Monday, April 14, 2014

Pengalaman Kurang Enak di Swiss Belhotel Cirebon

Waktu long weekend akhir Maret lalu (28-30 Maret, 2014), kami sekeluarga besar (saya, suami, Abby, papa dan mama mertua, adik ipar, mama saya, adik saya, dan si suster) jalan-jalan ke Cirebon, naik kereta api, tut tut tut. Sebelum saya menceritakan pengalaman jalan-jalan ke Cirebon itu, saya mau mengkhususkan postingan ini untuk menggambarkan kekesalan saya dengan pihak hotel. Saya tidak ada maksud menghancurkan nama hotel tersebut. Ini blog saya sendiri, bukan website review macam Trip Advisor, jadi saya mau berbagi sungguh-sungguh supaya jangan sampai terulang kejadian seperti ini, dan secara keseluruhan, seluruh hotel di Indonesia bisa memperbaiki pelayanannya. Postingan ini akan menjadi postingan yang cukup panjang.

Sebagai seorang yang dulu sempat menghabiskan lebih banyak waktu di hotel dibandingkan dengan di rumah sendiri, saya sudah lumayan paham dengan standar pelayanan sebuah hotel sesuai dengan bintang yang ditawarkan, begitupun dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya. Untuk hotel di Indonesia sendiri, saya sudah berusaha menurunkan standar ekspektasi saya, dan memaklumkan diri untuk hal-hal yang kurang di sana sini. Tetapi berhubung pengalaman saya kemarin itu sudah sulit untuk dimaklumi, makanya saya berbagi.

Saat saya memutuskan untuk liburan singkat ini, hal yang langsung saya beli pertama adalah tiket kereta api, dan tentunya hotel untuk menginap. Berdasarkan review dari website-website travel ternama, persaingan ada di antara Ast*n Cirebon dan Swiss Belhotel Cirebon (saya singkat jadi SBC) sebagai sesama hotel bintang 4 (di Cirebon tidak ada hotel bintang 5). Jadi saya langsung bertanya ke Natalie yang asli orang Cirebon untuk kasih saya rekomendasi, terutama soal lokasinya. Saya juga tanya dengan teman-teman lain, dan semuanya rekomen SBC karena lokasinya nempel dengan mall Cirebon Super Block dan berada di tengah kota sehingga kalau butuh apa-apa tinggal ngesot. Saya pun langsung booking 4 deluxe room, karena kita ada 8 orang dewasa dan 1 orang bayi.

Setelah booking, saya langsung telepon ke SBC untuk meminta beberapa hal seperti connecting rooms, baby cot, untuk mengosongkan kulkas kamar saya (untuk tempat saya menaruh makanan Abby dan ASI), dan untuk meminta penjemputan dengan free shuttle dari hotel. Staffnya langsung bertanya kepada saya, berapa orang yang akan dijemput, naik kereta apa dan jam tibanya jam berapa. Hari Sabtu sore, 22 Maret 2014, seorang staff mereka menelepon saya kembali untuk konfirmasi jam kedatangan kereta saya, lalu mengatakan kalau mereka tidak bisa mengosongkan kulkas, malah dia menawarkan untuk menaruh barang-barang saya di chiller hotel. Saya tidak mau berdebat dengan dia, tetapi saya bilang kalau hotel lain (bahkan hotel bintang lima sekalipun) membolehkan kita untuk mengosongkan kulkas kamar untuk mendukung ibu menyusui karena saya harus menaruh alat-alat memompa, bukan hanya makanan bayi. Staff tersebut bilang kalau dia harus diskusi dulu dengan manajemen dan berjanji untuk telepon saya lagi hari itu.

Saya menunggu sampai hari Senin, 24 Maret 2014, tapi mereka tidak pernah menelepon saya kembali. Saya email ke SBC melalui request form mereka di website, untuk menjelaskan lagi request saya yaitu: connecting rooms, baby cot (yang seharusnya sudah merupakan standar hotel bintang 4 dan 5), dan pengosongan kulkas. Saya menunggu selama dua hari sampai tanggal 26 Maret 2014 tapi saya tidak pernah mendapatkan email balasan. Saya ingat pas saya kirim request lewat website, ada surat konfirmasi yang mengatakan kalau dalam dua hari tidak dibalas, saya bisa kirim email ke customer service pusat. Langsung saya email ke pusat, dan tiba-tiba tidak sampai dua jam kemudian sudah ada balasan dari SBC yang isinya: tidak bisa mengabulkan connecting rooms, tidak bisa mengabulkan baby cot, dan membolehkan untuk mengosongkan kulkas. Yang lucunya, mereka itu balas email saya setelah saya email ke pusat. Jadi kalau saya tidak email ke pusat, permintaan saya pasti dicuekin. Memangnya sesusah itu ya membalas email customer? Hotel lain yang pernah saya email, biasanya membalas dalam 30 menit, atau paling lama 1 hari loh! Dan pengalaman tidak nyaman soal email itu, masih tidak ada apa-apanya dengan pengalaman kita begitu sampai di Cirebon.

28 Maret, 2014, hari tiba kita di Cirebon. Kita naik Cirebon Ekspress dengan waktu tiba pukul 12.35 siang dan kita sudah menginformasikan ke pihak hotel berhari2 sebelumnya, bahkan telah dikonfirmasi. Pukul 12.45 siang, saya sama sekali tidak melihat ada penjemput dari SBC. Saya telepon ke hotel, dan staffnya bilang, "Nanti kami koordinasikan dan akan kami telepon kembali dalam 10 menit." Saya menunggu lebih dari 10 menit dan tidak pernah ada telepon masuk. Saya telepon lagi untuk kedua kali pukul 1.10 siang menjelaskan situasi saya. Saya datang dengan bayi, dan sudah sangat lewat waktu makan siangnya. Sangat tidak nyaman menunggu di stasiun dengan begitu banyak orang yang merokok. Tapi yang terjadi selanjutnya, staff SBC malah MEMUTUSKAN telepon saya! Sangat tidak sopan! Selanjutnya, papa mertua yang telepon dan meminta staffnya untuk hubungkan dengan General Manager karena ketidaksopanan staffnya dalam menangani saya. Apa yang terjadi selanjutnya? TELEPON MERTUA SAYA JUGA DITUTUP! Selanjutnya, mertua saya telepon sekali lagi, dan sebelum staff tersebut memutuskan teleponnya, mertua saya bilang, "Jangan berani-berani kamu tutup lagi teleponnya." Staff tersebut hanya bilang, tunggu saja untuk koordinasinya, tetapi hasilnya NIHIL. Sekitar pukul 1.25, saya kembali menelepon SBC. Ketika saya telepon itu, saya melihat ada satu mobil berlabel SBC masuk ke dalam stasiun, dan saya kira itu adalah mobil yang menjemput kami. Adik saya lari-lari sepanjang parkiran stasiun untuk mengejar mobil tersebut, hanya untuk menemukan kalau mobil tersebut bahkan tidak menjemput kami, melainkan menjemput tamu lain.

Saya sudah lelah sekali dan akhirnya kami mengambil dua taksi carteran sekitar pukul 1.30 siang, dengan biaya Rp. 100,000 untuk jarak yang begitu singkat. Rasanya kurang dari 10 menit, tapi kami tidak punya pilihan. Saat kami tiba di hotel, kita jelaskan situasnya kepada staff resepsionis, dan atasannya. Sebetulnya kami meminta General Managernya untuk menemui kami, tapi sepertinya mereka mencoba untuk menghalangi dengan bilang GMnya tidak ada di situ. Kami bilang kalau pihak hotel harus bertanggung jawab karena tidak menjemput kita, mutusin telepon kita seenaknya, dan juga seharusnya menanggung biaya taksi kita. Atasannya itu hanya bilang maaf-maaf saja berkali-kali tanpa ada tindakan apapun. Yang menarik itu, ternyata dia sadar kalau saya adalah Leony dan dia bisa tau soal email request saya, yang membuat saya bingung, bagaimana mungkin dia tidak membalas email saya walapun dia tau soal itu. Sekitar pukul 1.40 siang, saya menerima SMS dari sopir SBC, yang mengatakan kalau dia sudah tiba di stasiun. Bayangin deh, kereta saya tiba pukul 12.35 siang, dan sopirnya tiba pukul 1.40 siang! Masak kayak gitu dibilang koordinasi? Lebih dari satu jam itu sudah nggak bisa diterima. Hal gilanya lagi, si atasan tadi itu bilang, staffnya mutusin telepon customernya soalnya staffnya sibuk ngurusin orang yang checkout. Gak bener banget alasannya!

Dari 4 kamar yang saya order, hanya 3 kamar yang sudah siap. Jadi kami memutuskan untuk taruh barang dulu dan pergi ke mall di sebelah untuk makan siang yang benar-benar telat. Saya berharap, 1 ruangan lagi yang merupakan ruangan saya itu akan siap setelahnya. Sekitar pukul 4 sore, saya kembali ke hotel dan pergi ke resepsionis, dan ruangan saya belum siap! Mereka bilang saya bisa istirahat sementara di ruangan lain, dan akan kasih tau saya kalau ruangan saya sudah siap. Saya menolak karena itu sudah pukul 4 sore, dan dengan saya pindah ke ruangan lain, akan lebih lama lagi pastinya. Ternyata, tamu yang mestinya checkout siang itu, masih di Kuningan, dan nggak mindahin barangnya! Bayangin deh, masak udah tau mau jalan-jalan ke Kuningan, kan nggak mungkin toh jam 12 siang udah balik. Akhirnya saya dapat kamar saya pukul 5.30 sore, telat abis. Dan tebak deh... kulkasnya masih penuh dong. Jadi apa intinya saya request dijawab "oke" kalau pelaksanaannya nol? Tapi positifnya, saya dapat connecting rooms.

Karena nggak ada baby cot, saya request bantal tambahan untuk keamanan Abby, tapi staffnya bilang nggak ada bantal tambahan soalnya hotelnya penuh. Di mana-mana kalau hotel penuh itu bukan berarti kita tidak ada bantal tambahan kan? Semua hotel harus punya bantal tambahan untuk mengganti bantal rusak atau kotor. Kalau saya lihat, staff-staffnya itu tidak mau berusaha extra untuk memberikan hal yang baik untuk pelanggan.

Sore itu, salah satu staff SBC telepon ke kamar saya, bilang kalau dia minta maaf atas ketidaknyamanannya. Dia menawarkan saya konsolasi alias permintaan maaf yaitu DISKON SEBESAR 15% KALAU KITA MAKAN DI RESTORANNYA HOTEL! Buat saya, itu sangat-sangat MENGHINA. Itu adalah permintaan maaf termurah dari pihak hotel yang pernah saya terima dalam persejarahan saya nginap di hotel manapun. TITIK. Bayangin aja, dia yang minta maaf, tapi saya yang harus menghabiskan uang lebih banyak di hotel. Logikanya mana coba? Saya yakin dia juga pasti ngga ingat kalau saya sudah keluar biaya untuk taksi dan juga berbagai pengalaman buruk yang kita alami sejak siang. Makanya saat dia bilang begitu, saya langsung bilang, "Kamu tidak perlu urusin lagi kasus saya ini, nanti saya yang akan urusin langsung dengan manajemen pusat." Selama ini ya, setiap kali ada kesalahan dari pihak hotel, biasanya itu saya dapat upgrade 2 tier, voucher, atau bahkan kamarnya digratiskan. Ehhhh ini diskon 15% di PROPERTINYA DIA? Buat nutup pajak 21% aja nggak cukup toh?

Besoknya, saat saya nunggu di lobby, saya menjadi saksi bagaimana staff itu memutus telepon para customer-customernya. Keliatan sekali kalau situasinya mirip dengan situasi saya kemarin. Pihak hotelnya lupa untuk jemput customer di stasiun. Yang lucunya, saya melihat bagaimana staff-staff di resepsionis itu lempar-lemparan alias oper-operan telepon ke temennya dan kemudian teleponnya diputuskan. Sangat menyedihkan melihat staff hotel berbintang 4 mempunyai perilaku yang buruk seperti itu.

Hal-hal kecil lainnya, saat kami sarapan, saya dan suami saya minta teh. Waiternya itu menuang tehnya, dan setelah cup saya penuh, dia kehabisan teh. Dia bilang dia akan kembali lagi untuk mengisi cup suami saya. Yang terjadi selanjutnya, dia mengisi tekonya, taruh tekonya di pemanas, dan jalan aja ngeloyor lalu ngobrol dengan teman-temannya, dan sama sekali LUPA untuk mengisi teh suami saya. Benar-benar nggak fokus!

Hari terakhir, saya minta late checkout untuk salah satu kamar dari 4 kamar yang kita book, karena saya harus mompa asi sebelum kita meninggalkan Cirebon. Minta tolong begitu aja, sampai butuh 3 kali telepon dengan jarak 5 sampai 10 menit per call untuk menyetujui permintaan saya late checkout pukul 2.30 siang. Pertamanya ditawarin 12.30 siang, lalu jam 1 siang, padahal kalau diingat, hari pertama saja saya baru bisa masuk kamar pukul 5.30 sore. Bagaimana mungkin minta late check out 2.30 siang susahnya minta ampun. Ternyata nggak ada penghuni baru setelah kita karena itu sudah minggu siang. Itu kan permintaan yang mudah banget, tapi sampai lebih dari 30 menit cuma buat memutuskan. 

Oh iya, sehari sebelum kami pulang, saya sudah request shuttle hotel untuk antar kita ke stasiun. Saya sudah bilang kalau kereta kita itu pukul 6.15 sore, dan staffnya bilang kalau nanti mobilnya akan siap pukul 5.15 sore. Saat hari kepulangan, saya rekonfirmasi lagi dengan staffnya, dan staffnya bilang kalau mobilnya akan siap pukul 6.15 sore yang merupakan jam keberangkatan keretanya! Untungnya, mobilnya tersedia pukul 5.15 jadi kita tidak terlambat. Parah banget ngga sih komunikasi antar staff dan koordinasinya? Artinya notes aja tidak jelas sehingga begitu ganti shift, langsung salah pengertian. Sebelum pulang, dari kamar saya minta dipanggilkan room boy untuk mengambil koper-koper di kamar. Saya tunggu 15 menit, tidak ada yang datang. Akhirnya saya turun ke bawah, sekalian check out. Terus saya ingatkan, kalau koper saya belum diambil. Eh baru deh saat itu staffnya manggil room boynya untuk naik ke atas. Daritadi kemane aje, Bu? 

Note terakhir, saya kira hotelnya sendiri itu sebenarnya belum siap untuk buka. Staffnya tidak terlatih dalam hal hospitality. Kolam renangnya dibuka, tapi tidak punya kursi sama sekali alias blank, dan tidak ada lifeguard yang standby sama sekali. Elevatornya super slow, dan banyak tamu-tamu yang komplen. Positifnya, kamarnya cukup luas dan bagus, kamar mandinya juga luas. Tapi rasanya percuma kalau gedungnya bagus dan mewah tapi servisnya brantakan. Eh iya, yang juara banget nih, saat saya check out, staffnya kasih saya kartu, dengan tulisan "Don't forget to share your experience with us on Trip Advisor." Saya sampai ngikik sendiri bayanginnya kalau saya share semuanya di Trip Advisor. Apa mesti ya?? 

Pengalaman saya di atas itu, saya sampaikan langsung ke customer service pusat via email. Tentu saja di dalam bahasa Inggris yang rapi dan teratur. Besoknya saya mendapatkan email balasan dari General Manager SBC yang meminta maaf, dan memakai alasan kalau koordinasinya berantakan karena peak season. Jujur sih, kalau sudah tau peak season, mestinya mereka bisa memakai tenaga outsource dong. Kan orang tidak dadakan waktu mereka melakukan reservasi. Ya gak sih? Dan jujur saja, kalau dibilang peak season, hotelnya nggak penuh-penuh banget, kelihatan dari jumlah orang yang sarapan. Kemudian sebagai kompensasinya, mereka menawarkan saya menginap grats 1 malam di... eng ing eng CIREBON. Ya jelas saya nggak bisa terima kompensasi yang ditawarkan kalau di Cirebon. Siapa juga yang mau ke Cirebon dan cuma satu malam pula. Akhirnya saya minta supaya dialihkan saja ke properti Swiss Belhotel lain yang ada di Jakarta.

Pihak SBC pun menyetujui dan katanya akan mengirimkan voucher dalam minggu tersebut. Saya tunggu-tunggu vouchernya, dalam minggu itu, tidak datang juga. Saya tunggu beneran seminggu alias tujuh hari, tidak datang juga. Sampai akhirnya hari ke 10, saya memberanikan diri menanyakan lagi, kemudian dalam waktu kurang dari tiga jam, dibalas juga lengkap dengan hasil scan vouchernya, beserta alasan: " with no choice I have to sent our sales manager to Jakarta this morning just to get the voucher instead of using the correspondences." Gubrak.... Mosok seh sampe harus ngirim orang ke Jakarta buat scanning voucher. Terus kenapa baru dibalas di hari ke 10 itupun setelah kita request lagi? Kayaknya para staff termasuk GMnya ini raja lupa kali ya.... 

Ya akhirnya, saya mendapatkan kompensasi menginap 1 malam di salah satu properti Swiss Belhotel di Jakarta. Tapi liat dong effortnya seperti apa. Menulis email panjang lebar, menerima janji yang kalau ngga ditagih pun mungkin akan dilupakan. Bagaimana dengan orang lain yang juga punya pengalaman buruk, tapi tidak tau bagaimana cara menyalurkan komplen mereka? Saya berharap tulisan saya di blog ini bisa membantu juga supaya para penyedia hospitality service di Indonesia mulai paham dengan yang namanya standar pelayanan internasional, bukan cuma namanya yang ada embel-embel "international". Semoga Indonesia akan maju dan merata di bidang pariwisata, bukan hanya di kota-kota yang sudah terkenal sebagai tujuan wisata.

Capek ya bacanya? Iya, saya juga capek nulisnya hahahahah.... Nanti habis ini saya ceritakan lagi deh pengalaman selama liburan di Cirebon yang beberapa di antaranya pasti bakalan bikin kita bilang "cape dehhhh...."


112 comments:

  1. nahan nafas le, bacanya. baru nafas pas udah dapet voucher itu juga nafas setengah ya . what a horrible experience, mana bawa bayi tuh dobel keselnya terkatung2 di stasiun. kalo di kompetitornya itu, suami gw pernah nginep dan fine2 aja menurut dia, standard Ast*n nya sama ama di bandung. next time bisa jadi pilihan. Tapi menurut gue share di TA gapapa sih, buat masukan mereka, gpp banget. mengingat bad experience nya bukan sekedar gaada extra pillow. soalnya gue aja seneng kalo lg browsing di TA nemuin review yang detail daripada yang umum dan singkat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya Ast*n itu lokasinya agak pinggir ya di bypass, jadinya gak bisa kita malam-malam keluar dan jalan kaki cari makan. Tapi iya deh, mendingan hotel yg satunya kali daripada kesel ya.

      Delete
    2. sekarang mah kalau ke cirebon lagi udah ada The Luxton, yang mungkin bisa lebih ok dari ***

      Delete
    3. Hehehe, kalau di Bandung sih Luxton gak termasuk hotel yang bagus-bagus banget ya. Ya nggak tau nih kapan saya balik lagi ke Cirebon, soalnya sudah nggak tinggal di Indonesia lagi.

      Delete
  2. parah banget pengalamannya... semoga gak lagi-lagi, ya, nemu hotel kayak begini. kami juga baru dari luar kota minggu lalu, dan di jalan menuju penginapan selalu melewati swiss belhotel cabang kota tersebut. baca curhat ini jadi kepikiran, yang cabang itu kayak apa yah... :D eh, setuju, tulis saja di TA (toh mereka juga yang menyarankan hehehehe).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga tau nih, abis ini baru mau coba yang di Jakarta punya. Rasanya sih memang Cirebon sendiri belum siap kali ya untuk jadi kota wisata. Biar gimana SDMnya kan orang lokal semua.

      Delete
  3. Hosh panjang bener... apalagi dirimu ya Le yang ngalamin langsung.

    Duh emang rata2 hotel diIndonesia kalo blom siap launching, udah disuruh ngepet nyari duit -_-, biar cepet turn overnya kali ya?? Jadinya ya gitu, gak siap secara SDM dan fasilitas. Emosi jiwa raga deh gue kalo di posisi dirimu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, kayak mau ngibrit ngejar2 high season, biarpun belum siap, tancap blas. Mana ratenya juga bukan rate murah alias bukan rate hotel yg belum siap terjun loh. Ratenya masih mahal jg.

      Delete
  4. Wes mbk le kirim ke trip advisor aja..yg baca aja ikut gemes...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nanti mau tulis deh di Trip Advisor, tapi dirapihin dan disingkatin dulu, supaya yang baca gak sakit mata hihihi.

      Delete
  5. Bacanya sampe tahan napas juga.. hehehe.. duh. dari awal sampe akhir gak ada yang bener2nya dikit yah? tapi parah banget sih yah. apalagi manajemen pusatnya aja juga begitu. *elap keringet*.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ada juga kok benernya. Breakfast lumayan enak, dan kamarnya jg bagus. Management pusatnya gak pernah bales kok, yang selama ini balas tuh dari GM yang di Cirebon.

      Delete
  6. Wah parah ya.. Niat hati mau liburan malah jadi dibuat kesel.. Semoga mereka berbenah deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, itu lumayan set mood aku jadi kurang enak loh selama di sana.

      Delete
  7. It was horrible.. saya termasuk yang pasti googling dan review freak kalo udah urusan mau pesen hotel atau bepergian (padahal perginya juga ga sering banget sih, hehehe..) masalahnya saya kan bawa batita dan saya harus yakin kalo tempat yang dia tuju gak bikin bete dan utamanya ga bahaya buat dia..

    sempet kepikiran untuk pesiar ke cirebon karena jaraknya ga terlalu jauh ya.. tapi ternyata dengan pelayanan seperti itu sepertinya mending pilih destinasi lain..

    thanks for sharing ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya boleh aja ke Cirebon, lumayan oke kotanya untuk sekedar jalan-jalan singkat. Tapi memang bukan destinasi yang baik untuk wisata apalagi bawa anak bayi. Kotanya belum siap.

      Delete
  8. hotel sekelas swisbel bs gitu ya? ckck.. yg baca aja tahan nafas banget. gmn mbak leony sekeluarga? kirim aja sekalian ke trip advisor mbak. biar ga ada lagi yg ngalamin hal seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, bayangin, kelas Swiss Belhotel yang international, tapi kok bikin urut dada ya hihihi... Gak kebayang hotel lokalnya yang bintang 1-2 itu gimana. Apa jangan2 ekspektasi aku yang ketinggian?

      Delete
  9. Iya, capek bacanya...tapi capek karena ikutan gemeeesss sama itu hotel. lahdalah..hotel bintang 4 kok pelayanannya jelek sekali kayak gitu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mental karyawannya ga sebanding sama bintangnya ya hihihi. Kudu minta sertifikasi lagi tuh.

      Delete
  10. Capek sekaligus jengkel bacanya hahahaha, hotel bintang 4 kok pelayanannya payah banget -____-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, kamu aja jengkel, apalagi saya.

      Delete
  11. Waduh Le, kacau bener itu Swiss-Bel.... Itu telpon ditutup bolak balik gak etis banget. Bikin darting aja tuh org. Lagian kasih kompensasi kok menyedihkan gitu....Kudu makan di restonya lagi???? Ksh kompensasi or nodong ?

    Btw, krmn itu 29-31 Maret jg gua rencananya family trip ke Crbn pake 'tut tut tut' lho. Reserve 4 rooms di hotel Aston via booking.com. Gua sih acungin jempol deh buat Aston Cirebon ini. Gak ada setengah jam gua reserve, mrk telpon balik untuk konfirm detail pesanan dan penjemputan. Sekalian info request gua utk early check in jam 12 blm bisa mrk konfirm. Smp hari H kl available akan mrk kasih. Mnrt gua ceng lie sih, biasa gua minta gini spy pihak hotel beneran ready wkt beneran jam nya check in, karena gua udah info gua akan datang awal.

    Jarang ya hotel yg di reserve via booking.com or agoda sekalipun yg reconfirm gini. Bahkan gua sih blm pernah ada yg reconfirm. Biasanya kita yg harus confirm ke hotelnya lg tkt bookingan gak nyampe.

    Sayang gua gak jadi ke cirebon, krn keponakan Try Out UN. Sampe gak enak hati gua sama si Aston Cirebon ini, gua cancel via booking.com, tapi gua telpon ke mereka utk say sorry. Mrk nice aja, msh bilang : next time kl ada kesempatan, dgn senang hati menerima kita di hotel mereka (heheee wkt itu sih merasa standard ya.... tp compare dgn Swiss-Bel berasa ini berharga bgt).

    Bukan pesan sponsor ya, Le.... :) Gua gak ada hubungan samsek dgn Aston, cuma seorang (calon) tamu yg merasa puas dgn service mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aston Cirebon tuh oke kok. Cuma lokasinya memang ga terlalu oke kalau kita nggak punya kendaraan sendiri alias di pinggiran. Tapi kalau ada mobil sih aman tenteram hehe. Nah boleh deh lain kali di Aston aja, atau nanti mungkin elu akan berpikir lagi setelah baca postingan gue yang selanjutnya soal Cirebon hihihi.

      Delete
  12. Ikutan geram bacanya... itu yg ditelantarkan di stasiun sih bener2 ngekiin loh.. dan ga ada bantal karena full???? Ya ampun... ga masuk akal banget..
    Bok, klo g sih beneran masukkin ke trip advisor deh.. as requested kan ama hotelnya sendiri..huahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, nanti gue consider untuk masukin. Cuma gue simplified dulu deh, kalo panjang kayak di sini kan yg baca bisa stress hahahhaa.

      Delete
  13. ya ampun le, gua bacanya aja ampe kesel loh... kayak bukan hotel bintang 4...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hotel bintang dua aja mgkn bisa lebih oke kali ya? Entah deh hahaha.

      Delete
  14. jadi kalau ke cirebon lagi nginep rumah Nat aja hahahaha...

    eh itu pelayanan gitu dia manajemen dari sbc bukan sih, kl manajemen dia kan kudunya ada standart2 operasional tertentu yah jangankan itu staff alasan sibuk urus orang check out main tutup telepon, kita kalo lagi teleponan sama temen aja kalo sibuk ngurus anak nggak langsung tutup telpon kan hahaha ada2 aja, kayanya sih staff2nya nggak pengalaman sama hospitality yah atau standar rekrut karyawan mereka terlalu rendah? paling tidak mereka masih bisa kasih kompensasi dari pada nggak sama sekali, diambil hikmahnya aja...

    coba next posting kuliner disitu gitu kan enak, dibanding kesel2 gara2 hotel hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gue bersembilan nginep di rumah Nat, bisa2 semua ngegelar di ruang tamu donk! Kayaknya karena mendadak Cirebon itu jadi kota wisata, kemudian banyak banget hotel-hotel baru, orang juga jadi pada rebutan karyawan. Gue ajak ngobrol rata2 mereka semua pindahan dr hotel lain tuh. Bayangin, kayaknya hotel lain jg bakalan similar :P

      Delete
  15. hmm parah juga ya le ini hotel

    kalo yg soal email minta baby cot dll, itu jangan2 web nya gaperna dicek email masuknya. Tapi pelayanannya overall kok kaco abis yah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masak sih hotel sama email aja gak pernah ngecek. Itu mereka bisa kehilangan banyak customer loh. Btw, so far ada 1 lagi hotel yg pernah gue email dan ngga bales, dan itu ga di Jakarta. Mungkin banyak pertanyaan iseng via email kali ya, jadi ga diliat hahaha.

      Delete
  16. leony... gua kalo jadi lu juga pasti keselnya udah sampe di ubun2!!! kaco banget itu hotel ya!
    jadi lu udah sempet nulis di tripadvisor gak? mestinya tetep ditulis tuh walaupun lu udah dikasih kompensasi...tapi gua bilang gak sebanding ama kekeselan dan kerepotan yang lu dan keluarga lu alami...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kompensasinya emang ngga sebanding banget, secara gue book 4 kamar untuk 2 malam. Jadi itung2 8 malam ya totalnya hehe. Nanti gue tulis deh. Nunggu abis gue stay yg di Jkt aja. Penasaran bedanya.

      Delete
  17. Makasih infonya mba, ini hotel sempat jadi pertimbangan buat nginep karena kita kalo mudik pengen nginep semalam. kayaknya mending yang lain aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba aja Mba Herni, mungkin sekarang abis banyak komplenan jadi lebih bagus pelayanannya. Location wise dia oke kok.

      Delete
  18. elo masih sabar banget Le...makasih udah sharing ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, gue berusaha sabar. Karena kalau gue ngamuk di depan resepsionis, kesannya nanti jadi gue yang kampungan. Kemarin itu aja ada bapak-bapak yang marah di restonya karena bubur aya gak diisi-isi padahal restonya gak rame hihihi.

      Delete
  19. Ish... ish... ish...
    Nyebelin banget...
    Aq baca nya aja udah berasa kesal, kalo begini mau liburan juga udah ga mood lagi.

    Btw lam kenal ya Mbak Leony :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sempet nurunin mood liburan. Apalagi aku bawa rombongan. Tapi ya berusaha pelan-pelan diredam. Salam kenal juga.

      Delete
  20. Ya ampun nih hotel parah banget, gw jd loe juga udah pasti marah2 deh.. bener2.. ga karuan.. bener tuch belum siap buka *geleng2* semoga mereka improve deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga sempet marah sih, tapi ya ngga bisa kesel2 gimana, karena gue juga ga mau mempermalukan staff2 itu di depan tamu lain. Makanya gue lgsg aja direct complain ke hotelnya via email.

      Delete
  21. Wew, parah bgt ya ci pelayanannya...hotel bintang 4 tp service 4 thumbs down...
    Hrusnya kalo hotel baru ngasih good impression yaa spy byk yg balik lg...ini malahan bikin kapok balik lg...kalo hotel bukan jualan pelayanan, jadi jualan apa yaa? Emgnya cuma kaya jualan kamar buat numpang tidur doang...jadi ikutan emosi...hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Padahal kalo dia bagus, saya mau loh balik lagi buat nginep di situ seandainya ke Cirebon lagi. Ya anggep aja mereka jg masih belajar.

      Delete
  22. oh jadi akhirnya lu dapet compliment vocer nginep ya ny? boleh dipake diaston mana aja asal di jkt ?
    hehe bagian ini gua baru tau dipostingan sini.
    mungkin abis lu cekout mereka lgsg miting tuh hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan Aston Nat, Swiss Belhotel hehe. Dapet di Mangga Besar tuh hahaha. Tp voucher benerannya blm nyampe. Katanya sih mo dianterin.

      Gue ga yakin mereka meeting. Soalnya kalimat yg dipake di email aja ternyata copas. Ada kalimat yg dia blg dia mau retrain staffnya. Gue liat di tripadvisor dia pake paragraf yg sama pas ada org komplen.

      Delete
    2. Eh iya swisbel, ngapa gua nulis aston ya? haha..tulalit otak ama tangan ..

      itu emailnya uda ada templatenya brarti ya.. apa sangking seringnya org komplain jd jawabannya distandarisasi sama semua.

      Delete
  23. Aduh skrg hotel banyak tp gt yaa..
    Jd inget pas lebaran kemaren nginep di grand m***** harmoni
    Dd aku marah2 di receptionist sampe ping pong 3 org, cm mw ganti kamar gara2 bau rokok.

    Sampe akirnya aku jg ikutan ngoceh d receptinist.
    Jd kesannya sekarang hotel banyak, training kurang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Grand M***** itu juga bintang 4 kan ya. Mestinya lumayan loh hotelnya. Pas awal request kamar yang non smoking tapi dapatnya bau ya? Kayaknya kalau marah2 sama staff memang ngga gimana efek. Harus langsung ke pusatnya.

      Delete
  24. Hadeeeh paling males deh kalo hotel udahlah salah terus main pingpong kayak gitu. Yang namanya bidang jasa itu yang dijual ya jasanya kalo jasanya udah flop banget, terus dia jualan apa lagi dong? (Berlaku juga buat restoran nih). Harusnya lo tulis di TA aja tuh, toh di TA juga banyak kok review yang jelek, ya kalo emang kenyataannya jelek masak harus dibagus-bagusin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue mau tulis di TA, tapi masih nunggu dulu nih voucher fisik yang belum datang. Rencananya sih bakalan dianter hari ini, kalau nanti mundur2 lagi janjinya, kan gue jadi bisa tambahin lagi review jeleknya di TA hahahaha.

      Delete
  25. emang itu hotel baru le? gua pernah nginep di swisbel ambon, waktu itu sih fine2 aja ya gak ada masalah, tapi karna kita emang gak pake fasilitas shuttle, gak ada request baby sih, jadi emang gak ada request apapun, ke hotel buat bobo n breakfast semalam aja.
    kalo dia gak cepet2 perbaiki layanannya bisa sepi donk ya itu hotel, kata david di cirebon yang bagus hotel santika walau bintang 3 tapi oke..letaknya di depan stasiun dan tetep ada shuttle :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Swiss Belhotel Ambon mungkin udah lamaan kali ya. Kalau SBC ini katanya sih baru dibuka akhir tahun 2013. Waktu pas dibuka itu, gue aja baru tau bahkan kolam renangnya aja belum ada, tapi dia udah berani buka! Bener2 ngebut nyari uang masuk memanfaatkan high season.

      Santika yg di depan stasiun ya? Gue belum pernah nginap di groupnya Santika juga. Mungkin hotel-hotel ini bisa kita tau kualitas servicenya kalau kita ada request sesuatu kali ya. Cuma kayaknya ga akan balik ke Cirebon dalam waktu dekat sih Vi.

      Delete
  26. terkadang yang bermasalah tuh di SDM lokal.. gw meskipun punya penginapan kecil (ga sampe ada bintang2an), tetep aja sich training karyawan segimana2nya, kadang prakteknya di lapangan huuuhh susahnya minta ampun..kadang ada yang lolos juga..
    di Bangka sendiri ya, hotel berbintang kayak (Nov*tel, As*on) mereka lebih suka hire SDM luar ketimbang lokal (berdasarkan omongan manager sana). Katanya, SDM lokal masih belum siap, suka kerja seenaknya. Makanya ga heran disini banyak banget pendatangnya. Bahkan yang punya toko aja lebih suka punya karyawan orang luar le (termasuk gw).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya tergantung kotanya sih Yul. Gue brasa banget kota Cirebon belum terlalu siap untuk menjadi kota wisata. Rasanya perlu banyak belajar dari kota lain yg lebih dahulu terkenal sbg tujuan wisata. Jumlah hotel yg baru berdiri jg banyaknya gak kira2 loh.

      Delete
  27. Astagaa...bacanya aja bikin esmosi aplg ngalamin lsg. Makasih udah sharing ya,,langsung coret deh dr daftar hotel tujuan. T e r l a l u b a n g e t utk kelas hotel bintang4!
    Ps:salam kenal,selama ini cm jd silent reader ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mungkin sekarang udah bisa dicoba lagi kali ye hahahah. Kan udah habis aku komplen begitu, masak sih gak ada perbaikan? Sebenernya menang banget loh lokasinya hotel itu. Salam kenal juga :)

      Delete
  28. Jadi inget waktu nginep di swiss bell-inn medan (entah masih 1 group atau gak) perlakuannya juga kurang menyenangkan, dari resepsionis yang amit2 gak ada ramah2nya. Check in aja lamaaa banget padahal wktu itu q dah booking lewat agoda, minta uang jaminan dengan bahasa yang blh q nilai kurang sopan". N berlanjut pas breakfast kita mesti cari2 sendok karena gak ada di meja, minta pegawainya malah gak balik2 alias di cuekin plus makanan n minuman juga rata2 dah dingin. Pas checkout gak kalah nyebelin gak ada bilang terimakasih keq apa keq, malah mesti q yg nanyain uang deposit dan di jwb cuma dengan "OH uang deposit" dan dikasih tanpa babibu... gak lagi deh nginep disana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Swiss Bel-inn itu juga satu grup, tapi seingat saya kelasnya sedikit di bawah Swiss Belhotel. (mungkin versi bintang 2 atau 3nya). Ternyata sama aja ya, kurang ditraining bener-bener. Kamu sudah nulis review belum? Hal-hal seperti ini yang kadang bikin malu. Anehnya orang Indonesia itu seringkali kalau sama turis asing (especially bule) ramahnya kelewatan, dan takut. Kalau sama turis negara sendiri gak takut. Bingung ya.

      Delete
  29. He eh, le mending ditulis di TA aja apa yang loe alamin kemarin. Soalnya rata-rata orang kalo mo check review hotel mostly kan ngeliatnya di TA. Termasuk gw.
    Apalagi dia di TA hotel nomer 3 lho ! Kalo gak ada review dari loe, sangkain orang semua baik-baik sajaaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue udah tulis di TA Ndah. Tadinya dia nomer 2 loh, skrg turun ke nomer 3, gue rasa sih emang krn reviewnya tambah banyak yg kurang puas sm servicenya hehe.

      Delete
  30. Salam utk semua pembaca, Alhamdulillah sy baru berlibur n menginap d SwissBel Hotel Cirebon, sy juga senang traveling n memilih booking. com dan Agoda.com atau voucher via agent, selama ini baik baik saja n permintaan kita tdk ada masalah hal komunikasi mulai penjemputan yg free charged atau yg bayar dng tarif k Bandara dll semua Alhamdulillah oke, justru pernah isi form utk saran dpt hadiah buah satu keranjang dan jus gratis semua krn komunikasi yg efektif dan saya saling paham mana yg dpt tawar menawar n yg tdk tidak, kalo belum ada titik temu ya bicara lbh bijaksana n selalu cari win win solution cth mobil yg bagus n kapasitas yg sesuai utk jmlh penumpang, kulkas penuh ya di titip kan kamar lain yg kita pesan, atau isi kulkas kita keluarkan juga orapopo ya pikiran bening n selalu komunikasi yg baik... Dan Saling paham

    ReplyDelete
  31. Di Swiss, Paris, Singapur, Malaysia, Bali, Lombok, Netherland,Bandung,Cirebon,Puncak,Jakarta Semarang,Lampung,Batam, dll dll dll Saya juga usaha via on line travel dapat lokasi n hotel semua yg sesuai harapan, ya memang di awal deg deg deg, bgmn nih terutama faktor kondisi kesehatan, krn yg unpredictable itu lbh sy pikirkan apkah rencana jln jln diberi kemudahan oleh Yg Diatas, apalagi hal budget kadang juga perlu dana cadangan, Alhamdulillah berjln lancar n anggaran kita pernah hemat ber juta juta krn ketemu teman teman lama ta terduga n jadul saya yg beri oleh oleh, skrg gantian mereka yg perhatian berbagi oleh oleh, akhirnya saya bersyukur pada Allah kok uang hemat, ketemu teman n sahabat yg ta terduga, kopor penuh oleh oleh ....ya intinya selalu berbuat hal positif n berpikir positif Smg niat baik kita diberi kemudahan nya n silaturohim kemana pun dpt hikmah yg baik inshaa allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Armadina, terima kasih telah berkunjung ke blog saya dan memberikan komen yang panjang sekali. Appreciate it. Sebagai seorang frequent traveler, saya tentu sangat mengerti dan paham mengenai cara berkomunikasi yang baik dan pemikiran yang positif setiap kali traveling kemanapun. Tidak ada orang yang memulai liburannya dengan pikiran yang negatif.

      Dalam hal ini, pihak Swissbel sendiri telah mengakui kelalaian mereka dan kelemahan mereka dalam bidang service. Rupanya saya bukan orang pertama yang mengeluhkan ketidakprofessionalan mereka saat itu. Kalau mereka kemudian telah memperbaiki servicenya di saat kamu menginap, beruntunglah kamu.

      FYI, di hotel2 terkemuka terutama yang berbintang 5, kita tidak bisa sembarangan memindahkan barang2 di dalam kulkas. Jadi merupakan kewajiban saya untuk meminta kepada pihak hotel untuk memindahkan barang tersebut. Justru saya telah berusaha membangun komunikasi yang sangat baik dengan pihak hotel.

      Sekali lagi, terima kasih atas komentarmu.

      Delete
  32. waduh baru mau booking jd mikir lagi, selain SBC yang enak lokasi hotelnya d cirebon mana lagi ya? aku mau anniversary ke 5 sama suami, cari hotel yang nyaman dan tenang.. tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lokasi, SBC itu masih menang. Kalau service mungkin menang Aston. Tapiiii Aston agak jauh dari keramaian. Kalau kamu bawa mobil sendiri sih dicoba Aston saja. Kalau nggak bawa mobil mending SBC.

      Dicoba lagi aja. Mestinya kalau nggak high season, service should be better.

      Delete
  33. waduh....telat nih saya nemu postingan ini.... sy sudah beli utk 3 malam.....pas libur lebaran nanti.... mudah-mudahan sudah ada perbaikan deh.... klo nginep yg di Bandung sih....ngga gitu pengalamannya...... Jadi pikirnya harusnya sama aja di mana pun cabangnya.... Trima kasih banget untuk sharing pengalamannya....
    Salam kenal....Elli

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Elli, saya berharap sih sudah membaik ya. Tetapi kalau berdasarkan pengalaman teman yg br pergi 2 minggu lalu, masih lumayan ada kekacauan. Intinya jangan ekspektasi terlalu tinggi. Kemudian, pastikan ada hitam di atas putih deh kalau kita request, supaya bisa nuntut kalau ada apa2. Saya sih ngga kepingin ada kejadian jelek, tapi saya ga mau mereka selalu pakai alasan high season.

      Delete
  34. Kalau mau komentar jgn bawa2 org lokal cirebonnya :) smua org lokal ga smuanya sama loh :) hanya mngkn dari pihak management hotel dan servicenya saja yg tidak siap :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Justru saya berani komen begitu karena melihat kenyataan, tapi saya ngga bilang semuanya orang Cirebon seperti itu loh. Coba deh kamu liat postingan saya yang selanjutnya soal Cirebon. Kalau udah baca semua, baru deh kamu ngerti kenapa saya menyimpulkan seperti itu.

      Plussss.. temen2 saya sendiri yang orang Cirebon mengakui kalau memang rata2 orang Cirebon agak kasar. Warganya sendiri loh yang bilang begitu.

      Delete
  35. Saya juga punya pengalaman menginap di salah satu hotel di Cirebon... Biasanya saya pesan hotel via agoda, tapi kali ini via rajakamar... Setelah saya sampai di hotel tsb dengan membawa print voucher ternyata nama saya tidak terdaftar, biasanya dengan agoda tidak seperti itu... Saya coba rekonfirmasi dengan pihak rajakamar dan mereka dengan yakin sudah melakukan konfirmasi ke pihak hotel pada saat saya booking, namun pihak hotel (cowok) dengan sikap tidak ramah dan keukeuh mengatakan tidak pernah mendapat konfirmasi dan mengatakan saat itu kamar hotel sudah penuh... Singkat cerita saya meminta pihak hotel untuk koordinasi dengan pihak rajakamar mengenai permasalahan saya dan ternyata memang sudah dikonfirmasi namun pihak hotel (cewek) lupa mencatat/meng-input pesanan saya... Saya kesal sekali karena sudah menempuh perjalanan jauh ingin istirahat ternyata pihak hotel menyambut tidak ramah dan tidak profesional serta mendapat kamar yg kurang nyaman, krn pengalaman kmrn ini kurang menyenangkan, jadi kali ini sehabis lebaran ada rencana ingin menginap di swiss bel cirebon, tapi untung pada postingan ini jadi bahan pertimbangan saya utk menginap di sana...
    Tks ya... Dee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah... kalau begitu memang bener tuh, di Cirebon ada specific problem with SDM. Alias mereka belum siap untuk jadi kota yang nerima turis seabrek2 yang punya standard tertentu. Ya mgkn postingan ini dan postingan saya yang satu lagi soal Cirebon bisa menjadi bahan pertimbangan untuk Pemda lebih peduli meningkatkan SDM via training.

      Delete
  36. Rencananya mau nginap SBC buat liburan besok, kebetulan pernah sekali nginap SBC lokasinya startegis dan kamarnya bagus, namun karena kebetulan baca cerita pengalaman Leony dan saya pikir besok peak season juga jadinya kita alihkan ke Aston, sekalian mau coba Aston cirebon. Mudah2an nyaman....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana pengalamannya dengan Aston? Sayang Aston lokasi agak jaih dr tengah kota ya.

      Delete
  37. Wah kebetulan nih membaca postingan ini. Rencananya sih pekan depan hendak berlibur ke Cirebon karena belum pernah jelajahi kota itu. Sempat bingung antara menginap di SBC atau Aston. Karena terbiasa di Aston saat di kota lain, tadiannya ingin mencoba SBC. Tapi jadi mikir juga sih hehehe.

    Terima kasih ulasannya, salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lokasi jelas menang SBC. Jadi kalau mikirin prioritas lokasi yang lebih dekat kemana2 especially cari makan, SBC aja. Chancenya mgkn sudah improved kali ya dibanding pas saya nginap. Kan sudah lama hehe.

      Delete
  38. Waduh, kacau banget itu hotel. Semoga pengalaman gan bisa dijadikan pelajaran buat kita-kita nih ya. NIce info gan ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, serasa nulis di kaskus aja pake gan. Juragan apaan ya saya? Juragan ASI hihihi...

      Delete
  39. nice info.. mudah2-an jadi tulis review di Tripadvisor ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya saya sempat nulis di trip advisor juga hahaha. Saya kasih bintang 2. Masih baik ya? Hauhahaah...

      Delete
  40. Hai Leony, salam kenal ya. So sorry to hear what you have been through. Ngeselin banget!!

    Anyway, hari ini saya dan keluarga baru aja check-out dari SBC. Nginep disana karena pengen nyobain setelah 2 tahun yg lalu inep di Aston.

    Walaupun kami enggak mengalami hal yg sama, tetep aja ikutan kesel baca posting ini. Aku ijin link ke tesyasblog ya tulisannya. Tapi nanti sih pas nulis review ttg SBC. Thank you Leony:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Tesyas, iya mungkin keluarga kamu sudah beruntung ya, perginya setahun setelah saya pergi, saya sih harap mestinya sudah ada perkembangan yang berarti. Karena dua bulan setelah saya pergi, ada teman yang pergi servicenya masih jelek. But a year is more than enough time for them to improve their service. Silakan dilink.

      Delete
  41. Pas banget nemu blog ini. Baru aja mau booking ke sono
    Untung mampir sini dulu. Klo engga, kasian anak2ku ntar
    Thanks for sharing......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alicia, pas aku pergi kan udah lebih dr setahun yang lalu ya. Kali2 aja sekarang sudah ada perbaikan karena banyak org2 lain jg yg komplen. Kalau soal lokasi sih menang kok dan sebelahan sm mall jd cari makan gampang.

      Delete
  42. Hehehehe...meski udah setahun yang lalu, kayaknya saya harus mencoret hotel ini dari pilihan saya menginap di bulan Juli ini. Kejadian ini sangat "kebangeten" sekali. Saya sering menginap di hotel dan menulis di Trip Advisor dan beberapa kali mengalami kejadian yang nggak enak, tapi yang ini wow... horrible

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah iya Pak. Tp saya dengar ada teman yg menginap Desember lalu katanya sudah lbh baik. Tapi gak bawa anak kecil ya.

      Delete
  43. wah parah bener SDM swissbel hotel cirebon, itu dulu rekruitmenya gimana? perlu dipertanyakan tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya kotanya berkembang kecepetan, hotel2 baru bermunculan, sementara SDMnya segitu2 aja, dan kurang pelatihan.

      Delete
  44. Saya pernah tidur di sbc berdempetan dgn csb mall mereka ramah2 aja tuh....bahkan baik, ramah2. Kota yg gk bisa di lupakan ya kota cirebon. Meskipun saya dari jogja. Sip lah untuk cirebon :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pergi ke sananya kapan? Saya pergi sudah hampir 2 tahun lalu. Saat itu mereka belum lama buka. Dan service qualitynya masih sangat berantakan. Bukan cuma saya yang mengalami bahkan teman2 yang pergi ke sana sebulan setelah saya dan bukan long weekend, tetap masih brantakan pelayanannya. Good for you then kalau mereka sudah memperbaiki. Mungkin krn banyak yg tegur juga.

      Delete
  45. Dear Ci,

    Masih aktif ga ini thread nya soalnya sdh setahun lalu the last commentnya heheheheeee
    Aq baru aja kejadian di swissbel bandara jkt dan langs googling dan nemu blog ini
    Jadi td lg tdr kira2 jam1 ada yg buka pintu kamar dan untung saya langs kebangun, tp pintu nya langs dtutup lg
    Trus ambil waktu sejenak baru aq keluar cek tyata tdk ada org
    Aq telp ke baeah tyata katanya dia salah kasih kartu ke tamu nya shg tamu tsb masuk ke kmr saya
    Apakah hal ini wajar? Karena saya takut ini dsengaja dg tujuan yg saya sdri gatau apa itu
    Apakah kamar yg sdh diisi bisa dbuat kuncinya lg utk org lain yg baru cek in
    Selanjutnya saya telp ke duty manager nya dan hanya meminta maaf padahal perasaan saya mah deg deg an dan jadi parno
    Apa yg selanjutnya harus saya lakukan ya
    Mohon advice nya

    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya bahaya sekali itu. Mereka bisa pakai alasan salah kasih kunci (semoga benar) tp bisa saja sebetulnya itu adalah kunci master yang disalah gunakan (bisa jg untuk curi barang.. Who knows, krn pernah kejadian dengan ibu saya pas di KL untungnya ga ada barang hilang). Kalau kamu merasa tidak nyaman, ya bisa follow up lagi dengan duty manager dan jelaskan kenapa kamu tidak nyaman. Kalau kamu sudah ok dengan permintaan maaf dia ya sudah. Tp kl merasa tidak oke, bs follow up ke kantor pusat.

      Delete
  46. Iya, itu yang saya pikirkan ci. Jd nya negative thinking dan parno aja masa iya bisa salah kamar
    Kata duty managernya ada 2 org receptionisnya dan ada salah denger nmr kmr pd saat mereka koordinasi, pdhl kan mereka deket sama2 di meja receptionis jg
    Klo ini memang sdh byk kejadian berarti mmg ada modus spt itu, tp klo mmg ini baru pertama kali ya mungk mmg just accident aja
    Makanya gw share dsini ci, siapa tau yg lain ada kejadian sama dan banyak, wah berarti emang ada modus kesitu

    Mkasih ya ci

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah nomer kamar sih mestinya ngga mgkn ya, karena kan harus diassign berdasarkan nama dari yang menginap. Dan ngga mungkin nama tamu itu ada double di database. Semoga cuma accident aja, dan lain kali jangan sampai terulang. Cici sih kejadiannya beda banget ya dengan kamu, tapi bagus kamu sudah speak up ke management.

      Delete
  47. Iya jd deg-deg an gini klo mau nginap di hotel manapun itu
    Skg hrs lbh waspada dan pintu kamar akan selalu saya kunci dr dlm
    Karena terkadang kita ga akan sadar klo ada brg2 kecil kita yg hilang dan teringat kalau sdh di rmh dan itu bs berbahaya karna kita sdh tdk bs melacak lg dmn itu hilangnya

    Oke mkasih ya Cici n Ko Feliz

    GBU

    ReplyDelete
  48. Harus waspada, level hotel bintang 5 pun bisa ngalamain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Cirebon sayangnya belum ada tuh hotel bintang 5.

      Delete
  49. Memang pelayanan hotel terkadang tidak sebaik nama predikat hotel tersebut. Yg sabar mbak ya..Tapi saya mau tanya mbak..Apa ia benar setiap penumpang yg minta di jemput di stasiun wajib di jemput? Dan apa itu gratis? Dari yg saya baca mbak itu masih memesan hotel belum menghuninya. Walau sdh bayar tapi fisik anda belum terlihat disana...Jadi kalau saya pemilik hotel juga tidak mau jemput anda tanpa ada orang dalam atau saudara yg menyuruh untuk jemput anda yg sdh menginap terlebih dahulu disana. Walau artis sekalipun kalau belum kenal disana mana mungkin akan di layani dgn akrab mbak? Saat ada pihak hotel jemput dan bukan jemput mbak, mungkin itu adalah org yg telah di kenal di hotel tersebut..Kalau mbak punya kenalan pun di hotel tetap saja pegawai ga kenal anda itu siapa? Sebenarnya kita simple saja.. Belajar lah melayani walau kita yg berstatus raja...Amin mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak/Bu, saya bingung sebenarnya Bapak/ Ibu mengerti atau tidak mengenai hospitality service. Dimana2 yang namanya penjemputan pihak hotel di stasiun atau di bandara itu, tentu saja mereka tdk kenal dengan wajah kita, tapi mereka biasa membawa tulisan dengan nama kita. Mana mungkin seluruh pegawai hotel mengenal tamu2nya? Saya tdk pny kenalan siapapun di hotel tersebut. Saya adalah tamu yang telah memesan hotel dan jasa shuttle, dan TELAH dikonfirmasi oleh pihak hotel. Nah sekarang anda coba pelajari lagi bagaimana SOP hospitality service, lalu baca lagi kasus saya.

      Delete
  50. Semoga pelayanan hotelnya sudah jauh lebih baik dari pada 2 tahun yang lalu ya dear.
    karena sampai sekarang hotelnya masih ada dan belum berganti nama saya fikir mungkin pelayanan sudah pasti lebih ditingkatkan lagi oleh management yang ada disana.
    jadi penasaran nih saya mau cobain sbc sekalian jalan-jalan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah coba jalan2nya, Amalia? Semoga sudah semakin baik ya pengalaman di SBC.

      Delete
  51. Abis ngebaca komen heran juga. Menurut saya sih bukan begitu mba, kalo misal kota nya yg belum siap, pasti semua hotel di cirebon pelayan buruk. Tp itu buktinya ada yg di Ast*n komen fine2 aja bahkan ada yg rekomen disitu aja dari pada di SBC. mungkin pegawai mereka aja yg buruk , ga berarti semua hotel di cirebon buruk kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca komennya siapa ya, Mas? Dr judul saya sudah jelas kan pengalaman buruk di SBC. Apa saya ada tulis pengalaman buruk di hotel lain? Sudah 2 tahun lebih yang lalu loh, jd rasanya udah gak current deh.

      Tp overall saat saya pergi, Cirebon SDMnya secara overall msh kurang mumpuni, bukan cuma soal hotel, tp soal service secara keseluruhan. Moga2 sekarang sudah lbh baik.

      Delete
  52. Semoga cirebon menjadi lebih baik dalam hal pelayanan .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga! Karena sayang modal budaya dan kulinernya sudah ada.

      Delete
  53. Replies
    1. Kenapa nyesel? Kan itu udah 2.5 tahun lalu, mestinya sudah lebih baik ya skrg.

      Delete
  54. Hai ci Leony salam kenal yaaa, aku September 2015 ke Cirebon nginep di Metland, maybe harganya lebih miring drpd SBC ya, tp pelayanan mantap loh. Sarapan juga buffet2 sepuasnya dan bs duduk di outdoor. Hehe sekian sharing dr saya..

    ReplyDelete
  55. Hai ci Leony salam kenal yaaa, aku September 2015 ke Cirebon nginep di Metland, maybe harganya lebih miring drpd SBC ya, tp pelayanan mantap loh. Sarapan juga buffet2 sepuasnya dan bs duduk di outdoor. Hehe sekian sharing dr saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya semoga semuanya makin berbenah. Sarapan hotel memang rata2 buffet semua sih. Jadi gak masalah dengan itu. Yang penting service hrs dijaga.

      Delete
  56. NOOOOOOOOOOOOO!!! baca nya bikin gemes. minggu depan saya dan suami mau ke cirebon dan dia booking di swissbelhotel, semoga aja udah tahun 2017 pelayanannya gak mengecewakan begitu (hope so...) berharap sambil degdegan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, sudah 3 tahun, kalau gak improve jg sih minta ampun deh hihihi.. Have fun di Cirebon!

      Delete