Monday, April 21, 2014

Untuk Kawan-Kawan Saya yang Katolik (Dan Mungkin Juga Yang Beragama Lain Jika Minat Membaca)

Selamat Paskah!

Mungkin tulisan saya ini bisa saja disebelin sama pembaca, dan memberi kesan menggurui. Saya siap ambil resiko itu. Tulisan saya ini, semata-mata sebagai pengingat, betapa pentingnya untuk hadir ke semua misa di dalam Minggu Suci (Holy Week). Saya kembali diingatkan berkali-kali, termasuk juga oleh Romo di Paroki saya, bahwa Holy Week itu adalah satu minggu terpenting di dalam perayaan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Bahkan kebesaran dan kesakralannya melebihi Natal. Romo Gilbert Keirsbilck, CICM di dalam Misa Sabtu Suci kemarin kembali mengingatkan, bahwa kalau perayaan Natal, kita semua sebagai manusia, bisa mengalaminya alias, kita pernah menyaksikan kelahiran dan merayakan ulang tahun orang-orang yang kita kasihi. Tetapi peristiwa Paskah, wafat dan kebangkitan Kristus itu, tidak bisa dialami oleh manusia biasa seperti kita. Itulah karya kebesaran Allah yang tertinggi, memberikan Putra-Nya disalib untuk menebus dosa manusia. Itulah puncak iman kita.

Kenapa saya berani menulis soal ini? Karena, saya sedih. Sedih sekali, karena kawan-kawan saya yang Katolik, saat Holy Week kemarin, bukannya memikirkan mau pergi ke misa jam berapa, melainkan malah banyak yang jalan-jalan keluar negeri dan keluar kota, karena berpikir itu hanyalah long weekend biasa, ataupun malah ke mall. Yang lebih menyedihkan lagi, di luar kota/ luar negeri pun sama sekali tidak menyempatkan diri untuk pergi ke misa. Saya tau ada teman saya yang karena tugasnya terpaksa berada di daerah lain, tetapi masih bisa menyempatkan diri untuk misa. Salut untuk mereka. Saya masih ingat, ketika saya baru selesai operasi di Singapura, dalam keadaan masih belum pulih benar, saya tetap mengikuti misa setiap minggu, merayakan Tri Hari Suci walaupun misanya lama (dan katanya membosankan, tapi sebenarnya nggak kalau dihayati). Tetapi mengingat kuasa penyelamatan Allah yang begitu besar dalam hidup saya, menyempatkan diri untuk misa itu tidak ada artinya dibandingkan dengan anugrah yang saya dapatkan. Saya yakin, anda semua juga pasti merasakan anugrah Tuhan yang besar, jadi sempatkanlah beberapa jam untuk Tuhan selama satu akhir pekan.

Tahun 2013 lalu, saya skip mengikuti Misa Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Itu karena Abby masih berusia tiga bulan, dan ASI saya yang pas-pasan menyebabkan saya harus menyusui satu jam sekali. Tetapi hari Minggu-nya, saya berusaha membawa dia ke Misa Anak-anak, supaya walaupun dia mungkin belum mengerti apa-apa, dia sudah bisa merasakan kemeriahan Paskah. Tahun 2014 ini, saya usahakan Abby mengikuti semua Misa, kecuali Sabtu Suci (karena bentrok dengan jam tidurnya). Saya dan suami tetap ikut seluruh perayaan Tri Hari Suci. Kalau sampai kita tidak bisa membawa anak kita, kitanya diusahakan tetap ke gereja. Rupanya walaupun dia masih kecil, tetapi karena terbiasa diajak ke misa setiap Minggu dari bayi, dia bisa survive perayaan Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah. Jadi biasakanlah membawa anak-anak kita dari kecil, supaya dia mengerti kalau di Gereja itu adalah waktu berdoa.  Dengan membiasakan dia bertahan di gereja, kita (orang tua dan anak) sama-sama berlatih kesabaran, dan alangkah indahnya jika anak kita dari kecil bisa diperkenalkan dengan tradisi gereja. Banyak loh kemarin ini yang membawa anak ke Gereja, dan aman. Bener deh, ngga nyusahin. Worst case scenario, anak bisa dibawa ke belakang sebentar, lalu kembali lagi.

Lalu, buat yang sudah menjalankan Tri Hari Suci, apakah masih perlu untuk datang ke Misa Minggu Paskah? Ya tentu! Perayaan Sabtu Suci dan Minggu Paskah itu arti dan tradisinya beda. Untuk menyederhakannya, Romo Aloysius Hadi Nugroho, Pr bilang, ibaratnya Sabtu Suci itu Malam Takbiran, Minggu Paskah itu Sholat Ied. Masak orang cuma takbiran tapi nggak sholat ied? Nah, Sabtu Suci itu istilahnya tirakatan, persiapan berjaga-jaga menyambut kebangkitan Kristus dan merayakan kemenanganNya. Sementara hari Minggu Paskah, kita sungguh merayakan Kristus yang bangkit jaya. Liturginya sendiri sungguh jauh berbeda antara Sabtu Suci dan Minggu Paskah. Jadi sebisa mungkin, hadirilah keduanya.

Ya, saya sadar sekali, kalau mungkin orang-orang akan sebal, si Leony sotoy banget. Katekis bukan, suster bukan, romo apalagi, jauhhhhh.... Tetapi saya berusaha, supaya kita semua bisa menjadi umat Katolik yang bukan cuma Katolik KTP. Bukan cuma berbuat baik di luar, tetapi juga mengerti alasan perbuatan kita dan tradisi Gereja. Saya berani menulis ini, karena saya sangat peduli. Kebetulan saya mengajar Agama Katolik di sekolah, dan kemarin saat ujian akhir sekolah agama Katolik, ada beberapa anak yang tidak pass! Bukan berarti mereka anak yang jahat, tetapi mereka sama sekali tidak mengerti tradisi mereka sebagai pemeluk agama Katolik, dan tidak pernah membuka bacaan di Alkitab. Bahkan ada di antara mereka yang berpikir, berbuat baik = bagi-bagi uang ke lingkungan sekitar. Sayang banget kan ya? Generasi muda loh.

Jadi, marilah kita sebagai umat Katolik yang baik, mulai merintis kebiasaan untuk menghargai tradisi Gereja, jangan sampai di generasi mendatang tradisi ini perlahan luntur. Karena membangunnya tidak mudah, sudah pasti diperlukan orang-orang untuk menjaganya. Kita mulai latih diri kita sendiri, kemudian teruskan ke anak-anak kita, berapapun usia mereka. Sekali lagi, Selamat Paskah, yakinilah, bahwa Kristus yang bangkit, memberikan kekuatan bagi kita semua, untuk menjadi pewarta kasih yang nyata.

27 comments:

  1. bok, gue juga dateng tuh ke misanya Rm Hadi yg ngomongin malem takbiran. kok kita gak ketemu yak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. daaan pertama kalinya in history gw nursing in public ya kemaren ini pas misa anak gara2 misa di MBK 2 jem lebih bok! Kalo kemis jumatnya kaga bawa ah, kasian kepanasan n kelamaan. sabtunya sih gwnya skip krn kemaleman hahahaa (jadi berasa nih diomelin sm bu Le')

      Delete
    2. Lah iya, kalo ketemu pun belum tentu gue recognize sih huahahaha. Romo Hadi dua kali sih mimpin misa Minggu Palma itu, yang jam 4 sore Sabtu dan 4 sore Minggu. Mungkin elu pergi yang Sabtu dan gue yang Minggu ya?

      Haha tenang aja, gue gak ngomel sebenernya. Gue rada sedih aja Mel. Salut gue elu bawa si Grace ke misa anak-anak. Kalau yang malem-malem, gak apa-apa Grace ditinggal krn kan masih kecil, asalkan kitanya yang dewasa diusahakan ngikut. Nanti giliran dia udah mulai ngerti, dibawa deh. Happy Easter!

      Delete
  2. Selamat Paskah Le!
    Jujur Holy Week gw masih suka bolong2 :"> *jadi malu* Moga2 next year bisa lebih rajin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Paskah juga, Ngel. Gak apa-apa, kita semua masih belajar. Makanya gue nekad nulis kayak gini karena gue yakin, masih banyak orang yang ngga ngerti kalau peristiwa Paskah itu pentingnya bukan main buat kita yang umat Katolik. Amin, semoga semua makin rajin dan tergugah.

      Delete
  3. Kalau menurut Romo Yohanes Samiran (Kepala Paroki Antonius Padua Bidaracina), justru aneh sudah lama jadi orang Katolik tapi masih banyak yang tidak mengerti tradisi Gereja Katolik.

    Contoh paling gampang: Jumat Agung masih dianggap misa, padahal yg benar Ibadat Penghormatan Salib.

    Tri Hari Suci (Kamis Putih - Jumat Agung - Sabtu Vigili Paskah) tidak boleh bolong karena itu satu rangkaian perayaan yang tidak boleh terputus, dan benar harus ditambah Misa Hari Raya Minggu Paskah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, makanya pas Jumat Agung kan nggak ada air suci untuk masuk gedung gereja, karena itu merupakan perayaan sambungan dari Kamis Putih. Makanya disebut Tri Hari Suci, harus nyambung semuanya gak putus. Suasana hati juga sebaiknya dibina terus supaya nggak putus khusuknya. Btw, ini belum ngomongin soal pantang dan puasa ya. Baru soal ke gerejanya aja hahahaha. Bisa lebih heboh lagi kalo komplit.

      Delete
  4. Selamat Paskah, Leony!

    Soal liturgi Malam Paskah sama Hari Paskah itu beda, banyak banget yang ga tahu lho! Temen-temen gw aja masih ada yang suka nanya "Wajib ya ke gereja Minggu Paskah? Kan malamnya udah.."

    Nampaknya pelajaran agamanya suka banyak yang kelewat. Hehe...

    Mau nambahin buat yang udah punya anak tapi suka ragu bawa anaknya ke misa, kemarin pas Minggu Paskah, gw ke gereja Theresia. Romo Hani Rudi (Kepala Parokinya) bilang begini:

    Lebih baik gereja saya ramai karena banyak anak-anak yang ikut misa, daripada hening sepi tapi tidak ada anak-anaknya.

    Gw sendiri belum punya anak sih, tapi biarpun banyak anak kecil = berisik, misa tetap bisa gw ikuti dengan khidmat koq :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Suara ocehan anak2 itu suara malaikat. Asal mereka kagak nangis berjamaah aja hehehehe. Soal konsentrasi mah tergantung masing2 orang. Plus kalau ada anak yg nangis, ortunya bisa bawa keluar dulu sebentar.

      Nah semoga kl elu nanti pny anak, bisa ajak anak elu ya ke gereja.

      Delete
  5. Le, elo Gerejanya ke MBK juga ya?

    Gue skip Kamis Putih dan Sabtu Suci, pas Jumat Agung gue ke Paroki Kristoforus dan Minggu Paskah ke MBK yg jam 16.30, tadinya mau yg jam 11.30 tapi penuh banget :(

    Tahun ini uda kemajuan banget bisa ikut misa 2x di Tri Hari Suci, mudah2an tahun depan bisa ikut full

    Selamat Paskah ya Le :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue ga di MBK tapi di Sathora hehe. Nah itu... bagus banget ada kemajuan. Semoga next year bisa lengkap ya Deb. Semangattt...

      Delete
  6. duhhh gw berasa ditampar pipi kiri skrg gw ksh pipi kanan deh hahaha

    gw sama anak2 cuman munggu paskah kl ferry kamis dr kantor jam 3 di gereja misa jam 5, C les kelar jam 6 hehehe jumat agung ferry doang kl sama nunggu bisa 4,5 jam tar si belatung kena abu bikin repot jd gw di rmh abis gada yg bisa dititipin anak nahhh sabtu kita skip karena bacaan byk bgt kan jmn clarissa kecil pernah gw ajak dia anteng kl conrad susah gw udah jd inceran petugas tata laksana deh gara2 dia pdhl misa biasa hahaha

    berarti gw katolik KTP dong hahaha

    Happy Easter.. Abby, mama, papa, popo, engku haha semua kusebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.... Gue kan kaga nampar Fel, cuma nyilet2 huahahah...J/k. Niatan sudah ada saja itu sudah bagus banget Fel. Dan masih bagus juga elu sudah bawa anak-anak pas Minggu Paskahnya. Nanti pelan2 diajak aja, biar ngerti kalau lama itu ada maknanya. Kalau bosen ya bawain pensil warna aja. Memang butuh proses, tapi ya daripada kebablasan, mendingan sakit2 dahulu, bersenang2 kemudian

      Delete
  7. setuju ci le tri hari suci itu memang gak boleh putus ya krn serangkaian. jadi emang harus misa terus plus ditambah misa hari minggu paskahnya. Selamat paskah ci leony dan keluarga! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Diusahakan harus bisa menjalankan semuanya dengan baik ya. Selamat paskah juga.

      Delete
  8. i think everybody will have their own excuses and it is between them and God... :)

    selamat paskah ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Paskah!

      Kehidupan beragama itu sifatnya sosial juga Man. Jadi bukan hanya hubungan kita dengan Tuhan, tetapi hubungan kita juga dengan sesama. Ada kok di pelajaran agama. Kenapa gue tulis ini khusus untuk kawan2 yang Katolik? Karena kita umat Katolik punya tradisi, yang berbeda dengan umat lainnya dan itu patut dilestarikan karena itu juga menjaga our relationship with God.

      Delete
    2. Halo, Mba Leony..saya silent reader blog mba dari kapan tau hehehe. Saya bukan penganut Katolik, tp tertarik baca tulisan mba..ternyata menarik ya soal Tri Hari Suci ini, jadi tau sekarang. Tadinya saya kira malah libur tgl 18 kmrn itu hari Paskah, ternyata Paskah nya di hari minggu yaa..aduhh maafkan ketidaktahuan saya:) Jadi inget kmrn tetangga sebelah rumah berangkat ke geraja bawa krucil2nya 4 orang yang masih balita..seneng deh liatnya. Selamat Paskah Mba Leony dan keluarga, semoga selalu bisa meneruskan tradisi Gereja dan meneruskannya ke si kecil Abby..

      Delete
    3. Hi Sari, thanks for commenting. Haha, gak usah minta maaf, wong yang Kristiani dan Katolik aja sering nggak tau loh makna-makna tiga hari suci tersebut. Saya sangat memaklumi sekali kalau umat beragama lain tidak mengerti. Saya juga belum ngerti2 amat dengan perayaan umat beragama lain dan seringkali cuma enjoy liburnya hehe.Tentu bahagia ya bisa lihat tetanggamu yang bawa anak2 rame-rame ke gereja.

      Terima kasih untuk ucapan selamat Paskahnya.

      Delete
  9. Selamat Paskah mbak Leony dan keluarga.....

    ReplyDelete
  10. Happy Easter, Le! Salam juga buat F dan Abby....
    eerrr....hehe,,,,masih bolong-bolong ikutan misa nya,...hehe...*ngaku sendiri*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Gak apa2 ngaku bolong. Daripada sudah bolong lalu nyari2 alasan yang nggak jelas hahahah... happy Easter, Nan!

      Delete
  11. Alo leony, salam kenal namaku ria. Udah lama jadi silent reader :) Setahuku easter vigil itu meet easter sunday obligation. Sama seperti attending saturday sunset mass itu sama dengan sunday mass. Jadi attend either one is enough, but encouraged to attend both. Ini yang aku inget dari persiapan baptis, karena aku baptis dewasa. Ini yang aku tahu, mungkin kita bisa sama2 cek lagi :)

    Tapi setuju banget sama tulisan mu. Being on holiday doesn't mean we have 'holiday' from attending mass. Tahun lalu aku attend ash wed pas lagi holiday, pas masuk toko salah satu penjaga nya liat ash di kening kita. Ternyata dia katolik dan dia lupa klo hari itu ash wednesday. It felt good to be reminder for other people ^^

    Setuju juga untuk bawa baby to attend mass. Walaupun repot, i always feel joyful when attending mass as a family. Make me feel complete :)

    Sorry jadi panjang dan campur2 ya comment nya >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ria, kalau soal attending Vigili dan Easter Sunday, aku bisa yakini kalau itu dua liturgi yang berbeda. Mungkin waktu kamu belajar Baptis, yang mengajar Katekisnya. Tetapi aku yakin sekali karena dua Romo sudah mentioned dan juga aku sudah baca2. Liturginya benar2 berbeda dan maksudnya juga benar2 berbeda. Satu persiapan, satu lagi perayaan. Makanya Vigili jauh lebih panjang dengan up to 7 readings sebelum epistola dan Injil. Ada juga upaxara cahaya dan pembaharuan janji Baptis. Easter Sunday itu ngga ada. Hanya dua bacaan plus Injil. Makanya romo berkali2 mengingatkan karena asumsi orang itu sudah ke Vigili artinya ngga usah misa Minggu.

      Perbedaannya dengan misa di minggu biasa, itu karena kalau Sabtu sore sebenarnya merupakan 'tambahan' untuk misa minggu karena waktu terbatas. Makanya liturginya sama persis dan dimasukkan dalam liturgi hari minggu. Nah semoga penjelasannya membuat lebih clear lagi.

      Delete
  12. happy easter le!

    gua ga gitu ngerti tata cara katolik, tapi kalo kristen, khususnya di gereja gua, mulai dari kamis putih, jumat agung, ampe paskah (kecuali sabtu ya, sabtu ga ada apa2) ada ibadah semua. dan karena kita sekeluarga ikut ambil pelayanan, jadi ga mungkin keluar kota juga sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya sih emang justru di masa-masa penting gitu lebih fokus ke attend service dan juga pelayanan ya Mel. Good for you and your family. Happy Easter!

      Delete