basinya kagak lama-lama. Phew... Dan yang paling bikin ilfeel, hari jumat, jam 10 malam, anaknya telepon saya, ngajak keluar ke club! JAM 10 MALEM SODARA-SODARA! Jelas-jelas saya tolak mentah-mentah. Kan akyu bukan anak malam, emangnya Batman keluarnya jam 10? Batman aja keluar malem buat lawan musuh, bukan buat clubbing.

UDAH 11 YA? HOREEEEE!!! Tuh kan, kalo saya udah nulis, malah jadi seabrek, padahal awalnya mau mulai aja susah bener. Nah sekarang saya mau jawabin pertanyaan orang-orang dulu nih. 

Dari Angela:

1. Apa yang akan kamu kerjakan pertama kali jika jadi Presiden Republik Indonesia?
Mengangkat suami saya jadi First Gentleman. Huahahaha...Ya ya, itu gak serius. Itu kan otomatis toh hihi. Kalau saya jadi Presiden Republik Indonesia, saya mau sujud syukur sama Tuhan YME, akhirnya ada juga presiden yang: Wanita, Keturunan Tionghoa, Katolik pula. Artinya Indonesia sudah maju pesat, dan yang jelas saya akan bikin kabinet yang isinya murni orang-orang yang kompeten dan merakyat, plus bekerja sama dengan DPR untuk bikin undang-undang yang menindak tegas kekerasan berlatarkan SARA. Eh kok jadi banyak sih?

2. Tiga tempat yang harus kamu kunjungi sebelum meninggal?
Percaya atau ngga, ngga ada kepikiran sama sekali hehe. Kalau kata harus kok kesannya nanti jadi memaksakan diri. Tetapi kalau kepingin, saya kepingin ke Fatima.

3. Kalau bisa memilih tinggal di kota atau negara mana saja di dunia ini, mau tinggal dimana dan kenapa?
Melbourne, Australia. Jaminan kesehatan baik, secara jarak, tidak terlalu jauh dari Indonesia, jadi kalau kangen sanak saudara bisa beberapa kali bolak balik dalam setahun. Cuaca tidak terlalu extreme, dan udaranya bagus. Secara akademik juga banyak universitas yang baik. Eh, gak ditanya kenapanya ya? Huahahah.

4. Share satu resep favorit dong!
Nasi uduk. Simpel banget. Beras, santan, lada, garam, sereh, daun salam, lengkuas, daun pandan, air. Cemplungin semua ke dalam rice cooker. Voila! Hidangkan dengan  telur dadar dan bawang goreng. Endeus!

5. Pengalaman paling tidak terlupakan sepanjang hidup?
Happy: Waktu pertama kali suami jemput ke rumah saat hari pernikahan, dan dia tersenyum lebar lalu bilang, "Kamu kok lain banget sih?" --> Baru tau ya istrinya ini cakep?
Sad: Waktu terima kabar kalau papa sudah nggak ada lagi saat saya usia 18 tahun.

6. Impian yang belum tercapai?
Punya dapur dengan konsep open kitchen, dengan alat masak komersial, dan buka usaha kuliner haha.

7. Kalau bisa switch body ke orang lain, pengen jadi siapa dan kenapa? 
Nggak kepingin jadi siapa-siapa. I am happy with what I am now. After all that I have been through, having a condition like this is a miracle.

8. Ajaran-ajaran apa yang akan kamu teruskan ke anakmu suatu hari nanti?
Karena anak saya baru satu alias Abby, saya ingin kasih tau dia, untuk selalu berserah dan dekat pada Tuhan. Sebagai perempuan harus bisa mandiri dan tegar, tidak gampang menyerah atas keadaan.. Kita tidak akan pernah tau kapan keluarga kita akan meninggalkan kita, bahkan pasangan hidup kita (berkaca dari mama saya). 

9. Serial TV favoritmu?
How I Met Your Mother

10. Kalau nggak menjalani profesi sekarang, kira-kira jadi apa?
Jadi tukang bikin kueh.

11. Misalnya nggak putus sama mantan sebelum pasangan sekarang, dan terus pacaran/menikah dengan si mantan. Kira-kira hidupmu akan seperti apa?
MISERABLE!

Dari Stephanie:

Pertanyaannya sama dengan Angela, hanya diganti nomer 4 dan 5.

4. Apa sih yang disuka dari pasangan dan dulu bikin jatuh cinta?
Tentunya yang awal, karena dasar sudah terpenuhi (seiman, faktor keluarga, pendidikan, dan pekerjaan). Eh iya, saya gak bisa jatuh cinta on the first sight. Kemudian yang bikin saya tambah cinta adalah, dia itu geeky dan apa adanya.

5. Pengalaman paling memalukan sepanjang hidup?
Apaan ya? Saya ngga pernah sampe merasa malu gimana sih. Beneran nggak ada deh rasanya, atau urat malu saya udah putus.

Dari Ribka dan Tiana:

1. Kapan pertama kali mulai ngeblog? 
Tuh, bisa diintip di pinggiran, May 2003! (11 years ago!)

2. Pertama kali ngeblog nulis tentang apa? 
Hal pertama yang ditulis adalah cerita pengalaman habis jalan-jalan ke Purdue University, dan isi belanjaan. NGGA PENTING BANGET!! Maklum, dulu ngga ngerti kalau blog itu salah satu social media ihiks...

3. Kenapa suka ngeblog? 
Waktu awal-awal sih seneng aja bisa sebagai diary buat disimpen online. Lama-lama kok bisa jadi nambah temen dan pembaca ya? Kok saya tambah ngetop ya? HUAHAHAHA *gila, parah pede banget*

4. Paling seneng nulis tentang topik apa? 
Paling seneng saat bisa mengemukakan pendapat dan mendapat respon dari banyak orang. Seru aja bisa mendapat pandangan yang berbeda dari orang-orang.

5. Apa kegiatan favorit di waktu luang? 
Tidur! Soalnya sejak ibu dan jadi guru, waktu luangnya hampir nggak ada hihihihi.

6. Apa mimpi yang masih belum tercapai? 
Udah dijawab ya di atas

7. Sebutkan 3 hal yang paling kamu suka dalam hidup. Mencintai, dicintai, dan berbagi

8. Sebutkan 3 hal yang kamu ga suka dalam hidup. 
Hipokrit, serakah, hedonisme

9. Kalau dikasih cash 10 juta, mau dipake buat apa? 
Disimpen dulu. Tau-tau juga ludes buat grocery hahahaha. *Darn, biaya hidup tambah berat...*

10. Ada buku yang menjadi inspirasi gak buat kamu? 
Ada. Buku Fikir (Catatan Seorang Pendidik)-nya Sr. Francesco Marianti, OSU

11. Kalau 1 hari hidup tanpa listrik dan gadget mau ngapain?
Ya nyantai aja, jalanin aja hidup seperti biasa. Masak bisa pake kompor gas. Lampu bisa pake solar cell atau lilin. Palingan yang repot gara-gara kulkas mati, daging beku pada meleleh semua. Di luar Jakarta malah bisa berhari-hari gak ada listrik kan? Cuma 1 hari doang sih, not too bad (sambil kipas2 kepanasan).

Eh, udah kelar! Nah, sesuai peraturan Lobster (Kepo) Award yang saya bikin ngasal di atas, kalau masih ada kekepoan yang belum ditanyakan, boleh ditanyakan di kolom komentar. Hidup Kepo!

39 comments:

  1. hmmm tanya ya... gua bukan mau tanya tapi mau request. boleh gak? :P
    mau request video lu lagi nyanyi dong... pengen denger dong suara mariah carey kw nya... hahaha... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahah... nanti deh one day gue upload file suara. Tapi suka-suka gue ya kapan taronya. Kalo pas lagi mood aje hihihi. Eh tapi siap apa kuping pecah semua?

      Delete
    2. ah jangan merendah lah... yakin pasti bagus. cuma pengen dengerin aja. bukti gitu.. bukti.. hahaha :P

      Delete
    3. Asik, cuma pengen dengerin kan. Jadi gue gak usah taro file video. Sip dah!

      Delete
  2. Setuju ci sama Ko Arman..mau liat dong video lg nyanyi nyaa...siapa tau suaranya mengalahkan Syahrini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ngalahin Syahrince sih, gue jamin udah pasti Rib hehe *pede*. Tapi kalo ngalahin Mariah Carey, itu kayaknya questionable hihihhi.

      Delete
  3. selamat sebagai presiden RI kedua yang berjenis kelamin wanita hahaha.... kalau yg dulu slogannya coblos moncong putih kalau yang ini coblos abby lobster pas di muka anak saya yah, jangan sampe salah pilih tgl 9 nanti!

    trus temen2 SMP yang dulu nge bully sekarang sembah sujud hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak gue kan imut masak dicoblos2 sih... kacian. Hahaha...temen2 SMP yang dulu ngebully ya sekarang biasa aja, akrab-akrab aja. Gak semuanya juga masuk ke SMA. Namanya juga dulu anak kecil, pada ikut2an arus, takut kalau tidak dianggap anggota gank. Sekarang sih mereka juga pasti udah lupa hihih.

      Delete
  4. Halo Ci Leony, salam kenal :)
    Emang sih harus milih jurusan yang disukai, saya dulu juga IPA dan masuk IT.
    Sampai sekarang masih di IT juga :P
    Ternyata nasi uduk bikinnya gampang ya ci, bisa pake rice cooker, baru tau ni hihihi
    Share lagi donk ci kalo ada resep yang gampang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Suriyati, salam kenal juga. Iya, sebaiknya jangan karena gengsi lalu milih jurusan yang ngga diminati. Tapi ya kalau memang ada interest, walaupun susah harus dicoba karena biasa nantinya jadi tambah semangat.

      Iya gampil kok nasi uduk. Saya bikin pakai rice cooker soalnya males kotor2an. Nah itu dia, saya tuh susah banget kalau disuruh tulis resep karena apa-apa selalu pakai sistem kira-kira.

      Delete
  5. Hii Ci Leony...im a silent readers *salaman*
    mau tanyaaaa duonk, cici nyoblos siapa pas pilpres nanti, hahaha
    secara lagi marak tuh kedua kubu dari bapak2 calon pemimpin kita nanti
    WAJIB dijawab yaa ci...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kalau itu saya nggak bisa jawab gamblang ya. Karena prinsip pemilu kan LUBER. R-nya itu rahasia :). Tapiiii.... saya akan milih yang selama ini track recordnya baik, dan tidak miara kuda. HAHAHAHA....

      Delete
  6. Le, jangan cuma file suara dong, tapi sama orangnya juga. Gak seru kalau gak ada penampakan penyanyinya:) Ternyata elo banyak talentanya ya : pinter sekolahnya, pinter masak, pinter nyanyi pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sama orangnya nanti ada penampakan gajah bleduk! Nah El, sayangnya gue tuh ngerasa kurang nekunin semuanya itu, jadi ujung2nya cuma iseng-iseng doang. Kalo ditekunin dari kecil, mungkin gue udah jadi saingannya Raisa *hoek....*

      Delete
  7. Gk pernah kepengen nyoba ikut Master chef ya Ci? :D kan kalo bisa masuk galeri master chef aku bs liat Ci Leony di tipi *opo sih* hihihihi

    Kapan2 posting hasil masakan dong ky yg wktu itu pernah masak2 buat ultahnya Abby ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh... if you know the requirement of Mastercecep itu... aku sih lebih milih spend time with my family kayaknya hehe. Posting hasil masakan sebenernya sempet ada loh di postingan lama2 banget, masih difotonya pake HP yang Sony seri Walkman (alias super jadul). Bentar aku cariin linknya...

      http://leonyleony.blogspot.com/2006/05/kue-sussss.html

      http://leonyleony.blogspot.com/2006/07/tiramisuuuuu.html

      Delete
  8. le... laki gua juga dulu pernah ikutan audisi indonesian idol... tapi ga masuk juga hahahaha... katanya...mungkin ga lolos karena ga ada cerita sedihnya... padahal kalo urusan nyanyi, menurut gua sih suara dia ga kalah ama delon hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mel, kurang sengsara kayaknya nasib gue. Mesti ditulis sudah bernyanyi dari kafe ke kafe sejak umur 4 tahun, demi sesuap nasi dan sebuah Bentley. Mungkin kalau kayak gitu akan bisa lolos ke babak berikutnya.

      Delete
  9. Ehh masak nasi uduk segampang itu kah? Beneran? Tinggal cemplang cemplung di rice cooker lngsung jadi?
    G kira kudu berjibaku di depan kompor begitu lama ngaduk2 atao ngapain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener :) Lengkoas diiris2, lalu sereh digeprek dan diikat, pandan dipotong2. Nanti kalau mau makan jangan lupa dibuangin dulu ya itu yg bumbu2nya hehe. Silakan dicoba!

      Delete
  10. Ikutan request video lagi nyanyi juga ci... ^^ Klo gak dibuka disini kan pada gak tau :p,
    Btw, yang soal bullying itu gw pernah merasakan di TK SD dhe gara" ketua Geng pintar" n maunya sama yang sesama pintar, udah gt sisanya yang tiap sore main bareng, sedangkan gw gak boleh keluar main sama udah pindah rumah agak jauh, jadi gak main sama mereka,,, sedih rasanya.. cuman aku gak pinter kyk ci", jd gak jadi rebutan buat masuk kelompok akyu... hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walah, another singing request.

      Itu dia Jurie, paling males sama yang namanya geng-geng-an. Sampai di tempat kerja aja juga masih ada kok yang model begini. Bener2 bikin capek! Geng-gengan ini juga yang bikin kasus bullying ga kelar-kelar. Kalau satu lawan satu masih mending, kalau 1 geng lawan 1 orang, puyeng!

      Delete
  11. eh seru juga ya perna ikutan Idol2an gitu. gw suka nyanyi juga tapi sebates ke karoke ajah hahahaha..
    Mau juga donk liat video leony nyanyiii :D

    wah gw gatau dulu lu comp science, gw comp science juga hehehe.

    Mau tanya: ada artis yang kamu nge fans ga? ato paling ngga kamu ikutin beritanya.. trus pengennya punya anak berapa? truss.. eh sudah ding 2 aja hihihi
    hihihi thank u

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, jangan2 suara lu jauh lebih bagus daripada suara gue hihihi. Gue mah suaranya comberan, tapi dibumbui pede, hahahaha.

      Iya gue dulu anak compsci. Gak tahan bo, mumet coding dan mumet sama komunitasnya hahahaha.

      Jawab pertanyaan elu: Gue ngga pernah ngefans banget sama artis sampe ngikutin beritanya. Beneran ngga pernah, dan gue juga ga pernah ngefans boyband atau apapun sampe bela2in. Cuma gue demen musik berkualitas (buat dinikmati), tapi suka musik ga berkualitas juga loh (buat dicela huahahahaha).

      Pengen punya anak, dua saja cukup for now :).

      Delete
  12. Suka deh sm keluarga yg terbuka gitu ci, tp kl di tempat kerja agak2 bumerang ga sih ci kl terlalu terbuka hehe. Pertanyaan: asikan mana ci, jd guru atau auditor? (Aku dl jg di ey *eh gak ditanya yah*). Pertanyaan kepo nan iseng: itu adeknya udah pny pacar blom ci? Ahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, perlu diinget juga, terbuka itu selama kita yakin kita benar, tidak akan ada masalah, tetapi harus juga didasari oleh satu hal yaitu: ETIKA. Terkadang yang bikin jadi bumerang itu adalah karena keterbukaan kita tidak beretika, misalnya: menegur orang di tempat yang tidak semestinya, tidak menghargai atasan kita. Tetapi saya yakin segala sesuatu itu kalau disampaikan pada saat yang tepat dengan cara yang tepat, hasilnya biasanya baik.

      Enakan mana? Ada seninya masing-masing. Ada enak dan ngga enaknya di masing-masing bagian. Kalau boleh dibilang, tanggung jawab yang lebih besar itu sebagai seorang guru. Tetapi intensitas kerjanya memang lebih intense jadi auditor. Ujung-ujungnya sih balik lagi, yang mana yang atasannya lebih enak dan bisa jadi pedoman untuk kita menjadi ke arah yang lebih baik.

      Adik saya? Kalau sekarang sih masih belum. Ngga tau deh kalau besok :P

      Delete
  13. Iya yaa kl pake etika hrsnya gak perlu takut terbuka, cm kadang masi suka sungkan ci. Kl sm kluarga sendiri mah udah gak pake sungkan2 sgala kan. Hmmm bole kenalan gak sm adeknya ci? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama keluargapun, ada sungkannya kok, tetep harus beretika.

      Hahahaha. Mau kenalan ya boleh. Japri aja, kasih biodata, foto dll. Soalnya saya kan ngga pernah kenal sama kamu. Gak mau dong asal ngenalin hehe.

      Delete
    2. Hihi pake biodata ya ci? Iya sih jaman skrg hrs ekstra hati2 yaa. Baiklah iseng aja kenalan toh, tp aku hrs japri kmn ci?

      Delete
    3. Iya dong, harus pakai biodata dan lain-lain. Soalnya kan kita sering ngalami juga orang kenalan pakai tipu-tipu. Kamu message aja via contact form di blog ini, nanti saya reply via email.

      Delete
  14. astagaaa panjang benerrr...niat juga le bikin nya...hahaha! top dehh! pertanyaannya susah2 euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadinya gak gitu niat, Ci. Tapi karena udah sampe 4 blogger yang ngasih award, akhirnya bikin juga, dan mengalirlah itu hihihi. Iya pertanyaannya beberapa ada yang susah. Dan saya usahain ngejawab walaupun mabok.

      Delete
  15. Aku juga sama deh, pengen denger suara kamu nyanyi, Le *gak kreatif banget keponya...hahahaha*. Soalnya suara ku jeleeekk...jadi suka aja gitu kalo denger temen yang suaranya bagus nyanyi :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ealah pasti kamu bohong bilang suaramu jelek. Kamu Manado, suami Batak, itu biasa lingkarannya penyanyi semua tuh hehehehe.

      Delete
  16. Mau denger ci leony nyanyi hehehe..
    Req lagu boleh kah? Hehehe..
    Dulu aku jg ga suka isi perut,lemak dan teman2nya, tapi entah kenapa sejak smp suka bgt itu makanan
    Ci leony niat bgt jawabnya sampe puanjang buanget hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Yang udah nanya berarti kan kudu dijawab. Tapi kayaknya yang paling panjangnya itu 11 things about me hahahaha.

      Delete
  17. wah Le! gue baru tau kalo dikau ternyata (almost) artist! ahhahahaha...
    Gue juga dari dulu SD, SMP dan SMA kagak pernah ikutan nge-genk...mungkin karena pas saat-saat itu gue tipe yg cuek abis,...hahahaha..gak sabaran kalo mesti nunggu temen-temen se-genk ngumpul baru bisa jalan keluar...wadaahhh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.. Artist itu seniman kan? Boleh lah gue dibilang seniman. Seniman gak jelas, kemana-mana dijabanin :P.

      Enakan gak ada gank, lebih damai tentrem, sana masuk sini masuk.

      Delete